Anda di halaman 1dari 6

A SEA N

IRWINA NOVADILA
XII IPA 3
21
LATAR BELAKANG TERBENTUKNYA ASEAN
Latar belakang terbentuknya ASEAN didasari karena adanya persamaan nasib, sikap
dan kepentingan Negara-negara di Asia Tenggara. Sejak jaman prasejarah, yaitu sekitar tahun

2000 SM, seluruh kawasan Asia Tenggara merupakan daerah penyebaran rumpun budaya dan
bahasa Melayu Austronesia, yaitu berasal dari pusatnya sekitar Teluk Tonkin dan lembah sungai
Mekong. Kebudayaan dan bahasa Austronesia ini merupakan dasar tata kehidupan dan
pergaulan bangsa-bangsa di wilayah Asia Tenggara ini.
Baru semenjak abad pertama masehi, sebagian besar Asia Tenggara mendapat
pengaruh dari luar. Unsur-unsur peradaban dan kebudayaan India, Hindu dan Budha mulai
masuk. Sedangkan wilayah Vietnam, Laos dan Kampuchea (Kamboja) banyak mendapat
pengaruhi dari peradaban dan kebudayaan China.
Berbagai kerajaan, besar dan kecil telah lahir, bangun dan berkembang yang pada
umumnya beragama Hindu dan Budha. Yang tersebar diantaranya kerajaan Sriwijaya dan
Majapahit. Di Malaysia dan Brunei Darussalam berdiri kerajaan Islam sampai sekarang ini,
bahkan kerajaan Malaysia sekarang ini adalah gabungan kerajaan Islam tersebut. Kedatangan
Islam telah memperkaya hidup dan budaya Asia Tenggara, disamping agama Hindu dan Budha.
Tetapi mulai abad ke-16 mulailah malapetaka yang menimpa kawasan ini. Bangsabangsa barat mulai berdatangan dan berebut pengaruh di kawasan ini. Mula-mula mereka
datang sebagai pedagang tetapi kemudian sebagai penjajah. Satu demi satu kerajaan merdeka
itu mereka taklukkan sehingga akhirnya seluruh Asia Tenggara, kecuali Muangthai (sekarang
disebut Thailand), menjadi daerah jajahan mereka.
Adapun yang menjadi alasan utama bangsa-bangsa Barat tersebut menjajah Asia Tenggara
yaitu:
1. Karena letaknya yang sangat strategis untuk pelayaran dan perniagaan
2. Kawasan ini memiliki sumber kekayaan alam yang melimpah
3. Wilayah ini mempunyai penduduk yang cukup banyak sebagai calon pembeli barang
industri dunia barat (pasar yang potensial).

Imperialis Inggris menguasai Malaysia (1814), Singapura (1849), Burma (Myanmar) pada
tahun 1894, dan Kalimantan Utara (1880). Imperialism Perancis menguasai Indocina
(Kamboja,Vietnam dan Laos) sejak tahun 1896. Kerajaan Spanyol menguasai Filipina sampai
tahun 1898, kemudian pada tahun tersebut Amerika Serikat mengalahkan Spanyol dan
menduduki Filipina. Sedangkan seluruh Indonesia dikuasai sepenuhnya oleh pemerintahan
Kolonial Belanda sejak tahun 1908, meskipun sudah banyak daerah Indonesia satu demi satu
jatuh ketangan pemerintahan mereka sejak abad ke-17. Pada tahun 1941 meletus Perang Dunia
II di kawasan Pasifik. Jepang menyerang dan menduduki Pearl Harbour. Kemudian satu demi
satu negara Asia Timur, Asia Selatan dan Asia Tenggara jatuh ketangannya. Pada jaman

pendudukan Jepang ini pusat pemerintahannya berada di Dalat (Saigon) sebuah kota di
Vietnam.
Demikianlah apa yang terjadi dimana seluruh rakyat dan bangsa di Asia Tenggara
selama sekitar setengah abad mengalami penderitaan yang sama sebagai daerah jajahan
bangsa Barat dan Jepang.
Selain persamaan karena mengalami penjajahan, ada beberapa persamaan lain diantara kelima
pendiri ASEAN tersebut yakni:
1. Negara yang sedang berkembang;
2. Penghasilan Bahan Mentah, kecuali Singapura;
3. Negara yang memerlukan modal asing dan tekhnologi canggih untuk membangun
ekonomi nasionalnya;
4. Negara yang bersifat agraris, (kecuali Singapura) dan industrinya masih pada tahap
permulaan dan lainnya.

Persamaan nasib ini kemudian menimbulkan perasaan senasib sepenanggungan dan


setia kawan yang kuat di kalangan bangsa Asia Tenggara. Perasaan setia kawan ini pulalah
yang merupakan salah satu pendorong lahirnya ASEAN. Di laut yang sama yaitu Selat Malaka
dan Selat Sunda. Perairan ini merupakan urat nadi lalu lintas pelayaran dan perdagangan dunia,
juga merupakan pintu gerbang utama di sebelah barat. Selain itu perairan Laut China Selatan
adalah daerah perairan pokok yang dikelilingi oleh Negaranegara Asia Tenggara. Karena itu
pada hakikatnya merupakan daerah perairan bersama bagi Negara-negara tersebut, bahkan
tidak mengherankan jika sejak jaman bahari telah terdapat saling pengaruh antara Negaranegara yang ada di kawasan ini.
ASEAN adalah singkatan dari Association Of South East Asian Nations yang berarti
Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara. ASEAN merupakan organisasi regional (kawasan)
yang dibentuk oleh pemerintahan lima Negara pendiri utama di kawasan Asia Tenggara yaitu
Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand dengan penandatanganan Deklarasi
ASEAN atau sering juga disebut Deklarasi Bangkok oleh kelima menteri luar negeri masingmasing Negara tersebut pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok ibukota Thailand. Tanggal itu
juga diperingati sebagai hari lahirnya ASEAN.

Kelima menteri luar negeri tersebut adalah:


1. Adam Malik dari Indonesia
2. Tun Abdul Razak dari Malaysia
3. S. Rajaratnam dari Singapura
4. Thanat Koman dari Thailand
5. Narcisco Ramos dari Filipina

Dalam kenyataannya tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan ASEAN tidak dapat
dipisahkan dari perkembangan Asia Tenggara sebelumnya, terutama dalam hubungan dua
kerjasama, ASA dan Maphilindo. Oleh sebab itu untuk dapat mengetahui latar belakang ASEAN,
perlu kiranya untuk mengetahui pengalaman MAPHILINDO dan ASA.
Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa kerjasama regional pertama di Asia Tenggara
yang dibentuk oleh negara-negara Asia Tenggara sendiri tanpa ikut sertanya negara lain di luar
kawasan adalah Maphilindo dan ASA. Walaupun kedua kerjasama regional ini masing-masing
dibentuk atas dasar kepentingan negara yang hendak membentuknya. ASA (Association Of
South East Asia) misalnya, dibentuk pada tahun 1961 yang dengan tujuan untuk membendung
pengaruh komunis dari Uni Soviet. Kemudian tidak ketinggalan dengan Maphilindo, organisasi
yang dibentuk sebenarnya untuk mencegah lahirnya Negara imperialis Malaysia.
Walaupun kedua kerjasama tersebut dibentuk, tapi sayang umurnya tidak bertahan lama.
Organisasi ASA hanya dapat bertahan selama enam tahun mulai dibentuk pada tahun 1961 dan
resmi dibubarkan pada tahun 1966, karena sengketa Sabah yang dituntut Filipina terhadap
Malaysia. Tidak begitu halnya dengan Maphilindo, bahkan umurnya lebih pendek lagi, organisasi
ini hanya berusia dua minggu lebih.
Pada mulanya ketika pemikiran untuk melanjutkan kerjasama regional di Asia Tenggara
mulai timbul terutama pada saat-saat mulai berakhirnya konfrontasi Indonesia terhadap
Malaysia, pihak Malaysia menginginkan ASA dapat dipertahankan dan jika perlu memperluas
keanggotaannya. Sebaliknya, Indonesia menyodorkan Maphilindo untuk dijadikan dasar
kerjasama regional yang akan datang.
Selain itu dalam menelusuri terbentuknya ASEAN, dianggap perlu pula untuk mengikuti
peristiwa-peristiwa yang terjadi di Asia Tenggara sekitar tahun 1965-1966. Peristiwa itu yang
berkaitan erat dengan pembentukan ASEAN. Mungkin yang paling erat kaitannya adalah
munculnya Orde Baru di Indonesia menggantikan Orde Lama. Dalam tampilnya Orde Baru,

konfrontasi terhadap Malaysia diakhiri, dan dengan demikian hubungan Indonesia dengan
Malaysia yang berantakan sejak lahirnya Malaysia tahun 1963 kembali normal.
Pada waktu yang bersamaan terjadi pula peristiwa lain dalam bentuk pertukaran
pemimpin di Filipina dari Presiden Macapagal kepada Presiden Marcos. Pada masa Macapagal,
hubungan Filipina dengan Malaysia menjadi tegang akibat sengketa Sabah. Masalah itu sempat
membekukan hubungan kedua Negara. Sebagai presiden terpilih yang baru, Marcos
melunakkan sikap Filipina terhadap Sabah. Hal itu dengan sendirinya ikut memperbaiki dan
memulihkan hubungan Filipina-Malaysia.
Peristiwa itu disusul pula dengan keluarnya Singapura dari federasi Malaysia. Hal itu
memberi suasana baru di kawasan Asia Tenggara yang sedang dilanda oleh kemelut
konfrontasi. Sebelumnya, sewaktu Singapura masih bergabung dengan Malaysia, ada
perbedaan dalam mengelola kebijaksanaan ekonomi yang akhirnya menjadi pendorong bagi
Singapura untuk keluar dari federasi itu. Tanpa pulihnya kembali hubungan Singapura-Malaysia,
kedudukannya malah akan terjepit antara dua Negara Melayu-Malaysia dan Indonesia.

BENTUK DAN ARTI LAMBANG ASEAN

Lambang ASEAN tersusun dari 4 warna yang mewakili Warna negara-negara


anggotanya yaitu Biru, Merah, Putih dan Kuning.
Arti ke empat warnanya adalah :
* Biru yang memiliki arti Keamanan dan kestabilan.
* merah yang memiliki arti Semangat dan Dinamisme.
* Putih yang memiliki arti Keuletan.
* Kuning yang memiliki arti Kemakmuran.

Bentuk yang tergambarkan pada lambang asean merupakan sepuluh tangkai padi yang
mewakili cita-cita pencetus ASEAN yaitu kesatuan dan persahabatan bagi negara-negara di
wilayah asia tenggara. Dan untuk lingkaran yang mengelilinginya memiliki arti Kesatuan.
Untuk Saat ini hampir semua negara di wilayah asia tenggara sudah menjadi anggota ASEAN
kecuali dua negara yaitu Papua Nugini dan Timor Leste. Menurut kabar yang beredar Timor
Leste akan bergabung menjadi anggota ASEAn pada tahun 2012.
ANGGOTA ASEAN :
* Brunei Darussalam
* Filipina
* Indonesia
* Kamboja
* Laos
* Malaysia
* Myanmar
* Singapura
* Thailand
* Vietnam

TUJUAN ASEAN
ASEAN yang merupakan organisasi negara-negara Asia Tenggara mempunyai beberapa
tujuan yang hendak dicapai anggotanya. Tujuan ASEAN tersebut tertuang dalam deklarasi
Bangkok yang dideklarasikan pada tanggal 8 Agustus 1967. Isi deklarasi Bangkok yang
merupakan tujuan ASEAN tersebut antara lain :
1. Mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan perkembangan kebudayaan
di kawasan Asia Tenggara.
2. Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional.
3. Meningkatkan kerja sama dan saling membantu untuk kepentingan bersama dalam
bidang ekonomi, sosial, teknik, ilmu pengetahuan, dan administrasi.
4. Memelihara kerja sama yang erat di tengah-tengah organisasi regional dan internasional
yang ada.
5. Meningkatkan kerja sama untuk memajukan pendidikan, latihan, dan penelitian di
kawasan Asia Tenggara.

Anda mungkin juga menyukai