Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN
I.1

Latar belakang
Teori graf merupakan salah satu ilmu yang berkembang pesat dalam dunia

matematika, bahkan dalam perkembangannya dapat disejajarkan dengan ilmu


aljabar yang terlebih dahulu berkembang. Teori graf pertama kali diperkenalkan
oleh Leonhard Euler pada tahun 1736. Saat itu Euler memikirkan kemungkinan
untuk melintasi semua jembatan yang ada di kota Kaliningrat-Rusia tepat satu kali
dan kembali ke tempat semula. Solusi yang diusulkannya atas permasalahan
tersebut berupa titik dan sisi yang kemudian dikenal sebagai teori graf. Teori graf
merupakan topik yang banyak mendapat perhatian saat ini, karena model - model
yang ada di dalamnya berguna untuk aplikasi yang luas, seperti masalah dalam
jaringan komunikasi, transportasi, ilmu komputer, riset, dan lain sebagainya.
Suatu graf dapat dipandang sebagai sistem (V,E) dimana V adalah himpunan
titik dan E himpunan sisi (pasangan elemen) dari V. Lebih mudahnya suatu graph
adalah himpunan tak kosong yang terdiri dari titik-titik dan sisi-sisi.
Dalam teori graf ada yang disebut pelabelan graf, yaitu pemberian nilai pada
titik, sisi atau titik dan sisi. Pelabelan pada graf mulai berkembang sekitar tahun
1960-an yang pertama kali diperkenalkan oleh Sadlk (1964), kemudian Stewart
(1966), Kotzig dan Rosa (1970). Pelabelan pada suatu graf adalah sebarang
pemetaan (fungsi) yang memasangkan unsur-unsur graf (titik atau sisi) dengan
bilangan (biasanya bilangan bulat). Jika domain dari fungsi adalah titik, maka
pelabelan disebut pelabelan titik (vertex labeling). Jika domainnya adalah sisi,
maka disebut pelabelan sisi (edge labeling), dan jika domainnya titik dan sisi,
maka disebut pelabelan total (total labeling) (Miller, 2000).
1

Hingga saat ini pemanfaatan teori pelabelan graf sangat dirasakan


peranannya, terutama pada sektor sistem komunikasi dan transportasi,
penyimpanan data, komputer, kriptografi, teori koding (choding theory), navigasi,
geografis, radar, dan lain sebagainya.
Berbagai macam pelabelan graf telah dikaji dan berkembang, hingga kini
dikenal beberapa jenis pelabelan pada graf, antara lain, pelabelan ajaib, pelabelan
anti ajaib, pelabelan total tak beraturan, pelabelan gracefull, pelabelan harmoni,
dan pelabelan prime cordial.
Pelabelan prime cordial dari graf

dari himpunan titik

uv E

G=( V , E )

adalah pemetaan bijektif

V ke { 1,2,3, |V |} sedemikian sehingga untuk setiap sisi

adalah berlabel 1 jika greatest common divisor (gcd)

dan berlabel 0 jika greatest common divisor (gcd)

|e f ( 0 ) e f ( 1 )| 1

( f ( u ) , f ( v ) )=1

( f ( u ) , f ( v ) ) >1

sehingga

(Sundaram dkk, 2005). Beberapa Graf yang memenuhi syarat

prime cordial yaitu lintasan, tangga, roda, buku, matahari, kincir atau friendship,
dan lainnya, namun untuk beberapa hasil operasi pada graf masih merupakan
masalah terbuka (Gallian, 2013). Berdasarkan hal tersebut penulis tertarik untuk
mengkaji pelabelan prime cordial pada graf kipas, kipas korona lintasan, kincir
korona lintasan dan graf total siklus gabung dua lintasan.

I.2

Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang akan dibahas pada penelitian ini adalah apakah graf

kipas, kipas korona lintasan, kincir korona lintasan dan graf total siklus gabung
dua lintasan adalah pelabelan prime cordial.

I.3

Tujuan Penelitian
Tujuan pada penelitian ini adalah mendapatkan fungsi pelabelan prime

cordial pada graf kipas, kipas korona lintasan, kincir korona lintasan dan graf total
siklus gabung dua lintasan.

I.4

Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang dapat diberikan dari penelitian ini adalah :
1. Mengetahui pelabelan prime cordial pada graf kipas, kipas korona
lintasan, kincir korona lintasan dan graf total siklus gabung dua lintasan.
2. Menambah wawasan dan pengetahuan pembaca tentang pelabelan prime
cordial.
3. Dapat dijadikan sebagai salah satu referensi untuk pengembangan
penelitian selanjutnya.

I.5

Batasan Masalah

Pada penelitian ini, observasi akan dilakukan pada graf kipas

kipas korona lintasan

F
( n) ,

P2
Fn , kincir korona lintasan ( f n P2 ) dan graf total

siklus gabung dua lintasan

Cn 2 P n+1
), dimana
T

n bilangan asli dan

n 3