Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bahasa adalah alat untuk berkomunikasi yang digunakan manusia dengan
sesama anggota masyarakat lain pemakai bahasa itu. Bahasa itu berisi pikiran,
keinginan, atau perasaan yang ada pada diri si pembicara atau penulis. Bahasa
yang digunakan itu hendaklah dapat mendukung maksud secara jelas agar apa
yang dipikirkan, diinginkan, atau dirasakan itu dapat diterima oleh pendengar
atau pembaca. Kalimat yang dapat mencapai sasarannya secara baik disebut
dengan kalimat efektif.
Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan
pemakainya secara tepat dan dapat dipahami oleh pendengar/pembaca secara
tepat pula. Kalau gagasan yang disampaikan sudah tepat, pendengar/pembaca
dapat memahami pikiran tersebut dengan mudah, jelas, dan lengkap seperti
apa yang dimaksud oleh penulis atau pembicaranya. Akan tetapi, kadangkadang harapan itu tidak tercapai. Misalnya, ada sebagian lawan bicara atau
pembaca tidak memahami apa maksud yang diucapkan atau yang dituliskan.
Supaya kalimat yang dibuat dapat mengungkapkan gagasan pemakainya
secara tepat, unsur kalimat yang digunakan harus lengkap dan eksplisit.
Artinya, unsur-unsur kalimat seharusnya ada yang tidak boleh dihilangkan.
Sebaliknya, unsur-unsur yang seharusnya tidak ada tidak perlu dimunculkan.
Kelengkapan dan keeksplisitan semacam itu dapat diukur berdasarkan
keperluan komunikasi dan kesesuaiannya dengan kaidah (Mustakim,
1994:86).
Dalam proses penulisan karya ilmiah ada dua jenis kalimat yang mendapat
perhatian penulis, yaitu masalah kalimat dan masalah kalimat efektif.
Pernyataan sebuah kalimat bukanlah sebatas rangkaian kata dalam frasa dan
klausa. Rangkaian kata dalam kalimat itu ditata dalam struktur gramatikal
yang benar unsur-unsurnya dalam membentuk makna yang akan disampaikan
secara logis. Kalimat-kalimat dalam penulisan ilmiah harus lebih cermat lagi
menata kalimat yang benar dan efektif karena kalimat-kalimat yang tertata itu
berada dalam laras bahasa ilmiah. Kalimat dalam tataran sintaksis adalah
satuan bahasa yang menyampaikan sebuah gagasan bersifat predikatif dan
Bahasa Indonesia Kalimat Efektif | 1

berakhir dengan tanda titik sebagai pembatas. Sifat predikatif dalam kalimat
berstruktur yang dibentuk oleh unsure subjek, unsure predikat,dan unsure
objek (S-P+O). Unsur subjek dan predikat itu harus mewujudkan makna
gramatikal kalimat yang logis. Konsepsi kalimat itu belum cukup untuk
menampilkan kalimat efektif, sehingga diperlukan factor lain dalam
perwujudan kalimat menjadi kalimat efektif.
B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Apakah pengertian kalimat efektif?
2. Bagaimana ciri-ciri kalimat efektif?
3. Apa syarat yang mendasari kalimat efektif?
4. Bagaimana struktur kalimat efektif?
C. Tujuan
Adapun tujuan pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui pengertian kalimat efektif
2. Untuk mengetahui ciri-ciri kalimat efektif
3. Untuk mengetahui syarat yang mendasari kalimat efektif
4. Untuk mengetahui struktur kalimat efektif

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Kalimat Efektif
Kalimat efektif adalah satuan bahasa (kalimat) yang secara tepat harus
mewakili gagasan atau perasaan penulis dan harus pula dimengerti oleh
pembaca sebagaimana yang dimaksudkan penulis. Jadi, kalimat efektif
merupakan kalimat yang harus tepat sasaran dalam penyampaian dan
pemberian bagi pembacanya. Disamping kaidah yang ada dalam kalimat,
kalimat efektif perlu memperhatikan persyaratasn dan menghindari hal-hal
yang menyalahi kalimat efektif. (Dikti, 2013)

Bahasa Indonesia Kalimat Efektif | 2

Kalimat efektif adalah kalimat yang bukan hanya memenuhi syarat-syarat


komunikatif, gramatikal, dan sintaksis saja, tetapi juga harus hidup, segar,
mudah dipahami, serta sanggup menimbulkan daya khayal pada diri
pembaca. (Rahayu: 2007)
Kalimat efektif adalah kalimat yang benar dan jelas sehingga dengan
mudah

dipahami

orang

lain

secara

tepat. (Akhadiah,

Arsjad,

dan

Ridwan:2001)
Kalimat efektif adalah kalimat yang memenuhi kriteria jelas, sesuai
dengan kaidah, ringkas, dan enak dibaca. (Arifin: 1989)
Kalimat efektif dipahami sebagai kalimat yang dapat menyampaikan
informasi dan informasi tersebut mudah dipahami oleh pembaca. (Nasucha,
Rohmadi, dan Wahyudi: 2009)
Kalimat efektif di pahami sebagai sebuah kalimat yang dapat membantu
menjelaskan sesuatu persoalan secara lebih singkat jelas padat dan mudah di
mengerti serta di artikan. (Arif HP: 2013)
Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat menyampaikan pesan
(informasi) secara singkat, lengkap, dan mudah diterima oleh pendengar. Yang
dimaksud singkat adalah hemat dalam penggunaan kata kata. Hanya katakata yang diperlukan yang digunakan. Sebaliknya , kata kata yang mubazir
tidak perlu digunakan. Penggunaan kata-kata mubazir berarti pemborosan. Hal
ini tentu bertentangan dengan prinsip kalimat efektif yang hemat. (Djoko
Purwanto, 2005)
Meskipun hemat dalam penggunaan kata, kalimat efektif tetap harus
lengkap. Artinya,kalimat itu harus dapat menyampaikan semua informasi yang
memang harus disampaikan. Sedemikian lengkapnya sehingga kalimat efektif
mampu menibulkan pengaruh, meninggalkan kesan, atau menghasilkan akibat.
Selanjutnya, kalimat efektif harus dapat dipahami pendengar dengan cara yang
mudah dan menarik. Selain itu, kalimat efektif harus mematuhi kaidah struktur
bahasa dan mencerminkan cara berpikir yang masuk akal(logis). (Djoko
Purwanto, 2005)
Kalimat-kalimat dibawah ini termasuk kalimat yang tidak efektif :
a. Rumah daripada orang tuanya di Jalan Dipponegoro
b. Mereka saing tarik-menarik selendang berwarna agak kemerah-merahan
c. Itu buku saya sudah baca dua kali
d. Dalam kecelakaan itu dua orang gugur seketika
e. Di took itu menjual sepatu olehraga berbagai ukuran
Kalimat-kalimat diatas menjadi efektif setelah diubah seperti dibawah ini.
Bahasa Indonesia Kalimat Efektif | 3

a. Rumah orang tunya di Jalan Diponegoro


b. Mereka saling menarik selendang agak merah
Mereka tarik-menarik selendang kemerah-merahan
c. Buku itu sudah say abaca dua kali
d. Dalam kecelakaan itu dua orang tewas seketika
e. Di took itu dijual sepatu olahraga berbagai ukuran
Took itu menjual sepatu olahraga berbagai ukuran
B. Ciri-ciri Kalimat Efektif
1. Kesejajaran
Memiliki kesamaan bentukan/imbuhan. Jika bagian kalimat itu
menggunakan kata kerja berimbuhan di-, bagian kalimat yang lainnya pun
harus menggunakan di- pula.
Kakak menolong anak itu dengan dipapahnya ke pinggir jalan,
Kalimat tersebut tidak memiliki kesejajaran antara predikat-predikatnya.
Yang satu menggunakan predikat aktif, yakni imbuhan me-, sedang yang
satu lagi menggunakan predikat pasif, yakni menggunakan imbuhan di-.
Kalimat itu harus diubah :
a. Kakak menolong anak itu dengan memapahnya ke pinggir jalan
b. Anak itu ditolong kakak dengan dipapahnya ke pinggir jalan.
2. Kehematan
Kalimat efektif tidak boleh menggunakan kata-kata yang tidak perlu.
Kata-kata yang berlebih. Penggunaan kata yang berlebih hanya akan
mengaburkan maksud kalimat.
Bunga-bunga mawar, anyelir, dan melati sangat disukainya,
Pemakaian kata bunga-bunga dalam kalimat di atas tidak perlu. Dalam
kata mawar,anyelir,dan melati terkandung makna bunga.
Kalimat yang benar adalah :
Mawar,anyelir, dan melati sangat disukainya.
3. Penekanan
Kalimat yang dipentingkan harus diberi penekanan.
Caranya:
a. Mengubah posisi dalam kalimat, yakni dengan cara meletakkan bagian
yang penting di depan kalimat.
Contoh :
a) Harapan kami adalah agar soal ini dapat kita bicarakan lagi pada
kesempatan lain
b) Pada kesempatan lain, kami berharap kita dapat membicarakan lagi
soal ini.

Bahasa Indonesia Kalimat Efektif | 4

b. Menggunakan partikel; penekanan bagian kalimat dapat menggunakan


partikel lah, -pun, dan kah.
Contoh :
a) Saudaralah yang harus bertanggung jawab dalam soal itu.
b) Kami pun turut dalam kegiatan itu.
c) Bisakah dia menyelesaikannya?
c. Menggunakan repetisi, yakni dengan mengulang-ulang kata yang
dianggap penting.
Contoh :
Dalam membina hubungan antara suami istri, antara guru dan
murid, antara orang tua dan anak, antara pemerintah dan rakyat,
diperlukan adanya komunikasi dan sikap saling memahami antara satu
dan lainnya.
d. Menggunakan

pertentangan,

yakni

menggunakan

kata

yang

bertentangan atau berlawanan makna/maksud dalam bagian kalimat


yang ingin ditegaskan.
Contoh :
a) Anak itu tidak malas, tetapi rajin.
b) Ia tidak menghendaki perbaikan yang sifatnya parsial, tetapi total
dan menyeluruh.
4. Kelogisan
Kalimat efektif harus mudah dipahami. Dalam hal ini hubungan unsurunsur dalam kalimat harus memiliki hubungan yang logis/masuk akal.
Contoh :
Waktu dan tempat saya persilakan, Kalimat ini tidak logis/tidak masuk
akal karena waktu dan tempat adalah benda mati yang tidak dapat
dipersilakan.
Kalimat tersebut harus diubah misalnya :
Bapak penceramah, saya persilakan untuk naik ke podium.
5. Kesepadanan
Yang dimaksud dengan kesepadanan ialah keseimbangan antara
pikiran (gagasan) dan struktur bahasa yang dipakai. Kesepadanan kalimat
ini diperlihatkan oleh kesatuan gagasan yang kompak dan kepaduan
pikiran yang baik. Kesepadanan kalimat itu memiliki beberapa ciri, seperti
tercantum di bawah ini :
a. Kalimat itu mempunyai subjek dan predikat dengan jelas.

Bahasa Indonesia Kalimat Efektif | 5

Ketidakjelasan subjek atau predikat suatu kalimat tentu saja


membuat kalimat itu tidak efektif. Kejelasan subjek dan predikat suatu
kalimat dapat dilakukan dengan menghindarkan pemakaian kata depan
di, dalam bagi untuk, pada, sebagai, tentang, mengenai, menurut, dan

a)

sebagainya di depan subjek.


Contoh:
Bagi semua mahasiswa perguruan tinggi ini harus membayar uang

b)

kuliah. (Salah)
Semua mahasiswa perguruan tinggi ini harus membayar uang
kuliah. (Benar)
b. Tidak terdapat subjek yang ganda.
Contoh:
a) Penyusunan laporan itu saya dibantu oleh para dosen.
b) Saat itu saya kurang jelas.
Kalimat-kalimat itu dapat diperbaiki dengan cara berikut :
a) Dalam menyusun laporan itu, saya dibantu oleh para dosen.
b) Saat itu bagi saya kurang jelas.
c) Kalimat penghubung intra kalimat tidak dipakai pada kalimat
tunggal.
Contoh:

a)
b)

Kami datang agak terlambat. Sehingga kami tidak dapat mengikuti


acara pertama.
Kakaknya membeli sepeda motor Honda. Sedangkan dia membeli
sepeda motor Suzuki.
Perbaikan kalimat-kalimat ini dapat dilakukan dengan dua cara.
Pertama, ubahlah kalimat itu menjadi kalimat majemuk dan kedua
gantilah ungkapan penghubung intrakalimat menjadi ungkapan
penghubung antarkalimat, sebagai berikut :
a) Kami datang agak terlambat sehingga kami tidak dapat mengikuti
acara pertama atau Kami datang terlambat, Oleh karena itu kami
tidak dapat mengikuti acara pertama.
b) Kakaknya membeli sepeda motor Honda, sedangkan dia membeli
sepeda motor Suzuki atau Kakaknya membeli sepeda motor
Honda. Akan tetapi, dia membeli sepeda motor Suzuki.

c. Predikat kalimat tidak didahului oleh kata yang.


Bahasa Indonesia Kalimat Efektif | 6

Contoh:
a) Bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Melayu.
b) Sekolah kami yang terletak di depan bioskop Gunting.
Perbaikannya adalah sebagai berikut:
a) Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu.
b) Sekolah kami terletak di depan bioskop Gunting.
6. Keparalelan
Yang dimaksud dengan keparalelan adalah kesamaan bentuk kata yang
digunakan dalam kalimat itu. Artinya, kalau bentuk pertama menggunakan
nomina. Kalau bentuk pertama menggunakan verba, bentuk kedua juga
menggunakan verba.
Contoh:
a. Harga minyak dibekukan atau kenaikan secara luwes.
b. Tahap terakhir penyelesaian gedung itu adalah kegiatan pengecatan
tembok, memasang penerangan, pengujian sistem pembagian air, dan
pengaturan tata ruang.
Kalimat (a) tidak mempunyai kesejajaran karena dua bentuk kata yang
mewakili predikat terdiri dari bentuk yang berbeda, yaitu dibekukan dan
kenaikan. Kalimat itu dapat diperbaiki dengan cara menyejajarkan kedua
bentuk itu, Harga minyak dibekukan atau dinaikkan secara luwes.
Kalimat (b) tidak memiliki kesejajaran karena kata yang menduduki
predikat

tidak

sama

bentuknya,

yaitu

kata

pengecatan,

memasang,pengujian, dan pengaturan. Kalimat itu akan baik kalau diubah


menjadi predikat yang nomial, sebagai berikut :
Tahap terakhir penyelesaian gedung itu adalah kegiatan pengecatan
tembok, pemasangan penerangan, pengujian sistem pembagian air, dan
pengaturan tata ruang.
7. Ketegasan
Yang dimaksud dengan ketegasan atau penekanan ialah suatu
perlakuan penonjolan pada ide pokok kalimat. Dalam sebuah kalimat ada
ide yang perlu ditonjolkan. Kalimat itu memberi penekanan atau
penegasan pada penonjolan itu. Ada berbagai cara untuk membentuk
penekanan dalam kalimat.
a. Meletakkan kata yang ditonjolkan itu di depan kalimat (di awal
kalimat).
Bahasa Indonesia Kalimat Efektif | 7

Contoh:
Presiden mengharapkan agar rakyat membangun bangsa dan negara
ini dengan kemampuan yang ada pada dirinya.
Penekanannya ialah presiden mengharapkan.
Contoh:
Harapan presiden ialah agar rakyat membangun bangsa dan
Negaranya.
Penekanannya Harapan presiden.
Jadi, penekanan kalimat dapat dilakukan dengan mengubah posisi
kalimat.
b. Membuat urutan kata yang bertahap
Contoh:
Bukan seribu, sejuta, atau seratus, tetapi berjuta-juta rupiah, telah
disumbangkan kepada anak-anak terlantar.
Seharusnya :
Bukan seratus, seribu, atau sejuta, tetapi berjuta-juta rupiah, telah
disumbangkan kepada anak-anak terlantar.
c. Melakukan pengulangan kata (repetisi).
Contoh:
Saya suka kecantikan mereka, saya suka akan kelembutan mereka.
d. Melakukan pertentangan terhadap ide yang ditonjolkan
Contoh:
Anak itu tidak malas dan curang, tetapi rajin dan jujur.
e. Mempergunakan partikel penekanan (penegasan).
Contoh:
Saudaralah yang bertanggung jawab.

8. Kecermatan dalam Pemilihan dan Penggunaan Kata


Yang dimaksud dengan cermat adalah bahwa kalimat itu tidak
menimbulkan tafsiran ganda.
Dan tepat dalam pilihan kata. Perhatikan kalimat berikut :
a.

Mahasiswa perguruan tinggi yang terkenal itu menerima hadiah.

b.

Dia menerima uang sebanyak dua puluh lima ribuan.


Kalimat (a) memilikimakna ganda, yaitu siapa yang terkenal, mahasiswa
atau perguran tinggi.
Kalimat (b) memiliki makna ganda, yaitu berapa jumlah uang, seratus ribu
rupiah atau dua puluh lima ribu rupiah.
Perhatikan kalimat berikut :

Bahasa Indonesia Kalimat Efektif | 8

Yang diceritakan menceritakan tentang putra-putri raja, para hulubalang,


dan para menteri.
Kalimat ini salah pilihan katanya karena dua kata yang bertentangan,
yaitu diceritakan dan menceritakan. Kalimat itu dapat diubah menjadi :
Yang diceritakan ialah putra-putri raja, para hulubalang, dan para menteri.
9. Kepaduan
Yang dimaksud dengan kepaduan ialah kepaduan ialah kepaduan
pernyataan dalam kalimat itu sehingga informasi yang disampaikannya
tidak terpecah-pecah.
Kalimat yang padu tidak bertele-tele dan tidak mencerminkan cara
berpikir yang tidaksimetris.Oleh karena itu, kita hindari kalimat yang
panjang dan bertele-tele.
Misalnya:
Kita harus dapat mengembalikan kepada kepribadian kita orang-orang
kota yang telah terlanjur meninggalkan rasa kemanusiaan itu dan yang
secara tidak sadar bertindak keluar dari kepribadian manusia Indonesia
dari sudut kemanusiaan yang adil dan beradab
Kalimat yang padu mempergunakan pola aspek + agen + verbal secara
tertib dalam kalimat-kalimat yang berpredikat pasif persona.
Contoh:
Surat itu saya sudah baca
Saran yang dikemukakannya kami akan pertimbangkan.
Kalimat di atas tidak menunjukkan kepaduan sebab aspek terletak
antara agen dan verbal. Seharusnya kalimat itu berbentuk :
a. Surat itu sudah saya baca.
b. Saran yang dikemukakannya akan kami pertimbangkan.
Kalimat yang padu tidak perlu menyisipkan sebuah kata seperti
daripada atau tentangantara predikat kata kerja dan objek penderita.
Perhatikan kalimat ini :

Bahasa Indonesia Kalimat Efektif | 9

a. Mereka membicarakan daripada kehendak rakyat.


b. Makalah ini akan membahas tentang desain interior pada rumahrumah adat.
Seharusnya:
a. Mereka membicarakan kehendak rakyat.
b. Makalah ini akan membahas desain interior pada rumah-rumah adat.
C. Syarat Kalimat Efektif
1. Fungsi Gramatikal Dalam Kalimat Efektif Atau Kesatuan Fungsi
Gramatikal
Fungsi gramatikal atau unsure struktur dalam kalimat dikenal dengan
istilah

subjek, predikat, objek, pelengkap,, dan keterangan yang

dirumuskan atau disingkat menjadi S + P + (O/Pel.) + (Ket)


Ket :

S : adalah subjek
P : adalah predikat
O : adalah objek
Pel : adalah pelengkap
Ket. : adalah keterangan.

Fungsi subjek dan fungsi predikat harus ada dan jelas dalam kalimat
dan secara fakultatif diperlukan fungsi objek, fungsi pelengkap, dan fungsi
keterangan.
SUBJEK adalah fungsi kalimat yang menandai apa yang dinyatakan
oleh penulis. Posisi subjek dalam kalimat bebas, yaitu terdapat pada awal,
tengah, atau akhir kalimat.
PREDIKAT adalah fungsi kalimat yang menandai apa yang
dinyatakan oleh penulis tentang subjek. Posisi predikat dalam kalimat juga
bebas,kecuali tidak boleh di belakang objek dan di belakang pelengkap.
OBJEK adalah fungsi kalimat yang melengkapi kata kerja aktif dan
kata kerja pasif sebagai hasil perbuatan, yang dikenai perbuatan, yang
menerima, atau yang diuntungkan oleh perbuatan sebagai predikat. Fungsi
objek selalu terletak di belakang predikat berkata kerja transitif.
PELENGKAP adalah fungsi yang melengkapi fungsi kata kerja
berawalan ber- dalam predikat, sehingga predikat kalimat menjadi lebih

Bahasa Indonesia Kalimat Efektif | 10

lengkap. Posisi pelengkap dalam kalimat terletak di belakang predikat


berawalan ber
KETERANGAN adalah fungsi kalimat yang melengkapi fungsifungsi kalimat,yaitu melengkapi fungsi subjek, fungsi predikat, dan fungsi
objek, atau fungsi semua unsure dalam kalimat. Posisi keterangan dalam
kalimat

bebas

dan

tidak

terbatas.

Tidak

terbatas

dimaksudkan

fungsiketerangan dalam dapat lebih dari satu pada posisi bebas yang sesuai
dengan kepentingan fungsi-fungsi kalimat.
Perhatikanlah posisi fungsi-fungsi kalimat berikut :
a. Setelah bekerja selama tiga hari,panitia pelaksana seminar lingkungan
hidup itu berhasil merumuskan undang-undang kebersihan tata kota
Jakarta di Kantor DPD DKI Jakarta. (P-Pel-S-P-O-K)
b. Keputusan hakim perlu ditinjau kembali.( S P)
c. Perlu ditinjau kembali keputusan hakim. (P S)
d. Kelompok Pialang (broker) berbicara tentang fluktuasi harga sama
IHSG. (S P Pel.)
e. Selama tahun 2012 fluktuasi harga saham IHSG mengalami kenaikan
yang signifikan sebanyak 12 kali di Bursa Efek Jakarta (K S P O
K)
f. Pengacara tersebut mempelajari undang-undangpencemaran nama
baikdan membandingkannya dengan Undang-undang Dasar RI. (S1
P1 O1 P2 K)
g. Evaluasi pembelajaran mahasiswa meliputi empat komponen, yaitu
komponen UTS,komponen UAS, komponen kehadiran, dan komponen
makalah ilmiah. (S1 P1 O1 K1 K2- K3 K4)
h. Jika stabilitas nasional mantap, masyarakat dapat bekerja dengan
tenang dan dapat beribadah dengan leluasa. (S3- P3 S1 P1 S2
P2)
Contoh kalimat majemuk dalam posisi fungsi yang berbeda :
a. Bahwa kemerdekaan itu hak semua bangsa sudahdiketahui semua
orang. ( S1 (konjungsi + S2 + P2) - P1 - O1.)
b. Dosen mengatakan bahwa komponen nilai UAS berbobot 40%. (S1
-P1 - O1 (S2+P2)).

Bahasa Indonesia Kalimat Efektif | 11

c. Hasil UAS mahasiswa dibatalkan jika mahasiswaketahuan mencontek.


(S1 P1 K1 (S2+P2)).
d. Kelompok C berpresentasi dan tim juri menilainya. (S1 P1 + S2
P2)
e. Kinerja bisnis mulai membaik dan perkembangan ekonomi menjadi
stabil setelah pemilu berlangsung damai. (S1 - P1 + S2 P2 + (S3 +
P3). (Dikti, 2013)
2. Kepaduan (Koherensi) Dalam Kalimat
Kepaduan atau keherensi dalam kalimat efektif adalah hubungan
timbal balik atau hubungan kedua arah di antara kata atau frasa dengan
jelas, benar, dan logis. Hubungan timbal baik terjad dapat antarkata dalam
frasa satu unsure atau dapat terjadi antar frasa dalam antarfungsi dalam
kalimat. Hubungan antarfungsi itu dapat menimbulkan kekacauan makna
gramatikal kalimat. Perhatikanlah contoh kalimat yang berprasyarat
koherensi.
Contoh kalimat yang TIDAK KOHERENSIF
a. Setiap hari dia pulang pergi Bogor Jakarta dengan kereta api
b. Oleh panitia seminar makalah itu dimasukkan ke dalam antologi.
c. Pelaksanaan seminar itu karena jalan macet harus ditunda satu jam
kemudian.
Pembetulan kalimat yang KOHERENSIF
a. Setiap hari dia pergi pulang BogorJakarta dengan kereta api
b. Makalah seminar itu dimasukkan ke dalamantologi.
c. Karena jalan macet,pelaksanaan seminar itu ditunda

satu

jamkemudian.
3. Kehematan Kalimat Atau Ekonomi Bahasa
Kehematan atau ekonomi bahasa adalah penulisan kalimat yang
langsung menyampaikan gagasan ataupesan kalimat secara jelas, lugas,
dan logis. Kalimat yang hemat dalam penulisan menghin dari dan
memperhatikan hal-hal berikut :
a. Penulis menggunakan kata bermakna leksikal yang jelas dan lugas dan
penenpatan afiksasi yang benar.
b. Penulis menghindari subjek yang sama dalam kalimat majemuk.
c. Penulis menghindari pemakaian hiponimi dan sinonimi yang tidak
perlu.
d. Penulis menghindari penggunaan kata depan (preposisi) di depan
kalimat dan di depan subjek.

Bahasa Indonesia Kalimat Efektif | 12

e. Penulis menghindari penggunaan kata penghubung (konjungsi) di


depan subjek dan di belakang predikat yang berkata kerja transitif.
f. Penulis menghindari kata ulang jika sudah ada kata bilangan tak tentu
di depan kata benda.
g. Penulis menghindarifungsi tanda baca dan pengulangan kata dalam
rincian.
h. Penulis menghindariketerangan yang berbelit-belit dan panjang yang
seharusnya ditempatkan dalam catatan kaki (footnotes).
i. Penulis menghindari pemborosan kata dan afiksasi yang tidak jelas
fungsinya. (Dikti, 2013)
Contoh kalimat yang kurang memperhatikan ekonomi bahasa.
a. Dalam ruangan ini kita dapat menemukan barang-barang, antara lain
seperti meja, kursi, buku, lampu, dan lain-lain.
b. Karena modal di bank terbatas, sehingga tidak semua pengusaha lemah
memperoleh kredit
c. Apabila pada hari itu saya berhalangan hadir, maka rapat akandipimpin
oleh Sdr. Tadjudin.
Kalimat yang memperhatikan ekonomi bahasa berikut.
a. Dalam ruangan ini kita dapat menemukan meja, kursi, buku, lampu,
dan lain-lain.
b. Karena modal

di

bank

terbatas,

tidak

semua

pengusaha

lemahmemperoleh kredit.
Modal di bank terbatas, sehingga tidak semua pengusaha lemah
memperoleh kredit.
c. Pada hari itu saya berhalangan hadir, maka rapat akan dipimpin oleh
Sdr. Tadjudin.
Apabila pada hariitu saya berhalangan hadir, rapat akandipimpin oleh
Sdr. Tadjudin.
4. Penekanan dalam Kalimat Efektif
Dalam kalimat efektif penekanan atau penonjolan adalah upaya penulis
untukmemfokuskan kata atau frasa dalamkalimat. Penekanan dalam
kalimat dapat berupa kata,frasa,klausa, dalam kalimat yang dapat
berpindah-pindah. Namun,penekanan tidak sama dengan penentuan
gagasan utama dan ekonomi bahasa. Penekanan dapat dilakukan
dalamkalimat lisan dan kalimat tulis. Pada kalimat lisan,penekanan
dilakukan dengan intonasi yang dapat disertai mimik muka dan bentuk
nonverbal lainnya. Penekanan dalam kalimat tulis dapat dilakukan dengan
cara-cara berikut :
Bahasa Indonesia Kalimat Efektif | 13

a. Mutasi, yaitu mengubah posisi kalimat dengan menempatkan bagian


yang dipenting pada awal kalimat. Contoh: Minggu depan

akan

diadakan seminar Pencerahan Pancasila bagi Mahasiswa. (Dikti,


2013)
b. Repetisi, yaitu mengulang kata yang sama dalam kalimat yang bukan
berupa sinonim kata. Contoh: Kalau pimpinan sudah mengatakan tidak
tetap tidak.
c. Kursif, yaitu menulis miring, menghitamkan, atau menggarisbawahi
kata yang dipentingkan. Contoh:Bab II skripsi ini tidak membicarakan
fluktuasi harga saham.
d. Pertentangan,yaitu menempatkan kata yang bertentangan dalam
kalimat.

Pertentangan

bukan

berarti

antonym

kata.Contoh:Dia

sebetulnya pintar tetapi malas lkuliah.


e. Partikel, yaitu menempatkan paretikel (lah,kah, pun,per, tah) sebelum
atau sesudah kata yang dipentingkan dalam kalimat. Contoh: Dalam
berdemokrasi, apa pun harus transparan kepada rakyat.
f. Penekanan dalamkalimat tidak berarti penonjolan gagasan kalimat atau
bukan ekonomi bahasa.
5. Kesejajarandalam Kalimat (Paralelisme)
Kesejajaran (paralelisme) adalah upaya penulis merinci unsure yang
samapenting dan sama fungsi secra kronologis danlogis dalam kalimat.
Dalamkalimat dan paragraph, raincian itu harus menggunakan bentuk
bahasa yang sama, yaitu rincian sesame kata, sesame prasa,sesama
kalimat.
Kesamaan bentuk dalam paralelisme menjaga pemahaman yang fokus
bagi pembaca dan sekaligus menunjukkan kekonsistenan sebuah kalimat
dalam penulisan karya ilmiah. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam
kesejajaran rincian kalimat efektif adalah sebagai berikut :
a. Tentukanlah apakah kesejajaran beradabentuk

bahasa kalimat atau

paragraf.
b. Jika urutan rincian dalam bentuk frasa, rincian uruan berikut harus
dalam bentuk frasa juga.
c. Penomoran dalam rincian harus konsisten.
d. Perhatikanlah penempatan tanda baca yang benar.
e. Hindarilah gejala ekonomi bahasa yang bermakna sama, seperti :
a) sepertidan lain lain, antara lain..

Bahasa Indonesia Kalimat Efektif | 14

b) Sebagai berikut, yakni:.


Perhatikanlah contoh kesejajaran yang benar berikut.
Kami sangat mengharapkan kehadiran Bapak/Ibu/Saudara pada :
hari :,
tanggal:.,
waktu: .,
acara: ., dan
Tempat: .. (Dikti, 2013)
6. Kevariasian Dalam Kalimat Efektif
Kevariasian dalam
kalimat efektif adalah upaya penulis
menggunakanberbagai pola kalimat dan jenis kalimat untuk menghindari
kejenuhan ataukemalasan pembaca terhadapteks karangan ilmiah. Fungsi
utama kevariasian ini adalah menjaga perhatian dan minat baca terhadap
teks ilmiah berlanjut bagi pembaca. Pada dasarnya kevariasian adalah
upaya penganekaragaman pola, bentuk, dan jenis kalimat agar pembaca
tetap termotivasi membaca dan memahami teks sebuah karangan ilmiah.
Agar kevariasi dapat menjaga motivasi pembaca terhadap teks, penulis
perlu memperhatikan hal-hal berikut :
a. Awal kalimat tidak selalu dimulai dengan unsure subjek, tetapi kalimat
dapat dimulai dengan predikat dan keterangan sebagai variasi dalam
penataan pola kalimat.
b. Kalimat yang panjang dapat diselingi dengan kalimat yang pendek.
c. Kalimat berita dapat divariasikan dengan kalimat Tanya, kalimat
d.
e.
f.
g.

perintah, dan kalimat seruan.


Kalimat aktif dapat divareiasikan dengan kalimat pasif.
Kalimat tunggal dapat divariasikan dengankalimat majemuk.
Kalimat taklangsung dapat divariasikan dengan kalimat langsung.
Kalimat yang diuraikan dengan kata-kata dapat divariasikan dengan
tampilan gambar,bagan,grafik, kurva, marik, dan lain-lain.
Apa pun bentuk kevariasian yang dilakukan oleh penulisjangan sampai

mengubah atau keluar dari pokok masalah yang dibicarakan.


Contoh kalimat dengan variasinya.
a. Dari renungan itu seorang manajer menemukan suatu makna, suatu
realitas yang baru, suatu kebenaran yang menjadi ide sentral
yangmenjiwai bisnisnya ke depan.
b. Seorang ahli Inggris mengemukakan

bahwa

seharus

tidak

dibangunpelabuhan samudera. Namun, pemerintah tidak memutuskan


demikian.

Bahasa Indonesia Kalimat Efektif | 15

Memang cukup banyak mengendorkan semangat kalau

melihat

keadaan di Indonesia belahan Timur meskipun fasulitas pengangkutan


laut dan udara sudahbanyak dibangun.
(Variasi kalimat dengan kata berawalan me- dan berawalan di-).
7. Penalaran dalam Kalimat Efektif
Penalaran (reasoning) adalah proses mental dalam mengembangkan
pikiran logis (nalar) dari beberapa fakta atau prinsip (KBBI,2005:772).
Halyang diutamakan dalam penalaran adalah proses berpikr logis dan
bukandengan perasaan atau bukan pengalaman. Penalaran tidak akan
tercapai jikatidak didukung oleh kesatuan dan kepaduan kalimat. Dalam
penalaran

alur

berpikirlah

ang

ditonjolkan

agar

kalimat

dapat

dipertanggungjawabkan dandapat dipahami dengan benar dan tepat


sehingga tidak

menimbulkan kesalahpahaman atau salah kaprah.

Kesatuan pikiran akan logis jika didukung atau dikaitkan dari gabungan
unsur atau fungsi kalimat. Hubungan logis dalam kalimat dapat dilihat
melalui kaitan antar unsur dankaitan antar bagian kalimat. Hubungan logis
dalam kalimat terdiri atas tiga jenis hubungan berikut :
a. Hubungan logis koordinatif adalah hubungan setara di antara bagianbagian kalimat dalam kalimat

majemuk setara. Hubungan logis

koordinatif ini ditandai dengan konjungsi dan, serta, tetapi, atau


melainkan, sedangkan, padahal.Contoh: Mobil itu kecil tetapi pajaknya
sangat besar.
b. Hubungan logis korelatif adalah hubungan saling kait di antara bagian
kalimat. Hubungan korelatif ini ditandai oleh konjungsi berikut :
a) Hubungan penambahan : baik.maupun, tidak hanya..., tetapi
juga.. (Dikti, 2013)
b) Hubungan perlawanan : tidak.., tetapi.., bukan melainkan
c) Hubungan pemilihan : apakah., atau.., entah.entah
d) Hubungan akibat
: demikian . sehingga, sedemikian rupa,
sehingga
e) Hubungan penegasan : jangankan..,pun..
c. Hubungan logis subordinatif adalah hubungan kebergantungan di
antara induk kalimat dan anak kalimat. Contoh: Dosen itu tidak masuk
karena rumahnya kebanjiran. Hubungan subordinatif dalam kalimat
majemuk tak setara (bertingkat) cukup banyak hubungan antara induk

Bahasa Indonesia Kalimat Efektif | 16

kalimat dan anak kalimat yangditandai dengan konjungsi-konjungsi


berikut :
a. Hubungan waktu : ketika,setelah, sebelum
b. Hubungan syarat : jika,, kalau, jikalau,
c. Hubungan pengandaian : seandainya andaikan,andai kata,
d. Hubungan tujuan : untuk, agar,supaya,
e. Hubungan perlawanan : meskipun,walaupun, kendatipun,
f. Hubungan pembandiungan : seolah-olah, seperti, daripada, alihg.
h.
i.
j.
k.
l.
m.

alih,
Hubungan sebab : sebab,karena, oleh sebab,lantaran,
Hubunganhasil/akibat : sehingga, maka, sampai (sampai)
Hubungan alat : dengan, tanpa
Hubungan cara : dengan, tanpa,
Hubungan pelengkap : bahwa, untuk, apakah,
Hubungan keterangan : yang,
Hubungan perbandingan
: sama.dengan, lebih.daripada,

berbeda..dari
Contoh kalimat yang salah karena tidak logis (salah nalar)
a. Di antara masalah nasional yang penting itu mencantumkan
masalah MPKT dalam pendidikan (SALAH).
Di antara masalah pendidikan nasional itu tercantum masalah
MPKT dalam pendidikan (BENAR)
b. Untuk mengetahui baik buruk pribadi seseorang dapat dilihat dari
tingkah lakunya sehari-hari. (SALAH)
Baik buruk pribadi seseorang dapat dilihat dari pribadinya seharihari.(BENAR)
c. PT Gudang Garam termasuk lima penghasil terbesar devisa negara
tahun 2010. (SALAH)
PT Gudang Garam termasuk lima besar penghasil devisa negara
tahun2010. (BENAR).
d. Meskipun
dia
datang

terlambat,

namun

dia

dapat

menyelesaikanmasalah itu. (SALAH)


Meskipun datangterlambat, dia dapat menyelesaikan masalah itu.
(BENAR)
Dia datang terlambat, namun dapat menyelesaikan masalah itu.
(BENAR)
e. Dia membantah bahwa bukan dia yang korupsi tetapi staf
keunganperusahaan. (SALAH)
Dia menyatakan bahwa bukan dia yang korupsi melainkan staf
keuangan perusahaan. (BENAR). (Dikti, 2013)

Bahasa Indonesia Kalimat Efektif | 17

D. Struktur Kalimat Efektif


Struktur kalimat efektif haruslah benar. Kalimat itu harus memiliki
kesatuan bentuk, sebab kesatuan bentuk itulah yang menjadikan adanya
kesatuan arti. Kalimat yang strukturnya benar tentu memiliki kesatuan bentuk
dan sekaligus kesatuan arti. Sebaliknya kalimat yang strukturnya rusak atau
kacau, tidak menggambarkan kesatuan apa-apa dan merupakan suatu
pernyataan yang salah.
Jadi, kalimat efektif selalu memiliki struktur atau bentuk yang jelas. Setiap
unsur yang terdapat di dalamnya (yang pada umumnya terdiri dari kata) harus
menempati posisi yang jelas dalam hubungan satu sama lain. Kata-kata itu
harus diurutkan berdasarkan aturan-aturan yang sudah dibiasakan. Tidak boleh
menyimpang, aalagi bertentangan. Setiap penyimpangan biasanya akan
menimbulkan kelainan yang tidak dapat diterima oleh masyarakat pemakai
bahasa itu.Misalnya, Anda akan menyatakan Saya menulis surat buat papa.
Efek yang ditimbulkannya akan sangat lain, bila dikatakan :
a. Buat Papa menulis surat saya.
b. Surat saya menulis buat Papa.
c. Menuis saya surat buat Papa.
d. Papa saya buat menulis surat.
e. Saya Papa buat menulis surat.
f. Buat Papa surat saya menulis.
Walaupun kata yang digunakan dalam kalimat itu sama, namun terdapat
kesalahan. Kesalahan itu terjadi karena kata-kata tersebut (sebagai unsur
kalimat) tidak jelas fungsinya. Hubungan kata yang satu dengan yang lain
tidak jelas. Kata-kata itu juga tidak diurutkan berdasarkan apa yang sudah
ditentukan oleh pemakai bahasa.
Demikinlah biasanya yang terjadi akibat penyimpangan terhadap
kebiasaan struktural pemakaian bahasa pada umumnya. Akibat selanjutnya
adalah kekacauan pengertian. Agar hal ini tidak terjadi, maka si pemakai
bahasa selalu berusaha mentaati hokum yag sudah dibiasakan.

Bahasa Indonesia Kalimat Efektif | 18

BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mewakili pikiran penulis atau
pembicara secara tepat sehingga pndengar/pembaca dapat memahami pikiran
tersebut dengan mudah, jelas dan lengkap seperti apa yang dimasud oleh
penulis atau pembicaranya yaitu:
a. Unsur-unsur dalam kalimat meliputi : subjek (S), prediket (P), objek (O),
pelengkap (Pel), dan keterangan (Ket).
b. Ciri-ciri kalimat efektif yaitu : Kesepadanan, keparalelan, ketegasan,
kehematan, kecermatan, kepaduan, kelogisan.
B. Saran
Pada kenyataannya, pembuatan makalah ini masih bersifat sangat
sederhana dan simpel. Serta dalam Penyusunan makalah inipun masih
memerlukan kritikan dan saran bagi pembahasan materi tersebut.

Bahasa Indonesia Kalimat Efektif | 19

DAFTAR PUSTAKA
Akhadiah, Sabarti dkk. 2001. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa
Indonesia. Jakarta : Erlangga
Arifin, Zaenal. 1989. Penulisan Karangan Ilmiah dengan Bahasa Indonesia yang
Benar. Jakarta : Mediyatama Sarana Perkasa
Materi Mata Kuliah Bahasa Indonesia, 2013, Direktorat Jendral Pendidikan
Tinggi.
Nasucha, Yakub dkk. 2009. Bahasa Indonesia untuk Penulisan Karya Tulis
Ilmiah. Yogyakarta : Media Perkasa
Rahayu, Minto. 2007. Bahasa Indonnesia di Perguruan Tinggi. Jakarta : Grasindo

Bahasa Indonesia Kalimat Efektif | 20