Anda di halaman 1dari 9

RESUME SEMINAR

TANTANGA N MENGHADAPI DUNIA KERJA


DIBIDANG PERBANKAN DALAM ERA GLOBALISASI

PEMBICARA :
Jarwardi Djafar

TRISAKTI SCHOOL OF MANAGEMENT


Jalan Cut Meutia No 2 Bekasi 17114
DISUSUN OLEH :
GABRIEL MARGARETA KRISTALIN MADJAN
201380004

Bank.....
Secara sederhana bank diartikan sebagai lembaga keuangan yang kegiatan usahanya
adalah menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali dana tersebut ke
masyarakat serta memberikan jasa-jasa bank lainnya.
Pengertian bank pada awal di kenalnya adalah meja tempat menukar uang. Lalu
pengertian berkembang penyimpan uang dan seterusnya. Pengertian ini tidaklah salah, karena
pengertian pada saat itu sesuai dengan kegiatan bank pada saat itu. Namun semakin
modernnya perkembangnya dunia perbankan, maka pengertian bank pun berubah pula. Bank
ialah semua badan usaha yang bertujuan untuk menyediakan jasa-jasanya jika terdapat
permintaan atau penawaran akan kredit.
Dasar Perbankan
Pengertian bank menurut Undang-Undang Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun
1998, Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk
simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentukbentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
Jenis-Jenis Bank
A. Fungsi
Menurut Undang-Undang Pokok Perbankan Nomor 7 Tahun 1992 dan ditegaskan lagi dengan
keluarnya Undang-Undang RI. Nomor 10 Tahun 1998 maka jenis perbankan berdasarkan
fungsinya terdiri d ari:
1. Bank Sentral
Bank Sentral yang dimaksud adalah Bank Indonesia
2. Bank Umum
Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan
atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu
lintas pembayaran.
3. Bank Perkreditan Rakyat (BPR)
Bank Perkreditan Rakyat (BPR) adalah bank yang melaksanakn kegiatan usaha secara
konvensial atau berdasarkan prinsip syariah.
B. Kepemilikan
1. Bank Milik Pemerintah

Bank milik pemerintah merupakan bank yang akte pendirian maupun modal bank ini
sepenuhnya dimiliki oleh Pemerintah Indonesia, sehingga seluruh keuntungan ini
dimiliki oleh pemerintah pula. Contoh : Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat
Indonesia (BRI), Bank Tabungan Negara (BTN), dan Bank Mandiri.
Terdapat pula Bank Pemerintah Daerah (BPD) terdapat di daerah tingkat I dan tingkat
II masing-masing provinsi. Modal BPD sepenuhnya dimiliki oleh Pemda masingmasing tingkatan. Contoh : BPD DKI Jakarta, BPD Jawa Barat, BPD Jawa Tengah,
BPD DI. Yogyakarta, BPD Riau, BPD Sumsel, BPD Jawa Timur,

BPD Sulawesi

Selatan, BPD Bali, BPD Nusa Tenggara Barat, BPD Papua, dll
2. Bank Milik Swasta Nasional
Bank milik swasta nasional merupakan bank yang seluruh atau sebagian besar
sahamnya dimiliki oleh swasta nasional. Hal ini dapat diketahui dari akte pendiriannya
didirikan oleh swasta sepenuhnya, begitu pula dengan pembagian keuntungannya
swasta pula. Contoh : Bank Bumi Putra, Bank Central Asia, Bank Danamon, Bank
CIMB Niaga, Bank Mega, Bank Muamalat, Bank Permata, dll.
3. Bank Milik Koperasi
Bank milik koperasi merupakan bank yang kepemilikan saham-sahamnya dimiliki oleh
perusahaan yang berbadan hukum koperasi. Contoh bank macam ini adalah Bank
Umum Koperesi Indonesia (Bank Bukopin).
4. Bank Milik Campuran
Bank milik campuran merukan bank yang sahamnya dimiliki oleh 2 belah pihak yaitu
dalam negeri dan luar negeri. Artinya, kepemilkikan saham bank campuran dimiliki
oleh pihak saing, dan pihak swasta nasional. Komposisi kepemilkikan saham secara
mayoritas dipegang oleh warga negara Indonesia. Contoh bank campuran antara lain:
Bank Finconesia, Bank Merincorp, Bank PDFCI, Bank Sakura Swadarma, Ing Bank,
Mitsubishi Buana Bank, Paribas BBD Indonesia, Sumitomo Niaga Bank, dan Sanwa
Indonesia Bank.
5. Bank Milik Asing
Bank milik asing merupakan bank yang kepemilikannya 100% oleh pihak asing di
Indonesia. Bank jenis ini merupakan cabang dari bank yang ada di luar negeri, baik

milik swasta asing atau pemerintah asing. Contoh : American Express Bank, Bank of
Amerika, Bank of Tokyo, Bangkok Bank, City Bank, Chase Manhattan, Deutsche
Bank, European Asian Bank, Hong Kong Bank dan Standard Chartered bank.
C. Status
1. Bank devisa
Bank devisa merupakan bank yang dapat melaksanakan transaksi ke luar negeri atau
yang berhubungan dengan mata uang asing secara keseluruhan. Contoh transaksi ke luar
negeri, inkaso ke luar negeri, travelers cheque, pembukaan dan pembayaran Letter of Credit
(L/C) dan transaksi luar negeri lainnya. Persyaratan umtuk menjadi bank devisa ini
ditentukan oleh Bank Indonesia.
2. Bank nondevisa
Bank nondevisa merupakan bank yang belum mempunyai izin untuk melaksanakan
transaksi sebagai bank devisa, sehingga tidak dapat melaksanakan transaksi sperti halnya
bank devisa. Jadi, bank nondevisa merupakan kebalikan dari bank devisa, di mana transaksi
yang dilakukan masih dalam batas-batas negara (dalam negeri).
D. Kegiatan Operasional
1. Bank Konvensional
Mayoritas bank yang berkembang di Indonesia dewasa ini adalah bank yang
berorientasi pada prinsip konvensional. Hal ini tidak terlepas dari sejarah Indonesia di mana
asal mula bank di Indonesia dibawa oleh colonial Belanda. Dalam mencari keuntungan dan
menetukan harga kepada para nasabahnya menggunakan dua metode, yaitu:
menetapkan bunga sebagai harga untuk produk simpanan seperti giro, tabungan, deposito
maupun produk pinjamannya (kredit) juga ditentukan berdasarkan tingkat suku bunga
tertentu. Penetuan harga ini dikenal dengan istilah spread based.
untuk jasa-jasa bank lainnya pihak perbankan konvensional (barat) menggunakan atau
menerapkan berbagai biaya-biaya dalam nominal atau persentase tertentu. System pengenaan
biaya ini dikenal dengan istilah fee based.
2. Bank Syariah
Bank berdasarkan Prinsip Syariah belum lama berkembang di Indonesia, namun sudah
menunjukkan tanda-tanda yang menggembirakan. Keluarnya fatwa Majelis Ulama Indonesia

(MUI) yang mengharamkan bunga bank konvensional tahun 2003 memperkuat kedudukan
bank syariah. Bagi bank Prinsip Syariah dalam penentuan harga produknya sangat berbeda
dengan bank Prinsip Konvensional. Bank berdasarkan Prinsip Syariah adalah aturan
perjanjian berdasarkan hukum Islam antara bank dengan pihak lain untuk menyimpan dan
atau pembiayaan usaha atau kegiatan perbankan lainnya. Dalam menentukan harga atau
mencari keuntungan bagi bank berdasrkan Prinsip Syariah adalah sebagai berikut:
pembiayaan berdasarkan prinsip bagi hasil (mudharabhah), prinsip penyertaan modal
(musharakah), Prinsip jual meli barang dengan memperoleh keuntungan (murabahah),
berdasarkan sewa murni tanpa modal (ijarah), dan dengan adanya pilihan pemindahan
kepemilikan atas barang yang disewa dari pihak bank oleh pihak lain (ijarah wa iqtina).
Jenis Pekerjaan Perbankan
1. Front Liner
Tugasnya adalah memberikan informasi dengan jelas dan lengkap kepada nasabah
maupun calon nasabah dari suatu bank. Dalam dunia perbankan, Frontliner
merupakan sebuah kategori dari fungsi jabantan pekerjaan di bank itu sendiri. Jenis
posisi / jabatan yang dapat dikategorikan sebagai frontliner dalam sebuah bank yaitu
termasuk diantaranya adalah seorang customer service dan teller.
2. Back Office
Tugasnya adalah memastikan transaksi teller sudah benar dan oke, membuat rekap
transaksi dari harian sampai tahunan. Back office adalah sebagai pendukung dari
bagian Front Office (Office Departemen, Marketing, termasuk Teller dan juga
Customer Service). Selain itu secara umum tugas back office adalah melanjutkan
(follow up) atas suatu transaksi bank yang dilakukan nasabah pada front office.
3. Marketing
Tugasnya adalah Berdasarkan tugasnya Marketing di bank diberdakan menjadi 2,
yaitu Account officer adalah marketing bank yang bertugas mencari nasabah untuk
pinjaman (debitur). Dan Funding officer adalah marketing bank yang bertugas
mencari nasabah untuk menabung (kreditur).
4. Bisnis Support (Specialist)
Tugasnya adalah membantu segala kegiatan administrasi dan mendukung operasional
untuk sebuah tim dalam divisi tertentu, diantaranya, membuat surat (memo
masuk/memo keluar) rekapitulasi data yang dibutuhkan oleh seluruh anggota tim
dalam satu divisi maupun data yang dibutuhkan oleh pimpinan divisi dimana anda
yang menjadi supportnya.
Permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswa Indonesia adalah

Financial Problem
Health Problem
Unemployement
ASEAN Free Trade Area

Indonesia Students Dilemmas


20 Leading Cause of Drop Out :
1. Finance
2. Failing
3. Unprepared
4. Outside job
5. Partying
6. Wrong course
7. Bad fit
8. Family promblem
9. Bad love
10. Homesick

11. No mentor
12. Health
13. New course
14. Life
15. Move
16. Children
17. Distance
18. Outside promblem
19. Housing
20. Burn out

The Non-Tuition Costs of Education :


Alkohol

Cell Phone

Food

Coffee

Greek Dues

Transportation

Clothing

Sporting Events

Books

Entertainment

Music Room

Supplies

Activity / Dorm

Spring Break

Computing Costs

Social Fees

Lab Fee

Room and Board

Perhitungan keuangan :
Budgeting
Buying Vehicle
Beli Rumah
Retirement
Student Loans
Saving & Investing

50/30/20
20/4/10 > 10 tahun
20% > Invesment Role > Nilai tidak boleh lebih dari 3 x 1 tahun
10% Role > Income Role
The first year salary role
The 6 month emergency fund role > the age role for stocks

Personal Financial Solution


Investasi :

Estate Planning :

- Stock
- Bond
- Mutual Market
- Mutual Fund
Tax Planning :
-

Heirs
Tax
Courst

Retirement Plan :

Tax Saving

Annuitas

ASEAN Free Trade Area


1. Tantangan Pendidikan : Mahasiswa dituntut terus menerus dapat meningkatkan
kemampuan dalam menempuh pendidikan dan berlatih dengan pola pemikiran yang
berbeda agar dapat memenangkan kompetisi persaingan dalam dunia kerja baik di
dalam negeri maupun dinegara anggota ASEAN lainnya.
2. Tantangan Perdagangan : Pengusaha/produsen Indonesia dituntut terus menerus dapat
meningkatkan kemampuan dalam menjalankan bisnis secara profesional guna dapat
memenangkan kompetisi dari produk yang berasal dari negara anggota ASEAN
lainnya baik dalam memanfaatkan peluang pasar domestik maupun pasar negara
anggota ASEAN lainnya.
10 Leading Causes of Bankruptcy :
42% Medical Expenses

7% Unexpected Disasters

1% Student Loans

22% Unemployed

1,5% Foreclosure

1% Repossessed

15% Uncontrolled spending habits

1,5% No Financial Plan

8% Divorce

1% Electric

Management waktu : Four Hours A Week

Hukum Pareto 80:20 (Fokus 20%)


Prinsip Pareto (The Pareto Principle) (juga dikenal sebagai aturan 80-20) menyatakan

bahwa untuk banyak kejadian, sekitar 80% daripada efeknya disebabkan oleh 20% dari
penyebabnya. Atau dengan kata lain 20% usaha menghasilkan 80% hasil. Prinsip ini
diajukkan oleh pemikir manajemen bisnis Joseph M. Juran, yang menamakannya berdasarkan
ekonom Italia Vilfredo Pareto (15 July 1848 19 August 1923), yang pada 1906 mengamati
bahwa 80% dari pendapatan di Italia dimiliki oleh 20% dari jumlah populasi. Dalam
implementasinya, prisip 80/20 ini dapat diterapkan untuk hampir semua hal:

80% dari keluhan pelanggan muncul dari 20% dari produk atau jasa.

80% dari keterlambatan jadwal timbul dari 20% dari kemungkinan penyebab
penundaan.

20% dari produk atau jasa mencapai 80% dari keuntungan.

20% dari tenaga penjualan memproduksi 80% dari pendapatan perusahaan.

20% dari cacat sistem menyebabkan 80% masalah.

Hukum Parkinson (Membuang semua hal yang tidak penting)


Parkinson di sini mengacu pada suatu hukum manajemen waktu, Hukum

Parkinson. Hukum parkinson mengemukakan suatu teori yg menjelaskan bahwa manusia


punya kecenderungan menyesuaikan suatu pekerjaan/usaha sesuai waktu yang tersedia.
Hukum tersebut pertama kali diperkenalkan oleh Cyril Northcote Parkinson, dalam salah satu
artikelnya yang dipublikasikan di majalah The Economist, pada November 1955. Inti bunyi
hukum tersebut adalah: Work expands to fill the time available for its completion atau jika
diterjemahkan Suatu pekerjaan seseorang akan berkembang untuk disesuaikan dan mengisi
waktu yang tersedia Namun diharapkan Anda dapat lebih menghemat waktu Anda dan selalu
memiliki banyak waktu luang.

Think Yourself In 5 Years :


Apa saja yang akan kamu lakukan untuk 5 tahun kedepan dalam menggapai kesuksesan mu?
A : Where do you see yourself in 5 years ?
B : Not looking at the price tag when Im shopping.
Wants To Be An Employee ? How They Did It ?
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Mempelajari ketahanan
Memiliki visi
Mengetahui apa yang anda bicarakan
Menghindari biaya bodoh
Memilih industri untuk pergi
Memahami kesederhanaan kepemimpinan

You think its crazy ?


Rata-rata pendapat masyakarat tentang kaya :

Kaya tidak buat bahagia

Kaya membuat orang berubah menjadi jahat


Kaya adalah keberuntungan
Kaya untuk orang jenius