Anda di halaman 1dari 152

Prakarya dan

Kewirausahaan

SMA/MA/
SMK/MAK
KELAS

Semester 2

Hak Cipta 2014 pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan


Dilindungi Undang-Undang
MILIK NEGARA
TIDAK DIPERDAGANGKAN

Disklaimer: Buku ini merupakan buku siswa yang dipersiapkan Pemerintah dalam
rangka implementasi Kurikulum 2013. Buku siswa ini disusun dan ditelaah oleh berbagai pihak di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan
dipergunakan dalam tahap awal penerapan Kurikulum 2013. Buku ini merupakan
dokumen hidup yang senantiasa diperbaiki, diperbaharui, dan dimutakhirkan
sesuai dengan dinamika kebutuhan dan perubahan zaman. Masukan dari berbagai
kalangan diharapkan dapat meningkatkan kualitas buku ini.
Katalog Dalam Terbitan (KDT)
Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Prakarya dan Kewirausahaan / Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan.Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014.
vi, 146. : ilus. ; 25 cm.
Untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X Semester 2
ISBN 978-602-282-449-7 (jilid lengkap)
ISBN 978-602-282-451-0 (jilid 1b)
1. Prakarya -- Studi dan Pengajaran
II. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

I. Judul
600

Kontributor Naskah

Penelaah

Penyelia Penerbitan :

Hendriana Werdhaningsih, Desta Wirnas, Alberta Haryudanti,


dan Slamet Budijanto.
Suci Rahayu, Rozmita Dewi, Kahfiati Kahdar, Djoko Adi
Widodo, Vanessa Gaffar, Wahyu Prihatini, Heny Hendrayati,
dan Taswadi.
Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud.

Cetakan ke-1, 2014


Disusun dengan huruf Myriad Pro, 11 pt.

ii

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

Kata Pengantar
Kewirausahaan adalah kemampuan yang sangat dibutuhkan dalam abad 21 mengingat keterbatasan
dukungan sumberdaya alam terhadap kesejahteraan penduduk dunia yang makin bertambah dan
makin kompetitif. Jiwa dan semangat kewirausahaan yang terbentuk dan terasah dengan baik
sejak remaja akan dapat menghasilkan sumberdaya manusia inovatif yang mampu membebaskan
bangsa dan negaranya dari ketergantungan pada sumberdaya alam. Kewirausahaan yang diperlukan
tentunya adalah yang memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan output ekonomi dalam
mendukung kesejahteraan bangsa melalui penciptaan karya nyata orisinil yang bermanfaat.
Kurikulum 2013 membekali peserta didik pada Pendidikan Menengah dengan kemampuan
kewirausahaan yang lahir dan tumbuh dalam sektor nyata. Diawali dengan pengamatan terhadap
produk yang ada di pasar beserta ciri-cirinya, analisis struktur komponen pembentuk produk, analisis
struktur dan rangkaian proses beserta peralatan yang diperlukan, termasuk analisis pasar, biaya,
dan harga. Untuk mendukung keutuhan pemahaman peserta didik, pembelajarannya digabungkan
dengan pembelajaran Prakarya sehingga peserta didik bukan hanya mampu menghasilkan ide
kreatif tetapi juga merealisasikannya dalam bentuk purwarupa karya nyata dan dilanjutkan sampai
pada kegiatan penciptaan pasar untuk mewujudkan nilai ekonomi dari kegiatan-kegiatan tersebut.
Sebagai bagian dari Kurikulum 2013, pembelajaran Prakarya dan Kewirausahaan bagi peserta didik
pada jenjang Pendidikan Menengah Kelas X harus mencakup aktivitas dan materi pembelajaran
yang secara utuh dapat meningkatkan kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang
diperlukan untuk menciptakan karya nyata, menciptakan peluang pasar, dan menciptakan kegiatan
bernilai ekonomi dari produk dan pasar tersebut. Pembelajarannya dirancang berbasis aktivitas terkait
dengan sejumlah ranah karya nyata, yaitu karya kerajinan, karya teknologi, karya pengolahan, dan
karya budidaya dengan contoh-contoh karya konkret berasal dari tema-tema karya populer yang
sesuai untuk peserta didik Kelas X. Sebagai mata pelajaran yang mengandung unsur muatan lokal,
tambahan materi yang digali dari kearifan lokal yang relevan sangat diharapkan untuk ditambahkan
sebagai pengayaan dari buku ini.
Buku ini menjabarkan usaha minimal yang harus dilakukan siswa untuk mencapai kompetensi yang
diharapkan. Sesuai dengan pendekatan yang digunakan dalam Kurikulum 2013, siswa diajak menjadi
berani untuk mencari sumber belajar lain yang tersedia dan terbentang luas di sekitarnya. Peran guru
dalam meningkatkan dan menyesuaikan daya serap siswa dengan ketersediaan kegiatan pada buku
ini sangat penting. Guru dapat memperkayanya dengan kreasi dalam bentuk kegiatan-kegiatan lain
yang sesuai dan relevan yang bersumber dari lingkungan sosial dan alam.
Implementasi terbatas Kurikulum 2013 pada tahun ajaran 2013/2014 telah mendapatkan tanggapan
yang sangat positif dan masukan yang sangat berharga. Pengalaman tersebut dipergunakan
semaksimal mungkin dalam menyiapkan buku untuk implementasi menyeluruh pada tahun ajaran
2014/2015 dan seterusnya. Walaupun demikian, sebagai edisi pertama, buku ini sangat terbuka dan
perlu terus dilakukan perbaikan dan penyempurnaan. Oleh karena itu, kami mengundang para
pembaca memberikan kritik, saran dan masukan untuk perbaikan dan penyempurnaan pada edisi
berikutnya. Atas kontribusi tersebut, kami ucapkan terima kasih. Mudah-mudahan kita dapat
memberikan yang terbaik bagi kemajuan dunia pendidikan dalam rangka mempersiapkan generasi
seratus tahun Indonesia Merdeka (2045).
Jakarta, Januari 2014
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

Mohammad Nuh

Prakarya dan Kewirausahaan

iii

Daftar Isi

Kerajinan
Rekayasa
Budidaya
Pengolahan

iv

Kata Pengantar ............................................................................................................................


Daftar Isi .........................................................................................................................................

iii
iv

Kerajinan .......................................................................................................................................
Peta Materi Kerajinan ................................................................................................................
BAB 1 Kerajinan dan Wirausaha Limbah Tekstil ..............................................................
A. Mengenal Kerajinan Limbah Tekstil .................................................................
B. Material Limbah Tekstil .........................................................................................
C. Proses dan Alat Produksi Kerajinan dengan Bahan Limbah Tekstil ......
D. Cara Merancang Karya Kerajinan Limbah Tekstil ........................................
E. Pengemasan dan Perawatan Kerajinan Limbah Tekstil ............................
F. Wirausaha di Bidang Kerajinan Limbah Tekstil ............................................
G. Membuat Produk Kerajinan Limbah Tekstil ..................................................

1
2
3
3
8
12
18
20
22
24

Rekayasa ........................................................................................................................................
Peta Materi Rekayasa ................................................................................................................
BAB 2 Rekayasa dan Wirausaha Alat Pengatur Gerak Sederhana ............................
A. Mengenal Jenis-Jenis Gerak dan Alat Pengatur Gerak Sederhana .......
B. Material, Komponen, dan Sumber Arus .........................................................
C. Proses dan Alat Pengatur Gerak Sederhana .................................................
D. Cara Merancang Alat Pengatur Gerak Sederhana ......................................
E. Pengemasan dan Perawatan Alat Pengatur Gerak Sederhana ..............
F. Wirausaha di Bidang Alat Pengatur Gerak Sederhana ..............................
G. Membuat Produk Rekayasa Bergerak Sederhana
dengan Sumber Arus AC .....................................................................................

29
30
31
31
39
54
59
60
63

Budidaya ........................................................................................................................................
Peta Materi Budidaya ................................................................................................................
BAB 3 Budidaya dan Wirausaha Tanaman Hias ...............................................................
A. Mengenal Produk Budidaya Tanaman Hias ..................................................
B. Sarana Budidaya Tanaman Hias ........................................................................
C. Proses dan Alat Budidaya Tanaman Hias .......................................................
D. Cara Merancang Budidaya Tanaman Hias .....................................................
E. Pengemasan dan Perawatan Budidaya Tanaman Hias .............................
F. Wirausaha di Bidang Budidaya Tanaman Hias .............................................
G. Membuat Budidaya Tanaman Hias ..................................................................

72
73
74
74
82
83
91
92
94
98

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

68

Semester 2

Kerajinan

Pengolahan .................................................................................................................................. 104


Peta Materi Pengolahan ........................................................................................................... 105
BAB 4 Pengolahan dan Wirausaha Produk Pembersih dari
Bahan Nabati dan Hewani ......................................................................................... 106
A. Mengenal Produk Pembersih dari Bahan Nabati dan Hewani ............... 106
B. Bahan Nabati, Bahan Hewani, dan Bahan Pendukung ............................. 110
C. Proses dan Alat Pengolahan Pembersih
Berbahan Nabati dan Hewani ............................................................................ 117
D. Cara Merancang Produk Pembersih dari
Bahan Nabati dan Hewani ................................................................................... 124
E. Pengemasan Produk Pembersih dari
Bahan Nabati dan Hewani ................................................................................... 125
F. Wirausaha di Bidang Pengolahan Pembersih dari
Bahan Nabati dan Hewani ................................................................................... 133
G. Membuat Produk Pembersih dari Bahan Nabati khas Daerah ............... 138

Pengolahan

Budidaya

Rekayasa

Daftar Pustaka ............................................................................................................................. 142

Prakarya dan Kewirausahaan

Nilai yang dihidupkan melalui

Prakarya dan
Kewirausahaan

Percaya Diri
Perasaan positif terhadap diri sendiri, dan keyakinan akan kemampuan diri dalam
melakukan suatu hal yang didasari atas kemampuan mengevaluasi dan pengenalan
terhadap potensi diri sendiri. Kepercayaan diri dibutuhkan untuk memulai kerja
dan usaha.

Kreativitas
Kemampuan untuk memiliki pemikiran yang baru, berbeda, dan beragam untuk
memecahkan suatu masalah. Kreativitas memerlukan kemampuan untuk melihat
sesuatu dari sudut pandang yang berbeda. Kreativitas dapat muncul dari sikap
mental yang tidak kaku, penuh toleransi serta ketertarikan kepada hal yang baru
dan belum diketahui.

Tekun
Sikap bersungguh-sungguh, teliti, sabar dan terus-menerus dalam melakukan
suatu pekerjaan. Ketekunan dalam bekerja dibutuhkan untuk menghasilkan karya
produk yang baik dan berkualitas tinggi.

Jujur
Sikap positif yang ditunjukan dengan keselarasan kata dan perbuatan, mengatakan kebenaran dan tidak melakukan kebohongan. Sikap jujur akan mendatangkan
ketenangan pikiran dan kepercayaan dari lingkungan.

Pantang Menyerah
Sikap bertahan untuk mencapai tujuan, meski menghadapi tantangan dan kegagalan. Sikap tersebut didasari oleh motivasi dan keinginan yang kuat, serta kepercayaan diri.

Kerjasama
Kemampuan bekerjasama mutlak dimiliki untuk dapat menjadi bagian dalam
kehidupan bermasyarakat. Kemampuan bekerjasama dilandasi dengan toleransi
yaitu sikap untuk menghargai perbedaan.

vi

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

Kerajinan

Kerajinan

Kerajinan atau dalam bahasa Inggris kita kenal dengan handicraft, dapat dipahami
sebagai produk yang menuntut ketrampilan tangan. Produk kerajinan adalah
produk dihasilkan melalui keterampilan tangan dan keterampilan berpikir dalam
mengolah suatu bahan atau material sehingga menghasilkan estetika atau keindahan sekaligus fungsi tertentu. Produk kerajinan memiliki nilai yang tinggi karena
menuntut kemampuan berkarya menggunakan keterampilan tangan, baik tanpa
menggunakan alat bantu atau hanya dengan menggunakan alat bantu sederhana.
Prakarya kerajinan akan mengajak kita mengenali karakter material dan teknik
pengolahannya untuk menghasilkan estetika atau keindahan. Pemahaman
tentang seluk beluk suatu kerajinan akan membuat kita dapat mengapresiasi, dan
menghargainya. Pada kerajinan, ketrampilan tangan harus disertai dengan ketelitian, kesungguhan dan kesabaran dalam melakukan prosedur atau tahap-tahap
pengerjaan produk agar dapat dihasilkan produk yang baik dan berkualitas. Kerajinan pada prosesnya melibatkan sekumpulan orang yang bekerja bersama
dengan penuh toleransi, dan semangat kebersamaan. Kerajinan umumnya dihasilkan dari material yang khas dari daerah tersebut.
Pengembangan kerajinan dapat didukung dengan penciptaan alat bantu sederhana
yang baru, sistem kerja yang tepat yang juga mendukung kelestarian lingkungan,
kemasan yang baik serta informasi yang lengkap tentang produk kerajinan tersebut, sehingga dapat diapresiasi dengan lebih baik lagi oleh masyarakat luas. Kerajinan yang berkualitas, mengangkat kekhasan daerah, dan dilakukan oleh
masyarakatnya memiliki nilai jual yang tinggi, dan dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan bersama dan lingkungan.

Prakarya dan Kewirausahaan

PETA MATERI
Kerajinan dan Wirausaha Tekstil
Kerajinan dan Wirausaha
Limbah Tekstil

Kerajinan

Mengenal
Kerajinan
Limbah Tekstil

Material Limbah Tekstil


dan Bahan Pewarna

Cara
Merancang
Kerajinan
Limbah
Tekstil

Proses dan Alat Produksi


Kerajinan Limbah Tekstil

Membuat Produk
Kerajinan Limbah
Tekstil

Pengemasan
dan
Perawatan
Kerajinan
Tekstil
Wirausaha di
Bidang
Kerajinan
Limbah
Tekstil

Tujuan pembelajaran:
Setelah mempelajari bab ini peserta didik mampu
1. Menghayati bahwa akal pikiran dan kemampuan manusia dalam berpikir kreatif
untuk membuat produk kerajinan serta keberhasilan wirausaha adalah anugerah
Tuhan.
2. Menghayati perilaku jujur, percaya diri, dan mandiri serta sikap bekerja sama,
gotong royong, bertoleransi, disiplin, bertanggung jawab, kreatif dan inovatif
dalam membuat karya kerajinan limbah tekstil untuk membangun semangat
usaha.
3. Mendesain dan membuat produk serta mengemas karya kerajinan limbah
tekstil berdasarkan identifikasi kebutuhan sumber daya, teknologi, dan
prosedur berkarya.
4. Mempresentasikan karya produk kerajinan limbah tekstil dengan perilaku jujur
dan percaya diri.
5. Menyajikan konsep kewirausahaan berdasarkan pengalaman keberhasilan
tokoh-tokoh wirausaha dan menganalisis sikap dan perilaku wirausaha kerajinan
limbah tekstil yang dapat mendukung keberhasilan dalam menjalankan
sebuah usaha.

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

BAB 1

Kerajinan dan Wirausaha


Limbah Tekstil

Kerajinan

A. Mengenal Kerajinan Limbah Tekstil


Sejarah desain menunjukkan bahwa sejak ditemukannya pada tahun 1768,
mesin uap memengaruhi perubahan teknik produksi benda-benda kebutuhan
manusia. Hal tersebut memicu pertumbuhan pabrikasi pengolahan bahan baku
dari sumber daya alam dengan menggunakan mesin. Sekitar tahun 1970-an,
mulailah timbul kesadaran dampak polusi
lingkungan yang dihasilkan industri.
Selain pencemaran udara, air, dan tanah,
benda-benda yang dihasilkan dengan
kemajuan teknologi dan mesin-mesin
industri juga menimbulkan masalah baru,
yakni menjadi sampah yang sulit
diuraikan oleh alam. Sampah jenis ini
bertambah seiring dengan perubahan
kebutuhan hidup dalam gaya hidup
manusia yang mendorong terjadinya
inovasi produk baru, tanpa memperhatikan ketersediaan sumber daya alam yang
ada. Salah satu industri yang menghasilkan limbah dalam jumlah besar adalah
industri tekstil (memproduksi dari benang
hingga menjadi kain), garmen (memproduksi pakaian dalam skala besar), dan
koveksi (memproduksi pakaian dalam
skala kecil). Industri-industri tersebut
menghasilkan limbah kerajinan berupa
sisa benang pada kelos, sisa potongan
kain, dan bahan serta limbah cair dari
pewarnaan tekstil. Limbah industri tekstil,
garmen dan konveksi yang berupa sisa Sumber: http://craftsncoffee.com/page/4/,
http://buzzmills.typepad.com/blog/2012/06/
bahan dapat dimanfaatkan menjadi aneka a-cloud-mobile.html
produk kerajinan limbah tekstil.
Gambar 1.1 Kerajinan limbah tekstil

Prakarya dan Kewirausahaan

1. Klasifikasi Produk Limbah Tekstil


a) Produk Limbah Tekstil Daur Ulang (Recycle)
Contoh: Kain perca yang dibuat kembali menjadi sebuah lembaran kain
dengan teknik patchwork.
b) Produk Limbah Tekstil yang Digunakan Kembali (Reuse)
Contoh: Pakaian yang dirancang ulang seolah-olah menjadi baru, misalnya
kaos yang sudah usang dicelup dan ditambahkan teknik sablon di atasnya.

Kerajinan

Gambar 1.2 Busana karya Lenny


Agustin memiliki konsep recycle
memanfaatkan limbah kain untuk
rok dan hiasan kepala

Gambar 1.3 Tas dari kaos


bekas karya Gianny L.
memiliki konsep reuse

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

2. Aneka Karya Kerajinan Limbah Tekstil dan Fungsinya


No.

Kerajinan
Limbah Tekstil

Fungsi

Gambar/ Foto

Persamaan

Perca

Aksesoris

2.

Perca

Tas Laptop

3.

Perca

Tas

Kerajinan

1.

Prakarya dan Kewirausahaan

Perca

Dompet

5.

Perca

Cempal

6.

Perca

Boneka

7.

Benang Jahit

Sepatu

Kerajinan

4.

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

B. Kerajinan Limbah Tekstil

Kerajinan

1. Aneka Karya Kerajinan Limbah Tekstil dan Fungsinya

Sumber: http://cathiefilian.blogspot.com/2013/04/summer-style-how-to-alter-cowboy-hat.html,
http://juragankeset.blogspot.com/2010/04/keset-kain-perca.html

Gambar 1.4 Kerajinan limbah tekstil dari perca

Sumber: http://fitri-aprillia-dwijayati.blogspot.com/2012_07_01_archive.html,
http://www.homedit.com/cute-macrame-lighting-shade-by-satelight/
Gambar 1.5 Kerajinan limbah tekstil dengan teknik makrame

Prakarya dan Kewirausahaan

B. Material Limbah Tekstil


Material yang digunakan untuk kerajinan limbah tekstil terdiri dari limbah
padat atau sisa produksi, yang dihasilkan dari proses produksi. Sisa produksi dapat
berupa sisa benang pada kones (cone ends), kain sisa (perca), sisa bahan tambahan
seperti bisban, tali, kerah, busa pelapis dan cones bekas benang. Bahan-bahan
tersebut dikelompokkan sesuai material dan warnanya.

Limbah Tekstil
Kerajinan

Padat

Cair

Sisa benang

Sisa kain

Sisa bahan lain/


asesoris

Sumber: Dokumen Kemdikbud

Bagan 1.1 Jenis-jenis limbah tekstil

Sumber: http://onlineshop.yarniapdx.com/cone-ends-grab-bag

Gambar 1.6 Sisa benang pada kones (cone ends)

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

B. Kerajinan Limbah Tekstil

Kerajinan

1. Aneka Karya Kerajinan Limbah Tekstil dan Fungsinya

Sumber: http://industri.kontan.co.id/news/industri-tpt-tumbuh-positif-tahun-depan,
http://www.anvilknitwearcsr.com/report/2010/en-16-17-total-direct-and-indirect-greenhousegas-emissions-by-weight-other-relevant-indirect-greenhouse-gas-emissions-by-weight/

Gambar 1.7 Industri tekstil dan cones (kones) bekas benang

Sumber: http://kainmajun77.blogspot.com

Gambar 1.8 Sisa kain kaos yang digulung,


disiapkan untuk bahan kerajinan tekstil seperti keset

Prakarya dan Kewirausahaan

Sumber: http://buzzmills.typepad.com/
blog/2012/06/a-cloud-mobile.html
Gambar 1.9 Lembaran kain perca
dengan beragam motif, warna
dan ukuran

Kerajinan
Sumber: http://www.mmindustri.co.id/limbah-tekstil-jadi-produk-ekonomis-dan-ramah-lingkungan/
Gambar 1.10 Penampungan sisa kain dari beberapa industri garmen

Limbah tekstil dapat digunakan kembali menjadi berbagai produk, baik


sebagai kerajinan atau pengolahan dengan mesin pabrikasi, berdasarkan jenis dan
sifatnya. Untuk dapat melihat potensi material limbah, pengetahuan akan bahan
baku limbah sangat diperlukan. Limbah yang berasal dari serat alam memiliki
perbedaan dengan limbah yang berasal dari serat sintetis/ buatan. Bila kita dapat
mengenali perbedaan sifat dari bahan baku material tersebut, maka kita dapat
menentukan jenis produk dan desain yang tepat dalam mengolah bahan limbah
tekstil menjadi sebuah produk kerajinan limbah.

10

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

Perbedaan Serat Alam dan Serat Sintetis


Salah satu tahap yang perlu dilalui sebelum membuat karya adalah dengan
melakukan eksplorasi pada bahan limbah tekstil atau kain yang akan digunakan.
Mengenali karakter dan sifat bahan akan sangat membantu dalam menentukan
karya yang akan dikerjakan. Bahan yang terbuat dari serat alam (organik) akan
berbeda dengan bahan yang terbuat dari serat sintetis (non organik).

Kerajinan

Bahan-bahan yang terbuat dari serat tumbuh-tumbuhan akan memiliki sifat


sebagai berikut :
a) Bila dibakar akan berbau seperti rambut atau kertas terbakar
b) Meninggalkan abu
c) Mudah kusut bila di remas
d) Mudah menyerap air
e) Jika diraba akan terasa hangat dan berserat
Bahan dari serabut hewan, sutera maupun bulu hewan memiliki ciri sebagai
berikut :
a) Bila dibakar akan berbau seperti tanduk atau tulang terbakar
b) Meninggalkan bundaran keras
c) Tidak mudah kusut bila diremas
d) Bahan dari wol akan terasa hangat, sedangkan dari sutera akan terasa dingin
Bahan non-organik atau sintetis yang dibuat dari hasil pengolahan minyak bumi
akan memiliki sifat sebagai berikut :
a) Bila dibakar akan berbau seperti minyak terbakar
b) Tidak mudah kusut bila di remas
c) Sulit menyerap air karena tidak memiliki pori-pori dan licin

Tugas 1
Kliping Potongan Kain
Buatlah kliping yang berisi aneka potongan
kain perca dengan ketentuan sebagai
berikut :
1. Buatlah tabel, kemudian susunlah aneka
potongan kain perca pada tiap petak
2. Tuliskan sifat atau karakter dari bahan
tersebut.
3. Presentasikan di depan kelas, agar antar
siswa dapat saling belajar sifat kain.

Prakarya dan Kewirausahaan

11

C. Proses dan Alat Produksi Kerajinan dengan


Bahan Limbah Tekstil
1. Teknik Quilting

Kerajinan

Pengertian quilting adalah teknik aplikasi imbuh dengan menyatukan potonganpotongan kain dengan pola tertentu. Terkadang kita perlu memberi isi di
antara lapisan kain tersebut sehingga di saat dijahit maka bagian yang tidak
terjahit akan menjadi timbul dan menciptakan tekstur yang baru secara
keseluruhan. Proses penjahitan bisa dilakukan dengan jahit tangan ataupun
dengan mesin. Quilting terdiri atas berbagai pola sesuai dengan ide, kreativitas
dan keterampilan pembuatnya.

Sumber: http://quiltschenectady.org/?page_id=19
Gambar 1.11 Quilt karya dari Lois Bena, Susan Mezera, dan Joanne Hendrick
berjudul A Walk In Central Park

Langkah teknik quilting adalah sebagai berikut.


a) Buatlah gambar pola sesuai ukuran yang diinginkan pada kertas kotak-kotak.
b) Jiplak gambar pola tersebut di atas kain perca dengan menggunakan kertas
karbon.
c) Gunting kain perca sesuai pola yang telah dibuat.
d) Letakkan potongan kain perca tersebut di atas kain lain sebagai dasar.
e) Agar kain perca tidak bergeser saat dijahit, maka potongan kain perca yang
telah disusun ditempelkan pada kain dasar dengan jarum pentul.
f ) Jahit semua potongan kain perca pada kain dasar dengan teknik jahit
aplikasi/ jahit setik.

12

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

Kerajinan

Pola 1/8 yang diulang sehingga membentuk


sebuah pola motif dekoratif tertentu.
Setelah itu, pindahkan pada kain dengan
warna yang berbeda.

Gambar 1.12 Pola 1/8 dengan Produk Quilt yang Dihasilkan

2. Teknik Aplikasi Perca


Aplikasi perca adalah menempelkan kain perca pada bahan atau produk lain
untuk menghias produk tersebut. Langkah-langkah yang dilakukan adalah
seperti berikut.
a) Pilih motif atau gambar pada kain.
b) Gunting motif atau gambar pada sekeliling tepinya.
c) Rekatkan motif atau gambar tadi pada produk yang ingin dihias dengan
menggunakan teknik jahit atau lem.

3. Makrame
Makrame adalah bentuk kerajinan simpul-menyimpul benang atau tali.
Teknik yang digunakan pada pembuatan makrame adalah pilin, anyam, dan
beragam simpul. Teknik makrame pada kehidupan sehari-hari contohnya jaring
dan jala ikan. Kerajinan makrame dapat dibuat menjadi bentuk dua dimensi
seperti kalung dan ikat pinggang dapat pula dibuat menjadi bentuk tiga
dimensi seperti tas dan kap lampu.

Prakarya dan Kewirausahaan

13

C. Proses dan Alat Produksi Kerajinan d


Bahan Limbah Tekstil
1. Teknik Quilting
Pengertian quilting adalah teknik aplikasi imbuh denga

Kerajinan
Sumber: http://www.create-your-style.com/Content.Node/instructions/techniques/Knotting.en.php#

Gambar1.13 Simpul dasar makrame 1 dan 2, simpul geser dan simpul surgeons

14

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

4. Teknik Anyam

Kerajinan

Teknik anyam pada dasarnya adalah teknik menggabungkan atau menjalin


bagian-bagian menjadi struktur yang lebih kuat. Teknik anyam biasanya digunakan untuk limbah panjang dan serupa dengan tali, misalnya sisa garmen dari
bahan kaos.

Sumber: http://3rindonesia.blogspot.com/2010/02/1_17.html dan amartha.co.id

Gambar 1.14 Limbah industri pakaian dan pembuatan keset dengan teknik anyam

5. Teknik untuk Bentuk Tiga Dimensi


Kerajinan dari limbah tekstil dapat berbentuk tiga dimensi, seperti tas, boneka,
asesoris pakaian, dan lain-lain. Teknik pembuatannya pada dasarnya serupa
dengan membuat busana, yaitu membuat pola, memotong bahan, dan membentuknya dengan bantuan teknik jahit atau lem. Bentukan kerajinan dapat
diperoleh dengan mengisi bagian dalam dengan bahan isian seperti kapas,
kapuk, dakron, dan kain perca kecil, atau dengan membuat struktur dari bahan
sehingga membentuk tiga dimensi.

Prakarya dan Kewirausahaan

15

C. Proses dan Alat Produksi Kerajinan d


Bahan Limbah Tekstil
1. Teknik Quilting
Pengertian quilting adalah teknik aplikasi imbuh denga

Kerajinan
Sumber: http://wilisidrati.wordpress.com/category/kain-perca/

Gambar 1.15 Teknik membuat kerajinan tiga dimensi

16

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

Tugas 2

Kerajinan

Eksplorasi dan Eksperimen Teknik


Kita telah mengenali beberapa pengetahuan pembuatan kerajinan limbah
tekstil. Saat ini kita akan membuat percobaan dengan bahan dan teknik yang
sudah kita kenali tersebut secara berkelompok. Setiap kelompok dipersilakan
melakukan percobaan dengan bahan serta teknik dasar pembuatan kerajinan
limbah tekstil. Kalian dapat menggunakan aneka bahan potongan kain yang
berbeda dalam satu teknik yang sama. Catatlah setiap langkah yang dilakukan.
a. Diskusikan dalam kelompok, bahan, dan teknik yang akan digunakan.
Persiapkan
b.
bahan dan alat yang akan digunakan.
c. Lakukan eksplorasi terhadap teknik-teknik tersebut. Temukan bentukbentuk unik dengan mengeksplorasi bahan dan teknik tersebut. Catat
setiap tahapan yang dilakukan.
d. Dokumentasikan semua hasil proses eksplorasi dan eksperimen yang
sudah dilakukan, boleh dalam bentuk gambar, foto, atau tempelkan hasil
tersebut pada kertas karton. Tuliskan poin-poin penting dari catatan yang
telah dibuat.
e. Presentasikan kepada teman dan guru tentang hasil ekplorasi dan eksperimen yang sudah dilakukan. Mintalah teman-teman dan guru-gurumu
untuk memberikan komentar terhadap setiap hasil eksperimen tersebut.
Doronglah teman-teman dan gurumu untuk memberikan komentar yang
tajam, kritis dan membangun. Tanyakan kepada mereka hasil eksperimen
mana yang paling disukai dan apa sebabnya.
f. Evaluasi hasil karyamu dengan memperhatikan komentar yang diberikan
oleh teman-teman dan para guru.
g. Diskusikan dengan teman dalam kelompok, komentar dan masukan dari
teman dan guru. Buatlah catatan kesimpulan material, proses dan produk
apa yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi produk karya kerajinan limbah tekstil yang berkualitas dan bernilai jual.

6. Standar Proses Produksi Kerajinan Limbah Tekstil


Salah satu kelebihan produk yang mengolah limbah adalah pada keunikan
material yang digunakan. Agar produk yang dihasilkan dapat berfungsi dengan
baik dan bermanfaat bagi penggunanya, produk limbah ini haruslah memperhatikan kebersihan dan kerapian produk. Untuk mencapai standar dasar
produk tersebut, berikut proses kerja dalam mengolah limbah tekstil.

Prakarya dan Kewirausahaan

17

Kerajinan

a) Membersihkan limbah tekstil dengan cara merendam dalam air bersih,


untuk memisahkan kotoran dan serat atau kain.
b) Membilas limbah
c) Mengeringkan dan memilah limbah sesuai karakter dan warna
d) Proses persiapan bahan (menyetrika dan memilih bahan)
e) Membuat pola sesuai desain produk yang akan dibuat
f ) Membuat mal atau cetakan baku atau bentuk dasar baku
g) Menggunting dan memberi tanda pada bagian yang ingin digabungkan
atau disatukan.
h) Merakit atau menjahit menjadi sebuah produk
i) Memberi aplikasi tambahan
j) Merapikan produk
k) Memberi label
l) Mengemas produk

D. Cara Merancang Karya Kerajinan


Limbah Tekstil
Dalam merancang sebuah karya kerajinan, berikut adalah tahapan proses yang
harus dilalui.
a) Mengamati kebutuhan masyarakat, yakni dengan melihat secara jeli kebutuhan
yang diperlukan masyarakat pada saat ini. Sebagai contoh, saat ini para profesional memiliki telpon genggam lebih dari satu buah sehingga dibutuhkan
dompet kecil yang dapat digunakan untuk membawa sejumlah alat komunikasi
yang dimilikinya. Dari hasil pengamatan ditemukan bahwa kebutuhan
masyarakat adalah wadah/dompet dengan fungsi tersebut.

Pengguna/
Konsumen
Produk

Kebutuhan
Perancang/
Desainer/
Kriyawan

18

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

b) Mencari sumber inspirasi, yakni bagaimanakah bentuk, warna, corak serta


bahan yang tepat untuk merancang dan membuat dompet/wadah tersebut.
c) Mengolah ide, inspirasi yang dijadikan ide kemudian dicatat dalam bentuk
sketsa sebagai dokumentasi dan dikembangkan alternatif desainnya.
d) Merancang proses produksi, menetapkan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk memproduksi karya tersebut.
e) Proses produksi, yakni mewujudkan ide tersebut menjadi sebuah benda
dengan menggunakan bahan baku yang tersedia, dan diolah sesuai dengan
fungsi dan ukuran yang dibutuhkan.
Kerajinan

Bagan Proses Perancangan:

Sumber
Ide

Mengolah
Ide

Persiapan

Memberi
Label dan
Mengemas

Alat dan
Bahan

Membuat
Pola

Merapikan
Produk

Penyelesai
- an akhir

Memotong
Bahan

Menjahit
Bahan

Prakarya dan Kewirausahaan

19

E. Pengemasan dan Perawatan Kerajinan


Limbah Tekstil

Kerajinan

Pengemasan karya produk dilakukan dengan mempertimbangkan untuk menjaga


kualitas produk dan memberikan daya tarik. Bentuk dan jenis material yang digunakan untuk mengemas pun perlu dipikirkan secara teliti agar kemasan dapat
berfungsi sebagai pelindung sekaligus menambah daya tarik produk. Produk kerajinan limbah tekstil pada umumnya memiliki estetika yang tinggi, struktur yang
lembut (tidak kaku) dan tidak terlalu rentan terhadap benturan sehingga
dapat dibuat kemasan yang memperlihatkan isinya, dan tidak perlu menggunakan
material yang terlalu keras dan tebal. Agar calon pembeli dapat melihat karya kerajinan limbah tanpa perlu membuka kemasannya, dapat digunakan model jendela
atau untuk produk tertentu cukup dengan memberikan gantungan untuk kemudahan membawa, keterangan merek, dan cara perawatan tanpa perlu menutup
keseluruhan produk.

Sumber: http://lovelypackage.com/category/fashion/page/4/

Gambar 1.16 Kemasan yang dirancang oleh estudio rumba,


dengan lubang agar karya dapat terlihat

20

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

Kerajinan

b) Mencari .

Sumber: http://amyleesullivan.com/Textile-Design

Gambar 1.17 Kemasan yang tidak menutupi produk

Sumber: https://www.newyorkfestivals.com/
worldsbest/2011/pieces.php?iid=423924&pid=1

Gambar 1.18 Kemasan dengan tali,


rancangan kemper trautmann

Prakarya dan Kewirausahaan

21

F. Wirausaha di Bidang Kerajinan Limbah Tekstil


Di Indonesia, bisnis-bisnis rumahan yang merupakan bagian dari Usaha Kecil
Menengah (UKM) terus berkembang dan menjadi penopang perekonomian
daerah. Bisnis rumahan saat ini dijadikan pilhan karena seluruh kegiatannya dapat
dilakukan dari rumah tempat tinggal. Beberapa ide karya untuk produk bisnis
rumahan bisa dimulai dari hobi atau kegemaran. Adapun pemasarannya dapat
menggunakan teknologi komunikasi melalui koneksi internet.
Kerajinan

Limbah tekstil memiliki protensi besar untuk dikembangkan menjadi kerajinan


yang memiliki nilai jual tinggi. Limbah tekstil cukup mudah didapatkan karena tekstil
merupakan salah satu produk yang digunakan pada keseharian. Limbah tekstil bisa
diperoleh dari perusahaan garmen, konveksi, penjahit atau bahkan dari pakaian,
sarung bantal, atau tirai bekas yang sudah tidak dapat digunakan sebagai
mana fungsi sebelumnya. Seiring dengan tumbuhnya kesadaran masyarakat
akan pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan hidup, kerajinan limbah
tekstil pun makin diminati. Dengan demikian, kerajinan limbah tekstil menjadi
peluang berwira- usaha yang dapat dikembangkan.
Langkah-langkah dalam merancang sebuah wirausaha kerajinan limbah adalah
seperti berikut.
a. Mencari ide jenis produk limbah tekstil
b. Mempelajari jenis produk yang ingin dipasarkan
c. Membuat rencana bisnis
d. Memasarkan
e. Mendaftarkan dan mengurus surat izin usaha
f. Memiliki semangat juang yang tinggi (motivasi) dan komitmen yang tinggi
g. Mampu mengantisipasi berbagai risiko dan persaingan
Untuk menjadi seorang wirausaha, diperlukan kemampuan dengan ciri-ciri
tertentu sebagai berikut.
1) Percaya diri
2) Berorientasi tugas dan hasil
3) Keberanian mengambil risiko
4) Kepemimpinan
5) Berorientasi ke masa depan
6) Keorisinilan/kreativitas dan Inovasi
Syarat untuk menjadi wirausaha yang berhasil.
1) Memiliki sikap mental yang positif
2) Memiliki keahlian di bidangnya
3) Mempunyai daya pikir yang kreatif
4) Rajin mencoba hal-hal yang baru

22

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

Ciri-ciri karakter dan persyaratan untuk menjadi wirausaha yang baik, bila dapat
dipenuhi, akan mendorong keberhasilan, seperti contoh wirausahawan kerajinan
limbah tekstil berikut ini.

Kerajinan

a. TOMOI, usaha aneka wadah dan tas dari


bahan karung beras bekas. Didirikan pada
tahun 2004, diprakarsai oleh tiga sekawan
yaitu Diana Mochdie, Kristina DK, dan
Monica Anas. Produk TOMOI yang paling
diminati oleh konsumen pengguna adalah
bantal, tas laptop, tempat tissue, dan cover
ipad.

b. Aksesoris Batik : AARTI


Berdiri pada tahun 2008, memanfaatkan motif Batik pada kain yang dijahit
ulang, didesain ulang, diatas beragam kain. Ide bisnis ini digagas oleh Agnes
Budhisurya dan Arianti Pradjasaputra.

Wirasusaha juga mempertimbangkan sumber daya usaha dalam berwirausaha.


Pengertian sumber daya usaha dikenal dengan 6M, yakni Man (manusia), Money
(uang), Material (bahan), Machine (peralatan), Method (cara kerja) dan Market
(pasar), dalam produksi tekstil. Sumber daya manusia dalam mengelola wirausaha
produk limbah tekstil harus memiliki dan menguasai teknik pengolahan limbah
tekstilnya. Pemilihan bahan yang tepat serta penggunaan alat dan teknik yang
tepat akan menghasilkan karya yang diminati. Bisnis pengolahan limbah tekstil ini
pun memerlukan sumber dana yang dapat menjamin ketersediaan bahan baku,
kesejahteraan sumber daya manusianya, serta perawatan mesin yang digunakan
dalam usaha.

Prakarya dan Kewirausahaan

23

Manusia
Metode

Biaya
Karya/
Produk

Kerajinan

Material

Market
Peralatan

Bagan 1.2 Sumber daya usaha yang dibutuhkan untuk sebuah karya

G. Membuat Produk Kerajinan Limbah Tekstil


Proyek 1
Kerajinan Limbah Tekstil Khas Daerah
1. Mencari Ide
Kita sudah mengenal berbagai jenis dan karakter bahan limbah, teknik produksi, pengolahan serta pembuatan kemasan. Kamu juga sudah melakukan
eksperimen teknik untuk dimanfaatkan membuat kerajinan limbah tekstil.
Pengetahuan dan pengalaman tersebut menjadi dasar pembuatan produk
kerajinan limbah. Sebelumnya, kita harus mencari ide produk apa yang akan
dibuat. Karya kerajinan limbah tekstil dapat berupa produk fungsional ataupun
hiasan, atau campuran keduanya. Flora, fauna, budaya khas daerahmu dapat
menjadi ide dari pembuatan produk, misalnya membuat produk gantungan
kunci berbentuk penyu, apabila penyu merupakan fauna khas daerahmu.
- Perhatikan daerah sekitar tempat tinggal dan sekolahmu, apakah ada industri garmen, konveksi, atau penjahit?
- Perhatikan jenis limbah tekstil apa yang dihasilkan.
- Perhatikan pula hal-hal lain yang khas daerahmu, seperti busana daerah,
flora dan fauna khas, makanan khas, dan lain-lain yang dapat dijadikan
inspirasi estetika.
- Perhatikan produk-produk yang dibutuhkan oleh konsumen saat ini.

24

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

2. Membuat Gambar/Sketsa
Gambarkan idemu sebanyak-banyaknya, dapat berupa variasi produk, satu
produk yang memiliki fungsi sama namun dengan bentuk yang berbeda,
produk dengan bentuk yang sama dengan warna dan motif yang berbeda.
Upayakan selalu berpikir untuk membuat karya yang berbeda dengan temanmu. Berpikir untuk menjadi berbeda akan mendorong munculnya kreativitas.

Kerajinan

3. Pilih Ide Terbaik


Setelah kamu menghasilkan banyak ide dan menggambarkannya dengan
sketsa, mulai pertimbangkan ide mana yang paling baik, menyenangkan, dan
memungkinkan untuk dibuat.
4. Perencanaan Produksi
Tahap selanjutnya adalah membuat perencanaan untuk proses produksi atau
proses pembuatan kerajinan limbah tekstil tersebut. Tuliskan bahan dan alat
yang dibutuhkan. Tuliskan prosedur dan langkah-langkah kerja secara jelas dan
detail.

5. Pembuatan Kerajinan
Pembuatan kerajinan limbah tekstil dimulai dengan mempersiapkan bahan
limbah yang akan digunakan baik dengan mengelompokkan berdasarkan
jenis, ukuran, dan nuansa warna. Bila diperlukan, limbah tersebut juga dapat
dibersihkan terlebih dahulu. Persiapkan pula tempat kerja dan peralatan yang
akan digunakan. Tahap selanjutnya adalah pengerjaan. Kerjakan setiap tahap
sesuai dengan perencanaan produksi yang sudah dibuat sebelumnya. Kamu
dapat membuat lebih dari satu produk sesuai dengan ide dan kreativitas.
6. Presentasi
Presentasikan produk kerajinan limbah yang sudah dibuat kepada teman dan
gurumu, dengan memaparkan proses dan pengalaman membuat kerajinan
limbah tekstil. Bandingkan pengalamanmu dengan pengalaman temanmu,
dan diskusikan. Kamu selalu dapat belajar dari pengalaman orang lain untuk
menghasilkan karya berikutnya yang lebih baik.

Prakarya dan Kewirausahaan

25

Proyek 2
Mangkok Perca

Kerajinan

1. Bahan dan Alat


- Kain perca (banyaknya bergantung pada ukuran mangkok yang akan dibuat)
- Sumbu atau tali berdiameter 5-10 mm (panjangnya tergantung ukuran
mangkok yang akan dibuat)
- Benang jahit
- Jarum jahit
- Jarum pentul
- Mangkok untuk mal (patokan bentuk)

Sumber: Dokumen Kemdikbud

2. Cara Pembuatan
a. Melilitkan kain perca pada sumbu
Lilitkan kain perca dengan rapi hingga seluruh sumbu tertutup oleh kain
perca.

Sumber: http://spunkyjunky.blogspot.it/
2010/10/rope-bracelet.html

26

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

Kerajinan

b. Membentuk mangkok
Siapkan mangkok, jarum pentul, jarum jahit, dan benang. Bentuklah sumbu
yang sudah dililit perca menjadi mangkok dengan cara menyusun secara
hati-hati sumbu mulai dari bagian alas mangkok. Kuatkan dengan jarum
pentul, lalu jahit dengan jarum jahit dan benang. Demikian seterusnya
hingga sampai pada bagian atas mangkok. Pastikan jahitan kuat dan jangan
lupa melepaskan jarum pentul pada seluruh bagian.

Sumber: http://weefolkart.com/content/pixies-rainbow-coiled-rag-bowl

c. Lepaskan mangkok perca dari mal (mangkok). Mangkok kain perca pun siap
digunakan

Sumber: www.pinterst.com

Prakarya dan Kewirausahaan

27

Beraneka ragam variasi desain mangkok atau wadah dari lilitan perca dapat dibuat
dengan mengolah tali perca menjadi lilitan, kepangan atau simpul, memilih jenis
dan warna kain perca, serta penggunaan mal (patokan bentuk)

Kerajinan
Sumber: http://matgoz.com/6400/incredible-crochet-diy-for-cozy-home-decoration/incredible-crochetdiy-for-cozy-home-decoration-with-eco-friendly-nesting-baskets/#image-1,
http://www.theredthreadblog.com

Gambar 1.19 Mangkok perca dengan teknik kepang dan teknik pilin

Proyek 3
Kemasan Produk Kerajinan Limbah Tekstil
Pada proyek sebelumnya kamu sudah memiliki sebuah karya dari limbah tekstil.
Pada proyek 3, kalian harus membuat kemasan yang sesuai dengan karya yang
sudah dihasilkan. Pilihlah salah satu dari kedua proyek yang sudah dibuat sebelumnya. Buatlah beberapa rancangan kemasan, diskusikan dengan teman dalam
kelompok untuk memilih yang terbaik. Buatlah bentuk yang unik dengan gambar
dan tulisan yang menarik. Jangan lupa buat label yang menerangkan produk di
dalamnya. Konsultasikan dengan guru, kemasan rancangan kalian.

28

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

Rekayasa
Rekayasa atau dalam bahasa Inggrisnya kita kenal dengan engineering. Engineering
atau rekayasa adalah aplikasi ilmu pengetahuan (science) untuk menjawab persoalan praktis dalam kehidupan manusia termasuk di dalamnya kebutuhan komersial atau Industri.

Rekayasa

Prakarya rekayasa akan mengajak kita untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan


(science) menjadi produk-produk rekayasa sederhana yang dapat digunakan untuk
membantu dalam kehidupan manusia sehari-hari. Produk rekayasa digunakan
oleh manusia. Oleh sebab itu, produk rekayasa harus aman, nyaman, mudah serta
menyenangkan untuk digunakan. Agar menyenangkan untuk dipakai, produk
rekayasa harus memiliki estetika (keindahan) yang baik, serupa dengan seni (art).
Produk rekayasa juga dapat menjadi produk komersial yang dapat dijual-belikan.
Pemahaman tentang pasar dan manajemen bisnis menjadi bagian yang dapat
memengaruhi karya produk rekayasa yang dibuat.
Ilmu rekayasa adalah tempat bercampurnya berbagai pengetahuan untuk
diaplikasikan menjadi produk yang membantu kehidupan manusia.

Science
Art

Manajemen
& bisnis

Ilmu rekayasa

Sumber: Dokumen Kemdikbud

Gambar 2.1 Produk rekayasa sebagai hasil kajian


beragam keilmuan (multidisiplin)

Produk
karya
rekayasa

Prakarya dan Kewirausahaan

29

PETA MATERI
Rekayasa dan Wirausaha Alat
Pengatur Gerak Sederhana

Mengenal Alat
Pengatur Gerak

Material, Komponen, dan


Sumber Arus

Rekayasa

Cara
Merancang
Alat
Pengatur
Gerak
Sederhana

Proses dan Alat Produksi


Pengatur Gerak
Sederhana
Membuat Produk
Alat Pengatur Gerak
Sederhana dengan
Sumber Arus AC

Pengemasan
dan
Perawatan
Pengatur
Gerak
Sederhana
Wirausaha di
Bidang Alat
Pengatur
Gerak
Sederhana

Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari bab ini peserta didik mampu:
1. Menghayati bahwa akal pikiran dan kemampuan manusia dalam berpikir kreatif
untuk membuat produk rekayasa adalah anugerah Tuhan.
2. Menghayati sikap bekerja sama, gotong royong, bertoleransi, disiplin, bertanggung jawab, kreatif dan inovatif dalam membuat karya produk rekayasa untuk
membangun semangat usaha.
3. Memahami sumber daya yang dibutuhkan dalam mendukung proses produksi
rekayasa alat pengatur gerak sederhana dengan sumber arus listrik AC.
4. Mendesain produk dan pengemasan karya rekayasa alat pengatur gerak sederhana dengan sumber arus listrik AC berdasarkan konsep dengan pendekatan
potensi daerah setempat dan tempat lainnya.
5. Menyajikan/mempresentasikan hasil karya produk rekayasa alat pengatur
gerak sederhana dengan sumber arus listrik AC.
6. Memahami Standard Operating Procedur (SOP), Kesehatan dan Keselamatan
Kerja (K3), dan Standar Nasional Indonesia (SNI) yang dapat mendukung keberhasilan dalam menjalankan sebuah usaha.

30

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

BAB 2

Rekayasa dan Wirausaha Alat


Pengatur Gerak Sederhana

A. Mengenal Jenis-Jenis Gerak dan Alat Pengatur


Gerak Sederhana
1. Jenis-Jenis Gerak dan Arah Gerakan
Rekayasa

Gerak dan gerakan adalah peristiwa yang mudah ditemui dalam keseharian
kita. Jenis-jenis gerak dapat kita pelajari dari gerakan tubuh kita.
Mari kita berjalan beberapa langkah, rasakan gerakan apa saja yang terjadi
pada tubuh kita, ada berapa jenis gerak yang terjadi. Coba gerakan kepala
secara perlahan, rasakan gerakan apa saja yang mungkin terjadi. Gerakan
pergelangan dan jari-jari tangan, rasakan gerakan apa yang terjadi. Tuhan menciptakan mekanik yang sempurna untuk gerakan manusia. Tuliskan gerakangerakan yang dihasilkan oleh persendian tubuh kita.
Pergerakan pada tubuh manusia terjadi pada sendi-sendi. Menurut Fisiologi
yang merupakan cabang dari Biologi, jenis gerakan pada sendi terdiri atas 6
(enam) jenis gerak.
a. Sendi peluru (endartrosis)
Persendian yang memungkinkan pergerakan ke segala arah. Contohnya
hubungan tulang lengan atas dan tulang gelang pinggul.

Sumber: Dokumen Kemdikbud

Gambar 2.2 Sendi peluru

Prakarya dan Kewirausahaan

31

b. Sendi engsel (gynglumus)


Persendian yang memungkinkan gerakan satu arah. Contohnya sendi pada
lutut dan siku.

Sumber: Dokumen Kemdikbud

Gambar 2.3 Sendi engsel

Rekayasa

c. Sendi putar (trokoidea)


Persendian yang memungkinkan gerakan berputar (rotasi). Contohnya
hubungan tulang tengkorak dan tulang belakang.

Sumber: Dokumen Kemdikbud

Gambar 2.4 Sendi putar

d. Sendi pelana (sellaris)


Kedua ujung tulang membentuk seperti pelana, dan memungkinkan gerak
dengan dua poros. Contohnya sendi pada tulang ibu jari dan telapak tangan.

Sumber: Dokumen Kemdikbud

Gambar 2.5 Sendi pelana

32

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

Rekayasa

e. Sendi elips (ellipsoidea)


Mirip dengan sendi peluru, hanya saja sendi elips memiliki bonggol dan
ujung-ujung tulangnya tidak membulat, melainkan oval. Oleh karena itu,
gerakan yang dihasilkan lebih terbatas dibandingkan dengan gerakan yang
dihasilkan sendi peluru. Contohnya hubungan antara tulang pengumpil dan
tulang pergelangan tangan.

Sumber: Dokumen Kemdikbud

Gambar 2.6 Sendi elips

f. Sendi geser
Berupa pergeseran pada tulang. Contohnya gerakan pada sendi-sendi di
antara tulang-tulang carpalia dan tarsalia pada telapak kaki.

Sumber: Dokumen Kemdikbud

Gambar 2.7 Sendi geser

Prakarya dan Kewirausahaan

33

Ilmu lain yang mempelajari tentang gerak adalah Ilmu Fisika. Menurut Ilmu
Fisika, gerak adalah suatu kejadian dimana suatu benda mengalami perpindahan
dari suatu tempat ke tempat yang lain
Gerak dapat dibedakan menurut lintasannya yaitu seperti berikut.
t Gerak lurus adalah gerak yang lintasannya berbentuk garis lurus.
t Gerak melingkar adalah gerak yang lintasannya berbentuk lingkaran atau
bagian dari lingkaran itu, dengan pusat lingkaran tetap.
t Gerak parabola adalah gerak benda dengan lintasan berbentuk parabola
atau setengah parabola.
t Gerak tidak beraturan adalah gerak benda dengan lintasan yang tidak
beraturan.

2. Jenis-jenis Gerak, Fungsi Gerakan pada Produk Rekayasa


Sederhana dan Sumber Energi
Rekayasa

Tugas 1
Pengamatan Benda Bergerak di Sekitar Kita (Individual)
Setiap gerakan terjadi karena ada gaya dan energi yang menggerakkannya.
Mari kita amati benda-benda di sekitar kita; di rumah, di sekolah atau di
perjalanan dari rumah ke sekolah. Adakah benda yang bergerak lurus? Bagian
benda mana yang membuatnya bergerak? Apakah jenis gerakannya? Adakah
yang bergerak melingkar atau rotasi? Adakah yang lintasan gerakannya membentuk parabola dan bergerak naik turun? Adakah yang bergerak tidak beraturan? Silakan mengungkapkan pertanyaan lain yang muncul di pikiranmu
Tuliskan di dalam selembar kertas seperti contoh tabel di bawah ini. Pada
kolom nomor, tuliskan nomor urut. Pada kolom nama benda, tuliskan
nama-nama dari benda bergerak yang kamu temui. Kolom gerakan dapat diisi
oleh tulisan maupun gambar atau sketsa tentang gerakan dari benda tersebut. Satu benda dapat memiliki beberapa gerakan. Pada kolom sendi, tuliskan
sendi apa yang serupa atau paling mirip dengan gerakan benda tersebut.
Pada kolom terakhir, sebutkan sumber energi yang menggerakkan benda
tersebut, misalnya tenaga manusia, baterai, accu, solar cell (energi matahari)
atau listrik AC PLN.
Simpan catatan ini baik-baik karena catatan ini akan digunakan sebagai bahan
diskusi kelompok untuk mengetahui Gerak dan Fungsi Gerakan serta diskusi
kelompok tentang Gerak dan Sumber Energi.

34

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

Rekayasa

e. Sendi elips (ellipsoidea)


Mirip dengan sendi peluru, hanya saja sendi elips memiliki bonggol dan
Tabel
1A
ujung-ujung
tulangnya tidak membulat, melainkan oval. Oleh karena itu,
Judul:
Catatan
Pengamatan
Bergerakdibandingkan dengan sendi peluru.
gerakan yang dihasilkanBenda
lebih terbatas
Contohnya
hubungan antara
tulang pengumpil
No.
Nama Benda
Gerakan
Sendi dan tulang
Sumberpergelangan
energi
tangan.

Tugas 2
Diskusi Kelompok Gerak dan Fungsi Gerak
Tujuan diskusi ini adalah untuk mengenali jenis-jenis gerakan dan fungsinya
dalam benda yang ditemui sehari-hari.
Bentuklah kelompok terdiri atas 5-6 orang. Perhatikan bersama-sama catatan
hasil pengamatan setiap anggota kelompok tentang benda bergerak
(Catatan Pengamatan Benda Bergerak). Dari catatan tersebut, kalian akan
menemukan benda-benda dengan gerakan yang sama dalam kelompok.
Diskusikan dalam kelompok, benda-benda apa saja yang memiliki gerakan sama
atau serupa. Diskusikan pula fungsi dari gerakan tersebut. Gerakan yang sama
dapat memiliki fungsi yang berbeda. Gerakan yang sama juga dapat dimiliki
oleh produk yang berbeda. Bagilah tugas dalam kelompok dengan adil dan
sesuai dengan kemampuan dan keunggulan individu anggota kelompok.
Bekerja dalam kelompok dapat meningkatkan kemampuan individu dan
melatih kerja sama dengan saling menghargai.
Tuliskan dan gambarkan dalam tabel seperti contoh berikut ini.

Prakarya dan Kewirausahaan

35

Ilmu lain yang mempelajari tentang gerak adalah Ilmu Fisika. Menurut Ilmu
Tabel 1B
Judul: Gerak dan Fungsi Gerakan
(contoh)
No.
1.

Gerakan
Berputar pada 1 poros

Fungsi gerakan
Menggerakkan
udara

Nama Benda
Kipas angin

Rekayasa

Kalian dapat pula membuatnya dalam bentuk gambar atau bagan yang
menarik seperti contoh di bawah ini. Atau, menggambarkannya berdasarkan
ide salah satu anggota kelompok yang disepakati oleh semua anggota kelompok.
Kipas
angin
Menggerakkan
udara
Berputar
pada 1
poros

................

....................
................

Gambar 2.8 Contoh bagan menggambarkan gerak dan fungsi gerak

Presentasikan hasil diskusi kelompok kalian di depan kelas. Perhatikan hasil


diskusi kelompok lain. Apakah ada temuan serupa dengan kelompok kalian?
Adakah hal berbeda dari temuan kelompok kalian? Persamaan dan perbedaan
tersebut akan memperkaya pengetahuan kalian tentang gerak dan fungsi gerak,
serta produk-produk yang memanfaatkan produk rekayasa pengatur gerak.

36

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

3. Unsur Teknis, Estetika dan Ergonomis Produk Rekayasa


Bergerak Sederhana
Sebuah produk rekayasa memiliki fungsi membantu kerja atau memenuhi
kebutuhan manusia. Agar dapat berfungsi dengan baik, sebuah produk rekayasa harus mengandung tiga (3) unsur dasar yaitu, unsur teknis, estetika, dan
ergonomi. Tiga unsur dasar tersebut perlu dimiliki oleh produk rekayasa
dengan gerak sederhana.
Unsur Teknis
Unsur teknis sebuah produk rekayasa dengan gerak sederhana meliputi apa
sumber energi yang digunakan, teknik atau mekanik apa yang digunakan
untuk mengubah energi menjadi gerak, gerak apa yang dihasilkan, bagaimana
cara memproduksi produk rekayasa tersebut.

Rekayasa

Unsur Estetika
Estetika secara sederhana dapat dipahami sebagai keindahan. Estetika dihadirkan melalui bentuk, warna, dan tekstur produk produk rekayasa, yang dipengaruhi oleh pemilihan material, proses pembentukan, pemilihan warna cat,
dan tekstur finishing/bahan pelapis. Unsur estetika tampak pada tampilan
keseluruhan dari bagian luar produk rekayasa yang dilihat oleh manusia. Estetika
penting untuk membuat pengguna merasa senang menggunakan produk
rekayasa tersebut.
Unsur Ergonomi
Ergonomi atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan ergonomics atau human
factors, adalah disiplin ilmu yang memperhatikan interaksi antara manusia dan
elemen lain dari sistem yang berada di sekitarnya. Unsur ergonomi memastikan
keamanan dan kenyamanan penggunaan produk rekayasa oleh manusia.
Produk yang memiliki unsur ergonomis, atau sering juga disebut dengan
produk yang ergonomis, adalah produk yang aman serta nyaman digunakan.
Aman digunakan artinya produk ini tidak akan membuat penggunanya terluka,
misalnya tidak membuat bentuk yang tajam pada bagian produk yang akan
dipegang oleh manusia. Selain faktor keamanan, ergonomi juga memperhatikan kenyamanan penggunaan. Kenyamanan misalnya dengan membuat
ukuran pegangan (handle) produk sesuai dengan genggaman tangan manusia.

Prakarya dan Kewirausahaan

37

Ilmu lain yang mempelajari tentang gerak adalah Ilmu Fisika. Menurut Ilmu

Latihan 1
1. Mana produk di bawah ini yang memiliki nilai estetika lebih tinggi dan
tampak lebih bagus?

Rekayasa

2. Mana produk di bawah ini yang tampak lebih ergonomis pada bagian
pegangannya (handle)?

38

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

B. Material, Komponen, dan Sumber Arus


Alat Pengatur Gerak Sederhana terdiri dari sumber arus, sumber tenaga penggerak, rangkaian mekanik, dan casing. Material yang digunakan untuk rangkaian
mekanik pada umumnya terbuat dari logam atau plastik. Material logam digunakan karena kekuatan material logam terhadap gerak dan gesekan. Material
plastik digunakan biasanya untuk komponen yang akan bersentuhan dengan
pengguna. Plastik digunakan untuk mengurangi kemungkinan cidera yang dapat
dialami pengguna akibat gerak benda.

1. Sumber Arus AC sebagai Sumber Tenaga Penggerak


Produk Rekayasa Sederhana

Rekayasa

Untuk mengenal arus AC, mari kita mengingat kembali materi yang telah
disampaikan di bab sebelumnya tentang sumber arus DC dan AC. Sumber Arus
DC adalah sumber listik yang arusnya mengalir searah dari kutub positif ke
kutub negatif. Misalnya pada baterai atau accu, kita melihat ada tanda plus (+)
dan minus (-) yang menandai dua kutub yang memiliki dua potensial yang
berbeda. Pada baterai atau accu, arus mengalir dari kutub bertanda plus (+) ke
kutub bertanda minus (-). Bila pada baterai kita lihat bertuliskan 1,5 volt, artinya
baterai tersebut dapat digunakan untuk produk rekayasa yang membutuhkan
energi 1,5 volt. Sumber arus DC memiliki tegangan yang tetap dan akan
menurun bila kapasitas baterai atau accu mulai habis.
Sumber arus DC memiliki kutub yang tetap, sedangkan pada sumber arus AC
kutubnya berganti-ganti antara positif dan negatif sehingga arus yang bergerak
pun tidak searah melainkan berganti-ganti arah atau disebut dengan arus bolak
balik. Tegangan listrik PLN (Perusahaan Listrik Negara) di Indonesia besarnya
220 volt, disebut tegangan arus/tegangan efektif atau tegangan terukur oleh
alat voltmeter.

Prakarya dan Kewirausahaan

39

Ilmu lain yang mempelajari tentang gerak adalah Ilmu Fisika. Menurut Ilmu

Tugas 3
Diskusi Kelompok Gerak dan Sumber Energi
Tujuan diskusi kelompok ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis gerak dan
sumber energi yang digunakan.
Bentuklah kelompok dengan anggota 5-6 orang. Perhatikan Catatan
Pengamatan Benda Bergerak dari setiap anggota kelompok. Dari
catatan-catatan tersebut, kalian akan menemukan benda-benda yang sama,
ataupun benda-benda yang berbeda, tetapi memiliki sumber energi yang
sama. Kelompokkan benda-benda dengan sumber energi yang sama, dan
buat catatannya seperti contoh berikut.
Tabel 1C
Judul: Gerak dan Sumber Energi
Rekayasa

Sumber energi

Benda

Jenis Gerak

Tenaga manusia

Tenaga motor bensin

PLN)
Tenaga listrik DC
(baterai, accu, adaptor,
solar cell)

Perhatikan catatan hasil diskusi kelompok.


Diskusikan dan jawab beberapa pertanyaan di bawah ini:
- Ada berapa jenis sumber tenaga atau sumber energi yang dapat
menghasilkan gerakan?
- Gerakan apa yang paling banyak dihasilkan dan dimanfaatkan oleh
benda-benda di sekitar kita?
- Benda atau produk rekayasa apa saja yang bergerak dan memanfaatkan tenaga listrik AC?

40

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

Bagaimana sumber arus listrik bisa berubah menjadi gerak?

Rekayasa

Sumber arus listrik menjadi gerak melalui motor listrik. Motor listrik adalah perangkat elektromagnetik yang mengonversikan atau mengubah energi listrik menjadi
energi mekanik. Prinsip motor listrik pertama ditemukan oleh Michael Faraday di
Inggris dan Joseph Hendry di Amerika dalam kurun waktu yang bersamaan antara
tahun 1820-1830-an.
Mari kita melakukan sebuah percobaan untuk memahami prinsip perubahan
energi listrik menjadi energi gerak oleh perangkat elektromagnetik.

Tugas 4
Percobaan prinsip motor listrik
Bahan:
1 buah magnet

selop

1 buah baterai

1 klip/
paku/ kawat

kabel

gunng

Sumber: Dokumen Kemdikbud

Gambar 2.9 Bahan dan alat percobaan motor listrik

Prakarya dan Kewirausahaan

41

Ilmu lain yang mempelajari tentang gerak adalah Ilmu Fisika. Menurut Ilmu
Langkah kerja:

Rekayasa

Buatlah kumparan kawat tembaga dengan memanfaatkan bagian dalam dari


kabel. Potong bagian luar kabel (isolator) yang terbuat dari karet dengan
hati-hati, jangan sampai kawat bagian dalamnya terpotong. Dapat juga
menggunakan tang khusus yang dapat memotong bagian karet (isolator)
dari kabel tanpa memotong kawatnya. Setelah kawat didapat, linting kawat
tersebut agar menjadi kesatuan (tidak terurai), lalu potong sesuai kebutuhan,
sekitar 16 cm, boleh lebih panjang untuk membuat lilitan yang lebih banyak
dan lebih tebal.

Bentuk kawat tembaga menjadi lingkaran dengan dua bagian lurus di kiri dan
kanannya, seperti tampak pada gambar.

42

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

Bagaimana sumber arus listrik bisa berubah menjadi gerak?

Rekayasa

Selanjutkan, kita akan membuat dudukan untuk kawat tembaga tersebut


dengan menggunakan klip kertas yang berukuran besar. Klip dapat diganti
dengan paku atau kawat yang dapat mengantarkan aliran listrik. Tempatkan
paku/klip/kawat pada kutub positif (+) dan kutub negatif (-) dari baterai. Kuatkan dengan selotip.

Tempatkan bagian lurus kawat tembaga pada pada ujung paku/klip/kawat


yang berbentuk lingkaran/lubang atau penyangga setengah lingkaran.
Dekatkan magnet pada kawat tembaga.
Perhatikan apa yang terjadi! Kumparan tembaga akan berputar!
Ingatkan selalu untuk membersihkan tempat kerja sehingga kembali bersih
dan rapi seperti sediakala.

Prakarya dan Kewirausahaan

43

Ilmu lain yang mempelajari tentang gerak adalah Ilmu Fisika. Menurut Ilmu

Tugas 5
Mengenali Jenis-Jenis Motor Listrik
Di bawah ini adalah salah satu contoh dari motor listrik dan bagian-bagiannya

Rekayasa
Sumber: Dokumen Kemdikbud

Gambar 2.10 Bagian-bagian motor listrik

Rangkaian kumparan kawat tembaga, wadah, dan sumbu berputar. Ukuran


wadah harus tepat dengan rangkaian agar rangkaian kumparan tersebut tidak
bergeser.

Sumber: Dokumen Kemdikbud

Gambar 2.11 Sumbu dan kumparan

44

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

Bagaimana sumber arus listrik bisa berubah menjadi gerak?

Rekayasa

Sumbu putar terletak di tengah rangkaian kumparan kawat tembaga

Sumber: Dokumen Kemdikbud

Gambar 2.12 Salah satu bentuk motor listrik

Ada beberapa jenis motor listrik dengan besaran arus yang berbeda-beda.
Silakan kalian mencari sebanyak-banyaknya informasi dari berbagai sumber
untuk mengetahui lebih jauh tentang jenis-jenis motor listrik, persamaan,
perbedaan, dan kegunaannya. Berbagai sumber yang dapat dimanfaatkan
di antaranya seperti berikut.
- Mendatangi toko atau bengkel elektronik atau penyedia jasa reparasi
elektronik yang terdapat di daerahmu. Tanyakan tentang jenis-jenis motor
listrik, persamaan, perbedaan, dan kegunaannya. Ingatlah untuk mencatat
hasil wawancaramu dengan detail di lembar kerja. Catat pula nama orang
yang diwawancarai serta waktu dilakukannya wawancara (misalnya, tanggal 20 Oktober 2013, pk. 14.29-16.10 WIT)
- Datangi toko buku dan perpustakaan untuk mencari buku tentang
elektronika yang di dalamnya menjelaskan tentang motor listrik. Ingatlah
untuk mencatat judul buku, nama pengarang, penerbit, tahun terbit dan
pada halaman berapa kamu menemukan informasi tersebut.
- Mencari informasi dari internet dengan kata kunci (keywords): motor listrik
atau electromotor. Pada satu situs internet biasanya hanya menyediakan
informasi yang sangat terbatas, tidak menyeluruh atau kurang jelas. Buka
sebanyak-banyaknya situs untuk mendapatkan informasi yang lengkap
dan menyeluruh. Ingatlah untuk mencatat semua alamat situs yang dibuka
(misalnya: www.infoelektronika.com) dan catat juga waktu akses situs
dilakukan (misalnya, tanggal 20 Oktober 2013, pk. 14.29 WIT)

Prakarya dan Kewirausahaan

45

Ilmu lain yang mempelajari tentang gerak adalah Ilmu Fisika. Menurut Ilmu
Lembar kerja
Tugas 2
Judul: Jenis-jenis motor listrik
Nama siswa:
Kelas:
Nomor Induk Siswa:
Motor listrik adalah .................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...................................................................................................................................
Motor listrik biasa digunakan untuk ..............................................................................
...........................................................................................................................................................
....................................................................................................................................
Rekayasa

Motor listrik terdiri dari ....... jenis, yaitu


1.
2.
3.
4.
dst

Terdapat beberapa perbedaan dan persamaan pada motor. Persamaannya


adalah ............................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
Perbedaan disebabkan oleh ...............................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
(Informasi menarik lainnya tentang motor listrik) ..................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
Sumber referensi:
- .........................................................................
- .........................................................................
- .........................................................................
- .........................................................................
- dst

46

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

2. Komponen dan Sistem Mekanik


Produk Rekayasa Bergerak Sederhana
Kita telah mengetahui berbagai jenis gerak, dengan mempelajari gerak tubuh
kita, mempelajari gerak sendi dalam Fisiologi, mempelajari gerak dalam ilmu
Fisika dan melalui pengamatan lingkungan sekitar. Kita juga sudah mempelajari sumber energi AC sebagai salah satu jenis sumber energi yang dapat digunakan untuk energi penggerak produk rekayasa.
Sumber energi listrik AC diubah menjadi gerak putar oleh motor listrik. Rangkaian mekanik yang terdapat pada produk rekayasa bergerak akan memanfaatkan atau mengubah gerak putar yang dihasilkan motor listrik menjadi gerak
sederhana yang direncanakan.
Motor
Listrik

MEKANIK

Gerak
sederhana

Rekayasa

Sumber
energi

Dalam sebuah rangkaian mekanik terdapat objek mekanik. Rangkaian mekanik


saling berhubungan dengan memanfaatkan salah satu atau lebih dari 6 jenis
persambungan antarobjek.
Objek-objek mekanik dikelompokkan menjadi empat kelompok berikut.
- Kelompok Roda (roda gigi dan katrol)

(a) roda gigi

(b) katrol
Sumber: Internet

Gambar 2.13 Roda gigi dan katrol

Prakarya dan Kewirausahaan

47

- Kelompok Batang (engkol dan batang bergigi)

Sumber: Internet

Gambar 2.14 Engkol dan batang bergigi

- Kelompok Tali (tali katrol dan tali bergigi)

Rekayasa
Sumber: Internet

Gambar 2.15 Tali, tali katrol dan tali bergigi

- Kelompok Beban (beban dan piston)

Sumber: Internet

Gambar 2.16 Piston

48

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

Jenis-jenis persambungan antarobjek


- Persambungan putar (Rotary-joint)
Contoh: persambungan as (sumbu/poros) dan roda atau persambungan
roda dan engkol
- Persambungan geser (Prismatic-joint)
Persambungan geser adalah bila objeknya saling bersinggungan.
Contoh: persambungan katrol dan tali atau persambungan pada sistem
roda gigi yang saling bersinggungan.
- Persambungan berbentuk silider (Cylinder-joint)

Sumber: Internet

Rekayasa

Gambar 2.17 Persambungan silinder

- Persambungan berbentuk bola (Spherical-joint)


Persambungan berbentuk bola serupa dengan sendi peluru pada lengan
atas manusia.
- Persambungan berbentuk sekrup (Screw-joint)

Sumber: Internet

Gambar 2.18 Persambungan sekrup

- Persambungan planar (Planar-joint)


Persambungan planar bekerja secara bergeser atau seperti sendi geser pada
manusia.

Sumber: Internet

Gambar 2.19 Persambungan planar

Prakarya dan Kewirausahaan

49

Latihan 2
Sebutkan objek mekanik dan jenis sambungan yang digunakan pada rangkaian mekanik sepeda seperti di bawah ini

Rekayasa
Sumber: Internet

Gambar 2.20 Sepeda

Tugas
- Kelompok6
Beban (beban dan piston)
Percobaan Membuat Simulasi Rangkaian Mekanik 2 Dimensi
Metode: Trial and Error (mencoba dan salah)
Kita telah mengenali objek dan jenis sambungan yang dapat digunakan
dalam sistem mekanik. Saat ini kita akan bereksperimen membuat rangkaian
mekanik dengan memanfaatkan objek dan sambungan antarobjek yang
sudah kita ketahui. Percobaan ini dilakukan dalam kelompok beranggotakan
3-4 orang. Setiap kelompok dipersilakan membuat beberapa rangkaian
mekanik yang menghasilkan gerak sederhana, dengan cara coba-coba atau
trial and error. Jangan takut salah dan selalu mencoba lagi dan lagi. Catat
setiap kesalahan dan keberhasilan yang dilakukan.

50

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

Rekayasa

- Persambungan putar (Rotary-joint)


Bahan:
Contoh: persambungan as (sumbu/poros) dengan roda atau persambungan
roda dengan engkol

Sumber: Dokumen Kemdikbud

Gambar 2.21 Bahan percobaan gerak mekanik

- Papan karton 3 mm, busa lembaran atau styrofoam, untuk menambatkan


objek mekanik (tidak semua objek mekanik harus ditambatkan di papan)
- Paku dan jarum pentul untuk menempelkan objek mekanik ke papan
- Kancing atau tutup botol plastik atau karton tebal, berbagai ukuran
untuk Objek Mekanik Kelompok Roda
- Batang es krim atau karton tebal yang dipotong seperti batang pipih
untuk Objek Mekanik Kelompok Engkol
- Tali, benang tebal atau pita untuk Objek Mekanik Kelompok Tali
Alat:
- Gunting
- Palu

Prakarya dan Kewirausahaan

51

Di bawah ini adalah salah satu contoh eksperimen rangkaian mekanik yang
sangat sederhana. Kalian mencoba dan mengembangkannya menjadi rangkaian yang lebih kompleks dan menarik.
Cara pengerjaan:
- Persiapkan bahan-bahan dan alat yang akan digunakan.
- Siapkan papan.

Rekayasa

- Ambil sebuah tutup botol, lubangi bagian tengahnya. Pastikan lubang


tersebut sedikit lebih besar daripada paku penambat agar tutup botol
dapat diputar dengan jari kita.
- Tutup botol tersebut sebagai simulasi dari roda penggerak yang dipasangkan pada ujung motor listrik yang berputar.

- Kelompok Beban (beban dan piston)

- Persiapkan bagian engkol dengan memasangkan paku pendek pada salah


satu.

52

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

- Persambungan putar (Rotary-joint)


Contoh: persambungan as (sumbu/poros) dengan roda atau persambungan
roda dengan engkol

Rekayasa

- Pasang engkol pada satu titik di samping sumbu lingkaran. Tambatkan


tutup botol tersebut pada papan dengan menggunakan paku.
- Gerakkan tutup botol dengan tangan sehingga berputar, bayangkan
putaran tersebut disebabkan oleh motor listrik dengan sumber arus DC.
Arahkan engkol agar tetap bergerak pada sumbu yang sama. Kalian akan
melihat pergerakan seperti di bawah ini

- Selanjutkan kalian bebas mencoba merangkaikan objek-objek mekanik


yang ada. Cobalah dengan rangkaian yang paling sederhana menggunakan 1-2 objek mekanik. Selanjutnya, cobalah dengan lebih dari 3 objek,
dan seterusnya sehingga menghasilkan gerakan-gerakan yang menarik.

Prakarya dan Kewirausahaan

53

Rangkaian mekanik yang dihasilkan oleh kelompok dipresentasikan kepada


teman-teman dan guru di kelas. Setiap kelompok boleh menghasilkan lebih
dari satu rangkaian mekanik. Mintalah teman-teman dan guru-guru memberikan komentar, saran, dan kritik membangun terhadap hasil eksperimen
kelompok kalian. Komentar, saran, dan kritik dari teman dan guru dapat digunakan menyempurnakan hasil eksperimen kalian.

C. Proses dan Alat Produksi


Pengatur Gerak Sederhana
Rekayasa

Proses produksi produk pengatur gerak sederhana dengan teknologi mekanik


terdiri atas dua (2) tahapan utama, yaitu pembuatan rangkaian mekanik dan
proses pembuatan casing, dan diakhiri dengan proses perakitan (assembling), yaitu
menggabungkan bagian dalam dan bagian casing-nya. Proses pembuatan rangkaian mekanik membutuhkan ketelitian dan presisi yang sangat tinggi. Satu
kesalahan pemasangan komponen mekanik akan menyebabkan produk rekayasa
ini tidak dapat berfungsi. Casing harus mempertimbangkan kenyamanan, keamanan dan estetika. Proses produksi dan alat untuk pembuatan casing bergantung
pada material yang akan digunakan karena setiap material memiliki cara pengolahan
yang berbeda.

Proses Produksi
Rangkaian Mekanik

Proses Produksi
Casing

Proses Perakitan

Produk
Mekanik
Sumber: Dokumen Kemdikbud

Bagan 2.1 Proses produksi produk mekanik

54

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

Proses produksi dapat dibedakan menjadi produksi secara manual atau dengan
mesin (machinal). Proses pembuatan rangkaian mekanik secara manual dapat
dilakukan dengan menggunakan peralatan mekanik seperti tang, kunci pas, kunci
inggris, obeng, dan lain-lain. Proses produksi manual memungkinkan pembuatan
alat elektronik oleh individu, bukan pabrik. Proses pembuatan rangkaian mekanik
dengan mesin atau robot dilakukan di pabrik. Penggunaan mesin pada
produksi mekanik akan mengurangi peluang terjadinya kesalahan produksi dan
memastikan setiap produk memiliki kualitas yang sama.

Sumber: http://www.justtoolkits.com/83000.html

Rekayasa

Gambar 2.22 Perkakas untuk Mekanikal


dan Elektrikal

Sumber: http://www.businessweek.com
(Foto: Akos Stiller/Bloomberg)

Gambar 2.23 Robot pada


Manufaktur Otomotif

Proses produksi casing juga dapat dilakukan secara manual maupun masinal.
Pembuatan casing secara masinal dilakukan di pabrik untuk produksi massal. Pada
produksi massal umumnya casing dibuat dari material plastik dengan teknik injection moulding atau vacum forming, atau logam dengan teknik pres. Pewarnaan
pada proses ini dilakukan dengan mencampur pewarna dengan bijih plastik. Material yang dapat digunakan untuk pembuatan casing secara manual adalah material
alam seperi kayu, logam lembaran, atau plastik lembaran yang dapat melindungi
pengguna dari kemungkinan bahaya yang disebabkan oleh gerakan mekanik.

Prakarya dan Kewirausahaan

55

Standar Prosedur Kerja, Kesehatan dan Keselamatan Kerja


Industri Elektronik serta Standar Nasional Indonesia
a. Standard Operating Procedures (SOP) atau Protap (Prosedur Tatap)
Rancangan atau hasil desain produk rekayasa selanjutnya memasuki tahap
produksi sebelum akhirnya dipasarkan. Tahap produksi dilakukan dalam
sebuah industri. Dilihat dari kapasitas produksi, jumlah pekerja, maupun
hasil produksinya, industri dapat dibagi menjadi industri kecil, industri menengah ataupun industri besar. Dilihat dari proses produksinya, industri dapat
dibagi atas industri dengan sistem manual, semi manual atau fully machinal/
otomatis. Industri dengan sistem manual, sebagian besar proses produksinya
memanfaatkan tenaga dan keterampilan manusia dengan bantuan alat-alat
sederhana. Industri dengan sistem semi manual menggunakan mesin pada
sebagian prosesnya selain tenaga dan keterampilan manusia. Industri yang fully
machinal hampir seluruh kerjanya memanfaatkan mesin otomatis, dan manusia
hanya berfungsi sebagai pengawas dari kerja mesin-mesin tersebut.
Rekayasa

Pada sistem produksi terdapat aturan yang dikenal dengan sebutan


standard operating procedures atau SOP. Sebuah industri dapat memiliki sejumlah SOP bergantung pada banyaknya kerja yang dilakukan di dalam industi
tersebut. Pada industri yang menggunakan sistem manual, jumlah SOP akan
lebih banyak karena digunakan untuk mengatur langkah kerja tenaga manusia
yang bekerja dalam industri tersebut. Pada industri yang menggunakan sistem
otomatis, SOP tidak terlalu banyak dan hanya terbatas pada kerja-kerja yang
dilakukan oleh manusia karena mesin bekerja tanpa diatur oleh SOP.
Standard Operating Procedures adalah standar langkah-langkah kerja yang
harus dilakukan dalam setiap proses kerja yang terjadi di dalam industri. Standar ini berlaku bagi siapa saja, kapan saja, dan di mana saja. Tujuan adanya SOP
adalah untuk memastikan proses produksi berjalan aman, lancar, dan tepat
waktu sehingga menghasilkan produk yang memiliki kualitas/mutu yang baik
dan seragam. Sebuah prosedur meliputi daftar bahan dan komponen standar,
penjelasan spesifikasi dan identitas komponen, spesifikasi mesin atau alat,
urutan langkah-langkah kerja yang harus dilakukan termasuk waktu yang
diperlukan, alur kerja yang digambarkan dalam diagram, pembagian kerja dan
nama-nama penanggung jawab, dan indikator keberhasilan. Pada beberapa
pelaksanaan prosedur dalam industri juga termasuk pengisian formulir dan
laporan. SOP diperlukan khususnya untuk kerja yang rumit, membutuhkan
ketepatan hasil, membutuhkan tanggung jawab yang besar, memiliki risiko
kecelakaan atau kerusakan.

56

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

Latihan 3
Individual
Bayangkan jika kamu memiliki sebuah industri kecil yang membuat produk
rekayasa sederhana berupa mainan anak-anak dari kayu yang dapat bergerak
dengan arus DC. Pikirkan tahapan-tahapan kerja yang dilakukan dalam
industri tersebut. SOP apa sajakah yang diperlukan? Jelaskan beberapa SOP
dan fungsinya. Tuliskan dalam selembar kertas.

Rekayasa

Diskusi dan berbagi


Diskusikan dengan teman sekelas hasil pemikiranmu tersebut. Berikan
masukan kepada teman untuk melengkapi hasil pemikirannya. Lengkapi pula
hasil pemikiranmu dengan masukan dari temanmu. Pilih SOP yang paling
serupa, lalu buatlah bersama-sama dengan temanmu sebuah SOP yang
detail.

b. Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)


Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) adalah bidang kajian yang terkait
dengan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan manusia yang bekerja di
sebuah organisasi, lembaga, industri termasuk lokasi proyek. K3 merupakan hal
yang penting diperhatikan oleh setiap organisasi, lembaga, dan industri. Oleh
karena itu, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI memiliki satu unit
khusus yang menangani hal ini, yaitu Pusat K3. Pusat K3 bertugas melaksanakan analisis, pengkajian, pelayanan teknis, pengembangan sumber daya
manusia, dan penyebaran informasi di bidang keselamatan kerja dan higiene
perusahaan, ergonomis, dan keselamatan kerja. Kegiatan K3 terdiri atas pencegahan, perawatan, dan penyembuhan maupun saksi untuk organisasi/
lembaga/industri yang tidak menjalankan K3. Bidang K3 terkait dengan ilmu
kesehatan kerja, teknik keselamatan, teknik industri, kimia, fisika kesehatan,
psikologi organisasi dan industri, ergonomi, dan psikologi kesehatan kerja.
K3 bertujuan untuk memastikan bahwa setiap orang yang terlibat di dalam
organisasi/lembaga/industri selalu dalam keadaan sehat dan aman. Bahaya
kerja terbagi dalam 3 golongan bahaya, yaitu bahaya kimia, bahaya fisik, dan
bahaya ergonomik. Bahaya kimia adalah ancaman kesehatan dan keamanan
yang berasal dari bahan kimia seperti menghirup asap, uap, gas, embun beracun, kontak kulit dengan cairan kimia, dan lain-lain. Bahaya fisik adalah
ancaman kesehatan dan keamanan yang disebabkan oleh suhu lingkungan
yang ekstrim (sangat panas atau sangat dingin), radiasi, kebisingan, tekanan
udara yang tidak normal, dan lain-lain. Bahaya ergonomik adalah ancaman
kesehatan dan keamanan yang disebabkan oleh pencahayaan yang tidak tepat,
pekerjaan pengangkutan, penggunaan alat yang tidak tepat, dan lain-lain.

Prakarya dan Kewirausahaan

57

Pencapaian K3 dalam lingkungan kerja yang terbaik adalah dengan melakukan pencegahan terhadap terjadinya kondisi sakit maupun kecelakaan kerja.
Upaya pencapaian K3 di antaranya seperti berikut.
- Pelaksanaan SOP secara tepat, konsisten dan berkelanjutan.
- Melakukan pemeriksaan terhadap bahan dan alat kerja secara berkala.
- Menjaga kesehatan dan pemantauan kesehatan dengan pemeriksaan berkala.

Latihan 4
Individual
1. Pada industri elektronik, sumber bahaya apa saja yang dapat mengganggu
kesehatan? Jelaskan satu per satu.
2. Pada industri elektronik, sumber bahaya apa saja yang sekiranya dapat
menimbulkan kecelakaan kerja? Jelaskan satu per satu.
3. Buatlah satu SOP yang dapat mencegah kecelakaan itu terjadi.
Rekayasa

c. Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk Produk Elektronika


Kementerian Perindustrian melindungi pasar dalam negeri dari masuknya
produk impor dengan mengeluarkan ketentuan Standar Nasional Indonesia
(SNI) wajib bagi barang elektronik yang telah memiliki kompetensi tinggi di
Indonesia. Saat ini masih banyak barang impor yang belum memenuhi standar
SNI. SNI juga akan meningkatkan daya saing dan kualitas produk nasional
sehingga bisa lebih diminati masyarakat. Penggunaan bahan baku dari dalam
negeri juga akan diutamakan untuk meningkatkan daya saing produk nasional,
karya bangsa kita sendiri. Standar Nasional Indonesia (SNI) adalah satu-satunya
standar yang berlaku secara nasional di Indonesia. Kementerian Perindustrian
menyusun SNI untuk produk-produk elektronik. Pengujian barang elektronik
dilakukan oleh Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (BP4T) serta Balai Riset dan
Standardisasi (Baristan) Surabaya. SNI dirumuskan oleh Panitia Teknis dan
ditetapkan oleh Badan Sertifikasi Nasional.
Kegiatan Sertifikasi Produk Penggunaan Tanda SNI (SPPT SNI) untuk produk
peralatan listrik dan elektronik dilakukan oleh Lembaga Sertifikasi Produk
(LSPro). Pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan Pengakuan Sertifikat Produk dan Laporan Hasil Uji oleh LSPro dalam negeri serta penerapan SNI
atas produk peralatan listrik dan/atau elektronik dilaksanakan oleh Direktorat
Jenderal Pembina Industri, Kementerian Perindustrian. Pengawasan yang
dilakukan meliput: standar yang membahayakan kesehatan; keamanan dan
keselamatan; dan kualitas lingkungan hidup. SNI produk elektronik telah diterapkan secara wajib kepada pompa air, setrika listrik, dan tabung televisi sejak
tahun 2013. SNI untuk 37 produk elektronik lainnya sedang dikembangkan
pada tahun yang sama.

58

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

D. Cara Merancang Alat


Pengatur Gerak Sederhana
1. Mencari Ide

Rekayasa

Produk rekayasa alat pengatur gerak sederhana merupakan produk tepat guna
yang dibeli konsumen terutama karena fungsinya. Ide perancangan produk
rekayasa dengan gerak sederhana harus dimulai dengan pengamatan terhadap
kebutuhan yang ada pada kehidupan sehari-hari, baik untuk kebutuhan rumah
tangga maupun kebutuhan industri seperti industri pengolahan dan budidaya.
Contohnya apabila di daerah sekitarmu terdapat industri pengolahan keripik
buah yang membutuhkan pemanas, ide yang muncul adalah membuat mesin
pemanas yang dapat bergerak untuk membalik buah secara berkala sehingga
tidak terjadi pemanasan yang berlebih pada salah satu sisinya. Tentu saja
kemunculan ide tidak begitu saja, melainkan harus disertai dengan beberapa
riset.
Pertanyaan menyangkut kebutuhan fungsi produk rekayasa antara lain seperti
berikut.
- Produk rekayasa bergerak apa yang dibutuhkan?
- Siapa yang akan menggunakan produk kerajinan tersebut?
- Di mana akan digunakan?
Pertanyaan untuk memahami proses yang sudah ada antara lain seperti berikut.
- Bagaimana prinsip kerja suatu proses yang sudah ada?
- Pengembangan fungsi apa yang dibutuhkan pada proses tersebut?
Pertanyaan untuk pengembangan desain produk rekayasa mekanik antara lain
seperti berikut.
- Bagaimana cara kerja mekanik dan rangkaian mekanik yang dibutuhkan?
- Bahan/material apa yang akan dipakai untuk bagian mekanik?
- Proses produksi dan alat apa yang dibutuhkan untuk memproduksi rangkaian mekanik tersebut?
- Bagaimana bentuk casing yang tepat untuk melindungi pengguna dari
bahaya yang mungkin ditimbulkan oleh gerakan mekanik dan sumber arus
AC?
- Bahan/material apa yang akan dipakai untuk bagian casing?
- Proses produksi dan alat apa yang dibutuhkan untuk memproduksi casing
tersebut?

Prakarya dan Kewirausahaan

59

2. Membuat Gambar/Sketsa
Susunlah beberapa rencana atau rancangan dari produk rekayasa yang akan
dibuat. Rancangan terbagi atas rancangan rangkaian mekanik dan rancangan
casing. Gambarkan idemu sebanyak-banyaknya dan detail untuk setiap bagian
dari produk rekayasa mekanik tersebut.

3. Pilih Ide Terbaik


Setelah kalian menghasilkan banyak ide-ide dan menggambarkannya dengan
sketsa, mulai pertimbangkan ide mana yang paling baik, menyenangkan, dan
memungkinkan untuk dibuat.

4. Perencanaan Produksi
Tahap selanjutnya adalah membuat perencanaan untuk proses produksi atau
proses pembuatan produk rekayasa mekanik tersebut. Tuliskan prosedur dan
langkah-langkah kerja secara jelas dan detail.
Rekayasa

5. Pembuatan Produk Rekayasa


Pembuatan produk mekanik terbagi atas produksi rangkaian mekanik dan
produksi casing. Kedua proses produksi tersebut dimulai dengan tahap persiapan tempat kerja, bahan, dan alat. Tahap selanjutnya adalah pengerjaan.
Kerjakan setiap tahap sesuai dengan perencanaan produksi yang sudah dibuat
sebelumnya. Pembuatan produk rekayasa mekanik diakhiri dengan evaluasi
terhadap produk yang telah dibuat, apakah produk tersebut dapat berfungsi
dengan baik? Apakah sudah sesuai dengan ide, bayangan, dan harapan kita?
Apabila belum, perbaikan apa yang harus kita lakukan agar produk rekayasa
yang dihasilkan lebih berkualitas?

E. Pengemasan dan Perawatan


Alat Pengatur Gerak Sederhana
Kemasan produk rekayasa pengatur gerak memiliki fungsi utama untuk melindungi produk dari benturan. Benturan dapat menyebabkan sistem mekanik dan
elektronik di dalamnya terganggu dan dapat membuat produk tidak berfungsi.
Berbeda dengan produk konsumsi (consumer goods) yang dapat dibeli oleh
konsumen setiap saat, produk rekayasa pada umumnya dibeli saat pengguna
membutuhkannya dan hanya satu kali. Kemasan produk rekayasa harus memiliki
estetika lebih untuk meyakinkan calon pembeli bahwa produk tersebut memiliki
kualitas yang baik. Kesan tersebut dapat diperoleh dengan menginformasikan
keunggulan dari produk alat rekayasa tersebut.

60

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

Rekayasa

Buatlah beberapa rencana

Sumber: http://www.firebrand.co.uk/packaging-design-greenwood.asp

Gambar 2.24 Kemasan kipas angin yang memiliki keunggulan produk


tidak mengeluarkan suara (silent)

Sumber: http://www.gilesandposner.com/american-originals-ice-cream-maker.html

Gambar 2.25 Kemasan produk alat pembuat es krim yang


menggambarkan cita rasa es krim yang akan dihasilkan

Prakarya dan Kewirausahaan

61

Sumber: http://brandient.com/en/client/27/domo

Gambar 2.26 Kemasan vacum cleaner yang dilengkapi dengan


keterangan fitur dan spesifikasi produk
Rekayasa
Sumber: http://www.boiseinc.com/tharco/products/protective-packaging.html

Gambar 2.27 Pengaman bagian dalam kemasan

Perawatan produk mekanik terutama dilakukan untuk memastikan setiap


persambungan dapat bekerja dengan baik. Bila terbuat dari logam, bagian logam
tersebut dapat diberi pelumas secara berkala. Persambungan juga harus dipastikan bebas dari debu dan kotoran yang dapat mengganggu gerak yang akan
dihasilkan. Selain bagian mekanik, bagian elektronik dan sumber arus harus dipastikan dalam kondisi baik, atau tidak menimbulkan potensi bahaya, misalnya kemunculan percikan api.

62

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

F. Wirausaha di Bidang Alat


Pengatur Gerak Sederhana
1. Motivasi Berwirausaha di Bidang Alat Pengatur Gerak Sederhana

Rekayasa

Indonesia memiliki banyak potensi alam yang dapat diolah dengan bantuan
produk rekayasa. Perhatikan lingkungan sekitar tempat tinggalmu. Apabila
kamu tinggal di wilayah pantai, amati dan pikirkan aktivitas dan industri apa
yang membutuhkan produk rekayasa. Apabila kamu tinggal di pegunungan,
amati dan pikirkan juga hal tersebut. Apabila kamu tinggal di padang savana,
pikirkan produk rekayasa apa yang dibutuhkan di sana. Kekayaan alam Indonesia patut disyukuri dengan pemanfaatan yang tepat didukung oleh kreativitas
di bidang rekayasa. Produk rekayasa selalu dibutuhkan untuk mempermudah
dan memberikan kenyamanan pada kehidupan manusia. Produk rekayasa
dapat menjadi manfaat bukan hanya bagi individu (perorangan), tetapi juga
dapat dimanfaatkan untuk orang banyak, misalnya produk rekayasa yang digunakan dalam industri kecil.

2. Dasar Kewirausahaan
Wirausaha berasal dari kata wira dan usaha. Arti kata wira adalah pejuang,
utama, gagah, berani, teladan, dan jujur. Arti kata usaha adalah kegiatan yang
dilakukan. Pengertian wirausaha adalah orang yang pandai atau berbakat
mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun kegiatan
untuk mengadakan produk baru, mengatur permodalan serta memasarkannya.
Pelaku wirausaha disebut wirausahawan atau entrepreneur.
Kegiatan yang bersifat kewirausahaan misalnya
a) menghasilkan produk baru dengan cara baru pula,
b) menemukan peluang pasar baru dengan menghasilkan produk baru pula,
c) mengombinasikan faktor-faktor produksi dengan cara baru,
d) mendukung budaya yang mendorong eksperimen yang kreatif, dan
e) mendorong perilaku eksperimen dll.
Wirausahawan adalah seorang yang mandiri, orang yang memiliki perusahaan
sebagai sumber penghasilannya. Dengan perkataan lain, ia tidak menggantungkan diri untuk penghasilannya kepada orang lain. Wirausaha adalah kegiatan
yang sangat mulia karena selain bisa menghidupi dirinya sendiri dan keluarganya,
juga banyak dampak positif lain dari aktivitasnya, di antaranya seperti berikut. a)
Menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.
b) Memanfaatkan sumber-sumber bahan baku yang belum digunakan sehingga
menjadi bermanfaat bagi masyarakat.

Prakarya dan Kewirausahaan

63

c) Sumber devisa bagi pemerintah.


d) Secara keseluruhan mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan
masyarakat.
Kewirausahaan, seperti tercantum dalam lampiran Keputusan Menteri
Koperasi dan Pembinaan Pengusahan Kecil Nomor 961/KEP/M/XI/1995, adalah
semangat, sikap, perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha
atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan serta menerapkan cara kerja, teknologi, dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi
dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh
keuntungan yang lebih besar. Entrepreneurship adalah sikap dan perilaku yang
melibatkan keberanian mengambil risiko, kemampuan berpikir kreatif dan
inovatif.

Rekayasa

Kewirausahaan adalah kemampuan menciptakan sesuatu yang baru secara


kreatif dan inovatif untuk mewujudkan nilai tambah (Overton, 2002). Kreatif
berarti menghasilkan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya, misalnya
membuat wirausaha pengolahan produk sabun dengan aroma, bentuk dan
kemasan yang belum pernah ada sebelumnya. Inovatif berarti memperbaiki,
memodifikasi, dan mengembangkan sesuatu yang sudah ada, seperti membuat casing dan kemasan baru dari produk yang sudah ada. Nilai tambah berarti
memiliki nilai lebih dari sebelumnya. Nilai tambah suatu produk diperoleh dari
inovasi dan kreativitas dalam mengembangkan produk rekayasa dengan gerak
sederhana.

3. Karakter dan Sikap Kewirausahaan


Sikap yang harus ada dalam jiwa seorang wirausahawa adalah kreativitas,
inisiatif, dan percaya diri. Ciri-ciri seorang wirausahawan adalah seperti berikut.
a. Percaya diri (self confidence)
Kepercayaan diri adalah sikap yang harus dimiliki wirausahawan. Sikap
percaya diri dimiliki bila seseorang mengenali keunggulan maupun kelemahan dirinya. Pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai dapat menambah kepercayaan diri seseorang. Seorang wirausahawan, agar memiliki
kepercayaan diri yang tinggi, harus mengenali dirinya serta memiliki pengetahuan dan keterampilan. Pengalaman dalam berusaha, mengalami keberhasilan dan mengatasi kegagalan juga dapat menambah kepercayaan diri
seseorang. Kepercayaan diri akan memengaruhi gagasan, karsa, inisiatif,
kreativitas, keberanian, ketekunan, semangat kerja, dan kegairahan berkarya.

64

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

b. Berorientasi tugas dan hasil


Seseorang yang berorientasi pada tugas dan hasil artinya selalu mengutamakan tugas atau pekerjaan untuk memperoleh hasil yang baik. Kerja
dilakukan dengan tekun dan sungguh-sungguh serta dengan semangat
pantang menyerah sehingga hasil yang dicapai memiliki kualitas/mutu yang
baik.
c. Keberanian mengambil risiko
Usaha kreatif dan inovatif adalah membuat sesuatu yang belum ada sebelumnya. Untuk itu kita membutuhkan keberanian untuk mengambil risiko.
Keberanian mengambil risiko harus dilengkapi dengan kemampuan mempertimbangan dan membuat rencana-rencana untuk mengatasi setiap
risiko yang akan dihadapi.

Rekayasa

d. Kepemimpinan
Seorang wirausahawan harus memiliki sifat kepemimpinan dan keteladanan. Wirausahawan harus mengatur pengadaan bahan baku, pengolahan, pengemasan hingga pemasaran, distribusi, dan penjualan. Semua proses
tersebut dapat melibatkan orang lain sehingga seorang wirausahawan
harus mampu memimpin, mengatur, dan memberikan contoh keteladanan
untuk orang-orang yang bekerja bersamanya.
e. Berorientasi ke masa depan
Wirausahawan harus memiliki pandangan dan pemikiran ke masa depan.
Artinya, dia memiliki kemampuan untuk mengenali peluang serta kondisi
yang akan muncul di masa depan. Orienstasi ke depan akan menjadi dasar
munculnya ide kreatif dan inovatif, membuat sesuatu yang baru dan berbeda dari yang sudah ada sekarang.
f. Keorisinalitas: Kreativitas dan inovasi
Proses kreatif dan inovatif biasanya diawali dengan munculnya ide-ide dan
pemikiran baru untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Baik
ide, pemikiran, maupun tindakan kreatif tidak lain untuk menciptakan
sesuatu yang baru dan berbeda. Sesuatu yang baru dan berbeda merupakan
nilai tambah barang dan jasa yang menjadi sumber keunggulan untuk dijadikan peluang.

Prakarya dan Kewirausahaan

65

Wirausahawan yang inovatif adalah orang yang memiliki ciri-ciri berikut.


1. Tidak pernah puas dengan cara-cara yang dilakukan saat ini, meskipun cara
tersebut cukup baik.
2. Selalu menuangkan imajinasi dalam pekerjaannya.
3. Selalu ingin tampil berbeda atau selalu memanfaatkan perbedaan.
Syarat untuk menjadi wirausahawan yang berhasil adalah seperti berikut.
1. Memiliki sikap mental yang positif
2. Memiliki keahlian di bidangnya
3. Mempunyai daya pikir yang kreatif
4. Rajin mencoba hal-hal yang baru (inovatif )
5. Memilliki semangat juang yang tinggi (motivasi) dan komitmen yang tinggi
6. Mampu mengantisipasi berbagai risiko dan persaingan

4. Faktor Penyebab Keberhasilan dan Kegagalan Wirausaha


di Bidang Alat Pengatur Gerak Sederhana
Rekayasa

Keberhasilan suatu wirausaha ditentukan oleh berbagai faktor, baik dari


keterampilan, kemampuan wirausahawan dalam menghadapi tantangan dan
memecahkan masalah, maupun faktor-faktor lain yang ada di luar dirinya.
Untuk memahami faktor-faktor penentu keberhasilan tersebut, kita akan belajar
dari pengalaman wirausahawan yang bergerak di bidang alat pengatur gerak
sederhana yang terdapat di daerah lingkungan sekitar rumah dan sekolah.

Tugas 7
Pengamatan Wirausaha di Bidang Alat Pengatur Gerak Sederhana
dengan Sumber Arus AC
Tugas ini dilakukan dalam kelompok
Langkah-langkah yang dilakukan:
1. Mengumpulkan Data
Setiap kelompok melakukan kegiatan penelitian dengan metode observasi
(pengamatan lapangan), dan wawancara tentang usaha/industri di bidang
alat pengatur gerak sederhana. Data tentang produk rekayasa yang dihasilkan meliputi; sejarah, bahan, alat, teknik, dan prosedur pembuatan produk.
Usaha/industri rekayasa meliputi: sejarah atau motivasi perusahaan/teknisi
membuat produk rekayasa, jumlah pekerja, sistem/pola kerja, pasar
sasaran dari produk rekayasa tersebut, keberhasilan dan kegagalan wirausaha di bidang alat pengatur gerak sederhana yang pernah dialami.

66

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

a. Percaya diri (self confidence)


Lembar Pengamatan dan Wawancara (contoh)
Nama Industri
Jenis Produk
Tanggal wawancara dan
observasi
Sejarah industri

:
:
:
:

Bahan pendukung

Alat

Teknik dan prosedur produksi


secara umum

Teknik khusus

Rekayasa

Produk Rekayasa:
Bahan utama

Perusahaan/industri
Sejarah atau motivasi
perusahaan

Jumlah pekerja

Sistem/pola kerja

Pasar sasaran

Keberhasilan

Kegagalan

Catatan lain

Prakarya dan Kewirausahaan

67

2. Membuat laporan hasil pengamatan


Buatlah laporan hasil pengamatan dan wawancara yang telah dilakukan.
Laporan ditulis dengan rapi, boleh dilengkapi dengan skema dan gambar.
Pada bagian akhir tuliskan kesan dan pendapatmu tentang produk rekayasa ataupun perusahaan/industri di bidang alat pengatur gerak sederhana.
Buatlah laporan seteliti dan semenarik mungkin.

G. Membuat Produk Rekayasa Bergerak


Sederhana dengan Sumber Arus AC
Rekayasa

Produk rekayasa membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi manusia


dalam kehidupan sehari-hari. Saat ini kita sudah memahami prinsip sumber arus
listrik AC, prinsip rangkaian mekanik yang dapat menghasilkan gerak sederhana.
Sekarang mari kita pikirkan bersama, persoalan sehari-hari apa yang dapat diselesaikan dengan memanfaatkan gerak sederhana dengan sumber energi listrik AC.
Mulailah dengan memikirkan kebutuhan yang ada di sekitar kita, di rumah, di sekolah, di rumah tetangga, di warung langganan, di pasar, dan di tempat lain di sekitar
kita. Jangan lupa, kali ini kita akan menggunakan sumber tenaga listrik AC sehingga
produk rekayasa yang akan dibuat harus memiliki akses ke sumber arus AC.
Kegiatan 1. Curah Ide atau Curah Pendapat
Untuk mendapatkan ide yang tepat kita akan menggunakan metode curah ide
atau curah pendapat, di dalam kelompok atau di dalam kelas dipimpin Bapak/Ibu
Guru.
Pertanyaan: produk apa yang dibutuhkan dengan memanfaatkan gerak sederhana
dengan sumber energi listrik AC?
Bahan dan alat:
- Kertas berukuran + 10 x 7 cm2 + selotip (atau dapat pula digantikan dengan
kertas berperekat)
- Alat tulis (lebih baik spidol yang agak tebal)
- Papan tulis atau dinding atau lantai (bidang luas)

68

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

Langkah 1
Setiap siswa menuliskan ide produk atau masalah yang ada pada selembar kertas.
Satu ide dituliskan dalam satu kertas. Setiap siswa boleh menuliskan sebanyakbanyaknya ide.

Rekayasa

Langkah 2
Setiap siswa akan menempatkan kertas yang berisi ide di papan tulis/dinding/lantai. Untuk mengawalinya, pilih satu siswa untuk menempelkan setiap kertas idenya
secara berjarak. Siswa berikutnya akan menempatkan kertas yang berisi ide serupa
atau mirip secara berdekatan. Demikian seterusnya sehingga akan terbentuk
pulau-pulau ide. Siswa dan guru dapat memindah-mindahkan kertas mendekati posisi kumpulan tema ide yang lebih sesuai.

Sumber: http://liaisonlife.wordpress.com/2012/05/14/wfu_uncg/,
http://sketchingwithhardware.wordpress.com/category/brainstorming/

Gambar 2.28 Sesi brainstorming atau curah pendapat

Langkah 3
Diskusikan setiap ide yang muncul. Tentukan kriteria pemilihan ide yang akan
diwujudkan sebagai tugas kelas Prakarya Rekayasa, misalnya;
- Dapat menggunakan sumber tenaga listrik AC
- Memanfaatkan gerak sederhana
- Bahan dan alat tersedia di daerah setempat
- Memungkinkan untuk diwujudkan dalam waktu yang ada
- Memiliki potensi untuk menjadi unik dan menarik
Langkah 4
Pilih ide yang paling sesuai dengan kriteria dan disepakati oleh anggota kelas.

Prakarya dan Kewirausahaan

69

Kegiatan 2. Perancangan Unsur Mekanik, Estetik, dan Ergonomi


Perancangan unsur mekanik, estetik, dan ergonomi dilakukan secara berkelompok.
Tugas perancangan akan dipisahkan antara perancangan unsur mekanik dengan
unsur estetika dan ergonomi. Pengelompokan tugas semacam ini merupakan
simulasi dari pembagian kerja antara ahli teknik (engineer) dan desainer (designer).

Engineer

Designer

Sumber: Dokumen Kemdikbud

Bagan 2.2 Kerja sama engineer dan designer


menghasilkan produk karya rekayasa

Produk Karya
Rekayasa

Rekayasa

_ 10 orang, terbagi atas +


_ 5 orang
Buatlah kelompok. Setiap kelompok terdiri dari +
+
_
Tim Mekanik dan 5 orang Tim Desainer. Tim Mekanik bertugas untuk membuat
rangkaian mekanik yang menghasilkan gerakan sederhana dengan menggunakan
sumber tenaga listrik AC. Tim Desainer bertugas membuat rancangan produk yang
estetis dan ergonomis. Kedua Tim harus bekerja sama dengan baik dalam merancang produk rekayasa yang akan dibuat.
Tahap 1.
Bahan: Kertas dan Alat Tulis
Perancangan dimulai dengan proses sketsa ide bentuk dan fungsinya yang dilakukan bersama-sama antara Tim Mekanik dan Tim Desainer. Jangan lupa mempertimbangkan faktor-faktor yang berada di dalam produk dan faktor-faktor apa yang
terdapat di luar produk (ingat proses perancangan yang pernah dilakukan sebelumnya, pada Bab 2 Semester 1). Sepakati bentuk dan ukuran secara umum dari
produk yang akan dibuat.
Tahap 2.
Tim Mekanik dan Tim Desainer akan bekerja secara terpisah.
Tim Mekanik:
- Mempersiapkan bahan dan alat yang akan digunakan
- Membuat rangkaian mekanik, sambungan dengan motor listrik, dan sambungan
dengan sumber listrik AC
- Bersama dengan Tim Desainer melakukan perakitan (memasangkan casing
pada rangkaian mekanik)

70

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

Tim Desainer:
- Merancang bentuk casing yang estetis dan ergonomis dengan mempertimbangkan rangkaian mekanik di dalamnya
- Memilih bahan casing yang tersedia di lingkungan sekitar
- Memilih warna dan jenis finishing yang sesuai dengan fungsi produk dan
konsep estetika
- Membuat casing
- Bersama dengan Tim Mekanik melakukan perakitan (memasangkan casing
pada rangkaian mekanik)
- Merancang dan membuat kemasan yang berfungsi untuk melindungi produk
dalam distribusi, memberikan informasi dan menarik calon pembeli

Prakarya dan Kewirausahaan

Rekayasa

Tahap 3
Presentasi Karya
Semua anggota kelompok bekerja sama dalam mempersiapkan presentasi kelompok. Setiap kelompok mempresentasikan 3 hal berikut.
- Tahapan-tahapan proses yang dilakukan, mulai dari ide, sketsa, hingga pembuatan produk.
- Konsep dan fungsi produk
- Karya produk rekayasa yang dibuat oleh kelompok
Presentasi dibuat semenarik mungkin. Selain presentasi di depan kelas, dapat
juga dilakukan pameran hasil karya sehingga karya dapat dinikmati oleh siswa
lain dan juga guru serta karyawan sekolah.

71

Budidaya
Budidaya tanaman adalah kegiatan untuk memproduksi tanaman atau bagian
tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia melalui
pengelolaan tanaman dan lingkungan tumbuhnya, seperti tanah, air, udara, dan
cahaya matahari. Dalam budidaya tanaman, hasil yang maksimal dapat dicapai jika
tanaman dipelihara dan lingkungan tumbuh tanaman dapat dikendalikan dengan
baik. Hasil budidaya tanaman dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan
sendiri atau sebagian dipasarkan sehingga usaha budidaya tanaman dapat menjadi mata pencaharian masyarakat.
Materi tentang budidaya akan mengajak siswa mengenal jenis tanaman pangan
dan tanaman hias, produk hasil budidayanya serta cara budidayanya. Di akhir
pembelajaran siswa diajak untuk melakukan praktik budidaya tanaman serta
diperkenalkan juga dengan wirausaha di bidang budidaya. Budidaya tanaman
harus dilakukan dengan cara yang baik agar menghasilkan produk budidaya
bermutu sehingga dapat diterima oleh konsumen.

Budidaya

72

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

PETA MATERI
Budidaya dan Wirausaha
Tanaman Hias

Mengenal Budidaya
Tanaman Hias

Proses dan Alat Budidaya


Tanaman Hias
Cara
Merancang
Budidaya
Tanaman
Hias

Membuat Budidaya
Tanaman Hias

Pengemasan
dan
Perawatan
Hasil
Budidaya
Tanaman Hias
Wirausaha
di Bidang
Budidaya
Tanaman
Hias

Budidaya

Sarana Budidaya
Tanaman Hias

Tujuan pembelajaran:
Setelah mempelajari bab ini peserta didik mampu:
1. Mengungkapkan rasa bangga dan mewujudkan rasa syukur tentang keragaman jenis tanaman hias sebagai anugerah Tuhan kepada bangsa Indonesia.
2. Mengindetifikasi jenis-jenis tanaman hias, sarana produksi, dan teknik budidaya
tanaman hias yang ada di wilayah setempat berdasarkan rasa ingin tahu dan
peduli lingkungan.
3. Merencanakan dan melaksanakan kegiatan budidaya tanaman hias.
4. Mempresentasi hasil kegiatan budidaya yang telah dilaksanakan.
5. Memahami sikap dan perilaku dalam berwirausaha untuk keberhasilan suatu
usaha dalam bidang budidaya tanaman hias.

Prakarya dan Kewirausahaan

73

BAB 3

Budidaya dan Wirausaha


Tanaman Hias
A. Mengenal Produk Budidaya Tanaman Hias
1. Jenis Tanaman Hias
Gambar tanaman yang terdapat di bawah ini merupakan tanaman hias
yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Tanaman hias adalah tanaman yang
sengaja ditanam untuk dekorasi. Tanaman hias mencakup semua tumbuhan,
baik berbentuk terna, merambat, semak, perdu, ataupun pohon, yang sengaja
ditanam orang sebagai komponen taman, kebun rumah, penghias ruangan,
upacara, komponen riasan/busana, atau sebagai komponen karangan bunga.
Tanaman hias dapat juga berfungsi sebagai tanaman pelindung atau penutup
tanah.
Budidaya

Indonesia sebagai negara tropis yang ditumbuhi berbagai jenis tanaman


hias. Berdasarkan bagian-bagian tanaman, tanaman hias dikelompokkan menjadi tanaman hias daun, tanaman hias bunga, tanaman hias buah, dan tanaman
hias akar. Tanaman hias daun adalah tanaman hias yang memiliki bentuk daun
yang indah dan unik. Tanaman hias bunga adalah tanaman hias yang memiliki
bentuk, warna, dan aroma bunga yang menarik. Keragaman tanaman hias yang
tumbuh di negeri kita adalah karunia Yang Mahakuasa kepada bangsa Indonesia. Kita sudah seharusnya mensyukuri anugerah-Nya.
Usaha budidaya tanaman hias telah berkembang sangat pesat karena memberikan keuntungan ekonomi kepada pelaku usaha budidayanya. Hasil budidaya tanaman hias tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri,
tetapi juga diekspor sehingga mendatangkan devisa bagi negara Indonesia.
Beberapa jenis tanaman hias yang berpotensi ekspor adalah anggrek dan mawar.

74

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

Setelah mempelajari bab ini peserta didik mampu:

Tugas 1
Individu
Perhatikanlah tanaman hias yang ada sekitarmu! Sangat banyak, bukan?
Tanaman hias bermacam-macam bentuk dan warnanya. Amati Gambar 3.1.
Adakah tanaman hias tersebut di lingkunganmu? Apa yang kamu ketahui
tentang nama dan ciri-ciri tanaman yang ada pada Gambar 3.1? Ungkapkanlah pendapatmu dengan bangga dan percaya diri!

Sumber:http://yogya.litbang.deptan.go.id

Budidaya

Sumber: http://kalbar.litbang.deptan.go.id

Sumber:http://biogen.litbang.deptan.go.id

Sumber:http://philodendron.org/

Sumber: http://balithi.litbang.deptan.go.id

Gambar 3.1 Contoh beberapa jenis tanaman hias

Prakarya dan Kewirausahaan

75

Tugas Individu
Cari info:
1. Carilah informasi dari berbagai media (majalah, koran, buku dan internet)
tentang deskripsi tanaman hias lainnya, masing-masing untuk jenis
tanaman hias bunga dan tanaman hias daun!
2. Presentasikanlah hasil penelusuranmu!

Tanaman hias daun


1. Suplir (Adiantus sp.)
2. Keladi (Caladium bicolour)
3. Aglonema (Aglaonema sp.)
4. Dieffenbachia (Dieffenbachia sp.)
5. Kuping gajah (Anthurium sp.)

Tanaman hias buah


1. Cabai hias (Capsicum anum)
2. Jeruk (Citrus mitis)
3. Pisang hias (Musa acuminata)

Tanaman hias bunga


1. Kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)
2. Gerbera (Garbera jamesonii)
3. Alamanda (Allamanda cathartica)
4. Anyelir (Dianthus caryphillus)
5. Adenium (Adenium obesum)
Budidaya

Tanaman hias dapat tumbuh baik di seluruh wilayah Indonesia. Pertumbuhan dan
perkembangan tanaman sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan,
misalnya suhu. Di daerah tropis suhu udara berhubungan dengan elevasi atau
ketinggian suatu wilayah dari permukaan laut. Daerah pantai atau dataran rendah
memiliki suhu udara yang lebih panas dibandingkan dengan suhu di daerah
pegunungan. Indonesia memiliki tanaman hias yang sesuai untuk daerah pantai
atau pegunungan, atau bahkan terdapat tanaman hias yang tumbuh baik di dataran
tinggi dan dataran rendah.
Berdasarkan ketinggian di atas permukaan laut (dpl), tergolong apakah wilayah
tempat tinggalmu? Tanaman hias apa saja yang tumbuh di wilayahmu? Berdasarkan ketinggian dari permukaan laut, suatu wilayah dikelompokkan menjadi
wilayah dataran rendah (<400 m dpl), dataran sedang (400-700 dpl), dan dataran
tinggi (>700 dpl). Berikut ini adalah deskripsi beberapa tanaman hias daun atau
bunga.

76

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

Budidaya

1. Anggrek
Anggrek merupakan salah satu jenis tanaman hias bunga yang banyak dibudidayakan. Beberapa jenis anggrek yang sering dibudidayakan adalah Dendrobium,
Phalaenopsis, Cattleya dan Vanda. Salah satu jenis anggrek yang banyak diminati oleh konsumen adalah anggrek Dendrobium karena memiliki warna bunga
yang menarik, jumlah kuntum bunga yang banyak dalam satu tangkai, dan vase
hidup yang lama. Bunga anggrek dapat dinikmati keindahan bunganya sebagai
bunga potong maupun tanaman pot berbunga. Anggrek Dendrobium sebagian besar bersifat epifit, yaitu hidup menumpang pada pohon lain, tetapi tidak
merugikan pohon yang ditumpanginya. Anggrek Dendrobium memiliki pola
pertumbuhan simpodial, yaitu anggrek dengan pertumbuhan ujung batang
terbatas, setelah mencapai panjang tertentu, pertumbuhan batang akan
berhenti. Pertumbuhan dilanjutkan oleh anakan berikutnya. Anggrek ini memiliki batang berbentuk menggelembung, berdaging, dan memiliki nodus
sebagai tempat menempelnya daun. Anggrek Dendrobium berkembang biak
dengan menggunakan biji atau anakan.

Sumber: http://eproduk.litbang.deptan.go.id/category.php?id_category=28

Gambar 3.2 Anggrek sebagai tanaman hias pot

2. Adenium (Adenium sp.)


Tanaman hias adenium sangat cocok ditanam di
dataran rendah, namun masih dapat ditanam di
daerah dengan ketinggian 700 m di atas permukaan laut. Tanaman ini sangat menyukai lingkungan
yang panas, kering dan bersuhu tinggi. Adenium
memiliki batang sukulen. Tanaman yang populer
dengan sebutan kamboja jepang ini memiliki
variasi warna bunga misalnya merah, ungu, pink
dan putih, serta variasi motif bunga berupa garis
atau strip dan bercak-bercak. Keindahan lainnya
terletak pada bentuk bonggol dan percabangan
yang dapat dibentuk bonsai.
Sumber: http://artaplantelor.com/2010/03/03/adenium/

Gambar 3.3 Keindahan bunga dan bonggol tanaman adenium

Prakarya dan Kewirausahaan

77

3. Aglonema (Aglaonema sp.)


Aglonema atau sri rejeki merupakan tanaman hias daun dari famili Araceae
yang hidup di daerah tropis hingga tropis basah. Aglonema termasuk tanaman
monokotil berakar serabut yang berbentuk silinder, berwarna putih hingga
putih kekuningan, dan sukulen. Batang tanaman aglonema berbentuk silinder,
tidak berkayu, berwarna putih, hijau atau merah, dan berbuku. Setiap buku
pada batang mempunyai satu mata tunas yang berpotensi untuk tumbuh menjadi percabangan baru bila kondisi memungkinkan. Bentuk daun bervariasi dari
oval hingga lanset (lanceolate) dengan susunan tulang daun menyirip. Daun
pada umumnya berwarna hijau dengan variasi gradasi warna, variasi berupa
bulatan (marbled), dan perforasi pada helai daun. Tangkai daun berpelepah dan
saling menutupi batang hingga terkesan tanaman aglonema tidak mempunyai
batang yang jelas. Beberapa jenis aglonema diketahui bersifat protogy- nuous,
yang berarti bunga jantan dan betina matang dalam waktu yang tidak bersamaan sehingga penyerbukan bunga betina dari bunga jantan pada tongkol
yang sama (penyerbukan sendiri) relatif sulit terjadi. Beberapa aksesi menunjukkan terdapatnya buah dengan embrio fertil yang banyak ditemukan secara
alami. Biji-biji ini adalah biji apomiktif yang berasal dari organ somatis selain
ovum pada bunga betina yang berkembang membentuk biji fertil.

Budidaya
Sumber: http://distan.riau.go.id

Gambar 3.4 Aglaonema berdaun eksotik

78

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

4. Anthurium (Anthurium sp.)


Anthurium atau kuping gajah merupakan salah satu komoditas tanaman hias
dari famili Araceae. Ada dua kelompok tanaman Anthurium, yaitu Anthurium
bunga dan Anthurium daun. Anthurium bunga memiliki keistimewaan utama
pada warna bunga dan bentuk seludangnya, sedangkan anthurium daun
terletak pada bentuk dan warna daunnya. Kelompok anthurium bunga terbagi
lagi atas dua tipe, yaitu tipe bunga potong dan tipe bunga pot.

Budidaya

Anthurium dapat tumbuh dengan baik di daerah tropis. Tanaman anthurium


merupakan tanaman tahunan berbentuk perdu yang tumbuh merambat dan
memanjat. Anthurium mempunyai batang yang lunak, basah, dan berbukubuku. Akar tanaman berbentuk bulat, kecil, dan panjang serta mempunyai akar
tunjang yang tumbuh dari pangkal batang yang dapat menembus tanah.
Daunnya mempunyai bentuk dan ukuran yang berbeda untuk setiap spesiesnya
dan mempunyai tangkai daun yang panjang. Permukaan daun bagian atas
umumnya licin dan mengkilap. Ujung pangkal daun umumnya lancip dan
meruncing, sedangkan pangkal daun umumnya tumpul atau melekuk ke
bagian dalam daun.

Sumber: http://pn.puslithorti.net/

Gambar 3.5 Anthurium bunga

Prakarya dan Kewirausahaan

79

Tugas 3
Diskusi Kelompok
1. Apa saja tanaman hias yang ada di sekitarmu? Tuliskan ciri-cirinya!
2. Ungkapkan perasaanmu terhadap karunia Tuhan dengan adanya keragaman tanaman hias yang tumbuh di Negara kita!
Tugas kelompok
Lembar Kerja 1 (LK 1)
Nama kelompok
:
Nama anggota
:
Kelas
:
Identifikasi tanaman hias
No.

Nama tanaman
hias

Jenis tanaman hias

Ciri-ciri tanaman

Budidaya

Ungkapkan perasaan syukurmu kepada Tuhan Yang Mahakuasa atas anugerah


keragaman tanaman pangan dilimpahkan kepada bangsa Indonesia!

2. Standar Budidaya Tanaman Hias


Saat ini tanaman hias telah menjadi komoditas perdagangan internasional.
Berbagai negara seperti Belanda, Columbia, dan Italia memanfaatkan tanaman
hias sebagai komoditas penghasil devisa. Kendati masih berskala kecil, Indonesia telah mengekspor tanaman hias ke berbagai negara di Asia, Eropa, Amerika,
dan Kanada. Peningkatan volume dan nilai ekspor perlu dilakukan. Adanya
tuntutan konsumen yang mempersyaratkan produk harus aman, ramah
lingkungan, dan bermutu tinggi, menyebabkan dibutuhkan suatu standar
budidaya sehingga tuntutan konsumen dapat dipenuhi, terutama kosumen di
negara-negara tujuan ekspor.
Kamu telah mengetahui teknik budidaya yang baik untuk menghasilkan
pangan hasil pertanian yang aman dan bermutu. Standar budidaya yang kamu
pelajari pada bab sebelumnya juga berlaku untuk budidaya tanaman hias.
Kamu dapat membaca kembali tentang standar budidaya yang telah dibahas
dalam budidaya tanaman pangan.

80

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

Budidaya

Pemerintah melalui Departemen Pertanian telah menerbitan dokumen


norma budidaya yang baik dan benar (Good Agricultural Practices = GAP) untuk
tanaman hias di berbagai negara sehingga diharapkan produk budidaya tanaman
hias Indonesia dapat diterima konsumen. Pedoman GAP tanaman hias mencakup
hal-hal berikut.
a. Prinsip traceability (suatu produk dapat ditelusuri asal usulnya dari
konsumen sampai ke kebun)
b. Lahan (pemilihan lokasi, riwayat lokasi, pemetaan lahan, kesuburan lahan,
penyiapan lahan dan media, pola pemanfaatan lahan, konservasi lahan, dan
analisis dampak lingkungan)
c. Penggunaan benih dan varietas tanaman
d. Penanaman
e. Pemupukan (jenis pupuk, penggunaan pupuk, penyimpanan pupuk, kompetensi, dan pencatatan)
f. Perlindungan tanaman (prinsip perlindungan tanaman, perlindungan
lingkungan pengendalian OPT, pestisida, penggunaan pestisida, pencatatan
penggunaan pestisida, penyimpanan pestisida, pembuangan pestisida, dan
analisis residu pestisida)
g. Pengelolaan/pemeliharaan tanaman
h. Penanganan pascapanen (waktu panen, cara panen, sortasi dan grading,
pengemasan dan pengepakan, penyimpanan, penggunaan bahan kimia,
dan bangunan pengepakan)
i. Keselamatan dan kesehatan pekerja
j. Fasilitas sanitari
k. Tempat pembuangan limbah
Dalam penerapan GAP tanaman hias di tingkat lapangan, diperlukan adanya
petunjuk teknis berupa Standardisasi Operational Prosedur (SOP) bersifat spesifik
komoditas yang berisi langkah-langkah teknis budidaya, panen dan pascapanen sesuai kaidah-kaidah GAP untuk mencapai target yang telah ditetapkan.

Tugas 4
Kelompok
Cari info.
1. Carilah informasi dari berbagai media (majalah, koran, buku dan internet)
tentang standar operasional prosedur budidaya tanaman hias yang biasa
dibudidayakan di wilayah tempat tinggalmu!
2. Presentasikan hasil penelusuranmu!

Prakarya dan Kewirausahaan

81

B. Sarana Budidaya Tanaman Hias


Kamu sudah mengetahui tentang sarana produksi dan teknik budidaya tanaman
pada Bab 3 semester 1. Secara umum teknik budidaya tanaman pangan hampir
sama dengan teknik budidaya tanaman hias. Teknik budidaya yang baik menentukan kualitas produk tanaman hias yang dihasilkan. Berikut dijelaskan sarana
produksi dan teknik budidaya tanaman hias.
Sarana produksi yang diperlukan dalam budidaya tanaman hias hampir sama
dengan tanaman pangan. Tanaman pangan umumnya dibudidayakan dalam
lahan yang terhampar, sedangkan tanaman hias dapat juga dibudidayakan dalam
pot atau polibag di tempat terbuka atau ternaungi di pekarangan. Media tanam
pot dapat berupa tanah yang dicampur dengan pupuk kandang atau berbagai
media tanam siap pakai yang tersedia di toko sarana produksi pertanian.

Budidaya

Berikut adalah bahan untuk budidaya tanaman hias.


1. Benih atau bibit
2. Media tanam
3. Pupuk
4. Zat pengatur tumbuh
5. Pestisida
6. Mulsa plastik (plastik penutup media tanam)
7. Sungkup (plastik penutup bunga/daun)
8. Polybag atau pot

Sumber: http://pupukmediaorganik.blogspot.com/

Gambar 3.6 Salah satu media tanam siap pakai

Sumber: http://vhaazishal.blogspot.com/2010/11/blog-post.html

Gambar 3.7 Berbagai ukuran dan bentuk pot

82

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

Sumber: http://orchidcrazeme.blogspot.com/
2012/02/jalan-jalan-cari-orkid-bangkokthailand.html

Gambar 3.8 Sungkup

Sumber: http://infopublik.
kominfo.go.id/album/109/
foto-dalam-negeri-bulanseptember-2012/page/3

Budidaya

Gambar 3.9 Mulsa plastik

C. Proses dan Alat Budidaya Tanaman Hias


Secara umum teknik budidaya tanaman hias hampir sama dengan teknik budidaya tanaman pangan. Berikut ini adalah teknik budidaya untuk tanaman hias.

1. Persiapan lahan/media tanam


Budidaya tanaman hias dapat dilakukan di dalam pot (polybag) atau dalam
hamparan lahan. Persiapan lahan/media tanam dilakukan untuk menyediakan
media tumbuh yang sesuai untuk setiap tanaman agar dapat tumbuh dan
berkembang dengan baik. Kondisi tanah yang gembur sangat dibutuhkan
untuk budidaya tanaman. Jika diperlukan, lahan tanam dapat diberi tambahan
pupuk kandang. Kadang-kadang budidaya tanaman hias dilakukan di tempat
yang dinaungi dengan paranet atau plastik.

Prakarya dan Kewirausahaan

83

2. Pembibitan
Persiapan benih/bibit merupakan hal yang penting dalam budidaya tanaman
hias. Perbanyakan bahan tanaman hias dapat dilakukan melalui perbanyakan
seksual dengan menggunakan biji dan perbanyakan vegetatif dengan menggunakan organ vegetatif.
Perbanyakan seksual
Perbanyakan dilakukan melalui biji yang merupakan hasil pembuahan gamet
betina oleh gamet jantan yang didahului oleh penyerbukan. Biji yang akan
dijadikan benih sebaiknya dipanen dari induk yang sehat. Sebelum ditanam,
biji disemai terlebih dahulu. Penyemaian dilakukan di lahan yang berbentuk
bedengan. Lahan untuk persemaian juga harus diolah agar gembur sehingga
memudahkan perkecambahan benih. Persemaian benih dilakukan di tempat
yang agak terlindung dari panas matahari atau dapat diberikan naungan
paranet.
Persemaian benih juga dilakukan di bak plastik, tray, atau pot plastik. Media
semai yang digunakan adalah tanah yang dicampur dengan pupuk kandang
dengan perbandingan 2:1 atau dua bagian tanah dan satu bagian pupuk
kandang. Media semai juga dapat diganti dengan media siap pakai yang dibeli
di toko pertanian, seperti arang sekam atau cocopeat. Selama persemaian,
media semai dijaga kelembabannya dengan melakukan penyiraman. Contoh
tanaman hias yang diperbanyak dengan benih adalah Anthurium dan Adenium.
Budidaya
Sumber: http://www.indonetwork.co.id/cvbsf/3980357/arang-sekam-padi-rice-husk-charcoal.htm,
Tabloid Nova (Foto: Ahmad Fadillah)

Gambar 3.10 Medium arang sekam dan cocopeat

84

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

Budidaya

Sumber: http://kebun-eksotis.blogspot.com/p/petunjuk-tanam.html

Gambar 3.11 Pembibitan pada tray

Perbanyakan vegetatif
Perbanyakan menggunakan organ-organ vegetatif. Keuntungan perbanyakan
vegetatif adalah dapat menghasilkan bibit yang seragam dalam jumlah banyak.
Perbanyakan vegetatif dapat terjadi secara alami maupun buatan. Perbanyakan
vegetatif dapat menggunakan organ akar, batang, daun, tunas, sulur, dan umbi.
Contoh tanaman hias yang membiak secara vegetatif alami adalah bunga lili,
gladiol, dan kanna.
Perbanyakan vegetatif buatan pada tanaman hias dapat dilakukan melalui stek,
perundukan, okulasi, dan penyambungan. Di bawah ini adalah contoh perbanyakan vegetatif buatan pada tanaman hias.
1. Stek
Perbanyakan dengan menggunakan bagian akar, batang, dan daun. Contoh
tanaman hias yang diperbanyak dengan stek di antaranya adalah cocor
bebek, begonia, sirih, mawar dan puring.

Prakarya dan Kewirausahaan

85

2. Perundukan
Perbanyakan dengan cara merundukkan bagian tanaman ke tanah sehingga
menginduksi munculnya akar. Perundukan dapat dilakukan misalnya pada
tanaman melati dan alamanda.

Sumber: Dokumen Kemdikbud

Budidaya

Gambar 3.12 Ilustrasi teknik perundukan

3. Penyambungan (grafting)
Penyambungan (grafting), merupakan penggabungan dua tanaman yang
berlainan sehingga tumbuh menjadi tanaman baru. Contoh tanaman hias
yang diperbanyak dengan penyambungan adalah mawar dan adenium.

Sumber: Dokumen Kemdikbud

Gambar 3.13 Ilustrasi teknik


penyambungan (grafting)

86

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

Tugas 4
Individu
1. Carilah lima jenis tanaman hias yang ada di wilayah sekitarmu!
2. Pelajarilah lebih jauh tentang cara perbanyakannya!
Lembar Kerja 2 (LK-2)
Nama `
:
Kelas
:
No.

Nama tanaman hias

Cara perbanyakan

Budidaya

Tugas 5
Kelompok
1. Pilihlah satu dari 5 tanaman hias yang telah kamu dapatkan!
2. Carilah informasi dari berbagai sumber tentang cara perbanyakannya!
Setelah itu coba lakukan perbanyakan tanaman yang kamu pilih!
Perbanyakan vegetatif:
Lembar
kerja menggunakan
3 (LK-3)
Perbanyakan
organ-organ vegetatif. Keuntungan perbanyakan
Nama
` adalah dapat menghasilkan
:
vegetatif
bibit yang seragam dalam jumlah banyak.
Kelas
Perbanyakan vegetatif :dapat terjadi secara alami maupun buatan. PerbanyaNama
tanamandapat dengan
:
kan vegetatif
menggunakan organ akar, batang, daun, tunas,
Teknik
perbanyakan
:
sulur, dan umbi. Contoh tanaman hias yang membiak secara vegetatif alami
adalah bunga lili, gladiol, dan kanna.
Cara perbanyakan: buat tahapannya lengkapi dengan penjelasan dan
gambar!

Prakarya dan Kewirausahaan

87

4. Penanaman
Penanaman dilakukan jika lahan tanam sudah gembur. Jika terlalu kering,
lahan dapat disiram terlebih dahulu. Penanaman sebaiknya dilakukan pada
pagi hari atau sore hari. Jika diperbanyak dengan benih, benih dapat ditanam langsung atau disemai terlebih dahulu sehingga tumbuh menjadi
bibit siap tanam. Bibit ditanam dalam lubang tanam dengan ukuran yang
sesuai untuk setiap jenis tanaman hias.
5. Pemupukan
Pemupukan adalah penambahan unsur hara untuk mencukupi kebutuhan
tanaman. Pupuk dapat diberikan ke media atau disemprot langsung ke
tanaman. Jenis pupuk yang digunakan bisa berupa pupuk organik atau
anorganik.

Budidaya

6. Pemeliharaan
a. Penyulaman, yaitu menanam kembali tanaman yang mati, rusak atau
pertumbuhannya tidak normal.
b. Penyiraman, disesuaikan dengan kondisi tanaman. Penyiraman dapat
dilakukan pada pagi atau sore hari. Jika cuaca panas, maka penyiraman
dilakukan setiap hari.
c. Pembumbunan, dilakukan untuk memperbaiki aerasi tanah (udara
dalam tanam bergantian dengan udara di atmosfer) serta menutup
pangkal tanaman atau bagian tanaman yang berada di dalam tanah.
d. Penyiangan, membersihkan gulma yang mengganggu pertumbuhan
tanaman.
7. Pengendalian OPT
Pengendalian Organisme Pengganggu (OPT) dilakukan untuk mencegah
dan mengendalikan organisme yang mengganggu pertumbuhan, produksi,
dan kualitas hasil tanaman. Pengendalian dapat dilakukan dengan menggunakan pestisida atau secara manual dengan mencabut atau membuang
tanaman yang terserang serta memungut hama pengganggu tanaman.
Saat ini sudah banyak tersedia pestisida alami.
8. Panen dan pascapanen
Panen dan pasca panen, disesuaikan dengan umur dan jenis tanaman.
Panen dan pascapanen harus dilakukan dengan hati-hati agar kehilangan
hasil dan penurunan kualitas hasil panen dapat dihindari. Panen dilakukan
pada pagi atau sore hari. Pascapanen tanaman hias disesuaikan dengan
produk budidayanya.
a. Tanaman hias daun
b. Bunga potong
c. Tanaman dalam pot

88

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

Alat yang digunakan untuk budidaya tanaman hias di kebun dan pekarangan
maupun di pot hampir sama, yaitu seperti berikut.
1. Kebun/Pekarangan
a. Cangkul untuk membuat bedengan
b. Garpu untuk menggemburkan tanah
c. Kored untuk membersihkan gulma
d. Gembor untuk menyiram tanaman

Budidaya

2. Pot
a. Cangkul untuk mengaduk atau menggemburkan media tanam
b. Sekop untuk memasukkan media tanam ke dalam wadah
c. Gembor untuk menyiram tanaman

Sumber: Dokumen Kemdikbud

Gambar 3.14 berbagai peralatan budidaya tanaman

Prakarya dan Kewirausahaan

89

4. Penanaman
Penanaman dilakukan jika lahan tanam sudah gembur. Jika terlalu kering
dapat disiram terlebih dahulu. Penanaman sebaiknya dilakukan pada pagi
Kelompok
hari atau sore hari. Jika diperbanyak dengan benih maka benih dapat
Observasi
wawancara
ditanamdan
langsung
atau disemai terlebih dahulu sehingga tumbuh menjadi
1. Kunjungilah
tempat
tanaman
hias! dalam lubang tanam dengan
bibit sehingga
siap budidaya
tanam. Bibit
ditanam
2. Lakukan
wawancara
dengan
petani
untuk
mendapatkan
ukuran yang sesuai untuk masing jenis tanaman
hias informasi
tentang hal-hal berikut:
a. Jenis tanaman hias yang mereka tanam
b. Sarana produksi yang mereka gunakan
c. Teknik budidaya yang mereka gunakan
d. Kesulitan dalam budidaya tanaman hias
e. Alasan mereka memilih jenis tanaman hias yang biasa mereka tanam
3. Perhatikan sikapmu pada saat melakukan wawancara. Hendaknya
bersikap ramah, sopan serta bekerja sama dan bertoleransi dengan teman
sekelompokmu!
4. Tulislah laporan hasil wawancaramu dan presentasi di depan kelas dengan
percaya diri.

Tugas 6

Budidaya

Lembar Kerja 4 (LK 4)


Nama kelompok
Nama anggota
Kelas
Jenis tanaman yang dibudidayakan
Nama petani
Lokasi
Laporan hasil observasi
Bahan:

:
:
:
:
:
:
Alat:

Teknik Budidaya
1. Pengolahan lahan
2. Penanaman
3. Pemeliharaan
4. Pengendalian hama dan penyakit
5. Panen
6. Pascapanen

Diskusikanlah dengan teman sekelompokmu apakah budidaya yang dilakukan sudah sesuai dengan standar untuk menghasilkan tanaman hias hasil
hasil pertanian yang baik?

90

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

D. Cara Merancang Budidaya Tanamn Hias


1. Memilih Jenis Tanaman Budidaya
Sekarang kamu sudah memahami teknik budidaya tanaman hias. Selanjutnya,
kamu dapat mempraktikkan budidaya tanaman hias. Lakukan mulai dari membuat perencanaan, menyiapkan sarana produksi, pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, panen dan pascapanen. Sebelum memulai kegiatan budidaya, perlu diperhatikan kesesuaian wilayah untuk tanaman yang akan dibudidayakan. Misalnya, jika kamu memilih adenium, ketahuilah bahwa adenium
sesuai ditanam untuk wilayah dengan ketinggian maksimal 700 m dpl dengan
suhu 25-30 0C. Adenium lebih senang hidup di lingkungan panas, kering, dan
bersuhu tinggi. Adenium memerlukan sinar matahari langsung sekitar 5-12 jam
per hari untuk pertumbuhan batang, memunculkan bunga, dan memicu
pertumbuhan akar serta membuat cabang menjadi besar dan kokoh. Pertimbangan lain dalam merancang budidaya tanaman hias adalah lamanya masa
tanam, dari tahap persiapan lahan/medium hingga panen, pasar sasaran ke
mana produk hasil panen tersebut akan dijual, atau peluang trend produk hasil
budidaya tanaman hias. Adanya trend pasar yang meningkat terhadap tanaman
hias jenis daun, akan membuka peluang budidaya tanaman hias daun.

2. Perencanaan Proses Budidaya


Budidaya

Keputusan pemilihan jenis tanaman yang akan dibudidaya dibuat setelah


dilakukan penelitian tentang kondisi tanah, iklim, potensi tanaman hias di
daerah tersebut, peluang pasar dan peluang pengolahannya. Tahap selanjutnya adalah membuat rancangan proses budidaya yang akan dilakukan, dimulai
dengan persiapan lahan hingga panen. Buatlah perancangan secara mendetail
meliputi waktu, sarana, dan proses yang harus dilakukan.

3. Pelaksanaan dan Evaluasi Budidaya Tanaman Hias


Pelaksanaan budidaya tanaman hias dilakukan sesuai dengan rencana yang
telah dibuat. Lakukan pengamatan dan pencatatan secara berkala tentang
proses pertumbuhan tanaman. Lakukan pula evaluasi pada setiap tahapan
hingga panen. Hasil evaluasi dapat digunakan untuk perbaikan perancangan
budidaya berikutnya.

Prakarya dan Kewirausahaan

91

E. Pengemasan dan Perawatan Hasil


Budidaya Tanaman Hias

Budidaya

Produk hasil budidaya tanaman hias dapat dikelompokkan sebagai tanaman


hias pot (pot plant) dan tanaman hias potong (cut flower) berupa daun dan bunga,
tanaman hias taman, serta bunga tabur dan bunga ronce, hias daun dan tanaman
hias bunga. Pengemasan produk hasil budidaya tanaman hias dapat memengaruhi kehilangan hasil dan stabilitas produk selama pengangkutan maupun
dalam pemasaran. Pengemasan juga memiliki tujuan untuk meningkatkan nilai
tambah produk hasil budidaya tanaman hias. Pemilihan kemasan yang sesuai
dengan produk budidaya tanaman hias menjadi sangat penting. Misalnya, untuk
tanaman hias dalam pot, penggunaan pot menarik dan sesuai dengan selera
konsumen akan meningkatkan nilai jual produk. Penggunaan kemasan kertas atau
plastic pada bunga potong mempertahankan kualitas produk. Pengemasan bunga
potong untuk pengiriman jarang jauh harus dapat memastikan bunga dalam
keadaan segar setibanya di tempat. Cara yang biasa digunakan adalah memasukkan pangkal tangkai bunga potongan ke dalam tube berisi cairan pengawet/
dibungkus dengan kapas, kemudian dimasukkan ke dalam kantong plastik berisi
cairan pengawet lalu dikemas dalam kotak karton/kemasan lain yang sesuai.
Bunga melati untuk tujuan ekspor, setelah disortir, direndam di dalam air es agar
keras, tampak bersih, dan segar lalu dikemas dengan kotak styrofoam untuk mempertahankan suhu yang sejuk. Bagian luar kemasan diberi keterangan nama barang/
varietas bunga, jenis mutu (grade), nama atau kode produsen/eksportir, jumlah isi,
negara/tempat tujuan dan produksi Indonesia.
Tabel 3.1 Berbagai contoh tanaman hias dan produk budidaya

Produk Budidaya
Tanaman hias pot
Tanaman hias
potong
Tanaman hias taman
Bunga tabur dan roce

92

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Kategori
Daun
Bunga
Daun
Bunga

Contoh
Aglonema dan Caladium
Kaca piring, krisan, dan melati
Puring dan Phillodendron
Heliconia, mawar, sedap malam, dan
krisan
Rumput-rumputan dan
bougainnvillea
Melati, mawar, dan kenanga

Semester 2

Pelaksanaan budidaya tanaman hias dilakukan sesuai dengan rencana yang


telah dibuat. Lakukan pengamatan dan pencatatan secara berkala tentang
proses pertumbuhan tanaman. Lakukan pula evaluasi pada setiap tahapan
hingga panen. Hasil evaluasi dapat digunakan untuk perbaikan perancangan
budidaya berikutnya.

Sumber: http://www.trubus-online.co.id

Sumber: http://www.antarafoto.com

Bunga anggrek dalam pot

Bunga mawar dalam kemasan

Budidaya

Gambar 3.15 Contoh pengemasan tanaman hias

Sumber: http://jmaisyara.blogspot.com/2013/03/panen-dan-pasca-panen-anggrek.html

Gambar 3.16 Pengemasan bunga potong untuk pengiriman jarak jauh

Sumber: http://melativanjava.wordpress.com/

Gambar 3.17 Pengemasan bunga melati untuk


ekspor dengan kotak styrofoam, setelah disortir,
direndam di dalam air es agar keras, tampak
bersih dan segar.

Prakarya dan Kewirausahaan

93

Sekarang kamu sudah mengetahui bahwa produk budidaya tanaman hias


sangat bervariasi sehingga pelaku usaha budidaya tanaman hias jeli melihat peluang
usaha budidaya yang akan menguntung. Penetapan desain budidaya tanaman
hias dapat disesuaikan dengan target produk budidaya yang akan dihasilkan dan
peluang pasar yang menguntungkan.

F. Wirausaha di Bidang Budidaya Tanaman Hias


1. Stimulus dan Motivasi Berwirausaha di Bidang
Budidaya Tanaman Hias
Permintaan masyarakat terhadap produk budidaya tanaman pangan lebih
stabil karena pangan adalah kebutuhan pokok bagi manusia. Tidak demikian
halnya dengan permintaan masyarakat terhadap tanaman hias yang sangat
fluktuatif karena dipengaruhi oleh tingkat pendapatan dan selera konsumen.
Selain itu, sifat tanaman hias merupakan kebutuhan tersier bagi masyarakat.

Budidaya

Peningkatan pendapatan dan perubahan gaya hidup masyarakat menyebabkan peningkatan permintaan terhadap tanaman hias. Secara umum, di
Indonesia permintaan akan tanaman hias lebih tinggi pada bulan Juli-Desember, namun di luar bulan-bulan tersebut permintaan tanaman hias tetap ada.
Dalam wirausaha di bidang budidaya hias, kamu harus jeli dalam mendesain
budidaya yang akan kamu lakukan, terutama ketika memilih jenis tanaman
yang akan dibudidayakan serta merencanakan waktu panen. Dalam memilih
jenis tanaman hias yang akan dibudidayakan, perlu dipertimbangkan selera
konsumen karena konsumen akan menyenangi tanaman hias yang saat itu
menjadi primadona. Perencanaan waktu panen yang tepat berhubungan
dengan pemenuhan kebutuhan konsumen. Permintaan tanaman hias akan
meningkat pada waktu-waktu tertentu, misal pada perayaan hari keagamaan.
Hobi dalam budidaya tanaman dapat dijadikan peluang wirausaha yang
menguntungkan. Wirausaha budidaya tanaman dapat dimulai dari skala rumahan dengan modal kecil. Wirausaha di bidang budidaya tanaman hias dapat juga
dikombinasikan dengan usaha penyewaan dan pemeliharaan tanaman hias.
Banyak pilihan wirausaha di bidang tanaman hias. Hal penting lainnya yang
harus dipertimbangkan dalam memilih jenis tanaman yang dibudidaya adalah
kesesuaian tanaman hias dengan kondisi lingkungan budidaya akan dilakukan. Cobalah perhatikan lingkungan tempat tinggalmu dan pilihlah tanaman
hias yang sesuai untuk dibudidayakan.

94

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

Tugas 7
Individu
Kemukakan idemu tentang berbagai jenis usaha budidaya tanaman hias
yang dapat menjadi pilihan bidang wirausaha sesuai dengan potensi wilayah
tempat tinggalmu!

Budidaya

Di bawah ini adalah beberapa tips dalam memulai wirausaha di bidang budidaya tanaman hias.
1. Memulai dengan tanaman yang mudah
Jenis dan produk budidaya tanaman hias sangat banyak. Setiap tanaman
hias memiliki tingkat kesulitan budidaya yang berbeda-beda. Kamu dapat
memulai wirausaha budidaya tanaman hias dengan memilih jenis tanaman
yang mudah dibudidayakan sesuai dengan kondisi wilayah tempat tinggalmu sehingga risiko kegagalannya akan rendah.
2. Memilih jenis tanaman hias yang akan populer
Kamu dapat melakukan survei atau wawancara langsung pada konsumen
tanaman hias untuk mengetahui jenis yang akan popular di masa yang
akan datang.
3. Memilih tanaman hias yang permintaan konsumen stabil.
Dalam memulai wirausaha di bidang tanaman hias, kamu perlu mengetahui
jenis tanaman hias dengan permintaan relatif stabil sepanjang tahun

2. Dasar Kewirausahaan
Wirausaha berasal dari kata wira dan usaha. Arti kata wira adalah pejuang,
utama, gagah, berani, teladan, dan jujur. Arti kata usaha adalah kegiatan yang
dilakukan. Pengertian wirausaha adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun kegiatan untuk
mengadakan produk baru, mengatur permodalan serta memasarkannya.
Pelaku wirausaha disebut wirausahawan atau entrepreneur.
Kewirausahaan, seperti tercantum dalam lampiran Keputusan Menteri
Koperasi dan Pembinaan Pengusahan Kecil Nomor 961/KEP/M/XI/1995, adalah
semangat, sikap, perilaku, dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha
atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan, serta menerapkan cara kerja, teknologi, dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi
dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan memperoleh keuntungan yang lebih besar. Entrepreneurship adalah sikap dan perilaku yang melibatkan keberanian mengambil resiko, kemampuan berpikir kreatif dan inovatif.
Kewirausahaan adalah kemampuan menciptakan sesuatu yang baru secara
kreatif dan inovatif untuk mewujudkan nilai tambah (Overton, 2002). Kreatif
berarti menghasilkan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya. Inovatif
berarti memperbaiki, memodifikasi, dan mengembangkan sesuatu yang sudah
ada. Nilai tambah berarti memiliki nilai lebih dari sebelumnya.

Prakarya dan Kewirausahaan

95

3. Karakter dan Sikap Kewirausahaan


Seorang wirausahawan harus mempunyai sikap kreativitas, inisiatif, dan
percaya diri. Ciri-ciri seorang wirausahawan adalah:
Percaya diri (self confidence)
Merupakan paduan sikap dan keyakinan seseorang dalam menghadapi tugas
atau pekerjaan, yang bersifat internal, sangat relatif dan dinamis dan banyak
ditentukan oleh kemampuannya untuk memulai, melaksanakan dan menyelesaikan suatu pekerjaan. Kepercayaan diri akan mempengaruhi gagasan, karsa,
inisiatif, kreativitas, keberanian, ketekunan, semangat kerja, kegairahan berkarya. Kunci keberhasilan dalam bisnis adalah untuk memahami diri sendiri.
Oleh karena itu wirausaha yang sukses adalah wirausaha yang mandiri dan
percaya diri.
Berorientasi tugas dan hasil
Seseorang yang selalu mengutamakan tugas dan hasil, adalah orang yang
selalu mengutamakan nilai-nilai motif berprestasi, berorientasi pada laba,
ketekunan dan kerja keras. Dalam kewirausahaan peluang hanya diperoleh
apabila ada inisiatif. Perilaku inisiatif biasanya diperoleh melalui pelatih anda
pengalaman bertahun-tahun dan pengembangannya diperoleh dengan cara
disiplin diri, berpikir kritis, tanggap, bergairah dan semangat berprestasi.

Budidaya

Keberanian mengambil risiko


Wirausaha adalah orang yang lebih menyukai usaha-usaha yang lebih menantang untuk mencapai kesuksesan atau kegagalan daripada usaha yang kurang
menantang. Wirausaha menghindari situasi risiko yang rendah karena tidak ada
tantangan dan menjauhi situasi risiko yang tinggi karena ingin berhasil. Pada
situasi ini ada dua alternatif yang harus dipilih yaitu alternatif yang menanggung risiko dan alternatif yang konservatif .
Kepemimpinan
Seorang wirausaha harus memiliki sifat kepemimpinan, kepeloporan, dan keteladanan. Ia selalu menampilkan produk dan jasa-jasa baru dan berbeda sehingga ia menjadi pelopor baik dalam proses produksi maupun pemasaran. Dan
selalu memanfaatkan perbedaan sebagai suatu yang menambah nilai.
Berorientasi ke masa depan
Wirausaha harus memiliki perspektif dan pandangan ke masa depan, kuncinya
adalah dengan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda dari yang ada sekarang.

96

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

Keorisinalitas: Kreativitas dan Inovasi


Wirausahawan yang inovatif adalah orang yang memiliki ciri-ciri :
1. Tidak pernah puas dengan cara-cara yang dilakukan saat ini, meskipun cara
tersebut cukup baik
2. Selalu menuangkan imajinasi dalam pekerjaannya
3. Selalu ingin tampil berbeda atau selalu memanfaatkan perbedaan
Syarat untuk menjadi wirausaha yang berhasil adalah:
1. Memiliki sikap mental yang positif
2. Memiliki keahlian di bidangnya
3. Mempunyai daya pikir yang kreatif
4. Rajin mencoba hal-hal yang baru (inovatif )
5. Memilliki semangat juang yang tinggi (motivasi) dan komitmen yang tinggi
6. Mampu mengantisipasi berbagai risiko dan persainngan

4. Faktor Penyebab Keberhasilan dan Kegagalan Berwirausaha

Budidaya

Memulai sesuatu yang baru pasti tidak mudah. Oleh karena itu seorang
wirausahawan harus berani mencoba dan mengambil resiko. Gagal dalam
melakukan suatu hal adalah bagian dari proses untuk menuju kesuksesan.
Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Jika kamu mencoba wirausaha
dalam suatu bidang, lalu gagal, maka kamu perlu tidak berkecil hati dan putus
asa, cobalah kembali! Tentu sebelum memulai berwirausaha, buatlah perhitungan dan perencanaan yang matang.
Carilah dari berbagai sumber kisah-kisah para pengusaha yang sukses dalam
menjalankan usahanya. Bacalah dengan seksama lalu ambil pelajaran dari
kisah mereka dalam memulai wirausaha sehingga kamu dapat mengetahui
kegagalan dan kesuksesan mereka.

Tugas 8
Individu
1. Cobalah kamu berikan contoh-contoh sikap seorang wirausahawan yang
sukses dalam menjalankan usahanya!
2. Cari tokoh wirausawan lainnya di bidang budidaya tanaman hias yang
sukses!

Prakarya dan Kewirausahaan

97

G. Membuat Budidaya Tanaman Hias


Proyek 1
Budidaya Adenium
Lakukanlah budidaya Adenium dengan langkah-langkah seperti di bawah ini!

Budidaya

Gambar 3.18. Benih Adenium


Sumber: http://www.siamadenium.com

a. Persiapan bibit
Bibit yang akan digunakan adalah bibit yang berasal dari biji. Terlebih dahulu
biji disemai. Berikut ini adalah cara menyemai biji dan memelihara bibit Adenium hasil persemaian.
1. Persiapan media semai. Media semai benih adenium dapat berupa bak atau
tray plastik yang diisi dengan serbuk sabut kelapa : pupuk kandang; pecahan
arang dengan perbandingan 2 : 1 : 1. Media semai kemudian disiram
secukupnya.
2. Sebelum disemai, benih terlebih dahulu direndam dengan air kirakira selama 1 jam. Jika diperlukan dapat direndam dalam larutan fungisida.
3. Buatlah lubang di atas media semai sedalam sekitar 1 cm, letakkan benih di
dalam lubang, lalu ditutup dengan media semai.
4. Simpanlah persemaian di tempat yang teduh! Dua minggu kemudian benih
sudah berkecambah.
5. Berilah pupuk N, P, K seimbang yang dilarutkan dalam air dengan konsentrasi 5 gr/L.
6. Bibit dapat dipindah ke pot pada saat dua bulan setelah semai.

98

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

Sumber: http://adenium.blogsome.com/

Penyemaian benih adenium dalam tray plastik

Sumber: http://www.flowerpictures.net/adenium/
pages/seedlings.htm

Bibit adenium hasil persemaian

Gambar 3.19 Penyemaian dan pembibitan adenium

Budidaya

b. Persiapan media tanam


Adenium membutuhkan media yang poros sehingga tidak mengikat air terlalu
lama. Media yang kurang poros akan menyebabkan air tertahan dan meningkatkan kelembaban. Akibatnya, menyebabkan tanaman mudah terserang
penyakit dan akar mudah membusuk. Beberapa media yang dapat digunakan
antara lain pasir kasar, sekam bakar dan cocopeat. Salah satu contoh media
tanam yang sesuai adalah campuran pasir, sekam bakar, dan pupuk kandang
dengan perbandingan 1 : 1 : 1 atau campuran arang sekam, cocopeat, dan
pasir dengan perbandingan 37 : 30 : 30. Penggantian media tanam dapat
dilakukan setiap 6 bulan sekali atau setahun sekali.
c. Penanaman
Adenium biasanya ditanam di dalam pot plastik atau pot keramik. Di dasar atau
samping pot sebaiknya diberi lubang sebagai tempat keluar air agar media
tidak kelebihan air. Lubang di dasar pot
berguna pula sebagai jalan keluar
masuk udara. Di bagian dasar pot
biasanya ditambahkan potongan genting atau styrofoam yang disusun sedemikian rupa sehingga tidak menghalangi jalan air. Ukuran pot disesuaikan
dengan ukuran tanaman sehingga
pertumbuhan tanaman tidak terhambat terutama pertumbuhan akar dan
bonggol. Jangan menggunakan pot Sumber: http://gemawirausaha.blogspot.com
yang terlalu kecil dan ceper karena Gambar 3.12 Budidaya adenium dalam
akan menghambat pertumbuhan akar. pot gerabah

Prakarya dan Kewirausahaan

99

d. Pemupukan
Pemberian pupuk harus rutin dan tepat dosis agar pertumbuhan tanaman
sempurna. Pupuk yang biasa digunakan adalah pupuk slow release seperti
Growmore, Hyponex, dan Dekastar. Pemupukan bisa dilakukan tiga bulan sekali
dengan dosis sesuai yang tertera pada kemasan pupuk. Bisa juga digunakan
pupuk daun seperti Gandasil dengan dosis setengah takaran dari yang tertera
di label. Pemupukan dilakukan dengan cara disiramkan langsung pada media
dan bukan pada daun karena adanya lapisan lilin di daun yang akan menghalangi penyerapan pupuk. Selain pupuk kimia, bisa juga digunakan pupuk
kandang atau kompos yang ditambahkan pada permukaan media tanam
setiap 1 bulan sekali. Untuk merangsang pertumbuhan akar, batang, daun
(tanaman kecil dan vegetatif ), bisa digunakan pupuk dengan kandungan nitrogen, fosfor dan kalium (NPK) seimbang. Untuk merangsang pembungaan digunakan pupuk yang kandungan phosfornya lebih tinggi seperti gaviota 67 atau
gandasil B setiap seminggu sekali dengan menyemprotkannya ke seluruh
permukaan daun.
e. Pengairan
Adenium tidak menyukai kondisi media yang lembab. Penyiraman adenium
dilakukan sesuai dengan kebutuhan tanaman. Adenium merupakan tanaman
yang menyukai lingkungan yang kering dan panas sehingga jangan dibiarkan
tanaman adenium terguyur hujan terus-menerus.
Budidaya
Sumber: http://gresik.co/tag/petani-adenium-gresik

Gambar 3.21 Pemeliharaan tanaman adenium

f. Pengendalian OPT
Pengendalian organisme pengganggu tanaman dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan sekitar tanaman, misalnya membersihkan gulma
dan rumput liar yang tumbuh dalam pot atau di sekitar pertanaman. Penyiangan
harus rutin dilakukan agar media tetap bersih. Penggunaan pestisida/insektisida
untuk hama dan fungisida menjadi langkah terakhir setelah tindakan pencegahan.

100

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

g. Panen dan pascapanen


Tanaman dipanen setelah cukup umur atau sesuai dengan spesifikasi yang
diinginkan konsumen (tinggi tanaman, bentuk bonggol, warna bunga, sehat,
mulus). Waktu panen diupayakan tidak pada waktu turun hujan dan dilakukan
dengan hati-hati. Tanaman dapat dikelompokkan berdasarkan ukuran, bentuk
bonggol, tingkat kecacatan, sehat, warna bunga menarik sesuai kriteria
standar yang diminta oleh konsumen. Selanjutnya tanaman adenium sudah
dapat dijual. Penampilan suatu tanaman hias akan makin terlihat manis
apabila ditempatkan pada wadah atau pot yang sesuai.

Sumber: http://www.worldofsucculents.com/

Budidaya

Gambar 3.22 Adenium yang siap dipasarkan

Proyek 2
Membuat Budidaya Tanaman Hias Khas Daerah
1. Rancanglah kegiatan budidaya sesuai potensi daerah setempat!
2. Gunakanlah informasi dari hasil observasi dan wawancara atau berdasarkan
hasil bedah buku yang telah kamu dapatkan!
3. Buatlah jadwal kegiatan budidaya dan pembagian tugas anggota kelompok!
4. Siapkanlah alat dan bahan sesuai rencana!
5. Praktikkan setiap tahapan budidaya!
6. Lakukan pengamatan pada pertumbuhan tanaman dan catat hasil pengamatanmu pada lembar kerja!
7. Jangan lupa untuk membuat foto setiap tahap kegiatan!
8. Sebelum memulai kegiatan budidaya, presentasikan terlebih dahulu rencana
kegiatanmu!
9. Buatlah laporan kegiatan budidaya yang telah kamu lakukan dari membuat
perencanaan sampai akhir kegiatan.

Prakarya dan Kewirausahaan

101

Lembar Kerja 5 (LK-5)


Jenis tanaman hias:
Jadwal kegiatan budidaya
No.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
11
12

Kegiatan

Minggu ke
7 8 9

10

11

12

13

Pengolahan lahan
Persiapan benih
Penanaman
Pemupukan
Penyiraman
Pemeliharaan
Penyiangan
Pembumbunan
Pengendalian OPT
Panen
Pascapanen

Budidaya

Lakukan pengamatan terhadap pertumbuhan tanamanmu dengan saksama.


Gunakan beberapa tanaman sebagai tanaman contoh. Lakukan juga pengamatan
terhadap OPT yang menyerang tanaman. Pengamatan dilakukan secara individu.
Catat hasil pengamatanmu dengan teliti.
Lembar Kerja 6 (LK-6)
Jenis tanaman hias
:
Lokasi tanam
:
Tanggal tanam
:

Waktu
Pengamatan
(minggu ke)
2
3
4
5
dst
12
13

102

Daya
Berkecambah
(%)

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Tinggi Tanaman
(cm)

Jumlah Daun
(helai)

Semester 2

Refleksi kelompok
Kamu telah melaksanakan kegiatan budidaya tanaman hias. Bagaimana hasilnya?
Evaluasilah kegiatan budidaya yang telah kamu lakukan. Isilah lembar kerja di
bawah ini dengan memberi tanda cheklist pada bagian yang sesuai serta lengkap
dengan alasannya!
Lembar Kerja 7
Kelompok
:
Nama anggota
:
Kelas
:
Laporan praktik budidaya tanaman hias
1. Perencanaan, meliputi pemilihan jenis tanaman dan varietas, penjadwalan
kegiatan budidaya, penyusunan kebutuhan sarana produksi, dan pembagian
tugas individu.
2. Persiapan sarana produksi.
3. Kegiatan budidaya, meliputi pelaksanaan mulai dari pengolahan lahan sampai
panen dan pascapanen.
4. Evaluasi kegiatan budidaya tanaman hias.

Uraian
Perencanaan
Persiapan
Pelaksanaan
Pengamatan
Pelaporan
Kerja sama
Disiplin
Tanggung jawab

:
:
Baik

Cukup

Kurang

Alasan
Budidaya

Nama kelompok
Nama siswa

Tuliskan kesimpulan berdasarkan refleksi di atas!


Refleksi diri
Renungkan dan ungkapkan pada selembar kertas! Setelah mempelajari dan mempraktikkan budidaya tanaman hias, ungkapkan apa yang kamu rasakan tentang
hal-hal di bawah ini.
1. Keragaman jenis tanaman hias dan produk budidaya yang ada di wilayah
tempat tinggalmu.
2. Kunjungan ke lokasi budidaya tanaman hias.
3. Kendala yang dihadapi dalam melakukan pengamatan.
4. Pengalaman melaksanakan praktek budidaya tanaman hias secara berkelompok.
5. Pembelajaran yang kamu dapatkan sebagai individu sosial dari kegiatan budidaya tanaman hias.

Prakarya dan Kewirausahaan

103

Pengolahan
Pengolahan adalah usaha untuk mengubah bahan mentah menjadi sesuatu yang
lebih bermanfaat atau lebih bernilai ekonomi. Pengolahan dapat dilakukan untuk
produk pangan maupun nonpangan. Pengolahan pangan dilakukan sebagai
usaha untuk pengawetan bahan pangan, sedangkan pengolahan nonpangan
dilakukan untuk memanfaatkan bahan baku yang ada untuk pemanfaatan yang
lebih luas. Pengolahan pangan akan meningkatkan ketersediaan dan kualitasnya. Pengolahan nonpangan merupakan pemanfaatan bahan nabati dan
hewani sebagai produk yang membantu kualitas hidup manusia, seperti misalnya
produk pembersih. Selain memiliki manfaat secara praktis, produk pembersih juga
memiliki potensi komersial atau sebagai consumer goods yang dapat dibeli
konsumen kapan saja dengan tujuan yang beragam misalnya selain sebagai pembersih juga sebagai hadiah atau oleh-oleh.
Materi tentang pengolahan mengajak siswa untuk mengenal beragam produk
pengolahan, material dasar yang terdiri atas beragam jenis bahan nabati dan
hewani, proses produksi dan alat yang dibutuhkan, cara pengemasan dan motivasi
wirausaha di bidang pengolahan. Siswa diajak melakukan praktik pengolahan di
akhir pembelajaran.

Pengolahan

104

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

Peta Materi
Pengolahan dan Wirausaha Produk
Pembersih dari Bahan Nabati dan Hewani
Mengenal Produk
Pembersih dari Bahan
Nabati dan Hewani

Bahan Nabati, Hewani


dan Bahan Pendukung

Cara
Merancang
Pengolahan
Pembersih
dari Bahan
Nabati dan
Hewani

Proses dan Alat Pengolahan


Pembersih dari Bahan Nabati
dan Hewani
Membuat Produk
Pembersih dari Bahan
Nabati dan Hewani

Pengemasan
dan
Perawatan
Produk
Pembersih
dari Bahan
Nabati dan
Hewani
Wirausaha di
Bidang
Pengolahan
Pembersih dari
Bahan Nabati
dan Hewani

Prakarya dan Kewirausahaan

Pengolahan

Tujuan Pembelajaran:
Setelah mengikuti pembelajaran ini, siswa mampu:
1. Menghayati bahwa kekayaan flora dan fauna yang ada di Indonesia adalah
anugerah Tuhan Yang Maha Esa
2. Menghayati sikap kerja sama, gotong royong, toleransi dan disiplin, bertanggung jawab, kreatif, dan inovatif dalam pengolahan produk pembersih dari
bahan nabati dan hewani
3. Memahami cara-cara membuat pembersih dari bahan nabati dan hewani
4. Membuat pembersih dari bahan nabati dan hewani yang sesuai dengan potensi daerah setempat
5. Membuat pengemasan produk yang unik dan khas daerah setempat
6. Memahami konsep kewirausahaan, motivasi wirausaha serta faktor-faktor
kegagalan dan keberhasilan wirausaha di bidang pembersih dari bahan nabati
dan hewani

105

BAB 4

Pengolahan dan Wirausaha


Produk Pembersih dari Bahan
Nabati dan Hewani
A. Mengenal Produk Pembersih dari Bahan
Nabati dan Hewani
Produk pembersih adalah produk yang fungsinya melepaskan kotoran dari
permukaan benda maupun tubuh manusia. Terdapat berbagai jenis produk pembersih yang biasa digunakan di rumah tangga. Produk rumah tangga dapat dibagi
menjadi produk yang digunakan untuk tubuh seperti sabun, sampo serta pasta
gigi dan pembersih untuk perabot rumah tangga seperti sabun cuci pakaian,
sabun cuci piring, pembersih kamar mandi, pembersih kaca dan lain-lainnya.
Produk pembersih apa saja yang ada di rumahmu?

Produk
Pembersih

Perabot
Pengolahan

Lain-lain

Mebel

Alat Makan

Manusia

Pakaian

Sumber: Dokumen Kemdikbud

Bagan 4.1 Pengelompokan pembersih berdasar fungsinya

Produk pembersih yang digunakan untuk tubuh secara umum adalah:


1. sabun
2. sampo
3. pasta gigi
Produk pembersih yang digunakan untuk perabot di antaranya:
1. sabun cuci piring
2. sabun cuci pakaian
3. bubuk pembersih, yang sifatnya menggerus (contoh: abu gosok)

106

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

4. cairan pembersih lantai dan kamar mandi, mengandung zat pembunuh kuman
(seperti lisol)
5. pembersih kaca/glass cleaner
6. wood polish, untuk membersihkan sekaligus mengkilapkan pernis mebel kayu
7. sampo untuk karpet
Produk pembersih juga dapat digolongkan menjadi pembersih tradisional dan
pembersih modern. Pembersih tradisional memanfaatkan zat kimia alami secara
langsung tanpa diolah dahulu. Contohnya susu kambing yang digunakan untuk
mandi, dapat melepaskan sel kulit mati dan melembabkan kulit. Pembersih
tradisional lain yang sangat terkenal adalah batang siwak untuk membersihkan
gigi dan buah lerak untuk mencuci pakaian. Pembersih modern menggunakan
bahan kimia alami maupun sintetis untuk diolah menjadi produk pembersih.

Produk
Pembersih
Tradisional

Modern
Kimia
Alami

Kimia
Sintetis

Kimia
Alami

Sumber: Dokumen Kemdikbud

Pengolahan

Bagan 4.2 Pengelompokan Pembersih Tradisional dan Modern

Sumber: http://www.tamilnet.com/art.html?catid=98&artid=35345

Gambar 4.1 Pohon Siwak (Salvadore Persica)

Prakarya dan Kewirausahaan

107

Pengolahan

Sumber: http://www.biorient.fr/585-siwak-6291069206708.html

Gambar 4.2 Batang siwak untuk pembersih gigi

Tugas 1
Produk atau Cara Pembersih Khas Daerah
Tugas ini akan mengajak kita untuk lebih mengenal produk-produk dan
cara-cara pembersih tradisional yang khas dari daerah di Indonesia.
Kegiatan 1
Perhatikan di sekitar lingkungan tempat tinggal dan sekolahmu. Adakah
produk pembersih atau cara tradisional yang masih digunakan? Tanyakan
kepada orang tua, nenek kakek atau sesepuh di daerahmu, apakah mereka
mengetahui tentang produk pembersih atau cara tradisional yang digunakan
di masa lalu? Kamu dapat juga mencari informasi dari buku dan internet.
Catat hasil wawancaramu pada selembar kertas kerja.
Contoh Lembar Kerja
Pengolahan

Pelaksanaan wawancara:
(tanggal, bulan, tahun, jam, tempat)
Narasumber: (boleh lebih
dari satu orang)
Nama pembersih:
Cara menggunakan:
Fungsi pembersih:
Bahan:
Cara pembuatan:
Kemasan yang digunakan:
Catatan penting lainnya:

108

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

Produk pembersih juga dapat digolongkan menjadi pembersih tradisional dan


pembersih modern. Pembersih tradisional memanfaatkan zat kimia alami secara
Kegiatan 2
langsung tanpa diolah dahulu contohnya susu kambing yang digunakan untuk
Diskusikan di kelas bersama guru dan teman sekelasmu. Bila ada teman yang
mandi, dapat melepaskan sel kulit mati dan melembabkan kulit. Pembersih
mendapatkan data tentang produk atau cara pembersih tradisional yang
tradisional lain yang sangat terkenal adalah batang siwak untuk membersihkan
serupa, kalian dapat saling melengkapi catatan masing-masing untuk menggigi dan buah lerak untuk mencuci pakaian. Pembersih modern menggunakan
hasilkan laporan yang lebih lengkap dan menyeluruh. Pikirkan potensi apa
bahan kimia alami maupun sintetis untuk diolah menjadi produk pembersih.
yang dapat dikembangkan dari proses pembuatan pembersih, kemasan
maupun cara penjualannya.

Pengolahan

Kegiatan 3
Bentuklah beberapa kelompok dalam kelas. Buatlah buku tempel (scrapbook)
tentang produk atau cara pembersih tradisional tersebut. Buku disusun
dengan runut dan menarik, tanyakan kepada guru bila ada kesulitan penyusunan.
Lengkapi buku dengan teks, gambar, foto, bahan, atau material lain seperti
daun atau bunga kering sesuai dengan materi, ide, dan kreativitas kelompok.
Bagilah tugas sesuai dengan bakat dan keahlian masing-masing anggota
kelompok.

Kegiatan 4
Pamerkan buku-buku tersebut pada pameran akhir semester di sekolahmu.
Mintalah kritik dan saran dari guru dan siswa yang mengunjungi pameran,
catatan setiap kritik dan saran dengan rapi. Kritik dan saran yang membangun,
dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan hasil karya kalian di masa mendatang.

Prakarya dan Kewirausahaan

109

B. Bahan Nabati, Bahan Hewani dan


Bahan Pendukung
Produk pembersih dapat dibuat dari bahan kimia alami dan bahan kimia sintetis.
Bahan alami terdiri atas nabati dan hewani. Bahan nabati adalah bahan yang berasal
dari tumbuh-tumbuhan. Bahan hewani adalah bahan yang berasal dari hewan.
Bahan kimia sintetis diproduksi melalui proses kimia oleh industri produk kimia.
Material yang dengan fungsi pembersih dapat dibagi menjadi sabun, deterjen,
dan material abrasif (bersifat seperti amplas).

Bahan Baku
Pembersih

Material Utama

Pewarna

Alami
Sintetis

Pengolahan

Bahan Kimia
Alami

Bahan Kimia
Sintetis

Lemak Nabati

Lemak Hewani

Pengharum

Alami

Pendukung

Sintetis

Sintetis

Sumber: Dokumen Kemdikbud

Bagan 4.3 Material pembersih

1. Material Sabun
Bahan pembuat sabun terdiri atas material utama, yaitu lemak (asam lemak)
dan bahan kimia basa kuat, yaitu natrium hidroskida (NaOH) dan kalium hidroksida (KOH) dengan air murni. Basa kuat yang sudah dilarutkan pada air akan
menghasilkan alkalin. Asam lemak dan alkalin (dari NaOh atau KOH dengan
H2O) bereaksi mengakibatkan proses saponifikasi yang menghasilkan sabun
yang berfungsi sebagai pembersih. Untuk memberikan kenyamanan penggunaan, sabun diberi warna dan pengharum. Sabun juga dapat dicampur dengan
material pendukung untuk menghasilkan fungsi tambahan (misalnya antiseptik
dan pengawet).

110

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

a. Minyak
Minyak atau lemak sebagai bahan baku pembuatan sabun dapat berupa
minyak/lemak nabati atau hewani. Jumlah minyak atau lemak yang digunakan dalam proses pembuatan sabun ditetapkan berdasarkan beberapa
pertimbangan kelayakan ekonomi, spesifikasi produk (sabun tidak mudah
teroksidasi, mudah berbusa, dan mudah larut), dan lain-lain. Berikut adalah
jenis minyak atau lemak yang biasa dipakai dalam pembuatan sabun.
- Tallow. Tallow adalah lemak sapi atau domba yang dihasilkan oleh industri
pengolahan daging sebagai hasil samping, selain hasil utamanya yaitu
daging sapi. Kualitas dari tallow ditentukan dari warna, titer (temperatur
solidifikasi dari asam lemak), kandungan FFA, bilangan saponifikasi, dan
bilangan iodin. Tallow dengan kualitas baik biasanya digunakan dalam
pembuatan sabun mandi dan tallow dengan kualitas rendah digunakan
dalam pembuatan sabun cuci. Oleat dan stearat adalah asam lemak yang
paling banyak terdapat dalam tallow. Jumlah FFA dari tallow berkisar
antara 0,75-7,0%. Titer pada tallow umumnya di atas 40 C. Tallow dengan
titer di bawah 40 C dikenal dengan nama grease.
- Lard. Lard merupakan minyak babi yang masih banyak mengandung asam
lemak tak jenuh seperti oleat (60 ~ 65%) dan asam lemak jenuh seperti
stearat (35 ~ 40%). Jika digunakan sebagai pengganti tallow, lard harus
dihidrogenasi parsial terlebih dahulu untuk mengurangi ketidakjenuhannya.
Sabun yang dihasilkan dari lard berwarna putih dan mudah berbusa.

Gambar pohon sawit

Pengolahan

- Palm Oil (minyak kelapa sawit). Minyak kelapa sawit umumnya digunakan sebagai pengganti tallow. Minyak kelapa sawit dapat diperoleh dari
pemasakan buah kelapa sawit. Minyak kelapa sawit berwarna jingga kemerahan karena adanya kandungan zat warna karotenoid sehingga jika
akan digunakan sebagai bahan baku pembuatan sabun, warnanya harus
dipucatkan terlebih dahulu. Sabun yang terbuat dari 100% minyak kelapa
sawit akan bersifat keras dan sulit berbusa. Maka dari itu, jika akan digunakan sebagai bahan baku pembuatan sabun, minyak kelapa sawit harus
dicampur dengan bahan lainnya.

Gambar buah sawit

Gambar 4.3 Pohon kelapa sawit dan buahnya

Prakarya dan Kewirausahaan

111

- Coconut Oil (minyak kelapa). Minyak kelapa merupakan minyak nabati


yang sering digunakan dalam industri pembuatan sabun. Minyak kelapa
berwarna kuning pucat dan diperoleh melalui ekstraksi daging buah
kelapa yang dikeringkan (kopra). Minyak kelapa memiliki kandungan asam
lemak jenuh yang tinggi, terutama asam laurat, sehingga minyak kelapa
tahan terhadap oksidasi yang dapat menimbulkan bau tengik. Minyak
kelapa juga memiliki kandungan asam lemak kaproat, kaprilat, dan kaprat.

Gambar pohon kelapa

Gambar daging buah kelapa yang dikeringkan/kopra

Gambar 4.4 Pohon kelapa dan buahnya

Pengolahan

- Palm Kernel Oil (minyak inti kelapa sawit). Minyak inti kelapa sawit
diperoleh dari biji kelapa sawit. Minyak inti sawit memiliki kandungan
asam lemak yang mirip dengan minyak kelapa sehingga dapat digunakan
sebagai pengganti minyak kelapa. Minyak inti sawit memiliki kandungan
asam lemak tak jenuh lebih tinggi dan asam lemak rantai pendek lebih
rendah daripada minyak kelapa.
- Palm Oil Stearine (minyak sawit stearin). Minyak sawit stearin adalah
minyak yang dihasilkan dari ekstraksi asam lemak dari minyak sawit yang
sudah diolah dengan pelarut aseton dan heksana. Kandungan asam lemak
terbesar dalam minyak ini adalah stearin.
- Marine Oil. Marine oil berasal dari mamalia laut (paus) dan ikan laut. Marine
oil memiliki kandungan asam lemak tak jenuh yang cukup tinggi sehingga
harus dihidrogenasi parsial terlebih dahulu sebelum digunakan sebagai
bahan baku.

112

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

- Castor Oil (minyak jarak). Minyak ini berasal dari biji pohon jarak dan
digunakan untuk membuat sabun transparan.

Gambar pohon jarak

Gambar biji pohon jarak

Gambar 4.5 Pohon jarak dan buahnya

Pengolahan

- Olive oil (minyak zaitun). Minyak zaitun berasal dari ekstraksi buah zaitun.
Minyak zaitun dengan kualitas tinggi memiliki warna kekuningan. Sabun
yang berasal dari minyak zaitun memiliki sifat yang keras tetapi lembut
bagi kulit.

Gambar pohon zaitun

Gambar pohon zaitun

Gambar 4.6 Pohon zaitun dan buahnya

- Campuran minyak dan lemak. Industri pembuat sabun umumnya membuat sabun yang berasal dari campuran minyak dan lemak yang berbeda.
Minyak kelapa sering dicampur dengan tallow karena memiliki sifat yang
saling melengkapi. Minyak kelapa memiliki kandungan asam laurat dan
miristat yang tinggi dan dapat membuat sabun mudah larut dan berbusa.
Kandungan stearat dan palmitat yang tinggi dari tallow akan memperkeras
struktur sabun.

Prakarya dan Kewirausahaan

113

b. Kimia Basa
Material kimia basa yang digunakan untuk sabun rumah tangga adalah
NaOH, dan KOH. NaOH yang dikenal sebagai soda kaustik atau sodium
hidroksida, digunakan untuk pembuatan sabun padat. KOH, dikenal juga
dengan potasium hidroksida atau caustic potash, banyak digunakan dalam
pembuatan sabun cair. Sabun dengan bahan KOH tidak bisa padat,
sehingga digunakan untuk membuat sabun cair. KOH terbuat dari abu
tumbuhan (ash wood), sedangkan NaOH dari abu soda (soda-ash).

2. Material Detergen
Deterjen terbentuk dari senyama kimia alkyl benzene sulfonat (ABS) yang
berasal dari pengolahan minyak bumi, direaksikan dengan natrium hidroksida
(NaOH), yaitu basa yang juga digunakan untuk sabun. Perbedaan sabun dan
deterjen adalah sabun tidak dapat bekerja baik untuk pencucian dengan air
sadah (air yang memiliki kandungan mineral tinggi, umumnya ion kalsium (Ca)
dan magnesium (Mg) dalam bentuk garam karbonat) dan air dingin, sedangkan
deterjen sebagai pembersih dapat berfungsi baik pada air sadah dan air dingin.

3. Material Sampo

Pengolahan

Bahan pembuat sampo dapat berupa bahan sabun atau deterjen. Sampo yang
terbuat dengan bahan sabun terdiri atas material utama, yaitu lemak (asam
lemak) dan bahan kimia basa kuat dengan air. Air yang digunakan sebaiknya air
yang sudah melalui proses deionisasi atau air murni, untuk mencegah terjadinya
reaksi ion yang dapat menurunkan kualitas produk sampo. Kimia basa yang
digunakan pada sampo adalah kalium hidroksida (KOH). KOH yang sudah
dilarutkan pada air akan menghasilkan alkalin. Asam lemak dan alkalin bereaksi
mengakibatkan terjadinya proses saponifikasi yang berfungsi sebagai pembersih.
Sampo yang menggunakan deterjen sintetis di antaranya menggunakan
senyawa natrium laurel sulfat (SLS) yang berfungsi mengatasi kesadahan air
(kandungan mineral-mineral tertentu di dalam air). Sampo untuk rambut
berminyak memiliki kandungan deterjen yang lebih tinggi daripada sampo
untuk rambut kering.
Sampo diberikan tambahan pewarna dan pengharum untuk memberikan
kenyamanan penggunaan. Sampo juga dapat dicampur dengan material
pendukung untuk menghasilkan fungsi tambahan seperti obat penghilang
ketombe dan pengawet. Bahan pengawet dipakai untuk mencegah terbentuknya mikroba pada produk. Beberapa jenis pengawet yang sering dipakai
adalah EDTA (Ethylen Diamine Tetra Acetic), sodium benzoate, sodium salicylate,
dan sebagainya. Garam atau natrium klorida (NaHC) dalam campuran shampoo
berperan untuk mengatur kekentalan.

114

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

Sampo juga dapat dibuat dari bahan-bahan natural yang sejak lama sudah
digunakan secara tradisional, seperti merang, daun lidah buaya, jeruk nipis,
telur, dan kulit buah nanas. Bahan-bahan tersebut umumnya langsung digunakan dengan cara dihaluskan terlebih dahulu. Bahan-bahan alami tersebut
sangat berkhasiat dan membutuhkan pengolahan khusus agar dapat tahan
lebih lama.

Sumber: Forum Kerjasama Agribisnis

Pengolahan

Gambar 4.7 Pohon lidah buaya yang dibudidayakan

Sumber: http://berkerblog.blogspot.com/
2013/08/manfaat-jeruk-nipis.html

Gambar 4.8 Buah jeruk nipis

Gambar 4.9 Telur ayam

Sumber: http://proinspector.blogspot.com/2013/06/manfaat-dan-efek-samping-nanas-serta.html

Gambar 4. 10 Buah nanas

Prakarya dan Kewirausahaan

115

3. Material Pasta Gigi atau Pembersih Gigi


Bahan utama untuk pasta gigi adalah bahan yang memilki sifat abrasif atau
mengikis (seperti amplas). Abrasif yang digunakan dalam pasta gigi di antaranya
adalah silica (SiO2), kalsium karbonat (CaCO3), dan baking soda. Umumnya pasta
gigi mengandung fluorida yang berfungsi sebagai pembunuh bakteri dan kalsium.
Bahan alami yang dapat digunakan sebagai pembersih gigi adalah batang
siwak yang memiliki kandungan zat fenol.

4. Lerak
Lerak adalah tumbuhan genus Sapindus, yang terdiri atas 13 spesies. Salah
satunya adalah Sapindus rarak dari Asia Tenggara. Lerak atau Sapindus rarak
kadang disebut pula sebagai Soapberry atau Soapnut. Di Indonesia terdapat
Sapindus rarak De Candole yang dalam bahasa daerah dikenal dengan werek,
lamuran, rerek dan lain-lain, yang digunakan sebagai pembersih tradisional
sejak dahulu. Kulit dan daging buah lerak yang sudah dihancurkan digunakan
untuk mencuci kain batik. Lerak juga digunakan oleh masyarakat tradisional
untuk mandi, keramas, dan membersihkan perhiasan seperti emas dan perak.
Lerak yang digunakan adalah bagian buahnya. Buah lerak memiliki diameter
kurang lebih 1 cm. Kulit dan daging buah setebal sekitar 2 - 3 mm. Kulit dan
daging buah ini membungkus biji yang juga bulat, berwarna hitam, berukuran
sekitar 7 - 9 mm. Buah lerak tahan disimpan selama setahun bila dalam keadaan
kering. Daging buah lerak mengandung zat saponin yang memiliki sifat alkaoid
yang melarutkan kotoran. Biji lerak mengandung minyak.

Pengolahan
Sumber: http://leraksoapnut.blogspot.com/2011/01/pohon-lerak-sapindus-mukorossi-soapnut.html

Gambar 4.11 Pohon lerak dan buahnya

116

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

Sumber: http://sapinduslerak.wordpress.com/jual-stock-lerak/

Gambar 4.12 Buah lerak

C. Proses dan Alat Pengolahan Pembersih


Berbahan Nabati dan Hewani
1. Proses Pembuatan Produk Pembersih Sabun

Pengolahan

Proses pengolahan produk pembersih adalah proses kimia yang terjadi pada
bahan-bahan pembentuknya. Sabun merupakan hasil reaksi kimia dari
pencampuran minyak dan larutan alkali dari basa yang dilarutkan ke dalam air
murni. Pembuatan sabun dapat dibagi menjadi proses dingin (cold process),
proses panas (hot process), larut-tuang (melt and pour), dan Rebatching/Triple
milled. Larut-tuang adalah proses pembuatan sabun adalah dengan melarutkan bahan sabun dasar (yang sudah jadi), menambahkan esense pewangi dan
warna serta penghias lain seperti kelopak bunga mawar, parutan kelapa yang
sudah dikeringkan dan lain-lain. Perbedaan proses dingin dan proses panas
adalah pada proses pencampuran larutan NaOH atau KOH (alkalin) dengan
minyak. Pencampuran tersebut dapat dilakukan dengan atau tanpa pemanasan. Rebatcing adalah membuat sabun mulai dari proses pencampuran minyak
dengan alkali hingga pewarnaan, pemberian pengharum, dan bahan lainnya.
Proses pengolahan dengan bahan kimia membutuhkan ketepatan pengukuran
material/bahan yang akan digunakan, ketepatan penggunaan alat, dan harus
menggunakan pelindung untuk memastikan tubuh kita aman dari kemungkinan terjadinya kecelakaan yang disebabkan oleh bahan dan reaksi kimia
yang terjadi.

Prakarya dan Kewirausahaan

117

Prosedur pembuatan produk pembersih terdiri atas persiapan sarana kerja


(tempat dan alat keselamatan kerja), persiapan bahan, pelaksanaan pembuatan
produk, pembersihan dan perapian alat dan tempat kerja. Alat kerja dan
tempat kerja harus dibersihkan dari bahan-bahan kimia yang digunakan. Bahan
kimia harus disimpan di tempat dengan temperatur sedang (sejuk) dan aman,
sesuai dengan petunjuk yang terdapat pada kemasan bahan kimia.
a. Penggunaan Alat Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Alat K3 untuk pembuatan produk pembersih adalah pelindung mata
(goggle), masker, sarung tangan karet, dan apron. Gunakan alat keselamatan
kerja sebelum proses dimulai. Disarankan untuk tidak menggunakan perhiasan seperti gelang atau lainnya yang akan mengganggu kerja dan menggunakan baju lengan panjang untuk melindungi tubuh secara lebih optimal.

Pengolahan
Sumber: http://www.teachersource.com/product/youth-safety-glasses/lab-equipment,
http://www.piscesart.co.uk/shops/piscesart/Products/PD1936582/alibaba.com, http://
emblematic.co.uk/schools/heaton-manor/hm-unicol-apron-crm.html

Gambar 4.13 Pelindung mata, masker, sarung tangan karet, dan apron

118

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

b. Persiapan Tempat dan Alat Kerja


Pada proses pembuatan sabun, ruang kerja harus memiliki aliran udara yang
baik, atau beberapa proses dapat dilakukan di luar ruangan. Tempat kerja
harus bebas dari gangguan atau benda-benda lain yang tidak berhubungan
dengan proses dan cukup leluasa. Alat yang dibutuhkan untuk proses pembuatan sabun dapat dikelompokkan sesuai tahapan kerja.
Alat untuk mengukur material dan suhu
- Termometer panas/termometer untuk memasak
- Timbangan digital
- Wadah untuk setiap bahan yang akan ditimbang
g

Sumber: http://timbangandigital3.webs.com/, www.amazon.com

Gambar 4.14 Timbangan dan termometer digital

Pengolahan

Alat untuk membuat campuran air dengan basa keras


- Sendok kayu atau batang pengaduk
- Gelas ukur berbahan plastik
Alat untuk mencampur minyak dengan larutan alkalin
- Panci stainless steel untuk wadah minyak dan larutan alkalin
- Panci yang lebih besar (untuk double boiler pada proses panas/
hot process)
- Sendok kayu atau batang pengaduk
- Alumnium foil (untuk menutup panci pada proses panas)
- Pengocok telur atau mixer

Sumber: http://www.wikihow.com/Make-a-Double-Boiler-%28Bain-Marie%29

Gambar 4.15 Membuat double boiler

Prakarya dan Kewirausahaan

119

Alat untuk pembentukan dan pengeringan sabun


- Sendok logam/kayu
- Cetakan (bisa terbuat dari plastik, silikon, atau wadah bekas kemasan
minuman (tidak mengandung alumunium)
- Pisau lebar atau kape
- Alas potong atau talenan
- Alas berjeruji

Sumber: http://www.soap-blog.com/2010/06/question-soap-cutters.html
http://www.aliexpress.com/store/product/Fluted-soap-cutter-wavy-cutter/502970_566921532.html,
www.ebay.com

Gambar 4.16 Pemotong Sabun

Pengolahan

Sumber: http://www.productcareuk.com/holme-min-oven-with-hob-replacement-grill-rack.html

Gambar 4.17 Alas berjeruji

c. Persiapan Bahan
Pada tahap persiapan bahan, semua bahan ditimbang dengan teliti sesuai
resep sabun yang akan dibuat. Jangan mengukur bahan dengan satuan
volume (seperti satu sendok makan, gelas), melainkan gunakan ukuran
berat seperti gram atau ons. Pastikan kamu menggunakan satuan yang
sama untuk setiap bahan. Jika NaOH diukur dengan gram, minyak diukur
dengan satuan gram.

120

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

d. Proses Pembuatan
Tabel 4.1 Perbedaan Proses Dingin dan Panas pada Pembuatan Sabun

Proses dingin (cold process)


Proses panas (hot process)
Masukan NaOH atau KOH ke dalam air murni, sedikit demi sedikit.
Campuran NaOH atau KOH dengan air akan mengeluarkan kalor/panas.
Aduk hingga tercampur rata. Sisihkan.
2 Campurkan jenis-jenis minyak
Campurkan jenis-jenis minyak atau
yang akan digunakan (misalnya
lemak (padat) yang akan digunakan di
minyak kelapa dengan minyak
dalam double boiler dengan api
olive), aduk hingga rata.
sedang, aduk tercampur rata.
3 Ukur suhu cairan alkalin (campuran NaOH atau KOH dengan air)
4 Samakan suhu cairan alkali dan campuran minyak dengan
memanaskan minyak (misalnya cairan alkali bersuhu 60 0C, minyak harus
memiliki suhu antara 51o-68 0C).
5
Angkat panci dari double boiler.
6 Masukkan larutan alkalin ke dalam minyak, lalu aduk dengan menggunakan
mixer kecepatan rendah (dapat pula dengan pengocok telur) hingga
tercampur rata.
7 Aduk dengan mixer selama 10 Masukkan panci kembali ke double boiler.
15 menit.
Tutup panci kecil dengan lembaran
aluminium agar dimasuki uap air dari
air mendidih. Tutup keseluruhannya
(kedua panci) dengan lembaran
aluminium agar air tidak habis
menguap. Biarkan dalam keadaan
tertutup selama pemanasan (selama
kurang lebih 1,5 2 jam).
Buka dan aduk setiap 15 menit.
Untuk memastikan bahwa sabun
sudah netral, ambil sedikit lalu
campurkan dengan air bersih. Jika
campurannya keruh seperti susu,
artinya proses pemanasan masih harus
dilakukan. Sabun netral jika dicampur
dengan air menjadi cenderung
transparan. Setelah sabun netral,
angkat dari api.
Aduk untuk mendinginkan sabun
hingga bersuhu + 60 0C.
8 Masukkan esens pewangi
(sebagian pewangi akan menguap pada suhu di atas 60 0C).
9 Aduk rata.
10 Tuangkan pada cetakan.

Prakarya dan Kewirausahaan

Pengolahan

121

11 Tutup cetakan dengan plastik


Sabun sudah siap digunakan karena
dan lapisi dengan handuk atau
proses netralisasi sudah terjadi melalui
selimut untuk menahan panas,
proses pemanasan pada double boiler.
untuk membantu proses
saponifikasi. Diamkan selama 24
jam.
12 Keluarkan sabun dari cetakan.
13 Potong sesuai bentuk dan ukuran yang diinginkan.
14 Letakkan semua potongan sabun pada alas jeruji.
15 Diamkan selama 4-6 minggu,
Diamkan selama beberapa minggu,
hingga sabun proses saponifikasi hingga sabun menjadi keras.
terjadi sempurna (netral) dan
sabun menjadi keras.
16 Sabun siap dikemas.

2. Proses Pembuatan Produk Pembersih Sampo


Proses pembuatan sampo secara prinsip serupa dengan pembuatan sabun
dengan proses panas. Perbedaannya penggunaan KOH sebagai basa kuat,
dengan minyak nabati. Pemanasan dilakukan hingga sabun sangat kental dan
cenderung transparan, disebut dengan sabun nabati (castille soap). Sabun
tersebut kemudian dilarutkan dengan air murni yang mendidih dan didiamkan
satu malam hingga menjadi sabun nabati cair. Sabun nabati cair dicampurkan
dengan bahan-bahan lain untuk khasiat yang diinginkan sesuai dengan jenis
rambut.

3. Proses Pembuatan Produk Pembersih Pasta Gigi


Pengolahan

Pembuatan pasta gigi secara sederhana hanya mencampurkan bahan-bahan


yang dibutuhkan ke dalam satu wadah. Salah satu resep sederhana pembuatan
pembersih pasta gigi adalah mencampurkan 4 sendok makan soda kue (fungsi
absrasi, membersihkan dan menyerap bau), 4 sendok makan minyak kelapa
(antibakteri) dan aroma (misalnya minyak peppermint), ke dalam satu buah
toples kaca yang memiliki tutup, aduk hingga rata. Tutup rapat toples setelah
penggunaan karena bahan soda kue bersifat menyerap bau.

4. Pembuatan Pembersih dari Lerak


Buah lerak dapat langsung digunakan dengan cara menggosokkan daging
buah lerak yang sudah kering pada permukaan kain batik. Selain digunakan
langsung, pembersih dari lerak yang dapat dikemas dengan baik dan menjadi
produk wirausaha.

122

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

Tugas 2
Membuat Pembersih dari Lerak
Bahan:
- 20 butir lerak kering yang telah dipotong-potong dan dibuang bijinya
- 2 liter air
- Minyak Atsiri (tambahan)
Alat:
- Panci
- Kompor
- Batang pengaduk
- Kain halus
- Wadah
- Corong
- Botol

Pengolahan

Cara:
A. Membuat Larutan Inti 1. Siapkan semua
bahan, alat, dan tempat kerja.
2. Rebus 20 butir lerak kering yang telah dibuang bijinya di dalam 2 liter
air.
3. Biarkan mendidih selama 20 menit dengan api kecil.
4. Matikan kompor.
5. Saring air hasil rebusan dengan kain halus.
6. Masukkan ke dalam wadah.
Larutan Inti Lerak dapat bertahan selama 7 hari .
B. Larutan Pembersih
- setengah liter (500 m) larutan inti lerak dicampur dengan 15 liter air,
untuk mencuci pakaian.
- Campuran larutan inti dengan air, 1 : 10 ditambahkan dengan 2 tetes
minyak atsiri, untuk pembersih perabot.
- Larutan inti 50 ml dicampur dengan 1 liter air untuk mengepel lantai.

Prakarya dan Kewirausahaan

123

D. Cara Merancang Produk Pembersih dari


Bahan Nabati dan Hewani
1. Mencari Ide
Ide tidak datang begitu saja. Kita harus melakukan beberapa riset atau penelitian terkait dengan ketersediaan bahan dan alat, peluang pasar dari produk
pembersih bahan nabati dan hewani, serta yang tak kalah penting adalah riset
atau percobaan untuk menemukan resep-resep baru dari produk pembersih.
Ide perancangan produk pembersih dari bahan nabati dan hewani yang dilakukan dapat berupa variasi resep pembuatan pembersih yang sudah ada seperti
pembuatan bentuk sabun yang unik, penggunaan warna dan pembuatan motif
sabun, penambahan aroma dan lain-lain atau penemuan berdasarkan percobaan/eksperimen terhadap bahan untuk menemukan resep dan khasiat yang
baru.
Rancangan modifikasi atau penyempurnaan dari pembuatan produk pembersih dengan resep yang sudah ada dapat diawali dengan berlatih menggunakan resep tersebut hingga kita memahami potensi pengembangannya.
Carilah potensi khas daerah, misalnya potensi tanaman untuk aroma dan warna
atau hewan untuk ide bentuk yang dibuat. Pikirkan juga ide pengemasan yang
sesuai dengan produk pembersih yang akan dibuat.

2. Percobaan

Pengolahan

Pada pembuatan produk pembersih, perencanaan produksi tidak dapat dilakukan sebelum didapat resep atau rumusan dan teknik yang tepat untuk pengolahannya. Perancangan produk pembersih harus dilakukan dengan sabar
melalui berbagai percobaan dan eksperimen yang bisa jadi harus dilakukan
berulang-ulang hingga mendapatkan resep ramuan pembersih yang tepat.
Selalu ingat untuk mencatat setiap eksperimen yang dilakukan, serta menjaga
kesehatan dan keselamatan kerja (K3).

3. Perencanaan Produksi
Rancangan proses pembuatan produk pembersih yang akan dilakukan dimulai
dengan pengadaan dan persiapan bahan serta peralatan, langkah-langkah
pada proses pembuatan produk pembersih hingga pengemasan. Buatlah
perancangan secara mendetail meliputi waktu, sarana, dan proses yang harus
dilakukan.

124

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

4. Pembuatan Produk Pembersih dari Bahan Nabati dan Hewani


Pembuatan produk pembersih dilakukan sesuai dengan rencana yang telah
dibuat. Lakukan setiap tahapan proses dengan hati-hati dan teliti. Kesalahan
pada salah satu tahapan akan memengaruhi kualitas produk akhir. Lakukan
pula evaluasi pada setiap produk yang dihasilkan untuk memastikan kualitas
produk. Hasil evaluasi dapat digunakan untuk perbaikan proses pembuatan
produk pembersih berikutnya. Ingatlah selalu untuk memperhatikan keselamatan kerja dan kebersihan agar menghasilkan produk pembersih yang higienis,
menarik, dan berkualitas.

Sumber: http://wanelo.com

Gambar 4.18 Bentuk Sabun yang Menarik

Sumber: http://teachsoap.com/2012/04/02/
dream-catcher-swirl-soap/

Gambar 4.19 Motif dan Warna Sabun


yang Menarik

Sumber: http://flarepapernstyle.blogspot.com/

Pengolahan

Gambar 4.20 Kemasan Sabun Khas Daerah

E. Pengemasan Produk Pembersih dari Bahan


Nabati dan Hewani
Fungsi utama kemasan adalah untuk melindungi produk, memberikan informasi,
dan memberikan daya jual. Saat ini kemasan tidak hanya dituntut untuk memenuhi fungsi tersebut, namun kemasan juga harus ramah lingkungan. Kemasan
yang ramah lingkungan adalah yang penggunaan bahannya sedikit (reduce),
berasal dari bahan yang dapat didaur ulang (recycle), dapat digunakan ulang
(reuse), dan sedapat mungkin menggunakan material yang dapat terurai di tanah,
seperti kertas atau bahan alami lainnya.

Prakarya dan Kewirausahaan

125

Bentuk kemasan bergantung pada produk pembersih yang diwadahinya. Pembersih yang bentuknya solid seperti sabun batang, dapat dikemas dengan pembungkus seperti kertas atau plastik lembaran. Pembersih yang berbentuk bubuk
biasanya dikemas dalam kardus atau toples. Pembersih yang berupa cairan dapat
dikemas dengan botol kaca, botol plastik maupun pouch. Selain bentuk, kemasan
juga dapat dibuat dengan material yang unik, dengan warna dan gambar yang
menarik seperti contoh-contoh berikut ini.

Sumber: http://lovelypackage.com/french-paper-pop-ink-soap/

Gambar 4.21 Kemasan karton dengan penataan gambar yang menarik

Pengolahan

Sumber: http://www.shelterrific.com/2010/04/26/
love-of-packaging-compagnie-de-provence-limited-edition-liquid-soap

Gambar 4.22 Kemasan botol dan karton dengan penataan gambar yang menarik

Sumber: http://www.noformulae.com/work/
packaging-design-for-bodyshine-fromthe-house-of-mg/

Gambar 4.23 Kemasan sabun


seperti batu alam

126

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

berikut ini.

Sumber: http://www.cooljanedesign.com/?m=201010
http://www.soapisbeautiful.com/archives/tag/design

Pengolahan

Gambar 4.24 Kemasan sabun dari kertas

Sumber: http://lovelypackage.com/student-work-steven-williams/

Gambar 4.25 Kemasan dari karung bekas

Sumber:http://amomentwithamanda.blogs.gastongazette.com/10068/making-laundry-soap/
http://www.sealspout.com/powdered-soap-packaging.html

Gambar 4.26 Kemasan Toples dan Karton untuk Sabun Bubuk

Prakarya dan Kewirausahaan

127

dan berkualitas.

Sumber: http://www.yankodesign.com/2010/07/02/automatic-funnel/

Gambar 4.27 Botol sabun unik dengan corong

Pengolahan
Sumber: http://www.behance.net/gallery/SkinClays-by-KAI/3856425

Gambar 4.28 Wadah sabun cair dari botol bekas

128

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

berikut ini.

Sumber: http://www.treehugger.com/sustainable-product-design/
new-soap-old-bottle-detergents-now-come-in-a-heineken-coke-or-dr-pepper-bottle.html

Pengolahan

Gambar 4.29 Penggunaan ulang (reuse) botol limun untuk produk pembersih

Sumber: http://www.behance.net/gallery/THIS-Toothbrush/939513

Gambar 4.30 Desain kemasan siwak, karya leen sadder

Prakarya dan Kewirausahaan

129

dan berkualitas.

Tugas 3
Membuat Wadah Sabun dari Toples dan Botol Bekas
Bahan:
- Dispenser sabun (botol sabun cair bekas)
- Botol selai
- Lem
Alat:
- Gunting
- Bor

Tahap 1: Lubangi/bor tutup


botol selai.

Tahap 2: Potong botol plastik


bekas pada bagian atas.

Pengolahan

130

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

berikut ini.
Tahap 3: Rapikan bagian atas botol bekas yang sudah dipotong.

Tahap 4: Pastikan bagian atas botol plastik dapat masuk ke lubang yang
dibuat pada tutup wadah selai.

Pengolahan

Tahap 5: Masukkan bagian atas botol plastik ke dalam tutup wadah selai.

Tahap 6: Kuatkan dengan lem.

Prakarya dan Kewirausahaan

131

dan berkualitas.
Tahap 7: Biarkan hingga lem mengeras.

Tahap 8: Pasang pompa botol plastik pada bagian atas botol.

Tahap 9: Pasangkan tutup wadah selai. Wadah siap untuk digunakan.


Pengolahan

132

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

F. Wirausaha di Bidang Pengolahan Produk


Pembersih dari Bahan Nabati dan Hewani
1. Stimuli dan Motivasi Berwirausaha di Bidang Pengolahan
Produk Pembersih Berbahan Nabati dan Hewani

Pengolahan

Indonesia memiliki keragaman hewan dan tumbuhan yang dapat diolah


menjadi beragam produk, di antaranya produk pembersih. Perhatikan lingkungan sekitar tempat tinggalmu. Apabila kamu tinggal di wilayah pantai,
amati dan pikirkan keragaman bahan nabati dan hewani yang berasal dari laut.
Apabila kamu tinggal di pegunungan, amati dan pikirkan beragam bahan
nabati dan hewani yang hidup dan tumbuh di sana. Apabila kamu tinggal di
padang savana, pikirkan potensi nabati dan hewani apa yang ada di sana.
Kekayaan alam Indonesia patut disyukuri dengan menjaga kelestarian dan
memanfaatkannya dengan bijak.
Kekayaan fauna dan flora Indonesia dapat dimanfaatkan menjadi berbagai
produk melalui teknik-teknik pengolahan. Setiap daerah memiliki sumber daya
fauna dan flora yang khas, yang dapat diolah menjadi produk nonpangan, di
antaranya produk pembersih. Produk pembersih, terutama produk pembersih
alami yang tidak berbahaya bagi lingkungan, saat ini dan di masa datang
sangat sesuai dengan makin tingginya kepedulian kita terhadap kelestarian
bumi. Produk pembersih alami potensial untuk dijadikan wirausaha karena
selain diminati oleh kita sendiri juga diminati oleh orang-orang di daerah lain
bahkan negara lain.
Pengolahan produk pembersih alami pada umumnya mudah dan sederhana, serta dapat dikembangkan menjadi wirausaha dengan kreativitas dan ide
inovatif. Produk pembersih memiliki fungsi utama untuk melepaskan noda,
namun dengan pengolahan dan pembuatan kemasan yang kreatif, dapat
memberikan nilai tambah. Wirausaha juga tidak mengenal usia. Jika, ada yang
bertanya kapan seseorang sebaiknya memulai wirausaha, maka jawabnya
adalah: sekarang.

2. Dasar Kewirausahaan
Wirausaha berasal dari kata wira dan usaha. Arti kata wira adalah pejuang,
utama, gagah, berani, teladan, dan jujur. Arti kata usaha adalah kegiatan yang
dilakukan. Pengertian wirausaha adalah orang yang pandai atau berbakat
mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun kegiatan
untuk mengadakan produk baru, mengatur permodalan serta memasarkannya.
Pelaku wirausaha disebut wirausahawan atau entrepreneur. Kegiatan yang
bersifat kewirausahaan misalnya:

Prakarya dan Kewirausahaan

133

a)
b)
c)
d)
e)

Menghasilkan produk baru dengan cara baru pula.


Menemukan peluang pasar baru dengan menghasilkan produk baru pula.
Mengkombinasikan faktor-faktor produksi dengan cara baru.
Mendukung budaya yang mendorong eksperimen yang kreatif.
Mendorong perilaku eksperimen dll.

Wirausaha adalah seorang yang mandiri, yaitu orang yang memiliki perusahaan sebagai sumber penghasilannya. Dengan perkataan lain ia tidak menggantungkan diri untuk penghasilannya kepada orang lain. Wirausaha adalah
kegiatan yang sangat mulia, karena selain bisa menghidupi dirinya sendiri dan
keluarganya, juga banyak dampak positif lainnya dari aktifitasnya, diantaranya
adalah :
a) Menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat,
b) Memanfaatkan sumber-sumber bahan baku yang belum digunakan
sehingga menjadi bermanfaat bagi masyarakat,
c) Sumber devisa bagi pemerintah, dan
d) Secara keseluruhan mendorong pertumbuhan ekonomi dan
kesejahteraan masyarakat.
Kewirausahaan, seperti tercantum dalam lampiran Keputusan Menteri
Koperasi dan Pembinaan Pengusahan Kecil Nomor 961/KEP/M/XI/1995, adalah
semangat, sikap, perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha
atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan serta menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi
dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh
keuntungan yang lebih besar. Entrepreneurship adalah sikap dan perilaku yang
melibatkan keberanian mengambil risiko, kemampuan berpikir kreatif dan
inovatif.
Pengolahan

Kewirausahaan adalah kemampuan menciptakan sesuatu yang baru secara


kreatif dan inovatif untuk mewujudkan nilai tambah (Overton, 2002). Kreatif
berarti menghasilkan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya, misalnya
membuat wirausaha pengolahan produk sabun dengan aroma, bentuk dan
kemasan yang belum pernah ada sebelumnya. Inovatif berarti memperbaiki,
memodifikasi, dan mengembangkan sesuatu yang sudah ada, seperti memberikan tambahan aroma baru pada produk pembersih dan membuat kemasan
baru yang unik untuk produk pembersih yang sudah ada. Nilai tambah berarti
memiliki nilai lebih dari sebelumnya. Nilai tambah suatu produk diperoleh dari
inovasi dan kreatifitas dalam mengembangkan produk, dalam hal ini produk
pembersih dari bahan nabati dan hewani.

134

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

3. Karakter dan Sikap Kewirausahaan


Sikap yang harus ada dalam jiwa seorang wirausahawan adalah kreativitas,
inisiatif, dan percaya diri. Ciri-ciri seorang wirausahawan adalah:
a. Percaya diri (self confidence)
Kepercayaan diri adalah sikap yang harus dimiliki wirausahawan. Sikap
percaya diri dimiliki bila seseorang mengenali keunggulan maupun kelemahan dirinya. Pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai dapat menambah
kepercayaan diri seseorang. Seorang wirausahawan, agar memiliki kepercayaan diri yang tinggi, harus mengenali dirinya serta memiliki pengetahuan dan keterampilan. Pengalaman dalam berusaha, mengalami keberhasilan dan mengatasi kegagalan juga dapat menambah kepercayaan diri
seseorang. Kepercayaan diri akan memengaruhi gagasan, karsa, inisiatif,
kreativitas, keberanian, ketekunan, semangat kerja, kegairahan berkarya.
b. Berorientasi tugas dan hasil
Seseorang yang berorientasi pada tugas dan hasil artinya selalu mengutamakan tugas atau pekerjaan untuk memperoleh hasil yang baik. Kerja
dilakukan dengan tekun dan sungguh-sungguh serta dengan semangat
pantang menyerah, sehingga hasil yang dicapai memiliki kualitas/mutu
yang baik.
c. Keberanian mengambil risiko
Usaha kreatif dan inovatif adalah membuat sesuatu yang belum ada sebelumnya, untuk itu membutuhkan keberanian untuk mengambil risiko.
Keberanian mengambil risiko harus dilengkapi dengan kemampuan mempertimbangkan dan membuat rencana-rencana untuk mengatasi setiap
risiko yang akan dihadapi.
Pengolahan

d. Kepemimpinan
Seorang wirausahawan harus memiliki sifat kepemimpinan dan keteladanan. Wirausahawan dalam harus mengatur pengadaan bahan baku,
pengolahan, pengemasan hingga pemasaran, distribusi dan penjualan.
Seluruh proses tersebut dapat melibatkan orang lain, sehingga seorang
wirausahawan harus mampu memimpin, mengatur dan memberikan
contoh keteladanan untuk orang-orang yang bekerja bersamanya.
e. Berorientasi ke masa depan
Wirausahawan harus memiliki pandangan dan pemikiran ke masa depan,
artinya memiliki kemampuan untuk mengenali peluang serta kondisi yang
akan muncul di masa depan. Orienstasi ke depan akan menjadi dasar munculnya ide kreatif dan inovatif, membuat sesuatu yang baru dan berbeda
dari yang sudah ada sekarang.

Prakarya dan Kewirausahaan

135

f. Keorisinalitas: Kreativitas dan Inovasi


Proses kreatif dan inovatif tersebut biasanya diawali dengan munculnya
ide-ide dan pemikiran baru untuk menciptakan sesuatu yang baru dan
berbeda. Baik ide, pemikiran, maupun tindakan kreatif tidak lain untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Sesuatu yang baru dan berbeda
merupakan nilai tambah barang dan jasa yang menjadi sumber keunggulan
untuk dijadikan peluang.
Wirausahawan yang inovatif adalah orang yang memiliki ciri-ciri berikut.
- Tidak pernah puas dengan cara-cara yang dilakukan saat ini, meskipun
cara tersebut cukup baik
- Selalu menuangkan imajinasi dalam pekerjaannya
- Selalu ingin tampil berbeda atau selalu memanfaatkan perbedaan
Syarat untuk menjadi wirausahawan yang berhasil adalah seperti berikut.
- Memiliki sikap mental yang positif
- Memiliki keahlian di bidangnya
- Mempunyai daya pikir yang kreatif
- Rajin mencoba hal-hal yang baru (inovatif )
- Memilliki semangat juang yang tinggi (motivasi) dan komitmen yang
tinggi
- Mampu mengantisipasi berbagai risiko dan persaingan

4. Faktor Penyebab Keberhasilan dan Kegagalan Wirausaha


Pengolahan Produk Pembersih dari Bahan Nabati dan Hewani

Pengolahan

Keberhasilan suatu wirausaha ditentukan oleh berbagai faktor, baik dari


keterampilan, kemampuan wirausahawan dalam menghadapi tantangan dan
memecahkan masalah, maupun faktor-faktor lain yang ada di luar dirinya.
Untuk memahami faktor-faktor penentu keberhasilan tersebut, kita akan belajar dari pengalaman wirausahawan yang bergerak di bidang pengolahan bahan
pembersih dari bahan nabati dan hewani yang terdapat di daerah lingkungan
sekitar rumah dan sekolah.

Tugas 4
Pengamatan Wirausaha Pengolahan Produk Pembersih Berbahan Nabati
dan Hewani
Langkah-langkah yang dilakukan:
a. Mengumpulkan Data
Setiap kelompok melakukan kegiatan penelitian dengan metode observasi
(pengamatan lapangan), dan wawancara tentang usaha/industri pengolahan
produk pembersih.

136

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

membuat sesuatu yang baru dan berbeda dari yang sudah ada sekarang.
Data tentang produk pembersih yang dihasilkan meliputi: sejarah, bahan,
alat, teknik dan prosedur pembuatan produk. Usaha/industri pengolahan
meliputi; sejarah atau motivasi perusahaan/teknisi membuat produk
pembersih, jumlah pekerja, sistem/pola kerja, pasar sasaran dari produk
pembersih tersebut, keberhasilan dan kegagalan wirausaha produk
pembersih yang pernah dialami.
Lembar Pengamatan dan Wawancara (contoh)
Nama Industri
Jenis Produk
Tanggal wawancara dan
observasi
Sejarah industri

:
:
:
:

Produk Pembersih:
Bahan utama

Bahan pendukung

Alat

Teknik dan prosedur produksi


secara umum

Teknik khusus

Sejarah atau motivasi


perusahaan

Jumlah pekerja

Sistem/pola kerja

Pasar sasaran

Keberhasilan

Kegagalan

Catatan lain

Pengolahan

Perusahaan/industri

Prakarya dan Kewirausahaan

137

b. Membuat laporan hasil pengamatan


Buatlah laporan dari hasil pengamatan dan wawancara yang telah dilakukan. Laporan ditulis dengan rapi, boleh dilengkapi dengan skema dan
gambar. Pada bagian akhir, tuliskan kesan dan pendapatmu tentang
produk pembersih ataupun perusahaan/industri produk pembersih
tersebut. Buatlah laporan seteliti dan semenarik mungkin.

G. Membuat Produk Pembersih dari Bahan


Nabati khas Daerah
Proyek 1
Membuat Sabun Alami dengan Proses Dingin (cold process)
Sabun yang kita pakai sehari-hari mengandung bahan kimia buatan. Kita juga
dapat membuat sabun alami dengan bahan nabati. Kita dapat membuat sabun
alami sendiri dan membentuknya sesuai dengan keinginan. Pada tugas ini kita
akan membuat sabun dari bahan-bahan nabati. Sabun yang kita buat nanti dapat
kita kemas sesuai dengan keinginan dan ide kreatif masing-masing.
Ingatlah untuk menggunakan alat kesehatan dan keselamatan kerja (K3) sebelum
proses pembuatan dimulai.

Pengolahan

Bahan-Bahan:
- 74 gr NaOH
- 210 g Air murni
- 235 gr Minyak zaitun
- 150 gr Minyak kelapa
- 100 gr Minyak sawit
- 10 cc Esens pewangi (sesuai selera)
Alat:
- Cetakan plastik, silikon atau karton bekas kemasan (tanpa lapisan logam)
- Pemotong sabun
- Batang pengaduk untuk NaOH + air murni
- Sendok kayu untuk mengaduk larutan NaOH (alkalin) + minyak
- Wadah untuk setiap bahan yang akan ditimbang
- Gelas ukur berbahan plastik untuk melarutkan NaOH
- Alas potong
- Alas berjeruji

138

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

Plastik wrap
Handuk atau selimut bekas
Termometer
Mixer
Panci stainless steel
Panci yang lebih besar (untuk double boilling)
Timbangan (timbangan digital lebih baik agar menghasilkan pengukuran
yang tepat)
- Kompor

Prakarya dan Kewirausahaan

Pengolahan

Cara Membuat:
a. Masukan 74 gr NaOH ke dalam 210 g air murni, sedikit demi sedikit. Aduk
hingga tercampur rata. Sisihkan.
b. Campurkan 235 gr minyak zaitun, 150 gr minyak kelapa dan 100 gr minyak sawit
pada wadah stainless steel, aduk hingga rata. Gunaka sendok kayu untuk
mengaduk.
c. Ukur suhu cairan alkalin (campuran NaOH dan air murni).
d. Samakan suhu cairan alkali dan campuran minyak, dengan memanaskan
minyak (misalnya cairan alkali bersuhu 60 oC, minyak harus memiliki suhu
antara 51-68 oC).
e. Masukkan larutan alkalin ke dalam minyak, lalu aduk dengan menggunakan
mixer kecepatan rendah (dapat pula dengan pengocok telur) hingga tercampur
rata.
f. Aduk dengan mixer selama 10-15 menit.
g. Masukkan esens pewangi (sebagian pewangi akan menguap pada suhu di
atas 60 oC).
h. Aduk rata.
i. Tuangkan pada cetakan.
j. Tutup cetakan dengan plastik dan lapisi dengan handuk atau selimut untuk
menahan panas, untuk membantu proses saponifikasi. Diamkan selama 24 jam.
k. Keluarkan sabun dari cetakan.
l. Potong sesuai bentuk dan ukuran yang diinginkan.
m. Letakkan semua potongan sabun pada alas jeruji.
n. Diamkan selama 4-6 minggu, hingga sabun proses saponifikasi terjadi sempurna
(netral) dan sabun menjadi keras.
o. Sabun siap dikemas.

139

Proyek 2
Membuat Rancangan Kemasan Produk Pembersih
Kalian boleh membuat kemasan untuk produk pembersih yang dibuat pada
Proyek 1 atau produk pembersih lain yang ada di sekitarmu.
Kegiatan 1. Mengetahui, Mengenali, Memahami, dan Mengempati
Catatan pengamatan (contoh)

Produk Pembersih:
Dimensi/Volume
Sifat: Padat/Cair/Serbuk

Catatan (hal yang


diperhatikan atau
ide yang dimiliki)

Pasar sasaran/pengguna
Jenis Kelamin
Usia
Tingkat Ekonomi
Warna yang
disukai
dll

Kegiatan 2. Pengembangan Kemasan Produk Pembersih


1. Pikirkan material alami (daun, serat, pelepah dll.) atau buatan (botol kaca, botol
plastik, toples dll.) yang mudah didapatkan di lingkungan sekitar.
2. Ambil beberapa jenis material.
3. Buatlah kemasan yang sesuai dengan produk pembersih yang ada, sesuai
dengan idemu. Ingat prinsip-prinsip desain kemasan yang telah dijelaskan
pada bagian sebelumnya.
Pengolahan

Bahan:
- Kertas gambar
- Bahan/material
- Bahan perekat
Alat:
- Pensil
- Penggaris/meteran
- Alat potong bahan

140

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

Pengolahan

Kegiatan 3. Membuat Presentasi dan Evaluasi


Setiap individu membuat presentasi tentang Desain Kemasan Produk Pembersih
yang sudah dibuat. Siswa-siswa lain dan guru memberikan apresiasi untuk produk
yang dihasilkan. Siswa-siswa lain dan guru dapat mengajukan pertanyaan untuk
mengetahui lebih jauh proses pembuatan dan hal-hal lain yang terkait dengan
desain kemasan yang dihasilkan. Siswa-siswa dan guru juga boleh memberikan
masukan dan saran untuk pengembangan produk kemasan tersebut.

Prakarya dan Kewirausahaan

141

Daftar Pustaka
Kerajinan
Daftar Referensi
- Gunawan, Belinda. 2012. Kenali Tekstil (cetakan 1). Penerbit Dian Rakyat.
- Jusuf, Herman. 2012. Kain-Kain Kita (cetakan 1). Penerbit Dian Rakyat.
- Bragdon, Allen Davenport. 1975. Family Creative Workshop. New York: Plenary
Publication International, Incorporated.
- Wolff, Colette. 1996. The Art Of Manipulating Fabric. Wisconsin: Krause Publication.
- Hollen, Norma. 1979. Textiles, New York: Macmillan Publishing Co.Inc.
- Sulcan, Ali. 2011. Proses Desain Kerajinan (cetakan 1). Aditya Media Publishing.
- Duerr, Sasha. 2010. The Handbook of Natural Plant Dyes. Timber Press.
- Anugerah, Yefta. 2010. Membuat Toko Online Sendiri (cetakan 1). Penerbit
Bukune.
- Priandarini, Lucia. 2008. Panduan Lengkap Memulai Dan Mengelola Usaha di
Rumah (cetakan 2). Penerbit TransMedia.

Rekayasa
Daftar Referensi
- Damari, Ari. 2007. Kupas Fisika SMA. Jakarta : Wahyumedia Tim. 2004. Fisika
Dasar 1 . Bandung : ITB
- Wakhinuddin, Standard Operating Procedures (SOP): Isi, Format, dan Manajemen
(2006), makalah, Seminar Pembimbingan Penyusunan SOP Tugas Akhir/Skripsi
dan Pembimbingan Akademik Jurusan Otomotif FT UNP
- Materi Pelajaran Keselamatan dan Kesehatan Kerja Tenaga Kerja Asing- Bidang
Elektronika, Institut of Occupational Savety and Health, versi Bahasa Indonesia
- Modul 2 Konsep Dasar Kewirausahaan, Buku 3 Bahan Pelatihan untuk Calon
Wirausaha, Direktorat Pembinaan Kursus dan kelembagaan, Direktorat Jenderal
Pendidikan Non Formal dan Informal, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010
- Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia tentang Pemberlakuan
Standar Nasional indonesia (SNI) Pendingin Ruangan, Lemari Pendingin dan
Mesin Cuci secara Wajib,2012
- Dr. H. Yoyon Bahtiar Irianto, M.Pd. Konsep Kewirausahaan, Modul 1. KONSEP
KEWIRAUSAHAAN
- jbptitbpp-gdl-agussoepri-27868-2-pagesfr-2.pdf [5 November 2013]
- http://kbbi.web.id/[5 November 2013]
- http://elektronika-dasar.web.id/teori-elektronika/sumber-listrik-arus-searahdc/[5 November 2013]

142

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

- http://www.miung.com/2013/05/pengertian-arus-listrik-ac-dan-dc.html[5
November 2013]
- http://www.kelas-sains.com/2013/01/sumber-arus-listrik.html
[5 November 2013]
- http://www.pustakafisika.com/2013/05/mengenal-tegangan-ac-dan-dc.html
[5 November 2013]
- http://www.youtube.com/watch?v=s8aWJc-_laI
- http://www.youtube.com/watch?v=oRSU4FnUSrA
- http://www.youtube.com/watch?v=uanYxImJles
- http://elektronika123.com/ac-dan-dc/[5 November 2013]
- http://diary.febdian.net/2011/10/10/arus-bolak-balik-apa-itu/
- http://www.johnsonelectric.com/en/resources-for-engineers/motors/
basics-of-motors/ac-motors-theory.html[5 November 2013]
- http://www.animations.physics.unsw.edu.au/jw/electricmotors.html
#ACmotors[5 November 2013]
- http://www.reliance.com/mtr/mtrthrmn.htm[5 November 2013]
- http://en.wikipedia.org/wiki/Joseph_Henry[5 November 2013]
- http://inventors.about.com/library/inventors/blfaraday.htm[5 November 2013]
- http://library.thinkquest.org/2763/Electricity/History/Inventions/Motor.html
[5 November 2013]
- http://www.oldmodels.co.uk/history/[5 November 2013]
- http://www.zakapedia.com/2013/01/belajar-fisika-jenis-jenis-gerak.html
[5 November 2013]
- http://www.scribd.com/doc/40038815/BUKU-AJAR-Sistem-Dan-Prinsip-Teknik
[5 November 2013]
- http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR._PEND._BIOLOGI/195904011983032-[5 November 2013]SOESI_ASIAH_SOESILAWATY/Media_Pembelajaran_Anfisman/SISTEM_SKELET/Versi_2003/3_Persendian.pdf
[5 November 2013]
- http://www.doctorcare4u.com/skeleton.aspx[5 November 2013]
- http://www.pusatk3.com/[5 November 2013]
Sumber Gambar:
- http://www.cookingfor.us/catalog/-c-161_167.html [7 November 2013]
- http://www.briscoes.co.nz/kitchen/appliances/hand-mixers [7 November
2013]
- http://www.starspartaindonesia.com/dproduk.php?id=60 [7 November 2013]
- http://www.flixya.com/photo/2136628/Roda-gigi-mechanical[7 November
2013]
- http://www.toolsbestellen.nl/katrol-enkel-met-vast-oog/113-katrol-50-mmvast-oog.html[7 November 2013]
- http://dutch.coilwindingwiretensioner.com/china-chrome_oxide_rod_ceramic_coated_tower_pulley_for_copper_wire-1159754.html
[7 November 2013]

Prakarya dan Kewirausahaan

143

- http://nl.made-in-china.com/co_aemekepulley/product_Plastic-PulleyD-080-390-3225-10IPC-_higssggog.html[7 November 2013]


- http://nl.made-in-china.com/co_aemekepulley/product_Plastic-Pulley-D-080-390-3225-10IPC-_higssggog.html[7 November 2013]
- http://therocketsciencealliance.blogspot.com/2010/07/ird-bicycle-defiant-track-crank-arm-set.html[7 November 2013]
- http://www.ringgearpinions.com/RackGears.html[7 November 2013]
- http://source.theengineer.co.uk/motion-control/gears/data-sheet-ondrives-tooth-bar-stocks/2008322.article[7 November 2013]
- http://shop.hpceurope.com/an/produit.asp?prid=3517&lie=0&nav=3
[7 November 2013]
- http://www.brickset.com/parts/?part=4275503[7 November 2013]
- http://www.mooregoodink.com/news/whats-the-definition-of-a-goodshort-track-piston/[7 November 2013]
- http://www.sheldonbrown.com/retroraleighs/catalogs/1977-drawings/
- http://bostonbiker.org/tag/bike-parts/[7 November 2013]
- http://bismacenter.ning.com/forum/topics/jual-van-belt-di-jakarta
[7 November 2013]
- http://www.amazon.com/CHEVY-SILVERADO-PICKUP-EXPRESS-SERPENTINE/dp/B00C7Y05GQ[7 November 2013]

Budidaya
- Mattjik, NA. 2010. Budidaya Bunga Potong dan Hanaman Hias. IPB Press. Bogor.
451 hal.
- Bank Indonesia. 2008. Pola Pembiayaan Usaha Kecil Industri Tanaman Hias.
Bank Indonesia. Jakarta. 79 hal.
- Deptan. 2008. Buku pedoman budidaya tanaman hias yang baik dan Benar
(Good Agricultural Practices). Directorat Budidaya Tanaman Hias, Directorat
jenderal Hotikultura. 41 hal.
- Jessica Mahoney. 2013. Uses of Ornamental Plants. Demand Media.
- http://homeguides.sfgate.com/uses-ornamental-plants-22328.html
[28 October 2013].
- http://euphorbiaclub.blogspot.com/2011/01/cara-menyemai-biji-adenium.html [28 October 2013].
- Direktorat Budidaya dan Pascapanen, Kementrian Pertanian. Florikultura.
2013. Buku Pintar Seri Pot Lansekap. http//:[florikultura.org/unduhan/Buku_Pintar_Seri_PotLansekap.pdf [28 October 2013]
- http://id.wikipedia.org/wiki/Tanaman_hias [28 October 2013]
- http://rianiflower.wordpress.com/jenis-tanaman-hias/ [28 October 2013]
- Balithi. Panduan karakteriasasi Aglonema. http://balithi.litbang.deptan.go.id/siplasmaok/referensi/Pand%20Karakter%20Aglaonema.pdf [28 October 2013]
- Balithi. 2004. Panduan karakteriasasi Anggrek dan Anthurium. Departemen
Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Komisi Nasional
Plasma Nutfah

144

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2

- http://indoplasma.or.id/publikasi/pdf/guidebook_hs.pdf [28 October 2013]


- http://jakarta.litbang.deptan.go.id [28 October 2013]
- Tim PRIMATANI Jakarta Barat. 2010. Budidaya Adenium. BPTP Jakarta, Departemen Pertanian. [http://epetani.deptan.go.id/budidaya/budidaya-adenium-1451 [1 Desember 2013]

Pengolahan
Daftar Referensi:
- http://digilib.litbang.depkes.go.id [30 November 2013]
- http://warling.blogspot.com/2010/06/hidup-organik-bersama-lerak.html[30
November 2013]
- http://penanusantara.wordpress.com/2011/02/23/lerak-teknologi-tradisional-indonesia-dalam-mencuci/[30 November 2013]
- Rumen Microbial Population in the in Vitro Fermentation of Different Ratios of
Forage and Concentrate in the Presence of Whole Lerak (Sapindus Rarak) Fruit
Extract (Report) by Asian - Australasian Journal of Animal Sciences
- SHOBIRIN, IMAM (2010) PENGARUH BIO-INSEKTISIDA EKSTRAK BUAH LERAK
(Sapindus rarak) TERHADAP MORTALITAS LARVA Spodoptera litura SECARA IN
VITRO. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.
- http://bina-usaha-mandiri.com/node/101[30 November 2013]
- http://www.slideshare.net/BagusGunawanUsyan/shampo-dari-kulit-nanas[30
November 2013]
- http://www.mitrakosmetik.com/cara-mudah-membuat-shampo-dari-telur-untuk-rambut-berkilau.html[30 November 2013]
- http://www.hasbihtc.com/resep-cara-membuat-pasta-gigi-alami.html#ixzz2mTSbqBje[30 November 2013]
- http://www.akusehatku.com/2013/06/cara-memutihkan-gigi-secara-alami-cepat.html[30 November 2013]
- http://novaputriherdianti.blogspot.com/2011/12/membuat-shampoo.html[30
November 2013]
- Laporan Kimia Teknologi Pembuatan Shampoo Rambu, Antonius Yunian
Wicaksono, Akademi Kimia Industri Santo Paulus Semarang
- http://kimia-teknologi.blogspot.com/2013/03/shampoo-rambut.html [30
November 2013]

Prakarya dan Kewirausahaan

145

Sumber Gambar:
- http://www.noformulae.com/work/packaging-design-for-bodyshine-from-the-house-of-mg/[30 November 2013]
- http://www.treehugger.com/sustainable-product-design/new-soap-old-bottle-detergents-now-come-in-a-heineken-coke-or
-dr-pepper-bottle.html[30 November 2013]
- http://ohjoy.blogs.com/my_weblog/sketchbook/page/6/[30 November 2013]
- http://creativecaincabin.com/2011/03/diy-liquid-soap/[30 November 2013]
- http://www.yankodesign.com/2010/07/02/automatic-funnel/[30 November
2013]
- http://www.shelterrific.com/2010/04/26/love-of-packaging-compagnie-de-provence-limited-edition-liquid-soap[30 November 2013
- http://www.behance.net/gallery/SkinClays-by-KAI/3856425[30 November
2013]
- http://amomentwithamanda.blogs.gastongazette.com/10068/making-laundry-soap/[30 November 2013]
- http://www.sealspout.com/powdered-soap-packaging.html[30 November
2013]
- https://brightnest.com/posts/infographic-make-eco-friendly-cleaning-products[30 November 2013]
- http://wangiaromatherapy.com/2012/07/30/cara-membuat-sabun-natural/[30
November 2013]
- http://www.cooljanedesign.com/?m=201010[30 November 2013]
- http://www.soapisbeautiful.com/archives/tag/design[30 November 2013]
- http://lovelypackage.com/student[30 November 2013]
- http://sapinduslerak.wordpress.com/jual-stock-lerak/[30 November 2013]
- http://leraksoapnut.blogspot.com/2011/01/pohon-lerak-sapindus-mukorossi-soapnut.html[30 November 2013]
- http://budidayalidahbuaya1.wordpress.com/2012/04/29/panen-dan-pascapanen/[30 November 2013]
- http://pekanpina.blogspot.com/2010/10/buah-nenas-untuk-di-jual-dariladang.html[30 November 2013]
- http://proinspector.blogspot.com/2013/06/manfaat-dan-efek-samping-nanas-serta.html[30 November 2013]
- http://berkerblog.blogspot.com/2013/08/manfaat-jeruk-nipis.html
[30 November 2013]
- http://tipsgayasehat.blogspot.com/2013/05/manfaat-jeruk-nipis-bagikesehatan.html[30 November 2013]
- http://www.eeb.utoronto.ca/eebresearch/facilities/ph-rom.htm[30 November
2013]
- http://www.allyou.com/budget-home/crafts/capture-summer-vacationmemories-00400000055357/page3.html[30 November 2013]

146

Kelas X SMA/SMK/MA/MAK

Semester 2