Anda di halaman 1dari 25

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK

INDONESIA
DAERAH SULAWESI SELATAN
RESOR PINRANG
Jl.Bintang No. 3 Pinrang 91211

RAHASIA
1

POTENSI DAN KERAWANAN KONFLIK SOSIAL


WILAYAH KAB. PINRANG TAHUN 2015
I.

PENDAHULUAN
A. Umum.
1. Situasi
kamtibmas
pada
hakekatnya
adalah
merupakan
perkembangan potensi gangguan, ambang gangguan dan gangguan
nyata dari aspek Ipoleksosbudhankam yang bersifat lokal, nasional
maupun internasional. Disamping itu, pembangunan dengan
berbagai dampak negatif dan akibat pengaruh globalisasi serta
kemajuan teknologi, transportasi dan komunikasi / informasi dapat
memberikan pengaruh terhadap gangguan nyata sebagai bentuk
gangguan kamtibmas merupakan salah satu indikator bahwa
interaksi sosial berkembang sedemikian rupa, sehingga apabila
tidak diamati dan diantisipasi secara konsepsional dan mendasar,
akan sulit untuk menanggulangi secara tepat, cepat dan tuntas.
2. Kabupaten Pinrang merupakan bagian wilayah Provinsi Sulawesi
Selatan yang secara geografis terletak pada koordinat antara 4 10
30 sampai 3 19 13 Lintang Selatan dan 119 26 30 sampai
119 47 20 Bujur Timur. Daerah ini berada pada ketinggian 0-2.600
meter dari permukaan laut.Kabupaten Pinrang berada 180 km dari
Kota Makassar, dengan memiliki luas 1.961,77 Km, terdiri dari
tiga dimensi kewilayahan meliputi dataran rendah, laut dan dataran
tinggi. Kabupaten Pinrang secara administratif pemerintahan terdiri
dari 12 (dua belas) Kecamatan, 36 Kelurahan dan 68 Desa yang
meliputi 81 Lingkungan dan 168 Dusun.Sebagian besar dari wilayah
kecamatan merupakan daerah pesisir yang memiliki luas 1.457,19
Km atau 74,27 % dari luas keseluruhan Wilayah Kabupaten Pinrang
dengan panjang garis pantai 93 Km.Kabupaten Pinrang memiliki
sumberdaya perikanan yang cukup besar dan merupakan salah satu
sektor andalan bagi perekonomian daerah. Potensi pertambakan
seluas 15.026,20 Ha atau 22,72
3. Secara geografis wilayah Kab.Pinrang secara umum memiliki
topografi yang daratan dan curam yang memiliki tiga dimensi
kewilayahan dataran redah, laut dan dataran tinggi masing-masing
wilayah yaitu Tiroang, Patampanua dan Watang sawitto adalah
daratan daerah yang memiliki garis pesisir pantai yaitu Kec.Suppa,
Lanrisang, Mattiro Sompe , Duampanua dan lembang dan daerah
yang memiliki karateristik wilayah pegunungan yaitu Batulappa,
Duampanua dan Lembang memiliki haris pantai 93 km dan
ketinggian wilayah
RAHASIA

RAHASIA
2
0-500 diatas permukaan laut (60,411 %) , ketinggian daratan 5001000 meter diatas permukaan laut (19,59 %) dan Ketinggian
pegunungan 1000 meter di atas permukaan laut, Tipe iklim
diwilayah Kab.Pinrang termasuk dalam Tipe B dan C dimana musim
hujan terjadi pada bulan Nopember sampai Juni dan music kemarau
terjadi pada bulan Agustus hingga September , secara umum curah
hujan cukup tinggi dan juga dipengaruhi oleh angin musiman.
B.

Dasar
1.
2.

C.

Undang-Undang Republik Indonesia No. 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian


Negara Republik Indonesia.
Rencana Kerja Polres Pinrang tahun 2015

Maksud dan Tujuan.


a.

Maksud
Memberikan gambaran tentang kesiapan Polres Pinrang dalam
rangka mengantisipasi permasalahan kerawanan dan permasalahan
konflik Bidang Sosial budaya agar dalam pelaksanaan tugas
profesional dan proporsional yang dapat berdampak kepada
peningkatan citra institusi kepolisian.

b.

Tujuan
1). Mempersiapkan suatu acuan dalam penanganan terhadap
kemungkinan timbulnya permasalahan kerawanan dan
memetakan konflik khususnya penanganan kerawanan
dibidang sosbud
2). Meningkatkan peran Polri khususnya Polres Pinrang dalam
kegiatan kegiatan sosial budaya dan kemanuasiaan yaitu
pada penanganan gangguan kerawanan kamtibmas bidang
sosbud serta Meminimalisir dampak yang ditimbulkan

D.

Ruang Lingkup dan Tata Urut.


a.

Ruang lingkup.
Ruang lingkup kontinjensi dibatasi pada kontinjensi yang
penanganan permasalahan gangguan bencana alam yang bersifat
kontijensi diwilayah kabupaten Pinrang.

b.

Tata Urut.
I.

PENDAHULUAN

II.

PETA POTENSI DAN PERMASALAHAN

III.

PERKEMBANGAN PETA KONFLIK DAN DAERAH RAWAN.

IV. PERKIRAAN KEADAAN


RAHASIA

V.

RAHASIA
3
CARA BERTINDAK DAN PELIBATAN PERSONIL

VI. PENUTUP.

II.

PETA POTENSI DAN PERMASALAHAN


1. Agama dan aliran kepercayaan
a.

Agama :
Bahwa untuk wilayah Kab.Pinrang secara umum mayoritas
penduduknya adalah yang memeluk Agama Islam , Kristen Protestan
,Kristen katholik , Hindu, Budha dan juga ada satu aliran kepecayaan
yang merupakan kepercayaan dari warga Tolotang dimana sebagia
warga pemeluk kepercayaan tersebut merupakan warga pendatang
yang berasal dari kab.Sidrap, sedangkan di Kab.Pinrang juga ada
pemeluk aliran Ahmadiyah 2 Kepala Keluarga atau kl.20 namun
kegiatan dan aktifitas keagamaan dalam kesehariannya khususnya
dalam melaksanakan Ibadah dilakukan di rumah masing-masing,
dan apabila melakukan kegiatan yang sifatnya pengajian dan
pertemuan umum dilaksanakan di Kota Makassar dimana warga
menganut aliran Ahmadiyah yang berada didaerah diluar Parepare
akan datang sedangkan untuk aliran islam garis kerasuang
berkembang di Kab.Pinrang antara lain Jemaah tabliq, Al Wahdah Al
Islamiah, LDII, ormas KPSI dan Salafi

b. Permasalahan :
Bahwa untuk Kab.Pinrang hingga saat ini permasalahan khususnya
terkait dengan Toleransi beragama masih berjalan dengan baik,
komunikasi antar umat beragama baik Agama Mayoritas maupun
minoritas serta aliran Kepercayaan dan alirang Ahmadiyah terjalin
dengan baik , namun dengan adanya issu-issu yang berkembang
pada level dan tingkat nasional, sehingga memerlukan antisipasi
dini, hala ini dilakukan dengan cara mengintensifkan peran
Kemenah RI Kab.Pinrang dan FKUB (Forum komunikasi antar Umat
Beragama) Kab.Pinrang termasuk peran serta Tokoh masyarakat,
Tokoh Agama dan warga masyarakat untuk tidak mudah terpancing
dengan kejadian dan issu yang muncul pada skala nasional.
c. Potensi Gangguan :
Adanya kejadian-kejadian yang terjadi dan muncul dibeberapa
daerah diwilayah Indonesia khususnya ditengah-tengah masyarakat
terkait dengan mulai lunturnya kesadaran dan toleransi serta
penghormatan oleh warga masyarakat kepada pemeluk Agama
tertentu baik mayoritas maupun minoritas pada tingkat Nasional,
secara tidak langsung dapat berimplikasi dan berpotensi menjadi
permasalahan baru yang berujung pada konflik sosial dengan Isu
Agama ditengah-tengah masyarakat, termasuk bila ada kelompok
RAHASIA

RAHASIA
4
atau orang-orang atau oknum yang tidak bertanggung jawab yang
melakukan
tindakan provokasi dan penghasutan sehingga warga mudah marah
dan terpancing, hal ini
perlu
adanya perhatian
khusus
termasuk diwilayah
Kab.Pinrang dengan memaksimalkan giat deteksi dini dari ancaman
perpecahan yang bernuansa SARA serta melakukan pengawasana
perkembangan aliran Islam garis keras termasuk kelompok radikal
ISIS yang menjurus pada tindakan terorisme.
2. Budaya / kultur
a. Pada dasarnya budaya / kultur warga masyarakat Kab.Pinrang adalah
memiliki karakteristik budaya Bugis dimana secara historis Wilayah
Kab.Pinrang adalah mayoritas merupakan pendudukan suku Bugis,
namun terdapat juga suku suku lainnya yang mendiami dan
menetap lama di wilayah Kab.Pinrang seperti suku Makassar,
Mandar, Toraja , jawa sehingga kultur budaya masyarakat Pinrang
Kendal dengan budaya Bugis, hal ini dapat dilihat pada kehidupan
seharri-hari seperti kegiatan pesta adat, perkawinan dan lainnya
sedangkan suku-suku lainnya dalam kehidupan sehari-hari juga
masih ada ditemukan dan ditampilkan seperti adat perkawinan suku
Mandar, Makassar, Jawa dan Toraya.
b. Permasalahan :
Bahwa adanya sesuai dengan adat , budaya serta kebiasaan warga
masyarakat khususnya budaya suku Bugis dan Makassar yang pada
umumnya memiliki karakteristik yang bertemperamen keras dan
sering membawa benda tajan (senjata Tajam / badik) baik dikota
maupun di pedesaan atau perkampungan, secara hokum kegiatan
kegiatan tersebut adalah merupakan suatu bentuk pelanggaran
hukum, dan fakta yang muncul dan terjadi selama ini adalah
banyaknya kasus-kasus penganiayaan, pembunuhan dengan
menggunakan senjata tajam (badik).
c. Potensi Gangguan :
Dengan adanya budaya dan kebiasaan warga masyarakat khususnya
Bugis dan Makassar yang kesehariannya dalam aktifitas dilingkungan
masyarakat masih membiasakan diri mempersenjatai diri dengan
senjata tajam (badik) yang merupakan pelanggaran hokum, secara
tidak langsung adalah bentuk dan bagian dari ancaman gangguan
Kamtibmas, karena dengan kultur masyarakat yang bertemperamen
tinggi serta masih menjunjung tinggi budaya SIRI dapat menjadikan
kebiasaan tersebut memunculkan potensi gangguan khususnya
kasus-kasus kekerasan dengan senjata tajam (badik)sampai pada
penghilangan nyawa manusia.
d. Langkah dan antisipasi
Perlu ada solusi dan antisipasi khususnya untuk mencegah kasuskasus pelanggaran hokum dan tindak pidana seperti penganiayaan,
RAHASIA

RAHASIA
5
pembunuhan dan lain-lain dengan menggunakan senjata tajam perlu
ada solusi dan pemecahan masalah baik oleh Pemerintah , Tokoh
masyarakat, Tokoh adat yang pelaksanaannya diberikan pendidikan
budaya yang benar dan pemberian pemahaman kepada warga
masyarakat bahwa kebiasaan membawa senjata tajam tidak
dibenarkan dan merupakan pelanggaran hokum dan si pelakunya
dapathukum sesuai dengan undang-undang

/. 3. Kepedudukan...........
3. Kependudukan dan transmigrasi
a. Kependudukan
Data kependudukan untuk kab.Pinrang Per tahun 2014 adalah
454.946 jiwa dengan perincian laki-laki 225.293 jiwa dan perempuan
228.707 jiwa, perkembangan jumlah penduduk setiap tahunnya
bertambah, hal ini secara tidak langsung dapat berdampak pada
meningkatnya kebutuhan masyarakat baik sandang, pangan maupun
perumahan termasuk lapangan kerja yang secara langsung dapat
menjadi masalah dikemudian hari sehingga diperlukan penanganan
yang tepat antara lain mengurangi laju pertambahan penduduk ,
meningkatkan
lapangan
kerja
dan
meminimalisir
angka
penggangguran
b. Transmigrasi
Untuk wilayah kab.Pinrang pada tahun 2008 oleh Pemerintah pusat
telah melaksanakan program Transmigrasi asal pengiriman dari
pulau Jawa dan ditempatkan diwilayah Kec.Lembang yaitu di Desa
Buttu Sawe dengan jumlah transmigran yang datang dari pulau jawa
termasuk transmigran local, namun program Pemerintah yaitu
transmigrasi hingga saat ini tidak berjalan dengan baik dan dari
jumlah peserta transmigrasi yang masih tinggal sebanyak 4 KK
sedangkan yang lainnya kembali kedaeah asal, sedangkan lokasi
transmigrasi hingga sekarang masih ada dan sebagiab tel;ah
dikelolat oleh masyarakat setempat.
c. Permasalahan
Program transmigarsi yang digalakan Pemerintah pada Tahun 2008
khususnya yang ditempatkan di Desa Buttu Sawe Kec.lembang
Kab.Pinrang hingga saat ini tidak berjalan dengan baik dimana
hampir semua warga transmigrasi asal pulau Jawa yang ditempatkan
dilokasi Transmigrasi Desa Buttu sawe Kec.Lembang kembali
kedaerah asal dan hanya beberapa orang saja yang masih bertahan
dan melakukan aktifitas khususnya perkebunan, selebihnya adalah
transmigrasi local yang merupakan warga setempat.
d. Potensi gangguan
RAHASIA

RAHASIA
6
Adanya warga transmigrasi asal pulau jawa yang kembali kedaerah
asal dengan berbagai alasan dan meninggalkan lokasi transmigrasi
dapat berptensi pada adanya klaim dan penguasaan oleh warga
setempat atas obyek tanah milik warga transmigrasi asal pulau jawa
yang seharus yang kemungkinan memunculkan permasalahan
khususnya sengketa lahan dikemudian hari.
e. Langkah dan antisipasi
Perlu adanya koordinasi baik Pemerintah Daerah, Propinsi dan Pusat
untuk mencarikan dan menyelesaikan permasalahan Transmigrasi
dengan cara meminta kembali kepada warga yang ikut dalam
program transmigrasi untuk kembali ke lokasi transmigrasi dan
melakukan aktifitas seperti biasa.
/4. Kegiatan ...........
4. Kegiatan masyarakat ( Unras, seminar,pertemuan, pertunjukan seni dll )
a. Unjuk Rasa
Bahwa aktifitas dan kegiatan aksi unjuk rasa yang sering terjadi di
kab.Pinrang adalah aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh kelompok kelompok aktivis Mahasiswa dan elemen organisasi lainnya, baik
mahasiswa yang menuntut ilmu akademik di Perguruan Tinggi yang
ada di Kab.Pinrang maupun Mahasiswa yang berada dan menuntut
ilmu akademik di Makassar termasuk aktivis Lembaga Swadaya
masyarakat, dan elemen masyarakat lainnya yang dalam melakukan
aksinya membawa dan menyuarakan kepentingan atas nama rakyat
adapun tuntutan dan aspirasi yang dibawa pada umumnya adalah
aspirasi yang disuarakan dimana diankat dari realita kehidupan
sehari-hari serta perkembangan yang ada sekarang ini baik yang
menyoroti Kebijakan Pemerintah, Solidaritas antar mahasiswa
maupun yang mengatasnamakan Kepentingan rakyat maupun,
adapun aksi-aksi unjuk rasa khususnya di kab.Pinrang pada
umumnya berjalan dengan aman dan terkendali.
b. Seminar
Kegiatan-kegiatan seminar pada umumnya untuk Kab.Pinrang tidak
banyak dilaksanakan, kalaupun ada pelaksanaanya hanya dilakukan
oleh kelompok-kelompok kecil seperti seminar mahasiswa yang
melakukan kegiatan Prakter Lapangan diwilayah Kab.Pinrang atau
kegiatan seminar yang diprakarsai oleh Pemerintah Kab.Pinrang.
c. Pertemuan
Pertemuan adalah kegiatan dan agenda yang dilaksanakan secara
terjadwal dan tersusun baik yang dilaksanakan oleh Pemerintah,
Swasta dan masyarakat dimana pada dalam pertemuan pertemuan
tersebut pada umumnya adalah membahas tentang dinamika dan
perkembangan yang ada atau agenda-agenda penting yang harus
dibicarakan secara utuh dengan melibatkan banyak lembanag ,
kelompok maupun orang.
RAHASIA

RAHASIA
7
d. Pertunjukan seni
Pada umumnya pertunjukan seni khususnya yang dilaksanakan di
kab.pinrang setiap tahunnya semakin banyak dan pelaksananya
dilakukan oleh semua elemen yang ada di kab.Pinrang baik
Pemerintah, swata, organisasi massa, organisasi kepemudaan dan
para pencinta seni yang intinya adalah melakukan kegiatan dan
aktifitas seni baik festival, seni dan pagelaran budaya yang
mengangkat tema kreasi generasi muda dan adat dan budaya ,Musik
maupun sastra, adapun pelaksanaan dan lokasi kegioatan selama ini
dilakukan baik ditempat terbuka seperti Lapangan Lasinrang maupun
di GOR Lasinrang atau ditempat lainnya.
e. Permasalahan
Dari empat kegiatan tersebut pada umumnya semua kegiatan
memiliki permasalahan masing-masing baik dari sisi pelaksanaannya
yang harus mengikuti aturan perundang-undangan, batas waktu dan
serta tetap pada koridor hokum yyang berlaku, namun ada juga yang
sering ditemukan kegiatan yang tidak mengikuti peraturan yang
berlaku seperti kegiatan unjuk rasa tanpa ijin, seminar tanpa
pemberitahuan dan kegiatan seni yang tidak memiliki ijin dari pihak
terkait.
f. Potensi gangguan
Semua kegiatan tersebut baik aksi unjuk rasa, seminar, pertemuan
dan pertunjukan seni pada umumnya memiliki potensi gangguan
seperti pada aksi unjuk rasa mahasiswa yang dalam aksinya
melakukan blockade jalan dan membakar ban yang tentunya secara
langsung telah mengganggu ketertiban umum, dn tidak menutup
kemungkinan berujung pada tindakan anarkis melawan petugas
pengamanan, pengrusakan, pelemparan. Untuk kegiatan pertemuan
potensi yang biasanya muncul dan dapat menjadi ancaman
gangguan adalah pada pelaksanaan pertemuaannya yang biasanya
bila dalam pertemuan tersebut ada kesalahpahaman, perbedaan
pendapat bahkan menjurus pada pertentangan indivisu yang
tentunya berpoyensi menjadi ancaman gangguan yang biasanya
muncul aksimkekerasan antar anggota baik kelompok maupun
organisasi yang dapat berujung pada penganiayaan.
g. Langkah dan antisipasi
-

Secara Ekternal : perlu dilakukan koordinasi dan kerjasma baik


dengan Instansi Pemerintah , Organisasi massa, organisasi
politik , organisasi kepemudaan, aktivis mahasiswa , LSM dan
elemen masyarakat lainnya untuk sama-sama berperan aktif
menjaga suasana kamtibmas agar tetap kondusif, tetap mematuhi
rambu-rambu hokum dalam melaksanakan aktifitas.

Sexara Internal : meningkatkan giat deteksi dini, penyelidikan,


pengalangan dan pengamanan terhadap giat-giat dan aktifitas
RAHASIA

RAHASIA
8
baik yang dilakukan kelompok masyarakat, Aktivis mahasiswa,
LSM organisasi massa dan politik serta elemen lainnya untuk
sedini mungkin mencegah dan mengantisipasi timbulnya potensi
gangguan keamanan, termasuk meningkatkan giat Patroli dan
penjagaan di lokasi-lokasi rawan gangguan kamtibmas dan pusat
keramaian.
5. Pendidikan
a. Pendidikan :
- Untuk bidang pendidikan bahwa untuk Sulawesi selatan secara
umum telah menerapkan pendidikan gratis untuk tingkat sekolah
Dasar s/d Sekolah Tingkat Pertama dimana program-program
kurikulum yang ada dalam proses pendidikan pada umumnya
berjalan dengan baik, dan untuk pelaksanaan UN Tahun 2015
terjadi permasalahan dalam hal ini adana keterlambatan naskah
UN akibat sistim pencetakan yang terlambat sehingga berakibat
pada penundaan pelaksanaan UN secara nasional khususnya
pada UN tingkat SMA/SMK/MA, namun secara umum pelaksanaan
dapat berjalan dengan aman dan terkendali.
/.Permasalahan..........
- Permasalahan pasca Islah pengurus Yayasan Pendidikan
Cokroaminoto Pinrang antara Yayasan Versi Iqbal Mukkadas,SE
dengan Dra.Hj.Ummu Kalsum, dimana hingga sekarang mereka
belum selesai dalam proses isla sekalipun telah dilakukan upayaupaya penyelesaian secara baik yang dimediasi oleh Polres
Pinrang atau Pemkab Pinrang namun masing-masing pihak tidak
mau melakukan penyelesaian dan tetap melakukan aktifitas
masing-masing seperti kegiatan akademik dan lain-lain
b. Permasalahan
-

Bahwa permasalahan yang tombul karena adanya agenda


kurikulum sekolah yaitu pada pelaksanaan UN secara nasional
yang mengalami penundaan pelaksanaan khususnya pada tingkat
SMA/SMK/MA, namun hal ini dapat terlaksana dengan baik
sekalipun sudah tidak sesuai dengan jadwal yang ada serta
tingkat kelulusan yang mencapak 99,7 % untuk kab.Pnrang

Timbulnya permasalahan baru pasca islah Yayasan Pendidikan


Cokroaminoto yang hingga sekarang belum selesai merupakan
tantangan tuga pengamanan yang perlu diantisipasi mengingat
dari konflik tersebut masing-masing pihak melakukan aksi-aksi
sendiiri yang menjurus pada tindakan pelangaran hokum seperti
bentrok antar massa / pengamana swakarsa yang dibentuk
masing-masing sampai pada saling lapor tindak pidana ke
Kepolisian.

c. Potensi
-

Dengan adanya agenda nasional khususnya dibidang pendidikan


dimana mengalami penundaan pelaksanaan UN pada UN Tahun
RAHASIA

RAHASIA
9
2015 kiranya untuk tahun yang akan dating tidak terjadi lagi
karena bila kejadian tersebut terulang diperkirakan aka nada aksi
unjuk rasa dan protes kepada Pemerintah yang beropetensi
menganggu keamanan.
-

Adanya konflik Yayasan Pendidikan Cokroaminoto tersebut


diperkirakan dapat memicu perkelahian dan bentrok antar
kelompok, mengingat masing-masing pihak melakukan aktifitas
dan kegiatan akademik dikampus masing-masing dengan logo
dan organisasi yang sama.Langkah dan antisipasi

Melakukan koordinasi baik dengan Instansi Pemerintah Pemkab


Pinrang Cq,Dinas Dikpora Kab.Pinrang, Pemerintah Provinsi dan
Pemerintah pusat agar kejadian penundaan UN untuk tahun yang
akan dating tidak terjadi lagi.

Agar proses penyelesaian sengketa Yayasan Pendidikan


Cokroaminoto terus dilakukan dengan cara mendiasi dan
mempertemukan kedua belah pihak agar mau duduk bersama
untuk menyelesaikan sengketa dengan baik demi massa depan
Pendidikan, meningkatkan giat deteksi dini, penyelidikan,
penggalangan dan pengamanan terhadap orang maupun obyek
serta menghimbau kepada masing-masing pihak untuuk tidak
melakukan tindakan yang berpotensi menjadi pemicu bentrok
antar kedua kelompok.

6. Hukum dan perundang undangan.


a. Permasalahan
Produk hukum dan perundang-undangan yang dibuat Pemerintah
pada dasarnya adalah peraturan yang mengatur dan melindungi
kepentingan Pemerintah, Warga Negara baik pada skala nasional
maupun Daerah, adapun produk hukum yang dibuat oleh Pemerintah
pada lever Kab/Kota adalah produk hokum berupa Peraturan daerah
(Perda) yang pada umumnya peraturan dibuat untuk kepentingan
daerah dan masyarakat, dalam penerapannya masih perlu
ditingkatkan seperti perda Miras dimana dalam penegakannya masih
kurang maksimal sehingga aktifitas dan kegiatan masyarakat dalam
membuat, menjual, mengkonsumsi miras masih tetap ada dan
cenderung meningkat, hal ini secara langsung dapat mengganggu
situasi Kamtibmasi khususnya di kab.Pinrang.
b. Potensi gangguan
Ada peraturan daerah (Perda) khususnya Perda tentang larangan
peredaran Miras diwilayah Kab.Pinrang perlu dioptimalkan
penegakannya khususnya dalam hal penertiban tempat produksi
miras tradisional, penjual dan penikmat miras dengan meningkatkan
Razia dan penegakan hukum, hal ini harus dilakukan selain karena
menjadi penyakit masyarakat juga miras merupakan salah satu
RAHASIA

RAHASIA
10
sumber
permasalahan
dan
kejahatan
penganiayaan, pembunuhan dan lain-lain.

baik

perkelahian,

c. Langkah dan antisipasi


Perlu ada kerjasama dan koordinasi baik dengan Pemerintah
khuususnyya Instansi yang beroeran dalam penegakan Perda Miras
untuk bersama-sama melakukan langkah antisipasi dengan
meningkatkan giat razia minuman keras baik Produksi miras
tradisional (ballo), miras modern , Penjual/pedagang, distributor
maupun penikmat miras yang tujuannnya untuk mencegah dan
mengeliminir gangguan kamtibmas diwilayah Kab.Pinrang
7. Ilmu Pengetahuan dan teknologi
a. Permasalahan
Bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan technologi di Kab.
Pinrang meniti beratkan pada pengembangan tekhnologi bidang
pertanian seperti penciptaan mesin perontok padi (chandue) dan
alat pemusnah hama tikus. Adapun permasalahan yang timbul dari
perkembangan tekhnologi adalah adanya persaingan dan perebutan
hak paten (hak cipta) antara Chandue vs Mutiara yang berujung
pada tuntutan hokum sampai pada Mahkamah Agung yang hingga
kini kedua belah pihak masih saling mengklaim atas Hak cipta mesin
tersebut.
b. Potensi Gangguan
Adanya konflik tentang hak cipta alat pertanian yang tuntutannya
masuk pada ranah hukum yang hingga sekarang masih saling
mengklaim diperkirakan dapat menimbulkan konflik antara keduanya
termasuk merembet pada perselisihan dengan menggunakan
kekuatan massa.
c. Langkah dan antisipasi
Perlu dilakukan penyelesaian dalam bentuk mediasi dengan
mempertemukan kedua belah pihak dan harus di fasilitasi oleh
pemerintah mengingat produksi mesin tersebut telah beredar
banyak di masyarakat khususnya petani.
8. Bencana alam
a. Permasalahan
Bahwa kondisi wilayah Kabupaten Pinrang yang memiliki
karakteristik willayah daratan, laur dan pegunungan juga memiliki
jenis dan potensi gangguan bencana alam yang dapat terjadi seperti
gempa bumi, banjir, tanah longsor, angin kencang / putting beliung
dan potensi abrasi laut, bahwa Kab.Pinrang pernah mengalami
bencana alam yang menelan korban jiwa yaitu bencana alam gempa
RAHASIA

RAHASIA
11
bumi pada tahun 1997, sehingga untuk mengantisipasi dengan giat
deteksi dini bencana alam perlu kerjasama semua pihak yang
memiliki tanggung jawab dan peran masing-masing secara terpadu
dan terkoordinir khususnya pada penanggulangan bencana alam
yang berimplikasi kontijensi.
b. Potensi
Adanya bahaya bencana alam di Kab. Pinrang selain karena factor
perubahan cuaca, (iklim), factor manusia yang kurang peduli
terhadap lingkungan dan memiliki kebiasaan buruk seperti
penebangan hutan secara lliar, pembukaan lahan baru dengan cara
membakar hutan dan kebiasaan membuang sampah sembarangan
yang berpotensi terjadinya banjir, tanah longsor, abrasi, terjangan
angin kencang/putting beliung serta banjir kiriman akibat luapan
sungai saddang.
c. Langkah dan antisipasi
a. Pelibatan komponen komponen yang menjadi Tim
penanggulangan terpadu masing-masing :
1) Pemerintah daerah kab.Pinrang
2) BPBD Kab.Pinrang
3) TNI
4) POLRI
5) SAR
6) PMI
7) Elemen masyarakat
/.Lokasi..............
b. Lokasi Evakuasi
Penentuan lokasi evakuasi dan jalur route menuju tempat
evakuasi korban bencana alam sangat penting artinya dalam
penanganan dan penanggulangan bencana alam yang terjadi.
Penentuan lokasi dan jalur ini sudah dilakukan berdasarkan
survei yang sudah dilaksanakan sebelumnya dan telah
diumumkan kepada masyarakat untuk diketahui bilamana terjadi
bencana alam. Adapun lokasi-lokasi evakuasi dan jalur-jalur route
menuju lokasi evakuasi yang telah ditentukan di setiap Satwil
jajaran Polres Pinrang.
9. Lingkungan hidup
a. Permasalahan
Adanya aktivitas penambangan khususnya tambang galian golongan
C seperti tambang galian pasir milik H. BABA, PATTA BULLA, sekitar
Sungai Saddang Pincara dan Tambang Timbunan termasuk aktivitas
nelayan yang menangkap ikan yang diduga menggunakan Bom ikan.
b. Potensi gangguan
RAHASIA

RAHASIA
12
Adanya permasalahan tentang tambang gol. C dan aktivitas Nelayan
dalam menangkap ikan yang diduga menggunakan bom ikan, pada
dasarnya telah mengganggu keberadaan lingkungan hidup
khususnya perlindungan terhadap kehidupan satwa, ekosistem dan
biota laut termasuk kerusakan lingkungan pemukiman akibat
aktivitas pertambangan.
c. Langkah dan antisipasi
Perlu dilakukan langkah pencegahan terhadap timbulnya kerusakan
lingkungan hidup dengan melakukan koordinasi dengan pemerintah
guna mengantisipasi kerusakan lingkungan yang semakin parah
termasuk mengancam daerah pemukiman yang dapat berakibat
pada aksi unjuk rasa maupun protes warga masyarakat.
10. Pertanahan
a. Permasalahan
1) Data Kasus Tanah yang setiap tahun sering terjadi
2) Lokasi obyek sengketa tanah ada umumnyya adalah lokasi yang
sudah bersengketa dan dalam proses hukum baik di tingkat
Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi maupun Mahkamah Agung
3) Adapun motif dan latar belakang terjadinya kasus tanah diwilayah
Kab.Pinrang pada umumnya adalah kasus sengketa tapal batal,
kasus sengketa Sertifikat ganda, Kasus sengketa penguasaan
obyek tanah / sawah / kebun, kasus sengketa tanah warisan dan
lain-lain
4) Tidak patuh hukum (tidak taat pada puyusan)
5) Adapun kasus tanah yang berpotensi menimbulkan bentrok dan
kekerasan adalah :
- Sengketa tanah Kampung Madalo Kel.Siparape Kec.Watang
saweitto
- Sengketa tanah / sawah di Kp.Bulu Kec.Mattiro Bulu Dimana
pada setiap kali musim tanah ataupun musim panen selalu
ada aktifitas dua kelompok / orang yang mengerjakan obyek
tersebut baik saat musim tanah maupun panen.
- Dan Sengketa tanah lainnya yang masih dalam proses perkara
baik di tingkat PN Pinrang, PT. Makassar dan MA RI
b. Potensi gangguan
Banyaknya kasus sengketa tanah yang nbermula dari penguasaan
obyek, sertifikat ganda, tapal batas adalah merupakan ancaman
potensi konflik , dimana untuk Kab.Pinrang kasus-kasus tanah yang
terjadi selalu menggunakan cara-cara kekerasan bahkan sampai
menelan korban luka hingga meninggal dunia, adanya ketidak taatan
warga masyarakat pada proses hokum dimana obyek yang telah
dieksekusi oleh PN masih tetap dikuasai oleh yang kalah sehingga
hal ini menjadi pemicu adanya pegerahan massa dan pengusiran
dengan cara kekerasan.
RAHASIA

c. Langkah dan antisipasi

RAHASIA
13

Banyaknya kasus sengketa tanah kiranya menjadi perhatian oleh


semua pihak baik Pemerintah, pihak Keamanan, Tokoh masyarakat
untuk dalam penyelesaian sengketa tanah bila telah memiliki
putusan hokum yang inkra agar dihormati dan diberikan pemahaman
kepada warga masyarakat untuk mematuhi poutusan hokum dan bila
kasus sengketa dalam proses kiranya diantisipasi terjadinya
perkelahian, bentrok dan lainnya dengan cara memediasi dan
Tudang Sipulung untuk meredam kasus-kasus tanah.
11. Penyakit masyarakat
a. Permasalahan
Banyaknya aktivitas warga masyarakat yang masih melakukan
kegiatan yang melanggar norma hukum , adat dan budaya
khususnya kebiasaan yang meresahkan masyarakat seperti judi
(sabung ayam, togel, kyu-kyu dll), Prostitusi terselubung, Caf /
tempat-tempat hiburan yang menyediakan minuman keras baik ballo
maupun miras moneren (botolan) termasuk transaksi sex yang juga
disediakan wanita penghibur penjualan miras di toko toko campuran
yang yang tidak memiliki ijin, serta perdagangan dan traksaksi
Narkoba.
b. Potensi gangguan
Dengan banyaknya permasalahan tentang penyakit masyarakat
seperti judi dan tempat hiburan yang menyediakan miras, wanita
penghibur dan toko toko yang menjual miras serta perdagangan
narkotika pada dasarnya dapat merusak masa depan generasi muda
merupakan bagian dari kerawanan gangguan kamtibmas dan
berpotensi
terjadinya
tindak
pidana
seperti
perkelehian,
penganiayaan, pembunuhan, pencurian dan penyalahgunaan
narkoba, termasuk rawan terhadap timbulnya penyakit kelamin
karena transaksi prostitusi, dimana dari data Pemkab Pinrang Tahun
2011 ada 35 penderita Odha dari 35 warga Pinrang yang tercatat
sebagai Odha tersebut, 16 orang di antaranya bermukim di luar
Kabupaten Pinrang termasuk empat di antaranya adalah pegawai
negeri sipil (PNS) dalam lingkup Pemerintahan Kabupaten Pinrang.
c. Langkah dan antisipasi
Perlunya dilakukan koordinasi dan kerjasama antar lembaga baik
pemerintah , swasta, LSM, Tmoas dan Toga dalam pemberantasan
penyakit masyarakat serta melakukan langkah - langkah pencegahan
secara dini terhadap penyebaran penyakit HIV AIDS di Kab.Pinrang,
peredaran Miras, Narkoba dan judi guna mengantisipasi dan
meminimalisir setiap permasalahan yang dapat ditimbulkan serta
menyelamatkan generasi muda. Serta meningkatkan giat Kepolisian
dalam hal melaksanakan operasdi dan razia terhadap penyakit
masyarakat tersebut
RAHASIA

RAHASIA
14
12. Tenaga Kerja / buruh
a. Permasalahan
Kab.Pinrang adalah daerah yang memilik karakteristik dan budaya
pekerja keras dan banyak masyarakat bugis Pinrang yang memiliki
jiwa sebagai orang perantau yang dan mengadu nasi daerah lain
sampai ke luar negeri baik melalui jalur resmi pemerintah maupun
menjadi imigran gelap ke Malaysia, hal ini karena banyaknya warga
yang bekerja di Malaysia hanya dengan menggunakan dokumen
Visa Kunjungan, adapun permasalahan yang sering muncul kepada
Tenaga kerja khususnya TKI yang berangkat melalui jalur tidak
resmi
sering
dipulangkan
dan
dideportasi
kembali
ke
Indonseia
sedangkan
untuk
tenaga
kerja
local
pada
umumnyabekerja pada industri lokal dan Home Industri dan
termasuk buruh kasar seperti buru bangunan dan kebersiihan.
b. Potensi gangguan
Bahwa adanya kegiatan warga Kab.Pinrang yang mencari pekerjaan
ke luar negeri khususnya Malaysia tidak melalui agen resmi
pemerintah berpotensi selain merugikan Negara karena tidak ada
pemasukan devisa dari TKI Ilegal juga berbahaya dan dapat
mengancam jiwa TKI sendiri karena dinegara tersebut mereka akan
menjadi target operasi dari pemerintah Negara tersebut untuk
ditangkap dan dideportasi dimana kembali ke Indonesia
c. Langkah dan antisipasi
Perlu adanya langkah konkrit dan koordinasi dengan instansi terkait
dalam penyeleseaian TKI khususnya yang illegal serta memberikan
himbauan kepada masyarakat Kab.Pinrang khususnya yang
mempunyai keinginan untuk mencari pekerjaan diluar negeri agar
masuk melalui jalur resmi yang telah disediakan Pemerintah,
termasuk menghindari upaya calo dan agen tidak resmi agar berhatihati menerima tawaran bekerja keluar negeri
/. 13...............
13. Pengangguran
a. Permasalahan
Bahwa permasalahan penggangguran di Kab.Pinrang hingga saat ini
tidak ada namun tetap diantisipasi mengingat setiap tahunnya
peningkatan angka kelulusan pelajar SMI yang tidak melanjutkan
pendidikan ke jenjang lebih tinggi , maka mereka juga terancam
akan menganggur dan hal ini bila tidak ada control baik pemerintah,
orang tua dan masyarakat besar kemungkinan lulusan sekolah
tersebut bisa terjerumus ke hal-hal yang negative seperti pergaulan
bebas, kejahatan dan lain-lain.
b. Potensi gangguan
Bila angka pengangguan lebih banyak dari sector lapangan kerja
maka kerawanan yang ditimbulkan berdampak pada kehidupan
social ekonomi masyarakat itu sendiri dan bila tidak diantisipasi tidak
RAHASIA

RAHASIA
15
menutup kemungkina akan memunculkan gangguan kamtibmas
karena memikirkan nasib dan ekonomi.
c. Langkah dan antisipasi
Perlu dilakukan koordinasi baik dengan Pemkab Pinrang, Disnaker,
Dikpora dan instansi sertalembaga lainnyya untuk sedini mungkin
mencegah adanya pengangguran, karena pengangguran merupakan
salah satu faktor pemicu terjadinya gejolak social dan keamanan.
14. Pariwisata
Data pariwisata di kab.Pinrang saat ini telah banyak dan tersebat di
wilayah Kecamatan seperti sbb
a. Permandian Air Panas Sulili.
Obyek wisata Air Panas Sulilie, merupakan permandian alam yang
mengundang sejuta kehangatan. Fasilitas kolam renang yang
tersedia dikawasan ini, melengkapi kenyamanan dalam berenang.
Tak heran bila kawasan permandian air panas ini digemari oleh
semua kalangan masyarakat didaerah ini dan sekitarnya. Untuk
mengunjungi obyek wisata ini, pengunjung dapat menemuh jarak
sejauh 5 kilometer aau sekitar 15 menit perjalanan dari kota
Pinrang.Lokasinya sangat mudah dijangkau, karena masih berada
dalam wilayah kota.
b. Pantai Ujung Tape
Salah satu obyek wisata bahari yang terletak di Kelurahan
Pallameang, Kecamatan Mattiro Sompe, sekitar 25 km arah barat
kota Pinrang. Untuk mencapai tempat ini memerlukan waktu
perjalanan sekitar 20 menit melalui jalan darat dan beraspal.
Kawasan ini meiliki daya tarik tersendii, jika pada sore hari kita
dapat menikmati angin pantai yang sejuk dan terbenamnya
matahari dan tempat ini ramai dikunjungi oleh masyarakat,
terutama pada hari libur.
d. Permandian Air Panas Lemo Susu
Letaknya di Kecamatan Lembang, sekitar 45 menit perjalanan arah
utara kota Pinrang. Fasilitas yang tersedia ditempat ini, kolam
renang, coltage. Bila anda berada di tempat ini, anda dapat
menikmati udara sejuk sera pemandangan alam yang indah, sebab
tempat ini berada diantara dua pegunungan. Jalur darat menuju
PLTU Bakaru beraspal mulus.
e. Rumah Makan Terapung.
Letaknya di Malimpung, Kecamatan Patampanua, sekitar 20 km arah
timur kota Pinrang. Tempat ini banyak dikunjungi masyarakat,
terutama pada siang hari untuk bersantai sabil meikmati makanan
dan udara sejuk serta memancing ikan yang ada didanau.
RAHASIA

f.

Pulau Kamarrang.

RAHASIA
16

Salah satu obyek wisata bahari yang terletak di Kecamatan Suppa.


Sekitar 30 km arah selatan kota Pinrang. Kawasan ini diapit laut,
sehingga menarik untuk di kunjungi. Pulau Kamarrang adalah
wilayah Kabupaten Pinrang yang berhadapan dengan Kota Parepare,
sehingga bila kita mau menyeberang kepulau ini lebih dekat bila
lewat pelabuhan Parepare naik perahu tradisional dan hanya
memerlukan waktu sekitar 15 menit.
g. Air Terjun Kalijodoh.
Letaknya di Kecamatan Lembang, sekitar 50 km arah utara
Kabupaten Pinrang atau 1,5 jam perjalanan darat. Air Terjun ini
memiliki daya tarik tersendiri, karena kita dapat menikmati
dinginnya udara pegunungan serta panorama alam yang indah
diselingi kemurh air terjun yang mengalir dari pengunungan, Air
Terjun Kalijodoh juga memiliki cerita tersendiri. Cerita yang masih
diyakini masyarakat sekitar, pada jaman dahulu, ada sepasang
muda-mudi yang berhasil membangun rumah tangga karena
bermunajat di air terjun ini.
h. Tarian Pallaonromae .
Tarian ini menceritakan kehidupan petani sawah, yang merupakan
kehidupan keseharian masyarakat Kabupaten Pinrang. Hamparan
sawah luas membentang, sekelompok anak manusia turun kesawah.
Dengan alat cangkul, mereka mulai menggarap sawahnya,
kemudian mengairinya, menabur benih padi dan menyemaikannya,
hingga menjaga padi dari serangan burung pipit. Gerakan tari yang
diiringi tabuhan gendang, petikan kecapi dan tiupan seruling dan
dibarengi dengan lantungan lagu meongpalo, yang merupakan
nyanyian khas para pagalung (petani padi), ekspresi gerak tari itu
meliuk
menggambarkan
kegembiraan.
Tarian
Pallaonromae
mengekspresikan gerak pencak silat, bermain layang-layang dan
menampi padi yang baru saja dipanen, sebuah gambaran
kegembiraan, ketika musim panen padi tiba. Kegembiraan ini
dimanifestasikan pada Mapadendang sebagai tanda syukur kepada
Allah SWT.
Adapun tempat tempat wisata lainnya masih banyak lagi baik
obyek wisata alam dan bahari yang masih terus dibenahi, seperti Air
Terjun Karawa, Permandian Balaloang Permai, Lefa-lefa Race yakni
perlombaan peruhu trdisional yang dilaksanakan di pantai Ujung
Labuang, Kecamatan Suppa. Ada lagi obyek wisata Pantai Ujung
Lero, Pantai Waetuwo, Bendungan Benteng dan Monumen La
Sinrang, seorang pahlawan legendaries dalam masyarakat Sawitto
Pinrang.
a. Permasalahan
Banyaknya lokasi tempat wisata secara ekonomi akan sangat
menguntungkan pendapatan Pemerintah dari sector Pariwisata
RAHASIA

RAHASIA
17
termasuk dapat dinikmati juga hasilnya oleh masyarakat, namun
permasalahn yang sering muncul apabila lokasi wisata tersebut
disaat-saat tertentu akan banyuak pengunjung maka tingkat
kerawanan tentunya meningkat dan berpotensi menimbulkan
gangguan kamtibmas.
b. Potensi gangguan
-

Perkelahian / penganiayaan dilokasi wisata


Korban tenggelam dilokasi wisata khususnya wisata laut
Kecelakaan lalu lintas
Kasi premanisme / pemalakan
Pencurian, curanmor dan jambret

c. Langkah dan antisipasi.


d. Perlu dilakukan langkah antisipasi khususnya pada saat saat
tertentu dimana tingkat kunjungan wisatawan meningkat seperti
pada saat selesai Lebaran, Pergantian tahun dan masa libur sekolah,
dengan menempatkan personil pengamanan di tempat-tempat
tersebut.
III.

DATA PETA KONFLIK KERAWANAN BIDANG SOSBUD.


a. Kec. Lembang
Kasus tapal batas laut yang berujung perebutan lahan
penangkapan ikan antara nelayan Pinrang dan polman
Kasus pemalakan terhadap mobil angkutan
Kasus sengketa tanah
Karakteristik budaya patinjo yang kental dengan persatuan dan
pengerahan massa dalam setiap peristiwa / kejadian
Kasus penyakit masyarakat seperti miras, judi.
Kecelakaan lalu lintas
Bencana alam tanah longsor angin kenjang
b.

c.

d.

Kec.Duampanua
Kasus sengketa tanah / sawah / tambak
Karakteristik budaya patinjo yang kental dengan persatuan dan
pengerahan massa dalam setiap peristiwa / kejadian
Kasus penyakit masyarakat seperti miras, judi.
Kecelakaan lalu lintas
Bencana banjir dan angin kenjang
Kec.Patampanua
Kasus sengketa tanah/ sawah
Karakteristik budaya patinjo yang kental dengan persatuan dan
pengerahan massa dalam setiap peristiwa / kejadian
Kasus penyakit masyarakat seperti miras, judi
Kecelakaan lalu lintas
Angin kencang
Kec.Batulappa
Kasus sengketa tanah / kebun
Karakteristik budaya patinjo yang kental dengan persatuan dan
pengerahan massa dalam setiap peristiwa / kejadian
RAHASIA

RAHASIA
18
Kasus penyakit masyarakat seperti miras, judi,
Kecelakaan lalu lintas
Bencana alam, banjir dan tanah longsor angin kenjang

e.

Kec.Watang sawitto
Aksi unjuk rasa
Kasus perkelahian antar kelompok dengan banyak motif mulai
dari motif.
Kasus sengketa tanah / rumah / hutang piutang
Kasus Kecelakaan lalu lintas
Kasus penyakit masyarakat seperti miras, judi, prostitusi dan
narkoba
Kecelakaan lalu lintas
Bencana alam tanah , banjir dan angin kenjang

f.

Kec.Paleteang
Kasus sengketa tanah
Kasus penyakit masyarakat seperti miras, judi, prostitusi dan
narkoba
Kasus perkelahian antar kelompok
Kecelakaan lalu lintas
Bencana alam, banjir dan angin kenjang

g.

Kec.Tiroang
Kasus sengketa tanah
Kasus penyakit masyarakat seperti miras, judi, prostitusi dan
narkoba
Kecelakaan lalu lintas
Bencana alam, banjir dan angin kenjang

h.

Kec.Mattiro Sompe
Kasus sengketa tanah
Kasus penyakit masyarakat seperti miras, judi, prostitusi dan
narkoba
Kasus perkelahian antar kelompok
Kecelakaan lalu lintas
Bencana alam, banjir dan angin kenjang , Abrasi

i.

Kec. Cempa
Kasus sengketa tanah
Kasus penyakit masyarakat seperti miras, judi, prostitusi dan
narkoba
Kecelakaan lalu lintas
Bencana alam, banjir dan angin kenjang , Abrasi
/.j Kec.Mattiro Bulu........
Kec.Mattiro Bulu
Kasus sengketa tanah
Kasus penyakit masyarakat seperti miras, judi, prostitusi dan
narkoba
Kasus perkelahian antar kelompok
Kecelakaan lalu lintas
Bencana alam kebakaran dan angin kenjang
Kec. Lanrisang

j.

k.

RAHASIA

l.

IV.

RAHASIA
19
Kasus sengketa tanah
Kasus penyakit masyarakat seperti miras, judi, prostitusi dan
narkoba
Kasus perkelahian antar kelompok
Kecelakaan lalu lintas
Bencana alam, banjir dan angin kenjang , Abrasi

Kec.Suppa
Kasus sengketa tanah
Kasus penyakit masyarakat seperti miras, judi, prostitusi dan
narkoba
Kasus perkelahian antar kelompok
Kecelakaan lalu lintas
Kasus dugaan penyalahgunaan bom ikan oleh nelayan

P E N U T U P.
Demikian Perkiraan ancaman Kontijensi penanganan bencana alam yang
mungkin terjadi diwilayah Kab.Pinrang tahun 2015 untuk menjadi bahan
masukan bagi Pimpinan dalam rangka pengambilan
keputusan dan
kebijaksanaan lebih lanjut.
Pinrang,
Januari 2015
KEPALA SATUAN INTELKAM

ABD.RAUF
AKP NRP 65080226

Kec.Paleteang
Kec.Mattiro
Kec.Lembang
Kec.
CempaSompe
Lanrisang
- Kasus sengketa tanah
Kasus sengketa
tapal batastanah
berujung
-- Kasus
Kasus
penyakitlaut yang
masyarakat
perebutanpenyakit
lahan penangkapan
ikanseperti
antara
- Kasus
masyarakat
seperti
miras,
nelayan Pinrang
danjudi,
polmanprostitusi dan
miras,
judi,
prostitusi
dan
narkoba
- narkoba
Kasus pemalakan terhadap mobil angkutan
-- Kasus
perkelahian
antar kelompok
Kasus
sengketa
tanah
- Kasus
Kecelakaan
perkelahian
lalulintas
lintas
antar
-- Kecelakaan
lalu
Karakteristik budaya patinjo yang kental
-- kelompok
Bencana
alam,
banjir
dan
angin
Bencana
alam, dan
banjir
dan angin
dengan persatuan
pengerahan
massa
- Kecelakaan
kenjang
lalu lintas
dalam
setiap, Abrasi
peristiwa
/ kejadian
kenjang
Kasus penyakit
masyarakat
seperti
miras,
judi.
- Bencana
alam,
banjir
dan
angin
- kenjang
Kecelakaan ,lalu
lintas
Abrasi

Kec.Mattiro Bulu

DATA RAWAN /
POTENSI BID
SOSBUD

- Kasus sengketa tanah


- Kasus penyakit masyarakat
seperti
miras,
judi,
prostitusi dan narkoba
- Kasus
perkelahian
antar
kelompok
- Kecelakaan lalu
lintas
RAHASIA
- Bencana alam kebakaran
dan angin kenjang

Kec.Suppa
b.Kec.Batulappa
Kec.Duampanua
Kec.Watang
sawitto
Kec.Tiroang
- Kasus
Aksi unjuk
rasa
sengketa
tanah / sawah /
tanah / tanah
kebun kelompok
- tambak
Kasus
sengketa
Kasus sengketa
perkelahian
antar
-- Kasus
sengketa
tanah
Karakteristik
budaya
patinjo
yang
kental
penyakit
masyarakat
dengan banyak
motif
mulai
dari
motif.
-- Kasus
Karakteristik
budaya
patinjo
yang
penyakit
masyarakat
dengansengketa
seperti
persatuan
miras,
dan
pengerahan
judi,
- Kasus
Kasus
tanah
/
rumah
/
hutang
kental dengan persatuan dan
massa
setiap
peristiwa
/ kejadian
prostitusi
dan
narkoba
seperti
miras,
judi,
prostitusi
dan
piutangdalam
massa
dalam antar
setiap
penyakit
masyarakat
seperti
- pengerahan
Kasus
perkelahian
Kasus
Kecelakaan
lalu
lintas
narkoba
peristiwa
/ kejadianmasyarakat seperti
miras, judi,
-- kelompok
Kasus
penyakit
Kecelakaan
lalu masyarakat
lintas
penyakit
Kecelakaan
lalu lintas
-- Kasus
Kecelakaan
laludan
lintas seperti
miras, judi, prostitusi
-- Bencana
alam,
banjirnarkoba
dan
angin
miras,
Bencanajudi.
alam,
longsor
Kasus
dugaan
Kecelakaan
lalu banjir
lintas dan tanah
-- kenjang
Kecelakaan
lalu
lintas
angin kenjang
penyalahgunaan
bom
Bencana
alam tanah , banjir
dan ikan
angin
oleh
- Bencana
banjir dan angin kenjang
kenjangnelayan

RAHASIA
20
Kec.Patampanua
-

Kasus sengketa tanah/ sawah


Karakteristik budaya patinjo yang
kental
dengan
persatuan
dan
pengerahan massa dalam setiap
peristiwa / kejadian
Kasus penyakit masyarakat seperti
miras, judi
Kecelakaan lalu lintas
Angin kencang

RAHASIA

RAHASIA
21

DATA OBYEK / ROYEK VITAL


Kec.Cempa
-

BRI Unit Cempa


Pantai Wisata Wakka

Kec.Duampanua
-

BRI Unit Duampanua


Jembatan Lassape
SPBU Bungi-Massila)

Kec.Mt.Sompe
-

BRI Unit Mt.Sompe


Pantai Wisata ujung
Tape

Kec.Patampanua

BRI Unit Tiroang


SPBU Tiroang

Kec.Lanrisang
-

Kantor Camat/Pospol
BRI Unit Lanrisang
Pantai
Wisata
Waetuo

Kec.Mattiro Bulu
-

Kantor
Camat/Polsek/Korami
l
SPBU Dolangan

PLTA Bakaru
BRI Unit Lembang
Tempat
Wisata
lemosusu, Air terjun
Karawa

Kec.Batulappa

Kec.Tiroang
-

Kec.Lembang

PLTD Palirang
Bendungan Benteng
BRI Unit Pt.Panua

Kec.Paleteang

Kec.Wt,Sawitto
- Pusat Pemerintahan/Swasta
(Ltr Bupati, DPRD, Polres,
Ktr SKPD,PLN,PAM dll)
- BRI Cab.Pinrang
- BNI Capem Pinrang
- Bank Mandiri
- Bank Danamon
- BPD Sulsel
- PT.Pegadaian (Persero)
- Bank BTPN
- Bank Mega
- Pasar Sentral/Pasar Sore
- Terminal
- SPBU Macorawali
-

RAHASIA

- BRI
Syarrah
Jl.Jend.Sudirman
- Terminal Paleteang
- Stadion Bau Massepe
- SPBU Palia

Kec.Suppa
-

Kantor
Camat/Polsek/Korami
l
PLTD Suppa
BRI Unit Suppa

RAHASIA
22
KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
DAERAH SULAWESI SELATAN
RESOR PINRANG
Jl.Teuku Cik Ditiro No. 9 Pinrang

COPY KE
DAR I

:
:

COPIES

POTENSI DAN KERAWANAN BIDANG SOSBUD


WILAYAH KABUPATEN PINRANG
TAHUN 2015

Pinrang,

Januari

RAHASIA

2015

RAHASIA
23
KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
DAERAH SULAWESI SELATAN
RESOR PINRANG
Jl.Teuku Cik Ditiro No. 9 Pinrang

COPY KE
DAR I

:
:

DATA DAERAH RAWAN BENCANA ALAM


WILAYAH KABUPATEN PINRANG
TAHUN 2015

Pinrang,

Januari

RAHASIA

2015

COPIES

RAHASIA
24

RAHASIA

RAHASIA
25

DATA OBYEK / [ROYEK VITAL

RAHASIA