Anda di halaman 1dari 2

Kecenderungan Masyarakat Mempertahankan Kebudayaan

Perubahan sosial dan budaya selain disebabkan oleh berbagai kebutuhan hidup yang dihadapi, juga
disebabkan oleh pengaruh atau masuknya unsur kebudayaan baru atau asing. Ada masyarakat yang
cenderung mempertahankan keadaan sosial budaya yang sudah ada. Mereka melakukan demikian
karena unsur yang mereka pertahankan sangat berguna bagi masyarakatnya atau berguna sebagai
pedoman hidup bersama.

Maka, jika terjadi perubahan justru akan menggoyahkan keseimbangan sistem sosial. Misalnya,
beberapa siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) membentuk sebuah kelompok teman sebaya (peer
group). Kelompok ini biasanya melakukan banyak hal secara bersama-sama, misalnya mengerjakan
tugas yang diberikan guru, melakukan penelitian sederhana, dan sebagainya.

Dalam perkembangannya, kebiasaan beberapa siswa yang merokok menyebabkan siswa-siswa lain pun
ikut merokok. Mereka bahkan mulai lupa akan misi awal pembentukan kelompok mereka dan mulai
malas-malasan ke sekolah. Mereka juga sering terlibat tawuran dengan siswa dari sekolah lain. Tentu
masyarakat setempat kecewa dengan cara hidup mahasiswa semacam ini. Mereka tidak mungkin akan
bisa mengubah cara dan pandangan hidup masyarakat desa.

Masyarakat desa bahkan mengecam cara hidup mahasiswa ini yang bertentangan dengan nilai moral
dan agama. Ini adalah contoh sederhana bagaimana masyarakat memilih mempertahankan nilai-nilai
sosial dan kebudayaannya daripada mengikuti perubahan cara hidup sebagaimana ditunjukkan para
mahasiswa. Di sini tampak sekali kecenderungan kuat dalam masyarakat untuk mempertahankan
beberapa unsur kebudayaannya dan menolak unsur-unsur kebudayaan yang berasal dari kebudayaan
lain.

Bentuk Perubahan Sosial Budaya


Perubahan adalah sebuah kondisi yang berbeda dari sebelumnya. Perubahan itu bisa berupa kemajuan
maupun kemunduran. Bila dilihat dari sisi maju dan mundurnya, maka bentuk perubahan sosial dapat
dibedakan menjadi:

1. Perubahan sebagai suatu kemajuan (progress)


Perubahan sebagai suatu kemajuan merupakan perubahan yang memberi dan membawa kemajuan pada
masyarakat. Hal ini tentu sangat diharapkan karena kemajuan itu bisa memberikan keuntungan dan
berbagai kemudahan pada manusia. Perubahan kondisi masyarakat tradisional, dengan kehidupan
teknologi yang masih sederhana, menjadi masyarakat maju dengan berbagai kemajuan teknologi yang
memberikan berbagai kemudahan merupakan sebuah perkembangan dan pembangunan yang membawa
kemajuan. Jadi, pembangunan dalam masyarakat merupakan bentuk perubahan ke arah kemajuan
(progress).

Perubahan dalam arti progress misalnya listrik masuk desa, penemuan alat-alat transportasi, dan
penemuan alat-alat komunikasi. Masuknya jaringan listrik membuat kebutuhan manusia akan
penerangan terpenuhi; penggunaan alat-alat elektronik meringankan pekerjaan dan memudahkan
manusia memperoleh hiburan dan informasi; penemuan alat-alat transportasi memudahkan dan
mempercepat mobilitas manusia proses pengangkutan; dan penemuan alat-alat komunikasi modern
seperti telepon dan internet, memperlancar komunikasi jarak jauh.

2. Perubahan sebagai suatu kemunduran (regress)


Tidak semua perubahan yang tujuannya ke arah kemajuan selalu berjalan sesuai rencana. Terkadang
dampak negatif yang tidak direncanakan pun muncul dan bisa menimbulkan masalah baru. Jika
perubahan itu ternyata tidak menguntungkan bagi masyarakat, maka perubahan itu dianggap sebagai
sebuah kemunduran.
Misalnya, penggunaan HP sebagai alat komunikasi. HP telah memberikan kemudahan dalam
komunikasi manusia, karena meskipun dalam jarak jauh pun masih bisa komunikasi langsung dengan
telepon atau SMS. Disatu sisi HP telah mempermudah dan mempersingkat jarak, tetapi disisi lain telah
mengurangi komunikasi fisik dan sosialisasi secara langsung. Sehingga teknologi telah menimbulkan
dampak berkurangnya kontak langsung dan sosialisasi antar manusia atai individu.

Jika dilihat dari segi cepat atau lambatnya perubahan, maka perubahan dapat diklasifikasikan sebagai
berikut:

1. Evolusi dan Revolusi (perubahan lambat dan perubahan cepat)


Evolusi adalah perubahan secara lambat yang terjadi karena usaha-usaha masyarakat dalam
menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan dan kondisi-kondisi baru yang timbul sejalan dengan
pertumbuhan masyarakat. Contoh perubahan evolusi adalah perubahan pada struktur masyarakat. Suatu
masyarakat pada masa tertentu bentuknya sangat sederhana, namun karena masyarakat mengalami
perkembangan, maka bentuk yang sederhana tersebut akan berubah menjadi kompleks.

Revolusi, yaitu perubahan sosial mengenai unsur-unsur kehidupan atau lembaga-lembaga


kemasyarakatan yang berlangsung relatif cepat. Seringkali perubahan revolusi diawali oleh munculnya
konflik atau ketegangan dalam masyarakat, ketegangan-ketegangan tersebut sulit dihindari bahkan
semakin berkembang dan tidak dapat dikendalikan. Terjadinya proses revolusi memerlukan persyaratan
tertentu, antara lain:

a. Ada keinginan umum untuk mengadakan suatu perubahan.


b. Adanya pemimpin/kelompok yang mampu memimpin masyarakat tersebut.
c. Harus bisa memanfaatkan momentum untuk melaksanakan revolusi.
d. Harus ada tujuan gerakan yang jelas dan dapat ditunjukkan kepada rakyat.
e. Kemampuan pemimpin dalam menampung, merumuskan, serta menegaskan rasa tidak puas
masyarakat dan keinginan-keinginan yang diharapkan untuk dijadikan program dan arah gerakan
revolusi. Contoh perubahan secara revolusi adalah peristiwa reformasi (runtuhnya rezim Soeharto),
peristiwa Tsunami di Aceh, semburan lumpur Lapindo (Sidoarjo).

2. Perubahan Kecil dan Perubahan Besar


Perubahan kecil adalah perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang tidak membawa
pengaruh langsung atau pengaruh yang berarti bagi masyarakat. Contoh perubahan kecil adalah
perubahan mode rambut atau perubahan mode pakaian.
Perubahan besar adalah perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang membawa
pengaruh langsung atau pengaruh berarti bagi masyarakat. Contoh perubahan besar adalah dampak
ledakan penduduk dan dampak industrialisasi bagi pola kehidupan masyarakat.

3. Perubahan yang Direncanakan dan Tidak Direncanakan


Perubahan yang dikehendaki atau yang direncanakan merupakan perubahan yang telah diperkirakan
atau direncanakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang hendak melakukan perubahan di masyarakat.
Pihak-pihak tersebut dinamakan agent of change, yaitu seseorang atau sekelompok orang yang
mendapat kepercayaan masyarakat untuk memimpin satu atau lebih lembaga-lembaga kemasyarakatan
yang bertujuan untuk mengubah suatu sistem sosial. Contoh perubahan yang dikehendaki adalah
pelaksanaan pembangunan atau perubahan tatanan pemerintahan, misalnya perubahan tata
pemerintahan Orde Baru menjadi tata pemerintahan Orde Reformasi.

Perubahan yang tidak dikehendaki atau yang tidak direncanakan merupakan perubahan yang terjadi di
luar jangkauan pengawasan masyarakat dan dapat menyebabkan timbulnya akibat-akibat sosial yang
tidak diharapkan. Contoh perubahan yang tidak dikehendaki atau tidak direncanakan adalah munculnya
berbagai peristiwa kerusuhan menjelang masa peralihan tatanan Orde Lama ke Orde Baru dan
peralihan tatanan Orde Baru ke Orde Reformasi.