Anda di halaman 1dari 3

1.

2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Manajemen Sumber Daya Manusia yang biasanya disebut manajemen personalia,


selama ini memiliki fungsi spesialisasi yang berkaitan dengan kegiatan adaministrasi
bagian karwayan,yaknidalam masalah dengan perekrutan, pelatihan dan pengupahan dan
sebagainya. Hasil yang diperoleh dari pengelolaan SDM yang baik dapat dipastikan
bahwa karyawan yang direkrut telah memenuhi kriteria yang dibutuhkan sesuai dengan
kebutuhan bagian produksi, bagian fungsional lainnya dan menerima imbalan yang
sesuai.
Di sini terlihat bahwa paradigma lama dari manajemen SDM lebih banyak
melayani manajemen fungsional yang lain dalam organisasi, seperti fungsi pemasarna,
keuangan, produksi atau lainnya. Dengan berubahnya lingkungan bisnis yang diakibatkan
oleh
perubahan
teknologi
serta
dampak globalisasi, maka merupakan keharusan bagi manajemen SDM untuk merubah
perannya gar memiliki fungsi yang lebih strategi dalam organisasi. Oleh sebab itu
departemen SDM harus menajalankan peran baru dan berkerjasama dengan menajer
lini lainnya untuk membuat perencanaan secara terpadu yang sesuai dengan kebutuhan
organisasi. Perencanaan secara terpadu yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Perubahan tersebut terjadi berkaitan dengan (Schuler, 1990).
Perubahan lingkungan bisnis yang sangat cepat dan tingginya tingkat ketidakpastian
Kemauan beradaptasi secara cepat untuk memprediksi perubahan yang tidak terduga
Peningkatan biaya, karena persaingan untuk memperoleh keuntungan yang tinggi.
Perubahan teknologi yang cepat menyebabkan meningkatnya permintaan karyawan dengan
skill yang lebih baik melalui pendidikan dan pelatihan.
Organisasi lebih kompleks berkaitan dengan produk, geografi, fungsi bisnis maupun
konsumen (pasar).
Respon terhadap kekuatan eksternal berkaitan dengan perundang-undang dan religulasi,
proses peradilan, serta peraturan lainnya.
Perubahan struktur organisasi yang lebih fleksibel, lebih rata (flater) dan lebih
(leaner) menyebabkan jumlah karyawan dan tipe pekerjaan yang dihadapi berbeda.
Meningkatnya persaingan dan kerjasama internasional
Terdapat diversitas dari angkatan kerja
Akibat perubahan-perubahan tersebut, SDM harus mampu beradaptasi dengan
cepat untuk memprediksi perubahan yang tidak terduga dengan perubahan paradigma
lama ke paradigma baru karena perubahan tersebut juga, menyediakan kesempatan baik bagi
manajemen SDM maupun manajer lini.
erubahan Lingkungan Bisnis
Schuller (1990) melihat berbagai perubahan lingkungan bisnis tersebut meliputi aspek
internal dan eksternal. Perubahan eksternal lebih banyak melihat pada berbagai faktor di luar
organisasi yang mempengaruhi perubahan peran SDM. Sementara perubahan internal lebih
banyak melihat pada berbagai faktor di dalam organisasi yang mempengaruhi perubahan
peran SDM.
Perubahan Eksternal
Perubahan eksternal dalam lingkungan bisnis meliputi tantangan global,yang berupa ekspansi
global dan persaingan akan penugasan internasional,persaingan domestik dan internasional
(kinerja karyawan dan pemberdayaan),karekterisitik demografi (gender,pendapatan,glass-

ceilling effect,minoritas,mayoritas, dan diversitas angkatan kerja), karakterisitik angkatan


kerja (tingkat pendidikan dan nilai budaya kerja). Serta terakhir trend ekonomi dan
organisasional yang meliputi : perubahan skill dan pekerjaan,perubahan organisasi,kemajuan
teknologi,otomatisasi dan robotis.
Perubahan Internal
Perubahan internal dalam lingkungan bisnis meliputi permasalahan manajemen puncak (nilai
budaya,hak dan etika,serta program pengembangan),struktur organisasional (Manajemen
SDM strategis), budaya organisasi (filosofi SDM), ukuran organisasional (pengendalian
prilaku). Berbagai perubahan internal tersebut meliputi :
Tantangan kualitas, Yang berupa penciptaan produk dan jasa berkualitas,tingginya
tuntutan untuk semakin kreatif,berani mengambil resiko,dapat beradaptasi,mampu bekerja
dalam kelompok serta bertambahnya tekanan untuk meningkatkan kualitas kerja dan
partisipasi kerja tim.
Tantangan teknologi,yang berupa perubahan struktural dan perubahan peran dari
SDM,bertambahnya tekanan untuk membuktikan peran dari SDM dalam meningkatkan
kualitas SDM dan memberikan pelayanan terbaik kepada dept lain,semakin bervariasinya
pengalaman dan latar belakang karyawan yang aktif berkarya dalam suatu organisasi.
Tantangan sosial, yang berupaya penanganan kompetensi karyawan dan cara perusahaan
menangani konflik kerja,makin meningkatnya tekanan untuk mengukur produkvitas kerja
karena adanya benchmarking,maka organisasi harus berlomba dalam meningkatkan
kinerja agar mampu bersaing di arena bisnis global dan terakhir berubahnya tekanan dari
penghargaan berdasarkan lama pekerjaan ke penghargaan berdasarkan prestasi kerja.
Lebih lanjut baik perubahan eksternal maupun internal memiliki implikasi lebih lanjut
terhadap organisasi untuk melihat keunggulan kompetitif yang dimiliki terutama potensi
SDM demi memenangkan persaingan global. Sehingga organisasi perlu mengkaji ulang
strategi bisnis demi meningkatkan kinerja daya saing.

aradigma Baru MSDM

Perubahan lingkungan bisnisyang sangat cepat dan komplek seperti


demografi,
geografis, jenis bisnis, lingkungan hidup, serta dampak globalisasi, mengharu
skan
organisasi untuk beradaptasi secara cepat dengan lingkungan yang turbulen
s dengan
bersikap proaktif. Artinya manajeman SDM harus mampu mengantisipasi ber
bagai
perkembangan yang sedang dan akan terjadi, kemudian melakukan berbag
ai tindakan untuk menjawab tantangan tersebut, yang pada akhirnya dapat
menciptakan
keunggulan
kompetitif yang tidak dimiliki oleh organisasi lainnya, mengingat bentukbentuk
kompetisi tradisional seperti biaya produksi rendah, peningkatan teknologi, k
ecepatan

distribusi, efisisensi produk serta pengembangan produk yang berkualitas ak


an mudah ditiru oleh pesaing.
Dengan tuntutan seperti ini, merupakan keharusan bagi MSDM untuk
merubah peranannya yang berorientasi pada result. Dengan demikian
Departemen
MSDM
harus
berperan sebagai mita bagi manajemen fungsional lainnya atua dengan ma
najer lini,
artinya
MSDM harus terlibat aktif dalam perencanaan, pengelolaan serta pengendal
ian
organisasi yang berkaitan dengan alokasi dan pengembangan SDM. Perubah
an peran tersebut dari sistem kerja yang responsive menjadiproaktif, dan
sktruktur fungsional ke struktur yang lebih fleksibel danmelaksankan kebijakan
strategis. Hal ini menjadi sumber daya manusia mempunyai peran penting untuk
kesuksesan bisnis yang dikaitkan dengan peningkatan laba, kemampuan
bersaing, daya adaptasi juga fleksibelitas.