Anda di halaman 1dari 25

Dengan melaksanakan puasa Ramadhan kita dapat membersihkan rohani dengan menanamkan

perasaan kesabaran, kasih sayang, pemurah, berkata benar, ikhlas, disiplin, terhindar dari sifat
tamak dan rakus, percaya pada diri sendiri, dsb.
Selain itu masih banyak manfaat dan hikmah puasa. Nah, pada posting kali Birayang akan
berbagi tentang kehebatan dan manfaat puasa secara khusus, yaitu bagi kesehatan manusia yang
dihimpun dari berbagai referensi. Berikut 30 manfaat puasa bagi kesehatan tubuh manusia:
1. Mempersempit Jalan Setan
Termasuk manfaat puasa adalah mempersempit jalan aliran darah yang merupakan jalan
setan pada diri anak Adam. Karena setan masuk kepada anak Adam melalui jalan aliran
darah. Dengan berpuasa, maka dia aman dari gangguan setan, kekuatan nafsu syahwat
dan kemarahan. Karena itu Nabi Shallallahu alaihi Wasallam menjadikan puasa sebagai
benteng untuk menghalangi nafsu syahwat nikah, sehingga beliau memerintah orang
yang belum mampu menikah dengan berpuasa

2. Mematahkan Nafsu
Termasuk manfaat puasa adalah mematahkan nafsu. Karena berlebihan, balk dalam
makan maupun minum serta menggauli isteri, bisa mendorong nafsu berbuat kejahatan,
enggan mensyukuri nikmat serta mengakibatkan kelengahan.

3. Dapat Menurunankan Glukosa dan Berat Badan


Studi Kohort dikerjakan pada 81 mahasiswa kampus Teheran of Medical Sciences waktu
berpuasa. dikerjakan evaluasi berat badan, indeks massa tubuh (BMI), glukosa,
trigliserida (TG), kolesterol, lipoprotein densitas rendah (LDL), high density lipoprotein
(HDL), serta very low density lipoprotein (VLDL), sebelum serta setelah Ramadhan.
Studi ini menunjukkan bahwa puasa Ramadhan mengakibatkan penurunan glukosa serta
berat badan. Walau ada penurunan yang signifikan dalam frekuensi makan, peningkatan
yang signifikan dalam LDL serta penurunan HDL tercatat pada bulan Ramadhan,
tampaknya dampak puasa Ramadhan pada tingkat lipid dalam darah barangkali terkait
erat dengan pola makan gizi atau respon kelaparan biokimia.

4. Tidak Mengakibatkan Pengasaman dalam Darah


Dalam puasa islam penelitian tunjukkan asam amino teroksidasi dengan pelan serta zat
keton tak meningkat dalam darah hingga tak bakal menyebabkan pengasaman dalam
darah.

5. Manfaat Mental
Seorang ilmuwan di bidang kejiwaan yang bernama Dr. Ehret menyatakan bahwa untuk
hasil yang lebih dari sekedar manfaat fisik, yaitu agar mendapatkan manfaat mental dari
aktivitas berpuasa, seseorang harus menjalani puasa lebih dari 21 hari.

6. Membersihkan Organ dalam Perut


Sedang di antara manfaat puasa ditinjau dari segi kesehatan adalah membersihkan usususus, memperbaiki kerja pencernaan, membersihkan tubuh dari sisa-sisa dan endapan
makanan, mengurangi kegemukan dan kelebihan lemak di perut.

7. Meningkatkan Aktivitas Otak


Sebuah tulisan penelitian yang dilakukan Dr. Ratey, seorang psikiaters dari Harvard,
mengungkapkan bahwa pengaturan dan pembatasan asupan kalori akan meningkatkan

kinerja otak. Dr. Ratey melakukan penelitian terhadap mereka yang berpuasa dan
memantau otak mereka dengan alat yang disebut functional Magnetic Resonance
Imaging (fMRI). Hasil pemantauan itu menyimpulkan bahwa setiap individu obyek
menunjukkan aktivitas motor cortex yang meningkat secara konsisten dan signifikan.

8. Manfaat untuk Jantung dan Pembuluh Darah


Saat berpuasa ternyata terjadi peningkatan HDL and apoprotein alfa1, dan penurunan
LDL ternyata sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Beberapa
the penelitian chronobiological menunjukkan saat puasa ramadan berpengaruh terhadap
ritme penurunan distribusi sirkadian dari suhu tubuh, hormon kortisol, melatonin dan
glisemia. Berbagai perubahan yang meskipun ringan tersebut tampaknya juga berperanan
bagi peningkatan kesehatan manusia.

9. Pengaruh Pada Fungsi Kelenjar Gondok


Saat berpuasa nyatanya pula dapat dibuktikan tak berpengaruh pada manfaat kelenjar
gondok manusia. Hasil penelitian tunjukkan yaitu tak ada perbedaan kandungan plasma
tiroksin (ts), tiroksin bebas, tironin triyodium serta hormon perangsang gondok (tsh) pada
penderita laki-laki yang berpuasa.

10. Puasa Tidak Berpengaruh Pada Penderita Diabetes Tipe 2


Puasa ramadhan pada penderita diabetes jenis 2 tak berpengaruh serta tak ada perbedaan
protein gula, protein glikosilat serta hemoglobin glikosilat. tetapi pada penderita diabetes
jenis spesifik baiknya mesti berkonsultasi dengan dokter bila hendak berpuasa. salah
satunya merupakan penderita diabetes dengan keton meningkat, masih hamil, usia anak
atau komplikasi lain layaknya gagal ginjal serta jantung.

11. Perawatan untuk Penderita Diabetes dan Kolesterol


Puasa bisa menurunkan kadar gula darah, kolesterol dan mengendalikan tekanan darah.
Itulah sebabnya, puasa sangat dianjurkan bagi perawatan mereka yang menderita
penyakit diabetes, kolesterol tinggi, kegemukan dan darah tinggi. Dalam kondisi tertentu,
seorang pasien bahkan dibolehkan berpuasa, kecuali mereka yang menderita sakit
diabetes yang sudah parah, jantung koroner dan batu ginjal. Puasa dapat menjaga perut
yang penuh disebabkan banyak makan adalah penyebab utama kepada bermacam-macam
penyakit khususnya obesitas, hiperkolesterol, diabetes dan penyakit yang diakibatkan
kelebihan nutrisi lainnya.

12. Kreatif dan Mempertajam Pikiran


Pikiran kita yang melambat ketika lapar, ternyata menjadi lebih tajam. Secara instingtif,
bukti ilmiah ini bisa diterima terkait dengan fakta bahwa dalam banyak hal, masalah lapar
adalah masalah kelanjutan hidup. Jadi wajar saja, jika rasa lapar membuat pikiran
semakin tajam dan kreatif. Sekelompok mahasiswa di University of Chicago diminta
berpuasa selama tujuh hari. Selama masa itu, terbukti bahwa kewaspadaan mental mereka
meningkat dan progres mereka dalam berbagai penugasan kampus mendapat nilai
remarkable.

13. Menjaga Fungsi Ginjal


Penghentian konsumsi air selama puasa sangat efektif meningkatkan konsentrasi urin
dalam ginjal serta meningkatkan kekuatan osmosis urin hingga mencapai 1000 sampai
12.000 ml osmosis/kg air. Dalam keadaan tertentu hal ini akan member perlindungan
terhadap fungsi ginjal. Kekurangan air dalam puasa ternyata dapat meminimalkan

volume air dalam darah. Kondisi ini berakibat memacu kinerja mekanisme local pengatur
pembuluh darah dan menambah prostaglandin yang pada akhirnya memacu fungsi dan
kerja sel darah merah.

14. Memperpanjang Jangka Hidup


Penelitian endokrinologi menunjukkan bahwa pola makan saat puasa yang bersifat rotatif
menjadi beban dalam asimilasi makanan di dalam tubuh. Keadaan ini mengakibatkan
pengeluaran hormon sistem pencernaan dan insulin dalam jumlah besar. Penurunan
berbagai hormon tersebut merupakan salah satu rahasia hidup jangka panjang.

15. Pengaruh Pada Janin Saat Ibu Hamil


Penelitian di departemen obstetri serta ginekologi dari gaziantep university hospital,
terhadap 36 wanita sehat dengan kehamilan tanpa komplikasi berturut-turut dari 20
minggu atau semakin, yang berpuasa mulai bln. ramadhan buat mengevaluasi dampak
ramadan pada janin, pengukuran doppler ultrasonografi dalam peningkatan diameter
biparietal janin (bpd), peningkatan panjang tulang paha janin (fl), menambah berat badan
diperkirakan janin (efbw), profil biofisik janin (bpp), indeks cairan amnion (afi), serta
rasio arteri umbilikalis sistol/diastol (s/d) rasio. kortisol serum bunda, trigliserida,
kolesterol total, low-density lipoprotein (LDL), high density lipoprotein (hdl), very low
density lipoprotein (vldl), serta ldl/hdl rasio pula dievaluasi sebelum serta setelah
ramadhan. hasil penelitian tunjukkan, tak ada perbedaan signifikan yang ditemukan pada
kedua kelompok untuk usia janin, berat badan bunda, perperkiraan kenaikan berat badan
janin (efwg), bpp janin, afi, serta rasio arteri umblikalis (s/d).

16. Mencegah Serangan Jantung


Pada pelitian terbaru menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar apobetta, menaikkan
kadar apoalfa1 dibandingkan sebelum puasa. Kondisi tersebut dapat menjauhkan
serangan penyakit jantung dan pembuluh darah.

17. Pengaruh Pada Hormon Virgisteron


Pada penelitian hormon wanita tak terjadi gangguan pada hormon virgisteron waktu
melaksanakan puasa. Namun, 80% populasi penelitian tunjukkan penurunan hormon
prolaktin. Penelitian ini tunjukkan harapan baru untuk penderita infertilitas atau
kemandulan wanita yang dikarenakan peningkatan hormon prolaktin. Hingga waktu
puasa, wanita terus berpeluang besar untuk terus pada kondisi subur.

18. Memperbaiki Radang Sendi


Manfaat lain yang perlu penelitian lebih jauh adalah pengaruh puasa pada membaiknya
penderita radang persendian (encok) atau rematoid arthritis. Parameter yang diteliti
adalah fungsi sel penetral (netrofil) dan progresifitas klinis penderita. Penelitian tersebut
menyimpulkan bahwa terdapat korelasi antara membaiknya radang sendi dan
peningkatan kemampuan sel penetral dalam membasmi bakteri.

19. Menjaga Kesuburan Laki-laki


Manfaat lain ditunjukkan dalam penelitian pada kesuburan laki-laki. Dalam penelitian
tersebut dilakukan penelitian pada hormon testoteron, prolaktin, lemotin, dan hormon
stimulating folikel (FSH), Ternyata hasil akhir kesimpulan penelitian tersebut puasa
bermanfaat dalam pembentukan sperma melalui perubahan hormon hipotalamus-pituatari
testicular dan pengaruh ke dua testis.

20. Bermanfaat Bagi Jantung


Lebih dari satu penelitian mengatakan sesungguhnya tak ada perbedaan yang mencolok
waktu berpuasa dibanding waktu tak berpuasa. puasa ramadhan tak merubah dengan
drastis metabolisme lemak, karbohidrat serta protein. walau terjadi peningkatan serum
uria serta asam urat sering terjadi waktu terjadi dehidrasi mudah waktu puasa. waktu
berpuasa nyatanya terjadi peningkatan hdl serta apoprotein alfa1. penurunan ldl sendiri
nyatanya amat berguna untuk kesehatan jantung serta pembuluh darah. lebih dari satu
penelitian "chronobiological" tunjukkan waktu puasa ramadhan berpengaruh terhadap
ritme penurunan distribusi sirkadian dari suhu tubuh, hormon kortisol, melatonin serta
glisemia. beraneka perubahan yang walau mudah tersebut tampaknya pula berperan
untuk peningkatan kesehatan manusia.

21. Menenangkan Amarah dan Tekanan Darah


Keadaan psikologis yang tenang, teduh dan tidak dipenuhi rasa amarah saat puasa
ternyata dapat menurunkan adrenalin. Saat marah terjadi peningkatan jumlah adrenalin
sebesar 20-30 kali lipat. Adrenalin akan memperkecil kontraksi otot empedu,
menyempitkan pembuluh darah perifer, meluaskan pebuluh darah koroner, meningkatkan
tekanan darah rterial dan menambah volume darah ke jantung dan jumlah detak jantung.
Adrenalin juga menambah pembentukan kolesterol dari lemak protein berkepadatan
rendah. Berbagai hal tersebut ternyata dapat meningkatkan resiko penyakit pembuluh
darah, jantung dan otak seperti jantung koroner, stroke dan lainnya.

22. Membangun Sel-sel Baru


Jumlah sel yang mati dalam tubuh mencapai 125 juta perdetik, namun yang lahir dan
meremaja lebih banyak lagi. Saat puasa terjadi perubahan dan konversi yang massif
dalam asam amino yang terakumulasi dari makanan. Sebelum didistribusikan dalam
tubuh terjadi format ulang. Sehingga memberikan kesempatan tunas baru sel untuk
memperbaiki dan merestorasi fungsi dan kinerjanya. Pola makan saat puasa dapat
mensuplai asam lemak dan asam amino penting saat makan sahur dan berbuka. Sehingga
terbentuk tunas-tunas protein, lemak, fosfat, kolesterol dan lainnya untuk membangun sel
baru dan membersihkan sel lemak yang menggumpal di dalam hati.

23. Memperbaiki Kondisi Mental


Ilmuwan psikiater lainnya yaitu Dr. E.A. Moras, mengatakan bahwa seorang pasien
wanitanya telah menderita sakit mental selama lebih dari delapan bulan. Wanita itu telah
berobat kesana-kemari termasuk ke para ahli saraf dengan hasil kurang memuaskan. Ia
memintanya untuk berpuasa. Wanita itu mengalami perbaikan kondisi mental, dan bahkan
dinyatakan sembuh setelah berpuasa selama lima minggu. Di dalam otak kita, ada sel
yang disebut dengan neuroglial cells. Fungsinya adalah sebagai pembersih dan
penyehat otak. Saat berpuasa, sel-sel neuron yang mati atau sakit, akan dimakan oleh
sel-sel neuroglial ini.

24. Melindungi Otak dari Penyakit


Ilmuwan di bidang neurologi yang bernama Mark Mattson, Ph.D., seorang kepala
laboratorium neuroscience di NIHs National Institute on Aging. Dalam hasil
penelitiannya menunjukkan bahwa diet yang tepat seperti berpuasa, secara signifikan bisa
melindungi otak dari penyakit de-generatif seperti Alzheimer atau Parkinson. Hasil
penelitiannya menunjukkan, bahwa diet dengan membatasi masukan kalori 30% sampai
50% dari tingkat normal, berdampak pada menurunnya denyut jantung dan tekanan
darah, dan sekaligus peremajaan sel-sel otak.

25. Meningkatkan Performa Kelaki-lakian


Dalam sebuah jurnal endokrin dan metabolisme dilaporkan penelitian puasa dikaitkan
dengan hormon dan kemampuan seksual laki-laki. Penelitian tersebut mengamati kadar
hormon kejantanan (testoteron), perangsang kantung (FSH) dan lemotin (LH). Terjadi
perubahan kadar berbagai hormon tersebut dalam tiap minggu. Dalam tahap awal
didapatkan penurunan hormon testoteron yang berakibat penurunan nafsu seksual tetapi
tidak menganggu jaringan kesuburan. Namun hanya bersifat sementara karena beberapa
hari setelah puasa hormon testoteron dan performa seksual meningkat pesat melebihi
sebelumnya.

26. Tidak Berpengaruh Pada Sel Darah manusia


Dalam penelitian, waktu puasa tak berpengaruh pada sel darah manusia & tak ada
perbedaan jumlah retikulosit, volume sel darah merah serta rata-rata konsentrasi
hemoglobin (mch, mchc) dibanding dengan orang yang tak berpuasa.

27. Meningkatkan Kekebalan Tubuh


Dalam keadaan puasa ternyata dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Penelitian
menunjukkan saat puasa terjadi pengkatan limfosit hingga sepuluh kali lipat. Kendati
keseluruhan sel darah putih tidak berubah ternyata sel T mengalani kenaikkan pesat.
Perubahan aksidental lipoprotein yang berkepadatan rendah (LDL), tanpa diikuti
penambahan HDL. LDL merupakan model lipoprotein yang memberikan pengaruh
stumulatif bagi respon imunitas tubuh.

28. Keseimbangan Anabolisme dan Katabolisme


Berlainan dengan kelaparan atau starvasi dalam beraneka bentuk bisa mengganggu
kesehatan tubuh. Tetapi sebaliknya, dalam puasa ramadhan terjadi keseimbangan
anabolisme serta katabolisme yang berakibat asam amino serta beraneka zat berikutnya
menolong peremajaan sel serta komponennya memproduksi glukosa darah serta
mensuplai asam amino dalam darah sepanjang hari. cadangan protein yang cukup dalam
hati sebab konsumsi nutrisi waktu buka serta sahur bakal terus bisa menciptakan kondisi
tubuh untuk terus memproduksi protein esensial berikutnya layaknya albumin, globulin
serta fibrinogen. perihal ini tak terjadi pada starvasi waktu panjang, sebab terjadi
penumpukan lemak dalam jumlah besar, hingga beresiko terjadi sirosis hati. namun
waktu puasa di bln. ramadhan, manfaat hati tetap aktif serta baik.

29. Melindungi dari Batu Ginjal


Seorang peneliti di Moskow melakukan penelitian pada seribu penderita kelainan mental
termasuk sizofrenia. Ternyata dengan puasa sekitar 65% terdapat perbaikan kondisi
mental yang bermakna. Berbagai penelitian lainnya menunjukkan ternyata puasa
Ramadhan juga mengurangi resiko komplikasi kegemukan, melindungi tubuh dari batu
ginjal, meredam gejolak seksual kalangan muda dan penyakit lainnya yang masih banyak
lagi

30. Tidak Berpengaruh Pada Ibu Menyusui


Ada suatu penelitian puasa pada bunda hamil, bunda menyusui, serta kelompok tak hamil
serta tak menyusui di perkampungan afika barat. nyatanya dalam penelitian tersebut
disimpulkan tak ada perbedaan kandungan glukosa serum, asam lemak bebas, trigliserol,
keton, beta hidroksi butirat, alanin, insulin, glucagon serta hormon tiroksin.

10 Manfaat & Dampak Ilmiah Puasa Pada


Kesehatan Tubuh
10 Manfaat & Dampak Puasa Pada Tubuh Secara Ilmiah Bulan ramadhan sebentar lagi
tiba, artinya kesempatan umat muslim untuk menjalankan kewajiban berpuasa dan mendapatkan
pahala sebanyak-banyaknya juga terbuka. Dengan niat yang kuat dan ikhlas, ibadah puasa dapat
kita jalani dengan maksimal sekaligus memberikan manfaat yang maksimal pula bagi diri kita.
Selain menjadi ladang pahala bagi umat muslim, berpuasa juga memiliki manfaat yang luar biasa
bagi kesehatan tubuh manusia itu sendiri.

Karena itu, agar makin termotivasi dalam menjalani puasa Ramadhan, kita juga perlu tahu apa
saja manfaat berpuasa dari segi ilmiah. Manfaat berpuasa ini telah banyak dibahas diberbagai
artikel, maka kami menghimpunnya dan memilah yang terbaik dan mudah dipahami.
1. Baik Bagi Kesehatan Jantung & Pembuluh Darah
Sakit jantung tidak dipungkiri lagi merupakan salah satu penyakit yang paling ditakuti oleh
kebanyakan orang didunia, apalagi di Indonesia dengan jumlah perokok terus makin meningkat
tiap tahunnya penyakit jantung adalah ancaman nyata. Untungnya, berpuasa memiliki dampak
yang sangat baik bagi jantung, ketika berpuasa, tubuh kita ternyata melakukan peningkatan HDL
dan penurunan LDL yang menurut penelitian chronobiological ternyata hal tersebut
merupakan hal yang sehat bagi jantung dan pembuluh darah.
2. Psikologi Yang Tenang Cegah Penyakit Kronis
Selain menahan lapar dan haus, puasa juga mengharuskan kita menahan amarah. Hal ini
membuat keadaan psikologis seseorang menjadi lebih tenang dan secara ilmiah akan
menurunkan kadar adrenalin dalam tubuh. Minimnya adrenalin akan memberikan efek baik pada
tubuh seperti: mencegah pembentukan kolesterol dan kontraksi empedu yang lebih baik dimana
hal ini dapat mengurangi resiko penyakit pembuluh darah, jantung dan otak seperti jantung
koroner, stroke dan lainnya.
3. Pola Pikir yang Lebih Tajam & Kreatif
Puasa membuat pikiran menjadi lebih tenang dan juga melambat, uniknya menurut penelitian
ternyata pikiran yang melambat ini membuatnya justru bekerja lebih tajam. Selain itu ditinjau
dari segi insting, masalah rasa lapar adalah masalah kelanjutan hidup sehingga wajar jika rasa
lapar memaksa kita untuk berpikiran lebih tajam dan kreatif.
Hal ini juga dibuktikan dengan suatu kasus pada sekelompok mahasiswa di University of
Chicago yang diminta berpuasa selama tujuh hari. Selama masa itu, terbukti bahwa kewaspadaan
mental mereka meningkat dan progres mereka dalam berbagai penugasan kampus mendapat nilai
REMARKABLE.
4. Performa Seksual Meningkat Pesat
Sebuah penelitian yang membahas tentang hubungan puasa dengan kadar hormon kejantanan
(testoteron), perangsang kantung (FSH) dan lemotin (LH) membuktikan, bahwa puasa memang
benar menurunkan nafsu seksual dan menurunkan hormon testoteron. Namun ini bersifat
sementara, Bahkan setelah beberapa hari siklus puasa dijalankan justru produksi hormon
testosteron dan performa seksual justru meningkat pesat.
5. Mengurangi Kegemukan
secara ilmiah berpuasa juga berdampak pada penurunan berat badan. Dengan berpuasa usus-usus
dalam tubuh akan lebih bersih dari sisa-sisa endapan makanan, Endapan makanan inilah yang
bila kelebihan akan menjadi lemak diperut. Selain itu berpuasa juga memperbaiki sistem
pencernaan kita, sehingga sirkulasi makanan dan buang air menjadi lebih lancar.

6. Pencegah & Penyembuh Penyakit Mental


Otak kita didalamnya memiliki fungsi pembersih dan penyehat otak dengan bantuan sel yang
disebut dengan neuroglial cells. Saat berpuasa, sel-sel neuron yang mati atau sakit,
akan dimakan oleh sel-sel neuroglial ini, dimana hal ini akan berdampak pula pada mental
seseorang. bahkan, seorang ilmuwan di bidang kejiwaan yang bernama Dr. Ehret menyatakan
bahwa: Beberapa hari berpuasa akan memberikan dampak pada kesehatan fisik dan lebih lanjut
untuk mendapatkan kesehatan mental, seseorang harus menjalani puasa lebih dari 21 hari.
7. Kekebalan Tubuh Yang Meningkat
Bukannya lemas sehingga menjadi gampang sakit, ternyata puasa justru meningkatkan kekebalan
tubuh. Hal ini didukung oleh penelitian yang bahkan sudah umum, yaitu mengenai: Ketika
seorang berpuasa maka akan terjadi peningkatan Limfosit sampai dengan 10 kali lipat dalam
tubuhnya, hal ini memberikan pengaruh yang besar terhadap sistem imunitas tubuh, sehingga
puasa justru menghindarkan kita dari berbagai virus dari lingkungan luar/makanan yang tidak
baik.
8. Sehat Bagi Ginjal
Ginjal merupakan penyaring zat berbahaya apapun yang kita makan dan minum dan berpuasa
membuat ginjal semakin sehat, mengapa? Karena fungsi ginjal akan maksimal bila kekuatan
osmosis urin mencapai 1000 sampai 12.000 ml osmosis/kg air, dan satu-satunya cara adalah
dengan mengurangi asupan air yaitu ketika berpuasa.
9. Pencegah Diabetes & kelebihan Nutrisi Lainnya
Obesitas, hiperkolesterol, diabetes dan penyakit yang diakibatkan kelebihan nutrisi lainnya
adalah akibat dari tubuh mengalami kelebihan kadar gula darah dan kolesterol. Dengan berpuasa
konsumsi gula dan makanan berlemak dapat lebih terkontrol dan dikurangi yang akan berdampak
baik bagi kembalinya keseimbangan kadar gula dan kolesterol tersebut.
10. Penawar Sakit Sendi/Encok
Berpuasa dengan teratur akan meningkatkan sel penetral alami dalam tubuh kita yang akan
membuat sakit encok lambat laun menuju kesembuhan. Sebuah penelitian menemukan adanya
korelasi antara meningkatnya kemampuan sel penetral (pembasmi bakteri) dengan membaiknya
radang sendi penyebab encok.
20 Mukjizat Puasa terhadap Kesehatan Manusia
Penulis : Dr. Widodo Judarwanto Sp.A | Rabu, 25 Juli 2012 | 11:33 WIB

KOMPAS.com - Berbagai penelitian telah mengungkap adanya mukjizat puasa ditinjau dari
perpekstif medis modern. Dalam penelitian ilmiah, tidak ditemukan efek merugikan dari puasa
Ramadhan pada jantung, paru, hati, ginjal, mata, profil endokrin, hematologi dan fungsi
neuropsikiatri.
Penelitian meta analisis atau penelitian terhadap berbagai Abstrak Terkait ini diperoleh dari
Medline dan jurnal lokal di negara-negara Islam 1960-2009. Seratus tiga belas artikel yang
memenuhi kriteria untuk pemilihan kertas dikaji secara mendalam untuk mengidentifikasi rincian
bahan terkait.
Hasilnya, terdapat manfaat luar biasa dan tidak disangka sebelumnya oleh para ilmuwan tentang
adanya mukjizat puasa Ramadhan bagi kesehatan manusia. Meskipun puasa Ramadhan aman
untuk semua orang sehat dan beberapa kondisi sakit tertentu, namun dalam keadaan penyakit
tertentu seseorang harus berkonsultasi dengan dokter dan mengikuti rekomendasi ilmiah.
Bulan Ramadhan adalah bulan yang paling dinanti oleh umat muslim. Saat itu, dianggap sebagai
bulan yang penuh berkah dan rahmah. Semua umat muslim yang sehat dan sudah akil balik

diwajibkan untuk berpuasa sebulan penuh. Meskipun untuk sebagian orang ibadah puasa cukup
berat, tetapi terdapat keistimewaan untuk mendapatkan hikmah dari Allah berupa kebahagian,
pahala berlipat, dan bahkan suatu muhjizat dalam kesehatan.
Allah berjanji akan memberikan berkah kepada orang yang berpuasa. Seperti ditegaskan sabda
Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Suny dan Abu Nu'aim: "Berpuasalah
maka kamu akan sehat." Dengan berpuasa, akan diperoleh manfaat secara biopsikososial
berupa sehat jasmani, rohani dan sosial. Rahasia kesehatan yang dijanjikan dalam berpuasa inilah
yang menjadi daya tarik ilmuwan untuk meneliti berbagai aspek kesehatan puasa secara
psikobiologis, imunopatofisilogis dan biomolekular.
Para pakar nutrisi dunia mendefinisikan puasa atau kelaparan (starvasi) sebagai pantangan
mengkonsumsi nutrisi baik secara total atau sebagian dalam jangka panjang atau jangka pendek.
Sedangkan konsep puasa dalam Islam secara substansial adalah menahan diri tidak makan,
minum dan berhubungan suami istri mulai terbit fajar hingga terbenam matahari dengan disertai
niat. Sehingga puasa memiliki perbedaan dibandingkan starvasi biasa.
Inilah 20 Mukizat Puasa Terhadap Kesehatan Manusia
1. Keseimbangan anabolisme dan katabolisme
Berbeda dengan kelaparan atau starvasi dalam berbagai bentuk dapat mengganggu kesehatan
tubuh. Namun sebaliknya, dalam puasa ramadhan terjadi keseimbangan anabolisme dan
katabolisme yang berakibat asam amino dan berbagai zat lainnya membantu peremajaan sel dan
komponennya memproduksi glukosa darah dan mensuplai asam amino dalam darah sepanjang
hari. Cadangan protein yang cukup dalam hati karena asupan nutrisi saat buka dan sahur akan
tetap dapat menciptakan kondisi tubuh untuk terus memproduksi protein esensial lainnya seperti
albumin, globulin dan fibrinogen. Hal ini tidak terjadi pada starvasi jangka panjang, karena
terjadi penumpukan lemak dalam jumlah besar, sehingga beresiko terjadi sirosis hati. Sedangkan
saat puasa di bulan ramadhan, fungsi hati masih aktif dan baik.
2. Tidak akan mengakibatkan pengasaman dalam darah.
Kemudian juga berbeda dengan starvasi, dalam puasa Islam penelitian menunjukkan asam amino
teroksidasi dengan pelan dan zat keton tidak meningkat dalam darah sehingga tidak akan
mengakibatkan pengasaman dalam darah.
3. Tidak berpengaruh pada sel darah manusia
Dalam penelitian, saat puasa tidak berpengaruh pada sel darah manusia & tidak terdapat
perbedaan jumlah retikulosit, volume sel darah merah serta rata-rata konsentrasi hemoglobin
(MCH, MCHC) dibandingkan dengan orang yang tidak berpuasa.
4. Puasa pada penderita diabetes tipe 2 tidak berpengaruh
Puasa ramadhan pada penderita diabetes tipe 2 tidak berpengaruh dan tidak terdapat perbedaan
protein gula, protein glikosilat dan hemoglobin glikosilat. Namun pada penderita diabetes tipe
tertentu sebaiknya harus berkonsultasi dengan dokter bila hendak berpuasa. Diantaranya adalah
penderita diabetes dengan keton meningkat, sedang hamil, usia anak atau komplikasi lain seperti
gagal ginjal dan jantung.
5. Pengaruh pada Ibu hamil dan menyusui
Terdapat sebuah penelitian puasa pada ibu hamil, ibu menyusui, dan kelompok tidak hamil dan
tidak menyusui di perkampungan Afika Barat. Ternyata dalam penelitian tersebut disimpulkan

tidak terdapat perbedaan kadar glukosa serum, asam lemak bebas, trigliserol, keton, beta hidroksi
butirat, alanin, insulin, glucagon dan hormon tiroksin.
6. Pengaruh pada janin saat ibu hami berpuasa
Penelitian di Departemen Obstetri dan Ginekologi dari Gaziantep University Hospital, terhadap
36 wanita sehat dengan kehamilan tanpa komplikasi berturut-turut dari 20 minggu atau lebih,
yang berpuasa selama bulan Ramadhan untuk mengevaluasi efek Ramadan pada janin,
pengukuran Doppler ultrasonografi dalam peningkatan diameter biparietal janin (BPD),
peningkatan panjang tulang paha janin (FL), meningkatkan berat badan diperkirakan janin
(EFBW), profil biofisik janin (BPP), indeks cairan amnion (AFI), dan rasio arteri umbilikalis
sistol / diastol (S / D) rasio.
Kortisol serum ibu, trigliserida, kolesterol total, low-density lipoprotein (LDL), high density
lipoprotein (HDL), very Low density lipoprotein (VLDL), dan LDL / HDL rasio juga dievaluasi
sebelum dan sesudah Ramadhan. Hasil penelitian menunjukkan, tidak ada perbedaan signifikan
yang ditemukan antara kedua kelompok untuk usia janin, berat badan ibu, perperkiraan kenaikan
berat badan janin (EFWG), BPP janin, AFI, dan rasio arteri umbilikalis S / D.
7. Penurunan glukosa dan berat badan
Studi kohort dilakukan pada 81 mahasiswa Universitas Teheran of Medical Sciences saat
berpuasa. Dilakukan evaluasi berat badan, indeks massa tubuh (BMI), glukosa, trigliserida (TG),
kolesterol, lipoprotein densitas rendah (LDL), high density lipoprotein (HDL), dan Very Low
density lipoprotein (VLDL), sebelum dan sesudah Ramadhan. Studi ini menunjukkan bahwa
puasa Ramadhan menyebabkan penurunan glukosa dan berat badan. Meskipun ada penurunan
yang signifikan dalam frekuensi makan, peningkatan yang signifikan dalam LDL dan penurunan
HDL tercatat pada bulan Ramadhan. Tampaknya efek puasa Ramadhan pada tingkat lipid dalam
darah mungkin berkaitan erat dengan pola makan gizi atau respon kelaparan biokimia.
8. Pengaruh pada fungsi kelenjar gondok
Ketika berpuasa ternyata juga terbukti tidak berpengaruh pada fungsi kelenjar gondok manusia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kadar plasma tiroksin
(TS),tiroksin bebas, tironin triyodium dan hormon perangsang gondok (TSH) pada penderita
laki-laki yang berpuasa.
9. Pengaruh pada hormon virgisteron
Sedangkan pada penelitian hormon wanita tidak terjadi gangguan pada hormon virgisteron saat
melaksanakan puasa. Tetapi, 80% populasi penelitian menunjukkan penurunan hormon prolaktin.
Penelitian ini menunjukkan harapan baru bagi penderita infertilitas atau kemandulan wanita yang
disebabkan peningkatan hormon prolaktin. Sehingga saat puasa, wanita tetap berpeluang besar
untuk tetap pada kondisi subur.
10. Bermanfaat Bagi Jantung
Beberapa penelitian menyebutkan sebenarnya tidak terdapat perbedaan yang mencolok saat
berpuasa dibandingkan saat tidak berpuasa. Puasa Ramadhan tidak mempengaruhi secara drastis
metabolisme lemak, karbohidrat dan protein. Meskipun terjadi peningkatan serum uria dan asam
urat sering terjadi saat terjadi dehidrasi ringan saat puasa. Saat berpuasa ternyata terjadi
peningkatan HDL dan apoprotein alfa1. Penurunan LDL sendiri ternyata sangat bermanfaat bagi
kesehatan jantung dan pembuluh darah. Beberapa penelitian "chronobiological" menunjukkan
saat puasa Ramadhan berpengaruh terhadap ritme penurunan distribusi sirkadian dari suhu tubuh,

hormon kortisol, melatonin dan glisemia. Berbagai perubahan yang meskipun ringan tersebut
tampaknya juga berperan bagi peningkatan kesehatan manusia.
11. Memperbaiki dan merestorasi fungsi dan kinerja sel
Saat puasa terjadi perubahan dan konversi yang masif dalam asam amino yang terakumulasi dari
makanan, sebelum didistribusikan dalam tubuh terjadi format ulang. Sehingga, memberikan
kesempatan tunas baru sel untuk memperbaiki dan merestorasi fungsi dan kinerjanya. Pola
makan saat puasa dapat mensuplai asam lemak dan asam amino penting saat makan sahur dan
berbuka. Sehingga terbentuk tunas-tunas protein , lemak, fosfat, kolesterol dan lainnya untuk
membangun sel baru dan membersihkan sel lemak yang menggumpal di dalam hati. Jumlah sel
yang mati dalam tubuh mencapai 125 juta perdetik, namun yang lahir dan meremaja lebih
banyak lagi.
12. Sangat efektif meningkatkan konsentrasi urin dalam ginjal serta meningkatkan
kekuatan osmosis urin
Penghentian konsumsi air selama puasa sangat efektif meningkatkan konsentrasi urin dalam
ginjal serta meningkatkan kekuatan osmosis urin hingga mencapai 1000 sampai 12.000 ml
osmosis/kg air. Dalam keadaan tertentu hal ini akan memberi perlindungan terhadap fungsi
ginjal. Kekurangan air dalam puasa ternyata dapat meminimalkan volume air dalam darah.
Kondisi ini berakibat memacu kinerja mekanisme lokal pengatur pembuluh darah dan menambah
prostaglandin yang pada akhirnya memacu fungsi dan kerja sel darah merah.
13. Dalam keadaan puasa ternyata dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Penelitian menunjukkan saat puasa terjadi peningkatan limfosit hingga sepuluh kali lipat.
Kendati keseluruhan sel darah putih tidak berubah ternyata sel T mengalami kenaikkan pesat.
Pada penelitian terbaru menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar apo-betta, menaikkan kadar
apo-alfa1 dibandingkan sebelum puasa. Kondisi tersebut dapat menjauhkan serangan penyakit
jantung dan pembuluh darah.
14. Penurunan berbagai hormon salah satu rahasia hidup jangka panjang
Penelitian endokrinologi menunjukkan bahwa pola makan saat puasa yang bersifat rotatif
menjadi beban dalam asimilasi makanan di dalam tubuh. Keadaan ini mengakibatkan penurunan
pengeluaran hormon sistem pencernaan dan insulin dalam jumlah besar. Penurunan berbagai
hormon tersebut merupakan salah satu rahasia hidup jangka panjang.
15. Bermanfaat dalam pembentukan sperma
Manfaat lain ditunjukan dalam penelitian pada kesuburan laki-laki. Dalam penelitian tersebut
dilakukan penelitian pada hormon testoteron, prolaktin, lemotin, dan hormon stimulating folikel
(FSH), Ternyata hasil akhir kesimpulan penelitian tersebut puasa bermanfaat dalam pembentukan
sperma melalui perubahan hormon hipotalamus-pituatari testicular dan pengaruh kedua testis.
16. Bermanfaat untuk penderita radang persendian (encok) atau rematoid arthritis
Manfaat lain yang perlu penelitian lebih jauh adalah pengaruh puasa pada membaiknya penderita
radang persendian (encok) atau rematoid arthritis. Parameter yang diteliti adalah fungsi sel
penetral (netrofil) dan progresifitas klinis penderita. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa
terdapat korelasi antara membaiknya radang sendi dan peningkatan kemampuan sel penetral
dalam membasmi bakteri.
17. Memperbaiki hormon testoteron dan performa seksual

Dalam sebuah jurnal endokrin dan metabolisme dilaporkan penelitian puasa dikaitkan dengan
hormon dan kemampuan seksual laki-laki. Penelitian tersebut mengamati kadar hormon
kejantanan (testoteron), perangsang kantung (FSH) dan lemotin (LH). Terjadi perubahan kadar
berbagai hormon tersebut dalam tiap minggu. Dalam tahap awal didapatkan penurunan hormon
testoteron yang berakibat penurunan nafsu seksual tetapi tidak menganggu jaringan kesuburan.
Namun hanya bersifat sementara karena beberapa hari setelah puasa hormon testoteron dan
performa seksual meningkat pesat melebihi sebelumnya
18. Memperbaiki kondisi mental secara bermakna
Seorang peneliti diMoskow melakukan penelitian pada seribu penderita kelainan mental
termasuk skizofrenia. Ternyata dengan puasa sekitar 65% terdapat perbaikan kondisi mental
yang bermakna. Berbagai penelitian lainnya menunjukkan ternyata puasa Ramadhan juga
mengurangi risiko kompilkasi kegemukan, melindungi tubuh dari batu ginjal, meredam gejolak
seksual kalangan muda dan penyakit lainnya yang masih banyak lagi.
19. Peningkatan komunikasi psikososial baik dengan Allah dan sesama manusia
Manfaat puasa bagi kehidupan psikososial memegang peranan penting dalam kesehatan manusia.
Dalam bulan puasa terjadi peningkatan komunikasi psikososial baik dengan Allah dan sesama
manusia. Hubungan psikologis berupa komunikasi dengan Allah akan meningkat pesat, karena
puasa adalah bulan penuh berkah. Setiap doa dan ibadah akan berpahala berlipat kali
dibandingkan biasanya. Bertambahnya kualitas dan kuantitas ibadah di bulan puasa akan juga
meningkatkan komunikasi sosial dengan sesama manusia baik keluarga, saudara dan tetangga
akan lebih sering. Berbagai peningkatan ibadah secara langsung akan meningkatkan hubungan
dengan Pencipta dan sesamanya ini akan membuat jiwa lebih aman, teduh, senang, gembira,
puas serta bahagia.
20. Menurunkan adrenalin
Keadaan psikologis yang tenang, teduh dan tidak dipenuhi rasa amarah saat puasa ternyata dapat
menurunkan adrenalin. Saat marah terjadi peningkatan jumlah adrenalin sebesar 20-30 kali lipat.
Adrenalin akan memperkecil kontraksi otot empedu, menyempitkan pembuluh darah perifer,
meluaskan pembuluh darah koroner, meningkatkan tekanan darah arterial dan menambah volume
darah ke jantung dan jumlah detak jantung. Adrenalin juga menambah pembentukan kolesterol
dari lemak protein berkepadatan rendah. Berbagai hal tersebut ternyata dapat meningkatkan
resiko penyakit pembuluh darah, jantung dan otak seperti jantung koroner, stroke dan lainnya.
Berbagai kajian ilmiah melalui penelitian medis telah menunjukkan bahwa ternyata puasa
sebulan penuh saat bulan ramadhan bermanfaat sangat luar biasa bagi tubuh manusia. Sebaliknya
banyak penelitian menunjukkan bahwa puasa berbeda dengan starvasi biasa, secara umum tidak
akan mengganggu tubuh manusia. Dalam mencermati temuan ilmiah tersebut akan lebih diyakini
bahwa berkah kesehatan yang dijanjikan dalam berpuasa ternyata bukan sekedar teori dan opini.
Manfaat puasa bagi kesehatan sebagian telah terbukti secara ilmiah. Wajar saja, bahwa puasa
adalah saat yang paling dinantikan oleh kaum muslim karena memang terbukti secara ilmiah
menjanjikan berkah dan mukjizat dalam kesehatan manusia.

Ibadah puasa merupakan ibadah yang unik. Apalagi saat ini menjelang bulan Ramadhan dimana
umat muslim wajib melaksanakan ibadah puasa sesuai syariat. Puasa ialah menahan makan dan
minum serta hawa nafsu dari fajar hingga matahari tenggelam.
Ibadah puasa merupakan ibadah yang juga sangat bermanfaat bagi kesehatan. Banyak manfaat
yang dapat kita raih saat menjalankan ibadah puasa. Sebab dengan berpuasa kita dapat
mengistirahatkan organ pencernaan yang selama setahun bekerja sangat keras.

Nah, untuk mengetahui apa saja manfaat berpuasa bagi kesehatan penjelasan di bawah ini dapat
membantu anda mengetahui manfaat dalam berpuasa.
Berikut 10 Manfaat Puasa Bagi Kesehatan
1. Saat berpuasa ternyata terjadi peningkatan HDL and apoprotein alfa1, dan penurunan LDL
ternyata sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Beberapa the penelitian
"chronobiological" menunjukkan saat puasa ramadan berpengaruh terhadap ritme penurunan
distribusi sirkadian dari suhu tubuh, hormon kortisol, melatonin dan glisemia. Berbagai
perubahan yang meskipun ringan tersebut tampaknya juga berperanan bagi peningkatan
kesehatan manusia.
2. Keadaan psikologis yang tenang, teduh dan tidak dipenuhi rasa amarah saat puasa ternyata
dapat menurunkan adrenalin. Saat marah terjadi peningkatan jumlah adrenalin sebesar 20-30 kali
lipat. Adrenalin akan memperkecil kontraksi otot empedu, menyempitkan pembuluh darah
perifer, meluaskan pebuluh darah koroner, meningkatkan tekanan darah rterial dan menambah
volume darah ke jantung dan jumlah detak jantung. Adrenalin juga menambah pembentukan
kolesterol dari lemak protein berkepadatan rendah. Berbagai hal tersebut ternyata dapat
meningkatkan resiko penyakit pembuluh darah, jantung dan otak seperti jantung koroner, stroke
dan lainnya.
3. Jumlah sel yang mati dalam tubuh mencapai 125 juta perdetik, namun yang lahir dan
meremaja lebih banyak lagi. Saat puasa terjdi perubahan dan konversi yang massif dalam asam
amino yang terakumulasi dari makanan. Sebelum didistribusikan dalam tubuh terjadi format
ulang. Sehingga memberikan kesempatan tunas baru sel untuk memperbaiki dan merestorasi
fungsi dan kinerjanya. Pola makan saat puasa dapat mensuplai asam lemak dan asam amino
penting saat makan sahur dan berbuka. Sehingga terbentuk tunas-tunas protein , lemak, fosfat,
kolesterol dan lainnya untuk membangun sel baru dan membersihkan sel lemak yang
menggumpal di dalam hati.
4. Puasa bisa menurunkan kadar gula darah, kolesterol dan mengendalikan tekanan darah. Itulah
sebabnya, puasa sangat dianjurkan bagi perawatan mereka yang menderita penyakit diabetes,
kolesterol tinggi, kegemukan dan darah tinggi. Dalam kondisi tertentu, seorang pasien bahkan
dibolehkan berpuasa, kecuali mereka yang menderita sakit diabetes yang sudah parah, jantung
koroner dan batu ginjal. Puasa dapat menjaga perut yang penuh disebabkan banyak makan
adalah penyebab utama kepada bermacam-macam penyakit khususnya obesitas, hiperkolesterol,
diabetes dan penyakit yang diakibatkan kelebihan nutrisi lainnya.
5. Sedang di antara manfaat puasa ditinjau dari segi kesehatan adalah membersihkan usus-usus,
memperbaiki kerja pencernaan, membersihkan tubuh dari sisa-sisa dan endapan makanan,
mengurangi kegemukan dan kelebihan lemak di perut.
6. Termasuk manfaat puasa adalah mematahkan nafsu. Karena berlebihan, balk dalam makan
maupun minum serta menggauli isteri, bisa mendorong nafsu berbuat kejahatan, enggan
mensyukuri nikmat serta mengakibatkan kelengahan.
7. Penghentian konsumsi air selama puasa sangat efektif meningkatkan konsentrasi urin dalam
ginjal serta meningkatkan kekuatan osmosis urin hingga mencapai 1000 sampai 12.000 ml
osmosis/kg air. Dalam keadaan tertentu hal ini akan member perlindungan terhadap fungsi ginjal.
Kekurangan air dalam puasa ternyata dapat meminimalkan volume air dalam darah. Kondisi ini
berakibat memacu kinerja mekanisme local pengatur pembuluh darah dan menambah
prostaglandin yang pada akhirnya memacu fungsi dan kerja sel darah merah.
8. Dalam keadaan puasa ternyata dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Penelitian
menunjukkan saat puasa terjadi pengkatan limfosit hingga sepuluh kali lipat. Kendati
keseluruhan sel darah putih tidak berubah ternyata sel T mengalani kenaikkan pesat. Perubahan
aksidental lipoprotein yang berkepadatan rendah (LDL), tanpa diikuti penambahan HDL. LDL
merupakan model lipoprotein yang meberika pengaruh stumulatif bagi respon imunitas tubuh.
9. Pada pelitian terbaru menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar apobetta, menaikkan kadar
apoalfa1 dibandingkan sebelum puasa. Kondisi tersebut dapat menjauhkan seragan penyakit
jantung dan pembuluh darah.

10. Penelitian endokrinologi menunjukkan bahwa pola makan saat puasa yang bersifat rotatif
menjadi beban dalam asimilasi makanan di dalam tubuh. Keadaan ini mengakibatkan
pengeluaran hormon sistem pencernaan dan insulin dalam jumlah besar. Penurunan berbagai
hormon tersebut merupakan salah satu rahasia hidup jangka panjang.
- See more at: http://inti-kesehatan.blogspot.com/2013/06/10-manfaat-puasa-bagikesehatan.html#sthash.reqPHXaS.dpuf

Ini Alasan Mengapa Tubuh Butuh Puasa

Tak terasa bulan Ramadhan datang kembali dan umat Islam di seluruh penjuru dunia akan
melaksanakan ibadah puasa. Selain sebagai ibadah, berpuasa juga terbukti bermanfaat besar bagi
kesehatan tubuh. Apa saja manfaat kesehatan dari berpuasa?
Menurut The National Academy of Sciences, manfaat puasa bagi kesehatan diantaranya adalah
menambah ketahanan tubuh terhadap stres, meningkatkan sensitivitas insulin, mengurangi risiko
terkena berbagai penyakit, dan bahkan membuat awet muda dan panjang umur.
Penelitian jangka pendek pada beberapa subyek orang yang berpuasa menunjukkan manfaat
dalam penurunan berat badan (weight loss). Hal ini dimungkinkan karena terjadinya perbaikan
profil lipid darah, termasuk penurunan level LDL (kolesterol buruk) sehingga rasionya lebih
rendah daripada HDL (kolesterol baik).
Meski juga terjadi penurunan level HDL yang sangat sedikit secara statistik, namun hasil
tersebut akan memberi manfaat yang positif terhadap level obesitas seseorang yang sedang
menjalankan puasa.
Untungnya puasa Ramadhan hanya berlangsung sekitar 30 hari, karena menurut penelitian, puasa
lebih dari 30 hari dapat beresiko menimbulkan beberapa masalah kesehatan.
Manfaat Puasa bagi Kesehatan

Tanpa memandang dari segi agama, berikut adalah beberapa manfaat berpuasa bagi kesehatan
kita :

Membantu membakar lemak lebih banyak karena terjadi perubahan drastis


dalam pola asupan kalori sehingga dapat dimanfaatkan sebagai shock
therapy bagi metabolisme badan dalam membakar lemak lebih banyak.

Mengalihkan penggunaan glukosa ke lemak sebagai sumber energi secara


perlahan sehingga mencegah kerusakan otot. Penggunaan lemak untuk
energi akan membantu menurunkan berat badan, mempertahankan massa
otot, dan dalam jangka panjang akan mengurangi kadar kolesterol darah.

Penurunan berat badan dan meningkatnya sensitivitas insulin saat berpuasa


akan membantu dalam kontrol terhadap diabetes dan mengurangi tekanan
darah.

Sebagai proses detoksifikasi atau proses pengurangan kadar racun dari


dalam tubuh karena zat racun yang tersimpan lemak akan larut dan
dikeluarkan dari tubuh.

Meningkatkan kondisi mental, kewaspadaan, dan fokus karena beberapa


hormon tertentu seperti endorfin mengalami peningkatan dalam darah
setelah beberapa hari berpuasa.

Menghentikan atau setidaknya mengurangi berbagai kebiasaan buruk atau


pola hidup tidak sehat yang merugikan kesehatan seperti merokok,

mengonsumsi minuman beralkohol, menggunakan narkoba, begadang, dan


lain-lain. Jelas sekali menghentikan berbagai kebiasan yang merugikan
kesehatan tersebut akan membuat Anda lebih sehat, awet muda, dan
panjang umur.

Mengurangi dan mengendalikan nafsu makan yang berlebihan. Saat berbuka


puasa, Anda akan menyadari betapa sedikit saja mengonsumsi makanan dan
minuman sudah cukup membuat perut kenyang dan memuaskan napsu
makan Anda. Hal tersebut akan membuat Anda lebih bijak dalam
menentukan seberapa banyak porsi makan Anda termasuk setelah bulan
puasa berakhir.

Melatih kedisiplinan dalam pola hidup menjadi lebih sehat. Dengan berpuasa,
Anda belajar lebih disiplin kapan waktunya makan, tidur, dan beraktivitas.
Pengaturan disiplin waktu makan dan kebutuhan untuk beristirahat (tidur)
yang cukup agar dapat beraktivitas optimal di keesokan harinya akan
membuat pola hidup Anda lebih sehat.

Mencegah berbagai jenis penyakit kardiovaskular terkait kolesterol. Manfaat


ini diperoleh karena saat berpuasa terjadi perbaikan profil lipid darah,
termasuk penurunan level LDL (kolesterol buruk) sehingga rasionya lebih
rendah daripada HDL (kolesterol baik).

Puasa bagi Penderita Sakit Maag dan Diabetes

Menurut dr. Jeffry Tenggara, Sp.PD., internisdi MRCCC Siloam Hospital Semanggi dan
Hemato-Oncology residence FKUI-RSCM Jakarta, puasa akan menjadi hal yang cukup berat
bagi para penderita diabetes dan sakit maag, namun hal ini juga bukan merupakan suatu
halangan untuk berpuasa dengan beberapa catatan tentunya.
Bagi penderita sakit maag, tentukan dahulu apakah Anda termasuk penderita yang aman atau
tidak untuk ikut berpuasa. Penderita sakit maag organik tidak disarankan untuk berpuasa. Bagi
para penderita sakit maag non organik, yang terpenting adalah pengaturan makan yang tepat dan
penggunaan obat untuk menekan produksi asam lambung.
Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan bagi para penderita sakit maag yang akan
berpuasa menurut dr. Jeffry :
1. Konsumsi makanan tinggi serat dan dengan kadar indeks glikemik yang
rendah seperti nasi merah dan roti gandum pada saat buka dan sahur.
2. Pada saat berbuka, jangan langsung makan dalam porsi besar. Berbukalah
dengan makanan ringan atau buah dalam porsi kecil dan dilanjutkan dengan
makanan porsi lengkap setelah selesai sholat maghrib.
3. Jangan pernah melewatkan makan sahur dan makanlah dengan porsi
lengkap. Kebiasaan buruk yang terjadi adalah makan sahur sering terlewat
karena ketiduran atau sahur hanya dengan nasi dan mi instan saja.
4. Hindari makan yang berminyak dan berlemak karena justru mempercepat
pengosongan lambung dan mudah menjadi cepat lapar.
5. Hindari makanan yang terlalu manis saat sahur, karena akan memicu hormon
insulin berlebihan dan terjadi kondisi hipoglikemi (kadar gula rendah).
6. Hindari sayuran seperti kubis atau kol karena dapat meningkatkan produksi
gas dalam lambung.

Penderita diabetes yang sudah berusia lanjut (diatas 60 tahun) dan atau dengan komplikasi
penyakit jantung dan hipertensi juga tidak disarankan untuk berpuasa, namun tidak mutlak dan
melihat fakta kondisi fisik dan kesehatannya.

Sedangkan bagi diabetisi pengguna obat oral, perlu dilakukan penyesuaian dosis dan waktu
minum obat dengan waktu berpuasa. Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan bagi para
penderita diabetes yang akan berpuasa menurut dr. Jeffry :
1. Tidak boleh melewatkan makan saat berbuka dan sahur dengan alasan
apapun. Pola makan saat puasa adalah sama dengan pada saat tidak
berpuasa. Makan berlebihan saat berbuka dan melewatkan atau hanya
makan sahur sekedarnya berbahaya bagi diabetisi karena bisa menyebabkan
peningkatan dan penurunan gula darah secara drastis.
2. Saat berbuka, konsumsilah karbohidrat kompleks seperti nasi merah dengan
banyak serat dari sayuran atau buah kurma (bukan manisan kurma). Jangan
mengonsumsi karbohidrat sederhana seperti sirup atau kolak manis untuk
mencegah lonjakan gula darah.
3. Saat sahur, tidak disarankan makan sekadarnya seperti hanya mi instan atau
sepiring nasi goreng karena bisa berakibat tidak dapat mempertahankan gula
darah saat berpuasa. Namun juga tidak disarankan makan sahur berlebihan
karena bisa menyebabkan lonjakan gula darah yang akan membuat Anda
merasa lemas seharian.
4. Pengaturan obat penurun gula atau insulin. Untuk pengguna obat oral, dosis
disesuaikan dengan perubahan pola makan saat puasa. Untuk obat dosis
sekali sehari, minumlah saat berbuka dengan dosis yang sama. Untuk obat
dosis 2 kali sehari, dosis pertama diminum saat berbuka, lalu setengah dari
dosis kedua saat sahur. Untuk obat dosis 3 kali sehari, turunkanlah menjadi 2
kali sehari saat berbuka dan sahur. Bagi pengguna suntikan insulin sekali
sehari, suntikkan saat berbuka.Untuk dosis suntikan 2 kali sehari, dosis awal
diberikan penuh saat berbuka dan setengah dari dosis kedua saat sahur.

Kesimpulannya, berpuasa ternyata tidak hanya sekedar untuk menjalankan ibadah saja tetapi
telah terbukti bermanfaat bagi kesehatan. Jadi, selamat menjalankan ibadah puasa dan semoga
Anda semakin sehat! (aan)

Tips Puasa Aman Bagi Penderita Diabetes Melitus

1. Konsultasi dengan dokter terlebih dahulu, karena dengan konsultasi nantinya dokter akan
memberikan saran tentang bagaimana cara mengelola diabetes sepanjang bulan puasa. Diabetisi
diharapkan dapat berdiskusi dengan para dokter tentang kesulitan yang mereka hadapi saat masa
puasa sebelumnya dan cara mengatasinya. Dokter juga akan memberikan cara pengelolaan yang
harus dilakukan sehingga diabetisi dapat berpuasa dengan aman.
2. Pada saat menjalani ibadah puasa, tentunya akan terdapat perbedaan dalam hal jadwal
makan diabetisi. Selain itu juga terdapat kecenderungan perbedaan dalam hal pilihan jenis menu
makanan dan juga jumlahnya. Tentunya hal ini akan memerlukan penyesuaian regimen
pengelolaan diabetes.
3. Jenis makanan yang dikonsumsi haruslah diperhatikan. Sangat penting untuk tidak
melupakan pola makan sehat yang diterapkan pada asupan sehari-hari. Bukan berarti tidak
diperbolehkan untuk menikmati makanan spesial pada bulan istimewa ini, akan tetapi perhatikan
dari segi takaran/kuantitasnya dan pilihlah yang lebih sehat misalnya minumlah minuman yang
tidak mengandung gula dan makanlah buah-buahan dan sayur-sayuran dalam jumlah banyak.
4. Penyesuaian selain dalam hal pengaturan diet dan aktivitas fisik juga dalam hal dosis
obat/insulin serta yang penting adalah jadwal pemberian obat/insulin. Jadwal pemberian
obat/insulin biasanya disesuaikan dengan perubahan jadwal makan diabetisi pada bulan puasa.
5. Pada saat menjalani ibadah puasa maka kadar gula darah mungkin dapat mengalami
fluktuasi jika tidak dilakukan pengelolaan yang tepat. Pengukuran gula darah secara berkala
amat penting bagi diabetisi. Dengan cara itulah diabetisi dapat menghindari risiko terjadinya

penurunan kadar gula darah secara drastis (hipoglikemi) dan dapat segera mengetahui bila terjadi
peningkatan gula darah (hiperglikemi).
6. Kadar gula darah dapat turun/rendah (hipoglikemia) atau dapat meningkat/tinggi
(hiperglikemia). Jika saat puasa diabetisi mengalami hipoglikemi, maka puasa dapat dibatalkan,
karena hukum Islam juga menganjurkan agar tidak berpuasa jika dapat menimbulkan risiko bagi
kesehatan. Diabetisi perlu mengenal dengan baik gejala dan tanda dari hipoglikemia, seperti
lemas, lapar, berdebar-debar, keringat dingin dan bahkan bisa sampai tidak sadarkan diri.
7. Berlawanan dengan kondisi hipoglikemia, ada kemungkinan kadar gula darah akan
meningkat (hiperglikemia) jika pengelolaan tidak dilakukan secara tepat. Kenaikan gula darah
yang terlalu tinggi dapat menyebabkan kondisi krisis hiperglikemia seperti ketoasidosis diabetik
yang akan memerlukan perawatan di rumah sakit. Gejala ketoasidosis adalah merasa haus dan
berkemih dalam jumlah yang banyak. Jika seseorang sedang berpuasa dan tidak minum untuk
mengurangi rasa haus mereka, dehidrasi akan cepat terjadi dan harus mendapat perawatan di
rumah sakit.
8. Pada umumnya diabetisi yang terkontrol dengan baik diperbolehkan untuk berpuasa, namun
sekali lagi hal ini sebaiknya terlebih dahulu didiskusikan dengan dokter.

Diabetes Mellitus

Apa itu Diabetes Melitus?


Diabetes Melitus (DM) atau yang sering dikenal dengan penyakit kencing manis adalah kondisi
dimana tubuh seseorang mengalami gangguan dalam mengendalikan kadar glukosa darah.
Akibatnya, kadar glukosa darah meningkat (hiperglikemia) secara berkepanjangan (kronik).
Secara garis besar, Diabetes Melitus dikelompokkan menjadi dua tipe yaitu DM tergantung
insulin (DM tipe-1) dan DM tidak tergantung insulin (DM tipe-2). Sebagian besar kasus adalah
DM tipe-2 yang banyak ditemukan pada orang yang mengalami obesitas atau kegemukan akibat
pola hidup yang dijalaninya. Sementara, DM tipe-1 banyak dipengaruhi faktor keturunan, meski
kontribusi faktor keturunan terhadap risiko DM hanya sebesar 5%. Selain itu, terdapat DM yang
dikenal dengan DM gestasional yang terjadi selama masa kehamilan.

Apa penyebabnya ?

Diabetes Melitus terjadi karena kekurangan jumlah hormon insulin atau kurang sempurnanya
kerja insulin, yaitu hormon yang bertugas membawa glukosa (gula) darah ke dalam sel untuk
pembentukan energi.
Dalam keadaan sehat, tubuh kita akan menyerap glukosa dalam jumlah yang tepat dari makanan,
kemudian menyimpan sisanya. Glukosa tersebut diperlukan tubuh sebagai bahan bakar. Glukosa
yang diserap dari makanan akan diangkut ke seluruh tubuh melalui aliran darah, kemudian
diberikan ke sel-sel organ tubuh yang memerlukan dengan bantuan insulin (hormon yang
dihasilkan oleh pankreas). Bila jumlah glukosa berlebih, maka insulin membantu menyimpan
kelebihan glukosa tersebut di dalam organ hati dan otot (dalam bentuk glikogen), atau diubah
menjadi trigliserida yang disimpan di dalam jaringan penyimpan lemak (adiposa).
Insulin yang berikatan dengan reseptornya (seperti kunci dan anak kunci) dapat membuka pintu
masuknya glukosa ke dalam sel. Bila insulin tidak ada atau kerja insulin terganggu, maka
glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel tetapi berada dalam pembuluh darah sehingga
konsentrasi glukosa di dalam darah akan meningkat. Glukosa di dalam darah yang berlebihan
dapat menimbulkan berbagai masalah yang disebut komplikasi diabetes.

Apa saja gejala dan tandanya?


Gejala atau keluhan klasik DM :

Sering berkemih/kencing (poliuria),

Sering atau cepat merasa haus/dahaga (polidipsia),

Lapar yang berlebihan (polifagia),

Gejala lain :

Kehilangan berat badan yang tidak jelas penyebabnya

Kesemutan/mati rasa pada ujung saraf di telapak tangan dan kaki

Cepat lelah dan lemah

Mengalami gangguan penglihatan secara tiba-tiba

Apabila terjadi luka/tergores, penyembuhannya lambat

Mudah terkena infeksi terutama pada kulit

Siapa sajakah yang berisiko?


Orang yang memiliki risiko terkena DM adalah mereka yang telah berusia > 45 tahun atau
mereka yang berusia lebih muda tetapi mengalami kegemukan (Indeks Massa Tubuh > 23 kg/m2)
dan disertai dengan faktor risiko lain sebagai berikut:

Kebiasaan tidak aktif

Orang tua menyandang DM

Riwayat melahirkan bayi dengan berat lahir > 4 kg atau riwayat DM pada saat hamil
(DM gestasional)

Kadar kolesterol HDL <50 mg/dl

Penderita Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) atau keadaan klinis lain yang berhubungan
dengan resistensi insulin (gangguan fungsi insulin)

Riwayat toleransi glukosa terganggu (TGT) atau glukosa darah puasa terganggu (GDPT)

Riwayat penyakit jantung dan pembuluh darah

Mereka yang memiliki risiko DM dianjurkan melakukan pemeriksaan glukosa darah secara
berkala, setahun sekali atau sesuai dengan anjuran dokter. Bahkan akhir-akhir ini, para ahli
menganjurkan untuk menambahkan pemeriksaan HbA1c untuk mendeteksi kondisi prediabetes
dan juga untuk pemantauannya.

Bagaimana cara mendiagnosisnya?


Diagnosis DM dapat ditegakkan melalui tiga cara:
1. Jika ditemukan gejala klasik DM, dan hasil pemeriksaan glukosa darah sewaktu > 200
mg/dl. Glukosa sewaktu adalah hasil pemeriksaan sesaat pada suatu hari tanpa
memperhatikan waktu makan terakhir.
2. Pemeriksaan glukosa darah puasa 126 mg/dl dengan adanya keluhan klasik DM.
Puasa diartikan individu tidak mendapatkan kalori tambahan selama minimal 8 jam.
3. Pemeriksaan kadar gula plasma pada tes toleransi glukosa oral (TTGO) 200 mg/dl.
TTGO yang dilakukan dengan standar WHO, menggunakan beban glukosa yang setara
dengan 75 g glukosa anhidrus yang dilarutkan ke dalam air.

Terapi dan pengobatan apa yang diberikan?


Bila glukosa darah tidak dapat dikendalikan dengan pengaturan pola makan dan latihan fisik,
maka dilakukan intervensi farmakologi yaitu dengan memberikan obat-obatan oral penurun
kadar glukosa darah (hipoglikemik) dan bila diperlukan suntikan insulin.

Komplikasi dan Pencegahan


Penyandang DM yang tidak dapat mengendalikan kadar gula darahnya, berisiko mengalami
komplikasi yang bersifat akut maupun kronik :
1. Komplikasi akut dapat terjadi akibat kadar glukosa darah yang mendadak meningkat
dangat tinggi atau mendadak turun menjadi sangat rendah yang dapat menyebabkan
koma diabetes dan memerlukan perawatan gawat darurat
2. Komplikasi kronik terjadi akibat glukosa darah yang terus-menerus tinggi dalam jangka
waktu lama, sehingga menyebabkan terjadinya gangguan aliran darah, yang dapat
menyebabkan :
1. Stroke
2. Kebutaan
3. Penyakit Jantung Koroner

4. Penyakit Ginjal Kronik


5. Luka yang sulit sembuh

Dengan pengelolaan diabetes yang baik, komplikasi-komplikasi tersebut dapat dicegah dan
dihambat. Terdapat empat hal utama yang dapat dilakukan untuk mengendalikan kadar gula
darah:
1. Mengikuti pola makan sehat
2. Meningkatkan kegiatan jasmani/aktivitas fisik
3. Pengobatan yang sesuai
4. Melakukan pemantauan melalui pemeriksaan secara berkala
Bagaimana jika penderita Diabetes Melitus (DM) ingin berpuasa? Pastikan dulu bahwa
kadar gula darahnya stabil dalam tiga bulan terakhir. Pemeriksaan bisa melalui tes darah
yang disebut HbA1c (Hemoglobin A1c test) di laboratorium. Bila hasilnya kurang dari
6%, artinya kadar gula darah cukup stabil, sehingga termasuk aman untuk berpuasa.
Selain itu, penderita DM juga harus bisa memastikan bahwa asupan kalorinya terpenuhi
dalam satu hari, tidak kurang, namun juga tidak lebih.
Lalu apa untungnya bagi penderita DM jika berpuasa? Pola makan yang lebih teratur dan
asupan kalori yang relatif sama dari hari ke hari akan membuat kadar gula darah yang
biasanya naik-turun akan menjadi lebih stabil.
Komposisi diet yang seimbang dalam satu hari bagi penderita DM adalah karbohidrat
60%, protein hewani 25%, dan lemak 15%. Asupan karbohidrat sebaiknya 25% buah,
35% makanan seperti roti, nasi, kentang. Roti, nasi, atau kentang bisa dikonsumsi 10%
setelah tarawih, dan 25% pada saat sahur.
Pada penderita DM berat yang sudah menjalani suntikan insulin, sebelum mulai berpuasa
sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter agar insulinnya diganti dengan kombinasi
antara short dan intermediate-acting. Karena biasanya insulin yang dipakai sehari-hari
adalah long-acting, yang baru bereaksi maksimal 10 jam sesudah disuntikkan. Namun
penderita DM berat yang memakai suntik insulin biasanya tidak dianjurkan untuk
berpuasa.
Kunci pola makan atau diet pengidap DM adalah pengaturan jumlah kalori yang masuk
ke dalam tubuh. Jenis makanannya bebas dan tidak ada yang harus dipantang. Namun
kebutuhan kalori setiap orang, tergantung dari usia, jenis kelamin, berat badan, dan
aktivitasnya. Garis besarnya: pasien kurus perlu 2300-2500 kalori, normal perlu 17002100 kalori, dan gemuk perlu 1300-1500 kalori.
Saat berbuka, Anda boleh minum teh manis dengan gula diet, atau makan salad buah,
jus/smoothie pisang-stroberi, atau ta'jil, seperti kurma atau kolak pisang dengan gula diet.
Setelah itu minum obat, jika memang harus mengonsumsi obat dari dokter, karena obat
harus dikonsumsi 30 menit sebelum makan besar.
Setelah salat magrib, Anda bisa menyantap hidangan utama, yang terdiri dari 100-150
gram nasi, sayuran, protein hewani seperti daging 50-60 gram, dan protein nabati 50
gram.
Usai tarawih, antara pukul 21.00-22.00, sebaiknya makan camilan yang mengenyangkan
misalnya sandwich, singkong rebus, atau ubi rebus. Dengan jadwal makan seperti ini,
diharapkan kalori masuk secara bertahap sehingga keseimbangan gula darah tidak akan
melonjak drastis.

Pada saat sahur, selain hidangan utama seperti nasi dan lauk-pauk, jangan lupa
menyantap buah. Hindari ketan dan mi, juga sayuran yang mengandung gas seperti kol.
Pengidap DM cenderung mengalami gangguan pada saluran cernanya yaitu
kerongkongan. Sehingga jika mengonsumsi makanan yang bergas bisa menyebabkan
aliran makanan ke lambung tersendat dan perut terasa mual.

Ibu Hamil Berpuasa, BOLEHKAH?


Shaum di bulan Ramadhan adalah kewajiban bagi setiap Muslim yang beriman. Setiap Muslim
diwajibkan menahan lapar dan haus mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Meski
begitu, ajaran Islam memberi keringanan bagi umatnya yang tak mampu menunaikan ibadah
shaum di bulan Ramadhan. Perempuan hamil dan ibu menyusui, misalnya, diperbolehkan untuk
tak berpuasa di bulan Ramadhan.
Hal itu sesuai dengan hadis Rasulullah SAW, Sesungguhnya, Allah memberi keringanan
kepada usafir/yang sedang dalam perjalanan boleh tidak berpuasa dan qashar/jama shalat, dan
bagi perempuan hamil dan menyusui untuk tidak berpuasa. (HR Al-Nasai dan Ibnu Majah).
Lantaran memilih tidak berpuasa, kebanyakan ulama fikih emosisikan pe rempuan hamil dan
menyusui seperti orang dalam keadaan sakit sehingga, berdasarkan QS al-Baqarah [2]: 184, ia
hanya berkewajiban menggantinya (qad ha) di
hari lain sebanyak hari yang di tinggalkan (faiddatun min ayymin ukhar).
Meski begitu, ada pula ibu hamil yang memilih untuk berpuasa di bulan Ramadhan. Masrurah
(28) termasuk perempuan yang yang memilih tetap puasa saat hamil. Saat mengandung anak
pertamanya, beberapa tahun lalu, wanita asal Lamongan, Jawa Timur, ini tetap berpuasa di bulan
Ramadhan. Saat itu, usia kandungannya memasuki bulan ketiga.
Awalnya, ia sempat ragu untuk berpuasa karena usia janinnya masih sangat muda, atau biasa
disebut hamil muda. Waktu periksa terakhir sebelum Ramadhan, dokter juga melarang untuk
puasa, ujarnya.
Ruroh mengaku, kondisinya saat itu memang sedang tak stabil. Ia terkadang mual tetapi tak ingin
muntah, namun terkadang muntah dan mengeluarkan sedikit cairan hijau pahit. Di tambah lagi,
kepalanya mendadak sering pusing, bahkan makanan apa pun menjadi tak menarik untuknya.
Perutnya enggan menerima makanan yang masuk.
Keadaan itu tak membuatnya menyerah dan tetap berpuasa. Saya tetap puasa, tapi tidak bilang
dokter, sedikit berbohong, tuturnya seraya tersenyum.
Ruroh bercerita, setiap dokter kan dungannya bertanya tentang berpuasa atau tidak, ia selalu
menjawab tidak. Walau demikian, saat diperiksa dokter, janinnya selalu dinyatakan sehat,
normal, dan memiliki perkembangan bagus.
Lalu, secara medis, bolehkah ibu hamil berpuasa di bulan Ramadhan? Menurut dokter ahli
kandungan dr Alvin Setiawan SpOG, sebenarnya tak masalah jika ibu hamil berpuasa, asalkan
usia kandungan telah berada di trimester kedua dan ketiga atau sekitar 14 minggu ke atas. Puasa
itu kan hanya mengubah pola makan dari siang ke malam, jadi tubuh tetap mendapat nutrisi,
tuturnya.
Ia mengimbau agar ibu hamil dengan usia kandungan di bawah 14 minggu atau masih di
trimester pertama agar tak berpuasa. Pada usia itu, kondisi janin belum stabil serta masih
memerlukan banyak nutrisi. Sebaliknya, bila janin semakin matang, tubuh pun dapat lebih
menyesuaikan diri saat puasa, paparnya.

Hal senada juga diungkapkan dokter spesialis obstetri dan ginekologi RSCM Dwiana Ocviyanti.
Menurut dia, pada saat kandungan berada dalam usia trimester kedua atau sudah enam bulan, ibu
hamil boleh-boleh saja berpuasa. Yang riskan itu jika usia kandungan masih dalam trimester
pertama, ujar Dwiana.
Dokter yang mengenakan kerudung ini menyarankan agar ibu hamil yang janinnya masih muda,
yang berarti baru tiga bulan pertama, lebih baik tidak nekat menjalankan puasa. Dalam kondisi
hamil muda itu, sang ibu perlu menerapkan pola makan khusus, yaitu sedikit-sedikit tetapi
sering. Namun, setiap porsi makannya harus kecil atau mungkin hanya sekadar ngemil.
Sebaiknya, satu jam sekali makan, ujar Dwiana.
Nah, ketika menjalankan puasa, tentu pola makan ini tidak bisa diterapkan karena justru tubuh
tak akan men dapatkan asupan makanan dalam waktu yang lama.
Akibatnya, nanti tubuh sang ibu akan menjadi lemah sehingga kesehatan janin yang pasokan
nutrisinya tergantung pada kondisi ibunya dapat terganggu.
Meski tubuhnya kuat dan mampu menjalankan puasa, dalam masa kehamilan muda ini hormon
kehamilan atau yang dikenal dengan beta-HCG sedang memberikan pengaruh yang kuat bagi
tubuh ibu hamil. Hormon ini yang kerap membuat ibu mual, kembung, dan lemas.
Jika tetap menjalankan puasa saat asupan makanan dan terutama cairan berkurang, akan
membuat kondisi sang ibu semakin parah. Kurang cairan membu at ibu hamil jarang buang air
kecil sehingga kadar hormon kehamilan di dalam darah akan meningkat secara drastis.
Kondisi mual-mual ini pun akan semakin parah dan membuat tubuh lemas, bahkan tak sedikit
pasien yang ditemuinya pingsan akibat dampak hormon ini.
Kadar hormon beta-HCG itu akan menurun dengan sendirinya ketika kehamilan memasuki
trimester kedua atau usia kehamilan mencapai enam bulan. Pertumbuhan janin juga semakin
stabil di usia tersebut sehingga ibu hamil yang memang tubuhnya mampu dan kuat menjalankan
puasa biasanya diperbolehkan.
Namun, kembali Dwiana menggarisbawahi satu kondisi yang sangat tidak dibolehkan berpuasa
bagi ibu hamil, yaitu jika berat badan sang ibu hamil tidak meningkat atau bahkan menurun.
Menurutnya, jika puasa tetap dilanjutkan, itu akan membahayakan kondisi janin dan kesehatan
sang ibu.
Ibu hamil yang menderita penyakit kronis juga perlu mengonsultasikan diri kepada dokter,
terutama ibu hamil yang menderita hipertensi, gangguan sistem pencernaan, diabetes melitus,
serta sering mengalami pendarahan (flek).
Dr Alvin menambahkan, semua ibu hamil yang kandungannya telah memasuki trimester kedua
dan akan berpuasa harus memperhatikan persiapan sebelum puasa. Itu berarti, menu makanan
ibu hamil saat sahur harus disesuaikan. Dr Alvin meminta agar ibu hamil mem perbanyak
konsumsi sayur dan buah serta minum susu khusus wanita hamil pada bulan Ramadhan.
Pilih makanan yang bergizi dengan komposisi yang seimbang, banyak mengandung protein dan
mineral, seperti zat seng dan vitamin C. Jika perlu, minum suplemen vitamin dan mineral
prenatal.

Buah Kurma yang Identik dengan Masyarakat Arab ini merupakan buah dari pohon
jenis Palma, dalam bahasa arab di kenal dengan nama Tamr dan dalam bahasa
Latin buah Kurma memilki nama Latin Phoenix dactylifera, Untuk asal Muasal dari
pohon kurma tidak di ketahui secara pasti di mana pohon ini berasal namun banyak
yang meyakini jika Pohon Kurma ini berasal dari Tanah sekitaran sungai Efert dan
Juga Sungai Nil, Buah Kurma memiliki Kandungan Gula 80% selebihnya
mengandung Protein, Lemak, Mineral dan Juga Temaga, Magensium, Besi dan Asam
Folat, Buah Kurma Kaya akan Serat, sehingga Nabi Menganjurkan Untuk
Mengkonsumsi Buah Kurma ketika akan Berbuka Puasa, Maka dari itu saya mencoba

untuk Meberikan Artikel Manfaat Buah Kurma pada kesempatan kali ini untuk
teman-teman semua.
Saat ini Buah kurma dapat kita temukan di Super market atau pun di pasar buah
yang biasanya menjual buah kurma ini, Jadi Mari sekarang kita melihat 12
Kandungan Buah kurma yang berguna untuk Kesehatan tubuh manusia, silahkan
baca di bawah ini.
1. Kalsium merupakan mineral penting dalam pembentukan tulang dan gigi, dan
dibutuhkan oleh tubuh untuk kontraksi otot, penggumpalan darah dan
konduksi impuls saraf.
2. Mangan digunakan oleh tubuh sebagai unsur pendukung untuk enzim
antioksidan superoksida dismutase.
3. Tembaga diperlukan dalam produksi sel darah merah.
4. Magnesium sangat penting bagi pertumbuhan tulang.
5. Kurma kaya akan vitamin K dan vitamin B-kompleks, yaitu piridoksin (vitamin
B-6), niacin, asam pantotenat dan riboflavin. Vitamin ini membantu tubuh
dalam metabolisme karbohidrat, protein dan lemak. Vitamin K sangat penting
dalam pembekuan darah dan metabolisme tulang.
6. Kaum Arab Badui, yang makan kurma secara teratur, menunjukkan tingkat
kejadian yang sangat rendah dari kanker dan penyakit jantung.
7. Buah kurma kaya serat yang mencegah penyerapan kolesterol LDL dalam
usus. Kandungan serat kurma juga membantu melindungi selaput lendir usus
dengan mengurangi paparan dan mengikat bahan kimia yang menyebabkan
kanker usus besar.
8. Sebagai makanan laksatif (laxative food), kurma bermanfaat melancarkan
buang air besar dan mencegah konstipasi.
9. Kurma mengandung antioksidan yang dikenal sebagai tanin. Tanin diketahui
bersifat anti-infeksi, anti-inflamasi dan anti-hemoragik.
10.Kurma adalah sumber vitamin A, yang dikenal memiliki sifat antioksidan dan
sangat penting untuk kesehatan mata. Vitamin A juga diperlukan menjaga
kulit tetap sehat. Konsumsi buah-buahan alami yang kaya akan vitamin A
diketahui membantu melindungi dari kanker paru-paru dan rongga mulut.
11.Kurma merupakan sumber zat besi yang sangat baik. Besi adalah komponen
dari hemoglobin di dalam sel darah merah yang menentukan daya dukung
oksigen darah.
12.Kalium dalam kurma adalah komponen penting dari sel dan cairan tubuh
yang membantu mengendalikan denyut jantung dan tekanan darah, sehingga
memberikan perlindungan terhadap penyakit jantung koroner dan stroke.

Tips Berpuasa Selama Hamil. Selama ibu hamil telah dilakukan pemeriksaan dan dinyatakan
sehat dan telah dikonsultasikan dengan ahlinya, maka ibu hamil diperbolehkan untuk melakukan
puasa khususnya selama bulan ramadhan. Ibu hamil tentunya dalam menjalankan puasa akan
sangat berbeda ketika tidak sedang hamil, diperlukan kiat-kiat khusus agar puasa yang sedang
dijalankan benar-benar menjadi sebuah ibadah nan barokah dan juga tetap menjadikan
kandungan yang sedang dijalani senantiasa sehat. Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan
oleh ibu hamil selama berpuasa:
Saat Sahur

- Ketika sahur, pilih makanan yang mengandung protein dan lemak dalam jumlah cukup. Kedua
jenis zat gizi ini dapat bertahan lebih lama di pencernaan sehingga memperlambat rasa lapar di
siang hari. Sebaiknya ibu hamil banyak mengkonsumsi daging. Daging adalah makanan yang
mengandung kalori dan protein sangat tinggi yang bisa disimpan tubuh dalam waktu cukup lama.
- Upayakan juga makanan yang kaya vitamin C dan mineral seng (zinc) untuk menjaga vitalitas
tubuh.
- Jangan mengonsumsi makanan manis saat sahur agar tubuh tidak lemas dan cepat merasa lapar
akibat insulin shock.
- Sebaiknya hingga waktu sahur habis, usahakan minum air putih sebanyak-banyaknya. Jika bisa
minum air putih selama sehari itu sebanyak dua liter. Dan ditambah dengan segelas susu hangat.
Minum segelas susu setiap sahur bisa mengurangi ancaman anemia bagi ibu hamil.
Saat Berpuasa

- Jalani puasa dengan niat dan tekad yang bulat dan ikhlas agar hari-hari berpuasa terasa ringan
dan membahagiakan meski sedang hamil.
- Cukup istirahat. Bila memungkinkan sediakan lebih dari porsi istirahat sebelumnya.
- Kurangi porsi aktivitas yang membutuhkan energi ekstra, misalnya aktivitas di lapangan atau
pikiran yang berat-berat. Sedapat mungkin hindari stres dan
buang jauh kebiasaan/dorongan untuk marah.
- Segera batalkan puasa jika ibu hamil mengalami:
a. Muntah-muntah lebih dari 3 kali yang dikhawatirkan menyebabkan terjadinya dehidrasi.
b. Mengalami diare yang diikuti rasa mulas dan melilit
c. Mimisan yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah pertanda kondisi tubuh sudah tidak
stabil
d. Lemas, pusing diikuti dengan mata yang berkunang-kunang pertanda hipoglikemia
dikhawatirkan janin mengalami kekurangan gizi.
e. Mengalami keringat berlebih khususnya keringat dingin pertanda bahwa tubuh bahwa kondisi
fisik ibu hamil sudah tidak kuat lagi untuk berpuasa
Saat Berbuka

- awali berbuka dengan minuman hangat dan manis untuk meningkatkan kadar gula darah, tetapi
ibu hamil juga harus tetap membatasi makanan dan minuman yang manis. Hindari minuman
dingin karena dapat menurunkan kerja lambung.
- Kemuadian ibu hamil dapat melanjutkan dengan menyantap makanan yang mengandung
karbohidrat simpleks sehingga lebih mudah diserap tubuh, seperti kolak atau kurma.
- Setelah salat magrib, makanlah dengan porsi lebih besar, tapi jangan langsung kalap. Makan
dalam jumlah besar bisa membuat tubuh Anda lemas. Karena itu, makan secukupnya saja.
Sehabis salat tarawih, usahakan untuk makan walau hanya sedikit.
- Sebelum tidur, untuk memproses produksi ASI, cobalah makan makanan ringan dengan
minuman hangat.

Puasa Ramadhan hukumnya wajib bagi setiap muslim, termasuk juga ibu hamil dan menyusui.
Alhamdulillah, Islam memberikan kelonggaran bagi ibu hamil dan menyusui untuk tidak
berpuasa dengan berpuasa di lain waktu dan membayar fidyah. Pada saat Ramadhan, kita rata rata berpuasa 14 jam, dan tubuh masih dapat mengkompensasi kekurangan saat berpuasa tersebut
pada saat berbuka sampai dengan waktu sahur.
Walaupun ibu tidak makan selama 14 jam, komposisi ASI nya tidak akan berubah atau berkurang
kualitasnya dibandingkan saat tidak berpuasa. Sebab, tubuh akan melakukan mekanisme
kompensasi dengan mengambil cadangan zat-zat gizi, yaitu energi, lemak dan protein serta
vitamin dan mineral, dari simpanan tubuh. Begitu ibu berbuka, tubuh akan mengganti cadangan
zat-zat gizi tadi, sehingga ibu tidak akan kekurangan zat gizi untuk memenuhi aktifitas serta
mempertahankan kesehatan tubuhnya. Komposisi ASI baru akan berkurang pada ibu yang
menderita kurang gizi berat, sebab tidak ada lagi cadangan zat gizi yang dapat memasok
kebutuhan produksi ASI yang lengkap.
Namun, sangat dianjurkan pada para ibu yang masih menyusui eksklusif (usia bayi kurang dari 6
bulan) untuk menunda berpuasa atau tidak berpuasa. Agama Islam pun memberi keringanan bagi
para ibu menyusui untuk tidak berpuasa selama Ramadhan. Sebab pada masa menyusui
eksklusif, ASI adalah satu-satunya asupan cairan dan gizi bagi bayi. Pada masa ini, metabolisme
tubuh ibu bekerja dengan giat untuk terus menerus memproduksi ASI dengan komposisi yang
lengkap
Bila memutuskan untuk menjalankan puasa Ramadhan, mungkin tips berikut dapat bermanfaat:
Asupan menu dengan gizi seimbang

Ibu yang sedang menyusui memang membutuhkan tambahan sekitar 700 kalori perhari, 500
kalori diambil dari makanan ibu dan 200 kalori diambil dari cadangan lemak dalam tubuh ibu.
Oleh karena itu, penting bagi ibu menyusui yang sedang berpuasa untuk tetap mempertahankan
pola makan 3x sehari dengan menu gizi seimbang. Pada saat sahur, ketika berbuka puasa dan
menjelang tidur sesudah shalat tarawih. Makan sahur akan menghasilkan energi yang berguna
untuk aktivitas kita hari itu. Komposisi makanan dengan gizi berimbang akan menghasilkan sari
makanan yang bagus untuk anak.
Perbanyak konsumsi cairan

mulai dari berbuka hingga sahur. Jika bisa minum air putih selama sehari itu sebanyak dua liter,
ditambah dengan jenis cairan lainnya seperti juice buah, air madu dan susu. Minum segelas susu
setiap sahur bisa mengurangi ancaman anemia bagi ibu hamil dan menyusui. Berbuka puasa
dengan minum minuman hangat, akan merangsang kelancaran ASI bagi ibu menyusui.
Istirahat yang cukup

Merasa lemas saat berpuasa itu hal yang lumrah, apalagi jika si ibu baru saja menyusui. Cobalah
untuk beristirahatlah sejenak, apakah dengan cara tidur atau sekadar relaks menenangkan
pikiran. Perlu ibu menyusui ketahui, bahwa semakin sering payudara dihisap oleh bayi, maka
produksi ASI akan semakin banyak. Jadi, bila selama puasa ibu tetap rajin menyusui, ASI akan
tetap lancar.
Tetap tenang dan percaya diri

Ibu hendaknya tetap tenang beribadah dan percaya diri terus menyusui, jangan merasa khawatir
ASInya akan berkurang, sebab rasa cemas tersebut justru akan menghalangi kerja hormon
Oksitosin mengeluarkan ASI dari payudara, sehingga akan nampak seolah-olah ASI ibu
berkurang. Ingatlah bahwa menyusui pun juga ibadah.

Meminum madu, kurma dan habbtussauda

Dengan meminum madu, kurma dan habbatussauda, diharapkan kuantitas dan kualitas ASI tetap
terjaga, karena madu, kurma dan habbatussauda merupakan vitamin alami dan komposisinya
lengkap.
Ibu bekerja

Jika ibu bekerja, sebaiknya tetap memerah ASI di tempat kerja, karena jika ASI tidak dikeluarkan
maka produksi ASI akan menurun. Bila ibu memiliki aktifitas yang cukup tinggi selama
Ramadhan, mungkin perlu dipertimbangkan untuk tidak berpuasa bila si kecil masih menyusu,
sebab dalam agama Islam pun ada keringanan bagi ibu yang menyusui.