Anda di halaman 1dari 13

Makalah

PENGORGANISASIAN DALAM MANAJEMEN KEPERAWATAN


Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Manajemen Keperawatan
Dosen : H.Yitno S.Kp, M.Pd

Oleh :

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Bagus Pradana (01.12.008)


Bram Yudhistira (01.12.009)
Cisarita Surya L (01.12.010)
Deva Alpha Ditya
(01.12.011)
Dovita Gustina P.
(01.12.013)
Dresti Rimbi F. (01.12.014)
Dwi Septiasari (01.12.015)

S1 Keperawatan Tingkat IV A
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes)
HUTAMA ABDI HUSADA
2015/2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat
dan atas segala limpahan rahmat, taufik, serta hidayah-Nya sehingga penulis
dapat menyelesaikan makalah ini sesuai dengan waktu yang telah direncanakan.
Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada baginda
Nabi Besar Muhammad SAW beserta seluruh keluarga dan sahabatnya yang
selalu eksis membantu perjuangan beliau dalam menegakkan Dinullah di muka
bumi ini.
Dalam penulisan makalah

ini, tentunya banyak pihak yang telah

memberikan bantuan baik moril maupun materil. Oleh karena itu penulis ingin
menyampaikan ucapan terimakasih yang tiada hingganya kepada :

1. Bapak Sukanto, S. Kep. Ners salaku Ketua STIKes Hutama Abdi Husada
Tulungagung
2. Bapak H.Yitno, S.Kp, M.Pd selaku pembimbing mata kuliah Manajemen
Keperawatan STIKes Hutama Abdi Husada Tulungagung
3. Serta ucapan terima kasih penulis kepada semua sahabat yang telah
banyak memberikan bantuan, dorongan serta motivasi sehingga makalah
ini dapat terselesasikan

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan,


maka saran dan kritik yang konstruktif dari semua pihak sangat diharapkan demi
penyempurnaan selanjutnya.
Akhirnya hanya kepada Allah SWT kita kembalikan semua urusan dan
semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak, khususnya bagi
penulis dan para pembaca pada umumnya, semoga Allah SWT meridhoi dan
dicatat sebagai ibadah disisi-Nya, amin.

DAFTAR ISI
Kata Pengantar ................................................................................
Daftar Isi ..........................................................................................
Pendahuluan ...................................................................................

Pengertian ....................................................................................... 1
Konsep Pengorganisasian ................................................................ 2
Prinsip-prinsip pengorganisasian...................................................... 4
Penutup ........................................................................................... 9
Daftar pustaka ................................................................................ 10

PENGORGANISASIAN DALAM KEPERAWATAN

Pendahuluan
Manajemen merupakan proses penatalaksanaan kegiatan oraganisasi
melalui upaya orang lain mencapai tujuan bersama. Sedangakan manajemen
keperawatan merupakan pengalokasian aktifitas keperawatan yang dilaksanakan
oleh para perawat dalam upaya memberikan pelayanan kperawatan yang
merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada
individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat.
Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan tidak dapat bekerja
sendiri, tetapi harus bekerja sama dengan tim kesehatan lain untuk
menyelesaikan masalah kesehatan yang dihadapi klien. Kerjasama tersebut
harus ditata sehingga mengjasilkan pelayanan kesehatan yang berkualitas,
penataan yang dimaksud adalah pengorganisasian segala sumber yang
dimanfaatkan untuk mencapai tujuan pelayanan keperawatan,
Pengorganisasian adalah langkah kedua dalam manajemen yang sangat
penting dilakukan oleh setiap unit kerja / unit organisasi (Subur, 1997).
Pengorganisasian dalam keperawatan dimaksudkan untuk mengelompokkan
aktifitas-aktifitas dengan sasaran untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Penugasan masing-masing kelompok diberikan kepada pimpinan yang diberi
wewenang untuk mengawasi sekaligus melakukan koordinasi dengan unit lain
baik secara horizontal maupun vertikal.
Pengertian
Pengorganisasian adalah proses pengelompokan orang, alat-alat, tugastugas, kewenangan dan tanggung jawab yang seimbang dan sesuai dengan
rencana operasional sehingga suatu organisasi dapat digerakkan sebagai suatu
kesatuan dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Subur, 1997).
Pengorganisasian meliputi proses memutuskan tingkat organisasi yang
diperlukan untuk objektif divisi keperawatan, departemen, pelayanan atau unit.
Setiap unit harus melalui tipe pekerjaan, yang langsung dilakukan terhadap
klien, macam perawat sesuai denan pekerjaan, serta jumlah pengelola atau
supervisi yang diperlukan (Swanburg, 2000).
Proses pengorganisasian dapat dirinci sebagai berikut :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Memahami tujuan
Menetapkan tugas pokok dan merincikegiatan
Mengelompokkan tugas / jabatan
Menyusun struktur organisasi dan departementasi
Menyusun otorotas organisasi
Mengisi jabatan / staffing
Fasilitating

Konsep pengorganisasian
Dalam menganalisa pengaruh pola organisasi pada sifat dasar komunikasi antara
para pekerja, perlu untuk mengerti konsep sebagai berikut :
1. Peran
Peran diartikan sebagai suatu set perilaku dan sikap yang diharapkan dari
seseorang oleh mereka yang berinteraksi dengannya. Peran seseorang
diartikan pleh harapan-harapan orang lain, individu tersebut sangat
bergantung pada harapan mereka bagi aspek identitas pribadinya.
Sepanjang hidupnya seseorang memgang serangkaian peran, yang
berubah dengan perubahan keadaan hidupnya. Sebagai pekerja sebuah
departemen keperawatan, perawat dapat memegang bebrapa peran
jabatan pada waktu yang sama. Kepala perawat tertentu merupakan
bawahan bagi atasannya, seorang supervisor bagi staff perawatnya, rekan
kerja kepala perawat lainnya dan mungkin kepala panitia atau konsultan
bagi para pekerja di divisi lain dalam organisasinya. Kerena perbedaan
sikap dan perilaku diperlukan dalam pelaksanaan masing-masing peran,
kepala perawat yang telah diuraikan di atas harus sering mengubah
seragam selama hari kerjanya, penyesuaian dan penyesuaian ulang
ekspresi wajah, bahasa tubuh, nada suara dan bahasa untuk memenuhi
harapan pihak yang berkepentingan lainnya yang telah mengartikan
setiap peran.
2. Kekuasaan
Kekuasaan merupakan kemampuan untuk mempengaruhi orang lain agar
bersikap sesuai dengan harapan seseorang. Karena kekuasaan tunbuh dari
interaksi manusia, kekuasaan tidak bersifat statis, tetapi terus menerus
berubah. Perolehan kekuasaan oleh perawat perorangan tampaknya
memudahkan perolehan kekuasaan yang lebih besar dalam situasi yang
sama. Kemungkinan karena meningkatnya jumlah komunikasi dengan
yang lain atau perubahan dalam kualitas komuikasi tersebut. Begitu juga
sebaliknya, kehilangan kekuasaan seorang pekerja bisa mengubah
hubungan timbal baliknya dengan yang lian sehingga membuatnya terusmenerus kehilangan kekuasaan seiring berjalannya waktu.
Kekuasaan terdiri dari berbagai jenis, yaitu :
a. Kekuasaan memberikan penghargaan (Reward Power)
Adalah kesanggupan untuk memberikan penghargaan terhadap
yang lain
b. Kekuasaan paksaan (coercive power) adalah kesanggupan untuk
menerapkan hukuman kepada yang lain. Manajer perawat dapay
menghukum seorang pegawai melalui penurunan pangkat, scor,
atau pemecatan.
c. Kekuasaan
referensi
(referen
power)
adalah
kemampuan
mengilhami kebanggaan tertentu pada yang lain sehingga mereka

berharapa untuk mengidentifikasikan diri mereka sendiri dengan


objek kekaguman mereka,
d. Kekuasaan ahli (expert power) adalah kemampuan untuk
meyakinkan yang lain supay seseorang memiliki derajat
pengetahuan dan keahlian tinggi dalam area spesialisasi.
3. Status
Konsep status berhubungan erat dengan kekuasaan. Status dapat
diartikan sebagai urutan penganugerahan suatu kelompok kepada
seseorang yang sesuai dengan penilaian mereka atas pekerjaan dan
sumbangsihnya. Derajat status yang diberikan kepada pekerjaan tertentu
erat kaitannya dengan jarak dari hierarki organisasi tingkat atas, jumlah
keahlian yang diperlukan dalam melaksanakan tugas tersebut, derajat
pelatihan khusus, atau pendididkan yang diperlukan bagi posisi tersebut,
tingkat tanggung jawab dan otonomi yang diharapkan dalam pelaksanaan
kerja dan gaji yang didapat dari jabatan tersebut. Status masing masing
perawat tergantung pada posisi dari departemen kesehatan dalam tabel
organisasi unit kerjanya. Status sebuah kelompok dikaitkan dengan
kemampuannya dalam mendapatkan sumberdaya yang dibutuhkan untuk
mencapai tujuan kelompok. Kebanyakan perawat percaya bahwa tujuan
keperawatan bagi perawatan klien dan kesembuhannya sama pentingnya
dengan kesejahteraan klien seperti juga dengan tujuan pengobatan medis
atau tujuan administrasi keuangannya.
4. Wewenang
Konsep wewenang secra berbelit-belit dihubungkan dengan konsep
tanggung jawab. Jabat pada hierarki keperawatan puncak dihubungkan
dengan lapisan atas dari tanggung jawab dan wewenang. Jadi sttus yang
tinggi dihubungkan dengan wewenang, yang memberi status pekerjaan
tinggi bagai manapun dapat diserahkan pada jabatan dilapisan rendah
struktur organisasi.
5. Kepusatan (centrality)
Konsep sentralisasi/kepusatan organisasi mengacu pada kenyataan bahwa
beberapa jabatan ditempatkan sedemikian rupa dalam struktur organisasi
sehingga melibatkan isi pememgang jabatan kedalam seringnya
komunikasi dengan sejumlah besar pekerja lainnya. Sebaliknya, jabatan
lainnya ditempatkan sedemikian rupa sehingga terjadi sedikit komunikasi
di antara pemegang jabatan dengan yang lainnya. Dengan menggunakan
skema orgnisasi lembaga tersebut, adalah mungkin untuk menghitung
jumlah langkah atau pertukaran pembicaraan yang diperlukan guna
menyampaikan informasi kepada jabatan yang diberikan dari setiap posisi
lain dalam jaringan kerja tersebut. Jumlah langkah bagi orang atau jabatan
tertentu disebut total jarak organisasi. Penambahan jarak perseorangan
bagi semua pegawai dalam organisasi dan membaginya dalam jumlah
pegawai akan menghasilkan jarak rata-rata organisasi (average
organizational distance) bagi semua jabatan dalam struktur itu. Dengan
membandingkan total jarak organisasi seseorang dengan jarak rata-rata

bagi seluruh struktur, seseorang dapat menentukan setiap jarak relatif


organisasi (relative organizational distance) pegawai. Para pegawai
dengan jarak relatif organisasiyangterkeciladalahyangpalingpokokdalamstruktur
tersebut.Merekalebihbanyakmenerimainformasiyangberhubungandengankerjadi
bandingpekerjapokok.Terhadappekerjayangberpengetahuan,informasiadalahbahan
mentahuntukproduksi.Karenapekerjayanglebihterpusatsecaraorganisasiseharusnya
lebihproduktifdibandingpekerjayangkurangterpusat.

6. Komunikasi(Communication)
Semua pekerjaan dalam sebuah kelompok manusia dilakukan melalui dan karena
komunikasiantarpekerja.Komunikasibiasadiartikansebagaipengirimaninformasidan
opiniantarmanusia.Diperlukanpendahuluanpesanolehsipengirimdanpersepsipesan
yang sama oleh si penerima pesan. Kebanyakan ahli komunikasi percaya bahwa
penangkapanpesantersebutmerupakanaspekyanglebihkritisdariprosesdanusaha
memperbaiki kualitas serta akurasi komunikasi sebaiknya dimulai dengan mengajari
manusiabagaimanamendengarsecarabersungguhsungguhdankritisterhadapsemua
aspekpesanyangdikirim.Adalahmungkinuntukmelatihpengirimpesanagarmengatur,
mengulang, dan merangkum informasi sehingga memaksimalkan pengertian oleh si
penerimapesan.Pengirimpesandapatdiajarimemperkuatisiverbalsetiappesandengan
ekspresi yang sesuai dan gerak isyarat untuk menekankan konsep kunci serta untuk
mendapatkanmasukandarisipenerimapesansebagaitandaataskeefektifankomunikasi.
Prinsipprinsippengorganisasian
Untukmencapaitujuandalampengorganisasiandiperlukanprinsipprinsipsebagaiberikut:
1. Prinsiprantaikomando
Rantaikomandomenyatakanbahwauntukmemuaskananggota,efektifsecaraekonomis
danberhasildalammencapaitujuanmereka,organisasidibuatdenganhubunganhierarkis
dalam alur autoritas dari atas ke bawah. Prinsip ini mendukung struktur mekanistis
denganautoritassentralyangmensejajarkanautoritasdantanggungjawab.Komunikasi
terjadisepanjangrantaikomandodancenderungsatuarahkebawah.Padaorganisasi
keperawatanmodern,rantaikomandoiniadalahdatar,dengangarismenejerdanstaf
teknissertaadministrasiyangmendukungstapperawatteknis.
2. Prinsipkesatuankomando
Kesatuankomandomenyatakanbahwaseorangpekerjamempunyaisatupenyeliadan
terdapatsatupimpinandansaturencanauntukkelompokaktifitasdenganobyektifyang
sama. Prinsip ini masih diikuti pada kebanyakan organisasikeperawatantetapi masih
terus dimodifikasi dengan memunculkan teori organisasi. Keperawatan primer dan

manajemen kasus mendukung prinsip kesatuan komando ini, seperti juga praktek
bersama.
3. Prinsiprentangkontrol
Rentang kontrol menyatakan bahwa individu harus menjadi penyelia suatu kelompok
bahwaiadapatmengawasisecaraefektifdalamhaljumlah,fungsi,dangeografi.Prinsip
asalinitelahmenjadielastismakinsangatterlatihpekerjamakinkurangpengawasan
yang diperlukan. Pekerja dalam masa latihan memerlukan lebih banyak pengawasan
untukmencegahterjadinyakesalahan.Biladigunakantingkatyangberbedadaripekerja
keperawatan,menejerperawatharuslebihbanyakmengkoordinasikan.
4. Prinsipspesialisasi
Spesialisasi menyatakan bahwa setiap orang harus dapat menampilkan satu fungsi
kepemimpinan tunggal. Sehingga ada divisi tenaga kerja : suatu perbedaan di antara
berbagaitugas.Spesialisasidianggapolehkebanyakanorangmenjadicaraterbaikuntuk
menggunakan individu dan kelompok. Rantai komando menggabungkan kelompok
kelompokdenganspesialitasyangmenimbulkanfungsidepartementalis.
5. Prinsippembagiankerja
Merupakanperinciandanpengelompokanaktifitasyangsemacamatauerathubungannya
satusamalainyangdilakukanolehsuatubagianatauunitkerjatertentu.Prinsipdasarnya
adalahuntukmencapaiefisiensipelaksanaankerjadimanaorangmengerjakankegiatan
tertentu sesuai dengan kemampuannya. Hal hal yang harus diperhatikan dalam
pembagiankerjaadalah:
a. Setiap unit kerja mempunyai perincian tugas dan aktifitas yang akan
dilakukan,secarajelasdantegas.
b. Setiap staf atau anggota organisasi harus memiliki perincian tugas, tanggung
jawabdanwewenang.
c. Bebantugasyangdiberikankepadastafatauunitorganisasiharussesuaidengan
kemampuan.
d. Variasi tugas yang diberikan hendaknya diusahakan yang sejenis atau erat
hubungannyasatusamayanglain.
e. Penempatanstafharustepatdansesuai.
f. Penambahanataupengurangantenagaharusberdasarkanbebankerja.

Dalampembagiankerjaadabeberapadasaryangperludiperhatikanyangdapatdipakai
sebagaipedoman:

a) Pembagiankerjaatasdasarwilayahatauteritorial,misalnyakoordinatorperawatanyang
beradadilantaiduarumahsakityangterdiridariruangpenyakitdalamkelasdua,ruang
bedahumumkelasdua,dansebagainya.
b) Pembagian kerja atas jenis barang atau jasa yang diproduksi. Misalnya koordinator
asuhankeperawatanruangunitbedah,koordinatorpendidikankeperawatan,koordinator
pengendalianmutupelayanankeperawatan.
c) Pembagiankerjaberdasarkanwaktu/shiftpagi,siang,danmalam.
d) Pembagianatasdasarkonsumeryangdilayani,misalnyaperawatyangkhususmerawat
kliendenganpenyakitkulit,THT,danlainlain.
e) Prinsippendelegasian
Pendelegasianadalahpelimpahanwewenangataukekuasaan.Kekuasaanmerupakanhak
seseorang untuk mengambil tindakan yang perlu agar tugas dan fungsinya dapat
dilaksanakan dengan baik. Wewenang atau kekuasaan itu terdiri dari berbagai aspek
antaralainwewenangmengambilkeputusan,menggunakansumberdaya,memerintah,
danmenggunakanbataswaktutertentu.
Adapunmanfaatpendelegasianadalah:

Pimpinandapatmelakukantugaspokoksaja.

Setiapstafatauperawatmemilikiwewenangsesuaidengantugasnya.

Meningkatkankemampuanstaf.

Kegiatantetapberjalanwalaupunpimpinantidakada.

Pelatihandankaderisasiuntukmeningkatkanjenjangkarir.

Dalam melakukan pendelegasian seorang pimpinan hendaknya memperhatikan


kemampuanorangyangdiberiwewenangataupendelegasian,memperhatikanpendapat
orang yang diberi wewenang, melakukan bimbingan, menggerakkan dan melakukan
pengontrolan.
Prinsip prinsip organisasi yang telah disebutkan di atasadalah saling ketergantungan dan
dinamisbiladigunakanolehmanajerperawatuntukmenciptakanlingkunganyangmerangsang
dalampraktekkeperawatanklinis.
Dalam keperawatan, pengorganisasian pelayanan keperawatan dilaksanakan dengan cara
(Burgess1988&Gillies1988):
1. Fungsional/penugasan
Yaitu pembagian tugas untuk perawat yang dilakukan oleh kepala ruangan masing
masingmempunyaitugaskhusus.
2. Alokasipasien

Yaitupengorganisasianpelayanankeperawatanuntukbeberapaklien/satuklienoleh
satuperawatsaatberjaga.
3. Perawatangroup/teamnursing
Yaitu pelayanan lapangan dimana sekelompok perawat memberikan pelayanan
keperawatan kepada sekelompok klien, kelompok ini dipimpin oleh perawat yang
berijasahdanberpengalaman.
4. Pelayanankeperawatanutama
Yaitu pengorganisasian dalam pelayanan keperawatan sehingga satu orang primary
nursingdalam24jambertanggungjawabpadaklienyangdibawahtanggungjawabnya
darimasukRSsampaipulang.
5. StrukturorganisasiRumahSakitdiIndonesia
Strukturorganisasirumahsakitdanlembagalembagayangberkaitandenganrumah
sakittidakdapatdigambarkansecaraseragam.
Tapibeberapahaltentangstrukturorganisasitersebutdapatdipaparkansebagaiberikut:
a. StrukturorganisasiDepkesRI
b. KaitanorganisasiRSUDdenganDepkesRIdanDepdagri
c. OrganisasiRSSwasta
d. RSPemerintah
StrukturorganisasidantatakerjaRSUpemerintahdiaturdalamSKMenkesRINo.
134/Menkes/SK/IV/78tahun1978yangberlakuuntukRSUmumkelasA,B,dan
Cyangdapatdigambarkansebagaiberikut:
Rinciantugas:
a. Direktur rumah sakit mempunyai tugas : memimpin, mengawasi, dan
mengkoordinasikantugastugasrumahsakitsesuaidenganperaturanperundang
undanganyangberlaku.
Direkturrumahsakitdalammelaksanakantugasnyadibantuoleh:

Unsurbantuankepemimpinan:parawakildirektur

Unsurbantuanadministrasi:kepalabagiansekretariat

Unsurbantuanpelaksanaanfungsional:parakepalabidang

Unsurbantuanpelaksanaankeuangan:bidangkeuangan

Unsurbantuanfungsional:kepalaunitpelaksanafungsional.

b. Bagiansekretariatmempunyaitugas:

Mempersiapkan dan menyusun program laporan mengenai kegiatan


semuasatuanorganisasidalamlingkunganRS

Melakukanpengelolaanpegawaiurusanketatausahaan

Melakukanketatausahaanpenderitarawatinap

Melaksanakanpencatatanmedis

c. Instalasi
BertugassebagaipenunjangUPF,yangmeliputi:

Farmasi

Patologi

Laboratorium

PemeliharaanRS

Kamarjenasah

d. Unitpelaksanafungsional
Melakukanusahapelayanankesehatan:

Promotif

Preventif

Kuratif

Rehabilitatif

Rujukan

e. Bidangbidang
Bidangpenunjangmedis:mengkoordinasikanseluruhkebutuhanunitunit:

unitanestesidanperawatanintensif

unitpelayanandaruratmedis

unitradiologi

unitpelayananrehabilitasi

Instalasi

Bidang pelayanan medis : mengkoordinasikan seluruh unit pelaksana


fungsional yang langsung atau tidak langsung memperlancar kegiatan
pelayanankegiatanpadaUPF.

Bidangpendidikandanlatihanmempunyaitugas:
o Mengaturdanmengkoordinasikanpendidikandanlatihandokter,dokterahli,
danparamedis.
o Melaksanakanpenataranmedisdanparamedisdalamrangkasistemrujukan.
o Melaksanakankegiatanperpustakaan
Bidangkeuanganmempunyaitugas:

o Mempersiapkan dan menyusun anggaran pendapatan dan belanja,


pertanggungjawabankeuangan.
o Melakukantatausahakeuangan,pengelolaanbendahara.
o Pengelolaan penerimaan, pembukuan penyetoran ke kas negara dan
pertanggungjawabankeuanganyangdiperolehdaripelayananRS.

Penutup
Fungsimanajemenkeperawatandalamorganisasiadalahmengembangkanseseorang.Hal
tersebutberjalanbilamanaperawatmau belajardanmenggunakanilmuyangditunjukkanoleh
pengalaman dan penelitian yang dikembangkan agar fungsi organisasi dalam manajemen
keperawatansemakinberkembang.
Perawatmanajerperlubekerjauntukstrukturorganisasiideal.Merekaharusmembangun,
menguji,mengakuikesalahan,berkompromi,danmenerima.Merekaharusmerancangorganisasi
yang sederhana untuk menyelesaikan pekerjaan. Organisasi adalah produktif jika orang
memberikan perhatian yang memenuhi kebutuhan klien dan setiap karyawan merasakan
kepuasan.
Perawatdalammemberikanpelayanankeperawatankepadaklientidakdapatbekerjasendiri,
tetapiharusbekerjasamadengantimkesehatanlainuntukmenyelesaikanmasalahkesehatan
yang dihadapi klien. Kerja sama antar perawat dengan tim kesehatan tersebut harus ditata
sehinggamenghasilkanpelayanankesehatanyangberkualitas,penataanyangdimaksudadalah
pengorganisasian segala sumber yang dapat dimanfaatkan untuk mencapai tujuan pelayanan
keperawatan.

DAFTARPUSTAKA
Gillies, D. A. ( 1989 ). Nursing Management, A System Approach.WB Saunders Company.
Philadelphia.
Prayitno, Subur. ( 1997 ). Dasar dasar administrasi kesehatan masyarakat. Airlangga
UniversityPress.Surabaya.

Prayitno,Subur.(2000).AdministrasiRumahSakitdiIndonesia.FKUA.Surabaya.
Sullivan,E.J.etal.(1990).ManagementandLeadershipforNurseManager.JonesandBarlett
Publisher.Boston.

Swanburg,CRussel.(2000).PengantarKepemimpinandanManjemenUntukPerawatKlinis.
EGC.Jakarta.