Anda di halaman 1dari 2

Amperemeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur kuat arus listrik.

Umumnya alat ini dipakai oleh teknisi elektronik dalam alat multi tester listrik yang
disebut avometer gabungan dari fungsi amperemeter, voltmeter dan ohmmeter.
Amper meter dapat dibuat atas susunan mikroamperemeter dan shunt yang
berfungsi untuk deteksi arus pada rangkaian baik arus yang kecil, sedangkan untuk
arus yang besar ditambhan dengan hambatan shunt.
Amperemeter bekerja sesuai dengan gaya lorentz gaya magnetis. Arus yang
mengalir pada kumparan yang selimuti medan magnet akan menimbulkan gaya
lorentz yang dapat menggerakkan jarum amperemeter. Semakin besar arus yang
mengalir maka semakin besar pula simpangannya.
B. Voltmeter / Volt Meter
Voltmeter adalah suatu alat yang berfungsi untuk mengukur tegangan listrik.
Dengan ditambah alat multiplier akan dapat meningkatkan kemampuan
pengukuran alat voltmeter berkali-kali lipat.
Gaya magnetik akan timbul dari interaksi antar medan magnet dan kuat arus. Gaya
magnetic tersebut akan mampu membuat jarum alat pengukur voltmeter bergerak
saat ada arus listrik. Semakin besar arus listrik yang mengelir maka semakin besar
penyimpangan jarum yang terjadi.
(http://www.organisasi.org/1970/01/fungsi-pengertian-amperemeter-voltmeterohmmeter-alat-ukur-listrik-ilmu-fisika.html
) Ampere meter adalah alat ukur listrik yang digunakan untuk mengukur arus listrik.
Satuan arus listrik adalah ampere, jadi hasil ukur yang ditunjukkan oleh ampere
meter juga akan menghasilkan hasil berupa satuan ampere. Cara menggunakan
ampere meter haruslah digunakan untuk mengukur rangkaian penutup, kemudian
cara pemasangannya dipasang secara seri/berderet dengan beban. Setelah ampere
meter dihubungkan dengan beban maka jarum penunjuk pada ampere meter akan
menunjukkan suatu angka yang dimana hal tersebut merupakan hasil pengukuran
yang didapatkan. Selain menggunakan ampere meter kita juga dapat menentukan
besar arus listrik dengan cara menggunakan hukum ohm, hukum ohm menyatakan:

I=V/R
Ini berarti jika kita hendak mengetahui besar arus yang melewati suatu rangkaian
tertutup maka perlu kita mengetahui tegangan dan hambatannya. Sebagaimana
yang kita ketahui bahwa besar tegangan listrik satu fasa PLN adalah 220 volt maka
kita hanya perlu mengetahui hambatannya menggunakan ohm meter. Pada
dasarnya ampere meter juga terdapat dalam multimeter, jadi jika kita hendak

membeli alat ukur kuat arus listrik sebaiknya membeli multimeter karena selain bias
digunakan untuk mengukur arus juga dapat dihgunakan untuk mengukur tegangan
sekaligus hambatan. Dengan kata lain multimeter merupakan satu alat yang
multifungsi, mungkin ini sebabnya alat ini diberi nama dengan multimeter karena
memang fungsinya yang sangat banyak.
Volt meter merupakan suatu alat ukur listrik yang digunakan untuk mengukur
besarnya tegangan listrik dalam suatu rangkaian listrik. Cara menggunakan
voltmeter sebagai alat ukur listrik adalah dengan merangkainya secara pararel dan
jarum penunjuk pada voltmeter akan segera bergerak yang menunjukkan hasil
pengukuran yang ditunjukkan. Selain voltmeter kita juga sering menjumpai alat
ukur tegangan yakni multimeter, berbeda dengan multimeter selain dapat
digunakan untuk mengukur tegangan listrik juga dapat digunakan untuk mengukur
besaran listrik yang lain, yakni arus dan hambatan. Multimeter adalah alat yang
mungkin dapat menggantikan voltmeter karena lebih lengkap. multimeter seakan
gabungan dari ampere meter, volt meter dan juga ohm meter yang semuanya
diringkas dengan rapi dan simpel. Untuk menjadikan voltmeter dapat mengukur
tegangan listrik yang berkali lipat maka perlu ditambahkan multiplier.