Anda di halaman 1dari 16

2013

Analisis Kecepatan Cahaya


dalam A-Quran

Tugas mata kuliah Aplikasi Komputer


Created by Zulya Musfirah
5/1/2013

Kata pengantar
Puji syukur kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat dan inayah-Nya
penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah ini.
Pertama saya ucapkan terima kasih kepada asisten laboratorium Aplikasi
Komputer yang telah membimbing saya dalam menyusun karya ilmiah ini. Karya
ilmiah yang saya buat ini mengangkat tema atau judul tentang ANALISIS
KECEPATAN CAHAYA DALAM AL-QURAN. Karya ilmiah ini dibuat adalah
untuk memenuhi nilai mata kuliah aplikom yang ditugaskan oleh asisten
laboratorium yang bersangkutan.
Dengan terselesaikannya karya ilmiah ini, penulis sangat berterima kasih
kepada pihak-pihak yang telah membantu penulis dalam menyusun dan
menyelesaikan karya ilmiah ini.
Penulis menyadari bahwa karya ilmiah ini masih jauh dari sempurna, oleh
karena itu kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan penulis dari pembaca
demi kesempurnaan karya ilmiah ini. Penulis berharap semoga karya ilmiah ini dapat
bermanfaat bagi kita semua.
Banda Aceh, 18 Mei 2013

Zulya Musfirah

Daftar isi

Kata pengantar .............................................................................................................. i


Daftar isi ....................................................................................................................... ii
BAB 1 .......................................................................................................................... 1
PENDAHULUAN ....................................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang .................................................................................................. 1
1.2 Perumusan Masalah ............................................................................................ 2
1.3 Batasan Masalah ................................................................................................. 3
1.4 Tujuan ................................................................................................................. 3
1.5 Mamfaat .............................................................................................................. 3
BAB II .......................................................................................................................... 4
LANDASAN TEORI ................................................................................................... 4
2.1

Perhitungan Kecepatan Cahaya ( C ) Berdasarkan Para Ilmuwan ................ 4

2.2

Perhitungan Kecepatan Cahaya Berdasarkan Al-Quran .............................. 5

BAB III ........................................................................................................................ 8


PEMBAHASAN .......................................................................................................... 8
3.1 Pengertian kecepatan cahaya .............................................................................. 8
3.2 Tinjauan Al-Quran terhadap teori-teori kecepatan cahaya ............................... 8
BAB IV ...................................................................................................................... 12
PENUTUP .................................................................................................................. 12
4.1 Kesimpulan ....................................................................................................... 12
4.2 Saran ................................................................................................................. 12
REFERENSI .............................................................................................................. 13

ii

BAB 1

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Ilmu pengetahuan adalah bagian terpenting di dalam kehidupan manusia yang
telah mengalami banyak perkembangan. Perkembangan yang pesat mulai tercatat
sejak abad ke-17, yaitu diawali gebrakan dari daerah Eropa tengah (revolusi ilmiah).
Berbagai eksperimen dan penemuan penting telah terungkap pada masa itu. Salah
satu cabang dari ilmu pengetahuan tersebut adalah fisika yang telah mengalami
revolusi secara estafet dari berbagai zaman, mulai dari zaman Pra-Yunani Kuno,
Arab, India, Cina, Eropa dan Amerika. Pada akhir abad ke-19 hingga sekarang ujung
tongkat ilmu pengetahuan berada dalam genggaman dunia barat yang mengakibatkan
mereka yang memegang kendali penuh terhadap kemajuan ilmu pangetahuan dan
teknologi saat ini. Dengan kenyataan seperti ini bukan bearti sebagai keluarga
muslim harus mengabaikan kitab suci Al-Quran (Al-Quranul Karim) yang begitu
banyak menyimpan seluk beluk ilmu pengetahuan yang masih belum berhasil kita
ungkapkan.
Tercatat dalam sejarah pada abad ke-7 Islam menaruh perhatiannya terhadap
ilmu pengatahuan untuk pertama kalinya di Damaskus. Namun akibat perang yang
berkecamuk pusat ilmu pengetahuan berpindah haluan ke Baghdad. Ilmuwa-ilmuwan
muslim mulai lahir di Baghdad. Pada abad ke-8 mulai banyak menerjemahkan bukubuku yang dianggap penting pada masa itu, tepatnya pada masa pemerintahan AlMamun (813-833 M). Sejak saat itu dan seterusnya terdapat banjir penerjemah
besar-besaran. Ini terus berlangsung hingga abad ke-9 dan sebagian besar abad ke10. Setelah itu pusat dari perkembangan ilmu pengetahuan bergeser sedikit ke barat,
tepatnya di Cairo dan ujung-ujungnya pusat ilmu pengetahuan di dunia islam berada
d Spanyol setelah tahun ke-970. Pada saat inilah perang mulai mendera kembali dan
kebudayaan islam di porakporandakan oleh serangan kristen. Dengan kejadian

seperti itulah perkembangan ilmu pengetahuan di dunia Islam mengelami


kemunduran.
Namun, kemajuan ilmu pengetahuan dunia barat berjalan dengan
pertumbuhan yang pesat. Ilmuwan-ilmuwan besar mulai bermunculan, di dalam
bidang fisika contohnya Albert Einstein dengan Teori Relativitas dan Teori
Kuantum.
Teori Relativitas dan Teori Kuantum sangat berdampak pada sisi kehidupan
manusia. Salah satu yang dapat disimpulkan dari teori relativitas tersebut adalah
kemutlakan kecepatan cahaya pada semua pengamat dan besarnya adalah C sehingga
tidak mungkin dicapai kecepatan yang sama atau bahkan melebihi kecepatan
cahaya(C). Mengetahui tentang hal ini penulis kembali mengingat tentang peristiwa
yang maha dahsyat di dalam dunia Islam yaitu Isra miraj Nabi Muhammad SAW.
Perjalanan yang begitu panjang dari masjidil haram ke masjidil aqsha hingga ke
sidratul muntaha dengan menaiki buraq namun pelaksaannya hanya semalam saja.
Kecepatan yang sangat luar biasa, kecepatan cahaya atau juga disebut kekuatan
malaikat. Yang sangat jelas tercantum dalam kitab suci Al-Quran. Yang menjadi
pertanyaan benarkan ada penjelasan tentang kecepatan cahaya dalam Al-Quranul
Karim.
Sebagai seorang muslim sudah sepatutnya ilmu yang kita ketahui kita kaitkan
kepada Al-Quran yang menjadi jalan bagi kehidupan. Begitu juga dengan
munculnya penelitian-penelitian dari ilmuwan tentang teori kecepatan cahaya
maupun teori kecepatan cahaya yang sudah selayaknya kita kembalikan kepada AlQuran apakah hal tersebut dibenarkan dalam Al-Quran. Melalui karya ilmiah yang
berjudul ANALISIS KECEPATAN CAHAYA DALAM AL-QURAN ini penulis
akan mencoba untuk meninjau dan mengkaji kembali bagaimana hasil pengamatan
dari ilmuwan terhadap apa yang terdapat dalam Al-Quran.
1.2 Perumusan Masalah
Adapun masalah yang diangkat pada karya tulis ini adalah sebagai berikut :

1. Bagaimana tinjauan Al-Quran terhadap teori dan perhitungan kecepatan


cahaya ?
2. Bagaimana peristiwa Isra Miraj dalam analisis ilmu pengetahuan ?

1.3 Batasan Masalah


Pada penulisan karya ilmiah ini perlu dilakukan pembatasan-pembatasan
terhadap masalah yang dihadapi, yakni :
1. Acuan yang digunakan dalam menganalisa permasalahan adalah kitab
suci Al-Quran.
1.4 Tujuan
Adapun tujuan yang ingin dicapai pada penulisan karya ilmiah ini adalah
sebagai berikut :
1. Mengetahui tinjauan Al-Quran terhadap kecepatan cahaya.
2. Mengetahui kebenaran Isra Miraj Nabi Muhammad SAW.
1.5 Mamfaat
Mamfaat yang dapat diperoleh dari enulisan karya ilmiah ini adadal sebagai
berikut :

Meningkatkan ketakwaan didalam diri setiap muslim.

Meningkatkan rasa kepercayaan yang lebih mendalam terhadap kitab suci


Al-Quran sehingga tidak ada keraguan sedikitpun dalam diri setiap
muslim.

Meningkatkan keimanan setiap muslim kepada Allah SWT yang Maha


Pencipta segala yang ada di bumi dan di langit.

Memacu individu muslim untuk lebih mempelajari Al-Quran yang masih


banyak menyimpan rahasia alam dan keilmuan yang belum bisa
terungkap masa sekarang.

BAB II

LANDASAN TEORI
2.1 Perhitungan Kecepatan Cahaya ( C ) Berdasarkan Para Ilmuwan
Sebelum para ilmuwan abad ke-17 percaya bahwa tidak ada hal seperti
"kecepatan cahaya". Mereka pikir cahaya yang bisa bepergian dengan jarak
sebagaimanapun dalam waktu singkat sama sekali.
Pada tahun 1638, Galileo sering dikreditkan dengan menjadi ilmuwan
pertama yang pertama menentukan kecepatan cahaya. Penelitiannya cukup
sederhana. Dia dan asistennya masing-masing memiliki lampu yang bisa tertutup
dan terbuka. Galileo menyalakan lampunya dan segera setelah asistennya melihat
cahaya ia akan menyalakan lampunya. Dengan mengukur waktu selang sampai
Galileo melihat cahaya lampu dari asistennya dan mengetahui seberapa jauh
lampu itu. Galileo menerangkan ia harus mampu menentukan kecepatan cahaya.
Galileo menyimpulkan bahwa: "Jika tidak reaksi spontan, itu adalah luar biasa
cepat". Galileo hanya menyimpulkan bahwa cahaya setidaknya sepuluh kali lebih
cepat dari suara.
Kecepatan Cahaya yang diukur oleh seorang astronom berkebangsaan
Denmark, Olaus Roemer (1644-1710) melalui sebuah analisis tentang gerhana
yang terjadi pada bulan-bulan planet yupiter tahun 1675. Hasil pengukuran
Roemer tersebut adalah c 232.000 km/s. Kemudian pengukuran di bumi
dilakukan secara akurat oleh seorang fisikawan Prancis Leon Faucoult (18191868). Faucoult mengembangkan sebuah teknik dari seberkas sinar yang
dibiarkan berjalan memantul diantara sekumpulan cermin dan membentuk jalur

tempuh yang cukup panjang untuk dapat mengukur waktu tempuh cahaya.
Hasil pengukuran Faucoult cukup akurat untuk saat itu yakni c 298.000 km/s.
Maxwell secara tidak sengaja melalui eksperimennya mendapatkan bahwa
kecepatan gelombang elektromagnetik sama persis dengan kecepatan cahaya.
Persamaan Maxwell juga memastikan bahwa kecepatan cahaya selalu tetap
sebesar c. Atas dasar ini dan dipadukan dengan postulat ke-2 relativitas bahwa
cahaya merambat dengan kecepatan yang tetap cahaya dijadikan patokan dalam
menentukan panjang dan waktu. Tidak ada bantahan terhadap hal ini, dalam
kerangka acuan manapun dapat dipilih cahaya dari sumber manapun untuk
mengukur waktu yang diperlukan untuk menempuh jarak tertentu.
Menurut Einstein, tidak ada yang mutlak di dunia ini ( termasuk waktu)
kecuali kecepatan cahaya. Selain itu, kecepatan cahaya adalah kecepatan tertinggi
di alam ini. Artinya, tidak mungkin ada (materi) yang kecepatannya melebihi
kecepatan cahaya. Salah satu teorinya yang mendobrak paragdigma fisika
berbunyi kecepatan cahaya merupakan tetapan alam yang besarannya bersifat
absolut dan tidak bergantung kepada kecepatan sumber cahaya dan kecepatan
pengamat.
Besarnya C dalam pengukuran-pengukuran tersebut adalah mendekati
3.108 m/s. Sedangkan angka asli berdasarkan pengukuran berdasarkan
eksperimen terakhir adalah sebagai berikut:
C= 299792.4574 + 0.0011 km/s ( US National Bureau of Standards )
C= 299792.4590+0.0008 km/s ( The British National Physical Laboratory )

2.2 Perhitungan Kecepatan Cahaya Berdasarkan Al-Quran


Tidak hanya ilmuwan barat saja yang mengambil kiprah dalam hal
perhitungan kecepatan cahaya, seorang fisikawan muslim dari mesir yang
bernama Dr.Mansour Hassab El-Naby juga sangat-sangat berpengaruh dalam
perhitungan tersebut.
Dr.Mansour Hassab El-Naby menemukan sebuah cara istimewa untuk
mengukur kecepatan cahaya. Menurut Dr.El Naby, nilai c tersebut bisa ditentukan

dengan tepat berdasarkan informasi dari dokumen yang sangat tua.


Perhitungan ini adalah menggunakan informasi dari kitab suci yang diturunkan 14
abad silam, Al-Quran kitab suci umat Islam. Dalam Al-Quran dinyatakan dalam
QS Yunus : 5 yang berbunyi :

-Artinya :
Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya, Dan
dialah yang menetapkan tempat-tempat orbitnya., agar kamu mengetahui
bilangan tahun, dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan demukian
itu melainkan dengan benar. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya)
kepada orang-orang ang mengetahui.
QS As Sajadah : 5, yang berbunyi :

--

Artinya :
Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik
kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya seribu tahun menurut
perhitunganmu.
Berdasarkan ayat-ayat tersebut diatas, terutama ayat terakhir (QS. As-Sajadah
: 5) dapat disimpulkan bahwa jarak yang di tempuh Sang Urusan selama satu hari
sama dengan jarak yang ditempuh bulan selama 1000 tahun, dan karena satu tahun
adalah 12 bulan, maka waktu tersebut menjadi 12000 bulan. Sehingga :
c.t = 12000.L
di mana :c adalah kecepatan cahaya,t adalah waktu dalam satu hari, dan L adalah
panjang rute edar bulan selama sebulan.
Panjang L yang dipakai adalah berdasarkan sistem sideral yang didasarkan
atas pergerakan relatif bulan terhadap bintang dan alam semesta.

1 hari

= 23 jam 56 menit 4.0906 detik = 86164.0906 detik

1 bulan = 27.321661 hari


Perhatikan gambar berikut :

Gambar 2.1 Ilustrasi perhitungan kecepatan cahaya


=
Panjang edar bulan selama satu bulan adalah panjang kurva yang dibentuk
oleh bulan selama melakukan revolusi pada sistem periode bulan sideris. Untuk
menghitung L digunakan rumus L = v x T dimana v dalah kecepatan bulan dan T
adalah periode revolusi bulan ( 27.321661 hari ). Einstein mengusulkan bahwa
kecepatan v ini di hitung dengan mengalikan kecepatan relatif bulan terhadap bumi
(ve) dengan cosinus , sehingga :
v = ve * Cos , dengan ve = 2..
Dimana R = jari-jari revolusi bulan = 384264 km dan T = periode revulosi bulan =
655.71986 jam
Jadi,
c.t = 12000.L
c.t = 12000.(v.T)
c = 12000.(ve. Cos .T) / t
c = 12000 * 3682.07 km/jam * 0,89157 *655.71986 jam ) / 86164.0906 detik
c = 299792.5 km/detik.

BAB III

PEMBAHASAN

3.1 Pengertian kecepatan cahaya


Dalam fisika, kecepatan atau velocity adalah laju kecepatan suatu benda
dalam arah tertentu. Dimensi kecepatan adalah [L]/[T].Dengan karakter vektor,
untuk mengatur kecepatan dipertimbangkan arah perjalanan dan modul, yang disebut
kecepatan atau cepat / percepatan. Laju perubahan kecepatan (dalam m/s) sebagai
fungsi dari waktu (dalam s) adalah percepatan (dalam m / s ), maka kecepatan
cahaya atau disebut juga sebagai konstanta cahaya dinyatakan dengan simbol c
adalah: Perubahan kecepatan tiap satuan waktu dikenal sebagai percepatan atau
akselerasi.
3.2 Tinjauan Al-Quran terhadap teori-teori kecepatan cahaya
Teori-teori kecepatan cahaya sangat banyak yang diungkapkan oleh para
ilmuwan, baik di ungkapkann oleh galileo, doppler, Ole Roemer, James Bradley,
Leon Foucault, Einsteins dan lain sebagainya. Penulis hanya akan membahas tentang
absolutisme kecepatan cahaya yang di ungkapkan oleh Einsteins.
Einsteins memaparkan teori kecepatan cahaya sebagai berikut kecepatan
cahaya merupakan tetapan alam yang besarannya bersifat absolut dan tidak
bergantung kepada kecepatan sumber cahaya dan kecepatan pengamat.

Dalam

melakukan analisis terhadap keabsolutan kecepatan cahaya dengan digunakan AlQuran sebagai tinjauan, sehingga bila terjadi perbedaan nilai/hasil maka dianggap
konsep yang terdapat pada Al-Quran adalah yang benar. Dijelaskan perhitungannya
berdasarkan QS As-Sajadah : 5 yang berbunyi :

--

Artinya :
Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik
kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya seribu tahun menurut
perhitunganmu.
Pada ayat tersebut satu hari menurut perhitungan Allah sama dengan seribu
tahun menurut perhitungan manusia. Dalam hal ini waktu bergantung pada pengamat
dan yang diamati. Pengamat pada ayat ini berbeda yakni Allah SWT dan manusia
sehingga besarnya kuantitas yang diamati juga berbeda. Berdasarkan perhitungan
tersebut didapatkan besar kecepatan cahaya. Menurut teori Einsteins besar kecepatan
cahaya adalah konstan untuk semua pengamat dan multlak sebesar c. Namun dalam
ayat yang lain yaitu QS Al-Maarij : 4 yang berbunyi :

Artinya :

--

Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam


sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun.
Ayat tersebut menyebutkan bahwa sehari-hari dalam hitungan Allah sama
dengan 50.000 tahun atau 600.000 bulan. Berbeda dengan As Sajadah : 5 maka bila
dimasukkan ke dalam rumus yang dipakai dalam perhitungan menurut Dr.Mansour
Hassab ElNaby dapat dinyatakan besarnya C sebagai berikut :
c.t = 600000.L
c = 50 * (12000.L)/t
c = 50*299792,5 km/det
c = 149898625 km/det (50 x kecepatan cahaya semula)
Dari perhitungan tersebut juga didapatkan bahwa kecepatan melebihi kecepatan
cahaya saat ini adalah mungkin. Beberapa peristiwa dalam Al-Quran dimungkinkan
terjadi dengan kecepatan kecepatan melebihi kecepatan cahaya seperti peristiwa

10

diatas (malaikat menghadap Tuhan), Isra Miraj, diangkatnya Nabi Isa ke langit
mapun peristiwa-peristiwa lain.
3.3 Kecepatan Buraq Pada Peristiwa Isra Miraj
Dalam Al Quran dengan jelas menunjukkan bahwa ada kecepatan yang lebih besar
dari kecepatan cahaya. Bahkan telah ditunjukkan peristiwa yang secara konseptual
telah menyimpang dari teori kecepatan yang masih belum ada kejelasan tentang
adanya kecepatan di atas cahaya. Peristiwa tersebut adalah Isra Miraj yaitu peristiwa
terbangnya Nabi Muhammad SAW ke antariksa ( langit ) dengan kendaraan secepat
kilat (buroq ). Isra mempunyai pengertian perjalanan Nabi Muhammad saw pada
waktu malam hari dari Masjidil haram Makkah ke Masjidil aqsha Palestina. Miraj
adalah kelanjutan perjalanan Nabi Muhammad saw dari Masjid Al Aqsha ke langit
sampai di Sidratul Muntaha dan langit tertinggi tempat Nabi Muhammad saw
bertemu dengan Allah swt. Isra Miraj adalah kisah perjalanan Nabi Muhammad ke
langit ke tujuh dalam waktu semalam. Prosesi sejarah perjalanan Isra Miraj Nabi
Muhammad termaktub dalam QS. 17 :1 yang berbunyi :

-Artinya :
Maha suci Allah yang menjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil
Haram ke Majidil Aqsha yang Kami berkahi sekelilingnya agar Kami
memperlihatkan kepadanya sebahagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. (QS.Al-Isra
:1)
Bila dihitung perjalanan Nabi Muhammad hanya dalam hitungan jam sudah
bisa pulang pergi ke Sidratul Muntaha (suatu tempat, diasumsikan planet terjauh
yang akan terjangkau manusia bumi). Asumsi kita planet terjauh yang diketahui yaitu
planet ke-10 (Xena) dengan mengabaikan pendapat H.Muh.Nur Abdurrahman yang
menyatakan bahwa Isra Mi'raj itu sama sekali tak ada hubungannya dengan Iptek

11

maka diperlukan pesawat yang terbang dengan kecepatan yang jauh melebihi
kecepatan cahaya.
Istilah Buraq berasal dari istilah Barqu yang berarti kilat sebagaimana
terdapat pada ayat al-Quran yang bisa dilihat dibawah ini. Dengan perubahan istilah
barqu menjadi buraq, Nabi hendak menyampaikan kepada kita bahwa kendaraannya
itu memiliki kecepatan diatas sinar, jauh meninggalkan teknologi yang sudah kita
capai dijaman sekarang ini, mungkin lebih mirip dengan kecepatan piring terbang
yang sering dilaporkan oleh masyarakat.
Hampir-hampir kilat itu menyambar pemandangan mereka. Setiap kali kilat itu
menyinari mereka, mereka berjalan dibawah sinar itu dan bila gelap tiba, mereka
berhenti berjalan. Niscaya jika Allah menghendakinya Dia melenyapkan
pemandangan dan penglihatan mereka, karena Allah maha berkuasa atas segala
sesuatu. [2/20]
Para sarjana telah melakukan penyelidikan dan berkesimpulan bahwa kilat
atau sinar bergerak sejauh 186.000 mil atau 300 Kilometer perdetik. Dengan
penyelidikan yang memakai sistem paralaks diketahui pula jarak matahari dari bumi
sekitar 93.000.000 mil dan dilintasi oleh sinar dalam waktu 8 menit. Untuk
menerobos garis tengah jagat raya saja memerlukan waktu 10 milyar tahun cahaya
melalui galaksi-galaksi dan selanjutnya menuju tempat yang oleh S.Anwar Effendie
(Effendi, 1993) disebutnya sebagai kulit bola alam raya dengan garis tengah 40
milyar tahun cahaya. Untuk mencapai jarak yang demikian jauhnya tentu diperlukan
penambahan kecepatan yang berlipat kali kecepatan cahaya.
Untuk itulah kiranya bisa dimengerti kenapa sebelum peristiwa Isra dan
Miraj terjadi, Nabi Muhammad dibelah dadanya oleh para Malaikat. Hal ini tidak
lain sebagai suatu persiapan kondisi jasmaninya agar cukup dan mampu dalam
menempuh penerbangan kecepatan tinggi. Sebab jantung merupakan alat vital bagi
manusia terutama dalam memacu peredaran darah yang mana jantung ini bekerja
berdasarkan tekanan udara pernapasan. Hal tersebut juga merupakan pembelajaran
bagi umat manusia yang ingin melakukan perjalanan ke luar angkasa. Dan hal ini
memperkuat adanya hipotesa kecepatan Nabi Muhammad ketika Isra Miraj yang
melebihi kecepatan cahaya secara fisis.

BAB IV

PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Berikut adalah beberapa kesimpulan yang dapat diambil dari
semua pembahasan dan uraian sebelumnya:

Al Quran memperjelas adanya karakteristik kecepatan cahaya yang


relatif dimana ini ditunjukkan dari adanya dua ayat yang
menunjukkan bahwa kecepatan malaikat yang berbeda-beda padahal
secara hakikat bahwa malaikat tercipta dari cahaya.

Adanya

kemungkinan

kecepatan/kelajuan

yang

melebihi

dari

kecepatan cahaya (c).

Perhitungan membuktikan keakuratan dan konsistensi nilai konstanta


c hasil pengukuran selama ini dan juga menunjukkan kebenaran AlQuranul karim sebagai wahyu yang patut dipelajari dengan analisis
yang tajam karena penulisnya adalah Sang Pencipta Alam Semesta.

4.2 Saran
Berikut adalah saran yang dapat dipertimbangkan untuk penelitian
selanjutnya:

Semakin ditingkatkan pengkajian terhadap ayat-ayat Al Quran yang


berhubungan tentang Ilmu Pengetahuan sehingga dapat diperoleh
kebenaran yang sesuai dengan semestinya karena Maha Benar Allah
Yang Menciptakan Alam dan Seisinya.

Semakin bertambah pelajaran pada dunia pendidikan mengenai


pengkajian Al Quran supaya tertanam kecintaan pada Al Quran sehingga
muncul para generasi muda yang berakhlaq berlandaskan Al Quran yang
senantiasa memelihara semua tingkah lakunya sesuai dengan Al Quran.

12

REFERENSI

El-Naby, M.H., 1990, A New Astronomical Quranic Method for The Determination
of The Greatest Speed c [ http://www.islamicity.org/Science/960703A.HTM ]
Fix, John D. 1995, Astronomy, Journey of the Cosmic Frontier, 1st edition, Mosby
Year
The

Holy

Book,

Inc.,

Quran

online,

St

Louis,

Missouri

[ http://islam.org/mosque/quran.htm ]

Zuhdi, M. Presentasi kecepatan cahaya.


http://www.analisadaily.com
http://www.quranplus.com/
www.islamterbuktibenar.net
http://dtislam.blogspot.com

13