Anda di halaman 1dari 16

Kelompok 1:

1. Badriyatun Nimah
1113102000075
2. Dini Fitriyani 1113102000012
3. Ervina Oktaviani 1113102000025
4. Yuni Rahmi 1113102000042

HIPERTE
NSI

A.DEFINISI

Hipertensi adalah kenaikan tekanan darah


arterial yang bertahan
Hipertensi dapat didefinisikan sebagai
tekanan darah persisten dimana tekanan
sistoliknya (SBP) diatas 140 mmHg dan
tekanan diastoliknya (DBP) diatas 90
mmHg.
Krisis hipertensi adalah peningkatan
bermakna pada tekanan darah (ke level
lebih tinggi - stage 3), melambangkan :
- hypertensive emergency (kenaikan tekanan
darah dengan cedera akut target organ)
- hypertensive urgency (hipertensi akut
tanpa tanda atau simptom komplikasi akut
target organ).

No

Kategori

1.

Optimal

<120

<80

2.

Normal

120 129

80 84

3.

High Normal

130 139

85 89

4.

Hipertensi

Grade 1 (ringan)

140 159

90 99

Grade 2 (sedang)

160 179

100 109

Grade 3 (berat)

180 209

100 119

Grade 4 (sangat

>210

>120

berat)

Sistolik(mmHg) Diastolik(mmHg)

B.
Etiologi/Penyebab
1. Hipertensi essensial
( hipertensi primer )
Tidak diketahui
penyebabnya, tetapi
mungkin multifaktor

Kerentanan genetik
Aktivitas berlebihan
sistem saraf simpatik
Membran transport
Na/K yang abnormal
Penggunaan garam
yang berlebihan
Sistem reninangiotensin aldosteron
yang abnormal

2. Hipertensi sekunder
penyebab spesifik atau di
sebabkan oleh penyakit
lain
Penyakit ginjal
Gagal ginjal kronis, Stenosis
arteri renalis
Glomerulonefritis akut
Penyebab endokrin
Tumor adrenal (korteks atau
medula)
Sindroma Cushing
Koarkasio aorta
( penyempitan pada aorta )
Obat-obatan, misalnya
kortikosteroid steroid dan pil
kontrasepsi

C. PATOFISIOLOGI

lETIOLOGI

Penyempit
an
pembuluh
darah

Kompensasi
ventrikel kiri
memompa
dengan keras

TD meningkat

Pandangan berkunang2, lemas,


kaku kuduk, cepat marah, nyeri
kepala, mual atau muntah

Volum
e
darah
kuran
g

C. PATOFISIOLOGI
- Hipertensi adalah kelainan heterogen
yang bisa muncul dari penyebab
spesifik (hipertensi sekunder) atau
dari mekanisme patofisiologi yang
tidak diketahui penyebabnya
(hipertensi primer atau esensial).
- Hipertensi sekunder terjadi pada
kurang dari 5% kasus, dan kebanyakan
disebabkan oleh renoparenchymal
kronik atau penyakit renovascular.

Hipertensi essensial
(hipertensi primer )
Gangguan patologis pada central nervous system (CNS), serat saraf
otonom, reseptor adrenergik, atau baroreseptor.
Abnormalitas pada renal atau jaringan autoregulator yang mengatur
proses ekskresi natrium, volume plasma, dan konstriksi alteriolar.
Abnormalitas humoral, termasuk renin-angiotensin-aldosteron
system (RAS), hormon natriuretik, atau hiperinsulinemia.
Defisiensi pada sintesis setempat substan vasodilator pada endotel
vascular, seperti prostasiklin, bradikinin, dan nitric oxide, atau
peningkatan produksi substan vasokonstriktor seperti angitensin II
dan endotelin I.
Asupan natrium yang tinggi dan peningkatan hormon natriuretik di
sirkulasi yang menginhibisi transpor natrium intraseluler, sehingga
reaktivitas vaskular meningkat dan tekanan darah naik.
Peningkatan konsentrasi kalsium intraseuler, sehingga fungsi otot
polos vaskular berubah dan terjadi peningkatan tahanan vaskular
perifer.

Hipertensi sekunder
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.

pheochromacytoma,
sindroma Cushing,
hipertiroid,
hiperparatiroid,
aldosteronisme primer,
kehamilan,
peningkatan tekanan intercranial,
koarktasi (penyempitan) aorta

Beberapa obat yang bisa menaikkan


tekanan darah termasuk kortikosteroid,
estrogen, amfetamin/anorexians, MAO
inhibitor, dekongestan oral, venlafaxine,
siklosporin, NSAID, dan hormon tiroid.

D. Epidemiologi
Prevalensi hipertensi di negara
berkembang sekitar 80% penduduk
mengidap hipertensi. Prevalensi
hipertensi di Indonesia pada tahun
2007 adalah 32,2% dan prevalensi
tertinggi ditemukan di Provinsi
Kalimantan Selatan 39,6%,
terendah di Papua Barat 20,1%

The National Kidney Foundation


(NKF) tahun 1998 melaporkan
tingginya prevalensi Cardiovascular
Disease (CVD) dengan Chronic
Renal Disease (CRD) dan tingkat
kematian 10 hingga 30 kali kejadian
lebih tinggi pada pasien dialisis
daripada populasi pada umumnya

D. Epidemiologi
Menurut data World Health Organization (WHO), penyakit
hipertensi dan gagal ginjal di Indonesia selalu mengalami
peningkatan tiap tahunnya, untuk penyakit ginjal kronik (PGK),
peningkatan terjadi sekitar 2-3 kali lipat dari tahun sebelumnya
Berdasarkan Hasil survey Riset Kesehatan Dasar 2007-2008,
tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit
degeneratif. Umumnya tekanan darah bertambah secara
perlahan dengan bertambahnya umur. Risiko untuk menderita
hipertensi pada populasi 55 tahun yang tadinya tekanan
darahnya normal adalah 90%. Kebanyakan pasien mempunyai
tekanan darah prehipertensi sebelum mereka didiagnosis
dengan hipertensi, dan kebanyakan diagnosis hipertensi terjadi
pada umur diantara dekade ketiga dan dekade kelima

Kasus Hipertensi
JT, 55 tahun, seorang
wanita
didiagnosis hipertensi. Tinggi JT
165 cm dan beratnya 72 kg, dengan
indeks massa tubuh
(BMI) 26,6
kg/m2. JT tidak merokok, tidak
minum
alkohol,
dan
melakukan
latihan
fisik
sekitar
seminggu
sekali. Pengujian fisik menunjukkan
hasil
normal,
namun
dari
elektrokardiogram
terdeteksi
terjadi hipertrofi ventrikel kiri.

t
e
g
r
a
T
n
a
g
r
O
n
F. Kerusaka
(Komplikasi) :

iri
k
l
e
ik
r
t
n
e
V
fi
Hipertro
inin
t
a
e
r
k
r
a
d
a
k
Kenaikan
ria
u
in
m
u
b
l
timaa
in
o
r
n
la
Mik
a
b
e
n
e
ah (p
r
a
d
h
lu
u
b
m
Gangguan pe
otik
r
le
k
s
k
la
p
n
media), da

Hasil Tes Laboratorium Pasien (JT)


Pengujian
Glukosa darah
puasa
Serum kreatinin

Hasil Uji
124 mg / dL

Nilai normal
72 126 mg/dL

Kesimpulan
Normal

1,5 mg / dL

0,5 1 mg / dL

Kolesterol total
Kolesterol highdensity lipoprotein
(HDL)
Trigliserida
Kolesterol lowdensity lipoprotein
( LDL )

200 mg / dL
40 mg / dL

200 mg / dL
> 60 mg/dL

200 mg / dL
120 mg / dL

< 150 mg / dL
< 130 mg/dL

Tekanan darah

165/86 mm Hg

110/70 - 140/90 mm
Hg

Serum kreatinin
tinggi :
mengindikasikan
terjadi
penurunan
fungsi ginjal
Kolesterol total
normal, walaupun
trigliseridanya
tinggi. Hal ini
dikarenakan nilai
HDL dan LDL masih
dapat
mengimbangi.
Sehingga resiko
terkena penyakit
jantung tetap
rendah
Diatas tekanan
darah normal,
mengindikasikan
terjadinya

E. Kondisi Penyerta Hipertensi

Berdasarkan hasil uji laboratorium, kondisi penyerta


hipertensi dari pasien adalah gangguan fungsi
ginjal.
Tanda tanda :
Serum kreatinin tinggi
Urinalisis positif terjadi mikroalbuminuria
Tekanan darah tinggi
Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan antara
lain pemeriksaan laboratorium rutin yang dilakukan
sebelum memulai terapi dengan tujuan
untukmenentukan adanya kerusakan organ dan faktor
risiko lain atau mencari penyebab hipertensi.
Pada umumnya dilakukan pemeriksaan urinalisa darah
periferlengkap,kimia darah (kalium, natrium, kreatinin,
gula darah puasa,kolesterol total ) dan EKG