Anda di halaman 1dari 50

ROTATING EQUIPMENT

KAMIS, 16 SEPTEMBER 2015

PROFIL

Dwinanto
Instruktur Rotating Equipment
Education
S1 & S2 Konversi Energi
Activity
- Dosen Tetap S1 Jurusan Teknik
Mesin FT. Untirta
- Instruktur Udiklat PT.PLN Suralaya

Contact
- BBM : 7D05087C
- Hp/Sms/Whatsapp : 083812813654
2

ROAD MAP SESSION

08.00-08.30 Pre-test
08.30-09.30 Klasifikasi, Filosofi dasar
09.30-10.00 Coffee break
10.00-11.00 Filosofi dasar
11.00-12.00 Prosedur start dan shut down
12.00-13.00 ISOMA
13.00-14.00 Kavitasi dan perawatan
14.00-15.00 Problem solving
15.00-15.30 Coffe break
15.30-16.00 Post test

Pre-test
Sebutkan definisi dari rotating equipment.
Sebutkan perbedaan utama dari pompa,
kompressor, blower, dan fan.
Sebutkan prosedur global dalam start-up
rotating equipment.
Sebutkan prosedur global dalam shut-down
rotating equipment.
Sebutkan pengertian dari kavitasi.
Sebutkan salah satu strategi perawatan yang
umum dilakukan pada rotating equipment.

ROTATING EQUIPMENT
ROTATING = BERPUTAR, EQUIPMENT = ALAT,
ROTATING EQUIPMENT = ALAT DENGAN
MEKANISME UTAMA BERPUTAR
ROTATING EQUIPMENT = PERALATAN
MEKANIK UNTUK MENAMBAH ENERGI
KINETIK DARI FLUIDA KERJA.

PERBEDAAN UTAMA ANTARA POMPA,


KOMPRESOR, BLOWER DAN FAN
Pompa adalah mesin untuk menaikkan cairan
(fluida tidak termampatkan - incompressible) ke
tingkat tekanan atau head yang lebih tinggi.
Kompresor adalah mesin untuk menaikkan gas
(fluida termampatkan - compressible) ke tingkat
tekanan yang lebih tinggi.
Blower adalah mesin untuk mengalirkan gas
dengan menaikkan sedikit tekanan.
Fan
adalah mesin untuk mengalirkan gas
dengan jumlah besar namun dengan tekanan
rendah.

KOMPONEN UTAMA SISTEM


PEMOMPAAN

KLASSIFIKASI POMPA
POSITIF
DISPLACEMENT
DYNAMICS

POSITIF DISPLACEMENT
Pada pompa positive
displacement, perpindahan zat
cair dari suatu tempat ke tempat
lain disebabkan perubahan
volume ruang kerja pompa yang
diakibatkan oleh gerakan elemen
pompa yaitu maju-mundur (bolakbalik) atau berputar (rotary).
Dengan perubahan volume
tersebut maka zat cair pada
bagian keluar (discharge)
mempunyai tekanan yang lebih
besar dibanding pada bagian
masuk (suction) dan
konsekuensinya kapasitas yang
dihasilkan sesuai volume yang
dipindahkan.

POMPA DINAMIS
Pompa dinamik juga
dikarakteristikan oleh
cara pompa tersebut
beroperasi yaitu,
impeler yang berputar
akan mengubah energi
kinetik menjadi tekanan
ataupun kecepatan yang
diperlukan untuk
memompa fluida.

Klasifikasi Pompa Sentrifugal


Radial Flow
Mixed Flow
Axial Flow

Proses Kerja Pompa Sentrifugal


Aliran fluida yang radial akan menimbulkan efek sentrifugal dari
impeler diberikan kepada fluida. Jenis pompa sentrifugal atau
kompresor aliran radial akan mempunyai head yang tinggi tetapi
kapasitas alirannya rendah. Pada mesin aliran radial ini, fluida masuk
melalui bagian tengah impeler dalam arah yang pada dasarnya aksial.
Fluida keluar melalui celah-celah antara sudut dan piringan dan
meninggalkan bagian luar impeler pada tekanan yang tinggi dan
kecepatan agak tinggi ketika memasuki casing atau volute.
Volute akan mengubah head kinetik yang berupa kecepatan buang
tinggi menjadi head tekanan sebelum fluida meninggalkan pipa
keluaran pompa. Jika casing dilengkapi dengan sirip pemandu (guide
vane), pompa tersebut disebut diffuser atau pompa turbin.
Impeler: Bagian dari pompa yang berputar yang mengubah
tenaga mesin ke tenaga kinetik
Volute: Bagian dari pompa yang diam yang mengubah tenaga
kinetik ke bentuk tekanan.

Keunggulan Pompa Sentrifugal

Prinsip kerjanya sederhana


Mempunyai banyak jenis
Konstruksinya kuat dan perawatannya mudah
Tersedia berbagai jenis pilihan kapasitas
output debit air
Poros motor penggerak dapat langsung
disambung ke pompa

ENERGY DAN HEAD PADA PUMP


SYSTEMS
ENERGI MENGGAMBARKAN PERPINDAHAN
FLUIDA PADA SISTEM PEMOMPAAN. ENERGI
PADA SISTEM POMPA BERBENTUK ; PRESSURE,
ELEVASI, GESEKAN DAN KECEPATAN.

PRESSURE
Tekanan dihasilkan
pada dasar reservoir,
hal ini dikarenakan
fluida mengisi penuh
wadah dan berat dari
fluida tersebut
menghasilkan gaya
yang terdistribusi pada
seluruh permukaan
wadah. Hal ini disebut
dengan static pressure.

ELEVASI
Elevasi adalah energi
yang tersedia pada
cairan pada
ketinggian tertentu.
Jika fluida dibiarkan
mengalir maka fluida
tersebut dapat
menggerakan
sesuatu seperti
turbin yang
memproduksi listrik.

GESEKAN
Energi gesek
merupakan energi
yang hilang yang
diserap lingkungan
ketika fluida bergerak
didalam pipa dan
fittings pada sistem.

Problem akibat gesekan fluida


Kavitasi!

Dalam pembahasan mesin-mesin


hidrolik termasuk pompa ada
suatu gejala pada proses aliran zat
cair yang cenderung mengurangi
unjuk kerja atau efesiensi dari
pompa, gejala tersebut adalah
kavitasi. Gejala kavitasi terjadi
karena menguapnya zat cair yang
sedang mengalir didalam pompa
atau diluar pompa, karena
tekanannya berkurang sampai
dibawah tekanan uap jenuhnya.
Air pada kondisi biasa akan
mendidih dan menguap pada
tekanan 1 atm pada temperatur
100 C, apabila tekanan berkurang
sampai cukup rendah, air pada
suhu udara lingkungan yaitu
sekitar 20C- 33C akan mendidih
dan menguap.

Kavitasi

Vapor Pressure dapat dilihat dimana?

Anonimus., http://en.wikipedia.org/wiki/Vapor_pressure., diakses 25 september 2013


pukul 11.57

KECEPATAN
Energi kecepatan
adalah energi yang
dimiliki oleh objek
yang bergerak.

HEAD
Now what about
head?
Head merupakan
kebutuhan dalam
penggunaan energi.
Untuk menggunakan
energi, hal yang utama
mengetahui beban
yang harus
dipindahkan.

PERSAMAAN ENERGI UMUM


Persamaan Bernoulli :

1
1
2
p1 gz 1 V1 p 2 gz 2 V22 [Pa] tekanan
2
2
N
dibagi g berat jenis 3 :
m
p1
V12 p1
V12
z1
z1
h Total [m] tinggi

2g
2g
p
pressure head

z elevation head
V
velocity head
2g

tinggi [Energi/berat]

tekanan [Energi/Volume]

Persamaan Bernoulli hanya berlaku bila :


Fluida inkompresibel (tidak dapat dimampatkan)
Tidak ada energi hilang akibat gesekan pada pipa
Tidak ada energi hilang akibat sambungan pipa dan katup
Tidak ada penambahan energi yang diberikan oleh pompa
Tidak ada pengurangan energi yang diambil oleh motor fluida
Tidak ada panas yang keluar dari atau masuk ke fluida

Persaman Energi Umum

Persamaan Bernoulli yang diperluas


2
1

2
2

p1
V
p2
V
z1
h A h R h L z2

2g

2g
hA = Energi yang berikan ke fluida oleh pompa

hR = Energi yang diambil dari fluida oleh motor fluida


(turbin, aktuator dll)
hL = Energi-energi yang hilang akibat gesekan pada pipa
atau akibat turbulensi pada katup (valves) dan
sambungan pipa (fittings)

Ilustrasi persamaan energi umum pada sistem aliran fluida

Contoh Soal No. 1


Air mengalir dari sebuah reservoir ke sistem fluida seperti terlihat pada gambar
di bawah ini. Bila air keluar dari sistem pipa dengan debit keluaran sebesar
1,20 ft3 /s hitung energi total (head loss) yang hilang akibat katup (valve),
belokan (elbow), pipa masuk (pipe entrance) dan gesekan pada pipa.

p1 = po
p2 = po
z1 = 12 +13 = 25 ft

Contoh Soal No. 2


Cairan dengan berat jenis (specific gravity) 0,86 masuk ke pompa dengan debit
sebesar 0,014 m3 /s.
Bila kehilangan energi (head loss) akibat gesekan dan katup adalah 1.86 m,
hitung daya yang harus diberikan oleh pompa.

Contoh Soal No. 4


Air mengalir dengan debit 114 L/min melalui motor fluida seperti terlihat pada
gambar di bawah ini. Tekanan pada titik A adalah 700 kPa dan tekanan pada
titik B adalah 125 Pa. Head loss akibat kehilangan energi yang terjadi
diperkirakan sebesar 4 m. Bila efisiensi motor fluida adalah 85 % hitung daya
outputnya.

PROSEDUR GLOBAL DALAM START-UP


ROTATING EQUIPMENT
TAHAP PREPARATION (PERSIAPAN)
TAHAP PELAKSANAAN

TAHAP I: TAHAP PERSIAPAN (JAUH


SEBELUM START-UP)

MERANCANG RENCANA KERJA DENGAN TATA WAKTU YANG HARUS SINKRON


DENGAN KEGIATAN KONSTRUKSI ATAU SHUTDOWN MAINTENANCE
PENYUSUNAN BAHAN START-UP DAN SOW (SCOPE OF WORK) SAAT OPERASI
UNTUK DISOSIALISASIKAN KEPADA PIHAK PELAKSANA START UP DAN TIM
PENUNJANG (TIM OPERASI, MEKANIKAL, INSTRUMENTASI, LABORATORIUM,
TERMINAL, PERENCANAAN OPERASI BAHAN BAKU S/D PRODUK, ASPEK
POTENSI TERKAIT SAFETY DAN LINGKUNGAN SERTA SUPORTING PROSES
TERMASUK SISI KEENJINIRINGAN PROJECT BARU TERSEBUT)
PERSIAPAN MAN POWER YANG DIANTARANYA MELIPUTI
PEMILIHAN ORANG, JUMLAH DENGAN KOMPETENSI DAN SKILL YANG
SESUAI,
PEMBUATAN MATERI KEGIATAN START-UP TIAP ALAT DAN UNIT UNTUK
PELATIHAN DAN PELAKSANAAN START-UP,
REFRESH TRAINING, BILA TERSEDIA MEMANFAATKAN SIMULATOR

TAHAP PELAKSANAAN
SET UP KELOMPOK KERJA DAN TUGAS / JOB DESCRIPTION START-UP S/D
NORMAL OPERASI, PENYEBARAN PENEMPATAN DENGAN TASK
KHUSUSNYA BILA SEDANG START-UP. UNTUK ITU KERJA SAMA, TEAM
WORK YANG SOLID DIBANGUN DAN MENJADI TERBIASA.
KOORDINASI HARU DIMULAI, ANTARA LAIN: TIM OPERASI, TIM
PEMELIHARAN, TIM ENGINEERING, TIM HSE, TIM LABORATORIUM DAN
DUKUNGAN TIM PROJECT LAINNYA, HARUS DIJALANKAN, SERTA EVALUASI
SYSTEM BERJALAN EFEKTIF SEJAK AWAL
SAAT MENJELANG START UP, SEMUA OUTSTANDING CONSTRACTION
HARUS SUDAH DIPUTUSKAN HARUS DISIAPKAN, AGAR JELAS ASPEK
LEGALITAS AWAL OPERASI. PERSIAPAN SCOPE OF WORK PEMERIKSAAN
KESIAPAN SHUTDOWN MAINTENANCE UNTUK DIOPERASIKAN BY TEAM
OPERASI (SOW MECHANICAL, INSTRUMENTASI, PROSES, LABORATORIUM
PENUNJANG, SAFETY)

TAHAP PELAKSANAAN (CONT.)

RECHECK DAN VALIDASI PERSIAPAN DOKUMEN START-UP GUIDANCE, CHECK


LIST SESUAI DETAIL, PER PERALATAN SECARA PARSIAL DAN GLOBAL TOTAL
EQUIPMENT TEST, MELIPUTI: UNTUK PEMERIKSAAN MASING ALAT, LINE UP,
CHECK-LIST / PUNCH LIST READYNESS VS PERBAIKAN DAN PENGETESAN
READINESS / CLEANING PROCEDURE SAMPAI ZERO PUNCH LIST ITEM.
COMMISSIONING KAN PERALATAN. SEMUA ALAT HARUS DIBERSIHKAN SESUAI
PROSEDUR YANG BERLAKU. ADA PERALATAN YANG PERLU DIIKUTI PROSEDUR
KHUSUS VENDOR, ADA YANG MENGGUNAKAN ACUAN BEST PRAKTIS OPERASI,
NAMUN PELAKSANAAN HARUS DIRENCANAKAN KRITERIA MEDIA
PEMBERSIHNYA, TEKANAN DAN KANDUNGAN MATERIALNYA, TINGKAT
KEBERSIHAN DAN DAMPAKNYA, SERTA MEMPERTIMBANGKAN KESESUAIAN
DENGAN ALAT LAIN. INTRUMENTASI DITEST, TRIPSYSTEM, SAFETY DEVICE
PERLU PENGUJIAN. ROTATING EQUIPMENT DITEST RUN DI WORKSHOP. TEST
ULANG BISA DILAKUKAN DI PLANT UNTUK PENGUJIAN KESEMPURNAAN
PEMASANGAN SYSTEM TERKAIT.

PROSEDUR GLOBAL DALAM SHUTDOWN ROTATING EQUIPMENT

Planning
Coordination
Procurement
Execution
Return to service

Planning
In the planning phase, the facilitys internal
team, the prime contractor hired for the
project, and the various engineering
disciplines, both internal and external,
determine the scope of work to be
accomplished, the pre-shutdown activities
that are required, and general logistics.

Coordination
In this second stage, the team determines the
order in which things will be done, who is
responsible for what, and the detailed
workflow logistics. This involves the entire
shutdown team: internal staff (maintenance,
engineering, facility management, and
procurement), external engineers, contractors,
and vendors.

Procurement
In addition to the procurement of equipment
and materials, this phase includes the bidding
or negotiation of contracts with all necessary
consultants, contractors, and vendors.

Execution
All tasks are completed and new and old
equipment is in place. The duration is
dependent upon the scope of work and the
timeline that was negotiated with the facilitys
management.

Return to Service
Actual facility performance is tested and
qualified in order to prove that systems are
installed, operating, and functioning as
designed. Additionally, if environmental
monitoring is required, these samples are
collected and tested.

MAINTENANCE CONDITION
MECHANICAL CONDITION MONITORING
VIBRATION
BEARING TEMPERATURE
OIL ANALYSIS
SEAL CHECK

PRACTICAL METHOD FOR DETERMINE


THE NEEDS FOR MAINTENANCE
Centrifiigal pumps unlike positive
displacement pumps can experience flow rate
reduction for reasons other than mechanical
deterioration. As we have learned, positive
displacement pumps for a given speed are
constant flow pumps. If the flow rate
decreases, a positive displacement pump
requires maintenance.

Reasons for centrifugal pump flow


change
Process head required increases
Pump head produced decreases
In order to determine if pump head produced
is decreasing, the pump suction and discharge
pressures must be measured at a specific
pump speed and flow rate. The problems in
the field are that a calibrated flow meter is
rarely if ever available, pressure gauges are
not usually calibrated and the location of
pressure gauges are not correct.

Field performance condition


monitoring requirements
The field is not a laboratory!
Field performance condition monitoring
requires:
Determination of pump flow
Calibration of pressure gauges
Proper location of pressure gauges

Field test pressure gauge location


requirements
Pressure gauges must be located
approximately one (1) pipe diameter from the
pump flanges
There must not be any restriction (orifice,
strainer, etc.) between the pump flange and
pressure gauge

BEARING APPLICATION GUIDLINES

The L-10 rating life for anti-friction bearings is defined as the


number of hours at rated bearing load that 90% of a group of
identical bearings will complete or exceed (25,000 hours of
operation) before the evidence of failure. Failure evidence is
generally defined as a 100% increase in measured vibration.

Recommended installation of
reducers at pump suction

Daily Observation of Pump Operation


When operators are on constant duty, hourly and daily
inspections should be made and any irregularities in the
operation of a pump should be recorded and reported
immediately. This applies particularly to changes in sound of a
running pump, abrupt changes in bearing temperatures, and
seal chamber leakage. A check of pressure gages and of
flowmeters, if installed, and vibration should be made
routinely during the day. If recording instruments are
provided, a daily check should be made to determine whether
the current capacity, pressure, power consumption or
vibration level indicates that further inspection is required. If
these readings are taken electronically, trending charts should
be produced to allow observation of changes as a function of
time. Certain trends may allow for scheduled outages to
address deterioration of specific performance values.

FURTHER MORE ABOUT ROTATING


EQUIPMENT MAINTENANCE WILL
CONDUCT AT OTHER REFRESH
TRAINING

REFERENCES
Forsthoffer, William. E., 2005., Forsthoffer's
Rotating Equipment Handbooks Vol 2: Pumps.,
ISBN. 856174689., Publisher: Elsevier Science
& Technology Books
Anonimus.,
http://www.areadevelopment.com/siteSelecti
on/Q2-2013/managing-temporarymanufacturing-plant-shutdowns6666774.shtml?Page=1;, diakses 4 Agustus
2015 pukul 05.45

Anda mungkin juga menyukai