Anda di halaman 1dari 3

KA M B OJA

Kerajaan Kamboja adalah sebuah negara berbentuk


monarki konstitusional di Asia Tenggara. Negara ini
merupakan penerus Kekaisaran Khmer yang pernah
menguasai seluruh Semenanjung Indochina antara abad
ke-11 dan 14.
Kamboja berbatasan dengan Thailand di sebelah barat,
Laos di utara, Vietnam di timur, dan Teluk Thailand di
selatan. Sungai Mekong dan Danau Tonle Sap melintasi
negara ini.
Menjelang kemerdekaannya, Negara Kesatuan Republik
Indonesia banyak membantu negara Kamboja ini. Buku buku taktik perang karangan perwira militer Indonesia
banyak digunakan oleh militer Kamboja. Oleh karenanya,
para calon perwira di militer Kamboja, wajib belajar dan
dapat berbahasa Indonesia.

PEMBAGIAN ADMINISTRATIF
Kamboja dibagi menjadi 20 provinsi (khett) and 4 kota praja
(krong). Daerah Kamboja kemudian dibagi menjadi
distrik(srok), komunion (khum), distrik besar (khett), and
kepulauan(koh).

GEOGRAFI

PENDUDUK

Kamboja mempunyai area seluas 181.035 km2.


Berbatasan dengan Thailand di barat dan utara, Laos di
timurlaut dan Vietnam di timur dan tenggara.
Kenampakan geografis yang menarik di Kamboja ialah
adanya dataran lacustrine yang terbentuk akibat banjir di
Tonle Sap. Gunung tertinggi di Kamboja adalah Gunung
Phnom Aoral yang berketinggian sekitar 1.813 mdpl.

Secara umum, Kamboja adalah wilayah bagi


masyarakat pedesaan. Mereka mengolah
daerah pertanian negara yang subur.
Kehidupan secara tradisional berkisar di
antara keluarga, desa, sawah, dan candi
Budha setempat.

EKONOMI
Perekonomian Kamboja sempat turun pada masa
Republik Demokratik berkuasa. Tapi, pada tahun 1990an, Kamboja menunjukkan kemajuan ekonomi yang
membanggakan. Pendapatan per kapita Kamboja
meningkat drastis, namun peningkatan ini tergolong
rendah bila dibandingkan dengan negara - negara lain di
kawasan ASEAN. PDB bertumbuh 5.0% pada tahun 2000
dan 6.3 % pada tahun 2001. Agrikultur masih menjadi
andalan utama kehidupan ekonomi masyarakat
terutama bagi masyarakat desa, selain itu bidang
pariwisata dan tekstil juga menjadi bidang andalan dalam
perekonomian di Kamboja. Mata uangnya= Riel
Perlambatan ekonomi pernah terjadi pada masa Krisis
Finansial Asia 1997. Investasi asing dan turisme turun
dengan sangat drastis, kekacauan ekonomi mendorong
terjadinya kekerasan dan kerusuhan di Kamboja.

Sebagian besar penduduk Kamboja adalah


orang Khmer. Kelompok minoritas meliputi
etnis Vietnam, China, dan Cham. Bahasa
resmi Kamboja adalah Khmer, tapi bahasa
Inggris dan Perancis (yang berasal dari masa
kolonial) dituturkan oleh beberapa orang.

Sungai
Mekong
dan Tonle
Sapagama yang
Buddha
Theravada
adalah
dominan di negara itu. Upaya-upaya khusus
Mekong, sungai terpanjang di Asia Tenggara,
dilakukan untuk melestarikan lagu-lagu dan
adalah salah satu fitur yang paling penting
tarian tradisional dari situs-situs tua Khmer.
dalam geografi Kamboja. Sungai ini mengalir
Seni-seni
kuno ini lebih
telah dikagumi
seluruh
melalui
Kamboja
dari 640 dikilometer
sebelum memasuki dunia.
Vietnam. Sungai Mekong
adalah jalur transportasi dan sumber air
utama untuk irigasi di Kamboja. Sungai ini
terhubung ke danau besar dan dangkal, Tonle
Sap (Danau Besar). Wilayah ini adalah jantung
Kamboja, yang secara tradisional memiliki
populasi terbesar, sawah paling produktif,
dan ikan komersial terbanyak di negara itu.
Wilayah ini juga merupakan situs ibukota
Kamboja di masa lalu dan masa kini dan kotakota besar Kamboja lainnya.

Perikanan, Manufaktur, dan Pertambangan


Perikanan adalah kegiatan ekonomi yang penting di Tonle Sap dan di perairan pantai. Manufaktur besar terdiri
atas produksi tekstil, pengolahan produk pertanian, dan industri ringan lainnya. Beberapa fosfat dan batu
permata (terutama safir dan rubi) ditambang. Tapi sumber daya mineral lain di negara ini masih harus
dikembangkan, terutama bijih besi, bauksit, dan mangaan.
Pertanian
Perekonomian Kamboja sebagian besar didasarkan pada pertanian. Sebagian besar orang melakukan pertanian
subsisten. Mereka menanam padi, sayuran, dan buah-buahan serta memelihara unggas pada lahan-lahan kecil
untuk mereka gunakan sendiri. Tanaman makanan utama adalah padi. Pada suatu waktu, Kamboja
menghasilkan surplus beras untuk diekspor. Komoditas ini datang terutama dari daerah pertanian yang kaya di
lembah Sungai Mekong dan cekungan Tonle Sap. Karet ditanam di perkebunan besar. Ini adalah tanaman
komersial terkemuka dan, bersama kayu, menjadi ekspor utama Kamboja.
Iklim dan Sumber Daya Alam
Kamboja memiliki iklim tropis, ditandai dengan musim hujan dan kemarau. Selama musim hujan, cekungan
tengah menerima curah hujan cukup banyak. Di sisa tahun, curah hujan sangat sediki. Persediaan air tambahan
dari Sungai Mekong sangat diperlukan untuk irigasi. Suhu rata-rata tahunan bervariasi antara 21 dan 35 C. Selain
tanah subur, Kamboja memiliki area hutan yang luas. Hutan merupakan sumber kayu, ekspor utama negara.
Satwa liar Kamboja meliputi gajah, harimau, beruang, dan berbagai jenis burung dan reptil.