Anda di halaman 1dari 37
PERATURAN KEPALA BADAN METEOLOGI DAN GEOFISIKA NOMOR : SK.170/ME.007/KB/BMG-2006 TENTANG PETUNJUK TEKNIS OPERASIONAL STASIUN METEOROLOG! MARITIM KEPALA BADAN METEOROLOGI DAN GEOFISIKA, Menimbang Mengingat a. bahwa sehubungan dengan berubahnya status organisasi Badan Meteorologi dan Geofisika menjadi Lembaga Pemerintah Non Departemen, maka Petunjuk Teknis Operasional Stasiun Meteorologi Maritim berdasarkan Keputusan Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika nomor SK.40/ME.007/BMG-2001 sudah tidak sesuai dengan perkembangan organisasi; c. bahwa sehubungan dengan hal tersebut huruf a maka perlu ditetapkan Petunjuk Teknis Operasional Stasiun Meteorologi Maritim dengan Peraturan Kepala Badan; 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 1992 tentang Pelayaran Lembaran Negara Nomor 98 tahun 1992 dan Tambahan Lembaran Negara Nomor 3493; 2. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 65 tahun 1980 tentang ratifikasi Konvensi Internasional tentang Safety of Life at Sea (SOLAS) Tahun 1974; Memperhatikan Menetapkan 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen sebagaimana telah beberapa kali diubah dan terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 2005; 4. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 110 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon | Lembaga Pemerintah Non Departemen sebagaimana telah diubah dan terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2005; 5. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM.295/MG- 201/PHB-1981 tentang Ketentuan_Pelaksanaan Pengamatan Cuaca dan Pengiriman Data Cuaca; 6. Keputusan Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika nomor Kep. 001 Tahun 2004 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Meteorologi dan Geofisika; 7. Keputusan Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika nomor Kep. 005 Tahun 2004 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Besar Meteorologi dan Geofisika, Stasiun Meteorologi, Stasiun Klimatologi, dan Stasiun Geofisika sebagaimana telah diubah dan terakhir dengan Peraturan Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika Nomor : 007 / PKBMG.01 / 2006; Ketentuan teknis World Meteorological Organization (WMO) Nomor 9 Volume D Nomor 474 dan Nomor 558; MEMUTUSKAN : : PERATURAN KEPALA BADAN METEOROLOG! DAN GEOFISIKA = TENTANG = PETUNJUK ~—_—TEKNIS. OPERASIONAL STASIUN METEOROLOGI MARITIM. Pasal 1 (1) Stasiun Meteorologi Maritim wajib _metaksanakan kegiatan operasional yang meliputi kegiatan : a. pelayanan jasa informasi cuaca kelautan ; b. bimbingan kepada kapal-kapal dalam rangka program Pengamatan cuaca sukarela (Voluntary Observing Ships); ©. pengamatan dan pengumpulan data cuaca. (2) Stasiun Meteorologi Maritim sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi Stasiun Meteorologi Maritim Kelas |, Stasiun Meteorologi Maritim Kelas Il, Stasiun Meteorologi Maritim Kelas Il dan Stasiun Meteorologi Maritim Kelas IV sebagaimana tercantum dalam Lampiran IA nomor urut 1 (satu) sampai dengan nomor urut 10 (sepuluh) Peraturan ini. (3) Wilayah perairan yang belum mendapat pelayanan informasi cuaca kelautan untuk sementara dilayani oleh 3 (tiga) Stasiun Meteorologi yang ditunjuk sebagaimana tercantum dalam Lampiran 1A nomor urut 11 (sebelas) sampai dengan 13 (tiga belas) Peraturan ini. (4) Peta wilayah pelayanan informasi meteorologi maritim sebagaimana tercantum dalam Lampiran IB Peraturan ini Pasal 2 (1). Pelayanan jasa informasi cuaca kelautan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (1) huruf a terdiri dari a. informasi cuaca pelayaran (weather bulletin for shipping), b. informasi cuaca pelabuhan; c. informasi cuaca khusus. agen a ee eae ee 3 (2). (2). Informasi cuaca kelautan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan kepada pengguna jasa untuk berbagai keperluan a. transportasi laut; perikanan; wisata laut; pertahanan dan keamanan; pencarian dan penyelamatar b, c, d._ pertambangan; e. f 9. pelestarian lingkungan. Pasal 3 Informasi cuaca pelayaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) huruf a adalah informasi cuaca harian berisi peringatan adanya badai, cuaca buruk, dan ringkasan keadaan cuaca umum yang signifikan, serta prakiraan cuaca dan gelombang laut untuk wilayah perairan Indonesia Pelaksanaan pelayanan jasa informasi cuaca pelayaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibedakan ‘menjadi 2 (dua) yaitu a. informasi cuaca pelayaran internasional_yang meliputi wilayah perairan Indonesia disajikan seperti Contoh Informasi Cuaca Pelayaran Internasional sebagaimana tercantum dalam Lampiran Il Peraturan ini; b. informasi cuaca pelayaran nasional untuk wilayah Perairan dibuat sesuai dengan contoh format layanan sebagaimana tercantum dalam Lampiran IIl Peraturan ini Pasal 4 Informasi cuaca pelabuhan merupakan informasi cuaca harian yang berisi peringatan adanya badai, cuaca buruk, dan ringkasan keadaan cuaca umum yang signifikan, serta prakiraan cuaca dan gelombang laut untuk wilayah pelabuhan dan perairan disekitarya dibuat sesuai dengan Contoh Format Informasi Cuaca Pelabuhan sebagaimana tercantum dalam Lampiran IV Peraturan ini Pasal 5 Informasi cuaca khusus berisi informasi cuaca harian / mingguan yang berupa data cuaca olahan dan atau prakiraan cuaca yang disiapkan bagi pengguna jasa yang memerlukan layanan khusus sesuai permintaan dan dibuat sesuai dengan Contoh Format Informasi Cuaca Khusus dan Contoh Gambar Layanan sebagaimana tercantum dalam Lampiran V Peraturan ini. Pasal 6 (1) Informasi cuaca pelayaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) hurut a wajib disampaikan kepada: a. Kantor Administrator Pelabuhan (Adpel), Kantor Pelabuhan —(Kanpel), Kantor —_Pelabuhan Penyeberangan dan Kantor Pelabuhan Perikanan setempat setiap hari dengan sarana komunikasi yang ada; b. Kapal-kapal yang sedang berlayar melalui penyiaran (broadcast) dari Stasiun Radio _—Pantai setiap hari pada waktu tertentu sesuai dengan Kesepakatan antara Stasiun Radio Pantai dengan Stasiun Meteorologi Maritim setempat sae 5 (2) Informasi cuaca pelabuhan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 dapat disampaikan langsung kepada Pengguna jasa melalui sarana komunikasi sesuai kesepakatan antara Stesiun Meteorologi Maritim setempat dengan pengguna jasa dimaksud. (3) Informasi cuaca khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 dapat disampaikan langsung ke pengguna jasa melalui sarana komunikasi sesuai kesepakatan antara Stasiun Meteorologi Maritim setempat dengan pengguna jasa Pasal 7 Pelayanan jasa informasi cuaca kelautan sebagaimana dimaksud pasal 2 ayat (1) dikenakan tarif jasa sesuai peraturan yang berlaku kecuali_Informasi cuaca pelayaran (weather bulletin for shipping); Pasal 8 (1) Bimbingan kepada kapal-kapal dalam rangka program Pengamatan cuaca sukarela (Voluntary Observing Ships) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (1) huruf b dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas data cuaca laut (data Ship). (2) Bimbingan sebagaimana dalam ayat (1) berupa kegiatan a. melakukan — hubungan—kerjasama_— dengan perusahaan-perusahaan pelayaran dalam rangka program Voluntary Observing Ships; b. merekrut kapal-kapal niaga dan kapal-kapal penumpang nasional untuk dijadikan armada kapal pengamat cuaca; steht at, nt 6 (3) (2) c. ikut berlayar dan/atau kunjungan ke kapal-kapal untuk : 4, memberikan bimbingan pengamatan cuaca dan sosialisasi tentang pentingnya informasi cuaca kelautan untuk keselamatan pelayaran kepada Nahkoda / petugas pengamat cuaca di kapal; 2. memeriksa dan melakukan kalibrasi peralatan meteorologi di kapal; 3. _memberikan buku instruksi dan fog book ship untuk keperluan pengamatan cuaca; 4, mengambil data ship hasil pengamatan cuaca di kapal. Kegiatan kunjungan ke Kapal-kapal dilakukan secara rutin ke setiap kapal yang sedang sandar di pelabuhan setempat sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan sekali Kegiatan ikut berlayar oleh petugas Stasiun Meteorologi Maritim dilakukan sekurang-kurangnya satu kali setahun dan diprioritaskan pada kapal yang memerlukan bimbingan pengamatan cuaca. Pasal 9 Pengamatan dan pengumpulan data cuaca sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (1) huruf o dilaksanakan untuk mendukung analisa cuaca dan pemberian pelayanan jasa data aktual, serta pertukaran data nasional dan internasional Setiap Stasiun Meteorologi Maritim wajib melakukan kerjasama dengan Stasiun Radio Pantai setempat dalam rangka_pengumpulan data ship dan penyebarluasan informasi cuaca pelayaran Pengamatan dan pengumpulan data cuaca dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang berlaku. (1) (2). Pasal 10 Stasiun Meteorologi Maritim Kelas | wajib a. menyiapkan informasi cuaca pelayaran internasional dan informasi cuaca_pelayaran__nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2) huruf a dan huruf b dan menyampaikan informasi tersebut, ke Stasiun Radio Pantai terdekat; b. menyiapkan informasi cuaca pelabuhan; ¢. melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan _operasional stasiun; d. menyampaikan —informasi cuaca__pelayaran internasional dan informasi cuaca pelabuhan ke Stasiun Meteorologi_ Maritim dan — Stasiun Meteorologi yang ditunjuk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (2) dan ayat (3); f, memonitor dan melaporkan pelaksanaan kegiatan operasional Stasiun Meteorologi Maritim dan Stasiun Meteorologi yang ditunjuk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (2) dan ayat (3); @. melakukan tugas internasional dari World Meteorological Organization (WMO) terkait dengan area responsibility of maritime meteorology services. Stasiun Meteorologi Maritim Kelas Il, _Stasiun Meteorologi Kelas | Biak, Stasiun Meteorologi Kelas II Kupang, Stasiun Meteorologi Kelas Ill Cilacap dan Stasiun Meteorologi Maritim Kelas IV Lampung wajib a. menyiapkan informasi cuaca pelayaran nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2) huruf b dan menyampaikan informasi tersebut ke Stasiun Radio Pantai terdekat; b. menyiapkan informasi cuaca pelabuhan; (3) c. melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan operasional stasiun; d. menyampaikan informasi cuaca pelayaran nasional dan informasi cuaca pelabuhan ke seluruh Stasiun Meteorologi Maritim Kelas IV di wilayahnya. Stasiun Meteorologi Maritim Kelas Il dan Kelas IV wajib ‘a, menyiapkan informasi cuaca pelabuhan; b. menerima informasi cuaca kelautan dari Stasiun Meteorologi Maritim Kelas | atau Kelas Il; c. melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan _operasional stasiun. Pasal 11 Badan Meteorologi dan Geofisika dalam hal ini Pusat Sistem Data dan Informasi Meteorologi —wajib memberikan panduan untuk membuat informasi cuaca kelautan kepada Stasiun Meteorologi Maritim dan Stasiun Meteorologi yang ditunjuk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (2) dan ayat (3), berupa a. prakiraan cuaca kelautan b. prakiraan gelombang laut; c. citra satelit cuaca; d. data dukung lain yang dianggap perlu Pasal 12 Seluruh Stasiun Meteorologi Maritim wajib membuat laporan bulanan operasional sesuai dengan Contoh Format sebagaimana tercantum pada Lampiran VI Peraturan ini (2). Laporan bulanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan sebelum tanggal 7 (tujuh) pada bulan berikutnya kepada Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika serta tembusannya disampaikan ke para Deputi di ingkungan Badan Meteorologi dan Geofisika. Pasal 13 Dengan berlakunya Peraturan ini, maka Keputusan Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika ~Nomor ‘SK.40/ME.007/BMG-2001 tanggal 16 Juli 2001 tentang Petunjuk Teknis Operasional Stasiun Meteorologi Maritim dicabut dan dinyatakan tidak berlaku, Pasal 14 Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di: Jakarta 1 AGUSTUS 2006 3AN METEOROLOGI SALINAN Peraturan ini disampaikan kepada Sekretaris Utama BMG; Para Deputi di lingkungan BMG; Inspektur BMG; Para Kepala Pusat di lingkungan BMG; Para Kepala Unit Pelaksana Teknis terkait di lingkungan BMG. 1 2. 3 4 5. LAMPIRAN IA PERATURAN KEPALA BMG NOMOR SK.170/ME.007/KB/BMG-2006. TANGGAL 31 Agu 2006 STASIUN METEOROLOG!I MARITIM DAN STASIUN METEOROLOGI! YANG MELAKSANAKAN TUGAS PELAYANAN INFORMASI MARITIM NOMOR NAMA STASIUN METEOROLOGI KELAS a: MARITIM TANJUNG PRIOK - JAKARTA i MARITIM BELAWAN — MEDAN “ll na 3. | MARITIM SEMARANG 4, MARITIM PERAK Il - SURABAYA W 5. | MARITIM PAOTERE- MAKASSAR 6. | MARITIM BITUNG - MANADO Hl 7. | MARITIM TELUK BAYUR Vv 8. _| MARITIM LAMPUNG - TANJUNG KARANG v 9. | MARITIM KENDARI Vv | 10. | MariTiM PoNTIANAK vee 11. _ | FRANS KAISIEPO - BIAK 12. | ELTARI KUPANG ee 13. CILACAP” ae i | fSMBHPAN METEOROLOG! GERFISIKA, LAMPIRAN IB PERATURAN KEPALA BMG NOMOR + SK.170/MB.007/KB/BMG-2006. TANGGAL 31 Agustus 2001 PETA WILAYAH PELAYANAN INFORMASI METEOROLOGI MARITIM [NANOGUNG JAWABLAVANAN \LAYAH A: STAMAR BELAWAN WLAVAH F: STAMAR PERAK \UAYAH :STAWAR TARUNG PROK WHLAYAMG :STAMET ELTARI UAYAH C STAMAR LAMPUNG \WALAYAILH STANAR PACTERE AUAYAM 0: STAMAR SEMARANG. WLAVANI: STAMARBTTUNG, UAYAH E:STANET CLACAP \WALAVAN J: STAMET BAK Keterangan : Untuk keperiuan pelayanan, wilayah perairan masing-masing WILAYAH A sampai dengan WILAYAH J dapat dipersempit menjadi sub-sub wilayah perairan. N METEOROLOGI LAMPIRAN Il PERATURAN KEPALA BMG NOMOR : SK.170/ME.007/KB/BMG-2006. TTANGGAL : 31 Agustus 2006 CONTOH A INFORMASI CUACA PELAYARAN INTERNASIONAL, TANJUNG PRIOK, JULY 26, 2006 INDONESIA Wi TIN. IPPIN' PART ONE : TROPICAL STORM “KAEMI" 992 HPA POSITION 24.8 N - 116.0 £ MAXIMUM WINDS 45 KNOTS MOVEMENT 295° 12 KNOTS. GALE WARNING : NIL. PART TWO SYNOPTIC WEATHER ANALYSIS : FOR 00.00 UTC DATE JULY 26, 2006 = GENERAL SITUATION WIND WEAK TO MODERATE SOUTHEAST TO SOUTHWEST. - LOW PRESSURE AREA 1010 HPA NEAR 10 N-137E SLOWLY. = INTER TROPICAL CONVERGENCE ZONE (I.T.C.2) PASSING OVER : NIL. - CONVERGENCE LINE (C.L.) PASSING OVER : NIL, PART THREE: SEA AREA FORECAST VALID 24 HOURS FROM : 10.00 UTC DATE JULY 26, 2006 AS FOLLOWS: WEATHER THE POSSIBILITY OF SCATTERED TO OVERCAST AND MODERATE RAIN OCCASIONALLY FOLLOWD BY THUNDERSTORM COULD BE OCCURRED AT AREAS : WEST ACEH WATERS, SOUTHWEST BENGKULU HINDIAN OCEAN, MALACCA STRAIT, BATAM WATERS, KARIMATA STRAIT, WEST PONTIANAK WATERS AND NORTH IRIAN JAYA PACIFIC OCEAN. THE POSSIBILTY OF SCATTERED TO BROKEN CLOUDS AND RAIN OR LOCAL RAIN COULD BE OCCURRED AT AREAS : SOUTHEAST SULAWESI WATERS, MALUKU SEA, ARU SEA AND ARAFURU SEA. SURFACE WINDS DIRECTION AND SPEED WINDS OVER INDONESIAN WATERS GENERALLY BLOW FROM SOUTHEAST TO SOUTHWEST WITH WIND SPEED AT ABOUT 10 TO 25 KNOTS STATE OF SEA SEA SLIGHT TO MODERATE AND SWELL LOW COULD BE OCCURRED AT: NORTHWEST ACEH WATERS, WEST NIAS AND ENGGANO HINDIAN OCEAN, WEST BENGKULU HINDIAN OCEAN, KARIMATA STRAIT, WEST AND EAST LAMPUNG WATERS, JAVA SEA, SOUTH SULAWESI WATERS, SOUTH JAVA AND SOUTH NUSATENGGARA HINDIAN OCEAN, MACCASAR STRAIT, HALMAHERA SEA, BALI SEA, FLORES SEA, TIMOR SEA, BURU SEA, SERAM SEA, BANDA SEA, MALUKU SEA, ARU SEA, ARAFURU SEA, AND NORTH IRIAN JAYA PACIFIC OCEAN. TANJUNG PRIOK MARINE METEOROLOGICAL STATION FORECASTER ON DUTY so, mg 9 B CONTOH B INFORMASI CUACA PELAYARAN INTERNASIONAL i. TANJUNG PRIOK, 26 JULI 2006 BULLETIN CUACA UNTUK PELAYARAN PERAIRAN INDONESIA BAGIAN PERTAMA —: BADAI TROPIS “ KAEMI * 992 HPA POSIS! 24,8 LU - 1160 BT KECEPATAN ANGIN MAKSIMUM 45 KNOT BERGERAK KE ARAH BARAT 12 KNOT. BAGIAN KE DUA ANALISIS CUACA SYNOPTIK PUKUL 00.00 UTC TANGGAL 26 JULI 2006 - KONDISI_UMUM ANGIN DARI LEMAH SAMPAI SEDANG BERTIUP DARI ARAH TENGGARA SAMPAI BARAT DAYA. - DAERAH TEKANAN RENDAH 1010 HPA POSISI SEKITAR 10 LU - 147 BT BERGERAK LEMAH. - DAERAH KONVERGENSI ANTAR TROPIK: NIL - GARIS KONVERGENSI: NIL BAGIAN KE TIGA, PRAKIRAAN CUACA PERAIRAN BERLAKU 24 JAM MULAI PUKUL : 10.00 UTC TANGGAL 26 JULI 2008 ADALAH A. CUACA BERAWAN SEBAGIAN SAMPAI BERAWAN BANYAK DAN HUJAN DENGAN INTENSITAS SEDANG KADANG-KADANG DISERTAI BADAI GUNTUR DAPAT TERJADI DI : PERAIRAN SEBELAH BARAT ACEH, SAMUDERA HINDIA SEBELAH BARAT DAYA BENGKULU, SELAT MALAKA, PERAIRAN BATAM, SELAT KARIMATA, PERAIRAN SEBELAH BARAT PONTIANAKDAN SAMUDERA PASIFIK SEBELAH UTARA IRIAN JAYA, BERAWAN SEBAGIAN SAMPAI BERAWAN DAN HUJAN RINGAN ATAU HUJAN LOKAL DAPAT TERJADI DI: PERAIRAN SULAWESI TENGGARA, LAUT MALUKU, LAUT ARU, DAN LAUT ARAFURU. B. ARAH DAN KECEPATAN ANGIN PERMUKAAN ANGIN DIATAS WILAYAH PERAIRAN INDONESIA UMUMNYA BERTIUP DARI ARAH TENGGARA SAMPAIBARAT DAYA DENGAN KECEPATAN BERKISAR 5 SAMPAI 25 KNOTS. C. KEADAAN LAUT GELOMBANG LAUT LEMAH SAMPAI SEDANG (1,25 S/D 2,5 M) DAN ALUN LEMAH (0 S/D 2 M) DAPAT TERJADI DI PERAIRAN SEBELAH BARAT LAUT ACEH, SAMUDERA HINDIA SEBELAH BARAT NIAS DAN ENGGANO, SAMUDERA HINDIA SEBELAH BARAT BENGKULU, SELAT KARIMATA, PERAIRAN SEBELAH BARAT DAN TIMUR LAMPUNG.LAUT JAWA, PERAIRAN SULAWESI SELATAN,SAMUDERA HINDIA SEBELAH SELATAN JAWA DAN NUSA TENGGARA, SELAT MAKASAR, LAUT HALMAHERA, LAUT BALI, LAUT FLORES,LAUT TIMOR, LAUT BURU,LAUT SERAM, LAUT BANDA, LAUT MALUKU, LAUT ARU, LAUT ARAFURU, DAN SAMUDERA PASIFIK SEBELAH UTARA IRIAN JAYA. DAERAH LAUT LAINNYA UMUMNYA TINGGI GELOMBANG LAUT DAN ALUN LEMAH (0,5 S/D 1,5 M). TANJUNG PRIOK, 26 JULI 2006 PRAKIRAWAN STASIUN METEOROLOG! MARITIM TANJUNG PRIOK KETERANGAN Informasi Cuaca Pelayaran Intemasional hanya dibuat oleh Stasiun Meteorologi Maritim Kelas |; Conteh A adalah Informasi Cuaca Pelayaran Intemasional yang dibuat dalam bahasa Inggris; Contoh B adalah Informasi Cuaca Pelayaran Intemasional yang dibuat dalam bahasa Indonesia. LAMPIRAN Ill PERATURAN KEPALA BMG NOMOR + SK.170/MB.007/KB/BNG-2006. TANGGAL 31 Agustus 200 CONTOH A INFORMASI CUACA PELAYARAN Dikeluarkan oleh Stasiun Meteorologi Maritim Klas |! Belawan Tanggal |. PERINGATAN BADAI / CUACA BURUK ll, KEADAAN CUACA SIGNIFICANT lll. PRAKIRAAN CUACA DAN GELOMBANG LAUT : Berlaku 24 jam dari taNQGAl oo... seeccesesviseeeeseaee JAM vos secseeseeoees UTC, sebagai berikut WILAYAH ARAHIKECEP. | KEADAAN TINGGI PERAIRAN A ANGIN CUACA GELOMBANG (KNOTS) (METER) 1 PERAIRAN LHOK SEUMAWE 2 SELAT MALAKA 3. PERAIRAN ACEH 4 PERAIRAN NIAS - MENTAWAI 5 SAMUDERA INDONESIA | BARAT SUMATERA ~BELAWAN, «07. PRAKIRAWAN STASIUN METEOROLOGI MARITIM BELAWAN, (Nama Lengkap) NIP. a son 16 CONTOH B INFORMASI CUACA PELAYARAN Dikeluarkan oleh Stasiun Meteorologi Maritim Klas | Tanjung Priok Tanggal ....... |. PERINGATAN BADAI / CUACA BURUK : ... Il KEADAAN CUACA SIGNIFICANT : ... lI PRAKIRAAN CUACA DAN GELOMBANG LAUT : Berlaku 24 jam dari tanggal jam... UTC, sebagai berikut : WILAYAH ARAHIKECEP. | KEADAAN TINGGI PERAIRAN B ANGIN (KNOTS) | CUACA GELOMBANG (METER) 1, PERAIRAN NATUNA 2. PERAIRAN PANTAI SAMBAS 3. PERAIRAN BADAS PENGIKI 4. PERAIRAN BATAM- LINGGA | 5. PERAIRAN SINGKEP-PP TUJUH 6. PERAIRAN PANTAI BANGKA 7. SELAT KARIMATA 8. PERAIRAN PANTAI KETAPANG 9. PERAIRAN PANTAI PONTIANAK 10. PERAIRAN SIMEDANG 11. PERAIRAN RAKIT KEBATU SERIBU 13. PERAIRAN PANTAI KRG-INDRAMAYU 14, PERAIRAN PELABUHAN RATU 15. PERAIRAN PANTAI SINDANG BARANG 12, PERAIRAN KEPULAUAN | 16. SAMUDRA BARAT DAYA BENGKULU 17. SAMUDRA SELATAN BANDUNG TANJUNG PRIOK, PRAKIRAWAN STASIUN METEOROLOG! MARITIM TANJUNG PRIOK, (Nama Lenakap) NIP. .. simon de snore 9 18 CONTOH C INFORMASI CUACA PELAYARAN Dikeluarkan oleh Stasiun Meteorologi Maritim Klas IV Lampung Tanggal |. PERINGATAN BADAI / CUACA BURUK ll, KEADAAN CUACA SIGNIFICANT II PRAKIRAAN CUACA DAN GELOMBANG LAUT : Berlaku 24 jam dari teNggal esos eeesseeeeeee eee fm . UTC, sebagai berikut WILAYAH ‘ARAHIKECEP. | KEADAAN TINGGI PERAIRAN C ANGIN CUACA GELOMBANG (KNOTS) (METER) 4, SELAT SUNDA 2, PERAIRAN TIMUR LAMPUNG 3. PERAIRAN PANTAI BARAT LAMPUNG 4, PERAIRAN PANTAI BENGKULU LAMPUNG, .../..../ PRAKIRAWAN STASIUN METEOROLOG! MARITIM LAMPUNG, (Nama Lengkap) NIP... = 19 CONTOH D INFORMASI CUACA PELAYARAN Dikeluarkan oleh Stasiun Meteorologi Maritim Klas I! Semarang Tanggal |. PERINGATAN BADAI/ CUACA BURUK : . ll. KEADAAN CUACA SIGNIFICANT : .. II, PRAKIRAAN CUACA DAN GELOMBANG LAUT : Berlaku 24 jam dari tanggal ...esccecsseeeressoe JAM os. sess sees UTC, sebagai berikut WILAYAH ‘ARAHIKECEP. | KEADAAN TINGGI PERAIRAN D ANGIN | cUACA GELOMBANG ___|«wots) | (METER) 1 PERAIRAN KARIMUN | JAWA-BELITUNG 2 PANTAI TEGAL- | SEMARANG SEMARANG, ..../..../ PRAKIRAWAN STASIUN METEOROLOGI MARITIM SEMARANG, Nama Lengkap) NIP. 20 CONTOH E INFORMASI CUACA PELAYARAN Dikeluarkan oleh Stasiun Meteorologi Klas III Cilacap Tanggal . | PERINGATAN BADAI / CUACA BURUK: .. ll. KEADAAN CUACA SIGNIFICANT ll, PRAKIRAAN CUACA DAN GELOMBANG LAUT : Berlaku 24 jam dari tanggal jam ...... UTC, sebagai berikut : WILAYAH [ARAHIKECEP. |KEADAAN TINGGI PERAIRAN E | ANGIN CUACA GELOMBANG (KNOTS) (METER) 1 PANTAI CILACAP 2 SAMUDRA HINDIA SELATAN CILACAP CILACAP, ..../..... PRAKIRAWAN, STASIUN METEOROLOGI CILACAP, (Nama Lengkap) NIP. lst rite a" CONTOH F INFORMASI CUACA PELAYARAN Dikeluarkan oleh Stasiun Meteorologi Maritim Kelas Il Perak I Surabaya Tanggal |. PERINGATAN BADAI / CUACA BURUK : ll, KEADAAN CUACA SIGNIFICANT :...... Ill. PRAKIRAAN CUACA DAN GELOMBANG LAUT : Berlaku 24 jam dari tanggal jam UTC, sebagai berikut WILAYAH ARAHIKECEP. | KEADAAN TINGGI PERAIRAN F ANGIN CUACA GELOMBANG (KNOTS) (METER) 4. PANTAL PANGKALAN BUN 2. PERAIRAN BAWEAN- MASALEMBO, 3. PANTAI TUBAN- MADURA, 4, SELAT MADURA 5. PERAIRAN SAPUDI- KANGEAN 6. LAUT BALI | 2 WILAYAH PERAIRAN F ‘ARAHIKECEP. ANGIN (KNOTS) KEADAAN CUACA TINGGI GELOMBANG (METER) 7 PANTAI PACITAN- NUSABARONG 8 SELAT BALI- LOMBOK 9 SAMUDRA INDONESIA SELATAN JATIM. 23 SURABAYA, I. PRAKIRAWAN, STASIUN METEOROLOGI MARITIM PERAK I, (Nama Lengkap) NIP. CONTOH G INFORMAS! CUACA PELAYARAN Dikeluarkan oleh Stasiun Meteorologi Klas Il Eltari Kupang Tanggal |. PERINGATAN BADAI / CUACA BURUK : ll. KEADAAN CUACA SIGNIFICANT : .....0.-0- II PRAKIRAAN CUACA DAN GELOMBANG LAUT : Berlaku 24 jam dari tanggal eee len su. UTC, sebagai berikut WILAYAH ARAHIKECEP. | KEADAAN TINGGI PERAIRAN G ANGIN | cuaca GELOMBANG (KNOTS) | (METER) 1. LAUT FLORES 2. PANTAI UTARA. NUSA TENGGARA 3. PANTAI SELATAN SUMBA, 4, LAUT SEWU BAGIAN BARAT 5. LAUT SEWU BAGIAN TIMUR 6. LAUT TIMOR 7. LAUT ARAFURU BARAT KUPANG, ..../..../. PRAKIRAWAN STASIUN METEOROLOGI ELTARI, (Nama Lenakap) NIP CONTOH H INFORMAS| CUACA PELAYARAN Dikeluarkan oleh Stasiun Meteorologi Maritim Klas I Paotere Makasar Tanggal |. PERINGATAN BADAI / CUACA BURUK : . Il KEADAAN CUACA SIGNIFICANT : . ll PRAKIRAAN CUACA DAN GELOMBANG LAUT : Beriaku 24 jam dari tanggal cecreeeserses JAM ssessesssusees UTC, Sebagai berikut [ WILAYAH ARAHIKECEP. | KEADAAN TINGGI PERAIRAN H ANGIN CUACA GELOMBANG (KNOTS) (METER) 1. PANTAT BALIKPAPAN ‘TANAH GROGOT 2. SELAT MAKASAR 3. PERAIRAN DONGGALA MAMUJU 4, PERAIRAN MASILINA DOANG-DOANG 5, PERAIRAN MAJENE PAOTERE 6. PERAIRAN SABALANA SELAYAR 7. TELUK BONE 8. PERAIRAN TUKANG. BESI 9. TELUK TOLO KENDARI WILAYAH PERAIRAN H ARAHIKECEP. | KEADAAN TINGGI ANGIN CUACA GELOMBANG (KNOTS) (METER) 10 LAUT MALUKU. SELATAN 11 LAUT SERAM 12 LAUT BANDA. 13 PERAIRAN ARU TUAL MAKASSAR, ..../..../ PRAKIRAWAN STASIUN METEOROLOG! MARITIM PAOTERE, (Nama Lengkap) NIP. CONTOH | INFORMASI CUACA PELAYARAN Dikeluarkan oleh Stasiun Meteorologi Maritim Klas 1 Bitung Tanggal |. PERINGATAN BADAI / CUACA BURUK ll, KEADAAN CUACA SIGNIFICANT : ... Il PRAKIRAAN CUACA DAN GELOMBANG LAUT : Berlaku 24 jam dari tanggal ......... calamte UTC, sebagai berikut : WILAYAH ARAHIKECEP. | KEADAAN TINGGI ] PERAIRAN | ANGIN CUACA GELOMBANG | | (KNOTS) 2 (METER) | 1. PERAIRAN TARAKAN TANJUNG REDEP 2. LAUT SULAWESI 3. PERAIRAN SANGIR TALAUT. 4. PERAIRAN TOLI- TOL! MENADO 5. TELUK TOMINI | 6, LAUT MALUKU BAGIAN UTARA, 7. PERAIRAN HALMAHERA BITUNG, ....7... PRAKIRAWAN STASIUN METEOROLOG! MARITIM BITUNG, (Nama Lengkap) NIP. .. cn 7 CONTOH J ll. KEADAAN CUACA SIGNIFICANT : ... INFORMASI CUACA PELAYARAN Dikeluarkan oleh Stasiun Meteorologi Klas | Biak Tanggal .. PERINGATAN BADAI / CUACA BURUK: ... lI. PRAKIRAAN CUACA DAN GELOMBANG LAUT : Berlaku 24 jam dari tanggal ........ 2 jam UTC, sebagai berikut : WILAYAH ARAHIKECEP. | KEADAAN ~ | TINGGI PERAIRAN J ANGIN CUACA GELOMBANG (KNOTS) (METER) 1. PERAIRAN AYU, APIA 2. PERAIRAN SORONG 3. TELUK BERAU 4. TELUK CENDRAWASIH 5. LAUT LEPAS BIAK JAYAPURA 6, PERAIRAN AGAT AMAMAPARE 7. LAUT ARAFURU | TIMUR re BIBI aye ate PRAKIRAWAN. STASIUN METEOROLOGI BIAK, (Nama Lengkap) NIP. 28 KETERANGAN CONTOH A dibuat oleh Stasiun Meteorologi Maritim Kelas I! Belawan; 2. CONTOH B dibuat oleh Stasiun Meteorologi Maritim Kelas | Tanjung Priok; 3. CONTOH C dibuat oleh Stasiun Meteorologi Maritim Kelas IV Panjang Lampung; CONTOH D dibuat oleh Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Semarang; CONTOH E dibuat oleh Stasiun Meteorologi Kelas Ill Cilacap; 6. CONTOH F dibuat oleh Stasiun Meteorologi Maritim Kelas Il Perak II Surabaya; CONTOH G dibuat oleh Stasiun Meteorologi Kelas II Eltari Kupang; 8 CONTOH H dibuat oleh Stasiun Meteorologi Maritim Kelas Il Paotere Makassar, 9. CONTOH | dibuat oleh Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Bitung; 10. CONTOH J dibuat oleh Stasiun Meteorologi Kelas | Frans Kaisiepo Biak; 11. Setiap Informasi Cuaca Pelayaran yang dibuat oleh Prakirawan harus ditandatangani oleh prakirawan yang bersangkutan disertai dengan Cap Dinas. KEPALA BADAN METEOROLOGI weston 9 LAMPIRAN IV PERATURAN KEPALA BMG NoMOR ‘SK.170/ME.007/KB/BMG-2006. TANGGAL 31 Agustus 200 CONTOH FORMAT INFORMASI CUACA PELABUHAN PELABUHAN ee TANGGAL |. PERINGATAN CUACA BURUK ll, KEADAAN CUACA SIGNIFIKAN Ill PRAKIRAAN CUACA DAN GELOMBANG : Berlaku 24 jam kedepan dari pukul 07.00 waktu setempat sebagai berikut a. Cuaca b. Arah dan Kecepatan angin c. Rata-rata Suhu Udara d. Rata-rata Kelembanan Udara e. Tinggi Gelombang Laut + Tal PRAKIRAWAN STASIUN METEOROLOGI es NIP. 30 KETERANGAN 1. INFORMASI CUACA PELABUHAN Dibuat oleh setiap Stasiun Meteorologi Maritim dan Stasiun Meteorologi yang ditunjuk; 2. Bila memungkinkan ditambah informasi pasang-surut. 31 LAMPIRAN V PERATURAN KEPALA BMG NOMOR : SK.170/ME.007/KB/BMG-2006. TTANGGAI :_31 Agustus 2006. CONTOH FORMAT INFORMASI CUACA KHUSUS KEADAAN CUACA DAN GELOMBANG DI PERAIRAN .. TANGGAL I. CUACA: ll, ARAH DAN KECEPATAN ANGIN : Ill, GELOMBANG LAUT: .. Pied 3 PRAKIRAW/ STASIUN METEOROLOGI NIP. 32 CONTOH GAMBAR LAYANAN INFORMASI CUACA KHUSUS. Contoh Gambar 1 BADAN METEOROLOG! DAN GEOFISIKA wenomavesoe LEGENDA ARAH ANGIN 10M Tanjung Prick, Jui 2008, Prakiawan | Stasi MotcorlogiKolae | “Tanjung Prik, a STITT TT Pees = inetnanenan ort 4000 Miles Contoh Gambar 2 Se 1 Y LEGENDA mos RAH Getoweanc | (enn Tenjung Prk, Jul 2008, Prakawan Stasiun Meteorlog! Kelas | Tenjung Pro, KETERANGAN INFORMASI CUACA KHUSUS dibuat oleh seluruh Stasiun Meteorologi Maritim, format dapat disesuaikan dengan permintaan pengguna jasa KEPALA BADAN METEOROLOGI! sca enti 34 LAMPIRAN VI PERATURAN KEPALA BMG NOMOR 1 SK,170/ME.007/KB/BMG-2006, TANGGAL 31_Agustus 2006. CONTOH FORMAT LAPORAN BULANAN A. LAPORAN BULANAN KEGIATAN OPERASIONAL STASIUN METEOROLOG! MARITIM BULAN © ose JAM OPERAS! + oo Seok POSISI STASIUN : ....-LUMLS.....--°BT 4. Jumlah seluruh pegawai 5 wesw FANG 2, Jumlah Forecaster seer Oren) 3, Jumlah Observer orang 4, Jumlah Teknisi/Kom seeeenee OFAN 5. Kendaraan Dinas a. Rodaempat :....ccsseees buah, kondisi b, Rodadua = buah, kondisi . 6. Sarana Komunikasi a, Telefac bua, kondisi . b. Telex .. buah, kondisi Gs (Sebutkan bila ada yang lain) 7. Rumah Dinas Operasional :......-nn buah 8. Pelayanan Jasa a. Jumlah Produk 4), Informasi Cuaca Pelayaran buah 2), Informasi Cuaca Pelabuhan buah 3). Informasi Cuaca Khusus sone bua b. Jumiah Pengguna Jasa : 4). Kapal buah 2), Perusahaan Swasta! ccc buah 3). Instansi Pemerintah buah 4), Perorangan seconennene OFANG 9. Bimbingan ke kapal-kapal a. Kunjungan ke kapal 4), Jumlah kapal yang dikunjungi: ......_buah 2), Nama kapal & Perusahaan 35 b. Kegiatan ikut berlayar 4), Berapa kali: 2). Rute 3), Nama Kapel & Perusahaan c. Perolehan data Ship 4). Jumiah data Ship real time yang diterima melalui Stasiun Radio Pantai: .. : .. buah 2), Jumlah data ship yang diterima pada saat kunjungan ke kapal : buah 3). Jumlah data ship seluruhnya agar dilaporkan sebagaimana format terlampir. 10, Pengamatan Cuaca a. Jumiah produk data synop buah b. Jumlah produk data kelautan 4), Suhu permukaan air laut: ...... Buah 2). Gelombang laut esses Buh 11.Masalah yang ada 12.Saran . TGl... KEPALA STASIUN METEOROLOG! NIP 36 JUMLAH DATA SHIP YANG DITERIMA DARI STASIUN RADIO PANTAI DAN PADA SAAT KUNJUNGAN KE KAPAL STASIUN METEOROLOG! MARITIM BULAN ........ NO ISI BERITA DALAM BENTUK SANDI NAMA KAPAL & PERUSAHAAN BONS .. (Isi berita mulai dari call sign kapal) 37 oa Tl Bs KEPALA STASIUN METEOROLOGI MARITIM NIP.