Anda di halaman 1dari 8

TUNTUNAN SHALAT ?

IED
(FIQIH DUA HARI RAYA)
Oleh: Abdullah Saleh Hadrami
Berikut ini beberapa nukilan yang di sarikan dari kitab Zaadul
Ma?aad, jilid 1 hal 441-449 karya Al-Imam Ibnul QayyimRahimahullah dengan tahqiq, takhrij dan ta?liq Syu?aib dan
Abdul Qadir Al-Arna?uth ?hafidhahumallah dan beberapa kitab
lain, yang kesemuanya adalah berdasarkan riwayat-riwayat
sahih dari Rasulullah ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa
Sallam.
Disyari?atkan untuk banyak-banyak bertabir pada dua hari
raya, yaitu pada ?Iedul Fitri semenjak Matahari terbenam
malam ?Ied sampai pelaksanaan shalat ?Ied, adapun pada ?
Iedul Adlha semenjak pagi hari ?Arafah setelah shalat subuh (9
Dzul Hijjah) sampai shalat Ashar akhir hari Tasyriq (13 Dzul
Hijjah).
Membayarkan zakat fitrah sebelum shalat ?Iedul Fitri atau
boleh dimajukan dua hari sebelumnya berupa makanan pokok
(beras, dll) sebanyak satu Shaa? (2,5 Kg) untuk di bagikan
kepada para fakir dan miskin.
Ummu ?Athiyyah ?radhiallahu anha berkata: ?Kami
diperintahkan mengajak keluar gadis-gadis dan wanita-wanita
haid pada kedua hari raya untuk menyaksikan kebaikan dan
dakwah kaum muslimin, wanita-wanita yang haid itu terpisah
dari tempat shalat.? (HR. Bukhari dan Muslim).
Rasulullah ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam selalu
melaksanakan shalat ?Ied di mushalla, yaitu tanah lapang yang
terletak di sebelah utara pintu masuk kota Madinah, dan
beliau ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam selalu
melaksanakan shalat dua hari raya (?Iedul Fitri dan ?Iedul
Adlha) di mushalla (tanah lapang).
Rasulullah ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam selalu
mengenakan pakaian terbaik dan terindah yang dimilikinya
untuk shalat dua hari raya dan juga shalat Jum?at.
Rasulullah ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam selalu
memakan kurma beberapa butir dengan hitungan ganjil (1,3,5

dst) sebelum keluar menuju shalat ?Iedul Fitri, adapun ?Iedul


Adlha beliau ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam tidak
memakan apapun sehingga pulang dari shalat ?Ied lalu
memakan daging kurbannya.
Rasulullah ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam selalu
mandi untuk shalat dua hari raya dan hal ini juga di lakukan
oleh para sahabatnya termasuk Ibnu Umar ?Radhiallahu ?
Anhuma .
Rasulullah ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam keluar
ke tempat shalat dengan berjalan kaki sambil membawa
tombak untuk di jadikan sebagai sutrah (pembatas shalat),
karena di tanah lapang tidak ada sutrah (pembatas shalatnya).
Beliau ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam melakukan
shalat ?Ied apabila matahari telah terbit dan tanpa di sertai
adzan maupun iqamah, juga tanpa seruan ?Ash-Sholatu Jami?
ah?, yang sunnah adalah langsung shalat tanpa melakukan itu
semua.
Rasulullah ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam
melaksanakan shalat dulu sebelum khotbah, beliau shalat dua
raka?at dengan tujuh takbir pada raka?at pertama dan lima
takbir pada raka?at kedua. Pada raka?at pertama setelah AlFatihah beliau membaca surat Qoof dan pada raka?at kedua
setelah Al-Fatihah beliau membaca surat Al-Qomar dan
terkadang beliau ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam
membaca surat Al-A?la pada raka?at pertama dan Al-Ghosyiah
pada raka?at kedua setelah membaca Al-Fatihah.
Setelah selesai shalat beliau ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi
Wa Sallam menghadap manusia yang masih berada di shaf-shaf
mereka lalu memberikan khotbah yang berisi nasehat, perintah
dan larangan atau yang lainnya.
Beliau ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam juga
mendatangi para wanita untuk memberikan nasehatnya kepada
mereka.
Beliau ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam membuka
khotbahnya dengan memuji Allah Ta?ala dan memberikan
keringanan kepada para sahabatnya untuk mendengarkan
khotbah atau langsung pulang setelah shalat ?Ied tanpa

mendengarkan khotbah.
Beliau ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam selalu
menyelisihi jalan ketika berangkat dan pulang dari shalat ?Ied
agar tampak syi?ar Islam di segala penjuru dan untuk
memberikan salam kepada semua penduduk
dll...www.hatibening.com
(c) Hak cipta 2007 - Hatibening.com

TUNTUNAN ZAKAT FITRAH


Oleh: Abdullah Saleh Hadrami
Hukum Zakat Fitrah
Zakat fitrah adalah adalah salah satu kewajiban yang
ditetapkan Rasulullah ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa
Sallam ketika selesai melaksanakan puasa pada bulan
Ramadhan.
Berkata sahabat Abdullah bin Umar ?Radhiallahu ?Anhuma: ?
Rasulullah ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam
mewajibkan zakat fitrah dari bulan Ramadhan atas hamba
sahaya, orang merdeka, laki-laki, perempuan, anak kecil dan
orang dewasa diantara kaum muslimin.? (HR. Bukhari dan
Muslim).
Jenis dan Kadar Yang Dikeluarkan
Zakat fitrah adalah mengeluarkan satu shaa? (sekitar 2,5 kg)
makanan pokok manusia. Berkata sahabat Abu Sa?id Al-Khudri ?
Radhiallahu ?Anhu: ?Kami mengeluarkan pada hari raya iedul
fitri pada masa Nabi ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa
Sallam satu shaa? daripada makanan. Dan makanan kami saat
itu adalah gandum sya?ir, anggur kering (kismis), susu yang
dikeringkan dan kurma.? (HR. Bukhari).
Selain Makanan Pokok Tidak Sah
Tidak sah mengeluarkannya dalam bentuk nilai makanan
seperti: uang, pakaian, makanan pokok binatang dan barangbarang lainnya karena hal ini menyalahi perintah Nabi ?
Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam, beliau bersabda: ?
Barangsiapa menciptakan hal-hal baru dalam urusan kami ini
(dalam urusan agama dan syari?at) apa yang bukan (berasal)
darinya, maka ia tertolak.? (HR. Bukhari dan Muslim).
Dalam riwayat Muslim: ?Barangsiapa mengamalkan suatu

amalan yang tidak atas dasar urusan kami, maka ia (amalan


tersebut) tertolak.?
Yang Wajib Mengeluarkan Zakat Fitrah
Yang wajib mengeluarkan zakat fitrah adalah orang yang
mempunyai kelebihan dari nafkah kebutuhannya untuk hari ied
dan malamnya.
Seseorang wajib mengeluarkannya untuk dirinya sendiri dan
untuk orang-orang yang berada dalam tanggungannya seperti
isteri dan kerabat jika mereka tidak mampu mengeluarkannya
untuk diri mereka sendiri, namun jika mereka mampu maka
yang lebih afdhal adalah mereka mengeluarkannya sendiri.
Waktu Mengeluarkan dan Hikmahnya
Zakat fitrah wajib dikeluarkan sebelum shalat ied dan yang
afdhal mengeluarkannya pada hari ied sebelum melaksanakan
shalat ied. Diperbolehkan mengeluarkannya pada satu atau
dua hari sebelum ied sebagaimana dilakukan oleh Ibnu Umar ?
Radhiallahu ?Anhuma. Tidak sah apabila dikeluarkan setelah
shalat ied berdasarkan hadis yang diriwayatkan Ibnu Abbas ?
Radhiallahu ?Anhuma, bahwasanya Rasulullah ?Shallallahu ?
Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam mewajibkan zakat fitrah sebagai
pembersih bagi orang yang berpuasa dari perkataan yang tidak
berguna dan kotor, dan sebagai makanan bagi orang-orang
miskin. Maka barangsiapa yang mengeluarkannya sebelum
shalat (ied), ia menjadi zakat yang diterima dan barangsiapa
yang mengeluarkannya setelah shalat (ied), ia menjadi
sedekah biasa.? (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah dll dengan sanad
sahih).
Yang Berhak Menerima Zakat Fitrah
Yang berhak menerima zakat fitrah adalah fakir miskin saja
dan bukan delapan golongan sebagaimana zakat-zakat lainnya
berdasarkan hadis diatas, ?Sebagai makanan bagi orang-orang
miskin?.
Boleh diberikan beberapa zakat fitrah kepada seorang miskin
dan boleh pula zakat fitrah yang diterimanya dipergunakan
untuk membayarkan zakat fitrahnya sendiri dan orang-orang
yang dalam tanggungannya.
Masalah
Waktu wajibnya zakat fitrah adalah terbenamnya matahai
malam ied karena saat itu adalah waktu seseorang berbuka
dan selesai (tuntas) mengerjakan ibadah puasa bulan

Ramadhan. Oleh sebab itu:


- Apabila seseorang meninggal dunia sebelum matahari
terbenam malam ied maka tidak diwajibkan atasnya zakat
fitrah.
- Jika seseorang meninggal dunia setelah matahari terbenam
malam ied maka wajib atasnya zakat fitrah.
- Jika bayi lahir setelah matahari terbenam malam ied maka
tidak wajib atasnya zakat fitrah.
- Jika bayi lahir sebelum matahari terbenam malam ied maka
wajib atasnya zakat fitrah...www.hatibening.com
Rujukan:
- ?Majalis Syahr Ramadhan? Karya Fadhilatusy Syaikh
Muhammad bin Sholeh Al-Utsaimin.
- ?Fhushul fi Ash-Shiyam wa At-Tarawih wa Az-Zakah? Karya
Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-Utsaimin.
- ?Shifat Shoum Nabi Fi Ramadhan? Karya Salim bin Ied Al-Hilali
dan Ali Hasan Ali Abdul Hamid.
- ?Zaadul Ma?aad? Karya Ibnul Qayyim.
- ?Bulughul Maraam? Karya Ibnu Hajar, dll.
(c) Hak cipta 2007 - Hatibening.com

Diantara Amalan Untuk Memakmurkan Ramadhan


Oleh: Abdullah Saleh Hadrami
Memperbanyak Membaca Al-Qur?an dengan Tadabbur
Ramadhan adalah bulan Al-Qur?an oleh karena itu kita
dianjurkan untuk memperbanyak membaca Al-Qur?an pada
bulan tersebut dengan tadabbur (penghayatan) dan berusaha
untuk mengamalkannya.
Disebutkan dalam riwayat sahih bahwa Malaikat Jibril ?Alaihis
Salam selalu datang pada bulan Ramadhan mengajarkan AlQur?an kepada Rasulullah ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa
Sallam dan pada akhir hayat Rasulullah ?Shallallahu ?Alaihi
Wa ?Ala Alihi Wa Sallam Malaikat Jibril ?Alaihis Salam datang
dua kali untuk mengajarkan Al-Qur?an kepada Beliau.
Demikianlah yang dilakukan para Salaf As-Saleh, yaitu
memakmurkan Ramadhan dengan Al-Qur?an. Az-Zuhry ?
Rahimahullah apabila telah masuk bulan Ramadhan
mengatakan: ?Ini adalah bulan membaca Al-Qur?an dan
memberi makan (orang yang membutuhkan)?.
Imam Malik ?Rahimahullah apabila masuk bulan Ramadhan

meninggalkan membaca hadis dan majelis-majelis ilmu dan


beliau menghadap secara penuh kepada Al-Qur?an dengan
membacanya dari mushhaf.
Memelihara Shalat Sunnah Rawatib
Rasulullah ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam
bersabda: ?Tiadalah seorang hamba muslim yang shalat karena
Allah setiap hari dua belas raka?at, (shalat) thathawwu?
(sunnah) bukan fardhu, melainkan Allah membangunkan
untuknya rumah di surga.? (HR. Muslim)
Mengerjakan Shalat Dhuha
Rasulullah ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam
bersabda: ?Shalat Dhuha adalah Shalatul Awwaabiin (shalatnya
orang-orang yang selalu kembali kepada Allah).? (HR. Abu
Dawud dan At-Tirmidzi dengan sanad sahih)
Bersedekah
Rasulullah ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam
bersabda: ?Shadaqatus Sirr (sedekah yang dilakukan sembunyisembunyi) memadamkan kemarahan Rabb.? (HR. Al-Baihaqi
dengan sanad sahih)
Memberi Makan Orang Yang Puasa
Rasulullah ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam
bersabda: "Barangsiapa memberi buka orang yang puasa, ia
mendapatkan pahala seperti pahala orang yang berpuasa tanpa
mengurangi pahalanya sedikitpun." (HR. Imam Ahmad, AtTirmidzi, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban dengan sanad sahih)
Berdzkir Setelah Shalat Subuh Sampai Matahari Terbit lalu
Shalat Dua Rakaat
Rasulullah ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam
bersabda: ?Barangsiapa shalat Subuh berjamaah kemudian
duduk berdzikir kepada Allah sampai Matahai terbit kemudian
shalat dua rakaat, hal itu baginya seperti pahala haji dan
umrah sempurna, sempurna, sempurna.? (HR. At-Tirmidzi
dengan sanad sahih)
Memperbanyak Berdzikir
Abu Hurairah ?Radhiallahu ?Anhu meriwayatkan, Rasulullah ?
Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam bersabda: ?
Barangsiapa mengucapkan


(Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, yang
Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan dan
bagiNya pula segala pujian.Dan Dia Maha Kuasa atas segala
sesuatu) Dalam sehari seratus kali, Niscaya ucapannya itu
menyamai pahala membebaskan sepuluh budak. Juga, ditulis
baginya seratus kebaikan dan dihapus darinya seratus
kejelekan. Juga, dalam sehari itu dia dijaga dari setan sampai
sore harinya. Tidak ada seorang pun yang mengamalkan
sesuatu yang lebih baik darinya selain seseorang yang
mengucapkan lebih banyak darinya.? (HR. Bukhari dan Muslim)
Jabir ?Radhiallahu ?Anhu meriwayatkan, Nabi ?Shallallahu ?
Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam bersabda: ?Barangsiapa
mengucapkan

(Maha suci Allah dengan segala pujian bagiNya) niscaya
ditanamkan baginya sebatang pohon kurma di surga.? (HR. AtTirmidzi dll dengan sanad sahih)
Beliau ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam bersabda
pula: ?Barangsiapa mengucapkan

.dalam sehari seratus kali, Niscaya dihapus kesalahannya
walau sebanyak buih (busa) dilautan.? (HR. Bukhari dan
Muslim)
Beliau ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam bersabda
pula: ?Ada dua kalimat yang ringan di lisan, berat dalam
timbangan dan mendatangkan cinta Ar-Rahman,

(Maha suci Allah dengan segala pujian baginya, Maha suci Allah
yang Maha agung). (HR. Bukhari dan Muslim)
Memperbanyak Istighfar
Allah Ta?ala memuji orang yang melakukan istighfar:?Dan
orang-orang yang selalu beristighfar pada waktu sahur
(penghujung malam).? (QS. Ali Imraan: 17)
Ibnu Umar ?Radhiallahu ?Anhuma berkata: ?Dalam satu majelis
kami menghitung Rasulullah ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi
Wa Sallam sebanyak seratus kali mengucapkan

.(Wahai Rabb, ampuni dan terimalah taubat hamba,


sesungguhnya Engkau adalah Maha Menerima taubat dan Maha
Pengampun.)? (HR. Imam Ahmad dll dengan sanad sahih)
Bershalawat dan Salam Kepada Nabi Muhammad ?Shallallahu
?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam dan Keluarganya
Allah Ta?ala berfirman:
?Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikatnya bershalawat
untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah
kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam pernghormatan
kepadanya.? (QS. Al-Ahzaab: 56)
Rasulullah ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam
bersabda: ?Barangsiapa bershalawat kepadaku sekali maka
Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali.? (HR. Muslim dll)
Inilah diantara amalan untuk memakmurkan Ramadhan dan
masih banyak lagi amal kebaikan lainnya, semoga Allah Ta?ala
mempermudah kita untuk mengamalkannya,
amien...www.hatibening.com