Anda di halaman 1dari 9

KERANGKA ACUAN KERJA

PEKERJAAN PERENCANAAN TEKNIS (DED)


PEMBANGUNAN PPI WOTU KEC. WOTU KAB. LUWU TIMUR
1.

LATAR BELAKANG :
Pembangunan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Wotu Kab. Luwu Timur
merupakan salah satu fasilitas pendukung kegiatan Kelautan dan Perikanan
di Kab. Luwu Timur yang berlokasi di Desa Bawalipu Kec. Wotu. Lokasi
pembangunan adalah sungai Salualla yang berjarak 600 meter dari muara
sungai Teluk Bone.
Pembangunan PPI Wotu berdasarkan masterplan PPI Wotu akan
direncanakan secara bertahap yang beorientasi kepada operasional PPI
Wotu

dalam

jangka

waktu

secepatnya.

Sehingga

pelaksanaan

pembangunan harus harus didasarkan pada Perencanaan/Desain Teknis


yang baik dan akurat serta sedapat mungkin menggunakan biaya yang
realtif lebih murah dengan tanpa mengurangi kualitas dan kekuatan
bangunan.
Sehubungan dengan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur
melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Luwu Timur akan
melaksanakan pekerjaan Pengadaan DED Pembangunan PPI Wotu
Kec. Wotu Tahun Anggaran 2015
2.

MAKSUD DAN TUJUAN :


Maksud dari penyusunan DED Pembangunan Pangkalan Pendaratan
Ikan (PPI) Wotu Kab. Luwu Timur untuk membuat
perencanaan

teknis

suatu

dokumen

yang lengkap dan menyeluruh sebagai acuan dalam

pelaksanaan Pembangunan PPI Wotu Kec. Wotu Kab. Luwu Timur .


Adapun tujuan pembuatan dokumen tersebut adalah sebagai acuan
dalam melaksanakan kegiatan fisik di lapangan sehingga diperoleh efisiensi
dan efektifitas dan bangunan yang handal.
3.

SASARAN KEGIATAN
Sasaran Perencanaan Teknis (DED) Pembangunan PPI Wotu Kec. Wotu Kab.
Luwu Timur adalah terwujudnya suatu perencanaan yang komprehensif baik
ditinjau dari aspek arsitektural dan struktural, maupun dari aspek ekonomis
serta tahapan-tahapan pelaksanaan kegiatan pembangunan berdasarkan
aturan teknis yang yang berlaku.

4.

LOKASI KEGIATAN
Lokasi kegiatan adalah di Desa Bawalipu Kec. Wotu Kab. Luwu Timur Propinsi

Sulawesi Selatan

5.

SUMBER PENDANAAN
Sumber pendanaan pelaksanaan pekerjaan ini adala DPA Dinas
Kelautan dan Perikanan Kab. Luwu Timur Tahun Anggaran 2015 dengan pagu
anggaran sebesar Rp.450.000.000,00 (empat ratus lima puluh juta rupiah)

6.

NAMA DAN PROYEK /SATUAN KERJA PENGGUNA ANGGARAN.


Nama PA.

IR. BURHAN MUDE, MP

Satuan Kerja

Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Luwu Timur

Nama Kegiatan

Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur.

Nama Pekerjaan

Pengadaan DED Pembangunan PPI Wotu Kec.

Wotu Kab. Luwu Timur ..

7.

Tahun anggaran

2015

Sumber Anggaran :

APBD Kab. Luwu Timur

DATA PENUNJANG
DATA DASAR
Untuk penyusunan Kegiatan Perencanaan Teknis (DED) Pembangunan PPI
Wotu Kec. Wotu Kab. Luwu Timur diperlukan data bathimetri, pasang
surut, gelombang, arus dan sedimentasi serta mengikuti persyaratanpersyaratan yang berlaku pada bangunan sipil maupun arsitektur antara
lain :
1) Persyaratan peruntukan dan intensitas
2) Persyaratan arsitektur dan lingkungan
3) Persayaratan struktur bangunan
4) Persyaratan ketahanan terhadap kebakaran
5) Persyaratan
dan

pencahayaan

darurat,

tanda

arah

keluar

sistem peringatan bahaya

6) Persyaratan

instalassi

listrik,

penangkal

petir

dan

komunikasi
7) Persyaratan sanitasi dalam bangunan
8) Persyaratan ventilasi dan pengkondisian udara
9) Persyaratan pencahayaan
10)

Persyaratan kebisingan dan getaran.

11)

Persyaratan keamdalan bangunan gedung.

12)

Persyaratan kemudahan/aksebilitas.

13)

Persyaratan kenyamanan/keamanan dalam bangunan

gedung.
DATA TEKNIS :

Dalam penyusunan Kegiatan Perencanaan Teknis (DED) Pembangunan


PPI Wotu Kec. Wotu Kab. Luwu Timur tersebut mengacu pada standar teknis
antara lain :
1) Peraturan beton bertulang Indonesia ( PBI 1991 ), SKNI T-15.1919.03.
2) Tata cara pengedukan dan pengecoran beton SNI 03-3976-1995
3) Peraturan muatan Indonesia NI.8 dan Indonesia loading code 1987
( SKB-1.2.53.1987 )
4) Standar Nasional Indonesia Nomor 2837 Tahun 2008 tentang Tata
Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Plesteran untuk Konstruksi
Bangunan Gedung dan Perumahan ;
5) Ubin lantai keramik, mutu dan cara uji SNI 03-3976-1995
6) Peraturan konstruksi kayu di Indonesia (PKKI) NI.5
7) Mutu Kayu bangunan SNI 03-3527-1984
8) Peraturan umum instalasi listrik (PUIL) SNI 04-0225-1987
9) Peraturan Porland Cement Indonesia 1972/NI-8
10)

Peraturan bata merah sebagai bahan bangunan NI 10

11)

Peraturan plumbing Indonesia

12) Standar Nasional Indonesia Nomor 6897 Tahun 2008 Tentang Tata
Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Dinding untuk Konstruksi
Bangunan Gedung dan Perumahan ;
13) Standar Nasional Indonesia Nomor 2835 Tahun 2008 Tentang Tata
Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Tanah untuk Konstruksi
Bangunan Gedung dan Perumahan ;
14) Standar Nasional Indonesia Nomor 2836 Tahun 2008 Tentang Tata
Cara Perhitungan

Harga

Satuan

Pekerjaan

Pondasi

untuk

Konstruksi Bangunan Gedung dan Perumahan ;


15) Standar Nasional Indonesia Nomor 2839 Tahun 2008 Tentang Tata
Cara

Perhitungan

Harga

Satuan

Pekerjaan

Langit-langit

untuk

Konstruksi Bangunan Gedung dan Perumahan ;


16) Standar Nasional Indonesia Nomor 7393 Tahun 2008 Tentang Tata
Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Besi dan Alumunium untuk
Konstruksi Bangunan Gedung dan Perumahan ;
17) Standar Nasional Indonesia Nomor 7394 Tahun 2008 Tentang Tata
Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Beton untuk Konstruksi
Bangunan Gedung dan Perumahan ;
18) Standar Nasional Indonesia Nomor 7395 Tahun 2008 Tentang Tata
Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Penutup Lantai untuk
Konstruksi Bangunan Gedung dan Perumahan ;
19)

Permen PU No. 24/PRT/M/2007 Tentang Pedoman Teknis Ijin

Mendirikan Bangunan Gedung ;


20)

Permendagri No. 1 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang Terbuka

Hijau Kawasan Perkotaan ;


21)

Permen PU No. 24/PRT/M/2008 Tentang Pedoman Pemeliharaan

dan Perawatan Bangunan/Gedung ;Teknis Ijin Mendirikan Bangunan


Gedung
22)

Permen PU No. 30/PRT/M/2006 Tentang Pedoman Teknis Fasilitas

dan Eksebilitas pada Bangunan Gedung dan Lingkungan ;


23)

Tata cara pengecatan kayu untuk rumah dan gedung SNI 03-2407-

1991
24)

Tata cara pengecatan dinding tembok dengan cat emulsi SNI 03-

2410-1991
25) Peraturan

dan

ketentuan

yang

dikeluarkan

Pemerintah

Daerah

setempat yang bersangkutan dengan permasalahan bangunan


26) Peraturan yang lain yang berlaku di Indonesia yang berkaitan
dengan pekerjaan bangunan yang direncanakan ;
8.

STUDI TERDAHULU :
Pengalaman kerja suatu perusahaan dalam bidang yang sama akan
berpengaruh terhadap kinerja suatu perusahaan dalam mengembangkan
suatu karya perencanaan, sehingga menghasilkan karya perencanaan yang
optimal dan dapat dipertanggung jawabkan secara teknis profesional ;

9.

REFERENSI HUKUM :
Dalam

melaksanakan

pekerjaan,

penyedia

jasa

berdasarkan

pada

referensi hukum yang berlaku :


Pedoman, kriteria, referensi hukum dan standart yang digunakan dalam
menyelesaikan pekerjaan ini adalah yang berlaku di Indonesia secara umum
dan khusus;
10.

RUANG LINGKUP :
LINGKUP KEGIATAN.
Lingkup kegiatan yang harus dilaksanakan penyedia jasa antara lain
adalah :
1) Perencanaan Talud dan Penimbunan Area Kompleks PPI
2) Perencanaan Dermaga dan trestel
3) Perencanaan Bangunan Arsitektur
4) Perencanaan Area Parkir dan Ruang Terbuka Hijau
5) Perencanaan Jalan dan Sanitasi
6) Perencanaan Instalasi Air Bersih dan Limbah
7) Perencanaan Instalasi Listrik dan Komunikasi

11.

PENGUMPULAN DATA LAPANGAN

Lingkup data yang harus dilaksanakan penyedia jasa antara lain


adalah :
1) Analisa data lapangan;
2) Desain,gambar dan penysunan RAB dan jenis-jenis pekerjaan yang
merupakan rangkaian penataan kawasan tersebut ) ;
3) Setiap tahapan perencanaan harus dilakukan rapat koordinasi
4) Selama melaksanakan kegiatan, penyedia selalu berkoordinasi dengan
dinas instansi terkait bilamana diperlukan;
12.

KELUARAN :
Keluaran yang dihasilkan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah :
1) Dokumen RAB, Gambar Rencana Teknis, Daftar Harga Satuan Upah
Bahan, Analisa Harga Satuan sejumlah 5 (Lima) buku, 1 (satu) asli, 4
(empat ) copy ;
2) Dokumen pengadaan barang dan jasa yang disertai :
a) Instruksi kepada peserta lelang ;
b) Syarat-syatrat umum dan syarat-syarat khusus kontrak ;
c) Spesifikasi teknis ;
d) Gambar rencana teknis;
e) Perhitungan rencana kegiatan dan volume pekerjaan (BQ) ;
Ukuran kertas F4 dan untuk gambar A3 hasil karya perencanaan
dimasukkan ke dalam Cakram Padat (CD) ;

13.

PERALATAN

MATERIAL,

PERSONIL

DAN

FASILITAS

DARI PENGGUNA

ANGGARAN
Data dan fasilitas yang disediakan oleh pengguna anggaran yang dapat
digunakan dan harus dipelihara oleh penyedia jasa :
1) Laporan dan data ;
2) Staf pendamping perencanaan ;
3) Konsultasi unsur teknis .
14.

PERALATAN DAN MATERIAL DARI PENYEDIA JASA


Peralatan yang disediakan penyedia jasa anatara lain :
1) Kendaraan survey milik sendiri/sewa ;
2) Peralatan survey dan perencanaan milik sendiri/sewa ;
3) Kantor milik sendiri/sewa ;
4) Honorarium tenaga ahli dan tenaga penunjang ;
5) Materi dan penggadaan laporan ;
6) Biaya-biaya rapat ;
7) Biaya perjalanan ;
8) Jasa dan overhead perencanaan ;

9) Pajak-pajak ;
15.

LINGKUP KEWENANGAN PENYEDIA JASA


Penyedia jasa mempunyai hak dan kewenangan yang meliputi :
1) Membuat suatu design perencanaan yang sesuai dengan standart
nasional Indonesia dan aturan teknis yang ada sebagai bentuk
pengembangan sumber daya manusia ;
2) Mendapat informasi dan konsultasi teknis dari pengguna jasa ;
3) Mendapatkan

suatu

kontrak

yang jelas

sesuai

dedengan

aturan

konsultansi Indonesia ;
16. JANGKA WAKTU PENYELESAIAN KEGIATAN
Pekerjaan perencanaan ini harus diselesaikan dalam waktu paling lama
150 (seratus lima puluh ) hari kalender terhitung sejak dilakukankannya
SPMK dikeluarkan ;
17.

TENAGA AHLI
Tenaga ahli yang diperlukan untuk melaksanakan Pekerjaan ini adalah:
a. Ketua Tim (Team Leader)
Ketua Tim disyaratkan seorang Sarjana Teknik minimal Strata Satu
(S1) Jurusan Teknik sipil/Teknik Kelautan lulusan universitas negeri atau yang
telah disamakan, berpengalaman sesuai bidang pekerjaannya tersebut di
atas, sekurang-kurangnya 5 ( lima) tahun sebanyak 1 (satu) orang. Memiliki
sertifikat keahlian perencanaan bidang sipil/struktur dengan kompetensi
b. Tenaga Ahli Struktur
Tenaga Ahli Struktur disyaratkan seorang Sarjana Teknik Strata Satu
(S1) Jurusan Teknik Sipil atau Teknik Kelautan lulusan universitas negeri atau
yang telah disamakan, berpengalaman sesuai bidang pekerjaannya tersebut
di atas, sekurang-kurangnya 5 ( lima) tahun sebanyak 1 (satu) orang.
Memiliki sertifikat keahlian perencanaan struktur dengan kompetensi madya.
c. Tenaga Ahli Arsitektur
Tenaga Ahli Arsitektur disyaratkan seorang Sarjana Teknik Strata Satu
(S1) Jurusan Teknik arsitektur lulusan universitas negeri atau yang telah
disamakan, berpengalaman sesuai bidang pekerjaannya tersebut di atas,
sekurang-kurangnya 5 ( lima) tahun sebanyak 1 (dua) orang. Memiliki
sertifikat keahlian perencanaan arsitektur dengan kompetensi muda.
d.

Tenaga Ahli Mekanikal Elektrikal


Tenaga Ahli Mekanikal Elektrikal disyaratkan seorang Sarjana Teknik

Strata Satu (S1) Jurusan Teknik elektro/ Sipil

lulusan universitas negeri

atau yang telah disamakan, berpengalaman sesuai bidang pekerjaannya


tersebut di atas, sekurang-kurangnya 5 ( lima) tahun sebanyak 1 (satu)

orang. Memiliki sertifikat keahlian perencanaan Mekanikal Elektrikal dengan


kompetensi muda.
e.

Tenaga Pengukuran Lapangan (Surveyor) Bidang sipil/ gedung


Tenaga

yang disyaratkan

Arsitektur/Teknik Kelautan

adalah minimal D3 Teknik Sipil/Teknik

lulusan negeri atau yang disamakan yang

berpengalaman sesuai bidang pekerjaan tersebut di atas yaitu pengukuran


dan perencanaan bidang konstruksi bangunan gedung sebanyak 3 (tiga)
orang.
18.

JADWAL TAHAPAN PELAKSANAAN


Lingkup tugas yang harus dilaksanakan oleh konsultan perencana adalah
berpedoman

pada

ketentuan

yang

berlaku

yaitu

Standar

Nasional

Indonesia (SNI) Konstruksi dan Bangunan Sipil yang terdiri :


a. Tahap Konsep rencana dan pra rencana teknis :
1) Konsep penyiapan rencana teknis, termasuk konsep organisasi,
jumlah dan kwalitas tim perencana, metode pelaksnaan, dan
tanggung jawab waktu perencanaan ;
2) Laporan data dan informasi lapangan ;
3) Gambar-gambar pra rencana bangunan/konstruksi ;
4) Garis besar rencana kerja dan syarat-syarat .
b. Tahap pengembangan rencana teknis :
1.

Uraian konsep rencana teknis ;

2.

Draft rencana anggaran biaya ;

3.

Draft rencana kerja dan syarat-syarat (RKS) ;

c. Tahap Rencana Detail :


1. Gambar rencana teknis bangunan lengkap ;
2. Rencana Kerja dan Syarat-syarat ;
3. Rencana kerja volume pekerjaa (BQ) ;
4. Rencana Anggaran Biaya ( RAB) ;
5. Laporan Perencanaan ;
d. Tahap Pelelangan :
1.

Dokumen tambahan hasil penjelasan pekerjaan ;

2.

Laporan bantuan teknis dan adminstrasi pada waktu pelelangan .

19. LAPORAN :
1)

LAPORAN PENDAHULUAN :
Laporan pendahuluan minimal memuat antara lain :
a. Pendahuluan ;
b. Maksud dan tujuan ;
c. Gambaran umum ;

d. Draft/Konsep Rencana sesuai dengan study yang ada ;


e. Permasalahan-permasalahan lapangan ;
f.

Lain-lain;

g. Penutup.
Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya 30 (tiga puluh ) hari
kalender sejak SPMK diterbitkan, sebanyak 5 (lima) buku
2)

LAPORAN DRAFT FINAL :


a. Kondisi Eksisting dan analisa ;
b. Draft final dipresentasikan ;

3)

LAPORAN AKHIR :
Laporan akhir minimal memuat :
1) Gambar rencana teknis bangunan lengkap dengan detailnya ;
2) Rencana Kerja dan Syarat-syarat ;
3) Rencana kerja dan volume pekerjaan 9 BQ) ;
4) Rencana Anggaran Biaya (RAB) ;
5) Jenis konstruksi masing-masing bangunan ;
6) Penentuan jenis bangunan penunjang ;
7) Biaya konstruksi fisik + PPn ;
8) Jadwal kegiatan (time schedule) perencanaan sampai pekerjaan
100% ;
9) Tahapan pelaksanaan ;
10)
Laporan
puluh)

Kesimpulan ;
harus

diserahkan

selambat-lambatnya

150

(seratus lima

hari kalender sejak SPMK diterbitkan, sebanyak 10 (sepuluh )

buku laporan.
21. PRODUKSI DALAM NEGERI
Semua kegiatan jasa konsultansi berdasarakan KAK ini harus dilakukan di
wilayah Negara Republik Indonesia, kecuali ditetapkan lain dalam KAK
dengan pertimbangan keterbatasan kompetensi dalam negeri, hal ini
dilakukan sebagai pemberdayaan.
Demikian KAK ini dibuat sebagai bahan dalam rangka penyusunan DED Pangkalan
Pendaratan Ikan (PPI) Wotu Kec. Wotu Kab. Luwu Timur
Malili, 25 Maret 2015

Mengetahui :
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan
Kab. Luwu Timur

Disusun oleh :
Pejabat Pembuat Komitmen
(PPK)

Ir. Burhan Mude, MP


Pkt./Gol: Pembina/IV.a
Nip.19650710 199703 1 002

Baharuddin N, ST
Pkt./Gol: Penata Muda Tk. I/IV.b
Nip. 19840106 201001 1 012