Anda di halaman 1dari 4

Tugas kuliah

Analisis Framing

Disusun Oleh :

Wisnu Krisminanda
L 100090094

JURUSAN ILMU KOMUNIKASI


FAKULTAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2013

ANALISIS FRAMING

Ide tentang framing, pertama kali dilontarkan oleh Beterson tahun 1955.
Frame

pada

awalnya

dimaknai

sebagai

struktur

konseptual

atau

perangkat kepercayaan yang mengorganisir pandangan politik, kebijakan


dan wacana, dan yang menyediakan kategori-kategori standar untuk
mengapresiasi realitas. Konsep ini kemudian dikembangkan lebih jauh
oleh Goffman (1974) yang mengandaikan frame sebagai kepingankepingan perilaku (strips of behaviour) yang membimbing individu dalam
membaca realitas. Konsep framing telah digunakan secara luas dalam
literatur ilmu komunikasi untuk menggambarkan proses penseleksian dan
penyorotan aspek-aspek khusus sebuah realita oleh media. Dalam ranah
studi komunikasi, analisis framing mewakili tradisi yang mengedepankan
pendekatan atau perspektif multidisipliner untuk menganalisis fenomena
atau aktivitas komunikasi.
Analisis Framing adalah bagian dari analisis isi yang melakukan penilaian
tentang wacana persaingan antar kelompok yang muncul atau tampak di
media. Selain itu juga untuk mengetahui bagaimana perspektif wartawan
ketika menyeleksi suatu isu/menulis berita,untuk menentukan fakta apa
yang telah diungkapkan, bagian mana yang disiarkan/dihapus, dan untuk
tujuan apa berita tersebut disiarkan.
Menurut Robert M. Entman mendefinisikan framing sebagai seleksi dari
berbagai aspek realitas yang diterima dan membuat peristiwa itu lebih
menonjol dalam suatu teks komunikasi. Selain itu Robert N. Enmant
mengelompokkan

framing

ke

dalam

empat

kontstruksi,

yaitu

mendefinisikan sebuah masalah, mencari sumber masalah, menetapkan


suatu keputusan moral, dan penyelesaian suatu masalah. Definisi
masalah bagaimana suatu masalah yang terjadi diartikan dan dipahami
oleh media masa atau pemburu berita. Tahapan selanjutnya yaitu mencari
sumber masalah

pada tahap ini dijelaskan bahwa analisis framing

memiliki dua kemungkinan, yaitu dapat memaparkan tentang apa yang


dibahas dalam suatu peristiwa, namun bisa juga memaparkan tentang
siapa pemeran/aktor dalam kejadian itu. tahapan kedua ini memperjelas
bagaimana suatu kejadian dimengerti dengan menentukan siapa dan apa

yang menjadi sumber masalah. Sedangkan tahapan


menetapkan suatu keputusan moral,

ketiga adalah

setelah mendefinisikan suatu

peristiwa pada tahap pertama, lalu telah mengerti apa masalah serta
siapa yang ikut ambil bagian dalam suatu peristiwa, maka dibutuhkan
suatu argumentasi yang kuat dan logis untuk mendukung segala bentuk
ide-ide terhadap suatu peristiwa. Ide yang dikembangkan harus dipilih
berdasarkan sesuatu berita atau hal yang akrab bagi masyarakat pada
umumnya. Setelah itu muncullah tahapan terakhir yang memiliki fungsi
untuk

menyelesaikan

suatu

masalah

dalam

peristiwa. Treatment

recommendation atau penyelesaian suatu masalah merupakan komponen


yang dibutuhkan untuk menilai apa yang diinginkan oleh wartawan, sama
seperti cara-cara menyelesaikan masalah tersebut. Penyelesaian itu
sendiri juga bergantung pada apa masalahnya, siapa aktor yang terlibat
dan bagaimana peristiwa dilihat dan dipandang.
model analisis framing menurut Zhondang Pan dan Gerald M. Kosicki
adalah mengoperasionalisasikan empat dimensi struktural teks berita
sebagai perangkat framing, yaitu: sintaksis, skrip, tematik dan retoris.
Keempat dimensi struktural tersebut membentuk semacam tema yang
mempertautkan elemen-elemen semantik narasi berita dalam suatu
koherensi

global.

Model

mempunyai frameyang

ini

berasumsi

berfungsi

bahwa

sebagai

setiap

pusat

berita

organisasi

ide. Frame merupakan suatu ide yang dihubungkan dengan elemen yang
berbeda dalam teks beritakutipan sumber, latar informasi, pemakaian
kata

atau

kalimat

tertentukedalam

teks

secara

keseluruhan.Frame berhubungan dengan makna. Bagaimana seseorang


memaknai suatu peristiwa, dapat dilihat dari perangkat tanda yang
dimunculkan dalam teks.

Sumber:
http://iesdepedia.com/blog/2013/01/15/analisis-framing/
http://www.scribd.com/doc/24111727/Analisis-Framing
http://prestianta.wordpress.com/2011/02/04/konsep-dan-model-model-analisisframing/
http://abdulsalamserbakomunikasi.blogspot.com/2012/08/konsep-analisisframing.html
http://akmal-mr.blogspot.com/2011/03/analisis-framing.html
Diakses pada 13 mei 2013 pukul 20.31 WIB