Anda di halaman 1dari 120

BAB I

RUANG LINGKUP
LEMBAGA KEUANGAN BANK

A.

PENGERTIAN BANK

Dalam pembicaraan sehari-hari, bank dikenal sebagai lembaga keuangan


yang kegiatan utamanya menerima simpanan giro, tabungan dan deposito.
Kemudian bank juga dikenal sebagai tempat untuk meminjam uang (kredit)
bagi masyarakat yang membutuhkannya. Disamping itu bank juga dikenal
sebagai tempat untuk menukar uang, memindahkan uang atau menerima
segala macam bentuk pembayaran dan setoran seperti pembayaran listrik,
telepon, air, pajak, uang kuliah dan pembayaran lainnya.
Menurut Undang-Undang RI nomor 10 1998 tanggal 10 November 1998
tentang perbankan, yang dimaksud dengan BANK adalah badan usaha yang
menghimoun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan
menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentukbentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
Dari pengertian di atas dapat dijelaskan secara lebih luas lagi bahwa
bank merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang keuangan, artinya
aktivitas perbankan selalu berkaitan dalam bidang keuangan. Sehingga
berbicara mengenai bank tidak terlepas dari masalah keuangan.
Aktivitas perbankan yang pertama adalah menghimpun dana dari
masyarakat luas yang dikenal dengan istilah di dunia perbankan adalah
kegiatan funding. Pengertian menghimpun dana maksudnya ialah
mengumpulkan atau mencari dana dengan cara membeli dari masyarakat luas.
Pembelian dana dari masyarakat ini dilakukan oleh bank dengan cara
memasang berbagai strategi agar masyarakat mau menanamkan dananya
dalam bentuk simpanan. Jenis simpanan yang dapat dipilih oleh masyarakat
adalah seperti giro, tabungan, sertifikat deposito, dan deposito.
Agar masyarakat mau menyimpan uangnya di bank, maka pihak
perbankan memberikan rangsangan berupa balas jasa yang akan diberikan
kepada si penyimpan. Balas jasa tersebut dapat berupa bunga, bagi hasil,
hadiah, pelayanan atau balas jasa lainnya. Semakin tinggi balas jasa yang
diberikan, akan menambah minat masyarakat untuk menyimpan uangnya.
Oleh karena itu pihak perbankan harus memberikan berbagai rangsangan dan
kepercayaan sehingga masyarakat berminat untuk menanamkan dananya.
1

Setelah memperoleh dana dalam bentuk simpanan dari masyarakat,


maka oleh perbankan dana tersebut diputarkan kembali atau dijualkan kembali
ke masyarakat dalam bentuk pinjaman atau lebih di kenal dengan istilah kredit
(lending). Dalam pemberian kredit juga dikenakan jasa pinjaman kepada
penerima kredit (debitur) dalam bentuk bunga dan biaya administrasi.
Sedangkan bagi bank yang berdasarkan prinsip syariah dapat berdasarkan bagi
hasil atau penyertaan modal.
Besarnya bunga kredit sangat dipengaruhi oleh besarnya bunga
simpanan. Semakin besar atau semakin mahal bunga simpanan, maka semakin
besar pula bunga pinjaman dan demikian pula sebaliknya. Disamping bunga
simpanan pengaruh besar kecil bunga pinjaman juga dipengaruhi oleh
keuntungan yang diambil, biaya operasi yang dikeluarkan, cadangan resiko
kredit macet, pajak serta pengaruh lainnya. Jadi dapat disimpulkan bahwa
kegiatan menghimpun (funding) dan menyalurkan dana (lending) ini
merupakan kegiatan utama perbankan.
Keuntungan utama dari bisnis perbankan yang berdasarkan prinsip
konvensional diperoleh dari selisih bunga simpanan yang diberikan kepada
penyimpan dengan bunga pinjaman atau kredit yang disalurkan. Keuntungan
dari selisih bunga ini di bank dikenal dengan istilah spread based. Apabila
suatu bank mengalami suatu kerugian dari selisih bunga, dimana suku bunga
simpanan lebih besar dari suku bunga kredit, maka istilah ini dilkenal dengan
nama negative spread.
Bagi bank yang berdasarkan Prinsip Syariah tidak dikenal istilah bunga
dalam memberikan jasa kepada penyimpan maupun peminjam. Di bank ini jasa
bank yang diberikan disesuaikan dengan prinsip syariah sesuai dengan hokum
islam. Prinsip syariah yang diterapkan oleh bank syariah adalah pembiayaan
berdasarkan prinsip bagi hasil (mudharabah), pembiayaan berdasarkan prinsip
penyertaan modal (musbarakah), prinsip jual beli barang dengan memperoleh
keuntungan (murabahah) atau pembiayaan barang modal berdasarkan prinsip
sewa murni tanpa pilihan (ijarah) atau dengan adanya pilihan pemindahan
kepemilikan atas barang yang disewa dari pihak bank oleh pihak lain (ijarah wa
iqtina). System bank berdasarkan prinsip syariah sebelumnya di Indonesia
hanya dilakukan oleh bank syariah seperti Bank Muamalat Indonesia dan BPR
syariah lainnya. Dewasa ini sesuai dengan Undang-Undang Perbankan nomor
10 tahun 1998 yang baru bank umum pun dapat menjalankan kegiatan
usahanya berdasarkan prinsip Syariah asal sesuai dengan ketentuan yang
diterapkan oleh Bank Indonesia.
Disamping itu perbankan juga melakukan kegiatan jasa-jasa pendukung
lainnya. Jasa-jasa ini diberikan untuk mendukung kelancaran kegiatan
menghimpun danmenyalurkan dana, baik yang berhubungan langsung dengan

kegiatan simpanan dan kredit maupun tidak langsung. Jasa perbankan lainnya
antara lain meliputi:

Jasa Pemindahan Uang (Transfer)


Jasa Penagihan (Inkaso)
Jasa Kliring(Clearing)
Jasa Penjualan Mata Uang Asing (Valas)
Jasa Safe Deposit Box
Travelers Cheque
Bank Card
Bank Draft
Letter of Credit (L/C)
Bank Garansi dan Referensi Bank
Serta jasa bank lainnya

Kelengkapan dari jasa yang ditawarkan sangat tergantung dari


kemampuan bank masing-masing. Dengan kata lain semakin mampu bank
tersebut, maka semakin banyak ragam produk yang ditawarkan. Kemampuan
bank dapat dilihat dari segi permodalan, manajemen serta fasilitas yang
dimilikinya.

B.

SEJARAH PERBANKAN

1. Asal Mula Kegiatan Perbankan


Sejarah dikenalnya asal mula kegiatan perbankan adalah pada zaman
kerajaan tempo dulu di daratan Eropa. Kemudian usaha perbankan ini
berkembang ke Asia Barat oleh para pedagang. Perkembangan Perbankan di
Asia, Afrika, dan Amerika dibawa oleh Bangsa Eropa pada saat melakukan
penjajahan ke Negara jajahannya baik di Asia, Afrika maupun Benua
Amerika.
Jika kita telusuri sejarah dikenalnya kegiatan perbankan dimulai dari
jasa penukaran uang. Sehingga dalam sejarah perbankan, arti bank dikenal
sebagai meja tempat menukarkan uang. Dalam perjalanan sejarah kerajaan
tempo dulu mungkin penukaran uangnya dilakukan antar kerajaan yang
satu dengan kerajaan yang lain. Kegiatan penukaran uang ini sekarang
dikenal nama dengan pedagang valuta asing (money changer)
Kemudian dalam perkembangan selanjutnya kegiatan operasional
perbankan berkembang lagi menjadi tempat penitipan uang atau yang
disebut sekarang ini kegiatan simpanan. Berikutnya kegiatan perbankan
bertambah dengan kegiatan peminjaman uang. Uang yang disimpan oleh
masyarakat oleh perbankan dipinjamkan kembali ke masyarakat yang
membutuhkannya.

Jasa-jasa bank lainnya menyusul sesuai dengan perkembangan zaman


dan kebutuhan masyarakat yang semakin beragam. Akibat dari kebutuhan
masyarakat akan jasa keuangan semakin meningkat dan beragam maka
peranan dunia perbankan semakin dibutuhkan oleh seluruh lapisan
masyarakat baik yang berada di Negara maju maupun Negara berkembang.
Bahkan dewasa ini perkembangan dunia perbankan semakin pesat dan
modern, perbankan semakin mendominasi perkembangan ekonomi dan
bisnis suatu Negara. Bahkan aktivitas dan keberadaan perbankan sangat
menentukan kemajuan suatu Negara.
2. Sejarah Perbankan
Usaha perbankan itu sendiri baru dimulai dari zaman babylonia
kemudian dilanjutkan ke zaman Yunani Kuno dan Romawi. Namun pada saat
itu tugas utama bank hanyalah sebagai tempat tukar menukar uang.
Seiring
dengan
perkembangan
perdagangan
dunia
maka
perkembangan perbankanpun semakin pesat karena perkembangan dunia
perbankan tidak terlepas dari perkembangan perdagangan. Perkembangan
perdagangan semula hanya di daratan Eropa akhirnya menyebar ke Asia
Barat. Bank-bank yang sudah terkenal pada saat itu di benua Eropa adalah
Bank Venesia tahun 1171, kemudian menyusul Bank of Genoa dan Bank of
Barcelona tahun 1320. Sebaliknya perkembangan perbankan di daratan
Inggris baru dimulai pada abad ke-16. Namun karena Inggris yang begitu
aktif mencari daerah perdagangan yang kemudian dijajah, maka
perkembangan perbankan pun ikut dibawa ke Negara jajahannya.
Sejarah perbankan di Indonesia tidak terlepas dari zaman penjajahan
Hindia Belanda. Pada saat itu terdapat beberapa bank yang memegang
peranan penting di Hindia Belanda. Bank-bank yang ada yaitu antara lain:
a.
b.
c.
d.
e.
f.

De Javasche NV
De Post Paar Bank
De Algemenevolks Crediet Bank
Nederland handles Maatscappij (NHM)
Nationale Handles Bank (NHB)
De Escompto Bank NV

Disamping itu terdapat pula bank-bank milik pribumi, China, Jepang


dan Eropa lainnya. Bank-bank tersebut antara lain:
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

Bank Nasional Indonesia


Bank Abuan Saudagar
NV Bank Boemi
The Charteredbenk of India
The Yokohama Species Bank
The Matsui Bank
The Bank of China
4

h. Batavia Bank
Di zaman kemerdekaan perbankan di Indonesia bertambah maju dan
berkembang lagi. Beberapa bank Belanda dinasionalisir oleh Pemerintah
Indonesia. Bank-bank yang ada di zaman awal kemerdekaan antara lain:
a. Bank Negara Indonesia yang didirikan tanggal 5 Juli 1946 kemudian
menjadi BNI 1946.
b. Bank Rakyat Indonesia yang didirikan tanggal 22 Februari 1946. Bank ini
berasal dari DE ALGEMENE VOLK CREDIET bank atau Syomin Ginko.
c. Bank Surakarta MAI (Maskapai Adil Makmur) tahun 1945 di Solo.
d. Bank Indonesia di Palembang tahun 1945.
e. Bank Dagang Nasional Indonesia tahun 1946 di Medan.
f. Indonesian Banking Corporation tahun 1947 di Yogyakarta, kemudian
menjadi Bank Amerta.
g. NV Bank Sulawesi di Manado tahun 1946.
h. Bank Dagang Indonesia NV di Banjarmasin tahun 1949.
i. Kalimantan Coorporation Trading di Samarinda tahun 1950 kemudian
merger dengan Bank Pasifik.
j. Bank Timur di Semarang berganti nama menjadi Bank Gemari, kemudian
merger dengan Bank Central Indonesia (BCA) tahun 1949.
3. Sejarah Bank Pemerintah
Seperti diketahui bahwa bangsa Indonesia mengenal dunia perbankan
dari bekas penjajahnya yaitu Belanda. Oleh karena itu sejarah
perbankanpun tidak terlepas dari pengaruh Negara yang menjajahnya, baik
untuk bank pemerintah maupun bank swasta nasional. Berikut ini akan
dijelaskan secara singkat sejarah bank-bank milik pemerintah yaitu:
a. Bank Sentral
Bank Sentral di Indonesia adalah Bank Indonesia (BI) berdasarkan UU No.
13 tahun 1968. Kemudian ditegaskan lagi dengan undang-undang nomor
23 tahun 1999. Bank ini sebelumnya berasal dari De Javasche Bank yang
dinasionalisir tahun 1951.
b. Bank Rakyat Indonesia dan Bank Ekspor Impor
Bank ini berasal dari De Algemene Volkcrediet Bank, kemudian dilebur
setelah menjadi Bank Tunggal dengan nama Bank Nasional Indonesia
(BNI) Unit II yang bergerak di bidang rural dan eksim dipisahkan lagi
menjadi:
1. Yang membidangi rural menjadi Bank Rakyat Indonesia (BRI) dengan
UU No. 21 tahun 1968.
2. Yang membidangi Exim dengan UU No. 22 tahun 1968 menjadi Bank
Ekspor Impor Indonesia.
c. Bank Negara Indonesia 1946 (BNI)
Bank ini menjalankan fungsi BNI Unit III dengan UU nomor 17 tahun 1968
berubah menjadi Bank Negara Indonesia 1946.
d. Bank Dagang Negara (BDN)
5

e.

f.

g.

h.

i.

BDN berasal dari Escompto Bank yang dinasionalisir dengan PP nomor 13


tahun 1960, namun PP ini dicabut dan diganti dengan UU No 18 tahun
1968 menjadi Bank Dagang Negara. BDN satu-satunya Bank pemerintah
yang berada di luar Bank Negara Indonesia Unit.
Bank Bumi Daya (BBD)
BBD semula berasal dari Nederlandsch Indische Handles Bank kemudian
menjadi Nationale Handlesbank, selanjutnya bank ini menjadi bank
Negara Indonesia unit IV dan berdasarkan UU No. 19 tahun 1968 menjadi
Bank Bumi Daya.
Bank Pembangunan Indonesia (BAPINDO)
BAPINDO didirikan dengan UU No.21 tahun 1960 yang merupakan
kelanjutan dari Bank Industri Negara (BIN) tahun 1951.
Bank Pembangunan Daerah (BPD)
Bank ini didirikan di daerah-daerah tingkat I. Dasar hokum pendiriannya
adalah UU No. 13 tahun 1962.
Bank Tabungan Negara (BTN)
BTN berasal dari De Post Paar Bank yang kemudian menjadi Bank
Tabungan Pos tahun 1950. Selanjutnya menjadi Bank Negara Indonesia
Unit V dan terakhir menjadi Bank Tabungan Negara dengan UU No. 20
tahun 1968.
Bank Mandiri
Bank ini merupakan hasil merger antara Bank Bumi Daya (BBD), Bank
Dagang Negara (BDN), Bank Pembangunan Indonesia (BAPINDO) dan
Bank Ekspor Impor (Bank Eksim). Hasil merger keempat bank ini
dilaksanakan pada tahun 1999.

C. JENIS-JENIS BANK
Dalam praktik perbankan di Indonesia saat ini terdapat beberapa jenis
perbankan yang diatur dalam Undang-Undang Perbankan. Jika kita melihat
jenis perbankan sebelum keluar Undang-Undang Perbankan nomor 10 tahun
1998 dengan sebelumnya yaitu Undang-Undang nomor 14 tahun 1967, maka
terdapat beberapa perbedaan. Namun kegiatan utaam atau pokok bank
sebagai lembaga keuangan yang menghimpun dana dari masyarakat dan
menyalurkan dana tidak berbeda satu sama lainnya.
Perbedaan jenis perbankan dapat dilihat dari segi fungsi bank serta
kepemilikan bank. Dari segi fungsi perbedaan yang terjadi terletak pada
luasnya kegiatan atau jumlah produk yang dapat ditawarkan maupun
jangkauan wilayah operasinya. Sedangkan kepemilikan perusahaan dilihat dari
segi pemilikan saham yang ada serta akte pendiriannya.
Perbedaan lainnya adalah dilihat dari segi siapa nasabah yang mereka
layani apakah masyarakat luas atau masyarakat dalam lokasi tertentu

(kecamatan). Jenis perbankan juga dibagi ke dalam caranya menentukan harga


jual dan harga beli.
Adapun jenis perbankan dewasa ini dapat ditinjau dari berbagai segi
antara lain:
1. Dilihat dari Segi Fungsinya
Menurut Undang-Undang Pokok Perbankan nomor 14 tahun 1967 jenis
perbankan menurut fungsinya terdiri dari:
a. Bank Umum
b. Bank Pembangunan
c. Bank Tabungan
d. Bank Pasar
e. Bank Desa
f. Lumbung Desa
g. Bank Pegawai
h. Dan bank lainnya
Namun setelah keluar UU Pokok Perbankan nomor 7 tahun 1992 dan
ditegaskan lagi dengan keluarnya Undang-Undang RI nomor 10 tahun 1998
maka jenis perbankan terdiri dari:
a. Bank Umum
b. Bank Perkreditan Rakyat (BPR)
Di mana Bank Pembangunan dan Bank Tabungan berubah fungsinya
menjadi Bank Umum sedangkan Bank Desa, Bank Pasar, Lumbung Desa,
dan Bank Pegawai menjadi bank Perkreditan Rakyat (BPR).
Adapun pengertian Bank Umum dan bank Perkreditan Rakyat sesuai
dengan Undang-Undang nomor 10 tahun 1998 adalah sebagai berikut:
a. Bank Umum
Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara
konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam
kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Sifat jasa
yang diberikan adalah umum, dalam arti dapat memberikan seluruh jasa
perbankan yang ada. Begitu pula dengan wilayah operasinya yang
dilakukan diseluruh wilayah. Bank Umum sering disebut Bank Komersil
(commercial bank).
b. Bank Perkreditan Rakyat (BPR)
Bank Perkreditan rakyat (BPR) adalah bank yang melaksanakan kegiatan
usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam
kegiatnnya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Artinya
disini kegiatan BPR jauh lebih sempit jika dibandingkan dengan kegiatan
bank umum.
2. Dilihat dari Segi Kepemilikannya

Ditinjau dari segi kepemilikan maksudnya adalah siapa saja yang


memiliki bank tersebut. Kepemilikan ini dapat dilihat dari akte pendirian dan
penguasaan saha yang dimiliki bank yang bersangkutan.
Jenis bank dilihat dari segi kepemilikan tersebut:
a. Bank Millik Pemerintah
Dimana baik akte pendirian maupun modalnya dimiliki oleh pemerintah,
sehingga seluruh keuntungan bank ini dimiliki oleh pemerintah pula.
Contoh bank milik pemerintah antara lain:
Bank Negara Indonesia 46 (BNI)
Bank Rakyat Indonesia (BRI)
Bank Tabungan Negara (BTN)
Sedangkan bank milik pemerintah daerah (pemda) terdapat di daerah
tingkat I dan tingkat II masing-masing propinsi. Sebagai contoh:
BPD DKI Jakarta
BPD Jawa Barat
BDP Jawa Tengah
BPD Jawa Timur
BPD Sumatera Utara
BPD Sumatera Selatan
BDP Sulawesi Selatan
Dan BPD lainnya
b. Bank milik swasta nasional
Bank jenis ini seluruh atau sebagian besarnya dimiliki oleh swasta
nasional serta akte pendiriannya didirikan oleh swasta, begitu pula
pembagian keuntungannya untuk keuntungan swasta pula. Contoh bank
milik swasta nasional antara lain:
Bank Muamalat
Bank Central Asia
Bank Bumi Putra
Bank Danamon
Bank Duta
Bank Lippo
Bank Nusa internasional
Bank Niaga
Bank Universal
Bank Internasional Indonesia
c. Bank milik koperasi
Kepemilikan saham-saham bank ini dimiliki oleh perusahaan yang
berbadan hokum koperasi. Sebagai contoh adalah : Bank Umum Koperasi
Indonesia
d. Bank Milik Asing

Bank jenis ini merupakan cabang dari bank yang ada di luar negeri, baik
milik swasta asing atau pemerintah asing. Jelas kepemilikannyapun
dimiliki oleh pihak luar negeri.
Contoh bank asing antara lain:
ABN AMRO bank
Deutsche Bank
American Express Bank
Bank of America
Bank of Tokyo
Bangkok Bank
City Bank
European Asian Bank
Hongkong Bank
Standard Chartered Bank
Chase Manhattan bank

e. Bank milik campuran


Kepemilikan saham bank campuran dimiliki oleh pihak asing dan pihak
swasta nasional. Kepemilikan sahamnya secara mayoritas dipegang oleh
warga Negara Indonesia. Contoh bank campuran antara lain:
Sumitomo Niaga Bank
Bank Merincorp
Bank Sakura Swadarma
Bank Finconesia
Mitsubishi Buana Bank
Inter Pacifik Bank
Paribas BBD Indonesia
Ing Bank
Sanwa Indonesia Bank
Bank PDFCI
3. Dilihat dari Segi Status
Dilihat dari segi kemampuannya dalam melayani masyarakat maka
bank umum dapat dibagi ke dalam 2 macam. Pembagian jenis ini disebut
juga pembagian berdasarkan kedudukan atau status bank tersebut.
Kedudukan atau status ini menunjukan ukuran kemampuan bank
dalam melayani masyarakat baik dari segi jumlah produk, modal maupun
kualitas pelayanannya. Oleh karena itu untuk memperoleh status tersebut
diperlukan penilaian-penilaian dengan criteria tertentu.
Status bank yang dimaksud adalah:
a. Bank devisa
9

Merupakan bank yang dapat melaksanakan transaksi ke luar negeri atau


yang berhubungan dengan mata uang asing secara keseluruhan,
misalnya transfer ke luarnegeri, inkaso keluar negeri, travelers cheque,
pembukaan dan pembayaran Letter of Credit dan transaksi lainnya.
Persyaratan untuk menjadi bank devisa ini ditentukan oleh Bank
Indonesia.
b. Bank non devisa
Merupakan bank yang belum mempunyai izin untuk melaksanakan
transaksi sebagai bank devisa, sehingga tidak dapat melaksanakan
transaksi seperti halnya bank devisa. Jadi bank non devisa merupakan
kebalikan daripada bank devisa, dimana transaksi yang dilakukan masih
dalam batas-batas Negara.

4. Dilihat dari Segi Cara Menentukan Harga


Jenis bank jika dilihat dari segi atau caranya dalam menentukan harga
baik harga jual maupun harga beli terbagi dalam 2 kelompok yaitu:
a. Bank yang berdasarkan prinsip konvensional
Mayoritas bank yang berkembang di Indonesia dewasa ini adalah bank
yang berorientasi pada prinsip konvensional. Hal ini tidak terlepas dari
sejarah bangsa Indonesia dimana asal mula bank di Indonesia dibawa
oleh colonial Belanda.
Dalam mencari keuntungan dan menentukan harga kepada para
nasabahnya, bank yang berdasarkan prinsip konvensional menggunakan
2 metode yaitu:
1. Menetapkan bunga sebagai harga, baik untuk produk simpanan
seperti giro, tabungan maupun deposito. Demikian pula harga untuk
produk pinjamannya (kredit) juga ditentukan berdasarkan tingkat suku
bunga tertentu. Penentuan harga ini dikenal dengan istilah spread
based. Apabila suku bunga simpanan lebih tinggi dari suku bunga
pinjaman maka dikenal dengan nama negative spread, hal ini telah
terjadi di akhir tahun 1998 dan sepanjang tahun 1999.
2. Untuk jasa-jasa bank lainnya pihak perbankan barat menggunakan
atau menetapkan berbagai biaya-biaya dalam nominal atau
prosentase tertentu. System pengenaan biaya ini dikenal dengan
istilah fee based.
b. Bank yang berdasarkan prinsip syariah
Bank yang berdasarkan prinsip syariah belum lama berkembang di
Indonesia. Namun di luar negeri terutama di Negara-negara Timur tengah
bank yang berdasarkan Prinsip Syariah sudah berkembang pesat sejak
lama.
Bagi bank yang berdasarkan Prinsip Syariah dalam penetuan harga
produknya sangat berbeda dengan bank berdasarkan prinsip

10

konvensional. Bank berdasarkan prinsip syariah adalah aturan perjanjian


berdasarkan hokum islam antara bank dengan pihak lain untuk
menyimpan dana atau pembiayaan usaha atau kegiatan perbankan
lainnya.
Dalam menentukan harga atau mencari keuntungan bagi bank yang
berdasarkan Prinsip Syariah adalah sebagai berikut:
1. Pembiayaan berdasarkan prinsip bagi hasil (mudharabah)
2. Pembiayaan berdasarkan prinsip penyertaan modal (musharakah)
3. Prinsip jual beli barang dengan memperoleh keuntungan (muabahah)
4. Pembiayaan barang modal berdasarkan sewa murni tganpa pilihan
(ijarah)
5. Atau dengan adanya pilihan pemindahan kepemilikan atas barang
yang disewa dari pihak bank oleh pihak lain (ijarah wa iqtina).
Sedangkan penentuan biaya-biaya jasa bank lainnya bagi bank yang
berdasarkan prinsip syariah juga menentukan biaya sesuai Syariah Islam.
Sumber penentuan harga atau pelaksanaan kegiatan bank Prinsip
Syariah dasar hukumnya adalah Alquran dan Sunnah Rosul. Bank
berdasarkan prinsip syariah mengharamkan penggunaan harga produknya
dengan bunga tertentu. Bagi bank yang berdasarkan Prinsip Syariah bunga
adalah riba.

D.KEGIATAN-KEGIATAN BANK
Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa sebagai lembaga keuangan,
kegiayan bank sehari-hari tidak akan terlepas dari bidang keuangan. Sama
seperti halnya pedagang atau perusahaan lainnya, kegiatan pihak perbankan
secara sederhana dapat kita katakana adalah membeli uang (menghimpun
dana) dan menjual uang (menyalurkan dana) kepada masyarakat umum.
Dalam melaksanakan kegiatannya bank dibedakan antara kegiatan bank
umum dengan kegiatan bank perkreditan rakyat. Kegiatan bank umum lebih
luas dari bank perkreditan rakyat. Artinya produk ditawarkan oleh bank umum
lebih beragam, hal ini disebabkan bank umum mempunyai kebebasan untuk
menentukan produk dan jasanya. Sedangkan Bank Perkreditan Rakyat
mempunyai keterbatasan tertentu, sehingga kegiatannya lebih sempit.
Adapun kegiatan-kegiatan perbankan yang ada di Indonesia dewasa ini
adalah:
1. Kegiatan-kegiatan Bank Umum
a. Menghimpun dana dari masyarakat (Funding) dalam bentuk:
1. Simpanan Giro (Demand Deposit)
2. Simpanan Tabungan (Saving Deposit)
3. Simpanan deposito (Time Deposit)
11

b. Menyalurkan dana kemasyarakatan (Lending) dalam bentuk:


1. Kredit Investasi
2. Kredit Modal Kerja
3. Kredit Perdagangan
c. Memberikan jasa-jasa bank lainnya (Service) seperti:
1. Transfer (Kiriman Uang)
2. Inkaso (Collection)
3. Kliring (Clearing)
4. Safe Deposit Box
5. Bank Card
6. Bank Notes
7. Bank Garansi
8. Referensi Bank
9. Bank Draft
10.
Letter of Credit
11.
Cek Wisata (Travellers Cheque)
12.
Jual beli surat-surat berharga
13.
Menerima setoran-setoran seperti:
Pembayaran pajak
Pembayaran telepon
Pembayaran air
Pembayaran listrik
Pembayaran uang kuliah
14.
Melayani pembayaran-pembayaran seperti:
Gaji/pension/honorarium
Pembayaran deviden
Pembayaran kupon
Pembayaran bonus/hadiah
15.
Di dalam pasar modal perbankan dapat memberikan atau
menjadi:
Penjamin emisi (underwriter)
Penjamin (guarantor)
Wali amanat (trustee)
Perantara perdagangan efek (pialang/broker)
Pedagang efek (dealer)
Perusahaan pengelola dana (investment company)
16.
Dan jasa-jasa lainnya
2. Kegiatan-kegiatan Bank Perkreditan Rakyat
a. Menghimpun dana dalam bentuk:
Simpanan tabungan
Simpanan deposito
b. Menyalurkan dana dalam bentuk:
Kredit Investasi
Kredit Modal Kerja
Kredit Perdagangan

12

c. Larangan-larangan bagi Bank Perkreditan Rakyat adalah sebagai


berikut:
Menerima simpanan giro
Mengikuti kliring
Melakukan kegiatan valuta asing
Melakukan kegiatan perasuransian
3. Kagiatan-kegiatan Bank Campuran dan Bank Asing
Pada umumnya bank-bank asing dan campuran yang bergerak di
Indonesia adalah bank umum dan tugasnya sama dengan bank umum
lainnya, namun mereka lebih dikhususkan dalam bidang-bidang tertentu
dan ada larangan tertentu pula.
Kegiatan bank umum campuran dan bank asing di Indonesia dewasa
ini adalah:
a. Dalam mencari dana bank asing dan bank campuran dilarang menerima
simpanan dalam bentuk simpanan tabungan.
b. Kredit yang diberikan lebih diarahkan ke bidang-bidang tertentu seperti:
Perdagangan Internasional
Bidang Industri dan Produksi
Penanaman Modal Asing/Campuran
Kredit yang tidak dapat dipenuhi oleh bank swasta nasional
c. Untuk jasa-jasa bank lainnya juga dapat dilakukan oleh bank umum
campuran dan asing sebagaimana layaknya bank umum yang ada di
Indonesia seperti berikut ini
Jasa transfer
Jasa kliring
Jasa inkaso
Jasa jual beli valuta asing
Jasa bank draft
Jasa bank card
Jasa safe deposit box
Jasa pembukaan dan pembayaran L/C
Jasa bank garansi
Jasa referensi bank
Jasa jual beli travelers cheque
Dan jasa bank umum lainnya

E. IZIN PENDIRIAN DAN BENTUK HUKUM BANK


Pendirian suatu perusahaan dalam bentuk apapun haruslah mendapat
izin dari instansi yang terkait terlebih dahulu, demikian pula izin untuk
melakukan usaha perbankan.

13

Bagi perbankan sebelum melakukan kegiatannya harus memperoleh izin


dari Bank Indonesia. Artinya jika ingin mendirikan bank atau pembukaan
cabang baru maka diharuskan untuk memenuhi berbagai persyaratan yang
telah ditentukan Bank Indonesia. Bank Indonesia mempelajari permohonan
tersebut untuk menjadi bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan.
Izin pendirian Bank Umum dan BPR biasanya diberikan sesuai dengan
persyaratan yang berlaku. Untuk memperoleh izin usaha bank, persyaratan
yang wajib dipenuhi menurut Undang-Undang nomor 10 tahun 1998 sejurangkurangnya adalah:
1.
2.
3.
4.
5.

Susunan organisasi
Permodalan
Kepemilikan
Keahlian di bidang perbankan
Kelayakan rencana kerja

Semua persyaratan dan tata cara perizinan bank diatas ditetapkan oleh
Bank Indonesia.
Disamping izin yang telah diajukan, maka pemohon dapat memilih
bentuk badan hokum yang diinginkan dan yang telah ditentukan. Pemilihan
bentuk badan hokum ini tergantung dari jenis bank yang dipilihnya. Masingmasing bentuk badan hokum mempunyai kelebihan dan kekurangannya.
Ada beberapa bentuk hokum bank yang dapat dipilih jika ingin
mendirikan bank sesuai dengan Undang-Undang nomor 10 tahun 1998.
Bentuk badan hokum Bank Umum dpat berupa salah satu dari alternative
di bawah ini:

Perseroan Terbatas
Koperasi atau,
Perseroan Daerah (PD)

Sedangkan bentuk badan hokum Bank Perkreditan Rakyat sesuai dengan


Undang-Undang nomor 7 tahun 1992 dapat berupa:

Perusahaan Daerah (PD)


Koperasi
Perseroan Terbatas (PT)
Atau bentuk lain yang ditetapkan oleh pemerintah

F. JENIS-JENIS KANTOR PAJAK


Yang dimaksud dengan jenis-jenis kantor bank dapat dilihat dari luasnya
kegiatan jasa-jasa bank yang ditawarkan dalam suatu cabang bank. Luasnya

14

kegiatan ini tergantung dari kebijaksanaan kantor pusat bank tersebut.


Disampping itu besar kecilnya kegiatan cabang bank tersebut tergantung pula
dari wilayah operasinya.
Jenis-jenis kantor bank yang dimaksud adalah sebagai berikut:
(1)Kantor Pusat
Merupakan kantor dimana semua kegiatan perencanaan sampai kepada
pengawasan terdapat di kantor ini. Setiap bank memiliki satu kantor pusat
dan kantor pusat tidak melakukan kegiatan operasionalnya sebagaimana
kantor bank lainnya akan tetapi mengendalikan jalannya kebijaksanaan
kantor pusat terhadap cabang-cabangnya. Dapat diartikan pula bahwa
kegiatan kantor pusat tidak melayani jasa bank kepada masyarakat umum.
(2)Kantor Cabang Penuh
Merupakan salah satu kantor cabang yang memberikan jasa bank paling
lengkap. Dengan kata lain semua kegiatan perbankan ada di kantor cabang
penuh dan biasanya kantor cabang penuh membawahi kantor cabang
pembantu.
(3)Kantor Cabang Pembantu
Merupakan kantor cabang yang berada di bawah kantor cabang penuh
dimana kegiatan jasa bank yang dilayani hanya sebgaian saja. Perubahan
status dari cabang pembantu ke cabang penuh dimungkinkan apabila
memang cabang tersebut sudah memenuhi criteria sebagai cabang penuh
dari kantor pusat.
(4)Kantor Kas
Merupakan kantor bank yang paling kecil dimana kegiatannya hanya
meliputi teller/kasir saja. Dengan kata lain kantor kas hanya melakukan
sebagian kecil dari kegiatan perbankan dan berada dibawah cabang
pembantu atau cabang penuh. Bahkan sekarang ini banyak kantor kas yang
dilayani dengan mobil dan sering disebut kas keliling.

G.PENILAIAN KESEHATAN BANK


Sebagaimana layaknya manusia, dimana kesehatan merupakan yang
paling penting di dalam kehidupannya. Tubuh yang sehat akan meningkatkan
kemampuan kerja dan kemampuan lainnya. Begitu pula dengan perbankan
harus selalu dinilai kesehatannya agar tetap prima dalam melayani para
nasabahnya.

15

Untuk menilai suatu kesehatan bank dapat dilihat dari berbagai segi.
Penilaian ini bertujuan untuk menentukan apakah bank tersebut dalam kondisi
yang sehat, cukup sehat, kurang sehat dan tidak sehat, sehingga Bank
Indonesia sebagai pengawas dan Pembina bank-bank dapat memberikan
arahan atau petunjuk bagaimana bank tersebut harus dijalankan atau bahkan
dihentikan kegiatan operasinya.
Ukuran untuk melakukan penilaian kesehatan bank telah ditentukan oleh
Bank Indonesia. Kepada bank-bank diharuskan membuat laporan baik yang
bersifat rutin ataupun secara berkala mengenai seluruh aktifitasnya dalam
bentuk periode tertentu.
Penilaian kesehatan bank dilakukan setiap tahun, apakah ada
peningkatan atau oenurunan. Bagi bank yang kesehatannya terus meningkat
tidak jadi masalah, karena itulah yang diharapkan dan supaya dipertahankan
terus kesehatannya. Akan tetapi bagi bank terus menerus tidak sehat, mungkin
harus mendapat pengarahan atau sangsi dari bank Indonesia sebagai
pengawas dan Pembina bank-bank.
Bank Indonesia dapat saja menyarankan untuk melakukan perubahan
manajemen, merger, konsolidasi, akuisisi atau malah dilikuidir keberadaannya
jika memang sudah parah kondisi bank tersebut.
Penilaian yang dilakukan oleh bank Indonesia meliputi beberapa aspek
seperti:
1. Aspek Permodalan
Yang dinilai adalah permodalan yang ada didasarkan kepada kewajiban
penyediaan modal minimum bank. Penilaian tersebut didasarkan kepada
CAR (Capital Adequaci Ratio) yang telah ditetapkan BI. Perbandingan ratio
tersebut adalah ratio modal terhadap Aktiva Tertimbang Menurut Resiko
(AMTR) dan sesuai ketentuan pemerintah CAR tahun 1999 minimal harus
8%.
2. Aspek kualitas asset
Yaitu untuk menilai jenis-jenis asset yang dimiliki oleh bank. Penilaian asset
harus
sesuai
dengan
Peraturan
oleh
Bank
Indonesia
dengan
memperbandingkan antara aktiva produktif yang diklasifikasikan dengan
aktiva produktif. Kemudian rasio penyisihan penghapusan aktiva produktif
terhadap aktiva produktif diklasifikasikan. Rasio ini dapat dilihat dari neraca
yang telah dilaporkan secara berkala kepada Bank Indonesia.
3. Aspek kualitas manajemen
Dalam mengelola kegiatan bank sehari-hari juga dinilai kualitas
manajemennya. Kualitas manajemen dapat juga dilihat dari kualitas
manusianya dalam bekerja. Kualitas manajemen juga dilihat dari pendidikan
16

serta pengalaman para kayawannya dalam menangani kasus-kasus yang


terjadi dalam aspek ini yang dinilai adalah manajemen permodalan,
manajemen aktiva, manajemen umum, manajemen rentabilitas dan
manajemen likuiditas. Penilaian didasarkan kepada jawaban dari 250
pertanyaan yang diajukan mengenai manajemen Bank yang bersangkutan.
4. Aspek likuiditas
Suatu bank dapat dikatakan likuid, apabila bank yang bersangkutan dapat
membayar semua hutang-hutangnya terutama simpanan tabungan, giro
dan deposito pada saat ditagih dan dapat pula memenuhi semua
permohonan kredit yang layak dibiayai. Secara umum rasio ini merupakan
rasio antara jumlah aktiva lancer dibagi dengan hutang lancer.
Yang dianalisis dalam rasio ini adalah:
a. Rasio kewajiban bersih Call Money terhadap aktiva
b. Rasio kredit terhadap dana yang diterima oleh bank seperti KLBI,giro,
tabungan, deposito, dan lain-lain.
5. Aspek Rentabilitas
Merupakan ukuran kemampuan bank dalam meningkatkan labanya apakah
setiap periode atau untuk mengukur tingkat efisiensi usaha dan
profitabilitas yang dicapai bank yang bersangkutan. Bank yang sehat adalah
bank yang diukur secara rentabilitas yang terus meningkat. Penilaian juga
dilakukan dengan:
a. Rasio laba terhadap Total Aset (ROA)
b. Dan Perbandingan biaya operasi dengan pendapatan operasi (BOPO).
Semua aspek penilaian diatas dikenal dengan penilaian analisis CAMEL
(Capital, Aset, Management, Earning dan Liquidity).
Disamping dengan penilaian analisis CAMEL yang juga mempengaruhi hasil
penilaian terhadap kesehatan Bank adalah penilaian terhadap:
1. Ketentuan pelaksanaan pemberian Kredit Usaha Kecil (KUK) &
Pelaksanaan Kredit Ekspor.
2. Pelanggaran ketentuan Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) atau
sering disebut Legal Lending Limit.
3. Pelanggaran Posisi Devisa Netto.
Selanjutnya masing-masing aspek di atas diberikan nilai, kemudian
dijumlahkan secara keseluruhan dari komponen yang dinilai, hasil dari
penilaian ini ditetapkan ke dalam 4 golongan predikat kesehatan bank
sebagai berikut:
Nilai Kredit

Predikat

17

81 -100
66 - <81
51 - <66
0 - <51

Sehat
Cukup Sehat
Kurang Sehat
Tidak Sehat

H.PENGGABUNGAN USAHA BANK


Tujuan utama didirikannya perusahaan adalah agar dapar hidup terus
(survive). Ada kalanya perusahaan hanya bertahan dua atau tiga tahun
kemudian bubar dan ada pula yang sampai beranak pinak dari generasi ke
generasi berikutnya. Hal ini disebabkan berbagai factor, terutama disebabkan
oleh factor manajemennya. Untuk mencapai agar tetap survive, memang tidak
mudah, hal ini disebabkan banyak hal-hal yang sulit untuk diprediksi apa yang
akan terjadi dimasa depan.
Bagi perusahaan yang mengalami kesulitan dan kemudian akan
mengancam kehidupannya banyak cara yang dapat dilakukan agar tetap hidup
dan berkembang terus. Salah satu caranya adalah bergabung dengan
perusahaan lainnya. Hal ini akan lebih baik daripada dibubarkan begitu saja.
Bagi dunia perbankan yang mengelola bisnis kepercayaan, dimana
hidupnya sangat tergantung dari pelayanan yang diberikannya kepada
masyarakat. Artinya kalau masyarakat sudah tidak percaya lagi kepada salah
satu bank, maka dampaknya akan berakhir riwayat bank tersebut apabila tidak
berubah pelayanannya. Oleh karena kegiatannya menyangkut uang
masyarakat dan kepercayaan yang diberikan, maka setiap periode diadakan
penilaian tentang kesehatan suatu bank dan bagi bank yang dinyatakan tidak
sehat untuk beberapa periode maka disarankan untuk melaksanakan
penggabungan dengan bank lainnya.
Penggabungan dalam dunia perbankan tidak hanya bagi bank yang
dinilai tidak sehat saja, tetapi bank yang sehatpun dapat pula bergabung
dengan bank yang lainnya sesuai dengan tujuan bank tersebut. Sebagai contoh
bank dapat bergabung dengan tujuan untuk menguasai pasar. Namun biasanya
penggabungan antar bank yang tidak sehat lebih diutamakan.
Sebelum melakukan penggabungan pihak perbankan dapat memilih
beberapa bentuk penggabungan. Masing-masing bentuk mempunyai
keunggulan dan kerugian sendiri, dan tentu saja pemilihan ini didasarkan
kepada tujuan perbankan tersebut.
Adapun penggabungan yang dapat dipilih atau yang biasa dilakukan di
Indonesia adalah sebagai berikut:
18

1. Merger
Adalah penggabungan dari dua bank atau lebih dengan cara tetap
mempertahankan berdirinya salah satu dari bank dan membubarkan bankbank lainnya tanpa melikuidasi terlebih dahulu.
Penggabungan tersebut dapat dilakukan dengan cara menggabungkan
seluruh saham bank lainnya yang ikut bergabung menjadi satu dengan bank
yang dipilih untuk dijadikan bank yang akan dipertahankan.
Biasanya bank hasil merger memakai salah satu nama yang dipilih secara
bersama. Sebagai contoh: Bank Marras melakukan merger dengan Bank
Menumbing dan disepakati memakai nama Bank Marras maka nama Bank
Menumbing diganti menjadi Bank Marras.
2. Konsolidasi
Yaitu penggabungan dari dua bank atau lebih dengan cara mendirikan bank
baru dan membubarkan bank-bank tersebut tanpa melikuidasi terlebih
dahulu.
Contoh konsolidasi, misalnya Bank Marras melakukan konsolidasi dengan
Bank Menumbing, maka nama kedua bank tersebut dibubarkan dan
menamakan bank yang baru misalnya Bank Mangkol.
3. Akuisisi
Merupakan pengambilalihan kepemilikan suatu bank yang berakibat
beralihnya pengendalian terhadap bank. Dalam penggabungan dalam
bentuk akuisisi biasanya nama bank yang diakuisisi tidak berubah dan yang
berubah hanyalah kepemilikannya.
Contoh diatas misalnya Bank Marras diakuisisi oleh Bank Menumbing maka
nama Bank Marras tidak berubah dan yang berubah adalah kepemilikannya
saja yaitu menjadi milik Bank Menumbing.
Sebelum melakukan penggabungan badan usahanya, setiap perusahaan
tentu mempunyai tujuan tertentu yang ingin dicapainya.
Ada beberapa alas an suatu bank melakukan Merger, Akuisisi dan
Konsolidasi, yaitu antara lain:
a. Masalah kesehatan bank, maksudnya apabila bank sudah dinyatakan tidak
sehat oleh Bank Indonesia untuk beberapa periode, maka sebaiknya bank
tersebut melakukan merger dengan bank yang sehat atau dengan
melakukan konsolidasi dengan bank yang sama-sama tidak sehat serta
dapat pula diakuisisi oleh bank lain yang berminat.
b. Modal yang dimiliki relative kecil, sehingga untuk melakukan ekspansi
terlalu sulit. Dengan adanya penggabungan atau usaha peleburan otomatis
lebih mudah untuk mengembangkan usahanya. Yang jelas setelah
melakukan penggabungan modal dari beberapa bank yang ikut bergabung
modal bank yang baru bertambah besar.
c. Manajemen bank yang semrawut atau kurang professional sehingga,
perusahaan terus merugi dan sulit untuk berkembang. Jenis bank inipun
19

sebaiknya melakukan penggabungan usaha atau peleburan usaha dengan


bank yang lebih professional.
d. Administrasi yang kurang teratur dan masih tradisional, sebaiknya bank
melakukan
penggabungan
atau
peleburan
sehingga
diharapkan
administrasinya menjadi baik.
e. Ingin menguasai pasar. Tujuannya tidak diumumkan secara jelas kepada
pihak luar, biasanya hanya diketahui oleh mereka yang hendak ikut merger.
Dengan adanya penggabungan dari beberapa bank, maka jumlah cabang
dan jumlah nasabah yang dimiliki bertambah. Tujuan ini juga untuk
menghilangkan atau melawan pesaing yang ada.
Untuk mengadakan penggabungan bank baik penggabungan secara
merger, konsolidasi, atau akuisisi dapat dilakukan atas:
1. Inisiatif bank yang bersangkutan atau
2. Permintaan Bank Indonesia atau
3. Inisiatif badan khusus yang bersifat sementara dalam rangka penyehatan
bank.
Dalam melakukan penggabungan, maka pihak perbankan hendaknya
Memenuhi beberapa peraturan dan persyaratan yang telah ditetapkan. Izin
untuk melakukan Merger, Konsolidasi atau Akuisisi harus memenuhi
persyaratan sebagai berikut:
1. Telah memperoleh persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
bagi bank yang berbentuk badan hokum Perseroan Terbatas atau rapat
sejenis bagi bank yang berbentuk lainnya.
2. Memenuhi rasio kecukupan modal yang telah ditetapkan oleh Bank
Indonesia.
3. Calon anggota Direksi dan Dewan Komisaris tidak termasuk daftar orang
yang tercela di bidang perbankan.
4. Dalam hal akuisisi, maka bank wajib memenuhi ketentuan mengenai
pengertian modal oleh bank yang diatur oleh Bank Indonesia.

I. PEMBINAAN DAN PENGAWASAN BANK


Kegiatan perbankan yang dilakukan sehari-hari, baik oleh bank umum
maupun Bank Perkreditan Rakyat tidak terlepas dari berbagai kesalahan.
Kesalahan ini dapat dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja. Oleh
karena itu agar dunia perbankan dapat berjalan sesuai peraturan yang telah
ditetapkan, maka perlu dilakukan pembinaan dan pengawasan terhadap segala
aktivitas yang dilakukan oleh dunia perbankan. Pelaksanaan pembinaan dan
pengawasan terhadap dunia perbankan di Indonesia dilakukan oleh Bank
Indonesia.
Dalam hal pembinaan dan pengawasan tersebut Bank Indonesia
menetapkan kesehatan bank yang meliputi aspek kecukupan modal, kualitas
20

asset, kualitas manajemen, likuiditas, rentabilitas, solvabilitas dan aspek lain


yang berhubungan dengan usaha bank dan wajib melakukan kegiatan usaha
sesuai dengan prinsip kehati-hatian.
Kemudian pihak perbankan wajib memelihara kesehatan bank tersebut
sesuai dengan aturan yang berlaku dan wajib menyampaikan semua informasii
yang dibutuhkan oleh Bank Indonesia dan wajib pula menyediakan informasi
mengenai kemungkinan timbulnya resiko kerugian sehubungan dengan
transaksi nasabah yang dilakukan melalui bank. Demikian pula Bank Indonesia
berhak untuk memeriksa semua catatan dan berkas-berkas yang ada baik
secara berkala maupun atau setiap waktu jika diperlukan.
Perbankan wajib pula menyampaikan kepada Bank Indonesia tentang
laporan keuangannya, baik berupa neraca, laporan laba rugi tahunan ataupun
laporan perubahan modal dalam waktu dan bentuk yang telah ditetapkan.
Laporan keuangan yang disampaikan ini hendaknya telah diaudit oleh akuntan
public.
Apabila menurut penilaian Bank Indnesia menilai suatu bank mengalami
kesulitan dan membahayakan kelangsungan hidup masyarakat, Bank Indonesia
dapat melakukan tindakan agar:
1. Pemegang saham menambah modal
2. Pemegang saham mengganti dewan komisaris atau direksi bank
3. Bank menghapusbukukan kredit atau pemb iayaan berdasarkan Prinsip
Syariah yang macet dan memperhitungkan kerugian bank dengan modalnya
4. Melakukan merger atau konsolidasi dengan bank lain
5. Bank dijual kepada pembeli yang bersedia mengambil alih seluruh
kewajiban
6. Bank menyerahlan pengelolaan seluruh atau sebagian kegiatan bank
kepada pihak lain
7. Bank menjual sebagian atau seluruh harta dan atau kewajiban kepada bank
atau pihak lain.
Kemudian apabila tindakan di atas tidak mampu untuk mengatasi
kesulitan yang dihadapi bank dan menurut penilaian Bank Indonesia dapat
membahayakan system perbankan maka, pimpinan Bank Indonesia dapat
mencabut izin usaha bank dan memerintahkan direksi bank untuk segera
menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) guna membubarkan
badan hokum bank dan membentuk tim likuidasi.
Oleh karena itu pembinaan perbankan perlu terus dijalankan agar pihak
perbankan selalu mematuhi rambu-rambu yang ditetapkan. Pembinaan ini juga
ditujukan untuk kepentingan kemajuan bank itu sendiriagar jangan menderita
kerugian disamping kepentingan nasional. Pembinaan yang dijalankan juga
agar tetap konsisten sehingga dalam pelaksanaan di lapangan tidak terjadi halhal yang tidak diinginkan.
21

J. RAHASIA BANK DAN SANKSI ADMINISTRATIF


Dikarenakan kegiatan dunia perbankan mengelola uang masyarakat,
maka bank wajib pula menjaga kepercayaan yang diberikan masyarakat. Bank
wajib menjamin keamanan uang tersebut agar benar-benar aman. Agar
keamanan nasabahnya terjamin pihak perbankan dilarang untuk memberikan
keterangan yang tercatat pada bank tentang keadaan keuangan dan hal-hal
lain dari nasabahnya. Dengan kata lain bank harus menjaga rahasia tentang
keadaan keuangan nasabah dan apabila melanggar kerahasiaan ini perbankan
akan dikenakan sanksi.
Namun dalam kasus tertentu kerahasiaan bank tidak berlaku untuk
nasabah. Misalnya:
1. Untuk kepentingan perpajakan pimpinan Bank Indonesia atas permintaan
Menteri Keuangan berwenang untuk mengeluarkan perintah tertulis kepada
bank agar memberikan keterangan dan memperlihatkan bukti-bukti tentang
keuangan nasabahnya penyimpanan tertentu kepada pejabat pajak.
2. Untuk penyelesaian piutang bank yang sudah diserahkan kepada Badan
Urusan Piutang Negara/Panitia Urusan Piutang Negara. Pimpinan Bank
Indonesia memberikan izin kepada pejabat Badan Urusan Piutang Negara
untuk memperoleh keterangan dari bank mengenai simpanan nasabah
debitur.
3. Untuk kepentingan peradilan dalam perkara pidana, pimpinan Bank
Indonesia dapat memberikan izin kepada polisi, jaksa atau hakim untuk
memperoleh keterangan dari bank mengenai simpanan tersangka atau
terdakwa kepada bank.
4. Dalam rangka tukar menukar informasi antar bank, direksi bank dapat
memberitahukan keadaan keuangan nasabahnya kepada bank lain.
Bagi pihak yang merasa dirugikan oleh keterangan yang diberikan oleh
bank, mereka berhak untuk mengetahui isi keterangan tersebut dan meminta
pembetulan jika terdapat kesalahan dalam keterangan yang diberikan.
Pelanggaran terhadap berbagai aturan yang berlaku, termasuk kerahasiaan
bank, maka akan dikenakan sanksi tertentu sesuai dengan yang tercantum
dalam undang-undang nomor 10 tahun 1998.
Sanksi juga diberikan kepada siapa saja yang melakukan kegiatan
perbankan seperti menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan
tanpa izin usaha dari pimpinan Bank Indonesia. Pelanggaran tersebut diancam
dengan pidana penjara sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun penjara dan paling
lama 15 (lima belas) tahun serta denda sekurang-kurangnya Rp.
10.000.000.000,00 (sepuluh milyar rupiah) dan paling banyak Rp.
200.000.000.000,00 (dua ratus milyar rupiah).

22

Kemudian sanksi juga diberikan kepada anggota dewan komisaris, direksi


atau pegawai bank atau pihak terafiliasi lainnya yang dengan sengaja
memberikan keterangan yang wajib dirahasiakan seperti member keerangan
mengenai nasabah penyimpanan dan simpanannya diancam dengan pidana
penjara sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun dan paling lama 4 (empat) tahun
serta denda sekurang-kurangnya Rp. 4.000.000.000,00 (empat milyar rupiah)
dan paling banyak Rp. 8.000.000.000,00 (delapan milyar rupiah).
Perbankan juga harus menyampaikan laporan keuangan berupa neraca
dan laporan laba rugi serta penjelasannya secara berkala dalam waktu dan
bentuk yang telah ditetapkan dan telah pula diaudit oleh akuntan public.
Selanjutnya apabila anggota dewan komisaris, direksi atau pegawai bank
dengan sengaja:
1. Membuat atau menyebabkan adanya pencatatan palsu dalam membukukan
atau dalam laporan maupun dalam dokumen atau laporan kegiatan usaha,
laporan transaksi atau rekening suatu bank.
2. Menghilangkan atau memasukkan atau menyebabkan tidak dilakukannya
pencatatan dalam pembukuan atau laporan kegiatan usaha, laporan
transaksi atau rekening suatu bank.
3. Mengubah, mengaburkan atau menyembunyikan, menghapuskan atau
menghilangkan adanya suatu pencatatan dalam pembukuan atau dalam
laporan maupun dalam dokumen atau laporan kegiatan usaha, laporan
transaksi atau rekening atau dengan sengaja bank mengubah,
mengaburkan, menghilangkan, menyembunyikan atau merusak catatan
pembukuan diancam dengan pidana penjara sekurang-kurangnya 5 (lima)
tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun serta denda sekurangkurangnya Rp. 10.000.000.000,00 (sepuluh milyar) dan paling banyak Rp.
200.000.000.000,00 (dua ratus milyar).

23

BAB II
SUMBER-SUMBER DANA BANK

A.

PENGERTIAN SUMBER-SUMBER DANA BANK

Yang dimaksud dengan sumber-sumber dana bank adalah usaha bank


dalam menghimpun dana untuk menbiayai operasinya. Hal ini sesuai dengan
fungsinya bahwa bank adalah lembaga keuangan dimana kegiatan sehariharinya adalah dalam bidang jual beli uang. Tentu saja sebelum menjual uang
(memberikan pinjaman) bank harus lebih dahulu membeli uang (menghimpun
dana) sehingga dari selisih bunga tersebutlah bank mencari keuntungan.
Dana untuk membiayai operasinya dapat diperoleh dari berbagai sumber.
Perolehan dana ini tergantung bank itu sendiri apakah secara pinjaman
(titipan) dari masyarakat atau dari lembaga lainnya. Disamping itu untuk
membiayai operasinya dana dapat pula diperoleh dengan modal sendiri, yaitu
dengan mengeluarkan atau menjual saham. Perolehan dana disesuaikan pula
dengan tujuan dari penggunaan dana tersebut.
Jika tujuannya untuk kegiatan sehari-hari jelas berbeda sumbernya,
dengan bank yang hendak melakukan investasi baru atau untuk perluasan
suatu usaha. Jadi tergantung daripada tujuan dana tersebut digunakan untuk
apa.
Adapun sumber-sumber dana bank tersebut adalah sebagai berikut:

24

1. Dana yang bersumber dari bank itu sendiri


Sumber dana ini merupakan sumber dana dari modal sendiri. Modal sendiri
maksudnya adalah modal setoran daripada pemegang sahamnya. Apabila
saham yang terdapat dalam portepel belum habis terjual, sedangkan
kebutuhan dana masih perlu, maka pencariannya dapat dilakukan dengan
menjual saham kepada pemegang saham lama. Akan tetapi jika tujuan
perusahaan untuk melakukan ekspansi, maka perusahaan dapat
mengeluarkan saham baru dan menjual saham baru tersebut dipasar modal.
Disamping itu pihak perbankan dapat pula menggunakan cadangancadangan laba yang belum digunakan.
Secara garis besar dapat disimpulkan pencarian dana sendiri terdiri atas:
a. Setoran modal dari pemegang saham
b. Cadangan-cadangan bank, maksudnya adalah cadangan-cadangan laba
pada tahun lalu yang tidak dibagi kepada para pemegang sahamnya.
Cadangan ini sengaja disediakan untuk mengantisipasi laba tahun yang
akan datang.
c. Laba bank yang belum dibagi, merupakan laba yang memang belum
dibagikan pada tahun yang bersangkutan sehingga dapat dimanfaatkan
sebagai modal untuk sementara waktu.
Keuntungan dari sumber dana sendiri adalah tidak perlu membayar bunga
yang relative lebih besar daripada jika meminjam ke lembaga lain.
2. Dana yang berasal dari masyarakat luas
Sumber dana ini merupakan sumber dana terpenting bagi kegiatan operasi
bank dan merupakan ukuran keberhasilan bank jika mampu membiayai
operasinya dari sumber dana ini. Pencarian dana dari sumber ini relative
paling mudah jika dibandingkan dengan sumber lainnya dan pencarian dana
dari sumber dana ini paling dominan, asal dapat memberikan bunga dan
fasilitas menarik lainnya menarik dana dari sumber ini tidak terlalu sulit.
Akan tetapi encairan dana dari sumber ini relative lebih mahal jika
dibandingkan dari dana sendiri. Adapun sumber dana dari masyarakat luas
dapat dilakukan dalam bentuk:
a. Simpanan giro
b. Simpanan tabungan
c. Simpanan deposito
Simpanan giro merupakan dana murah bagi bank, karena bunga atau balas
jasa yang dibayar paling murah jika dibandingkan dengan simpanan
tabungan dan simpanan deposito. Sedangkan simpanan tabungan dan
simpanan deposito disebut dana mahal, hal ini disebabkan bunga yang
dibayar kepada pemegangnya relative lebih tinggi, jika dibandingkan
dengan jasa giro.
3. Dana yang bersumber dari lembaga lainnya
Sumber dana yang ketiga ini merupakan tambahan jika bank mengalami
kesulitan dalam pencarian sumber dana pertama dan kedua diatas.
25

Pencarian dari sumber dana ini relative lebih mahal dan sifatnya hanya
sementara waktu saja. Kenudian dana yang diperoleh dari sumber ini
digunakan untuk membiayai atau membayar transaksi-transaksi tertentu.
Perolehan dana dari sumber ini antara lain dapat diperoleh dari:
a. Kredit likuiditas dari Bank Indonesia, merupakan kredit yang diberikan
Bank Indonesia kepada bank-bank yang mengalami kesulitan
likuiditasnya. Kredit likuiditas ini juga diberikan kepada pembiayaan
sector-sektor tertetu.
b. Pinjaman antar bank (Call Money) biasanya pinjaman ini diberikan
kepada bank-bank yang mengalami kalah kliring didalam lembaga kliring.
Pinjaman ini bersifat jangka pendek dengan bunga yang relative tinggi.
c. Pinjaman dari bank-bank luar negeri. Merupakan pinjaman yang
diperoleh oleh perbankan dari pihak luar negeri.
d. Surat Berharga Pasar Uang (SBPU). Dalam hal ini pihak perbankan
menerbitkan SBPU kemudian diperjualbelikan kepada pihak yang
berminat, baik perusahaan keuangan maupun non perusahaan.
Pembagian jenis simpanan ke dalam beberapa jenis dimaksudkan agar
para penyimpan mempunyai pilihan sesuai dengan tujuan masing-masing. Tiap
pilihan mempunyai pertimbangan tertentu dan adanya suatu pengharapan
yang ingin diperolehnya. Pengharapan yang ingin diperoleh dapat berupa
keuntungan, kemudahan atau keamanan uangnya atau kesemuanya. Sebagai
contoh tujuan utama menyimpan uang dalam bentuk rekening giro adalah
untuk kemudahan dalam melakukan pembayaran, terutama bagi mereka yang
bergelut dalam bisnis dan biasanya pemegang rekening giro tidak begitu
memperhatikan bunganya. Sedangkan bagi mereka yang menyimpan uangna
di rekening tabungan disamping kemudahan untuk mengambil uangnya juga
adanya pengharapan bunga yang lebih besar jika dibandingkan dengan
rekening giro. Kemudian tujuan menyimpan uangnya di rekening deposito
dengan mengharapkan penghasilan dari bunga yang lebih besar. Hal ini
disebabkan bunga deposito yang diberikan kepada deposan paling tinggi dari
simpanan lainnya. Bagi bank simpanan deposito merupakan dana mahal dan
simpanan giro dana murah.
Secara umum kegiatan penghimpunan dana ini dibagi ke dalam 3 janis
yaitu:

B.

Simpanan giro (Demand Deposit)


Simpanan tabungan (saving deposit)
Simpanan deposito (time deposit)

SIMPANAN GIRO (DEMAND DEPOSIT)

Undang-Undang Perbankan Nomor 10 tahun 1998 tanggal 10 November


1998 menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan giro adalah simpanan yang
26

penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, bilyet


giro, sarana perintah pembayaran lainnya atau dengan cara pemindahbukuan.
Sedangkan pengertian simpanan adalah dana yang dipercayakan oleh
masyarakat kepada bank dalam bentuk giro, deposito berjangka, sertifikat
deposito, tabungan atau yang dapat dipersamakan dengan itu.
Pengertian dapat ditarik setiap saat, maksudnya bahwa uang yang sudah
disimpan di rekening giro tersebut dapat ditarik berkali-kali dalam sehari,
dengan catatan dana yang tersedia masih mencukupi. Kemudian juga harus
memenuhi persyaratan lain yang ditetapkan oleh bank yang bersangkutan.
Sedangkan pengertian penarikan adalah diambilnya uang tersebut dari
rekening giro sehingga menyebabkan giro tersebut berkurang, yang ditarik
secara tunai maupun ditarik secara non tunai (pemindahbukuan). Penarikan
secara tunai adalah dengan menggunakan cek dan penarikan non tunai adalah
dengan menggunakan bilyet giro (BG).
Jenis-jenis sarana penarikan untuk menarik dana yang tertanam di
rekening giro adalah sebagai berikut:
1.

Cek (Cheque)
Cek merupakan surat perintah tanpa syarat dari nasabah kepada bank
yang memelihara rekening giro nasabah tersebut, untuk membayar sejumlah
uang kepada pihak yang disebutkan di dalamnya atau kepada pemegang cek
tersebut. Artinya bank harus mambayar kepada siapa saja yang membawa cek
ke bank yang memelihara rekening nasabah untuk diuangkan sesuai dengan
persyaratan yang telah ditetapkan baik secara tunai atau secara
pemindahbukuan.
Syarat hokum dan penggunaan cek sebagai alat pembayaran giral
seperti yang diatur dalam KUH Dagang pasal 178 dengan syarat yaitu:
Pada surat cek harus tertulis perkataan CEK
Surat cek harus berisi perintah taj bersyarat untuk membayar sejumlah
uang tertentu
Nama bank yang harus membayar (tertarik)
penyebutan tanggal dan tempat cek dikeluarkan
tanda tangan penarik
Syarat lainnya yang dapat ditetapkan oleh bank untuk menarik sejumlah
uang yang diinginkan adalah sebagai berikut:
tersedianya dana
ada materai yang cukup
jika ada coretan atau perubahan harus ditandatangani oleh si pemberi
cek
jumlah uang yang tertulis diangka dan huruf haruslah sama
27

memperlihatkan masa kadaluarsa cek yaitu 70 hari setelah


dikeluarkannya cek tersebut
tanda tangan atau stempel perusahaan harus sama dengan yang di
specimen
tidak diblokir pihak berwenang
resi cek sudah kembali
endorsement cek benar
kondisi cek sempurna
rekening belum ditutup
dan syarat-syarat lainnya.

Penarikan dana dengan menggunakan sarana cek disamping persyaratan


diatas juga sangat tergantung dari jenis-jenis cek yang dikeluarkan oleh si
pemberi cek.
Adapun jenis-jenis cek yang dimaksud:
a. Cek atas nama
Merupakan cek yang diterbitkan atas nama orang atau badan tertentu
yang tertulis jelas di dalam cek tersebut, misalnya bayarlah kepada Tn.
Roy Akase sejumlah Rp. 3.000.000,b. Cek Atas Tunjuk
Yaitu cek yang tidak tertulis nama seseorang atau badan tertentu
didalam cek tersebut. Sebagai contoh di dalam cek tersebut bayarlah
tunai, atau cash atau tiidak ditulis kata-kata apapun
c. Cek silang
Jika suatu cek yang dipojok kiri atas diberi dua tanda silang, sehingga cek
tersebut berfungsi sebagai pemindahbukuan tunai
d. Cek mundur
Yang merupakan cek yang diberi tanggal mundur dari tanggal sekarang,
misalnya hari ini tanggal 1 Mei 1999, Tn. Roy Akase bermaksud
mencairkan ceknya dimana dalam cek tersebut tertulis tanggal 5 Mei
1999. Jenis cek inilah yang disebut dengan cek mundur, hal ini biasanya
terjadi karena ada kesepakatan antara si pemberi cek dengan si
penerima cek.
e. Cek kosong
Yaitu cek yang dananya tidak tersedia sebagai contoh misalnya nasabah
menarik cek senilai 66 juta rupiah, tertulis di dalam cek tersebut, akan
tetapi dana yang tersedia di rekening giro tersebut hanya ada 20 juta
rupiah. Jelas cek tersebut kurang jumlahnya dibandingkan dengan jumlah
dana yang ada.
Dalam hal penarikan dengan cek kosong, apabila nasabah melakukan
sampai tiga kali, maka nasabah tersebut akan di black list atau masuk
daftar hitam yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia, kemudian disebarkan ke
seluruh perbankan, sehingga yang bersangkutan tidak dapat berhubungan
28

dengan bank manapun. Namun tentunya sebelum masuk daftar hitam


terlebih dahulu nasabah diberi peringatan baik lisan maupun tertulis
sebelumnya.
Akan tetapi apabila bank dapat menutupi kekurangan tersebut dengan
pertimbangan nasabah primer yang loyal terhadap bank selama ini dengan
tidak ada unsure kesenjangan dengan menggunakan fasilitas over draft. Hal
ini dilakukan untuk menghindari nasabah dari black list.
2. Bilyet Giro (BG)
Bilyet Giro merupakan surat perintah dari nasabah kepada bank yang
memelihara rekening giro nasabah tersebut untuk memindahbukukan sejumlah
uang dari rekening yang bersangkutan kepada pihak yang bersangkutan
kepada pihak penerima yang disebutkan namanya pada bank yang sama atau
bank lainnya.
Pemindahbukuan pada rekening bank yang bersangkutan artinya
dipindahkan dari rekening nasabah si pemberi BG kepada nasabah penerima
BG. Sebaliknya jika dipindahbukukan ke rekening di bank yang lain, maka harus
melalui proses kliring ke bank lain.
Syarat-syarat yang berlaku untuk BG agar pemindahbukuannya dapat
dilakukan antara lain:

Ada nama bilyet giro dan nomor serinya


Perintah tanpa syarat untuk memindahbukukan sejumlah uang atas
beban rekening yang bersangkutan
Nama dan tempat bank tertarik
Jumlah dana yang dipindahkan dalam angka dan huruf
Nama pihak penerima
Tanda tangan penarik atau stempel penarik jika si penarik merupakan
perusahaan
Tanggal dan tempat penarikan
Nama bank yang menerima pemindahbukuan tersbut.
Masa berlaku dan tanggal berlakunya BG juga diatur sesuai persyaratan
yang telah ditentukan seperti:

Masa berlakunya adalah 70 hari terhitung mulai dari tanggal


penarikannya.
Bila tanggal efektif tidak dicantumkan, maka tanggal penarikan berlaku
pula sebagai tanggal efektif.
Bila tanggal penarikan tidak dicantumkan, maka tanggal efektif dianggap
sebagai tanggal penarikan
Dan persyaratan lainnya.

29

3. Alat Pembayaran Lainnya


Adalah surat perintah kepada bank yang dibuat secara tertulis pada
kertas yang ditandatangani oleh pemegang rekening atau kuasanya untuk
membayar sejumlah uang tertentu kepada pihak lain pada bank yang sama
atau bank lain.
Surat perintah ini dapat bersifat tunai atau pemindahbukuan. Apabila surat
perintah pembayaran ditunjukan melalui proses kliring. Apabila ditunjukan
pada bank yang sama maupun dilain kota maka, lewat fasilitas transfer.
Surat perintah pembayaran lainnya juga dapat berbentuk surat kuasa
dimana si punya rekening memberi kuasa kepada seseorang untuk melakukan
penarikan atas rekeningnya. Surat kuasa ini haruslah memenuhi beberapa
persyaratan, seperti tanda tangan kedua belah pihak, si pemberi kuasa dan si
penerima kuasa, bukti diri dan materai. Pemberian kuasa ini disebabkan si
pemberi kuasa berhalangan karena sesuatu hal.
Perbedaan Cek dan Bilyet Giro
Diantara cek dan bilyet giro yang sama-sama merupakan sarana untuk
menarik uang yang ada direkeningnya terdapat beberapa perbedaan.
Perbedaan ini hanyalah terletak pada fungsi kedua alat pembayaran tersebut.
Perbedaan yang dimaksud antara lain:
No Keterangan
1. Indentitas
2.
3.

Sifat
tanggal

Cek
-

Bilyet Giro
Atas nama
Atas nama
Atas unjuk
Tunai & non Non tunai
tunai
Ada dua tanggal
Hanya ada satu
tanggal

Contoh Perhitungan jasa Giro


Setiap penyimpan yang menyimpan dananya di rekening giro akan
memperoleh balas jasa berupa bunga. Bunga atau jasa giro ini dihitung dengan
berbagai metode. Metode perhitungan yang paling umum dilakukan adalah
dengan menggunakan saldo terendah. Artinya bunga dihitung dari saldo
terendah dalam bulan tersebut. Hal ini disebabkan dalam rekening giro
frekuensi penarikannya dan penyetorannya sangatlah besar. Disamping
dengan saldo terendah ada pula bank menentukan perhitungan bunga dengan
saldo rata-rata saldo harian.
Untuk lebih jelasnya perhitungan jasa giro tersebut akan diuraikan
dengan contoh sebagai berikut ini:

30

Transaksi yang terjadi pada rekening giro Tn. Roy Akase selama bulan
Juni 1999:

Nama nasabah

: Tn. Roy Akase

Nomor Rekening

: 26. 121992. 10

Tgl
Tgl
Tgl
Tgl
Tgl
Tgl
Tgl
Tgl

3 Juni setor tunai


8 Juni tarik tunai
13 Juni setor tunai
16 Juni setor kliring
18 Juni tarik tunai
19 Juni setor kliring
24 Juni kliring masuk
27 Juni setor tunai

Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp

18.000.000
6.000.000
7.000.000
1.000.000
5.000.000
2.000.000
Rp 7.000.000
Rp 4.000.000

Pertanyaan coba saudara hitung berapa bunga bersih yang Tn. Roy Akase
peroleh selama bulan Juni jika bunga dihitung dari sldo terendah pada bulan
yang bersangkutan dengan suku bunga yang berlangsung 18% per tahun
dan dikenakan pajak 15% berikut laporan rekening korannya.
Jawab:
Dengan membuat table maka akan terlihat saldo terendah pada bulan
yang bersangkutan.
Laporan Rekening Koran
Tn. Roy Akase
Per 30 Juni 1999
(Dalam ribuan rupiah)

Tg
l
3
8
13
16
18
19
24
27

Bunga 18%

Transaksi

Debet

Kredit

Saldo

Setor tunai
Tarik tunai
Setor tunai
Setor kliring
Tarik tunai
Setor kliring
Kliring masuk
Setor tunai

6.000
5.000
7.000
-

18.000
7.000
1.000
2.000
4.000

18.000
12.000
19.000
20.000
15.000
17.000
10.000
14.000

1. Perhitungan bunga dengan menggunakan saldo terendah


Saldo terendah pada bulan Juni adalah Rp. 10.000.000,- maka bunga
pada bulan Juni adalah:

31

Bung
a
Pajak

18% X Rp 10.000.000
=
12 bulan
15%
X
Rp 150.000

Rp. 150.000
=

Rp.

22.500
Bunga bersih

Rp. 127.500

2. Perhitungan bunga dengan menggunakan saldo rata-rata


Saldo rata-rata untuk bulan Juni adalah:
125.000.00
0
8
Keterangan:

15.625.000

a. Angka 125.000.000,- diperoleh dari menjumlahkan saldo mulai


tanggal 3 Juni sampai dengan tanggal 27 Juni.
b. Sedangkan angka 8 diperoleh dari jumlah transaksi yang terjadi
selama bulan tersebut.
Maka bunganya adalah sebagai berikut:
Bunga

Pajak
Rp. 35.156,00

18% Rp 15.625.000,=
12 bulan
15%
X
Rp 234.

Bunga bersih
199.219,00
-

Rp. 234.375,00
375
=

=
Rp.

Jadi perbedaan perhitungan dengan kedua metode diatas terdapat selisih


yaitu:
Bunga dengan
adalah
Bunga dengan
adalah
Selisih

saldo

rata-rata Rp. 234.375

saldo

terendah Rp. 150.000


Rp. 84.375

Pilihan bagi nasabah dengan perhitungan bunga di atas yang paling


menguntungkan adalah dengan saldo rata-rata.

C. SIMPANAN TABUNGAN (SAVING DEPOSIT)

32

Seperti halnya simpanan giro, simpanan tabungan juga mempunyai


syarat-syarat tertentu bagi pemegangnya dan persyaratan masing-masing
bank berbeda satu sama lainnya. Disamping persyaratan yang berbeda, tujuan
nasabah menyimpan uang di rekening tabungan juga berbeda. Dengan
demikian sasaran bank dalam memasarkan produknya juga berbeda sesuai
dengan sasarannya.
Pengertian tabungan menurut Undang-Undang Perbankan nomor 10
tahun 1998 adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan
menurut syarat-syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik
dengan cek, bilyet giro dan atau alat lainnya yang dipersamakan dengan itu.
Syarat-syarat penarikan tertentu maksudnya adalah sesuai dengan
perjanjian yang telah dibuat antara bank dengan si penabung. Sebagai contoh
dalam hal frekuensi penarikan, apakah 2 kali seminggu atau setiap hari atau
mungkin setiap saat. Yang jelas haruslah sesuai dengan perjanjian sebelumnya.
Kemudian dalam hal sarana atau alat penarikan juga tergantung dengan
perjanjian antara keduanya yaitu bank dan penabung.
Ada beberapa alat penarikan tabungan, hal ini tergantung bank masingmasing, mau menggunakan sarana yang mereka inginkan. Alat ini dapar
digunakan sendiri-sendiri atau secara bersamaan. Alat-alat yang dimaksud
adalah:
1. Buku Tabungan
Yaitu buku dipegang oleh nasabah, dimana berisi catatan saldo tabungan,
penarikan, penyetoran dan pembebanan-pembebanan yang mungkin
terjadi. Buku ini digunakan pada saat penarikan, sehingga langsung dapat
mengurangi saldo yang ada di buku tabungan tersebut.
2. Slip Penarikan
Merupakan formulir penarikan dimana nasabah cukup menulis nama, nomor
rekening, jumlah uang dan tanda tangan nasabah untuk menarik sejumlah
uang. Slip penarikan ini biasanya digunakan bersamaan dengan buku
tabungan.
3. Kwitansi
Merupakan bukti penarikan yang dikeluarkan oleh bank yang fungsinya
sama dengan slip penarikan, dimana tertulis nama penarik, nomor penarik,
jumlah uang dan tanda tangan penarik. Alat ini juga dapat digunakan secara
bersamaan dengan buku tabungan.
4. Kartu yang terbuat dari plastic
Yaitu sejenis kartu kredit yang terbuat dari plastic yang dapat digunakan
untuk menarik sejumlah uang dari tabungannya, baik bank maupun di
mesin Automated Teller Machine (ATM). Mesin ATM ini biasanya tersebar di
tempat-tempat yang strategis.
Dalam praktek perbankan di Indonesia dewasa ini terdapat beberapa
jenis-jenis tabungan. Perbedaan jenis tabungan ini hanya terletak daripada
33

fasilitas yang diberikan kepada si penabung. Dengan demikian si penabung


mempunyai banyak pilihan. Jenis-jenis dimaksud adalah:

1. Tabanas
Ada beberapa jenis bentuk tabanas seperti:
- Tabanas
- Tabanas
- Tabanas
- Tabanas
2. Taska

Umum
Pemuda
Pelajar
Pramuka

Yaitu tabungan yang dikaitkan dengan asuransi jiwa.


3. Tabungan Lainnya
Yaitu tabungan selain tabanas dan taska. Tabungan ini dikeluarkan oleh
masing-masing bank dengan ketentuan-ketentuan yang diatur oleh BI.
Hal-hal lainnya yang dapat diatur oleh bank penyelenggara dan sesuai
dengan ketentuan BI. Pengaturan sendiri oleh masing-masing bank agar
tabungan dibuat semenarik mungkin sehingga, nasabah bank tertarik untuk
menabung di bank yang mereka inginkan.
1. Bank penyelenggara
Setiap bank dapat menyelenggarakan tabungan, baik bank pemerintah
maupun bank swasta, dan semua bank umum serta bank perkreditan rakyat
(BPR).
2. Persyaratan penabung
Untuk syarat-syarat menabung, seperti prosedur-prosedur yang harus
dipenuhi seperti, jumlah setoran, umur penabung, maupun kelengkapan
dokumen tergantung bank yang bersangkutan.
3. Jumlah setoran
Baik untuk setoran minimal waktu pertama kali menabung, maupun setoran
selanjutnya serta jumlah minimal yang harus tersedia di buku tabungan
tersebut, juga diserahkan kepada bank penyelenggara.
4. Pengambilan tabungan
Merupakan jumlah maksimal yang harus ditarik, yaitu tidak melebihi saldo
minimal dan frekuensi penarikan dalam setiap harinya, apakah setiap saat
atau setiap hari tergantung bank yang bersangkutan.
5. Bunga dan insentif
Besarnya bunga tabungan dan cara perhitungan bunga didasarkan apakah
harian, saldo rata-rata atau saldo terendah diserahkan sepenuhnya kepada
bank-bank penyelenggara. Begitu pula dengan insentif, baik berupa hadiah,
cendramata dan lain sebagainya dengan tujuan untuk menarik nasabah
agar menabung.
34

6. Penutupan tabungan
Syarat-syarat untuk ditutupnya tabungan oleh bank dapat dilakukan oleh
nasabah sendiri atau ditutup oleh bank karena alasan tertentu. Sebagai
contoh nasabah sudah tidak aktif lagi melakukan transaksi selama 3 bulan.
Kemudian dalam hal perhitungan bunga tabungan dapat pula dihitung
dengan beberapa metode tergantung dari Bank yang bersangkutan.
Contoh perhitungan bunga tabungan:
Transaksi yang terjadi di rekening tabungan Tn. Ray Ibrahim selama bulan
Juni 1999.
Tgl 1 Juni setor tunai

Rp. 6.000.000,00

Tgl 10 Juni setor tunai

Rp. 4.000.000,00

Tgl 12 Juni tarik tunai

Rp. 3.000.000,00

Tgl 16 Juni transfer masuk

Rp. 2.000.000,00

Tgl 20 Juni tarik tunai

Rp. 5.000.000,00

Tgl 30 Juni setor tunai

Rp. 1.000.000,00

Sedangkan pembebanan suku bunga 18% untuk perhitungan saldo


terendah, dan untuk saldo harian dengan suku bunga sebagai berikut:
Dari tgl

1 s/d 10 bunga

= 18% / Tahun

Dari tgl

11 s/d 20 bunga

= 15% / Tahun

Dari tgl

21 s/d 30 bunga

= 20% / Tahun

Pertanyaan:
Coba saudara hitung berapa bunga bersih yang Tn. Ray Ibrahim terima
dengan menggunakan saldo terendah dan saldo harian jika dikenakan pajak
15%. Kemudian buatkan laporan buku tabungannya.
Laporan Rekening Tabungan
Tn. Ray Ibrahim per 30 Juni 1999
(dalam ribuan rupiah)

tgl
1
10
12
16
20
30

Transaksi
Setor tunai
Setor tunai
Tarik tunai
Transfer masuk
Tarik tunai
Setor tunai

Debet
3.000
5.000
-

Kredit
6.000
4.000
2.000
1.000

Saldo
6.000
10.000
7.000
9.000
4.000
5.000

1. Perhitungan bunga dengan saldo terendah


Saldo terendah bulan ini adalah Rp. 4.000.000,-

35

Jadi perhitungan bunga adalah:

Bunga

18% Rp 4.000,12 bulan


15%
X

Pajak

Rp. 60.000,00

Rp 60.000,00

Rp.

9.000,00
Bunga bersih

Rp. 51.000,00

2. Sedangkan perhitungan dengan saldo harian adalah:


Tgl 1 s/d 9 Juni
18%
X
6.000.000,365 hari

Rp.

18%
X
10.000.000,365 hari

Rp.

15%
X
10.000.000,=
365 hari
Tgl 12 s/d 15 Juni

Rp.

15%
X
7.000.000,=
365 hari
Tgl 16 s/d 19 Juni

Rp.

15%
X
9.000.000,365 hari

Rp.

15%
X
4.000.000,365 hari
Tgl 21 s/d 29 Juni

Rp.

20%
X
4.000.000,365 hari

Rp.

Bung
a

X 9 hari

Rp 26.630

X 1 hari

Rp 4.932

X 1 hari

Rp 4.110

X 4 hari

Rp 11.507

X 4 hari

Rp 14.795

X 1 hari

Rp 1.644

X 9 hari

Rp 19.726

Tgl 10 Juni
Bung
a

Tgl 11 Juni
Bung
a

Bung
a

Bung
a

Tgl 20 Juni
Bung
a

Bung
a

Tgl 30 Juni
20%
X
5.000.000,=
365 hari
Total bunga harian
Bung
a

Rp.
X 1 hari

Rp 2.740

= Rp. 86.084

36

Pajak 15% X Rp. 86.083

= Rp. 12.913

Bunga bersih

= Rp. 73.171

D.SIMPANAN DEPOSITO (TIME DEPOSIT)


Simpanan deposito merupakan simpanan jenis ketiga yang dikeluarkan
oleh bank. Berbeda dengan dua jenis simpanan sebelumnya, dimana simpanan
deposito mengandung unsur jangka waktu (jatuh tempo) lebih panjang dan
tidak dapat ditarik setiap saat atau setiap hari.
Menurut Undang-Undang No. 10 Tahun 1998 yang dimaksud dengan
deposito adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada
waktu tertentu berdasarkan perjanjian nasabah penyimpan dengan bank.
Artinya jika nasabah deposan menyimpan uangnya untuk jangka waktu 3
bulan, maka uang tersebut baru dapat dicairkan setelah jangka waktu tersebut
berakhir dan sering disebut tanggal jatuh tempo.
Sebagai contoh jika seorang deposan mendepositokan uang tanggal 7
Maret 1999 untuk 3 bulan mendatang, maka tanggal jatuh temponya adalah
setelah 3 bulan yaitu tanggal 7 Juli 1999 dan apabila dicairkan sebelum tanggal
tersebut, maka si deposan akan dikenakan denda (penalty rate) yang besarnya
tergantung dari bank yang bersangkutan.
Sarana atau alat untuk menarik uang yang disimpan di deposito sangat
tergantung dari jenis depositonya. Artinya setiap jenis deposito mengandung
beberapa perbedaan sehingga diperlukan saran yang berbeda pula. Sebagai
contoh untuk deposito berjangka menggunakan Bilyet deposito, sedangkan
untuk sertifikat deposito menggunakan sertifikat deposito.
Adapun jenis-jenis deposito yang ada di Indonesia dewasa ini:
1. Deposito Berjangka
Merupakan deposito yang diterbitkan menurut jangka waktu tertentu.
Jangka waktu deposito biasanya bervariasi mulai dari 1,2,3,6,12,18 sampai
dengan 24 bulan. Deposito berjangka diterbitkan atas nama baik perorangan
maupun lembaga. Artinya di dalam bilyet deposito tercantum nama seseorang
atau lembaga.
Bunga deposito dapat ditarik setiap bulan atau setelah jatuh tempo
(jangka waktu) sesuai jangka waktunya, baik ditarik tunai maupun non tunai
(pemindahbukuan) dan dikenakan pajak dari jumlah bunga yang diterimanya.
Jumlah yang disetorkan dalam bentuk bulat dan batas minimalnya.
Penarikan deposito sebelum jatuh tempo dikenakan penalty rate (denda).

37

Insentif diberikan untuk jumlah nominal yang besar baik berupa, special
rate maupun insentif, seperti hadiah atau cendramata lainnya. Insentif juga
dapat diberikan kepada nasabah yang loyal terhadap bank tersebut.
Deposito berjangka yang diterbitkan dalam Valuta Asing, biasanya
diterbitkan oleh bank devisa. Perhitungan, penerbitan, pencairan dan bunga
dilakukan menggunakan kurs devisa umum. Penerbitan deposito berjangka
dalam valas biasanya diterbitkan dalam valas yang kuat seperti US Dollar, Yen
Jepang atau DM jerman.

2. Sertifikat Deposito
Merupakan deposito yang diterbitkan dengan jangka waktu 2,3,6,12 dan
24 bulan. Sertifikat deposito diterbitkan atas unjuk dalam bentuk sertifikat dan
dapat diperjual belikan atau dipindahtangankan kepada pihak lain.
Pencairan bunga sertifikat deposito dapat dilakukan di muka, baik tunai
maupun non tunai.
Penerbitan nilai sertifikat deposito sudah tercetak dalam berbagai
nominal dan biasanya dalam jumlah bulat. Sehingga nasabah dapat membeli
dalam lembaran banyak untuk jumlah nominal yang sama.
3. Deposito on Call
Merupakan deposito yang berjangka waktu minimal 7 hari dan paling
lama kurang dari 1 bulan, diterbitkan atas nama dan biasanya dalam jumlah
yang besar misalnya 50 juta rupiah (tergantung bank yang bersangkutan).
Pencairan bunga dilakukan pada saat pencairan deposito on call sebelum
deposit on call dicairkan terlebih dahulu 3 hari sebelumnya nasabah sudah
memberitahukan bank penerbit.
Besarnya bunga biasanya dihitung perbulan dan biasanya untuk
menentukan bunga dilakukan negosiasi antara nasabah dengan pihak bank.
Agar lebih jelas untuk memahami perbedaan antara ketiga jenis deposito
diatas berikut ini akan dibahas dalam bentuk contoh soal disertai dengan
penyelesaiannya.
1. Contoh perhitungan deposito berjangka
a. Nn. Nurya Migami ingin menerbitan deposito berjangka untuk jangka
waktu 6bulan. Nominal yang diinginkan adalah Rp. 40.000.000,- dan
pembayaran secara tunai. Bunga 18% PA (per tahun) dan bunga
diambil setiap bulan tunai. Setelah jatuh tempo deposito tersebut
dicairkan dan uangnya diambil tunai.
Pertanyaan:
Berapa jumlah bunga yang Nn. Nuryan Migami terima setiap bulan jika
dikenakan pajak 15%?
Jawab:

38

Bung
a

18% X Rp.
40.000.000,12 bulan
15%
X

Pajak
90.000,Bunga bersih
510.000,-

X1

Rp 600.000,

perbulan

Rp. 600.000,=

Rp.

Rp.

b. Ny Yulia ingin menerbitkan deposito berjangka dengan nominal Rp.


10.000.000,- jangka waktu yang diinginkan adalah 9bulan bunga
dikenakan 18% PA dan diambil setelah jatuh tempo. Setelah jatuh
tempo seluruh deposito dicairkan dan uangnya diambil tunai.
Pertanyaan:
Berapa jumlah bunga yang Ny. Yulia terima setelah jatuh tempo
dengan dikenakan pajak 15%?
Jawab:

Bung
a

Pajak

18% X Rp.
10.000.000,12 bulan
15%
X

X9

Rp. 1.350.000

Rp 1.350.000

Rp.

202.500
=

Rp.

1.147.500
2. Contoh perhitungan bunga sertifikat deposito
a. tn. Ray Ibrahim ingin membeli 10 lembar sertifikat deposito nominal a
Rp. 10.000.000,-, bunga 14% PA dan diambil dimuka. Jangka waktu
adalah 12 bulan dan pembayaran secara tunai.
Pertanyaan:
Berapakah jumlah yang harus Tn. Ray Ibrahim bayar kepada pihak
bank, jika dikenakan pajak 15%?
Jawab:
Total nominative sertifikat deposito 10 X Rp. 10.000.000,- = Rp.
100.000.000,Bung
a

Pajak 15%

14% X Rp.
100.000.000,X 12
12 bulan
X
Rp 14.000.000,00

=
=

Rp. 14.000.000,Rp.

2.100.000,-

Rp.

11.900.000,-

39

Jumlah yang harus dibayar


88.100.000,-

Rp.

b. Ny. Pariani ingin membeli 5 lembar sertifikat deposito nominal Rp.


2.000.000,- untuk Jangka waktu 3 bulan. Pembayaran dibebankan ke
rekening tabungannya. Bunga 17% dan diambil dimuka tunai.
Pertanyaan:
Berapa jumlah bunga yang Ny. Pariani terima jika dikenakan pajak
sebesar 15%?
Jawab:
17% X Rp. 10.000.000,Bung
=
X3
a
12 bulan
Pajak 15%
X
Rp 425.000,-

Rp. 425.000,-

Rp.

63,750,Rp. 361.250,-

3. Contoh perhitungan bunga deposito On Call


Tn. Arbi Kuris memiliki uang sejumlah Rp. 200.000.000 ingin menerbitkan
deposito On Call mulai hari ini tanggal 2 Mei 1996. Bunga yang telah
dinegosiasi adalah 3% PM dan diambil pada saat pencairan. Pada tanggal
18 Mei 1996 Tn. Arbi Kuris mencairkan deposito on callnya.
Pertanyaan:
Berapa jumlah bunga yang Tn. Arbi Kuris terima pada saat pencairan jika
dikenakan pajak sebesar 15%?
Jawab:
3% X Rp. 200.000.000,Bung
X
=
a
hari
30 hari
Pajak 15%
X
Rp 3.200.000,-

16

Rp. 3.200.000,-

=
=

Rp.

480.000,-

Rp. 2.720.000,-

4. Contoh soal jika ditarik sebelum jatuh tempo


Hari ini tanggal 16 Juli 1996 Tn. Rivan Pratama ingin menerbitkan
deposito berjangka senilai Rp. 10.000.000,- untuk jangka waktu 3 bulan.
Pembayaran dibebankan ke rekening tabungan, bunga 12% PA. dan
diambil setiap bulan tunai, karena sesuatu hal, maka Tn. Rivan Pratama
mencairkan depositonya pada tanggal 14 September 1996 untuk itu Tn.
Rivan Pratama dikenakan penalty rate sebesar 3% dan dikenakan pajak
15%.
Pertanyaan:
Coba saudara hitung berapa denda yang harus dibayar oleh tn. Rivan
Pratama?
jawab:
16/7
16/8
16/9
16/10

40

14/9 dicairkan
Perhitungan bunga yang sudah diterima pada bulan Juli adalah:
12%
X
Rp.10.000.000,12
Pajak
15%
15.000,-

X1
X

Rp 100.000,00

Bunga yang sudah diterima

Rp 100.000,=

Rp.
Rp. 85.000,-

Perhitungan bunga setelah kena penalty rate sebesar 3% adalah:


Bunga = 12% - 3% = 9%
Jadi,

Bulan
1

Bulan
2

9% X Rp.
10.000.000,12
9% X Rp.
10.000.000,360 hari

X1

Rp 75.000,-

X 28
hari

Rp 70.000,Rp 145.000,-

Dengan demikian denda yang harus dibayar oleh nasabah adalah:


Rp. 145.000,- dikurangi Rp. 85.000,- = Rp. 60.000,-

41

BAB III
KEGIATAN MENGALOKASIKAN DANA
A.

PENGERTIAN PENGALOKASIAN DANA

Kegiatan bank yang kedua setelah menghimpun dana dari masyarakat


luas dalam bentuk simpanan giro, tabungan dan deposito adalah menyalurkan
kembali dana tersebut kepada masyarakat yang membutuhkannya. Kegiatan
penyaluran dana ini dikenal dengan istilah alokasi dana.
Pengalokasian dana dapat diwujudkan dalam bentuk pinjaman atau lebih
dikenal dengan kredit. Pengalokasian dana dapat pula dilakukan dengan
membelikan berbagai asset yang dianggap menguntungkan bank.
Arti lain dari alokasi dana adalah menjual kembali dana yang diperoleh
dari penghimpunan dana dalam bentuk simpanan. Penjualan dana ini tidak lain
agar perbankan dapat memperoleh keuntungan seoptimal mungkin. Dalam
mengalokasikan dananya pihak perbankan harus dapat memilih dari berbagai
alternative yang ada.
Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa keuntungan utama bisnis
perbankan adalah selisih anatra bunga dari sumber-sumber dana dengan
bunga yang diterima dari alokasi dana tertentu. Oleh karena itubaik factorfaktor sumber dana maupun alokasi dana memegang peranan yang sama
pentingnya di dunia perbankan. Penentuan bunga sumber dana akan sangat
berpengaruh terhadap bunga alokasi dananya.
Pembahasan dalam bab ini hanya dikhususkan kepada alokasi dana yang
paling utama dan paling penting bagai kegiatan perbankan. Kegiatan alokasi
dana yang terpenting tersebut adalah alokasi dana dalam pinjaman yaitu

42

dikenal dalam bentuk kredit bagi bank berdasarkan prinsip konvensional dan
pembiayaan bagi bank yang berdasarkan prinsip syariah.

B.

PENGERTIAN KREDIT DAN PEMBIAYAAN

Menurut Undang-Undang Perbankan nomor 10 tahun 1998 kredit adalah


penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu,
berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank
dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya
setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga. Sedangkan
pengertian pembiayaan adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat
dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan antara
bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak yang dibiayai untuk
mengembalikan uang atau tagihan tersebut setelah jangka waktu tertentu
dengan imbalan atau bagi hasil.
Dari pengertian diatas dapatlah dijelaskan bahwa kredit atau
pembiayaan dapat berupa uang atau tagihan yang nilainya diukur dengan
uang, misalnya bank membiayai kredit untuk pembelian rumah atau mobil.
Kemudian adanya kesepakatan antara bank (kreditur) dengan nasabah
penerima kredit (debitur), bahwa mereka sepakat sesuai dengan perjanjian
yang telah dibuatnya. Dalam perjanjian kredit tercakup hak dan kewajiban
masing-masing pihak, termasuk jangka waktu serta bunga yang ditetapkan
bersama. Demikian pula dengan masalah sanksi apabila si debitur ingkar janji
terhadap perjanjian yang telah dibuat bersama.
Yang menjadi perbedaan antara kredit yang diberikan oleh bank
berdasarkan konvensional dengan pembiayaan yang diberikan oleh bank
berdasarkan prinsip syariah adalah terletak pada keuntugan yang diharapkan.
Bagi bank berdasarkan prinsip konvensional keuntungan diperoleh melalui
bunga sedangkan bagi bank yang berdasarkan prinsip bagi hasil berupa
imbalah atau bagi hasil.
Dalam artian luas kredit diartikan sebagai kepercayaan. Begitu pula
dalam bahasa latin kredit berarti credere artinya percaya. Maksud dari
percaya bagi si pemberi kredit adalah ia percaya kepada si penerima kredit
bahwa kredit yang disalurkannya pasti akan dikembalikan sesuai perjanjian.
Sedangkan bagi si penerima kredit merupakan penerimaan kepercayaan
sehingga mempunyai kewajiban untuk membayar sesuai jangka waktu.
Sebelum kredit diberikan, untuk meyakinkan bank bahwa si nasabah
benar-benar dapat dipercaya maka, bank terlebih dahulu mengadakan analisis
kredit. Analisis kredit mencakup latar belakang nasabah atau perusahaan,
prospek usahanya, jaminan yang diberikan serta factor-faktor lainnya. Tujuan

43

analisis ini adalah agar bank yakin bahwa kredit yang diberikan benar-benar
aman.
Pemberian kredit tanpa dianalisis terlebih dulu akan sangat
membahayakan bank. Nasabah dalam hal ini dengan mudah memberikan datadata fiktif sehingga kredit tersebut sebenarnya tidak layak untuk diberikan.
Akibatnya jika salah dalam menganalisis, maka kredit yang disalurkan akan
sulit untuk ditagih alias macet. Namun factor salah analisis ini bukanlah
merupakan penyebab utama kredit macet walaupun sebagian besar kredit
macet diakibatkan salah dalam mengadakan analisis. Penyebab lainnya
mungkin disebabkan Oleh bencana alam yang memang tidak dapat dihindari
oleh nasabah. Misalnya kebanjiran atau gempa bumi atau dapat pula kesalahan
dalam pengelolaan.
Jika kredit yang disalurkan mengalami kemacetan, maka langkah yang
dilakukan untuk penyelamatan kredit tersebut beragam. Dikatakan beragam
karena dilihat terlebih dulu penyebabnya. Jika memang masih bisa dibantu,
maka tindakan membantu apakah dengan menambah jumlah kredit atau
dengan memperpanjang jangka waktunya. Namun jika memang sudah tidak
dapat diselamatkan kembali maka tindakan terakhir bagi bank adalah menyita
jaminan yang telah dijaminkan oleh nasabah.

C.

UNSUR-UNSUR KREDIT

Dari penjelasan diatas dapatlah diuraikan hal-hal apa saja yang


terkandung dalam pemberian suatu fasilitas kredit. Atau dengan kata lain
pengertian kata kredit jika dilihat secara utuh mengandung makna apa saja,
sehingga jika kita bicara kredit maka termasuk membicarakan unsure-unsur
yang terkandung di dalamnya.
Adapun unsure-unsur yang terkandung dalam pemberian suatu fasilitas
kredit adalah sebagai berikut:
1. Kepercayaan
Yaitu suatu keyakinan pemberi kredit bahwa kredit yang diberikan
(berupa uang, barang atau jasa) akan benar-benar diterima kembali
dimasa tertentu dimasa datang. Kepercayaan ini diberikan oleh bank,
dimana sebelumnya sudah dilakukan penelitian penyelidikan tentang
nasabah baik secara intern maupun dari ekstern. Penelitian dan
penyelidikan tentang kondisi masa lalu dan sekarang terhadap nasabah
pemohon kredit.
2. Kesepakatan
Disamping unsure percaya di dalam kredit juga mengandung unsure
kesepakatan antara si pemberi kredit dengan si penerima kredit.

44

Kesepakatan ini dituangkan dalam suatu perjanjian dimana masingmasing pihak menandatangani hak dan kewajibannya masing-masing.
3. Jangka waktu
Setiap kredit yang diberikan memiliki jangka waktu tertentu, jangka
waktu ini mencakup masa pengembalian kredit yang telah disepakati.
Jangka waktu tersebut bisa berbentuk jangka pendek, jangka menengah,
atau jangka panjang.
4. Resiko
Adanya suatu tenggang waktu pengembalian akan menyebabkan suatu
resiko tidak tertagihnya/macet pemberian kredit. Semakin panjang suatu
kredit semakin besar resikonya demikian pula sebaliknya. Resiko ini
menjadi tanggungan bank, baik resiko yang disengaja oleh nasabah yang
lalai, maupun oleh resiko yang tidak sengaja. Misalnya terjadi bencana
alam atau bangkrutnya usaha nasabah tanpa ada unsure kesengajaan
lainnya.
5. Balas jasa
Merupakan keuntungan atas pemberian suatu kredit atau jasa tersebut
yang kita kenal dengan nama bunga. Balas jasa dalam bentuk bunga dan
administrasi kredit ini merupakan keuntungan bank. Sedangkan bagi
bank yang berdasarkan prinsip syariah balas jasanya ditentukan dengan
bagi hasil.

D.

TUJUAN DAN FUNGSI KREDIT

Pemberian suatu fasilitas kredit mempunyai tujuan tertentu. Tujuan


pemberian kredit tersebut tidak akan terlepas dari misi bank tersebut didirikan.
Disamping itu pemberian suatu kredit mengandung suatu fungsi.
Adapun tujuan utama pemberian suatu kredit antara lain:
1. Mencari keuntungan
Yaitu bertujuan untuk memperoleh hasil dari pemberian kredit tersebut.
Hasil tersebut terutama dalam bentuk bunga yang diterima oleh bank
sebagai balas jasa dan biaya administrasi kredit yang dibebankan kepada
nasabah.
Kemudian hasil lainnya bahwa nasabah yang memperoleh kreditpun
bertambah maju dalam usahanya.
Keuntungan ini penting untuk kelangsungan hidup bank. Jika bank yang
terus menerus menderita kerugian, maka besar kemungkinan bank tersebut
akan dilikuidir.
2. Membantu usaha nasabah
Tujuan lainnya adalah untuk membantu usha nasabah yang memerlukan
dana, baik dana investasi maupun dana untuk modal kerja. Dengan dana
tersebut, maka pihak debitur akan dapat mengembangkan dan memperluas
usahanya.
3. Membantu pemerintah
45

Bagi pemerintah semakin banyak kredit yang disalurkan oleh pihak


perbankan, maka semakin baik, mengingat semakin banyak kredit berarti
adanya peningkatan pembangunan di berbagai sector.
Keuntungan bagi pemerintah dengan menyebarnya pemberian kredit
adalah:
Penerimaan pajak, dari keuntungan yang diperoleh nasabah dan bank.
Membuka kesempatan kerja, dalam hal ini untuk kredit pembangunan
usaha baru atau perluasan usaha akan membutuhkan tenaga kerja baru
sehingga dapat menyedot tenaga kerja yang masih menganggur.
Meningkatkan jumlah barang dan jasa, jelas sekali bahwa sebagian besar
kredit yang disalurkan akan dapat meningkatkan jumlah barang dan jasa
yang beredar di masyarakat.
Menghemat devisa Negara, terutama untuk produk-produk yang
sebelumnya diimpor dan apabila sudah dapat diproduksi di dalam negeri
dengan fasilitas kredit yang ada jelas akan dapat menghemat devisa
Negara.
Meningkatkan devisa Negara, apabila produk dari kredit yang dibiayai
untuk keperluan ekspor.
Tujuan kredit ini berkaitan satu sama lainnya, atau dengan kata lain
suatu kredit biasanya mengandung tujuan seperti yang diatas.
Kemudian disamping tujuan diatas suatu fasilitas kredit suatu fungsi
secara luas. Fungsi kredit secara luas antara lain:
1. Untuk meningkatkan daya guna uang
Dengan adanya kredit dapat meningkatkan daya guna uang maksudnya dari
uang jika hanya disimpan saja tidak akan menghasilkan sesuatu yang
berguna. Dengan diberikannya kredit uang tersebut menjadi berguna untuk
menghasilkan barang atau jasa oleh si penerima kredit.
2. Untuk meningkatkan peredaran dan lalu lintas uang
Dalam hal ini uang yang diberikan atau disalurkan akan beredar dari satu
wilayah ke wilayah lainnya sehingga, suatu daerah yang kekurangan uang
dengan memperoleh kredit maka daerah tersebut akan memperoleh
tambahan uang dari daerah lainnya.
3. Untuk meningkatkan daya guna barang
Kredit yang diberikan oleh bank akan dapat digunakan oleh si debitur untuk
mengolah barang yang tidak berguna menjadi berguna dan bermanfaat.
4. Meningkatkan peredaran barang
Kredit dapat pula menambah atau memperlancar arus barang dari satu
wilayah ke wilayah lainnya, sehingga jumlah barang yang beredar dari satu
wilayah ke wilayah lainnya bertambah atau kredit dapat pula meningkatkan
jumlah barang yang beredar.
5. Sebagai alat stabilitas ekonomi
Dengan memberikan kredit dapat dikatakan sebagai stabilitas ekonomi
karena dengan adanya kredit yang diberikan akan menambah jumlah
barang yang diperlukan oleh masyarakat. Kemudian dapat pula kredit

46

membantu dalam mengekspor barang dari dalam negeri sehingga


meningkatkan devisa Negara.
6. Untuk meningkatkan kegairahan berusaha
Bagi si penerima kredit tentu akan dapat meningkatkan kegairahan
berusaha, apalagi bagi si nasabah yang memang modalnya pas-pasan.
7. Untuk meningkatkan pemerataan pendapatan
Semakin banyak kredit yang disalurkan maka akan semakin baik, terutama
dalam hal meningkatkan pendapatan. Jika sebuah kredit diberikan untuk
membangun pabrik, maka pabrik tersebut tentu membutuhkan tenaga kerja
sehingga, dapat pula mengurangi pengangguran. Disamping itu bagi
masyarakat sekitar pabrik juga akan dapat meningkatkan pendapatannya
seperti membuka warung atau menyewa rumah kontrakan atau jasa
lainnya.
8. Untuk meningkatkan hubungan internasional
Dalam hal pinjaman internasional akan dapat meningkatkan saling
membutuhkan antara si penerima kredit dengan si pemberi kredit.
Pemberian kredit oleh Negara lain akan meningkatkan kerjasama di bidang
lainnya, sehingga dapat pula tercipta perdamaian dunia.

E. JENIS-JENIS KREDIT
Kredit yang diberikan bank umum dan bank perkreditan rakyat untuk
masyarakat terdiri dari berbagai jenis.
Secara umum jenis-jenis kredit dapat dilihat dari berbagai segi antara
lain:
1. Dilihat dari segi kegunaan
a. Kredit investasi
Biasanya digunakan untuk keperluan perluasan usaha atau membangun
proyek/pabrik baru atau untuk keperluan rehabilitasi. Contoh kredit
investasi misalnya untuk membangun pabrik atau membeli mesin-mesin.
Pendek kata masa pemakaiannya untuk suatu periode yang relative lebih
lama.
b. Kredit modal kerja
Digunakan
untuk
keperluan
meningkatkan
produksi
dalam
operasionalnya. Sebagai contoh kredit modal kerja diberikan untuk
membeli bahan baku, membayar gaji pegawai atau biaya-biaya lainnya
yang berkaitan dengan proses produksi.
2. Dilihat dari segi tujuan kredit
a. Kredit produktif
Kredit yang digunakan untuk peningkatan usaha atau produksi atau
investasi. Kredit ini diberikan untuk menghasilkan barang atau jasa.
Sebagai contohnya kredit untuk membangun pabrik yang nantinya akan
menghasilkan barang, kredit pertanian akan menghasilkan produk
47

pertanian atau kredit pertambangan menghasilkan bahan tambang atau


kredit industry lainnya.
b. Kredit konsumtif
Kredit yang digunakan untuk dikonsumsi secara pribadi. Dalam kredit ini
tidak ada pertambahan barang dan jasa yang dihasilkan, karena memang
untuk digunakan atau dipakai oleh seseorang atau badan usaha. Sebagai
contoh kredit untuk perumahan. Kredit mobil pribadi, kredit perabotan
rumah tangga, dan kredit konsumtif lainnya.
c. Kredit perdagangan
Kredit yang digunakan untuk perdagangan, biasanay untuk membeli
barang dagangan yang pembayarannya diharapkan dari hasil penjualan
barang dagangan tersebut. Kredit ini sering diberikan kepada supplier
atau agen-agen perdagangan yang akan membeli barang dalam jumlah
besar. Contoh kredit ini misalnya kredit ekspor dan impor.
3. Dilihat dari segi jangka waktu
a. Kredit jangka pendek
Merupakan kredit yang memiliki jangka waktu kurang dari 1 tahun atau
paling lama 1 tahun dan biasanya digunakan untuk keperluan modal
kerja. Contohnya untuk peternakan misalnya kredit peternakan ayam
atau jika untuk pertanian misalnya tanaman padi atau palawija.
b. Kredit jangka menengah
Jangka waktu kreditnya berkisar antara 1 tahun sampai dengan 3 tahun,
biasanya untuk investasi. Sebagai contoh kredit untuk pertanian seperti
jeruk, atau peternakan kambing.
c. Kredit jangka panjang
Merupakan kredit yang masa pengembaliannya paling panjang. Kredit
jangka panjang waktu pengembaliannya diatas 3 tahun atau 5 tahun.
Biasanya kredit ini untuk investasi jangka panjang seperti perkebunan
karet, kelapa sawit atau manufaktur dan untuk kredit konsumtif seperti
kredit perumahan.
4. Dilihat dari segi jaminan
a. Kredit dengan jaminan
Kredit yang diberikan dengan suatu jaminan, jaminan tersebut dapat
berbentuk barang berwujud atau tidak berwujud atau jaminan orang.
Artinya setiap kredit yang dikeluarkan akan dilindungi senilai jaminan
yang diberikan si calon debitur.
b. Kredit tanpa jaminan
Merupakan kredit yang diberikan tanpa jaminan barang atau orang
tertentu. Kredit jenis ini diberikan dengan melihat prospek usaha dan
karakter serta loyalitas atau nama baik si calon debitur selama ini.
5. Dilihat dari segi sector usaha
48

a. Kredit pertanian, merupakan kredit yang dibiayai untuk sector


perkebunan atau pertanian rakyat.
Sector usaha pertanian dapat berupa jangka pendek atau jangka
panjang.
b. Kredit peternakan, dalam hal ini untuk jangka pendek misalnya
peternakan ayam dan untuk jangka panjang kambing atau sapi.
c. Kredit industry, yaitu kredit untuk membiayai industry kecil, menengah
atau besar.
d. Kredit pertambangan, jenis usaha tambang yang dibiayainya biasanya
dalam jangka panjang, seperti tambang emas, minyak atau timah.
e. Kredit pendidikan, merupakan kredit yang diberikan untuk membangun
sarana dan prasarana pendidikan atau dapat pula kredit untuk para
mahasiswa.
f. Kredit profesi, diberikan kepada para professional seperti, dosen, dokter
atau pengacara.
g. Kredit perumahan, yaitu kredit untuk membiayai pembangunan atau
pembelian perumahan.
h. Dan sector-sektor lainnya.

F. JAMINAN KREDIT
Seperti sudah dibahas diatas bahwa kredit dapat diberikan dengan
jaminan atau tanpa jaminan. Kredit tanpa jaminan sangat membahayakan
posisi bank, mengingat jika nasabah mengalami suatu kemacetan maka akan
sulit untuk menutupi kerugian terhadap kredit yang disalurkan. Sebaliknya
dengan jaminan kredit relative lebih aman mengingat setiap kredit macet akan
dapat ditutupi oleh jaminan tersebut.
Adapun jaminan yang dijadikan jaminan kredit oleh calon debitur adalah
sebagai berikut:
1. Dengan jaminan
a. jaminan benda berwujud yaitu barang-barang yang dapat dijadikan
jaminan seperti:
Tanah
Bangunan
Kendaraan bermotor
Mesin-mesin / peralatan
Barang dagangan
Tanaman/kebun/sawah
Dan lainnya.
b. Jaminan benda tidak berwujud yaitu benda-benda yang merupakan suratsurat yang dijadikan jaminan seperti:
Sertifikat saham
Sertifikat obligasi
Sertifikat tanah
49

Sertifikat deposito
Rekening tabungan yang dibekukan
Rekening giro yang dibekukan
Promes
Wesel
Dan surat tagihan lainnya.
c. Jaminan orang
Yaitu jaminan yang diberikan oleh seseorang dan apabila kredit tersebut
macet maka orang yang memberikan jaminan itulah yang menanggung
resikonya.
2. Tanpa jaminan
Kredit tanpa jaminan maksudnya adalah bahwa kredit yang diberikan bukan
dengan jaminan barang tertentu. Biasanya diberikan untuk perusahaan
yang memang benar-benar bonafide dan professional, sehingga
kemungkinan kredit tersebut akan macet sangat kecil. Dapat pula kredit
tanpa jaminan hanya dengan penilaian terhadap prospek usahanya atau
dengan pertimbangan untuk pengusaha-pengusaha ekonomi lemah.

G.PRINSIP-PRINSIP PEMBERIAN KREDIT


Sebelum suatu fasilitas kredit diberikan maka bank harus merasa yakin
bahwa kredit yang diberikan benar-benar akan kembali. Keyakinan tersebut
diperoleh dari hasil penilaian kredit sebelum
kredit tersebut disalurkan.
Penilaian kredit oleh bank dapat dilakukan dengan berbagai cara untuk
mendapatkan keyakinan tentang nasabahnya, seperti melalui prosedur
penilaian yang besar.
Dalam melakukan penilaian criteria-kriteria serta aspek penilaiannya
tetap sama. Begitu pula dengan ukuran-ukuran yang ditetapkan sudah menjadi
standar penilaian setiap bank. Biasanya criteria penilaian yang harus dilakukan
oleh bank untuk mendapatkan nasabah yang benar-benar menguntungkan
dilakukan dengan analisis 5 C dan 7 P.

Adapun penjelasan untuk analisis 5 C kredit adalah sebagai berikut:


1. Character
Suatu keyakinan bahwa, sifat atau watak dari orang-orang yang akan
diberikan kredit benar-benar dapat dipercaya, hal ini tercermin dari latar
belakang nasabahnya baik yang bersifat latar belakang pekerjaan maupun
yang bersifat pribadi seperti: cara hidup atau gaya hidup yang dianutnya,
keadaan keluarga, hoby dan social standingnya. Ini semua merupakan
ukuran kemauan membayar.
50

2. Capacity
Untuk melihat nasabah dalam kemampuannya dalam bidang bisnis yang
dihubungkan dengan pendidikannya, kemampuan bisnis juga diukur dengan
kemampuannya
dalam
memahami
tentang
ketentuan-ketentuan
pemerintah. begitu pula dengan kemampuannya dalam menjalankan
usahanya, termasuk kekuatan yang ia miliki. pada akhirnya akan terlihat
kemampuannya dalam mengembalikan kredit yang disalurkan.
3. Capital
Untuk melihat penggunaan modal apakah efektif, dilihat laporan keuangan
(neraca dan laporan rugi laba) dengan melakukan pengukuran seperti dari
segi likuiditas dan solvabilitasnya, rentabilitas dan ukuran lainnya. capital
juga harus dilihat dari sumber mana saja modal yang ada sekarang ini.
4. Colleteral
Merupakan jaminan yang diberikan calon nasabah baik yang bersifat fisik
maupun non fisik. jaminan hendaknya melebihi jumlah kredit yang
diberikan. Jaminan juga harus diteliti keabsahannya, sehingga jika terjadi
suatu masalah, maka jaminan yang dititipkan akan dapat dipergunakan
secepat mungkin.
5. Condition
Dalam menilai kredit hendaknya juga dinilai kondisi ekonomi sekarang dan
kemungkinan untuk dimasa yang akan datang sesuai sector masing-masing,
serta diakibatkan dengan prospek usaha dari sector yang ia jalankan.
penilaian prospek bidang usaha yang dibiayai hendaknya benar-benar
memiliki prospek yang baik, sehingga kemungkinan kredit tersebut
bermasalah relative kecil.
Sedangkan penilaian dengan analisis 7 P kredit adalah sebagai berikut:
1. Personality
Yaitu menilai nasabah dari segi kepribadiannya atau tingkah lakunya seharihari maupun masa lalunya. Personality juga mencakup sikap, emosi, tingkah
laku dan tindakan nasabah dalam menghadapi suatu masalah.

2. Party
Yaitu mengklasifikasikan nasabah ke dalam klasifikasi tertentu atau
golongan-golongan tertentu berdasarkan modal, loyalitas serta karakternya.
sehingga nasabah dapat digolongkan ke golongan tertentu dan akan
mendapatkan fasilitas yang berbeda dari bank.
3. Perpose
Yaitu untuk mengetahui tujuan nasabah dalam mengambil kredit, termasuk
jenis kredit yang diinginkan nasabah. tujuan pengambilan kredit dapat
bermacam-macam. sebagai contoh apakah untuk modal kerja atau
investasi, konsumtif atau produktif dan lain sebagainya.

51

4. Prospect
Yaitu untuk menilai usaha nasabah dimasa yang akan datang
menguntungkan atau tidak, atau dengan kata lain mempunyai prospek atau
sebaliknya. hal ini penting mengingat jika suatu fasilitas kredit yang dibiayai
tanpa mempunyai prospek, bukan hanya bank yang rugi akan tetapi juga
nasabah.
5. Payment
Merupakan ukuran bagaimana cara nasabah mengembalikan kredit yang
telah diambil atau dari sumber mana saja dana untuk pengembalian kredit.
Semakin banyak sumber penghasilan debitur maka akan semakin baik.
Sehingga jika salah satu usahanya merugi akan dapat ditutupi oleh sector
lainnya.
6. Profitability
Untuk menganalisis bagaimana kemampuan nasabah dalam mencari laba.
Proofitability diukur dari periode ke periode apakah akan tetap sama atau
akan semakin meningkat, apalagi dengan tambahan kredit yang akan
diperolehnya.
7. Protection
Tujuannya adalah bagaimana menjaga agar usaha dan jaminan
mendapatkan perlindungan. Perlindungan dapat berupa jaminan barang
atau orang atau jaminan asuransi.

H.ASPEK-ASPEK DALAM PENILAIAN KREDIT


Disamping menggunakan 5 C dan 7 P, maka penilaian suatu kredit layak
atau tidak layak untuk diberikan dapat dilakukan dengan menilai seluruh aspek
yang ada. Penilaian dengan seluruh aspek yang ada dikenal dengan nama studi
kelayakan usaha. Penilaian dengan model ini biasanya digunakan untuk
proyek-proyek yang bernilai besar dan berjangka waktu panjang.
Aspek-aspek yang dinilai antara lain:
1. Aspek yuridis / hokum
Yang kita nilai dalam aspek ini adalah masalah legalitas badan usaha
serta izin-izin yang dimiliki perusahaan yang mengajukan kredit. Penilaian
dimulai dengan akte pendirian perusahaan, sehingga dapat diketahui siapasiapa pemilik dan besarnya modal masing-masing pemilik. Kemudian juga
diteliti keabsahannya adalah seperti:
Surat Izin Usaha Industri (S.I.U.I) untuk sector industri.
Surat Izin Usaha Perdagangan (S.I.U.P) untuk sector perdagangan.
Tanda Daftar Peusahaan (TDP).
Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
Keabsahan surat-surat yang dijaminkan misalnya sertifikat tanah.
Serta hal-hal yang dianggap penting lainnya.
52

2. Aspek Pemasaran
Dalam aspek ini yang kita nilai adalah permintaan terhadap produk yang
dihasilkan sekarang ini dan dimasa yang akan datang prospeknya bagaimana.
Yang perlu diteliti dalam aspek ini adalah:
Pemasaran produknya minimal 3 bulan yang lalu atau 3 tahun yang lalu.
Rencana penjualan dan produksi minimal 3 bulan atau 3 tahun yang akan
datang.
Peta kekuatan pesaing yang ada.
Prospek produk secara keseluruhan.
3. Aspek Keuangan
Aspek yang dinilai adalah sumber-sumber dana yang dimiliki untuk
membiayai usahanya dan bagaimana penggunaan dana tersebut. Disamping
itu hendaknya dibuatkan cash flow daripada keuangan perusahaan.
Penilaian bank dari segi aspek keuangan biasanya dengan suatu criteria
kelayakan investasi yang mencakup antara lain:
Payback period
Net Present Value (NPV)
Profitability Indek (PI)
Internal Rate of Return (IRR)
dan Break Even Point (BEP)

4. Aspek teknis / operasi


Aspek ini membahas masalah yang berkaitan dengan produksi seperti
kapasitas mesin yang digunakan, masalah lokasi dan lay out ruangan dan
mesin-mesin termasuk jenis mesin yang digunakan.
5. Aspek manajemen
Untuk menilai struktur organisasi perusahaan, sumberdaya manusia yang
dimiliki serta latar belakang pengalaman SDM nya. Pengalaman perusahaan
dalam mengelola berbagai proyek yang ada dan pertimbangan lainnya.
6. Aspek social ekonomi
Menganalisis dampaknya terhadap perekonomian dan masyarakat umum
seperti:
Meningkatkan ekspor barang
Mengurangi pengangguran atau lainnya
Meningkatkan pendapatan masyarakat
Tersedianya sarana dan prasarana
Membuka isolasi daerah tertentu.
7. Aspek amdal
Menyangkut analisis terhadap lingkungan baik darat, air atau udara jika
proyek atau usaha tersebut dijalankan. Analisis ini dilakukan secara mendalam
53

apakah apabila kredit tersebut disalurkan maka proyek yang dibiayai akan
mengalami pencemaran lingkungan di sekitarnya. Pencemaran yang sering
terjadi antara lain terhadap:
Tanah / darat menjadi gersang
Air, menjadi limbah berbau busuk, berubah warna atau rasa
Udara mengakibatkan polusi, debu, bising dan panas.

I.

PROSEDUR DALAM PEMBERIAN KREDIT

Prosedur pemberian dan penilaian kredit oleh dunia perbankan secara


umum antar bank yang satu dengan bank yang lain tidak jauh berbeda. Yang
menjadi perbedaan mungkin hanya terletak dari bagaimana tujuan bank
tersebut serta persyaratan yang ditetapkannya dengan pertimbangan masingmasing.
Prosedur pemberian kredit secara umum dapat dibedakan antara
pinjaman perseorangan dengan pinjaman oleh suatu badan hokum, kemudian
dapat pula ditinjau dari segi tujuannya apakah untuk konsumtif atau produktif.
Secara umum akan dijelaskan prosedur pemberian kredit oleh badan
hokum sebagai berikut:
1.

Pengajuan berkas-berkas
Dalam hal ini pemohon kredit mengajukan permohonan kredit yang
dituangkan dalam suatu proposal. Kemudian dilampiri dengan berkas-berkas
lainnya yang dibutuhkan. Pengajuan proposal kredit hendaknya yang berisi
antara lain:

Latar belakang perusahaan seperti riwayat hidup singkat perusahaan,


jenis bidang usaha, identitas perusahaan, nama pengurus berikut
pengetahuan dan pendidikannya, perkembangan perusahaan serta
relasinya dengan pihak-pihak pemerintah dan swasta.
Maksud dan tujuan
Apakah untuk memperbesar omset penjualan atau meningkatkan
kapasitas produksi atau mendirikan pabrik baru (perluasan) serta tujuan
lainnya.
Besarnya kredit dan jangka waktu
Dalam hal ini pemohon menentukan besarnya jumlah kredit yang ingin
diperoleh dan jangka waktu kreditnya. Penilaian kelayakan besarnya
kredit dan jangka waktunya dapat kita lihat dari cash flow serta laporan
keuangan (neraca dan laporan rugi laba) 3 tahun terakhir. Jika dari hasil
analisis tidak sesuai dengan permohonan, maka pihak bank tetap
berpedoman terhadap hasil analisis mereka dalam memutuskan jumlah
kredit dan jangka waktu kredit yang layak diberikan kepada si pemohon.
54

2.

Cara pemohon mengembalikan kredit, dijelaskan secara rinci cara-cara


nasabah dalam mengembalikan kreditnya apakah dari hasil penjualan
atau cara lainnya.
Jaminan kredit. hal ini merupakan jaminan untuk menutupi segala resiko
terhadap kemungkinan macetnya suatu kredit baik yang ada unsure
kesengajaan atau tidak. Penilaian jaminan kredit haruslah teliti jangan
sampai terjadi sengketa, palsu dan sebagainya. Biasanya jaminan diikat
dengan suatu asuransi tertentu. Selanjutnya proposal ini dilampiri
dengan berkas-berkas yang telah dipersyaratkan seperti:
- Akte notaries
Dipergunakan untuk perusahaan yang berbentuk PT (Perseroan
Terbatas) atau yayasan
- TDP (Tanda Daftar Perusahaan)
merupakan tanda daftar perusahaan yang dikeluarkan oleh
Departemen Perindustrian dan Perdagangan dan biasanya berlaku 5
tahun, jika habis dapat diperpanjang kembali.
- NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)
Nomor pokok wajib pajak, dimana sekarang ini setiap pemberian
kredit terus dipantau oleh Bank Indonesia adalah NPWPnya.
- Neraca dan laporan rugi laba 3 tahun terakhir
- Bukti diri dari pimpinan perusahaan
- Foto copy sertifikat jaminan.
Penilaian yang dapat kita lakukan untuk sementara adalah dari neraca
dan laporan rugi laba yang ada dengan menggunakan rasio-rasio
sebagai berikut:
- current ratio
- acid test ratio
- inventory turn over
- sales to receivable ratio
- profit margin ratio
- return on net worth
- working capital
Penyelidikan berkas pinjaman

Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah berkas yang diajukan sudah


lengkap sesuai persyaratan dan sudah benar. Jika menurut pihak perbankan
belum lengkap atau cukup maka nasabah diminta untuk segera
melengkapinya dan apabila sampai batas waktu tertentu nasabah tidak
sanggup melengkapi kekurangan tersebut, maka sebaiknya permohonan
kredit dibatalkan saja.
3.

Wawancara 1
Merupakan penyidikan kepada calon peminjam dengan langsung
berhadapan dengan calon peminjam, untuk meyakinkan apakah berkasberkas tersebut sesuai dan lengkap seperti dengan yang bank inginkan.

55

Wawancara ini juga untuk mengetahui keinginan dan kebutuhan nasabah


yang sebenarnya. Hendaknya dalam wawancara ini dibuat serilek mungkin
sehingga diharapkan hasil wawancara akan sesuai dengan tujuan yang
diharapkan.
4.

On the Spot
Merupakan kegiatan pemeriksaan ke lapangan dengan meninjau
berbagai obyek yang akan dijadikan usaha atau jaminan. Kemudian hasil on
the spot dicocokkan dengan hasil wawancara 1. Pada saat hendak
melakukan on the spot hendaknya jangan diberitahu kepada nasabah.
Sehingga apa yang kita lihat di lapangan sesuai dengan kondisi yang
sebenarnya.

5.

Wawancara ke II
Merupakan kegiatan perbaikan berkas, jika mungkin ada kekurangankekurangan pada saat setelah dilakukan on the spot dilapangan. Catatan
yang ada pada permohonan dan pada saat wawancara 1 dicocokkan dengan
pada saat on the spot apakah ada kesesuaian dan mengandung suatu
kebenaran.

6.

Keputusan kredit
Keputusan kredit dalam hal ini adalah menentukan apakah kredit akan
diberikan atau ditolak, jika diterima maka, dipersiapkan administrasinya,
biasanya keputusan kredit yang akan mencakup:
-

Jumlah uang yang diterima


jangka waktu kredit
dan biaya biaya yang harus dibayar.

Keputusan kredit biasanya merupakan keputusan team. Begitu pula bagi


kredit yang ditolak maka hendaknya dikirim surat penolakan sesuai dengan
alasannya masing-masing.
7.

Penandatanganan akad kredit / perjanjian lainnya


Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari diputuskannya kredit, maka
sebelum kredit icairkan maka terlebih dulu calon nasabah menandatangani
akad kredit, mengikat jaminan dengan hipotik dan surat perjanjian atau
pernyataan yang dianggap perlu. Penandatanganan dilaksanakan:
-

8.

antara bank dengan debitur secara langsung atau


dengan melalui notaries
Realisasi kredit
56

Realisasi kredit diberikan setelah penandatanganan surat-surat yang


diperlukan dengan membuka rekening giro atau tabungan di bank yang
bersangkutan
9.Penyaluran / penarikan dana
Adalah pencairan atau pengambilan uang dari rekening sebagai realisasi
dari pemberian kredit dan dapat diambil sesuai katentuan dan tujuan kredit
yaitu:
-

sekaligus atau

secara bertahap

J.TEKNIK PENYELESAIAN KREDIT MACET


Sepandai apapun analisis kredit dalam menganalisis setiap permohonan
kredit, kemungkinan kredit tersebut macet pasti ada, hal ini disebabkan oleh 2
unsur sebagai berikut:
1.Dari pihak perbankan
Artinya dalam melakukan analisisnya, pihak analisis kurang teliti,
sehingga apa yang seharusnya terjadi, tidak diprediksi sebelumnya.
Dapat pula terjadi akibat kolusi dari pihak analis kredit dengan pihak
debitur sehingga dalam analisnya dilakukan secara subjektif.
2.Dari pihak nasabah
Dari pihak nasabah kemacetan kredit dapat dilakukan akibat 2 hal yaitu:
Adanya unsure kesengajaan. Dalam hal ini nasabah sengaja untuk
tidak bermaksud membayar kewajibannya kepada bank sehingga
kredit yang diberikan macet. Dapat dikatakan tidak adanya unsure
kemauan untuk membayar.
Adanya unsure tidak sengaja. Artinya si debitur mau membayar
akan tetapi tidak mampu. Sebagai contoh kredit yang dibiayai
mengalami musibah seperti kebakaran, kena hama, kebanjiran dan
sebagainya. Sehingga kemampuan untuk membayar kredit tidak
ada.
Dalam hal kredit macet pihak bank perlu melakukan penyelamatan,
sehingga tidak akan menimbulkan kerugian. Penyelamatan yang dilakukan
apakah dengan memberikan keringanan berupa jangka waktu atau angsuran
terutama bagi kredit terkena musibah atau melakukan penyitaan bagi kredit
yang sengaja lalai untuk membayar. Terhadap kredit yang mengalami
kemacetan sebaiknya dilakukan penyelamatan sehingga bank tidak mengalami
kerugian.
Penyelamatan terhadap kredit macet dilakukan dengan cara antara lain:
1.Rescheduling
a. Memperpanjang jangka waktu kredit
57

Dalam hal ini si debitur diberikan keringanan dalam masalah jangka


waktu kredit misalnya perpanjangan jangka waktu kredit dari 6 bulan
menjadi satu tahun sehingga si debitur mempunyai waktu yang lebih
lama untuk mengembalikannya.
b. Memperpanjang jangka waktu angsuran
Memperpanjang angsuran hamper sama dengan jangka waktu kredit.
Dalam hal ini jangka waktu angsuran kreditnya diperpanjang
pembayarannya pun misalnya dari 36 kali menjadi 48 kali dan hal ini
tentu saja jumlah angsuran pun menjadi mengecil seiring dengan
penambahan jumlah angsuran.
2.Reconditioning
Dengan cara mengubah berbagai persyaratan yang ada seperti:
a. Kapitalisasi bunga, yaitu bunga dijadikan hutang pokok.
b. Penundaan pembayaran bunga sampai waktu tertentu.
Dalam hal penundaan pembayarn bunga sampai waktu tertentu,
maksudnya hanya bunga yang dapat ditunda pembayarannya,
sedangkan pokok pinjamannya tetap harus dibayar seperti biasa.
c. Penurunan suku bunga
Penurunan suku bunga dimaksudkan agar lebih meringankan beban
nasabah. Sebagai contoh jika bunga per tahun sebelumnya dibebankan
20% diturunkan menjadi 18%. Hal ini tergantung dari pertimbangan yang
bersangkutan. Penurunan suku bunga akan mempengaruhi jumlah
angsuran yang semakin mengecil, sehingga diharapkan dapat membantu
meringankan nasabah.
d. Pembebasan bunga
Dalam pembebasan suku bunga diberikan kepada nasabah dengan
pertimbangan nasabah sudah akan mampu lagi membayar kredit
tersebut. Akan tetapi nasabah tetap mempunyai kewajiban untuk
membayar pokok pinjamannya sampai lunas.
3.Restructuring
a. Dengan menambah jumlah kredit
b. Dengan menambah equity:
-dengan menyetor uang tunai
-tambahan dari pemilik
4.Kombinasi
Merupakan kombinasi dari ketiga jenis diatas.
5.Penyitaan jaminan
Penyitaan jaminan merupakan jalan terakhir apabila nasabah sudah
benar-benar tidak punya etikad baik ataupun sudah tidak mampu lagi
untuk membayar semua hutang-hutangnya.
58

BAB IV
SUKU BUNGA
A.PENGERTIAN BUNGA BANK
Bunga bank dapat diartikan sebagai balas jasa yang diberikan oleh bank
yang berdasarkan prinsip konvensional kepada nasabah yang membeli atau
menjual produknya. Bunga juga dapat diartikan sebagai harga yang harus
dibayar kepada nasabah (yang memiliki simpanan) dengan yang harus dibayar
oleh nasabah kepada bank (nasabah yang memperoleh pinjaman).
Dalam kegiatan perbankan sehari-hari ada 2 macam bunga yang
diberikan kepada nasabahnya yaitu:
1.Bunga simpanan
Bunga yang diberikan sebagai rangsangan atau balas jasa bagi nasabah
yang menyimpan uangnya di bank. Bunga simpanan merupakan harga yang
harus dibayar kepada nasabahnya. Sebagai contoh jasa giro, bunga
tabungan dan bunga deposito.
2.Bunga pinjaman
Adalah bunga yang diberikan kepada para peminjam atau harga yang
harus dibayar oleh nasabah peminjam kepada bank. Sebagai contoh bunga
kredit.
Kedua macam bunga ini merupakan komponen utama factor biaya dan
pendapatan bagi bank. Bunga simpanan merupakan biaya dana yang harus
dikeluarkan kepada nasabah sedangkan bunga pinjaman merupakan
pendapatan yang diterima dari nasabah. Baik bunga simpanan maupun bunga
pinjaman masing-masing saling mempengaruhi satu sama lainnya. Sebagai
contoh seandainya bunga simpanan tinggi, maka secara otomatis bunga
pinjaman juga terpengaruh ikut naik dan demikian pula sebaliknya.

B.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SUKU BUNGA

Seperti dijelaskan di atas bahwa untuk menentukan besar kecilnya suku


bunga simpanan dan pinjaman sangat dipengaruhi oleh keduanya, artinya baik
bunga simpanan maupun pinjaman saling mempengaruhi disamping pengaruh
factor-faktor lainnya.
Faktor-faktor utama yang mempengaruhi besar kecilnya penetapan suku
bunga secara garis besarnya dapat dijelaskan sebagai berikut:

59

1. Kebutuhan dana
Apabila bank kekurangan dana, sementara permohonan pinjaman
meningkat, maka yang dilakukan oleh bank agar dana tersebut cepat
terpenuhi dengan meningkatkan suku bunga simpanan. Peningkatan
bunga simpanan secara otomatis akan pula meningkatkan bunga
pinjaman. Namun apabila dana yang ada simpanan banyak sementara
permohonan simpanan sedikit maka bunga simpanan akan turun.
2. Persaingan
Dalam memperebutkan dana simpanan, maka disamping factor promosi,
yang paling utama pihak perbankan harus memperhatikan pesaing.
Dalam arti jika untuk bunga simpanan rata-rata 16% maka, jika hendak
membutuhkan dana cepat sebaiknya bunga pinjaman kita naikkan di
atas bunga pesaing misalnya 16%. Namun sebaliknya untuk bunga
pinjaman kita harus berada dibawah bunga pesaing.
3. Kebijaksanaan pemerintah
Dalam arti baik untuk bunga simpanan maupun bunga pinjaman kita
tidak boleh melebihi yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.
4. Target laba yang diinginkan
Sesuai dengan target laba yang diinginkan, jika laba yang diinginkan
besar (spread) maka bunga pinjaman ikut besar dan sebaliknya.
5. Jangka waktu
Semakin panjang jangka waktu pinjaman, maka akan semakin tinggi
bunganya, hal ini disebabkan besarnya kemungkinan resiko dimasa
mendatang. Demikian pula sebaliknya jika pinjaman berjangka pendek,
maka bunganya relative lebih rendah.
6. Kualitas jaminan
Semakin likuid jaminan yang diberikan, maka semakin rendah bunga
kredit yang dibebankan dan sebaliknya. Sebagai contoh jaminan
sertifikat deposito berbeda dengan jaminan sertifikat tanah. Alasan
utama perbedaan ini adalah dalam hal pencairan jaminan apabila kredit
yang diberikan bermasalah. Bagi jaminan yang likuid seperti sertifikat
deposito atau rekening giro yang dibekukan akan lebih mudah untuk
dicairkan jika dibandingkan dengan jaminan tanah.
7. Reputasi perusahaah
Bonafiditas suatu perusahaan yang akan memperoleh kredit sangat
menentukan tingkat suku bunga yang akan dibebankan nantinya, karena
biasanya perusahaan yang bonafid kemungkinan resiko kredit macet
dimasa mendatang relative kecil dan sebaliknya.
8. Produk yang kompetitif

60

Maksudnya adalah produk yang dibiayai tersebut laku di pasaran. Untuk


produk yang kompetitif, bunga kredit yang diberikan relative rendah jika
dibandingkan dengan produk yang kurang kompetitif.
9. Hubungan baik
Biasanya bank menggolongkan nasabahnya antara nasabah utama
(primer) dan nasabah biasa (sekunder). Penggolongan ini didasarkan
pada keaktifan serta loyalitas nasabah yang bersangkutan terhadap
bank. Nasabah utama biasanya mempunyai hubungan yang baik dengan
pihak bank, sehingga dalam penentuan suku bunganyapun berbeda
dengan nasabah biasa.
10.
Jaminan pihak ketiga
Dalam hal ini pihak yang memberikan jaminan kepada penerima kredit.
Biasanya jika pihak yang memberikan jaminan bonafid, baik dari segi
kemampuan membayar, nama baik maupun loyalitasnya terhadap bank,
maka bunga yang dibebankanpun juga berbeda. Demikian pula
sebaliknya jika penjamin pihak ketiganya kurang bonafid atau tidak dapat
dipercaya, maka mungkin tidak dapat digunakan sebagai jaminan pihak
ketiga oleh pihak perbankan.

C.

KOMPONEN-KOMPONEN DALAM MENENTUKAN BUNGA


KREDIT

Khusus untuk menentukan besar kecilnya suku bunga kredit yang akan
diberikan kepada para debitur terdapat beberapa komponen. Komponenkomponen ini ada yang dapat diperkecil dan ada pula yang tidak.
Adapun komponen dalam menentukan suku bunga kredit antara lain:
1. Total Biaya dana
Tergantung dari seberapa besar bunga yang ditetapkan untuk
memperoleh dana melalui produk simpanan. Semakin besar/mahal bunga
yang dibebankan, maka semakin tinggi pula biaya dananya dan dalam
hal ini termasuk hadiah-hadiah yang dibebankan untuk menarik dana
tersebut.
2. Laba yang diinginkan
Penentuan besarnya laba juga sangat mempengaruhi besarnya bunga
kredit. Dalam hal ini biasanya bank disamping melihat kondisi pesaing
juga melihat kondisi nasabah apakah nasabah utama atau bukan dan
juga melihat sector-sektor yang dibiayai, misalnya jika proyek
pemerintah untuk pengusaha / rakyat kecil maka labanyapun berbeda
dengan yang komersil.
3. Cadangan resiko kredit macet
61

Merupakan cadangan terhadap macetnya kredit yang diberikan, karena


setiap kredit yang diberikan pasti mengandung suatu resiko tidak
terbayar. Resiko ini dapat timbul baik disengaja atau tidak disengaja.
Oleh karena itu pihak bank perlu mencadangkannya sebagai sikap
bersiaga menghadapinya.
4. Biaya operasi
Biaya operasi merupakan biaya yang dikeluarkan oleh bank dalam
melaksanakan operasinya. Biaya ini terdiri dari biaya gaji, biaya
administrasi, biaya pemeliharaan dan biaya-biaya lainnya.
5. Pajak
yaitu pajak yang dibebankan pemerintah kepada bank yang memberikan
fasilitas kredit kepada nasabahnya.
sebagai contoh komponen dalam menentukan suku bunga kredit adalah
sebagai berikut:

D.

Total biaya dana rata-rata


Laba yang diinginkan

16%
5%

Cadangan resiko kredit macet

19%
1%

Total biaya operasi

20%
4%

Pajak 20% dari laba

24%
1%

Bunga kredit yang diberikan

25%

JENIS-JENIS PEMBEBANAN SUKU BUNGA KREDIT

Pembebanan besarnya suku bunga kredit dibedakan kepada jenis


kreditnya. Pembebanan disini maksudnya metode perhitungan yang akan
digunakan, sehingga mempengaruhi jumlah bunga yang akan dibayar. jumlah
bunga yang dibayar akan mempengaruhi jumlah angsuran perbulannya.
Dimana jumlah angsuran terdiri dari hutang / pinjaman pokok dan bunga.
Metode pembebanan bunga yang dimaksud adalah sebagai berikut:
1. Sliding rate
Pembebanan bunga setiap bulan dihitung dari sisa pinjamannya,
sehingga jumlah bunga yang dibayar nasabah setiap bulan menurun
seiring dengan turunnya pokok pinjaman. Akan tetapi pembayaran pokok
pinjaman setiap bulan sama. Cicilan nasabah (pokok pinjaman ditambah

62

bunga) otomatis dari bulan ke bulan semakin menurun. Jenis sliding rate
ini biasanya diberikan kepada sector produktif, dengan maksud si
nasabah merasa tidak terbebani terhadap pinjamannya.
2. Flat rate
Pembebanan bunga setiap bulan tetap dari jumlah pinjamannya,
demikian juga pokok pinjaman setiap bulan juga dibayar sama, sehingga
cicilan setiap bulan sama sampai kredit tersebut lunas. Jenis flat rate ini
diberikan kepada kredit yang bersifat konsumtif seperti pembelian rumah
tinggal, pembelian mobil pribadi atau kredit konsumtif lainnya.
3. Floating rate
Jenis ini membebankan bunga dikaitkan dengan bunga yang ada di pasar
uang, sehingga bunga yang dibayarkan setiap bulan sangat tergantung
dari bunga pasar uang pada bulan tersebut. Jumlah bunga yang
dibayarkan dapat lebih tinggi atau lebih rendah dari bulan yang
bersangkutan. Pada akhirnya hal ini juga berpengaruh terhadap
cicilannya setiap bulan.

E.

CONTOH DAN PENYELESAIAN

PT. Sungailiat telah memperoleh persetujuan fasilitas kredit dari Bank


Marras senilai Rp. 60.000.000,-. Jangka waktu kredit adalah 1 tahun (12 bulan).
Bunga dibebankan sebesar 24% setahun. Disamping itu PT. Sungailiat juga
dikenakan biaya administrasi sebesar Rp. 350.000,-. Kredit tersebut dapat
langsung ditarik sekaligus dari rekening gironya.
Pertanyaan:
Coba saudara hitung dengan menggunakan flat rate dan sliding rate
jumlah angsuran setiap bulan berikut table perhitungannya secara lengkap?

1. Jawaban pembebanan bunga dengan flat rate


Sesuai dengan pembebanan bunga dengan metode flat rate, maka setiap
bulan bunga yang dibayar adalah tetap sama sampai kredit tersebut lunas.
Hal ini juga berarti jumlah angsurannyapun sama setiap bulannya.
a. Menghitung pokok pinjaman (PJ) per bulan sebagai berikut:
Jumlah Pinjaman
PJ

=
Jangka Waktu
Rp. 60.000.000

PJ

Rp.
5.000.000

12 bulan

63

b. Selanjutnya menghitung bunga (BG) per bulan adalah:


Bunga X Nominal pinjaman
BG

X1
12 Bulan
24% X Rp. 60.000.000

BG

X!

=
Rp.
1.200.000

12 bulan
Jadi jumlah angsuran setiap bulan adalah:

Pokok pinjaman
Bunga

Rp. 5.000.000
Rp. 1.200.000

Jumlah Angsuran
Rp. 6.200.000
jumlah angsuran setiap bulan sama sampai 12 bulan dan jika kita uraikan
dalam bentuk table sebagai berikut:
TABEL PERHITUNGAN KREDIT
Dengan Flat rate
(Dalam ribuan)
Bulan
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
Jumlah

Sisa Pinjaman
55.000
50.000
45.000
40.000
35.000
30.000
25.000
20.000
15.000
10.000
5.000
0

Pokok Pinjaman
5.000
5.000
5.000
5.000
5.000
5.000
5.000
5.000
5.000
5.000
5.000
5.000
60.000

Bunga
1.200
1.200
1.200
1.200
1.200
1.200
1.200
1.200
1.200
1.200
1.200
1.200
14.400

Angsuran
6.200
6.200
6.200
6.200
6.200
6.200
6.200
6.200
6.200
6.200
6.200
6.200
74.400

2. Jawaban pembebanan bunga dengan metode Sliding Rate


Dalam metode Sliding rate, maka perhitungan jumlah bunga yang
dibayar didasarkan kepada jumlah sisa pinjamannya. Oleh karena itu jumlah
bunga yang dibayarnya setiap bulan semakin mengecil, sedangkan pokok
pinjaman tetap. Pada akhirnya jika bunga yang dibayar mengecil dari bulan ke
bulan, maka otomatis jumlah angsuran setiap bulanpin semakin menurun.
Pokok pinjaman setiap bulan adalah sama yaitu:
Rp. 60.000.000
PJ

= Rp. 5.000.000/ bulan


12 bulan

64

%Bunga 1 tahun X (sisa pinjaman)


BG =
12 Bulan
a. Angsuran bulan ke 1 adalah
Pokok pinjaman

Rp. 5.000.000

24% X Rp. 60.000.000


Bung
a

=
12 Bulan

jumlah angsuran 1

b. angsuran bulan ke 2 adalah


Pokok pinjaman

Rp. 1.200.000

Rp. 6.200.000

Rp. 5.000.000

Rp. 1.100.000

Rp. 6.100.000

24% X Rp. 55.000.000


Bung
a

=
12 Bulan

jumlah angsuran 2

Catatan:
Jumlah Rp. 55.000.000 berasal dari pinjaman Rp. 60.000.000,dikurangi PJ bulan pertama Rp. 5.000.000,c. Angsuran ketiga adalah
Pokok pinjaman

Rp. 5.000.000

24% X Rp. 50.000.000


Bung
a

= Rp. 1.000.000
12 Bulan

jumlah angsuran 3

= Rp. 6.000.000

d. Angsuran bulan ke 4 adalah


Pokok pinjaman

Rp. 5.000.000

24% X Rp. 45.000.000


Bung
a

= Rp.

900.000

12 Bulan
jumlah angsuran 4

Rp. 5.900.000

e. Demikian pula seterusnya untuk bunga bulan ke 5, ke 6 sampai bulan


12 perhitungan bunganya tetap dihitung dari sisa pinjamannya.
TABEL PERHITUNGAN KREDIT
Dengan Sliding rate

(Dalam ribuan)
Bulan

Sisa Pinjaman

Pokok Pinjaman

Bunga

Angsuran

55.000

5.000

1.200

6.200
65

2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

50.000
45.000
40.000
35.000
30.000
25.000
20.000
15.000
10.000
5.000
0

5.000
5.000
5.000
5.000
5.000
5.000
5.000
5.000
5.000
5.000
5.000

1.100
1.000
900
800
700
600
500
400
300
200
100

6.100
6.000
5.900
5.800
5.700
5.600
5.500
5.400
5.300
5.200
5.100

Jumlah
60.000
7.800
67.800
Jumlah total pembayaran bunga dengan kedua metode di atas adalah
sebagai berikut:
- dengan metode fla rate adalah
Rp. 14.400.000
- dengan metode sliding rate adalah
Rp. 7.800.000
Selisih

Rp. 6.600.000

BAB V
JASA JASA BANK LAINNYA

A. PENGERTIAN JASA BANK LAINNYA


Jasa-jasa bank lainnya merupakan kegiatan perbankan yang ketiga.
Tujuan pemberian jasa-jasa bank ini adalah untuk mendukung dan
memperlancar kegiatan menghimpun dana dan menyalurkan dana. Semakin
lengkap jasa bank yang diberikan, maka semakin baik, dalam arti jika nasabah
hendak melakukan suatu transaksi perbankan, cukup disatu bank saja.
Demikian pula sebaliknya jika jasa bank yang diberikan kurang lengkap, maka
nasabah terpaksa untuk mencari bank yang lain yang menyediakan jasa yang
mereka butuhkan.

66

Lengkap atau tidaknya jasa bank yang diberikan sangat tergantung dari
kemampuan bank tersebut, baik dari segi modal, perlengkapan fasilitas sampai
kepada personil yang mengoperasikannya. Semakin lengkap tentunya semakin
banyak modal yang dibutuhkan untuk melengkapi peralatan dan personelnya.
Disamping itu kelengkapan jasa bank ini juga tergantung dari jenis bank,
apakah bank umum atau bank perkreditan rakyat atau dapat pula dilihat dari
segi status bank tersebut apakah bank devisa atau non devisa. Jika berstatus
bank devisa maka jenis jasa bank yang ditawarkan akan lebih lengkap
dibandingkan dengan non devisa. Kemudian kelengkapan jasa bank dapat pula
dilihat dari status cabangnya, apakah cabang penuh, cabang pembantu atau
kantor kas.

B. KEUNTUNGAN JASA-JASA BANK


Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa keuntungan pokok perbankan
adalah dari selisig bunga simpanan dengan bunga kredit atau pinjaman.
Keuntungan ini dikenal dengan istilah Spread based. Namun disamping
keuntungan dari kegiatan pokok tersebut pihak perbankan juga memperoleh
keuntungan dari transaksi yang diberikannya dalam jasa-jasa bank lainnya.
Keuntungan dari transaksi dalam jasa-jasa bank ini disebut juga fee
based. Keuntungan dari jasa bank dewasa ini semakin dibutuhkan. Bahkan dari
tahun ke tahun semakin meningkat. Hal ini disebabkan keuntungan dari spread
based semakin kecil mengingat persaingan yang semakin ketat dalam bidang
ini. Oleh sebab itu disamping mencari keuntungan utama tetap pada spread
based, dewasa ini semakin banyak bank yang mencari keuntungan lewat jasajasa bank.
Perolehan keuntungan dari jasa-jasa bank ini walaupun relative kecil,
namun mengandung suatu kepastian, hal ini disebabkan resiko terhadap jasajasa bank ini lebih kecil jika dibandingkan dengan kredit.
Disamping factor resiko ragam penghasilan dari jasa inipun cukup
banyak, sehingga pihak perbankan dapat lebih meningkatkan jasa-jasa
banknya dan yang paling penting justru jasa-jasa bank ini sangat berperan
besar dalam memperlancar transaksi simpanan dan pinjaman yang ada di
dunia perbankan.
Adapun keuntungan yang diperoleh dari jasa-jasa bank ini antara lain:
1.
2.
3.
4.
5.

Biaya
Biaya
Biaya
Biaya
Biaya

administrasi
kirim
tagih
provisi dan komisi
sewa

67

6. Biaya iuran
7. Biaya lainnya.
Biaya
administrasi
pengelolaan
administrasi

administrasi dikenakan untuk jasa-jasa yang memerlukan


khusus. Pembebanan biaya administrasi biasanya dikenakan untuk
sesuatu fasilitas tertentu. Contoh biaya administrasi seperti biaya
kredit dan administrasi lainnya.

Biaya kirim diperoleh dari jasa pengiriman uang (transfer), baik jasa
transfer dalam negeri maupun transfer ke luar negeri.
Biaya tagih merupakan jasa yang dikenakan untuk menagihkan
dokumen-dokumen milik nasabahnya seperti jasa kliring (penagihan dokumen
dalam kota) dan jasa inkaso (penagihan dokumen keluar kota). Biaya tagih ini
dilakukan baik untuk tagihan dokumen dalam negeri maupun luar negeri.
Biaya provisi dan komisi biasanya dibebankan kepada jasa kredit dan
jasa transfer serta jasa-jasa atas bantuan bank terhadap suatu fasilitas
perbankan. Besarnya jasa provisi dan komisi tergantung dari jasa yang
diberikan serta status nasabah yang bersangkutan.
Kemudian jasa iuran diperoleh dari jasa pelayanan bank card atau kartu
kredit, dimana kepada setiap pemegang kartu dikenakan biaya iuran. Biasanya
pembayaran biaya iuran ini dikenakan per tahun.
Selanjutnya jasa sewa dikenakan kepada nasabah yang menggunakan
jasa safe deposit box. Besarnya biaya sewa tergantung dari ukuran box dan
jangka waktu yang digunakan.
Besar kecilnya penetapan biaya terhadap nasabahnya tergantung dari
banknya. Masing-masing bank dapat menggunakan metode tertentu dan
biasanya tidak terlalu jauh berbeda, mengingat tingkat persaingan perbankan
yang demikian ketat.

C. JENIS-JENIS JASA-JASA BANK LAINNYA


Dalam penjelasan terdahulu dikatakan bahwa kelengkapan jenis-jenis jasa bank
yang dapat dilayani oleh tiap-tiap bank sangat tergantung dari kemampuan
bank itu sendiri. Berikut ini akan dijelaskan jenis-jenis bank yang dapat
dikatakan lengkap untuk ukuran perbankan di Indonesia dewasa ini.
1.

Kiriman Uang (Transfer)

Transfer merupakan jasa pengiriman uang lewat bank baik dalam kota,
luar kota atau keluar negeri. Lama pengiriman tergantung dari sarana yang
digunakan untuk mengirim. Kemudian besarnya biaya kirim juga sangat

68

tergantung sarana yang digunakan. Sebagai contoh jika Tn. Ahmad bermaksud
mengirim uang buat ibunya di Solo lewat BBD Jakarta, maka Tn. Ahmad dapat
memilih sarana pengiriman uang yang diinginkan, apakah lewat telex atau
telepon. Biaya kirim lewat telepon akan lebih mahal daripada lewat telex.
Kecepatan pengiriman juga tergantung sarana yang digunakan, misalnya
pengiriman lewat telepon jauh lebih cepat dibandingkan lewat telex.
Sarana yang digunakan dalam jasa transfer ini tergantung kemauan
nasabah. Sarana yang dipilih akan mempengaruhi kecepatan pengiriman dan
besar kecilnya biaya pengiriman.
Adapun sarana yang biasa digunakan adalah:
- Surat
- Telex
- Telepon
- Faxsmile
- On line computer
- dan sarana lainnya.
Pengiriman uang atau transfer lewat bank akan memberikan beberapa
keuntungan bagi nasabah, jika dibandingkan dengan jasa pengiriman
lainnya.
Adapun keuntungannya antara lain:
a. Bagi nasabah akan mendapat
- Pengiriman uang lebih cepat
- Aman sampai tujuan
- Pengiriman dapat dilakukan lewat telepon melalui pembebanan
rekening
- Prosedur mudah dan murah.
b. Bagi bank akan memperoleh
- Biaya kirim
- Biaya provisi dan komisi
- Pelayanan kepada nasabah
2.

Kliring (Clearing)

Kliring merupakan jasa penyelesaian hutang piutang antar bank dengan


cara saling menyerahkan warkat-warkat yang akan dikliringkan di lembaga
kliring. Lembaga kliring ini dibentuk dan dikoordinir oleh Bank Indonesia setiap
hari kerja. Peserta kliring adalah bank yang sudah memperoleh izin dari Bank
Indonesia.
Tujuan dilaksanakan kliring oleh Bank Indonesia adalah:
a. Untuk memajukan dan memperlancar lalu lintas pembayaran giral.
b. Agar perhitungan penyelesaian utang piutang dapat dilaksanakan lebih
mudah, aman dan efisien.
c. Salah satu pelayanan bank kepada nasabahnya.

69

Warkat-warkat yang dapat dikliringkan atau diselesaikan di lembaga


kliring adalah warkat-warkat yang berasal dari dalam kota seperti:
a.
b.
c.
d.
e.

Cek
Bilyet Giro (BG)
Wesel bank
Surat Bukti Penerimaan Transfer dari luar kota
Lalu lintas Giral (LLG) / nota kredit.
Proses penyelesaian warkat-warkat kliring di lembaga kliring terdiri dari:

a. Kliring keluar, yaitu membawa warkat-warkat kliring ke lembaga kliring


dan menyerahkan kepada yang berhak. Kliring keluar terdiri dari
penyerahan surat-surat debet keluar dan penyerahan Nota Kredit Keluar
(LLG).
b. Kliring masuk, menerima warkat dilembaga kliring dan diproses di bank
yang bersangkutan. Kliring masuk terdiri dari penerimaan surat-surat
debet masuk dan Nota Kredit masuk (LLG).
c. Pengembalian kliring (Clearing retour), yaitu pengembalian warkatwarkat kliring yang tidak memenuhi syarat yang telah ditentukan.
Warkat-warkat yang dikliringkan tidaj selamanya tertagih, bahkan setiap
kali transaksi kliring terdapat beberapa warkat yang ditolak pembayarannya.
Ada beberapa alas an penolakan kliring pada saat penerimaan warkatwarkat kliring dalam kliring masuk. Penolakan pembayaran cek / BG
disebabkan:
a. Asal cek / BG salah
b. Tanggal cek / BG belum jatuh tempo
c. Materai tidak ada atau tidak cukup
d. Jumlah yang tertulis diangka dan huruf berbeda
e. Tanda tangan tidak sama / lengkap
f. Coretan atau perubahan tidak ditandatangani
g. Cek atau BG sudah kadaluarsa
h. Resi belum kembali
i. Endorsment cek tidak benar
j. Rekening sudah ditutup
k. Dibatalkan penarik
l. Rekening diblokir oleh berwajib
m. Kondisi cek . BG rusak / tidak sempurna
n. dan alas an lainnya.
Setalah proses kliring berjalan selama sehari, pada sore harinya masingmasing bank membuat perhitungan kliring hari ini.
Perhitungan kliring dilakukan setiap hari, untuk mengetahui apakah bank
tersebut menang kliring atau sebaliknya kalah kliring. Bagi bank yang menang
kliring artinya jumlah tagihan warkat kliringnya melebihi pembayaran warkat

70

kliringnya, sehingga terdapat saldo kemenangan. Sebaliknya bagi bank yang


kalah kliring justru pembayaran warkat kliring lebih besar dari penerimaan
warkat kliringnya.
Bagi bank yang menang kliring menunjukan prestasi bank tersebut
dalam membina nasabahnya demikian pula sebaliknya. Bagi bank yang kalah
kliring akan menutup sejumlah kekalahan kliring pada hari yang bersangkutan
dan apabila tidak dapat ditutupi, maak bank yang kalah kliring tersebut dapat
memperoleh pinjaman Call Money yang waktunya relative singkat.
Call Money diberikan kepada bank yang kalah kliring dan tidak dapat
menutupinya. Pinjaman Call Money dibayar pada saat bank yang memberikan
call money menagihkannya. Apabila pada saat jangka waktu yang telah
ditentukan bank yang bersangkutan belum dapat membayar, maka pinjaman
call money tersebut menjadi pinjaman biasa, dan hal ini akan menyebabkan
hilangnya kepercayaan bank yang memberikan fasilitas pinjaman call money
tersebut termasuk bank lainnya.

3. Inkaso (Collection)
Inkaso merupakan jasa bank untuk menagihkan warkat-warkat yang
berasal dari luar kota atau luar negeri. Sebagai contoh apabila kita
memperoleh selembar cek yang diterbitkan oleh bank di kota Bandung, maka
cek tersebut dapat dicairkan di Jakarta melalui jasa inkaso. Dalam hal ini bank
yang di Jakartalah yang menagihkannya ke bank di Bandung dan proses
penagihan ini kita sebut inkaso dalam negeri. Begitu pula cek atau bilyet giro
yang kita peroleh dan diterbitkan oleh bank diluar negeri, kemudian kita
uangkan di Indonesia, maak proses penagihannya melalui inkaso luar negeri.
Adapun warkat-warkat yang dapat diinkasokan atau ditagihkan adalah
warkat-warkat yang berasal dari luar kota atau luar negeri seperti:
-

cek
bilyet giro
wesel
kuitansi
surat aksep
deviden
kupon
money order
dan surat berharga lainnya.

Lama penagihan warkat dan besarnya biaya tagih yang dibebankan


kepada nasabah tergantung bank yang bersangkutan. Biasanya lama
penagihan berkisar antara 1 minggu sampai 4 minggu.

71

Proses penyelesaian inkaso yang dilakukan oleh bank dibagi ke dalam 2


bagian yaitu:
a. Inkaso berdokumen, dimana surat-surat yang diinkasokan disertai oleh
dokumen yang mewakili surat / barang tersebut.
b. Inkaso tidak berdokumen, surat yang diinkasokan tidak diwakili dokumen
yang mewakili surat / barang tersebut.
Penyelesaian inkaso luar negeri merupakan penagihan warkat keluar
negeri dan merupakan proses inkaso keluar, sedangkan penerimaan warkat
dari luar negeri merupakan inkaso masuk dari luar negeri. Jika tidak
mempunyai cabang di luar negeri maka inkaso keluar dapat dilakukan melalui
bank koreponden. Persyaratan untuk inkaso keluar negeri bank yang
bersangkutan haruslah berstatus bank devisa.

4. Safe Deposit Box


Safe Deposit Box (SDB) merupakan jasa-jasa bank yang diberikan kepada
para nasabahnya. Jasa ini dikenal juga dengan nama safe loket. SDB berbentuk
kotak dengan ukuran tertentu dan disewakan kepada nasabah yang
berkepentingan untuk menyimpan dokumen-dokumen atau benda-benda
berharga miliknya. Pembukaan SDB dilakukan dengan 2 buah anak kunci,
dimana satu dipegang bank dan satu lagi dipegang oleh nasabah.
Kegunaan dari SDB adalah untuk menyimpan surat-surat berharga dan
surat-surat penting seperti:
-

Sertifikat deposito
Sertifikat tanah
Saham
Obligasi
Surat Perjanjian
Akte Kelahiran
Surat nikah
Ijazah
Paspor
dan surat atau dokumen lainnya.

Disamping itu SDB dapat pula digunakan untuk menyimpan benda-benda


berharga seperti:
-

Emas
Mutiara
Berlian
Intan
Permata
dan benda yang dianggap berharga lainnya.

72

Sedangkan larangan menyimpan barang-barang di SDB adalah seperti:


-

Narkotik dan sejenisnya


Bahan yang mudah meledak
dan larangan lainnya

Keuntungan bagi bank dengan membuka jasa SDB kepada masyarakat


adalah sebagai berikut:
-

Biaya sewa
Uang setoran jaminan yang mengendap
Pelayanan nasabah
Sedangkan keuntungan bagi nasabah pemegang SDB adalah:

a. Menjamin kerahasiaan barang-barang yang disimpan, karena pihak bank


tidak perlu tahu isi SDB selama tidak melanggar aturan yang telah
ditentukan sebelumnya.
b. Keamanan dokumen juga terjamin, hal ini disebabkan:
- Peralatan keamanan canggih
- SDB terbuat dari baja tahan api
- Terdapat 2 buah anak kunci dimana SDB hanya dapat dibuka dengan
kedua kunci tersebut yang masing-masing dipegang oleh bank dan
nasabah
- Tidak dapat dibuka oleh salah satu pihak, apakah nasabah pemegang
SDB maupun bank.
Kemudian disamping memperoleh keuntungan seperti diatas, nasabah
juga dikenakan berbagai macam biaya.
Adapun biaya yang dikenakan kepada nasabah yang menyewa SDB ada 2
macam yaitu:
a. Biaya sewa yang besarnya tergantung ukuran box yang diinginkan serta
jangka waktu sewa. Biaya sewa dibayar biasanya per tahun.
b. Setoran jaminan, merupakan biaya penggati, apabila kunci yang
dipegang oleh nasabah hilang dan box harus dibongkar. Akan tetapi jika
tidak terjadi masalah, maka apabila SDB tidak dperpanjang setoran
jaminan dapat diambil kembali.
Biasanya untuk menyewa SDB pihak perbankan lebih mengutamakan
kepada para nasabahnya yang sudah lama. Nasabah lama dan aktif
berhubungan dengan bank tersebut serta selalu mempunyai etikat baik
seringkali disebut nasabah primer. Akan tetapi perbankan juga ,emyediakan
fasilitas SDB untuk nasabah sekunder.
Untuk menjadi pemegang SDB tidaklah terlalu rumit, bahkan sangat
sederhana. Sebagai contoh nasabah cukup menyerahkan foto copy
KTP/SIM/Paspor serta pas photo. Begitu pula saat membuka atau menyimpan
73

barangnya nasabah cukup melaporkan dan menunjukan kartu identitas SDB


nya.
Jika anak kunci yang dipegang nasabah hilang, maka nasabah cukup
melaporkannya ke bank dengan membawa surat keterangan dari kepolisian.
Kemudian bank akan membongkar box dengan disaksikan oleh pejabat yang
berwenang. Untuk memperpanjang kembali nasabah dikenakan setoran
jaminan kunci baru.

5. Bank Card
Bank card merupakan kartu plastic yang dikeluarkan oleh bank yang
diberikan kepada nasabahnya untuk dapat dipergunakan sebagai alat
pembayaran di tempat-tempat tertentu seperti supermarket, pasar swalayan,
hotel, restoran, tempat hiburan dan tempat lainnya. Disamping itu dengan
kartu ini juga dapat dituangkan di berbagai tempat seperti di ATM (Automated
Teller Machine). ATM biasanya tersebar di berbagai tempat yang strategis
seperti di pusat perbelanjaan, hiburan, dan perkantoran.
Sistem kerja bank card mulai dari permohonan
melakukan transaksi dapat dijelaskan sebagai berikut:

sampai

dengan

a. Cara kerja kartu ini dimulai dari nasabah mengajukan permohonan


sebagai pemegang kartu dengan memenuhi segala peraturan yang ada.
b. Bank akan menerbitkan kartu apabila disetujui dan diserahkan ke
nasabah.
c. Dengan kartu ini pemegang kartu berbelanja di suatu tempat dengan
bukti pembayarannya.
d. Pihak pedagang akan menagihkan ke bank dan bank akan membayar
sesuai perjanjian.
e. Bank akan menagihkan ke pemegang kartu berdasarkan bukti pembelian
dengan disertai suku bunga.
f. Pemegang kartu akan membayar sejumlah nominal yang tertera sampai
batas waktu yang telah ditentukan.
Dalam system kerja bank card diatas terlihat ada 3 pihak yang terlibat
dalam proses bank card yaitu:
a. Bank sebagai penerbit dan pembayar.
b. Pedagang (merchant), sebagai tempat berbelanja seperti hotel,
supermarket, pasar swalayan, tempat-tempat hiburan, restoran dan
tempat-tempat lainnya dimana bank mengikat perjanjian.
c. Pemegang kartu (card holder), yang berhak melakukan transaksi.

74

Keleluasaan dan kebebasan dalam menggunakan sangat dibatasi keada


jenis bank card yang dimilikinya. Setiap jenis bank card memiliki keunggulan
dan kekurangannya. Adapun jenis-jenis bank card yang ada saat ini adalah:
a. Charge card
Suatu system dimana pemegang kartu harus melunasi semua penagihan
yang terjadi atas dirinya sekligus pada saat jatuh tempo.
b. Credit card
Adalah suatu system dimana pemegang kartu dapat melunasi penagihan
yang terjadi atas dirinya secara angsuran pada saat jatuh tempo.
c. Debet card
Pembayaran atas tagihan nasabah melalui pendebetan atas rekening
yang ada di bank dimana pada saat membuka kartu.
d. Smart card
Merupakan kartu yang berfungsi sebagai rekening terpadu, kartu ini
dapat berhubungan dengan rekening pribadi dan dapat menyimpan dan
memperbaharui data dalam microchip, sehingga pemegang kartu dapat
mengetahui keadaan semua rekeningnya.
e. Private label card
Merupakan kartu yang bukan diterbitkan oleh bank, melainkan suatu
badan usaha seperti supermarket, hotel dan perusahaan lainnya.
Pemakaian kartu ini hanya terbatas pada perusahaan yang
mengeluarkannya.
Cara memilih jenis kartu yang baik dapat dilihat dari berbagai segi. Ada
beberapa cara untuk memilih kartu kredit yang baik dan hal ini lebih banyak
sesuai dengan keinginan pemohon. Setiap kartu mempunyai kelebihan dan
kekurangannya. Secara umum kartu kredit dikatakan baik apabila:
a. Proses cepat dan mudah
b. Mempunyai jaringan yang luas, sehingga dengan
dibelanjakan di berbagai tempat
c. Biaya rendah termasuk uang iuran dan bunga
d. Mempunyai multi fungsi
e. Prestise memberikan rasa bangga kepada pemakainya.

mudah

dapat

Penggunaan bank card dalam setiap transaksi akan memberikan


berbagai keuntungan, bukan hanya kepada pemegang kartu saja, akan tetapi
kepada berbagai pihak antara lain:
a. Keuntungan bagi bank
- iuran tahunan
- bunga pada saat berbelanja atau mengambil uang tunai
- loyalitasnasabah
b. Keuntungan bagi pemegang kartu antara lain:
- kemudahan berbelanja
- kemudahan memperoleh uang tunai
- bonafiditas

75

- dan lain-lain
c. Bagi pedagang yaitu:
- meningkatkan omset penjualan
- pelayanan kepada para pelanggannya
- dan lain-lain.
Disamping keuntungan bank card juga mengandung beberapa kerugian
jika tidak dilakukan secara hati-hati. Kerugian memang suatu resiko yang pasti
ada setiap ada kegiatan bisnis. Kerugian tersebut tidak hanya monopoli bank,
akan tetapi juga bagi si pemegang kartu. Kerugian dimaksud antara lain:
a. Kerugian bagi bank antara lain:
Jiak terjadi kemacetan pembayaran oleh nasabah yang berbelanja atau
mengambil uang tunai sulit untuk ditagih mengingat persetujuan
penerbitan kartu kredit biasanya tanpa jaminan benda-benda berharga
sebagaimana layaknya kredit. Bahkan jaminan hanya dengan jaminan
bukti penghasilan saja sudah cukup untuk memperoleh kartu kredit.
b. Kerugian bagi nasabah.
Biasanya nasabah agak boros dalam berbelanja, hal ini karena nasabah
merasa tidak mengeluarkan uang tunai untuk berbelanja, sehingga
kadang-kadang ada hal-hal yang sebetulnya tidak perlu dibelikan.
Salah satu sarana yang memegang peranan penting dalam penggunaan
bank card adalah Automated Teller Machine (ATM). ATM ini merupakan
mesin yang dapat melayani kebutuhan nasabah secara otomatis setiap
saat (24 jam) termasuk hari libur.
Pelayanan yang diberikan ATM antara lain:
-

dapat menarik uang tunai


memesan buku cek dan bg
meminta rekening Koran
melihat saldo rekening
pembayaran listrik, telepon dan pembayaran lainnya.

Sedangkan manfaat lain yang dapat diberikan oleh ATM disamping yang
diatas adalah:
-

praktis, memudahkan pelayanan


pengoperasiannya mudah
melayani 24 jam termasuk hari libur
menjamin keamanan dan privacy
memungkinkan mengambil uang tunai lebih dari 1 kali sehari.

6. Bank Notes
Merupakan uang kartal asing yang dikeluarkan dan diterbitkan oleh bank
di luar negeri. Bank notes juga dikenal dengan istilah devisa tunai yang
mempunyai sifat-sifat seperti uang tunai. Tidak semua bank notes dapat
76

diperjual belikan, hal ini tergantung daripada peraturan devisa di Negara yang
asal bank notes.
Sedangkan yang dimaksud dengan jual beli bank notes merupakan
transaksi antara valuta yang dapat diterima pembayarannya dan dapat
diperjualbelikan dan diperdagangkan kembali sesuai dengan nilai tukar yang
terjadi pada saat itu.
Dalam transaksi jual beli bank notes, bank mengelompokkan bank notes
kedalam dua klasifikasi. Yaitu bank notes yang lemah dan bank notes yang kuat
dan bank biasanya lebih menyukai bank notes yang nilainya kuat.
Pengelompokkan bank notes yang kuat berdasarkan kategori sebagai
berikut:
a.
b.
c.
d.

Bank notes tersebut mudah diperjualbelikan.


Nilai tukar terkendali/stabil.
Frekuensi penjualan sering terjadi.
dan pertimbangan lainnya.

Sedangkan kelompok bank notes yang lemah kebalikan dari bank notes
yang kuat, dalam pengelompokkan ini tergantung dari bank yang
bersangkutan.
Dalam praktiknya bank tidak selalu menerima penjualan dan pembelian
bank notes. Hal ini disebabkan oleh beberapa alasan yaitu:
a.
b.
c.
d.

kondisi bank notes cacat/rusak


tergolong dalam valuta lemah
tidak memiliki persediaan
diragukan keabsahannya

Untuk bank notes yang lemah dan sulit diperdagangkan maka bank
menjualnya kembali ke Bank Indonesia atau kantor pusat bank yang
bersangkutan.
Penjualan bank notes juga dilakukan antar bank dan juga diperjualbelikan
di travel, authorized money changer (pedagang valuta asing) dan tempat
lainnya.
Contoh bank notes yang tergolong dalam kategori kuat adalah sebagai berikut:
-

USD
SGD
GBP
AUD
DEM
JPY
HKD

:
:
:
:
:
:
:

United State Dollar (Amerika)


Singapore Dollar (Singapura)
Great Britain Poundstarling (Inggris)
Australian Dollar (Australia)
Deutsche Mark (Jerman)
Japanese Yen (JEpang)
Hongkong Dollar (Hongkong)

77

Sedangkan bank notes yang masuk dalam kategori golongan lemah


antara lain:
-

ITL: Italian Lira (Itali)


NLG
: Netherlands Guilder (Belanda)
FRF
: French Franc (Perancis)
CAD
: Canadian Dollar (Canada)
NZD
: New Zealands Dollar (Selandia baru)
MYR
: Malaysian Ringgit (Malaysia)
THB
: Thai Baht (Thailand)

Dalam transaksi jual beli bank notes bank menggunakan kurs. Kurs ini
setiap hari diperoleh dari kurs konversi yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia,
dimana isinya perbandingan antara nilai tukar mata uang rupiah dengan valuta
asing.
Kurs yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia oleh perbankan dijadikan
patokan harga mata uang asing tersebut. Kurs ini dipergunakan untuk transaksi
jual dan beli ditambah dengan keuntungan yang diharapkan oleh bank
tersebut. Berikut ini beberapa pengertian:

valuta
: mata uang
kurs
: nilai valuta asing
konversi
: penyesuaian
kurs konversi
: penyesuaian nilai valuta asing terhadap rupiah

Dalam transaksi jual beli bank notes ada dua macam kurs yaitu kurs beli
(buying rate) dan kurs jual (selling rate). Penggunaan kurs beli dan kurs jual
dalam transaksi bank notes adalah sebagai berikut:

Kurs jual pada saat menjual, artinya dalam hal ini nasabah membeli.
Kurs beli pada saat bank membeli, artinya dalam hal ini nasabah
menjual.

7. Travellers Cheque
Travellers cheque dikenal dengan nama cek wisata atau cek perjalanan
yang biasanya dipergunakan oleh mereka yang hendak bepergian atau sering
dibawa oleh turis. Travellers cheque diterbitkan dalam pecahan-pecahan
tertentu seperti halnya uang kartal dan diterbitkan dalam mata uang rupiah
dan mata uang asing.
Penggunaan travelers cheque dapat dibelanjakan diberbagai tempat
terutama dimana bank yang mengeluarkan travelers cheque tersebut
melakukan pengikatan dan perjanjian. Disamping itu travelers cheque juga
dapat diuangkan di berbagai bank.

78

travelers cheque yang diterbitkan dalam mata uang asing dalam setiap
transaksinya baik transaksi penjualan maupun transaksi pencairan
menggunakan kurs. Kurs yang digunakan baik dalam pembelian maupun
penjualan. travelers cheque valas adalah kurs devisa umum.
Keuntungan serta manfaat penggunaan travelers cheque terutama bagi
mereka yang suka bepergian / berwisata antara lain:
a. Memberikan kemudahan berbelanja, karena travelers cheque dapat
dibelanjakan atau diuangkan di berbagai tempat.
b. Mengurangi resiko kehilangan uang karena setiap travelers cheque yang
hilang dapat diganti.
c. Memberikan rasa percaya diri, karena si pemakai travelers cheque
dilayani secara prima.
d. Dapat dijadikan cedera mata ataupun hadiah buat teman, kolega atau
nasabah.
e. Biasanya untuk pembelian travelers cheque, tidak dikenakan biaya,
begitu pula pada saat pencairannya, namun hal ini sangat tergantung
kepada bank yang menerbitkannya.
Jenis-jenis travelers cheque yang beredar dapat dilihat dari segi mata
uang antara lain:

travelers cheque mata uang rupiah


travelers cheque dalam valuta asing untuk travelers cheque dalam valuta
asing diterbitkan oleh bank yang berstatus bank devisa.

Antara travelers cheque dengan cek biasa (personal cheque) terdapat


beberapa perbedaan. travelers cheque merupakan cek wisata sedangkan
Personal cheque merupakan cek yang diperoleh seseorang dengan membuka
rekening giro di suatu bank. Meskipun dalam banyak hal terdapat perbedaan,
namun berfungsi sama yaitu sebagai alat pembayaran.
Perbedaan antara personal cek dengan travelers cheque adalah sebagai
berikut:
Personal Cheque
1. Umumnya mak 70 hari
2. Hanya dapat diuangkan pada
bank dimana di buka rekening.
3. Besarnya nilai cek ditulis pada
saat penerbitan cek.
4. Dikenakan bea materai
5. Tanda tangan dibubuhkan pada
saat cek diterbitkan.
6. Dapat ditandatangani lebih dari

Travellers Cheque
1. Umumnya
tidak
dibatasi
tergantung
dari
bank
yang
menerbitkannya.
2. Dapat
dibelanjakan
dan
diuangkan di berbagai tempat
yang punya hubungan dengan
bank yang mengeluarkannya.
3. Besarnya nilai Travellers cheque
dalam bentuk pecahan tertentu.
4. Tidak dikenakan materai.
5. Tanda tangan dibubuhkan 2 kali
yaitu pada saat pembelian dan

79

2 orang.
7. Cek biasa pada hakikatnya
adalah pencairan dana di bank.
8. Cek biasa jika hilang, maka
tidak dapat digantikan.

pencairan.
6. Hanya ditandatangani oleh satu
orang (yang berhak).
7. TC
pada
hakikatnya
bukan
berasal dari simpanan di bank.
8. TC jika hilang dapat diganti
sesuai nominal yang hilang
tersebut.

8. Letter of Credit (L/C)


Letter of Credit (L/C) merupakan salah satu jasa bank yang diberikan
kepada masyarakat untuk memperlancar arus barang (ekspor impor) termasuk
barang dalam negeri (antar pulau). Kegunaan Letter Of Credit adalah untuk
menampung dan menyelesaikan kesulitan-kesulitan dari pihak pembeli
(importer) maupun penjual (eksportir) dalam transaksi dagangannya.
Pengertian secara umum L/C merupakan suatu pernyataan dari bank atas
permintaan nasabah (biasanya importer) untuk menyediakan dan membayar
sejumlah uang tertentu untuk kepentingan pihak ketiga (penerima L/C atau
eksportir). L/C sering disebut dengan kredit berdokumen atau documentary
credit.
Pembukaan L/C oleh importer dilakukan nasabah melalui bank yang
disebut opening bank atau issuing bank sedangkan bank eksportir merupakan
bank pembayar terhadap barang yang diperdagangkan. Dalam hal ini eksportir
berhubungan dengan bank pembayar atau disebut advising bank.
Penyelesaian transaksi antara eksportir dengan importer
tergantung dari jenis L/C nya. Adapun jenis-jenis L/C antara lain:

sangat

a. Revocable L/C
Merupakan L/C yang setiap saat dapat dibatalkan atau diubah secara
sepihak oleh bank pembuka (opening bank) tanpa pemberitahuan
terlebih dulu kepada beneficiary.
b. Irrevocable L/C
Kebalikan dari revocable yaitu L/C yang tidak dapat dibatalkan
diubah tanpa persetujuan dari semua pihak yang terlibat.
c. Sight L/C
Merupakan L/C yang syarat pembayarannya langsung pada
dokumen diajukan oleh eksportir kepada advise bank.
d. Usance L/C
Sedangkan usance L/C merupakan L/C yang pembayarannya
dilakukan dengan tenggang waktu tertentu, misalnya 1 bulan
pengapalan barang atau 1 bulan setelah penunjukan dokumen.

atau

saat

baru
dari

80

e. Restricted L/C
Merupakan L/C yang pembayarannya atau penerusan L/C hanya dibatasi
kepada bank-bank tertentu saja yang namanya tercantum dalam L/C.
f. Unrestricted L/C
L/C yang mmbebaskan negosiasi dokumen di bank manapun.
g. Red clause L/C
Merupakan L/C dimana bank pembuka L/C memberi kuasa kepada bank
pembayar untuk membayar uang muka kepada beneficiary sebagian
tertentu atau seluruh nilai L/C sebelum beneficiary menyerahkan
dokumen.
h. Transferable L/C
Merupakan
L/C
yang
memberikan
kepada
beneficiary
untuk
memindahkan sebagian atau seluruh nilai L/C kepada satu atau beberapa
pihak lainnya.
i. Revolving L/C
L/C yang penggunaannya dapat dilakukan secara berulang-ulang.
j. Dan lain-lain
Disamping jenis-jenis L/C, maka factor-faktor lain yang mempunyai andil
besar dalam proses penyelesaian L/C adalah dokumen-dokumen yang
dibutuhkan. Dokumen-dokumen L/C yang dibutuhkan meliputi:
a. Bill of Lading (B/L) atau konosemen
B/L mempunyai fungsi sebagai:
- bukti tanda pengiriman
- bukti kontrak pengangkutan dan penyerahan barang
- bukti pemilikan atau dokumen pemilikan barang.
b. Draft (wesel)
Merupakan perintah yang tidak bersyarat dalam bentuk tertulis yang
ditujukan oleh seseorang yang menariknya dan mengharuskan orang
yang dialamatkan atau si tertarik untuk membayar pada saat diminta
atau pada waktu yang telah ditentukan untuk membayar sejumlah uang
kepada orang yang ditunjuk atau kepada si pemegang wesel. Wesel
dapat dipindahtangan atau diperjualbelikan kepada pihak lain.
c. Faktur ( invoice)
Merupakan daftar perincian harga dari barang-barang yang dikeluarkan
oleh penjual atas suatu transaksi sebagai tanda bukti transaksi dan dapat
juga dijadikan sebagai alat tagihan.
d. Asuransi
Merupakan perusahaan yang akan menanggung dan mengganti terhadap
kerugian yang akan dialami para eksportir apabila terjadi kehilangan atau
kerusakan barangnya.
e. Daftar pengepakan (packing list)
Merupakan daftar uraian barang-barang yang dimasukkan dalam peti
(container).
f. Certificate of origin
Merupakan surat keterangan asal barang yang diekspor.
g. Certificate of Inspection
81

Merupakan surat keterangan pemeriksaan tentang keadaan barang yang


dibuat oleh independent surfeyor.
h. Dan lain-lain.
Berikut ini skema mekanisme proses penyelesaian L/C guna
memperlancar kegiatan-kegiatan perdagangan antara eksportir dengan imprtir.
1
Importir

Eksportir

Opening Bank

6 4
3

Advising bank

8
Keterangan lebih lanjut mekanisme diatas adalah sebagai berikut:
1. Importir dan eksportir mengadakan persetujuan dan perjanjian penjualan
barang yang tertuang dalam sales contact.
2. Importir melakukan pembukaan L/C di opening bank.
3. Berdasarkan aplikasi importer, opening bank meneruskan L/C ke advising
bank berikut syarat-syarat yang harus dipenuhinya.
4. L/C berikut dokumen diserahkan oleh advising bank kepada eksportir.
5. Setelah menerima dokumen dari advising bank maka eksportir mengirim
barang kepada importer sesuai dengan perjanjian.
6. Bukti pengiriman barang berikut dokumen oleh eksportir diserahkan
untuk memperoleh pembayaran dari advising bank.
7. Advising bank akan melakukan pembayaran setelah mempelajari
dokumen yang diserahkan eksportir memenuhi syarat.
8. Advising bank meneruskan dokumen pembayaran dan pengapalan
barang kepada opening bank untuk menerima pembayaran kembali.
9. Opening bank akan mempelajari dokumen dari advising bank dan apabila
sudah lengkap barulah akan dibayar kembali.
10.
Opening bank memberitahukan importer atas kedatangan
dokumen dari eksportir (advising bank).
11.
Importir akan melunasi pembayaran L/C yang telah dibuatnya serta
memperoleh dokumen yang dikirim oleh advising bank.
9. Bank garansi dan referensi bank
Bank garansi yaitu jaminan pembayaran yang diberikan oleh bank
kepada suatu pihak, baik perorangan, perusahaan atau badan / lembaga
lainnya dalam bentuk surat jaminan. Pemberian jaminan dengan maksud bank
82

menjamin akan memenuhi (membayar) kewajiban-kewajiban dari pihak yang


dijaminkan kepada pihak yang menerima jaminan, apabila yang dijamin
kemudian hari ternyata tidak memenuhi kewajiban kepada pihak lain sesuai
dengan yang diperjanjikan atau cedera janji.
Di dalam pemberian fasilitas bank garansi ada 3 pihak terlibat yaitu:

pihak penjamin (bank)


pihak terjamin (nasabah)
pihak penerima jaminan (pihak ketiga)
Sebagai contoh proses permohonan bank garansi dapat dilihat dari
skema berikut ini:
5
4

Bank BBD

PLN

1
2
6

Kontraktor
PT X

Adapun keterangan lebih lanjut penjelasan dari skema diatas adalah


sebagai berikut:
1. Kontraktor adalah nasabah yang mengajukan bank garansi ke bank BBD,
hal ini dilakukan karena kontraktor hendak melaksanakan pekerjaan milik
PLN.
2. BBD akan menerbitkan garansi bank jika kontraktor memenuhi syarat
termasuk telah menyetor jaminan lawan.
3. Bang Garansi asli diserahkan oleh kontraktor kepada pihak PLN.
4. Jika telah terjadi sesuatu yang tidak diinginkan atau yang dapat
merugikan pihak PLN. misalnya kontraktor ingkar janji maka pihak PLN
dapat langsung membawa garansi asli yang dipegangnya di BBD untuk
dicairkan.
5. Pihak BBD akan memberikan ganti rugi dengan cara mencairkan jaminan
lawan yang diserahkan oleh kontraktor sebelumnya.
6. Jika terjadi masalah dalam pekerjaannya, maka pihak PLN akan
mengembalikan garansi asli ke kontraktor, sehingga kontraktor dapat
mengembalikannya ke BBD.
Bank dalam hal ini bertindak sebagai penjamin yang akan membayar
sejumlah uang kepada pihak PLN apabila si kontraktor ingkar janji tidak dapat
memenuhi kewajibannya atau cedera janji.
83

Tujuan pemberian bank garansi oleh pihak bank kepada si penerima


jaminan atau yang dijaminkan adalah sebagai berikut:
a. Memberikan bantuan fasilitas dan kemudahan dalam memperlancar
transaksi nasabah.
b. Bagi pemegang jaminan bank garansi adalah untuk memberikan
keyakinan bahwa pemegang jaminan tidak akan menderita kerugian bila
pihak yang dijaminkan melalaikan kewajibannya, karena pemegang akan
mendapat ganti rugi dari pihak perbankan.
c. Menumbuhkan rasa saling percaya antara pemberi jaminan, yang
dijaminkan dan yang menerima jaminan.
d. Memberikan rasa aman dan ketentraman dalam berusaha baik bagi bank
maupun bagi pihak lainnya.
e. Bagi bank disamping keuntungan yang diatas juga akan memperoleh
keuntungan dari biaya-biaya yang harus dibayar nasabah serta jaminan
lawan yang diberikan.
Disamping memiliki tujuan bank garansi juga memiliki sifat-sifat tertentu.
Adapun sifat Bank Garansi adalah hanya berlaku untuk 1 kali transaksi yaitu
sampai dengan tanggal berakhirnya jangka waktu yang ditetapkan sesuai
dengan klausa yang tercantum dalam surat bank garansi yang bersangkutan.
Bank garansi tidak dapat diperpanjang tetapi dapat diajukan permohonan oleh
nasabah untuk diperbaharui atas persetujuan tertulis dari pemegang surat
bank garansi.
Kemudian Bank Garansi terdiri dari berbagai jenis. Jenis ini dapat dilihat
dari tujuannya sebagai berikut:
a. Bank Garansi untuk penagguhan bea masuk
Merupakan bank garansi yang diberikan kepada kantor bea cukai untuk
kepentingan pemilik barang guna penangguhan pembayaran bea masuk
atau barang yang dikeluarkan oleh pelabuhan.
b. Bank garansi untuk pita cukai tembakau
Yaitu bea cukai yang diberikan kepada kantor bea cukai untuk
kepentingan yang dijamin (pengusaha pabrik rokok) guna penangguhan
pembayaran pita cukai tembakau atas rook-rokok yang akan dikeluarkan
dari pabrik untuk peredaran.
c. Bank garansi untuk tender dalam negeri yaitu bank garansi yang
diberikan kepada bouwheer (yang member pekerjaan) untuk kepentingan
kontraktor/leveransir yang akan mengikuti tender dalam negeri.
d. Bank garansi untuk pelaksanaan pekerjaan
Bank garansi yang diberikan kepada bouwheer untuk kepentingan
kontraktor guna menjamin pelaksanaan pekerjaan yang diterima dari
bouwheer.
e. Bank Garansi untuk uang muka pekerjaan

84

f.

g.

h.
i.

Bank garansi yang diberikan kepada bouwheer untuk kepentingan


kontraktor untuk menerima pembayaran uang muka dari yang
memberikan pekerjaan.
Bank garansi untuk tender luar negeri
Bank garansi yang diberikan untuk kepentingan kontraktor yang akan
mengikuti tender pemborong yang mana bouwheer adalah pihak luar
negeri.
Bank Garansi untuk menjamin kontraktor/eksportir Indonesia yang turut
tender/melaksanakan kontrak.
Bank garansi untuk perdagangan
Bank garansi yang diberikan kepada agen atau dealer perdagangan atau
depot-depot perdagangan.
Bank garansi yang diberikan kepada nasabah yang akan melakukan
penyerahan barang, baik yang dibiayai oleh bank ataupun tidak.
Bank garansi untuk mendapatkan keterangan pemasukan barang, bank
garansi yang diberikan untuk pengeluaran barang yang L/C nya belum
dibayar penuh oleh importer.

Selanjutnya setiap transaksi yang berkaitan dengan bank garansi akan


dikenakan biaya. Biaya-biaya yang dikenakan kepada nasabah yang
mengajukan permohonan bank garansi merupakan balas jasa atau pendapatan
bagi bank. Biaya-biaya ini merupakan kompensasi dari resiko yang akan
dihadapi bank yang mungkin akan terjadi di kemudian hari. Biaya-biaya
dimaksud adalah:
a. Biaya provisi
Merupakan sejumlah uang yang wajib dibayar oleh terjamin kepada bank
sebagai balas jasa untuk pemberian bank garansi. Besarnya provisi
ditetapkan berdasarkan tujuan penggunaan bank garansi dan ditetapkan
berdasarkan presentase. Pemerintah melalui Bank Indonesia menetapkan
besarnya provisi bank garansi secara umum tanpa membedakan tujuan
penggunaan garansi bank.
Contoh:
Jumlah bank garansi Rp. 10.000.000,Jangka waktu 3 bulan
Provisi ditetapkan 1% setahun
Besarnya biaya provisi dapat dihitung sebagai berikut:
3/12 X 1% X Rp. 10.000.000,- = Rp. 25.000
b. Biaya administrasi
MErupakan biaya yang lazim dipungut berhubungan untuk pelaksanaan
administrasi. Jumlah yang dikenakan terhadap terjamin tergantung bank
masing-masing.
c. Bea Materai
Merupakan biaya materai yang dilekatkan pada surat perjanjian bank
garansi yang ditandatangani oleh bank dan pihak terjamin.

85

Disamping biaya yang dikenakan terhadap nasabahnya, permohonan


bank garansi juga harus disertai jaminan lawan yang sepadan. Jaminan lawan
yang akan diberikan oleh nasabah kepada bank sebagai jaminan terhadap
resiko yang mungkin timbul di kemudian hari. Dalam menentukan besarnya
jaminan pihak bank selalu berpedoman pada ketentuan bank sentral dan
kelaziman yang berlaku di dunia perbankan. Oleh karena bank garansi
mengandung suatu tingkat resiko, maka pertimbangan tentang resiko ini perlu
diperhatikan dan jaminan lawan atau disebut counter guarantee.
Adapun bentuk jaminan lawan yang diberikan antara lain dapat berupa:
a.
b.
c.
d.
e.
f.

uang tunai
giro yang dibekukan
sertifikat deposito
surat-surat berharga, seperti saham, obligasi
sertifikat tanah
dan jaminan lawan lainnya

Setelah semua persyaratan dipenuhi maka bank akan menerbitkan Surat


garansi bank yang akan diberikan kepada nasabah pemohon (terjamin).
Selanjutnya terjamin menandatangani surat perjanjian garansi bank serta
membayar lunas biaya-biaya yang telah ditetapkan.
Surat garansi yang diterbitkan oleh bank hendaknya memuat hal-hal
minimal sebagai berikut:
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.

judul garansi bank atas bank garansi


nama dan alamat terjamin
nama dan alamat bank pemberi garansi
nama dan alamat penerima jaminan
macam transaksi antara terjamin dan penerima jaminan
tanggal penerbitan surat bank garansi
jumlah uang yang dijaminkan oleh bank
batas waktu untuk mengajukan claim kepada bank
pernyataan bahwa penjamin (bank) akan memenuhi pembayaran hingga
suatu jumlah tertentu dengan terlebih dulu menyita dan menjual lebih
dulu benda-benda milik terjamin yang dijadikan jaminan lawan
j. Jangka waktu pembayaran oleh bank kepada penerima jaminan terhitung
saat bank menerima tuntutan.
k. tanda tangan pihak bank pemberi garansi.
Ketentuan dan syarat-syarat lainnya tidak boleh dimuat dalam surat
garansi bank antara lain:

Sebagai syarat berlaku bank garansi terjamin terlebih dulu harus


memenuhi syarat-syarat tertentu
Keterangan yang menyatakan bahwa bank garansi dapat diubah atau
dibatalkan secara sepihak.

86

Disamping bank garansi biasanya nasabah juga diminta untuk


melengkapinya dengan surat referensi bank. Referensi bank merupakan sejenis
surat untuk menunjukan bahwa yang diberi referensi mempunyai tindak tanduk
baik selama menjadi nasabah bank yang memberikan referensi bank. Referensi
bank ini diberikan kepada nasabah untuk keperluan tertentu misalnya
mengikuti tender.
Sebelum pemberian referensi ini, bank terlebih dulu melihat catatancatatan tentang nasabah di bank yang bersangkutan yang tentu saja nasabah
pemohon referensi bank haruslah nasabah bank tersebut.
Penelitian tentang kondite nasabah yang memohon surat referensi bank
juga dilakukan dari sumber diluar bank itu sendiri, misalnya dari catatan bank
lainnya atau dari pihak berwajib.
10.

Memberikan Jasa-Jasa di Pasar Modal

Di dalam pasar modal pihak perbankan mempunyai peranan yang sangat


besar dalam rangka memajukan perkembangan pasar modal. Perbankan
mendukung setiap kegiatan yang ada demi kelancaran transaksi pasar modal
di bursa efek.
Jasa-jasa bank yang diberikan dalam rangka mendukung kelancaran
transaksi di pasar modal antara lain:

11.

penjamin emisi (underwriter)


penjamin (guarantor)
wali amanat (trustee)
perantara perdagangan efek / pialang (broker)
pedagang efek (dealer)
perusahaan pengelola dana (investment company).
Menerima Setoran-Setoran

Jasa ini diutamakan untuk membantu nasabahnya dalam mengumpulkan


setoran atau pembayaran lewat bank. Setoran atau pembayaran yang biasa
diterima oleh bank antara lain:

12.

pembayaran listrik
pembayaran telepon
pembayaran pajak
pembayaran uang kuliah
pembayaran rekening air
setoran ONH
Melakukan pembayaran
gaji

87

13.

pensiun
bonus
hadiah
deviden
dan kegiatan lainnya

BAB VI
TUGAS-TUGAS
BANK INDONESIA

Ditinjau dari segi fungsinya, salah satu jenis perbankan yang paling
utama dan paling penting adalah Bank Sentral (central bank). Bank Sentral di
setiap Negara hanya ada satu dan mempunyai cabang hamper di setiap
propinsi. Fungsi utama Bank Sentral adalah mengatur masalah-masalah yang
berhubungan dengan keuangan di suatu Negara secara luas, baik di dalam
negeri maupun luar negeri. Di Indonesia tugas Bank Sentral dipegang oleh
Bank Indonesia (BI).
Bank Indonesia beasal dari De Javasche Bank N. V yang merupakan salah
satu bank milik pemerintah Belanda. De Javasche Bank N. V didirikan pada
zaman penjajahan Belanda, tepatnya pada tanggal 10 Oktober 1827 dalam
rangka membantu pemerintah Belanda, untuk mengurus keuangannya di
Hindia Belanda pada waktu itu. Kemudian De Javasche Bank N. V dinasionalisir
pemerintah Republik Indonesia tanggal 6 Desember 1951 dengan undangundang nomor 24 tahun 1951 menjadi bank milik pemerintah Republik
Indonesia. Selanjutnya berdasarkan Penetapan Presiden nomor 17 tahun 1965,
Bank Indonesia bersama bank-bank lainnya seperti Bank Koperasi Tani dan
Nelayan, Bank Negara Indonesia dan Bank Tabungan Negara dilebur ke dalam
Bank Tunggal dengan nama Bank Negara Indonesia (BNI). Bank Negara
Indonesia terdiri dari BNI unit I, BNI unit II, BNI unit III, BNI unit IV dan BNI unit
V. Bank Negara Indonesia unit I kemudian berfungsi sebagai Bank sirkulasi,
Bank Sentral dan Bank Umum dan dijadikan Bank Indonesia di Indonesia
dengan Undang-Undang nomor 13 tahun 1968. Selanjutnya status Bank
Indonesia sebagai Bank Sentral dikukuhkan lagi dalam Undang-Undang RI
nomor 23 tahun 1999.
Kantor Pusat Bank Sentral terletak di Ibukota Negara. Di Indonesia, bank
sentral berkantor pusat di Jakarta dan mempunyai kantor di seluruh wilayah
Indonesia (biasanya di tiap-tiap ibukota propinsi) serta perwakilan-perwakilan

88

dan koresponden di luar negeri. Fungsi Bank Sentral di Negara manapun


memegang peranan sangat penting dalam memajukan perkembangan
pembangunan di negaranya, begitu pula dengan Bank Sentral di Indonesia
yang diemban oleh Bank Indonesia juga mempunyai posisi strategis dalam
pembangunan, baik dalam melayani pemerintah maupun dunia keuangan dan
perbankan, yang ada di Indonesia dan di seluruh dunia
Peranan Bank Indonesia sebagai Bank Sentral atau sering juga disebut
bank to bank dalam pembangunan memang penting dan sangat dibutuhkan
keberadaannya. Hal ini disebabkan bahwa pembangunan di sector apapun
selalu membutuhkan dana dan dana ini diperoleh dari sector lembaga
keuangan termasuk bank. Tugas-tugas Bank Indonesia sebagai bank to bank
adalah mengatur, mengkoordinir, mengawasi serta memberikan tindakan
kepada dunia perbankan. Bank Indonesia juga mengurus dana yang dihimpun
dari masyarakat agar disalurkan kembali ke masyarakat benar-benar efektif
penggunaannya sesuai dengan tujuan pembangunan. Kemudian disamping
mengurus dana perbankan, Bank Indonesia juga mengatur dan mengawasi
kegiatan perbankan secara keseluruhannya.
Peranan lain Bank Indonesia adalah dalam hal menyalurkan uang
terutama uang kartal (kertas dan logam) dimana Bank Indonesia mempunyai
hak tunggal untuk menyalurkan uang kartal. Kemudian mengendalikan jumlah
uang yang beredar dan suku bungan dengan maksud untuk menjaga
kestabilan nilai rupiah. Disamping itu hubungan Bank Indonesia dengan
pemerintah adalah sebagai pemegang kas pemerintah. Begitu pula hubungan
keuangan dengan dunia internasional juga ditangani oleh Bank Indonesia
seperti menerima pinjaman luar negeri.
Dalam menjalankan tugas sehari-hari Bank Indonesia dipimpin oleh
Dewan Gubernur. Dewan Guberbur terdiri dari seorang Gubernur, seorang
Deputi Gubernur Senior, dan sekurang-kurangnya 4 orang atau sebanyaknya 7
orang Deputi Gubernur. Dalam hal ini Deputi Gubernur Senior merupakan Wakil
gubernur dan apabila Gubernur dan Deput Senior berhalangan, maka Gubernur
atau Deputi Gubernur Senio menunjuk seorang Deputi Gubernur untuk
memimpin Dewan Gubernur.
Kedudukan Gubernur dan Deputi Gubernur Senior diusulkan dan diangkat
oleh Presiden dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat untuk masa
jabatan 5 tahun. Kemudian masa jabatan yang sama dapat diperpanjang
sebanyak-banyaknya 1 kali masa jabatan berikutnya.

A.

TUJUAN BANK INDONESIA

89

Tujuan Bank Indonesia seperti tertuang dalam Undang-Undang RI nomor


23 tahun 1999 Bab III Pasal 7 adalah untuk mencapai dan memelihara
kestabilan rupiah. Mata uang rupiah perlu dijaga dan dipelihara mengingat
dampak yang ditimbulkan apabila suatu mata uang tidak stabil sangatlah luas
seperti salah satunya adalah terjadinya inflasi yang sangat memberatkan
masyarakat luas. Oleh karena itu tugas Bank Indonesia untuk mencapai dan
memelihara kestabilan sangatlah penting. Adapun maksud dari kestabilan
rupiah yang diinginkan oleh Bank Indonesia adalah:
1. Kestabilan nilai rupiah terhadap barang dan jasa yang dapat diukur
dengan atau tercermin dari perkembangan laju inflasi.
2. Kestabilan nilai rupiah terhadap mata uang Negara lain. Hal ini dapat
diukur dengan atau tercermin dari perkembangan nilai tukar rupiah
terhadap mata uang Negara lain.
Dengan stabilnya nilai mata uang rupiah, maka akan sangat banyak
manfaat yang akan diperoleh terutama untuk mendukung pembangunan
ekonomi yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Agar kestabilan nilai rupiah dapat tercapai dan terpelihara, maka Bank
Indonesia memiliki tugas antara lain:
1. Menetapkan dan melaksanakan kebiakan moneter
2. Mengatur dan menjaga kelancaran system pembayaran
3. Mengatur dan mengawasi bank
Dalam pelaksanaan tugas diatas pihak lain dilarang melakukan segala
bentuk campur tangan terhadap pelaksanaan tugas Bank Indonesia.

B. TUGAS-TUGAS BANK INDONESIA


Secara garis besar ada tiga tugas Bank Indonesia dalam rangka
mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah seperti yang telah
diungkapkan diatas. Berikut ini akan diuraikan garis-garis besar dari masingmasing tugas Bank Indonesia seperti yang tertuang dalam Undang-Undang
nomor 23 Tahun 1999.
1. Menetapkan dan Melaksanakan Kebijakan Moneter
Dalam rangka menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter Bank
Indonesia berwenang:
a. Menetapkan sasaran-sasaran moneter dengan memperhatikan sasaran
laju inflasi yang ditetapkannya.
b. Melakukan pengendalian moneter dengan menggunakan cara-cara yang
termasuk, tetapi tidak terbatas pada:

90

c.

d.
e.
f.

operasi pasar terbuka di pasar uang, baik mata uang rupiah


maupun valas.
penetapan tingkat diskonto.
penetapan cadangan wajib minimum.
pengaturan kredit atau pembiayaan.
Memberikan kredit atau pembiayaan berdasarkan prinsip syariah, paling
lama 90 (Sembilan puluh) hari kepada bank untuk mengatasi kesulitan
pendanaan jangka pendek bank yang bersangkutan.
Melaksanakan kebijakan nilai tukar bardasarkan system nilai tukar yang
telah ditetapkan.
Mengelola cadangan devisa.
Menyelenggarakan survey secara berkala atau sewaktu-waktu diperlukan
yang dapat bersifat makro dan mikro.

2. Mengatur dan Menjaga Kelancaran Sistem Pembayaran


Dalam tugas mengatur dan menjaga kelancaran system pembayaran Bank
Indonesia berwenang:
a. Melaksanakan
dan
memberikan
persetujuan
dan
izin
atas
penyelenggaraan jasa system pembayaran.
b. Mewajibkan
penyelenggara
jasa
system
pembayaran
untuk
menyampaikan laporan kegiatannya.
c. Menetapkan penggunaan alat pembayaran.
d. Mengatur system kliring antar bank baik dalam mata uang rupiah
maupun asing.
e. Menyelenggarakan penyelesaian akhir transaksi pembayaran antar bank.
f. Menetapkan macam, harga, cirri uang yang akan dikeluarkan, bahan
yang digunakan dan tanggal mulai berlakunya sebagai alat pembayaran
yang sah.
g. Mengeluarkan dan mengedarkan uang rupiah serta mencabut, menarik
dan memusnahkan uang dari peredaran, termasuk memberikan
penggantian dengan nilai yang sama.
3. Mengatur dan Mengawasi Bank
Dalam hal mengatur dan mengawasi bank, Bank Indonesia berwenang:
a. Menetapkan ketentuan-ketentuan perbankan yang memuat prinsipprinsip kehati-hatian.
b. Memberikan dan mencabut izin usaha bank.
c. Memberikan izin pembukaan, penutupan, dan pemindahan kantor bank.
d. Memberikan persetujuan atas kepemilikan dan kepengurusan bank.
e. Memberikan izin kepada bank untuk menjalankan kegiatan usaha
tertentu.
f. Mewajibkan bank untuk menyampaikan laporan, keterangan dan
penjelasan sesuai dengan tata cara yang ditetapkan Bank Indonesia.

91

g. Melakukan pemeriksaan terhadap bank, baik secara berkala maupun


setiap waktu apabila diperlukan.
h. Memerintahkan bank untuk menghentikan sementara sebagian atau
seluruh kegiatan transaksi tertentu apabila menurut penilaian Bank
Indonesia terhadap suatu transaksi patut diduga merupakan tindakan
pidana di bidang perbankan.
i. Mengatur dan mengebangkan informasi antar bank.
j. Mengambil tindakan terhadap suatu bank sebagaimana diatur dalam
undang-undang tentang perbankan yang berlaku apabila menurut
penilaian Bank Indonesia dapat membahayakan kelangsungan usaha
bank yang bersangkutan dan atau membahayakan perekonomian
nasional.
k. Tugas mengawasi bank akan dilakukan oleh lembaga pengawasan sector
jasa keuangan yang independen dan dibentuk dengan Undang-Undang.

C. HUBUNGAN DENGAN PEMERINTAH


Hubungan Bank Indonesia dengan pemerintah seperti yang dituangkan
dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 adalah sebagai berikut:
1. Bertindak sebagai pemegang kas Pemerintah
2. Untuk dan atas nama Pemerintah Bank Indonesia dapat menerima
pinjaman luar negeri, menatausahakan serta menyelesaikan tagihan dan
kewajiban keuangan pemerintah terhadap pihak luar negeri.
3. Pemerintah wajib meminta pendapat Bank Indonesia dan atau
mengundang Bank Indonesia dalam sidang cabinet yang membahas
masalah ekonomi, perbankan dan keuangan yang berkaitan dengan
tugas Bank Indonesia atau kewenagan Bank Indonesia.
4. Memberikan pendapat dan pertimbangan kepada pemerintah mengenai
Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara serta kebijakan
lain yang berkaitan dengan tugas dan wewenang Bank Indonesia.
5. Dalam hal Pemerintah menerbitkan surat-surat hutang Negara,
Pemerintah wajib terlebih dulu berkonsultasi dengan Bank Indonesia dan
Pemerintah juga wajib terlebih dulu berkonsultasi dengan Dewan
Perwakilan Rakyat.
6. Bank Indonesia dapat membantu penerbitan surat-surat hutang Negara
yang diterbitkan Pemerintah.
7. Bank Indonesia dilarang memberikan kredit kepada Pemerintah.

D.HUBUNGAN DENGAN DUNIA INTERNASIONAL


Dalam hal hubungan Bank Indonesia dengan Dunia Internasional, maka
Bank Indonesia:
1. Dapat melakukan kerjasama dengan
92

a. Bank Sentral Negara lain


b. Organisasi dan Lembaga Internasional
2. Dalam hal dipersyaratkan bahwa anggota Internasional atau lembaga
Multilateral adalah Negara maka Bank Indonesia dapat bertindak untuk
dan atas nama Negara Republik Indonesia sebagai anggota.

BAB VII
93

LEMBAGA PEMBIAYAAN LAINNYA

Lembaga pembiayaan yang akan dibahas dalam Bab ini antara lain:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Perusahaan Pegadaian
Perusahaan Sewa Guna Usaha
Koperasi Simpan Pinjam
Perusahaan Asuransi
Perusahaan Anjak Piutang
Perusahaan Modal Ventura
Dana Pensiun
Lembaga Keuangan Internasional

Perbedaan antara lembaga pembiayaan di atas dengan pasar modal dan


pasar uang adalah para pelaku dan sasaran yang ingin dicapai. Para pelaku
yang memnutuhkan modal di pasar modal dan uang biasanya perusahaahperusahaan yang relative besar, sedangkan lembaga pembiayaan diatas
melayani kebutuhan modal semua lapisan pengusaha, baik pengusaha kecil
maupun besar. Demikian pula dana yang hendak dicari di pasar modal relative
lebih besar dan di lembaga pembiayaan lainnya relative lebih kecil (terbatas).
Agar lebih jelas dan mudah dipahami perbedaan dan persamaan antara
lembaga pembiayaan yang ada maka uraian dari masing-masing lembaga
pembiayaan di atas akan dibahas satu persatu berikut ini.

A.

PERUSAHAAN PEGADAIAN

Untuk mengatasi agar masyarakat yang sedang membutuhkan uang


tidak jatuh ke tangan para pelepas uang atau tukang ijon atau tukang rentenir
yang bunganya relative tinggi, maka perusahaan pegadaian menyediakan
pinjaman uang dengan jaminan barang-barang berharga. Meminjam uang ke
perum Pegadaian bukan hanya prosedurnya yang mudah dan cepat, tapi
karena biaya yang dibebankan lebih ringan jika dibandingkan dengan para
pelepas uang atau tukang ijon. Hal ini sesuai dengan salah satu tujuan dari
Perum Pegadaian dalam memberikan pinjaman kepada nasyarakat dengan
moto menyelesaikan masalah tanpa masalah.
Jika seseorang membutuhkan dana sebenarnya dapat diajukan ke
beberapa sumber dana seperti lembaga keuangan non bank atau ke bank.
Akan tetapi kendala utamanya adalah prosedur dan persyaratan yang lebih
sulit, dokumen yang harus lengkap, membuat masyarakat agak mengalami
kesulitan. Begitu pula dengan jaminan yang diberikan harus barang-barang
tertentu, karena tidak semua barang dapat dijadikan jaminan di bank.

94

Namun pegadaian masyarakat cukup datang ke kantor pegadaian


terdekat dengan membawa jaminan barang tertentu, maka uang pinjamanpun
keluar. Jaminannya pun cukup sederhana sebagai contoh jaminan adalah
jaminan dengan kain sarung saja sudah cukup.
Kemudahan lain di pegadaian adalah pihak pegadaian tidak
mempermasalahkan untuk apa uang tersebut digunakan dan hal ini tentu
bertolak belakang dengan pihak perbankan yang harus dapat dibuat serinci
mungkin tentang penggunaan uangnya, begitu pula dengan sangsinya apabila
tidak dapat melunasi dalam waktu tertentu maka jaminan yang disimpan akan
dilelang untuk menutupi kekurangan pinjamannya.
Besarnya jumlah pinjaman tergantung dari jaminan yang diberikan.
Semakin besar nilainya maka semakin besar pula pinjaman yang dapat
diperoleh oleh nasabah demikian pula sebaliknya. Namun biasanya pegadaian
hanya melayani sampai jumlah tertentu dan biasanya yang menggunakan jasa
pegadaian adalah masyarakat menengah ke bawah. Penggolongan
nasabahpun berdasarkan jumlah pinjamannya. Kepada nasabah yang
memperoleh pinjaman dikenakan sewa modal (bunga pinjaman) per bulan
yang besarnya tergantung dari golongan nasabah.
Untuk menaksir nilai jaminan yang dijaminkan pihak pegadaian memiliki
ahli-ahli taksir, misalnya jika yang dijaminkan adalah sebuah televise merek
X keluaran tahun z, maka si ahli taksir dengan cepat menaksir beberapa
nilai riil televise tersebut. Yang jelas nilai taksiran pasti lebih rendah dari nilai
pasar, hal ini dimaksudkan jika terjadi kemacetan terhadap pembayaran
pinjaman, maka dengan mudah pihak pegadaian melelang jaminan yang
diberikan nasabah. Disamping itu pihak pegadaian juga mempunyai timbangan
serta alat ukur tertentu, misalnya untuk mengukur karat emas atau gram
emas. Tujuan akhir dari penilaian ini adalah untuk menentukan besarnya
jumlah pinjaman yang dapat diberikan.
Asal Mula Pegadaian
Usaha pegadaian di Indonesia dimulai pada zaman penjajahan Belanda
(VOC) dimana pada saat itu tugas pegadaian adalah membantu masyarakat
untuk meminjamkan uang dengan jaminan gadai. Pada mulanya usaha ini
dijalankan oleh pihak swasta, namun dalam perkembangan selanjutnya usaha
pegadaian ini diambil alih oleh pemerintah Hindia Belanda dan dijadikan
perusahaan Negara, menurut Undang-Undang pemerintah Hindia Belanda pada
waktu itu dengan status Dinas Pegadaian.
Dalam sejarah dunia usaha pegadaian pertama kali dilakukan di Italia.
Kemudian dalam perkembangan selanjutnya meluas ke wilayah-wilayah Eropa
lainnya seperti Belanda dan oleh pihak VOC usaha pegadaian dibawa masuk ke
Hindia Belanda.
95

Di zaman kemerdekaan, pemerintah Republik Indonesia mengambil alih


usaha Dinas Pegadaian dan mengubah status pegadaian menjadi Perusahaan
Negara (PN) pegadaian berdasarkan undang-undang no. 19 Prp. 1960.
Perkembangan selanjutnya pada tanggal 11 Maret 1969 berdasarkan peraturan
pemerintah RI no.7 tahun 1969 PN pegadaian berubah menjadi Perusahaan
Jawatan (Perjan). Kemudian pada tanggal 10 April 1990 berdasarkan Peraturan
Pemerintah no. 10 tahun 1990 Perjan Pegadaian berubah menjadi Perusahaan
Umum (Perum) pegadaian. Sampai saat ini lembaga yang melakukan usaha
berdasarkan atas hokum gadai hanyalah Perum Pegadaian.

Barang Jaminan
Bagi nasabah yang ingin memperoleh fasilitas pinjaman dari Perum
Pegadaian, maka hal yang paling penting diketahui adalah masalah barang
yang dapat dijadikan jaminan di Perum Pegadaian. Perum Pegadaian dalam hal
jaminan menetapkan ada beberapa jenis barang berharga yang dapat diterima
untuk digadaikan. Barang-barang tersebut nantinya ditaksir nilainya, sehingga
dapatlah diketahui berapa nilai taksiran dari barang yang digadaikan. Besarnya
jaminan diperoleh dari 80-90% dari nilai taksiran. Semakin besar nilai taksiran
barang, maka semakin besar pula pinjaman yang akan diperoleh.
Adapun jenis-jenis barang berharga yang dapat diterima dan dapat
dijadikan jaminan oleh Perum Pegadaian sebagai berikut:
a. Barang-barang atau benda-benda perhiasan antara lain:
1. Emas
2. Perak
3. Intan
4. Berlian
5. Mutiara
6. Platina
7. Jam
b. Barang-barang berupa kendaraan seperti:
1. Mobil (termasuk bajaj dan bemo)
2. Sepeda motor
3. Sepeda biasa (termasuk becak)
c. Barang-barang elektronik antara lain:
1. Televisi
2. Radio
3. Radio tape
4. Video
5. Komputer
6. Kulkas
7. Tustel
8. Mesin tik
d. Mesin-mesin seperti:

96

1. Mesin jahit
2. Mesin kapal motor
e. Barang-barang keperluan rumah tangga seperti:
1. Barang tekstil, berupa pakaian, permadani atau kain batik.
2. Barang-barang pecah belah dengan catatan bahwa semua barangbarang yang dijaminkan haruslah dalam kondisi baik dalam arti masih
dapat dipergunakan atau bernilai. Hal ini bagi pegadaian penting
mengingat apabila nasabah tidak dapat mengembalikan pinjamannya,
maka barang jaminan akan dilelang sebagai penggantinya.
Prosedur Pinjaman
Seperti diketahui bahwa menariknya peminjaman uang di pegadaian
disebabkan prosedurnya yang mudah, cepat dan biaya yang dikenakanrelatif
ringan. Disamping itu biasanya perum pegadaian tidak begitu mementingkan
untuk apa uang tersebut digunakan. Yang penting setiap proses peminjaman
uang di pegadaian haruslah dengan jaminan barang-barang tertentu. Hal ini
tentu sangat berlawanan dengan prosedur peminjaman uang di lembaga
keuangan lainnya seperti bank.
Secara garis besar proses atau prosedur peminjaman uang di Perum
Pegadaian dapat dijelaskan berikut ini:
a. Nasabah datang langsung ke bagian informasi untuk memperoleh
penjelasan tentang pegadaian, misalnya tentang barang jaminan, jangka
waktu pengembalian, jumlah pinjaman dan biaya sewa modal (bunga
pinjaman).
b. Bagi nasabah yang sudah jelas dan mengetahui prosedurnya dapat
langsung membawa barang jaminan ke bagian penaksir untuk ditaksir
nilai jaminan yang diberikan. Pemberian barang jaminan disertai bukti
diri seperti KTP atau surat kuasa bagi pemilik barang yang tidak dapat
datang.
c. Bagian penaksir akan menaksir nilai jaminan yang diberikan, baik
kualitas barang maupun nilai barang tersebut, kemudian barulah
ditetapkan nilai taksir barang tersebut.
d. Setelah nilai taksir ditetapkan langkah selanjutnya adalah menentukan
jumlah pinjaman beserta sewa modal (bunga) yang dikenakan dan
kemudian diinformasikan ke calon peminjam.
e. Jika calon peminjam setuju, maka barang jaminan ditahan untuk
disimpan dan nasabah memperoleh pinjaman, berikut surat bukti gadai.
Kemudian untuk proses pembayaran kembali pinjaman baik yang sudah
jatuh tempo maupun yang belum dapat dilakukan sebagai berikut:

97

a. Pembayaran kembali pinajaman berikut sewa modalnya dapat langsung


dilakukan di kasir dengan menunjukan surat bukti gadai dan melakukan
pembayaran sejumlah uang.
b. Pihak pegadaian menyerahkan barang jaminan apabila pembayarannya
sudah lunas dan diserahkan langsung ke nasabah untuk diperiksa
kebenarannya dan jika sudah benar dapat langsung dibawa pukang.
c. Pada prinsipnya pembayaran kembali pinjaman dan sewa modal dapat
dilakukan sebelum jangka waktu pinjaman jatuh tempo. Jadi nasabah jika
sudah punya uang dapat langsung menebus jaminannya.
d. Bagi nasabah yang tidak dapat membayar pinjamannya, maka barang
jaminannya akan dilelang secara resmi ke masyarakat luas.
e. Hasil penjualan lelang diberitahukan kepada nasabah dan seandainya
uang hasil lelang setelah dikurangi pinjaman dan biaya-biaya masih lebih
akan dikembalikan ke nasabah.

Kegiatan Usaha Pegadaian Lainnya


Mungkin selama ini masyarakat kita hanya mengenal usaha pegadaian
secara sepintas saja yaitu sebagai tempat peminjam uang dengan cara
menggadaikan barangnya. Padahal dalam praktiknya disamping usaha
peminjaman uang Perum Pegadaian juga melakukan usaha lain.
Usaha yang dilakukan oleh Perum Pegadaian adalah seperti:
a. Melayani jasa taksiran, bagi masyarakat yang ingin menaksir nilai riil
barang-barang berharga miliknya seperti emas, intan, berlian, mobil,
televise dan barang-barang lainnya, hal ini berguna bagi masyarakat
yang ingin menjual barang tersebut atau hanya sekedar ingin
mengetahui jumlah kekayaannya.
b. Melayani jasa titipan barang, bagi masyarakat yang ingin menitipkan
barang-barang berharganya. Jasa penitipan ini diberikan untuk
memberikan rasa aman kepada pemiliknya dari kehilangan, kebakaran
atau kecurian.
c. Memberikan kredit, terutama bagi karyawan yang mempunyai
penghasilan tetap. Pembayaran pinjaman dilakukan dengan memotong
gaji si peminjam secara bulanan.
d. Ikut serta dalam usaha tertentu bekerja sama dengan pihak ketiga,
misalnya dalam pembangunan perkantoran atau pembangunan lainnya
Yang jelas bahwa usaha pokok pegadaian merupakan usaha peminjaman
uang dengan system gadai sedangkan usaha lainnya merupakan usaha
penunjang kegiatan pokok Perum Pegadaian.

B. PERUSAHAAN SEWA GUNA USAHA


98

Perusahaan sewa guna usaha (leasing) di Indonesia sering disebut


leasing. Kegiatan usahanya bergerak di bidang pembiayaan untuk keperluan
barang-barang modal yang diinginkan oleh nasabah. Pembiayaan disini artinya
jika seorang nasabah membutuhkan barang-barang modal seperti peralatan
kantor atau mobil dengan cara disewa atau dibeli secara kredit, maka pihak
leasing dapat membiayai keinginan nasabah tersebut sesuai perjanjian kedua
belah pihak.
Perusahaan leasing dapat diselenggarakan oleh atau badan usaha yang
berdiri sendiri. Keterbatasan usaha leasing adalah tidak boleh melakukan
kegiatan yang dilakukan oleh bank seperti memberikan simpanan dan kredit
dalam bentuk uang. Oleh karena itu perusahaan leasing harus pandai-pandai
dalam memberikan atau memilih sasarannya jangan sampai bertentangan
dengan jasa yang diberikan oleh lembaga keuangan bank.
Ketentuan Mengenai Leasing
Kegiatan leasing secara resmi diperbolehkan beroperasi di Indonesia
setelah keluar surat keputusan bersama antara Menteri Keuangan, Menteri
Perindustrian dan Menteri Perdagangan nomor Kep.122/MK/IV/2/1974, nomor
32/M/SK/2/74 dan nomor 30/Kpb/I/74 tanggal 7 Februari 1974 tentang perizinan
usaha leasing di Indonesia.
Wewenang untuk memberikan usaha leasing dikeluarkan oleh Menteri
Keuangan berdasarkan surat keputusan nomor 649/MK/IV/5/1974 tanggal 6 Mei
1974 yang isinya mengatur mengenai ketentuan tata cara perizinan dan
kegiatan usaha leasing di Indonesia.
Perkembangan selanjutnya adalah dengan keluarnya kebijaksanaan
deregulasi 20 Desember 1988 (Pakdes 20 1988) yang isinya mengatur tentang
usaha leasing di Indonesia dan dengan keluarnya kebijaksanaan ini, maka
ketentuan mengenai usaha leasing sebelumnya dinyatakan tidak berlaku lagi.
Kemudian dalam Keppres nomor 61 tahun 1988 dan keputusan Menteri
Keuangan nomor 1251/KMK.013/1988
tanggal 20 Desember 1988
diperkenalkan adanay istilah pembiayaan yaitu kegiatan pembiayaan dalam
bentuk dana atau barang modal dengan tidak menarik dana secara langsung
dari masyarakat luas.
Lembaga pembiayaan menurut ketentuan ini dimungkinkan untuk
melakukan salah satu dari kegiatan pembiayaan seperti:
a.
b.
c.
d.
e.

Sewa guna usaha (leasing)


Modal Ventura (venture capital)
anjak piutang (factoring)
pembiayaan konsumen (consumer finance)
kartu kredit (credit card)

99

Pemberian izin untuk melakukan usaha-usaha pembiayaan seperti diatas,


terlebih dulu harus memperoleh izin dari Menteri Keuangan.
Pihak-Pihak yang Terlibat
Ada beberapa pihak yang terlibat dalam pemberian fasilitas leasing,
dimana masing-masing pihak mempunyai hak dan kewajiban masing-masing,
Namun saling berkaitan satu sama lainnya.
Pihak-pihak yang terlibat dalam proses pemberian fasilitas leasing
adalah:
a. Lessor
Merupakan perusahaan leasing yang membiayai
nasabahnya untuk memperoleh barang-barang modal.

keinginan

para

b. Lessee
Adalah nasabah yang mengajukan permohonan leasing kepada lessors
untuk memperoleh barang modal yang diinginkan.
c. Supplier
Yaitu pedagang yang menyediakan barang yang akan dileasing sesuai
perjanjian antara lessors dengan lessee dan dalam hal ini supplier juga
dapat bertindak sebagai lessor.
d. Asuransi
Merupakan perusahaan yang akan menanggung resiko terhadap
perjanjian antara lessor dengan lessee. Dimana dalam hal lessee
dikenakan biaya asuransi dan apabila terjadi sesuatu, maka perusahaan
akan menanggung resiko sebesar sesuai dengan perjanjian terhadap
barang yang dileasingkan.
Kegiatan Leasing
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan antara satu perusahaan leasing
dengan perusahaan leasing lainnya yang berbeda. Didalam surat keputusan
Menteri Keuangan nomor 1169/KMK.01/1991 tanggal 21 November 1991,
kegiatan leasing dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara sebagai berikut:
a. Melakukan sewa guna usaha dengan hak opsi bagi leaaee (finance lease)
b. Melakukan sewa guna usaha dengan tanpa hak opsi bagi lessee
(operating lease)
Adapun cirri-ciri kedua kegiatan leasing seperti yang dimaksud diatas
adalah sebagai berikut:

100

a. Kriteria untuk finance lease apabila suatu perusahaan leasing memenuhi


persyaratan:
Jumlah pembayaran sewa guna usaha dan selama masa sewa guna
usaha pertama kali ditambah dengan nilai sisa barang yang dilease
harus dapat menutupi harga perolehan barang modal yang dilease
dan keuntungan bagi pihak lessor.
Dalam perjanjian sewa guna usaha memuat ketentuan mengenai
hak opsi bagi lessee.
b. Sedangkan criteria untuk operating lease adalah memenuhi persyaratan
sebagai berikut:
Jumlah pembayaran selama masa leasing pertama tidak dapat
menutupi harga perolehan barang modal yang dileasekan
ditambah keuntungan bagi pihak lessor.
Di dalam perjanjian leasing tidak memuat mengenai hak opsi bagi
lessee.
Dalam praktiknya transaksi finance leasing dibagi lagi ked lam bentukbentuk sebagai berikut:
a. Direct finance lease
Transaksi ini dikenal juga dengan nama true lease. Dimana dalam
transaksi ini pihak lessor membeli barang modal atas permintaan lessee
dan sekaligus menyewagunakan barang tersebut kepada lessee. Lessee
dapat menentukan spesifikasi barang yang diinginkan termasuk
penentuan harga dan supliernya. Oleh karena itu proses pembelian yang
dilakukan lessor hanyalah untuk memenuhi kebutuhan pihak lessee.
b. Sales dan lease back
Proses dilakukan dimana pihak lessee menjual barang modalnya kepada
lessor untuk dilakukan kontrak sewaguna usaha atas barang tersebut,
antara lessee dengan lessor. Metode ini biasanya digunakan untuk
menambah modal kerja pihak lessee.
Sedangkan dalam operating lease dimana pihak lessor sengaja membeli
barang modal untuk kemudian dileasekan kepada pihak lessee. Biaya yang
dikenakan terhadap lessee adalah biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh
barang yang dibutuhkan oleh lessee berikut bunganya.

Jenis-Jenis Perusahaan Leasing


Setelah kita mengetahui kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh
perusahaan leasing, maka selanjutnya dapat kita bagi lagi perusahaan leasing
menurut jenis-jenis perusahaannya.
Adapun jenis perusahaan dalam menjalankan kegiatannya dibagi ke
dalam 3 (tiga) jenis sebagai berikut:
101

a. Independent leasing
Merupakan perusahaan leasing yang berdiri sendiri dapat sekaligus
sebagai supplier atau membeli barang-barang modal dari supplier lain
untuk dileasekan.
b. Captive lessor
Dalam perusahaan leasing jenis ini produsen atau supplier mendirikan
perusahaan leasing jadi yang mereka leasekan adalah barang-barang
milik mereka sendiri. Tujuan utamanya adalah untuk dapat
meningkatkan penjualan, sehingga mengurangi penumpukan barang di
gudang / toko.
c. Lease broker
Perusahaan jenis ini kerjanya hanyalah mempertemukan keinginan
lessee untuk memperoleh barang modal kepada pihak lessor untuk di
leasekan. Jadi dalam hal ini lease broker hanya sebagai perantara antara
pihak lessor dengan pihak lessee.

Perjanjian Leasing
Perjanjian yang dibuat antara lessor dengan lessee disebut lease
agreement, dimana didalam perjanjian tersebut memuat kontrak kerja
bersyarat antara kedua belah pihak, lessor dan lessee.
Adapun isi kontrak tersebut secara umum memuat antara lain:
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.

Nama dam Alamat lessee


Jenis barang modal yang diinginkan
Jumlah atau nilai barang yang dileasingkan
Syarat-syarat pembayaran
Syarat-syarat kepemilikan atau syarat lainnya
Biaya-biaya yang dikenakan
Sangsi-sangsi apabila lessee ingkar janji
dan lain-lain.

Jika seluruh persyaratan sudah disetujui, maka pihak lessor akan


menghubungi supplier untuk negosiasi barang dan menghubungi pihak
asuransi untuk menanggung resiko kemacetan pembayaran oleh lessee.
Namun dalam praktiknya dapat pula sebelum nasabah mengajukan
permohonan ke perusahaan leasing, pihak lessee terlebih dulu melakukan
negosiasi dengan suppliernya, kemudian barulah mencari perusahaan leasing
yang akan menjadi lessornya.

Biaya-Biaya yang Dikeluarkan

102

Kepada setiap fasilitas leasing yang diberikan oleh perusahaan leasing


kepada pemohon (lessee) akan dikenakan berbagai macam biaya. Biaya-biaya
ini besarnya ditentukan oleh masing-masing perusahaan leasing. Artinya
antara perusahaan leasing biaya yang dibebankan terhadap lessee tidak sama.
Besar kecilnya biaya yang dikenakan terhadap nasabahnya akan
mempengaruhi keuntungan yang diterima oleh perusahaan leasing.
Adapun biaya-biaya yang dibebankan kepada lessee biasanya terdiri dari:
a.
b.
c.
d.

Biaya administrasi yang besarnya dihitung per tahun


Biaya materai untuk perjanjian
Biaya bunga terhadap barang yang di leasekan
Premi asuransi yang disetor kepada pihak asuransi

Prosedur Permohonan Leasing


Setiap permohonan yang diajukan oleh pihak lessee haruslah langsung
kepihak lessor, baik secara lisan maupun tertulis, kemudian oleh pihak lessor
akan dipelajari seksama sehingga pada akhirnya nanti tidak akan merugikan
pihak lessor akibat terjadi kesalahan analisis.
Adapun prosedur permohonan fasilitas leasing oleh lessee kepada lessor
secara umum dapatlah digambarkan sebagai berikut:
a. Pihak lessee mengajukan permohonan untuk memperoleh fasilitas suatu
barang modal baik secara lisan maupun tertulis.
b. Pihak lessor akan meneliti maksud dan tujuan permohonan lessee serta
meneliti kelengkapan dokumen yang dipersyaratkan. Jika masih ada
dokumen atau informasi yang kurang dimohon untuk melengkapinya
selengkap mungkin dan yang diteliti biasanya meliputi:
1. Mengajukan permohonan secara tertulis kepada pihak leasing, yang
berisi antara lain maksud dan tujuan mengajukan leasing serta cara
pembayarannya.
2. Akte pendirian perusahaan jika lessee berbentuk Perseroan Terbatas
(PT) atau yayasan.
3. KTP dan kartu keluarga jika lessee berbentuk perorangan.
4. Laporan keuangan (neraca dan laporan rugi laba) 3 tahun terakhir jika
lessee berbentuk PT.
5. Slip gaji dan bukti penghasilan lainnya jika lessee berbentuk
perseorangan.
6. NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) baik untuk perorangan atau
perusahaan.
c. Jika dokumen yang dibutuhkan sudah lengkap, maka pihak lessor
memberilan informasi tentang persyaratan dalam perjanjian kontrak

103

d.

e.

f.

g.
h.

i.
j.
k.

antara lessee dengan lessor, termasuk hak dan kewajibannya masingmasing.


Pihak lessor akan mengadakan penelitian dan analisis terhadap informasi
dan data yang diberikan lessee dengan cara:
1. Penelitian data untuk mengukur kemampuan dan kemauan lessee
membayar kembali. Penelitian ini dapat dilakukan dengan 5C yaitu:
Character, Capacity, Capital, Condition, dan Collateral.
2. Meneliti langsung ke lokasi lessee berada (on the spot)
3. Meneliti ke lokasi dimana lessee punya hubungan.
Hasil penelitian data baik untuk mengukur kemampuan untuk membayar
dan kemauan untuk membayar dengan disertai kebenaran informasi dan
data yang ada di lapangan maka, dapatah ditarik 3 kesimpulan yaitu
sebagai berikut:
1. Menolak permohonan lessee dengan alasan tertentu
2. Masih dipertimbangkan dengan catatan ditunda atau permohonan
belum dapat diproses sampai jangka waktu tertentu dengan berbagai
alasan.
3. Menerima permohonan lessee karena telah sesuai dengan kainginan
lessor.
Jika permohonan lessee telah diterima pihak lessor, maka pihak lessor
mengadakan pertemuan dengan pihak lessee, tentang persyaratan yang
harus dipenuhi antara lain penandatanganan surat perjanjian serta biayabiaya yang harus dibayar oleh lessee.
Pihak lessee membayar sejumlah kewajibannya dan menandatangani
surat perjanjian antara lessee dengan lessor.
Pihak lessor melakukan pemesanan kepada supplier sesuai dengan
barang yang diinginkan lessee dan membayar sesuai dengan perjanjian
dengan pihak supplier.
Pihak lessor juga menghubungi serta membayar premi asuransi yang
sudah disetor lessee sebelumnya kepada pihak lessor.
Pihak supplier mengirim barang sesuai dengan surat pesanan dan surat
bukti pembayaran yang telah dilakukan oleh lessor.
Pihak lessor juga mengirim polis asuransi kepada lessee setelah
diterbitkan oleh pihak lessor atas nama lessee.

Dalam praktiknya setiap permohonan fasilitas leasing oleh lessee, maka


prosedur dan persyaratan yang ditetapkan oleh perusahaan leasing berbeda
antara satu dengan lainnya. Hal ini sesuai dengan kepentingan perusahaan
leasing itu sendiri dan secara umum memang prosedur dan persyaratannya
tidak jauh berbeda seperti yang telah diuraikan diatas.

Sangsi-Sangsi
Seperti jenis pinjaman lainnya, bahwa tidak semua pinjaman berjalan
mulus atau berjalan sesuai prosedur yang ada sekalipun sudah melalui

104

prosedur yang benar, hal ini disebabkan oleh banyak factor. Begitu pula
dengan perusahaan leasing jelas tidak semua barang modal yang dibiayai akan
terlunasi sesuai rencana. Oleh karena itu perlu ada tindakan lebih lanjut bagi
lessee yang lalai.
Adapun sangsi-sangsi yang diberikan pihak lessor kepada pihak lessee
apabila lessee ingkar janji atau tidak memenuhi kewajibannya kepada pihak
lessor sesuai perjanjian yang telah disepakati adalah sebagai berikut:
a.
b.
c.
d.

Berupa teguran lisan supaya segera melunasi.


Jika teguran lisan tidak digubris, maka akan diberikan teguran tertulis.
Dikenakan denda sesuai perjanjian
Penyitaan barang yang dipegang oleh lessee.

C. KOPERASI SIMPAN PINJAM


Koperasi merupakan suatu kumpulan dari orang-orang yang menjadi
anggota koperasi, dimana dalam perkumpulan ini terdiri dari orang-orang yang
mempunyai kepentingan bersama dalam arti mempunyai tujuan bersama
diantara para anggotanya. Pembentukan koperasi berdasarkan asas
kekeluargaan dan gotong royong khususnya untuk membantu para anggotanya
yang memerlukan bantuan baik barang maupun pinjaman uang.
Dalam menjalankan kegiatannya memungut sejumlah uang dari setiap
anggota koperasi. Uang yang dikumpulkan para anggota tersebut dijadikan
modal untuk dikelola oleh pengurus koperasi, kemudian dipinjamkan kembali
bagi anggota yang membutuhkannya.
Setiap anggota koperasi diwajibkan untuk menyetor sejumlah uang
sebagai sumbangan pokok anggota, disamping itu ditetapkan pula sumbangan
wajib kepada para anggotanya. Pembagian keuntungan diberikan tergantung
kepada keaktifan para anggotanya dalam koperasi. Sebagai contoh dalam
koperasi simpan pinjam semakin banyak seorang anggota meminjam sejumlah
uang, maka pembagian keuntungan akan lebih besar dibandingkan dengan
anggota yang tidak meminjam, demikian pula sebaliknya.
Jenis-jenis koperasi yang ada seperti koperasi produksi, koperasi
konsumsi, koperasi simpan pinjam, dan koperasi serba guna. Yang
membedakan jenis koperasi tersebut adalah usaha yang mereka jalankan.
Sebagai contoh untuk koperasi konsumsi, dimana usahanya adalah
menyediakan kebutuhan akan barang-barang pokok sehari-hari seperti
sandang, pangan dan kebutuhan yang berbentuk barang lainnya. Sedangkan
koperasi simpan pinjam melakukan usaha penyimpanan dan peminjaman
sejumlah uang untuk keperluan para anggotanya. Jadi dari segi lapangan usaha
inilah dapat digolongkan masuk ke jenis yang mana koperasi tersebut.

105

Didalam koperasi simpan pinjam, setiap anggota yang menyimpan


uangnya di koperasi akan diberikan imbalan jasa. Oleh pengurus koperasi uang
para anggota yang disimpan dipinjam kembali kepada para anggota koperasi
yang membutuhkannya. Prosedur simpan pinjam juga cukup sederhana tanpa
jaminan tertentu, asal si peminjam merupakan anggota koperasi tersebut,
begitu pula sangsi yang dikenakan terhadap para anggota yang lalai, juga
tidak sekeras lembaga lainnya. Sangsi yang biasa digunakan bagi para anggota
koperasi yang lalai adalah tidak diperbolehkan kembali meminjam atau sangsi
yang paling keras anggota tersebut dikeluarkan.
Pembagian keuntungan di dalam koperasi simpan pinjam diberikan
terutama bagi peminjam yang tidak pernah lalai memenuhi kewajibannya,
akan diberikan sesuai dengan jumlah yang ia pinjam. Semakin besar pinjaman,
maka pembagian keuntungannyapun semakin besar pula.
Pendirian lembaga koperasi, cukup sederhana yaitu cukup dengan
minimal 20 orang yang membuat kesepakatan dengan akte notaries, kemudian
didaftarkan di kanwil Departemen Koperasi setempat untuk mendapatkan
pengesahannya. Dalam susunan organisasi koperasi rapat pengurus
mengangkat pengurus dan pengawas. Sedangkan kegiatan sehari-hari
diserahkan kepada pengelola koperasi.
Dalam kegiatan peminjaman koperasi simpan pinjam mengutamakan
pemberian pinjaman kepada para anggotanya dengan bunga yang relative
murah sekitar 12% setahun. Besarnya pinjaman biasanya dibatasi sampai
jumlah tertentu mengingat banyaknya anggota koperasi, dan dana yang
tersedia biasanya terbatas. Jika memang para anggota sudah tidak
membutuhkan lagi, sedangkan dana masih lebih, maka tidak menutup
kemungkinan koperasi memberikan pinjaman kepada bukan anggota koperasi.

D.PERUSAHAAN ASURANSI
Untuk mengurangi atau menutupi terjadinya resiko yang tidak kita
inginkan dimasa yang akan datang, seperti resiko kehilangan, resiko kebakaran
serta resiko macetnya pinjaman kredit bank, maka diperlukan jasa asuransi,
sehingga resiko tersebut dapat ditutupi bila terjadi kemacetan. Perusahaan
asuransi merupakan perusahaan yang melakukan usaha pertanggungan
terhadap resiko yang akan dihadapi oleh nasabahnya.
Resiko yang dihadapi oleh perseorangan atau perusahaan bermacammacam, oleh sebab itu perusahaan asuransipun terdiri dari berbagai jenis
tergantung dari resiko yang akan dihadapinya.
Jenis-jenis asuransi terdiri dari:

106

a. Asuransi kerugian (Non Life Insurance)


b. Asuransi Jiwa (Life Insurance)
c. Reasuransi (Reinsurance)
Tiap-tipa jenis asuransi mempunyai spesialisasi dibidangnya masingmasing. Dalam perjanjian asuransi dimana tergtanggung dan penanggung
mengikat suatu perjanjian tentang hak dan kewajiban masing-masing serta
persyaratan yang harus dipenuhi. Perusahaan asuransi membebankan
sejumlah premi yang harus dibayar tertanggung. Premi yang harus dibayar
sebelumnya sudah ditaksirkan dulu atau diperhitungkan dengan nilai resiko
yang akan dihadapi. Semakin besar resiko, maka semakin besar premi yang
harus dibayar dan sebaliknya.
Perjanjian asuransi tersebut tertuang dalam polis asuransi, dimana
disebutkan syarat-syarat, hak dan kewajiban masing-masing pihak serta jumlah
uang yang dipertanggungkan dan jangka waktu asuransi. Jika dalam masa
pertanggungan terjadi resiko, maka pihak asuransi akan membayar sesuai
dengan perjanjian yang telah dibuat dan ditandatangani bersama sebelumnya.
Perkembangan Asuransi
Asal mula kegiatan asuransi yang dijalankan di Indonesia merupakan
kelanjutan asuransi yang ditinggalkan oleh pemerintah Hindia Belanda.
Sedangkan peraturan pemerintah Indonesia yang mengatur tentang asuransi
baru dikeluarkan pada tahun 1976 dengan keluarnya surat keputusan Menteri
Keuangan pada waktu itu.
Adapun surat Keputusan Menteri Keuangan yang dikeluarkan adalah
nomor 1136/KMK/IV/1976 tentang penetapan besarnya cadangan premi dan
biaya oleh perusahaan asuransi di Indonesia. Selanjutnya keluar Keputusan
Menteri Keuangan nomor 1249/KMK.013/1988 tanggal 20 Desember 1988
tentang ketentuan dan tata cara pelaksanaan di bidang asuransi kerugian dan
nomor 1250/KMK.013/1988 tanggal 20 Desember 1988 tentang asuransi jiwa.
Peraturan Menteri Keuangan ini kemudian tidak berlaku lagi dengan
keluarnya Undang-Undang nomo 2 tahun 1992 tentang usaha perasuransian di
Indonesia dan peraturan pemerintah nomor 73 tahun 1992 tentang
penyelenggaraan usaha perasuransian. Disamping kedua perundang-undangan
dan peraturan tersebut dasar acuan pembinaan dan pengawasan usaha
asuransi di Indonesia juga didasarkan kepada Keputusan Menteri Keuangan
nomor:

223/KMK.017/1993 tanggal 26 Februari 1993 tentang izin perusahaan


asuransi dan reasuransi.
224/ KMK.017/1993 tanggal 26 Februari 1993 tentang kesehatan
keuangan perusahaan asuransi dan reasuransi.

107

225/ KMK.017/1993 tanggal 26 Februari 1993 tentang penyelenggaraan


usaha asuransi dan perusahaan reasuransi.
226/ KMK.017/1993 tanggal 26 Februari 1993 tentang perizinan dan
penyelenggaraan kegiatan usaha penunjang usaha asuransi.

Jenis-Jenis Asuransi
Perusahaan asuransi yang beroperasi di Indonesia terdiri dari beberapa
jenis dan masing-masing jenis asuransi berjalan sesuai dengan bidangnya
masing-masing.
Adapun jenis-jenis asuransi adalah sebagai berikut:
a. Dilihat dari segi fungsinya
1. Asuransi Kerugian
Jenis asuransi kerugian seperti yang terdapat dalam Undang-Undang
nomor 2 tahun 1992 asuransi kerugian menjalankan usaha
memberikan jasa untuk menanggulangi suatu resiko atas kerugian,
kehilangan manfaat dan tanggung jawab hokum kepada pihak ketiga
dari suatu peristiwa yang tidak pasti. Jenis asuransi ini tidak
diperkenankan melakukan usaha diluar asuransi kerugian, yang
termasuk dalam asuransi kerugian adalah:
Asuransi kebakaran
Asuransi pengangkutan
2. Asuransi Jiwa
Asuransi jiwa merupakan perusahaan asuransi yang dikaitkan dengan
penanggulangan jiwa atau meninggalnya seseorang yang dipertanggungkan.
Jenis-Jenis asuransi jiwa adalah:
Term insurance (berjangka)
Endowment insurance (tabungan)
Whole life insurance (seumur hidup)
Anuity contrak insurance (anuitas)
3. Reasuransi
Merupakan
perusahaan
yang
memberikan
jasa
asuransi
dalam
pertanggungan ulang terhadap resiko yang dihadapi oleh perusahaan
asuransi kerugian. Jenis asuransi ini digolongkan ke dalam:
Bentuk treaty
Bentuk facultative
Kombinasi dari keduanya.
b. Dilihat dari segi kepemilikannya
Dalam hal ini yang dilihat adalah siapa pemilik dari perusahaan asuransi
tersebut, baik asuransi kerugian, asuransi jiwa ataupun reasuransi. Adapun jenis
tersebut dapat dilihat dari:
1. Asuransi milik perusahaan pemerintah
Dimana perusahaan tersebut sahamnya dimiliki sebagian besar atau 100%
oleh pemerintah.
2. Asuransi milik perusahaan swasta nasional

108

Kepemilikan sahamnya sepenuhnya milik swasta nasional, sehingga siapa


yang paling banyak memiliki saham, maka memiliki suara terbanyak dalam
RUPS.
3. Asuransi milik perusahaan asing
Perusahaan asuransi jenis ini biasanya beroperasi di Indonesia hanyalah
merupakan cabang dari Negara lain dan jelas kepemilikannyapun dimiliki
oleh 100% oleh pihak asing.
4. Asuransi milik campuran antara nasional dan asing
Untuk kepemilikan campuran biasanya antara swasta nasional dengan pihak
asing, dimana untuk hal-hal tertentu haruslah dimiliki oleh pihak swasta
nasional.

E.

PERUSAHAAN ANJAK PIUTANG (FACTORING)

Perusahaan anjak piutang (factoring) merupakan jenis perusahaan yang


relative baru dikenal di Indonesia. Kegiatan utama perusahaan anjak piutang
adalah mengambil alih piutang suatu perusahaan dengan suatu tanggung
jawab tertentu, tergantung kesepakatan dengan pihak kreditur (pihak yang
punya piutang).
Usaha-usaha yang dijalankan oleh perusahaan anjak piutang berkaitan
dengan pengambilalihan dan pengelolaan kredit suatu perusahaan, tergantung
permintaan. Bagi perusahaan kreditur dengan adanya perusahaan anjak
piutang sangat membantu mereka dalam hal mengurangi resiko yang dihadapi
terhadap macetnya tagihan perusahaan. Disamping itu mereka juga dapat
lebih berkonsentrasi terhadap kegiatan lain di perusahaannya.
Kegiatan perusahaan anjak piutang di Indonesia diatur berdasarkan
keputusan Menteri Keungan nomor 1251/KMK.013/1988 tanggal 20 Desember
1988 tentang Kegiatan Anjak Piutang di Indonesia dan berdasarkan surat
keputusan Menteri Keuangan tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan anjak
piutang meliputi kegiatan seperti:
a. Pengambilalihan tagihan suatu perusahaan, baik dengan cara dibeli atau
dengan cara lainnya sesuai dengan kesepakatan.
b. Mengelola usaha penjualan kredit suatu perusahaan.
Dalam kegiatan sehari-harinya perusahaan anjak piutang seperti halnya
perusahaan lainnya juga akan mencari keuntungan. Keuntungan yang
diperoleh perusahaan anjak piutang antara lain dari berbagai biaya yang
dikenakan terhadap kliennya.
Biaya-biaya yang dipungut terdiri dari:

Jasa penagihan (service charge)

109

Yaitu biaya yang dibebankan oleh perusahaan anjak piutang


kepada kliennya. Besarnya bunga tergantung dari kesepakatan
bersama.
Biaya administrasi (discount charge)
Yaitu biaya yang diterima oleh perusahaan anjak piutang setelah
melakukan pengelolaan perusahaan kreditor oleh klien dan
besarnya pun tergantung dari kesepakatan yang dibuat bersama.

Pihak yang Terlibat dan Fasilitas yang Diberikan


Dalam kegiatan transaksi perusahaan anjak piutang terdapat beberapa
pihak yang saling berkepentingan. Tanpa keterlibatan ketiga pihak dibawah ini
maka kegiatan perusahaan anjak piutang tidak akan berjalan.
Adapun pihak-pihak yang terlibat antara lain:
a. Kreditur atau klien yang menyerahkan tagihannya kepada pihak anjak
piutang untuk ditagih atau dikelola atau diambil alih dengan cara dibeli
sesuai perjanjian dan kesepakatan yang telah dibuat.
b. Perusahaan anjak piutang (Factoring), yaitu perusahaan yang akan
mengambil alih atau mengelola piutang atau penjualan kredit debiturnya.
c. Debitur yaitu nasabah yang mempunyai masalah (hutang) kepada
kreditur (klien).
Kemudian ada beberapa fasilitas yang diberikan perusahaan anjak
piutang dalam penagihan atau pengelolaan penjualan kreditnya kepada
kreditur (kliennya). Fasilitas tersebut antara lain adalah sebagai berikut:
a. Disclosed
Yaitu fasilitas yang diberikan kepada perusahaan anjak piutang dalam
penagihan piutangnya dengan sepengetahuan debitur.
b. Undisclosed
Merupakan fasilitas yang diberikan kepada perusahaan anjak piutang
tanpa sepengetahuan si debitur.
c. Withrecourse
Dalam hal apabila si debitur tidak mampu untuk melunasi segala
kewajibannya, maka resiko kredit tersebut menjadi tanggung jawab pihak
si kreditur.
d. Without recourse
Semua resiko yang tidak terbayar dalam suatu penagihan piutang
menjadi tanggung jawab pihak anjak piutang sepenuhnya.
Jasa-Jasa yang Diberikan
Sama seperti halnya perusahaan keuangan lainnya, perusahaan anjak
piutang juga memiliki berbagai ragam produk atau jasa yang dapat ditawarkan
kepada para nasabahnya. Kelengkapan produk atau jasa yang ditawarkan

110

sangat tergantung kepada kemampuan perusahaan anjak piutang masingmasing.


Dalam kegiatan sehari-harinya perusahaan anjak piutang mempunyai 2
macam jasa. Adapun jasa-jasa yang dilakukan oleh perusahaan anjak piutang
sebagai berikut:
a. Jasa Pembiayaan (financing service)
Dalam hal jasa pembiayaan, perusahaan anjak piutang melakukan
pembayaran dimuka (prefinancing) kepada kreditur yang besarnya
tergantung dari kesepakatan kedua belah pihak. Kontrak dalam
perjanjian dapat dibuat berdasarkan withresource atau dengan without
resource.
b. Jasa non pembiayaan (non financing service)
Jasa-jasa non financing ini meliputi pemberian jasa pengelolaan kredit
yang dimulai dari:
1. Analisis kelayakan suatu kredit
2. Melakukan administrasi kredit
3. Pengawasan terhadap kredit termasuk pengendaliannya
4. Perlindungan terhadap suatu resiko kredit
5. Janis-jenis anjak piutang
Dalam menjalankan kegiatannya, perusahaan anjak piutang
juga
memiliki beberapa jenis. Jenis-jenis ini dilihat dari kemampuannya dan
keragaman dari produk yang ditawarkan kepada masyarakat luas.
Oleh karena itu dalam praktiknya terdapat berbagai jenis lembaga anjak
piutang dalam melayani masyarakat. Kemampuan dari masing-masing
lembaga anjak piutang sangat berbeda, hal ini tergantung dari tujuan
didirikannya perusahaan tersebut oleh pemiliknya.
adapun jenis-jenis dimaksud adalah:
a. Full service factoring
Merupakan perusahaan anjak piutang yang memberikan semua jenis jasa
anjak piutang baik dalam jasa pembiayaan maupun jasa non
pembiayaan.
b. Resource factoring
Jasa yang diberikan oleh perusahaan anjak piutang meliputi hamper
semua anjak piutang kecuali proteksi terhadap resiko tidak terbayarnya
tagihan. Dalam hal ini resiko kredit tetap berada pada kreditur (klien).
c. Bulk factoring
Jasa yang diberikan terhadap kreditur hanyalah jasa pembiayaan dan
pemberitahuan jatuh tempo pada debitur.
d. Maturity factoring
Dalam perusahaan jenis ini jasa yang diberikan kepada kreditur adalah
perlindungan kredit yang meliputi pengurusan atas penjualan, penagihan

111

dari debitur dan perlindungan atas piutang dan dalam jenis ini jasa yang
diberikan tanpa pembiayaan.
e. Agency factoring
Dalam hal ini kreditur menyerahkan seluruh penjualan kredit kepada
perusahaan anjak piutang atas dasar pemberitahuan.
f. Invoice discounting
Pemberian jasa hanyalah untuk yang berbentuk pembiayaan anjak
piutang.
g. Undisclosed factoring
Perusahaan anjak piutang memberikan proteksi terhadap kemacetan
pelunasan piutang sampai dengan presentase tertentu dari jumlah faktur
yang telah disetujui.

F.

PERUSAHAAN MODAL VENTURA

Dalam melakukan suatu investasi tidak semuanya dapat dilakukan


dengan mudah, karena tidak semua investasi yang kita lakukan tanpa
mengandung suatu resiko. Bagi investasi yang mempunyai resiko rendah
hamper semua inbestor ingin melakukannya. Akan tetapi jika investasi tersebut
memiliki resiko tinggi, maka tidak mudah untuk mencapai investor yang mau
melakukannya.
Adalah perusahaan modal ventura yang berani melakukan investasi
dimana investasi tersebut mengandung suatu resiko tinggi. Keputusan ini
dibuat dengan berbagai pertimbangan tentunya dan hal ini sesuai pula dengan
maksud dan tujuan didirikannya perusahaan modal ventura yaitu melakukan
penanaman modal dalam suatu usaha yang mengandung resiko tinggi, baik
dalam hal penyertaan modal maupun dalam bentuk pinjaman.
Pertanyaan yang timbul mengapa perusahaan modal ventura berani dan
mau melakukan usaha dalam unvestasi yang mengandung resiko yang tinggi.
JAwabannya adalah karena hal itu sejalan dengan tujuan didirikannya
perusahaan modal ventura, yaitu membiayai suatu usaha yang mengandung
suatu resiko tinggi, namun mengandung suatu maksud tertentu. Tujuan ini
tidak selamanya berdasarkan hanya kepada keuntungan semata, akan tetapi
dapat pula hanya bersifat social.
Adapun tujuan pendirian modal ventura antara lain adalah:
1. Untuk pengembangan suatu proyek tertentu, misalnya proyek penelitian,
dimana proyek ini biasanya tanpa memikirkan keuntungan semata, akan
tetapi lebih bersifat social.
2. Pengembangan suatu teknologi baru, atau pengembangan produk baru.
Pembiayaan untuk usaha ini dalam jangka panjang lebih banyak
diarahkan untuk memperoleh keuntungan.

112

3. Pengambilalihan kepemilikan suatu perusahaan. Tujuan pembiayaan


dengan mengambil alih kepemilikan usaha perusahaan lain lebih banyak
diarahkan untuk mencari keuntungan.
4. Kemitraan (Pengentasan kemiskinan), dengan tujuan untuk membantu
para pengusaha lemah yang kekurangan modal akan tetapi tidak punya
jaminan materil, sehingga sulit memperoleh pinjaman.
Kemudian jenis-jenis perusahaan modal ventura jika dilihat dari segi
kemampuannya memperoleh modal untuk dipinjamkan kembali sebagai
berikut:
1. Leverage ventura capital
Yaitu dalam memenuhi kebutuhan dana perusahaan modal ventura
meminjam kepada pemerintah atau perusahaan swasta lainnya.
2. Equity vebture capital
Yaitu dalam memenuhi kebutuhan dananya perusahaan modal ventura
diperoleh dari modal sendiri yaitu dari para pemegang sahamnya.
Selanjutnya jenis-jenis pembiayaan yang dilakukan oleh perusahaan
modal ventura terhadap perusahaan lain adalah dengan cara:

G.

Penyertaan modal dalam perusahaan


Obligasi konversi
Pinjaman subordinasi
Pinjaman konversi
Serta jasa lainnya.

DANA PENSIUN

Diera tahun 70-an sampai tahun 80-an, terutama masyarakat pedesaan


Indonesia berlomba-lomba masuk menjadi pegawai negeri dengan tujuan
untuk memperoleh pension dimasa tuanya. Pensiun merupakan dambaan
memperoleh penghasilan setelah berakhir masa kera seseorang dan masa itu
masyarakat masih berpikir bahwa pada usia menjelang pension adalah masa
yang sudah tidak produktif lagi. Oleh karena itu tidak mengherankan jika
pilihan utama mereka terjun ke dunia kerja adalah pegawai negeri, karena
pegawai negerilah pada saat itu memberikan kepastian adanya pension.
Jika pada era 70-an sampai 80-an belum banyak perusahaan yang
menyediakan dana pension bagi karyawannya, maka diera tahun 90 menjadi
sebaliknya. Apalagi setelah keluarnya UU nomor 11 tahun 1992 yang mengatur
tentang dana pension. Hampir seluruh perusahaan dewasa ini telah
menyelenggarakan dana pension bagi karyawannya, baik dikelola sendiri atau
lewat lembaga lainnya. Bahkan bagi perusahaan yang tidak menyelenggarakan
dana bagi karyawannya, banyak alternative pilihan untuk memperoleh pension
dari lembaga lainnya.
113

Pemberian pension kepada para karyawannya bukan saja hanya


memberikan kepastian penghasilan di masa depan, akan tetapi juga ikut
memberikan motivasi bagi para karyawannya untuk lebih giat bekerja. Dengan
memberikan program jasa pension para karyawannya merasa aman, terutama
bagi mereka yang menganggap pada usia pension sudah tidak produktif lagi.
Sedangkan bagi sebagian masyarakat yang merasa masih produktif juga akan
memberikan motivasi bahwa jasa-jasa mereka masih dihargai oleh
perusahaannya.
Berkembangnya jasa pension dewasa ini telah menarik beberapa
lembaga untuk mendirikan dana pension. Hal ini disebabkan pengelolaan dana
pension ini jika dilihat dari kaca mata bisnis sangat menguntungkan. Dapat
dibayangkan keuntungan yang akan diperoleh dari dana iuran yang diperoleh
tanpa bunga kemudian diinvestasikan kembali dalam bentuk berbagai bidang.
Pengertian dana pension secara umum dapat dikatakan merupakan dana
yang sengaja dipungut oleh preusahaan dari karyawannya dan merupakan
pendapatan yang akan diperoleh seseorang setelah mengabdi dan bekerja
sekian tahun. Pensiun diberikan pada saat karyawan tersebut sudah memasuki
usia pension atau ada sebab-sebab lain. Menurut UU nomor 11 tahun 1992
dana pension adalah Badan hokum yang mengelola dan menjalankan program
yang menjanjikan manfaat pension. Dengan demikian bahwa yang mengelola
dana pension adalah badan hokum seperti bank umum atau asuransi jiwa.
Tujuan Pensiun
Seiring dengan perkembangan zaman dewasa ini, pelaksanaan pension
atau harapan untuk memperoleh pension dihubungkan dengan berbagai
tujuan. Masing-masing tujuan memiliki makna tersendiri, baik penerima
pension maupun penyelenggara pension.
Tujuan penyelenggaraan dan penerima pension dapat dilihat 2 atau 3
pihak yang terlibat. Jika 2 pihak berarti antara pemberi kerja dengan
karyawannya sendiri. Sedangkan 3 pihak yaitu pemberi kerja, karyawan dan
lembaga pengelola dana pension.
Adapun tujuan bagi Pemberi kerja dengan menyelenggarakan dana
pension bagi karyawannya adalah:
a. Memberikan penghargaan kepada para karyawannya yang telah
mengabdi di perusahaan tersebut.
b. Agar dimasa usia pension karyawan tersebut tetap dapat menikmati hasil
yang diperoleh setelah bekerja di perusahaannya.
c. Memberikan rasa aman dari segi batiniah, sehingga dapat menurunkan
turn over karyawan.
d. Meningkatkan motivasi karyawan dalam melaksanakan tugas sehari-hari.
e. Meningkatkan citra perusahaan dimata masyarakat dan pemerintah.
114

Bagi karyawan yang menerima pension manfaat yang diperoleh dengan


adanya pension adalah:
a. Kepastian memperoleh penghasilan dimasa yang akan datang.
b. Memberikan rasa aman dan dapat meningkatkan motivasi untuk bekerja.
Sedangkan
bagi
lembaga
pengelola
penyelenggaraan dana pension adalah:

dana

pension

tujuan

a. Sebagai bakti social terhadap para karyawan


b. Mengelola dana pension untuk memperoleh keuntungan
c. Turut membantu dan mendukung program pemerintah

Jenis-Jenis Pensiun
Proses pelaksanaan pension dapat dilaksanakan sesuai dengan
kebijaksanaan perusahaan. Para penerima pension dapat memilih dari berbagai
alternative yang ada sesuai dengan tujuan masing-masing. Jenis-jenis pension
yang ditawarkan dapat dilihat dari berbagai kondisi atau dapat pula
disesuaikan dengan kondisi yang ada.
Secara umum jenis pension yang dapat dipilih oleh karyawan yang akan
menghadapi pension antara lain:
a. Pensiun Normal
Yaitu pension yang diberikan untuk karyawan yang usianya telah
mencapai masa pension seperti yang ditetapkan perusahaan. Sebagai
contoh rata-rata usia pension di Indonesia adalah telah berusia 55 tahun.
b. Pensiun dipercepat
Jenis pension ini diberikan untuk kondisi tertentu, misalnya pension
dikarenakan karyawan tersebut menerima musibah sehingga tidak dapat
lagi bekerja secara normal. Pensiun ini dapat pula diberikan karena
adanya pengurangan pegawai di perusahaan tersebut.
c. Pensiun ditunda
Merupakan pension yang diberikan kepada para karyawan yang meminta
pension sendiri, namun usia pension belum memenuhi untuk pension.
Dalam hal tersebut karyawan yang mengajukan tetap keluar dan
pensiunnya baru dibayar pada saat usia pension tercapai.
Sistem Pembayaran Pensiun
Pada saat akan menerima pension, biasanya perusahaan dapat
menawarkan system pembayarannya kepada pegawai. Pembayaran ini
ditujukan sesuai dengan kepentingan perusahaan dan karyawan itu sendiri.
Dengan kata lain setiap system pembayaran mengandung suatu maksud
tertentu.

115

Ada 2 jenis pembayaran uang pension yang biasa dilakukan oleh


perusahaan yaitu:
a. Pembayaran sekaligus
Pembayaran sekaligus dilakukan oleh perusahaan dengan pertimbangan
antara lain bahwa,
Perusahaan tidak mau pusing dengan karyawan yang sudah
pension.
Untuk memberikan kesempatan kepada pensiunan agar dapat
mengusahakan uanng pension yang diperolehnya untuk berusaha,
karena biasanya pension sekaligus uangnya dalam jumlah besar.
Karena permintaan pensiunan itu sendiri.
b. Pembayaran normal
Pembayaran pension jenis ini biasanya umum dilakukan di Indonesia.
Pensiunan akan memperoleh penghasilan berupa pension sampai
meninggal dunia dengan tanggungan anak dan istri. Khusus untuk anak
dibayar sampai usia tertentu dan untuk istri biasanya sampai meninggal
dunia.
Jenis Dana Pensiun
Menurut Undang-Undang nomor 11 tahun 1992 Dana Pensiun dapat
digolongkan ke dalam beberapa jenis yaitu:
a. dana pension pemberi kerja
b. dana pension lembaga keuangan
Pengelolaan dana pension dapat dilakukan oleh pemberi kerja atau
lembaga keuangan mempunyai beberapa alternative. Alternatif ini disesuaikan
dengan tujuan perusahaan tanpa menghilangkan hal karyawannya. Alternatif
yang dapat dipilih tersebut antara lain:
a. mendirikan sendiri dana pension bagi karyawannya
b. mengikuti program pension yang diselenggarakan oleh dana pension
lembaga keuangan
c. bergabung dengan dana pension yang didirikan oleh pe,beri kerja lain
d. atau mendirikan dana pension secara bersama-sama dengan pemberi
kerja lainnya.
Penyelenggaraan dana pension lembaga keuangan dapat pula dilakukan
oleh bank umum atau asuransi jiwa setelah mendapat pengesahan dari
menteri keuangan.

H.

LEMBAGA KEUANGAN INTERNASIONAL

116

Lembaga keuangan internasional didirikan untuk menangani masalahmasalah keuangan yang bersifat internasional, baik berupa bantuan pinjaman
atau bantuan lainnya. Pemberian bantuan yang dilakukan oleh lembaga
keuangan internasional dapat bersifat lunak artinya dengan suku bunga yang
rendah dan jangka waktu pengembaliannya relative panjang. Kemudian
bantuan internasional juga dilakukan dengan tujuan komersil, yang biasanya
dilakukan oleh lembaga keuangan internasional swasta.
Dalam bab ini hanya akan dibahas 3 buah lembaga keuangan
internasional yang memegang peranan sangat penting dalam pembangunan
internasional. Namun demikian lembaga keuangan internasional jumlahnya
cukup banyak apalagi lembaga keuangan internasional yang dimiliki swasta.
Adapun lembaga keuangan internasional yang akan dibahas adalah:
1. Bank Dunia (World Bank)
Bank dunia didirikan dengan tujuan untuk memecahkan masalahmasalah internasional terutama yang berkaitan dengan masalah moneter
dan keuangan lainnya. Kegiatan utamanya pada waktu itu lebih difokuskan
untuk membantu proses rekonstruksi bagi Negara-negara yang menderita
karena Perang Dunia II. Bantuan bank dunia selanjutnya dialihkan kepada
pemberian bantuan pinjaman dalam rangka membantu Negara-negara
berkembang yang menjadi anggota bank dunia. Pinjaman yang dibiayai oleh
bank dunia hanya ditujukan untuk proyek-proyek yang produktif.
Bantuan yang diberikan oleh bank dunia dari tahun ke tahun semakin
beragam. Hal ini sesuai pula dengan perkembangan begara-negara di dunia.
Dewasa ini bantuan yang dapat dibiayai oleh bank dunia, mulai dari
pembangunan jalan, pembangkit tenaga listrik, pembangunan pelabuhan,
telekomunikasi, pengembangan dunia pendidikan dan bidang-bidang
lainnya yang sesuai dengan tujuan bank dunia.
Sumber-sumber dana bank dunia diperoleh dari bank dunia sendiri,
pemerintah-pemerintah asing, dan modal swasta. Kemudian dana tersebut
dikembalikan kepada Negara-negara anggota yang membutuhkannya
dengan resiko dibebankan kepada Negara yang bersangkutan.
Asal mula bank dunia adalah dari IBRD (Internasional Bank for
Reconstruction and Development). IBRD didirikan dalam rangka
memecahkan masalah moneter dan masalah keuangan lainnya. Pendirian
bank dunia tahun 1945 ini bersamaan dengan didirikannya IMF
(International Monetery Fund). Tujuan berdirinya kedua lembaga ini sama
yaitu dalam rangka penyediaan perangkat moneter dan keuangan untuk
menuju kea rah kemakmuran dunia. Bank dunia mulai melakukan
kegiatannya sejak tahun 1946.

117

Bank dunia
keanggotaan:

saat

ini

memiliki

keanggotaan

yang

meliputi

a. IFC (International Finance Corporation)


Kegiatan lembaga ini dalam rangka memberikan bantuan kepada
sector-sektor swasta di Negara-negara berkembang.
b. IDA (International Development Association)
Kegiatannya sama dengan IFC, hanya bantuan lebih ditujukan kepada
Negara-negara miskin, dan dengan persyaratan pinjaman yang lebih
mudah. IDA juga turut mensponsori kegiatan ICSID (international for
the settelement investment development).
Kenudian persyaratan untuk menjadi anggota bank dunia, terlebih
dulu harus menjadi anggota IMF dan persyaratan lainnya.
2. Bank Pembangunan Asia (The Asian Development Bank)
Bank Pembangunan Asia didirikan dalam rangka memberikan bantuan
keuangan kepada Negara-negara di Asia. Bank Pembangunan Asia didirikan
tahun 1966 sebagai rasa solidaritas bangsa-bangsa di Asia yang sangat
memerlukan dana bagi pembangunan negaranya. Tujuan pendirian Bank
Asia lebih didasarkan dalam rangka kerja sama ekonomi dan pembangunan
akibat sulitnya memperoleh bantuan dari Negara-negara maju.
Tugas Bank Pembangunan Asia adalah berupaya untuk meningkatkan
pertumbuhan ekonomi Negara-negara di benua Asia dan meningkatkan
kerjasama yang lebih erat di berbagai bidang dengan sesama anggotanya.
Pemberian bantuan kepada anggotanya dapat berupa bantuan keuangan
atau bantuan teknik secara berkala atau sesuai dengan kebutuhan.
Sumber-sumber dana Bank Pembangunan Asia, sebagian besar dari
Negara-negara Asia. Begitu pula pimpinannya baik presiden maupun
anggota direksi adalah orang Asia. Selain itu struktur permodalan Bank
Pembangunan Asia juga diperoleh dari luar Negara Asia. Saat ini anggota
Bank Pembangunan Asia tidak hanya Negara-negara di kawasan Asia akan
tetapi sudah meliputi Negara-negara non Asia.
Adapun kegiatan Bank Pembangunan Asia antara lain:
a. memberikan bantuan pinjaman untuk berbagai proyek, baik mata
uang local maupun mata uang asing.
b. memberikan bantuan teknik seperti:
penyediaan jasa konsultasi
penyediaan jasa tenaga ahli
3. International Monetary Fund (IMF)

118

Seperti diketahui bahwa kelahiran International Monetary Fund (IMF)


bersamaan dengan kelahiran Bank Dunia. IMF atau dana keuangan
international lahir setelah konferensi di Bretton Woods Amerika Serikat. Pada
saat itu 44 negara hadir berunding untuk mendirikan IMF dan Bank Dunia.
Hasil perundingan ini merupakan kompromi antara white plan dengan
Keynes plan sebelumnya.
Struktur organisasi IMF terdiri dari para anggota dimana pemimpinnya
dipegang oleh board of governors, seorang gubernur dan seorang pengganti
yang ditunjuk oleh masing-masing anggota. Dewan ini memegang
kekuasaan tertinggi dan biasanya dewan melakukan pertemuan 1tahun
sekali. Sebagian dari tugas dan kekuasaan didelegasikan kepada executive
directors. Executive directorlah yang bertanggung jawab terhadap pekerjaan
sehari-hari dimana jumlahnya sebanyak 12 orang yang dipilih dan diangkat
dari anggota IMF.
Tidak semuanya tugas dan kekuasaan diserahkan kepada Executive
Director. Kekuasaan dan tugas yang masih tetap dipegang oleh Board of
Governor adalah sebagai berikut:
1. Penerimaan anggota IMF yang baru
2. Peninjauan quota masing-masing anggota
3. Hak untuk menarik keanggotaan seseorang.
Pendirian IMF didasarkan kepada beberapa tujuan sebagaimana yang
tercantum dalam articles of agreement. Adapun tujuan tersebut adalah:
1. Menjadi tempat secara permanen bagi pertemuan-pertemuan dan
perundingan untuk mencapai kerjasama internasional dalam bidang
keuangan.
2. Membantu memperluas perdagangan internasional yang seimbang di
antara para anggotanya dan membantu perekonomian para
anggotanya.
3. Berusaha meniadakan competitive depresiations dan mengusahakan
tercapainya stable exchange rate.
4. Menghilangkan exchange restrictions.
5. Membantu para anggota yang mengalami kesukaran dalam pinjaman
luar negeri agar jangan mengambil tindakan-tindakan yang dapat
merugikan Negara yang bersangkutan dan Negara lainnya. Tujuannya
adalah untuk memberikan kepercayaan kepada para anggotanya.
6. Mengurangi waktu dan besarnya disekuilibrium dalam neraca
pembayaran Negara anggota IMF.
Kemudian kegiatan IMF diutamakan untuk membantu Negara-negara
anggotanya melalui Bank Sentral masing-masing anggota iMF. Keanggotaan
IMF mengucurkan bantuan berupa kredit melalui bank sentral mengingat

119

bank sentral memegang peranan


keuangan tertinggi di negaranya.

penting

dan

pengambil

kebijakan

Sumber pendanaan IMF berasal dari sumbangan para anggotanya


yang dikenal dengan Quota. Sumber ini dapat berupa emas atau valuta
masing-masing anggota. Besarnya Quota dihitung berdasarkan mata uang
US Dolar. Selanjutnya Quota ditinjau setiap 5 tahun sekali dan disesuaikan
dengan kebutuhan dari anggota masing-masing serta kebutuhan
perdagangan internasional. Disamping itu para anggota diwajibkan pula
untuk membayar iuran kepada IMF.

$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$

120