Anda di halaman 1dari 17

Palung samudra yang dihalang dan dihilangkan oleh busur kepulauan banda

dalam tumbukan dengan tepi kontinen Australia.

Abstrak
Batimetri dan perubahan tiba-tiba pada seismic kegempaan pada bagian timur dari palung
jawa memberi informasi bahwa saat ini di halangi bagian Sumba ( Tenggara) oleh Lempeng
Australia, bukaan pada zaman jura, batas kontinen membentuk bawah laut yang sangat luas
seperti pematang Roti-Savi. Rekonstruksi lempeng diperkirakan kurang lebih 45 Ma pada Palung
Jawa yang dilanjutkan jauh kearah timur Sumba. Sekitar 12 Ma bagian timur dari palung Jawa
yang disebut Palung Banda dilanjutkan sebagai batas lempeng aktif, jarak antara keduanya
menghasilkan pulau timor, lalu bagian dari tepi lempeng Australia, dan busur vulkanik Banda.
Palung Banda mulai menghilang oleh tumbukan batas kontinen sekitar 3,5 dan 2 Ma.
Posisi saat ini dari palung Banda dapat diperkirakan oleh rekonstuksi lempeng, seismic
gempabumi, dan refleksi dalam seismic, hasil DSDP262 dan pemetaan geologi sebagaimana
terkubur dibawah kaki bukit dari bagian timur daerah Timor. Lokasi awal dari si pembentuk
palung menunjukan lokasi dari bebrapa bagian hilangnya bagian besar dari busur Banda yang
dibawa sepanjang batas benua Australia saat tahap akhir dari periode subduksi dari batas benua
sekitar 12 Ma sampai sekitar 3,5 Ma.
Tumbukan lempeng tektonik didefinisi dan tekemuka dari subduksi dan awal
pembentukanya. Tumbukan pada bagian selatan dari busur Banda dimulai ketika bagian
basement busur dari lempeng bagain atas mencapai bagian tepi dari benua Australia dari
lempeng bawah, dan subduksi akan terhenti. Tumbukan dicirikan oleh lipatan dan deformasi
penujaman dari basement dan membentuk lempeng bawah. Bersama dengan bagian dari menjadi
bagian distal dari busur Banda prisma akresi, dibawa sepanjang batas benua Australia , menjadi
cekungan foreland yang dimulai oleh penghentian dari subduksi dan gaya serentak pada
tumbukan tektonik.
Interpretasi ulang dari penguncian bagian timur dari palung jawa menunjukan bahwa,
dari penghentian wilayah selatan Sumba sampai sejauh wilayah Timor, dan mungkin jauh
Priska Rio Saputro / 111.120.011

Page 1

melampaui sepanjang palung Jawa-Banda dan forearc mengesampingkan subduksi dari tepi
kontinen Australia, lokalnya dengan kedalaman 60 km dari paparan. Bagian proksimal akresi
proksimal bersama dengan kontinen di lingkupi sekuen itu terpisah dan menujam orientasi utara
sepanjang palung Jawa-Banda dan forearc dengan lebih dari 80 km sepanjang bagian selatan
kedalam Savu dan suture Wetar. Interpretasi ulang ini menjelaskan kehadiran saat ini dari
pengelihatan subduksi lempeng samudra pada bagian selatan busur Banda dan kesempitan dari
forearc dikurangi sekitar 30 km pada Atauro, bagian utara dari Timur pulau Timor.

1. Pendahuluan
Secara pengamatan geologi dan geofisika, analisa dan interpretasi saat beberapa tahuan yang lalu
menimbulkan pengetahuan dan pemahaman dari kepercayaan ke tahap yang mendorong
pertimbangan kembali pada pemahaman yang belum terpecahkan dari busur Banda.
Satu dari maslah geologi yang membingungkan dari Tengara Asia adalah penghentian
tiba-tiba pada 120 derajat dari sejauh 3000 km , lebih dari 6 km dibawah Sunda-Java. Sebuah
penghubung masalah adalah ketidak hadiran dari beberapa dikenali dengan jelas subduksi
penujaman lempeng samudra yang dapat meberi penjalasan terhadap busur vulkanik Banda dan
hubunganya dengan orogenesa Neogen diwakili oleh kepulan luar busur Banda dan hubungan
mereka dengan pematang bawah laut dimana secara geologi dikenal kepulauan Timor dan
Seram. Hubungan misteri geologi dimana dalam orogen Banda dari fundamental dekolemen
yang aslinya terpisah sekarang terlipat dan menujam batuan para-autochthomous dari batuan
dasar lempeng Australia yang autochthonous. Kunci ini merupakan dasar tidak dicapai oleh
survey seismic refleksi. Anmolai lainya pada busur Banda adalah secara local sangat sempit dari
forearc Banda di antara Atauro dan Wetar, berkurangn sekitar 30-50 km. Teka-teki itulah
menggambarkan sebagai bagian diskusi dari mode penghalangan dan penguburan dari palung
subduksi Banda, dan pemendaman dari wilayah luas dari batuan dasar saat tumbukan NeogenQuarter.
Dalam paper ini tidak menyajikan data baru dan belum mencoba sebuah secara
keseluruhan review dari evolusi busur Banda. Ini merupakan prinsip tujuan yang di fokuskan
untuk menerangkan setelah evolusi 15 Ma dari palung jawa bagian timur dari Sumba dengan
Priska Rio Saputro / 111.120.011

Page 2

formasi dari subduksi palung Banda. Palung ini selanjutnya berasosiasi dengan busur vulkanik
Banda. Palung Banda selanjutnya di hancurkan oleh tumbukan tahap subduksi rollback, sebagai
bagian evolusi dari orogen Banda pada wilayah dari sumba ke Timor. Tujuan utama dari paper
ini dapat dirangkum sebagai berikut ;
a. Untuk menempatkan dan menjelaskan kelanjutan aktif dari palung jawa dari sumba pada
5 Ma.
b. Untuk menjelaskan kehadiran saat ini dari subduksi samudra dpada busur Banda
c. Untuk menunjukan bahwa Penujaman Timor yang tidak pernah tidak pernah berlaku
sebagai sebuah palung subduksi samudra
d. Untuk menjelaskan pengecualian ukuran kecil dari forearc Banda sekarang mempunya
lebar hanya sepanjang 30 50 km di antara Atauro dan pulau Wetar
e. Untuk menetapkan dan membedakan tumbukan lempeng dari subduksi-rollback dalam
tepi kontinen pasif busur vulkanik dapat dilihat bagian selatan dari busur Banda
f. Untuk menjelaskan kehadiran saat ini bagian distal dari forearc Banda prisma akresi
sekitar 150 km selatandari batas lempeng Australia yang terangkat di bagian utara pulau
Timor.
g. Untuk menjelaskan kontribusi dari penujaman dari bagian distal pada forearc Banda
prisma akresikepada evolusi dari penujaman Timor sebagai subduksi-rollback berhenti
pada bagian atas dengan kedalaman 69 km dari paparan benua Australia.
Banyak dari tujuan ini dapat dilanjutkan dengan mengakui tentang proses geologi
dari refleksi bawah pada dua profil sepanjang forearc Banda dalam data BIRPS dimana
dapat ditunjukan sesui dengan mendalilakn bagian selatan kedalam Sutur Wetar, dan
bagian utara mengalami kenaikan dari bagian Australia bersaam dengan bagian proximal
forearc Banda

2. Palung Timor
2.1 Palung Timor dimulai penempatan tektonikdari forearc Bandabagian distal bagian dari
prisma akresi akresi kedalam batas kontinen Australia
Palung Timor adalah sebuah deprsi sepanjang 700 km dan dengan lebar kira-kira 30-75
km. Berdasarkan kedalaman antara 2 sampai 3,2 km. Di dalam lokasinya sepenuhnya denganapa
yang saat ini benua Australia yang menjadi paparan oleh litospher benua Australia. Pada 5 Ma
Priska Rio Saputro / 111.120.011

Page 3

palung Banda, bertempat diantara vilkanik Banda dan proto Timor, berlanjut menujam kea rah
utara pada batas kontinen Australia. Batas lempeng aktif selanjutnya sekitar 250 km ke utara dari
apa yang telah menjadi saat ini dari palung timor sekitar 4 miliar tahun kemudian.
Palung Timor terbentuk sebagian sebagai konsekuensi pembebanan dari subduksi litosfer
benua Australia oleh forearc Banda prisma akresi dan bagian dari basement nya sendiri, dan
bagian kaku dari awal mula subduksi kontinen dengan referensi dari DSDP 262 menunjukan
bagaimana palung Timor begerak menuju benua Australia sebagai tepi dari sepanjang selatan
dari paparan . sebuah imbrikasi pola structural telah dipetakan oleh seismic refleksi oleh Huges
dalam bagian atas dari bagian sekuen utama pada sayap utara dari palung Timor. Mereka
memperkirakan ini sebagai indikasi bahwa endapan kenozoikum yang diwakili oleh forearc
Banda prisma akresi dan dengan implikasi, bukan pernyataan, bagian distal bagian dari prisma.
Bagian selatan dari prisma telah lama diketahui sebagai deformasi Kenozoikum akhir. Kehadiran
dari kehadiran bagian Mesozoic Upper Paleozoik melingkupi sekuen dibawah decolement,
yang menandai imbrikasi yang dipetakan oleh Hughes, indikasi bagian sub-decollement adalah
sangat mirip seperti aslinya. Seberapa banyak deformasi structural dalam akresi prisma
menghasilkan dari sebelum tumbukan dan seberapa banyak setelah subduksi tegangan tumbukan
sangat sulit untuk ditentukan. Hughes memberi tanda pada kesulitan dalam menjelaskan
structural murni setelah mendapatkan data seismic.

2.2. Palung Timor sebagai Perisutural cekungan foreland


Sebuah kasus untuk palung Timor menjadi cekungan foreland telah dibentuk. Wilayah
geologi dan seting tektonik dari Neogen- Kuarter persiturula cekungan foreland di wilayah timur
Indonesia dan Papua New Gunea tetlah didiskusikan oleh Audley-Charles (1991). Sebenernya
diketahui secara luas pembentukan didalam cekungan foreland. Bally dan Snelson
menggambarkan satu dapat ditemukan menujam dalam cekungan foreland khususnya sebagai
pendekatan orogen yang terkait. Mereka membedakan subduksi Ampfere-orA-zone , dimana
mereka menggolongkan sebagai jenis cekungan foreland perisutural. Mereka membedakan
sebuah zona penujaman sebagai fundamental berbeda di lokasi, fungsi dan skala dari zona
Priska Rio Saputro / 111.120.011

Page 4

subduksi Benioff yang selalu berasosiasi dengan palung samudra. Imbrikasi pola structural
dalam sayap utara dari palung Timor mengatur ulang yang ditemukan di forelan akresi prisma
dalam seluruh tempat di dunia. Lebih lagi pemetaan decollement oleh Huges pada dasar dari
bagian imbricate yang relative struktur dangkal, dimana mereka di hubungkan dengan Mid-Base
reflector Tersier. Dibawah decollemen pada palung Timor adalah setingkat-tingkat autochtonous
Mesozoik bagian Paleozoik dalam keadaan terubah, membentuk Orogenesa Timor dengan
penujaman berlembar wilayah Banda dari basemen forearc. Kehadiran dominan dari
pembentukanlapisan para-autochthonous dan forearc basement penujaman berlembar dalam hasil
orogenesa Timordari mereka yang telah terpisah dari kedalaman decollement dekat kedalam
batuan dasar oleh subduksi di ikuti dengan mengubah dari bagian distal kedalam forearc akresi
prisma, yang membentuk tumpang tindih proximal lempeng Australia , kedalam cekungan
foreland dengan tumbukan deformasi dimulai sebagai subduksi rollback berhenti. Indikasi dari
seismic refleksi dari saat ini (kuarter) sepanjang axis mengindikasikan sebuah tahapan lanjut dan
bersambung

perambatan dari penujaman di depan palung Timor berdasarkan keberadaan

deformasi sepanjang pengakatan kuearter koral-alga terumbu pantai pada pantai Timor.
3. Selat wetar dan Suture Wetar
Pulau timor di golongkan oleh lipatan dan pegunungan menunjam yang terangkat hamper
3 km diatas muka air laut, dengan total pengankatan sekitar 4 km dari endapan dasar laut, dimana
mungkin merupakan episode yang berlanjut

yang terjadi sekitar 3,5 dan 2 Ma. Pulai ini

dihubungkan kedalam dua bagian utara dan selatan oleh cekungan laut. Ke selatan dari pulau
adalah 3 km kedalam palung yang didiskusikan di atas. Utara dari Timor sangat berbeda
kedalaman lautnya, selat Wetar , yang terpisah dari timor dari kepulauan dari Wetar dan Atauro.
Selat perlahan jatuh lebih dari kedalaman 3 km dari kedua pantai utara dari Timor dan dari batas
bagian utara sepanjang busur Vulkanik Banda. Itu bervariasi dengan lebar antara 30 km (Atauro)
dan 50 km (Wetar). Pada keduanya kepulauan itu dari busur Banda bagian dari aktifitas vulkanik
berhenti di Pliosen. Selat Wetar membuka kea rah barat kedalam 175 km selebar cekungan
forearc yang juga turun tajam dari pantai utara dari Timor dan dari batas pematang Roti-Savu
kedalam dengan kedalaman 3 km. Faktur penentu dalam pencarian untuk informasi palung
Banda harusnya adalah berlokasi dari selatan busur vulkanik Banda karena itu terbentuk
sebagaimana kontinen Australia yang ditujam kea rah utara palung Banda. Palung samudra
Priska Rio Saputro / 111.120.011

Page 5

kurang dari 7 km kedalaman biasanya dilihat dengan kedalaman pada 5 km sekitar 50 km.
Faktanya adalah selat wetar saat ini terpisah pada busur vulkanik Banda dari tepi utara yang
terlihat pada batas lempeng Australia, dimana merubah batuan penutup dari Timor, oleh hanya
30-50 km indikasi bahwa batuan penutup kontinen Australia, terangkat pada bagian timur Timor,
telah menindih bagian selatan dari forearc Banda.
Perbedaan ketinggian antara bawah dari selat Strait dan utara zona pantai Timor, sekitar 4
km di tempat dan pengecualian kecuraman dari gradient antara mereka menunjukan pensesaran,
apa yang ada di dalam paper ini adalah interpretasi sebagaimana, suture Wetar saat Pliosen tidak
ditemukan batas sesar normal dengan survey seismic refreksi. Tapi Richardson dan Blundell
(1996) menggunakan BIRPS refleksi seismic dipetakan banyak arah pengendapan ke selatan
penujaman dalam forearc Banda dengan cepat bagian timur dari Wetar dan kisar yang
menyajikan secara dekat dengan posisi didalilkan (Audley-Charles, 1986a) dari Wetar Jahitan.
selain itu, Masson dan Snyder menemukan pengendapan ke selatan penujaman dekat pantai dari
Kisar, tetapi mereka tidak menemukan dengan mendalilkan fundamental, ketika Breen, Harris
dan kemudian Prasetyadi dan Harris (1996) juga menemukan pengendapan ke selatan dekat
dengan pantai dari wilayah Timur Timor.
4. Indentifikasi dari pembentuk Palung Banda
4.1 Implikasi dari seismik kegempaan
Bagian selatan dari busur Banda tetap dicirikan oleh pusat gempa yang meng
indetifikasikan pengendapan kearah utara bagian litosfer Australia yang turun tajam dari bawah
Timor utara, terus di kedalaman bawah selat Wetar dan busur Banda dengan vulkanik yang tidak
aktif dibawah 300 km. Tapi sepanjang Timor dan selatan dari rekaman kegempaan menunjukan
tidak ada bantuan

yang sekarang menjadi aktif pada selatan dari busur vulkanik Banda.

McCaffrey (1996) juga menekankan bahwa seismologi gempa menunjukkan bahwa gerakan
antara bawah dan atas piring dari sistem subduksi di wilayah Timor , bahwa telah bertanggung
jawab untuk deformation Neogen termasuk penujaman yang dipetakan

dalam orogenesa

pegunungan Timor, telah ditentukan. Selebihnya , McCaffrey menggunakan GPS hasilnya dari
Genrich, di tambahkan bahwa Bukti geofisika menunjukkan bahwa dTimor tampaknya bergerak
ke utara relatif terhadap Paparan Sunda pada tingkat yang sama dengan Australia. Dia juga
Priska Rio Saputro / 111.120.011

Page 6

meneliti bahwa struktur pulau , di ikat dengan palung Timor dan penujaman belakang Wetar
adalah kaku menyodorkan lebih dari cekungan belakang ( juga diketahui sebagai laut Banda
Selatan). Kreemer et al. (2000) atas dasar GPS dan gempa Data menyimpulkan bahwa aktif,
selatan diarahkan menyodorkan pada menyodorkan Wetar dan Flores backarc menyarankan
lonjakan lokus konvergensi dari palung Jawa ke ckungan belakang dari 118 derajat timur.
Seluruh wilayah, terdiri dari Timor Timur, Wetar dan sebagian Selat Wetar intervensi, tanpa
gempabumi aktif pada kedalaman sejauh 75 km. Fitur aseismic ini luar biasa dapat selaras
dengan saran bahwa bagian dari pelat yang lebih rendah Australia di wilayah ini telah pecah

4.2 Selat Wetar sebagai bagian dari pembentuk forearc


Pemetaan geologi di bagian utara Timor telah dikenali bahwa perubahan suture yang
termasuk kedalam dasar dari penujaman berlembar termasuk ke Banda Allochthon berasal dari
Muka busur Banda, dan bahwa kehadiran untuk melanjutkan ke lepas pantai. Selanjutnya sampel
dikeruk dari Selat Wetar dari gunungapi Muka busur dianalisis oleh Harris. Data ini
menunjukkan bahwa Selat Wetar sekarang adalah bagian mereda dari Banda Muka busur,
menyiratkan bahwa mantan Banda Palung sekarang harus selatan Selat.
5. Pentingnya dari Allochtonous wilayah Banda
Batuan metamorf Lolotoi dan kompleksi Mutis deteliti oleh Harris (1991) dan dibagi dari
basement dari forearc Banda pada kehadiran serial batuan metamorf, Basement tersebut selaras
ditindih di tempat yang berbeda oleh batuan vulkanik dan sedimen dari Cretaceous akhir untuk
Paleosen kelompok Palelo. Batugamping neritik Eosen, dan neritik Miosen bawah batugamping
Cablac. Itu adalah element allochthonous dari wilayah Banda (Audley-Charles and Harris,1990;
Harris, 1992; Harris and Long, 2000) menduduki posisi struktural yang sangat tinggi. Mereka
sangat berbeda dari setiap usia pengendapan setara ditemukan di urutan batas pasif Australia.
Mereka berbeda dari bebeapa umur pengendapan yang ditemukan di sekuen pasif margin
Australia . mereka tampaknya telah berasal dari bawah tanah Muka busur Banda, dan
dipindahkan dari dasar pelat atas ke orogen berkembang. Ini mungkin terjadi selama fase
tabrakan ketika utara menyodorkan Wetar palung aktif. Tingkat sekarang tinggi, relatif datar

Priska Rio Saputro / 111.120.011

Page 7

berbaring penujaman Banda Terrane bersama-sama dengan struktural mendasari dilipat dan
dorong para-asli Permian untuk Neogen strata terkena luas di seluruh Timor.
Charlton (2002) menyarankan metamorf Lolotoi dan Mutis Kompleks berasal dari
lempeng Australia, tapi ia tiba di pandangan ini dengan mengabaikan hubungan stratigrafi dan
struktur mereka dengan atasnya vulkanik dan sedimen Palelo Grup serta dengan Eosen
Limestones, dan penafsirannya tergantung pada misreporting kerja oleh Carter et al. (1976) yang
menggambarkan hubungan unconformable dari Cablac Limestone ke mendasari Lolotoi
Complex, pengamatan secara luas dilaporkan dari seluruh pulau Timor.
6. Evolusi palung Jawa- Banda
6.1 Berhentinya dari palung Jawa pada 120 derajat timur : bathimetri, gempabumi dan
karakteristik luar
Penghentian mendadak dari 5-6 km dalam dan 50 km lebar palung Jawa di 120 derajat East
(Gbr. 1) diperkuat oleh pengamatan dan kesimpulan oleh ahli geofisika dari perubahan dramatis
pada palung Jawa dengan gempabumi timur dari 118 derajat timur, terutama penurunan arah
timur tiba-tiba 0-75 km kedalaman gempa bumi di konteks kurangnya indikasi subduksi. Selain
itu, sebelah timur dari apa yang sekarang 120 derajat timur litosfer benua Australia mulai
sebelum 5 Ma untuk menggantikan litosfer Samudra Hindia sebagai

yang lebih rendah

memasuki wilayah subduksi Saat ini, antara 120 derajat timur and121 derajat timur lereng benua
Australia menunjukkan tidak ada bukti bagian dari palung Jawa, dan miring pemberhentian
perbedaan antara yang ada, baik yang diamati Java Trench di 120 derajat timur, dan tepi barat
lereng benua Australia terkenal, membuat sudut 70 derajat. Harris et al. (1998) disebabkan
deformasi di 4000 m batimetri kontur untuk itu mewakili ujung selatan bagian barat dari
penujaman Timor , itu menjadi bagian distal dari Banda Muka busur akresi prisma. Perlu dicatat
bahwa, sementara lokasi Palung Jawa sehubungan dengan Sunda busur vulkanik barat dari 120
derajat timur telah relatif tetap sejak awal Kenozoikum (Hall, 2002), dekat lereng benua
Australia, sekarang tiba-tiba memotong seluruh pemogokan Palung Jawa, hanya baru-baru tiba
di posisi sekarang. Pada sekitar 10 Ma, margin benua Australia, sekarang segera timur dari
Palung Jawa, terletak sekitar 600 km lebih jauh ke selatan (Hall, 2002). Dengan demikian,
rincian batimetri, seperti deformasi terungkap dalam m kontur 4000 di Australia kelerengan
Priska Rio Saputro / 111.120.011

Page 8

sebelah akhir Palung Jawa, harus menjadi fitur yang relatif baru. Itu akan dikembangkan setelah
lereng menduduki posisi sekarang sehubungan dengan Palung Jawa. Selain itu, litosfer benua
Australia, memotong miring di akhir Java Trench, terus utara dari 4000 m ulang peserta untuk
persimpangan tektonik yang dengan berapi Sumba Ridge, jarak yang bervariasi 100-150 km,
ditandai dengan kontak ditunjukkan oleh penujaman Sawu ini sesuai dengan saran bahwa kapal
selam morfologi ini dikembangkan setelah pematang Australia tiba di palung Jawa.
6.2 Rekonstruksi lempeng berdasarkan implikasi peleogeografi
Rekonstruksilempeng (Hall, 2002) menunjukkan palung Jawa terus timur dari Sumba ke barat
Pasifik dari setidaknya 45 Ma, didukung oleh interpretasi tomografi seismik (Hall dan Spakman,
2002). Ini bagian yang lebih tua dari Jawa Trench tersingkir oleh tabrakan di kawasan timur
Indonesia selama Miosen awal. Antara 15 dan 10 Ma Palung Jawa dikembangkan ke arah timur
dalam posisi baru di mana ia berfungsi sebagai Palung Banda dalam hubungan dengan awal
Banda vulkanik Arc. Pemaatang subduksi ini terletak, dari setidaknya 10 Ma untuk setidaknya 5
Ma, antara Banda busur vulkanik di utara dan apa yang menjadi pulau Timor di sebelah selatan
pematang ini. Hall (2002) rekonstruksi digunakan sebagai dasar untuk peta sketsa
palaeogeographical. Timor ditampilkan sebagai selalu di ujung utara lereng benua Australia di
sebelah selatan Banda Trench. Karena gerakan arah timur laut kemudian margin benua Australia,
pada 12 Ma wilayah Timor-Sabu meletakkan beberapa ratusan kilometer ke selatan dari posisi itu
ditempati pada 5 Ma. Margin benua Australia terus konvergensi yang dari Banda Arc selama
Neogen dan Kuarter.
6.3 rekonstruksi dari palung Banda pada 5 Ma dan penentuan umur dari subduksi
Lebar palung Jawa, di mana ia paling tidak dipengaruhi oleh sedimen yang masuk dari
dasar laut dari pelat India-Australia, adalah sekitar 50 km. ini terkait erat dengan panjang
umumnya diamati pada kedalaman km 5 dari palung laut yang kurang dari 7 km dalam. Oleh
karena itu, 50 km adalah lebar mendalilkan dari Banda Palung sekitar 5 Ma. Palung Jawa telah
ada sejak setidaknya Eosen (Hall, 2002) sedangkan Banda Trench tidak bisa jauh lebih tua dari
gunungapi paling awal di Banda Arc ditentukan sebagai 12 Ma (Abbot dan Chamalaun, 1981;
Barberi et al., 1987). Atas dasar biostratigrafi batu yang sudah terdeformasi termuda di Timor
merupakan autochnous yang N18 lutites pelagis di urutan Kolbano, dan batu-batu asli tertua
Priska Rio Saputro / 111.120.011

Page 9

terendapkan selaras pada sekuen lapisan batuan autochnous dari batu gamping Batu Putih
ditentukan sebagai N18-19 yaitu antara 5.0 dan 3.5 Ma usia (awal untuk Mid-Pliosen). Studi
Timor mengungkapkan mengangkat daerah Pliosen-Kuarter Akhir yang berjumlah sekitar 4 km;
seperti mengangkat daerah berumur panjang dan besar membutuhkan penyebab tektonik yang
mendasar. Studi secara rinci telah diakui baik lokal mengangkat pensesaran-terkait dan
subsidence (Kenyon, 1974; De Smet et al, 1990.). Uplift dimulai dengan Kenyon (1974) Fatu
Laob fase pengangkatan yang direvisi oleh (Audley-Charles, 1986b) adalah Akhir Pliosen (N21)
mulai 3,5-2,0 Ma. Mulai dari antara sekitar 3.5 dan 2.0 Ma, yang mengangkat daerah terus,
dengan beberapa penurunan lokal. Hubungan unconformable dijelaskan di atas menunjukkan
bahwa subduksi mungkin telah berhenti di bagian Palung Banda di 3,5 Ma. Ini berarti bahwa
hidup aktif parit di sini adalah dari sekitar 12 sampai 3,5 Ma, tetapi jika timbulnya pengangkatan
di daerah ini sebagai akhir 2.0 Ma dan jika pengangkatan ini, yang terus sepanjang Kuarter,
adalah respon isostatic untuk penghentian subduksi maka Palung Banda subduksi mungkin telah
berhenti dan tabrakan dimulai hingga akhir 2 Ma.
6.4 Menempatkan posisi saat ini terhadap Palung Banda
Palung mati Banda telah ditemukan dalam paper ini dengan mempertimbangkan konsekuensi
dari konvergensi antara lempeng Australia utara-mensubduksi dan Banda vulkanik Arc dari 5 Ma
dengan tanggal terjadinya busur-benua tabrakan. Pemetaan geologi menunjukkan tabrakan
dimulai antara sekitar 3,5 dan 2 Ma. Seperti dijelaskan di atas, tabrakan berkorelasi sini dengan
penguncian parit subduksi. Asumsi penting adalah bahwa dari 5 Ma ke waktu parit terkunci
Banda muka busur bawah tanah tidak tumbuh ke selatan, dan jarak dari busur vulkanik ke
dinding utara parit Banda tidak berubah secara signifikan. Perhatikan bahwa pada Gambar. 3
jarak dari busur (di Wetar) ke dinding utara Banda Trench adalah 100 km di 5 Ma. Dalam
Gambar. 1 dan 4, yang mewakili masa kini rekonstruksi, jarak ini telah memendek oleh sekitar
10%. Konsekuensi dari konvergensi margin Australia dengan Banda Volcanic Arc yang
terungkap dengan memplot posisi proto-Timor dan margin benua Australia pada 5 Ma in pada
gambar 3, posisi relatif mereka kini seperti ditunjukkan pada Gambar. 1. Hal ini menunjukkan
bahwa posisi sekarang dari Banda Palung (sekarang mati) dan pelat atas yang terkait erat, yang
terdiri dari bagian selatan Banda Muka busur basement, keduanya harus di bawah Timor. Satu-

Priska Rio Saputro / 111.120.011

Page 10

satunya asumsi penting telah bahwa jarak dari Banda Arc ke dinding utara Banda Palung belum
meningkat sejak 5mA pemendekan yang mungkin akan diharapkan hasil dari kompresi tektonik.

7.1 Membedakan subduksi dari tumbukan tektonik


Ketika batas pasif benua konvergen pada sistem busur kepulauan vulkanik, apakah
dengan subduksi atau rollback, mencapai tahap itu semua litosfer samudera di sektor apapun
telah berlalu bawah dinding Muka busur dalam parit sehingga litosfer benua konvergen yang
lereng benua dimulai melewati bawah Muka busur ini parit dalam dinding kondisi benua
tabrakan margin-busur dapat dikatakan telah dimulai. Mengingat bahwa bentuk pemogokan dari
tepi benua konvergen mungkin tidak teratur derajat ada mungkin bervariasi diachronism dalam
tumbukan tektonik.
Tumbukan di bagian selatan dari Banda Arc dimulai pada saat utama Muka busur basement pelat
atas mencapai bagian proksimal dari lereng Australia yang basement terdiri dari litosfer benua,
subduksi mungkin mulai melambat dan berhenti ketika ujung distal dari rak adalah pada jarak
sekitar 60 km ke arah selatan (Gambar. 3 dan 4). Dimana subduksi atau rollback semua litosfer
Samudra Hindia di bawah Banda Arc selesai di wilayah Sumba-Timor samudera palung Banda
mulai membentuk bagian dari margin utara orogenic cekungan tanjung berkembang menjadi
menyajikan palung Timor. Sekarang hilang, palung mati Banda hanya bisa dengan perkiraan
ditemukan, ketika aktif subduksi, dimana kegempaan (Engdahl et al., 1998) menyiratkan mantan
kehadirannya antara lempeng Australia ke utara subduksi dan SE Asia Banda Volcanic Arc.
Sekarang tak terlihat, dilenyapkan palung Banda, yang mungkin berhenti mengambil/ menyodok
di wilayah Timor antara 3,5 dan 2 Ma, sekarang terletak di bawah pulau Timor dan Roti
(Gambar. 1 dan 4). Di sini dikaburkan oleh tumpukan tebal dilipat dan dorong batu penutup
paraautochthonous dari kenaikan benua Australia dan kemiringan sekarang dorong ke utara
dengan suture Wetar selama Muka busur utama.
Batuan sekarang-para asli/ insitu pertama mulai membentuk busur akresi prisma Banda
dari waktu distal sedimen kenaikan benua Australia mulai tiba di palung Banda, ketika busur
Priska Rio Saputro / 111.120.011

Page 11

vulkanik Banda mulai muncul di sekitar 12 Ma. Muka busur akresi prisma Banda tumbuh sampai
proses subduksi dihentikan mungkin setelah melambat sebagai lereng benua Australia, dengan
basement yang kristal dan ketebalan besar atasnya rendah Permian ke urutan Gondwana MidJurassic, dan pasca-keretakan Jura Atas sampai Pliosen rift basin urutan tepian benua Australia,
masuk parit subduksi antara sekitar 5 dan 2 Ma.
Penguncian dari proses subduksi dikaitkan dengan onset bertahap tektonik benua marjinalisasi
vulkanik tabrakan busur. Hal ini diartikan di sini sebagai telah dimulai antara 3,5 dan 2 Ma.
Tebal pelat bagian bawah mungkin meningkat lereng masuk pematang wilayah. Sebuah
steepening dari sudut subduksi mungkin telah menghambat gerakan ke bawah dari pelat yang
lebih rendah ke parit. Subduksi mungkin kemudian telah dihentikan oleh perlawanan gravitasi
meningkat dengan gerakan ke atas dari Muka busur di atas margin Australia pada miring naik
dari lantai Palung Banda ke selatan sampai tiba sekitar 60 km dari istirahat rak (Gbr. 4), di mana
dasar laut bisa saja pada kedalaman kurang dari 1000 m. Efek pengereman yang lain mungkin
telah kehilangan tekanan pori-cairan, dari bawah utama yang Muka busur bawah tanah bergerak
pada dcollement serpih Jurassic dan melarikan diri ke dalam formasi yang lebih permeabel dari
Australia menutupi urutan. Melanjutkan atau diaktifkan kerak pemendekan setelah penghentian
subduksi merupakan tabrakan tektonik. Tabrakan di bagian selatan dari Banda Arc hasil
kompresi dari akresi wedge Muka busur yang akibatnya menjadi Australia para-orang pribumi di
kedua piring atas dan bawah, dengan bagian dari Muka busur basement yang menjadi nappes
dari allochthonous Banda Terrane. Lempeng tektonik ini serpihan atas, dalam menanggapi terus
tegangan tekan, diproduksi struktur terkonsentrasi di sepanjang pantai utara Timor utara-verging
sebagai dipetakan oleh Harris (1991) dan Prasetyadi dan Harris (1996). Menyodorkan utara ini
lebih Muka busur membantu menutup Muka busur hanya 30 km di wilayah Atauro. Harris
(1991) dan Prasetyadi dan Harris (1996) juga mengidentifikasi berbagai irisan dorong dari Banda
Terrane dimasukkan intothis utara-verging (Gbr. 4) dilakukan pada suture Wetar

(Audley-

Charles, 1986a).
Karakteristik lain dari proses subduksi dan roll-kembali terkait yang membedakan
mereka dari proses tabrakan terkait adalah tingkat struktural dari dcollement utama. Dalam
subduksi dan roll-belakang dcollement utama adalah batas lempeng atas dan bawah, sedangkan
di tabrakan decollements pokok berkembang pada tingkat yang lebih tinggi bahkan jika mereka
Priska Rio Saputro / 111.120.011

Page 12

terjadi sebagai struktural serendah berada dalam urutan penutup batu di asli kristal bawah tanah
piring yang lebih rendah, seperti di Timor Trough (Hughes et al., 1996). Kedua subduksi dan
roll-back (Hamilton, 1988; 1995) muncul untuk mentransfer banyak urutan penutup batu dari
turun pelat rendah ke tepi terkemuka dari pelat atas sebagai piring bawah melewati bawah
basement Muka busur yang membentuk bagian dalam (arc ) dinding pematang.
7.1 Fase utama dan kemudian dari tumbukan
Pengakuan oleh Hughes et al. (1996) dari akresi prisma-jenis deformasi di sisi utara Timor
Trough menunjukkan mereka struktur lebih sederhana daripada fase tabrakan utama deformasi
struktural sehingga jelas dalam eksposur pada Timor (Gbr. 4). Setelah transfer batu penutup
Australia oleh subduksi dari lempeng rendah ke Muka busur untuk membentuk irisan akresi dari
pelat atas, deformasi benturan utama yang terlibat setidaknya tiga tahap dikenali(i)pemendekan
parah dari akresi wedge Muka busur untuk membentuk bagian dari asli Australia;(ii)detasemen
bagian dari Muka busur basement yang mendasari akhirnya membentuk nappes dari
allochthonous Banda Terrane berkaitan erat dengan(iii) transportasi ke utara dengan suture Wetar
dan pengangkatan terkait dari para-orang pribumi dan irisan basement Muka busur menjadi
orogen Timor. Sebaliknya, struktur prisma akresi palung Timor tampaknya terutama hasil dari
beberapa kekuatan konvergen mungkin dikurangi (McCaffrey, 1996) menjelang akhir subduksi
dan terutama setelah itu berhenti di wilayah Timor dari Banda Palung antara 3,5 dan 2,0 Ma.
Sebuah fitur struktural utama yang dikembangkan pada akhir subduksi dan selama tabrakan
adalah Akhir Pliosen Wetar jahitan, sekarang terkunci. Pemendekan lempeng mengakibatkan
deformasi yang mencirikan bagian dari batuan asal terlepas dari bagian dari lempeng yang lebih
rendah dari bagian yang tidak terpengaruh subduksi Australia menyebabkan terpisah batuan asal
untuk menindih serpihan tektonik Muka busur (Gambar. 4) di suture Wetar. Tegangan kompresi
berlanjut ke Pleistosen ketika polaritas subduksi terbalik dan penujaman Wetar mulai
mengembangkan margin lempeng selatan-menempatkan mensubduksi (McCaffrey, 1996; Hall
dan Wilson, 2000). Lipatan membentuk cekungan Viqueque Group (Kenyon, 1974) yang
mempengaruhi beberapa teras karang (Merritt et al., 1998) juga menunjukkan bahwa beberapa
lempeng mengalami pemendekanterus ke Kuarter akhir.
8. Hubungan paparan Sumba- palung Banda

Priska Rio Saputro / 111.120.011

Page 13

Gambar. 1 menunjukkan arah Utara-Timur-Utara daerah bawah laut Roti-Sabu Ridge


memiliki tenaga persimpangan selatan-memberikan kedalaman, penujaman Sawu (Silver et al.,
1983), dengan bagian selatan paparan mencolok-selatan timur pematang Sumba. Fortuin et al.
(1994), Rutherford et al. (2001) dan Lytwyn et al. (2001) menafsirkan pematang Sumba sebagai
bagian dari Muka busur Banda. Perbandingan dibuat oleh Audley-Charles (1985) dari
allochthonous Timor Banda Terrane, diduga berasal dari Banda Muka busur, dengan beberapa
bagian di Sumba Barat dijelaskan byVan Bemmelen (1949), Chamalaun et al. (1982) andVon der
Borch et al. (1983). Sebagai contoh, kedua Timor (Tappenbeck, 1940) dan bagian Sumba Barat
memiliki ignimbrites Bawah Paleogen ditindih oleh batugamping neritik dengan Tengah dan
Atas Eosen besar foraminifera, dan keduanya memiliki Miosen Bawah batugamping neritik.
Keduanya memiliki ketidakselarasan sudut di dasar Paleogen dan ketidakselarasan di dasar
Miosen.
Rutherford et al. (2001) telah ditafsirkan Sumba sebagai telah bagian dari busur sunda
vulkanik dari Kapur Akhir sampai Miosen Awal. Jika korelasi tentatif dari Grup Palelo dan
urutan terkait unconformable di kompleks metamorf allochthonous di Timor dengan CretaceousBawah Miosen volkanik di Sumba terbukti valid maka ini akan memperkuat hubungan kompleks
metamorf Lolotoi dan Mutis dan penutup Palelo unconformable mereka (Banda Terrane) dengan
Banda Muka busur basement dan dengan basement beku Sumba.
Pengangkatan Pliosen-Kuarter di Sumba Timur (Fortuin et al., 1994, 1997) menunjukkan
perbandingan dengan pengangkatan Akhir Pliosen-Kuarter dari 4 km di Timor. Timor
pengangkatan telah tentatif dikaitkan (Harga dan Audley-Charles, 1987) rebound isostatic dari
zona subduksi diblokir dari mati Banda Trench tidak lagi mampu merampas benua pelat bawah
Australia.
Saran oleh Rutherford et al. (2001) untuk tabrakan awal (terdefinisi dan tidak dibedakan dari
subduksi) antara margin benua Australia dan Banda Arc yang telah sejak awal Miosen, 16-18
Ma, perbedaan dengan hasil dari studi lapangan banyak, termasuk apatit FT usia untuk (. Harris
et al, 2000) kencan dari penggalian di Timor, pemetaan geologi di Timor dan pulau-pulau lain di
selatan Banda Arc (Audley-Charles, 1986a, 1986b; Harris, 1991), geofisika lepas pantai sekitar
Banda Arc (Bowin et al ., 1980) dan review oleh Hall (2002). Jauhkan et al. (2003) menunjukkan
bahwa tabrakan (terdefinisi dan tidak dibedakan dari subduksi) dari apa yang di sini
Priska Rio Saputro / 111.120.011

Page 14

digambarkan sebagai paparan Roti-Sabu Ridge dengan paparan Sumba, bahwa mereka setuju
merupakan bagian dari Banda Muka busur vulkanik, terjadi pada sekitar 8 Ma. Ini tanggal awal
untuk busur Banda tabrakan di wilayah Sumba-Timor tidak dapat dipercaya berdasarkan usia
radiometrik untuk metamorfosis di Permian Aileu metamorf Kompleks Timor.Harris et al. (2000)
atas dasar reflektansi vitrinit, perubahan conodont dan kristalinitas ilit dan pemetaan struktural
mempertanyakan interpretasi pra-Miosen Akhir penguburan tektonik dan pra-Pliosen penggalian
dari metamorfosis dari Aileu Kompleks tepi kontinen Australia di Timor. Mereka menunjukkan
dthe yang hanya mungkin bukti pemakaman mendalam tersebut adalah urutan metamorf
Barrovian tipis di sepanjang pantai utara di Aileu complext (Berry dan Grady, 1981). mereka
pergi untuk menekankan bahwa mungkin juga bahwa Banda Volcanic Arc telah termal terganggu
Kompleks Aileu, karena sedekat 30-40 km di tempat nya. Selain itu, Hall (2002) andHall dan
Wilson (2000) berpendapat bahwa umur metamorf seperti di Permian Aileu Complex (yang
merupakan bagian dari urutan basin cratonic Gondwana dan milik struktural dengan basement
benua Australia dengan urutan keretakan Jurassic pasca-Akhir) lebih mudah disebabkan sebuah
episode ekstensi dimulai sekitar 12 Ma dan terkait dengan Banda Arc vulkanisme. Tidak ada
bukti independen untuk tanggal tabrakan awal ini, dan ada banyak di pulau Timor dan Sumba
bertentangan itu, seperti yang ditunjukkan di atas.
Banda Muka busur dibuat sangat lebar oleh punggungan Sumba yang memproyeksikan sekitar
250 km sebelah selatan dari yang ada sempit Banda Muka busur (Gambar. 1 dan 3), sehingga
tabrakan sekitar 5 Ma awal dari tabrakan di wilayah Timor antara batas benua Australia
membentuk Roti-Sabu Ridge dan Sumba Ridge Banda Muka busur tampaknya dangkal mungkin.
Namun, saran mereka (Jauhkan et al., 2003, Gambar. 10a) bahwa Roti-Sabu Ridge di 8 Ma
membentuk semenanjung sempit yang menonjol ortogonal dari pemogokan regional margin
Australia, punggungan memiliki garis lurus dan pemogokan laut , sulit untuk mendamaikan
dengan penghentian geologi margin Australia di busur Banda Arc. Jauhkan et al. (2003) tampak
membuat berlebihan spekulatif bentuk dan ukuran ridge memproyeksikan mereka (bahwa
mereka dijelaskan Asba finger. Q untuk menunjukkan panjang / lebar rasio) dari margin
steprifted di wilayah Sumba. Atribusi mereka morfologi melangkah dari sekarang marjin benua
rift basin untuk usia pra-subduksi pra-12 Ma mengabaikan efek dari subduksi dan-tabrakan
terkait Timurlaut transcurrent faulting yang telah mempengaruhi bentuk margin utara sekarang
dari benua Australia di orogen Banda (Gbr. 1). Tetapi yang lebih penting adalah mustahil untuk
Priska Rio Saputro / 111.120.011

Page 15

meramalkan usia ditafsirkan tabrakan Miosen Akhir dengan catatan pelagis deposisi terganggu,
terganggu hanya dengan merosot di lingkungan air yang dalam, di lokasi seharusnya tabrakan di
Sumba sendiri (Fortuin et al. 1992, 1994). Sedimen pelagis termuda di Sumba terlambat Awal
Pliosen (N19 / 20) di usia (Roep dan Fortuin, 1996;. Fortuin et al, 1997) menunjukkan
munculnya Sumba tidak terjadi sebelum 3 Ma, usia sangat dekat dengan yang disimpulkan dari
Timor untuk awal pengangkatan. Dengan demikian, bukti dari bagian yang sangat baik terkena di
Sumba mendukung waktu untuk akhir subduksi dan timbulnya tabrakan disarankan dalam
makalah ini.

Ucapan terima kasih


Dalam mempersiapkan artikel ini, saya dibantu oleh teman yang sibuk seperti Tony Barber,
Graham Evans and Paul Henderson yang sewaktu waktu membantu. Robert hall membantu
dalam masalah gambar dan ilustrasi serta dalam permisalan. Ron Haris memberi masukan dari
makalah sebelumnya dengan member email tentang materi tentang Busur Banda. saya juga
berharap dan sangat berterimakasih terhadap siapapun yang membantu perbaikan makalah ini.

Keterangan Gambar

Priska Rio Saputro / 111.120.011

Page 16

Gambar 1. Fisiografi dan gambar peta tektonik dari wilayah Timor-Sumba ditunjukan pada saat
ini bagian utara lempeng tektonik terdapat suture pada palung Jawa, dan banyak bagian yang
lebih muda pada bagian selatan yang sekarang dilokasi oleh bagian utara busur vulkanik Banda
dan bagian selatan pujaman Savu dan pulau Wetar sekarang dikunci, terpilih beberapa sesar
yang aktif saat ini, dan lokasi dari pembentuk nya dilenyapkan oleh palung subduksi Banda.
Asumsi ini pada busur Banda menuju ke bagian utara batas palung Banda dimensi pemisahan
tidak berubah lebih dari 10 % sejak 5 Ma. Batas benua Australia sekarang dikunci pada
tumbukan dengan forearc Banda dari Wetar sampai pematang sumba. Bagian timur dari palung
Jawa sekarang dihalangi terhadap batas Australia telah ditimpa oleh forearc banda, dimana itu
sendiri oleh batas kontinen para-autochton membentuk pematang Roti-Savu bergerak ke palung
Savu. Batimetri dalam meter dari data Gebco .

Gambar 2. Hasil seismik daerah Sumba sampai Timor dari busur Banda menunjukan dibawah 75
km berdasarkan dari data Engdahl et al. (1998). Pusat nya lebih dangkal dari 75 km merupakan
kehilangan sebagian karena hasilnya di salurkan dengan seismik yang lebih dalam. Data seismik
menunjukan kehadiran dibawah busur vulkanik Banda dengan arah pengendapan utara-selatan
dari litosfer Australia.
Gambar 3. sketsa peta paleogeografi daerah bagian timur dari palung Jawa dan merupakan
kelanjutan dari palung Banda saat subduksi aktif pada 5 Ma. Posisi dari saat ini mendorong Hall
(2002) tetapi bentuk mereka adalah cuman refersmsi. TImor, Kisar, Moa, Sermata, Babar, Roti,
Savu dan Sumba adalah merupakan satu tubuh perairan pada 5 ma. Pulau gununf api dan
hubunganya dengan kedalaman digambarkan pada saat ini. Wilayah batimetri Sumba adalah
bagian setelah. Skema batimetri dalam meter digunakan untuk menempatkan palung Banda yang
di asumsikan 5km kedalamanya dari palung Banda, dan 50 km untuk lebarnya dan dengan posisi
dari busur vulkanik Banda pada australia 5 ma dengan tepi nya dari data DSDP 2
Gambar 4. Gambar 4. penampang seismik untuk mengilustrasikan hubungan sekarang ntara
forearc Banda, embentuk palung Neogen Banda yang menindih batuan dasar Australia. Bagian
geologi bagian Harris (200) dan Hughes (1996). Struktur tektonik Struktur sebagian
afterRichardson dan Blundell (1996), Hall dan Wilson (2000) andHall (2002). Lokasi dari atas
piring yang lebih rendah yang berfungsi selama subduksi sebagai dcollement basal pada atau
dekat bagian atas Australia kristal asli basement; dan Muka busur utama yang membentuk pelat
atas selama subduksi, baik sekarang tersembunyi oleh pemakaman di orogen Timor, ditunjukkan
secara skematik. 5 Ma rak tepi merupakan posisi paling selatan diperkirakan dari DSDP 262.
Posisi terkubur parit terkait dengan batas selatan menindih Muka busur.

Priska Rio Saputro / 111.120.011

Page 17