Anda di halaman 1dari 4

Pelita Informatika Budi Darma, Volume : IX, Nomor: 1, Maret 2015

ISSN : 2301-9425

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN ORTHODONTIK


(BEHEL) PADAPT. COBRA DENTAL CABANG MEDAN
MENGGUNAKAN METODE ANALITYCAL HIERARCHY PROCESS
Lina Yanta Panggabean (1011592)
Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika STMIK Budi Darma Medan
Jl.Sisingamangaraja No.338 Simpang Limun Medan
www.stmik-budidarma.ac.id //Email : L.yanta@yahoo.com
ABSTRAK
Orthodontic atau behel yang lebih banyak dikenal orang adalah jenis perawatan orthodontic atau pengobatan
yang ditunjukkan untuk mengoreksi letak gigi atau menyesuaikan rahang atas dan bawah. Alat orthodontic (
yang umumnya dikenal sebagai behel) ada 2 model yaitu: yang lepasan dan cekat, Alat yang model lepasan ini
dapat dilepas pasang oleh pasien dan hanya merawat kasus ringan.
Sebelum memasang behel biasanya dokter gigi akan memeriksa kesehatan gigi pasiennya, jika terdapat lubang,
karang gigi maka akan dibersihkan dahulu, intinya gigi yang akan dibehel haruslah gigi yang sehat. Dikarenakan
banyak pilihan behel gigi atau orthodontic serta bentuk gigi yang berbeda beda sehingga sulit dan
membutuhkan waktu untuk menentukan behel yang tepat pada pasien. Dalam hal ini digunakan system
pengambilan keputusan (SPK) adalah bagian dari Sistem informasi berbasis computer, termasuk system berbasis
pengetahuan (management pengetahuan) yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan.
Pada Skripsi ini dilakukan pembahasan mengenai prosedur analisis menggunakan metode AHP, kemudian
dilakukan pengembangan perangkat lunak yang mengimplementasikan metode tersebut. Setelah perangkat lunak
selesai dikembangkan, dilakukan proses pengujian terhadap perangkat lunak tersebut dan metode AHP.
Selanjutnya Skripsi ini ditutup oleh kesimpulan dan saran pengembangan di masa yang akan datang.
Kata Kunci: Orthodontic, Behel, Eigen Vector, Ahp, Pair Wise Comparison.
1.
1.1.

Pendahuluan
Latar Belakang Masalah
Kehidupan didunia diwarnai dengan
berbagai gaya hidup yang berbeda beda. Banyak
hal yang biasa dilakukan oleh mereka yang sangat
tertarik untuk mengikuti perkembangan zaman atau
trend yang sedang mewabah, berbagai cara dilakukan
untuk memenuhi hasrat tersebut, seperti halnya yang
sedang marak terjadi saat ini yaitu pengguna behel
gigi (orthodontic) sebagai pendukung penampilan
atau gaya hidup.
Kini penggunaan kawat gigi atau behel
semakin marak, terutama dikalangan remaja putri.
Namun sayangnya tidak sedikit dari mereka yang
justru tidak tahu mengenai manfaat behel itu
sendiri. Manfaat behel gigi digunakan untuk
merangsang pertumbuhan gigi agar terlihat lebih
indah dan sekaligus untuk merapikan posisi gigi ke
arah yang positif. Tapi sayangnya behel saat ini justru
digunakan untuk aksi "gaya-gayaan" saja. Hal ini
tentu saja merupakan sebuah hal yang kurang tepat,
karena pemakaian behel yang salah justru dapat
menimbulkan dampak bahaya dari pemakaian
behel itu sendiri.
Orthodontic atau behel yang lebih banyak
dikenal orang adalah jenis perawatan orthodontic
atau pengobatan yang ditunjukkan untuk mengoreksi
letak gigi atau menyesuaikan rahang atas dan bawah.
Alat orthodontic ( yang umumnya dikenal sebagai
behel) ada 2 model yaitu: yang lepasan dan cekat,
Alat yang model lepasan ini dapat dilepas pasang

oleh pasien dan hanya merawat kasus ringan.


Sedangkan model cekat tidak dapat dilepas pasang
oleh pasien, biasanya waktu pemasangan lebih lama
tergantung pada masing masing.
1.2. Perumusan Masalah
Adapun yang menjadi permasalahan dalam
skripsi ini adalah :
1. Bagaimana menentukan kriteria dalam pemilihan
orthodontic pada PT.Cobra Dental ?
2. Bagaimana menerapkan metode Analitycal
Hierarchy Process (AHP) pada Sistem
Pendukung Keputusan penentuan orthodontic ?
3. Bagaimana
merancang
aplikasi
sistem
pendukung keputusan untuk menentukan
orthodontic pada pasien di klinik dokter gigi
menggunakan Microsoft Visual Basic.NET 2008
?
1.3.

Batasan Masalah
Karena keterbatasan waktu dan pengetahuan
penulis, maka ruang lingkup permasalahan dalam
merancang sistem ini antara lain:
1. Kiteria yang digunakan dalam pemilihan
orthodontic adalah Kasus gigi, Model rahang,
Harga, dan Kualitas.
2. Metode yang digunakan dalam pemilihan
orthodontic
PT.Cobra
Dental
dengan
menggunakan metode Analitycal Hierarchy
Process (AHP).

Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Orthodontik(Behel) Padapt. Cobra Dental Cabang


Medan Menggunakan Metode Analitycal Hierarchy Process. Oleh : Lina Yanta Panggabean

125

Pelita Informatika Budi Darma, Volume : IX, Nomor: 1, Maret 2015

3.

4.

Bahasa Pemrograman yang digunakan untuk


merancang sistem adalah Microsoft Visual
Basic.NET
2008
sebagai
bahasa
pemogramannya.
Dalam merancang database perangkat lunak
penulis menggunakan MySQL

1.

2.
3.
4.

1.4.
Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.4.1 Tujuan Penelitian
Adapun yang menjadi tujuan dalam penulisan
skripsi ini adalah sebagai berikut:
1. Menjelaskan kriteria yang digunakan dalam
proses pemilihan orthodontic.
2. Menerapkan metode Analitycal Hierarchy
Process (AHP) dalam pendukung keputusan
penentuan orthodontic.
5. Merancang sistem pendukung keputusan dalam
pemilihan orthodontic dengan menggunakan
Microsoft Visual Basic.NET 2008.
1.4.2 Manfaat Penelitian
Adapun yang menjadi manfaat dalam penulisan
skripsi ini adalah sebagai berikut:
1. Sebagai bahan pertimbangan konsumen dalam
pemilihan orthodontic.
2. Memudahkan dokter gigi dalam pemilihan
orthodontic atau behel pasien pada PT.Cobra
Dental.
3. Untuk memudahkan admin dalam penyimpanan
data behel, karena data-data behel yang di
inputkan akan tersimpan didalam database.
2. Landasan Teori
2.1. Pengertian Sistem
Sistem atas subsistem adalah sebuah tindakan
penting dalam menyederhankan perancangan sistem.
Penggunaan sistem biasanya membutuhkan beberapa
mekanisme pemisahan untuk mengurangi kerumitan
dan komunikasi. Pengendalian dalam sistem adalah
berdasarkan umpan balik yang terbuka maupun
tertutup. Sedangkan penyaringan dapat digunakan
untuk persyaaratan pengolahan dengan mengurangi
masukan. (Kusrini, 2007: 11)
Sistem berasal dari Bahasa Latin (systema) dan
bahasa Yunani (sustema) adalah suatu kesatuan yang
terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan
bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi
atau energi. Istilah ini sering dipergunakan untuk
menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi,
di mana suatu model matematika seringkali bisa
dibuat.
2.2. Orthodontik
Perkataan
Orthodontik dapat kita uraikan
menjadi orthos yang berarti betul. Right atau correct
dan dentos yang berarti gigi. Jadi orthodontik ini
dapat kita terjemahkan dengan ilmu tentang letak ggi
yang betul atau ilmu membetulkan letak gigi.
Tujuan utama dari orthodontik ini adalah:s

5.

ISSN : 2301-9425

Mencegah terjadinya keadaan yang abnormal


dari bentuk muka yang disebabkan karena letak
rahang dan gigi.
Mempertinggi fungsi pengunyahan yang betul.
Mempertinggi daya tahan gigi terhadap
terjadinya caries.
Menghindarkan perusakan gigi terhadap
penyakit penyakit periodontal.
Mencegah adanya perawatan orthodontik yang
berat pada umur selanjutnya

3. Pembahasan
3.1 Analisa Proses Pemilihan Orthodontik
Dalam analisa sistem yang sedang berjalan
adanya pemeriksaan secara terperinci agar segala
permasalahan dan keterbatasan-keterbatasan sistem
lama dapat diketahui dengan jelas. Hal ini dikaitkan
dengan kemampuan sistem dalam mencapai tujuan
objektifitas organisasi.
Analisa sistem lama pada perinsipnya adalah
mempelajari sistem dengan melakukan penelitian dan
pengamatan terhadap unit-unit kerja yang terlibat
dalam proses pemilihan orthodontik. Hal ini
ditunjukkan untuk mengetahui secara jelas dan terinci
proses pemilihan
orthodontik,
serta
untuk
mengevaluasi
permasalahan-permasalahan,
hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan yang
diharapkan sehingga akan dapat diusulkan suatu
pengembangan sistem informasi yang baru.
3.2. Analisa Data Yang Dibutuhkan
Keluaran yang dihasilkan dari penelitian ini
adalah sebuah alternatif yang memiliki nilai tertinggi
dibandingkan dengan alternatif nilai yang lain. Nilai
alternatif tersebut didapat dari hasil penilaian dari
nilai setiap kriteria.
3.3.
Penerapan Metode
Analytic Hierarchy
Process (AHP) dalam Pemilihan orthodontic.
Metode Analytic Hierarchy Process (AHP)
merupakan salah satu metode penyelesaian masalah
Fuzzy Multiple Attribute Decision Making
(FMADM), maka dalam penyelesaian masalah
terhadap Pemilihan PT.Cobra Dental Cabang Medan
dengan metode Analytic Hierarchy Process (AHP)
akan memberikan rekomendasi dari masing-masing
orthodontik dengan kriteria-kriteria penilaian dan
bobot yang telah ditentukan sehingga akan didapat
alternatif terbaik.
Nilai 0,34 pada baris jenis ortho
Transpararent bracet (TB) kolom Kasus Gigi
diperoleh dengan cara mengalikan nilai prioritas
Kasus Gigi dengan nilai jenis ortho Transpararent
bracet (TB) untuk Kasus Gigi. Kolom total diperoleh
dengan menjumlahkan masing-masing nilai pada
setiap barisnya. Dari perhitungan diatas telah
didapatkan nilai tertinggi yaitu 1 pada Jenis
Orthodontik Self Ligating bracet (SLB).
4. Implementasi Sistem

Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Orthodontik(Behel) Padapt. Cobra Dental Cabang


Medan Menggunakan Metode Analitycal Hierarchy Process. Oleh : Lina Yanta Panggabean

126

Pelita Informatika Budi Darma, Volume : IX, Nomor: 1, Maret 2015

Impelementasi adalah suatu tindakan atau


pelaksanaan dari sebuah rencana yang sudah disusun
secara matang dan terperinci. Implementasi biasanya
dilakukan setelah perencanaaan sudah dianggap
selesai. Implementasi dari sistem pendukung
keputusan ini terdiri dari berbagai kebutuhan sebagai
berikut :
1.
Kebutuhan Hardware
Dalam sebuah sistem agar dapat berjalan
seperti yang diinginkan tidak dapat dipisahkan
antara hardware dan software berikut
spesifikasi yang diperlukan dalam merancang
sistem tersebut.
a) Processor Minimal Pentium IV
b) Hardisk Minimal 80 GB
c) RAM 1 GB
d) Monitor
e) Keyboard, Mouse
2. Kebutuhan Software
Sistem ini agar dapat berjalan dengan lancar
tidak lepas dari adanya software yang jelas
mendukung hardware diatas, berikut software yang
dibutuhkan untuk dapat menjalankan sistem tersebut
a)
Sistem Operasi Windows 7
b)
Microsoft Visual Studio .Net 2008
c)
Phptriad 2.3(Mysql)
.
a Tampilan Form Login
Tampilan ini merupakan tampilan dari form
login dimana berfungsi untuk melakukan proses
login. Yang dapat dilihat pada gambar 1 Berikut ini :

ISSN : 2301-9425

Tampilan ini berfungsi untuk menginput data


kriteria dan berisi menu edit, batal, simpan, hapus,
tambah,cari dan keluar. Dapat dilihat pada gambar 3

Gambar 3 Tampilan Form Input Data Kriteria


d. Form Pembobotan Kriteria
Tampilan ini merupakan Form input data nilai
kriteria yang berisi menu -menu. Dapat dilihat pada
gambar 4

Gambar 4 Tampilan Form Input data nilai


Kriteria

Gambar 1 Tampilan Form Login

e. Form Input Data Jenis Orthodontik


Form ini berfungsi untuk input data jenis
orthodontik. Tampilan inindapat dilihat pada gambar
5..

b Form Menu Utama


Form Menu utama adalah Form yang berisi
menu- menu yang dapat diakses oleh admin.
Rancangan menu utama dapat dilihat pada gambar 2

Gambar 5. Tampilan Form Input Data Jenis


Orthodontik

Gambar 2 Tampilan Form Menu Utama

f. Form Input Pembobotan Orthodontik


Form ini berfungsi untuk input nilai orthodontik
yang dapat dilihat pada gambar 6

c Form Input Data Kriteria


Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Orthodontik(Behel) Padapt. Cobra Dental Cabang
Medan Menggunakan Metode Analitycal Hierarchy Process. Oleh : Lina Yanta Panggabean

127

Pelita Informatika Budi Darma, Volume : IX, Nomor: 1, Maret 2015

ISSN : 2301-9425

nilai input data Kriteria, form input data nilai


kriteria, form input Jenis orthodontik, Form data
nilai orthodontik dan Form proses AHP.

Gambar 6 Tampilan Form Pembobotan


Orthodontik
g Form Proses AHP
Form ini merupakan proses AHP yang berisi
kode ortho, jenis ortho dan priorotas Global dan akan
diproses, Hasil proses akan tampil baik. Cukup atau
kurang. Tampilan dapat dilihat pada gambar 7

5.2. Saran
Berdasarkan panjelasan-penjelasan terdapat
beberapa saran guna untuk membantu perkembangan
sistem terutama pada Sistem Pendukung Keputusan
Pemilihan orthodontik dengan menggunakan metode
AHP dan berguna pada pengguna sistem, adapun
saran-saran tersebut antara lain:
1.
Terdapat Pada Admin diharapkan dapat
menerima dan menjalankan sistem pendukung
keputusan ini dengan benar dan tidak
kesalahan dalam penyajian informasi.
2.
Dalam menggunakan Sistem Pendukung
Keputusan Pemilihan orthodontik. Komputer
ini
seharusnya
dikembangkan
dan
ditambahkan dengan informasi yang lebih
jelas sehingga sistem ini dapat terus
berkembang bersama dengan perkembangan
zaman.
3.
Dalam pengembangan sistem dihrapkan
bahasa pemograman lain lebih memudahkan
dalam
penyelesaian
perhitungan
sistematikanya
yang
dimana
akan
menghasilkan informasi yang lebih akurat lagi.
DAFTAR PUSTAKA

Gambar 7 Tampilan Form Proses AHP


5. Kesimpulan Dan Saran
Kesimpulan
Berdasarkan hasil perancangan sistem yang
dilakukan oleh penulis tentang sistem pendukung
keputusan pemilihan orthodontik terbaik untuk
pasien. Dan penulis menyadari pada dasarnya segala
sesuatu akan berjalan dengan baik apabila kita
melakukanya dengan doa dan komitmen. Seperti
yang diuraikan dari bab-bab sebelumnya maka dapat
diambil suatu kesimpulan yang merupakan hasil
akhir dari penulisan yaitu:
1. Proses Penentuan kriteria Pemilihan orthodontik
yaitu dengan mengetahui Kasus gigi pasien dari
dokter gigi, dan harus dapat mengetahui model
rahang pasien, dan juga orthodontik aman di
gunakan pasien pada mulutnya .
2. Penerapan metode Analytical Hierarchy Process
(AHP) dalam pemilihan orthodontik
harus
berdasarkan kriteria-kriteria yang dialami oleh
pasien. Agar dapat dihitung secara sistematis dan
dapat dirancang sesuai dengan program yang
digunakan.
3. Sistem Pendukung Keputusan dalam pemilihan
orhodontik
tersebut dirancang dengan
menggunakan use case diagram, Mysql, dan
aplikasi pemrograman Microsoft Visual Studio
2008. Dan form yang didesain terdiri dari 7 form
diantaranya Form login,form menu utama, form

1.

2.
3.
4.

5.
6.

7.

8.

9.

Kusrini, 2007, Konsep dan Aplikasi Sistem


Pendukung
Keputusan,
Andi
Offset,
Yogyakarta.
Tata Sutabri, 2005, Analisis Sistem Informasi,
Yogyakarta.
Budi Sutedjo Dharma Oetomo, S.Kom, MM,
2002:181)
Kusumadewi, 2006, Jurnal yang Berjudul
Sistem
Pendukung
Keputusan
Untuk
Menentukan Penerimaan Beasiswa Bank BRI
Menggunakan FMADM,
Nugroho, 2010, UML (Unified Modeling
Languange).
Drs. Moh. Uzer Usman, 1996,
http://aadesanjaya..com/2010/11/kompetensiprofesionalisme-guru.html (Diakses pada
tanggal 22 Mei 2014).
Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1993,
http://kkbi.web.id/guru (Diakses pada tanggal
22 Mei 2014).
Ahmadi,
1997,http://aadesanjaya..com/2010/11/kompeten
si profesionalisme-guru.html (Diakses pada
tanggal 22 Mei 2014).
http://amikasahni..com/2010/11/uml.html
(Diakses pada tanggal 22 Mei 2014).

Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Orthodontik(Behel) Padapt. Cobra Dental Cabang


Medan Menggunakan Metode Analitycal Hierarchy Process. Oleh : Lina Yanta Panggabean

128