Anda di halaman 1dari 2

Analisa :

Pada data percobaan diatur nilai arus short circuit yaitu pada nilai 0,1-0,5 A. Nilai
arus short circuit berbanding lurus dengan nilai tegangan short circuit dan daya short circuit.
Semakin besar arus short circuit maka semakin besar nilai tegangan short circuit dan daya short
circuit. Tetapi nilai arus short circuit berbanding terbalik dengan parameter atau tahanan trafo
seperti resistansi, impedansi dan kapsitansi ekivalen trafo (Rek,Zek,Xek). Semakin besar arus
short circuit maka nilai Rek,Zek, Xek semakin kecil. Hal ini yang menyebabkan nilai arus short
circuit lebih besar dari arus primer atau arus nominal. Karena arus akan besar jika tidak ada yang
menghambat atau tidak ada yang memberi resistansi atau tahanan. Seperti pada data percobaan
nilai tahanan semakin kecil seiring dengan membesarnya nilai arus short circuit.

Kesimpulan :
1. Arus listrik lebih cenderung mengalir pada resistansi yang lebih kecil maka apabila
terjadi short circuit arus akan mengalir kebagian tanpa beban sedangkan yang memiliki
beban, arus listrik yang mengalir mendekati nol.
2. Nilai arus short circuit lebih besar dibandingkan arus primer atau arus nominal karena
arus listrik akan besar jika tidak ada yang menghambat atau tidak ada yang memberi
resistansi atau tahanan.
3. Semakin besar nilai arus short circuit maka semakin besar nilai tegangan short circuit dan
daya short circuit.
4. Semakin besar nilai arus short circuit maka semakin kecil nilai Rek, Zek, dan Xek.

Jawaban Pertanyaan :
1. Ketika trafo diberi tegangan arus bolak balik dari power supply, maka arus primer akan
mengalir dalam rangkaian dan melewati tahanan primer (Rp dan Xp). Arus primer
menghasilkan fluks magnet yang kemudian menghasilkan GGL. Dengan adanya GGL
akan menginduksi Sisi sekunder, akibat induksi tersebut terdapat juga arus yang mengalir
di sisi sekunder yang disebut dengan arus sekunder. Karena pada sisi sekunder terjadi
hubung singkat maka pada rangkaian terjadi siklus arus yang mengalir dari phasa ke
netral. Arus tersebut mengalir secara langsung sehingga tahanan sekunder menjadi kecil
dan arus sekunder menjadi arus short circuit yang besarnya melebihi nilai arus primer
atau arus nominal. Karena arus sekunder lebih besar dari arus primer atau arus nominal
hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada trafo. Karena arus sisi sekunder melebihi
batasan maksimum arus nominal.

3.pada open circuit seperti terlihat pada gambar rangkaian bahwa terdapat perpindahan
tegangan dari sisi primer ke sisi sekunder karena rangkaian yang terjadi adlah rangkaian
terbuka. Sehingga pada tes ini yang ditentukan adalah tegangan sekunder dan rugi besi.
Pada percobaan short circuit, terdapat perpindahan arus dari sisi primer ke sekunder, dan
yang ditentukan atau dihitung pada tes ini adalah arus short circuit dan rugi tembaga