Anda di halaman 1dari 1

Menerima dan Melanjutkan Penugasan

Tinjauan Umum
Salah satu keputusan terpenting yang dapat dibuat KAP ialah memutuskan untuk menerima/melanjutkan
penugasan atau klien dan memutuskan penugasan atau klien mana yang ditolak. ISQC 1 dan ISA 220
mewajibkan KAP mengembangkan,mengimplementasikan, dan mendokumentasikan prosedur
pengendalian mutunya dalam kebijakan menerima dan mempertahankan klien (client acceptance dan
retention policies). Sebelum KAP memutuskan untuk menerima atau mempertahankan suatu penugasan,
auditor harus:
1. Memutuskan dapat diterimanya kerangka pelaporan keuangan (Financial reporting
framework/FRF) yang diusulkan atau digunakan entitas.
2. Menilai apakah KAP dapat mentaati ketentuan etika yang relevan
3. Dapatkan persetujuan manajemen bahwa ia memahami sepenuhnya akan tanggung jawabnya
berkenaan dengan:
a. Penyusunan laporan keuangan entitas sesuai dengan FRF yang diterapkan
b. Pengendalian internal sebagaimana dianggap perlu oleh manajemen untuk menyusun
laporan keuangan yang bebas dari salah saji yang material.
c. Memberikan kepada auditor akses kepada semua informasi yang relevan dan informasi
tambahan auditor.
d. Prosedur menerima dan melanjutkan penugasan adalah serangkaian prosedur yang serupa
dengan prosedur penilaian risiko.
Penilaian atas risiko penugasan di tahun pertama dan tahun-tahun selanjutnya, membantu memastikan
bahwa KAP:

Independen dan tidak mempunyai benturan kepentingan.


Kompeten untuk melaksanakan tugasnya dengan sumber daya yang diperlukan dan dalam batas
waktu yang tersedia.
Bersedia menerima dan menanggung risiko audit,meliputi penilaian atas integritas manajemen
terhadap pengendalian intern,tren industry,cukup tersedianya bukti,dan faktor lain.
Tidak tahu atau tidak mempunyai informasi baru mengenai klien yang dapat menyebabkan KAP
menolak penugasan.

Sesudah diputuskan menerima atau melanjutkan penugasan:

Memastikan apakah persyaratan awal atau prokondisi bagi suatu audit,memang ada, dibawah
akan dijelaskan kondisi-kondisi yang harus ada.
Menegaskan pemahaman bersama antara auditor dan manajemen (dimana perlu TCWG)
mengenai syarat-syarat perikatan audit.