Anda di halaman 1dari 6

KAK/TOR sendiri disusun dengan format yang umum (Why, What, Who, Whom,Where, How) , sebagai

berikut :

A. Latar Belakang Permasalahan - Why

Latar belakang permasalah mengenai pengadaan SIMRS tentunya dikarenakan adanya kebutuhan, baik
kebutuhan untuk pengembangan Existing System maupun kebutuhan implementasi primer/pertama kali.
Selain faktor internal tadi, bisa juga didasarkan karena faktor external seperti kewajiban penggunaan
SIMRS seperti tertuang dalam UU No 44/2009, BAB XI Tentang Pencatatan dan Pelaporan, pada Pasal
52(1) disebutkan bahwa :Setiap Rumah Sakit wajib melakukan pencatatan dan pelaporan tentang
semua kegiatan penyelenggaraan Rumah Sakit dalam bentuk Sistem Informasi Manajemen
RumahSakit,sehingga kebutuhan terhadap Sistem Informasi Rumah Sakit (SIMRS) adalah hal yang
wajib.

Faktor internal & eksternal tadi tentunya berhubungan dengan Visi Indonesia Sehat maupun target dari
Millenium Development Goals (MDGs) dalam bidang kesehatan. Pada akhirnya latar belakang
permasalahan yang paling penting adalah peningkatan kinerja dan kualitas pelayanan RS terhadap
pasien, yang tidak lepas dari faktor SDM (Medis, Non Medis), Process Bisnis Internal (Sistem
Pelayanan di RS), Customer (Internal/External), faktor keuangan dan keputusan-keputusan manajerial.

Jadi 3 (tiga) hal yang terdapat didalam bagian/bab ini adalah : Gambaran Umum, Dasar Hukum dan
Alasan Kegiatan Pengadaan SIMRS dilaksanakan.

B. Kegiatan Yang Dilaksanakan - What

Ruang Lingkup Pengadaan (Uraian Kegiatan)

Bagian ini berisi penjelasan mengenai uraian umum pelaksanaan kegiatan, serta metode pengadaan
(procurement) apakah melalui lelang terbuka, penunjukan langsung ataupun bentuk lainnya. Selain itu
ruang lingkup kegiatan ini juga mengandung penjelasan global mengenai beberapa hal seperti hasil

requirement/analisa kebutuhan, kegiatan desain sistem, development, integrasi sistem, pengujian


sistem, dokumentasi teknik & non teknis, transfer knowledge, implementasi (go live). Dan masingmasing kegiatan disebutkan juga deliverable/outputnya.

Ruang Lingkup Sistem

Ruang lingkup sistem berisi penjelasan mengenai sistem SIMRS itu sendiri yang dibagi menjadi 3
(tiga) bagian yakni Software, Hardware dan Brainware. Dari segi software perlu modul-modul apa saja
yang diperlukan oleh rumah sakit, sesuai dengan analisa kebutuhan awal. Setiap rumah sakit akan
berbeda kebutuhannya sesuai dengan unit/bagian yang ada di dalamnya, tipe rumah sakit
(umum/khusus/swasta, rs pendidikan, penerapan BLUD, dll). Ruang lingkup mengenai Hardware
tentunya berhubungan dengan kebutuhan modul-modul softwarenya. Dan ruang lingkup brainware
mencakup kebutuhan SDM penanggung jawab dan pelaksana kegiatan

Ruang Lingkup Pekerjaan (Batasan Kegiatan)

Batasan kegiatan perlu dibuat, karena indikator kata project adalah ada awal dan ada akhir, sehingga
batasan-batasan kegiatan perlu dibuat dari awal guna mendukung suksesnya pengadaan dan
implementasi SIMRS

C. Maksud, Tujuan & Manfaat Kegiatan

Maksud & Tujuan Kegiatan

Berisi uraian & tujuan kegiatan pengadaan SIMRS. Maksud dan tujuan ini tentunya masih
berhubungan dengan latar belakang masalah yang sudah dipaparkan di bagian sebelumnya

Manfaat Kegiatan (SIMRS)

Manfaat-manfaat kegiatan secara umum seperti :

Melakukan pendataan/arsip digital terhadap rekam medis seluruh pasien rumah sakit sehingga
penyelenggaraan program-program pelayanan rumah sakit dapat berjalan dengan efisien dan
efektif,

Pengadaan obat-obatan dan alat/bahan kesehatan akan lebih efektif, efisien dan akurat/tepat
sasaran sesuai,

Pencatatan Rekam Medis (Medical Record) menjadi lebih rapi, terpelihara dan dapat
dipertanggung jawabkan.

Keseluruhan data tersimpan dalam suatu Database

Seluruh kegiatan-kegiatan medis & non medis dari unit-unit/instalasi-instalasi rumah sakit dapat
dipantau secara real-time/semi-real time oleh pihak-pihak yang berwenang melalui laporanlaporan atau grafik-grafik yang dihasilkan

Kinerja rumah sakit dapat dipantau/termonitor dengan lebih baik.

Pelayanan kepada pasien akan dapat lebih cepat, karena konsep integrasi sistem SIMRS di
semua unit rumah sakit

Rumah sakit akan dapat mengolah semua sumber daya dan data/informasi yang terintegrasi
untuk memaksimalkan kinerja rumah sakit

Manajemen/Direksi dapat melakukan akses data/informasi rumah sakit secara real time untuk
melihat perkembangan/kinerja rumah sakit setiap saat.

Laporan keuangan rumah sakit dapat dilihat setiap saat. Seluruh kegiatan-kegiatan rumah sakit
yang ada hubungannya dengan biaya akan langsung terhubung ke bagian akuntansi/keuangan.

D. Cara Pelaksanaan Kegiatan - How

Spesifikasi Umum

Spesifikasi umum berkaitan dengan kemampuan sistem SIMRS secara umum serta dari segi
kehandalan (reliabilitas), keamanan (security), ketersediaan (avaibility), keutuhan (integrity), dan
kontrol akses (access control)

Spesifikasi Kebutuhan SIMRS

Spesifikasi kebutuhan SIMRS terdiri dari spesifikasi kebutuhan Software dan spesifikasi kebutuhan
hardware. Kebutuhan software biasanya terkait dengan penjabaran ke modul-modul aplikasi termasuk
bisa didalamnya sub modul atau menu dari software tersebut. Modul-modul umum yang bisanya
diperlukan berkaitan dengan instalasi, bagian atau unit yang ada di RS tersebut. Modul-modul secara
umum antara lain :

Perawatan Rawat Jalan (Poliklinik) / Out Patient

Gawat Darurat / Emergency

Perawatan Rawat Inap / In Patient

Bedah Sentral / Operating Central

Laboratorium / Laboratory

Radiologi / Radiology

Logistik Medis : Gudang Farmasi / Pharmacy dan Depo Apotek / Dispensary

Logistik Non Medis : Gudang Umum

Rekam Medis / Medical Record

Kasir / Cashier

Akuntansi & Anggaran / Accounting & Budgeting

SDM/HRD

Manajemen Asset / Asset Management

Pengadaan Barang & Jasa / Procurement

Pemulasaraan Jenazah / Corpse Service

Gizi / Nutrition

CSSD

Front Office Information/Humas

Executive Information System (EIS)

System Admin

Untuk RS Khusus biasanya ada beberapa tambahan misalnya Modul Instalasi Lasik untuk RS Khusus
Mata. Sedangkan untuk RS Pendidikan ada modul tambahan yang berhubungan dengan kegiatankegiatan pendidikan dalam hubungannya dengan masalah administratif ke universitas pengirim.

Metodelogi Implementasi

Metode implementasi berkaitan dengan Software Development Life Cyle (SDLC), dimana metodelogi
yang umum digunakan adalah metode Waterfall (air terjun), terkadang bisa juga metode Prototyping.

Arsitektur Sistem

Arsitektur sistem paling tidak mengandung informasi-informasi seperti arsitektur sistem aplikasi (2tier, 3-tier, client-server, SOAP, dll), topologi/desain jaringan, arsitektur integrasi sistem dan alur proses
pelayanan pasien

Platform Teknologi

Platform teknologi ini mengandung informasi mengenai platform yang dipergunakan dari segi
arsitektur aplikasi (dekstop/web), sistem operasi yang kompatible, basis data/database, bahasa
pemrograman dan tipe jaringan komputer.

E. Tempat Pelaksanaan Kegiatan - Where

Mengandung informasi tempat pelaksanaan kegiatan implementasi/pengadaan SIMRS

F. Persyaratan dan Penanggung Jawab Kegiatan

Penanggung Jawab Kegiatan

Penanggung jawab kegiatan di RS menyesusaikan dengan susunan panitia di RS. Untuk RS Pemerintah
biasanya terdiri dari Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran (PA/KPA), Pejabat Pembuat
Komitmen (PPK), Pejabat Pelaksana Teknis (PPTK), dan panitia pengadaan

Persyaratan Umum

Persyaratan umum lebih mengacu kepada persyaratan administratif dan teknis bagi calon
vendor/konsultan yang akan melaksanakan kegiatan ini.

Persyaratan Personil/SDM

Persyaratan personil/SDM berisi informasi tentang posisi/jabatan yang diperlukan serta tingkat
pendidikan, keahlian dan pengalaman yang dimilikinya.

G. Jadwal Kegiatan

Berisi informasi mengenai jadwal pelaksanaan kegiatan dari awal sampai dengan serah terima maupun
masa maintenance/garansi.

H. Total Biaya Yang Diperlukan

Anggaran yang perlu disusun untuk mengetahui besaran total biaya yang diperlukan untuk kegiatan
pengadaan SIMRS ini

I. Indikator Output (Kuantitatif & Kualitatif)

Indikator output dipergunakan sebagai Project Goal (Objectives) dari kegiatan, baik berupa yang
terukur maupun yang tidak terukur.