Anda di halaman 1dari 2

Intepretasi Tafonomi Moluska

Dapat diamati pada kolom statigrafi bahwa lapisan yang pertama terdapat
lapisan yang memiliki litologi batupasir halus dengan ketebalan 50 cm, pada lapisan
tersebut terdapat cangkang bivalve berupa pelecypoda, dan Gastrophoda dengan
keragaman jenis yang tinggi, fragmentasi yang tinggi dimana sebagian besar
cangkang sudah tidak terartikulasi dengan baik, pada lapisan tersebut juga dijumpai
struktur sedimen nodule/konkresi yang searah dengan strike perlapisan, lapisan
pertama tersebut diintepretasikan memiliki system tract berupa awal Transgressive
System Tract yang ditandai dengan adanya fragmentasi yang tinggi dan cangkang
yang sudah tidak terartikulasi dengan baik dua hal tersebut menunjukkan bahwa
kodisi muka air laut pada saat itu sedang naik sehingga air laut tersebut membawa
endapan laut yang cenderung halus dari pada endapan darat sehingga menghasilkan
endapan yang halus ke atas atau biasa disebut Fining Upward, dikarenakan endapan
laut yang terbawa maka endapan laut yang halus tersebut menyebabkan terjadinya
pengummpalan, pengumpalan-pengumpalan tersebut yang menghasilkan nodule.
Selain itu naiknya permukaan air laut mengakibatkan tingginya arus sehingga
mencampur dan menghancurkan cangkang-cangkang molluska yang ada, karenanya
banyak ditemukan fragmen cangkang pada masa tersebut.
Pada lapisan kedua Lapisan kedua terdapat batulanau setebal 2m dengan
komposisi cangkang bivalve yang masih utuh dan pada beberapa bagian, terdapat
cangkang yang tersedimenkan pada posisi dia hidup. pada lapisan batuan ini
keragaman jenis mulai berkurang dan cangkang tidak sebanyak pada lapisan pertama,
pada laipsan kedua ini dapat diintepretasikan bahwa memiliki system tract berupa
Late Transgressive System Tract dimana air laut telah menggenang lama dan arus
mulai tenang sehingga menghasilkan cangkang cangkang dewasa / utuh yang
menyebabkan juga tingkat fragmentasinya semakin sedikit/rendah.

Pada lapisan ketiga merupakan lapisan batulanau setebal 1 m dengan


komposisi cangkang dengan ukuran relatif kecil, terlihat dari growthline cangkang
yang masih sedikit, sebagian besar cangkang masih terawetkan pada posisi hidupnya,
dari data tersebut dapat diintepretasikan bahwa lapisan tersebut terendapkan ketika air
laut perlahan mulai menurun sehingga lapisan tersebut terbentuk ketika early system
tract HST (HighStand System Track) dimana pada awalh HST tersebut dicirikan oleh
adanya salah satu fosil moluska yang masih muda (jouveline) yang lebih
mendominasi, cangkang dari fosil moluska tersebut mulai dalam keadaan pecahpecah sehingga nampak kecil-kecil.
Pada Lapisan 4 sampai ke 6 merupakan perselingan lapisan batulanau
berfragmen cangkang dengan batulempung masif tanpa fragmen cangkang setebal 7
meter, Berdasarkan data tersebut, dapat diinterpretasikan bahwa permukaan air laut
pada saat itu telah menyurut, sehingga menghasilkan lapisan yang berseling.
Banyaknya organisme yang mati pada masa awal HST menyebabkan pada masa akhir
HST lapisan cenderung miskin fosil, kalaupun ditemukan hanya berupa fragmen
fragmen cangkang yang terbawa oleh arus.