Anda di halaman 1dari 25
i te, waTay, visano® Informasi Vaksin Untuk Orangtua e Vaksin BCG e Vaksin DTP (Difteri, Tetanus, Pertusis) ¢ Vaksin Campak e Vaksin Cacar Air e Vaksin Hepatitis B ¢ Vaksin Hib ¢ Vaksin Influenza e Vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) e Vaksin Pneumokokus Konjugasi ¢ Vaksin Polio ¢ Vaksin Rabies e Vaksin Rotavirus ¢ Vaksin Tifoid INFORMASI VAKSIN UNTUK ORANGTU: Apakah tuberkulosis itu? ‘Tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi disebabkan ‘Mycobacterium tuberculosis Tuberkulosis paling sering mengenai paru, namun dapat pula mengenai selaput otak, tulang, kelenjar, dan lain-lain. InfeksiTB ditularkan melalui percikan ludah dari orang yang menderita TB aktif (terutama orang serumah). ‘Angka kejadian TB pada anak belum diketahui secara ‘tepat, namun angka perawatan TB berat masih tinggi Di dunia, sekitar 200 anak meninggal setiap harinya akibat TB atau 70.000 anak setiap tahun (data WHO). Pemberian vaksin BCG berguna untuk mencegah infeksi terutama TB berat. Siapa yang harus divaksinasi dengan BCG dan kapan ‘Semua bayi harus mendapat vaksinasi BCG pada usia <3bulan. Apabila usia telah >3 bulan sebaiknya dilakukan uji tuberkulin terlebih dahulu. Vaksinasi BCG diberikan apabila hi ‘Tempat penyuntikan yang kanan atas. Kapan vaksinasi BCG tidak boleh diberikan? Pada keadaan berikut tidak disarankan untuk mendapat vaksinasi BCG, + Reaksi uji tuberkulin >10 mm, * Pada saat kekebalan tubuh menurun seperti, menderita infeksi HIV atau dengan risiko menderita HIV atau menderita penyakit keganasan Vaksin BCG + Menderita gizi buruk, + Pernah sakit tuberkulosis, + Kehamilan Reaksi samping apa yang dapat imbul setelah divaksinasi BCG? Penyuntikan BCG dilakukan di dalam kulit sehingga akan menimbulkan bisul pada 3-6 minggu setelah penyuntikan. Bisul akan sembuh sendiri dalam 2-3, bulan dan meninggalkan bekas luka (jaringan parut) bulat dengan diameter 4-8 mm. Kadang-kadang dijumpai peradangan kelenjar getah bening di ketiak (teraba benjolan di ketiak) yang akan Apabila terjadi reaksi samping sehubungan dengan vaksinasi BCG, kemana harus berobat? + Tanyakan kepada dokter anda apabila ada hal yang ingin diketahui lebih lanjut. Sumber + Center of Disease Control and Prevention http//www.cdc.gov/ vaccines/hep/visfindex htm! + Ranuh IGN, Suyitno H, Hadinegoro SR, Kartasasmita CB, smoedijanto, Soedjatmiko, peryunting. Pedoman Imunisasi dilndonesia. Edis ke-S. Jakarta: Badan Penerbit IDAl; 2014, Untuk informasi lebih lanjut hubungi: ‘Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia ‘melalui email satgasimunisasi@idai.orid > _Informasi vaksin untuk orangtua selengkapnya dapat diunduh di website idai.orid/public-articles/Klinik/ imunisasi Dietitian: 17-8208 INFORMASI VAKSIN UNTUK ORANGTU: aay, oN Vaksin DTP (Difteri, Tetanus, Pertusis) Apa itu difteri, tetanus, dan pertusis? Difteri, tetanus, dan pertusis adalah penyakit berbahaya yang disebabkan bakter Difteri ditandai dengan terjadi selaput putih keabu-abuan di tenggorokan, yang menyebabkan kesukaran bernapas, gagal jantung, sampai kematian. Ditularkan melalui percikan ludah. Tetanus (lockjaw) ditandai dengan kekakuan otot muka dan seluruh otot badan dengan rasa nyeri, Otot mulut dapat kaku sehingga tidak dapat membuka mulut dan tidak dapat menelan sehingga dapat menyebabkan kematian, angka kematian 2 diantara 10 orang pasien. Tetanus disebabkan luka dalam dan kotor. Pada bayi baru lahir bakteri tetanus masuk melalui tali pusat yang dipotong tidak steril. Pertusis (whooping cough) ditandai batuk yang terus menerus dan diakhiri dengan muntah menyebabkan anak tidak dapat makan, minum dan berhenti bernapas (apnu) terutama pada bayi kecil. Dapat menyebabkan pneumonia, kejang, kerusakan otak dan kematian. Penyakit difteri, tetanus dan pertusis dapat dicegah dengan vaksinasi DTP. Sebagian besar anak yang mendapat vaksinasi akan terlindungi dari penyakit ini pada masa kanak-kanak. Siapa yang harus divaksinasi dengan DTP dan kapan vaksin tersebut diberikan? ‘Anak harus mendapat vaksinasi DTP lima kali pada usia: * 2-46-18 bulan- (4-6) tahun atau + 2-3-4-18 bulan- SD kelas 1 Vaksin DTP dapat diberikan bersama dengan vaksin lain. Untuk anak usia >7 tahun diberikan vaksinasi Td atau Tdap. Vaksin Td/Tdap melindungi terhadap tetanus, difteri, dan pertusis harus diulang setiap 10 tahun sekali. Kapan vaksinasi DTP tidak boleh diberikan? + Anak sakit berat disertai panas tinggi, pemberian vaksinasi setelah anak sembuh dari sakit. Pada sakit ringan tanpa demam vaksinasi dapat diberikan. + Anak yang pernah mendapat reaksi alergi berat setelah vaksinasi pertama kali dengan DTP, tidak diperbolehkan untuk mendapat vaksinasi selanjutnya. + Kejang atau pingsan segera setelah vaksinasi dengan DTP + Anak menangis keras dan terus menerus selama >3 jam setelah vaksinasi Apa efek samping pemberian vaksin DTP? Penyakit difteri, tetanus, dan pertusis lebih berisiko daripada efek samping vaksinasi DTP. Walaupun demikian vaksin seperti obat , dapat menimbulkan efek samping yang serius seperti reaksi alergi berat (syok) tetapi jarang sekali. Efek samping ringan + Demam, terjadi pada 1 diantara 4 anak + Kemerahan dan sedikit bengkak pada tempat suntikan , terjadi pada 1 diantara 4 anak + Rasa sakit pada tempat suntikan, terjadi pada 1 diantara 4 anak Efek samping tersebut lebih sering terjadi pada vaksinasi ke-4 dan ke-5; berlangsung selama 1-7 hari (terjadi 1 diantara 30 anak) + Rewel(1diantara 3 anak) + Nafsu makan berkurang (1 diantara 10 anak) + Muntah (1 diantara 50 anak) Efek samping di atas timbul 1-3 hari setelah vaksinasi + Kejang 1 diantara 14,000 anak ‘+ Menangis terus menerus selama >3 jam (1 diantara 1,000 anak) + Demam tinggi 39°C (1 diantara 16,000 anak) Efek samping berat (jarang sekali terjadi) + Reaksi alergi berat (syok) terjadi pada 1 diantara 1 juta dosis + Efek samping berat pernah dilaporkan seperti kejang berulang/lama, koma atau kesadaran menurun Kelainan tersebut jarang sekali terjadi dan mungkin juga bukan karena vaksin. Bagaimana bila terjadi reaksi yang serius? ‘Apa yang harus diperhatikan? Perhatikan gejala yang timbul seperti reaksi alergi berat, demam sangat tinggi atau perubahan perilaku. Gejala reaksi alergi berat seperti biduran seluruh badan, edema muka, bengkak bibir, bengkak kelopak mata, sesak napas, denyut jantung/nadi meningkat, pusing dan lemas. Gejala ini timbul segera beberapa menit sampai 2 jam setelah vaksinasi. Apabila anda duga reaksi alergi berat segera bawa ke rumah sakit terdekat. ‘Sumber Center of Disease Control and Prevention http://www.cde.gov/ vaccines/hep/visfindex htm! Ranuh IGN, Suyitno H, Hadinegoro SR, Kartasasmita CB, smoedijanto, Soadjatmiko, peryunting. Pedoman Imunisasi dilndonesia. Edis ke-S. Jakarta: Badan Penerbit IDAl; 2014, Untuk informasi lebih Ianjut hubungi: Satgas Imunisasi katan Dokter Anak indonesia ‘melalui email satgasimunisasi@idal.orid > _Informasi vaksin untuk orangtua selengkapnya dapat diunduh di website idai orid/public-articles/kliniky imunisasi ‘Deatitan: 72018 INFORMASI VAKSIN UNTUK ORANGTU: aay, oN Apakah campak itu? disebabkan oleh virus morbili. Penyakit ini sangat menular melalui percikan ludah (batuk dan bersin). Campak dapat mengenai anak dan dewasa. Apa gejala campak? Vaksin Campak ‘umur 9 bulan dan diulang pada umur 2 tahun dan pada saat masuk sekolah SD. + Sedangkan vaksin kombinasi MMR diberikan pada umur >12 bulan dan diulang saat anak masuk sekolah SD. Apakah vaksin campak aman? Campak diawali dengan demam tinggi, batuk, pilek, mata kemerahan, kadang-kadang diare. Kemudian timbul ruam kulit kemerahan yang dimulai dari belakang telinga dan menyebar ke seluruh tubuh. Ruam akan menghilang dalam jangka waktu seminggu sedangkan batuk dapat berlangsung lebih lama. Beberapa anak dapat menderita kejang dan dehidrasi (kekurangan cairan). Komplikasi campak dapat mengenai paru dan jaringan otak. Apakah campak merupakan penyakit yang berat? Campak dapat berbahaya, terutama pada bayi dan anak yang lebih muda. Anak memerlukan perawatan apabila terjadi komplikasi terutama radang paru (pneumonia) dan radang otak (ensefalitis) Di seluruh dunia, sekitar 150.000-170.000 anak meninggal karena campak tiap tahunnya-terutama terjadi pada anak-anak dengan gizi buruk yang tidak mendapatkan vaksinasi campak. ‘Vaksin campak ada dua jenis, vaksin campak tunggal dan kombinasi (MMR: measles, mumps, rubella) Mengapa anak harus mendapat vaksinasi campak dan kapan harus ? + Semua anak harus mendapat vaksin campak pada Vaksin campak adalah vaksin hidup sehingga harus diberikan pada anak sehat. Reaksi samping yang ‘mungkin timbul, - demam 1-3 hari pada umumnya tidak tinggi -ruam kulit, akan menghilang sendiri tanpa perawatan Bagaimana bila terjadi reaksi yang serius? Hubungi tempat pemberian vaksinasi atau rumah sakit terdekat. Sumber + Center of Disease Control and Prevention http//www.cdc.gov/ vaccines/hepWvis/index htm! + Ranuh IGN, Suyitno H, Hadinegoro SR, Kartasasmita CB, smoedijanto, Soedjatmiko, peryunting. Pedoman Imunisasi dilndonesia. Edis ke-S. Jakarta: Badan Penerbit IDAl; 2014, Untuk informasi lebih Ianjut hubungi: Satgas Imunisasi katan Dokter Anak Indonesia ‘melalui email satgasimunisasi@idai.orid > _Informasi vaksin untuk orangtua selengkapnya dapat diunduh di website idai orid/public-articles/klinik/ imunisasi Dietitian: 17-8208 INFORMASI VAKSIN UNTUK ORANGTU: Apakah cacar air itu? Cacar air (juga disebut varisela) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus varicella- zoster. Penyakit ini biasanya ringan, namun dapat ‘menjadi berat pada bayi dan orang dewasa. Apa gejala cacar air? + Cacar air diawali demam yang tidak tinggi, diikuti keluar lepuh (bintil) di kulit yang gatal terutama di punggung dan dada, menjalar ke muka dan anggota badan. + Pada infeksi yang berat dapat menyebabkan radang paru (pneumonia). + Virus cacar air dapat menular dari orang ke orang lain melalui udara atau dari cairan yang berasal dari lepuh cacar ait + Orang yang sudah pernah menderita cacar air setelah beberapa tahun dapat mengalami ruam kembali yang nyeri, yang disebut cacar ular (herpes zoster) apabila sistem kekebalan ‘tubuhnya menurun. Vaksin cacar air dapat mencegah infeksi dan penularan cacar air. Siapa yang harus mendapat vaksin cacar air dan kapan vaksinasi tersebut harus diberikan? + Anak-anak yang belum pernah menderita cacar air harus diberikan vaksin cacar air pada umur 12-15 bulan. } Vaksin Cacar Air + Anak yang berusia 13 tahun ke atas (yang belum pernah menderita cacar air atau belum pernah mendapat vaksin cacar air) harus diberikan dua dosis dengan interval sekurang- kurangnya 28 hari. + Vaksinasi cacar air dapat diberikan pada setiap orang yang belum mendapat vaksinasi atau belum pernah menderita cacar air. Vaksinasi diberikan dua dosis. + Vaksin cacar air dapat diberikan bersamaan dengan vaksin-vaksin lainnya. Siapa yang tidak dapat divaksinasi atau vaksinasi harus ditunda? + Menderita sakit berat pada saat jadwal vaksinasi, maka harus menunggu sembuh. + Wanita hamil dan tidak boleh hamil dalam waktu 1 bulan setelah mendapat vaksin cacar air. + Keadaan yang menurunkan kekebalan tubuh, + Menderita HIV/AIDS atau penyakit lain yang mempengaruhi sistem imun + Sedang mendapat terapi dengan obat yang mempengaruhi sistem imun + Menderita kanker dan sedang menjalani pengobatan + Baru menerima transfusi darah atau produk darah lainnya, vaksinasi perlu ditunda 2 minggu. Mintalah informasi lebih lanjut pada dokter Anda. Apa reaksi samping vaksin cacar air? Bagaimana bila terjadi reaksi samping? Mendapat vaksin cacar air jauh lebih aman dibandingkan dengan terjangkit penyakit cacar air. Kebanyakan orang yang mendapat vaksin cacarair tidak mengalami efek samping. Reaksi yang dapat timbul adalah, + Bengkak dan nyeri di daerah suntikan (pada sekitar 1 dari S anak dan pada sekitar 1 dari 3 dewasa) + Demam (pada 1 dari 10 orang) + Ruam ringan + Kejang yang disebabkan oleh demam + Alergi dapat berupa gatal, bengkak, atau sulit bernapas Hubungi tempat pemberian vaksinasi atau rumah sakit terdekat. Sumber Center of Disease Control and Prevention http://www.cde.gov/ vaccines/hepWvisfindex htm! Ranuh IGN, Suyitno H, Hadinegoro SR, Kartasasmita CB, smoedijanto, Soedjatmiko, peryunting. Pedoman Imunisasi dilndonesia. Edis ke-S. Jakarta: Badan Penerbit IDAl; 2014, Untuk informasi lebih lanjut hubungi: ‘Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia ‘melalui email satgasimunisasi@idai.orid > _Informasi vaksin untuk orangtua selengkapnya dapat diunduh di website idai orid/public-articles/klinik/ imunisasi Dietitian: 1782018 INFORMASI VAKSIN UNTUK ORANGTU: oa ‘@ Apakah hepatitis B itu? Hepatitis B disebabkan oleh virus hepatitis B. + Terdapat lebih dari 2 milyar individu dengan infeksi hepatitis B di seluruh dunia. Diantaranya, terdapat 400 juta orang sebagai pembawa virus hepatitis B kronis. Setiap tahun 500.000 sampai 1,2 juta orang akan meninggal karena sirosis dan kanker sel hati akibat hepatitis B. + Indonesia merupakan negara endemis hepatitis B, virus hepatitis B ditemukan pada 07-2,1% ibu hamil. Penularan tersering terjadi dari ibu dengan hepatitis B ke bayi yang dilahirkannya, apabila bayinya tidak mendapat imunisasi dengan vaksin dan imunoglobulin hepatitis B. + Bayi baru lahir yang terinfeksi dari ibunya berisiko 90% menjadi kronis dan berpotensi jadi sirosis hati dan kanker hati. Gejala hepatitis B Infeksi akut Bayi dan anak kecil yang terinfeksi hepatitis B pada umumnya tidak menunjukkan gejala. Remaja dan dewasa yang terinfeksi hepatitis B dapat mengalami gejala akut berupa: + Penurunan nafsu makan + Demam + Lesu Vaksin Hepatitis B + Nyeri pada otot, sendi, dan perut + Mual, muntah, dan diare + Kuning pada mata dan kulit. + Gejala akut biasanya timbul 3-4 bulan setelah infeksi. Infeksi kronis Kebanyakan individu yang mengalami infeksi kronis seringkali tidak menunjukkan gejala tetapi infeksi yang terjadi dapat menyebabkan kerusakan hati lanjut (sirosis), kanker hati, dan kematian. Infeksi kronis lebih sering terjadi pada bayi dan anak-anak dibandingkan orang dewasa. Individu dengan infeksi kronis dapat menularkan virus hepatitis B pada orang lain, meskipun mereka tidak merasa sakit. Bagaimana hepa’ menular? B dapat Virus hepatitis B mudah menular melalui darah. atau cairan tubuh dari orang lain atau kontak dengan objek yang terinfeksi. Penularan pada bayi dan anak dapat terjadi karena: + Bayi lahir dari ibu yang terinfeksi hepatitis B. + Kontak dengan darah dan cairan tubuh melalui luka pada kulit. + Kontak dengan objek yang mengandung darah atau cairan tubuh seperti sikat gigi, alat cukur, alat pemantau gula, dan alat suntik untuk diabetes. + Menggunakan jarum suntik yang sama dengan orang yang terinfeksi; atau jarum untuk memasang anting-anting yang tidak steril (terinfeksi). + Tertusuk jarum yang sudah pernah digunakan. Apa manfaat vaksin hepatitis B? \Vaksin Hepatitis B dapat mencegah infeksi hepatitis B serta komplikasinya. Vaksin Hepatitis B dapat diberikan secara tunggal atau kombinasi dengan vaksin lain, \Vaksinasi hepatitis B secara rutin diwajibkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia dan Kementerian Kesehatan Rl. Siapa yang harus mendapat vaksinasi hepatitis B dan kapan diberikan? + Bayi mendapat 3 dosis vaksin hepatitis B sebelum usia 6 bulan. Dosis pertama: Saat lahir sebelum usia 12 jam Dosis kedua_: Usia 1-2 bulan Dosis ketiga : Usia 6-12 bulan + Apabila bayi mendapat vaksin kombinasi yang mengandung hepatitis B dapat diberikan 4 dosis, Dosis tambahan ini tidak berbahaya. + Bayi yang lahir dari ibu dengan hepatitis, B (HBsAg positif) harus mendapat vaksin hepatitis B dosis pertama sebelum usia 12 jam ditambah imunoglobulin hepatitis B pada saat yang sama pada paha yang berbeda. + Pemberian vaksinasi dan imunoglobulin hepatitis B ini diberikan setelah pemberian suntikan vitamin K1. Vaksinasi selanjutnya diberikan sesuai jadwal. Bayi yang lahir dari ibu dengan hepatitis B ini perlu diperiksa HBsAg dan antiBs pada usia 9-18 bulan. + Anak dan remaja yang belum divaksinasi sebelumnya harus mendapatkan vaksinasi ini sebanyak 3 dosis. Siapa yang tidak boleh mendapat vaksin hepatitis B? + Setiap orang yang pernah mengalami alergi berat terhadap vaksin. Beritahukan kepada dokter anda. + Setiap orang yang sedang menderita penyakit infeksi berat harus menunggu sampai sembuh. + Dokter anda dapat memberikan informasi lebih lanjut mengenai hal ini. Apa risiko pemberian vaksin hepatitis B? Vaksin hepatitis B merupakan vaksin yang sangat aman dan hampir tidak ada efek samping berat. Efek samping berat sangat jarang terjadi, yaitu satu dari 1,1 juta dosis. Beberapa efek samping ringan yang telah dilaporkan: + Bengkak pada tempat suntikan (pada sekitar 1 dari 4 orang) + Suhu badan 37,8°C atau lebih (pada sekitar 1 dari 15 orang) Sumber Center of Disease Control and Prevention http://www.cde.gov/ vaccines/hepWvis/index htm! Ranuh IGN, Suyitno H, Hadinegoro SR, Kartasasmita CB, smoedijanto, Soedjatmike, peryunting. Pedoman Imunisasi dilndonesia. Edis ke-S. Jakarta: Badan Penerbit IDAl; 2014, Untuk informasi lebih Ianjut hubungi: ‘Satgas Imunisasi katan Dokter Anak Indonesia ‘melalui email satgasimunisasi@idai.orid > _Informasi vaksin untuk orangtua selengkapnya dapat diunduh di website idai orid/public-articles/klinik/ imunisasi Dietitian: 1782018 INFORMASI VAKSIN UNTUK ORANGTU: on * i i Apa infeksi Hib? Haemophilus influenza tipe b (Hib) merupakan bakteri yang berbahaya, penyebab tersering dari ‘meningitis dan pneumonia pada bayi dan anak dibawah 5 tahun. Banyak anak-anak dan dewasa sehat membawa bakteri Hib di tenggorokan mereka tanpa disadarinya sehingga menularkan ke orang lain atau anak-anak. Bakteri Hib masuk ke dalam aliran darah, paru-paru, selaput otak, dan menyebabkan masalah yang serius. Penyakit Hib dapat menyebabkan: + Radang selaput otak atau meningitis + Radang paru atau pneumonia + Bengkak yang hebat pada tenggorokan, yang menyebabkan sulit bernapas + Infeksi darah, sendi, tulang, dan selaput jantung + Kematian. Vaksin Hib Vaksin Hib diberikan 3 atau 4 dosis, tergantung dari umur anak. Vaksin Hib dapat mencegah penyakit Hib. Sejak vaksin mulai digunakan, jumlah kasus penyakit Hib menurun lebih dari 999%. \Vaksinasi Hib direkomendasikan pada umur 2,4,6 bulan dan diulang pada umur 12-15 bulan. \Vaksin Hib aman dan dapat diberikan sebagai Vaksin Hib agian dari vaksin kombinasi yang disatukan menjadi satu suntikan. Anak yang berusia lebih dari S tahun tidak membutuhkan vaksin Hib, kecuali bila anak atau orang dewasa akan menjalani operasi pengangkatan limpa atau setelah transplantasi sumsung tulang. Ada beberapa orang yang tidak boleh diberikan vaksin Vaksin Hib tidak boleh diberikan pada bayi yang berusia kurang dari 6 minggu. Beritahukan kepada dokter Anda: + Apabila anak anda pernah mengalami reaksi alergi berat setelah pemberian satu dosis, vaksin Hib, atau menderita alergi berat tethadap salah satu komponen vaksin. + Apabila anak merasa tidak enak badan. Dokter Anda akan menyarankan penundaan vaksinasi hingga anak merasa lebih baik. Reaksi efek samping vaksin Hib Efek samping vaksin Hib ringan dan dapat menghilang dengan sendirinya. Kebanyakan ‘orang yang mendapat vaksin Hib tidak mengalami efek samping sama sekali. Efek samping serius sangat jarang. Efek samping yang dapat terjadi setelah pemberian vaksin Hib, + Kemerahan, rasa panas atau bengkak pada lokasi suntikan + Demam Efek samping yang ringan ini dapat terjadi segera setelah vaksin disuntikkan dan berlangsung selama 2-3 hari. Bagaimana bila terjadi reaksi yang serius? Tanda-tanda apa yang harus saya amati? + Perhatikan terjadinya tanda-tanda yang mengkhawatirkan, seperti tanda-tanda reaksi alergi berat atau demam yang sangat tinggi. + Tanda-tanda reaksi alergi berat dapat ‘meliputi gatal-gatal, bengkak pada wajah dan ‘tenggorokan, sulit bernapas, denyut jantung yang cepat, pusing dan rasa lemas. Gejala- _Informasi vaksin untuk orangtua selengkapnya dapat diunduh di website idai orid/public-articles/klinik/ imunisasi Dietitian: 17-8208 INFORMASI VAKSIN UNTUK ORANGTU: aay, oN Untuk apa mendapat vaksinasi flu? Influenza (‘flu’) adalah penyakit yang mudah menular dan menyebar. Flu disebabkan oleh virus influenza yang disebarkan melalui batuk, bersin, dan kontak erat. Setiap orang bisa terinfeksi flu, tetapi risiko mendapat flu lebih tinggi pada anak-anak. Gejala ‘timbul segera dan menetap untuk beberapa hari. Gejala dapat berupa: + Demam/menggigil + Nyeri tenggorok + Nyeri pada otot + Lelah + Batuk + Sakit kepala + Hidung pilek atau tersumbat Flu bisa lebih berat pada anak, orang tua >65 tahun, wanita hamil, dan seorang yang menderita penyakit jantung, paru, dan ginjal. Vaksin flu diperlukan untuk mereka dan orang sehat yang berhubungan dekat dengan mereka. Vaksin flu adalah pelindung paling baik terhadap flu dan komplikasinya. Vaksin flu mencegah penyebaran flu terhadap orang sekitarnya. Vaksin Influenza \Vaksin flu yang beredar di Indonesia adalah vaksin flu inactivated (mati), tidak mengandung virus flu yang hidup, diberikan secara suntikan. Vaksin Influenza Vaksin flu diberikan tiap tahun, pada anak usia 6 bulan sampai usia 8 tahun dalam 2 dosis awal/ dasar. Virus flu selalu bertukar (mutasi), maka tiap tahun dibuat vaksin flu yang diperkirakan sesuai dengan jenis virus yang akan berjangkit pada tahun itu. Walaupun vaksin flu tidak dapat mencegah semua jenis flu. Vaksin flu inactivated melindungi tethadap 3 atau 4 jenis virus influenza. Perlindungan akan terjadi setelah 2 minggu setelah vaksinasi dan akan bertahan beberapa bulan sampai 1 tahun. Beberapa penyakit yang bukan disebabkan virus influenza sering disebut flu. Vaksin flu tidak akan melindungi penyakit penyakit lain yang disebabkan oleh virus lain. Dosis vaksin flu untuk dewasa lebih besar dan ditujukan untuk usia >65 tahun. ‘Sebagian orang yang tidak boleh mendapatkan vaksin flu. Jelaskan pada dokter yang akan memberikan vaksinasi bila Anda: + Pernah mendapat reaksi alergi yang mengancam jiwa. Bila pernah mendapat reaksi alergi yang berat setelah vaksinasi flu atau vaksinasi lain, anda tidak divaksinasi lagi dengan vaksinasi flu. + Pernah menderita sindrom Guillain-Barre {kelumpuhan, disebut juga GBS). Mereka tidak boleh diberikan vaksin flu. + Apabila Anda atau anak Anda tidak sehat, berikan setelah sembuh. isiko reaksi vaksii \Vaksin seperti obat dapat menimbulkan efek samping. Pada umumnya efek samping ringan dan akan sembuh sendiri. Efek samping yang serius dapat juga terjadi tetapi sangat jarang. \Vaksin flu mati tidak mengandung virus flu hidup, jadi vaksin ini tidak akan menimbulkan penyakit flu. Pingsan dapat terjadi setelah vaksina: Untuk menghindarkan terjatuh setelah divaksinasi dianjurkan untuk duduk atau berbaring selama 15 menit. Jelaskan pada dokter anda bila mual atau sakit kepala, penglihatan kabur atau kuping mendengung. Efek samping setelah vaksinasi: + suara serak + merah, sakit, dan bengkak pada tempat suntikan ‘+ mata kemerahan dan sakit + demam + sakit kepala = nyeriotot + rasalelah Gejala-gejala tersebut biasanya terjadi segera setelah disuntik dan menghilang 1-2 hari. + Reaksi alergi berat (diperkirakan 1 diantara 1 juta dosis) + Kemungkinan kecil dapat terjadi GBS, tidak lebih dari 1 sampai 2 orang diantara 1 juta dosis vaksin. Ini lebih kecil daripada komplikasi yang dapat ditimbulkan sakit influenza. Bagaimana bila terjadi reaksi yang serius? ‘Apa yang harus saya perhatikan? Perhatikan gejala, seperti gejala alergi yang mengancam jiwa, demam sangat tinggi atau perilaku yang berubah. Gejala reaksi alergi yang serius seperti biduran luas, muka bengkak dan tenggorok tersumbat sehingga susah bernapas, denyut nadi bertambah dan merasa lemah. Gejala ini dapat timbul segera setelah vaksinasi sampai beberapa jam kemudian. Apakah yang harus dilakukan? Bila anda yakin ini suatu masalah yang serius dan ‘emergensi yang tidak dapat ditunda hubungi segera dan bawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan. Sumber Center of Disease Control and Prevention http://www.cde.gov/ vaccines/hep/vis/index html Ranh IGN, Suyitno H, Hadinegoro SR, Kartasasmita CB, smoedijanto, Soedjatmiko, peryunting. Pedoman Imunisasi dilndonesia. Edis ke-S. Jakarta: Badan Penerbit IDAl; 2014, Untuk informasi lebih Ianjut hubungi: Satgas Imunisasi katan Dokter Anak indonesia ‘melalui email satgasimunisasi@idal.orid > _Informasi vaksin untuk orangtua selengkapnya dapat diunduh di website idai orid/public-articles/Klinik/ imunisasi Dietitian: 1782014 INFORMASI VAKSIN UNTUK ORANGTU: ay, oN Vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) Apa itu measles, mumps, dan rubella? ‘Measles (campak), Mumps (gondongan), Rubella (campak Jerman) adalah penyakit yang serius. Sebelum ada vaksin MMR penyakit ini paling sering terjadi pada anak. Measles (Campak) Virus campak menimbulkan gejala demam tinggi yang diikuti ruam kulit kemerahan, batuk, pilek, iritasi di mata. Dapat menimbulkan infeksi telinga, radang paru-paru, kejang, kerusakan otak, dan dapat menyebabkan kematian apabila terjadi kompli Mumps (Gondongan) + Virus gondongan menimbulkan demam, sakit kepala, nyeri otot, nafsu makan berkurang dan pembesaran kelenjar getah bening leher. + Dapat menimbulkan tuli, radang selaput otak dan radang saraf tulang belakang, nyeri akibat radang pada testis atau kandung telur yang dapat menyebabkan mandul (jarang). Rubella (Campak Jerman, Rubela) + Virus rubela menimbulkan kemerahan kulit, nyeri sendi(terutama pada wanita) dan demam ringan * Bila seorang wanita sedang hamil muda terinfeksi rubela akan terjadi keguguran atau dapat melahirkan bayi dengan kelainan lahir yang berat (tuli, hidrosefalus, kelainan saraf, dan kelainan jantung). Penyakit ini ditularkan melalui udara dari orang ke orang lain. Anda dapat dengan mudah terjangkit hanya dengan berada di sekitar orang yang terinfel \Vaksin MMR dapat melindungi anak dan dewasa dari penyakit ini, Berkat adanya vaksinasi MMR angka kejadian penyakit ini menjadi sangat berkurang, namun bila vaksinasi MMR dihentikan penyakit ini akan berjangkit kembal iapa yang perlu mendapat vaksinasi MMR dan kapan diberikan ? + Anak-anak harus mendapatkan vaksinasi MMR 2 dosis cepat, dengan interval dosis pertama dan kedua berjarak paling sedikit 28 hari) inasi MMR dapat diberikan bersama-sama vaksin Beberapa orang yang tidak boleh divaksinasi MMR atau harus + Seorang yang pernah alergi terhadap neomisin atau salah satu komponen yang terdapat dalam vaksin MMR yang menimbulkan reaksi yang berat. Jelaskan pada dokter anda bahwa anda seorang penderita alergi yang berat, + Seseorang yang sedang sakit ketika akan divaksinasi dan akan diberikan setelah sembuh, dari penyakit. + Wanita hamil tidak boleh divaksinasi, boleh divaksinasi setelah melahirkan. + Wanita setelah divaksinasi MMR tidak boleh hamil sampai 4 minggu setelah vaksinasi Jelaskan pada dokter Anda bahwa seseorang yang akan mendapat vaksin, ‘+ menderita HIV/AIDS, atau penyakit lain yang ‘menekan sistim imun + sedang mengkonsumsi obat yang menekan sistem imun seperti kortikosteroid ‘+ menderita kanker yang sedang mendapat pengobatan radiasi atau obat kemoterapi + pernah menderita trombositopenia (jumlah ‘trombosit kurang) atau penyakit darah lainnya + telah mendapat vaksinasi untuk penyakit lain dalam jangka waktu kurang dari 4 minggu + baru mendapat transfusi darah/ komponen darah Apakah risiko vaksinasi MMR? + Vaksin seperti juga obat dapat menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan seperti reaksi al iko vaksin MMR menimbulkan akibat yang serius atau kematian adalah sangat kecil. + Lebih baik divaksinasi daripada menderita sakit campak, gondong, dan rubela. + Sebagian besar individu yang mendapat vaksin MWR tidak mendapat efek samping yang serius. Efek samping + Demam (kurang daril diantara 6 kasus) + Ruam di kulit yang ringan + Pembengkakan kelenjar pipi atau leher (1 diantara 75 kasus) pada umumnya 6-14 hari setelah vaksinasi, Setelah suntikan kedua lebih jarang terjadi efek samping. + Kejang klonik atau bengong yang disebabkan demam (1 diantara 3000 dosis) ‘+ Sakit dan kaku sendi yang sementara terutama pada remaja atau wanita dewasa (1 diantara 4 kasus) ‘+ Jumiah trombosit menurun sementara, yang dapat menimbulkan perdarahan (1 diantara 30,000 dosis) + Reaksi alergi yang berat (kurang dari 1 diantaral juta dosis). Apakah yang harus diperhatikan bila Apa yang harus diperhatikan? + Cariatau pethatikan gejala yang timbul seperti teaksi alergi berat, demam sangat tinggi atau perubahan perilaku. + Gejala reaksi alergi berat seperti biduran seluruh badan, bengkak pada muka, bibir, kelopak mata, sesak napas, denyut jantung/nadi meningkat, using dan lemas. Gejala ini timbul segera beberapa menit sampai 2 jam setelah vaksinasi. ‘Apa yang saya harus lakukan ? Bila diduga reaksi alergi berat segera hubungi dokter yang memberikan vaksinasi atau rumah sakit terdekat. Sumber + Centerof Disease Control and Prevention http/wwnw.cde.gov/ vaccines/hepWvis/index htm! + Ranuh IGN, Suyitno H, Hadinegoro SR, Kartasasmita CB, smoedijanto, Soedjatmiko, peryunting. Pedoman Imunisasi dilndonesia. Edis ke-S. Jakarta: Badan Penerbit IDAl; 2014, Untuk informasi lebih Ianjut hubungi: ‘Satgas Imunisasi katan Dokter Anak Indonesia ‘melalui email satgasimunisasi@idai.orid > _Informasi vaksin untuk orangtua selengkapnya dapat diunduh di website idai orid/public-articles/klinik/ imunisasi ‘Deaton: 782018 INFORMASI VAKSIN UNTUK ORANGT" aay, oN Vaksin Pneumokokus Konjugasi Apa saja penyakit yang disebabkan oleh pneumokokus? Infeksi pneumokokus disebabkan oleh kuman Streptococcus pneumoniae (pneumokokus). Penyakit ini disebarkan melalui manusia ke ‘manusia melalui percikan ludah (droplet). Kuman pneumokokus dapat menimbulkan penyakit yang serius, termasuk pneumonia (radang paru), infeksi darah (sepsis), radang telinga tengah (otitis media), dan meningitis {infeksi selaput otak). Meningitis pneumokokus sangat jarang terjadi {kurang dari 1 kasus per 100.000 orang per tahun), tetapi dapat menyebabkan masalah kesehatan yang lain, seperti ketulian dan kerusakan otak. Pada anak, penyakit ini dapat mematikan 1 diantara 10 kasus. Anak berumur <2 tahun mempunyai risiko tinggi untuk mendapatkan penyakit yang serius dibandingkan anak lebih besar. Pada kondisi kesehatan tertentu (penurunan sistem kekebalan), orang tua >65 tahun, dan perokok berisiko terserang penyakit akibat pneumokokus. Sebelum ada vaksinasi pneumokokus, infeksi ini menyebabkan masalah pada anak di bawah usia 5 tahun. Lebih dari 700 kasus meningitis, 13.000 infeksi darah, diperkirakan 5 juta infeksi pada telinga, dan sekitar 200 orang meninggal setiap tahun disebabkan infeksi pneumokokus. Diperkirakan 4,000 dewasa meninggal tiap tahun disebabkan infeksi pneumokok. Infeksi pneumokok juga sulit diobati disebabkan beberapa tipe sudah resisten (tidak mempan) tethadap antibiotik. Vaksin pneumokokus konjugasi dianjurkan untuk melindungi bayi, batita, dan lansia dari penyakit infeksi pneumokokus. Maka pencegahan melalui vaksinasi sangat dianjurkan. Vaksin pneumokokus Vaksin pneumokokus konjugasi diberikan secara rutin pada bayi usia 2, 4, 6, dan 12-15 bulan, karena pada usia tersebut sangat rentan terinfeksi kuman pneumokokus. Namun dapat juga diberikan pada anak lebih besar. Tipe vaksin pneumokokus yang lain adalah PPSV23, dapat juga diberikan pada anak dalam kesehatan tertentu yang berumur >2 tahun dan orang tua >65 tahun. Perhatian khusus + Seseorang yang pernah mendapat reaksi alergi yang mengancam jiwanya yang disebabkan vaksinasi sebelumnya terhadap vaksin pneumokokus, tidak dianjurkan untuk divaksinasi. + Seseorang yang pernah divaksinasi pneumokokus dan menimbulkan reaksi alergi berat tidak boleh divaksinasi ulang. + Bila anak sedang sakit ketika akan divaksinasi, ‘maka vaksin diberikan setelah sembuh. Dokter anda akan menjelaskan lebih jelas. Apakah risiko vaksinasi pneumokokus? \Vaksin juga sama dengan obat dapat menimbulkan efek samping. Biasanya ringan dan akan hilang dengan sendirinya. Reaksi yang serius dapat juga terjadi, tetapi sangat jarang. Reaksi yang pernah dilaporkan akibat vaksinasi pneumokokus. + Anak dapat mengeluh pusing setelah suntikan, kehilangan nafsu makan sementara, kemerahan, dan rasa sakit pada tempat suntikan + Diperkirakan 1 dari 3 anak mengalami pembengkakan pada tempat suntikan + Diperkirakan 1 dari 3 anak mengalami demam namun tidak tinggi + Diperkirakan 8 diantara 10 anak menjadi rewel + Orang dewasa yang mendapat vaksinasi pneumokok melaporkan kemerahan, sakit, dan bengkak pada tempat suntikan, demam ringan, rasa lelah, sakit kepala, menggigil, atau sakit otot + Reaksi alergi yang mengancam jiwa sangat jarang dilaporkan. Apa yang harus dilakukan bila terjadi reaksi serius? ‘Apa yang harus saya perhatikan? + Perhatikan gejala yang timbul seperti reaksi alergi berat, dan demam tinggi. + Gejala reaksi alergi berat seperti biduran seluruh badan, bengkak pada muka, bibir, kelopak mata, serta sesak napas, denyut jantung/nadi meningkat, pusing dan lemas. + Gejala ini timbul segera beberap menit sampai 2 jam setelah vaksinasi. ‘Apa yang saya harus dilakukan? Bila anda duga reaksi alergi berat segera hubungi no telepon tempat dilakukan imunisasi. Sumber Center of Disease Control and Prevention http://www.cde.gov/ vaccines/hepWvisfindex htm! Ranuh IGN, Suyitno H, Hadinegoro SR, Kartasasmita CB, smoedijanto, Soedjatmiko, peryunting. Pedoman Imunisasi dilndonesia. Edis ke-S. Jakarta: Badan Penerbit IDAl; 2014, ‘Untuk informasi lebih Ianjut hubungi: ‘Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia ‘melalui email satgasimunisasi@idal.orid Informasi vaksin untuk orangtua selengkapnya dapat diunduh di website idai orid/public-articles/kliniky imunisasi Dietitian: 1782008 INFORMASI VAKSIN UNTUK ORANGTU: Apakah pol u? Polio merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus polio. Virus ini masuk ke dalam tubuh melalui makanan atau minuman yang tercemar, pada umumnya tidak menyebabkan penyakit yang serius. Namun terkadang dapat menyebabkan kelumpuhan (tidak dapat menggerakkan lengan atau tungkai), serta dapat menyebabkan meningitis (peradangan selaput otak). Penyakit ini dapat menyebabkan kematian, akibat kelumpuhan pada otot yang membantu pernapasan. Saat ini kasus polio tidak lagi dijumpai di Indonesia, oleh karena bayi telah mendapat vaksinasi polio secara teratur. Mengapa vaksinasi polio harus diberikan? Vaksin Polio pada umur 2,46 bulan. Vaksinasi polio diulang pada ‘umur 18 bulan dan pada 46 tahun. (Orang dewasa yang berusia 18 tahun ke atas tidak ‘membutuhkan vaksin polio karena sudah divaksinasi saat masih anak-anak. Namun sebagian orang dewasa, ‘memilikitisiko tertular virus polio seperti, + Orang yang bepergian ke negara yang masih beredar virus polio, + Pekerja laboratorium yang menangani virus polio, + Petugas kesehatan yang merawat pasien diduga menderita polio. ‘Mereka harus mendapat vaksinasi polio. Terdapat beberapa orang yang tidak boleh it menunda vaksinasi polio Virus polio sangat mudah menular melalui makanan dan minuman yang tercemar. Sejak tahun 2006 tidak ada lagi kasus polio di Indonesia dan sejak tahun 2014 telah dicanangkan bebas polio oleh WHO-SEARO. Namun karena masih ada negara yang mempunyai kasus polio, maka untuk mencegah penularan, vakisnasi polio tetap harus diberikan. Terdapat 2 jenis vvaksin polio, diteteskan (diminum) dan disuntikkan yang diberikan secara tunggal atau kombinasi bersama vaksin lain. Siapa yang harus mendapat vaksinasi polio dan kapan vaksin polio diberikan? \Vaksinasi polio diberikan 4 dosis dengan jadwal sebagai berikut, dosis pertama saat lahir, dilanjutkan Individu yang tidak boleh diberikan polio ‘Setiap orang yang pernah mengalami reaksi alergi berat terhadap salah satu komponen vaksin. Beritahukan pada dokter Anda bila Anda ‘mengalami reaksi alergi berat. ‘Menderita penyakit keganasan, + Sedang menjalani pengobatan kortikosteroid, sedang menjalani radiasi atau kemoterapi + Kehamilan Individu yang harus menunda vaksinasi polio + Setiap anak yang sedang menderita penyakit berat pada saat dijadwalkan untuk mendapat vaksin polio harus menunggu hingga pulih. ‘Anak dengan penyakit ringan seperti pilek dapat divaksinasi. Apa risiko pemberian vaksin polio? + Dapat timbul gejala pusing, diare ringan, nyeri otot + Sebagian orang yang mendapat vaksin polio suntikan dapat mengalami bengkak pada lokasi suntikan, Bagaimana bila terjadi reaksi yang serius? ‘Tanda-tanda apa yang harus saya amati? + Pethatikan gejala yang timbul, seperti reaksi alergi berat dan demam yang sangat tinggi. + Tanda-tanda reaksi alergi berat seperti gatal-gatal, bengkak pada wajah dan tenggorokkan, sulit bernapas, denyut jantung yang cepat, pusing dan rasa lemas. Gejala-gejala ini dapat timbul beberapa ‘menit sampai beberapa jam setelah vaksinasi. + Segera bawa anak ke rumah sakit terdekat. Sumber + Center of Disease Control and Prevention http//www.cdc.gov/ vaccines/hep/visfindex html + Ranuh IGN, Suyitno H, Hadinegoro SR, Kartasasmita CB, smoedijanto, Soedjatmiko, peryunting. Pedoman Imunisasi dilndonesia. Edis ke-S. Jakarta: Badan Penerbit IDAl; 2014, Untuk informasi lebih Ianjut hubungi: ‘Satgas Imunisasi katan Dokter Anak Indonesia ‘melalui email satgasimunisasi@idai.orid > _Informasi vaksin untuk orangtua selengkapnya dapat diunduh di website idai orid/public-articles/Klinik/ ‘imunisasi ‘Deetitan: 782018 INFORMASI VAKSIN UNTUK ORANGTU: on Y) wo, Apakah ral u? * Rabies merupakan penyakit yang serius dan umumnya bersifat fatal. Penyakit ini disebabkan oleh virus, merupakan penyakit yang terutama menyerang binatang. Manusia dapat tertular rabies bila digigit oleh hewan yang terinfeksi. * Pada awalnya, mungkin tidak muncul gejala apapun. Namun beberapa minggu atau beberapa bulan setelah digigit, rabies dapat menyebabkan kepala, demam dan ikuti dengan kejang, halusinasi dan kelumpuhan. + Dilndonesia hewan penular rabies pada umumnya anjing dan kucing. Hewan liar terutama kelelawar adalah sumber penularan rabies yang paling sering dijumpai di Amerika Serikat. vyang tidak divaksinasi adalah penyebab dari sebagian besar dari kasus rabies. Vaksin rabies ikan pada orang yang ber untuk melindungi mereka bila juga dapat mencegah rabies bila diberikan pada seseorang segera setelah terpapar. \Vaksin rabies terbuat dari virus rabies yang dimatikan. \Vaksin ini tidak menyebabkan rabies. Siapa saja yang harus mendapat vaksin rabies dan kapan vaksi tersebut harus diberikan? Vaksinasi Pencegahan (tanpa paparan) * Orang yang berisiko tinggi terpapar rabies, seperti dokter hewan, orang yang bekerja dengan binatang, pekerja laboratorium rabies, penjelajah gua, dan pekerja produksi produk biologis rabies Vaksin Rabies itawarkan untuk mendapat vaksin rabies. ini juga dipertimbangkan untuk, — Mereka yang kontak dengan virus rabies atau dengan hewan yang mungkin terinfeksi rabies = Pelancong antar negara yang mungkin berkontak dengan hewan di belahan dunia ‘tempat rabies sering dijumpai — Anak-anak di daerah endemis rabies Jadwal pemberian vaksin rabies pra-paparan adalah dalam 3 dosis, yang diberikan pada waktu-waktu berikut: * Dosis1: bila dibutuhkan/hari pertama * Dosis2: 7 hari setelah dosis 1 * Dosis3: 21 hari atau 28 hari setelah dosis 1 Pekerja laboratorium dan orang lain yang mungkin terpapar dengan virus rabies berulang kali direkomendasikan untuk menjalani pemeri kekebalan berkala, dan dosis booster harus di sesuai kebutuhan (pemeriksaan maupun dosis, booster ini tidak direkomendasikan untuk pelancong). intalah rincian lebih lanjut dari dokter anda. Vaksinasi setelah paparan Setiap orang yang digigit hewan, atau yang dengan cara lain terpapar dengan virus rabies, harus membersihkan luka tersebut dengan air mengalir sekitar 15 menit dan pemberian disinfektan dapat dengan sabun, detergen, betadin, alkohol dan ‘mengunjungi dokter secepatnya. Dokter akan ‘menentukan apakah orang tersebut perlu divaksinasi. (Orang yang terpapar dan belum pernah mendapat i tethadap virus rabies harus diberikan 4 dosis rabies - dua dosis segera setelah paparan, dan dosis tambahan pada hari ketujuh dan ke 21 masing- masing satu dosis. Mereka juga harus mendapat suntikan imunoglobulin rabies pada waktu yang bersamaan dengan dosis vaksin rabies pertama. Orang yang sebelumnya sudah divaksinasi harus diberikan 2 dosis vaksin rabies - satu dosis segera setelah terpapar dan dosis selanjutnya pada hari ketiga. Imunoglobulin rabies tidak dibutuhkan. Beritahukan pada dokter anda Bicarakanlah dengan dokter anda sebelum mendapat vvaksin rabies bila anda: + Pernah mengalami reaksi alergi serius (mengancam nyawa) terhadap dosis vaksin rabies sebelumnya, atau terhadap salah satu komponen vvaksin; beritahukan pada dokter anda jika anda menderita alergi berat. * Sistem kekebalan tubuh anda menurun karena: — Menderita HIV/AIDS atau penyakit lain yang mempengaruhi sistem kekebalan — Menjalani terapi dengan obat yang mempengaruhi sistem kekebalan, seperti steroid — Menderita kanker atau sedang menjalani terapi kanker dengan radiasi atau obat-obatan. Bila anda menderita penyakit ringan seperti pilek, anda dapat divaksinasi. Bila anda menderita penyakit berat, anda sebaiknya menunggu hingga pulih sebelum mendapat vaksin rabies rutin (tanpa paparan). Bila anda terpapar dengan virus rabies, anda harus mendapat vaksin meskipun anda menderita penyakit lain. Vaksin, seperti juga obat-obat lain, dapat menyebabkan masalah yang serius, seperti reaksi alergi berat. Risiko terjadinya bahaya yang serius ataupun kematian akibat pemberian vaksin sangatlah kecil. Efek samping serius akibat pemberian vaksin rabies sangat jarang terjadi. Efek samping + Kemerahan, bengkak ataupun gatal pada lokasi penyuntikan (30-74%) + Nyeri kepala, mual, nyeri perut, nyeri otot, pusing (5-40%) + Gatal-gatal, nyeri sendi, demam (sektiar 6% dari pemberian dosis booster) + Gangguan sistem saraf lain, seperti sindrom Guillain-Barre (GBS) telah dilaporkan terjadi setelah_ pemberian vaksin rabies, namun hal jarang terjadi sehingga tidak diketahui apakah berhubungan dengan vaksin itu sendiri. Bagaimana bila terjadi reaksi yang serius? Tanda-tanda apa yang harus saya amati? Carilah tanda-tanda yang mengkhawatirkan anda, seperti tanda-tanda reaksi alergi berat, demam yang sangat tinggi atau perubahan perilaku. ‘Tanda-tanda reaksi alergi berat dapat meliputi gatal- gatal, bengkak pada wajah dan tenggorokan, sulit bernapas, denyut jantung yang cepat, pusing dan rasa lemas. Gejala-gejala ini dapat timbul beberapa menit ‘sampai beberapa jam setelah vaksinasi. ‘Apa yang harus saya lakukan? Bila menurut anda terjadi reaksi alergi berat atau kegawatdaruratan lain, bawa ke rumah sakit terdekat. Sumber + Center of Disease Control and Prevention http//www.cdc.gov/ vaccines/hep/vis/index htm! + Ranuh IGN, Suyitno H, Hadinegoro SR, Kartasasmita CB, smoedijanto, Soadjatmiko, peryunting. Pedoman Imunisasi dilndonesia. Edis ke-S. Jakarta: Badan Penerbit IDAl; 2014, Untuk informasi lebih Ianjut hubungi: Satgas Imunisasi katan Dokter Anak indonesia ‘melalui email satgasimunisasi@idalorid > _Informasi vaksin untuk orangtua selengkapnya dapat diunduh di website idai orid/public-articles/klinik/ imunisasi ‘Deetitan: 782018 INFORMASI VAKSIN UNTUK ORANGTU: Mengapa bayi perlu divaksinasi rotavirus? Rotavirus adalah nama virus yang menyebabkan diare, terutama pada bayi dan anak balita. Diare akibat rotavirus dapat menjadi berat sampai menyebabkan bayi atau anak mengalami kekurangan cairan (dehidrasi), muntah, dan demam. Sebelum tersedia vaksin rotavirus, penyakit ini sering dan merupakan masalah kesehatan pada anak. Hampir sebagian besar anak di seluruh dunia termasuk di Indonesia pernah terinfeksi rotavirus sebelum berusia 5 tahun. Setiap tahun dilaporkan + Lebih dari 400.000 balita harus dibawa berobat ke dokter akibat infeksi rotavirus + Lebih dari 200.000 bayi/anak dibawa ke unit gawat darurat. + Sekitar 55.000-70.000 bayi/anak perlu perawatan di rumah sakit * 20-60 anak meninggal karena infeksi rotavirus. Sejak tahun 2006, vaksin rotavirus telah berhasil menurunkan angka perawatan di rumah sakit akibat infeksi rotavirus. Kapan dan berapa kali bayi perlu mendapat vaksinasi rotavirus? Terdapat 2 jenis vaksin rotavirus yang diberikan Vaksin Rotavirus 2atau 3 dosis vaksin tergantung dari jenis vaksin yang digunakan. Vaksinasi diberikan pada umur 2, 4, (dan 6 bulan bila 3 dosis) dengan cara diminum, bukan disuntik. Vaksin rotavirus juga dapat diberikan bersama vaksinasi lain. Vaksin ini sangat baik untuk mencegah diare dan muntah disebabkan rotavirus. Vaksinasi rotavirus tidak melindungi bayi dari infeksi diare yang disebabkan oleh kuman lain. Kapan bayi tidak boleh aksinasi rotavirus? + Bayi yang pernah mendapat reaksi alergi berat karena vaksin rotavirus tidak boleh diberikan dosis berikutnya. Jelaskan pada dokter anda bila bayi anda pernah mengalami reaksi alergi yang berat. + Bayi dengan kelainan sistem imun. + Bayi yang pernah mengalami kelainan usus yang disebut intususepsi. + Bayi yang sedang mengalami penyakit yang berat sebaiknya ditunda sampai bayi sehat. + Pada keadaan respons imun tubuh lemah vaksin tidak boleh diberikan misalnya pada: — HIV/AIDS atau penyakit lain yang menyebabkan penurunan sistem imun, — pengobatan steroid jangka lama, — penyakit kanker dalam pengobatan Apa reaksi vaksin yang mungkin terjadi? \Vaksin seperti juga obat dapat menimbulkan efek samping. Efek samping yang timbul umumnya ringan dan akan hilang dengan sendirinya. Apa yang perlu dilakukan bila terjadi reaksi yang serius? ‘Tanda-tanda yang harus diamati, + Intususepsi, perhatikan bila bayi sakit perut hebat dan bayi akan menangis keras. Mulanya episode ini berlangsung sebentar dalam beberapa menit dan akan hilang timbul berulang dalam waktu 1 jam. Bayi akan menarik kedua kakinya sampai ke dada. Disertai muntah beberapa kali atau mengalami diare berdarah, tampak lemah, dan sangat gelisah. Gejala ini timbul pada 1 minggu setelah vaksinasi dosis pertama atau kedua. Diperkirakan angka kejadiannya 1 diantara 200.000 dosis sampai 1 diantara 100.000 unit. + Perhatikan apabila dijumpai reaksi alergi, demam tinggi, atau perubahan perilaku Reaksi alergi berat ditandai dengan biduran, edema muka dan tenggorok, susah bernapas, denyut nadi meningkat, mual dan lemas. Ini dapat terjadi setelah beberapa menit sampai beberapa jam setelah vaksinasi. ‘Apa yang harus saya kerjakan bila terjadi efek samping yang serius? + Apabila anda menduga terjadi intususepsi atau terjadi alergi berat, segera hubungi dokter. Bila tidak dapat dihubungi bawa bayi anda segera kerumah sakit terdekat. Jelaskan kapan bayi divaksinasi rotavirus. + Reaksi yang serius dapat juga terjadi, tetapi sangat jarang. Sebagian besar bayi yang mendapatkan vaksinasi dengan rotavirus tidak menimbulkan masalah. Sebagian kecil mungkin timbul efek samping seperti, gelisah, diare dan muntah. + Intususepsi adalah penyakit penyumbatan saluran cerna yang memerlukan perawatan di rumah sakit dan mungkin memerlukan tindakan operasi. Kelainan ini dapat terjadi secara alamiah pada bayi dan pada umumnya tidak diketahui penyebabnya. Sumber Center of Disease Control and Prevention http://www.cde.gov/ vaccines/hepWvis/index htm! Ranuh IGN, Suyitno H, Hadinegoro SR, Kartasasmita CB, smoedijanto, Soedjatmiko, peryunting. Pedoman Imunisasi dilndonesia. Edis ke-S. Jakarta: Badan Penerbit IDAl; 2014, Untuk informasi lebih Ianjut hubungi: Satgas Imunisasi katan Dokter Anak Indonesia ‘melalui email satgasimunisasi@idalorid > _Informasi vaksin untuk orangtua selengkapnya dapat diunduh di website idai orid/public-articles/Klinik/ imunisasi Dietitian: 1782014 INFORMASI VAKSIN UNTUK ORANGTU: aay, oN Apakah demam tifoid itu? Demam tifoid (tifoid) adalah penyakit serius disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Tifoid menimbulkan gejala demam, lelah, lemah, nyeri perut, sakit kepala, tidak ada nafsu makan, dan kadang disertai ruam. Apabila tidak diobati angka kematian mencapai 30%. Sebagian penderita tifoid dapat menjadi karier pembawa kuman yang dapat menyebarkan penyakit. Secara umum, tifoid ditularkan melalui makanan dan minuman yang tercemar. Tifoid jarang pada anak usia <5 tahun. Sebagian besar pelancong mendapatkan infeksi ketika sedang berwisata. Diperkirakan 21 juta orang terinfeksi tifoid di dunia dan meninggal sebanyak 200.000 per tahun. Vaksin id Terdapat 2 jenis vaksin tifoid, + Vaksin dari kuman hidup yang dilemahkan (attenuated) diberikan dengan diminum (oral) + Vaksin mati (inactivated) diberikan dengan suntikan Untuk vaksin tifoid oral tidak beredar lagi di Indonesia. Vaksin Tifoid Siapa yang harus mendapat vaksin tifoid dan kapan? Vaksinasi ini dianjurkan pada, + Wisatawan yang akan pergi ke negara yang ‘endemik tifoid (Catatan: vaksin ini tidak akan melindungi anda dari penyakit tifoid 100% jika anda tidak memperhatikan makanan dan minuman jajanan) + Mereka yang kontak dekat dengan carrier typhoid + Laboran yang bekerja dengan kuman Salmonella typhi. + Vaksin tifoid suntikan + Untuk wisatawan: satu kali suntikan sudah cukup, diberikan 2 minggu sebelum berangkat. + Dosis booster (penguat) diperlukan untuk mereka yang mempunyai risiko setiap 3 tahun. Siapa yang tidak dapat divaksinasi atau vaksinasi harus ditunda? + Tidak diberikan untuk anak <2 tahun + Siapa saja yang pernah mendapat efek samping yang berat disebabkan vaksin tidak perlu mendapat vaksinasi lagi + Siapa saja yang pernah mendapatkan reaksi alergi yang berat disebabkan vaksin ini + Apabila sedang sakit berat vaksinasi harus ditunda pemberiannya sampai sembuh. Reaksi efek samping vaksin tifoid suntikan + demam (1 dari 100 dosis) + sakit kepala (1 dari 30 dosis) + kemerahan dan bengkak pada tempat suntikan (1 setiap 15 dosis) + Reaksi efek samping vaksin tifoid oral + demam atau sakit kepala (1 diantara 20 dosis) ‘+ nyeri perut, enek, muntah dan ruam (jarang) Apa gejala efek samping yang berat? Cari atau perhatikan gejala yang timbul seperti reaksi alergi berat, demam tinggi atau perubahan perilaku. Gejala reaksi alergi berat seperti biduran seluruh badan, muka bengkak, bengkak pada bibir, kelopak mata, sesak napas, denyut jantung/ rnadi meningkat, pusing dan lemas. Gejala ini ‘timbul segera beberapa menit sampai 2 jam setelah vaksinasi. Apabila anda duga reaksi alergi berat segera berobat ke tempat vaksinasi atau ke rumah sakit terdekat. Vaksin tifoid oral (diberikan secara diminum) + Tidak diberikan untuk anak <6 tahun + Siapa saja yang pernah mendapatkan reaksi efek samping yang berat tidak diperbolehkan untuk mengulang vaksinasi ini, jelaskan pada dokter anda + Siapa saja yang pernah mendapatkan reaksi alergi yang berat, + Siapa saja yang sedang sakit berat/ sedang pada hari suntikan harus menunda pemberiannya sampai sembuh + Penderita dengan defisiensi imun harus mendapatkan vaksin yang kuman mati (disuntik). Contoh, penderita AIDS/ HIV atau penyakit mengenai sistem imun penderita kanker yang sedang mendapat pengobatan kanker + Vaksin tifoid oral tidak boleh diberikan bersamaan dengan pengobatan antibiotik (jarak waktu >3 hari setelah antibiotik dihentikan) Apakah ri: tifoid? ko dari vaksin Seperti dengan pemberian obat, vaksin juga dapat menimbulkan efek samping seperti reaksi alergi berat yang dapat mengancam jiwa. Sumber Center of Disease Control and Prevention http://www.cde.gov/ vaccines/hep/vis/index htm! Ranuh IGN, Suyitno H, Hadinegoro SR, Kartasasmita CB, smoedijanto, Soadjatmiko, peryunting. Pedoman Imunisasi dilndonesia. Edis ke-S. Jakarta: Badan Penerbit IDAl; 2014, Untuk informasi lebih Ianjut hubungi: ‘Satgas Imunisasi katan Dokter Anak Indonesia ‘melalui email satgasimunisasi@idai.orid > _Informasi vaksin untuk orangtua selengkapnya dapat diunduh di website idai orid/public-articles/Klinik/ imunisasi Dietitian: 1782018