Anda di halaman 1dari 32

BAB I

PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang


Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) merupakan sebutan bagi kemajuan zaman sekarang
ini. Dari tahun ke tahun, IPTEK sudah semakin maju dan menjadi pengaruh pada kehidupan
manusia. IPTEK pada zaman sekarang sudah semakin maju sehingga bisa membantu pekerjaan
manusia. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika manusia yang hidup pada zaman sekarang juga
mengikuti perkembangan IPTEK tersebut dan menerapkannya pada kehidupan sehari-hari.
Sebagai contoh dari penerapan IPTEK yang penulis pandang dalam dunia pendidikan adalah
pembuatan aplikasi kamus digital. Penguasaan bahasa asing juga mengambil bagian penting
dalam era globalisasi seperti sekarang ini. Alasan mengapa penguasaan bahasa asing adalah
karena dengan menggunakan bahasa asing yang digunakan lebih banyak penduduk dari negara
lain, seseorang dapat saling bertukar informasi dengan penduduk negara lain bahkan dapat
menetap di negara lain dan bersosialisasi dengan penduduk negara lain tersebut jika dengan
menggunakan bahasa yang digunakan banyak negara lain.
Pada satu sisi, perkembangan dunia IPTEK yang demikian mengagumkan itu memang telah
membawa manfaat yang luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Jenis-jenis
pekerjaan yang sebelumnya menuntut kemampuan fisik yang cukup besar, kini relatif sudah bisa
digantikan oleh perangkat mesin-mesin otomatis, Demikian juga ditemukannya formulasiformulasi baru kapasitas komputer, seolah sudah mampu menggeser posisi kemampuan otak
manusia dalam berbagai bidang ilmu dan aktifitas manusia. Ringkas kata kemajuan IPTEK yang
telah kita capai sekarang benar-benar telah diakui dan dirasakan memberikan banyak kemudahan
dan kenyamanan bagi kehidupan umat manusia. Sumbangan IPTEK terhadap peradaban dan
kesejahteraan manusia tidaklah dapat dipungkiri. Namun manusia tidak bisa pula menipu diri
sendiri akan kenyataan bahwa IPTEK mendatangkan malapetaka dan kesengsaraan bagi
manusia.
Perkembangan iptek juga tentunya membawa pengaruh pada lingkungan, baik lingkungan alam
maupun lingkungan sosial-budaya. Pengaruh-pengaruh itu tentu tak lepas dari sisi positif dan sisi
negatif. Pengaruh positif dan pengaruh negatif itu lah yang akan ditelusuri dalam makalah ini.
Karena sesungguhnya manusia juga tentu tidak bisa lepas dari pekembangan iptek dan untuk itu
manusia hanya perlu menyesuaikan perkembangan itu agar tetap sesuai dengan fungsi
alamaiahnya dan fungsi moralnya dalam lingkungan.

I.2. Rumusan Masalah


Berdasarkan Tujuan Instuksi Khusus mata kuliah Ilmu Kealaman Dasar (IKD), masalah yang
dibahas adalah mengenai hubungan antara manusia iptes ( Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ) dan
lingkungan hidup. Dengan pokok bahasan lebih spesifik yaitu:

Pengertian IPTEK dan lingkungan

Makna IPTEK bagi manusia

Manusia sebagai sebyek dan obyek IPTEK

Dampak penyalahgunaan IPTEK bagi manusia

IPTEK dan kelestarian lingkungan hidup

Hubungan manusia dengan IPTEK

Hubungan manusia dan lingkungan

Pengaruh manusia pada alam lingkungan

Problematika lingkungan

I.3. Tujuan Penulisan


Tujuan penulisan ini di bagi menjadi 2 yaitu, tujuan umum dan khusus:
1.3.1. Tujuan Umum
1. Menjelaskan tentang IPTEK dan pengaruh nya pada lingkungan
2. Diharapkan dapat menambah pengetahuan para pembaca makalah
1.3.2 Tujuan Khusus
Memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Kealaman Dasar (IKD).

I.4. Manfaat Penulisan


1. Sebagai bahan pelajaran bagi mahasiswa.

2. Sebagai wacana awal bagi penyusunan karya tulis/makalah selanjutnya.


3. Sebagai literature untuk lebih memahami hubungan antara manusia, ipteks, dan
lingkungannya
4. Mencegah dampak negative dari pemanfaatan IPTEK terhadap lingkungan

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

II.1.

Pengertian Manusia

Manusia adalah mahluk yang luar biasa kompleks. Kita merupakan paduan antara mahluk
material dan mahluk spiritual. Dinamika manusia tidak tinggal diam karena manusia sebagai
dinamika selalu mengaktivisasikan dirinya. Berikut ini adalah pengertian dan definisi manusia
menurut beberapa ahli:
1. 1.

NICOLAUS D. & A. SUDIARJA

Manusia adalah bhineka, tetapi tunggal. Bhineka karena ia adalah jasmani dan rohani akan tetapi
tunggal karena jasmani dan rohani merupakan satu barang.
1. 2.

ABINENO J. I

Manusia adalah tubuh yang berjiwa dan bukan jiwa abadi yang berada atau yang terbungkus
dalam tubuh yang fana.
1. 3.

UPANISADS

Manusia adalah kombinasi dari unsur-unsur roh (atman), jiwa, pikiran, dan prana atau badan
fisik.

1. 4.

SOKRATES

Manusia adalah mahluk hidup berkaki dua yang tidak berbulu dengan kuku datar dan lebar.
1. 5.

KEES BERTENS

Manusia adalah suatu mahluk yang terdiri dari 2 unsur yang kesatuannya tidak dinyatakan.
1. 6.

OMAR MOHAMMAD AL-TOUMY AL-SYAIBANY

Manusia adalah mahluk yang paling mulia, manusia adalah mahluk yang berfikir, dan manusia
adalah mahluk yang memiliki 3 dimensi (badan, akal, dan ruh), manusia dalam pertumbuhannya
dipengaruhi faktor keturunan dan lingkungan.

II.2.

Pengertian Ilmu Pengetahuan

Data (information) adalah catatan atas kumpulan fakta. Data dicirikan sebagai sesuatu yang
bersifat mentah dan tidak memiliki konteks. Dia sekedar ada dan tidak memiliki signifikansi
makna di luar keberadaannya itu. Dia bisa muncul dalam berbagai bentuk, terlepas dari apakah
dia bisa dimanfaatkan atau tidak. Data kemudian diolah sehingga dapat diutarakan secara jelas
dan tepat sehingga dapat dimengerti oleh orang lain yang tidak langsung mengalaminya sendiri,
hal ini dinamakan deskripsi. Pemilahan banyak data sesuai dengan persamaan atau perbedaan
yang dikandungnya dinamakan klasifikasi.
Pengetahuan (knowledge) adalah segala sesuatu uang diketahui manusia melalui tangkapan
panca indra, intuisi dan firasat. Pada umumnya, pengetahuan memiliki kemampuan prediktif
terhadap sesuatu sebagai hasil pengenalan atas suatu pola. Manakala informasi dan data sekedar
berkemampuan untuk menginformasikan atau bahkan menimbulkan kebingungan, maka
pengetahuan berkemampuan untuk mengarahkan tindakan. Ini lah yang disebut potensi untuk
menindaki.
Ilmu adalah pengetahuan yang sudah diklarifikasi, diorganisasi, disistemasi, dan diinterpretasi
sehingga menghasilkan kebenaran objektif, sudah diuji kebenarannya dan dapat diuji ulang
secara ilmiah. Kata ilmu itu merupakan kata serapan yang berasal dari bahasa arabilm yang
berarti memahami, mengerti atau mengetahui. Ilmu merupakan kegiatan berfikir untukk
mendapatkan pengetahuan yang benar, atau secara lebih sederhana, ilmu bertujuan untuk
mendapatkan kebenaran.
Menurt S. Abu Bakar, Ilmu adalah Suatu pendapat atau buah pikiran yang ilmiah, yaitu pendapat
atau buah pikiran, yang memenuhi persyaratan ilmu pengetahuan terhadap suatu bidang masalah
tertentu..
Ilmu pengetahuan (sciece) adalah Suatu objek, ilmiah yang memiliki sekelompok prinsip, dalil,
rumus yang melalui percobaan yang sistemetis dilakukan berulang kalitelah teruji kebenarannya,

prinsip prinsip, dalil dalil dan rumus rumus mana dapat diajarkan dan dipelajari ( Menurut
Sondang Siagian ). Sains berasal dari bahasa latin yaitu scientia yang berarti pengetahuan.
Berdasarkan kamus definisi sains adalah pengtahuan yang diperoleh melalu pembelajaran dan
pembuktian atau pengetahuan yang diperoleh melalui pembelajaran dan pembuktian atau
pengetahuan yang melingkupi suatu kebenaran umum dari hukum-hukum alam yang terjadi,
misalnya didapatkan dan dibuktikan melalui metode ilmiah. Sains dalam hal ini merujuk pada
sebuah sistem untuk mendapatkan pengetahuan yang menggunakan pengamatan dan eksperimen
untuk menggambarkan dan menjelaskan fenomena-fenmena yang terjadi di alam.

II.3.

Pengertian Teknologi

Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi
kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Teknologi adalah produk ilmu pengetahuan.
Menurut Walter Buckingham yang dimaksud dengan teknologi adalah ilmu pengetahuan yang
diterapkan ke dalam seni industry serta karenanya mencakup alat-alat yang memungkinkan
terlaksananya efisiensi tenaga kerja menurut keragaman kemampuan
Teknologi dianggap sebagai penerapan ilmu pengetahuan, dalam pengertian bahwa penerapan itu
menuju pada perbuatan atau perwujudan sesuatu, akibatnya dengan sendirinya setiap jenis
teknologi atau bagian ilmu pengetahuan dapat di-teknologi-kan. Sehingga teknologi tidak aka
nada tanpa berpasangan dengan ilmu pengetahuan,dan pengetahuan perlu disertai oleh teknologi
yang menjadi pasangannnya.
Adapun tiga macam teknologi yang sering dikemukakan oleh para ahli yaitu :
1. Teknologi modern
Jenis teknologi ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
1)

Padat modal

2)

Mekanis Elektris

3)

Menggunakan Bahan Impor

4)

Berdasarkan teknologi mutakhir


1. Teknologi Madya

Jenis teknologi ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :


1)

Padat karya

2)

dapat dikerjakan oleh keterampilan setempat

3)

menggunakan alat setempat

4)

berdasarkan alat penelitian


1. Teknologi Tradisional

Jenis teknologi ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :


1)

bersifat padat karya

2)

menggunakan keterampilan setempat

3)

menggunakan alat setempat

4)

menggunakan bahan setempat

5)

berdasarkan pengamatan dan kebiasaan

Demikianlah teknologi adalah segenap keterampilan manusia menggunakan sumber-sumber


daya alam untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya dalam kehidupan. Secara
lebih umum dapatlah bahwa teknologi merupakan suatu sistem penggunanaan berbagai sarana
yang tersedia untuk mencapai tujuan-tujuan praktis yang ditentukan.

II.4.

Pengertian Lingkungan Hidup

Lingkungan adalah jumlah semua benda hidup dan mati serta seluruh kondisi yang ada di dalam
lingkungan adalah jumlah semua benda hidup dan mati serta seluruh kondisi yang ada di dalam
ruang yang kita tempati. Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada disekitar manusia yang
mempengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik secara langsung maupun tidak langsung.
Lingkungan mempunyai arti penting bagi manusia, dengan lingkungan fisik manusia dapat
menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan materilnya, dengan lingkungan biologi manusia
dapat memenuhi kebutuhan jasmaninya, dan dengan lingkungan sosial manusia dapat memenuhi
kebutuhan spiritualnya. Lingkungan dipandang sebagai tempat beradanya manusia dalam
melakukan segala aktivitas kesehariannya.
Menurut St. Munajat Danusaputra : Lingkungan adalah semua benda dan kondisi termasuk di
dalamnya manusia dan aktivitasnya, yang terdapat dalam ruang di mana manusia berada dan

mempengaruhi kelangsungan hidup serta kesejahteraan manusia dan jasad hidup lainnya.
(Darsono, 1995).
Lingkungan hidup menyediakan kebutuhan-kebutuhan hidup manusia. Begitupun sebaliknya,
kehidupan manusia sangat tergantung pada tersedianya sumber daya alam yang memadai dalam
lingkungan hidup. Manusia dan lingkungan hidup selalu terjadi interaksi timbal balik, manusia
mempengaruhi lingkungan dan sebaliknya manusia dipengaruhi oleh lingkungan hidupnya.
Demikian pula manusia membentuk lingkungan hidupnya dan manusia dibentuk oleh lingkungan
hidupnya. Lingkungan hidup memegang peranan penting dalam kebudayaan manusia, mulai dari
manusia primitif sampai pada yang modern.
Menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup,
menyatakan bahwa lingkungan hidup merupakan kesatuan ruang dengan semua benda, daya,
keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi
kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.
Unsur-unsur lingkungan hidup dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:
1. Unsur Hayati (Biotik) yaitu unsur lingkungan hidup yang terdiri dari makhluk hidup,
seperti manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, dan jasad renik. Jika kalian berada di kebun
sekolah, maka lingkungan hayatinya didominasi oleh tumbuhan. Tetapi jika berada di
dalam kelas, maka lingkungan hayati yang dominan adalah teman-teman atau sesama
manusia.
2. Unsur Sosial Budaya , yaitu lingkungan sosial dan budaya yang dibuat manusia yang
merupakan sistem nilai, gagasan, dan keyakinan dalam perilaku sebagai makhluk sosial.
Kehidupan masyarakat dapat mencapai keteraturan berkat adanya sistem nilai dan norma
yang diakui dan ditaati oleh segenap anggota masyarakat. Lingkungan inilah yang
membentuk sistem pergaulan yang besar peranannya dalam membentuk kepribadian
seseorang.
3. Unsur Fisik (Abiotik), yaitu unsur lingkungan hidup yang terdiri dari benda-benda tidak
hidup, seperti tanah, air, udara, iklim, dan lain-lain. Keberadaan lingkungan fisik sangat
besar peranannya bagi kelangsungan hidup segenap kehidupan di bumi. Bayangkan, apa
yang terjadi jika air tak ada lagi di muka bumi atau udara yang dipenuhi asap? Tentu saja
kehidupan di muka bumi tidak akan berlangsung secara wajar. Akan terjadi bencana
kekeringan, banyak hewan dan tumbuhan mati, perubahan musim yang tidak teratur,
munculnya berbagai penyakit, dan lain-lain

BAB III

PEMBAHASAN

III.1.

Makna IPTEK Bagi Manusia

Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dapat mendatangkan kemakmuran materi
dan spesialisasi dari ilmu itu sendiri. Adanya perkembangan ilmu pengetahuan alam dan
teknologi menimbulkan cabang ilmu pengetahuan baru antara lain : teknik modern, teknologi
hutan, teknologi gedung (metalurgi), teknologi transportasi, dan lain-lain. Begitupula dalam
perkembangan ilmu sosial terdapat hibrida dalam berbagai disiplin ilmu seperti psikologi social,
geopolitik, komunikasi politik, dan lain-lain.
Dengan menggunakan cabang-cabang ilmu pengetahuan baru tersebut, kita dapat memperoleh
hasil, misalnya :

Penggunaan teknik nuklir, orang dapat membuat reaktor nuklir yang dapat menghasilkan
zat-zat radio aktif, dimana zat ini dapat dimanfaatkan untuk maksud damai. Misalnya
untuk keperluan bidang kesehatan (sinar rontgen), di bidang pertanian untuk
memperbaiki bibit, untuk mendapatkan energi tinggi.

Penggunaan teknologi hutan, seperti kita ketahui, hutan mempunyai banyak fungsi kertas,
industri kayu lapis/ bahan bangunan, berfungsi untuk tempat penyimpanan air, objek
pariwisata, dan lain-lain.

Sudah menjadi sifat umum dari manusia bila telah terpenuhi satu keinginan maka akan timbul
keinginan yang lain atau menambah apa yang telah tercapai, dan setiap orang tidak ingin
mengalami kesulitan, tetapi setiap orang akan berusaha dalam setiap langkah untuk mendapatkan
kemudahan. Kemudahan itu didapatkan antara lain dengan penerapan perkembangan ilmu
pengetahuan alam dan teknologi. Misalnya antara lain :

Dengan teknik modern, dari teknik mengendalikan aliran air sungai, petani mendapatkan
kemudahan dalam memperoleh air. Bendungan dapat dimanfaatkan untuk pembangkit
tenaga listrik. Alat rumah tangga elektronik mempermudah ibu-ibu rumah tangga dala
melaksanakan tugasnya.

Dengan teknik modern dapat dibuat bermacam-macam media pendidikan, seperti OHP,
slide, film strip, TV, dll. Yang dapat mempermudah para pendidik dalam melaksanakan
tugasnya. Pengetahuan dan teknologi memungkinkan terjadinya perkembangan
keterampilan dan kecerdasan manusia. Hal ini karena dengan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi memungkinkan :

1. Tersedianya sarana dan prasarana penunjang kegiatan ilmiah.

2. Meningkatkannya kemakmuran materi dan kesehatan masyarakatnya.


Perkembangan teknologi semakin cepat dan rumit. Istilah nanoteknologi sekarang mulai popular
di masyarakat. Teknologi ini bahkan sekarang menjadi tren riset dunia, khususnya negara-negara
maju. Eropa dan Amerika merupakan pelopor dalam investasi risek di bidang teknologi tersebut.,
diikuti Australia, Kanada dan negara-negara Asia, seperti Jepang, Korea, Taiwan, RRC dan
Singapura. Istilah nanoteknologi pertama kali diperkenalkan oleh peneliti Jepang Norio
Taniguchi pada tahun 1974.
Nanoteknologi adalah teknologi yang mampu mengerjakan dengan ketepatan lebih kecil dari
satu micrometer (seperjuta meter). Pengertian yang terkandung dalam kata nanoteknologi yang
berkembang saat ini lebih dari sekedar miniaturisasi dalam skala nanometer (sepermiliar meter),
tetapi istilah dari teknologi dengan aplikasi yang sangat luas melingkupi hampir di seluruh
kehidupan manusia. Suatu nanoteknologi yang hingga saat ini masih menimbulkan kontoversi
adalah cloning dan modifikasi genetika.
Demikian dengan kemampuan akal yang dimiliki manusia perkembangan ilmu dan teknologi
semakin cepat, hanya dilain sisi dampak yang ditimbulkannya haruslah dipikirkan agar
teknologi yang awalnya sebagai alat bantu manusia dikhawatirkan justru akan merusak manusia.
III.2.

Manusia Sebagai Objek dan Subjek IPTEK

Manusia sebagai subjek selalu melakukan penelitian dan percobaan dalam bidang sains dan
menggunakan teknlogi yang maju untuk memperoleh penemuan-penemuan baru untuk
mengubah dunia, sedangkan manusia sebagai objek mudah tergiur dengan hal-hal baru tersebut
dengan minat yang tinggi menggunakan penemuan-penemuan baru tersebut sehingga
mempermudah proses pengubahan dunia.

III.3.

Dampak IPTEK Bagi Kehidupan Manusia

Perkembangan dunia iptek yang demikian pesatnya telah membawa manfaat luar biasa bagi
kemajuan peradaban umat manusia. Jenis-jenis pekerjaan yang sebelumnya menurut kemampuan
fisik cukup besar, kini relatif sudah bisa digantikan oleh perangkat mesin-mesin otomatis. Sistem
kerja robotis telah mengalihfungsikan tenaga otot manusia dengan pembesaran dan percepatan
yang menakjubkan. Begitu pun dengan telah ditemukannya formulasi-formulasi baru aneka
kapasitas komputer, seolah sudah mampu menggeser posisi kemampuan otak manusia dalam
berbagai bidang ilmu dan aktifitas manusia. Ringkas kata, kemajuan iptek yang telah kita capai
sekarang benar-benar telah diakui dan dirasakan memberikan banyak kemudahan dan
kenyamanan bagi kehidupan umat manusia.
Bagi masyarakat sekarang, iptek sudah merupakan suatu religion. Pengembangan iptek dianggap
sebagai solusi dari permasalahan yang ada. Sementara orang bahkan memuja iptek sebagai
liberator yang akan membebaskan mereka dari kungkungan kefanaan dunia. Iptek diyakini akan
memberi umat manusia kesehatan, kebahagiaan dan imortalitas.

Sumbangan iptek terhadap peradaban dan kesejahteraan manusia tidaklah dapat dipungkiri.
Namun manusia tidak bisa pula menipu diri akan kenyataan bahwa iptek mendatangkan mala
petaka dan kesengsaraan bagi manusia. Dalam peradaban modern yang muda, terlalu sering
manusia terperdarya dari dampak negatif iptek terhadap kehidupan umat manusia. Kalaupun
iptek mampu mengungkap semua tabir rahasia alam dan kehidupan, tidak berearti iptek sinonim
dengan kebenaran. Sebab iptek hanya mampu menampilkan kenyataan. Kebenaran yang
manusiawi haruslah lebih dari sekedar kenyataan obyektif. Kebenaran harus pula mencakup
unsur keadilan. Tentu saja iptek tidak mengenal moral kemanusiaan, oleh karena itu iptek tidak
pernah bisa menjadi standar kebenaran ataupun solusi dari masalah-masalah kemanusiaan.
Dampak positif dan dampak negatif dari perkembangan teknologi dilihat dari berbagai bidang:
III.3.1. Bidang informasi dan komunikasi
Dalam bidanga informasi dan komunikasi telah terjadi kemajuan yang sangat pesat. Dari
kemajuan dapat kita rasakan dampak positifnya antara lain :
+
Kita akan lebih cepat mendapatkan informasi-informasi yang akurat dan terbaru di bumi
bagian mana pun melalui internet.
+
Kita dapat berkomunikasi dengan teman, maupun keluarga yang sangat jauh hanya dengan
melalui handphone.
+

Kita mendapatkan layanan bank yang dengan sangat mudah. Dan lain-lain.

Di samping keuntungan-keuntungan yang kita peroleh ternyata kemajuan-kemajuan teknologi


tersebut dimanfaatkan juga untuk hal-hal negatif, antara lain :
-

Pemanfaatan jasa komunikasi oleh jaringan teroris (kompas).

Penggunaan informasi tertentu dan situ tertentu yang terdapat di internet yang bisa disalah
gunakan pihak tertentu untuk tujuan tertentu.
Kerahasiaan alat tes semakin terancam. Melalui internet kita dapat memperoleh informasi
tentang tes psikologi, dan bahkan dapat memperoleh layanan tes psikologi secara langsung dari
internet.
Kecemasan teknologi. Selain itu ada kecemasan skala kecil akibat teknologi komputer.
Kerusakan komputer karena terserang virus, kehilangan berbagai file penting dalam komputer.
Inilah beberapa contoh stres yang terjadi karena teknologi. Rusaknya modem internet karena
disambar petir.
III.3.2. Bidang ekonomi
Bidang ekonomi teknologi berkembang pesat. Dari kemajuan teknologi dapat kita rasakan
manfaat positifnya antara lain :

Pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi

Terjadinya industrialisasi.

Produktifitas dunia industri semakin meningkat.

+
Kemajuan teknologi akan meningkatkan kemampuan produktivitas dunia industri baik dari
aspek teknologi industri maupun pada aspek jenis produksi. Investasi dan reinvestasi yang
berlangsung secara besar-besaran yang akan semakin meningkatkan produktivitas dunia
ekonomi.
III.3.3. Bidang industri
Di masa depan, dampak perkembangan teknologi di dunia industri akan semakin penting.
Tanda-tanda telah menunjukkan bahwa akan segera muncul teknologi bisnis yang
memungkinkan konsumen secara individual melakukan kontak langsung dengan pabrik sehingga
pelayanan dapat dilaksanakan secara langsung dan selera individu dapat dipenuhi, dan yang lebih
penting konsumen tidak perlu pergi ke toko.
III.3.4. Bidang Sumber Daya Manusia
Persaingan dalam dunia kerja sehingga menuntut pekerja untuk selalu menambah skill dan
pengetahuan yang dimiliki. Kecenderungan perkembangan teknologi dan ekonomi, akan
berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan kualifikasi tenaga kerja yang diperlukan.
Kualifikasi tenaga kerja dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan akan mengalami perubahan
yang cepat. Akibatnya, pendidikan yang diperlukan adalah pendidikan yang menghasilkan tenaga
kerja yang mampu mnetransformasikan pengetahuan dan skill sesuai dengan tuntutan kebutuhan
kerja yang berubah tersebut
III.3.5. Bidang Kedokteran dan Kesehatan
Di bidang kedokteran dan kemajuan ekonomi mampu mnejadikan produk kedokteran menjadi
komoditi. Selain menjadi produk kedokteran menjadi komoditi yang dapat dipasarkan,
perkembangan teknologi juga mengembangkan fasilitas-fasilitas kedokteran sehingga
menghasilkan peralatan medis yang semakin maju.
+
Ditemukannya sinar infra merah entuk kepentingan pemeriksaan organ dalam makhluk
hidup tanpa menjalani operasi terlebih dahulu.
+
Ditemukannya obat yang mengandung unsur radioaktif adalah isoniazid yang mengandung
radioaktif, sangat efektif dan menyembuhkan penyakit TBC.
III.3.6. Bidang Sosial dan budaya.
Akibat kemajuan teknologi bisa kita lihat, antara lain :

Perbedaan kepribadian antara pria dan wanita.

Banyak pakar yang berpendapat bahwa kini semakin besar porsi wanita yang memegang posisi
sebagai pemimpin, baik dalam dunia pemerintahan maupun dalam dunia bisnis . Bahkan
perubahan perilaku ke arah perilaku yang sebelumnyamerupakan pekerjaan pria semakin
menonjol.
Data yang tertulis dalam buku Megatrend for Women : From Liberation to Leadership yang
ditulis oleh Patricia Aburdene & John Naisbitt (1993) menunjukkan bahwa peran wanita dalam
kepemimpinan semakin membesar. Semakin banyak wanita yang memasuki bidanmg politik
sebagai anggota parlemen, senator, gubernur, menteri, dan berbagai jabatan penting lainnya.
+

Meningkatnya rasa percaya diri

Kemajuan ekonomi di negara-negara Asia melahirkan fenomena yang menarik. Perkembangan


dan kemajuan ekonomi telah meningkatkan rasa percaya diri dan ketahanan diri sebagai suatu
bangsa akan semakin kokoh. Bangsa-bangsa Barat tidak lagi dapat melecehkan bangsa bangsa
Asia.
+

Tekanan

Kompetisi yang tajam di berbagai aspek kehidupan sebagai konsekuensi globalisasi, akan
melahirkan generasi yang disiplin, tekun, dan pekerja keras.
Meskipun demikian ada pula dampak negatifnya antara lain;
Terjadinya penganguran bagi tenaga kerja yang tidak mempunyai kualifikasi yang sesuai
dengan yang dibutuhkan.
Sifat konsumtif sebagai akibat kompetisi yang ketat di era globalisasi akan juga melahirkan
generasi yang secara moral mengalami kemerosotan : konsumtif, boros dan memiliki jalan pintas
yang bermental instant.
Kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat, kususnya di kalangan remaja dan
pelajar. Kemajuan kehidupan ekonomi yang terlalu menekankan pada upaya pemenuhan
berbagai keinginan material, telah menyebabkan sebagian warga masyarakat menjadi kaya
dalam materi tetap miskin dalam rohani
Kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja semakin meningkat semakin
lemahnya kewibawaan tradisi- tradisi yang ada di masyarakat, seperti gotong-royong dan tolongmenolong telah melemahkan kekuatan-kekuatan sentripental yang berperan penting dalam
menciptakan kesatuan sosial. Akibat lanjut bisa dilihat bersama., kenakalan dan tindak
menhyimpang di kalangan remaja dan pelajar semakin meningkat dalam berbagai bentuknya,
seperti perkelahian, corat-coret, pelanggaran lalu lintas sampai tindak kejahatan.
-

Pola interaksi antar manusia yang berubah

Kehadiran komputer pada kebanyakan rumah tangga golongan menengah ke atas trelah merubah
pola interaksi keluarga. Komputer yang disambungkan dengan telpon telah membuka peluang
bagi siapa saja untuk berhubungan dengan dunia luar. Program internet relay chatting (IRC),
internet, dan e-mail telah membuat orang ayik dengan kehidupannya sendiri. Selain itu
tersedianya berbagai warung internet (warnet) telah memberi peluang kepada banyak orang yang
tidak memiliki komputer dan saluran internet sendiri untuk berkomunikasi dengan orang lain
melalui internet. Kini semakin banyak orang yang menghabiskan waktunya sendirian dengan
komputer. Melalui program internet relay chatting (IRC) anak-anak bisa asyik mengobrol dengan
teman dan orang asing kapan saja.
III.3.7. Bidang Pendidikan
Teknologi mempunyai peran yang sangat penting dalam bidang pendidikan antara lain :
+
Munculnya media massa, khususnya media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat
pendidikan. Dampak dari hal ini adalah guru bukannya stu-satu sumber ilmu pengetahuan.
+
Munculnya metode-metode pembelajaran yang baru, yang memudahkan siswa dan guru
dalam proses pembelajaran.
Dengan kemajuan teknologi terciptalah metode-metode baru yang membuatsiswa mampu
memahami materi-materi yang abstrak, karena materi tersebut dengan bantuan teknologi bisa
dibuat abstrak. Sistem pembelajaran tidak harus melalui tatap muka. Dengan kemajuan teknologi
proses pembelajaran tidak harus mempertemukan siswa dengan guru, tetapi bisa juga
menggunakan jasa pos internet dan lain-lain. Disamping itu juga muncul dampak negatif dalam
proses pendidikan antara lain :
-

Kerahasiaan alat tes semakin terancam

Penyalahgunaan pengetahuan bagi orang-orang tertentu untuk melakukan tindak kriminal.

III.3.8. Bidang Politik


-

Timbulnya kelas menengah baru

Pertumbuhan teknologi dan ekonomi di kawan ini akan mendorong munculnya kelas menengah
baru. Kemampuan, keterampilan serta gaya hidup mereka sudah tidak bnanyak berbeda dengan
kelas menengah di negara-negara Barat. Dapat diramalkan, kelas menengah baru ini akan
menjadi pelopor untuk menuntut kebebasan politik dan kebebasan berpendapat yang lebih besar.
-

Proses regenerasi kepemimpinan

Sudah barang tentu peralihan generasi kepemimpinan ini akan berdampak dalam gaya dan
substansi politik yang diterapkan. Nafas kebebasan dan persamaan semakin kental.

Di bidang politik internasional juga terdapat kecenderungan tumbuh berkembangnya


regionalisme. Kemajuan di bidang teknologi komunikasi telah menghasilkan kesadaran
regionalisme (tidak adanya batasan). Ditambah dengan kemajuan di bidang teknologi
transportasi telah menyebabkan meningkatnya kesadaran tersebut. Kesadaran itu akan terwujud
dalam bidang kerjasama ekonomi, sehingga regionalisme akan melahirkan kekuatan ekonomi
baru.
III.3.9. Dampak Seni
Seni merupakan produk sosial dan sebagai pembentuk peradaban sosial dalam masyarakat,
sehingga seni merupakan pemivu ide dan kreatifitas masyarakat dalam menciptakan sesuatu dan
juga sebagai penghubung dalam antar budaya yang berbeda coraknya.
Namun karena persepsi setiap manusia berbeda-beda maka seni memiliki dampak negatif yaitu
konflik di masyarakat terhadap suatu objek seni yang dapat diartikan berbeda. Seni juga
merupakan produk yang dapat di komersialisasikan sehingga menusia memandang seni bukan
hanya sekedar produk sosial tetapi sudah menjadi produk yang dapat diperdagangkan.
III.4.

Problematika Pemanfaatan IPTEK di Indonesia

Ilmu pengetahuaan, teknologi, dan seni telah menjadi suatu hal yang tidak dapat dipisahkan
dalam kehidupan manusia di era globalisasi ini. Semua kebutuhan manusia di sokong oleh
teknologi di berbagai bidang karena fungsi teknologi merupakan alat yang digunakan manusia
untuk mempermudah dirinya. Mendapatkan apa yang diinginkannya.
Perkembangan teknologi yang pesat juga merupakam peran manusia yang memiliki
pengetahuan, dengan pengetahuan manusia mengembangkan berbagai teknologi yang kembali
lagi gunakan dalam pengembangan ilmu untuk kepentingan manusia tersebut.
Manusia sebagai objek dan subjek dalam pengembangan ilmu pengetahuaan, teknologi dan seni
menyebabkan manusia selalu mengembangkan kreasinya dalam IPTEKS sehingga semakin
dimudahkan dalam mengatasi alam.
Ditinjau dari sejarah IPTEKS, manusia bukan hanya menyumbang kreasi yang semakin maju
saja tetapi juga menyumbangkan permasalahn-permasalahan dalam penggunakan IPTEKS
tersebut. Contohnya saja, manusia menciptakan kendaran bermotor untuk kemudahan dan
kenyamanan transportasinya tetapi manusia dengan tidak sengaja juga menciptakan permasalahn
lingkungan yang cukup pelik akibat penggunaan kendaraan bermotor tersebut.
Di Indonesia sebagai negara berkembang yang masih belum memiliki kemampuan yang cukup di
bidang IPTEK yang menglobal. Menurut Tumanggor yang tersisa di Indonesia saat ini hanyalah
budaya. Dengan keanekaragaman budaya inilah dapat diharapkan timbulnya pengembangan
industri kreatif. Pengembangan ekonomi kreatif dapat memadukan unsur ide, seni dan teknologi
dan ini perlu dukungan dari berbagai sector dalam pengembangan ide-ide kreatif dari anak
bangsa indonesia.

Herimanto dalam bukunya menyatakan bahwa Indonesia memiliki masalah dalam pemanfaatan
dan kemampuan Iptek yang dijabarkan dalam 8 bidang seebagai berikut :
1. Rendahnya kemampuan Iptek nasional dalam menghadapi perkembangan global.
2. Rendahnya kontribusi Iptek nasional dalam sector industry
3. Belum optimalnya mekanisme intermediasi Iptek yang menjembatani interaksi antara
kapasitas penyedia IPTEK dengan kebutuhan pengguna.
4. Lemahnya sinergi kebijakan Iptek, sehingga kegiatan Iptek belum sanggup memberikan
hasil yang signifikan.
5. Masih terbatasnya sumberdaya Iptek, yang tercermin dari rendahnya kualitas SDM dan
kesenjangan pendidikan di bidang Iptek
6. Belum berkembangnya budaya Iptek di kalangan masyarakat.
7. Belum optimalnya peran Iptek dalam mengatasi degradasi fungsi lingkungan hidup.
8. Masih lemahnya peran Iptek dalam mengantisipasi dan menangulangi bencana alam.

III.5.

IPTEK Dan Kelestarian Lingkungan Hidup

III.5.1. Pegertian IPTEK Lingkungann


Iptek Lingkungan ialah teknologi yang berkaitan kelestarian lingkungan dan pemanfaatan
manjemen lingkungan Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang
tersusun sistematis yang dijelaskan gejala-gejala pada bidang iptek terhadap lingkungan tanpa
merusak keseimbangan lingkungan . Upaya pelestarian lingkungan dijelaskan dalam UU No. 23
Tahun 1997 tentang Pengelolahan Lingkungan hidup yang dimaksud pelestarian lingkungan
hidup adalah rangkaian upaya untuk memelihara kelangsungan daya dukung dan daya tampung
lingkungan hidup. Usaha untuk menjaga Lingkungan meliputi:
1. Pengolahan lahan.
Lahan dalam hal ini meliputi lahan pertanian, pengolahan tanah baik untuk pemukiman maupun
industri. pengelolahan tersebut harus memperhatikan kelestarian lingkungan hidup, karena
mungkin saja akan terjadi masalah lingkungan hidup, jadi harus dikerjakan secara optimal.
Cara-caranya di antara lain mencegah menurunnya kemampuan lahan yang potensial,
menjauhkan lokasi industri dari lokasi pemukiman penduduk, memilih cara pengelolahan rakyat,
misalnya dengan terasering untuk lahan miring, dan sebagainya.

1. Pengolahan hutan.
Cara-cara untuk pengelolahan hutan diantara lain memberi penyuluhan kepada masyarakat
sekitar hutan agar tidak mencuri kayu di hutan, memberi sanksi terhadap orang yang melakukan
penebangan hutan secara liar, dan membentuk polisi hutan yang bertugas mengawasi
kelangsungan kelestarian hutan dan sebagainya.
1. Pengolahan air.
Pengelolahan sumber daya air dapat dilakukan dengan cara mempergunakan sumber daya alam
air seefisien mungkin, air limbah yang dibuang ke perairan harus diolah lebih dahulu sehingga
memenuhi standar air limbah yang telah ditetapkan pemerintah, dan megusahakan cahaya
matahiri dapat menembus dasar perairan, sehingga proses fotosintesis dapat berjalan lancar.
1. Pengolahan udara.
Udara mengandung berbagai macam gas yang dibutuhkan untuk kihidupan, maka harus dijaga
dengan dilakukannya pengolahan- pengolahan yang diantara lain megalirakan gas buangan ke
dalam air atau dalam larutan pengikat sebelum dibebaskan keair, membangun cerobong asap
yang cukup tinggi sehingga asap tidak menambah polutan, dan mempebanyak tanaman hijau di
daerah polusi udara tinggi.
III.5.2. Peran IPTEKS dalam Lingkungan
IPTEK memegang peranan penting bagi negara-negara berkembang dalam proses peningkatan
standar hidup, kesejahteraan, dan melindungi sumber daya alam dan keanekaragaman hayati.
Negara-negara berkembang menghadapi berbagai tantangan jangka pendek dan jangka panjang.
Kemajuan iptek saat ini mungkin terjadi masalah bagi lingkungan hidup seperti halnya
kerusakan- kerusakan lingkungan. Sektor lingkungan hidup merupakan isu penting di dunia saat
ini. Secara garis besar, pemanfaatan iptek harus senantiasa mempertimbangkan usur lingkungan
hidup. Artinya, pemanfaatannya harus sejauh mungkin ramah lingkungan. Komitmen pemerintah
terhadap lingkungan hidup juga sudah lumayan tinggi. Salah satu buktinya, sudah ada
Kementerian Negara Lingkungtan Hidup yang khusus mengurusi hal itu pada pemerintahan yang
ada saat ini.

III.6.

Hubungan Manusia Dengan IPTEK

Apa pengaruh iptek dalam kehidupan kita ? jawabannya banyak sekali. Perubahan satu
paradigma iptek dapat menyebabkan revolusi dalam semua bidang kehidupan: literatur, seni,
ekonomi, politik, arsitektur, sosial, dan religi. Iptek telah menyebabkan kita tidak tergantung
pada alam.
IPTEKS telah membebaskan kita dari takhayul dan memerdekakan kita dari berbagai hukum
alam. Fenomena gerhana bulan bagi yang mengetahui iptek tidak lagi menyeramkan. Bagi yang

menguasai IPTEKS, hukum alam itu dapat dikontrol nya. Air yang hukumnya selalu mencari
tempat yang lebih rendah dapat dibuat mampu memanjat ke gedung bertingkat seratus. Benda
berat seperti besi yang hukumnya harus jatuh ke bumi dapat dibuat mampu terbang dan
membawa ratusan manusia. Barang yangmemiliki berat jenis lebih besar dari air yang kodratnya
akan tenggelam, kini dapat dibuat mampu terbang dan membawa ratusan manusia. Barang yang
memiliki berat jenis lebih besar dari air yang kodratnya akan tenggelam, kini dapat diapungkan.
Dengan teknologi, hujan dapat dibuat, gempa dapat diprediksi, cuaca dapat diprakirakan.
Teknologi telah memerdekakan manusia dari sesamanya.
Perubahan mendasar dalam IPTEKS akan membawa perubahan mendasar dalam semua bidang
kehidupan. Teknologi-teknologi yang telah membawa perubahan monumental dealam kehidupan
manusia adalah jam (membantu manusia masuk dalam konteks waktu); kompas (menolong
manusia memasuki medan ruang); teleskop (mendorong manusia untuk melebarkan cakrawala ke
ujung kosmis); dan mikroskop (yang telah membawa manusia ke era sub-atomatik).
Teori-teori ilmu pengetahuan yang telah membawa revolusi berfikir manusia adalah hukum
gravitasi ( membawa manusia ke dalam konteks keteraturan dan harmonisasi jagat ); penemuan
elektromagnetik (yang membawa revolusi informasi dan mempertanyakan makna jarak); serta
teori evolusi ( yang membawa kita ke pemikiran tentang pertumbuhan dan tahapan
perkembangan ).
Manusia, ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni memiliki hubungan yang unik karena manusia
menciptakan ipteks dan manusia juga yang menggunakan iptek. Sehingga dapat dikatakan bahwa
manusia sebagai objek dan subjek dari ipteks.
Lantas bagaimana posisi dan peran IPTEKS di negara berkembang ? jika dilihat sejarah
perkembangan IPTEKS, tampak sekali bahwa ia berkembang mengikuti alur yang amat logis dan
teratur. Iptek lahir untuk memenuhi kebutuhan manusia yang menemukan dan
mengembangkannya. Manusia pada dasarnya mempunyai masalah yang kurang lebih sama dan
kebutuhan yang juga sejenis. Semua punya mulut untuk diberi makan, badan yang perlu tempat
istirahat, pekerjaan yang perlu diselesaikan, hukum dan aturan yang harus dipatuhi.
Terlepas dari kesamaan-kesamaan di atas. Tampak sekali perbedaan metode dan cara serta alat
yang digunakan antara manusia yang hidup dalam masyarakat tradisional-agraris dengan yang
hidup dalam masyarakat modern-industrialis. Perbedaan-perbedaan yang mendasar antara lain
dalam persoalan pembagian kerja (division of labor) antara warga masyarakat yang satu dengan
yang lain. Juga dapat dilihat dari kecanggihan jenis teknologi yang dimanfaatkannya.
III.7.

Hubungan Manusia Dengan Lingkungan

Ekologi adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara organisme dengan lingkungannya dan
yang lainya. Berasal dari kata Yunani oikos (habitat) dan logos (ilmu). Ekologi berarti ilmu
yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi antara makhluk hidup
dan lingkungannya. Istilah ekologi pertama kali dikemukakan oleh Ernest Haecke (1834-1914).
Dalam ekologi,makhluk hidup dipelajari sebagai kesatuan atau sistem dengan lingkungannya.
Kita mengenal beberapa definisi untuk ekologi, misalnya:

1. Ekologi ialah cabang biologi yang mempelajari hubungan timbal balik manusia dengan
lingkungannya.
2. Ekologi ialah studi ilmiah tentang interaksi yang menentukan penyebaran dan kepadatan
makhluk hidup.
3. Ekologi ialah biologi lingkungan.
Bertolak dari definisi ekologi ialah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara manusia
dengan lingkungannya maka ekologi dapat juga diartikan sebagai ilmu yang membahas
hubungan manusia dan lingkungannya dipandang dari kepentingan dan kebutuhan manusia
terhadap lingkungan itu sendiri. Maka kita dapat mengambil sudut pandang dengan disokong
oleh segi kepentingan manusia,yaitu oleh manusia untuk manusia.
Dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 Pasal 1 Angka 1 mengartikan Lingkungan Hidup
sebagai kesatuan ruang dengan kesemua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk
manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan
manusia serta makhluk hidup lainnya.
Manusia hidup, tumbuh, dan berkembang dalam lingkungan alam dan social-budayanya. Dalam
lingkungan alamnya manusia hidup dalam sebuah ekosistem yakni, suatu unit atau satuan
fungsional dari makhluk-makhluk hidup dengan lingkungannya.
Dalam ekosisten terdapat komponen abiotik pada umumnya merupakan faktor lingkungan yang
mempengaruhi makhluk-makhluk hidup diantaranya:

Tanah yang merupakan tempat tumbuh bagi tumbuh-tumbuhan.

Udara atau gas-gas yang membentuk atmosfer.

Air baik sebagai tempat tinggal makhluk-makhluk hidup yang tinggal didalam air,maupun
air yang berbentuk sebagai uap yang menentukan kelembaban dari udara ,yang besar
pengaruhnya bagi banyaknya makhluk hidup yang hidup didarat.

Cahaya,terutama cahaya matahari banyak mempengaruhi keadaan makhluk-makhluk


hidup.

Suhu atau temperatur.

Sedangkan komponen biotik diantaranya adalah:

Produsen

Konsumen


Pengurai adalah makhluk hidup atau organisme yang menguraikan sisa-sisa atau makhluk
hidup yang sudah mati.
Selain itu didalam lingkungan terdapat faktor-faktor berikut ini:

Rantai makanan,yakni siklus makanan antara produsen,konsumen dan pengurai,baik di


darat,laut maupun udara.

Habitat dimana setiap makhluk hidup memiliki tempat hidup tertentu,dengan keadaan
tertentu.

Populasi,menurut batasan dalam ekologi,populasi adalah jumlah seluruh individu dari


jenis spesies yang sama pada suatu tempat atau daerah tertentu.Adapun faktor-fakeor yang
menentukan besarnya populasi adalah:kelahiran menambah besarnya popolasi,kematian
mengurangi populasi,perpindahan keluar mengurangi populasi,sedangkan perpindahan kedalam
menanbah populasi.

Komunitas,semua populasi dari semua jenis makhluk hidup yang saling beinteraksi
disuatu daerah disebut komunitas.

Biosfer,komunitas bersama-sama dengan faktor-faktor abiotik di tempatnya membentuk


ekosistem.Ekosistem-ekosistem ini terdapat diseluruh permukaan bumi baik darat,laut,dan
udara.Ekosistem-ekosistem ini berhubungan satu sama lain dengan tidak ada batas tegas antara
satu ekositem dengan ekosistem lainnya.Seluruh ekosistem dipermukaan bumi inilah yang
disebut biosfer.
III.8.

Pengaruh Manusia Pada Alam Lingkungan Hidupnya

Jika kita menelusuri kembali sejarah peadaban manusia di bumi ini,kita akan melihat adanya
usaha dari manusia untuk menyempurnakan serta meningkatkan kesejahteraan hidupnya,demi
kelangsungan hidup jenisnya.
Manusia sedikit demi sedikit mulai menyesuaikan diri pada alam lingkungan hidupnya maupun
komunitas biologis di tempat mereka hidup. Perubahan alam lingkungan hidup manusia tampak
jelas di kota-kota, dibanding dengan pelosok dimana penduduknya masih sedikit dan primitif.
Perubahan alam lingkungan hidup manusia akan berpengaruh baik secara positif ataupun negatif.
Berpengaruh bagi manusia karena manusia mendapatkan keuntungan dari perubahan tersebut,
dan berpengaruh tidak baik karena dapat dapat mengurangi kemampuan alam lingkungan
hidupnya untuk menyokong kehidupannya.
Manusia merupakan komponen biotik lingkungan yang memiliki kemampuan berfikir dan
penalaran yang tinggi. Disamping itu manusia memiliki budaya, pranata sosial dan pengetahuan
serta teknologi yang makin berkembang. Peranan manusia dalam lingkungan ada yang bersifat
positif dan ada yang bersifat negatif. Peranan manusia yang bersifat negatif adalah peranan yang
merugikan lingkungan. Kerugian ini secara langsung atau pun tidak langsung timbul akibat

kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, peranan manusia yang bersifat positif
adalah peranan yang berakibat menguntungkan lingkungan karena dapat menjaga dan
melestarikan daya dukung lingkungan.
Peranan Manusia yang bersifat negatif terhadap lingkungan antara lain sebagai berikut:
1. Eksploitasi yang melampaui batas sehingga persediaan Sumber Daya Alam makin
menciut (depletion);
2. Punah atau merosotnya jumlah keanekaan jenis biota;
3. Berubahnya ekosistem alami yang mantap dan seimbang menjadi ekosistem binaan yang
tidak mantap karena terus menerus memerlukan subsidi energi;
4. Berubahnya profil permukaan bumi yang dapat mengganggu kestabilan tanah hingga
menimbulkan longsor;
5. Masuknya energi bahan atau senyawa tertentu ke dalam lingkungan yang menimbulkan
pencemaran air, udara, dan tanah. hal ini berakibat menurunnya kualitas lingkungan
hidup. Pencemaran dapat menimbulkan dampak negatif pada lingkungan dan terhadap
manusia itu sendiri.

Peranan Manusia yang menguntungkan lingkungan antara lain:


1. Melakukan eksploitasi Sumber Daya Alam secara tepat dan bijaksana terutama SDA yang
tidak dapat diperbaharui;
2. Mengadakan penghijauan dan reboisasi untuk menjaga kelestarian keaneka jenis flora
serta untuk mencegah terjadinya erosi dan banjir;
3. Melakukan proses daur ulang serta pengolahan limbah agar kadar bahan pencemar yang
terbuang ke dalam lingkungan tidak melampaui nilai ambang batasnya;
4. Melakukan sistem pertanian secara tumpang sari atau multi kultur untuk menjaga
kesuburan tanah. Untuk tanah pertanian yang miring dibuat sengkedan guna mencegah
derasnya erosi serta terhanyutnya lapisan tanah yang mengandung humus;
Membuat peraturan, organisasi atau undang-undang untuk melindungi lingkungan dan
keanekaan jenis makhluk hidup.
III.9.

Problematika Lingkungan Hidup

Dalam problematika lingkungan ada dua masalah terbesar yaitu masalah pemanfaatan atau
pendayagunaan dan bencana alam. Selain itu terdapat beberapa penyebab masalah lingkungan
yang terjadi, yaitu :
1. Ego sektoral dan daerah
2. Pendanaan yang masih sangat kurang untuk bidang lingkungan hidup
3. keterbatasan sumberdaya manusia
4. eksploitasi sumber daya alam yang masih terlalu mengedepankan profit dari sisi ekonomi
5. Lemahnya implementasi peraturan perundangan
6. Lemahnya penegakan hukum lingkungan khususnya dalam pengawasan
7. Kurangnya pemahaman masyarakat tentang lingkungan hidup
8. Penerapan teknologi yang tidak ramah lingkungan

III.9.1.

Masalah Pemanfaatan

Setiap manusia pasti memahami cara memanfaatkan lingkungan. Namun, mereka tidak
memperhatikan batasan-batasan alam pendayagunaan lingkungan sehingga tanpa sadar ataupun
sadar mereka melakukan perusakan terhadap lingkungan hidup. Banyak kemajuan yang diraih
oleh manusia membawa dampak buruk terhadap kelangsungan lingkungan hidup.Beberapa
bentuk kerusakan lingkungan hidup karena faktor manusia, antara lain:
III.9.1.1.

Pencemaran Tanah

Sampah-sampah industri pertanian yang menggunakan pupuk buatan telah menyebabkan


pencemaran tanah. Sampah-sampah tersebut adalah bahan-bahan kimia yang bila terkumpul
dalam jumlah tertentu dapat membahayakan kehidupan melalui tanah di mana pepohonan
tumbuh berkembang. Bagi hewan dan manusia jumlah nitrat yang berlebihan merupakan racun.
Hal tersebut bisa mengakibatkan sianosis pada anak-anak, yaitu timbulnya kesulitan pernafasan
karena terganggunya peranan hemoglobin dalam pengikatan oksigen. Selain itu DDT merupakan
indikasi pencemaran yang berbahaya pada tanah, karena bahan itu tidak dapat diuraikan dan
dapat meresap masuk ke dalam pepohonan ataupun buah hasil penanaman kita daan hal tersebut
mengakibatkan kemandulan pada burung.
III.9.1.2.

Pencemaran Air

Bahan-bahan pencemar dapat tercampur dalam air dalam banyak cara secara langsung dan tidak
langsung. Misalkan melalui pembuangan limbah pabrik, terkena pestisida, herbisida, dan
insektisida yang digunakan manusia dalam pertanian, dan sebagainya.
III.9.1.3.

Pencemaran Udara

Pencemaran udara terjadi saat komponen udara berada dalam jumlah di atas ambang normal dan
membahayakan lingkungan, hal tersebut bisa diperoleh dari beragam aktivitas manusia baik
sehari-hari maupun dalam produksi dan pengggunaan kendaraan bermotor.
III.9.1.4.

Pencemaran Suara

Kebisingan yang terjadi di kota-kota besar sebagian akibat dari berbagai jenis suara yang
dikeluarkan mesin-mesin atau kendaraan-kendaraan yang jumlahnya semakin meningkat secara
tidak terkontrol. Hal tersebut dalam tingkat tertentu sangat berbahaya bagi manusia karena bisa
mengakibatkan ketulian, kebutaan, dan depresi.
III.9.1.5.

Erosi dan Banjir

Terjadinya banjir sebagai dampak buruknya drainase atau sistem pembuangan air dan kesalahan
dalam menjaga daerah aliran sungai dan dampak pengrusakan hutan.
Erosi merupakan gejala alamiah dan seringkali pula disebut sebagai gejala geologi. Peristiwa
erosi terjadi secara perlahan-lahan terutama terjadi dengan bantuan media air di sungai mengikis
dasar dan tepi sungai. Peristiwa erosi ini dipercepat dengan adanya penggunaan tanah yang tidak
tepat oleh manusia. Kita telah menanam tanaman di tempat yang tidak tepat. Erosi dan Banjir
terjadi karena :

Penebangan liar

Merusak hutan bakau

Penimbunan rawa-rawa untuk pemukiman.

Pembuangan sampah di sembarang tempat

Bangunan liar di daerah aliran sungai (DAS).

III.9.1.6.

Kehutanan

Sampai saat ini manusia masih terus menebang hutan-hutan yang tidak diimbangi dengan
penanaman kembali pohon-pohon yang telah ditebang. Tentunya hal tersebut merugikan bagi
lingkungan. Permasalahan di bidang kehutanan adalah : Perburuan liar, Penebangan hutan secara
liar, Kebakaran hutan baik secara sengaja untuk membuka ladang maupun karena gejala alam
dan pemanfaatan sumber daya alam secara berlebihan di luar batas.

III.9.2.

Bentuk Kerusakan Lingkungan Hidup Akibat Peristiwa Alam

Berbagai bentuk bencana alam yang akhir-akhir ini banyak melanda Indonesia telah
menimbulkan dampak rusaknya lingkungan hidup. Dahsyatnya gelombang tsunami yang
memporak-porandakan bumi Serambi Mekah dan Nias, serta gempa 5 skala Ritcher yang
meratakan kawasan DIY dan sekitarnya, merupakan contoh fenomena alam yang dalam sekejap
mampu merubah bentuk muka bumi.Peristiwa alam lainnya yang berdampak pada kerusakan
lingkungan hidup antara lain:
III.9.2.1.

Letusan gunung berapi

Letusan gunung berapi terjadi karena aktivitas magma di perut bumi yang menimbulkan tekanan
kuat keluar melalui puncak gunung berapi.Bahaya yang ditimbulkan oleh letusan gunung berapi
antaralain berupa:
+

Hujan abu vulkanik, menyebabkan gangguan pernafasan.

Lava panas, merusak, dan mematikan apa pun yang dilalui.

Awan panas, dapat mematikan makhluk hidup yang dilalui.

Gas yang mengandung racun.

Material padat (batuan, kerikil, pasir), dapat menimpa perumahan, dan lain-lain.

III.9.2.2.

Gempa bumi

Gempa bumi adalah getaran kulit bumi yang bisa disebabkan karena beberapa hal, di antaranya
kegiatan magma (aktivitas gunung berapi), terjadinya tanah turun, maupun karena gerakan
lempeng di dasar samudra. Manusia dapat mengukur berapa intensitas gempa, namun manusia
sama sekali tidak dapat memprediksikan kapan terjadinya gempa.Oleh karena itu, bahaya yang
ditimbulkan oleh gempa lebih dahsyat dibandingkan dengan letusan gunung berapi. Pada saat
gempa berlangsung terjadi beberapa peristiwa sebagai akibat langsung maupun tidak langsung,
di antaranya:
+

Berbagai bangunan roboh.

Tanah di permukaan bumi merekah, jalan menjadi putus.

Tanah longsor akibat guncangan.

Terjadi banjir, akibat rusaknya tanggul.

Gempa yang terjadi di dasar laut dapat menyebabkan tsunami (gelombang pasang).

III.9.2.3.

Angin topan

Angin topan terjadi akibat aliran udara dari kawasan yang bertekanan tinggi menuju ke kawasan
bertekanan rendah.Perbedaan tekanan udara ini terjadi karena perbedaan suhu udara yang
mencolok. Serangan angin topan bagi negara-negara di kawasan Samudra Pasifik dan Atlantik
merupakan hal yang biasa terjadi. Bagi wilayah-wilayah di kawasan California, Texas, sampai di
kawasan Asia seperti Korea dan Taiwan, bahaya angin topan merupakan bencana musiman.
Tetapi bagi Indonesia baru dirasakan di pertengahan tahun 2007. Hal ini menunjukkan bahwa
telah terjadi perubahan iklim di Indonesia yang tak lain disebabkan oleh adanya gejala
pemanasan global.Bahaya angin topan bisa diprediksi melalui foto satelit yang menggambarkan
keadaan atmosfer bumi, termasuk gambar terbentuknya angin topan, arah, dan kecepatannya.
Serangan angin topan (puting beliung) dapat menimbulkan kerusakan lingkungan hidup dalam
bentuk:
+

Merobohkan bangunan.

Rusaknya areal pertanian dan perkebunan.

Membahayakan penerbangan.

Menimbulkan ombak besar yang dapat menenggelamkan kapal.

III.10. Dampak Penyalahgunaan IPTEK Terhadap Lingkungan Hidup


Teknologi diciptakan manusia untuk membantu meringankan segala aktivitas kehidupannya demi
kesejahteraan manusia itu sendiri. Banyak sekali pemanfaatan teknologi yang berguna bagi
kehidupan manusia, sebagaimana telah dijelaskan. Namun sebaliknya Ipteks juga akan
berdampak buruk apabila manusia justru menyalahgunakannya.
Disamping memudahkan aktivitas manusia dalam memperjuangkan kelanjutan hidupnya
kemajuan teknologi juga mempermudah perbuatan jahat, apabila manusia menyalahgunakannya,
contohnya kendaraan bermotor memudahkan perampokan, seringkali kita lihat penjambretan
dilakukan perampok sambil mengendarai motor, atau kendaraan lebih memudahnya membawa
barang-barang hasil perampokan serta menjualnya ditempat yang jauh dari tempat dimana
barangbarang tersebut dirampok.
Kemajuan teknologi komunikasi dan informasi disamping menambah pengetahuan yang luas,
juga berdampak negatif, seperti televisi, film, internet dan sebagainya menyebarkan gaya hidup
ideal dan konsumtif. Acara televisi yang tidak bermoraal membentuk suatu generasi yang tidak
bermoral. Nilai-nilai dan etika kesopanan seakan hilang begitu saja. Pornografi dan pornoaksi
dan tayangan lain yang tidak mendidik membentuk individu-individu menjadi tidak beradab.
Kemajuan teknologi transfortasi memajukan perjalanan banyak orang ke seluruh pelosok dunia
(terutama negara-negara maju). Mereka itu yang melakukan travel dan menyebarkan gaya hidup
barat sehingga menimbulkan imperialisme budaya di negara-negara dunia ketiga seperti
Indonesia. Imperialisme budaya itu berbarengan dengan imperialism media massa. Cara
pemberitaaan, siaran hiburan televisi, perilaku penyiaran, stanadar program siaran dan isi media

cetak mencontoh atau dipengaruhi system media barat. Cara berpakaian perempuan meniru gaya
barat yang dinamakan global life style.
Kemajuan dalam mengetahui kemampuan kognitif dan kesehatan manusia secara genetika
membantu pendidikan dan program penyembuhan. Tetapi dapat disalahgunakan untuk
mendiskriminasikan manusia dengan keterbatasan tertentu dan memperuncing permasalahan
social, modifikasi terhadap organisme juga dapat mengarah pada pembuatan senjata biologi.
Disamping hal-hal tersebut diatas, Permasalahan yang timbul akibat dari adanya kemajuan
teknologi adalah adanya dampak-dampak negatif yang disebabkan oleh kemajuan teknologi
tersebut diantaranya :
III.10.1.

Nuklir

Meledaknya bom di Hirosima dan Nagasaki mengakhiri perang dunia ke-2. akhirnya perang
untuk menghentikan kekejaman, penghancuran, dan pengrusakan. Pada waktu itu banyak korban
berjatuhan, tetapi kejadian tidak berhenti di situ, karena radiasi akibat senjata nuklir masih dapat
dirasakan sampai sekarang.
Penyebabnya adalah debu-debu radioaktif yang berasal dari bom nuklir serta reaktorreaktor
atom. Bahaya yang ditimbulkan adalah radiasi yang ditimbulkan oleh sinar alpha, beta dan
gamma, serta partikel neutron kainnya hasil pembelahan inti. Efek yang ditimbulkan oleh
radioaktif adalah terjadinya perubahan struktur zat serta pola reaksi kimianya, sehingga merusak
sel tubuh. Bila hal ini terjadi pada gen maka gen akan menyebabkan terjadinya mutasi gen yang
berakibat kanker.
III.10.2.

Polusi

Adanya bahan polusi atau polutan dapat merusak lingkungan. Timbulnya pencemaran tentu erat
kaitannya atau disebabkan oleh berbagai aktifitas manusia antara lain :
1. Kegiatan-kegiatan industri, dalam bentuk limbah, zat-zat buangan berbahaya seperti
logam-logam berat, zat radioaktif, air buangan panas. Juga dalam bentuk kepulan asap,
kebisingan suara.
2. Kegiatan pertambangan, berupa terjadinya kerusakan instalasi, kebocoran, pencemaran
buangan-buangan penambangan, pencemaran udara dan rusaknya lahan-lahan akibat
pertambangan.
3. Kegiatan transportasi, berupa kepulan asap, naiknya suhu udara kota, kebisingan dari
kendaraan bermotor, tumpahan-tumpahan bahan bakar kendaraan bermotor terutama
minyak bumi dari kapal tanker.
4. Kegiatan pertanian, terutama akibat dari residu pemakaian zat-zat kimia yang
memberantas hama seperti insektisida, pestisida, herbisida, demikian pula dengan pupuk
organik.

Suatu zat dikatakan polutan bila :


1. Kadarnya melebihi batas normal
2. Berada pada tempat yang tidak semestinya
3. Berada pada waktu yang tidak tepat
Sifat-sifat polutan antara lain :
1. Merusak untuk sementara, dan setelah bereaksi dengan zat lingkungannya tidak merusak
lagi
2. Merusak setelah jangka waktu tertentu
Bencana polusi dapat dibagi menjadi 4 :
1. Yang langsung menganggu kesehatan manusia
2. Efek tak langsung pada manusia, misalnya efek korosit dari polusi udara atas gedunggedung.
3. Efek langsung yang mengancam kualitas kehidupan manusia, seperti onggokan pupuk
kandang dan selokan mampet.
4. Efek tak langsung terhadap masyarakat, misalnya usaha pertambangan minyak bumi di
wilayah lepas pantai, penebangan hutan yang berlebihan

III.10.2.1.

Polusi Air dan Tanah

1. Zat kimia seperti limbah industri, pupuk buatan, dan deterjen, dapat berakibat buruk
terhadap tanaman dan tumbuhan serta organisme lainnya.
2. Sampah plastik tidak dapat hancur, sehingga menurunkan porositas tanah.
3. Zat-zat limbah industri.
4. Berbagai sampah organik yang di buang ke sungai, kolam atau parit akan mengalami
pembusukan. Untuk proses ini bakteri pembusuk memerlukan banyak O2.
5. Terjadinya pembusukan yang berlebihan di perairan akan menyebabkan terjadinya
penimbunan senyawa.

6. DDT merupakan insektisida yang dahulu banyak digunakan petani untuk memberantas
hama tanaman dan serangga penyebar penyakit lainnya.
III.10.2.2.

Polusi Udara

Pencemaran udara terutama disebabkan oleh pembakaran bahan bakar yang tidak sempurna dari
pabrik, minyak, batubara, dan lain sebagainya. Asap rokok juga merupakan polutan, baik bagi si
perokok sendiri maupun orang-orang disekitarnya. Gas-gas yang merupakan pencemar udara
adalah CO, CO2, NO, NO2, SO, dan SO2.
III.10.2.3.

Polusi Suara

Penyebabnya adalah suara yang bising terus menerus. Satuan kekuatan suara adalah desibel (dB).
Percakapan normal = 40 dB, Keributan = 80 dB, Suara kereta api = 95 dB, Mesin motor 5 PK =
105 dB, Petir = 120 dB, Pesawat jet lepas landas = 150 dB, Suara berkekuatan 80 dB sudah
menimbulkan gangguan. Gangguan yang timbul terutama pada sistem pendengaran yang
selanjutnya dapat mempengaruhi sistem perubahan tekanan darah, perubahan denyut nadi,
konstraksi perut, gangguan jantung, stress, dll
III.10.3.

Pencemaran Lingkungan Sosial dan budaya

Kemajuan teknologi pada kota-kota besar sangat berpengaruh sekali terhadap kehidupan di kota,
kemajuan kehidupan di kota-kota besar membawa pengaruh yang sangat cepat terhadap
kehidupan di pedesaan. Penduduk di pedesaan ingin mengikuti dan merasakan hasil kemajuan
tersebut. Hal ini dalam satu segi membawa pengaruh yang kurang baik yaitu penduduk pedesaan
menjadi konsumtif adanya perubahan kebudayaan yang kurang baik terhadap para mudamudinya. Urbanisasi yang tak terkendali, sebagai akibat pembangunan yang hanya berpusat pada
daerah-daerah tertentu, menyebabkan daerah tujuan sarat dengan berbgai permasalahan, antara
gaya hidup, sampah, kriminalitas, dan sebagainya.
III.10.4.

Klonasi/kloning

Dengan kemajuan dalam bidang genetika dan biologi reproduksi, maka dimungkinkan rekayasa
duplikasi atau multiplikasi manusia secara sexual dengan klonasi. Tujuan klonasi dapat
dirangkum seperti tersebut di bawah ini :
+

Memberi anak yang baik pada pasangan yang tidak mempunyai anak

Menyediakan jaringan atau organ fetus untuk transplantasi

Mengganti anak yang mati muda dengan anak yang sama ciri-cirinya

+
Sebagai bagian dari eugenetika positif dengan membuat genotipus yang dianggap unggul
sebanyak-banyaknya
+

Merealisasi teori dan memuaskan rasa ingin tahu ilmiah

Memperoleh sampel dengan genotipus yang sama untuk penelitian.

Namun ada pula dampak yang kurang baik yaitu dengan karena hal-hal tersebut diatas banyak
yang belum menyetujui dan banyak yang menentang akan adanya cloning tersebut, selain itu
pada segi agama pun sudah barang tentu bertentangan, karena kita menentang akan kodrat kita
sendiri, bagaimanapun manusia sebagai mahkluk ciptaan-Nya tidak akan mampu menandingi
sang penciptaNya. Jika wewenang cloning jatuh ke tangan diktaktor, ia dapat berbuat
macammacam yang merugikan spesies manusia dalam jangka panjang. Dengan demikian riset
aflikasi dalam bidang biomedik seperti cloning masih menimbulkan perdebatan moral dan etika
bahkan agama.
III.10.5.

Efek rumah kaca

Efek rumah kaca ini disebabkan oleh adanya pencemaran udara yang banyak mengandung zatzat yang dapat merubah suhu udara. Karena dengan adanya pencemaran udara akan
menyebabkan pemanasan global, yaitu dengan adanya efek rumah kaca. Yang dimana dengan
adanya efek rumah kaca ini sinar ultra violet yang dapat membahayakan manusia tidak akan
disaring lagi oleh lapisan ozon, sehingga akan langsung menuju bumi dan selanjutnya akan diam
dan bersikulasi di bumi, begitu seterusnya.
Dampak global dari riset ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut, baik secara langsung maupun
tidak langsung akan melanda seluruh dunia, termasuk Indonesia. Kehidupan dan kebudayaan
masyarakat Indonesia akan berubah dengan teknologi tersebut dalam semua segi kehidupan baik
social, ekonomi, politik, lingkungan, etika maupun moral.

BAB IV
PENUTUP

IV.1.

KESIMPULAN

Ilmu pengetahuan merupakan suatu dasar dalam pengembangan teknologi yang berkembang
dewasa ini. Namun pengembangan ilmu pengetahuaan dan teknologi serta seni tidak lepas dari
peran manusia, karena manusia yang sebenarnya merupakan pelaku pengembangan ipteks dan
manusia juga sebagai pengguna ipteks. Manusia dapat dikatakan sebagai subjek maupun sebagai
objek dalam pengembangan ipteks.Seiring dengan berkembangnya ipteks maka manusia sebagai
pengembang dan penggunanya juga merasakan beberapa dampak atau akibat dari perkembangan
ipteks baik secara langsung maupun secara tidak langsung.
Sumbangan iptek terhadap peradaban dan kesejahteraan manusia tidaklah dapat dipungkiri.
Namun manusia tidak bisa pula menipu diri akan kenyataan bahwa iptek mendatangkan
malapetaka dan kesengsaraan bagi manusia. Dalam peradaban modern yang muda, terlalu sering
manusia terhenyak oleh disilusi dari dampak negatif iptek terhadap kehidupan umat manusia.
Masyarakat Indonesia sebagai salah satu pengguna ipteks ternyata turut terkena imbas dari
dampak positif dan negatif dari perkembangan ipteks. Namun menurut beberapa ahli sosiologi

dampak negatif yang dapat menyebar di masyarakat Indonesia dapat diatasi dengan tetap
melaksanakan atau mempertahankan kepercayaan serta kebudayaan bangsa.
IV.2.

SARAN

Diperlukan sarana yang dapat membatasi laju perkembangan IPTEKS agar hal ini tidak
menyebabkan akibat yang sangat besar, karena dengan IPTEKS manusia lebih cenderung untuk
mengejar kesenangan pribadinya tanpa memikirkan lingkungan sekitarnya.IPTEK telah berhasil
merubah pola hidup manusia dan akibatnya pun saat ini sudah dirasakan, alternatif yang harus
kita pikirkan adalah bagimana menciptakan IPTEKS yang berwawasan lingkungan.
Tidak dapat dipungkiri, pemerintah berkewajiban melindungi masyarakat umum dari pengaruh
kehadiran teknologi. Oleh karena itu untuk mencegah atau mengurangi akibat negatif kemajuan
teknologi, pemerintah di suatu negara harus membuat peraturan-peraturan atau melalui suatu
konvensi internasional yang harus dipatuhi oleh pengguna teknologi.

DAFTAR PUSTAKA

http://ampundeh.wordpress.com/tag/makna-ipteks-bagi-manusia/ .
http://carapedia.com/pengertian_definisi_manusia_menurut_para_ahli_info508.html .
http://februl.wordpress.com/2012/07/12/permasalahan-pemanfaatan-ipteks-di-indonesia-isbd/ .
http://rakim-ypk.blogspot.com/2008/06/dampak-teknologi-terhadap-kehidupan.html .
Pratiwi, Amelia Rizqi, Syifa Aulia, Ruth Citra Permata, Manusia IPTEKS dan Lingkungan,
Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta, 2012.
Sondang p. Siagian, MPA., Filsafat Administrasi, PT. Gunung Agung, Jakarta, 1985, hlm. 1 .
Syafiie, Inu Kencana, Pengantar Ilmu Pemerintahan, PT. Refika Aditama, Jatinangor, 2001, hlm.
3.
.

4.

Waishaka, I Gusti Nyoman Bagus, http://gustinyoman65.blogspot.com/2012/06/pengaruh-iptekpada-kehidupan-manusia.html