Anda di halaman 1dari 3

Nama : Safira Zata Yumni

NIM

: 11/316729/BI/8770

Tugas Sistematika Tumbuhan #1


1. Ruang lingkup taksonomi, sistematika, dan biosistematika tumbuhan ;
Taksonomi mempelajari identifikasi, tata nama (nomenklatur), dan klasifikasi
tumbuhan di seluruh muka bumi. Sistematika mempelajari jenis-jenis dan keanekaragaman
organisme dan tentang seluruh hubungan kekerabatan di antara mereka. Sasaran utama
taksonomi dan sistematika adalah organisme sampai pada tingkat kategori spesies
Biosistematika mempelajari hal yang sama dengan sistematika hanya saja sasaran
utamanya sampai pada kategori di bawah spesies, variabilitas di dalam spesies
(genecology).
2. Objek material dan objek formal sistematika tumbuhan ;
Objek material pada sistematika tumbuhan adalah tumbuhan di muka bumi yang
beragam (diversitas tumbuhan. Objek formalnya atau bidang kajiannya yaitu identifikasi
(pengenalan), klasifikasi (pengelompokan), penamaan (nomenklatur), dan hubungan
kekerabatan di antara tumbuhan yang sangat beragam tsb.
3. Persamaan dan perbedaan kajian taksonomi, sistematika, dan biosistematika tumbuhan ;
Persamaan di antara ketiga ilmu tersebut adalah bidang kajiannya yang mencakup 4
hal yaitu identifikasi, klasifikasi, tata nama, dan hubungan kekerabatan di antara tumbuhan
di muka bumi. Sedangkan perbedaan antara ketiga ilmu tersebut adalah sasarannya. Untuk
taksonomi dan klasifikasi tumbuhan, sasaran utamanya adalah tumbuhan sampai tingkat
kategori spesies. Sedangkan biosistematika sasaran utamanya, di bawah spesies, sehingga
kajiannya adalah variabilitas genetik di dalam spesies.
4. Sejarah perkembangan sistematika tumbuhan (ringkas) ;
Periode tertua
Periode ini berlangsung dari awal sejak ada kegiatan taksonomi sampai abad ke-4 SM.
Pada periode ini belum dikenal adanya sistem klasifikasi yang diakui secara formal. Orangorang pada saat itu mengklasifikasikan tumbuhan berdasarkan atas manfaatnya, sehingga
periode ini dinamakan dengan periode sistem manfaat.
Periode sistem habitus ( abad ke-4 SM sampai abad ke-17 SM)

Pada periode ini, pengklasifikasian didasarkan atas perawakan ( habitus), yang golongan
utamanya disebut dengan nama pohon, perdu, semak, tumbuhan memanjat, dan terna.
Theophrastes sebagai bapak Ilmu Tumbuhan juga mengelompokkan tumbuhan menurut
umur yaitu: tumbuhan berumah pendek (anual), tumbuhan berumur 2 tahun (biennial), serta
tumbuhan berumur panjang (perenial). Selain Theophrastes, adapula beberapa tokoh yang
berperan besar dalam perkembangan taksonomi, antara lain :

TUMBUHAN - PERKEMBANGAN SISTEM KLASIFIKASI

Dioscroides, menyatakan pentingnya pemberian deskripsi pada setiap tumbuhan


disamping pemberian namanya.

Linius, membedakan pohon pohonan, bangsa gandum, sayuran, tanaman obat,


rerumputan, dsb.

A . Magnus, berhasil membedakan tumbuhan monokotil dan dikotil atas dasar sifatsifat batangnya.

J. Ray, telah membedakan tumbuhan berkayu, tumbuhan berbatang basah, dan


membedakan antara tumbuhan biji tunggal dan tumbuhan biji yang berbelah.

Periode sistem Numerik (permulaan abad ke-18)


Pada periode ini, sistem klasifikasi tumbuhan ditandai dengan sifat sistem yang murni
artificial. Klasifikasi ini sengaja dirancang untuk membatu dalam identifikasi tumbuhan.
Klasifikasi didasarkan pada jumlah dari suatu organ atau bagian tumbuhan. Carolus
Linnaeus adalah tokoh yang paling terkenal pada periode ini. Linnaeus mengklasifikasikan
tumbuhan berdasarkan kesamaan jumlah alat-alat kelamin.
Periode sistem klasifikasi yang didasarkan atas kesamaan bentuk atau sistem alam (A
bad ke-18 sampai abad ke-19)
Sistem klasifikasi tumbuhan pada periode ini dinamakan sistem alam. Tokoh yang terkenal
pada nasa ini adalah J.B de Lamarck. Lamarck berhasil membuat kunci untuk
pengidentifikasian tumbuh-tumbuhan dan merupakan perintis lahirnya teori evolusi. De

Jussieu membagi tumbuhan berdasarkan ada tidaknya kotiledon menjadi Acotyledoneae,


Monocolyledoneae, dan Dicotyledoneae.
Periode sistem filogenetik
Periode ini berlangsung dari pertengahan abad ke-29 sampai sekarang. Tumbuhan
digolongkan berdasarkan sejarah perkembangan filogenetiknya sehingga mampu
menunjukkan hubungan kekerabatan suatu golongan maupun.individu. Tokoh yang tekenal
pada saat periode ini antara lain :

August Wilhelm Eichler, mengklasifikasikan tumbuhan menjadi dua kelompok yaitu


Cryptogamae danP hanerogamae

Adolph Engler, membagi alam tumbuhan ke dalam sejumlah afdeling. Engler juga
berpendapat bahwa Monocotyledonae lebih primitif daripata Dycotyledonae, dan
bangsa anggrek jauh lebih maju daripada rumput.

Periode Sistem Kontemporer Lainnya


1. A lfred Barton Rendle (1865-1934)
Sistem Rendle didasarkan pada sistem Engler danP rantl, ini merupakan salah satu sistem
filogenetik modern yang cukup baik dan berarti. Randle memperlskuksn Dycotyledoneae
lebih primitive dibandingkan dengan Monocotyledoneae.
2. Karl Christian Mez ( 1866-1944)
Karya professor botani dari Jerman pada tahun 1926 menganalisa reaaksi protein untuk
melihat hubungan kekeraabatan tumbuhan secara genetik.