Anda di halaman 1dari 35

Fungsi Produksi

Motto
Merubah Rongsokan Menjadi
Emas

Proses Analitik
Proses pemisahan dari
suatu bahan menjadi
beberapa macam barang
yang hampir menyerupai
bentuk aslinya. Mis:
Penyulingan minyak
Sifat Proses
Produksi

Proses Ekstraktif
Suatau prose produksi
yang mengambil langsung
dari alam. Mis: batu bara,
biji besi, emas

Proses Pabrikasi
Proses yang mengubah
suatu bahan menjasi
beberapa bentuk. Mis:
Proses pembuatan
pakaian, sepatu dll

Proses Sintetik
Proses pengkombinasian
beberapa bahan ke dalam
suatu bentuk produksi.
Mis: Produksi mobil,
pesawat

Jangka Waktu Produksi

a. Proses Terus Menerus (Continaous Process)


Proses terus menerus yang digunakan untuk menunjukkan
suatu keadaan manufaktur di mana periode waktu lama yang
diperlukan untuk menggunkan mesin dan peralatan yang
akan dipakai

b. Proses Terputus-Putus
Proses terputus-putus dalam keadaan manufaktur beropersi
dengan mengalami beberapa kali berhenti dan dirancang lagi
untuk membuat produk lain berbeda.

KEGIATAN
PRODUKSI

A.
PERENCANAAN
PRODUKSI

C.
PENGEDALIA
N PRODUKSI

B
ORGANISASI PRODUKSI

D.
PEMELIHARA
AN
PERALATAN

E.
PENGAWASA
N DAN
PEMERIKSAA
N KWALITAS

A. PERENCANAAN
Keputusan dalam Perencanaan
1. Jenis barang yang akan dibuat
2. Jumlah barang yang akan
dibuat
3. Cara pembuatan

Tahap Perencanaan Barang


1. Penentuan desain awal
2. Penentuan desain barang
yang tepat
3. Penentuan cara pembuatan
berupa urutan proses
4. Modifikasi

Wakil
Direktur
Bidang
Produksi
Manager
Riset

Manager
Produksi
Kepala
Pengawasn
Produksi
Kepala
Pengawasa
n Produksi

Kepala
Devisi A

Gudang

Mandor I
Mandor
Pembantu
Pekerja

Kepala
Inspektor
Ispektur
Personalia
Riset

Tahapan Pengendalian
Produksi
1. Perencanaan
2. Routing
3. Scheduling
4. Dispatching

Tahapan Pengawasn Kualitas


1. Penentuan kebijakan sesuai dengan
permintaan pasar
2. Penentuan disain tehnis sesuai target
tuntutan pasar
3. Pembuatan dan pengawasan kualitas
bahan yang dipakai dan opersai
produksi
4. Penggunaan media

Tahap I
Penetapan Kebijakan
kualitas sesuai tuntutan
pasar

Tahap II
1. Disain Kualitas dan Teknis
barang
2. Standar kualitas bahan baku
3. Desaian Sistem Produkasi

Tahap III
1. Informasi revisi design barang
2. Revisi Strandar Kualitas
3. Kontrol Materi

Tahap IV
Distribusi
pemasangan dan
pemakaian barang

Tahap V
Produksi

LOKASI DAN LAYOUT PABRIK


a. Dekat dengan pasar
lokas
b. Dekat dengan
bahan baku
c. Ongkos transport
d. Penyediaan tenaga kerja
e. Penyediaan sumber tenaga /energi
f. Lingkungan sekitar
g. Iklim

CARA PENENTUAN
LOKASI PABRIK
a. Cara Kualitatif
Hasil Penilaian: baik
sekali, baik, sedang,
kurang, kurang sekali
b. Cara Kuantitatif
Cara yang sederhana
Cara yang komplek

Perencanaan usaha yang baik


disertahi dengan pelaksanaan yang
profesional
akan menghasilkan kebaikan
tetapi
Sebaliknya
Pelaksanaan tanpa perencanaan yang
baik
akan menghasilkan kerugian bahkan
kehancuran

Ingat
Ketika Kita Tidak Mampu Membuat
Rencana Kegiatan
Berarti Sama Dengan
Kita Merencanakan Kegagalan
Di Hari Mendatang