Anda di halaman 1dari 20

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

DEMOKRASI INDONESIA

OLEH :
NAMA-NAMA KELOMPOK :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

RIFANDI AZIS TEBA


(F1F1 12 018 )
DESY TRIWAHYUNI
(F1F1 12 019 )
ARINTA PURWI SUHARTI
(F1F1 12 020 )
ALBIN
(F1F1 12 022 )
MUHAMAD RAMADHAN S.
(F1F1 12 023 )
AMALIAH FAUZIAH KADIR
(F1F1 12 024 )
7. VENNA SINTHARY
(F1F1 12 025 )
8. AISYAH SHALIHA ANTO
(F1F1 12 027 )
9. CHICHI FAUZIYAH
(F1F1 12 028 )
10. JAMILA
(F1F1 12 029 )
11. NILA ASTUTI
(F1F1 12 030 )
KELOMPOK

: 3 (III)

KELAS

:A

JURUSAN FARMASI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2013

KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas
makalah ini tanpa suatu halangan dan rintangan yang cukup berarti.
Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad
SAW, beserta keluarga dan para sahabatnya yang telah membimbing kita dari
jalan kegelapan menuju jalan Islami.
Tak lupa kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada
semua pihak yang telah bersusah payah membantu hingga terselesaikannya
penulisan makalah ini. Semoga semua bantuan dicatat sebagai amal sholeh di
hadapan Allah SWT.
Kami menyadari walaupun kami telah berusaha semaksimal mungkin
dalam menyusun Maklah ini masih banyak kekurangan dan masih jauh dari
kesempurnaannya. Oleh karena itu, segala tegur sapa sangat kami harapkan demi
perbaikan tugas ini. Kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi
semua pembaca. Amin.

Kendari,

September 2013

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..............................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................1
A. Latar Belakang..............................................................................................1
B. Rumusan Masalah.........................................................................................2
C. Tujuan Penulisan...........................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN.........................................................................................3
A. Konsep Dasar Demokrasi..............................................................................3
B. Nilai-Nilai dan Prinsip Demokrasi................................................................6
C. Jenis-jenis Demokrasi...................................................................................9
D. Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia..........................................................12
BAB III PENUTUP...............................................................................................15
A. Kesimpulan.................................................................................................15
B. Saran............................................................................................................16
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................17

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Semua negara mengakui bahwa demokrasi sebagai alat ukur dari
keabsahan politik. Kehendak rakyat adalah dasar utama kewenangan
pemerintahan menjadi basis tegaknya sistem politik demokrasi. Demokrasi
meletakkan rakyat pada posisi penting, hal ini karena masih memegang teguh
rakyat selaku pemegang kedaulatan. Negara yang tidak memegang demokrasi
disebut negara otoriter. Negara otoriterpun masih mengaku dirinya sebagai
negara demokrasi. Ini menunjukkan bahwa demokrasi itu penting dalam
kehidupan bernegara dan pemerintahan.
Dalam

realitanya

perkembangan

sistem ketatanegaraan

mulai

berkembang dari teori-teori para filsuf kuno yang banyak diadopsi oleh
bangsa-bangsa yang ada di seluruh dunia. Setiap negara menganut system
ketatanegaraan. Salah satu contohnya adalah sistem pemerintahan demokrasi.
Salah satu sistem pemerintahan klasik yang sudah ada sejak dulu kala. Sejak
zaman Yunani Kuno yang kemudian dikembangkan oleh para penganut
aliran-aliran yang sependapat dengan pembuat sistem pemerintahan tersebut.
Demokrasi

sebagai

dasar

hidup

bernegara

pada

umumnya

memberikan pengertian bahwa pada tingkat terakhir rakyat memberikan


ketentuan dalam masalah-masalah pokok yang mengenai kehidupannya,
termasuk dalam menilai kebijaksanaan tersebut menentukan kehidupan
rakyat. Dengan demikian, negara demokrasi adalah bentuk atau mekanisme

sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan


rakyat (kekuasaan warga negara) atas negara untuk dijalankan oleh
pemerintah negara tersebut.
B. Rumusan Masalah

Masalah yang diangkat dalam makalah ini yaitu :

1. Bagaimana konsep dasar demokrasi ?

2. Bagaimana nilai-nilai dan prinsip-prinsip dalam demokrasi ?

3. Bagaimana pembagian jenis-jenis dalam demokrasi ?

4. Bagaimana pelaksanaan demokrasi di Indonesia ?


C. Tujuan Penulisan

Tujuan dari penulisan makalah ini yaitu :

1. Menjelaskan konsep dasar demokrasi.

2. Menjelaskan nilai-nilai dan prinsip-prinsip dalam demokrasi.

3. Menjelaskan pembagian jenis-jenis dalam demokrasi.

4. Menjelaskan pelaksanaan demokrasi di Indonesia.

5. BAB II
6. PEMBAHASAN
A. Konsep Dasar Demokrasi
1. Arti Demokrasi
7.

Demokrasi berasal dari kata Yunani yaitu demos dan kratos.

Demos artinya rakyat dan kratos artinya pemerintahan. Jadi, demokrasi


berarti pemerintahan rakyat yaitu pemerintahan yang rakyatnya memegang
peranan yang sangat menentukan.
8.
Kata demokrasi merujuk kepada konsep kehidupan negara
atau masyarakat, dimana warga negara dewasa turut berpartisipasi dalam
pemerintahan melalui wakilnya yang dipilih melalui pemilu. Pemerintahan
di Negara demokrasi juga mendorong dan menjamin kemerdekaan
berbicara, beragama, berpendapat, berserikat setiap warga Negara,
menegakkan rule of law, adanya pemerintahan menghormati hak-hak
kelompok minoritas; dan masyarakat warga Negara memberi peluang yang
sama untuk mendapatkan kehidupan yang layak.
9.
Dalam Negara demokrasi, kata demokrasi pada hakekatnya
mengandung makna (Masoed, 1997) adalah partisipasi masyarakat dalam
penyelenggaraan (partisipasi politik), yaitu ;
a.
b.
c.
d.
e.

Penduduk ikut pemilu;


Penduduk hadir dalam rapat selama 5 tahun terakhir;
Penduduk ikut dalam kampanye pemilu;
Penduduk jadi anggota parpol dan ormas;
Penduduk komunikasi langsung dengan pejabat pemerintah.

10.

Perwujudan sistem demokrasi pada masing-masing negara

dapat berbeda-beda tergantung dari kondisi dan situasi dari negara yang
bersangkutan.
2. Manfaat Demokrasi
11.
Demokrasi dapat memberi manfaat dalam kehidupan
masyarakat yang demokratis, yaitu:
a. Kesetaraan sebagai warga Negara. Disini demokrasi memperlakukan
semua orang adalah sama dan sederajat. Prinsip kesetaraan menuntut
perlakuan sama terhadap pandangan-pandangan atau pendapat dan
pilihan setiap Negara.
b. Memenuhi
kebutuhan-kebutuhan

umum.

Kebijakan

dapat

mencerminkan keinginan rakyatnya. Semakin besar suara rakyat dalam


menentukan

semakin

besar

pula

kemungkinan

kebijakan

itu

mencerminkan keinginan dan aspirasi rakyat.


c. Pluralisme dan kompromi. Demokrasi mengisyaratkan kebhinekaan dan
kemajemukan dalam masyarakat maupun kesamaan kedudukan diantara
para warga Negara. Dalam demokrasi untuk mengatasi perbedaanperbedaan adalah lewat diskusi, persuasi, kompromi, dan bukan dengan
paksaan atau pameran kekuasaan.
d. Menjamin hak-hak dasar. Demokrasi menjamin kebebasan-kebebasa
dasar tentang hak-hak sipil dan politis, hak-hak kebebasan berbicara
dan berekspresi, hak berserikat dan berkumpul, hak bergerak dan
sebagainya. Hak-hak itu memungkinkan pengembangan diri setiap
individu dan memungkinkan terwujudnya keputusan-keputusan kolektif
yang lebih baik.

e. Pembaruan kehidupan sosial. Demokrasi memungkinkan terjadinya


pembawaan kehidupan sosial. Penghapusan kebijakan-kebijakan yang
telah usang secara rutin dan pergantian para politisi dilakukan dengan
cara yang santun, dan damai. Demokrasi memuluskan proses alih
generasi tanpa pergolakan.
3. Ciri-ciri Sistem Demokrasi
12.

Ciri-ciri

sistem

demokrasi

dimaksudkan

untuk

membedakan penyelenggaraan pemerintahan Negara yang demokratis,


yaitu :
a. Memungkinkan adanya pergantian pemerintahan secra berkala;
b. Anggota masyarakat memiliki kesempatan yang sama menempati
kedudukan dalam pemerintahan untuk masa jabatan tertentu, seperti;
presiden, menteri, gubernur, dan sebagainya.
c. Adanya pengakuan dan anggota masyarakat terhadap kehadiran tokohtokoh yang sah yang berjuang mendapatkan kedudukan dalam
pemerintahan; sekaligus sebagai tandingan bagi pemerintah yang
sedang berkuasa;
d. Dilakukan
pemilihan

lain

untuk

memilih

pejabat-pejabat

pemerintahtertentu yang diharapkan dapat mewakili kepentingan rakyat


tertentu;
e. Agar kehendak masing-masing golongan dapat diketahui oleh
pemerintah atau anggota masyarakat lain, maka harus diakui adanya
hak menyatakan pendapat lisan, tertulis, pertemuan, media elektronik,
media cetak dan lain-lain);
f. Pengakuan terhadap anggota masyarakat yang tidak ikut serta dalam
pemilihan umum.

g. Selain itu dikenal ciri-ciri kepribadian yang demokratis; (1) Menerima


orang lain; (2) Terbuka terhadap pengalamn dan ide-ide baru; (3)
Bertanggungjawab; (4)

Waspada terhadap kekuasaan; (5) Toleransi

terhadap perbedaan-perbedaan; (6) Emosi-emosinya terkendali; (7)


Menaruh kepercayaan terhadap lingkungan.
B. Nilai-Nilai dan Prinsip Demokrasi
1. Nilai-Nilai Demokrasi
13.

Untuk menumbuhkan keyakinan akan baiknya sistem

demokrasi, maka harus ada pola perilaku yang menjadi tuntunan atau
norma nilai-nilai demokrasi yang diyakini masyarakat. Nilai-nilai dan
demokrasi membutuhkan hal-hal sebagai berikut:
a. Kesadaran akan pluralisme. Masyarakat yang hidup demokratis harus
menjaga keberagaman yang ada di masyarakat. Demokrasi menjamin
keseimbangan hak dan kewajiban setiap warga Negara.
b. Sikap yang jujur dan pikirang yang sehat. Pengambilan keputusn
didasarkan

pada

prinsip

musyawarah

prinsip

mufakat,

dan

mementingkan kepentingan masyarakat pada umumnya. Pengambilan


keputusan dalam demokrasi membutuhkan kejujuran, logis atau
berdasar akal sehat dan sikap tulus setiap orang untuk beretikad baik.
c. Demokrasi membutuhkan kerjasama antarwarga masyarakat dan sikap
serta etikad baik. Masyarakat yang terkotak-kotak dan penuh curiga
kepada masyarakat lainnya mengakibatkan demokrasi tidak berjalan
dengan baik.

d. Demokrasi membutuhkan sikap kedewasaan. Semangat demokrasi


menuntut kesediaan masyarakat untuk memberikan kritik yang
membangun, disampaikan dengan cara yang sopan dan bertanggung
jawab untuk kemungkinan menerima bentuk-bentuk tertentu.
e. Demokrasi membutuhkan pertimbangan moral. Demokrasi mewajibkan
adanya keyakinan bahwa cara mencapai kemenangan haruslah sejalan
dengan tujuan dan berdasarkan moral serta tidak menghalalkan segala
cara. Demokrasi memerlukan pertimbangan moral atau keluruhan
akhlak menjadi acuan dalam berbuat dan mencapai tujuan.
2. Prinsip Demokrasi
14.

Suatu

Negara

dikatakan

demokratis

apabila

sistem

pemerintahannya mewujudkan prinsip-prinsip demokrasi. Robert, Dahi


(Sranti, dkk; 2008) menyatakan terdapat beberapa prinsip demokrasi yang
harus ada dalam sistem pemerintahan demokrasi, yaitu :
a. Adanya kontrol atau kendali atas keputusan pemerintah. Pemerintah
dalam mengambil keputusan dikontrol oleh lembaga legislatif (DPR
dan DPRD).
b. Adanya pemilihan yang teliti dan jujur. Demokrasi dapat berjalan
dengan baik apabila adanya partisipasi aktif dan warga Negara dan
partisipasi tersebut dilakukan dengan teliti dan jujur. Warga Negara
diberi informasi pengetahuan yang akurat dan dilakukan dengan jujur.
c. Adanya hak memilih dan dipilih. Hak untuk memilih, yaitu
memberikan hak pengawasan rakyat terhadap pemerintahan, serta
memutuskan pilihan terbaik sesuai tujuan yang ingin dicapai rakyat.

Hak dipilih yaitu memberikan kesempatan kepada setiapa warga Negara


untuk dipilih menjalankan amanat dari warga pemilihnya.
d. Adanya kebebasan menyatakan pendapat tanpa ancaman. Demokrasi
membuthkan kebebasan dalam menyampaikan pendapat, bersenkat
dengan rasa aman.
e. Adanya kekbebasan mengakses informasi. Dengan membtuhkan
informasi yang akurat, untuk itu setiap warga Negara harus
mendapatkan akses informasi yang memadai. Setiap keputusan
pemerintah harus disosialisasikan dan mendapat persetujuan DPR serta
menjadi kewajiban pemerintah untuk memberikan informasi yang
benar.
f. Adanya kebebasan berserikat yang terbuka. Kebebasan untuk berserikat
ini memberikan bagi warga Negara yang merasa lemah, dan untuk
memperkuatnya membutuhkan teman atau kelompok dalam bentuk
serikat.
15.

Untuk mengukur pelaksanaan pemerintahan demokrasi,

perlu diperhatikan beberapa parameter demokrasi, yaitu :


a. Pembentukan

pemerintahan

melalui

pemilu.

Pembentukan

pemerintahan dilakukan dalam sebuah pemilihan umum yang


dilaksanakan dengan teliti dan jujur.
b. Sistem pertanggungjawaban pemerintah. Pemerintahan yang dihasilkan
dan pemilu harus

mempertanggungjawabkan

kinerjanya

secara

transparan dan dalam periode tertentu.


c. Pengaturan sistem dan distribusi kekuasaan Negara. Kekuasaan Negara
dijalankan secara distributif untuk menhindari penumpukan kekuasaan
dalam satu tangan (legislatif, eksekutif dan yudikatif).

d. Pengawasan oleh rakyat. Demokrasi membutuhkan sistem pengawasan


oleh

rakyat

terhadap

jalannya

pemerintahan,

sehingga

terjadi

mekanisme yang memungkinkan check and balance terhadap


kekuasaan yang dijalankan eksekutif dan legislatif.
C. Jenis-jenis Demokrasi
1. Demokrasi berdasarkan prinsip ideolog. Demokrasi diklasifikasikan :
Bentuk demokrasi modern ada lima jenis yaitu :
a. Demokrasi liberal, yaitu memberikan kebebasan yang luas pada
individu. Campur tangan pemerintah diminimalkan bahkan ditolak.
Pemerintah bertindak atas dasar konstitusi (hukum dasar).
b. Demokrasi rakyat, yaitu demokrasi yang bertujuan mensejahterakan
rakyat. Negara dibentuk tidak mengenal perbedaan kelas. Semua
16.

warga Negara mempunyai persamaan dalam hukum dan politik.


2. Jenis demokrasi berdasarkan cara menyampaikan pendapat.

Diklasifikasikan :
a. Demokrasi langsung, yaitu rakyat langsung diikutsertakan dalam
proses

pengambilan

keputusan

untuk

menjalankan

kebijakan

pemerintah.
b. Demokrasi tidak langsung/demokrasi perwakilan, yaitu demokrasi
dijalankan oleh rakyat melalui wakil rakyat yang dipilihnya melalui
pemilu.
c. Demokrasi perwakilan dengan sistem pengawasan langsung dari
rakyat, yaitu campuran antara demokrasi langsung dengan demokrasi
perwakilan, rakyat memilih wakilnya untuk duduk dilembaga

10

perwakilan rakyat, tetapi wakil rakyat dalam menjalankan tugasnya


diawasi rakyat melalui referendum dan inisiatif rakyat.
3. Jenis demokrasi berdasarkan titik perhatian/prioritas sebagai berikut :
a. Demokrasi formal, yaitu secara umum menetapkan semua orang dalam
kedudukan yang sama dalam bidang politik tanpa mengurangi
kesenjangan ekonomi. Individu diberi kebebasan yang luas, sehingga
demokrasi ini disebut juga demokrasi liberal.
b. Demokrasi material, yaitu demokrasi material yang memandang
manusia mempunyai kesamaan dalam bidang sosial, ekonomi,
sehingga persamaan bidang politik tidak menjadi prioritas. Demokrasi
semacam ini dikembangkan di negara sosialis, komunis.
c. Demokrasi Campuran, yaitu demokrasi campuran dari kedua
demokrasi diatas tersebut. Demokrasi ini berupaya menciptakan
kesejahteraan seluruh rakyat dengan menempatkan persamaan derajat
dan hak setiap orang.
4. Jenis demokrasi berdasarkan wewenang dan hubungan antar alat
kelengkapan. Diklasifikasikan :
a. Demokrasi sistem parlementer, ciri-ciri pemerintahan parlementer
antara lain :
DPR lebih kuat dari pada pemerintah
Menteri bertanggung jawab pada DPR
Program kebijakan kabinet disesuaikan dengan tujuan politik
anggota parlemen.
Kedudukan kepala negara sebagai simbol
b. Demokrasi sistem presidesial, ciri-ciri

pemerintahan

yang

menggunakan sistem presidensial antara lain :


Negara dikepalai presiden
Kekuasaan dari dan oleh rakyat melalui badan perwakilan
Presiden mempunyai kekuasaan mengangkat dan memberhentikan
menteri

11

Menteri tidak bertanggung jawab kepada DPR melainkan kepad


presiden. Presiden dan DPR mempunyai kedudukan yang sama
sebagai lembaga negara dan tidak dapat saling membubarkan.

D. Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia


17.
18.

1. Demokrasi Parlementer ( 1945 1959 )


Kehidupan politik dan pemerintahan tidak stabil, sehingga

program dari suatu negara tidak dapat dilaksanakan dengan baik dan
berkesinambungan. Sering bergantinya yang bertugas melaksanakan
pemerintahan. Kedudukan negara berada di bawah DPR dan keberadanya
bergantung pada dukungan DPR dan negara lain. Timbulnya perbedaan yang
sangat mendasar di antara partai politik yang ada saat itu.
2. Demokrasi Terpimpin (1959 1965)
19. Demokrasi Terpimpin lahir dari keinsyafan, kesadaran, dan
keyakinan terhadap keburukan yang diakibatkan oleh praktek demokrasi
parlementer. Secara konsepsional demokrasi terpimpin mempunyai kelebihan
yang dapat mengatasi permasalahan yang di hadapi masyarakat. Pokok
pokok Demokrasi Terpimpin menurut Bung Karno tertanggal 22 April 1959
sebagai berikut :
Demokrasi terpimpin bukan dictator
Demokrasi terpimpin adalah demokrasi yang cocok dengan

kepribadian dan dasar hidup bangsa Indonesia.


Demokrasi terpimpin adalah demokrasi di segala soal kenegaraan
dan kemasyarakatan yang meliputi bidang politik, ekonomi, dan
sosial.

12

Inti dari pada pemimpin dalam Demokrasi terpimpin adalah

permusyawaratan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan.


Oposisi dalam arti melahirkan pendapat yang sehat dan yang

membangun dalam Demokrasi Terpimpin.


3. Demokrasi Pancasila pada era orde baru (1966 1998)
20. Demokrasi pancasila bersumber pada pola pikir dan tata nilai sosial
budaya bangsa Indonesia dan menghargai hak individu yang tidak terlepas
dari kepentingan sosial. Demokrasi pancasila tidak bertentangan dengan
prinsip demokrasi konstitusional. Demokrasi pancasila berpangkal dari
kekeluargaan dan gotong royong. Penyimpangan yang dilakukan orde baru
khususnya yang berkaitan dengan pancasila yaitu :
Penyelenggaraan PEMILU yang tidak jujur dan tidak adil
Pengekangan kebebasan berpolitik bagi PNS.
Masih adanya intervensi pemerintah terhadap lembaga peradilan.
Kurangnya jaminan kebebasan mengemukakan pendapat.
Sistem kepartaian yang tidak otonom dan berat sebelah.
Maraknya praktek KKN.
Menteri menteri dan gubernur diangkat menjadi anggota MPR.
21.
22.
4. Demokrasi Pancasila pada Orde Reformasi (1998 saat ini)
23. Pada demokrasi ini demokrasi yang dilaksanakan tetap demokrasi
pancasila. Perbedaan terletak pada aturan pelaksanaan dan praktek
penyelenggaraan. Terdapat perubahan pelaksanaan Demokrasi pada era
reformasi sebagai berikut :
Pemilihan umum lebih demokratis.
Partai politik lebih mandiri.
Pengaturan hak asasi manusia.
Lembaga demokrasi lebih berfungsi.

24.

13

25.
26.
27.
28.
29.

14

30. BAB III


31. PENUTUP
A. Kesimpulan
32.

Berdasarkan pembahasan diatas, maka dapat ditarik kesimpulan

sebagai berikut :
1. Demokrasi berarti pemerintahan rakyat yaitu pemerintahan yang rakyatnya
memegang peranan yang sangat menentukan.
2. Nilai-nilai demokrasi membutuhkan hal-hal seperti kesadaran akan

pluralisme; sikap yang jujur dan pikirang yang sehat; kerjasama


antarwarga masyarakat dan sikap serta etikad baik; sikap kedewasaan;
pertimbangan moral. Beberapa prinsip demokrasi seperti adanya kendali
atas keputusan pemerintah; pemilihan yang teliti dan jujur; hak memilih
dan dipilih; kebebasan menyatakan pendapat tanpa ancaman; kebebasan
mengakses informasi; dan kebebasan berserikat yang terbuka.
3. Jenis-jenis demokrasi dibagi berdasarkan prinsip ideologi seperti
demokrasi liberal dan demokrasi rakyat. Demokrasi berdasarkan cara
menyampaikan pendapat yaitu demokrasi langsung, demokrasi tidak
langsung/demokrasi

perwakilan.

Demokrasi

berdasarkan

titik

perhatian/prioritas yaitu demokrasi formal, demokrasi material dan


demokrasi campuran. Jenis demokrasi berdasarkan wewenang dan

15

hubungan antar alat kelengkapan seperti demokrasi sistem parlementer dan


demokrasi sistem presidesial.
4. Pelaksanaan demokrasi di Indonesia, ada empat macam demokrasi
dibidang politik yang pernah diterapkan di Indonesia seperti demokrasi
parlementer ( 1945 1959 ), demokrasi terpimpin (1959 1965),
demokrasi Pancasila pada era orde baru (1966 1998), dan demokrasi
pancasila pada orde reformasi (1998 saat ini).
B. Saran
33.

Demokrasi Pancasila hanya akan dapat dilaksanakan

dengan baik apabila nilai-nilai yang terkandung didalamnya dapat


dipahami

dan

dihayati

sebagai

nilai-nilai

budaya

politik

yang

mempengaruhi sikap hidup politik pendukungnya. Pelaksanaan demokrasi


pancasila harus disertai dengan pembangunan bangsa secara keseluruhan
karena pembangunan adalah proses perubahan kearah kemajuan dan
proses pendidikan bangsa untuk meningkatkan mutu kehidupan bangsa.

16

34. DAFTAR PUSTAKA


35. Nasution, M., 2013, Demokrasi,
http://milalanasution.wordpress.com/2013/04/22/demokrasi, diakses pada
tanggal 19 September 2013.
36.

17