Anda di halaman 1dari 56

DEMOGRAFI

Oleh : Dr. H. Yasril Hasan MQIH.

PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP


Demografi berasal dari kata Yunani;
Demos = rakyat/penduduk, Grafein = menulis.
Jadi demografi adalah tulisan/karangan mengenai
rakyat/penduduk.
Diperkenalkan pertamakali oleh Achille Guillard, 1884

Demografi

Defenisi demografi : adalah ilmu yang mempelajari


persoalan dan keadaan perubahan-perubahan
penduduk .
perubahan tersebut seperti : kelahiran, kematian,
migrasi, sehingga menghasilkan suatu keadaan dan
komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin
tertentu

Demografi

Ruang lingkup demografi meliputi :


pure demografi/demografi formal yang menghasilkan
teknik-teknik untuk menghitung data kependudukan dan
variabel-variabel non demografi seperti ekonomi, sosiologi,
geografi, psikologi, politik.
Demografi merupakan interdiciplinary science

Demografi

Tujuan Demografi :
1.Mempelajari kuantitas dan distribusi penduduk dalam
suatu daerah tertentu
2.Menjelaskan pertumbuhan masa lampau, penurunan
dan persebarannya dengan sebaik-baiknya dengan
data yang tersedia
3.Mengembangkan hubungan sebab akibat antara
perkembangan penduduk dengan bermacam-macam
aspek organisasi sosial
4.Mencoba meramalkan pertumbuhan penduduk di
masa yang akan datang dan kemungkinankemungkinan konsekuensinya
Demografi

Manfaat yang hendak dicapai :


1. Untuk perencanaan agar lebih tepat dalam hal-hal
yang berhubungan dengan pendidikan, perpajakan,
kesejahteraan sosial, pusat pertokoan, pusat
rekreasi, jalan, rumah sakit, produksi barang dan
jasa
2. Mengetahui seberapa cepat perkembangan
perekonomian negara

Demografi

DINAMIKA PENDUDUK
Pertumbuhan penduduk adalah merupakan keseimbangan yang dinamis
antara kekuatan-kekuatan yang menambah dan kekuatan-kekuatan yang
mengurangi jumlah penduduk.
Pertumbuhan penduduk diakibatkan oleh 4 komponen yaitu; kelahiran
(fertilitas), kematian (mortalitas), in-migration dan out migration.
Selisih antara kelahiran dan kematian disebut reproductive change
(perubahan reproduktif) atau increase (pertumbuhan alamiah), selisih
antara in-migration dan out-migration disebut net-migration (migrasi
neto)

Demografi

UKURAN DASAR DEMOGRAFI


Ukuran dasar demografi meliputi :
1. Fertilitas
Adalah kemampuan riil seorang wanita untuk melahirkan, yang
dicerminkan dalam jumlah bayi yang dilahirkan
a. Angka kelahiran kasar (Crude Birth Rate)
b. Angka kelahiran menurut umur (Age specific
Fertility Rate)
c. Angka fertilitas total (Total Fertility Rate)
2. Mortalitas
a. Angka kematian kasar (Crude Death Rate)
b. Angka kematian menurut umur (Age specific
Death Rate)

Demografi

3. Migrasi
Migrasi adalah perpindahan penduduk yang
relatif permanen dari suatu daerah ke daerah
lain. Angka migrasi neto didapatkan melalui :

Jumlah Migran yang masuk jumlah migran yang keluar


Jumlah Penduduk

Demografi

Xk

4. Angka pertumbuhan penduduk


Angka ini menunjukkan rata-rata pertambahan penduduk
pertahun pada waktu tertentu, biasanya dinyatakan dalam
persen.
Beberapa macam ukuran angka pertumbuhan penduduk :

Demografi

a. Pertumbuhan Geometri
Pt = Po (1 + r)n
Keterangan :
Pt = jumlah penduduk pada tahun akhir
Po = jumlah penduduk pada tahun awal
r = rate pertumbuhan penduduk per tahun
n = jumlah tahun antara Pt dan Po
b. Pertumbuhan Eksponensial
Pt = Po em
Keterangan :
e = angka eksponensial 2.71828

Demografi

10

TEORI KEPENDUDUKAN
Pertumbuhan penduduk dari tahun 0 sampai tahun 2000
Penduduk dunia berkembang secara lambat sampai
pertengahan abad ke 17. Pada sekitar tahun 1665
penduduk dunia diperkirakan sebesar 500 juta
Penduduk dunia kemudian menjadi 2 kali lipat dalam
jangka waktu 200 tahun yaitu pada tahun 1850
Dalam jangka waktu 80 tahun kemudian penduduk
dunia meningkat 2 kali lipat lagi, yaitu pada tahun 1930
Sedangkan untuk mencapai 4 milyar kemudian hanya
diperlukan waktu 45 tahun.

Demografi

11

Pertumbuhan penduduk yang cepat disebabkan oleh :


Adanya penemuan Penicilin pada tahun 1930
Program kesehatan masyarakat makin meningkat
Angka kelahiran yang masih tinggi, sedangkan angka
kematian menurun karena penemuan obat-obatan dan
peningkatan program kesehatan, sehingga
pertumbuhan penduduk makin cepat.

Demografi

12

PERTUMBUHAN PENDUDUK DAN PEMBANGUNAN


EKONOMI
Hubungan timbal balik antara pertumbuhan penduduk dan
pembangunan ekonomi bila dilihat melalui :
Besar, komposisi dan distribusi penduduk akan
mempengaruhi kegiatan-kegiatan sosial masyarakat
Jumlah penduduk atau besarnya biasanya dikaitkan
dengan pertumbuahn income percapita negara
tersebut yang mencerminkan kemajuan
perekonomian negara tersebut

Demografi

13

Teori Penduduk Optimum, adalah jumlah penduduk


suatu negara harus seimbang dengan jumlah
sumber-sumber ekonominya, baru dapat diperoleh
kenaikan pendapatan nasionalnya.
Jumlah penduduk tidak boleh terlampau sedikit
tetapi juga tidak boleh terlampau banyak
Komposisi penduduk terdiri atas umur dan jenis
kelamin. Kedua variabel ini sangat mempengaruhi
pertumbuhan penduduk di masa datang.

Demografi

14

Keadaan ekonomi dan lingkungan


Teori transisi demografi yaitu teori yang menerangkan
perubahan penduduk dari tingkat pertumbuhan yang
stabil tinggi (tingkat kelahiran dan kematian yang tinggi)
ke tingkat pertumbuhan yang rendah (tingkat kelahiran
dan kematian yang rendah).
Kelahiran dan kematian, keduanya pada tingkat yang
tinggi sekitar 40-50. Kelahiran tidak terkendali, kematian
bervariasi. Panen gagal, harga tinggi, menyebabkan
kelaparan daya tahan tubuh terhadap penyakit sangat
lemah. Ditambah lagi meluasnya penyakit menular,
menyebabkan angka kematian tinggi.

Demografi

15

Angka kematian menurun akibat meningkatnya status


kesehatan dan adanya penemuan obat-obatan. Angka
kelahiran tetap tinggi, sehingga mengakibatkan
pertumbuhan penduduk meningkat dengan cepat.
Angka kematian terus menurun tetapi tidak secepat pada
kategori kedua. Angka kelahiran mulai menurun akibat
urbanisasi, pendidikan dan peralatan kontrasepsi yang
makin maju.
Pada tingkat ini kelahiran dan kematian mencapai tingkat
yang rendah dan pertumbuhan penduduk kembali lagi
pada kategori pertama yaitu mendekati nol

Demografi

16

STRUKTUR DAN PERSEBARAN PENDUDUK


Dalam demografi ada 3 fenomena yang merupakan bagian
penting daripada penduduk :
1. Dinamika kependudukan
2. Komposisi penduduk
3. Besar dan persebaran penduduk

Demografi

17

Pengelompokkan penduduk sangat berguna untuk


berbagai maksud dan tujuan :
1. Untuk mengetahui human resources yang ada baik
menurut umur maupun jenis kelamin
2. Untuk mengambil suatu kebijakan yang
berhubungan dengan kependudukan
3. Untuk membandingkan keadaan suatu penduduk
dengan penduduk lainnya
4. Melalui penggambaran piramida penduduk dapat
diketahui proses demografi yang telah terjadi pada
penduduk tersebut.

Demografi

18

KOMPOSISI PENDUDUK
Pengelompokan penduduk diklasifikasikan berdasarkan ciriciri tertentu :
1. Biologis, meliputi umur dan jenis kelamin
2. Sosial, antara lain meliputi tingkat pendidikan, status
perkawinan
3. Ekonomi, meliputi penduduk yang aktif secara
ekonomi, lapangan pekerjaan, jenis pekerjaan, tingkat
pendapatan
4. Geografis, berdasarkan tempat tinggal, daerah
perkotaan, pedesaan, propinsi, kabupaten

Demografi

19

KOMPOSISI MENURUT KELOMPOK UMUR


Distribusi penduduk pada tahun 1999 menurut kelompok umur
menunjukan :
1.Penduduk Indonesia berusia muda (0-14 tahun) sebesar 30.77
%. Propinsi tertinggi adalah Irian Jaya 39.1` % dan yang
terendah di Yogyakarta 22.6 %

Demografi

20

1.Penduduk Indonesia berusia produktif (15-64 tahun) sebesar


64.61 %. Propinsi tertinggi adalah DKI Jakarta (73.31 %) dan
yang terendah NTT (57.7 %)
2.Penduduk Indonesia berusia > 65 tahun sebesar 4.61 %.
Propinsi tertinggi DI Yogyakarta 9.06 % kemudian Bali 6.67 %
dan yang terendah Irian Jaya 0.91 % dan Kalimatan Tengah
2.15 %

Demografi

21

Komposisi Penduduk menurut Jenis Kelamin :


Komposisi Penduduk Indonesia menurut jenis kelamin
terdiri dari 102.195.025 laki-laki dan 102.588.906
perempuan. Sex ratio Indonesia sebesar 99.62 (mendekati
100). Hal ini menggambarkan jumlah penduduk laki-laki
dan perempuan relatif sama.

Demografi

22

Komposisi dengan sex ratio tertinggi laki-laki > perempuan


adalah Irian Jaya (106.83), Lampung dan Kalimatan.
Sedangkan yang terendah Sumatera Barat (94.72) dan
Sulawesi Selatan (95.070)
Secara umur pada kelompok usia muda jumlah penduduk
laki-laki > perempuan. Sebaliknya pada kelompok umum
lebih tua laki-laki < perempuan

Demografi

23

Komposisi Penduduk menurut Tingkat Pendidikan :


Pengelompokkan terhadap tingkat pendidikan di
kelompokkan dalam
1.Kemampuan baca tulis (literacy rate)
Secara nasional penduduk yang melek huruf tahun 1999,
sebesar 89.79 %. Secara nasional, persentase penduduk yang
buta huruf sedikit menurun dari 10.58 % pada tahun 1998
menjadi 10.21 % pada tahun 1999. Pendudukan yang buta
huruf di pedesaan 13.46 % jauh lebih besar dibandingkan
perkotaan 5.35 %.

Demografi

24

Perbandingan menurut jenis kelamin menunjukkan bahwa


angka buta huruf pada perempuan 14.06 % lebih besar dari
laki-laki.
Angka buta huruf menurut propinsi yang tertinggi adalah
Irian Jaya 25.57 %, diikuti Nusa Tenggara Barat 23.16 %,
Nusa Tenggara Timur 17.62 % dan jawa Timur 16.69 %.
Untuk yang terendah angka buta huruf adalah DKI Jakarta 2
%, diikuti Sulawesi Utara 2.61 % dan Sumatera Utara 3.64 %.

Demografi

25

1.Tingkat Pendidikan yang ditamatkan


Persentase penduduk berusia 10 tahun keatas :
Tidak/belum tamat SD/MI pada tahun 1999 adalah 25.45 %
Tamat SD/MI sebesar 32.49 %
Tamat SLTP sebesar 14.62 %
Tamat SMU/SMK sebesar 14.54 %
Tamat DI s.d Universitas 3.10 %

Demografi

26

Komposisi Penduduk menurut Status Perkawinan :


Modus Usia saat perkawinan pertama adalah 19-24 tahun sebesar
39.38 %.
Usia perkawinan pertamanya < 16 tahun masih cukup tinggi, 14.54
%. Tertinggi di Jawa Timur 21.25 %, terendah di NTT 1.76 %
Komposisi Penduduk menurut Perkotaan dan Pedesaan :
Pada tahun 1999 penduduk yang tinggal diperkotaan sebesar
39.35 % dan pedesaan 60.65 %.

Demografi

27

Ukuran-ukuran yang perlu diketahui


Umur tunggal (Single age)
Umur yang dihitung berdasarkan ulang tahun terakhirnya
Ratio jenis kelamin
Merupakan perbadingan antara laki-laki dan perempuan
Besar kecilnya ratio jenis kelamin disuatu daerah dipengaruhi
oleh :
A.Sex ratio at birth
B.Pola mortilitas antara penduduk laki-laki dan perempuan
C.Pola migrasi penduduk laki-laki dan perempuan
Angka beban tanggungan (Dependency ratio) Dependency
ratio di Indonesia tahun 1999 54.76

Demografi

28

Umur Median
Umur median adalah umur yang membagi
penduduk menjadi dua bagian dengan jumlah yang
sama, bagian pertama lebih muda dan bagian kedua
lebih tua dari pada median age. Penduduk tua (old
population umumnya terdapat pada negara maju,
sedangkan penduduk muda (young population)
terdapat pada negara berkembang.

Demografi

29

Persebaran Penduduk
Secara garis besar persebaran penduduk dapat di
golongkan menurut : Geografis dan Administratif/politis.
Persebaran Penduduk menurut Geografis
Kepadatan penduduk di Pulau Jawa lebih tinggi dari di luar
Pulau Jawa. Pulau Jawa rata-rata berpenduduk 949 jiwa
per km2 dengan luas hanya 6.65 % dari luas Indonesia,
sedangkan Maluku dan Irian Jaya dihuni 9 per km2 dengan
luas 25 % dari luar Indonesia.

Demografi

30

Piramida Penduduk
Komposisi umur dan jenis kelamin suatu penduduk
secara konflik dapat digambarkan dalam bentuk
piramida penduduk. Faktor yang mempengaruhi
struktur untuk penduduk :
Fertilitas
Jika angka kelahiran meningkat maka dasar piramida
penduduk akan menjadi lebih panjang dibandingkan
dengan dasar-dasar piramida pada tahun sebelumnya
atau sebaliknya jika CBR menurun.

Demografi

31

Mortalitas
Jika mortalitas setiap penduduk umur meningkat maka
terjadi penciutan diagram balok piramida pada tiap
kelompok umur, bentuk slope piramida akan semakin
buram dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kematian bayi
Infant mortality berhubungan dengan reproduksi jika
bayi perempuan lebih banyak yang hidup diperkirakan
angka kelahiran akan bertambah
Migrasi
Jika migrasi > keluar akan terjadi pertambahan
penduduk.

Demografi

32

Tiga Ciri Penduduk


Disebut juga dengan the three general population yaitu :
1.Expansive, sebagian besar penduduk berada dalam
kelompok umur muda
2.Constrictive, sebagian kecil penduduk berada dalam
kelompok umur muda
3.Stationary, banyaknya penduduk dalam tiap kelompok
umur hampir sama banyaknya, dan mengecil pada usia tua.

Demografi

33

FERTILITAS (KELAHIRAN)
PENDAHULUAN
Fertilitas dalam demografi adalah hasil reproduksi yang
nyata dari wanita atau sekelompok wanita, menyangkut
banyaknya bayi yang lahir hidup.

Demografi

34

KONSEP-KONSEP DALAM FERTILITAS


LAHIR HIDUP adalah kelahiran seorang bayi tanpa
memperhitungkan lamanya di dalam kandungan, dimana bayi
menunjukkan tanda-tanda kehidupan sewaktu lahir
LAHIR MATI adalah kelahiran seorang bayi dari kandungan yang
berumur paling sedikit 28 minggu, tanpa menunjukkan tanda-tanda
kehidupan sewaktu lahir.
ABORTUS adalah kematian bayi dalam kandungan dengan umur
kehamilan kurang dari 28 minggu. Ada 2 macam abortus;
1.Induced abortion, abortus disengaja
2.Spontaneus abortion, abortus tidak disengaja
MASA REPRODUKSI adalah masa dimana wanita masih mampu
melahirkan, yang disebut masa subur (15-49 tahun)
Demografi

35

SUMBER DATA DARI KELAHIRAN


Registrasi
Sensus
Survei

Demografi

36

UKURAN DASAR FERTILITAS


Ada dua macam pendekatan
Yearly Perfomance, (current fertility) mencerminkan
fertilitas dari suatu kelompok penduduk untuk jangka
waktu satu tahun
1.Rate kelahiran kasar atau Crude Birth Rate (CBR)
adalah
Jumlah semua kelahiran hidup yang dicatat selama satu
tahun Per 1000 penduduk pertengahan tahun yang sama.
Rumus :
CBR

Jumlah kelahiran hidup 1 tahun


Jumlah penduduk pertengahan tahun yang sama
Demografi

37

Kelemahan dari pengukuran ini adalah penduduk yang tidak


mempunyai resiko melahirkan ikut diperhitungkan (anakanak, laki-laki, dan wanita lanjut usia).
Kebaikannya, perhitungan ini sederhana, karena hanya
memerlukan keterangan jumlah kelahiran dan jumlah
penduduk pertengahan tahun.

Demografi

38

2. Rate Fertilitas Umum


Rate fertilitas umum atau General Fertility Rate (GFR) adalah
jumlah kelahiran hidup yang dicatat selama 1 tahun per 1000
penduduk wanita usia subur pada pertengahan tahun yang sama.
Pada rate ini pengukuran fertilitas dilakukan sesuai dengan populasi
yang sebenarnya yaitu pada wanita usia subur. Kelemahannya,
ukuran ini tidak membedakan resiko melahirkan dari berbagai
kelompok umur 40 tahun berisiko sama dengan umur 25 tahun.
Rumus :

GFR

Jumlah kelahiran hidup yang dicatat selama 1 tahun


Jumlah wanita usia subur pada pertengahan tahun yang sama

Demografi

39

3. Rate Fertilitas menurut golongan, umur


Rate fertilitas menurut golongan umur atau Age Spesific Fertility
Rate (ASFR) adalah jumlah kelahiran hidup oleh ibu pada golongan
umur tertentu yang dicatat selama 1 tahun per 1000 penduduk
wanita pada golongan umur tersebut pada pertengahan tahun yang
sama. Perhitungan ASFR biasanya dilakukan dengan interval 5
tahun.
Kebaikannya,
Ukuran ini lebih cermat dari GFR
Dapat dibuat analisa perbedaan fertilitas menurut berbagai
karakteristik wanita
Dapat dilakukan studi fertilitas menurut kohor
Merupakan dasar untuk perhitungan TFR
Kelemahannya, data yang dibutuhkan terperinci
Demografi

40

RUMUS :

ASFR Jumlah kelahiran hidup oleh ibu pada golongan umur


tertentu yang dicatat selama 1 tahun
Jumlah penduduk wanita pada golongan umur

x 1000

tersebut pada pertengahan tahun yang sama

Demografi

41

4. Total Fertilitas Rate


Total Fertilitas Rate (TFR) atau angka kelahiran total yang
merupakan jumlah dari ASFR.
Rumus :
TFR = N X ASFR
N
= Jumlah internal dalam kelompok umur

Demografi

42

UKURAN REPRODUKSI
Ukuran reproduksi adalah ukuran yang berkenaan dengan
kemampuan suatu penduduk untuk menggantikan dirinya. Oleh
karenanya yang dihitung hanya bayi wanita saja.
1.Gross Reproduktion Rate
Gross Reproduktion Rate (GRR) adalah jumlah bayi wanita
yang dilahirkan oleh 1000 wanita selama masa reproduksi.
Rate ini dapat digunakan untuk menafsirkan tingkat kelahiran
dan pertumbuhan penduduk, karena sebagai pembilang
digunakan kelahiran bayi wanita yang diharapkan kelak dapat
berproduksi.

Demografi

43

2. Net Reproduction Rate (NRR)


Angka ini memperhitungkan
kemungkinan bayi perempuan
meninggal sebelum mencapai masa
reproduksinya.

Demografi

44

Faktor-faktor yang mempengaruhi fertilitas


Kingsley Davis dan Judith Blake
Tiga tahap penting dari proses reproduksi :
1.Tahap hubungan kelamin (sexual intercouse)
Umur memulai hubungan kelamin
Proporsi wanita yang tidak pernah mengadakan
hubungan permanen
Lamanya status kawin
Abstinensi sukarela
Abstinensi terpaksa, sakit, berpisah sementara
Frekuensi senggama
Demografi

45

2.Tahap konsepsi
Fekundotas/intekunditas yang disebabkan hal-hal
yang tidak disengaja
Fekunditas/infekunditas yang disebabkan hal-hal
yang disengaja
Pemakaian kontrasepsi
3. Tahap kehamilan
Mortalitas janin karena sebab-sebab yang tidak
disengaja
Mortalitas janin karena sebab-sebab yang
disengaja
Demografi

46

Ronald Fredman
H. Leibenstein
1.Utility
2.Cost
Gary Becker
1.Durable goods

Demografi

47

Faktor-faktor yang mempengaruhi Struktur Umur


Penduduk
1.
2.
3.
4.

Fertilitas
Mortalitas
Kematian bayi/Infant Mortality
Migrasi

Demografi

48

TIGA CIRI PENDUDUK (The Three General Population)


Berdasarkan komposisi Umur dan jenis kelamin maka karakteristik
penduduk dari suatu negara dapat dibedakan atas tiga ciri, yaitu :
Expansive : Sebagian besar penduduk berada dalam kelompok umur
termuda. Contoh : Indonesia
Contrictive : Sebagian kecil penduduk berada dalam kelompok umur
muda. Contoh : Amerika Serikat
Stationary : Banyaknya penduduk dalam tiap kelompok umur hampir
sama banyaknya, dan mengecil pada usia tua kecuali pada kelompok umur
tertentu. Contoh : Swedia

Demografi

49

Mortality
Menurut WHO :
Mati adalah keadaan menghilangnya
semua tanda-tanda kehidupan secara
permanen, yang bisa terjadi setiap saat
setelah kelahiran hidup.

Demografi

50

SUMBER DATA KEMATIAN


1. Sistem registrasi vital
2. Sensus atau survei penduduk
1.Bentuk Langsung
Menanyakan kepada responden ada tidaknya kematian
dalam tahun ini.
2. Bentuk tidak langsung
. Survivorship anak
. Rumah sakit
. Kantor polisi lalu lintas
. Dinas pemadam kebakaran

Demografi

51

Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat


kematian :
Faktor jenis kelamin
Faktor umur
Faktor tempat tinggal
Faktor pendidikan
Faktor pekerjaan

Demografi

52

Migrasi adalah perpindahan penduduk


dengan tujuan menetap dari suatu tempat ke
tempat lain melampaui batas politik/negara
ataupun batas administratif/batas bagian
dalam suatu negara.
Migrasi merupakan aktifitas pindahnya
seseorang sedangkan orangnya yang pindah
tempat tinggal disebut migran.

Demografi

53

FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP


MIGRASI
Faktor Pendorong
1.Makin berkurangnya sumber-sumber alam
2.Menyempitnya lapangan pekerjaan
3.Adanya tekanan-tekanan/diskriminasi politik,
agama, suku
4.Tidak cocok lagi adat/budaya/kepercayaan di
tempat asal

Demografi

54

Faktor Penarik
1.Adanya Ras superior di tempat yang baru atau kesempatan
untuk memasuki lapangan pekerjaan.
2.Kesempatan mendapatkan pendapatan yang lebih baik
3.Kesempatan mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi
4.Keadaan lingkungan dan keadaan hidup yang
menyenangkan misalnya iklim, perumahan, sekolah dan
fasilitas kemasyarakatan lainnya
5.Tarikan dari orang yang diharapkan sebagai tempat
berlindung
6.Adanya aktivitas-aktivitas dikota besar, tempat hiburan,
mall dan lain lain.

Demografi

55

PENILAIAN PELAKSANAAN PROGRAM KB


Pentahapan penilaian sehubungan dengan kegiatan
yang dilakukan :
1.Tahap pertama, penilaian pencapaian target
akseptor baru dan akseptor aktif kembali
2. Tahap kedua, penilaian pencapaian akseptor aktif
3.Tahap ketiga, penilaian terhadap perkembangan
ciri-ciri akspetor, terutama dari segi umur dan paritas
akseptor
4.Tahap keempat, penilaian terhadap penurunan
fertilitas yang dicapai
Demografi

56