Anda di halaman 1dari 11

A.

PENDAHULUAN
Inflammatory linear verrucous epidermal nevus (ILVEN) adalah hamartoma kutan
jinak yang memiliki karakteristik eritema, pruritus, papula inflamasi yang membentuk
pita. Pathogenesis ILVEN belum diketahui . dilaporkan secara klinis dan histologis
terdapat persamaan antara ILVEN dan psoriasis. Terdapat bukti langsung dan tidak
langsung seperti peningkatan IL-1, IL-6, TNF-, dan Intraceclular adhesion molecule-1
yang mana konpertemen ini juga yang meningkat pada psoriasis. Walaupun demikian
terdapat penurunan angka daei Ki-67, peningkatan keratin 10, dan ekspresi HLA-DR
pada ILVEN yang biasaya dibandingkan dengan psoriasis. Dari observasi gabugan
peningkatan ekspresi intraceluler adhesion molecule-1 , endothelial leukocyte adhesion
molecule -1, dan HLA-DR menunjukkan ketidakmampuan down-regulation dalam
infiltrasi inflamasi.
Terdapat beberapa modalitas yang dapat yang dapat dikerjakan dalam menangani
ILVEN seperti terapi topical, terapi sistemik, terapi destruktif, serta terapi laser. pada
tulisan ini akan direview beberapa pilihan untuk terapi ILVEN yang mana pada akhirnya
digunakan untuk memberikan pengetahuan dan pilihahan pengobatan pada pasien.
sehingga

pengetahuan dari klinisi dapat meningkat sehingga dapat menetapkan

pengobatan yang tepat pada pasien sehingga dapat menghindari resiko pembentukan
jaringan parut (scarring).

B. STATUS PASIEN DERMATOVENEREOLOGI


I.

IDENTITAS PASIEN
Nama
: Tn. Eko Sutrisno
Jenis Kelamin
: Laki-laki
Umur
: 27 tahun

Agama
Suku
Alamat
Pekerjaan
II.

: Islam
: melayu
: jalan dr.Sabran Gg.Manunggal A. no 16
: Swasta

ANAMNESIS
Anamnesis dilakukan pada tanggal :19 Agustus 2014

pukul:09.30

Keluhan utama :
Gatal dilengan kiri kurang lebih 3 minggu lalu.
Riwayat penyakit sekarang :
Pasien menyataja bahwa gatal pada ekstremitas atas sudah terjadi kirakira 3 minggu lali gatal hilang dan timbul bila terasa gatal. Rasa gatal
dikatakan karena penggunaan air asin untuk mandi. Akibat penggarukan
terdapat lesi di ekstremitas atas. Terdapat pula lesi yang sama pada bagian
leher dan bagian pinggang, yang keluhannya sama.

Riwayat penyakit dahulu :


Pasien mendapatkan lesi berpapul dari bilau masih kecil
Riwayat penyakit keluarga :
Ayah memiliki keluhan yang sama dengan pasien, dan tidak terdapat
riwayat atopi pada keluarga
Riwayat kebiasaan/lingkungan :
Pasien mandi dengan air PDAM
Riwayat sosial ekonomi :
Pasien bekerja pada perusahaan swasta, istrinya bekerja di Showroom
mobil, dan memiliki anak berumur 10 bulan
Resume anamnesis :

Pasien laki-laki 27 tahun mengalami gatal pada punggung, ekstremitas


atas, dan pinggang jika terkena air asin, diketahui mendapatkan lesi yang
sama, lesi yang gatal kemudian digaruk sehingga menimbulkan lesi yang
baru. Riwayat penyakit atopi dan alergi disangkal. Lesi yang terdapat
dibadan sudah ada sejak pasien masih kecil
III.

PEMERIKSAAN DERMATOLOGI
Lokasi dan Ujud Kelainan Kulit :
1. Pada lengan terdapat papula eritematosa, skuama, erosi linier
multiple
2. Terdapat papul lentikuler di punggung
3. Papul eritematosa multiple erosi skuama di bokong
4. Plak likenifikasi di leher

IV.

DIAGNOSIS
Diagnosis banding :
1. ILVEN

2.
3.

Ichthyosis hystrix
Nevus unius Lateris

Diagnosis :
ILVEN
V.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Tidak ada di sarankan pemeriksaan penunjang

VI.

TATA LAKSANA
A. NON MEDIKAMENTOSA
Hindari menggaruk lesi
B. MEDIKAMENTOSA
R/ Gentamisin krim tube I
S 1 dd applic 1
R/ metil prednisolon tab X
S 1dd tab 1
R/ Loratadin tab X
S 1dd tab 1
Tindakan cauterisasi

C. USULAN PEMERIKSAAN LANJUTAN


Pasien akan dilakukan beberapa kali sesi cauterisasi untuk
menghilangkan lesi pada yang terdapat pada bahu, ekstremitas atas,
dan pada pinggangnya

VII.

PROGNOSIS
Ad vitam
Ad functionam

: BONAM
: BONAM

Ad sanactionam

:BONAM

C. DISKUSI
DEFINISI
ILVEN adalah suatu bentuk nevus epidermis yang terdapat pada satu sisi tubuh berbentuk
linear, putus-putus seperti pita, atau bercak-bercak. Sinonimnya nevus Verrucosus atau nevus
unius lateris
EPIDEMIOLOGI
Nevus epidermis terjadi pada 1 dari 1000 kelahiran hidup. Sekitar 80% lesi kelihatan pada
saat umur 1 tahun, dan berkembang sampai umur 14 tahun. Prevalensi pada anak-anak 0.10.5%
PATOGENESIS
Penyebab dan pathogenesis ILVEN tidak diketahui. Tetapi diduga terkait upregulation IL-1,
IL-6, dan TNF-, dan intercellular adhesion molecule 1. Infeksi dapat memicu peradangan
klonal pada ILVEN. Susunan yang linear menunjukkan somatic mosaicim untuk gen.
epidermal verrucous nevi mewakili proliferasi keratinosit atau epitel adneksa yang muncul
dari sel pluripoten dilapisan germinal ectoderm embrio.
GAMBARAN KLINIS DAN HISTOPATOLOGI
Lesi verukosa warna merah muda, abu-abu kotor, atau tersusun membentuk bercak. Dapat
disertai pertandukan atau komedo. Gambaran longitudinal pada ekstremitas, transversal pada

batang

tubuh,

PILIHAN TERAPI
TERAPI TOPIKAL

dan

tidak

pernah

melampaui

garis

tengah

tubuh.

Terapi topical adalah cara yang non invasive dalam pengobatan lesi pada ILVEN terdapat
banyak agen yang dapat meredakan gejala seperti gatal atau menghilangkan lesi. Salah satu
yang tertua adalah dengan menggunakan dithranol. Ditranol bekerja dengan memblokade
Replikasi DNA. Dengan segera efek dithtranol dijelaskan dengan menunjukkan kejadian
ILVEN pada psoriasis. Biarpun demikian pengobatan dengan dithtranol kurang menunjukkan
hasil yang baik. Selain itu terapi steroid topical juga dilaporkan dapat menghilangkan gejala
dan lesi inflamasi. Salah satu studi ang yang diadapatkan adalah pruitus dan inflamasi sedikit
membaik dnegan kortikosteroid topical dan petrolatum ointment yang terdiri dari asam
salisilat akan tetapi terapi ini juga dianggap kurang memuaskan. Terapi lain yang dilakukan
adalah dengan kombinasi krim tretionin 0,1% dan 5-FU 5% yang mena setelah digunakan
dalam 2 bulan menunjukkan hasil yag baik pada pasien ILVEN . pengelupasan secara kimia
(Chemical Peels) juga dilaporkan dalam pengobatan ILVEN. Toyozawa et al melaporkan
bahwa lesi berespon secara efektif dengan tricholoroacetic acid (TCA) peeling treatment.
TCA dilakukan dalam 2 menit. Teknik ini adallah teknik yang sederhana dan nyeri yang
dihasilkan minimal dan tidak terdapat efek samping yang luas.
TERAPI SISTEMIK
Sedikit jenis dari preparat oral yang dapat digunakn dalam pengobatan lesi ini. Termasuk
pengobatan biologi ataupun terapi retinoids. Bogle et al melaporkan penggunaan etanercept
dapat digunakan dalam penggunaan ILVEN karena secara klinis terdapat persamaan antara
ILVEN dan psoriasis. Kombinasi terapi sistemu dengan fototerapi digunakan pula dalam
terapi ILVEN. Ini dibuktikan oleh penelitian yang dilakukan ozdemir et al yang mana
dilaporkan menggunakan teknik ini pada psoriasis luas dan ILVEN

pada permukaan

ekstensor tangan kanan, yang mana diobati dengan acitrecin pada minggu pertama dan
dilanjutkan dengan NB-UVB pada minggu kedua. treatmen dilakukan 3 kali seminggu
selama 8 minggu. dilaporkan pengobatan ini sangat efektif dalam pengobatan ILVEN.

TERAPI DESTRUKTIF
Terapi destruktif adalah modalitas yang terdiri dari cryosurgery, electrodessication, dan
surgical excision. Fox dan lapin melaporkan keberhasilan ILVEN dengan teknik
Cryotherapy, dengan teknik ini dapat menunjukkan hasil baik pada aspek kosmetik. Juga
digunakan teknik electrodessication with or without curettage, tindakan ini sederhana dan

dapat ditoleransi dengan baik pada hasil kosmetik. Surgical excision merupakan tindakan
berbeda dalam pengobatan ILVEN. Bazex et al menjelaskan pengobatan dengan
menggunakan pisau bedah dengan mengikuti dermatom, dan di ikuti dengan Phenol-peeling
pada

area yang berpigmentasi. Tindakan ini memberikan hasil yang baik. Lee et al

melaporkan 4 pasien dengan ILVEN berhasil diterapi dengan surgical excision. Akan tetapi
terapi ini beresiko tinggi dalam terjadinya jaringan parut dan tinggi angka rekurensinya.
TERAPI LASER
Terdapat beberapa terapi yang digunakan dalam terapi ILVEN diantaranya adalah:
Photodynamic Therapy (PDT)
Parera et al melaporkan pasien dengan ILVEN menunjukkan hasil baik dengan PDT
dengan sinar merah (570-670 nm) dengan metil aminolevulinate (MAL), in et al
melaporkan 12 pasienyang diobati topical dengan 5-aminolevulinic acid( ALA) 20%
atau MAL setelah setelah ablasi laser CO 2 pada interval 1 sampai 4 minggu, 7 dari 12
pasien menunjukkan adalah perbaikan, yang mana didapatkan 51%-75% menurunkan

volume lesi.
Laser CO2
Laser CO2 efektif pada lesi yang keras, nevi keratotic, dll. Molin dan sarhammar
melaporkan ILVEN sukses di terapi dengan laser CO 2. Pada studi retrospektif 21
pasien di terapi dngan laser CO 2 menunjukkan baiknya perbaikan dalam hal estetika
akan tetapi angka kekambuhan cukup tinggi. Paradela et al melaporkan pasien
dengan verucous epidermal nevi yang diterapi dengan laser CO2 dengan dosis 2
W/cm2, dengan follow-up 4-79 bulan menunjukkan perbaikan pada 92% pasien
dengan nevus yang datar dan lembut dan 33% pada pasien dengan nevus keratotic.\

D. KESIMPULAN DAN SARAN


Pengobatan lesi congenital serperti ILVEN merpuakan tantangan besar. Dokter harus dapat
memperhitungkan resiko terjadinya jaringan parut. Beberapa hal yang mempersulit kondisi
pengobatan adalah area distribusi yang memungkinkan terjadinya jaringan parut. Oleh karena
itu harus dipertimbangkan dengan benar tindakan yang akan dilakukan oleh dokter untuk
menghindari adanya kecacatan yang terjadi pada kulit pasien.

DAFTAR PUSTAKA

1. Welch ML, Smith KJ, Skelton HG, et al. Immunohistochemical features


in inflammatory linear verrucous epidermal nevi suggest a distinctive
pattern of clonal dysregulation of growth. J Am AcadDermatol.
1993;29:242-248.
2. Vissers WH, Myus L, Erp PE, et al. Immunohistochemical differentiation
between inflammatory linear verrucous epidermal nevus (ILVEN) and
psoriasis. Eur J Dermatol. 2004;14:216-220.
3. de Mare S, van de Kerkhof PC, Happle R. Dithranol in the treatment of
inflammatory linear verrucous epidermal nevus. Acta Derm Venereol.
1989;69:77-80.

4. Kawaguchi

H, Takeuchi

M,

Ono

H,

et

al. Adult

onset

of

inflammatorylinear verrucous epidermal nevus. J Dermatol. 1999;26:599602.


5. Mutasim DF. Successful treatment of inflammatory linear verrucous
epidermal nevus with tacrolimus and fluocinonide. J Cutan Med Surg.
2006;10:45-47.
6. Bhm I, Bieber T, Bauer R. Successful therapy of an ILVEN in a year-old
girl with calcipotriol. Hautarzt. 1999;50:812-814.
7. Bhm M, Luger TA, Traupe H. Successful treatment of inflammatory
linear verrucous epidermal naevus with topical natural vitamin D3
(calcitriol). Br J Dermatol. 2003;148:824-825.
8. Zvulunov A, Grunwald MH, Halvy S. Topical calcipotriol for treatment of
inflammatory linear verrucous epidermal nevus. Arch Dermatol.
1997;133:567-568.
9. Garg T, Khaitan BK, Sood A. Limited role of calcipotriol in inflammatory
linear verrucous epidermal naevus. Indian J Dermatol Venereol Leprol.
2001;67:48-49.
10. Kim JJ, Chang MW, Shwayder T. Topical tretinoin and 5-fluorouracil in
the treatment of linear verrucous epidermal nevus. J Am Acad Dermatol.
2000;43:129-132.
11. Toyozawa S, Yamamoto Y, Kaminaka C, et al. Successful treatment with
trichloroacetic acid peeling for inflammatory linear verrucous epidermal
nevus. J Dermatol. 2010;37:384-386.
12. Bogle MA, Sobell JM, Dover JS. Successful treatment of a widespread
inflammatory verrucous epidermal nevus with etanercept. Arch Dermatol.
2006;142:401-402.
13. Renner R, Rytter M, Sticherling M. Acitretin treatment of a systematized
inflammatory linear verrucous epidermal naevus. Acta Derm Venereol.
2005;85:348-350.
14. Ozdemir M, Mevlitoglu I, Balevi. Acitretin narrow-band TL-01
phototherapy but not etanercept treatment improves a localized

inflammatory linear verrucous epidermal naevus with concomitant


psoriasis. J Eur Acad Dermatol Venereol. 2009;23:1453-1454.

LAMPIRAN