Anda di halaman 1dari 10

1

MAKALAH KOLOKIUM
Nama Pemrasaran/NIM
Departemen
Pembahas 1/NIM
Pembahas 2
Dosen Pembimbing/NIP
Judul Rencana Penelitian
Tanggal dan Waktu

:
:
:
:
:
:
:

Iradhatie Wurinanda / I34110142


Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat
Astri Setiamurti / I34100106
Dr. Ir. Anna Fatchiya, MSi
Efektivitas Promosi Produk Sop Duren Lodaya Melalui Twitter
Senin 23 Juni 2014, Pukul 11.00 -12.00 WIB

1. PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Pertanian secara luas merupakan suatu kegiatan manusia yang termasuk di dalamnya
yaitu bercocok tanam, peternakan, perikanan, dan kehutanan. Indonesia sebagai negara agraris
memiliki hasil komoditas pertanian yang cukup tinggi. Sektor pertanian tersebut memiliki potensi
yang besar untuk dikembangkan, terutama di era saat ini keterkaitan antara sektor pertanian dan
nonpertanian semakin tinggi. Hal ini menyebabkan perlu adanya pengolahan dari hasil komoditas
pertanian sehingga dapat menghasilkan produk yang memiliki nilai lebih. Tingginya potensi
komoditas pertanian di Indonesia tersebut mendorong munculnya berbagai produk olahan
pertanian yang bernilai ekonomis.
Pemasaran produk olahan pertanian mengalami beberapa kendala dan persaingan
pemasaran yang dapat diatasi dengan melakukan suatu strategi pemasaran sehingga dapat
menarik konsumen untuk melakukan pembelian. Saat ini, perkembangan produk olahan pertanian
tampak mengalami peningkatan. Hal ini ditandai oleh munculnya ide-ide kreatif dan inovasi-inovasi
yang dilakukan oleh seorang produsen dalam mengolah hasil pertanian, seperti pada buah durian.
Durian adalah salah satu jenis buah-buahan asli Indonesia. Berdasarkan data statistik, komoditas
buah durian di Indonesia pada tahun 2011 mencapai 12,80 ton/ha dan mengalami peningkatan
pada tahun 2012 yaitu menjadi 14,06 ton/ha1. Kondisi demikian membuat buah durian masih
menjadi primadona sebagai komoditas buah-buahan yang potensial dengan harga yang cukup
tnggi di pasaran. Meskipun demikian, pemasaran buah durian ini juga banyak memiliki masalah,
salah satunya persaingan dengan masuknya buah-buah impor l. Tercatat selama tahun 2012 nilai
impor durian mencapai US$ 28.886.403, sedangkan nilai ekspor durian hanya sebesar US$ 4.511
saja2. Kondisi ini menyebabkan pemasaran buah lokal, khususnya durian harus memiliki suatu
strategi pemasaran supaya tidak kalah saing dengan buah-buah impor tersebut
Inovasi pengolahan durian salah satunya dalam bentuk sop duren dengan berbagai jenis
topping yang bervariasi saat ini banyak dilakukan oleh pelaku usaha kuliner sehingga menjadi
produk yang digemari oleh berbagai kalangan, termasuk oleh generasi muda saat ini. Pemasaran
produk olahan durian tersebut memerlukan suatu promosi yang dilakukan melalui kegiatan
komunikasi pemasaran. Komunikasi pemasaran dilakukan melalui bauran pemasaran yang
menurut Kotler (2003) terdiri dari product, price, promotion, dan place atau sering dikenal dengan
4P. Hubungan konsumen dengan upaya komunikasi terjadi dalam suatu bauran yang digunakan
untuk mengkoordinasikan pesan dan media yang berbeda untuk suatu produk agar konsumen
dapat menerima arus pesan yang konsisten dan rasional pada waktu yang tepat. Kegiatan promosi
sebagai salah satu strategi bertujuan untuk membantu produsen dalam mengenalkan suatu
produk tertentu kepada masyarakat luas. Namun, dalam konteks produk olahan pertanian yang
sebagian besar komoditasnya berasal dari daerah pedesaan dan unit usahanya masih berupa
usaha kecil menengah, tentunya biaya promosi yang mahal dapat menghambat pemasaran suatu
produk olahan pertanian. Cara-cara konvensional seperti promosi melalui pamflet, leafet, brosur,
1

Produktivitas Buah tahun 2009-2012, dapat diunduh di: http://www.pertanian.go.id/infoeksekutif/horti/EISASEM-HORTI-2014/Prodtv-Buah.pdf


2
Nilai Impor dan Ekspor Buah Tahun 2012, dapat diunduh di:http://hortikultura.pertanian.go.id/index.php?
option=com_content&view=article&id=339:nilai-impor-a-ekspor-buah-th-2012&catid=57:eksporimpor&Itemid=469

2
dan lain sebagainya memerlukan biaya yang relatif lebih besar karena harus mencetak dan
menyebarkannya kepada masyarakat luas. Selain itu, cara ini membutuhkan proses yang panjang
dan waktu yang lama sehingga kurang efektif.
Perkembangan teknologi yang semakin canggih mendorong adanya perbedaan dari media
lama atau media tradisional yang lebih dahulu ada. Penggunaan internet sebagai media
komunikasi yang efektif dan efisien menjadi peluang bagi pelaku usaha, termasuk pada
pemasaran produk olahan durian dengan memanfaatkan media sosial sebagai media promosi.
Twitter merupakan salah satu media sosial yang sering digunakan oleh produsen dalam upaya
kegiatan promosi produk olahan pertanian. Penggunaan jejaring sosial tersebut belakangan
menjadi banyak diminati oleh masyarakat sebagai sarana untuk berkomunikasi. Tercatat hingga
tahun 2013 pengguna Twitter di Indonesia berdasarkan data dari PT Bakrie Telecom yang dirilis
oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika mencapai 19,5 juta akun. Penggunaan Twitter
begitu populer karena pesan yang digunakan singkat, sehingga pengguna dapat langsung
membaca inti pesan yang ingin disampaikan. Selain itu, pesan yang disampaikan dalam media
sosial ini dapat disampaikan dengan cepat dan luas. Twitter juga praktis diakses melalui
smartphone sehingga khalayak luas mudah untuk menggunakannya.
Sop Duren Lodaya merupakan salah satu usaha yang mengolah durian dan
memanfaatkan media sosial Twitter sebagai media untuk melakukan promosi. Aktivitas promosi
yang dilakukan melalui media sosial Twitter berisi pesan mengenai terkait informasi-informasi
produk, iklan, proses pemesanan produk, hingga menampung aspirasi dan pertanyaan-pertanyaan
yang diajukan oleh konsumen melalui fitur mention yang disediakan. Sejak awal pendiriannya, Sop
Duren Lodaya gencar memberikan informasi produk, info diskon, serta event-event yang mereka
adakan untuk konsumen, bahkan info mengenai Sop Duren Lodaya memiliki cabang-cabang di
lain tempat juga diinformasikan melalui Twitter. Aktivitas promosi melalui media sosial merupakan
salah satu bentuk bauran komunikasi pemasaran berhubungan langsung dengan tingkat
keterdedahan konsumen hingga konsumen mengambil keputusan untuk membeli produk Sop
Duren Lodaya. Berdasarkan uraian di atas, efektivitas Twitter sebagai salah satu media sosial
dalam mempengaruhi aktivitas promosi produk Sop Duren Lodaya relevan untuk dikaji dalam
penelitian ini.
1.2. MASALAH PENELITIAN
Masalah penelitian dirumuskan sebagai berikut:
1. Apa saja faktor-faktor yang menyebabkan efektivitas promosi melalui Twitter?
2. Bagaimana hubungan karakteristik konsumen dengan keefektivitasan promosi produk Sop
Duren Lodaya?
3. Bagaimana hubungan aktivitas promosi produk Sop Duren Lodaya melalui Twitter dengan
perubahan sikap konsumen akan ketertarikan produk?
1.3. TUJUAN PENELITIAN
Tujuan penelitian dirumuskan sebagai berikut:
1. Mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan efektivitas promosi melalui Twitter.
2. Menganalisis hubungan karakteristik konsumen dengan keefektifitasan promosi produk
Sop Duren Lodaya.
3. Menganalisis hubungan aktivitas promosi melalui Twitter dalam mempengaruhi sikap
konsumen akan ketertarikan produk Sop Duren Lodaya.
1.4. KEGUNAAN PENELITIAN
Penelitian ini memiliki kegunaan sebagai berikut:
1. Bagi akademisi, penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi untuk penelitianpenelitian selanjutnya yang berhubungan dengan komunikasi bisnis. Peneliti selanjutnya
juga diharapkan dapat memperbaiki kelemahan-kelemahan dari penelitian ini.

3
2. Bagi masyarakat, hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu masyarakat untuk
mengenal produk olahan pertanian, khususnya olahan durian seperti Sop Duren, sehingga
masyarakat tertarik untuk mencoba dan membeli. Selain itu, hasil penelitian ini juga
diharapkan dapat dijadikan sebuah penilaian masyarakat mengenai pengaruh promosi
melalui media sosial Twitter dalam pemasaran produk Sop Duren Lodaya.
3. Bagi perusahaan, penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai masukan oleh pelaku
usaha Sop Duren Lodaya dalam rangka mengetahui efektivitas strategi promosi
perusahaan tersebut.
2. PENDEKATAN TEORITIS
2.1.

TINJAUAN PUSTAKA

2.1.1. Media Sosial Sebagai Media Promosi


Menurut Kotler (2003) promosi adalah bagian dari komunikasi yang terdiri dari pesanpesan perusahaan yang didesain
untuk menstimulasi terjadinya kesadaran (awarness),
ketertarikan (interest), dan berakhir dengan tindakan pembelian (purchase) yang dilakukan oleh
pelanggan terhadap produk atau jasa. Pendapat lain dikemukakan oleh Tjiptono (2001) yang
menyatakan bahwa promosi pada hakekatnya adalah suatu bentuk komunikasi pemasaran
dengan cara menyebar informasi, mempengaruhi atau membujuk, dan mengingatkan pasar
sasaran dan produknya agar bersedia menerima, membeli, dan loyal pada produk yang
ditawarkan. Tujuan promosi menurut Alma (2002) adalah memberi informasi, menarik perhatian,
dan selanjutnya memberi pengaruh meningkatnya penjualan. Produk olahan pertanian menjadi
salah satu potensi bisnis yang memerlukan promosi penjualan yang efektif sehingga dapat
menarik minat konsumen. Bentuk promosi yang sering digunakan adalah promosi penjualan.
Promosi penjualan menurut Kusumastuti (2012) merupakan upaya pemasaran yang bersifat media
dan nonmedia untuk merangsang coba-coba dan konsumen, meningkatkan permintaan dan
konsumen atau untuk memperbaiki kualitas produk. Tipe-tipe promosi penjualan diungkapkan oleh
Kusumastuti (2012) meliputi promosi penjualan bagi konsumen akhir, potongan harga, kupon,
lomba dan undian, program berkelanjutan, pemberian premium, rabat, periklanan khusus, sampel
gratis, promosi penjualan bagi penjual kembali, point of purchase displays, pameran dagang, push
money, serta trade deal.
Media sosial sebagai media promosi produk olahan pertanian yang digunakan oleh pelaku
usaha merupakan suatu bentuk pembaharuan media yang digunakan di era globalisasi saat ini.
Peran media sosial dalam memasarkan produk mencakup seluruh teknik bauran komunikasi
pemasaran yang dapat diimplementasikan pelaku usaha dalam kegiatan pemasaran. Menurut
Richter dan Koch (2007) dalam Santoso (2012) media sosial diartikan sebagai aplikasi online,
sarana, dan media yang ditujukan untuk memfasilitasi interaksi, kolaborasi, dan sharing materi.
Sementara itu, Santoso (2012) menyatakan bahwa media sosial merupakan media untuk interaksi
sosial dengan menggunakan teknik penerbitan yang mudah diakses dan terukur. Media sosial
menggunakan teknologi berbasis web untuk mengaktifkan komunikasi ke dialog interaktif.
Kotler dan Keller (2009) lebih lanjut menerangkan bahwa media sosial merupakan sarana
bagi konsumen untuk berbagi teks, gambar, audio, dan video informasi dengan satu sama lain dan
dengan perusahaan dan sebaliknya. Media sosial yang digunakan berdasarkan hasil penelitian
sebelumnya adalah Twitter, Facebook, Blog, dan Website. Jenis media sosial tersebut dapat
memfasilitasi produsen dan konsumen untuk saling berbagi pesan dalam bentuk tulisan, gambar,
bahkan audio ataupun video dengan komunikasi dua arah.
Kegiatan komunikasi pemasaran produk olahan pertanian selain dengan menggunakan
bauran promosi juga membutuhkan strategi pemasaran lain untuk mendukung pemasaran yang
lebih efektif. Kotler dan Keller (2009) mengatakan untuk mencapai tujuan perusahaan dapat
menggunakan alat bantu yang dinamakan marketing communication mix. Terdapat delapan model
komunikasi, yaitu advertising, sales promotion, event and experience, public relation and publicity,
direct marketing, interactive marketing, world of mouth marketing, dan personal seling.
Model komunikasi yang terkait dengan penggunaan media sosial dalam hal
mempromosikan produk olahan pertanian adalah interactive marketing. Definisi dari interactive

4
marketing menurut Kotler dan Keller (2009) adalah aktivitas online dan program yang didesain
untuk mendekati customer yang prospek baik secara langsung maupun tidak langsung untuk
meningkatkan awarness, meningkatkan minat, dan memperoleh produk dan jasa.
Menurut Aninah (2010) aktivitas online dilakukan melalui media sosial dengan mengirimkan
pesan-pesan dan feedback, serta menggunakan kemampuan daya tarik pesan untuk memicu
khalayak. Sebagian besar pelaku usaha memanfaatkan peran Twitter, Facebook, dan Website
dalam aktivitas online sebagai media promosi. Hal ini terihat dari hasil penelitian-penelitian
sebelumnya. Alasan penggunaan media sosial tersebut karena ketiganya dinilai memiliki
pengguna aktif yang banyak dari berbagai kalangan dan mudah dalam mengoprasikannya. Melalui
media sosial tersebut pelaku usaha dapat memberikan daya tarik pesan dan frekuensi penyajian
yang intens sehingga komunikasi dengan pelanggan dapat berjalan dengan baik dan interaktif.
2.1.2.

Efektivitas Promosi Melalui Twitter


Twitter merupakan salah satu jenis media sosial yang menyediakan layanan jejaring sosial
dan microblogging (blogging ringkas). Para pengguna memakai Twitter untuk berkirim pesan dan
membaca pesan yang tidak lebih dari 140 karakter. Istilah yang digunakan untuk mengirimkan
pesan disebut tweet. Karena pesan yang dikirim Twitter sangat dibatasi, tak jarang media sosial ini
disebut sebagai SMS Internet. Banyaknya pengguna Twitter menjadi bukti bahwa media sosial ini
menjadi tempat yang kaya dalam bersosialisasi dan juga menjadi lading bisnis online yang
menjanjikan. Menurut Sulianta (2011) terdapat empat faktor yang menyebabkan Twitter mampu
menyedot perhatian para pengguna internet, diantaranya:
a. Keringkasan dan keterbatasan karakter pesan yang dipublikasikan pada Twitter (140
karakter), sehingga pesan mudah dilihat dan disebar.
b. Informasi bebas, sehingga informasi apapun yang terlintas bebas mengalir dan sifatnya
spontan, apa adanya, bahkan personal. Dalam banyak kasus, pengguna Twitter lebih jujur
dan kejujuran penting untuk nilai akurasi bisnis.
c. Komunitas terbuka, dimana hampir tidak ada pembatas untuk mengamati bahkan
bersosialisasi dengan semua orang yang tergabung pada Twitter.
d. Jejaring social yang membangun gudang data. Hal ini karena berbagai informasi yang
disebarkan lama-lama akan membentuk suatu pola yang juga menjadi informasi berbasis
kekuatan massa yang menjelaskan minat dan tren.
Setiap media sosial memiliki karakteristik tersendiri untuk melakukan kegiatan promosi
produk kepada pelanggan. Berdasarkan keempat faktor yang mempengaruhi Twitter sebelumnya,
karakteristik Twitter dapat dikelompokkan menjadi dua bagian. Pertama adalah keakuratan
informasi yang menyangkut dengan faktor informasi bebas dan terbuka pada Twitter. Kedua,
adalah gaya pesan yang menyangkut keringkasan dan keterbatasan pesan serta pola informasi
yang dibentuk. Twitter memiliki porsi besar karena didasari oleh faktor-faktor psikologis yang
membentuk pola. Pola-pola ini menjadikan Twitter sebagai pilihan berbisnis yang mendasari
strategi bisnis penggunaan lebih lanjut. Alasan-alasan tersebut diantaranya iklan murah, media
promosi, info bisnis ringkas, akses pada tempat berkumpulnya pengguna online, menjadi tempat
bersosialisasi, daya sebar tidak terbatas, dekat dengan calon konsumen, dan konsumen potensial
(Sulianta 2011).
Kegunaan Twitter dalam aktivitas promosi berhubungan dengan efektivitas media sosial
yang menunjukkan keberhasilan dari segi tercapai tidaknya sasaran yang telah ditetapkan. Hasil
yang semakin mendekati sasaran berarti derajat efektivitasnya semakin tinggi. Rahmawati (2008)
dalam Aninah (2010) menyebutkan lima kriteria efektivitas, yaitu sebuah prestasi kerja, tercapainya
sasaran, tujuan atau keberhasilan, menggunakan cara kerja yang benar, hasil berdasarkan
penggunaan sumber daya yang ada, serta produktivitas dalam bentuk materi atau jasa pelayanan.
Secara umum, Aninah (2010) juga mengungkapkan beberapa kriteria yang dapat
digunakan untuk mengukur efetivitas media promosi, yaitu pengingatan, persuasi, dan penjualan.
Sementara itu Kusumastuti (2012) menyatakan bahwa dalam mengembangkan komunikasi
pemasaran secara efektif terdapat delapan langkah, yang salah satunya yaitu merancang pesan.
Perancangan pesan menjadi salah satu aspek pada promosi melalui media sosial yang dapat
menentukan efektivitas media sesuai dengan kriteria yang telah disebutkan sebelumnya. Hasil

5
akhir dari aktivitas promosi adalah untuk mendapatkan seseorang untuk membeli suatu produk
maupun jasa. Untuk menjangkau tujuan promosi dapat menggunakan konsep AIDA (attention),
mempertahankan ketertarikan (interest), membangkitkan keinginan (desire), dan menggerakkan
tindakan (action). Adapun secara rinci aspek-aspek AIDA adalah sebagai berikut
1. Perhatian (Attention)
Perhatian dapat diperoleh dengan memanfaatkan posisi dalam publikasi atau dapat pula
memanfaatkan ukuran dan bentuk iklan untuk mencapai kesadaran target pasar. Sebuah
perusahaan tidak dapat menjual sesuatu jika pasar tidak tahu keberadaan barang atau jasa
tersebut.
2. Ketertarikan (Interest)
Penggunaan perangkat kreatif tidak secara langsung dapat menarik perhatian orang
kecuali iklan itu sendiri yang berhasil meraih rasa ketertarikan mereka. Rasa tertarik
mungkin dapat dimunculkan dengan menggunakan pewarnaan yang menarik, gambar dan
bahasa yang persuasif. Keaslian penampilan dan penyusunan kalimat dalam pesan juga
sangat berpengaruh pada daya tarik suatu produk yang dipasarkan.
3. Keinginan (Desire)
Konsumen harus dibuat tertarik dan terdorong untuk menginginkan barang yang
ditawarkan. Tahap ini menciptakan preferensi merek dengan menjelaskan keunggulan
perbedaan produk tersebut dibandingkan pesaing. Selain itu, keinginan juga timbul karena
adanya proses pertukaran, di mana apabila konsumen membeli produk tersebut maka
yang mereka peroleh akan sebanding atau lebih baik dari harga yang telah mereka
bayarkan.
4. Tindakan (Action)
Pada tahap ini memungkinkan target pasar yakin untuk membeli tetapi masih harus
membuat keputusan membeli. Hal ini karena Tindakan merupakan hal tersulit untuk
ditumbuhkan dalam seorang konsumen. Iklan cetak atau elektronik saja tidak cukup untuk
membuat seorang konsumen secara langsung melakukan tindakan untuk membeli sebuah
produk yang diiklankan. Namun, terdapat perangkat-perangkat tertentu yang dapat secara
langsung membuat konsumen bertindak untuk membeli produk, yaitu mencantumkan
kupon berhadiah, mencoba sampel, potongan harga dan promosi penjualan lainnya.
2.1.3.

Perilaku Konsumen

Perilaku konsumen adalah semua kegiatan, tindakan, serta proses psokologis yang
mendorong tindakan pada saat sebelum membeli, ketika membeli, menggunakan, menghabiskan
produk dan jasa setelah melakukan kegiatan pembelian atau kegiatan mengevaluasi (Sumarwan
2011). Perilaku konsumen terhadap suatu produk dipengaruhi oleh faktor individu (motivasi dan
kebutuhan, kepribadian dan gaya hidup, dan pengetahuan), faktor lingkungan (budaya dan
demografi, keluarga, kelompok, dan kelas sosial), dan faktor psikologis (persepsi dan keterlibatan,
proses pembelajaran, dan sikap). Ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi konsumen dalam
melakukan pembelian atau mengkonsumsi suatu barang, salah satunya adalah karakteristik
konsumen. Karakteristik konsumen dapat dilihat dari segi demografi, sosial, ekonomi, psiografi,
dan pengalaman konsumen. Selanjutnya karakteristik konsumen terdiri dari umur, jenis kelamin,
pendidikan, pendapatan, tingkat motivasi dan tingkat kebutuhan (Sumarwan 2011). Menurut
penelitian Siregar (2012), motivasi konsumen menggunakan media terdiri dari motivasi untuk
mencari informasi jelas, sekedar ingin tahu, mengikuti trend, dan gengsi. Karakteristik konsumen
dalam mempengaruhi perilaku pembelian produk dapat memberikan petunjuk bagi pelaku usaha
bagi pengembangan produk baru, keunggulan produk, menentukan harga, saluran pemasaran,
dan pesan iklan, serta elemen bauran pemasaran lainnya (Siregar 2012).
2.2.

KERANGKA PEMIKIRAN

6
Keefektivitasan promosi yang dilakukan oleh Sop Duren Lodaya dipengaruhi oleh faktor
dari perusahaan dan faktor dari konsumen. Pihak perusahaan melakukan aktivitas promosi yang
dilakukan dengan mengirimkan pesan-pesan melalui media Twitter. Bentuk-bentuk aktivitas
promosi memperhatikan keakuratan informasi, gaya pesan, frekuensi pesan, frekuensi feedback
pesan, dan tingkat daya tarik pesan. Aktivitas promosi yang dilakukan oleh Sop Duren Lodaya
selanjutnya dapat dilihat kinerjanya
melalui efektivitas promosi yang diukur berdasarkan
keberhasilan dari kinerja Twitter sebagai media promosi produk. Keberhasilan dan kinerja promosi
tersebut adalah berupa perubahan sikap konsumen melalui konsep AIDA (Attention, Interest,
Desire, Action). Sementara itu, hubungan konsumen terhadap keefektivitasan media promosi
dilihat dari karakteristik konsumen Sop Duren Lodaya yang terdiri atas umur, jenis kelamin,
pendidikan, dan tingkat motivasi. Karakteristik konsumen ini dapat memberikan gambaran umum
kondisi konsumen, serta dapat menentukan perilaku dalam proses keputusan pada saat akan
membeli produk.

Aktivitas Promosi

Keakuratan informasi
Gaya pesan
Frekuensi pesan
Frekuensi feedback pesan
Tingkat daya tarik pesan

Efektivitas Promosi
Konsep AIDA:
Attention
Interest
Desire
Action

Karakteristik Konsumen
Umur
Keterangan:
: mempengaruhi
Jenis kelamin
Tingkat Pendidikan
Tingkat motivasi
Keterangan:
: mempengaruhi
Gambar 1. Kerangka Analisis
2.3.

HIPOTESIS PENELITIAN

Hipotesis penelitian ini disajikan sebagai berikut:


1. Terdapat hubungan antara aktivitas promosi melalui Twitter dengan efektivitas promosi produk
Sop Duren Lodaya
2. Terdapat hubungan antara karakteristik konsumen (umur, tingkat pendidikan, dan tingkat
motivasi) dengan efektivitas promosi produk Sop Duren Lodaya
3. Terdapat perbedaan antara jenis kelamin konsumen dengan efektivitas promosi produk Sop
Duren Lodaya
2.4.

DEFINISI OPERASIONAL

7
Rumusan definisi operasional dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Aktivitas promosi mencakup segala upaya perusahaan yang bertujuan untuk memberi
informasi, menarik perhatian, dan selanjutnya memberi pengaruh meningkatnya penjualan
produk melalui pesan-pesan yang dikirim menggunakan media. Aktivitas promosi yang
dilakukan melalui media sosial Twitter terdiri dari keakuratan informasi, gaya pesan,
frekuensi pesan, frekuensi feedback pesan, dan tingkat daya tarik pesan. Variabel aktivitas
promosi diukur melalui data ordinal. Indikator pada variabel ini meliputi:
a. Keakuratan informasi merupakan kesesuaian pesan yang disampaikan melalui media
dengan keadaan yang sebenarnya. Pada penelitian ini, keakuratan informasi melalui
media Twitter dilihat dari: 1) isi pesan yang berhubungan dengan apa yang akan
disampaikan, dan 2) sumber pesan yang berhubungan dengan informasi yang
diberikan oleh admin Twitter. Pengukuran indikator dilakukan dengan memberikan
penilaian dengan variasi jawaban sangat setuju (skor 4), setuju (skor 3), tidak
setuju (skor 2) , dan sangat tidak setuju (skor 1)
b. Gaya pesan merupakan cara penyampaian pesan melalui media yang dilihat dari: 1)
keringkasan pesan yang berhubungan dengan jumlah karakter yang dapat di tweet, 2)
informasi produk yang berhubungan dengan kejelasan informasi mengenai produk, 3)
informasi promosi yang berhubungan dengan kejelasan informasi promosi produk, dan
4) foto-foto yang berhubungan dengan lampiran gambar produk yang dijual.
Pengukuran indikator dilakukan dengan memberikan penilaian dengan variasi jawaban
sangat setuju (skor 4), setuju (skor 3), tidak setuju (skor 2) , dan sangat tidak
setuju (skor 1)
c. Frekuensi pesan yaitu banyaknya tweet dan rutinnya admin mengirimkan pesan melalui
media sosial Twitter. Pengukuran indikator dilakukan dengan memberikan penilaian
dengan variasi jawaban selalu (skor 4), sering (skor 3), jarang (skor 2), dan tidak
pernah (skor 1) .
d. Frekuensi feedback pesan yaitu banyak dan rutinnya admin membalas mention yang
berhubungan dengan informasi produk dan promosi Sop Duren Lodaya. Pengukuran
indikator dilakukan dengan memberikan penilaian dengan variasi jawaban selalu
(skor 4), sering (skor 3), jarang (skor 2), dan tidak pernah (skor 1)
e. Tingkat daya tarik pesan merupakan kemampuan pesan untuk menyampaikan
informasi promosi produk kepada followers sehingga mendapat respon positif terhadap
promosi penjualan yang disampaikan Pengukuran indikator dilakukan
dengan
memberikan penilaian dengan variasi jawaban sangat setuju (skor 4), setuju (skor
3), tidak setuju (skor 2) , dan sangat tidak setuju (skor 1)
Hasil akumulasi skor jawaban kemudian dikelompokkan menjadi tiga kategori:
-Rendah
: Skor 15 29
-Sedang
: Skor 30 44
-Tinggi
: Skor 45 60
2. Karakteristik konsumen merupakan faktor-faktor yang terdapat pada diri seorang
konsumen dan mempengaruhi diri konsumen tersebut. karakteristik konsumen dapat diukur
melalui:
a. Umur adalah lama hidup konsumen pada saat penelitian dilakukan yang dihitung sejak
hari kelahiran yang dinyatakan dalam satuan tahun. Umur dikelompokkan dan
dibedakan dalam data rasio. Umur berdasarkan penelitian Siregar (2012) dikategorikan
menjadi dewasa awal (14-32 tahun) dan dewasa akhir (33-50 tahun)
b. Jenis kelamin merupakan sifat fisik responden yang tercatat dalam kartu identitas, yaitu
laki-laki atau perempuan. Jenis kelamin termasuk data nominal. Laki-laki (diberi kode
1), Perempuan (diberi kode 2)
c. Tingkat Pendidikan adalah jenjang terakhir sekolah formal yang pernah diikuti oleh
konsumen sampai dengan waktu saat penelitian berlangsung. Tingkat pendidikan
tersebut dapat dikelompokkan ke dalam beberapa kategori dan diukur dengan
menggunakan data ordinal.
Rendah
: lulusan SMP (skor 1)
Sedang
: lulusan SMA atau sederajat (skor 2)

8
Tinggi
: lulusan Perguruan Tinggi/Diploma (skor 3)
d. Tingkat motivasi adalah faktor yang mendorong konsumen untuk mengakses situs
Twitter. Motivasi ini dikategorikan dalam empat kategori yang yang diukur
menggunakan data ordinal. Jawaban responden diukur atas empat pernyataan dengan
variasi jawaban sangat setuju (skor 4), setuju (skor 3), tidak setuju (skor 2) ,dan
sangat tidak setuju (skor 1). Pengukuran pada variabel ini menggunakan beberapa
indikator, yaitu mencari informasi jelas, sekedar ingin tahu, mengikuti trend, gengsi.
3. Efektivitas promosi menyatakan keberhasilan dari segi tercapai tidaknya tujuan pada
sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Efektivitas promosi mempengaruhi sikap
konsumen dalam merespon pesan-pesan yang disampaikan melalui media sosial Twitter.
Pengukuran pada variabel ini menggunakan beberapa indikator:
a. Attention merupakan bentuk perhatian dan kesadaran akan keberadaan suatu produk.
Attention dapat dilihat melalui: 1) frekuensi konsumen mengakses media sosial yang
berhubungan dengan rutinnya konsumen mengakses Twitter Sop Duren Lodaya, 2)
total waktu mengakses yang berhubungan dengan lamanya waktu yang
digunakanuntuk mengakses Twitter Sop Duren Lodaya.
b. Interest merupakan ketertarikan yang muncul dalam diri konsumen akan suatu produk
karena telah sadar dan terdedah dengan promosi yang disampaikan melalui Twitter.
Interest dapat dilihat dari tingkat rasa keingintahuan konsumen yang timbul setelah
melihat Twitter Sop Duren Lodaya
c. Desire adalah keinginan yang timbul karena adanya proses pertukaran yang menarik
bagi konsumen. Desire dapat dilihat dari: 1) keinginan membeli yang tumbuh setelah
melihat Twitter Sop Duren Lodaya, dan 2) keinginan berkunjung yang berhubungan
dengan rasa ingin berkunjung setelah melihat Twitter Sop Duren Lodaya
d. Action merupakan tindakan untuk membeli dengan melakukan suatu keputusan
pembelian. Action dapat dilihat dari tindakan membeli konsumen yang ditandai dengan
aksi nyata konsumen membeli produk setelah melihat aktivitas promosi melalui Twitter
Sop Duren Lodaya
Hasil akumulasi skor jawaban kemudian dikelompokkan menjadi tiga kategori:
-Rendah : Skor 16 31
-Sedang : Skor 32 47
-Tinggi
: Skor 48 64
3. PENDEKATAN LAPANGAN
3.1.

LOKASI DAN WAKTU

Lokasi yang dipilih untuk penelitian ini adalah perusahaan yang mengolah buah durian
menjadi sop duren, yaitu salah satu Gerai Sop Duren Lodaya yang berlokasi di Jl. Palayu Raya
No. 10, Bantar Jati, Bogor. Pemilihan Sop Duren Lodaya tersebut dilakukan secara sengaja
(purposive) dengan beberapa pertimbangan, yang meliputi: 1) Sop Duren Lodayamerupakan salah
satu perusahaan yang tergolong baru dan sukses dalam mengolah buah durian menjadi sop
duren, 2) Sop Duren Lodaya menggunakan Twitter sebagai alat promosi utama dalam strategi dan
pengembangan usahanya, 3) penggunaan Twitter Sop Duren Lodaya sangat aktif dan sudah
memiliki banyak followers. 4) Sop Duren Lodaya turut membantu pemasaran buah lokal yang
diolah dan menghasilkan inovasi produk yang banyak diminati.
Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Mei 2014 sampai dengan Januari 2015. Penelitian ini
meliputi penyusunan proposal skripsi, kolokium, perbaikan proposal skripsi, pengambilan data
lapang, pengolahan dan analisis data, penulisan draft skripsi, uji petik, sidang skripsi, dan
perbaikan laporan skripsi. Sementara konsumen yang dijadikan responden yakni pengunjung situs
Twitter Sop Duren Lodaya yang menggunakan jejaring sosial untuk mengakses informasi
mengenai produk Sop Duren Lodaya

9
Tabel 2. Jadwal Pelaksanaan Penelitian Tahun 2014-2015
Mei Juni
Sep
Okt
Nov
Des
Jan
4. Kegiatan
3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
Penyusunan
Proposal Skripsi
Kolokium
Perbaikan Proposal
Skripsi
Pengambilan Data
Lapang
Pengolahan dan
Analisis Data
Penulisan Draft
Skripsi
Uji Petik
Sidang Skripsi
Perbaikan Laporan
Skripsi
3.2.

TEKNIK PENGUMPULAN DATA

Jenis data dalam penelitian ini adalah data kuantitatif sebagai fokus utama dan data
kualitatif sebagai data pendukung. Pendekatan kuantitatif dilakukan dengan menggunakan
instrumen kuisioner yang diisi dengan mewawancarai responden. Sementara data-data kualitatif
diperoleh dengan melakukan wawancara dengan pihak Sop Duren Lodaya. Data yang digunakan
dalam penelitian ini yaitu berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan
menggunakan instrumen penelitian, yaitu kuisioner. Sedangkan untuk data sekunder diperoleh dari
internet dan dokumen perusahaan. Adapun informasi yang ingin diperoleh peneliti dari wawancara
dengan pihak Sop Duren Lodaya berupa informasi mengenai gambaran umum perusahaan dan
struktur organisasi perusahaan. Informasi yang lebih khusus berupa wawancara mengenai
kegiatan promosi yang dilakukan Sop Duren Lodaya.
Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah non-probability
sampling dengan prosedur accidental sampling. Jumlah responden yang diambil berjumlah 40
orang yang didasarkan pada jumlah minimum pengambilan responden, yaitu sebanyak 30 orang.
Responden yang dipilih adalah pemilik aktif akun Twitter dan mem-follow akun Twitter Sop Duren
Lodaya. Pemilihan responden dilakukan secara acak (simple random sampling) dengan
memberikan kuisioner online kepada setiap akun yang mem-follow Twitter Sop Duren Lodaya
dengan asumsi jawabannya dianggap dapat mewakili efektivitas promosi produk Sop Duren
Lodaya melalui Twitter.
3.3.

TEKNIK PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA

Pengolahan data meliputi coding, entry, editing, cleaning, dan analisis data. Seluruh data di
entry ke dalam komputer dengan menggunakan program Microsoft Excell 2010 dan SPSS 16.0 for
windows. Data kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman yang digunakan
untuk mengetahui hubungan antara variabel berskala ordinal dan bersifat non-parametik. Melalui
uji Rank Spearman ini dapat diketahui angka korelasi positif (+) yang memiliki arti hubungan kedua

10
variabel searah dan negatif (-) yang memiliki hubungan kedua variabel tidak searah. Uji korelasi
Rank Spearman digunakan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas promosi dan karakteristik
konsumen dengan efektivitas promosi melalui media sosial Twitter. Data-data hasil wawancara
kemudian digunakan sebagai penunjang dan data pendukung untuk melengkapi hasil statistik
tersebut
DAFTAR PUSTAKA
Alma, B. 2002. Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa. Bandung (ID): Alfabeta
Aninah. 2010. Analisis efektivitas media promosi produk herbal pada outlet PT. Prima Agritech
Nusantara. [Skripsi]. [Internet]. [dikutip 5 Maret 2014]. Jakarta (ID): Universitas Islam
Negeri
Syarif
Hidayatullah.
Dapat
diunduh
dari
http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/2451
Keller KL, Kotler P. 2009. Manajemen Pemasaran. Edisi Ketiga Belas (Alih bahasa dari Bahasa
Inggris oleh Sabran B). Edisi 13. Jilid 2. Jakarta (ID): Erlangga. [Judul asli: Marketing
Management, Thirteenth Edition]
Kotler P. 2003. 80 Konsep yang Harus Dipahami Setiap Manajer (Alih bahasa dari Bahasa Inggris).
Jakarta (ID): Erlangga. [Judul asli: Marketing Insight From A to Z]
Kusumastuti YI. 2009. Komunikasi Bisnis. Bogor (ID): IPB Press. 198 hal.
Morissan. 2010. Periklanan: Komunikasi Pemasaran Terpadu. Jakarta (ID): Kencana.
Santoso, RK. 2012. Pengaruh media sosial terhadap customer retention. [Tesis]. [Internet]. [dikutip
16 Maret 2014]. Depok (ID): Universitas Indonesia. Dapat diunduh dari
http://lib.ui.ac.id/opac/ui/detail.jsp?id=20333233&lokasi=lokal
Shimp, TA. 2003. Periklanan Promosi, Aspek Tambahan Komunikasi Pemasaran Terpadu. Edisi
kelima (Alih bahasa dari Bahasa Inggris oleh Nurcahyo M). Edisi 5. Jiid 1. Jakarta (ID):
Erlangga. [Judul asli: Integrated Marketing Communication in Advertising, Promotion, Fifth
Edition]
Siregar, Gina LC. 2012. Kinerja promosi produk kopi Anomali Coffee melalui media sosial (kasus
twitter dan website) [Skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor. 51 hal.
Sulianta, Feri. 2011. Twitter for Bussiness. Jakarta (ID): PT Elex Media Komputindo
Tjiptono, F. 2001. Strategi Pemasaran. Edisi Kedua. Yogyakarta (ID): CV Andi Offset. 588 hal.