Anda di halaman 1dari 7

RANCANGAN PEMBELAJARAN SEMESTER

Program Studi

: DIII Kebidanan

Nama Mata Kuliah/Kode Mata Kuliah

: Praktik Kebidanan IIA

SKS

: 6 sks

Semester

Nama Dosen Pengampu

Capaian Pembelajaran

Setelah mengikuti mata kuliah ini diharapkan mahasiswa mampu untuk


mengembangkan ilmu pengetahun, ketrampilan dan sikap dalam praktik kebidanan pada
tatanan klinik kebidanan yang meliputi Asuhan Kebidanan Komunitas, Kesehatan
Reproduksi, Keluarga Berencana dan Kegawat Daruratan Maternal Neonatal.

RANCANGAN PEMBELAJARAN SEMESTER

Mingg
u
Ke

1-5

Kemampuan
akhir yang
diharapkan

Bahan Kajian

Pada akhir
perkuliahan
mahasiswa mampu

1. Melakukan
pengkajian dalam
asuhan kebidanan
pada kesehatan
reproduksi dan KB
yang berperspektif
gender dan berfokus
pada upaya deteksi
dini
2. Merumuskan
diagnosa kebidanan
pada kesehatan
reproduksi dan KB
3. Mengembangkan
perencanaan asuhan
kebidanan yang
komprehensif pada
kesehatan reproduksi
dan KB yang
berperspektif gender.
4. Melaksanakan asuhan
kebidanan yang aman
dan efektif dengan
menggunakan
tehnologi tepat guna
pada kesehatan
reproduksi dan KB
yang berperspektif
gender.
5. Melakukan evaluasi

1. Melakukan
pengkajian
dalam asuhan
kebidanan
pada
kesehatan
reproduksi dan
KB yang
berperspektif
gender dan
berfokus pada
upaya deteksi
dini
2. Merumuskan
diagnosa
kebidanan
pada
kesehatan
reproduksi dan
KB
3. Mengembangk
an
perencanaan
asuhan
kebidanan
yang

Metode
Pembelajaran
/Bentuk
Pembelajaran

Observasi
Pengalama
n
Bed side
teaching
Presentasi
kasus
Diskusi
refleksi
kasus
(DRK)
Penugasan
klinik
Konferensi
Problem
Solving
Studi
Kasus

Pengalaman
Belajar

1. Melakukan
pengkajian,
perumusan
diagnosa,
pengembanga
n prencanaan,
pelaksanaan,
evaluasi dan
pendokumenta
sian pada
masalahmasalah
kesehatan
reproduksi
dalam
perspektif
gender
2. Melakukan
deteksi dini
pada
gangguan
kesehatan
reproduksi

Alokasi
Waktu

112 Jam

Kriteria
penilaian

Penampilan Klinik
dengan menggunakan
format penilaian

Bobot
Nilai

40 %

komprehensif
pada
kesehatan
reproduksi
dan KB yang
berperspektif
gender.
4. Melaksanakan
asuhan
kebidanan
yang aman
dan efektif
dengan
menggunakan
tehnologi tepat
guna pada
kesehatan
reproduksi dan
KB yang
berperspektif
gender.
5. Melakukan
evaluasi
efektifitas
asuhan
kebidanan
pada
kesehatan
reproduksi dan
KB yang
berperspektif
gender
6. Melakukan
dokumentasi
asuhan
kebidanan

efektifitas asuhan
kebidanan pada
kesehatan reproduksi
dan KB yang
berperspektif gender
6. Melakukan
dokumentasi asuhan
kebidanan pada
kesehatan reproduksi
dan KB yang
berperspektif gender

6-10

pada
kesehatan
reproduksi dan
KB yang
berperspektif
gender
Pada akhir
perkuliahan
mahasiswa mampu
1. Mengidentifik
asi tanda-tanda
kedaruratan
maternal
neonatal
2. Memberikan
pertolongan
pada kasus
kedaruratan
maternal
neonatal
dengan
memperhatika
n aspek
budaya yang
berfokus pada
upaya rujukan
3. Melakukan
rujukan pada
kasus
kedaruratan
maternal
neonatal
4. Melakukan
dokumentasi
pertolongan
pada kasus

1. Mengidentifikasi
tanda-tanda
kedaruratan maternal
neonatal
2. Memberikan
pertolongan pada
kasus kedaruratan
maternal neonatal
dengan
memperhatikan aspek
budaya yang berfokus
pada upaya rujukan
3. Melakukan rujukan
pada kasus
kedaruratan maternal
neonatal
4. Melakukan
dokumentasi
pertolongan pada
kasus kedaruratan
maternal neonatal

Observasi
Pengalama
n
Bed side
teaching
Presentasi
kasus
Diskusi
refleksi
kasus
(DRK)
Penugasan
klinik
Konferensi
Problem
Solving
Studi
Kasus

1. Melakukan
pengkajian
kasus
Kegawatdarur
atan
2. Menentukan
rumusan
masalah/
diagnose pada
kasus
kegawatdarura
tan
3. Menyusun
perencanaan
pada kasus
kegawatdarura
tan
4. Melakukan
implementasi
pada kasus
kegawatdarura
tan
5. Melakukan
evaluasi pada
kasus
kegawatdarura
tan
6. Melakukan
pendokumenta
sian pada

112 Jam

Penampilan Klinik
dengan menggunakan
format penilaian

40%

kedaruratan
maternal
neonatal
11-15

Pada akhir
perkuliahan
mahasiswa mampu
:
1. Melakukan
perkenalan
dengan
masyarakat
setempat
2. Melakukan
survey mawas
diri
3. Membuat peta
sasaran di
komunitas
4. Mengidentifik
asi masalah,
menganalisis
penyebab dan
faktor
resikonya
5. Menganalisis
masalah
kebidanan di
komunitas
6. Menyusun
rencana
kegiatan
musyawarah
masyarakat
desa (MMD)

kasus
kegawatdarura
tan
1. Melakukan
perkenalan dengan
masyarakat setempat
2. Melakukan survey
mawas diri
3. Membuat peta sasaran
di komunitas
4. Mengidentifikasi
masalah,
menganalisis
penyebab dan faktor
resikonya
5. Menganalisis masalah
kebidanan di
komunitas
6. Menyusun rencana
kegiatan musyawarah
masyarakat desa
(MMD)
7. Menyusun rencana
kerja (plan of action)
8. Melaksanakan asuhan
kebidanan komunitas
9. Melakukan
monitoring dan
evaluasi pelaksanaan
kegiatan asuhan
kebidanan komunitas

Observasi
Pengalama
n
Bed side
teaching
Presentasi
kasus
Diskusi
refleksi
kasus
(DRK)
Penugasan
klinik
Konferensi
Problem
Solving
Studi
Kasus

1. Mendiskusika
n ilmu-ilmu
yang
mendasari
asuhan
kebidanan
komunitas
2. Melakukan
perkenalan
dengan
masyarakat
setempat
3. Melakukan
survey mawas
diri
4. Membuat peta
sasaran di
komunitas
5. Mengidentifik
asi masalah,
menganalisis
penyebab dan
faktor
resikonya
6. Menganalisis
masalah
kebidanan di
komunitas
7. Menyusun
rencana
kegiatan
musyawarah

112 Jam

Penugasan dan
penampilan Klinik
dengan menggunakan
format penilaian

20%

7. Menyusun
rencana kerja
(plan of
action)
8. Melaksanakan
asuhan
kebidanan
komunitas
9. Melakukan
monitoring
dan evaluasi
pelaksanaan
kegiatan
asuhan
kebidanan
komunitas

masyarakat
desa (MMD)
8. Menyusun
rencana kerja
(plan of
action)
9. Melaksanakan
asuhan
kebidanan
komunitas
10. Melakukan
monitoring
dan evaluasi
pelaksanaan
kegiatan
asuhan
kebidanan
komunitas

REFERENSI
BUKU SUMBER
1. Fraser.D.M & Cooper. M.A. (2009). Myles: A textbook for Midwives.15th ed. London:
Churchill Livingstone
2. Bobak (2000). Maternity Nursing. Mosby
3. Cunningham. F.G. (2006). Obstetri Williams Vol 1 edisi 21. Jakarta: EGC
4. Cunningham. F.G. (2006). Obstetri Williams Vol 2 edisi 21. Jakarta: EGC
5. Depkes Ri. (2001). Panduan Buku Klinis Program Pelayanan Keluarga Berencana.
Jakarta: Depkes RI
6. Diane. M.T (2003). Myles: A textbook for Midwives. London: Churchill Livingstone
7. Dimond, B (1994). The Legal Aspect of Midwifery. Book for Midwives Press,
Cheshire London.
8. Enkin. K, et.al (2000). A Guide to Effective care in Pregnancy, Childbirth adn Early
Parenting. Oxford: University Press
9. Handerson. C. (2004). Mayes Midiwfery, 13ed. UK: Bailliere Tindal
10. Hall. J. (2001). Midwifery, Mind and Spirit: Emerging Issues of Care. Book for
Midwives
11. Jenkins, R (1995). The Law and the Midwife. Blackwell Science Ltd, Oxford.
12. Lawrence. R.A (1999). Breastfeeding: A Guide for Medical Profession. Mosby
13. Lowdermilk. (2000). Buku Ajar Keperawatan Maternitas. Jakarta: EGC
14. Nolan. M. (2000). Antenatal Education: A Dynamic Approach. London: Baillure Tindal
15. Odriscoll. K. (2004). Active Management of Labour. Mosby
16. Page A. (2000). The New Midwifery. London: Churchill Livingstone
17. PP IBI (2005). Etika dan Kode Etik Kebidanan. Penerbit PP IBI Jakarta.
18. PP IBI (2000). Standar Pelayanan Kebidanan, DepKes RI, Jakarta.
19. Sullivan. A. (2005). Midwifes Guide to Antenatal Investigations. London: Churchill
Livingstone
20. Stuart.C. (2006). Assessment Supervision and Support in Clinical Practice. London:
Churchill Livingstone
21. Sweet. B. (2002). Mayes: A textbook for Midwives. London: Churchill Livingstone
22. Tureen. P.S. (1999). Assessment and Care of The Well Newborn. Elsevier Saunders
23. Varney. H. (2000). Asuhan Kebidanan 1. Jakarta: EGC
24. Varney. H. (2000). Asuhan Kebidanan 2. Jakarta: EGC
25. Varney. H. (2000). Asuhan Kebidanan 3. Jakarta: EGC
26. Varney. H. (2000). Asuhan Kebidanan 4. Jakarta: EGC
27. Walsh. L.V. (2001). Midwifery Community-Based Care During the Childbearing Year.
WB Saunders
28. Wickham. S. (2005). Midwifery Best Practice 1. Elsevier
29. Sumber baru yang relevan