Anda di halaman 1dari 22

PART 45

IDENTIFICATION AND REGISTRATION MARKING

Setiap pesawat udara harus diberi


tanda pengenal (Identification Mark).
Tanda pengenal tersebut terdiri dari
tanda kebangsaan (Nationality Mark)
dan tanda pendaftaran (Registration
Mark). Penulisan dan penempatan
nationality dan registration mark ini
harus seijin Dirjen Pehubungan Udara
dan tidak boleh diubah tanpa ijin.

Penulisan tanda kebangsaan dan tanda pendaftaran


ini harus :
Ditulis dengan huruf Roman capital, tidak ada hiasan
(ornament) atau apapun yang dapat mempengaruhi
pembacaan,
Diberi warna yang kontras dan jelas dengan warna dasar
pesawat,
Dapat dan mudah terlihat,
Dituliskan pada pesawat dengan cat tahan panas, atau
dibubuhkan pada benda yang ditempelkan (removable
material) bila :
Merupakan tanda kebangsaan dan pendaftaran sementara,
Pesawat akan dikirim ke luar negri yang mana akan diganti,
Untuk keperluan khusus.

Tanda kebangsaan (Nationality


Mark ) untuk Indonesia adalah PK,
dan dilanjutkan dengan tiga huruf
tanda pendaftaran (Registration
Mark). Antara tanda kebangsaan dan
tanda pendaftaran dipisahkan
dengan tanda hubung (hyphen).
Tidak diperbolehkan menambahkan
huruf atau tanda apapun sebelum
dan sesudah huruf PK, kecuali untuk

Penempatan Tanda Kebangsaan dan


Pendaftaran

1. Pesawat Fixed Wing aircraft


Tanda pengenal ditempatkan :
Sekali di permukaan atas sayap kanan,

Sekali di
permukaan
bawah sayap kiri,

Pada masingmasing permukaan


luar dari fuselage
atau pada vertical
tail surface.

2. Selain Fixed Wing Aircraft


a. Rotorcraft :
1) Pada permukaan bawah
fuselage, dengan bagian atas tulisan
ada pada sebelah kiri,
2) Pada masing-masing
permukaan samping dari fuselage.

b. Airship :
Tanda pengenal ditempatkan
pada daerah kiri dan kanan hull
dan di permukaan atas hull.
Juga ditempatkan pada
horizontal dan vertikal stabilizer.
Tanda pengenal pada horizontal
stabilizer berada di posisi
setengah kanan permukaan atas
dan di posisi setengah kiri
permukaan bawah menghadap
ke leading edge.
Tanda pengenal pada vertical
stabilizer berada di posisi
setengah bawah secara
horizontal

c. Spherical Ballon :
Tanda pengenal
harus diperagakan
pada dua tempat
yang
bertentangan,
ditempatkan pada
dekat lingkaran
balon paling besar.

d. Non- Spherical Ballon :


Tanda pengenal
ditempatkan pada
tiap sisi luar dari
balon, ditempatkan
pada daerah yang
terbesar dari balon
atau diatas tempat
pengikat kabelkabel keranjang.

3. Non Conventional Aircraft


Jika rancangan dari
pesawat tidak
wajar, sehingga
ketentuan diatas
tidak bias
diperagakan, maka
tanda pengenal
diperagakan pada
tempat yang
disetujui oleh
Dirjen
Perhubungan


Ukuran Dari Tanda Pengenal

1. Umum
a) Menggunakan huruf Roman (A B C) atau
angka (1 2 3) tanpa ornamen atau hiasan apapun,
b) Lebar dari huruf, termasuk tanda hubung
adalah 2/3 dari tinggi huruf, kecuali huruf I dan
angka 1,
c) Huruf, angka dan tanda hubung dibuat dengan
warna utuh (blok) dengan tebal huruf 1/6 dari tinggi,
d) Tiap karakter mempunyai jarak minimal 11/4
dari lebar huruf atau tiap karakter dipisahkan
minimal 1/6 dari tinggi huruf.

2. Fixed Wing Aircraft :


a) Tinggi huruf pada wing tidak
kurang dari 50 cm (20 inches),
b) Tinggi huruf pada fuselage atau
vertical stabilizer tidak kurang dari
30 cm (12 inches),
c) Semua tulisan dituliskan pada
jarak minimal 5 cm (2 inches) dari
sisi tepi.

3. Rotorcraft :
a) Tanda pengenal dituliskan
sebesar mungkin tetapi tidak boleh
melebihi struktur pada helikopter,
b) Tinggi huruf pada wing tidak
kurang dari 50 cm (20 inches),
c) Tinggi huruf pada fuselage atau
vertical stabilizer tidak kurang dari
15 cm (6 inches).

4. Airships and Ballons :


Tinggi huruf minimal 50 cm.

5. Non-Conventional Aircraft :
Dituliskan dengan ukuran yang
disetujui oleh Dirjen Perhubungan
Udara.

Identification Plate
Dibuat dari logam tahan api
(fireproof), ditempatkan di daerah
yang mudah terlihat (biasanya dekat
pintu masuk). Identification Plate
berisikan informasi tentang operator,
model pesawat, registration mark,
serial number pesawat, dan nomor
pendaftaran. Tulisan pada
Identification Plate ini di grafir.

Marking pada pesawat yang di


ekspor
Misalnya seseorang yang membuat
pesawat di indonesia dan akan
dikirim ke luar negeri , akan
menampilkan tanda pengenal dari
registrasi negara yang dikirim.
Pesawat tersebut tidak di operasikan
dengan registrasi indonesia, kecuali
untuk test dan demonstrasi flight
pada batasan waktu tertentu atau
diperlukan transit ke pembeli.

Sale of aircraft: Removal of


marks
Ketika pesawat dengan registrasi Indonesia
dijual, maka holder of the certificate of aircraft
registration harus di hilangkan sebelum dikirim ke
pembeli. Semua tanda registrasi indonesia pada
pesawat harus di hilangkan, kecuali kalau
pembelinya adalah ;
1. Warga Negara Indonesia
2. Pesawat itu utamanya akan di operasiakan di
indonesia ,sebuah perusahaan yang
dengan sah berorganisasi dan melakukan
bisnis menggunakan peraturan indonesia.