Anda di halaman 1dari 25

BabI ArtiPentingdanKarakteristik

PrinsipAkuntansi

POKOKPIKIRAN
1.

2.

3.

Tujuan akuntansi (pelaporan keuangan) adalahuntuk menyediakan informasi keuangan


suatu unit usaha/perusahaan. Informasi keuangan tersebut disusun dan disajikan untuk
memenuhi kebutuhan pihak berkepentinagn yaitu investor, kreditor dan masyarakan
umum serta manajemen.
Makin besarnya perusahaan menjadikankedudukan pihilkyang berkepentingan tersebut
terpisah dari kegiatan operasi unit usaha, tidak hanya secara operasional tetapi benarbenar terpisah secara fisik sehingga kepentingan masing-masing pihak juga menjadi
semakinberbeda.Laporankeuanganakhimyamerupakansatu-satunyabentukkomunikasi
antara pihak-pihak lain sebagai penerima laporan. Agar komunikasi tersebut efektif,
diperlukan seperangkat prinsip (standar) akuntansi yang mantap untuk dijadikan dasar
penyusunana dan penafsiran laporan keuangan.
Prinsip (standar) akuntansi tersebut harus sistematik, lengkap, netral dan bersifat umum
serta dikembangkan berdasarkan pemikiran yang logis,jelas dan obyektif sesuai dengan
tujuan yang ingin dicapai dalam pelaporan akuntansi yang bersangkutan.

Pokok pikiran di atas memuat dua hal pokok yaitu tentang diperlukannya prinsip
akuntansi dan karakteristik prinsip akuntansi tersebut. Pemikiran Paton dan Littleton (P&L)
tentang diperlukannya prinsip akuntansi didasarkan pada pokok pikiran pertama yaitubahwa
yang berkepentingan dengan laporan keuangan adalah bermacam-macam golongan dan
tidak terbatas pada pemilik perusahaan. Hal ini terjadi karena perusahaan menjadi makin
besaryang mendorongpendelegasianwewenangpengelolaanolehpemilikkepadamanajemen
dan karenanyabadan usaha.Bahan usaha yang makin besar ini menjanjikan prinsip akuntansi
suatu hal yang sangat penting dalam pertanggungjawaban akuntansi. Bexapa aspek yang
menjadikan prinsip akuntansi mempunyai arti penting adalah:
a. Adalah pemisahaan antara investor dan manajemen yang menimbulkan perbedaan
kepentingan.
b. Aspek sosial pengelolaan badan usaha yang besar mempengaruhi perekonomian dan
kebidupan masyarakat luas.
23

c.

Badan usaha yang besar akan menyerap sumber daya tersedia suatu negara. Informasi
mengenai badan usaha akan mempengarnhi efisiensi alokasi sumber daya tersebut.
d. Peranan akuntan publik dalam menilai kewajaran penyajian laporan keuangan menjadi
jelas dan mempunyai landasan yang kuat.
PEMISAHANFUNGSIPEMILIKANDAN PENGELOLAHAN
Dalamperusahaanyangmasihkecil,lebih-lebihperusahaanperorangan,pemilikanmempunyai
fungsi ganda yaitu sebagai pemilik (investor) sekaligus sebagai pimpinana dan pengelola
perusahaan (Manager). Dalam keadaan semacam ini tidak ada masalah mengenai bagaimana
pemilik harns menyusun laporan keuangan untuk kepentingan sendriri oleh karena itu
pemilik mengetahui secara langsung apa yang terjadi di dalam perusahaan. Dalam hal ini
pemilik dan pengelola adalah orang yang sarna sehingga laporan keuangan yang disusun
sendiri, bagaimanapun isinya dan bentuknya, akan dapat ditafsirkan nya dengan tepat karena
pemilik mengetahui benar maksud atau arti laporan keuangan yang disiapkan sendiri.
Perusahaan perseorangan biasanya bersifat seperti ini sehingga kebutuhan akan laporan
keuangan yang memenuhi persyaratan tertentu tidak begitu dirasakan.
Semakin besarnya perusahaan dan semakin banyaknya peralihan bentuk perusahaan
perseorangan menjadi badan usaha (perseroan terbatas) cenderung menjadikan fungsi
pemilikan dan fungsi pengelolaan terpisah secara makin tegas. Tidak hanya fungsi pemilikan
dan funsi pengelolaan terpisah secara makin tegas. Tidak hanya fungsinya saja yang terpisah
tetapi juga orang yang menjalankan fungsi tersebut sehingga timbul kelompok pemilik
(investor) dan kelompok pengelola (manajemen). Pemisahan ini secara teknisdapatdipahami
mengingat dalam perusahaan yang semakin besar pemilik tidak lagi mampu untuk secara
langsung menangani perusahaan sehingga harus menyerahkan wewenangnya kepada
sekelompok pengelola ahli dan profesonal untuk melaksanakan fungsi manajemen.
Perusahaan besar akhirnyajuga tidak dapat mengantungkanpemenuhan sumber dananya
dari perorangan atau dari dalam perusahaan saja tetapi akan menjadi lebih tergantung pada
kelompok orang yang mempunyai kepentingan untuk menanamkan kekayaan dalam
perusahaandenganmembelisahamperusahaansehinggapemilikperusahaanadalahkelompok
pemegang saham yang terpisah secara tegas (paling tidak secara fisik) dari kelompok
manaJemen.
Prinsip Akuntansi Sebagai Pedoman Penyusunan dan Penafsiran laporan Keuangan.
Dari segi akuntansi pemisahaan seperti diatas mempunyai pengarnh sebagi berikut: investor
menanamkan kekayaannya kedalam badan usaha untuk dikelola oleh manajemen untuk
kepentingan investor; manajemen harns mempertanggungjawabkan pengelolanya kepada
investor adalah kelompok yang benar-benar terpisah dan kemungkinan ada perbedaan
kepentingan, laporan keuangan yang dihasilkan kemungkinan besar disusun dengan dasar
penilaian dan kepentingan yang berbeda sehingga laporan keuangan tidak lagi memenuhi
fungsinya sebagai media komunikasi dan alat pertangugjawaban yang efektif. Dalam
keadaan semacam ini persoalannya adalah bagaimana laporan keuangan sebagainya
24

..

pertanggungjawaban dan media komunikasi harus disusun sehingga informasi dan pesan
yang seharusnya disampaikan benar-benar sampai kepada dan diartikan sarna oleh pihak
yang berkepentingan? Disinilah arti penting prinsip akuntansi untuk dijadikan dasar atau
pedoman penentuan perlakuan akunatansi (basis of judgment) dalam menyusun maupun
menginterprestasikan laporan keuangan.
Prinsip Akuntansi sebagai Pedoman Peringkasan dan Pengungkapan Informasi
Keuagan
Keterpisahaan pihak investor dari manajemen menjadikan pihak investor merupakan pihak
luar perusahaan yang hanya menerima laporan akhir. Pihak investor tidak laporan keuangan
tidak mungkin akan menyajikan semua informasi sampai terinci. Ini berarti bahwa dalam
menyusun laporan keuangan akan terlibat proses peringkasan informasi. Proses peringkasan
ini akan banyak menyangkut teknis yang dapat menimbulkan penyimpangan dan kesalahan
karena berbagai informasi akan menjadi tidak nampak, dihilangkan atau menjadi tidak
lengkap. Dengan demikian pihak luar kemungkinan tidak akan memperoleh informasi yang
cukup yang selay~ya mereka peroleh sehingga kepentingan mereka dirugikan. Oleh
karena itu,diperlukanlahprinsip-prinsipakuntansiuntukmenjadipedomandalam meringakas
dan mengungkapkan (to disclose) informasi keuangan yang memenuhi kebutuhan investor
pihak luar. Jadi funsi akuntansi tidak semata-mata untuk memenuhi kebutuhan pemilik
sekaligus merangkap menjadi pengelola yang mempunyai pengetahuan langsung tentang
bagaimana data keuangan perusahaannya diolah. Prinsip akuntansi memberikan pedomanpedoman tertentu tentang bagaimana data keuangan agar dicapai suatu kesamaan pengertian
dan arti baik dari arti sudut pandang penyaji maupun pembaca laporan keuangan. Walaupun
dalam kenyataannya investor tidak merupakan orang atau pihak yang benar-benar terpisah
secara fungsional maupun fisik, akuntansi keuangan mengangap pihak lain yang
berkepentingan merupakan pihak yang terpisah (pihak luar perusahaan) dan bahwa laporan
keuangan adalah satu-satunya media komunikasi antara perusahaan dan pihak luar tersebut.
ASPEK UMUMPENGELOLAANBADAN USAHA YANGBESAR
Yang dimaksud umum disini ialah pengaruh perusahaan yang besar tersebut terhadap
kehidupan perekonomian dan masyarakat luas sehingga badan usaha yang besar tidak hanya
bertangungjawad kepada pemilik/investor tetapi kepada golongan masyarakat luas yang lain.
Badan usaha yang besar sebenarnya merupakan semacam lembaga masyarakat yaitu wadah
untukbekerja sarnadalam menjalankanperusahaanbersekalabesar.Badanusaha (perusahaan)
menarik dana dari berbagai individu dalam masyarakat dengan berbagai hak yang melekat
di dalamnya, hal ini menjadikan badan usaha bertangungjawab kelompok masyarakat yang
terdiri dari atas para investor; mempekerjakan sejumlah besar pegawai dan buruh dengan
masing-masing perjanjian kerja, hal ini menjadi badan usaha bertangung jawab kepada
kelompok masyarakat yang terdiri atas pekerja; memproduksi barang dan jasa untuk
kepentingan peluangan, ini menjadikan badan usha bertangung jawab kepada kelompok
masyarakat konsumen yang peka terhadap kualitas dan perubahan harga; membayar pajak
25

dalam jumlah yang besar, hal ini menjadikan badan usaha bertangung jawab kepada
pemerintah dan kelompok masyarakat yang mendapatkan manfaat dari kegiatan pemerintah.
Dengan kedudukannya yang demikian kegiatan badan usaha dan perusahaan afiliasinya
tidak semata-mata menjadi kepentingan manajemen yang menangani langsung operasi
perusahaan atau para investor yang menanamkan modal.dalam perusahaan, tetapi menjadi
kepentingan tersebut. Berarti keputusan dan tindakan manajemen akn berpengaruh terhadap
masyarakat luar. Karena itu sangatlah penting untuk menghindari keputusan atau tindakan
yang tidak bijaksana yang dapat merugikan masyarakat banyak atau masyarakat tertentu.
Setiap keputusan harus mempertimbangkan segala aspek dan hak masyarakat umum juga
akan mengambil keputusan ekonomik sehubungan dengan kepentingannya terhadap badan
usaha. Ini berarti bahwa masyarakat umum membutuhkan informasi yang dapat dil'ercaya
tentang badan usaha bersangkutan agar keputusan tepat Laporan keuangan merupakan salah
satu Informasi yang diperlukan untuk dasar pengambilan keputusan ekonomik.
Keputusan akan tepat apabila didasarkan pada data dipercaya dan relevan. Dengan
makin meluasnya kepentingan masyarakat terhadap kegiatan badan usaha, fungsi akuntasi
untuk menyediakan data keuangan yang dapat dipercaya dan sesuai dengan kebutuhan
menjadi sangat penting karena karena laporan keuangan badan usaha yang bersifat umum
dan menjadi kepentingan umum. Artinya laporan keuangan menjadi data utama bagi pihak
yang berkepentingan umum. (investor, pegawai dan buruh, pelanggan, pemerintah dan
sebaginya) untuk dasar pengambilan keputusan ekonomik. Misalnya sekarang adalah
apakah laporan keuangan sebagai data utama tersebut memenuhi kebutuhan dan
diinterprestasikan sarna oleh masyarakat pemakai yang berkedudukan diluar perusahaan?
Di sinilah arti penting perlunya seperangakat akuntasi dapat dijadikan acuan pemakai
laporan sehingga laporan sehingga kelompok masyarakat yang berkepentingan. Di artikan
sarna oleh berbagai kelompok masyarakat yang berkepentingan. Di artikan sarna di.sini
berarti bahwa pesan yang ingin disampikan oleh manajemen melalui laporan keuangan
ditangakap dan diterima sarna oleh pemakai sehingga pemakai akan mengambil keputusan
yang tepat. Badan usaha mempunyai tangungjawab umum (public responsibility). Karena
tanggungjawab umum akan diwujudkan dalam bentuk laporan keuangan umum,
pengembaI)gan dan penggunaan prinsip akuntansi sebagai dasar interprestasi sangatlah
diperlukan. Jadi secara sederhana dapat dikatakan bahwa prinsip akuntasi merupakan
suatu kesepakatan atau "aturan main" tentang bagaimana laporan keuangan disusun agar
terjadi komunikasi yang efektif antara pihak-pihakyang terpisah secara fisik danfungsional
tersebut.
EFESIENSI

ALOKASI

SUMBER DA YA

P&L menekankan bahwa informasi tentang kemampuan menghasilkan laba perusahaan


(earning power) merupakan hal yang sangatpenting dalam pengambilankeputusan ekonomik.
Kalau manajemen menyajikan laba yang tidak benar atau pemakai lapor~ keuangan
mengartikan laba secara keliru maka keputusan juga akan keliru. Peranan informasi laba ini
dapat digambarkan sebagai berikut. Atas dasar laporan keuangan, pemilik modal menanamkan

26

kekayaan dalam industri tertentu yang memproduksi barang atau jasa untuk kepentingan
masyarakat. Dana mengalir ke industri dan dalam industri dan dalam industri mengalir
kebadan usaha untuk dikelola manajemen secara efektif. Kalau temyata modal berkembang
yaitu menghasilkan kembali (return) yang memadai selama periode tertentu berarti dana
telah dikeloladalam industriyang menghasilkanbarang danjasa yang dibutuhkanmasyarakat.
sebaliknya, kalau modal tidak menghasilkan barang danjasa kembalian yang memadai maka
hal tersebut menunjukkan bahwa dana tidak berhasil dikelola dengan baik atau tertanam
dalam industri yang tidak dibutuhkan masyarakat. Masyarakat memerlukan informasi yang
dapat memberikan petunjuk ke industri mana modalnya ang akan ditanamkan. Informasi
tersebut biasanya berupa laporan keuangan (terutama laporan rugi laba) yang disusun
berdasarkan prinsip akuntansi yang diterima secara umum sehingga sehingga informasi laba
akan sampai kemasyarakat dengan tidak menyesatkan. Akuntansi mempunyai arti penting
dalam masyarakat karena memberi informasi berupa laporanrugi laba, untuk menentukan ke
industri mana modal akan ditanamkal1.Dalam kaitannnya dengan hal ini, informasi Earning
power merupakan informasi penting karena akan menjadi ukuran atau kriteria investasi. Jadi
informasi akuntansi akan sal1gatberperan dalam mekanisme alokasi sumber daya ekonomi
dalam suatu negara. Tentunya peran seperti ini akan menjadi efektif kalau perekonomian
didasarkan pada mekanisme pasar sehingga laba menjadi semacam alat pengendalian bagi
masyarakat dalam mengalokalisasi sumber daya ekonomi secara efisien.
KEDUDUKANAKUNTANPUBLIK
Telah disebutkan sebelumnya bahwa laporan keuangan sebagai media komunikasi akan
efektif apabila pesan yang terkandung di dalamnya diartikan sarna dengan pesan yang
ditangkap oleh pemakai. Disamping itu, laporan keual1ganjuga harns memuat pesan yang
benar-benar dibutuhkan oleh pemakai dan tidak menyesatakan. Prinsip akuntansi merupakan
pedoman penyusunan dan penyajian laporan keuanagan bagi manajemen dan merupakan
pedoman mengartikan laporan tersebut bagi pemakai laporan keuangan tersebut bagi
pemakai. Jadi kalau manejen menyusun laporan keuangan tersebut diinterprestasi oleh
pemakai dengan berpedoman pada prinsip akuntansi yang sarna maka harapannya adalah
bahwa pedoman pada prinsip akuntansi yang sarna maka harapannya adalahbahwa pelaporan
akuntansi (financial reporting) menjadi efektif sebagai media komunikasi.
Persoalannnya adalah siapakah yang menjamin bahwa laporan keuangan benar-benar
telah disusun sesuaidenganprinsip akuntansisementarapemakai (pihakyang berkepentingan)
hanya menerima laporan keuangan sebagai barang jadi/
Di sini arti penting fungsi dan kedudukan akuntan pulik karena akuntan publik akan
merupakan pihak ketiga yang bebas (independen) yang harns menetukan bahwa laporan
keuangan telah disusun sesuai dengan prinsip akuntansi tersebut. Jadi, prinsip akuntansi
mempunyai peranan penting bagi akuntansi tersebut. Jadi prinsip akuntansi mempunyai
peranan penting bagi akuntan publik karena menjadi pedoman dalam menentukan apakah
laporan keuangan telah disajikan secara wajar. dari segi pemeriksaan akuntan, untuk dapat
dikatakan wajar laporan keuangan harns memenuhi dua syarat yaitu (a)disusun sesuaidengan
27

prinsip akuntansiberterimaumum(yangditerimasecaraumum)dan(b)bebasdari kekeliruan


dan ketidakjujuran.
Dengan adanya prinsip akuntansi tersebut, akuntan mempunyai pedoman yang kuat
untuk melaksanakan fungsinya secara penuh. Dengan demikian, kedudukan dan peranan
akuntan publik menjadi jelas dan kuat. Agar kepentingan para kelompok masyarakat yang
berkepentingan dengan badan usaha terpenuhi melalui pelaporan keuangan, akuntansi
publik bertangung jawab untuk meyakinkan bahwa laporannya keuangan benar-benar
informatif bebas dari kesalahan dan sesuai dengan prinsip akuntansi yang menjadi
kesepakatan. (Lihat uraian lebih lanjut tentang fungsi akuntansi pulik dalam Komentar bab
ini. )
KARAKTERISTI PRINSIP AKUNTANSI
Tentu saja prisip akunsi tidak disusun asal jadi saja. Prinsip akuntansi harus dikembangkan
sesuai dengan tujuan yang ingih dicapai dalam laporan keuangan dan dengan penalaran yang
jelas (masuk akal). Dalam pengembangan seperangkat prinsip akuntansi, P&L menyarankan
agar karakteristik-karakteristik berikutnya ini melekat pada seperangakat prinsip akuntansi:
1.

Prinsip akuntansi menunjukan pedoman-pedoman umum yang lengkap tentang fungsi


akuntansi sebagai alat untuk mengungkapkan informasi keuangan suatu perusahaan.

Seperangakatprinsip akuntansiakuntansihanyalahmemuat pedomanumum tentang apa yang


sebenarnyaharusdiungkapkanoleh akuntansitentangkegiatansuatubadanusahakepadapihak
yangberkepentinganmelaluimedialaporankeuangan.Karena ituprinsip akuntansihendaknya
lebihbanyak menjelaskantentang ketentuanpokokdan pendekatanumum (misalnyapenilaian
pos-poslaporan)untukmenjanjikandatakeuanagan,bukannyatentangterminologi,banyaknya
rincian dalam laporan, metode estimasi dan aspek teknis lainya. (Mengenai apa yang diatur
dalam prinsip akuntansi, lihat Komentar pada bagian akhir bab ini)
Bahwa prinsip akuntansi merupakan pedoman umum berarti bahwa prinsip akuntansi
tidak dengan sendirinya merupakan prosedur tetapi pedoman tetapi pedoman dalam prinsip
akuntansi mengarahkan praktik ke prosedur akuntansi tertentu yaitu ketentuan-ketentuan
yang mengatur perlakuan akuntansi untuk tiap permasalahan sesuai denagn keadaan atau
karakteristik perusahaan. Ketentuan -ketentuan (rules) tentang prosedur dan metoda itu
sendiri bersifat individu artinya pemakai mempunyai kebebasan memilih sesuai dengan
kepraktisan dan pengaruh yang diinginkan, P&L, berkeyakinan bahwa dalam perusahaan
tertentu, ketentuan, metoda dan prosedur yang telah dipilih akan cenderung tertentu,
ketentuan,metodeproseduryangtelahdipilihakancenderungtetapdigunakandanpenggunaan
yang konsisten tersebut akan cenderung tetap digunakan dan penggunaan yang konsisten
tersebut akan membantu kemampuan pihak yang berkepentingan untuk menginterprestasi
data akuntansi dengan tepat. Oleh karena itu tidak akan banyak manfaatnya untuk
mengkondifikasi ketentuan-ketentuan khusus tersebut dan juga tidak mungkin diharapkan
adanya keseragaman prosedur dan metoda untuk berbagai jenis perusahaan yang memeng
28

berbeda karateristik dan operasinya. Jadi prinsip akuntansi hendaknya hanya memuat
pedoman umum tentang pengukuran, pengakuan dan pengungakapkan informasi keuangan.
2.

Prinsip akuntansi tidak harus dikembangkan mengikuti praktik akuntansi yang sedang
berjalan karena praktik akuntansi yang sedang berjalan itu pun sering dilandasi oleh
prinsip dan konsep-konsep yang dalam beberapa hal saling bertentangan dan secara
teoretis tidak konsisten.

P&L lebih menekankan apa yang seharusnya dipraktikan daripada apa yang sebenamya
dipraktikan. Kalau prinsip akuntansi dikembangkan berdasarkan tujuan pelaporan yang
ingin dicapai dan dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang melingkupinya maka apa
yang diatur dalam prinsip tersebut merupakan plihan yang dianggap lebih baik, praktik yang
diterima umum belum tentu merupakanpilihan terbaik diantarapraktik-praktik yang mungkin
dapat digunakan. (Gagasan ini mengisyaratkan bahwa P&L adalah penganut penyusunan
prinsip secara deduktif dan normatit)
3.

Prinsip akuntansi hendaknya tidak bertentangan atau mendorong pelanggaran terhadap


ketentuan hukum dan perundang-undangan yang berlaku tetapi penyusunan prinsip
akuntasi tidak harus menganut konsep, pengertian, pendekatan, kebijaksanaan dan
praktik hukum/yuridis tersebut.

Karakteristik seperti ini diperlukan karena tujuan pelaporan keuangan dari segi yuridis
mungkin sekali (atau memang demikian) berbeda dengan tujuan pelaporan akuntansi.
Sebagai contoh adalah pengertian pendapatan dalam peraturan perpajakan dan pengertian
pendapatan dalam akuntansi. Kedua pengertian itu dapat saja berbeda karena perbedaan
konsep yang dianut dan dalam hal ini konsep akuntansi tidak harus menganut konsep
perpajakan.
4.

Prinsip akuntansi harus merupakan alat yang praktis dibidang usaha dan keuangan,
dapat diandalkan dan relevan untuk memenuhi kebutuhan manajemen, investor,
pemerintah dan masyarakat umum.

Prinsip akuntasi harus berterima umum. Karena itu prinsip akuntansi akan mengalami
pengujian dalam praktik. Digunakannya perlakuan akuntasi yang didasarkan atas prinsip
akuntansi tertentu secara meluas menunjukkan bahwa prinsip tersebut diterima secara
umum. Prinsipyang tidaksesuailagidenganperkembanganusahatentu sajaharus dimodifikasi
atau dibuang, karena cenderung akan ditolak dalam praktik. Jadi prinsip akuntasijuga harus
bersifat dinamik.
5.

Prinsip akuntasi harus juga logis dan dikembangkan atas dasar penalaran yang jelas
sehingga dapat diterima oleh mereka yang berkepentingan dengan akuntasi.

Prinsip akuntansi hendaknya dikembangkan atas dasar kerangka acuan konseptual (kerangka

29

teoreti~)tert~ntuy!lt\~ ataiilAMnYAmemua! !en!ang!uJuanpelaporan dan kuaUtas~n/ormasi


yang harus dicapai serta dasar pikiran yangjelas dan logis. Dengan demikian prinsip tersebut
akan bersifat (a) runtut, sistematik dan saling berkaitan secara utuh, (b) sesuai dengan
keadaaan nyata dan obyektif dan (c) bersifat umum dan tidak memihak.
Beberapa karakteristik prinsip akuntansi di atas tidak berdiri sendiri tatapi saling
melengkapi dan karakteristik yang lain. Jadijelaslah bahwa prinsip akuntansi (accounting
standards) tidak sarna dengan akuntansi yang distandarkanldiseragamkan (sandardized
accounting). Dalam akuntansi yang distandarkan (yang biasanya berisi ketentuan tentang
prosedur tertentu), tidak ada lagi keleluasaan untuk memilih perlakuan yang menyimpang
dari yang telah ditentukan walaupun penyimpangan itu mungkin lebih tepat kalau ditinjau
dari keadaan nyata yang melingkupinya. Di lain pihak, standar akuntansi dlwujudkan
dalam bentuk ketentuan umum sehingga dapat digunakan sebagai pedoman dalam
penyusunan prosedur-prosedur yang luas pengetrapannya untuk berbagai keadaan (jenis
perusahaan). Ketentuan tentang prosedurdimaksudkan untuk dijadikan pedoman mencapai
keseragaman, sedangkan standar atau prinsip akuntansi dimaksudkan untuk dijadikan
dasar penilaian apakah suatu penyimpangan dapat dibenarkan (justified) apabila keadaan
memang menuntut dernikian. Dengan demikian prinsip akuntansi tidak mengatur metoda
atau prosedur tertentu akan tetapi memberikan arah atau petunjuk tentang penggunaan
beberapa metoda atau prosedur yang mungkin paling tepat digunakan dalam kondisi
tertentu.
KOMENTAR
Apa yang diuraikan di ata~ merupakan gagasan P&L tentang arti penting dan perlunya suatu
kesepakatan dalam bentuk prinsip akuntansi dalam struktur pelaporan informasi keuangan.
Dalam komentar ini penulis mencoba untuk membahas beberapa konsep dan gagasan yang
ada kaitannya dengan gagasan yang dikemukakan P&L di atas.
Istilah Prinsip Akuntansi
P&L lebih menyarankan penggunaan istilah "standards" (standar atau norma) daripada
"principles" (prinsip) oleh karena istilah prinsip mengandung arti berlaku universal dan
bersifat permanen yang sebenarnya tidak mungkin diterapkan dalam bidang praktik yang
tergantung kondisi yang teIjadi pada saat tertentu dan bersifat dinamik. Sebenarnya prinsip
akuntansi yang dibahas oleh P&L dalam buku ini menunjuk kepada seperangkat ketentuanketentuan atau pedoman-pedoman yang sengaja disusun oleh badan yang berwenang untuk
memenuhi tujuan pelaporan keuangan. Badan yang berwenang yang dimaksud di sini adalah
misalnyaAccounting Principles Boards (APB) atau penggantinya yaitu Financial Accounting Standards Board (FASB). APB adalah suatu Komite yang dibentuk oleh American
Institute of Certified Public Accountans (AICP A) untuk mengkodifikasi praktik dan menyusun
pedoman-pedoman penyusunan laporan keuangan. FSAB adalah badan penyusun standar
yang berada diluar AICP A yang bertugas untuk memperbaiki standar akuntasi dan pelaporan

30

keuangan dan mengeluarkan pengumuman resmi untuk pihak yang berkepentingan dengan
informasi keuangan. Produk badan-badan otoriatif ini adalah: I)
Produk FASB:
Pemyataan Standar (Statements of Financial Accounting Standards)
Konsep-konsep dalam bentuk Kerangka Acuan Konseptual (Statements of Financial
Accounting Concepts)
Interpretasi atau Penjelasan (Interpretations)
Buletin Teknis (Technical Bulletin)
Produk APB/AICPA:
Pendapat (Accounting Principles Board Opinons/APBO)
Buletin HasH Riset (Accounting Research Bulletin/ARB)
Interpretasi (Accounting Interpretation)

Adajuga penerbitan oleh AICPA yang mungkin tidak seotoritatif produk diatas yaitu hasil
penelitian yang dilakukan oleh panitia atau individu yang dikomisi oleh AICPA yang
berbentuk Accounting Research Study (ARS)2)Produk-produk atau penerbitan resmi di
atas secara keseluruhna disebut dengan pengumuman resmi (Pronouncements). Sebagai
pedoman, tentu saja pengumuman resmi yang dapat dianggap sebagai standar paling
otoritatif adalah yang berupa pemyataan tentang standar akuntansi tertentu. Pengumuman
resmi tersebut secara umum disebut oleh FASB sebagai standar akuntansi keuangan
(financial accounting standards) bukannya prinsip akuntansi (accounting principles) 3)
Hal ini memang dikehendaki oleh FASB untuk menghindari penyalahartian (misconception) istilah prinsip yang mempunyai pengertian yang lebih luas dan umum yaitu mencakup
ketentuan-ketentuan tidak tertulis atau kebiasaan-kebiasaan yang sudah berjalan dengan
praktik secara luas. Dasar pikiran ini sejalan dengan gagasan yang dikemukakan P&L di
atas. Jadi, lebih tepatlah menggunakan istilah standar akuntansi untuk menunjuk pedoman
yang berasal dari pengumuman resmi oleh badan yang berwenang. Standar akuntansi
nierupakan bagian atau unsur yang membentuk pengertian prinsip akuntansi yang berlaku
dalam lingkungan dan waktu tertentu. Gagasan-gagasan P&L adalah ditujukan untuk
menjadi landasan penalaran dan konseptual dalam menyusun standar akuntansi yang
berupa ketentuan resmi tersebut.

1) FASB, Accounting Standard: Current Text (New York: McGraw-Hili Book Company 1987), hal. i-iv.
2) Salah satu contoh adalah ARS No. 7 be~udullnventory of Generally Accepted Accounting Principles for
Business Enterprises oleh Paul Grady (New York; AICPA, 1965).
3) Donald E. Kieso and Jerry J. Weygand, Intermediate Accounting (New York; John Wiley &Son, 1986), hal.
10.

31

Prinsip Akuntansi Berterima Umum4)


(General Accepted Accounting Principles)
Di samping istilah akuntansi, standar atau norma akuntansi sering didengar juga istilah
prinsip akuntansi yang lazim atau prinsip akuntansi yang diterima umum atau prinsip
akuntansi yang berlaku umum. Istilah tersebut biasanya digunakan sebagai padanan istilah
generally accepted accountingprinciples. Istilah inisebenamya digunakan untuk menunjuk
seperangkat pedoman resmi dan kebiasaan-kebiasaan dunia usaha yang dianggap berlaku
dalam lingkungan (negara) dan waktu tertentu. Penulis berpendapat bahwa sebagai suatu
istilah, prinsip akuntansi berterima umum cukup tepat sebagai padanan generally accepted
accounting principles (GAAP) tersebut. Di Amerika, istilah generally accepted accounting
principles timbuldan digunakanmelaluiproses atauriwayatistilahGAAP tersebut sebenamya
mempunyai konotasi sebagai prinsip akuntansi berterimakasih umum di Amerika dan
bukannya istilah yang generik (berlaku universal) meskipun selalu ditulis dengan hurufkecil
semua. 5)Di Amerika, yang dimaksud dengan GAAP adalah konsep-konsep, prinsip-prinsip
dan praktik-praktik akuntansi tertentu yang secara otoritatif didukung berlakunya sebagai
suatu pedoman (mempunyai "substantialauthoritative support") walaupun tiapjenis prinsip
atau praktik tersebut mempunyai tingkat keotoritatifan (authoritativeness) yang berbeda.
Pengumumanlketentuan resmi (pronouncemenets) oleh badan penyusun standar jelas
merupakan bagian dari prinsip akuntansi berterima umum yang tingkat keotoritatifannya
lebih tinggi dibanding praktik atau kebiasaan yang dijumpai dalam dunia usaha (business).
Jadi, prinsip akuntansi berterima umum terdiri atas standar plus kebiasaan, konvensi atau
tradisi akuntansi yang berlaku dalam praktik. Di Indonesia, kebiasaan semacam itu disebut
dengan praktik akuntansi yang lazim (sound accounting practices).
Steven Rubin menggambarkan tingkat otoritatif standar dan praktik yang masuk dalam
pengertian prinsip akuntansi berterima umum sebagai suatu bangunan rumah yang disebut
"The House of GAAP" yang struktumya adalah seperti Gambar 1.1. di halaman berikut 6)
Struktur GAAP tersebut terdiri atas fondasi dan beberapa tingkat (level). Makin ke atas
dan ke kanan tingkat otoritatifnya makin lemah. Agar struktur bangunan GAAP tersebut kuat
dan kokoh, bangunan tersebut harns didirikan diatas suatu fondasi. Dalam hal i,nifondasi
tersebut berupa konsep dasar dan prinsip-prinsip umum (broad principles) yang melandasi
pelaporan keuangan. Seperangkat konsep atau prinsip umum ini dapat berupa kerangka
acuan konseptual (conceptual framework). Berikut ini diuraikan secara ringkas isi tiap
tingkat bangunan GAAP tersebut.

4)

5)
6)

32

Istilah berterima sebagai padanan accepted menurut pemahaman penulis mempunyai arti 'dalam keadaan
diterima dan.dipratekkan secara luas'. Lihat Depdikbud, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai
Pustaka, 1988), hal. 937 dan J.S. Badudu, Inilah Bahasa Indonesia Yang Benar II (Jakarta: PT Gramedia,
1986) hal, 89.
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang riwayat terjadinya istilah tersebut, baca Grady, op. cit., hal 50-51.
Steven Rubin, "The House of GAAP," Journal of Accountancy (June 1984), hal. 122-129.

Tingkat pertama ifirstfloor) Tingkat ini berisi pengumuman atau ketentuan resmi yang
diterbitkan oleh badan otoritatif. Pengumuman resmi ini biasanya berupa pemyataan standar,
interpretasi, dan suplmene. Otoritas penerbitan ini kuat karena ketentuan yang termuat dalam
pengumuman resmi tersebut telah irancang dan dibahas melalui proses dan prosedur formal
sebelum diterbitkan. Prosedur yang biasanya dilakukan oleh badan yang berwenang ini
adalah:
1. Membentuk komisi yang terdiri atas beberapa ahli yang dianggap dapat mewakili
kepentingan pihak yang akan menggunakan pedoman yang akan disusun.
2. Komisi mempelajari sumber-sumber acuan dan literatur tentang subjek yang akan
ditentukan dan melakukan riset lapangan.
3. Menerbitkan notulen atau memorandum diskusi (discussion memorandum) tentang
permasalahan yang timbul dan altematif pemecahannya untuk mendapatkan tanggapan
dari masyarakat (publik).
4. Melaksanakan dengar pendapat umum (public hearing).
5. Berdasarkan komentar dan pendapat yang dikumpulkan dalam langkah 3 dan 4, komite
akan membuat rancangan pemyataan resmi (disebut dengan exposure draft) dan
menyebarluaskan rancangan tersebut untuk mendapatkan tanggapan atau komentar
publik.
Badan resmi tersebut biasanya melakukan seluruh langkah di atas untuk mengeluarkan
pengumumanlketentuan resmi yang menyangkut masalah yang berpengaruh cukup luas.
Ketentuan resmi yang menyangkut masalah yang sempit dapat dilakukan tanpa melalui
kelima langkah di atas akan tetapi biasanya langkah ke lima harus dilakukan. Pengumuman
resmi ini biasanya dikoifikasi dalam bentuk buku. FASB menerbitkan buku tersebut yang
berjudul "Accounting Standard, Original Pronouncements" yang berisi Statments of Financial Accounting Standards (SFAS). Interpretations, dan Technical Bulletin. 7)
Pengumumanlketentuan resmi tersebut dimuat berdasarkan nomor urut ketentuan
tersebut. Untuk memudahkan pengacuan bagi akuntan (khususnya akuntan publik) dalam
menjalankan praktik, FASB menerbitkan pula buku serupa yang isinya dikelompokkan atas
dasar topik. Buku tersebut adalah "Accounting Standards, Current Text." 8)
Tingkat kedua (second floor). Kalau suatu perlakuan akuntansi tidak diatur dalam
ketentuan resmi yang diterbitkan dalam tingkat pertama, sumber acuan untuk menentukan
perlakuan akuntansi tertentu dapat diambil dari tingkat kedua atau tingkat berikutnya. Kalau
terdapat perbedaan atau konflik perlakuan maka harus dipertimbangkan dan dipilih perlakuan
yang menggambarkan substansi transaksi yang lebih baik.
Penerbitan-penerbitan pada tingkat kedua ini memberi pedoman akuntansi yang lebih
sempit aplikasinya karena hanya menyangkut industri tertentu dan biaSanya bersifat agak

7)
8)

FASB, Accounting Standards: Original Prnouncements (New York: FASB, 1986)


_'
Accounting Standards: Current Text (New York:, FASB, 1986)

33

Fourth
floor

APB
statements

AICPA
issues
papers

Third
-floor

Second
floor

First
floor

Foundation

Other

FASB

professional
prcJnouncements

concepts
statements

Texbooks
and
articles

FASB

AICPA

Prevalent

technical
bulletins

accounting
interpretations

industry

AICPA

AICPA

industry

industry

AICPA
statements

audit guides

accounting guide

of position

FASB
Statements

practices

FASB

APB

AICPA

interpretation

opinions

accounting
research bulletins

Includes the going concern assumption, substance over form


neutrality, the accrua.l basis, conservatism, materiality

Gambar 1.1. The House of GAAP

telmis danprosedural. Karena itu, sebagai acuan perlakuan akuntansi tertentu, penerbitan ini
menjadi kurang mendukung secara konsepsional dan kekuatan untuk diikuti juga menjadi
kurang karena pedoman dalam buku petunjuk teknis (guides) tersebut kemungkinantidak
sesuai dengan keadaan perusahaan tertentu walaupun masih dalam satu industri.

34

Tingkat ketiga (third floor). Tingkat ini berisi publikasi badan resmi yang berwenang
yang tidak termasuk dalam katagori resmi karena tidak disusun berdasarkan prosedur resmi
seperti penerbitan pada tingkat pertama. Penerbitan ini lebih merupakan petunjk aplikasi
ketentuan yang diatur dalam penerbitan resmi dalam tingkat pertama yang berupa pemyataan
standar atau interpretasi. Misalnya saja, technical bulletin bukan merupakan pronouncement
dan bukan merupakan suatu standar barn yang mengganti atau memodifikasi standar
(penerbitan resmi) yang sudah ada.
Termasuk dalam tingkat GAAP ketiga ini adalah penerbitan-penerbitan dari badanbadan atau lembaga-lembaga di luar badan yang berwenang menyusun standar akuntansi.
Penerbitan pemerintah, peraturan perundang-undangan, publikasi industri dan semacamnya
termasuk dalam pengertian prinsip akuntansi tertentu (industry practices) juga termasuk
dalam katagori ini. Praktik akuntansi tertentu mungkin berkembang dalam suatu industri
karena pengalaman, alasan praktis, kebiasaan atau pemakaian tertentu menjadikan praktik
akuntansi tersebut suatu kebutuhan praktis dalam industri.
Tingkat keempat (fourth floor). Kalau perlakuan akuntansi tertentu tidak dapat
dicarikan acuannya dalam ketiga tingkatan yang ada di bawahnya maka sumber-sumber
atau literatur akuntansi lainnya dapat digunakan sebagai acuan. Berterimanya suatu
sumber atau literatur akuntansi sebagai prinsip tergantung pada relevansinya dengan
keadaan yang memerlukan penerapan perlakuan tersebut. Suatu sumber atau literatur
dianggap relevan apabila sumber atau literatur tersebut berasal dari penyusunan atau
penulis yang sudah diakui keahliannya atau otoritasnya dan sumber tersebut memberikan
petunjuk secara spesifik perlakuan akuntansi bersangkutan. Misalnya saja, buku teks dan
artikel dapat dianggap sebagai unsur prinsip akuntansi berterima umum walaupun
mempunyai authoritative support yang kurang kuat.
Berdasarkanuraiantentangprinsip akuntansiberterimaumum diatas,penulisberpendapat
bahwa istilah prinsip akuntansi berterima umum mempunyai pengertian yang lebih luas
dibandingkan dengan pengumumanlketentuan resmi (pronouncements) tetapi lebih sempat
dibandingkan pengertian yang terkandung dalam istilah prinsip akuntansi saja. Generally
accepted accounting principles tidak bersifat universal tetapi sudah merupakan prinsip
akuntansi yang dipilih dan berlaku dalam lingkungan atau negara tertentu yang dalam hal ini
adalah Amerika. Kalau ditinjau dari luasnya pengertian dan aplikasi, hubungan antara prinsip
akuntansi1prinsip akuntansi berterima umum, standar, prosedur dan teknik dapat dilukiskan
dalam Gambar 1.2.
Dengan pengertian dan struktur dalam Gambar 1.2,tidak perlu lagi ada kerancuan dalam
penggunaan atau pengertian istilah. Dari segi teoretis, pengertian prinsip akuntansi dimulai
dari pengertian yang paling umum (mulai dari atas) kemudian dijabarkan menjadi unsurunsur yang lebih situasional dan rinei. Dari sudut aplikasi, prinsip akuntansi yang harns
dianut dimulai dari standar. Kalau aplikasi tertentu tidak diatur dalam standar maka larinya
adalah ke prinsip yang lebih umum yaitu prinsip akuntansi bertefima umum dan akhimya
prinsip akuntansi sebagai kerangka teoretis merupakan acuan paling akhiryang harns dianut.

35

Prinsip

Bersifatumumdanuniversaldalamartibahwaprinsip
inimerupakanseperangkatkonsep,standar,prosedur,

metode, dan teknik sebagai objek pengetahuan


akuntansi dan istilah ini dipakai dalam konteks
teoritis.
..

akuntansi

Berupa sekumpulan konsep, standar, prosedur,


metode, konvensi, kebiasaan dan praktik yang dipilih
atau dianggap berterima secara umum serta dijadikan
pedoman umum di lingkungan (negara) tertentu.

Prinsip
akuntansi
berterima
kasih

Stantar
akuntansi

Pengumuman/ketentuanresmi yang dikeluarkan oleh


badan yang berwenang mengenai konsep, standar
dan metode yang dinyatakan sebagai pedoman utama
dalam praktik akuntansi perusahaan-perusahaan

dalam lingkungan (negara) sepanjang ketentuan ini


relevan dengan keadaan perusahaan atau unit usaha
tertentu.

Gambar 1.2
Unsur dan Kedudukan Prinsip Akuntansi Berterima Umum

Penulis sependapat dengan P&L yang menyarankan penggunaan istilah standar karena
mereka menunjuk kepada suatu pedoman resmi yang sengaja disusun untuk menjadi
pegangan dalam penyusunan laporan keuangan badan usaha (perusahaan). Karena itu dalam
buku ini, istilah standar akuntansi akan sering digunakan di samping prinsip akuntansi. Hal
ini mengingat istilah standar akuntansi lebih cocok untuk menunjuk pengertian pedoman
penyusunan laporan keuangan yang dibahas dalam buku ini. Menurut penulis pula, istilah
prinsip akuntansijuga dapat dipakai untuk menunjuk standar akuntansi kalau kita membahas
masalah pedoman penyusunan laporan keuangan dalam konteks kerangka teoretis artinya
dalam konteks yang tidak terikat oleh lingkungan dan waktu, misalnya saja dalam konteks
pembahasan akuntansi di kelaslbangku kuliah. Sekali lagi, dalam buku ini istilah prinsip
akuntansi sering dipakai dalam arti standar akuntansi atau prinsip akuntansi berterima umum
tergantung pada konteks pembahasan. Berdasarkan gambar di atas, dapat dikatakan bahwa
36

prinsip akuntansi berterima umum terdiri atas standar resmi dan praktik yang lazim berlaku.
Dari segi praktik, perlakuan tentunya harns mengacu dulu ke standar sebagai acuan utama
barn kemudian ke praktik yang lzim dan yang dominan.
Prinsip Akuntansi Indonesia
Di Indonesia, badan yang berwenang untuk mengeluarkan ketentuan resmi yang menjadi
pedoman praktik akuntansi adalah Komite Prinsip Akuntansi yang berada di bawah Ikatan
Akuntan Indonesia (IAI), yang merupakan suatu organisasi profesi akuntan di Indonesia.
Salah satu penerbitan resmi IAI adalah buku "Prinsip Akuntansi Indonesia 1984". Dalam
Pendahuluan buku tersebut disebutkan bahwa Prinsip Akuntansi Indonesia merupakan
himpunan prinsip prosedur, metode dan teknik akuntansi yang mengatur penyusunan laporan
keuangan, khususnya yang ditujukan kepada pihak luar, seperti: pemegang saham, kreditur,
fiskus, dan sebagainya. Disebutkan pula bahwa buku Prinsip Akuntansi Indonesia (PAl)
belum mengatur keseluruhan praktik akuntansi di Indonesia dan oleh karenanya masalahmasalah akuntansi yang belum diatur dalam buku tersebut, perlakuannya diserahkan kepada
pihak pihak yang bersangkutan sepanjang tidak bertentangan dengan praktik akuntansi yang
lazim (sound accounting practices) dan didasarkan atas pertimbangan yang sehat. 9)
Di samping buku PAl, IAI menerbitkan buku "Norma Pemeriksaan Akuntansi" (NPA)
yang dimaksudkan sebagai pedoman bagi akuntan publik dalam melakukan pemeriksaan
laporan keuangan suatu perusahaan. Di dalam Bab VIII tentang Ketaatan pada Prinsip
Akuntansi Indonesia, NPA menyebutkan istilah "prinsip akuntansi indonesia" (kataprinsip
akuntansi menggunakan hurufkecil semua) dalam beberapa paragranya. Berikut ini kutipan
beberapa paragrap tersebut (huruf miring adalah penekanan dari penulis): 10)
"Laporan akuntan harns menyatakan apakah laporan keuangan telah disusun sesuai
dengan prinsip akuntansi Indonesia. " (paragraf I)
"Istilah 'prinsip akuntansi Indonesia' seperti yang digunakan dalam norma pelaporan
akuntan mencakup tidak hanya prinsip dan praktik akuntansi saja, tetapi juga metodemetode untuk menerapkannya. Norma pelaporan akuntan yang pertama bukan
mensyaratkan akuntan publik untuk membuat pernyataan tentang fakta, tetapi hanya
menghendaki akuntan publik memberikan pendapat apakah laporan keuangan disajikan
sesuai dengan prinsip akuntansi Indonesia." (paragraf 2)

"Menurut pendapat kami,

, sesuai dengan prinsip akuntansi Indonesia diterapkan

secarakonsistendengantahunsebelumnya."(paragraf3)

9)

Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI), Prinsip Akuntansi Indonesia 1984 (Jakarta: Percetakan Negara RI, 1985),
hI. vii.

10) IAI, Norma Pemeriksaan

Akutan (Jakarta: PT Temprint,

1986), halo 63-66.

37

" Istilah prinsip akuntansi Indonesia adalah suatuistilah tehnis akuntansi yang
mencakup konvensi, aturan dan prosedur yang diperlukan untuk merumuskan praktik
akuntansi yang diterima umum pada suatu saat tertentu. Prinsip akuntansi Indonesia
tidak hanya meliputi pedoman umum, tetapi juga praktik dan prosedur yang terperinci.
" (paragraf 4)
"Pertimbangan akuntan publik mengenai 'kewajaran' atas penyajian laporan keuangan
secara keseluruhan harns dilakukan dalam kerangka kerja prinsip akuntansi Indoensia.
" (paragraf 5)
"Pendapat akuntan, bahwa
, hendaknya didasarkan pada pertimbangan apakah:
a. Prinsip akuntansi yang dipilih dan dilaksanakan diterima umum
b. Prinsip akuntansi yang dipilih tepat untuk perusahaan yang bersangkutan
(paragraf 6)

"

"Prinsip akuntansi Indonesia adalah prinsip-prinsip akuntansi yang secara relatif cukuo
obyektif yaitu bahwa prinsip akuntansi Indonesia cukup mapan, sehingga akuntan
publik selalu sependapat tehadap eksistensinya. Walaupun demikian, penentuan apakah
suatu prinsip akuntansi adalah sesuai untukkeadaan tertentu membutuhkan pertimbangan
yang matang, karena belum seluruh permasalahan tercakup dalam ketentuan resmi yang
dikeluarkan dalam bentuk buku Prinsip Akuntansi Indonesia a.tau pemyataannya."
(paragraf 7)

Dengan mempelajari kutipan di atas, dapat disimpulkan bahwa NPA tidak secara
langsung mengacu buku Prinsip Akuntansi Indonesia sebagai pedoman untuk menyusun
laporan keuangan bagi manajemen atau menilai kewajaran laporan keuangan bagi auditor.
Dapat disimpulkan pula bahwa yang dimaksud dengan prinsip akuntansi Indoensia (dengan
hurufkecil) adalah lain atau paling tidak lebih luas pengertiannya daripada apa yang termuat
dalam buku Prinsip Akuntansi Indonesia (PAl). Kalau dilihat dari makna yang dituju oleh
istilah prinsip akuntansi Indonesia maka dapat dikatakan bahwa makna yang tekandung
dalam istilah tersebut adalahs ama dengan makna dalam istilah prinsip akuntansi.berterima
kasih umum (generally accepted accounting principles) di Amerika.
Karena itu penulis berpendapat bahwa berdasarkan luasnya pengertian sebagaimana
dilukiskan dalam Gambar 1.2 maka istilah prinsip akuntansi berterima umum Indonesia
(PARI) Indonesia) lebih tepat daripada istilahprinsip akuntansi Indonesia saja yang dapat
rancu dengan istilah PAl sebagai nama buku yang sebenamya lebih tepat kalau disebut
sebagai Konsep Pelaporan Keuangan Indonesia.
Lebih tepat disebut demikian karena buku tersebut sebenamya memuat kerangka umum
konsep-konsep pelaporan keuangan yaitu tujuan, kualitas informasi, pengertian/definisi
elemen dan pos laporan keuangan, dan pengukuran serta penyajian elemen dan pos laporan
keuangan dan bukan berisi standar itu sendiri walaupun buku tersebut akan menjadi salah satu
38

unsur

---- --

------ - - - - -- - -.

-- -

PABU Indonesia..
Karena buku tersebut merupakan salah satu ketentuan resmi

(pronouncement) yang menjadi pedoman umum maka berdasarkan gagasan dalam Gambar
1.2., penerbitan tersebut dapat dikatagorikan sebagai suatu pernyataan (statement) IAI
karena proses penyusunannya mengikuti prosedur resmi yang telah ditentukan.
Menurut penulis, buku PAl sebenarnya berisi konsep-konsep yang kira-kira sama dengan
Kerangka Acuan Konseptual (Conceptual Framework) dari FASB. Karena itu, barangkali
nama yang tepat untuk buku tersebut adalah Pemyataan Konsep IAI No. X.: Konsep Pelaporan
Keuanganlndoensia atau Pemyataan Konsep Pelaporan KeuanganNo. X. "TujuanPelaporan,
Kualitas Informasi, Elemen Laporan Keuangan, dan Pengukuran, Penilaian, Pengakuan dan
Penyajian Elemen dan Pos Laporan Keuangan" (disingkat Pernyataan Konsep No. X). Huruf
X dalam No. X dapat diganti dengan nomor yang sesuai. Sebagai konsekuensi, PAl Pernyataan
No.1 sampai dengan No.4 yang telah dikeluarkan IAI barangkali harns disebut.Pernyataan
Standar Pelaporan Keuangan atau Pernyataan Standar saja. Misalnya, PAl, Pernyataan No. Ill)
barangkali harns disebut sebagai Pemyataan Standar IAI No.1 "Akuntansi untuk Transaksi dan
Penjabaran Mata Uang Asing." Atau, kalau badan yang lebih berwenang dalam hal ini adalah
Komite Prinsip Akuntansi Indonesia (KP AI), pemyataan ini dapat disebut Pemyataan KPAI
No.1 (keduanya dapat disingkat Pernyataan Standar No.1 ). Gagasan ini sebenarnya sejalan
dengan kata pengantar dalam tiap penerbitan pemyataan oleh IAI. Dalam kata pengantar
disebutkan: "Pernyataan ini menetapkan standar akuntansi keuangan dan pelaporan untuk
transaksi dan penjabaran mata uang asing." 12)

Tujuan Pelaporan Informasi Keuangan


Dalam pokok pikiran pertama dan juga pada bagian Pendahuluan disebutkan bahwa tujuan
akuntansi adalah untuk menyediakan informasi keuangan suatu unit usaha untuk memenuhi
kebutuhan berbagai pihak yang berkepentingan. Tujuan akuntansi yang dimaksud di sini
sebenarnyaadalahtujuanpelaporaninformasikeuangankepadapihakumumdiluarperusahaan
(financial reporting objectives) dan bukan tujuan laporan keuangan itu sendiri. Pelaporan
informasi keuangan kepada pihak umum di luar perusahaan (untuk singkatnya disebut saja
pelaporan keuangan) meliputi seluruh upaya dan pemikiran tentang informasi apa yang harns
dimasukkan dalam sistem pelaporan, kualitas informasi yang bagaimana yang selayaknya
dimasukkan dalam sistem pelaporan tersebut dan bagaimana cara mengungkapkan informasi
tersebut.
Disebutkan pula bahwa tujuan pelaporan menjadi dasar penyusunan standar akuntansi.
Norma akuntansi yang dihasilkan tidak akan lepas dari batasan-batasan tujuan yang telah
ditetapkan karena standar memang disusun dalam rangka mencapai tujuan tersebut. Hal yang
perlu dicatat adalah bahwa tujuan ditetapkan dengan mempertimbangkan faktor-faktor

11) IAI,. Akuntansi untuk Transaksi dan Penjabaran Mata Uang Asing, .Prinsip Akuntansi Indonesia Pernyataan
No.1 (Jakarta: IAI, 1988). Sampai saat ini, IAItelah menerbitkan 4 buah Pemyataan (No.1 sid No.4)
12) Ibid, hal. Kata Pengantar.

39

lingkungan sosial dan ekonomi tempat akuntansi akan diterapkan. Berikut ini adalah tujuan
pelaporan keuangan menurut konsepsi FASB yang disusun atas dasar kondisi lingkungan
ekonomi dan sosial di Amerika. 13)
I.

Memberikan informasi keuangan yang dapat dipercaya dan bermanfaat bagi investor
dan kredtiro untuk dasar pengambilan keputusan investasi dan pemberian kredit.
2. Memberikan informasi posisi keuangan perusahaan dengan menunjukkan sumbersumber ekonomi (kekayaan) perusahaan serta asal kekayaan tersebut (siapa pihak yang
mempunyai hak atas kekayaan tersebut).
3. Memberikan informasi keuangan yang dapat menunjukkan prestasi perusahaan dalam
penghasilan laba (earning power).
4. Memberikan informasi keuangan yang dapatmenunjukkan sumber-sumberpembiayaan
perusahaan.
5. Memberikan informasi keuangan yang dapat menunjukkan sumber~sumberpembiayaan
perusahaan.
6. Memberikan informasi yang dapat membantu para pemakai dalammeramalkan aliran
kas masuk ke perusahaan.
Dengan tujuan seperti di atas diharapkan bahwa para pemakai dapat mengambil
keputusan ekonomik yang tepat sesuai dengan kepentingannya. Faktor lingkungan yang
dipertimbangkan dalam menetapkan tujuan di atas antara lain dapat disebutkan:
Sistem perekonomian pasar yang maju
Sistem perbankan yang canggih
Sistem peradilan (judicial system) yang kuat dan mantap
Pasar modal sebagai sumber utama pendanaan perusahal}.n
Pengakuanhak milik individual
Perseroan terbuka sebagai bentuk perusahaan yang umum
Penekanan penilaian prestasi individual
Pemisahan pemilikan dan manajemen secara tegas
Proses pengambilan keputusan yang rasional
Sistem birokrasi yang sudah mantap
Jadi jelaslah bahwa faktor lingkungan yang berbeda memerlukan tujuan yang berbeda
pula apabila diharapkan bahwa akuntansi akan menjadi alat pengendalian yang efektif.
Tujuan tersebut akhimya akan sangat mempengaruhi struktur akuntansi dan pelaporan
keuangan.

13) FASB, "Objectives of Financial Reporting by Business Enterprise," Statement of Financial Accounting
Concepts No.1, Stamford, Connecticut, 1978. Lihat juga IAI, Prinsip Akuntansi Indonesia 1984, op. cit.,
hal.1

40

Yang Diatur Dalam Standar Akuntansi


Salah satu karakteristik standar akuntansi adalah bahwa standar tersebut tidak mengatur
prosedur akuntansi tetapi lebih merupakan pedoman-pedoman umumyang lengkap tentang
fungsi akuntansi sebgai alat untuk mengungkapkan informasi keuangan. Standar memberi
landasan untuk memnentukan perlakuan akuntansi tertentu yang akhimya akan berpengaruh
terhadap laporan keuangan. Kalau demikian, apakah sebenamya yang diatur dalam standar
akuntansi yang menjadi pedoman penyusunan laporan keuangan? Secara garis besar ada
empat hal pokok yang diatur dalam standar akuntansi, yaitu:
1.

Pengukuran atau penilaian


Pengukuran (measurement) atau penilaian (valuation) adalah penentuanjumlah rupiah
(kos) suatu transaksi yang harus dicatat. Standar akuntansi memberikan pedoman dasardasar pengukuran yang dapat digunakan untuk menentukan berapa jumlah rupiah yang
harus diperhitimgkan dan dicatat pertama kali dalam suatu transaksi atau berapajumlah
rupiah yang harus dilekatkan pada suatu pos laporan keuangan. Pengukuran lebih
berhubungan dengan masalah penentuan jumlah rupiah (kos) yang dicatat pertama kali
pada saat suatu transaksi terjadi. Misalnya, prinsip akuntansimenentukan bahwa sediaan
barang dicatat sebesar kos yang merupakan seluruhjumlah rupiah yang dikelaurkan atau
diperhitungkan dalam rangka memperoleh barang tersebut sampai barang tersebut siap
dijual atau digunakan. Penilaian lebih berhubungan dengan masalah berapakah jumlah
rupiah yang harus ditetapkan untuk tiap pos laporan pada tanggallaporan. Misalnya,
prinsip akuntansi menentukan bahwa sediaan dapat dicantumkan di neraca sebear kos,
pasar atau pun kos atau pasar yang lebih rendah (cost or market whichever is lower).

2.

Definisi elemen dan pos laporan keuangan


Standar akuntansi memberikan batasan (definisi) pengertian istilah atau nama-nama
yang digunakan dalam laporan keuangan agar tidak terjadi kesalahan klasifikasi oleh
penyusunan dan kesalahan interpretasi oleh pemakai. Dengan batasan tersebut setiap
transaksi akan dimasukkan ke dalam elemen dan pos yang tepat. Elemen laporan
keuangan terdiri atas aktiva, utang, modal, pendapatan (revenue), biaya (expense),
untung (gain), rugi (loss), dan laba (net income).14)Pos laporan merupakan rincian dari
tiap elemen tersebut. Batasan tersebut diperlukan karena laporan keuangan banyak
menggunakan istilah atau nama-nama yang digunakan sehari-hari yang sudah terlanjur
mempunyai arti umum. Hal ini sering menimbulkan salah arti di pihak pemakai karena
pemakai cenderung mengartikan istilah dengan pengertian umum yang sering kali
berbeda dengan.arti yang dimaksudkan dalam laporan keuangan. Karena itu pemakai
laporan hendaknya mengartikan istilah sesuai dengan pengertian yang didefinisi dalam

14) Dalam arti luas atau sebagai jumlah kotor, income dapat diterjemahkan menjadi pendapatan. Income dapat
juga diartikan sebagai laba kalau yang dimaksudkan adalah net income. Istilah untung dapat digunakan
sebagai padanan gain untuk membedakannya dengan istilah laba yang mungkin berarti net income.

41

prinsip akuntansi. Sebagai contoh, prinsip akuntansi mendefinisi "kas" sebagai uang
atau alat-alat lain yang disamakan dengan uang (misalnya: saldo rekening giro di bank
dan cek yang diterima dari pihak lain). Di lain pihak, pengertian umum kas adalah sarna
dengan uang. Demikian pula dengan istilah "modal". Modal dalam pengertian umum
sering disamakan dengan uang, barang dagangan atau barang berharga lainnya. Padahal
menurut akuntansi, modal adalah hak pemilik atau jumlah rupiah kekayaan yang
tertanam dalamperusahaan (kalau dilihat dari sudut pemilik). Prinsip akuntansi memberi
batasan tentang pengertian-pengertian elemen atau pos laporan keuangan yang lain
misalnya. sediaan, utang lancar, surat-surat berharga, aktiva tetap dan sebagainya.
Definisi ini juga merupakan salah satu kriteria untuk menentukan apakah suatu jumlah
rupiah tertentu perlu diakui dalam sistem pembukuan perusahaan.
3.

Pengakuan (recognition)
Kalau suatu transaksi atau kejadian dinyatakan "diakui" (to be recognized) maka berarti
bahwa jumlah rupiah transaksi tersebut dicatat ke dalam sistem pencatatan sehingga
akan mempengaruhi laporan keuangan. Jadi pengakuan berhubungan dengan masalah
apakah suatu transaksi dicatat atau tidak. Prinsip akuntansi mengatur tentang pengakuan
ini dengan memberikan beberapa kriteria pengakuan yaitu syarat-syarat apakah yang
harus dipenuhi agar suatu transaksi dapat diakui. Misalnya saja, prinsip akuntansi
memberikan pedoman tentang saat pendapatan perusahaan diakui; apakah pada saat
barang telah diserahkan kepada pelangganan atau telah terjadi penjualan (pada saat
realisasi), apakah eada saat barang masih diproduksi ataukah pada saat uang telah
diterima seluruhnya dari pelangganan atas hasil penjualan barang.

4.

Pengungkapanlpenyajian

(disclosure/presentation)

Pengungkapan bersangkutan dengan masalah bagaimana suatu informasi keuangan


disajikan dalam laporan keuangan. Misalnya, apakah informasi tersebut harus disajikan
secara terpisah dari laporan utama, apakah informasi tersebut digabungkan dengan pos
laporan yang lain, apakah suatu pos laporan perludirinci atau apakah informasi te~sebut
cukup disajikan dalam bentuk catatan kaki (footnote). Termasuk dalam pengertian
pengungkapan ini.ialah masalah penentuan masuk-tidaknya informasi tambahan yang
penting (kualitatif maupun kuantitatif) ke dalam laporan keuangan. Prinsip akuntansi
mengatur cara-caramengungkapkaninformasitersebut.Salah satucontohpengungkapan
yang diatur prinsip akuntansi misalnya saja bahwa utang bersyarat yang penting harus
diungkapkan dalam laporan keuangan.
Dengan hal-hal pokok yang diatur prinsip akuntansi di atas, diharapkan bahwa laporan
keuangan akan ditafsirkan dengan benar dan tidak menyesatkan pemakainya. Apa yang
diatur dalam standar di atas juga akan menjadi salah satu kriteria bagi auditor untuk
menentukan kewajaran laporan keuangan.

42

Struktur Akuntansi Keuangan


Apa yang diungkapkan P&L dalam bab ini sebenarnya menjadi dasar suatu struktur akuntansi
yang diterpakan dalam suatu lingkungan tertentu, misalnya suatu negara. Struktur akuntansi
ini tidak lain merupakan suatu model akuntansi (dalam arti luas) yang dipilih untuk
diterapkan dan menjadi landasan sistem informasi akuntansi yang paling bermanfaat dan
efektifdalampengambilankeputusanekonomik di suatunegara.Telahdisebutkansebelumnya
bahwa dalam pembentukan strukturini nampaknya P&L mengunggakanpendekatan deduktif
dan normatif. Prinsip akuntansi yang dipilih dan standar akuntansi yang ditetapkan pada
akhimya akan memepgnaruhi praktik akuntansi dalam suatu negara dan stnadar akuntansi
disusun atas dasar tujuan yang ingin dicapai dalam pelaporan akuntansi. Tujuan itu sendiri
ditentukan atau diasumsikan dengan mempertimbangkan faktor sosial, ekonomi dan
kebudayaan tempat akuntansi akan diterapkan. Karena itu, struktur akuntansi yang demikian
dapat dikatakan sebagai struktur deduktif dan normatif. Struktur akuntansi yang demikian
dapat disajikan dalam Gambar 1.3 di halaman berikut. Gambar tersebut menjelaskan juga
tentang keterkaitan ketiga alasan yang dikemukakan P&L tentang diperlukannya standar
akuntansi yang mantap agar mekanisme pelaporan informasi akuntansi menjadi efektif.
Fungsi Akuntansi Publik
Dimasukkan pula dalam Gambar 1.3 tersebut fungsi pemeriksaan akuntansi (auditing) untuk
menunjukkan keterkaitan antara manajemen , pihak berkepentingan dan pihak independen.
akuntan publik adalah profesi yang berhak melakukan pemeriksaan terhadap laporan
keuangan. Pemeriksaan diperlukan agar pemakai mendapatkan keyakinan yang cukup tinggi
dalam menggunakan informasiuntuk kepentingan keputusannya. Akuntantidak bertanggung
jawab terhadap laporan keuangan akan tetapi bertanggung jawab atas pendapat yang
diberikan terhadap kewajaran laporan keuangan. Pendapat akuntan publik dituangkan dalam
laporan resmi yang dikenal dengan laporan pemeriksaan akuntan atau laporan audit (audit
report).
Sebagai suatu profesi, akuntan publik harus tunduk pada etika profesi dan menjalankan
tugasnya dengan memenuhi standar kualitas profesi yang disebut norma pemeriksaan
akuntan. Untuk dapat menyatakan pendapat tentang kewajaran laporan keuangan, akuntan
publik harus memeriksa dua sasaran pemeriksaan yaitu:
(1) Kesesuaian laporan dengan prinsip akuntansi berterima umum
Dalam hal ini akuntan akan melakukan pemeriksaan danpengujian apakahpendefinisian,
pengukuran, penilaian, pengakuan dan pengungkapan pos-pos laporan keuangan telah
sesuai dengan standar yang telah ditetapkan atau sesuai dengan praktik akuntansi yang
lazim (sound accounting practices). Karena itu sasaran umum pemeriksaan setiap pos
laporan keuangan adalah:
pengukuran (measurement)
penilaian (valuation)

43

TUJuan laporan
tercapai

Didapatkan
kesamaan arti
terhadap pesan
informasi

Perusahaan

Pihak
Berkepentingan

Sistem Informasi
Akuntansi

Investor
Kreditor
Laporan
Keuangan

Pemerintah

Manajemen

Pelangganan
Masyarakat Umum

Auditor

Menyusun &
menyajikan
berdasarkan

Memeriksa apakah
laporan keuangan
sesuai dengan

Mengartikan &
menganalisis
berdasarkan

Standar Akuntansi atau Prinsip Akuntansi Berterima Umum

r
Konsep Dasar

r
T~jt.~nPelaporan

.1

r
Faktor Lingkungan
(sosial, budaya,
ekonomi dan politik)

Gambar 1.3
Struktur Akuntan dan Fungsi Pemeriksaan Akuntan
44

klasifikasi/pendefinisian (classification)
saat pengakuan yang tepat (cutoff)
penyajian (presentation)
(2) Bebasnya
laporan
keuangan
ketidakpastian
yang material

dari

unsur

kesalahan,

ketidakjujuran

dan

:Kesesuaian dengan prinsip akuntansi berterima umum tidak cukup untuk menjadi dasar
kewajaran laporan keuangan. Laporan keuangan juga harns dapat dipercaya dan dapat
diandalkan. Sasaran umum pemeriksaan terhadap pos laporan yang bersangkutan
dengan masalah ini adalah:
Validitas pos (validity)
Eksistensi fisik (physical existence)
Kebenaran kejadiannya (occurrence)
Ketelitian perhitungan (mechanical accuracy)
Penguasaan dan pemilikan (control and ownership)
Kelengkapan (completeness)
Peng;ungkapan informasi penting dan ketidakpastian (disclosure)15}

Tentu saja tiar sasaran di atas tidak berdiri sendiri akan tetapi saling berkaitan danjuga
tidak setiap sasaran dapat diterapkan untuk tiap pos. Dari sasaran umum tersebut auditor akan
dapat menentukan sasaran khusus dan prosedur yang harns dilakukan. Berdasarkan sasaran
khusus dan prosedur yang se.suaidapat dibuatprogram pemeriksaan.
Dari uraian di atas jelaslah perbedaan antara fungsi akuntan sebagai bagian dari
manajemen perusahaan dan fungsi akuntan publik sehingga dapat dibedakan antara disiplin
akuntansi keuangan dan pemeriksaan akuntan. menjadi jelas pula hubungan antara laporan
keuangan, laporanpemeriksaan dan prinsip akauntansi berterima umum. Hubungan tersebut
akan tercermin pula dalam isi laporan pemeriksaan bentuk standar.
BACAAN TAMBAHAN
Arens, Alvin, A. and A James K. Loebbecke. Auditing: An Integrated Approach. Englewood
Cliffs, N.J.: Practice-hall, Inc. 1988, Chapter 5.
Depdikbud. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pus taka, 1988.
FASB. Accounting Standards: Current Text. New York McGraw-Hill Book Company, 1987.
. Accounting Standards: Original Pronouncements. New York: FASB, 1986.
' "Objectives of Financial Reporting by Business Enterprise." Statement of Financial
Accounting Concepts No.1, Stamford, Connectient, 1978.

15) Alvin A. Arens and James K. Loebbecke. Auditing: And Integrated Approach (Englewood Cliffs, N.J.:
Practice-hall, Inc., 1988), hal. 147.

45

Grady, Paul, Inventory of Generally Accepted Accounting Principles for Business Enterprises. New York: AICPA, 1965, Chapter 1.
Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), Prinsip Akuntansi Indonesia 1984. Jakarta: Percetakan
Negara RI, 1985.
, Norma Pemeriksa Akuntan, Jakarta: PT Temprint, 1986.
, "Akuntansi untuk Transaksi dan Penjabaran Mata Uang Asing." Prinsip Akuntansi
Indonesia Pemyataan No.1. Jakarta: IAI, 1988.
J.S. Badudu. Inilah Bahasa Indonesia Yang Benar II, Jakarta: PT Gramedia, 1986.
Kieso, Donald E., and Jerry J. Weygandt. Intermediate Accounting. New York: John Wiley
& Son, 1986, Chapter 1-2.
Rubin, Steven. "The House of GAAP"." Journal of Accountancy, June 1984.

PERTANYAAN
1. Sebutkan dan jelaskan beberapa faktor yang menyebabkan bahwa prinsip akuntansi
diperlukan dalam pelaporan keuangan!
2. Jelaskan fungsi prinsip akuntan bentuk standar kemudian artikan makna tiap kalimat
dalam laporan tersebut.
3. Carilah contoh laporan akuntan bentuk standar kemudian artikan makna tiap kalimat
dalam laporan tersebut!
4. Apa yang dimaksud dengan "prinsip akuntansi berterima umum" (generaly accepted
.
accounting principle) yang terdapat dalam laporan akuntan?
5. Bacalah laporan akuntan bentuk standar versi Norma Pemeriksaan Akuntan. Apa yang
dimaksud dengan "prinsip" akuntansi Indonesia" dalam laporan tersebut? Samakah
pengertian dengan "Prinsip Akuntansi Indonesia"?
6. Bila dapat dipastikan bahwa laporan keuangan bebas dari kesalahan dan ketidakjujuran,
apakah masih diperlukan suatu standar akuntansi?
7. Apakah laporan keuangan yang disusun sesuai dengan prinsip akuntansi berterima kasih
umum dengan sendirinya laporan keuangan tersebut wajar? Apakah ukuran kewajaran
laporankeuangan?
8. Pedoman, ketentuan atau praktik yang bagaimana yang dapat dimasukkan sebagai
bagian dari prinsip akuntansi berterima umum?
.
9. Saudara setuju dengan istilah yang mana, prinsip akuntansi atau standar akuntansi?
10. Apakah yang dimaksud dengan laporan keuangan umum?
11. Berdasarkan tujuan yang ingin dicapai dalam laporan keuangan, informasi tentang apa
saja yang harns disampaikan kepada pihak yang berkepentingan?
12. Mempelajari tujuan laporan keuangan sebagaimana disebutkan dalam PAl, siapakah
sebenamya pihak berkepnemntingan yang menjadi fokus laporan keuangan? Menurut
pendapat saudara, sesuaikah tujuan tersebut dengan keadaan lingkungan di Indonesia?
13. Sebutkan faktor-faktor lingkungan yang melandasi tujuan pelaporan keuangan seperti
ketentuan oleh FASB dalam SFAC No.I!
46

..-

-.._----

14. Sebutkan laporan keuangan apa saja yang terdapat dalam laporan keuangan yang
lengkap. jelaskan laporan keuangan yang mana yang saudara anggap dapat memenuhi
tiap tujuan laporan keuangan?
15. Gambarkanlah "The House of GAAP" yang kira-kira berlaku di Indonesia?
16. Jelaskan bagaimana metodologi penyusunan standar akuntansi dengan pendekatan
deduktif dan induktif! Sebutkan dan jelaskan metodologi atau pendekatan yang lain!
17. Pedoman pelaporan apa saja yang sebenarnya diatur oleh prinsip/sandar akuntansi untuk
tiap pos laporan keuangan? Berilah beberapa contoh, bila perlu lihatlah buku Prinsip
Akuntansi Indonesia.
18. Apakah perbedaan antara pelaporan keuangan dan laporan keuangan?
19. Periksalah tujuan pelaporan keuangan yang disebutkan dalam buku PAl (disebut tujuan
laporan keuangan)! Bandingkan isi tujuan tersebut dengan tujuan yang ditetapkan oleh
FASB, kemudian diskusikan apakah tujuan tersebut sesuai atau mencerminkan faktor
lingkungan Indonesia?
20. Carilah penerbitan, brosur, prospektus, laporan tahunan, pamflet atau koran yang di
dalamnya dimuat laporanpemeriksaan akuntanuntuk suatuperusahaan tertentu.Jelaskan
apa arti tiap ungkapan yang termuat dalam laporan pemeriksaan akuntan tersebut!

47