Anda di halaman 1dari 37

Penelitian Komparatif Random Terbuka

Untuk Mempelajari Keefektifan Dan


Keamanan Terapi Denyut Terbinafine Sebagai
Monoterapi Dan Kombinasi Dengan
Ciclopirox Olamine 8% Topikal Atau
Amorolfine Hidroklorida 5% Topikal Dalam
Penatalaksanaan Onikomikosis.
PRESEPTOR
Dr. QAIRA ANUM, Sp.KK
Hilma Fitria
Mairosa Nurul F

04923003
051201211

LATAR BELAKANG
Onikomikosis adalah infeksi jamur pada kuku
yang disebabkan oleh dermatofita, ragi dan
kapang.

TUJUAN
Penelitian untuk mempelajari
keefektifan dan keamanan dari
penggunaan terapi denyut
terbinafine sebagai monoterapi dan
kombinasi dengan ciclopirox olamine
8% topikal atau amorolfine
hidroklorida 5% topikal dalam
penatalaksanaan onikomikosis.
3

METODE
Penelitian perbandingan klinik yang
dilakukan pada 96 pasien onikomikosis
selama periode Agustus 2005 sampai Juli
2006.
48 pasien secara acak ditunjuk sebagai
grup A untuk menerima terbinafine oral 250
mg, 1 tablet 2 kali sehari selama 7 hari
setiap bulan (terapi denyut)
24 pasien pada grup B menerima terapi
denyut terbinafine oral di tambah ciclopirox
olamine topikal 8% satu kali sehari pada
malam hari pada seluruh kuku yang terkena
4

24 pasien pada grup C menerima terapi


denyut oral terbinafine ditambah amorolfine
hydrochloride topikal 5% satu kali seminggu
pada malam hari diseluruh kuku yang
terkena
Pengobatan dilanjutkan selama 4 bulan.
Pasien dievaluasi pada awal terapi lalu
setiap interval 4 minggu sampai minggu ke16 dan dilanjutkan pada minggu ke-24 dan
minggu ke-36
Dinilai pertumbuhan lempeng kuku yang
normal dan sehat dan juga ditanyakan efek
samping obat yang merugikan pasien.
Dilakukan juga pemeriksaan mikroskopis
dan kultur pada minggu ke-16 dan 36.
Pemeriksaan fungsi hati dilakukan pada
minggu pertama di awal terapi.
5

HASIL
Kami menemukan kesembuhan klinis
pada 71,73; 82,60 dan 73,91% pasien
pada grup A, B dan C berturut-turut
Angka kesembuhan dermatofit adalah
88,9; 88,9 dan 85,7% pada grup A, B,
dan C, berturut-turut
Angka kesembuhan jamur adalah 66,7,
100 dan 50% pada grup A, B dan C
berturut-turut
6

Pada kasus nondermatofit, secara


keseluruhan responnya sangat
sedikit: 1 dari 2 kasus (50%)
berespon pada grup A, sementara itu
masing-masing 1 kasus pada grup B
dan C tidak berespon sama sekali

KESIMPULAN
Terapi denyut terbinafine efektif dan
merupakan alternatif yang aman
untuk pengobatan onikomikosis
karena dermatofit; dan terapi
kombinasi dengan ciclopirox topikal
atau amorolfine tidak menunjukkan
perbedaan yang signifikan dalam
keefektifannya dibanding monoterapi
terbinafine oral
8

PENDAHULUAN
Onikomikosis adalah infeksi kronik pada
kuku yang disebabkan oleh dermatofita
antrofilik dan berhubungan dengan ragi
(Candida Spp) dan nondermatofita
(kapang).
Pengobatan onikomikosis sangat jauh dari
yang diharapkan. Bagaimanapun, dengan
adanya terbinafine, terjadi revolusi dalam
penatalaksaan onikomikosis karena
terbinafine memiliki tingkat penyembuhan
klinis dan jamur yang tinggi.
9

Keterbatasan utama penggunaan


obat ini karena harganya yang
mahal. Terbinafine digunakan secara
konvensional diberikan dalam dosis
harian selama 6-12 minggu.
Pada penelitian lain, terapi denyut
terbinafine merupakan pilihan terapi
yang baik.
10

Pengenalan baru-baru ini dari persiapan


topikal terbaru dengan metode
pengiriman obat yang lebih baik, biaya
rendah, efek samping minimal, akan
dikombinasikan dengan antifungal oral
yang diharapkan dapat memperpendek
durasi pengobatan,mencapai hasil
terbaik dan mengurangi kekambuhan
setelah terapi.
11

Obat pilihan topikal yang digunakan


adalah salah satu antara ciclopirox
olamine 8% yang digunakan sekali sehari
pada malam hari atau amorolfine
hidroklorida 5%.
Keduanya ampuh mengobati dermatofita,
ragi dan kapang. Kita membandingkan
keefektifannya jika dikombinasikan
dengan terbinafine oral atau dengan
penggunaan monoterapi terbinafine oral.
12

Metode
Secara acak, single-blind,longitudinal,studi
perbandingan klinik dilakukan selama periode
dari Agustus 2005 sampai Juli 2006. 120 pasien
datang ke bagian kulit dengan gejala klinik
onikomikosis pada kuku tangan atau kuku kaki
( perubahan warna, penebalan, serpihan atau
rusaknya lempeng kuku, jaringan mati bawah
kuku) yang diperiksa dengan KOH dan dikultur
pada SDA (Sabourauds Dextrose Agar)
Pasien dengan kelainan kuku yang berhubungan
dengan kelainan kulit seperti psoriasis, liken
planus, eksema, kuku distrofi kongenital atau
gangguan sistemik seperti malnutrisi dan
defisiensi besi dikeluarkan dari studi.
13

Kriteria Inklusi
96 pasien yang memenuhi kriteria dan
setuju sebagai partisipan dalam
penelitian. Terdiri dari 89 pria dan 10
wanita usia 11-70 tahun dengan kriteria
inklusi :
- ada gejala klinik onikomikosis pada kuku
tangan dan kuku kaki (perubahan warna,
penebalan, rapuh atau rusaknya lempeng
kuku, jaringan mati bawah kuku dan
onikolisis)
- KOH dan atau kultur positif
14

KRITERIA EKSKLUSI
- Kelainan kuku karena penyakit kulit
(psoriasis, liken planus, eksema, distrofi
kuku kongenital )atau penyakitpenyakit sistemik (malnutrisi dan
defisiensi iron0
- Ikterik
- Peningkatan enzim hati > 2X normal
- Hamil
- Menyusui
- Pasien tidak dengan infeksi jamur (hasil
negatid pada KOH dan kultur SDA)

15

RESPON KLINIK
Respon klinik dibagi menjadi 4 kategori
berdasarkan perbaikan tanda klinik :
Tingkat 1 perbaikan > 75% ( respon
sangat baik)
Tingkat 2 perbaikan 51-75% (respon
baik)
Tingkat 3 perbaikan 26-50% (respon
buruk)
Tingkat 4 perbaikan 25%
16

Tingkat kesembuhan klinik yang ditemukan


pada studi yaitu respon Tingkat 1.
Pemeriksaan jamur negatif pada
pemeriksaan KOH dan negatif pada kultur
Agar Sabourouds Dextrose pada akhir
follow up pasien.
Diakhir penelitian, hasil-hasil dikumpulkan
dan dianalisa menggunakan alat-alat
statistik yang sesuai.
17

HASIL
Kami menemukan kesembuhan klinis
pada 71,73; 82,60 dan 73,91% pasien
pada grup A, B dan C berturut-turut
Angka kesembuhan dermatofit adalah
88,9; 88,9 dan 85,7% pada grup A, B,
dan C, berturut-turut
Angka kesembuhan jamur adalah 66,7,
100 dan 50% pada grup A, B dan C
berturut-turut
18

Pada kasus nondermatofit, secara


keseluruhan responnya sangat
sedikit: 1 dari 2 kasus (50%)
berespon pada grup A, sementara itu
masing-masing 1 kasus pada grup B
dan C tidak berespon sama sekali

19

Pada Grup A, yang mengenai kuku


tangan 62.5%, kuku kaki 20.8% dan
yang mengenai keduanya 16.7%.
Pada Grup B, 50% kuku tangan,
29.2% kuku jari, 20.8% keduanya.
Pada Grup C, 41,7% kuku tangan,
33.3% kuku jari dan 25% keduanya.

20

Pada Grup A, 19 (39.6%) pasien (10


Tinea Manuum, 4 Tinea Pedis, 3 Tinea
Cruris, 2 Tinea Corporis)
Pada Grup B, 7 (29.2%) pasien (3
Tinea Manuum, 2 Tinea Pedis, 2 Tinea
Cruris)
Pada Grup C, 6 (25%) pasien (2 Tinea
Mannuum, 1 Tinea Pedis, 2 Tinea
Cruris, 1 Tinea Corporis)
21

Selama penelitian, 2 pasien dalam


Grup A, 1 pasien Grup B dan Grup C
hilang pada awal follow up

22

TABEL 1
Kesembuhan klinis didapatkan 71,73;
82,60 dan 73,91% pasien pada grup
A, B, dan C berturut-turut
Tingkat

Grup A
n = 46

Grup B
n = 23

Grup C
n = 23

Tingkat I
Tingkat II

No.
33
7

%
71.73
15.21

No.
19
3

%
82.60
13.04

No.
17
4

%
73.91
17.39

Tingkat III

2.17

0.00

0.00

Tingkat IV

10.86

4.34

8.69
23

TABEL 2
Angka kesembuhan mikologi adalah
82,6; 83,3; dan 70% pada grup A, B
dan C berturut-turut
Isolasi Jamur
Dermatofita
Ragi
Nondermatofit
a (Kapang)
Keseluruhan

Grup A
No.
%

Grup B
No.
%

Grup C
No.
%

16/18
2/3

88.9
66.7
50.0

8/9
2/2
0/1

88.9
100.0
0.0

6/7

0/7

85.7
50.0
0.0

19/23

82.6

10/12

83.3

7/10

70.0
24

BIAYA
Biaya ke 4 regimen denyut
terbinafine, ciclopirox olamine 8%,
amorolfine hydrochloride kira-kira Rs.
1600, Rs. 850, dan Rs. 500 berturutturut

25

DISKUSI
Onikomikosis sulit untuk diobati dan
sering mempunyai pengaruh negatif
bagi kualitas hidup
Yang paling umum digunakan sebagai
pengobatan onikomikosis adalah
flukonazol, itrakonazol, terbinafine
sebagai obat oral dan ciclopirox, dan
amorolifine sebagai obat topikal
26

Agen antifungal yang lebih baru ini


mempunyai riwayat farmakokinetik
yang lebih baik, seperti:
Penetrasi yang cepat pada kuku dan
dasar kuku
menetap pada kuku untuk beberapa
bulan bahkan setelah terapi dihentikan
reaksi yang merugikan lebih sedikit

27

Ciclopirox olamine adalah agen


antifungal sintetik, yaitu derivat
hidroksi piridon; mekanisme kerjanya
bermacam-macam, tergantung
proses metabolik yang berbeda pada
sel mikrobial.

28

Terdapat spektrum yang luas dari aktivitas


antifungal terhadap dermatofita, ragi, dan
beberapa kapang, misalnya Scopulariopsis
brevicollis
Setelah penggunaan ciclopirox 8% topikal
pada kuku, pelarutnya menguap dan
konsentrasi pada film sisanya meningkat
menjadi 34,87%, dengan demikian
menghasilkan peningkatan konsentrasi yang
tinggi dari agen antifungal pada lapisan kuku
29

Amorolfine hydrochloride adalah


derivat morpholine
Terutama bekerja dengan
menghambat biosintesis ergosterol,
komponen membran sel fungal, dan
memiliki aktivitas fungistatik dan
fungisidal

30

Spektrum pada aktivitas in vitro


termasuk dermatofita, dimorfik,
beberapa dematiaceous dan
filamentous fungi dan ragi.
Setelah penggunaan tunggal dari
pelapis kuku (diformulasikan dengan
methylene chloride), penyebaran dari
amorolfine 5% sepanjang kuku jempol
rata-rata antara 20-100 g/4 h
31

Tidak ada studi sebelumnya yang


membandingkan terbinafin dalam bentuk
terapi denyut dan pada kombinasi
dengan ciclopirox topikal/ amorolfine
pada pengobatan onikomikosis
Pavlotsky et al, meneliti terapi denyut vs
pemberian terbinafin secara kontinu
pada pengobatan onikomikosis
dermatofita dan menyimpulkan bahwa
terapi denyut sama efektifnya dengan
dosis kontinu
32

Lebih jauh lagi, hal ini mengurangi biaya


sebanyak 50%, dan hal ini lebih tepat; karena
itu lebih baik dari pada regimen kontinu
Avner et al, meneliti tentang keefektifan
kombinasi terbinafine oral dan ciclopirox
topikal dibandingkan dengan terbinafine oral
untuk pengobatan onikomikosis dan
menyimpulkan bahwa terapi kombinasi
terbinafine oral dan ciclopiroc nail lacquer
lebih aman dan lebih efektif untuk
pengobatan onikomikosis dari pada terbinafin
saja, terutama pada pasien yang lebih muda
dan durasi yang lebih pendek dari
onikomikosis
33

Baran et al, meneliti keefektifan terapi


kombinasi dengan amorolfine topikal dan
terbinafine oral dibandingkan dengan
terbinafine oral saja untuk pengobatan
onikomikosis dengan matrix involvement
dan menyimpulkan bahwa pada pengobatan
onikomikosis dermatofitik kuku jari kaki
dengan matrix involvement, amorolfine
topikal dlam kombinasi dengan terbinafine
oral meningkatkan keefektifan klinis dan
lebih efektif dalam segi biaya dari pada
terbinafine saja
34

Penelitian ini menunjukkan bahwa


terapi denyut denganterbinafine (250
mg 2 kali sehari selama 7 hari
sebulan) lebih efektif dari segi biaya
dan aman dalam pengobatan
onikomikosis karena dermatofita.
Bagaimanapun, terbinafine tidak
efektif dalam menyembuhkan infeksi
molds bahkan saat dikombinasikan
dengan terapi topikal
35

Terapi kombinasi dengan ciclopirox olamine


8% atau amorolfine hydrochloride 5% tidak
menunjukkan perbedaan yang signifikan
(P> 0,05) pada kesembuhan klinis dari pada
monoterapi terbinafine
Terapi denyut terbinafine efektif dan aman
dalam pengobatan onikomikosis( karena
dermatofita) dan biayanya efektif,
memastikan pasien menyelesaikan
terapinya
Kombinasi terapi denyut terbinafine dengan
ciclopirox olamine 8% atau amorolfine
hydrochloride 5% tidak mempunyai
perbedaan yang signifikan dalam
keefektifannya dari pada monoterapi
terbinafine
36

TERIMA KASIH
37