Anda di halaman 1dari 3

LATAR BELAKANG

GAMBARAN KADAR HEMOGLOBIN PADA TUKANG PARKIR DI KAWASAN


PERTOKOAN DIPONEGORO, DENPASAR
Nama : I Putu Bandem Arista Putra
NIM

: P07134013045
Perwujudan kualitas lingkungan yang sehat merupakan bagian pokok di bidang

kesehatan, Udara sebagai komponen lingkungan yang penting dalam kehidupan perlu
dipelihara dan ditingkatkan kualitasnya sehingga dapat meningkatkan daya dukung untuk
lingkungannya. Pencemaran udara dewasa ini semakin menampakan kondisi yang sangat
memprihatinkan. Sumber pencemaran udara dapat berasal dari berbagai kegiatan antara lain
industri, transportasi, perkantoran dan perumahan (Devi, 2001).
Menurut Dinas Perhubungan Kota Denpasar (2014) data jumlah kendaraan bermotor
di Kota Denpasar dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang signifikan dimana pada
tahun 2013 jumlah Sepeda motor = 1.377.836, Bus = 4.198, Mobil barang = 56.425, dan
Mobil penumpang = 215.854.
Masuknya Pb pada tubuh tukang parkir dapat melalui pernafasan bersama asap, debu
dan gas. Masuknya Pb pada tubuh tukang parkir dapat menimbulkan berbagai efek negatif
pada kesehatan, yaitu pada saraf pusat dan saraf tepi, sistem kardiovaskuler, sistem
hemotopoetik, ginjal, pencernaan, sistem reproduksi, dan bersifat karsinogenik (Ardyanto,
2005). Tukang parkir merupakan salah satu kelompok yang berisiko tinggi terpapar Pb setiap
hari, karena mereka bekerja di jalan raya yang banyak dilalui oleh kendaraan. Denpasar
sebagai kota metropolis dan menjadi pusat bisnis, perdagangan, industri, pendidikan dan
sebagai pusat transportasi menjadikannya padat lalu lintas dan menyebabkan kemacetan.
Khususnya di daerah pertokoan Diponegoro disana banyak terdapat perdagangan sehingga

kendaraan bermotor maupun roda empat setiap harinya melewati jalan ini. Tukang parkir di
daerah ini juga tidak terlalu memperhatikan alat pelindung diri seperti masker (alat pelindung
pernapsan) ,dari itulah Pb lebih gampang bisa terhirup melaui pernapasan pada tukang parkir
di daerah ini.
Proses masuknya Pb ke dalam tubuh dapat melalui beberapa jalur, yaitu melalui
makanan dan minuman, udara (pernafasan) serta penetrasi atau perembesan pada selaput atau
lapisan kulit. Tetapi hanya sekitar 5% - 10% dari jumlah Pb yang masuk melalui makanan
dan atau sebesar 30% dari jumlah Pb yang terhirup yang akan diserap oleh tubuh. Dari
jumlah yang terserap itu hanya 15% yang akan mengendap pada jaringan tubuh, dan sisanya
akan turut terbuang bersama bahan sisa metabolisme (Suciani, 2009).
Darah adalah cairan yang sangat kompleks, yang terdiri atas elemen berbentuk
(formed elements; sel darah merah, sel darah putih, trombosit) dan plasma. Sel darah merah
(eritrosit) adalah elemen berbentuk yang paling banyak, dan mengangkut oksigen ke sel
tubuh melalui komponen utamanya, hemoglobin. Sel darah merah matang adalah sel
bikonkaf berbentuk cakram yang terisi oleh hemoglobin, yang berfungsi sebagai komponen
pengangkut oksigen darah. Berbeda dengan sebagian besar sel lain, eritrosit dalam keadaan
matang tidak memiliki nukleus; nukleusnya dikeluarkan selama fase akhir perkembangan
eritrosit.
Hemoglobin yang terkandung dalam sel darah merah adalah suatu protein yang kaya
akan zat besi dan memiliki afinitas (daya gabung) terhadap oksigen (Evelyn, 2010).
Hemoglobin memiliki warna kuning jika dilihat satu persatu, tetapi jika dilihat secara
keseluruhan hemoglobin akan berwarna merah dan memberi warna merah pada darah
(Watson, 2002).

Dampak yang dapat ditimbulkan dari pengaruh pencemaran Pb terhadap kesehatan


tubuh manusia, yaitu sebagai berikut :
a. Sistem hemopoetik ; Pb menghambat sistem pembentukan haemoglobin sehingga
menyebabkan anemia
b. Sistem saraf pusat dan tepi ; dapat menyebabkan gangguan ensefalopati dan gejala
gangguan saraf perifer.
c. Sistem ginjal ; dapat menyebabkan aminoasi duria, fosfoturia, glukosuria, netropati
fibrosis dan atropi glomerular.
d. Sistem gastro intestinal ; menyebabkan kolik dan konstipasi
e. Sistem kardio vaskuler ; menyebabkan peningkatan permeabilitas kapiler pembuluh
darah.
f. Sistem nefroduksi ; dapat menyebabkan kematian janin waktu melahirkan wanita,
serta hipospermi dan tetraspermia pada pria.
g. Sistem indokrin ; mengakibatkan gangguan fungsi tiroid dan fungsi adrenal
(Darmono, 2001).
Dilihat dari dampak di atas, bahwa dapak yang dapat ditimbulkan dari pencemaran Pb
adalah dapat menghambat sistem pembentukan hemoglobin sehingga menyebabkan anemia,
deteksi dini mengenai paparan Pb yang mengakibatkan anemia ini sangat perlu dilakukan
untuk mencegah timbulnya gangguan kesehatan yang kronis dan mematikan. Berdasarkan
penjelasan tersebut maka penulis berkeinginan untuk melakukan penelitian mengenai
Gambaran Kadar Hemoglobin Pada Tukang Parkir Di Kawasan Pertokoan Diponegoro,
Denpasar.