Anda di halaman 1dari 18

2

LAPORAN KASUS
ILMU KESEHATAN ANAK

Disusun oleh:
Dito Fadilla, S.Ked
NIM. 072011101057

Pembimbing:
dr. H. Ahmad Nuri, Sp.A
dr. Gebyar Tri Baskoro, Sp.A
dr. Ramzy Syamlan, Sp.A
dr. Saraswati Dewi, Sp.A

SMF/LAB ILMU KESEHATAN ANAK


RSD DR. SOEBANDI JEMBER
2012

LAPORAN KASUS
I.

Identitas Pasien
Nama

: An. A

Umur

: 4,5 Tahun

Jenis kelamin

: Laki-laki

Alamat

: Balung Kidul RT 4/4 Balung Jember

Suku

: Jawa

Agama

: Islam

Tanggal MRS

: 10 Oktober 2012

Tanggal pemeriksaan : 18 Oktober 2012


No. RM

: 40.00.54

Nama Ayah

: Tn A

Umur

: 28 Tahun

Jenis kelamin

: Laki-laki

Alamat

: Balung Kidul RT 4/4 Balung Jember

Suku

: Jawa

Agama

: Islam

Pendidikan

: SD

Pekerjaan

: Petani

Nama Ibu

: Ny. A

Umur

: 24 Tahun

Jenis kelamin

: Perempuan

Alamat

: Balung Kidul RT 4/4 Balung Jember

Suku

: Jawa

Agama

: Islam

Pendidikan

: SD

Pekerjaan

: Ibu Rumah Tangga

II. Anamnesis
Heteroanamnesis dilakukan kepada ibu pasien pada tanggal 18 Oktober 2012
di Ruang Kanak-Kanak RSD dr.Soebandi Jember.
A. Riwayat Penyakit
1. Keluhan Utama
Sesak nafas sejak 4 bulan yang lalu
2. Riwayat Penyakit Sekarang
4 bulan SMRS (Juni 2012)
Pasien mengeluh batuk dan sesak. Batuk tidak berdahak, bersifat
hilang timbul, diikuti pilek dan bersin, batuk tidak dicetuskan oleh
debu dan dingin. Pasien tidak muntah setelah batuk. Batuk tidak
terpengaruh oleh waktu. Disamping keluhan batuk, pasien juga
mengeluhkan sesak. Sesak dirasakan hampir setiap saat, sehingga
pasien sulit untuk tidur karena sesak dan batuknya. Sesak tidak
disertai bunyi ngik-ngik ketika menghembuskan nafas dan
terdengar suara grok-grok ketika bernafas. Pasien tidak tersedak
makanan sebelumnya. Pasien tidak muncul kebiruan pada mulut.
Pasien juga demam sumer-sumer yang hilang timbul dan suara serak
yang berlangsung kurang lebih 6 hari. Pasien juga nyeri saat menelan
sehingga pasien jarang makan dan nafsu makan menurun (sehari 12x dengan porsi biasanya namun tidak habis). Pasien tidak muntah
dan tidak mencret. BAB (+) rata-rata 2x sehari, konsistensi BAB
padat dan berwarna kuning. BAK (+) kuning, sehari 4 sampai 5 kali.
Pasien juga tidak mengalami nyeri saat BAK. Pasien tidak sakit di
telinganya atau keluar cairan dari telinga pasien. Akhirnya pasien
dibawa ke bidan setempat dan mendapat obat sirup diminum 3x
sehari (tidak tahu nama obatnya) untuk mengurangi gejala tersebut
namun tidak membaik dan keluhan masih menetap. Kemudian
pasien dibawa ke dokter umum setempat dan diberi obat puyer
diminum 3x sehari (tidak tahu nama obatnya). Setelah minum obat
puyer tersebut, keluhan sedikit membaik namun beberapa hari

kemudian keluhan muncul kembali yang membuat orang tua pasien


kembali membawanya ke dokter umum setempat dan diinformasikan
bahwa pasien terdapat pembesaran tonsil. Oleh dokter tersebut
pasien dirujuk ke dr,Sp.THT di RS Bina Sehat dan didiagnosis
tonsilofaringitis, kemudian direncanakan operasi tapi dibatalkan
karena umur pasien tidak cukup dan hanya diberi obat rawat jalan
berupa puyer yang diminum 2x sehari (tidak tahu nama obatnya).
Setelah minum obat tersebut pasien mengalami sedikit perbaikan
sehingga pasien tidak pernah kembali kontrol.
2 bulan SMRS (Agustus 2012)
Pasien masih batuk, sesak, suara grok-grok saat bernafas, nyeri
telan, nafsu makan semakin menurun sehingga pasien semakin
kurus. Dua bulan SMRS pasien demam lebih dari 3 minggu. Demam
terjadi secara terus menerus sepanjang hari, awalnya tidak terlalu
tinggi, kemudian berangsur-angsur naik. Pasien juga batuk berdahak
(tidak ada darah) yang sudah dialami lebih dari 3 minggu yang
bersamaan dengan demam. Pasien semakin mengeluhkan sesak,
sesak yang dirasakan terutama setelah beraktivitas ringan (berjalan
kurang dari 100 meter dan menghilang saat istirahat) dan ketika
dibuat tidur, sehingga saat tidur digunakan 3 bantal untuk meredakan
sesaknya. Kemudian oleh orang tua, pasien dibawa ke PKM pada
tanggal 27 Agustus 2012 dan MRS selama kurang lebih 4 hari.
Ketika KRS pasien semakin sesak nafas dan tidak dapat berjalan
jauh karena sesak yang dialaminya. Akhirnya oleh keluarga pasien
dibawa ke dr,Sp.A RSD. dr. Soebandi Jember pada tanggal 31
Agustus 2012 dan MRS selama 15 hari. Selama MRS, pasien
dikonsulkan dr,Sp.P dan disuruh foto rontgent dengan hasilnya TB
paru sehingga diberi obat (tidak tahu nama obatnya) untuk 6 bulan.
Pasien juga dikonsulkan dr,Sp.THT karena tonsilofaringitis masih
menetap dan diberi obat jalan berupa puyer (tidak tahu nama
obatnya). Selama MRS pasien tidak menunjukkan perbaikan

sehingga pasien pulang paksa. Pasien tidak mencret, BAB (+) ratarata 2-3x sehari, konsistensi BAB padat berwarna kuning. BAK (+)
kuning, sehari 4 sampai 5 kali, pasien tidak nyeri saat BAK, pasien
tidak pilek, dan pasien tidak mual muntah.
1 hari SMRS
Keluhan semakin memberat. Pasien mengeluh batuk, sesak, dan
nafsu makan semakin menurun. Pasien hanya makan 1x sehari atau
kadang tidak makan karena sakit pada tenggorokannya saat menelan
sehingga pasien semakin kurus dan hanya terlihat tulang dibungkus
kulit. Karena kondisi yang demikian, pasien dibawa ke RSD dr.
Soebandi Jember.
Pada saat dilakukan pemeriksaan (18 Oktober 2012)
Pasien telah dirawat hari ke-8 di RKK RSD dr. Soebandi Jember.
Pasien tidak demam, batuk berdahak semakin sering, batuk hilang
timbul, dahak terdapat bercak darah, tidak pilek, sesak nafas semakin
hebat (saat aktivitas dan tidur), tidak muntah, dan terdapat benjolan
di bawah rahang bawah sebelah kiri berjumlah 1 serta tidak nyeri
ketika ditekan. BAB 3 kali sehari, berwarna kuning kecoklatan
konsistensi padat, BAK 4 kali sehari berwarna kuning jernih, nyeri
telan masih ada. Kedua kaki tidak bengkak. Pasien tampak kurus,
kulitnya tidak mengelupas dan tidak terdapat bintik-bintik kecil
warna merah dan tidak terdapat kehitaman pada kulit kedua kakinya,
kelopak mata pasien tidak bengkak, pasien tidak terlalu haus,
matanya tidak cowong.
3. Riwayat Pemakaian Obat
Pasien menjalani pengobatan OAT (pasien lupa nama obatnya, diminum
1x sehari, 3 macam obat, respon tetap) yang telah berjalan hampir 2
bulan.

4. Riwayat Penyakit Dahulu


TBC dalam pengobatan (2 bulan yang lalu)
Tonsilofaringitis (4 bulan yang lalu)
5. Riwayat Penyakit Keluarga
Riwayat keluarga menderita TBC
6. Silsilah/Ikhtisar Keturunan

Perempuan
Laki-laki
Pasien

7. Riwayat Kehamilan
Pasien merupakan anak pertama dari ibu berusia 24 tahun dan tidak
ada riwayat keguguran sebelumnya. Ibu memeriksakan kehamilannya ke
posyandu sebanyak 9 kali sejak usia kehamilan 4 minggu. Selama
kehamilan ibu tidak pernah mengalami tekanan darah tinggi, tidak
mengalami pembengkakan di kaki. Selama kehamilan ibu tidak mengalami

hal-hal sebagai berikut : demam, muntah berlebih, perdarahan melalui


jalan lahir, batuk, kejang, dan sakit kuning. Obat yang diminum ibu selama
hamil hanya tablet penambah darah satu kali sehari sejak usia kehamilan 6
bulan. Ibu mendapat imunisasi TT sebanyak 2 kali pada saat usia
kehamilan 6 bulan dan 7 bulan. Ibu tidak mengkonsumsi jamu. Ibu tidak
merokok dan tidak minum minuman yang mengandung alkohol. Ibu lupa
berapa penambahan berat badan selama hamil.
8. Riwayat Persalinan
Bayi lahir secara spontan ditolong bidan daerah setempat pada usia
kehamilan 9 bulan, kepala lahir terlebih dahulu, ketuban jernih, bayi lahir
langsung menangis, berat badan lahir 3200 gram, panjang badan 51 cm.
9. Riwayat Pasca Lahir
Tali pusat dirawat oleh bidan setempat, ASI ibu lancar, bayi tidak
kuning, tidak terjadi perdarahan pasca kelahiran, ibu tidak pernah
membawa anaknya ke posyandu.
Kesan : kehamilan kurang baik, persalinan dan pasca kelahiran
kurang baik
10.

Riwayat Makanan
0 2 tahun : ASI (semau bayi), susu formula dengan 1 sendok dalam
50 ml air dibuat 1x sehari saat malam saja. Setelah
minum ASI dan susu formula, pasien tidak muntah dan
langsung tertidur.
Umur 9 hari pernah diberi nasi tim dan pisang 3x sehari selama 5
hari, bayi muntah-muntah kemudian dihentikan.
2 tahun sekarang : Makanan rumah tangga (hanya habis piring,
kadang-kadang 3x sehari, namun lebih sering 2x
sehari). Nafsu makan anak menurun sejak 5 bulan yang
lalu, pasien lebih suka jajanan di luar rumah dan makan

makanan ringan (snack, pisang goreng, dll). Sejak nyeri


tenggorokan, pasien semakin jarang makan. Makan
seringkali 1 kali sehari (kadang habis 1 piring, kadang
hanya setengah piring), kadang-kadang tidak makan
sama sekali hanya makan makanan ringan.
Kesan : Kualitas dan kuantitas makanan kurang baik
11.

Riwayat Pertumbuhan dan Perkembangan

a. Pertumbuhan
BBL

: 3200 gram

BBS

: 10 kg

PBL

: 51 cm

PBS

: 95 cm

LK

: 51 cm

LLA

: 10 cm

b. Psikomotor
Motorik Kasar
- Angkat kepala

: 3 bulan

- Tengkurap

: 6 bulan

- Merangkak dan Duduk

: 9 bulan

- Berdiri

: 10 bulan - sekarang

- Jalan sendiri dengan dibantu

: 12 bulan

- Jalan sendiri tanpa dibantu

: 14 bulan - sekarang

- berjalan pada jari kaki

: 3 tahun

Motorik Halus
- Tertawa

: 3 bulan

- Memegang Benda

: 8 bulan - sekarang

- Menggambar

: 1 tahun - sekarang

- Mulai makan sendiri

: 4 tahun

- Bermain dengan anak lain

: 2,5 tahun - sekarang

10

Bicara
- Bicara tidak jelas

: 10 bulan

- Menirukan kata-kata

: 1 tahun

- Mulai panggil ibu

: 2 tahun

- Mulai bercerita

: 4 tahun

- Menyebut nama lengkap anak

: 3 tahun

Sosial dan kemandirian


- Melambaikan tangan

: 11 bulan

- Bermain dengan anak seusianya

: 3 tahun

- Berpakaian sendiri

: 3 tahun

- Berani BAK/BAB sendiri

: 3 tahun - skrg

- belajar berpakaian dan membuka pakaian sendiri : 4 tahun - skrg


- menggambar garis silang

: 3 tahun

- mengenal 2 atau 3 warna

: 3 tahun

- bermain dengan anak lain

: 4 tahun - skrg

Kesan : Pertumbuhan dan perkembangan psikomotor, tidak


sesuai dengan anak seusianya.
12. Riwayat Imunisasi
- Hepatitis B : (+) setelah lahir, 1 bulan, 6 bulan di posyandu
- BCG : (-)
- Polio : (+), usia 2, 4, 6 bulan di posyandu
- Campak : (+), usia 9 bulan di posyandu
- DPT : (-)
Kesan : Riwayat imunisasi tidak sesuai PPI

11

13. Sosial Ekonomi dan Lingkungan

Sosio Ekonomi
Ayah pasien bekerja sebagai petani dengan penghasilan
perbulan

maksimal

Rp.

450.000,00

untuk

menghidupi

keluarganya.
Lingkungan
Pasien tinggal bersama orang tua dan tantenya, ibu pasien
tidak tahu berapa ukuran rumahnya, terdiri dari satu ruangan,
satu ruangan digunakan sebagai tempat tidur, ruang tamu,
tempat masak dan tempat makan. Memiliki 1 buah jendela,
jendela tidak bisa dibuka dan ditutup, jendela permanen, dinding
pemanen dari tembok, lantai semen, atap genteng, ventilasi dan
pencahayaan kurang, sumber air minum dari sumur umum tetapi
dimasak terlebih dahulu sebelum dibuat minum, kamar mandi,
cuci, dan kakus di sumur, BAB di sungai. Rumah terletak 1
meter dari bibir sungai. Pasien suka main dan mandi di sungai.
Pasien lebih suka tidur dilantai. Di rumah menggunakan bahan
bakar kompor gas. Ayah pasien merokok. Rumah tidak
berdekatan dengan lapangan maupun pabrik (cerobong asap).
Rumah tidak berdekatan dengan jalan raya. Pasien setiap hari
menonton televisi di rumah tetangganya yang sering batukbatuk lama.
Kesan : sosial ekonomi dan lingkungan kurang baik
14. Anamnesis Sistem
Sistem serebrospinal

: tidak pusing, tidak kejang, tidak nyeri


kepala, tidak ada penurunan kesadaran,
demam (-).

Sistem kardiovaskular

: tidak berdebar-debar, nyeri dada (-).

12

Sistem pernapasan

: sesak (+), batuk grok-grok, tidak pilek,


mengi (-), retraksi (+).

Sistem gastrointestinal : tidak mual, tidak muntah, BAB 3 kali,


konsistensi cair, tidak ada darah dan
tidak ada lendir, nafsu makan turun.
Sistem urogenital

: BAK lancar dan tidak nyeri, tidak ada


darah dan lendir.

Sistem integumentum

: turgor kulit cepat kembali, tidak kuning,


tidak

terdapat

bintik-bintik

merah

disertai kulit kehitaman dan mengelupas.


Sistem muskuloskeletal : tidak odema pada kaki, atrofi otot pada
keempat ekstermitas, tidak deformitas
pada kedua kaki.
Kesan : terdapat retraksi, dan atrofi otot keempat ekstermitas.
III. Pemeriksaan Fisik (Dilakukan pada tanggal 18 Oktober 2012)
A. Pemeriksaan Umum
1. Keadaan Umum : lemah
2. Kesadaran

: kompos mentis (PCS : 4-5-6)

3. Tanda Vital

a. Frekuensi nadi : 128 x/menit, reguler, kuat angkat.


b. Frekuensi nafas : 34 x/menit, reguler, tipe abdominal.
c. Suhu : 36,20C
d. Waktu pengisian kapiler : 2 detik
Kesan : takipneu
4. Status gizi
Status gizi berdasarkan WHO/NCHS (World Health Organization/
National Central for Health Statistic) yaitu indeks berat badan
menurut umur, anak usia 4,5 tahun adalah :
Berdasarkan grafik Z-score BB/TB yaitu dibawah -3 SD.

13

Berdasarkan grafik Z-score BB/U yaitu dibawah -3 SD.


Berdasarkan grafik Z-score TB/U yaitu dibawah -3 SD.
Simpulan : gizi buruk tipe marasmus.
5. Kulit : Turgor kulit normal, tidak ada nodul, ptekie (-), purpura (-),
anemis (-), cyanosis (-), ikterik (-).
6. Kelenjar limfe : pembesaran kelenjar getah bening di submandibula
sinistra 4 cm.
7. Otot : Tidak terdapat tanda peradangan dan nyeri tekan, atrofi pada
keempat ekstermitas.
8. Tulang : Tidak ada deformitas, tidak terdapat tanda radang.
9. Sendi : Tidak ada deformitas dan tidak terdapat tanda-tanda
peradangan.
B. Pemeriksaan Khusus
1. Kepala
- Bentuk

: normal

- Ukuran

: normocephal

- Rambut : warna cokelat, lurus, tipis, rambut di bagian temporal


mudah dicabut.
- Mata
Konjungtiva anemis

: +/+

Sklera ikterus

: -/-

Oedem palpebra

: -/-

Refleks cahaya

: +/+

Pupil

: reguler (+), 3/3 mm, isokor

Bercak bitot

: -/-

Mata cowong

: -/-

Air mata

: +/+

Perdarahan subkkonjungtiva : -/- Hidung

: tidak ada sekret, tidak ada pernapasan cuping hidung

- Telinga

: tidak ada sekret, tidak bau, tidak perdarahan

14

- Mulut

: tidak sianosis, tidak bau, selaput tidak berwarna


keabuan, tidak hiperemis

- Faring

: hiperemis, oedema, dan eksudat

- Tonsil

: hiperemis, pembesaran tonsil grade 4, detritus.

2. Leher
-

KGB : pembesaran pada KGB submandibula


sinistra 4 cm, bullneck (-)

- Tiroid

: tidak membesar

- JVP

: tidak meningkat

- Kaku kuduk

: tidak ada

- Deviasi trakea : tidak ada


3. Dada
a. Jantung :
- Inspeksi

: iktus cordis tidak tampak

- Palpasi

: iktus cordis tidak teraba

- Perkusi

Batas kanan atas

: ICS II PSLD

Batas kanan bawah : ICS IV PSLD


Batas kiri atas

: ICS II PSLS

Batas kiri bawah

: ICS III AALS

- Auskultasi
-

: S1S2 tunggal, reguler, suara tambahan (-)

Pulmo :

Depan

Belakang

Kanan
I = simetris, retraksi (+)
P = fremitus raba (+), menurun
P = sonor
A = Ves (+), Rh (+). Wh (-)
I = simetris
P = fremitus raba (+) menurun
P = sonor
A = Ves (+), Rh (+). Wh (-)

Kiri
I = simetris, retraksi (+)
P = fremitus raba (+), menurun
P = sonor
A = Ves (+), Rh (+). Wh (-)
I = simetris
P = fremitus raba (+) menurun
P = sonor
A = Ves (+), Rh (+). Wh (-)

15

b. Perut
- Inspeksi

: permukaan dinding cembung,

- Auskultasi : bising usus (+) normal


- Perkusi

: timpani, shifting dullness (-)

- Palpasi

:soepel, turgor kulit cepat kembali, hepatomegali (-),


splenomegali (-), nyeri tekan (-).

c. Ekstremitas
- Atas: akral hangat +/+, odema -/-, Otot tampak atrofi
- Bawah : akral hangat +/+, odema -/-, Otot tampak atrofi.
d.

Anus dan kelamin


- Anus : dalam batas normal
- Kelamin : jenis kelamin laki-laki, belum sirkumsisi, tidak ada
odem skrotum, testis normal.

C. Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan laboratorium tanggal 16 Oktober 2012
JENIS PERIKSA

NILAI

NORMAL

DARAH

Hemoglobin
LED
Lekosit
Hitung Jenis
Hematokrit
Trombosit
FAAL HATI
Albumin
ELEKTROLIT
Na
K
Cl
Ca
Mg
P

14,3
13/24
7,8
2/-/-/45/3
8/15
42,2
332
4,6
135,9
3,52
95,2
2,62
0,90
1,48

11,4-15,1 gr/dL
0-15 mm/jam
4,3-11,3x109/L
0-4/0-1/35/54/62/25-33/5
40-47 %
150-450 x109/L
3,4-4,8 gr/dL
135-155 mmol/L
3,5-5,0 mmol/L
90-110 mmol/L
2,15-2,57 mmol/L
0,73-1,06 mmol/L
0,85-1,6 mmol/L

Kesan : LED meningkat dan limfositosis.

16

Foto thorax

Gambar 2.1 Foto Thorax AP tanggal 16 Oktober 2012

Kesan : Cardiomegali, TB paru


IV.

Resume
a. Anamnesis
-

Pasien laki-laki usia 4,5 tahun

Pasien mengalami batuk dan sesak sejak 4 bulan yang lalu

Batuk berdahak (-), sesak (-) dan bunyi grok-grok (+), nyeri telan (+)
dan pilek (+).

Demam (+) sumer hilang timbul sejak 2 bulan yang lalu, menggigil (-).
Batuk selama lebih dari 3 minggu (+), dahak berwarna putih (+), dahak
bercak darah (+), nyeri tenggorokan (+).

Nafsu makan pasien menurun, terlebih setelah sakit tenggorokan,


pasien semakin jarang makan.

Pasien juga bertambah kurus dan rambutnya mudah dicabut di bagian


temporal. Kulit kedua kaki tidak mengelupas dan tidak timbul bintikbintik merah kecil dan bercak-bercak kehitaman.

17

Pasien BAB (+) normal dan BAK (+) normal.

Riwayat kehamilan kurang baik, persalinan dan pasca kelahiran kurang


baik

Riwayat kualitas dan kuantitas makanan kurang baik.

Riwayat pertumbuhan dan perkembangan kurang baik.

Riwayat imunisasi tidak sesuai PPI.

Riwayat sosial ekonomi dan lingkungan kurang baik.

b. Pemeriksaan Fisik
-

Keadaan umum : lemah. Kesadaran : kompos mentis

Tanda vital : takipneu

Status gizi : menurut Z-score BB/TB yaitu dibawah -3 SD (gizi buruk


tipe marasmus).

Kepala : rambut mudah dicabut.

Faring : hiperemis, oedem, dan eksudat.

Tonsil : hiperemis, pembesaran derajat IV, dan detritus.

Pulmo pada inspeksi ditemukan retraksi intercostal

Ekstremitas atas dan bawah : atrofi otot.

Skor TB
Kontak TB

:3

Uji Tuberkulin

:3

Berat Badan/status gizi

:2

Demam 2 mgg

:1

Batuk 3 mgg

:1

Pembesaran KGB

:1

Pembengkakan tulang dan sendi

:0

Thorax foto

:2

Skor TB = 13
Kesan : Tuberculosis paru (+)
-

Skor Mc.Larren :
Edema

:0

18

Dermatosis

:0

Edema disertai dermatosis

:0

Perubahan Pada Rambut

:1

Hepatomegali

:0

Albumin (4,6)

:0

Skor Mc. Larren = 1


Kesan : KEP Berat Tipe Marasmus
c. Pemeriksaan penunjang
-

Laboratorium : LED meningkat dan limfositosis

Thorax foto AP : Cardiomegali, TB paru.

V. Diagnosis
Tonsilofaringitis, TB paru, gagal jantung derajat IV, KEP berat tipe marasmus
kondisi III.
VI.

Penatalaksanaan
1. Medikamentosa
a) Oksigen nasal 2 liter per menit
b) Infus D5 NS 14 tetes per menit
c) Injeksi cefotaxim 3x325 mg
d) Spironolakton 1x10 mg
e) Digoxin 1x10 mg
f) Furosemid 1x10 mg
g) INH 1x100 mg
h) Rifampisin 1x150 mg
i) Pirazinamid 1x300 mg
j) Nebule Combivent (ipatropium bromida 0,52 mg dan salbutamol 3,01
mg) 3x1 resp.
k) Vitamin A 200.000 SI (1 kapsul merah)

19

l) Asam folat 1x1mg


m) Vitamin B kompleks 1x1
n) Diet : SGM 4 8x60 cc, makanan lunak 3x/hari, dan 1 buah 1-2x/hari
2. Edukasi
a.

Menjelaskan tentang penyakit yang diderita anak, penyebab,


perjalanan penyakit, perawatan, prognosis, pengobatan, efek samping
pengobatan, berapa lama pengobatan, dan bahaya bila tidak taat
berobat, komplikasi penyakit serta usaha pencegahan komplikasi.

b.

Menjaga kebersihan pribadi anak serta lingkungan sekitar.

c.

Minum obat secara patuh dan taat.

d.

Menyarankan agar tante dan tetangga penderita memeriksakan diri


dan berobat ke dokter.

VIII. PROGNOSIS
Dubia ad malam