Anda di halaman 1dari 75

PENDIDIKAN EKONOMI KOPERASI | SEMESTER IV

NAMA:
ARMITA PUANSALAING

NIM:
11 312 460

KELAS:
PEND.EKONOMI KOPERASI

Ekonomi koperasi | Fakultas ekonomi | universitas negeri manado

KL

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah menuntun
saya,sehingga boleh dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik.
Makalah ini saya susun dengan tujuan agar pembaca dapat mengetahui materi-materi yang
akan di pelajari dalam mata kuliah Ekonomi Pembangunan dan bisa menambah wawasan kita
atau pengetahuan kita tentang Pembangunan yang boleh terjadi di negara kita.
Makalah ini disusun berdasarkan pengamatan dari beberapa sumber. Dalam saya
menyusun makalah ini ada berbagai rintangan atau tantangan yang saya temui. Secara
manusia saya merasa tidak mampu menyelesaikan makalah ini, tetapi karena Pertolongan
Tuhan maka boleh menyelesaikan makalah ini dengan baik.
Saya juga berterima kasih teman-teman dari tiap kelompok yang sudah memberikan
materi sebagai bahan untuk pembuatan makalah ini dan semua pihak yang dapat mendukung
saya dalam menyelesaikan makalah ini.
Semoga makalah yang saya susun ini, dapat memberi manfaat dan wawasan yang luas
bagi pembaca walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekeurangan. Saya mohon
untuk saran dan kritiknya. Terima kasih.
Tuhan Yesus Memberkati.

Tondano, Mei 2013

Armita Puansalainag

Page

KL

DAFTAR ISI

Kata Pengantar.................................................................2
Daftar Isi..........................................................................3
Bab 1 Pendahuluan
Bab II Pembahasan
Kelompok 1:
a. Sejarah Ekonomi Pembangunan
b. Pertumbuhan Ekonomi
c. Pembangunan Ekonomi
Kelompok 2:
a. Ciri-ciri Negara Berkembang
b. Pendapatan Nasional
Kelompok 3:
a. Sumber daya Alam dan Manusia dalam Pembangunan
Kelompok 4:
a. Beberapa teori besar tentang Pembangunan
b. Teori Pembangunan dalam kaitannya dengan Investasi
Kelompok 5:
a. Modal dan
b. Perubahan teknologi terhadap Pembangunan
Kelompok 6:
a. Kebijakan Pembangunan Ekonomi dalam sistem Demokrasi

BAB 1
PENDAHULUAN
Page

KL

Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan
menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidak-seimbangan antara
kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya
terbatas. Permasalahan itu kemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan (Ingg: scarcity).
Kata ekonomi sendiri berasal dari kata Yunani, ? (oikos) yang berarti
keluarga, rumah tangga dan (nomos), atau peraturan, aturan, hukum, dan secara
garis besar diartikan sebagai aturan rumah tangga atau manajemen rumah tangga.
Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan
konsep ekonomi dan data dalam bekerja.
Secara umum, subyek dalam ekonomi dapat dibagi dengan beberapa cara, yang paling
terkenal adalah mikroekonomi vs makroekonomi. Selain itu, subyek ekonomi juga bisa dibagi
menjadi positif (deskriptif) vs normatif, mainstream vs heterodox, dan lainnya. Ekonomi juga
difungsikan sebagai ilmu terapan dalam manajemen keluarga, bisnis, dan pemerintah. Teori
ekonomi juga dapat digunakan dalam bidang-bidang selain bidang moneter, seperti misalnya
penelitian perilaku kriminal, penelitian ilmiah, kematian, politik, kesehatan, pendidikan,
keluarga dan lainnya. Hal ini dimungkinkan karena pada dasarnya ekonomi- seperti yang
telah disebutkan di atas adalah ilmu yang mempelajari pilihan manusia.

BAB II
PEMBAHASAN

Page

KL

A. SEJARAH EKONOMI PEMBANGUNAN


Adam

Smith

sering

disebut

sebagai

yang

pertama

mengembangkan

ilmu ekonomi pada abad 18 sebagai satu cabang tersendiri dalam ilmu pengetahuan. Melalui
karya besarnya Wealth of Nations, Smith mencoba mencari tahu sejarah perkembangan
negara-negara di Eropa. Sebagai seorang ekonom, Smith tidak melupakan akar moralitasnya
terutama yang tertuang dalam The Theory of Moral Sentiments. Perkembangan sejarah
pemikiran ekonomi kemudian berlanjut dengan menghasilkan tokoh-tokoh seperti Alfred
Marshall, J.M. Keynes, Karl Marx, hingga peraih hadiah Nobel bidang ekonomi tahun 2006,
Edmund Phelps.
Secara garis besar, perkembangan aliran pemikiran dalam ilmu ekonomi diawali oleh
apa yang disebut sebagai aliran klasik. Aliran yang terutama dipelopori oleh Adam Smith ini
menekankan adanya invisible hand dalam mengatur pembagian sumber daya, dan oleh
karenanya peran pemerintah menjadi sangat dibatasi karena akan mengganggu proses ini.
Konsep invisble hand ini kemudian direpresentasikan sebagai mekanisme pasar melalui harga
sebagai instrumen utamanya.
Aliran klasik mengalami kegagalannya setelah terjadi Depresi Besar tahun 1930-an
yang menunjukkan bahwa pasar tidak mampu bereaksi terhadap gejolak di pasar saham.
Sebagai penanding aliran klasik, Keynes mengajukan teori dalam bukunya General Theory of
Employment, Interest, and Money yang menyatakan bahwa pasar tidak selalu mampu
menciptakan keseimbangan, dan karena itu intervensi pemerintah harus dilakukan agar
distribusi sumber daya mencapai sasarannya. Dua aliran ini kemudian saling bertarung
dalam dunia ilmu ekonomi dan menghasilkan banyak varian dari keduanya seperti: new
classical, neo klasik, new keynesian, monetarist, dan lain sebagainya.

B. PEMBANGUNAN EKONOMI

Page

KL

Pembangunan ekonomi adalah suatu

proses kenaikan pendapatan total dan

pendapatan perkapita dengan memperhitungkan adanya pertambahan penduduk dan disertai


dengan perubahan fundamental dalam struktur ekonomi suatu negara dan pemerataan
pendapatan bagi penduduk suatu negara.
Pembangunan ekonomi tak dapat lepas dari pertumbuhan ekonomi (economic
growth); pembangunan ekonomi mendorong pertumbuhan ekonomi, dan sebaliknya,
pertumbuhan ekonomi memperlancar proses pembangunan ekonomi.
C. PERTUMBUHAN EKONOMI
Yang dimaksud dengan pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan kapasitas
produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional.
Suatu negara dikatakan mengalami pertumbuhan ekonomi apabila terjadi peningkatan GNP
riil di negara tersebut. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan
pembangunan ekonomi.

EKONOMI PEMBAGUNAN
Ekonomi Pembangunan adalah suatu bidang studi dalam ilmu ekonomi yang
mempelajari tentang masalah masalah ekonomi di Negara negara berkembang dan
kebijakan kebijakan yang perlu di lakukan

untuk mewujudkan pembangunan

ekonomi.Dengan demikian pada dasarnya ekonomi pembangunan menganalisis tentang


berbagai masalah ekonomi yang dihadaqpi Negara berkembang.Berbagai kebijakan yang
perlu di lakukan untuk mengatasi masalah dan mempercepat tingkat pembangunan ekonomi.
PERBEDAAN
A. Pertumbuhan ekonomi
1) Merupakan proses naiknya produk per kapita dalam jangka panjang.
2) Tidak memperhatikan pemerataan pendapatan.
3) Tidak memperhatikan pertambahan penduduk
4) Belum tentu dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat.
5) Pertumbuhan ekonomi belum tentu disertai dengan pembangunan ekonomi
6) Setiap input dapat menghasilkan output yang lebih banyak
7) Kenaikan GDP tanpa memandang tingkat pertambahan penduduk dan perubahan
struktur organisasi ekonomi.
8) Pertumbuhan ekonomi untuk menyatakan perkembangan ekonomi negara maju.
B. Pembangunan ekonomi
1) Merupakan proses perubahan yang terus menerus menuju perbaikan termasuk usaha
meningkatkan produk per kapita.
Page

KL

2) Memperhatikan pemerataan pendapatan termasuk pemerataan pembangunan dan


3)
4)
5)
6)

hasil-hasilnya.
Memperhatikan pertambahan penduduk.
Meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Pembangunan ekonomi selalu dibarengi dengan pertumbuhan ekonomi.
Setiap input selain menghasilkan output yang lebih banyak juga terjadi perubahan

perubahan kelembagaan dan pengetahuan teknik.


7) Peningkatan pendapatan perkapita masyarakat pertambahan GDP > tingkat
pertambahan penduduk.
8) Peningkatan GDP dibarengi dengan perombakan struktur ekonomi tradisional ke
modernisasi.
9) Pembangunan ekonomi untuk menyatakan perkembangan ekonomi pada Negara yang
bersangkutan

MANFAAT DAN PENGHAMBAT EKONOMI PEMBAGUNAN

MASALAH ATAU HAMBATAN PEMBAGUNAN EKONOMI


Masalah-masalah yang teridentifikasi adalah faktor-faktor penentu pertumbuhan
ekonomi, kemiskinan, pengangguran, keterbelakangan dan beban ketergantungan.
A. KEMISKINAN
Untuk memahami lebih jauh persoalan kemiskinan ada baiknya memunculkan
beberapa kosakata standar dalam kajian kemiskinan (Friedmann, 1992: 89) sebagai
berikut :
1) Powerty line (garis kemiskinan). Yaitu tingkat konsumsi rumah tangga minimum
yang dapat diterima secara sosial.
2) Absolute and relative poverty (kemiskinan absolut dan relatif). Yaitu kemiskinan
yang jatuh dibawah standar konsumsi minimum dan karenanya tergantung pada
kebaikan. Sedangkan relatif adalah kemiskinan yang eksis di atas garis
kemiskinan absolut yang sering dianggap sebagai kesenjangan antara kelompok
miskin dan kelompok non miskin berdasarkan income relatif.
3) Deserving poor adalah kaum miskin yang mau peduli dengan harapan orang-orang
non-miskin, bersih, bertanggungjawab, mau menerima pekerjaan apa saja demi
memperoleh upah yang ditawarkan.
4) Target population, populasi sasaran adalah kelompok orang tertentu yang
dijadikan sebagai objek dan kebijakan serta program pemerintah. Mereka dapat
berupa rumah tangga yang dikepalai perempuan, anak-anak, buruh tani yang tak

Page

KL

punya lahan, petani tradisional kecil, korban perang dan wabah, serta penghuni
kampung kumuh perkotaan.
B. PENGANGGURAN
Ketenagakerjaan di Negara berkembang merupakan masalah klasik. Di satu
sisi kelebihan angkatan kerja dan di sisi lain kesulitan mencari tenaga kerja yang
trampil dan produktif. Pengangguran menjadi beban tenaga kerja produktif. Bila
tingkat ketergantungan semakin besar akan berdampak persoalan sosial, politik, dan
meningkatnya kriminalitas. Tingkat produksi menurun, pertumbuhan ekonomi
melambat dan tingkat kesejahteraan masyarakat turun.
C. INFLASI
Inflasi (inflation) adalah suatu gejala dimana tingkat harga mengalami
kenaikan terus menerus. Berdasarkan definisi tersebut, kenaikan harga umum yang
terjadi sekali waktu saja, tidaklah dapat dikatakan sebagai inflasi.
D. PERTUMBUHAN EKONOMI
Dapat diartikan suatu keadaan perekonomian yang menunjukkan adanya
kenaikan (pertumbuhan) PDB (Produk Domestik Bruto). Pemerintah berusaha
menciptakan iklim perekonomian yang prospektif untuk memacu pertumbuhan
perekonomian, tetapi banyak masalah yang mengakibatkan pertumbuhan ekonomi
tidak optimal, diantaranya kombinasi produksi yang terbatas. Misalnya ingin
menciptakan swa-sembada beras tetapi tidak didukung dengan produksi komoditas
pengganti beras, akibatnya selalu kekurangan produksi.
MANFAAT EKONOMI PEMBAGUNAN
Manfaat Pembangunan Ekonomi Bagi Masyarakat Dengan adanya pembangunan
ekonomi maka output atau kekayaan suatu masyarakat atau perekonomian akan
bertambah. Selain itu, manfaat pembangunan adalah:
1) Kebahagiaan penduduk bertambah,
2) Masyarakat memiliki kebebasan untuk memilih,
3) Tersedia lebih banyak barang dan jasa sebagai pemuas kebutuhan,
4) Kegiatan ekspor semakin meningkat,
5) Kesenjangan ekonomi berkurang,
6) Terciptanya stabilitas politik dan ekonomi,
7) Fasilitas pendidikan dan kesehatan semakin bertambah. Dapat disimpulkan bahwa
tujuan pembangunan ekonomi adalah untuk mewujudkan masyarakat adil dan
makmur yang merata material dan spiritual
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EKONOMI PEMBAGUNAN
a. FAKTOR ALAM

Page

KL

Khusus bagi Negara sedang berkembang, kekayaan alam sangat berpengaruh terhadap
jalannya pembangunan ekonomi. Sebagian besar Negara sedang berkembang bertumpu
pada kekayaan alamnya dalam melaksanakan pembangunan ekonominya. Namun perlu
diingat bahwa kekayaan alam yang berlimpah saja belum menjamin keberhasilan
pembangunan ekonomi apabila tidak diikuti dengan kemampuan mengelola. Selain itu,
perlu juga diingat bahwa kekayaan alam yang dieksploitasi semakin lama semakin habis.
Oleh karena itu, perlu perhitungan dengan cermat didalam mengelola kekayaan alam
yang dimiliki. Faktor-faktor yang dimaksud antara lain kesuburan tanah, kekayaan
mineral, tambang, kekayaan hasil hutan, dan kekayaan lain.

b. FAKTOR TEKNOLOGI DAN ALAM

Kemajuan teknologi dapat mendukung lebih cepatnya pelaksanaan perkembangan


ekonomi. Kemajuan teknologi yang diikuti dengan kemampuan investasi akan semakin
mempercepat laju perkembangan ekonomi suatu Negara.
c. FAKTOR BUDAYA
Faktor ini dapat berfungsi sebagai motivator atau pendorong pelaksanaan
pembangunan, tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan. Budaya dapat
berfungsi sebagai pendorong apabila adat istiadat atau kehidupan tradisi masyarakat dapat
menunjang pembangunan, misalnya masyarakat yang berpola hidup hemat berarti akan
mempercepat terbentuknya investasi. Invetasi ini pada gilirannya akan mempercepat
pembangunan itu sendiri. Contohnya kerja keras, jujur dan ulet. Namun ada juga faktor
budaya yang bersifat sebagai penghambat, misalnya boros dan malas bekerja.Khusus di
Negara sedang berkembang, Selain ketiga faktor diatas ada juga factor lainnya yaitu :
d. RENDAHNYA KUALITAS TENAGA KERJA
Pada umumnya Negara berkembang kualitas tenaga kerja masih rendah sehingga
tingkat produktivitasnya rendah. Oleh sebab itu, pada Negara berkembang perlu adanya
pelatihan tenaga kerja, peningkatan pendidikan, baik kualitas maupun kuantitasnya. Hal
ini mengingat pada Negara berkembang rata-rata laju pertambahan penduduk yang pesat,

Page

KL

padahal jumlah penduduk yang besar belum tentu berdampak positif pada pembangunan
ekonomi, bahkan pada Negara berkembang jumlah penduduk yang besar umumnya
berdampak negative
e. RENDAHNYA DAYA BELI MASYARAKAT
Akibat rendahnya daya beli masyarakat Negara berkembang, hasil produksi tidak
lancar dikonsumsi. Hal ini akan berakibat terhambatnya perluasan produksi. Kesempatan
produsen untuk memasarkan hasil produksinya sangat terbatas.
PEMBAHASAN

A. Ciri-Ciri Negara Berkembang


1. Pengertian Negara Berkembang
Suatu negara dapat disebut negara berkembang atau negara maju didasarkan pada
keberhasilan pembangunan oleh negara yang bersangkutan. Suatu negara digolongkan
sebagai negara berkembang jika negara tersebut belum dapat mencapai tujuan pembangunan
yang telah ditetapkan atau belum dapat menyeimbangkan pencapaian pembangunan yang
telah dilakukan.
Adapun suatu negara digolongkan sebagai negara maju jika negara tersebut telah mampu
menyeimbangkan pencapaian pembangunan yang telah dilakukan, sehingga sebagian besar
tujuan pembangunan telah dapat terwujud, baik yang bersifat fisik ataupun nonfisik.

Penggolongan suatu negara menjadi negara maju atau berkembang daspat diketahui
berdasarkan indikator-indikator berikut.
a. Indikator kuantitatif (data yang dapat dihitung), misalnya:
1) jumlah dan kepadatan penduduk
2) tingkat pertumbuhan penduduk;
3) angka beban tanggungan;
4) angka beban tanggungan; dan
5) usia harapan hidup.
b. Indikator kualitatif (data yang hanya dapat dibandingkan), misalnya;
1) etos kerja dan pola pikir;
2) tingkat pendidikan;
3) mata pencaharian;
4) tingkat kesehatan;
5) pendapatan;
Page

KL

6) kesadaran hukum.
2. Ciri-Ciri Negara Berkembang
a. Memiliki memiliki Berbagai Masalah Kependudukan
Berbagai tekanan dan masalah kependudukan yang merupakan masalah kompleks dinegaranegara berkembang, antara lain:
1) laju pertumbuhan dan jumlah penduduk relatif tinggi;
2) persebaran penduduk tidak merata;
3) tingginya angka beban tanggungan;
4) kualitas penduduk relatif rendah; sehingga mengakibatkan tingkat produktivitas penduduk
juga rendah.
5) angka kemiskinan dan pengangguran relatif tinggi; serta
6) rendahnya pendapatan perkapita.
b . Produktivitas Masyarakatnya Masih Didominasi Barang-Barang Primer
Hal ini dikarenakan, pada umumnya > 70% penduduk di negara berkembang berlatar
belakang kehidupan agraris yang cara pengolahannya masih dilakukan dengan alat-alat
dan metode-metode sederhana. Kondisi ini pula yang menyebabkan sebagian besar
penduduk negara-negara berkembang masih tinggal di pedesaan.
c . Sumber Daya Alam Belum dapat Dimanfaatkan secara Optimal
Pemanfaatan kekayaan alam yang dimiliki belum mampu dioptimalkan. Dalam
pemanfaatannya, negara berkembang masih bekerja sama dengan negara maju dalam
mengeksploitasi sumber daya alam yang dimiliki. Hasil sumber daya alam ini pada
akhirnya dijadikan komoditas perdagangan (ekspor) karena belum memiliki teknologi
untuk mengolahnya lebih lanjut. Oleh karena itu, pada umumnya negara berkembang
mengandalkan ekspor dari hasil alam mentah.
d . Ketergantungan terhadap Negara Maju
Negara berkembang pada umumnya sedang giat-giatnya melakukan pembangunan,
namun terbentur kendala modal dan teknologi. Oleh karena itu, mereka cenderung tergantung
pada teknologi dan kucuran dana (baik hibah ataupun pinjaman) dari negara-negara yang
lebih maju (negara donor) demi kelangsungan pembangunan yang sedang dijalankan. Pada
praktiknya, negara-negara donor tersebut pemberikan pengaruh yang bersifat mengikat dan
terkesan

mendikte

terhadap

negara-negara

yang

dibantunya.

e . Keterbatasan Fasilitas Umum

Page

KL

Kemampuan pemerintah negara berkembang dalam bidang keuangan negara pada


umumnya
keterbatasan

terbatas.
fasilitas

Hal
umum

yang

inilah
mampu

yang
disediakan

menyebabkan
oleh

pemerintah.

f . Tingkat Kesadaran Hukum, Kesetaraan Gender, dan Penghormatan terhadap Hak


Asasi Manusia Relatif Rendah
Tingkat partisipasi masyarakat dalam penegakan hukum relatif masih rendah.
Masyarakatnya (termasuk pejabatnya) masih banyak yang melakukan kecurangankecurangan hukum tanpa rasa malu. Bentuk-bentuk pelanggaran hukum yang terjadi,
antara lain pemaksaan kehendak, penyuapan, korupsi, kolusi, nepotisme, perusakan
fasilitas umum, dan sebagainya.
Kesetaraan gender juga belum membudaya, wanita yang aktif bekerja masih
dianggap sebagai hal yang kurang pantas menurut beberapa kalangan. Penegakan dan
perlindungan hak asasi manusia juga belum dapat dilaksanakan secara optimal.
g . Tingkat Pendidikan Masih Rendah
Tingkat pendidikan pendudukan di negara-negara berkembang secara umum masih
rendah. Hal tersebut dikarenakan sarana dan prasarana pendidikan baik formal maupun
nonformal masih terbatas dan belum memadai sehingga belum dapat dijangkau oleh
seluruh
penduduk di negara tersebut. Akibatnya, masih banyak dijumpai penduduk yang buta
huruf.
h. Tingkat Pendapatan Masih Rendah
Mayoritas penduduk negara berkembang bekerja pada sektor pertanian yang
umumnya masih dikerjakan secara tradisional. Tingkat pendidikan serta penguasaan Iptek
oleh penduduk yang rata-rata masih rendah menyebabkan penduduk tidak mampu
bersaing untuk bekerja atau menciptakan pekerjaan di sektor lain. Kondisi demikian
mengakibatkan penduduk negara berkembang memiliki penghasilan atau pendapat ratarata yang relatif rendah, sehingga pendapatan perkapita juga rendah.
i . Tingkat Kesehatan
Taraf kehidupan penduduk negara berkembang yang masih rendah juga berdampak
pada tingkat kesehatan penduduknya. Pada umumnya penduduk negara berkembang
Page

KL

belum memiliki kesadaran akan pentingnya kesehatan. Minimnya sarana dan prasarana
kesehatan menyebabkan tingkat kesehatan rata-rata penduduk di negara berkembang
masih

rendah

juga

ditandai

dengan

angka

kematian

dan

angka kelahiran tinggi, sedangkan angka harapan hidup rendah.

B. Pendapatan Nasional
Pendapatan nasional adalah jumlah seluruh pendapatan yang diterima oleh masyarakat dalam
suatu negara selama satu tahun.
Konsep Pendapatan Nasional

Produk Domestik Bruto (GDP)

Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang
dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara
(domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi
barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah
negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang
belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap
bersifat bruto/kotor.

Produk Nasional Bruto (GNP)

Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa
barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun;
termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di
luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah
negara tersebut.
GNP = GDP Produk netto terhadap luar negeri

Produk Nasional Neto (NNP)

Page

KL

Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau
penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian
barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi
umumnya
bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan
meskipun relatif kecil.
NNP = GNP Penyusutan

Pendapatan Nasional Neto (NNI)

Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut
jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya
NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak
langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak
penjualan, pajak hadiah, dll.
NNI = NNP Pajak tidak langsung

Pendapatan Perseorangan (PI) Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah


jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk
pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan
perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer
payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi
tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh
pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang,
bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan
perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar
setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang
tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan
perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga
kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga
kerja tersebut tidak lagi bekerja).

Page

KL

PI = (NNI + transfer payment) (Laba ditahan + Iuran asuransi + Iuran jaminan social +
Pajak perseorangan )

Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)

Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk
dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan
yang disalurkan menjadi investasi. Disposable incomeini diperoleh dari personal income (PI)
dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya
tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya
harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.
DI = PI Pajak langsung

Tujuan mempelajari pendapatan nasional

1. Untuk mengetahui tingkat kemakmuran suatu Negara


2. Untuk memperoleh taksiran yang akurat nilai barang dan jasa yang dihasilkan
masyarakat dalam satu tahun
3. Untuk membantu membuat rencana pelaksanaan program pembangunan yang
berjangka.

Manfaat mempelajari pendapatan nasional

1. Mengetahui tentang struktur perekonomian suatu Negara


2. Dapat membandingkan keadaan perekonomian dari waktu ke waktu antar daerah atau
antar propinsi
3. Dapat membandingkan keadaan perekonomian antar Negara
4. Dapat membantu merumuskan kebijakan pemerintah.

Page

KL

Perhitungan Pendapatan Nasional

1. Metode Produksi
Pendapatan nasional merupakan penjumlahan dari seluruh nilai barang dan jasa yang
dihasilkan oleh seluruh sector ekonomi masyarakat dalam periode tertentu
Y = [(Q1 X P1) + (Q2 X P2) + (Qn X Pn) ]
2. Metode Pendapatan
Pendapatan nasional merupakan hasil penjumlahan dari seluruh penerimaan (rent, wage,
interest, profit) yang diterima oleh pemilik factor produksi adalam suatu negara selama satu
periode.
Y=r+w+i+p
3. Metode Pengeluaran
Pendapatan nasional merupakan penjumlahan dari seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh
seluruh rumah tangga ekonomi (RTK,RTP,RTG,RT Luar Negeri) dalam suatu Negara selama
satu tahun.
Y = C + I + G + (X M)

Page

KL

PEMBAHASAN

a. Pengertian Sumber Daya Alam


Sumber daya alam ialah suatu sumber daya yang terbentuk karena kekuatan alamiah,
misalnya tanah, air dan perairan, udara dan ruang, mineral tentang alam, panas bumi dan gas
bumi, angin, pasang surut/arus laut (Daryanto 1995:36).
Menurut Nursid sumaatmadja (1981:211 213) mengelompokkan sumber daya alam menjadi
tiga golongan antara lain:
1.Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui
Pengertian sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui berarti sumber daya yang
tidak dapat dipulihkan kembali setelah digunakan, atau jika dipulihkan kembali tidak
menguntungkan karena biaya pemulihan lebih besar daripada hasil pemulihannya.Yang
termasuk sumber daya yang tidak dapat dipulihkan kembali yaitu mineral bahan bakar atau
bahan bakar fosil (fosil fuel) dan logam.Mineral bahan bakar yaitu minyak dan gas bumi.
2.Sumber daya alam yang dapat diperbaharui
Sumber daya alam yang dapat diperbaharui atau dapat pulih kembali yaitu sumber
daya yang dapat pulih kembali secara alamiah ataupun secara budaya setelah dimanfaatkan.
Sumber daya ini termasuk sumber daya nabati dan hewani dan energy yang dihasilkan oleh
proses tenaga alam (air, angin, pasang surut, sinar panas matahari). Sumber daya ini dalam
jangka waktu tertentu dapat pulih kembali.
3.Sumber daya alam yang tidak akan habis
Sumber daya yang tidak akan berakhir yaitu keindahan panorama yang berharga bagi
kepariwisataan dan faedah faedah yang diperoleh dari iklim.
Page

KL

Menurut Sukanto Reksodiprodjo (1990:5), Sumber daya alam adalah sesuatu yang berguna
dan mempunyai nilai didalam kondisi dimana kita menemukannya. Sumber daya alam
meliputi semua yang terdapat dibumi baik yang hidup maupun benda mati yang berguna bagi
manusia, terbatas jumlahnya dan pengusahaannya memenuhi kriteria kriteria teknologi,
ekonomi, social dan lingkungan.
PENGERTIAN SUMBER DAYA MANUSIA
Secara sederhana (secara objektif) sumber daya diartikan sebagai alat untuk mencapai
tujuan, atau kemampuan untuk memperoleh keuntungan. Sedangakan secara subjektif ,
sumber daya dapat diartikan segala sesuatu baik berupa benda maupun bukan benda yang
dibutuhkan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Secara sederhana sumber daya manusia dapat diartikan sebagai seluruh penduduk
yang berada di suatu wilayah atau tempat dengan ciri-ciri demografis dan sosial ekonomis.
Sumber daya manusia adalah semua potensi yang berhubungan dengan data
kependudukan yang dimiliki oleh suatu daerah atau negara yang dapat digunakan untuk
memenuhi kebutuhan hidup manusia.
Manusia merupakan sumber daya terpenting dalam suatu bangsa atau negara.Sumber
daya manusia harus memadai, baik dilihat dari segi kuantitas maupun kualitas.Segi kuantitas
bersangkut paut dengan jumlah, kepadatan, dan mobilitas penduduk.Sedangkan kualitas
terutama terutama dilihat dari beberapa aspek, seperti tingkat pendidikan, tingkat kesehatan,
dan kualitas tenaga kerja yang tersedia.
KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA INDONESIA
Kualitas sumber daya manusia merupakan merupakan komponen penting dalam
setiap gerak pembangunan.Hanya dari sumber daya manusia yang berkualitas tinggilah yang
dapat mempercepat pembangunan bangsa. Jumlah penduduk yang besar, apabila tidak diikuti
dengan kualitas yang memadai, hanyalah akan menjadi beban pembangunan. Kualitas
penduduk adalah keadaan penduduk baik secara perorangan maupun kelompok berdasarkan
tingkat kemajuan yang telah dicapai.
Agar menjadi sumber daya manusia yang tangguh penduduk harus mempunyai
kualitas yang memadai sehinga dapat menjadi modal pembangunan yang efektif. Tanpa
adanya peningkatan koalitas, jumlah penduduk yang besar akan menimbulkan berbagai
masalah dan menjadi beban pembangunan.

Page

KL

Analisis mengenai kualitas sumber daya manusia sering dibedakan menjadi kualitas
fisik dan kualitas non fisik.Indikator yang dapat menggambarkan kualitas fisik penduduk
meliputi tingkat pendidikan, derajat kesehatan, dan indeks mutu hidup.Kualitas non fisik
meliputi kualitas spiritual keagamaan, kekaryan, etos kerja, kualitas kepribadian
bermasyarakat, dan kualitas hubungan selaras dengan lingkungannya.
Sampai saat ini, baik kualitas fisik maupun non fisik sumbar daya manusioa Indonesia
masih belum sesuai dengan yang diharapkan.Karena adanya kesulitan pengukuran kualitas
non fisik, sehingga yang sering di jadikan patokan adalah kualitas fisik.
Kualitas kehidupan fisik penduduk setiap negara berbeda satu dengan yang lainnya.
Perbedaan ini disebabkan oleh lingkungan, letak geografis, dan ras genetiknya. Negaranegara yang berada disekitar khatulistiwa, kualitas penduduknya tergolong rendahdan negaranegara tersebut merupakan negara terbelakang di bidang ekonomi dibandingkan dengan
negara-negara yang berada di daerah subtropis. Keadaan ini kemungkinan besar disebabkan
karena daerah-daerah disekitar khatulistiwa tidak mengenal pergantian musimseperti di
daerah sub tropis, sehingga mereka bisa hidup sepanjang tahun tanpa mengalami kesulitan
mencari perlindungan terutama di musim dingin. Hal inilah yang mendidik penduduknya
kurang berfikir untuk menghadapi tantangan alam, dan akhirnya menyebabkan sifat malas.
Dengan keadaan yang demikian, maka penduduk disekitar khatulistiwa hidupnya
tetap miskin walaupun daerah-daerah tersebut kaya akan sumber daya alam. Keadaan ini
sangat berbeda dengan keadaan penduduk di daerah subtropis walaupun daerahnya tidak
tersedia sumber daya alam yang banyak, namun mereka sanggup menguasai teknologi,
sehingga hasil penguasaan teknologi tersebut membuat kualitas kehidupan mereka menjadi
lebih baik.
Peranan Sumber Daya Alam Terhadap Pembangunan
Sumber daya yang menjadi kendala tersebut secara umum bisa dikategorikan kedalam
sumber daya lahan, manusia, modal, teknologi, informasi dan energi. Sumber daya ini tidak
lain merupakan faktor produksi atau masukan dalam suatu proses produksi. Jika faktor tenaga
kerja, modal, informasi dan teknologi berasal dari manusia, maka yang merupakan pemberian
alam adalah sumber daya dan energi.
Salah satu kelemahan dari pengelolaan sumber daya alam dinegara-negara
berkembang barangkali adalah usaha mengejar pertumbuhan ekonomi dengan cara menguras
secara besar-besaran dari sumber daya alamnya tanpa memperhatikan akibat sampingan.

Page

KL

Akibatnya mereka harus membayar mahal dengan semakin rusaknya lingkungan.


Misalnya untuk membuat tambang suatu sumber daya alam yang berada di hutan, banyak
hutan dan susunan tanahnya menjadi rusak akibat dipangkasnya tanah yang menutupi bahan
tambang dan setelah itu hasil tambangnya diambil lokasi tempat penebangan tadi sampai
berhektar-hektar dapat kita bayangkan apa yang akan terjadi.
Dalam pembangunan memang selalu timbul apa yang disebut dengan "Backwasheffect"
dimana akibatnya dari adanya pembangunan pada suatu tempat akan terjadi akibat negatif,
tapi dalam hal ini usaha kita adalah meminimalkan efek negative tersebut. Dibangunnya
waduk-waduk juga dapat menimbulkan efek yang negative misalnya dalam bidang kesehatan
dapat meledaknya jumlah hewan tempat hidup dari penyebab penyakit yang kita kenal
dengan penyakit Schistomiasis, dimana cacing-cacing ini bertambah penyebarannya dengan
bertambahnya populasi dari siput-siput.
Selain Faktor modal dan kemajuan teknologi adapun faktor sumber daya alam dan
sumber daya manusia yang sangat menentukan keberhasilan pembangunan ekonomi suatu
Negara. Sumber daya alam yang dimiliki oleh suatu Negara merupakan anugerah yang perlu
disyukuri, sebab tidak semua Negara memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah
dan lengkap.Sumber daya alam seperti hutan dengan segala isinya, hasil pertambangan sudah
sewajarnya digunakan untuk kepentingan dan kemakmuran masyarakatnya.
Dalam konsep pembangunan yang berkelanjutan, sumber daya alam yang memiliki
nilai ekonomis tinggi hendaknya tidak dieksploitasi. Sebab keberadaannya perlu dipikirkan
untuk generasi yang akan datang. Jangan sampai hasil hutan dijarah habis sehingga
mengakibatkan hutan gundul dan pada gilirannya dapat menyebabkan banjir dan tanah
longsor.Oleh karena itu pengelolaan sumber daya alam haruslah dilakukan secara
bertanggung jawab.Artinya harus dilakukan secara bijaksana untuk melestarikan persediaan
sumber daya alam tersebut, sehingga generasi sekarang dan mendatang dapat menikmatinya.
Pengelolaan sumber daya alam haruslah sedemikian rupa, sehingga sumber daya alam
itu selalu dapat ditingkatkan persediaannya melalui usaha eksplorasi dan eksploitasi,
peningkatan efisiensi proses produksi serta dengan bantuan teknologi untuk dapat
meningkatkan proses daur ulang. Berdasarkan hal tersebut diatas, dalam pengelolaan sumber
daya alam diperlukan suatu kebijakan yang bertanggung jawab.

Page

KL

Klasifikasi Sumber Daya Alam


Sumber daya alam secara fisik diklasifikasikan menjadi sumber daya alam pulih, tak
pulih dan gabungan Sumber daya yang menurun kuantitasnya dan tidak dapat diperbaharui
dengan teknologi disebut daerah kritis
Berdasarkan pengelolaannya, pengelompokan sumber daya dibagi menjadi:
pengelolaan oleh swasta untuk kelompok barang pribadi dan pengelolaan oleh pemerintah
untuk barang public.
Pembedaan antara sumber daya alam pulih dan tak pulih dapat dilihat pula dari aspek
penerimaan dan biaya pengelolaan.Pembedaan sumber daya alam dapat juga dilihat dari
aspek primer dan sekunder.
Dikaitkan dengan penggunaannya, sumber daya alam dapat dilihat dari sifat
hubungannya yaitu : komplementer, substitusi dan netral.
Sumber daya alam dan pertumbuhan ekonomi
Sumber daya alam dan tingkat perekonomian suatu negara memiliki kaitan yang erat,
dimana kekayaan sumber daya alam secara teoritis akan menunjang pertumbuhan ekonomi
yang pesat. Akan tetapi, pada kenyataannya hal tersebut justru sangat bertentangan karena
negara-negara di dunia yang kaya akan sumber daya alamnya seringkali merupakan negara
dengan tingkat ekonomi yang rendah. Kasus ini dalam bidang ekonomi sering pula disebut
Dutch disease.Hal ini disebabkan negara yang cenderung memiliki sumber pendapatan besar
dari hasil bumi memiliki kestabilan ekonomi sosial yang lebih rendah daripada negara-negara
yang bergerak di sektor industri dan jasa.
Di samping itu, negara yang kaya akan sumber daya alam juga cenderung tidak
memiliki teknologi yang memadai dalam mengolahnya, Korupsi, perang saudara, lemahnya
pemerintahan dan demokrasi juga menjadi faktor penghambat dari perkembangan
perekonomian negara-negara terebut. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan pembenahan
sistem pemerintahan, pengalihan investasi dan penyokongan ekonomi ke bidang industri lain,
serta peningkatan transparansi dan akuntabilitas dalam pemberdayaan sumber daya alam.
Contoh negara yang telah berhasil mengatasi hal tersebut dan menjadikan kekayaan alam
sebagai pemicu pertumbuhan negara adalah Norwegia dan Botswana.

Page

KL

Sumberdaya Manusia Dalam Pembangunan Ekonomi


Kualitas sumberdaya manusia (SDM) menjadi syarat mutlak untuk melaksanakan
pembangunan dimasa datang.Setiap manusia dituntut kompetensi individunya untuk
berinovasi guna memacu pembangunan ekonomi disegala bidang.Kualitas SDM itu
ditingkatkan melalui jalur pendidikan formal dan nonformal.Meningkatkan kualitas SDM
merupakan investasi manusi jangka panjang, karena setiap orang menempuh jalur pendidikan
tidak secara otaomatis menjadikan dirinya berkualitas. Masih diperlukan proses dalam dunia
kerjanya menuju ke jenjang yang lebih ahli atau berkualitas.
Hakekat pembangunan nasional adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan
pembangunan masyarakat seluruhnya.Keberhasilan pembangunan tidak lagi diukur dari segi
ekonomi tapi sejauh mana pembangunan itu bisa meningkatkan kualitas Sumberdaya
Manusia (SDM).Dalam pembangunan berkelanjutan dewasa ini tidak hanya ditunjang oleh
pembangunan ekonomi tetapi juga oleh pembangunan SDM.Karena itu investasi pada aspek
manusia sebagai modal dasar pembangunan sangat didahulukan.
Kristiadi (1994) mengemukakan, peningkatan kualitas SDM juga merupakan tuntutan yang
tumbuh

sebagai

akibat

perkembangan

pembangunan

yang

makin

cepat

dan

komplek.Perkembangan ekonomi, industrialisasi, arus informasi, dan perkembangan iptek


yang pesat makin membuat kualitas SDM sangat dibutuhkan. Pemerintah Indonesia telah
menetapkan pembangunanSDM melalui empat jalur kebijaksanaan yaitu: 1) Peningkatan
kualitas hidup yang meliputi kualitas manusia seperti jasmani, rohani maupun kualitas
kehidupan; 2) Peningkatan kualitas SDM yang produktif dan upaya penyebarannya; 3)
Peningkatan SDM yang berkembang dalam memanfaatkan, mengembangkan, dan
penguasaan iptek; dan 4) Pengembangan pranata yang meliputi kelembagaan dan perangkat
yang mendukung peningkatan kualitas SDM.
Pada saat ini, SDM Indonesia sebagai salah satu sumberdaya pembangunan masih merupakan
potensi.Pertumbuhan SDM yang cepat, tetapi dengan kualitas yang masih rendah, sehingga
belum dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai sumberdaya pembangunan.
SDM merupakan salah satu faktor dinamika dalam perkembangan ekonomi jangka panjang,
bersama dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, sumberdaya alam (SDA), dan kapasitas
produksi yang terpasang dalam masyarakat yang bersangkutan.Namun diantaranya perananm
SDM mengambil tempat yang sentral khususnya dalam pembangunan ekonomi negaraPage

KL

negara berkembang dimana kesejakteraan manusia dijadikan tujuan pokok dalam ekonomi
masyarakat.Oleh sebab itu SDM sangat dipengaruhi oleh peningkatan mutu pendidikan dan
pelayanan kesehatan.
Peranan Sumber Daya Manusia di Indonesia
Sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu faktor kunci dalam reformasi ekonomi,
yakni bagaimana menciptakan SDM yang berkualitas dan memiliki keterampilan serta
berdaya saing tinggi dalam persaingan global. Dalam kaitan tersebut setidaknya ada dua hal
penting menyangkut kondisi SDM Indonesia, yaitu:
Pertama adanya ketimpangan antara jumlah kesempatan kerja dan angkatan kerja. jumlah
angkatan kerja nasional pada krisis ekonomi tahun pertama (1998) sekitar 92,73 juta orang,
sementara jumlah kesempatan kerja yang ada hanya sekitar 87,67 juta orang dan ada sekitar
5,06 juta orang penganggur terbuka (open nemployment). Angka ini meningkat terus selama
krisis ekonomi yang kini berjumlah sekitar 8 juta.
Kedua, tingkat pendidikan angkatan kerja yang ada masih relatif rendah. Struktur
pendidikan angkatan kerja Indonesia masih didominasi pendidikan dasar yaitu sekitar 63,2 %.
Kedua masalah tersebut menunjukkan bahwa ada kelangkaan kesempatan kerja dan
rendahnya kualitas angkatan kerja secara nasional di berbagai sektor ekonomi.
Ketiga,lesunya dunia usaha akibat krisis ekonomi yang berkepanjangan sampai saat ini
mengakibatkan rendahnya kesempatan kerja terutama bagi lulusan perguruan tinggi.
Sementara di sisi lain jumlah angkatan kerja lulusan perguruan tinggi terus meningkat.
Sampai dengan tahun 2000 ada sekitar 2,3 juta angkatan kerja lulusan perguruan tinggi.
Kesempatan kerja yang terbatas bagi lulusan perguruan tinggi ini menimbulkan dampak
semakin banyak angka pengangguran sarjana di Indonesia.
Menurut catatan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Depdiknas angka
pengangguran sarjana di Indonesia lebih dari 300.000 orang.Fenomena meningkatnya angka
pengangguran sarjana seyogyanya perguruan tinggi ikut bertanggungjawab.Fenomena
penganguran sarjana merupakan kritik bagi perguruan tinggi dan sekolah negeri, karena
ketidakmampuannya dalam menciptakan iklim pendidikan yang mendukung kemampuan
wirausaha siswanya.
Masalah SDM inilah yang menyebabkan proses pembangunan yang berjalan selama ini
kurang didukung oleh produktivitas tenaga kerja yang memadai. Itu sebabnya keberhasilan

Page

KL

pembangunan yang selama 32 tahun dibanggakan dengan tingkat pertumbuhan rata-rata 7%,
hanya berasal dari pemanfaatan sumberdaya alam intensif (hutan, dan hasil tambang), arus
modal asing berupa pinjaman dan investasi langsung. Dengan demikian, bukan berasal dari
kemampuan manajerial dan produktivitas SDM yang tinggi. Keterpurukan ekonomi nasional
yang berkepanjangan hingga kini merupakan bukti kegagalan pembangunan akibat dari
rendahnya kualitas SDM dalam menghadapi persaingan ekonomi global
Sumber Daya Manusia Indonesia Di Era Globalisasi
Indonesia kini menghadapi tantangan baru dalam memasuki era globalisasi. Di sisi lain
permasalahan internal juga datang silih berganti, isu-isu kritis yang sering muncul adalah
adanya keinginan untuk melakukan perbaikan di segala bidang termasuk pendidikan, karena
pendidikan merupakan salah satu komponen supra system pembangunan yang dapat
menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Pembangunan didefinisikan sebagai
upaya suatu bangsa untuk meningkatkan mutu dengan memanfaatkan sumber daya yang ada,
baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam melalui proses perencanaan,
pelaksanaan dan evaluasi yang berkelanjutan. Sedangkan menurut Soerjono Soekamto
Pembangunan merupakan suatu proses perubahan di segala bidang kehidupan yang dilakukan
secara sengaja berdasarkan suatu rencana tertentu. Pembangunan nasional Indonesia
misalnya, merupakan suatu proses perubahan yang dilakukan berdasarkan rencana tertentu
dengan sengaja dan memang dikehendaki , baik oleh pemerintah yang menjadi pelopor
pembangunan maupun masyarakat . Dari pernyataan di atas dapat kita lihat bahwa untuk
membangun suatu bangsa diperlukan sumber daya baik alam maupun manusia. Sumber daya
manusia memegang peranan penting dalam proses keberhasilan suatu pembangunan. Jepang
merupakan salah satu contoh negara yang tidak mempunya sumber daya alam yang melimpah
tetapi Ia mempunyai sumber daya manusia yang berkualitas, sehingga Jepang kini menjadi
salah satu negara yang di segani dalam tataran dunia internasional. SDM yang berkualitas
sangat dibutuhkan dalam mewujudkan manusia Indonesia seutuhnya.Karena SDM yang
berkualitas dibutuhkan untuk menghadapi berbagai tantangan.globalisasi.
Globalisasi merupakan proses mendunia dengan tingkat perubahan yang cepat dan radikal
di berbagai aspek kehidupan manusia karena adanya teknologi. Kini kita merasa dunia
semakin menyusut, dengan kecanggihan teknologi kita tidak tersekat lagi oleh ruang dan
waktu.Dengan teknologi kita bisa berkomunikasi dengan siapa saja dan kapan saja dan
dimana saja. Tetapi dibalik kecanggihan dan perubahan yang terjadi dapat menimbulkan
Page

KL

ketimpangan jika kita tidak siap dengan adanya perubahan sehingga bisa terjadi ketimpangan
budaya yang tentunya akan merugikan kita. Permasalahan dunia dan permasalahan nasional
yang semakin komplek menuntut kita untuk senantiasa belajar agar tidak gagap terhadap
perubahan.Jumlah penduduk yang semakin meningkat, cadangan energi yang kian menipis,
ragam budaya yang berbeda, konflik internal dan internasional mengharuskan kita untuk
senantiasa belajar.Fakta yang ada memperlihatkan bahwa pendidikan konvensional pada saat
ini kurang memberikan kontribusi terhadap pemecahan masalah yang ada malah semakin
memperlebar kesenjangan yang ada. Semakin tinggi seseorang sekolah semakin tercerabut ia
dari kehidupan. Pendidikan luar sekolah merupakan pendidikan alternative yang dapat
memberikan warna baru dalam dunia pendidikan.Pada era tahun 70an mengalami fase-fase
keemasan, tetapi kini Pendidikan luar sekolah mulai menggeliat untuk bisa berkontribusi
kembali dalam membentuk SDM-SDM yang berkualitas dan berjalan beriringan dengan
pendidikan jalur persekolahan.
Lewat Program-programnya diharapkan PLS mampu memberikan kontribusi dalam
melahirkan generasi unggul yang siap untuk menjadikan bangsa ini bangsa yang mempunyai
wibawa dan disegani, disamping siap berkompetisi lebih terbuka di tataran internasional
Makalah ini mencoba menguraikan tentang bagaimana pendidikan luar sekolah dapat menjadi
jembatan untuk bisa memecahkan permasalahan yang ada serta memberikan kontribusi dalam
membentuk sumber daya manusia yang berkualitas sebagai modal utama dalam
pembangunan untuk menghadapi globalisasi.
Pendidikan dan Pelatihan
Telaahan mengenai peran pendidikan dalam pembangunan biasanya berpangkal pada saran
pendapat

bahwa

pendidikan

merupakan

prasarat

untuk

meningkatkan

martabat

manusia.Melalui pendidikan warga masyarakat mendapat kesempatan untuk membina


kemampuannya dalam mengatur kehidupannya secara wajar.Perluasan kesempatan untuk
memperoleh pendidikan berarti membuka kesempatan ekonomi untuk mengupayakan
perbaikan dan kemajuan dalam kehidupan masyarakat. Satu sama lain akan mendukung
terlaksananya pemerataan pendapatan masyarakat.
Selama dasawarsa yang lampau sudah banyak yang dilakukan oleh pemerintah negara
berkembang dibidang pendidikan formal.Kesempatan untuk pendidikan sudah diperluas,
namun hal itu dalam arti kuantitatif.Jalur pendidikan formal yang semakin meluas belum juga
menunjukkan hasil yang diharapkan.Kalau diukur dengan serangkaian masalah yang harus

Page

KL

ditanggulangi secara lebih mendasar, pengangguran (terbuka maupun terselubung) yang


masih cenderung meningkat dengan bertambahnya angkatan kerja yang keterampilannya
masih terbatas.Pertumbuhan penduduk dan angkatan kerja mendesak ke arah penambahan
tempat belajar. Dalam suatu tahap, hal itu memang dilakukan akan tetapi semata-mata secara
kuantitatif dan tidak disertai oleh usaha untuk meningkatkan mutu pendidikan dan pelatihan.
Pembinaan mutu SDM dalam rangka pembangunan ekonomi harus diartikan sebagai usaha
untuk meningkatkan dan meluaskan keterampilan teknis, keahlian profesional, dan
kecerdasan akademis (technical skill, professional expertise and academic qualitie) dalam
kehidupan masyarakat secara menyeluruh.
Ditinjau dari sudut penerimaan pendapatan, maka beda antara pendapatan yang diterima oleh
seorang keluaran pendidikan tinggi dengan pendapatan seorang tenaga kerja yang hanya
mendapatkan pendidikan dasar, tidak begitu besar. Padahal biaya pendidikan tinggi per
pelajar adalah 88 kali lebih besar dibandingkan dengan biaya per anak sekolah di tingkat
pendidikan dasar.Ketimpangan nisbi pada penerimaan pendapatan dibandingkan dengan
tingkat biaya untuk pendidikan tinggi bagaimanapun juga mencerminkan ketimpangan pada
tingkat produktivitas dalam ekonomi masyarakat secara menyeluruh.Artinya, dari sudut
kepentingan masyarakat secara menyeluruh kenaikan produktivitas seorang keluaran
pendidikan tinggi (diukur dengan pendapatan yang diterimanya) secara nisbi tidak memadai
dengan biaya investasi dalam pendidikan.
Disuatu pihak tuntutan zaman mengharuskan agar mutu pendidikan ditingkatkan dan kalau
perlu dengan membatasi perluasannya secara kuantitatif. Di pihak lain, akan dihadapi secara
terus menerus desakan masyarakat agar disediakan kesempatan pendidikan yang semakin
meluas dengan fasilitasnya yang semakin banyak, kendatipun dengan mengabaikan segi
mutunya.
Kunci kebijaksanaan untuk meningkatkan kualitas pendidikan pada umumnya adalah
memperbaiki mutu tenaga pengajar dan membina motivasi golongan pengajar.Dikebanyakan
negara berkembang tenaga pengajar di sekolah dasar mendapat pendidikan di sekolah
lanjutan atas ataupun dengan pelatihan melalui kursus-kursus.
Kelemahan pokok dalam sistem pendidikan di negara berkembang termasuk Indonesia
terletak pada sistem dan struktur pendidikan umum di tingkat menengah dan lansung

Page

KL

berkaitan dengan pendidikan guru yang diperlukan.Hal ini disebabkan oleh kompartmentasi
karena terlalu dini diadakan pemisahan diantara berbagai rupa jurusan, di samping itu
banyaknya mata pelajaran/kuliah yang tumpang tindih.
Pemerintah mewacanakan insentif pajak penghasilan bagi sektor industri padat karya untuk
memenuhi target penyerapan 1 juta tenaga kerja pada 2013.
Sekjen Kementerian Perindustrian Anshari Bukhari mengatakan pemerintah mendiskusikan
rencana insentif pengurangan pajak penghasilan (PPh) pasal 21 bagi perusahaan yang banyak
menyerap tenaga kerja. Pemotongan PPh 21, jelasnya, bisa mengurangi beban perusahaan
padat karya yang sebagian besar merupakan biaya tenaga kerja.
Buruh itu, biasanya, PPh-nya dibayar perusahaan. Kalau padat karya itu kan sangat besar.
Harusnya ada pengecualian atau diskon, katanya setelah Rapat Koordinasi Penyerapan
Tenaga Kerja di Kantor Menko Perekonomian, Senin (17/12/2012).
Anshari mengatakan besaran pemotongan pajak dan batas minimal jumlah tenaga kerja
perusahaan yang berhak mendapatkan insentif akan dibicarakan pemerintah pada rapat
koordinasi selanjutnya.
Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan regulasi perpajakan dibutuhkan untuk
menjaga daya saing sektor industri padat karya Indonesia.
Perlakukan khusus bagi industri padat karya berfungsi mempertahankan kemampuan sektor
industri tersebut dalam menyerap tenaga kerja pada saat minat investasi bergeser ke sektor
yang lebih padat modal.
Dikatakan saat ini tiap tumbuh 1%, ekonomi Indonesia mampu menyerap rata-rata sekitar
331.000 tenaga kerja baru. Pencapaian target pertumbuhan ekonomi 6,8% pada 2013 bisa
menciptakan lebih dari 2,2 juta lapangan kerja baru. Penyerapan tersebut sebanding dengan
penyerapan netto 1 juta tenaga kerja, berdasarkan asumsi penambahan 1,2 juta angkatan kerja
baru pada tahun depan.
Ini dengan catatan yang sudah ada kita pertahankan.[Industri] padat karya yang ada jangan
dibiarkan tutup karena lapangan kerjanya besar.Regulasi kita atur, kita rumuskan segera,
kata

Menko.

Page

KL

Anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Ninasapti Triaswati mengatakan kemampuan


pertumbuhan ekonomi menyerap tenaga kerja semakin turun.
Data KEN menyatakan setiap pertumbuhan 1% ekonomi Indonesia pada 2011 hanya
menyerap sekitar 225.000 tenaga kerja. Daya serap tersebut kurang dari 500.000 orang tenaga
kerja baru dari yang mampu diciptakan setiap 1% pertumbuhan ekonomi pada 2010.
Dalam 9 bulan pertama 2012, keadaan semakin memburuk karena setiap 1% pertumbuhan
ekonomi hanya bisa menciptakan lapangan kerja bagi 180.000 orang, ungkap Ninasapti
seperti dilansir bisnis.com
Nina memperkirakan ada pergeseran minat investasi di Indonesia dari sektor padat karya ke
sektor padat modal dalam beberapa tahun terakhir untuk menghindari potensi dampak negatif
gejolak konflik ketenagakerjaan.
Pendidikan di Negara Berkembang
KARAKTERISTIK
Michael

NEGARA

Todaro

YANG

SEDANG

dan

Burhanuddin

BERKEMBANG
Abdullah

Meskipun setiap negara sedang berkembang memiliki perbedaan antar negara dan
klasifikasinya,
namun sebagian besar memiliki tujuan yang sama. Tujuan mereka diantaranya adalah :

Memerangi Kemiskinan
Mengurangi Ketidak merataan
Mengurangi Pengangguran
Memenuhi Standar minimum pendidikan, kesehatan, perumahan dan makanan bagi

masyarakat
Memperluas kesempatan di bidang ekonomi dan sosial serta menempa persatuan
bangsa

Selain tersebut di atas terdapat pula kesamaan masalah yang dihadapi tetapi dengan kadar
yang berbeda-beda yaitu :
1.
2.
3.
4.

Kemiskinan yang kronis dan meluas


Tingkat pengangguran yang tinggi dan cenderung meningkat terus
ketidakmerataan distribusi pendapatan yang semakin melebar
Rendahnya tingkat produktivitas di sektor pertanian

Page

KL

5.
6.
7.
8.
9.

Kesempatan ekonomi antara desa dan kota


Kurangnya pelayanan kesehatan dan pendidikan
Memburuknya neraca pembayaran dan hutang luar negeri
meningkatnya ketergantungan teknologi terhadap luar negeri
Lemahnya kelembagaan dan sistem penilaian

Tinjauan tentang perbedaan struktur ekonomi dunia ketiga


Terdapat tujuh komponen utama perbedaan diantara negara sedang berkembang :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Ukuran Negara (Geografis, Penduduk dan pendapatan)


Evolusi Sejarah
Sumberdaya manusia dan fisik
Kepentingan relatif sektor pemerintahan dan swasta
Sifat struktur industri
Tingkat ketergantungan terhadap ekonomi luar negeri dan kekuasaan politik
Pembagian kekuasaan, kelembagaan dan politik luar negeri

Ukuran negara dan Tingkat Pendapatan Luasnya suatu negara, penduduk serta tingkat
pendapatanperkapita merupakan determinan potensi ekonomi yang penting dan faktor yang
membedakan antar negara sedang berkembang. Diantara 143 negara berkembang anggota
PBB, 104 negara diantaranya berpenduduk kurang dari 15 juta jiwa dan 75 negara
berpenduduk kurang dari 5 juta jiwa. Negara besar yang padat penduduknya hidup
berdampingan dengan negara kecil yang berpenduduk sedikit, negara dengan wilayah yang
luas biasanya memiliki keuntungan dari tersedianya macam-macam sumber daya, potensi
pasar yang luas dan kurang bergantung kepada produk dan bahan baku dari luar, tetapi meski
demikian timbul permasalahan dari pengawasan administratif kesatuan nasional dan ketidak
sinambungan regional dimana ketidakmerataan pendapatan nasional menjadi persoalan.
Sehingga tidak menjamin bahwa negara dengan luas wilayah yang besar akan menciptakan
pendapatan yang besar bagi masyarakatnya misalnya saja India dengan penduduk sekira 140
juta jiwa ternyata tingkat pendapatan perkapita pertahun sebesar $265 US, sedangkan
Singapura dengan penduduk sekira 2,6 juta jiwa berpendapatan perkapita pertahun mencapai
$5.900US (data tahun 1993). Latar Belakang Sejarah Kebanyakan negara Asia dan Afrika
pernah dijajah oleh negara Erofa seperti Inggris, Perancis, Belgia, Belanda, Jerman, Portugal
dan Spanyol. Struktur Perekonomian, pendidikan dan lembaga sosial negara tersebut
dibentuk oleh bekas negara penjajah. Sehingga setiap negara yang pernah dijajah oleh negara
yang berbeda-beda akan memiliki kebudayaan, pembentukan kelembagaan dan sosial yang
berbeda-beda pula. Seperti India yang dijajah oleh Inggris, Philipina yang dijajah Spanyol

Page

KL

dan Amerika, Vietnam dijajah oleh Perancis dan Indonesia yang dijajah oleh Belanda.Sumber
Fisik dan ManusiaPotensi pertumbuhan ekonoi suatu negara sebagian besar dipengaruhi oleh
sumberdaya fisik (tanah, mineral, dan bahan mentah lainnya) serta sumber daya manusia
(baik jumlah maupun tingkat pendidikan).Sumber daya manusia tidak terbatas pada jumlah
dan pendidikannya saja tetapi juga meliputi pandangan kebudayaan mereka, sikap terhadap
pekerjaan dan keinginan untuk memperbaiki diri.selanjutnya tingkat kecakapan administratif
seringkali menentukan kemampuan sektor pemerintah dalam mengubah struktur produksi
dalam waktu yang tepat. Disini seseorang akan terlibat dengan masalah rumitnya hubungan
antar kebudayaan, tradisi, agama, kesukuan dan pemecahan atau penyatuan suku. Jadi, bentuk
sifat sumberdaya manusia dalam suatu negara merupakan determinan struktur ekonomi yang
penting.
Peranan Sektor Pemerintah dan SwastaSebagian besar negara berkembang menganut sistem
ekonomi campuran, yaitu sektor pemerintah dan swasta ikut campur dalam menggunakan
sumber daya.Pembagian antar dua sektor tersebut masing-masing secara relatif umumnya
ditentukan oleh situasi historis dan politis.Besarnya pemilikan oleh pihak asing disektor
swasta merupakan variabel yang penting untuk menentukan perbedaan diantara negara negara
berkembang, Sektor swasta besar yang dimiliki oleh pihak asing biasanya mendorong
timbulnya masalah serta kesempatan politis dan ekonomis yang ditemui.Misalnya negara
Afrika yang seringkali mengalami kekurangan sumber daya manusia terdidik cenderung lebih
menitik beratkan aktivitas sektor pemerintahan dan perusahaan negara berdasarkan asumsi
bahwa kekurangan sumber daya terdidik dapat diatasi dengan koordinasi daripada melalui
pemecahan administratif dan kewirausahaan. Struktur Industri Sebagian besar negara
berkembang merupakan negara agraris, pertanian baik untuk keperluan konsumsi sendiri
maupun komersial, merupakan aktivitas ekonomi utama ditinjau dari sudut distribusi
penggunaan angkatan kerja maupun ditinjau daru proporsi sumbangan dalam GNPPeranan
sektor manufaktur dan jasa diantara negara berkembang juga memperlihatkan perbedaan
yang besar. Walaupun terdapat persamaan masalah namun strategi pembangunan di negara
berkembang berbeda-beda, tergantung kepada sifat alam, struktur dan tingkat saling
ketergantungan antara sektor primer (pertanian, kehutanan, perikanan), sektor industri
sekunder (umumnya bidang manufaktur) dan sektor industri tersier (perdagangan, keuangan,
transportasi dan jasa).
Ketergantungan Terhadap Luar negeri; Ekonomi, Politik dan Kebudayaan Bagi negara
berkembang, ketergantungan tersebut sangat tinggi tingkatnya, bahkan beberapa kasus

Page

KL

menyentuh pada hampir semua tingkat kehidupan.Kebanyakan negara kecil sangat tergantung
pada perdagangan luar negeri dengan negara maju.Hampir semua negara kecil tergantung
pada impor teknologi produksi yang umumnya tidak cocok dengan kondisi negara tersebut.
Walaupun tingkat ketergantungan ekonomi sangat tinggi, yakni dalam bentuk transfer barang
dan teknologi, namun ada juga keuntungannya yaitu berupa transmisi kelembagaan
(umumnya sistem pendidikan dan pelayanan kesehatan), nilai-nilai, pola konsumsi, serta
sikap hidup, bekerja dan bersikap diri. Struktur Politik, Kekuasaan dan Kelompok Penekan
Konstelasi kepentingan dan kekuasaan diantara berbagai kelompok masyarakat dikebanyakan
negara berkembang lahir sebagai akibat sejarah politik ekonomi dan sosial yang berbeda satu
dengan lainnya. Tanpa memandang pembagian kekuasaan diantara angkatan bersenjata, kaum
industrialis, dan tuan tanah Amerika Latin, kaum politisi dan pejabat tinggi pemerintahan di
Afrika, para raja minyak dan mogul-mogul keuangan di Timur Tengah, rentenir dan
industrialis Asia yang kaya, kebanyakan negara berkembang secara langsung atau tidak
langsung diperintah oleh segelintir elit dibandingkan dengan apa yang terjadi dinegara maju.
Oleh karena itu, setiap perubahan ekonomi dan sosial memerlukan dukungan dari kelompok
elit, baik melalui persuasi meupun paksaan dan jika perlu menyingkirkan mereka dengan
kekuatan.Jalan manapun yang ditempuh, pembangunan ekonomi dan sosial tidak mungkin
dilakukan tanpa mengubah lembaga-lembaga sosial, politik, dan ekonomi suatu negara
(misalnya sistem sewa tanah, struktur pendidikan, hubungan pasar tenaga kerja, undangundang hak milik, pembagian dan pengawasan harta keuangan dan fisik, undang-undang
perpajakan

dan

warisan

dan

peraturan

perkreditan).

Page

KL

PEMBAHASAN
a. BEBERAPA TEORI BESAR TENTANG PEMBANGUNAN
Dalam bahasan sebelumnya, dikatakana bahwa pembangnan merupakan suatu proses
besar. Sehingga, landasan intelektual diperlukan, baik yang memberikan penguatan atau
bahkan sikap kritis. Landasan teori yang memberikan dukungan akan mampu menjadikan
para perumus kebijaksanaan gamang dalam bertindak karena langkah yang di putuskannya
telah di dasari dengan argumen yang mantap. Di lain sisi, berbagai macam teori yang
menampilkan sikap kritis terhadapnya di harapkan bisa mengendalikan proses maupun
kebijaksanaan pembangunan itu dari kesalahan penentuan strategi. Demikian pula teori yang
kritis tersebut juga di perlukan agar pelaksanaan pembangunan tidak menyimpang semula.
Kita tentulah paham bahwa pembangunan tindakan sekedar fenomena ekonomi semata yang
mengandalkan prestasi pertumbuhan semata. Akan tetapi, ia mempunyai rentang perfektif
yang lebih luas terkait dengan realita sosial. Dampak pembangunan terhadap kehidupan
masyarakat juga harus dipertimbangkan seksama.
Pada kenyataannya, argumen yang memperkuat maupun mengkritisi mungkin saja
ditampilkan secara bersamaan. Hal ini bisa saja terjadi karena dalam saat yang hampir
bersamaan seringkali para pakar dan juga kita semua menemukan kondisi yang memerlukan

Page

KL

keduanya. Mengingat bahwa pembangunan itu merupakan aktivitas yang kompleks, tidak ada
satu landasan teori yang mampu diterapkan secara tepat untuk seluruh negara didunia. Harus
kita akui bahwa teori pembangunan yang ada sangat didominasi oleh pemikiran para pakar
Barat yang mana gagasan mereka itu tidak lepas dari konteks situasi yang terjadi disekitar
mereka. Ada perbedaan yang cukup tajam berkaitan dengan keadaan masyarakat, tata nilai
yang diyakini, serta kelembagaan antara satu negara dengan lainnya.

Akan tetapi, walaupun demikian teori yang dikemukakan oleh para pemikir tersebut
suka atau tidak suka telah memberikan kontribusi besar terhadap pelaksanaan pembangunan
serta dinamika ilmiah yang berkaitan dengannya. Mengenai beberapa teori besar (grand
theory) yang melandasi pembangunan, kita akan menkajinya secara garis besar dalam
beberapa bahasan berikut.

Pembangunan yang Bertumpu pada Akumulasi Modal oleh Aliran Klasik


aliran pemikiran ekonomi ini muncul pada akhir abad ke XVIII bersamaan dengan
atau sesudah tercetusnya revolusi industri di negara inggris. Menurut pendapat aliran
pemikiran klasik, perkembangan ekonomi serta peningkatan pendapatan nasional dipengaruhi
secara cukup signifikan oleh akselerasi kemajuan teknologi dan pertumbuhan penduduk.
Perkembangan teknologi padamulanya disebabkan oleh akumulasi modal yang
dihimpun oleh para pemiliknya sehingga perbaikan pada alat-alat produksi dan mekanisme
dapat diwujudkan. Perbaikan pada alat produksi serta mekanisme menjadikan spesialisasi
kerja dapat dilakukan secara lebih mudah. Hal inilah yang menyebabkan produktivitas kerja
bertambah dan peningkatan dalam hal itu menjadikan pendapatan nasional agregat naik.
Apabila keuntungan yang ditimbulkan oleh proses produksi meningkat, maka iklim investasi
akan semakin kondusif. Hal inilah yang akan mampu mempertinggi kemakmuran suatu
masyarakat. Demikianlah secara global alur pemikiran mereka. Adapun beberapa tokoh aliran
klasik terkemuka beserta garis besar pemikirannya antara lain adalah:
a. Adam Smith
Menurutnya, agar produktivitas baik secara individual perusahaan maupun
nasional agregat meningkat, spesialisasi atau pembagian kerja mutlak diperlukan.
Tentu saja, sebelumnya harus terkumpul modal terlebih dahulu dan pasar harus
Page

KL

senantiasa di perluas, termasuk juga pasar di luar negeri. Pengumpulan modal


dapat dilakukan manakala masyarakat mempunyai kamampuan menabung yang
tinggi. Kemampuam menabung itu sendiri lebih banyak dimiliki oeh mereka yang
mampu mengelolah sumber daya.
Adam Smith menganggap bahwa pertumbuhan ekonomi bersifat simultan dan
kumulatif. Dalam artian bahwa bila peningkatan kinerja pada suatu sektor tercipta,
keadaan ini akan memberikan daya tarik bagi para pemilik untuk menanamkan
modalnya. Selanjutnya, kemajuan teknologi dan spesialisasi akan terwujud pula
yang

kemudian

akan

mempertinggi

produktivitas

agregat.

Peningkatan

produktivitas akan meningkat pendapatan nasional dimana kondisi ini kemudian


memperbesar tabungan agregat. Besarnya tabungan ini akan bermanfaat banyak
bagi kegiatan investasi.
b. David Richardo
Ia adalah murid kesayangan Adam Smith, sehingga tidak merupakan sesuatu hal
yang mengherankan bila banyak pendapatnya yang memberikan pembenaran serta
penguatan terhadap apa yang dikatakan oleh Adam Smith sebelumnya. David
Richardo menegaskan bahwa dalam struktur masyarakat perekonomian terdapat
tiga kelompok yang berperan besar, yakni pemilik modal, buruh, serta tuan tanah.
Pemilik modal menyediakan dana serta peralatan yang diperlukan guna
menjalankan proses produksi yang berarti pula berjalannya roda perekonomian
nasioanl. Sebagai kontraprestasinya, mereka akan memperoleh pendapatan dari
bunga atas modal (interest) yang telah mereka berikan. Buruh adalah pelaku
perekonomian yang memberikan tenaganya kepada pemilik modal. Berkat
sumbangan merekalah, alat-alat produksi yang dimiliki oleh para pemodal bisa
berfungsi. Berkenaan dengan hal ini, para buruh akan mendapatkan upah (wages)
atas tenaga yang telah disumbangkan. Sedangkan para tuan tanah menyediakan
lahan bagi proses produksi dan untuk itulah mereka memperoleh uang sewa atas
tanah (land rent).
Dalam struktur masyarakat tersebut, para pemilik modal dinilai paling dominan
peranannya karena di tangan merekalah investasi untuk mempercepat laju
pembangunan nasional bisa direalisasikan.
c. Sir Thomas Robert Malthus
Sir Thomas Robert Malthus adalah seorang pakar ekonomi sekaligus ahli
demografi yang termahsyur dengan teorinya tentang deret hitung dan deret ukur

Page

KL

untuk menganalisis kemampuan menyediakan pangan serta jumlah kebutuhan


terhadapnya.
Berdasarkan atas pandangannya, jumlah penduduk sebenarnya bisa menjadi
kekuatan potensial, paling tidak sebagai pasar. Hanya saja, kondisi ini bisa
terwujud bila faktor-faktor lainnya berkembang dan menunjang. Kalau tidak,
jumlah penduduk justru akan menjadi beban berat bagi perekonomian suatu
negara. Untuk itu, modal diperlukan guna menciptakan investasi. Ia bisa diperoleh
dari tabunngan masyarakat. Sedangkan investasi tersebut dapat dilakukan bila ada
peningkatan jumlah permintaan agregat.

Teori Pembangunan oleh Karl Marx


Filosof, ahli ilmu politik, pakar sosiologi, penulis buku Das Kapital, sekaligus
penghujat eksistensi Tuhan ini banyak mengemukakan teori yang pada dasarnya berlawanan
dengan para pemikir Barat misalnya Adam Smith, David Richardo, dan lain sebagainya. Ia
menganggap bahwa teori yang dikemukakan oleh mereka tersebut bersifat menindas. Asumsi
yang melandasi berbagai macam teorinya adalah pembagian kelompok masyarakat atas kelas
yang berlawanan misalnya antara pemilik tanah dan bukan pemilik tanah atau pemilik modal
dan bukan pemilik modal.
Karl Marx itu sendiri merupakan salah seorang pemikir (dengan segala
kontroversinya) yang memberikan sumbangan besar terhadap kemajuan ilmu sosial. Buah
pikirannya banyak dijadikan rujukan oleh para pakar yang eksis sesudahnya dalam berbagai
bidang kajian mulai dari filsafat, politik. ekonomi, kebudayaan, bahkan feminisme.
Berkaitan dengan dinamika pembangunan perekonomian, Karl Marx menganggap
atau lebih tepatnya mengimpikan bahwa kondisi perekonomian suatu negara terbentuk oleh
tahapan perkembangan sejarah masyarakat. Adapun tahapan perkembangan masyarakat yang
dimaksudkan olehnya adalah:
a) Masyarakat Komunal Primitif (primitive communal society)
Pada masa ini, peradaban masih terbelakang. Teknologi tinggi untuk membantu
mengatasi masalah manusia belum ditemukan. Dalam masyarakat semacam ini,
tingkat solidaritas sosial masih amat tinggi dan alat produksi sederhana digunakan
secara bersama-sama. Sementara, aktivitas produksi itu sendiri masih bersifat
subsisten, hanya untuk memenuhi kebutuhn sendiri. Sedangkan mekanisme

Page

KL

perdagangan dilakukan secara sederhana, misalnya saja melalui barter antara


barang satu dengan lainnya.
b) Masyarakat Perbudakan (slavery society)
Pada tahap ini, hubungan produksi antara pemilik sarana dengan yang hanya
mempunyai

tenaga

tercipta.

Keadaan

ini

selanjutnya

menimbulkan

ketidaksetaraan posisi dan kemudian mengakibatkan timbulnya perbudakan serta


penindasan oleh kalangan pemilik modal terhadap para budaknya. Karena upah
budak amat murah, mereka tidak begitu tertarik terhadap upaya pengembangan
teknologi. Para budak sendiri lama kelamaaan tidak menerimakan keadaan ini.
Tercetuslah perselisihan antara keduanya.
c) Masyarakat Feodal (feodalistic society)
Setelah melewati pertentangan sengit, akhirnya era perbudakan usai. Kemudian,
terbentuklah tatanan masyarakat baru dimana anggota masyarakat yang memiliki
asset berupa tanah yang luas dan selanjutnya menjadi kaum bangsawan dominan.
Hubungan yang bersifat eksploitatif terjadi lagi antara para bangsawan sebagai
pemilik modal dengan rakyat jelata yang menjadi buruhnya. Kondisi ini terjadi
karena sebagaimana halnya yang berlangsung dalam era sebelumnya para
bangsawan juga berlaku menindas. Oleh karena itulah, pertikaian antara rakyat
jelata dan kaum bangsawan tersulut. Seacara keseluruhan, masyarakat tidak
menyukai sistem feodal sehingga era feodalisme segera berakhir pula.

d) Masyarakat Kapitalis (Capitalistic society)


Secara umum, masyarakat menghendaki kebebasan dalam berkiprah pada
berbagai sektor perekonomian. Sedangkan hubungan produksi didasarkan pada
kepemilikan asset tercipta kemudian menyebabkan timbunya dua pihak yang
berbeda posisi secara diametral yakni antara pemilik modal dan para buruhnya.
Karena para buruh tidak menerimakan keadaan ini, terjadilah pertentangan antar
kelas yang pada akhirnya dimenangkan oleh para buruh sehingga terciptalah
suatu masyarakat sosialis.
e) Masyarakat Sosialis (socialistic society)
Menurut Karl Marx, pada era inilah kesejahteraan sosial mencapai puncaknya.
Tidak ada lagi penindasan terhadap kaum buruh karena tatanan sosial diktator
ploretariat telah terwujud dimana para buruh menjadi penguasa tertinggi.

Page

KL

Kepemilikan alat produksi merupakan hak bersama (Social ownership).


Sedangkan negara berfungsi sebagai pelayan masyarakat yang harus berusaha
keras mewujudkan kesejahteraan sosial. Kesejahteraan antara anggota masyarakat
satu dengan yang lainnya hampir tidak terjadi.
Karl Marx memang tidak menyukai sistem sosial yang bersifat kapitalis. Oleh
sebab itu, ia meramalkan atau lebih tepatnya menginginkan agar ia hancur.
Berdasarkan alur logika yang mendasari pemikirannya, kehancuran sistem sosial
kapitalis berlangsung sesuai dengan hukum gerak yakni berawal dari konsentrasi,
kemudian terjadi akumulasi, berlanjut pada kesengsaraan, dan berakhir pada krisis
atau kehancuran. Hancurnya sistem perekonomian yang bersifat kapitalis harus
terjadi melalui revolusi sekalipun nantinya korban akan berjatuhan.
Menurutnya, persaingan bebas menjadikan yang kecil dan lemah akan tersisi serta
hanya menyisakan segelintir orang yang kuat. Dengan demikian, terjadilah
pemusatan kekuatan usaha kepada sebagian kecil anggota masyarakat. Para pelaku
ekonomi yang kecil dan lemah kemudian bergabung dengan aktor yang kuat.
Selanjutnya, perusahaan yang bergabung akan semakin banyak jumlahnya
sehingga terwujudlah kondisi yang monopolistis. Kesenjangan antara sebagian
besar kaum miskin dan minoritas yang kaya semakin lebar. Kaum buruh
bertambah banyak jumlahnya sehingga pemilik modal bisa dengan mudah
menekan upah mereka sehingga kemiskinan semakin merajalela.
Jumlah produksi semakin besar dan untuk sementara keuntungan dalam tingkatan
yang tinggi menjadi milik para pemodal. Akan tetapi, karena kemiskinan maka
daya beli sebagian besar anggota masyarakat melemah. Jumlah barang hasil
produksi yang tidak laku terjual meningkat tajam yang kemudian diikuti oleh
merosotnya harga. Ada banyak perusahaan yang gulung tikar dan timbullah krisis
sosial yang menghancurkan tatanan perekonomian.

Teori Pembangunan Aliran Neo Klasik


Pada tahun 1870, berkembanglah suatu aliran yang meneruskan sekaligus melakukan
modifikasi atas aliran pemikiran klasik, yakni Neo Klasik. Mengapa modifikasi perlu
dilakukan adalah karena kemajuan teknologi serta penemuan sumber produksi baru penting
untuk diwujudkan. Selain itu, kemungkinan berkembangnya kondisi perekonomian karena
dorongan kemajuan teknologi juga penting diupayakan. Aliran pemikiran neo-klasik juga
menekankan pada pentingnya

peranan tingkat bunga yakni harga modal yang

Page

KL

menghubungkan antara nilai saat ini dengan nilai pada masa yang akan datang. Beberapa
pemikiran yang dicetuskan oleh aliran pemikiran ini diantaranya adalah :
a). Akumulasi Kapital
Menurut pemikiran aliran ini, tingkat bunga serta pendapatan akan menentukan
tingginya tingkat tabungan. Sehingga, bila suku bunga tabungan meningkat, keinginan
sebagian besar anggota masyarakat untuk menyisihkan pendapatannya juga semakin tinggi.
Hal ini berarti bahwa tersedia jumlah modal yang semakin banyak untuk melaksanakan
kegiatan investasi. Dalam kondisi tertentu, tingkat bunga juga akan menentukan investasi.
Dalam artian bahwa semakin rendah tingkat bunga kredit, maka kecenderungan untuk
melakukan penanaman modal akan semakin besar. Selain itu, perekonomian juga harus dijaga
sebaik-baiknya agar berada dalam kondisi full employment dengan memperbanyak
pengerjaan proyek-proyek pekerjaan umum.
b). Perkembangan sebagai Proses yang Berlangsung secara Gradual
Salah seorang tokoh aliran neo-klasik terkkemuka, Alfred marshall, menyatakan
bahwa perkembangan ekonomi merupakan proses yang berlangsung secara bertahap atau
evolusioner sebagaimana halnya kehidupan organik. Apabila tercipta suatu penemuan baru
atau perkembangan teknologi, sesungguhnya hal itu merupakan kelanjutan dari proses yang
terjadi sebelumnya atau pengembangan dari hal-hal yang telah ditemukan oleh orang lain
dimasa lalu. Jadi, perkembangan merupakan suatu mata rantai yang berkesinambungan.
c). Perkembangan Perekonomian sebagai Proses yang Berlangsung secara Selaras
Keselarasan yang dimaksudkan oleh aliran pemikiran ini adalah suatu proses yang
menjadikan beberapa unsur tumbuh bersama. Miisalnya saja, apabila suatu penemuan baru
yang mampu menaikkan jumlah produksi keseluruhan tercipta, maka akan diperlukan lebih
banyak tenaga kerja terampil untuk menjalankannya, sehingga timbullah kenaikkan
terhadapnya. Alfred Marshall juga menyatakan bahwa harmonisasinya hubungan ini juga
disebabkan oleh internal economies berupa peningkatan efisiensi atau penemuan teknik
produksi baru yang lebih baik dan juga external economies terwujud perkembangan ilmu
pengetahuan serta kebudayaan.
Sedangkan perkembangan ekonomi dikatakan kumulatif karena menurut Allen Young adalah
karena perkembangan perekonomian oleh pembagian kerja antara para buruh, pembagian

Page

KL

kerja tergantung oleh lluas pasar dan luas pasar ditentukan oleh pembagian kerja antara para
buruh.
d). Sikap Optimis terhadap Kemajuan Perekonomian
para penganut aliran neo-klasik percaya bahwa manusia pasti akan mampu
menemukan cara atau metode untuk mengatasi permasalahan terutama dalam bidang
perekonomian yang menghambatnya serta menyikapi berbagai keterbatasan yang
mengukungnya.

e). Aspek Perkembangan Ekonomi Internasional


berdasarkan pemikiran para penganutnya, pada umumnya suatu negara akan
mengalami lima tahapan perkembangan perekonomian terkait dengan luar negeri yaitu:
1

Mula-mula suatu negara merupakan negara peminjam modal murni atau disebut

pula debitur yang belum mapan (immanture debtor).


Setelah beberapa lama berlangsung, berkat hasil pemanfaatan modal yang baik,
negara tersebut mampu membayar bunganya sekalipun belum mampu membayar

hutang pokoknya.
Seiring dengan meningkatnya pendapatan nasional, sebagian dari pendapatan itu
digunakan untuk melunasi hutangnya dan sebagian lainnya dipinjamkan kepada
negara yang membutuhkannya. Namun, cicilan hutang dan bunganya yang harus
dibayar masih lebih tinggi dari pada hasil yang diterimanya dari negara lain. Pada
tahapan inilah negara itu menjadi suatu negara debitur yang mapan (mature

debitor).
Pada tahapan keempat, bunga atau cicilan yang diterimanya dari negara lain yang
dipinjami sudah lebih besar dari pada cicilan atau bunga yang harus dibayar
kepada negara kreditur. Pada tahapan ini, suatu negara tersebut telah menjadi

kreditur yang belum mapan (immature credtor).


Akhirnya, negara itu hanya tinggal menerima pembayaran cicilan hutang dan
bunga dari negara yang dipinjaminya. Ia telah menjadi kreditur yang mapan
(mature creditor).

Page

KL

Teori Pembangunan Neo-Klasik pada Dasa Warsa 1980


Teori ketergantungan yang diintroduksikan oleh beberapa pakar Amerika Latin
memperoleh tandingan dari para pemikir ekonomi aliran Neo Klasik pada Dasa Warsa 1980.
Apabila menurut pendapat para pakar ekonomi yang mencetuskan teori interaksi mereka
dengan negara maju yang mengeksploitasi sumber daya negara berkembang, berdasarkan
pendapat para pakar ekonomi aliran Neo Klasik lain lagi.
Mereka beranggapan bahwa keterpurukan perekonomian negara berkembang
disebabkan oleh beberapa faktor internal yang buruk semisal campur tangan pemerintah yang
terlalu dalam pada kegiatan perekonomian, meluasnya praktek korupsi, kolusi, serta penyalah
gunaan wewenang, kurangnya insentif ekonomis bagi mereka yang mengembangkan usaha,
serta kekurangcermatan alokasi sumber daya. Berdasarkan teori ini, tidak efektifnya alokasi
sumber daya, terjadinya praktek korupsi, kolusi, dan penyalahgunaan wewenang, intervensi
pemerintah yang terlalu dalam, dan kurangnya insentif ekonomis bagi anggota masyarakat
yang mengembangkan usaha merupakan ketidakefisienan kegiatan perekonomian negara
berkembang. Sehingga percepatan pertumbuhan perekonomian menjadi lebih lambat dan
pemerataan hasil pembangunan sulit terlaksana.
Para pemikir yang menganut aliran ini semisal Jagdish Bhagwaty, Anne
OKrueger,bella Bailasa, dan Deepak Laj menyatakan bahwa agar negara berkembang
mampu mengatasi permasalahan yang membelitnya serta kekuatan perekonomian negara
menjadi bagus,pemerintah harus mengurangi campur tangan dalam kegiatan perekonomian,
melakukann privatisasiterhadap badan usaha milik negara, membuka diri terhadap
penanaman modal asing, melaksanakan deregulasi perekonomian, menghilangkan disorsi
harga, dan juga mengintegrasikan kekuatan perekonomian negara dalam kancah
perekonomian bebas. Dengan menerapkanbeberapa cara itu, suatu negara akan mampu
memperkokoh kekuatan perekonomiannya.
Pasar bebas merupakan wilayah yang paling tepat untuk menjadikan kekuatan
perekonomian kokoh. Hal ini terjadi karena kekuatan perekonomian suatu negara banyak
memperoleh pengalaman dan pelajaran darinya sehingga ia dapat mengatur dirinya secara
lebih efisien.secara ideal, bekerjanya mekanisme tangan bebas diharapkan mampu
menjadikan setiap permasalahan ekonomi terselesaikan. Dalam beberapa kasus, misalnya saja
yang terjadi diKorea Selatan, Hongkong, Taiwan dan Singapura, konsep yang ditawarkan
oleh para pemikir aliran Neo Klasik ini memang terbukti mampu menyelesaikan
Page

KL

permasalahan yang dihadapi. Keempat negara ini hingga saat ini mampu menjadi kekuatan
ekonomi dunia yang diperhitungkan.
Sayangnya teori ini hanya tepat diterapkan pada negara yang telah memiliki struktur
perekonomian yang telah tertata dengan baik dan telah terbiasa dengan mekanisme pasar
persaingan sempurna. Perbedaan struktur pasar dan kondisi kelembagaan perekonomian pada
setiap negara telah menjadikan konsep penyelesaian permasalahan yang ditawarkan terbukti
gagal ketika mencoba diterapkan untuk mengatasi problematika dibanyak negara
berkembang.

Teori Joseph Schumpter dan Peran Penting Wiraswastawan


Salah seorang pemikir lainnya, Joseph Schumpter, menyatakan bahwa ada
sekelompok masyarakat yang diharapkan mampu berperan sebagai kekuatan penggerak
(driving force) bagi penciptaan kemajuan perekonomian suatu negara. Kelompok masyarakat
yang memiliki peran besar tersebut adalah kalangan wiraswastawan (entrepeneur). Dari
mereka, inovasi yang bermanfaat bagi perkembangan masyarakat dimunculkan. Begitu juga,
penyerapan tenaga kerja dalam berbagai kualifikasi akan terjadi nantinya. Adapun inovasi
yang dilakukan oleh kalangan wiraswastaan berwujud antara lain:
a. Memperkenalkan barang yang benar-benar baru atau barang dengan kualitas yang
lebih baik.
b. Menemukan semacam metode produksi yang baru.
c. Menciptakan daerah pemasaran baru bagi perusahaan.
d. Menemukan sumber daya ekonomi baru yang mana sebelumnya mungkin belum
diketahui manfaatnya.
e. Menerapkan bentuk atau strukur ornganisasi baru bagi perusahaan dan industry yang
mampu menciptakan kondisi lebih baik bagi kemajuannya.
Secara nyata,memang kita tentu sepakat bahwa apabila suatu Negara mempunyai lebih
banyak orang yang mampu berwiraswasta dalam berbagai skala usaha,Negara itu akan
mempunyai kekuatan lebih dari yang lainnya sehingga ia memiliki peluang yang lebih besar
untuk menjadi pemenang dalam persaingan antara Negara. Kita dapat mencontohkan Negara
Taiwan yang mampu memperoleh banyak devisa karena kemajuan industry rumah tangganya.
Bahkan,banyaknya kaum wiraswastawan yang dimiliki oleh nefara tersebut menjadikan
Page

KL

Negara kecil ini mampu memperoleh nilai tambah dari penanaman modal asing yang
dilaksanakan pada berbagai Negara termasuk Amerika Serikat.

Teori Pembangunan Hollis Chenery


Hollis Chenery merupakan seorang pakar ekonomi yang memperkenalkan teori pola
pembangunan(pattern of development) yang menitikberatkan kajiannya pada tahapan
perubahan structural dalam system perekonomian,industry,dan struktur kelembagaan
perekonomian yang terdapat pada Negara berkembang. Dengan melewati tahapan
tersebut,Negara berkembang akan mengalami transformasi dari tatanan perekonomian
tradisional menuju sector industry.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukannya di banyak Negara,peningkatan
pendapatan perkapita yang dapat dicapai oleh anggota masyarakat suatu Negara akan
menjadikan tumpuan yang mentangga tatanan perekonomian Negara tersebut berubah dari
sector pertanian menuju sector industry. Apabila pendapatan nasional bruto dan juga
pendapatan perkapita meningkat,pangsa pasar untuk sector industry meningkat dan pangsa
pasar untuk produk sector pertanian menurun. Dari hasil penelitian yang dilaksanakannya
pula,dapat diketahui bahwa pada saat pendapatan perkapita anggota masyarakat suatu Negara
adalah US$ 200 tiap tahunnya,pangsa pasar untuk produk sector pertanian menguasai sekitar
45% pangsa pasar secara keseluruhan. Sedangkan pada saat pendapatan perkapita mencapai
US$ 1.000,sumbangan peran sector pertanian mengalami penurunan sekitar 20% dan sector
industry meningkat kurang lebih 28%.
Berdasarkan proses perubahan structural yang dialami oleh setiap Negara dari tingkat
pendapatan perkapita anggota masyarakat Negara tersebut,pengelompokan bisa dilakukan.
Negara yang anggota masyarakatnya baru mempu mencapai tingkat pendapatan perkapita
sebesar US$ 600 tergolong kedalam Negara yang baru melaksanakan pembangunan atau
Negara berkembang(developing country). Selanjutnya,Negara dengan tingkat penfapatan
perkapita sebesar US$ 600 hingga US$ 3.000 termasuk kedalam kelompok Negara dalam
tahapan transisi pembangunan. Sedangkan Negara yang memiliki jumlah pendapatan
perkapita diatas US$ 3.000 digolongkan kedalam kelompok Negara maju(developed
country).

Page

KL

Pengelompokan ini didasarkan pada realita yang terjadi pada tahun 1976 karena pada
tahun itulah penelitian tersebut dilakukan. Tentunnya,perubahan waktu akan berdampak pada
perubahan interval dan nilai batas pendapatan perkapita untuk mengelompokkannya.
Peningkatan peran sector industry dalam kancah perekonomian berjalan seiring
dengan pendapatan pendapatan perkapita anggota masyarakat suatu Negara. Selain itu,
peningkatan pendapatan perkapita anggota masyarakat suatu Negara juga berhubungan secara
berbanding lurus dengan kemampuan mengakumulasikan modal juga aras investasi modal
manusia(human capital investment). Bila pendapatan perkapita yang diraih oleh anggota
masyarakat suatu Negara makin besar jumlahnya,maka semakin besar pula kemampuan
setiap anggota masyarakat guna meningkatkan kualitas dirinya melalui pendidikan,tentu saja
pendidikan yang berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan. Sementara,peningkatan
pendapatan perkapita di sisi lain juga menjadikan proporsi pendapatan yang harus
dialokasikan guna membeli bahan pangan menurun. Selanjutnya penurunan permintaan
terhadap bahan pangan ini akan dikompensasikan untuk hal-hal lain. Misalnya saja,untuk
pengeluaran dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja pemerintah untuk sector lain
dan pembelian barang-barang kebutuhan lain, serta peningkatan sumber daya manusia
melalui proses pendidikan sebagaimana yang disebutkan diatas.
Dari sudut pandang ketenagakerjaan,perpindahan angkatan kerja dari sector pertanian
dikawasan pedesaan menuju sector industry di wilayah perkotaan pastilah terjadi. Kawasan
perkotaan akan menjadi daerah tujuan pencarian pekerjaan bagi para angkatan kerja dari
desa. Industrialisasi yang dilangsungkan di dalamnya bagaikan lampu terang yang menarik
serangga untuk mengerumuninnya. Sebagai konsekuensi lanjutannya,kawasan perkotaan
akan kelebihan jumlah tenaga kerja dan kawasan pedesaan justrumengalami kekurangan.
Pada akhirnya,kemajuan terlalu pesat yang di alami oleh wilayah perkotaan justru akan
menghambat

distribusi

kemajuan

karena

kemajuan

yang

hanya

terpusat

dikota.

Sementara,kawasan pedesaan yang ditinggalkan oleh angkatan kerja mengalami kelambatan


dalam kemajuan. Sehingga,transformasi structural yang terjadi hanya akan menjadi baik
kalau diikuti oleh pemerataan kesempatan belajar,penurunan jumlah penduduk,dan
pemerataan kemajuan di seluruh wilayah.

Teori Ketergantungan

Page

KL

Teori ketergantungan ini pada awalnya tercetus dari diskusi yang dilakukan oleh para
pakar ekonomi dari Negara-negara di kawasan Ameerika Latin. Penggagas awal dasar teori
adalah Paul Baran. Ia menciptakan model dasar tesis alternative tentang keterbelakangan
yang dialami oleh banyak diantara Negara berkembang mencoba untuk dijelaskan.
Para pencetus teori ini menyatakan bahwa tatanan perekonomian dunia terbagi atas
dua golongan. Tatanan pertama adalah perekonomian Negara-negara maju. Sedangkan yang
kedua adalah tatanan perekonomian Negara-negara berkembang.Salah seorang tokoh teori
ketergantungan,Andre Gunder Frank,mengelompokan Negara-negara maju sebagai Negaranegara metropolis maju(developed metropolis countries) dan Negara-negara berkembang
dikelompokan dalam Negara satelit terbelakang (satellite underdeveloped countries).
Sedangkan salah seorang pakar ekonomi lain asal Pakistan,Shamir Amin,membagi kutub
perekonomian dunia menjadi Negara maju di bagian pusat (core) dan Negara-negara miskin
dibagian pinggiran(pheriphere). Dalam hal ini,tatanan perekonomian dunia sangat
dipengaruhi oleh Negara-negara maju sebagai pusat sedangkan Negara berkembang dan
miskin ada di bagian pinggiran.
Dinyatakan oleh teori ini bahwa system perekonomian Negara miskin di pinggiran tak
ubahnya dengan tatanan perekonomian tradisional sebagaimana yang dinyatakan oleh
Arthur Lewis. Dalam system perekonomian Negara pinggiran,mekanisme pasar belum
sepenuhnya berlaku. Karakteristik hubungan antara manusia yang paternalistis dan ikatan
sosial yang masih kuat merupakan ciri dominan. Di lain sisi,tatanan perekonomian Negara
maju sebagai pusat memiliki corak perekonomian modern dimana meknisme pasar telah
berjalan dengan baik. Karakteristik hubungan antara pelaku ekonomi yang satu dengan yang
lainnya telah menjadi sedemikian individualistis.
Hubungan antara Negara maju dan Negara miskin merupakan keadaan yang berisfat
eksploitatif. Negara maju dengan segala kekuatannya mendominasi Negara berkembang.
Investasi yang dilaksanakan oleh perusahaan multinasional dari Negara maju diwilayah
Negara berkembang barangkali mampu meningkatkan pendapatan nasional kotor Negara
tersebut. Akan tetapi,peningkatan pendapatan ini hanya memiliki akses kepada kekuasaan.
Terlebih lagi,biasanya keuntungan yang diperoleh merupakan hasil dari tindakan eksploitasi
sumber daya yang ada. Seandainya dalam tatanan yang bersifat eksploitasi tersebut terjadi
pergeseran dari tatanan yang bersifat foedal ke dalam hubungan yang didasarkan atas
rasionalitas pasar,hal itu justru akan memperhebat proses eksploitasi yang dilakukan para

Page

KL

pemilik modal. Proses yang bersifat eksploitatif yang diiringi dengan tindakan koruptif dan
tindakan adil dalam mekanisme pemerintahan suatu Negara berkembang.
Andre Gunder Frank menyatakan bahwa hubungan eksploitatif antara Negara maju
dan Negara berkembang ini justru disebabkan oleh berperannya kekuatan ekonomi kapitalis
negara-negara maju yang masuk melalui kegiatan investasi dalam system perekonomian
modern dan ditopang oleh sector industry. Penanaman modal asing yang dilakukan oleh
berbagai perusahaan multi nasional di Negara-negara berkembang justru mengeruk kekayaan
serta hasil bumi Negara berkembang itu. Hasil investasi yang diperoleh ternyata jauh lebih
besar dari tingkat keuntungan yang dicapai terlalu tinggi disbanding dengan bagian
keuntungan yang diperoleh Negara berkembang tempat ia menanamkan modalnya.
Seandainya ada pihak yang diuntungkan oleh kegiatan investasi oleh perusahaan Negara
maju,mereka hanyalah segelintir kecil golongan borjuis. Sementara sector perekonomian
modern Negara berkembang sangat tergantung pada dinamika yang terjadi pada perusahaan
multi nasional yang menanamkan modalnya di Negara tersebut. Menurut Andre Gunder
Frank, ada tiga hubungan antara Negara maju dengan Negara berkembang, yakni:
a. Negara maju akan berkembang pesat dan Negara berkembang tetaplah Negara
berkembang.
b. Negara berkembang akan mampu mengalami perkembangan ekonomi yang sehat
apabila ia tidak tergantung kepada Negara maju.
c. Negara berkembang yang saat ini masih terbelakang adalah Negara yang ada pada
masa lalu memiliki kaitan kuat dengan Negara maju yang pernah menguasainnya.
Memperkuat argumentasi Andre Gunder Frank,Theotonio Dos Santo menyatakan bahwa
penyebab ketrgantungan Negara berkembang terhadap Negara maju juga disebabkan oleh
aspek internal. Unsur-unsur perekonomian dalam negeri juga berperan besar dalam
menyebabkan ketergantungan ini. Sikap konsumtif yang diperlihatkan oleh sebagian kecil
anggota masyarakat kalangan elit serta ketergantungan perdagangan Negara maju juga
memiliki kontribusi terhadap menguatnya ketergantungan yang berlangsung secara
sistematis. Ia menegaskan bahwa ketergantungan Negara berkembang terhadap Negara maju
meliputi tiga hal:
a. Ketergantungan colonial(colonial dependence) yang terjadi karena pemerintah
Negara maju yang pernah menjadi kekuatan kolonialis pada Negara berkembang
memonopoli pemanfaatan sumber daya alam.

Page

KL

b. Ketergantungan industry dan keuangan (industrial and finasial dependence) yang


tercipta oleh dominasi pemilik modal Negara maju di Negara berkembang melalui
aktivitas investasi untuk mengolah komoditas primer guna keperluan komsumsi
Negara maju.
c. Ketergantungan teknologi industry(industrial technology dependence) yang terjadi
karena kegiatan industry yang dilakukan oleh Negara maju di wilayah Negara
berkembang.
Para penganut teori ketergantungan menganggap bahwa berbagai lembaga perekonomian
internasional semisal International MonetaryFund dan World Bank berperan besar dalam
menciptakan ketergantungan dan keterpurukan system perekonomian Negara berkembang.
Bantuan yang diberikan oleh berbagai lembaga internasional itu tidak terlepas dari
kepentingan tertentu Negara pemberi bantuan untuk melanggengkan dominasinya atas
Negara berkembang. Bantuan barang yang diberikan juga seringkali tidak memiliki manfaat
nyata karena teknologinya terlalu tinggi dan sulit dikuasai para pengguna di Negara
berkembang. Tenaga ahli yang diperbantukan juga seringkali tidak mampu memberikan
bantuan yang tepat sekalipun telah digaji tinggi dan hanya menghabiskan uang saja.
Kita dapat merasakan bahwa teori ketergantungan ini sedikit banyak diwarnai oleh
pandangan Karl Max tentang pertentangan antara kedua belah pihak,dalam hal ini antara
Negara maju di kawasan inti dan Negara berkembang di wilayah pinggiran. Negara maju
diposisikan sebagai penindas dan Negara berkembang sebagai pihak tertindas.
Teori ketergantungan bagaimanapun juga tetap memiliki kekurangan. Ia terlalu
mengedepankan penyebab keterbelakangan Negara berkembang karena interaksi dengan
Negara

maju.

Padahal,faktor

internal

juga

seringkali

berperan,misalnya

saja

korupsi,kolusi,dan nepotisme. Selain itu teori ketergantungan di nilai hanya bisa


memaparkan penyebab keterpurukan Negara berkembang tanpa mampu menawarkan solusi
yang realistis. Hingga saat ini,jalan keluar yang ditawarkan guna mengatasi keterpurukan
Negara berkembang adalah dengan cara melakukan sosialisasi dengan dunia luar. Hal ini
tidak realistis karena tidak ada satupun Negara yang dapat melepaskan diri dari hubungan
dengan dunia luar. Sejarah telah menunjukan bahwa tidak ada Negara yang dapat menggapai
kemajuan dengan menutup diri dari dunia luar. Kita bisa melihat bahwa Korea
Utara,Kuba,dan Albania justru terbelakang karena mereka tidak bersedia membuka
dirinya,termaasuk juga untuk aspek yang sebenarnya bernilai positif.

Page

KL

b. .TEORI PEMBANGUNAN DALAM KAITANNYA DENGAN INVESTASI


Pertumbuhan ekonomi adalah penting dari pembangunan sebuah negara,bahkan bisa
dikatakan sebagai salah satu indikator penting untuk menjelaskan bahwa suatu negara itu
mampu secara finansial atau sejahtera.keberhasilan tidak akan terlihat tanpa adanya hasil riil
berupa pertumbuhan dari sesuatu yang dibangun oleh pemerintah dibidang ekonomi,begitu
juga tanpa pertumbuhan ekonomi maka pembangunan suatu negara tidak akan berjalan
sebagaimana mestinya.Pada kondisi ini ditandai dengan masuknya dana kedalam sistem
ekonomi suatu negara.Begitu juga dengan pengalaman Indonesia dalam beberapa tahun
belakangan ini sesudah terjadinya masa krisi ekonomi pada tahun1998.Kondisi tersebut
bukan hanya merusak sistem ekonomi yang terbangun selam dekade sebelumnya tetapi juga
aspek lain seperti politik,hukum,dan pemerintahan.Kita dihadapkan pada banyak pilihan yang
sebenarnya tidak mengijinkan kita memilih atas kehendak dan keinginan sendiri.Kondisi ini
menandakan

bahwa

posisi

tawar

kita

tidak

menguntungkan baik secara internal maupun eksternal.Secara sederhana,Indonesia


memerlukan dana dan dukungan finansial yang besar untuk bisa membangun kembali apa
yang sudah hancur dan mempertahankan apa yang masih ada.Sejumlah pemikiran untuk
perbaikan pun sudah digulirkan,sampai akhirnya pemerintah mengambil pilihan untuk
memberikan sebagian hak dan wewenang tersebut kepada lembaga finansial Internasional
dan sejumlah negara lain.Sebenarnya apa yang dibutuhkan?sederhana,Indonesia memerlukan
dana baru dalam bentuk investasi.Mengapa harus investasi?Karena secara perhitungan
ekonomi saat itu Indonesia tidak mempunyai saving atau tabungan untuk meredam gejolak
ekonomi saat itu.Oleh karena itu,salah satu cara yang ditempuh adalah dengan bantuan
lembaga finansial Internasional dan mengundang sejumlah investor untuk menanamkan
modalnya di Indonesia.Lantas,bila sejumlah dana sudah bisa ditarik masuk kedalam dan
kepercayaan terhadap kondisi ekonomi Indonesia sudah pulih,apakah hal itu sudah menjadi
bukti bahwa kita sudah berada pada level yang aman?ataukah apakah status sebagai negara
miskin/terkebelakang sudah lepas dari kita?ternyata tidak demikian,karena sejumlah konsep
mengatakan bahwa kesejahteraan sebuah negara tidak bisa hanya diukur dengan jumlah dana
yang terserap,peningkatan GDP,atau kurs mata uang yang menguat,tetapi perubahan
kehidupan masyarakatnya.Hal ini bisa tidak bisa dinafikan.Begitu pentingnya peran dan
dukungan dari investasi terhadap kelanjutan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di
Indonesia sangat disadari betul oleh pemerintah.Sebab sejumlah proyek infrastruktur

Page

KL

membutuhkan dana yang besar,bukan hanya infrastruktur ekonomi tetapi juga infrastruktur
bidang sosial dan kehidupan masyarakat..Sinkronisasi arah dan kehendak dari pemerintah
pusat dan daerah pun mutlak diperlukan.Daerah dengan wewenang dan keinginannya pun
tidak bisa dikesampingkan begitu saja,sebaliknya peran pemerintah pusat pun sebagai
koordinasi sentral pun perlu ditegaskan kembali.Berdasarkan hal-hal diatas perlu kiranya
untuk menyimak kembali kondisi kebijakan investasi yang dijalankan oleh pemerintah
selama ini,berkaitan dengan tujuan perbaikan dan perubahan perekonomian Indonesia beserta
sejumlah permasalahan yang mengikutinya.
Konsep dan tujuan pembangunan secara umum arah dan tujuan suatu negara tidak bisa
dilepaskan dari konsep pembangunan yang dirancangnya.Istilah pembangunan tetap masih
akan menjadi aspek penting dalam merancang setiap kebijakan pemerintah.Konsep
pembangunan yang dirancang setidaknya bukan hanya menonjolkan keberhasilan ekonomi
sebagai faktor yang dominan tetapi juga memfokuskan faktor lain yang tidak bisa
diabaikan.Faktor-faktor
pendidikan,pengurangan

yang

mendukung

tingkat

tersebut

kemiskinan,tingkat

berupa

perbaikan

kesejahteraan

pada

dan

bidang

kesehatan

masyarakat.Mudrajad Kuncoro setidaknya menjelaskan hal diatas sebagai apa yang disebut
indikator kunci pembangunan.
Selain itu pula proses pembangunan yang dijalankan bukan hanya dilihat dari segi fisik
tetapi juga harus membawa sejumlah perubahan yang sifatnya non material.Setidaknya ada 3
perubahan yang perlu terjadi dalam proses pembangunan,yaitu perubahan struktur ekonomi
(misalnya dari pertanian kepada industri lalu kebidang jasa),perubahankelembagaan
(misalnya reformasi birokrasi dan SDM),dan perubahan kenaikan pendapatan per kapita
(GNP riil dibagi jumlah penduduk).Indikator kunci yang dimaksud diatas adalah indikator
ekonomi dan indikator sosial.Beberapa variabel yang masuk dalam indikator ekonomi antara
lain GNP per kapita dan laju pertumbuhan ekonomi,sedangkan variabel dalam indikator
sosial antara lain Indeks mutu hidup,bahkan indikator-indikator ini digunakan sebagai acuan
terhadap pengelompokan negara tersebut dalam kaitannya dengan sistem ekonomi global.
Namun kenyataan yang terjadi tidak bisa disederhanakan dengan hanya mengandalkan
kedua indikator tersebut,sebab sebenarnya proses pembangunan yang berjalan bersifat
kompleks.Ada sejumlah permasalahan baru dan laten yang tidak bisa diselesaikan begitu
saja,bahkan untuk memetakan permasalahnnya juga cukup sulit.Permasalahan tersebut bisa
dari pemerintah itu sendiri sebagai pelaksana dan penggagas pembangunan,juga dari sektor
swasta atau masyarakat sendiri.Bahkan dipercaya bahwa pembangunan sudah gagal untuk

Page

KL

bisa menjadi jawaban dalam memeperbaiki permasalahan-permasalahan laten seperti


kemiskinan dan keterbelakangan.Dikatakan bahwa pertumbuhan pembangunan semata tidak
banyak menyelesaikan persoalan dan kadang-kadang mempunyai akibat yang tidak
menguntungkan.Bahkan

Todaro

mengatakan

bahwa

pembangunan

adalah

proses

multidimensi yang mencakup perubahan-perubahan penting dalam struktur sosial,sikap-sikap


rakyat,dan lembaga lembaga nasional,dan jugaakselerasi pertumbuhan ekonomi,pengurangan
kesenjangan dan pemberantasan kemiskinan absolut.Dapat dimengerti bahwa pembangunan
bukanlah konsep statis melainkan dinamis dan merupakan proses tiada akhir.Bila kita berkaca
dari hal diatas,maka apa yang dialami oleh Indonesia tidak jauh berbeda.Isu-isu yang
diangkat seputar pembangunan yang dijalankan adalah pengentasan kemiskinan,peningkatan
daya beli dan pendapatan masyarakat,penurunan pengelompokan tersebut dikenal dengan
penyebutan negara maju,negara sedang berkembang,dan negara miskin.Walaupun pengertian
dan penyebutan tersebut beragam dalam mengalami perubahan makna dan relevansinya saat
ini.Oleh karena itu sudah pasti bahwa pemerintah perlu merancang konsep dan arah
pembangunan apa yang menjadi pilihan kita kedepan.Sejumlah pihak mengatakan bahwa
konsep ekonomi kita berbeda dengan negara lain didunia.Kita mengenal adanya sistem
ekonomi Pancasila,sebagian lagi memasukan istilah ekonomi kerakyatan.

PEMBAHASAN
A.MODAL
1. MODAL FISIK
Pertumbuhan ekonomi membutuhkan dan tergantung pada sebagian input yang berupa
modal. Tingkat pertumbuhan yang di nyatakan oleh proporsi pembentukan modal tertentu
tergantung dalam model yang sangat sederhana,pada rasio modal/output dan tingkat
pertumbuhan dari kekuatan perburuhan. Rasio modal/output, walaupun dignakan secara luas
untuk menilai kebutuhan investasi dan prioritas sektoral,tetapi terpengaruh oleh berbagai
penafsiran sehinnga bukan sebagai kriteria investasi yang bisa di andalkan. Proses
pertumbuhan melibatkan tabungan untuk menciptakan surplus untuk pembentukan modal.
Tabungan tidak berkaitan erat dengan pendapatan perkapita, tidak juga dengan kecepatan
pertumbuhan output yang tergantung hanya karena proporsi produk secara total yang
dikembalikan pada ekonomi sebagai investasi.
Page

KL

Tabungan dapat dilaksanakan oleh pemerintah dan bisa dipaksakan pada rumah
tangga dan perusahaan oleh tingkat inflasi. Semua ekonomi terbatas kapasitasnya untuk
menyerao investasi baru, tetapi kebanyakan tidak pernah menguji batas-batasnya.
Jika investasi naik dengan cepat, maka berarti tingkat pengembalian modal akan jatuh
karena prinsip-prinsip umum dari ekonomi ditinggalkan untuk sementara.
2. TENAGA KERJA DAN MANUSIA SEBAGAI MODAL
Produktifitas pekerja sangat tergantung pada kemampuan mereka, jumlah kerja yang mereka
bawa ketempat pemasaran,dan pengembalian kecadangan modal manusia mereka. Investasi
tersebut termasuk pendidikan sekolah formal,latihan ditempat kerja,serta perawatan
kesehatan dan gizi.
manusia sebagai modal pembangunan
Pembangunan diarahkan pada segi kemanusiaan itu sendiri sebagai salah satu model
pembangunan yang berkelanjutan yaitu keberlanjutan pada kualitas manusia (human
sustainability). Pembangunan terhadap pengetahuan pada diri manusia dikenal dengan
peningkatan kualitas hidup, yang tidak hanya menyangkut segi-segi fisik dari manusia itu
seperti kesehatan (termasuk berat dan tinggi badan), pendidikan, tetapi juga segi moral
agama. Peningkatan kualitas hidup manusia merupakan suatu rangkaian proses pembangunan
dalam rangka keseimbangan antar anggota masyarakat itu sendiri dalam memandang
lingkungan hidupnya sebagai wadah dalam kehidupan bermasyarakat secara lebih luas.
Dengan peningkatan kualitas manusia yang berwawasan lingkungan, maka pembangunan
yang diterapkan pada kelompok masyarakat akan mempunyai atau bernuansa adaptif.

3. PERAN MODAL DALAM PEMBANGUNAN


Untuk mencapai proses pembangunan,di negara manapun di muka bumi ini,secara umum
harus tersedia modal dasar berupa sumber-sumber alam, teknologi, manajemen, kualitas dan
kuantitas penduduk, dan kapital. Kapital yang dimaksud adalah yang bersumber pada
tabungan masyarakat yang terakumulasi, seperti pajak baik yang langsung atau pinjaman luar
negeri. Tabungan masyarakat merupakan sumber kapital yang strategis dalam menunjang
pembangunanekonomi suatu negara. Tabungan di sini dapat diartikan sebagai kemampuan
dan kesediaan masyarakat untuk menahan nafsu konsumsinya selama beberapa waktu supaya
dimasa depan terbuka kemungkinan konsumsi yang lebih memuaskan.
4. SEBAB-SEBAB RENDAHNYA LAJU PEMBENTUKAN MODAL

Page

KL

Di negara terbelakang tingkat pembentukannya rendah. Alasannya karena negara tersebut


kekurangan faktor-faktor yang menentukan pembentukan modal.
Alasan pokok rendahnya tingkat pembentukan modal di negara terbelakang adalah sebagai
berikut:
a. Pendapatan Rendah.
Tabungan yang besar penting bagi pembentukan modal, dan tabungan tergantung pada
besarnya pendapatan. Karena pertanian, industri dan sektor lain di negara terbelakang masih
terbelakang, output nasional menjadi rendah dan begitu juga pendapatan nasional. Sebagai
akibatnya, pendapatan per kapita rendah. Pada pihak lain, kecenderungan berkonsumsi sangat
tinggi, yang mendekati angka 1. Dengan demikian hasil keseluruhan pendapatan dihabiskan
untuk konsumsi. Jadi, menabung menjadi tidak mungkin dan tingkat pembentukan modal
tetap rendah.
b. Produktifitas rendah
Karena tingkat produktifitas rendah,laju pertumbuhan pendapatan nasional,tabungan dan
pembentukan modal juga sangat rendah.
c. Alasan kependudukan
Negara terbelakang memilik permasalahan penduduk yang membuat laju pembentukan
modal tetap rendah.
d. Kekurangan wiraswasta
Kurangnya kemampuan wiraswasta merupakan faktor lain penyebab rendahnya laju
pembentukan modal di negara terbelakang.
e. Kekurangan overhead ekonomi
Kehadiran overhead ekonomi adalah penting untuk menciptakan iklim usaha dan membuat
investasi berubah karena dalam batas tertentu pembentukan modal tergantung padanya.
f. Kekurangan peralatan modal
Laju pembentukan modal juga tetap rendah karena peralatan modal kurang.
g. Ketimpangan dalam distribusi pendapatan
Ada ketimpangan yang tajam didalam distribusi pendapatan yang membuat laju pembentukan
modal tetap rendah. Dalam kenyataan,menabung hanya dapat dilakukan oleh 3-5 persen
pendudukyang

berada

pada

puncak

piramida.tetapi

orang-orang

ini

hanya

menginvestasikannya pada saluran yang tidak produktif seperti emas,perhiasan,batu


permata,perumahan uang asingdan sebagainya.ini memperkecilinvestasi nyata dan laju
pertumbuhan modal menjadi rendah.
h. Pasar sempit
Pasar yang sempit menjadi alasan lain penyebab rendahnya laju pembentukan modal. Pasar
sempit merupakan penghalang bagi tumbuhnya usaha dan inisiatif rakyat miskinpermintaan
akan barang terbatas karena pendapatan mereka rendah. Dengan demikian pasar yang sempit
menghalangi investasi karena pasar domestik mempunyai kemampuan yang terbatas untuk

Page

KL

menyerap penawaran suatu produk baru. Ini membuat pembentukan modal tetap berada
dalam laju yang rendah.
i. Kekurangan lembaga keuangan
Alasan lain rendahnya laju pembentukan modal ialah kurangnya lembaga keuangan untuk
menyerap dana untuk investasi. Untuk tujuan-tujuan produktif diperlukan pengeluaran modal
yang cukup besar. Tetapi ini tidak mungkin karena kurang berkembangnya pasar uang, pasar
modal, lembaga kredit di bank. sebagai akibatnya, tidak dapat dilakukan pengarahan dan
tabungan dalam jumlah yang cukup untuk tujuan investasi dan dengan begitu laju
pembentukan modal tetap rendah.
j. Keterbelakangan ekonomi
Keterbelakangan ekonomi juga merupakan penyebab rendahnya laju pertumbuhan modal.
Efisiensi buruh yang rendah, spesialisasi, dan aktifitas berusaha yang terbatas ekonomi yang
terbengkalai nilai dan struktur sosial yang tradisional kesemuanya mengendala tabungan dan
investasi,serta mencegah naiknya laju pembentukan modal.
k. Keterbelakangan teknologi
Keterbelakangan teknologi juga menghalangi laju pembentukan modal. Sebagai akibat dari
teknik produksi yang kuno, produktivitas per unit buruh dan produktivitas per unit modal
tetap rendah. Situasi ini menyebabkan output dan pendapatan nasional tetap rendah,dan laju
pembentukan modal tidak dapat meningkat.
5. PERANAN MODAL ASING DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI
Pemasukan modal asing sangat diperlukan untuk mempercepat pembangunan ekonomi.
Modal asing membantu dalam industrialisasi, dalam membangun modal overhead ekonomi
dan dalam menciptakan kesempatan kerja yang lebih luas. Modal asing tidak hanya
membawa uang dan mesin tetapi juga ketrampilan teknik. Ia membuka daerah-daerah
terpencil dan menggarap sumber-sumber baru yang belum di manfaatkan. Risiko dan
kerugian pada tahap perintisan juga di tanggung modal asing. Selanjutnya, modal asing
mendorong pengusaha setempat untuk bekerjasama dengan perusahaan asing. Ia meniadakan
problem neraca pembayaran dan menurunkan tekanan inflasi. Modal asing membantu
memodernisasi masyarakat dan memperkuat sektor negara maupun sektor swasta.
Penggunaan modal asing dengan demikian penting untuk mempercepat pembangunan
ekonomi negara-negara terbelakang.
6. PERAN INVESTASI DALAM PEMBANGUNAN

Page

KL

Laporan Ekonomi Dunia IMF 2012 menyebutkan bahwa Indonesia masuk dalam
negara ekonomi awal dan negara berkembang. Meskipun masuk dalam kategori negara
berkembang, dengan potensi yang dimilikinya Indonesia perlu di perhitungkan dalam jangka
panjang. Selain memiliki kekayaan sumber daya alam yang luar biasa, Indonesia merupakan
negara dengan penduduk terbanyak ke-4 di dunia. Dua hal tersebut merupakan potensi besar
bagi Indonesia untuk menjadi negara maju. Terlepas dari hal tersebut saat ini kondisi
ekonomi Indonesia masih perlu di pacu untuk menyusul negara- negara asia tenggara dan
mampu bersaing di dunia internasional. Untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dari
negara- negara lain salah satunya adalah dengan cara mendorong perekonomian melalui
investasi. Investasi yang didorong tidak hanya di pusat tapi juga harus dapat menarik
investasi ke daerah. Hal ini dimaksudkan agar percepatan pembangunan ekonomi dapat
merata, tidak hanya terfokus di pusat saja.
Investasi adalah salah satu faktor produksi yang memiliki daya dorong dan daya
ungkit yang kuat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi secara makro. Kegiatan
investasi mampu mengakumulasikan modal dan meningkatkan produktivitas. Investasi dapat
meningkatkan output dan meningkatkan permintaan input. Namun demikian investasi juga
dapat mengalami penyusutan dan disparitas pertumbuhan sektor ekonomi apabila aktivitas
investasi tertumpu pada sektor tertentu saja.
Salah satu instrumen terbaik dalam mempercepat pembangunan dan mendorong pertumbuhan
ekonomi di negara- negara sedang berkembang adalah dengan cara mendorong investasi
sebagai alat pembentukan modal dan peningkatan produksi.
Tujuan penyelenggaraan penanaman modal berdasarkan Undang- undang No. 25
Tahun 2007 antara lain yaitu untuk
1.
2.
3.
4.
5.
6.

meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional;


menciptakan lapangan kerja;
meningkatkan pembangunan ekonomi berkelanjutan;
meningkatkan kemampuan daya saing dunia usaha nasional;
mendorong pengembangan ekonomi kerakyatan;
meningkatkan kapasitas dan kemampuan teknologi nasional;
Page

KL

7. mengolah ekonomi potensial menjadi kekuatan ekonomi riil dengan


menggunakan dana baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri dan;
8. meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan adanya Undang- undang No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan
Daerah. Daerah memiliki wewenang, hak dan kewajiban daerahnya untuk mengatur dan
mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat. Hal ini
berarti Pemerintah Daerah diberikan keleluasaan dalam melaksanakan pembangunan di
daerahnya termasuk di dalamnya pembangunan di bidang ekonomi.

7. PERUBAHAN TEKNOLOGI
Perubahan teknologi adalah unsur kunci untuk meningkatkan produktivitas output. Tujuh
bahan perubahan teknologi di ketahui dan dilukiskan. Kenaikan efisiensi teknis biasanya
disertai dengan adanya perubahan intensitas faktor, penguranagn elastisitas yang bergabtian
faktor, kenaikan skala, pergeseran produk, perubahan hubungan sosial dan produksi, dan
kenaikan kecepatan perubahan itu sendiri.
Penyebaran perubahan teknologi membutuhkan waktu dan biaya, karena begitu
rumitnya.sifat teknologi tepat guna terhdap proses pembangunan berbeda menurut proses
yang di kerjakan dengan teliti dinegara kaya dan miskin.
Teknologi tepat guna atau menengah dapat menggabungkan intensitas buruh dengan ciri-ciri
lainnya yang berbeda,dengan teknologi yang paling maju dari negara kaya.
8. PERAN TEKNOLOGI DALAM PEMBANGUNAN
Teknologi berasal dari kata teknik yaitu cara mengerjakan atau mengatur segala sesuatu
yang perlu untuk membuat sesuatu hasil kesenian atau kepandaian,membuat sesuatu
berkenaan dengan kerajinan, membuat bangunan-bangunan dan sebagainya. Teknologi adalh
cara bagaimana berbagai sumber alam, modal, tenaga kerja, dan ketrampilan dikombinasikan
untuk merealisasikan tujuan produksi.
Sifat-sifat Teknologi
Mmenurut Djojohadikusumo (1975) membagi teknologi menurut sifatnya menjadi 3
macam, yaitu :
1. Teknologi maju,
yaitu suatu teknologi yang dipersiapkan untuk menghadapi persoalan yang besar untuk
suatu bangsa dalam perkembangan masa depan. Misalnya : teknologi yang menyangkut

Page

KL

sumber energi dan mineral, nuklir, dan beberapa aspek pokok dalam bidang teknologi
angkasa, laut, dan darat.
2. Teknologi adaptif,
yaitu suatu teknologi yang bersumber pada penelitian dan pengembangan teknologi di
negara-negara maju yang disesuaikan dengan pertimbangan-pertimbangan keadaan
masyarakat, agar dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk pemecahan masalah-masalah
konkrit seperti bidang pangan, permukiman pemeliharaan tanah, dan perkembangan
industri. Ukuran-ukuran utama untuk proses adaptasi dalam pengembangan teknologi kita
ialah agar cocok, dengan pertimbangan :
a.

penyerapan tenaga kerja,

b.

penggunaan bahan dalam negeri,

c.

neraca pembayaran luar negeri (penambahan devisa dan/atau penghematan).

Teknologi semacam ini bisa meliputi : pengembangan bibit unggul untuk bahan
pangan, bahan perdagangan, dan teknik bangunan maupun teknologi setelah panen. Aspek ini
dengan sendirinya mengandung sifat teknologi yang diperlukan untuk pengembangan industri
dalam negeri.
3. Teknologi protektif,
yaitu teknologi untuk memelihara, melindungi dan mengamankan ekologi dan
lingkungan hidup masa depan yang bisa meliputi konservasi, restorasi dan regenerasi
sumber daya alam. Unsur pokok teknologi protektif adalah peningkatan kelestarian,
memulihkan kesuburan tanah yang tandus, memanfaatkan tanah alang-alang menjadi
tanah garapan, dan sebagainya.
Pembagian atau klasifikasi teknologi di atas sangat relevan untuk negara-negara
sedang berkembang seperti Indonesia, daripada negara yang sudah maju.
9. TEKNOLOGI DAN KEKUATAN EKONOMI
Memang tampaknya ada hubungan antara teknologi dengan kekuatan ekonomi suatu negara.
Hal ini disebabkan karena teknologi merupakan satu-satunya alternatif yang mampu
membangun kekuatan ekonomi, karena dengan sifatnya yang khas dapat menekan biaya
produksi dan waktu.

Page

KL

Menurut Alvin Toffler dalam bukunya The Third Wave menganalisis perubahan
dan pembaharuan teknologi di dunia. Ia membagi sejarah teknologi menjadi 3 gelombang,
yaitu :
Gelombang Pertama (800 BC-1700), atau sebelum adanya revolusi industri,
periode ini ditandai dengan adanya penerapan teknologi pertanian. Ciri-ciri masa gelombang
pertama adalah penggunaan energi alam, energi ini berupa energi yang tersimpan dalam
binatang, hutan, atau langsung dari matahari, angin, dan air.
Gelombang Kedua (1800-1970), yaitu masa revolusi industri yang dimulai
dengan penemuan mesin uap yang akhirnya berkembang ke teknologi elektronis tingkat
tinggi. Atas dasar teknologi ini, maka industri berkembang dengan pesat seperti industri batu
bara, tekstil, kereta api, mobil, kimia, dan lain-lain. Cara produksi masal menjadi ciri pada
gelombang II ini. Adapun ciri khas gelombang kedua ini adalah adanya garis pemisah yang
jelas antara produsen dan konsumen.
Gelombang Ketiga (1970-2000), ditandai dengan adanya kemajuan teknologi
di bidang :
1.

komunikasi dan pengolahan data,

2.

penerbangan dan aplikasi teknologi angkasa luar,

3.

energi alternatif dan energi yang dapat diperbarui,

4.

genetik dan bio-teknologi pada umumnya, dengan mikro elektronik serta computer

sebagai teknologi intinya.


Di sini jelas ke mana arah perkembangan teknologi dunia dari negara-negara maju yang
dapat dipakai sebagai pertimbangan oleh negara-negara berkembang sebagai dasar untuk
merencanakan pembangunan teknologinya. Pada gilirannya, nanti negara-negara berkembang
tidak hanya menjadi ajang pemasaran barang-barang negara-negara maju tapi dapat
membuatnya sendiri di dalam Negeri setidak-tidaknya untuk keperluan sendiri Jika
memungkinkan bisa sebagai komoditas ekspor yang sangat potensial sehingga dapat memacu
pembangunan ekonomi di negara berkembang tersebut.
10. MENUMBUHKAN SIKAP MENGHARGAI TEKNOLOGI (khususnya dipedesaan)

Page

KL

Untuk menumbuhkan sikap menghargai teknologi dan menerima kehadirannya, khususnya


teknologi produktif, maka lima cara perlu ditempuh bersama-sama, yaitu :
1.

Membetulkan sistem penyaluran teknologi ke masyarakat pedesaan dengan mendahulukan


teknologi produktif.

2.

Mengembalikan teknologi pada asasnya sebagai jembatan antara keadaan ekologi dan sistem
ekonomi masyarakat bersangkutan, dalam hal ini masyarakat pedesaan.

3.

Menghindarkan pameran teknologi sebagai alat kesewenang-wenangan atas masyarakat


pedesaraan.

4.

Membimbing masyarakat desa menjadi suatu masyarakat yang mandiri dalam arti kita tahu
hal yang terbaik untuk diri mereka, percaya diri akan kemampuan dan kesanggupan mereka,
dan meyakini bahwa sumber daya yang dikaruniakan kepada mereka adalah asset yang dapat
memberikan manfaat sebaik-baiknya.

5.

Menumbuhkan sikap menghargai pengetahuan empiris dan teknologi tradisional mereka


sendiri dalam masyarakat pedesaan sebagai pangkal tolak setiap kemajuan dan pembaruan
IPTEK di lingkungan hidup mereka.
Tiga cara pertama merupakan upaya terhadap faktor-faktor luar, sedang dua
cara terakhir merupakan upaya terhadap faktor-faktor internal. Untuk menjalankan upayaupaya tadi perlu pengenalan secara baik watak, perilaku, keinginan dan kebutuhan
masyarakat desa bersangkutan yang terbentuk oleh interaksi mereka dalam waktu yang lama
di lingkungan mereka sendiri di mana mereka hidup dan berkarya. Dengan pengenalan ini
akan diperoleh pemahaman tentang pengetahuan empiris dan teknologi tradisional mereka
yang terbangun oleh sistem penelitian dan pembangunan informal mereka yang telah bekerja
selama ratusan bahkan barangkali ribuan tahun. Dalam hal pertanian, kekhususan berkenan
dengan lingkungan merupakan suatu ciri yang sangat mencolok (Ghildyal, 1984). Maka
teknologi produksi pertanian tidak dapat dibuat paket yang harus berlaku di mana-mana,
sehingga dalam pencetakan sawah tidak boleh dilakukan di mana saja.

Page

KL

PEMBAHASAN
STRATEGI PEMBANGUNAN EKONOMI
Pertumbuhan ekonomi adalah peningkatan ouptut masyarakat yang disebabkan oleh semakin
banyaknya jumlah faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi masyarakat tanpa
adanya perubahan cara-cara atau teknologi produksi itu sendiri.
Menurut para Ekonom :

Budi Santoso, 1997

Strategi pembangunan dengan pertumbuhan terbukti gagal menyelesaikan persoalanpersoalan dasar pembangunan. Dalam kiprahnya strategi itu justru menciptakan persoalanpersoalan seperti kemiskinan, keterbelakangan dan kesenjangan antar pelaku ekonomi.
-

Boediono, 1982

adalah proses kenaikan output per kapita dalam jangka panjang. Sedangkan teori
pertumbuhan ekonomi bisa kita definisikan sebagai penjelasan mengenai faktor-faktor apa
yang menentukan kenaikan output per kapita dalam jangka panjang dan penjelasan mengenai
bagaimana faktor-faktor tersebut berinteraksi satu sama lain, sehingga terjadi proses
pertumbuhan.
Strategi Perkembangan Ekonomi (Economic Development):
Perkembangan ekonomi adalah kenaikan output yang disebabkan oleh inovasi yang
dilakukan oleh entreprener (wiraswastaan). Inovasi menyangkut perbaikan kualitatif dari
sistem ekonomi itu sendiri, yang bersumber dari kreativitas para wiraswastawan.
Syarat-syarat terjadinya inovasi (perkembangan ekonomi) :

Page

KL

Harus tersedia cukup calon-calon pelaku inovasi (entreprenur) di masyarakat

Harus ada lingkungan sosial, politik dan teknologi yang bisa menjadi tempat subur
bagi semangat inovasi

Harus ada cadangan atau supplai ide-ide baru secara cukup.

Harus ada sistem prekreditan yang bisa menyediakann dana bagi para entrepreuner.

Strategi Pembangunan Berwawasan Nusantara:


Wawasan adalah pandangan hidup suatu bangsa yang dibentuk oleh kondisi lingkungannya.
Kondisi lingkungan hidup bangsa Indonesia adalah pulau atau kepulauan yang terletak di
antara samudera pasifik dan atlantik, di antara benua Asutralia dan Asia (Nusantara).
Pembangunan berwawasan nusantara adalah pembangunan yang berwawasan ruang.
Pembangunan berwawasan ruang (ekonomi regonal) tersirat dalam argumentasi Myrdall dan
Hirschman, yang mengemukakan sebab-sebab daerah miskin kurang mampu berkembang
secepat seperti yang terjadi di daerah yang lebih kaya (Suroso, 1994).
Strategi Ekonomi Pembangunan :

Soemitro Djojohadikusumo, 1993):

Dilihat dari dimensi ekonomi-regional, Indonesia menghadapi dilema dualisme teknologis,


yakni perbedaan dan ketimpangann mengenai pola dan laju pertumbuhan di antara berbagai
kawasan dalam batas wilayah satu negara. Dilema teknologis menonjol karena adanya
asimetri (ketidakserasian) antara lokasi penduduk dan lokasi sumber alam
-

Laoede M. Kamaludin

Page

KL

Penataan ruang di masa datang sebaiknya tidak hanya mengacu pada daratan, namun juga
harus berorientasi pada penataan ruang kemaritiman. Sedikitnya terdapat tiga pendekatan
yang dapat dikembangkan :
Pembangunan ekonomi berbasis teknologi tinggi, pusat pendidikan, jasa dan pariwisata. Ini
tepat diterapkan di P. Jawa, Bali dan Batam.
Pembangunan ekonomi yang berbasis potensi kelautan. Ini lebih tepat dikembangkan di
kawasan timur Indonesia dan kepulauan kecil di Sumatera.
Pembangunan ekonomi berbasis sumber daya mineral dan tanaman industri dapat
dikembangkan di pulau Sumatera.
Pembangunan berwawasan nusantara penting. Seiring dengan makin berkembangnya dan
makin membesarnya jumlah penduduk maka kita perlu memanfaatkan ilmu dan teknologi
untuk menggali persediaan bahan mentah dan sumber-sumber energi yang masih tersimpan
banyak dalam flora dan fauna di lautan. Dalam waktu mendatang laut akan merupakan ladang
utama dalam manusia mencari bahan makanan dan keperluan hidup (Sutjipto, 1995).
PERAN DAN KEBIJAKSANAAN PEMERINTAH
Peran Pemerintah:
Peran atau campur tangan pemerintah dalam perekonomian ada yang bersifat kuat (negara
sosialis), ada yang lemah (negara kapitalis).
Indonesia menganut sistem ekonomi campuran dengann mengutamakan berlangsungnya
mekanisme pasar sepanjang tidak merugikan kepentingan rakyat banyak.
Campur tangan pemerintah menurut Konstitusi (UUD 1945):

Dari isi pembukaan UUD 1945 dengan Pancasilanya, dapat disimpulkan bahwa
pembangunan yang diselenggarakan oleh pemerintah haruslah diarahkan untuk :

Memajukan kesejahteraan umum

Page

KL

Memajukan kecerdasan kehidupan bangsa

Mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat

Pemerintah untuk menyelenggarakan kesejahteraan sosial seluruh rakyat melalui :

Penguasaan cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat
hidup orang banyak.

Penguasaan bumi, air dan kekayaan alam yang ada di dalamnya.

Pemeliharaan fakir miskin dan anak-anak terlantar

Penyediaan lapangan kerja

Kebijaksanaan Pemerintah :
Tujuan utama atau akhir kebijakan ekonomi adalah untuk meningkatkan taraf hidup atau
tingkat kesejahteraan masyarakat. Diukur secara ekonomi, kesejahteraan masyarakat tercapai
bila tingkat pendapatan riil rata-rata per kapita tinggi dengan distribusi pendapatan yang
relatif merata.
Tujuan ini tidak bisa tercapai hanya dengan kebijakan ekonomi saja. Diperlukan juga
kebijakan non kebijakan ekonomi saja. Diperlukan juga kebijakan non ekonomi, seperti
kebijakan sosial yang menyangkut masalah pendidikan dan kesehatan. Kebijakan ekonomi
dan kebijakan non ekonom harus saling mendukung.
Tiga macam kebijakan Ekonomi :

1. Kebijakan ekonomi mikro

Page

KL

Kebijakan pemerintah yang ditujukan pada semua perusahaan tanpa melihat jenis kegiatan
yang dilakukan oleh atau disektor mana dan diwilayah mana perusahaan yang bersangkutan
beroperasi.
Contohnya :

Peraturan pemerintah yang mempengaruhi pola hubungan kerja (manajer dengan para
pekerja), kondisi kerja dalam perusahaan.

Kebijakan kemitraan antara perusahaan besar dan perusahaan kecil di semua sektor
ekonoim

Kebijakan kredit bagi perusahaan kecil di semua sektor dan lain-lain.

2. Kebijakan Ekonomi Meso


Kebijakan ekonomi sektoral atau kebijakan ekonomi regional. Kebijakan sektoral adalah
kebijakan ekonomi yang khusus ditujukan pada sektor-sektor tertentu. setiap departemen
mengeluarkan kebijakan sendiri untuk sektornya, seperti keuangan, distribusi, produksi, tata
niaga, ketenaga kerjaan dan sebagainya.
Kebijakan meso dalam arti regional adalah kebijakan ekonomi yang ditujukan pada wilayah
tertentu. Misalnya kebijakan pembangunan ekonomi di kawasan timur Indonesia (KTI), yang
mencakup kebijakan industri regonal, kebijakan investasi regional dan sebagainya. Kebijakan
ini bisa dikeluarkan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
3. Kebijakan Ekonomi Makro
Kebijakan ini mencakup semua aspek ekonomi pada tingkat nasional, misalnya kebijakan
uang ketat (kebijakan moneter). Kebijakan makro ini bisa mempengaruhi kebijakan meso
(sektoral atau regional), kebijakan mikro menjadi lebih atau kurang efektif.
Instrumen yang digunakan untuk kebijakan ekonomi makro adalah tarif pajak, jumlah
pengeluaran pemerintah melalui APBN, ketetapan pemerintah dan intervensi langsung di
pasar valuta untuk mempengaruhi nilai tukar mata uang rupiah terhadap valas. (Tulus
Tambunan, 1996).

Page

KL

DASAR POLA DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN EKONOMI


Pada dasarnya pembangunan ekonomi mempunyai empat dimensi pokok yaitu:
1. pertumbuhan,
2. penanggulangan kemiskinan,
3. perubahan atau transformasi ekonomi, dan
4. keberlanjutan pembangunan dari masyarakat agraris menjadi masyarakat industri.
Tiga Tujuan Inti Pembangunan
1. Peningkatan ketersediaan kebutuhan hidup pokok.
2. Peningkatan standar hidup.
3. Perluasan pilihan-pilihan ekonomi dan sosial. (Todaro & Smith)
Pembangunan yang Berhasil Berdasarkan paparan tentang Pengukuran pembangunan di atas,
adalah sebagai berikut:

Pembangunan ekonomi adalah kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk mengembangkan


ekonomi dan taraf hidup masyarakatnya, atau suatu proses yang menyebabkan pendapatan
perkapita penduduk meningkat dalam jangka panjang.
Penggolongan Negara-Negara Dunia
I. Berdasarkan tingkat kesejahteraan masyarakat :
a. Negara Dunia Ke-I (First World), (Negara Maju / Developed Country).
Eropa Barat (Inggris, Perancis, Belanda, Portugis, Jerman Barat),

Page

KL

Amerika Utara (USA, Kanada),Australia, New Zeland, Jepang, Korea, China


b. Negara Dunia Ke-II (Second World), (Negara Maju / Developed Country), yaitu Eropa
Timur (Rusia, Polandia, Jerman Timur, Cekoslowakia)
c. Negara Dunia Ke-III (Third World), (Negara Sedang Berkembang / Negara Selatan).
Sebagian besar Asia (kecuali Jepang, Korea dan China),
Negara-negara Afrika
Negara-negara Amerika Latin (Amerika Tengah dan Selatan).
II. Berdasarkan pada Tingkat Pendapatan Perkapita :
a. Negara Maju (Developed Country) > U$ 2.000
b. Negara Semi Maju (Semi Developing Country) > U$ 400
c. Negara Miskin (Under Developing Country) < U$ 400 Berbagai corak perkembangan
ekonomi yang telah dicapai di negara-negara dunia ini tidaklah dapat ditiru begitu saja oleh
negara sedang berkembang. Meskipun ada beberapa aspek yang sama, tetapi pada dasarnya
berbeda baik mengenai keadaannya maupun tujuannya. Apa yang digambarkan dibawah ini
adalah pola-pola perkembangan ekonomi yang ada didunia ini. Hal ini perlu untuk
mengetahui keadaan sekarang dan mungkin masa yang akan datang. 1. Perkembangan
ekonomi di negara-negara barat, pembangunan dilakukan secara spontan. 2. Perkembangan
ekonomi Jepang, adalah pembangunan yang didorong. 3. Perkembangan ekonomi Rusia,
adalah pembangunan yang dipaksakan. 4. Perkembangan ekonomi di negara sedang
berkembangan, adalah adanya kesinambungan. KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM
MENGATASI MASALAH PEREKONOMIAN Peranan pemerintah dalam hal campur
tangannya terhadap proses perkembangan ekonomi untuk masing-masing negara mempunyai
tingkatan yang berbeda-beda. Kebijkan yang diambil pemerintah ada dua macam, yaitu
kebijakan ekonomi dalam negeri dan kebijakan ekonomi luar negeri. A. KEBIJAKAN
EKONOMI DALAM NEGERI Semua orang setuju bahwa peranan pemerintah di negara
maju itu harus lebih aktif demi untuk memperlancar pembangunan. Hal ini disebabkan situasi
di negara tersebut berbeda dengan situasi ketika negara-negara sekarang telah maju
mengalami proses perkembangan. Halangan untuk berkembang di negara sedang berkembang
saat ini lebih berat daripada halangan untuk berkembang di negara-negara maju pada saat

Page

KL

mereka mulai berkembang. Pada dasarnya terdapat dua perbedaan aliran mengenai cara
mengatasi hambatan pembangunan, yaitu aliran pertama disebut sebagai all or nothing
approach (semua atau tidak sama sekali) yang mengatakan bahwa rintangan-rintangan dari
perkembangan itu hanya dapat diatasi bila pemerintah mengadakan industrialisasi besarbesaran dan secara cepat. Artinya pemerintah harus melakukan perencanaan-pererncanaan
dan program-program dan selekasnya dapat diadakan akumulasi kapital. Perencanaan itu
paling sedikit harus memliki empat kelompok target, yaitu: 1. Target produksi yang tegas
yang menunjukkan kenaikan produksi barang-barang yang diperlukan. 2. Perhitungan
anggaran penanaman modal untuk proyek investasi publik seperti jalan, jembatan, listrik air,
dsb. 3. Membuat anggaran untuk human investment yang meliputi pengeluaran pemerintah
untuk investasi dalam bidang pendidikan dan membuat peraturan yang mengatur kegiatan
perseorangan swasta. Aliran kedua gradual approach, mengatakan bahwa rintangan
pertumbuhan sebaiknya dihilangkan secara bertahap. Yaitu dengan perencanaan yang sedikit
saja, industrialisasi dilaksanakan secara perlahan-lahan dan mementingkan mekanisme pasar
demi berkembangnya usaha-usaha swasta serta memecahkan masalah pembangunan dengan
bertahap. Titik berat kebijakan didalam negeri adalah pada perbaikan di: 1. Bidang
pendidikan dan kesehatan, yaitu dengan perluasan bidang pendidikan dan perbaikan
makanan. 2. Fasilitas pelayanan umum, yaitu dengan perluasan transportsi, komunikasi,
tenaga listrik dan prasaran lainnya. 3. Bidang pertanian, yaitu dengan land reform
(redistribusi pemilikan tanah supaya penggunaan tanah lebih efisien dengan memberikan
kepada petani luas tanah yang mendekati kemampuan maksimum seorang petani dala
mengolah tanah, sehingga mereka dapat mengerjakan dengan sebaik-baiknya dan hasilnya
dapat langsung dinikmati). Kebijakan pembangunan dalam negeri yang diambil pemerintah
juga meliputi Kebijakan dari segi/aspek permintaan/pengeluaran dan penawaran. A.
Kebijakan dari segi/aspek permintaan/pengeluaran, meliputi: 1. KEBIJAKAN FISKAL Yaitu
kebijakan pemerintah yang dilakukan dengan cara mengubah penerimaan dan pengeluaran
negara. Atau kebijakan pemerintah yang membuat perubahan dalam bidang per-pajakan (T)
dan pengeluaran pemerintah (G) dengan tujuan untuk mempengaruhi pengeluaran/permintaan
agregat dalam perekonomian Kebijakan ini diambil untuk menstabilkan ekonomi,
memperluas kesempatan kerja, mempertinggi pertumbuhan ekonomi, dan keadilan dalam
pemerataan pendapatan. Caranya dengan : menambah atau mengurangi PAJAK dan
SUBSIDI. Menurut pandangan Keynes, kebijakan fiskal (Fiscal Policy) adalah sangat penting
untuk mengatasi pengangguran. Prosesnya adalah; a. Pengurangan pajak penghasilan akan
menambah daya beli masyarakat dan akan meningkatkan pengeluaran agregat. b. Peningkatan
Page

KL

pengeluaran agregat dengan cara menaikkan pengeluaran pemerintah untuk pembelian barang
dan jasa maupun untuk menambah investasi. c. Selanjutnya dlm.masa inflasi atau ketika
kegiatan ekonomi telah full employment, langkah sebaliknya harus dilakukan yaitu ; pajak
dinaikkan dan pengeluaran pemerintah akan dikurangi. d. Langkah ini akan menurunkan
pengeluaran/permintaan agregat dan mengurangi tekanan inflasi. 2. KEBIJAKAN
MONETER Kebijakan yang diambil oleh Bank Sentral untuk MENAMBAH atau
MENGURANGI jumlah uang yang beredar di masyarakat. Pengaturan jumlah uang yang
beredar pada masyarakat diatur dengan cara menambah atau mengurangi jumlah uang yang
beredar. Kebijakan moneter dapat digolongkan menjadi dua, yaitu: a. Kebijakan Moneter
Ekspansif / Monetary Expansive Policy. Adalah suatu kebijakan dalam rangka menambah
jumlah uang yang beredar. b. Kebijakan Moneter Kontraktif / Monetary Contractive Policy
Adalah suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang edar. Disebut juga
dengan kebijakan uang ketat (tight money policy). Kebijakan moneter dapat dilakukan
dengan menjalankan instrumen kebijakan moneter, yaitu antara lain : a. Operasi Pasar
Terbuka (Open Market Operation). Operasi pasar terbuka adalah cara mengendalikan uang
yang beredar dengan menjual atau membeli surat berharga pemerintah (government
securities). Jika ingin menambah jumlah uang beredar, pemerintah akan membeli surat
berharga pemerintah. Namun, bila ingin jumlah uang yang beredar berkurang, maka
pemerintah akan menjual surat berharga pemerintah kepada masyarakat. Surat berharga
pemerintah antara lain diantaranya adalah SBI atau singkatan dari Sertifikat Bank Indonesia
dan SBPU atau singkatan atas Surat Berharga Pasar Uang. b. Fasilitas Diskonto (Discount
Rate). Fasilitas diskonto adalah pengaturan jumlah uang yang beredar dengan memainkan
tingkat bunga bank sentral pada bank umum. Bank umum terkadang mengalami kekurangan
uang sehingga harus meminjam ke bank sentral. Untuk membuat jumlah uang bertambah,
pemerintah menurunkan tingkat bunga bank sentral, serta sebaliknya menaikkan tingkat
bunga demi membuat uang yang beredar berkurang. c. Rasio Cadangan Wajib (Reserve
Requirement Ratio). Rasio cadangan wajib adalah mengatur jumlah uang yang beredar
dengan memainkan jumlah dana cadangan perbankan yang harus disimpan pada pemerintah.
Untuk menambah jumlah uang, pemerintah menurunkan rasio cadangan wajib. Untuk
menurunkan jumlah uang beredar, pemerintah menaikkan rasio. d. Himbauan Moral (Moral
Persuasion). Himbauan moral adalah kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar
dengan jalan memberi imbauan kepada pelaku ekonomi. Contohnya seperti menghimbau
perbankan pemberi kredit untuk berhati-hati dalam mengeluarkan kredit untuk mengurangi
jumlah uang beredar dan menghimbau agar bank meminjam uang lebih ke bank sentral untuk
Page

KL

memperbanyak jumlah uang beredar pada perekonomian. Tujuannya adalah: a. menjaga


stabilitas ekonomi b. menjaga stabilitas harga c. meningkatkan kesempatan kerja d.
memperbaiki posisi neraca perdagangan dan neraca pembayaran Tolak Ukur Stabilitas
Moneter Setiap kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah harus memiliki target dan ukuran
keberhasilan. Hal ini penting, untuk mengukur atau sebagai acuan, apakah kebijakan tersebut
berhasil atau tidak. Dalam perekonomian beberapa indikator yang biasanya digunakan untuk
menilai kebijakan moneter adalah : 1. Jumlah Uang Beredar (JUB) 2. Laju inflasi yang cukup
rendah terkendali 3. Suku bunga pada tingkat yang wajar 4. Nilai tukar rupiah yang realistis,
dan 5. Ekspektasi/harapan masyarakat terhadap moneter Strategi Kebijakan Moneter Untuk
mendapatkan indikator moneter seperti disyaratkan di atas, pemerintah yang dalam hal ini
otoritas moneter, memerlukan strategi yang tepat dan sesuai dengan kondisi di Indonesia.
Secara umum, strategi moneter yang dapat dipilih antara lain adalah : 1. Startegi Kebijakan
moneter longgar (Easy Monetary Policy) atau Strategi kebijakan moneter ketat (Tight
Monetary Policy) Kebijakan moneter longgar akan ditempuh untuk menggiatkan kembali
perekonomian yang sedang lesu, dengan cara mempermudah dan menambah jumlah uang
beredar, agar permintaan konsumsi naik. 2. Countercyclical Monetary Policy atau
Accomodative Monetary Policy Countercyclical Monetary Policy Untuk memperlunak
konjungtur/naik turunnya perekonomian, pemerintah perlu secara aktif malakukan intervensi
di pasar uang, yakni dengan melakukan ekspansi moneter disaat perekonomian menghadapi
masa resesi dan melakukan konstraksi moneter saat perekonomian mengalami boom/laju
yang terlalu cepat. Penjelasan ini dapat dilihat pada gambar berikut 3. Accomodatice
Monetery Policy Pendapat kedua mengatakan, bahwa sebaiknya pemerintah menghindari
intervensi untuk memperlunak konjungtur perekonomian yang terjadi, dan membiarkannya
terjadi secara alami. Pendapat ini didasarkan pada pemikiran: 1. Ekspektasi masyarakat dapat
mengalahkan dampak dari variabel-variabel moneter lainnya. Dengan kata lain, masyarakat
telah mengantisipasi setiap kebijakan yang akan diterapkan oleh masyarakat. 2. Kebijakan
pemerintah tidak dapat memberi dampak secara langsung dan segera. Sebagai contoh;
kebijakan moneter longgar yang ekspansif yang diterapkan saat ekonomi lesu/resesi, tidak
akan segera kelihatan dampaknya saat itu juga, namun butuh waktu dan itu dapat terjadi
justru ketika perekonomian telah mencapai tahap boom. Efektifitas Kebijakan Moneter Yang
dimaksud dengan efektifitas kebijakan moneter adalah, sejauh mana kebijakan moneter yang
ditempuh pemerintah (apapun bentuknya), memberi dampak positif bagi perekonomian dan
masyarakat, dalam arti : a. dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi b. dapat meningkatkan
kesejahteraan masyarakat c. dapat meningkatkan kesempatan kerja d. dapat meningkatkan
Page

KL

penerimaan devisa negara e. serta memberi pengaruh pada kebijakan makro lainnya Teori
yang membicarakan mengenai efektifitas kebijakan moneter ini diantaranya adalah : a. Teori
Natural Rate Hypothesis, yang percaya bahwa kebijakan hanya akan efektif dan memberi
dampak dalam jangka pendek saja, namun tidak akan efektif untuk jangka panjang. b. Teori
Rational Expectation Hypothesis, yang percaya bahwa baik dalam jangka pendek maupun
dalam jangka panjang, kebijakan moneter tidak akan efektif untuk memberi pemahaman yang
lebih baik mengenai kedua teori tersebut, perhatikan contoh kasus berikut ini. Seperti telah
dijelaskan sebelumnya, untuk meningkatkan aktivitas ekonomi melalui peningkatan
konsumsi masyarakat, pemerintah akan menempuh kebijakan ekspansif (kebijakan moneter
longgar). Teori-teori moneter yang memberikan kontribusi bagi pematangan konsep ini
meliputi teori klasik hingga teori modern, antara lain: a. Teori Klasik >< Teori Keynes.
Menurut teori Klasik, kebijakan moneter tidak berpengaruh terhadap sektor riil. Sedangkan
menurut teori Keynes, sektor moneter dan sektor riil saling terkait melalui suku bunga.
Berdasarkan perkembangan teori dan pengalaman empirik, disimpulkan bahwa dalam jangka
panjang teori yang sesuai untuk dipergunakan adalah teori Klasik, sedangkan dalam jangka
pendek teori Keynes lebih tepat. Kebijakan moneter hanya mempunyai dampak permanen
pada tingkat harga umum (inflasi). Dengan kata lain bahwa pembenahan sektor ekonomi
dapat dilakukan dengan cara pengendalian inflasi. b. Teori klasik modern >< Teori Keynes.
Salah satu penganut teori klasik modern, Milton Friedman, mengemukakan bahwa kebijakan
rule lebih baik dibanding discretion. Pendapat tersebut bertolak belakang dengan teori
Keynes. Kemudian, untuk menentukan pilihan atas rule vs discretion, target inflasi
menawarkan suatu framework yang mengkombinasikan keduanya secara sistematis, yang
disebut dengan constrained discretion. Karena pada dasarnya, dalam praktik kebijakan
moneter tidak ada yang murni rules ataupun murni discretion. c. Teori kuantitas >< Teori
Keynes.
Teori Keynes mempergunakan tingkat bunga sebagai sasaran antara, sedangkan dalam teori
kuantitas digunakan jumlah uang beredar. Penggunaan sasaran antara, baik berupa tingkat
bunga maupun kuantitas uang, akan menyebabkan pembatasan diri terhadap informasi. Guna
menghindarkan polemik ini, kebijakan target inflasi menentukan inflasi sebagai sasaran akhir.
Dengan demikian target inflasi menggunakan mekanisme transmisi yang relevan, tidak harus
tingkat bunga ataupun kuantitas uang. Dengan mengambil inflasi sebagai sasaran akhir,
otoritas moneter dapat lebih bebas dan lebih fleksibel dalam menggunakan semua data dan

Page

KL

informasi yang tersedia untuk mencapai sasaran, karena inflasi dipengaruhi bukan hanya oleh
satu faktor.
d. Teori rational expectations.
Teori rational expectations menyebutkan bahwa faktor ekspektasi mempunyai peran penting,
karena mempengaruhi perilaku dan reaksi para pelaku ekonomi terhadap suatu kebijakan.
Kebijakan moneter hanya dapat mempengaruhi output dalam jangka pendek, karena setelah
ekspektasi masyarakat berperan, output akan kembali seperti semula. Ekspektasi masyarakat
inilah yang menjadi kunci keberhasilan yang harus dapat dikendalikan. Dengan penerapan
target inflasi dalam kebijakan moneter, diharapkan dapat menjadi pedoman bagi ekspektasi
masyarakat.
e. Teori moneter modern.
Dalam perkembangan selanjutnya, teori moneter modern memasukkan aspek kredibilitas
yang bersumber dari masalah time inconsistency. Artinya bahwa inkonsistensi dalam
kebijakan moneter dapat terjadi apabila otoritas moneter terpaksa harus mengorbankan
sasaran jangka panjang (inflasi) demi mencapai sasaran lain dalam jangka pendek.

3. KEBIJAKAN NON-FISKAL & NON-MONETER


Selain dari kedua kebijakan di atas, pemerintah dapat melakukan kebijakan :
a. Mengendalikan tuntutan kenaikan pendapatan
b. mendorong peningkatan efisiensi
c. mengembangkan infra struktur
d. mengeluarkan peraturan yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih kondusif

B. Kebijakan dari segi/aspek penawaran :


1. Kebijakan pendapatan (Income Policy) yaitu kebijakan pemerintah yg. dilaksanakan
dng.tujuan untuk mengendalikan tuntutan kenaikan pendapatan pekerja.

Page

KL

2. Melaksanakan usaha swastanisasi, dng.tujuan me-ningkatkan efisiensi.


3. Mendorong persaingan yang lebih sempurna, dengan melakukan deregulasi berbagai
aturan yang dapat mengendalikan efek monopoli atau semi monopoli yang tidak efisien.
Misal pemberian insentif oleh pemerintah (berupa pengurangan pajak atau pembebasan
pajak) dalam rangka inovasi teknologi atau perbaikan mutu produksi.

B. KEBIJAKAN EKONOMI LUAR NEGERI


Biasanya negara sedang berkembang melaksanakan kebijaksanaan perdangan internasional
untuk melindungi industri dalam negerinya dengan proteksi, subsidi, dan multiple exchange
rate. Kebijakan ekonomi luar negeri juga meliputi:
1. Investasi asing swasta, bisa berbentuk investasi langsung dengan membeli saham-saham
perusahaan dinegara berkembang.
2. Investasi asing pemerintah, berupa pinjaman dan hadiah dari pemerintah asing atau badan
internasional.
3. Kebijaksanaan tata niaga untuk pengembangan sektor industri. Dengan cara:
a. Pola ekspor. Pengaturan dilakuan untuk mendukung arah pola tata niaga yang mampu
mendatangkan bahan mentah, bahan pendorong maupun keahlian.
b. Pola pasar dalam negeri dengan pengaturan tata niaga yang mendukung persaingan bebas
agar mutu produksi dalam negeri dapat segera meningkat.
c. Tarif. Pengenaan tarif akan mengundang impor barang jadi dan sebaliknya pembebanan
tarif pada barang yang disusulkan industri hilir akan menyebabkan impor yang diusulkan
industri hilir. Karena pembebanan tarif pada seluruh rantai industri tidak mungkin dilakukan,
maka pembebanan tarif harus selektif.
d. Quota. Dilakukan untuk membatasi impor. Dari segi kuantittas kuota lebih efektif dalam
membatasi jumlah barang yang diimpor, sehingga mengakibatkan tingginya harga barang dan
terbatasnya jumlah barang.
e. Penunjukan importir oleh pemerintah pada dasarnya bertujuan untuk mengurangi atau
mengontrol jumlah barang impor yang masuk, tetapi bukan karena adanya kuota.
Page

KL

BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan

Pembangunan merupakan suatu proses perubahan yang terencana terhadap kondisi


sosial budaya dan lingkungan. Pembangunan diterapkan guna menjangkau keseimbangan
pengetahuan yang ada pada seluruh anggota masyarakat yang hidup dalam satu lingkungan
hidup yang sama, sehingga dengan demikian dapat tercipta suatu pengetahuan yang sama
atau mirip terhadap masing-masingnya dan juga terhadap lingkungan hidupnya. Perbedaan
kebudayaan dan peradaban yang ada di masyarakat manusia pada dasarnya menyebabkan
perbedaan pemahaman terhadap lingkungan. Pada masyarakat yang mempunyai peradaban
lebih tinggi, kemungkinan mendominasi terhadapmasyarakat lainnya akan terjadi dan juga
pendominasian

terhadap

pengelolaan

lingkungan

yang

dapat

berakibat

pada

termarjinalisasinya kelompok-kelompok manusia lainnya dengan peradaban yang berbeda.

Page

KL

Pengembangan Kemampuan Teknologi Nasional dalam kerangka peningkatan daya saing


nasional harus sejalan dengan selaras dengan arah pengembangan dan orientasi pembangunan
ekonomi nasional. Peran dan kontribusi teknologi dalam peningkatan daya saing nasional
perlu dirumuskan dengan menajamkan target-target pencapaian peningkatan kemampuan
teknologi nasional yang lebih terukur. Kebijakan pengembangan kemampuan nasional
selayaknya memperhatikan faktor faktor penentu tingkat pengembangan kemampuan
teknologi nasional seperti perilaku permintaan teknologi dan pasokan teknologi. Campur
tangan pemerintah dalam upaya pengembangan kemampuan teknologi perlu dilakukan
dengan hati-hati dengan mengindahkah pengalaman negara-negara berkembang lainnya yang
pemah mengalami kegagalan pemerintah dalam pengembangan teknologi

DAFTAR PUSTAKA
Kelompok 1:
Amalia, L, 2007, Ekonomi Pembangunan, Edisi 1, UIEU-University Press dan Graha Ilmu,
Yogyakarta
Arsyad, L, 1992, Ekonomi Pembangunan, Edisi 2, Penerbit BPSTIE-YKPN, Yogyakarta
Hakim, A, 2002, Ekonomi Pembangunan, Penerbit Ekonisia, Yogyakarta
Hendrin Hariati Sawitri, dkk, 2007, Ekonomi Pembangunan 1, Edisi 1, Penerbit Universitas
Terbuka, Jakarta
Kamaluddin, R, 1998, Pengantar Ekonomi Pembangunan, LPFE UI, Jakarta
Kuncoro, M, 1997, Ekonomi Pembangunan; Teori, Masalah dan Kebijakan, UPP AMPYKPN, Yogyakarta.

Page

KL

Siagian, S.P., 2000, Administrasi Pembangunan; Konsep, Dimensi dan Strateginya, PT. Bumi
Aksara, Jakarta
Todaro, , 2000, Pembangunan Ekonomi Dunia Ketiga, Edisi Ketujuh, Jilid 1, terjemahan
Haris Munandar, Penerbit Erlangga, Jakarta
Todaro, MP dan Smith, SC (2006), Pembangunan Ekonomi, Edisi 9 Jilid I, Terjemahan Haris
Munandar, Erlangga, Jakarta
Kelompok 2:
http://karokab.go.id/in/index.php?
option=com_content&view=article&id=136&Itemid=112
http://profsyamsiah.wordpress.com/2009/03/19/pengertian-pembangunan/
ahyarsuhendar.blogspot.com/.../indikator-indikator-pembangunan.ht...
shinsishinsi.blogspot.com/2011/04/strategi-pembangunan.html
organisasi.org Ilmu Pengetahuan Sosial Ekonomi
tebar-ilmu.blogspot.com/.../ciri-ciri-negara-berkembang-dan-negara.
Kelompok 3:
Htpp://ekonomi pendidikan 1.blogspot.com/com/ekonomi pendidikan peranan sumber
daya alam dalam pembangunan.htm
htpp://hitambiru.blogspot.com/MAKALAH SDM.htm
htpp://nassamothree.blogspot.com/-menganalisis SDM diindonesianassamothree{2012-2013}.
htm4.http://dodogusmoo.wordpress.com/-peranan SDA dan SDM terhadap
pembangunan ekonomi? Dodogusmoos brog.htm
htpp://dedexcalan-lisalatif.blogspot.com/peranan SDA dalam pembangunan ekonomi
dedex.htm
Kelompok 4:
H.Djoko Sudantoko dan Muliawan Hamdani,2009,Dasar-dasar Pengantar
Ekonomi Pembangunan,Jakarta:PT PP Mardi Mulyo
Kuncoro,Mudrajad. 2003. Ekonomi Pembangunan.Yogyakarta:LPP AMP
YPKN.
Kelompok 5:
http://www.scribd.com/doc/17279945/ -Sistem-Ekonomi-Indonesia

Page

KL

http://sofyanpamungkas.wordpress.com/2010/03/04/pengerahan-modal-untuk-pembangunan/
http://gitoaconk.blogspot.com/2010/10/ekonomi-pembangunan-pengerahan-modal.html
http://www.google.com/search?q=APA%20MANFAAT%20PENGERAHAN%20MODAL
%20SEBAGAI%20SUMBER%20DANA%20UNTUK%20PEMBANGUNAN&ie=utf8&oe=utf-8&aq=t&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefoxbeta&source=hp&channel=np
Jhingan, M.L, Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan, Terjemahan oleh D. Guritno, PT.
Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2008.
Sukirno, Sadono, Ekonomi Pembangunan : Proses, Masalah dan Dasar Kebijakan, Bortu
Gorat, Medan, 1981. (Chenery dan Sirquin Bab 7)

Pengantar ekonomi pembangunan;Bachrawi Sanusi;2004;penerbit Rineka Cipta


ekonomi pembangunan;Hadi Prayitno & Budi Santosa;penerbit Ghalia Indonesia

Kelompok 6:
Barber, dkk. 2005. Meluruskan Arah Pelestarian Keanekaragaman Hayati dan Pembangunan
di Indonesia . Jakarta : Obor Indonesia.
Sugandhy,dkk.2000. Prinsip Dasar Pembangunan Berkelanjutan Berwawasan Lingkungan.
Jakarta: Bumi Aksara.
Smith C Stephen, Todaro P. Michael. 2006. Pembangunan Ekonomi. Munandar, dkk,
penerjemah. Jakarta: PT Erlangga. Terjemahan dari: Economic Development.
Wardhana, Wisnu Arya.2008.Dampak Pencemaran Lingkungan.Penerbit Andi:Yogyakarta.
http://id.wikipedia.org/wiki/pembangunan.
www.syamsiahbadruddin.wordpress.com

Page

KL

Page