Anda di halaman 1dari 2

Kebijakan yang diperlukan di HRD atau personalia :

NO

SOP TENTANG

KEBIJAKAN YANG DIPERLUKAN

Absensi SDI

Diberlakukan kepada semua SDI RSAS Wonogiri

Absensi Sidik Jari

Cuti Bersalin

Setiap SDI wajib mentatati peraturan RS dengan hadir dan pulang tepat waktu dengan peraturan yang
berlaku
1. Bagi Staff / SDI Putri yang sudah bekerja selama lebih dari 3 tahun / sudah berstatus sebagai SDI tetap,
cuti melahirkan anak pertama dan kedua selama 3 bulan, sedangkan kelahiran anak ketiga dan seterusnya
diberikan cuti 2 bulan
2. Bagi staf/ SDI Putri yang bekerja kurang dari 3 tahun atau belum berstatus sebagai SDI tetap, keterangan
lengkap hak cuti melahirkannya dapat dilihat pada SOP Lamanya Cuti

Cuti Karena Alasan Penting

Lama cuti karena berdasarkan alasan yang mendesak / penting.

LIBUR / Cuti Sakit

Cuti sakit diberikan oleh dokter RSAS Wonogiri.

Cuti Tahunan

Kenaikan Jenjang Karya

Penghargaan yang bermanfaat dan berbarakah tetapi menyesuaikan dengan kemampuan RSAS Wonogiri

Lamanya cuti

Membuka Dokumen Kepegawaian

1. Untuk menyeragamkan cara permintaan / permohonan cuti (berkeadilan)


2. Lamanya cuti tergantung dari macam cuti dan masa kerja.

10

Mengisi Data Dokumen Kepegawaian

Setiap data dan dokumen SDI RSAS Wonogiri harus disimpan dengan baik

11

Meninggalkan Jam Kerja

Bahwa semua SDI saat meninggalkan area RSAS harus berdasarkan pada waktunya, dan apabila pada saat jam
kerja harus sepengetahuan atasannya

12

Menyimpan Dokumen Kepegawaian

Seluruh data menyangkut kepegawaian harus disimpan dengan tertib dan aman

13

Mutasi

Dilaksanakan fleksibel, berdasarkan saran dan masukan pejabat structural yang dapat
dipertanggungjawabkan, tetapi tetap menjadi kewenangan sepenuhnya Direktur

14

Orientasi SDI Baru

Diberlakukan kepada setiap SDI yang baru masuk memulai kerjanya di RSAS Wonogiri

15

Pelaksanaan Hak Cuti

Diberlakukan kepada seluruh SDI RSAS Wonogiri

16

Pemberhentian SDI karena Kesalahan (PHK)

17

Pemberhentian SDI karena permintaan sendiri (RESIGN)

18

Pemberian penghargaan

1.

Cuti tahunan diberikan SDI RSAS Wonogiri yang telah bekerja selama 3 tahun berturut turut atau
sudah menjadi SDI tetap.
2.
Lama cuti tahunan selama 12 hari kerja, tiap kali mau cuti maksimal yang dapat diambil adalah 3 hari
kerja berturut turut.

Setiap data SDI RSAS Wonogiri harus disimpan dengan tertib dan aman, maka pengeluaran/peminjaman data
SDI harus melalui prosedur yang baik

Setiap pelanggaran atau SDI yang berbuat kesalahan harus dapat mempertanggungjawabkan pelanggarannya,
diberikan sanksi berupa pemberhentian sesuai dengan peraturan yang berlaku di RSAS Wonogiri
Pelaksanaan pengunduran diri SDI dari RSAS Wonogiri tetap dapat diatur sehingga tidak mendadak karena
akan berdampak pada pelayanan
Penghargaan yang bermanfaat dan berbarakah tetapi menyesuaikan dengan kemampuan RSAS Wonogiri

NO

SOP TENTANG

KEBIJAKAN YANG DIPERLUKAN

19

Pemberian sanksi keperawatan

Agar tercipta tata kerja dan kinerja yang tertib dan disiplin di lingkungan keperawatan RSAS Wonogiri.

20

Pemberian sanksi non medis non keperawatan

Kesalahan dan pelanggaran kerja pada SDI Non Medis Non Keperawatan harus diberikan sanksi sesuai dengan
peraturan yang berlaku di RSAS Wonogiri

21

Pemberian sanksi penunjang medis

Kesalahan dan pelanggaran SDI harus diberikan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku di RSAS Wonogiri

22

Peminjaman file kepegawaian

Prosedur peminjaman harus jelas dan tertib.

23

Penerimaan SDI Baru

Diberlakukan terhadap semua pelamar yang berminat kerja & berkarya di RSAS Wonogiri

24

Pengelolaan file SDI

Semua file SDI terdokumentasi dengan tertib & terjaga dengan baik

25

Penggajian SDI

Penggajian adalah : gaji pokok, tunjangan struktural / fungsional, fee / dana tambahan lainnya, dikurangi
pinjaman atau dana potongan selainnya yang telah disetujui bersama.

26

Permintaan Tambahan SDI

Penggantian tenaga kerja harus memenuhi syarat syarat yang ditentukan.

27

SDI berobat jalan di RSAS

1. Pemeriksaan dilakukan Dokter yang ditunjuk.


2. Pengobatan pada jam kerja kecuali dalam keadaan darurat.