Anda di halaman 1dari 1

Petrogenesa Batuan Sedimen Non Klastik

Terbentuk dari Reaksi kimia atau kegiatan organisme. Reaksi kimia yaitu Kristalisasi
atau reaksi Organik ( Penggaraman unsur unsur laut, pertumbuhan kristal dari agregat
kristal yang terpresipitasi dan replacement ).

Proses pembentukan batuan sedimen non klastik ini mempunyai 1 sifat yang sama dari
pembentukan batuan sedimen klastik yaitu pembentukan dari larutan larutan. Dimana
larutan larutan tersebut adalah bahan kimia berupa unsur tertentu. Pada sedimen klastik
proses yang melibatkan proses kimiawi ini hanya pada fase diagenesis, yaitu proses perekatan
batuan oleh larutan larutan yang mengisi rongga rongga pada material lepasan. Namun
pada batuan sedimen non klastik ini proses kimiawi menjadi proses utama dari pembentukan
batuan. Hal ini juga tergantung dari jenis batuan sedimen non klastik tersebut. Jika termasuk
dalam kelompok batuan evaporit, maka pembentukannya adalah berupa kristalisasi material
karena proses pengupan air. Jika kelompok batuan karbonatan maka akan melibatkan proses
biologis karena larutan kimia berasal dari pelarutan sisa-sisa organisme. Yang kemudian
mengalami pengendapan dan penguapan sehingga terbentuk batuan karbonatan.

Batuan sedimen non-klastik adalah batuan sedimen yang terbentuk dari proses kimiawi,
seperti batu halit yang berasal dari hasil evaporasi dan batuan rijang sebagai proses kimiawi.
Batuan sedimen non-klastik dapat juga terbentuk sebagai hasil proses organik, seperti
batugamping terumbu yang berasal dari organisme yang telah mati atau batubara yang berasal
dari sisa tumbuhan yang terubah. Batuan ini terbentuk sebagai proses kimiawi, yaitu material
kimiawi yang larut dalam air (terutamanya air laut). Material ini terendapkan karena proses
kimiawi seperti proses penguapan membentuk kristal garam, atau dengan bantuan proses
biologi (seperti membesarnya cangkang oleh organisme yang mengambil bahan kimia yang
ada dalam air). Dalam keadaan tertentu, proses yang terlibat sangat kompleks, dan sukar
untuk dibedakan antara bahan yang terbentuk hasil proses kimia, atau proses biologi (yang
juga melibatkan proses kimia secara tak langsung). Jadi lebih sesuai dari kedua-dua jenis
sedimen ini dimasukan dalam satu kelas yang sama, yaitu sedimen endapan kimiawi /
biokimia.