Anda di halaman 1dari 55

1

BAB III
TINJAUAN KASUS DAN PEMBAHASAN

A; Tinjauan kasus
1; Pengkajian
a; Identitas klien

Ny N, berusia 32 tahun, jenis kelamin perempuan, agama islam, suku sunda,


pendidikan terakhir SD, bahasa yang digunakan bahasa sunda, pekerjaan Ibu
Rumah Tangga, alamat manggabesar II Rt 08/ Rw 04 kecamatan Klari
Kabupaten Karawang, diagnosa medis post sectio trans peritonial profunda hari
1 + pree eklamsi berat, tanggal masuk 7 April 2015
b; Identitas penanggung jawab

Nama Tn B, 40 tahun, pendidikan SD, pekerjaan wiraswasta, alamat


manggabesar II Rt 08/ Rw 04 kecamatan Klari Kabupaten Karawang.

c; Status kesehatan
1; Keluhan utama

Klien mengatakan pusing dan mual, klien mengatakan sesak, sesak


bertambah saat ibu merasakan kontraksi pada janin dan mulai berkurang saat
ibu tarik nafas dalam, klien mengatakan tidak nafsu makan.
2; Riwayat kesehatan sekarang

Klien mengeluh sesak nafas pusing dan lemas kemudian klien di bawa ke
klinik hasil pemeriksaan dengan Tekanan darah sistolik 170 dan diastolic
100 denan adanya udem dan sesak nafas klien kemudian dirujuk ke RSUD

karawang pada tanggal 6 April 2015 kemudian dari IGD pasien di kirim ke
ruang rawat inap Cilamaya Baru RSUD Karawang. klien mengatakan tidak
memiliki riwayat hipertensi sebelemumnya.
3; Riwayat kesehatan dahulu

Klien tidak memiliki riwayat hipertensi sebelumnya, klien mengatakan tidak


mengalami hipertensi pada kehamilan sebelumnya dan melahirkan dengan
normal, klien mengatakan tidak memiliki penyakit menular, penyakit atsma
dan paru-paru, klien saat hamil dan sebelum hamil tidak pernah mengalami
kecelakaan, tidak mempunyai riwayat alergi.
4; Riwayat kesehatan keluarga

Klien mengatakan dalam keluarga tidak ada yang memiliki penyakit yang
sama dengan klien, klien mengatakan di keluarganya belum ada yang
melahirkan dengan cara operasi secsio.

Tabel 3.1.1
Asuhan Keperawatan Pada Ny. N Dengan Pre Sectio Caesare Trans
PeritonialProfunda + Mow Dengan Indikasi PreeklamsiaBerat
Rumah Sakit Umum Daerah Karawang

Genogram Ny N

Keterangan :
Laki-laki
Perempuan
Meninggal
Tinggal satu rumah
Ny N

5; Riwayat Obstetric dan ginekologi


a; Riwayat Ginekologi

Riwayat menstruasi

Klien mengatakan pertama kali mens pada saat kelas 2 SMP sekitar
umur14 tahun, klien mengatakan mens teratur dengan siklus 1 bulan
sekali.

Riwayat kehamilan
Klien mengatakan 2 kali memeriksakan kehamilan selama 9 bulan,
Dan tidak ada masalah kesehatan, pada saat kehamilan 40 minggu
klien mulai merasakan pusing dan sesak nafas kemudian diikuti denga
bengkak ( udem) di bagian kaki bawah,

Riwayat keluarga berencana


Klien mengatakan menggunakan KB suntik per 3 bulan selama 6 bulan
kemudian berganti ke KB pil, Klien mengatakan tidak mau
mempunyai anak lagi.

b; Riwayat Obstetric

Tabel 3.1.2
Asuhan Keperawatan Pada Ny. N Dengan Post Sectio Caesare Trans Peritonial
Profunda + Mow/Tubektomi Dengan Indikasi Preeklamsia Berat
Rumah Sakit Umum Daerah Karawang
No

Tahun

Tipe

Penolong Jenis

BB lahir

Keadaan Masalah

Persalinan

Kelamin

bayi

Kehamilan

2001

Normal

Paraji

2,9 Kg

Hidup

Tidak ada

2004

Normal

Bidan

3,2 Kg

Hidup

Tidak ada

2007

Normal

Bidan

3,5 Kg

Hidup

Tidak ada

2015

SC

Dokter

4,1 Kg

Hidup

PEB

c; Riwayat Kehamilan Sekarang

Klien mengatakan hanya 2 kali memeriksa kehamilannya, pertama untuk


mengetahui hamil atau tidak dan yang kedua saat usia kandungan 5 bulan
klien memeriksakan kehamilanya ke bidan terdekat, trimester per tama
dan ke dua tidak terjadi ganguuan kehamilan yang bermakna, kemudian
pada usia kandungan menganjak 9 bulan klien merasakan pusing, mual
dan sesak nafas kemudian bengkan ( udem) saat dikaji TD 170/100
dengan keluhan sesak lemas dan pusing disertai dengan udem kemudian
bidan merujuk klien ke RSUD Karawang.

d; Pemeriksaan fisik
1; Keadaan umum

Klien tampak lemah , dengan kesadaran compos mentis,


BB 75 Kg TB 165 cm
Tanda tanda vital
TD

= 160/100 mmhg

Nadi = 86x/ menit


Suhu = 37,60 C

RR

= 28x/ menit

2; Kepala

Inspeksi : bentuk kepala simetris, warna rambut hitam tidak beruban, tidak
ada ketombe tidak ada lesi. Rambut panjang.
Palpasi : tidak ada nyeri tekan
3; Mata

Inspeksi : bentuk mata kanan dan kiri simetris, alis mata kelopak mata
normal, konjunctiva an anemid (-/-), pupil isokor, sclera putih,
reflek cahaya positif, pergerkan bola mata baik dapat di gerakan
sesuai

instruksi, tajam pengelihatan menurun ( klien dapat

membaca nama perawat dengan jarak 50 cm).


Palpasi : tidak ada nyeri tekan

4; Hidung

Inspeksi : posisi septum ditengah, tidak ada secret, tidak ada polip, tidak
ada pernafasan cuping hidung, penciuman klien baik terbukti
dengan bisa mencium bau minyak kayu putih.
Palpasi : Tidak ada nyeri tekan
5; Mulut

Inspeksi : mukosa bibi klien lembab, tidak ada stomatitis, tidak ada lesi,
tidak terdapat peradangan dan pembesaran pada tomsil, lidahnya
tampak kotor
6; Telinga

Inspeksi : Tidak ada serumen, tidak ada benjolan, tidak ada masa, fungsi
pendengaran baik terbukti dengan pemeriksaan garputala
7; Leher

Inspeksi : bentuk simetris klien dapat menggerakan ke kanan dan ke kiri


atas dan bawah,
Palpasi

: tidak ada nyeri tekan dan nyeri lepas, tidak ada pembesaran
kelenjar tiroid, tida ada distensi vena jugularis, tidak ada lesi dan
trachea letak sentral. Tidak ada nyeri saat menelan, tidak ada
pembesaran kelenjar tiroid, tidak ada pembesaran kelenjar getah
bening

8; Dada dan punggung


a; Jantung dan paru

Bunyi jantung S1 dan S2 reguler, irama nafas teratur, RR 24x/ menit,


suara nafas vesikuler, klien tidak menggunakan otot bantu nafas
b; Payudara

Puting susu expertet, tidak ada benjolan dan massa, dan asi belum keluar
pada hari pertama dan ke dua
c; Abdomen

Leopold I : fundus uteri teraba bokong janin


Leopold II : bagian bagian kecil di sebelah kiri + terasa gerakan janin, dan
bagian rata memanjang di sebelah kanan

Leopold III : bagian kepala telah masuk PAP


Leopold IV : Jari-jari pemeriksa tidak bertemu divergen dengan nilai 3/5

d; Genetalia

Tidak ada keluhan, tidakada edema tidak ada varises, pengeluaran lochea
200 cc, jenis lochea rubra, warna merah terang, konsistensi cair,
terciumbau amis, klien terpasang kateter.

e; Anus

Tidak ada keluhan, tidak terdapat hemoroid


Ekstermitas

f;

Atas
Inspeksi : bentuk kedua tangan sama panjang, kuku tangan bersi tidak
terdapat hiperpigmentasi warna sawo matang.
Palpasi

: tidak ada nyeri tekan dan kekuatan otot 4/4, akral hangat.

Bawah
Inspeksi

: bentuk kedua kaki sama panjang, terdapat udem dengan

kedalaman 2 cm.
Palpasi : Tidak terdapat nyeri tekan, akral hangat, kekuatan otot 4/4.
Perkusi : reflek patella (+), reflek Babinski (+).
g; Kekuatan otot

9; Pola aktivitas sehari-hari


a; Pola nutrisi

Sebelum hamil

:
: klien makan 3x/hari dengan komposisi nasi, lauk,
sayuran, tempe, tahu, semua jenis makanan suka,
tidak ada alergi dan tidak ada makanan pantangan,
nafsu makan baik, habis 1 porsi dan klien minum
1200 1500 cc/ hari air putih

Selama hamil

: trimester 1 makan 3x/ hari, komposisi nasi, lauk,


sayuran, tempe, tahu, buah-buahan Trimester 2
makan 3x/ hari, komposisi makan nasi, lauk,
tempe buah-buahan dan susuTrimester ke 3
makan 3x/hari komposisi makan nasi, lauk,
sayuran, buah-buahan, dan nafsu makan mulai
menurun. Klien minum 1400- 1600 cc air putih

Sekarang

: klien makan 3x/hari, dengan komposisi nasi, lauk,


sayuran dan buah-buahan klien makan habis 1/3
porsi, karena klien tidak nafsu makan dan klien
minum 1200- 1500 cc/hari

b; Pola eliminasi :

BAK

: klien mengatakan tidak ada masalah selama hamil,


sekarang klien terpasang kateter, 250 cc/6 jam
dan urin berwarna kuning

10

BAB

: sebelum hamil klien mengatakan tidak ada masalah,


BAB lancar frekuensi 1x/ hari konsistensi padat dan
sekarang klien mengatakan belum BAB selama 2
hari

c; Pola istirahat tidur

Sebelum hamil klien tidur 8 jam sehari dari jam 21.00-05.00 wib,
tidak ada kebiasaan yang di lakukan sebelum tidur.
Sekarang klien tidur 8-10 jam, tidur siang 2 jam, klien tidak ada
masalah untuktidur

d; Pola aktivitas dan latihan

Sebelum hamil klien sebagai IRT aktivitas sehari-harinya mengurus


keluarga seperti mencuci baju dan memasak
Sekarang klien masih tampak lemah, klien belum bisa miring kanan dan
kiri karena pasien masih ngerasa nyeri

e; Personal hygiene

Sebelum hamil klien mandi 3x/hari, memakai sabun, sikan gigi dan
sampo mengganti pakaian 2x/ hari
Sekarang klien mengatakan selama di rawat di rumah sakit belum mandi
klien hanya di lap sama keluarga nya

11

e; Aspek spikososial dan spritual


1; Psikologis

Klien mengatakan cemas dengan sering bertanya kapan dilakukan


operasinya, klien mengatakan sudah tidak betah karena sudah satu minggu di
rawat di Rumah sakit.
2; Sosial

Hubungan pasien dan keluarga baik, saat dilakukan pengakajian pasien


kooperatif, klien mengatakan hubungan dengan tetangganya baik tidak ada
masalah
3; Spritual

Pasien beragama islam dan menjalankan ibadah shalat lima waktu. Selama di
rumah sakit klien hanya berdoa untuk kesembuhannya dan anak nya

f;

Hasil pemeriksaan penunjang


Tabel 3.1.3

12

Asuhan Keperawatan Pada Ny. N Dengan Pre operatif Sectio Caesare Trans
Peritonial Profunda + Mow Dengan Indikasi Preeklamsia Berat
Rumah Sakit Umum Daerah Karawang
Tanggal

Parameter

Hasil

Satuan

Nilai Rujukan Metode

11,9

g/dL

12,0-16,0

Flow
cytonetry

Eritrosit

3,83

x10^6/uL 3,60-5,80

Flow
cytonetry

Leukosit

10,20

x10^3/uL 3,80-10,60

Flow
cytonetry

Trombosit

319

x10^3/uL 150-440

Flow
cytonetry

Hematocrit

34,5

35-47

Flow
cytonetry

Masa pendarahan BT

Menit

1-3

Masa Pembekuan CT 9

Menit

5-11

09/04/2015 Hemoglobin

HBs Ag Rapid

Non
reaktif

Non reaktif

Immunocro
matograf

GDS

72

mg/dL

<140

Hexolimase

Ureum

11,9

mg/dL

15-50

UreasGLDH

Creatinin

0,53

mg/dL

0,50-0,90

Enzymatic
colestrol

Colestrol total

231

mg/dL

<200

CHOD-PAP
enzim test

SGOT

22,4

u/L

s/d 31

IFCC

SGPT

8,2

u/L

s/d 31

IFCC

09/04/2015 Bacteri

(-)

Mikroskopis

13

11/04/2015 Protein (Urine)

(+)

14/04/2015 Hemoglobin

11,2
15,96

Leukosit

g; Riwayat pengobatan

(-)

Diostick

g/dl

12,0- 16,0

Flow
cytonetry

x10^3/^l

3,80- 10,60

Flow
cytonetry

14

Tabel 3.1.4
Asuhan Keperawatan Pada Ny. N Dengan Pre operatif Sectio Caesare Trans
Peritonial Profunda + Mow Dengan Indikasi Preeklamsia Berat
Rumah Sakit Umum Daerah Karawang
Tanggal awal

Nama obat

Dosis

Rute therapy

12/04/15

Nifedipine

3x10 mg

Oral

KSR

1x1 mg

Oral

MgSo4 20%

4 gram

IV

Dexametason

1x12mg

Oral

Vitamin c

2 x 1 ampl

IV

Lasix

1x1 ampl

IV

RL

500 cc

IV

Vit C

2x1 amp

IV

Metro

3x1

IV

Nifedipine

3x10 mg

Oral

Cefriaxon

2x1 vial

IV

Nifedimin

4 x 10 mg

Oral

Keterolak

3 x 1 ampl

IV

Nifedipine

3x10 mg

Oral

Metro

3x1

IV

Aminamin

3 x 1 ampl

IV

Vitamin c

2 x 1 ampl

IV

Methyl predinsolon

3x60 mg

IV

13/04/15

14/04/15

15

1; Analisa data

Tabel 3.1.4
Asuhan Keperawatan Pada Ny. N Dengan Pre Sectio Caesare Trans
PeritonialProfunda + Mow Dengan Indikasi PreeklamsiaBerat
Rumah Sakit Umum Daerah Karawang

Tanggal

Data

Etiologi

Masalah

14 april 2015 DS :
Penurunan fungsiResiko
tinggi
Klien mengatakan pusing.
organ
terjadinya kejang
Klien mengatakan enek atau( vasospsasme dan
mual.
peningkatan
Klien mengatakan pusing dan
tekanan darah)
sesak nafas.
DO :
- Udem ektremitas bawah (+)
- Protein urine (+)
- TD: 160/100 mmhg
- N : 86x/menit
- RR : 25x/ menit
- S : 37,30 C
14 april 2015 DS :
Klien mengatak nyeri ulu hati,
Klien mengatakan Sesak nafas
Klien mengatakan lemas
DO :
- TD 160/100 mmHg.
- DJJ 160 dpm

tidak adekuatnyaResiko terjadinya


perfusi darah kefetal
distress
plasenta
janin

16

- PEB (+)

14 april 2015 Ds :
Kontraksi uterusGangguan rasa
- Klien mengatakan nyeri didan
pembukaannyaman nyeri
bagian Rahim dan lemas
jalan lahir.
P : nyeri menetap
Q : nyeri seperti di iris-iris atau
ngilu.
R : nyeri menyebar ke perut atas.
S : skala nyeri 6 (0-10)
T : nyeri muncul saat terjadi
kontraksi uterus.
- Klien mengatakan cemas
terhadap kondisinya.
Do :
- Klien
tanpak
meringis
kesakitan.
- Skala nyeri 6 (0-10)
- Cemas (+)
14. april 2015 Ds :
Kooping
tidakGangguan
Klien mengatakan cemas atasefektif
terhadappsikologis
kondisinya.
proses persalinan (cemas)
Klien sering bertanya kapan
operasi secarnya.
Klien mengeluh ingin pulang.
Do :
Pasien tampak cemas dengan
bertanya
Tanya
tentang
kondisinya

17

2; Diagnosa keperawatan berdasarkan prioritas


a; Resiko tinggi terjadinya kejang berhubungan dengan penurunan fungsi organ

(vasospasme dan peningkatan tekanan darah).


b; Resiko tinggi terjadinya fetal distress pada janin berhubungan dengan tidak

adekuatnya perfusi darah ke plasenta.


c; Gangguan rasa nyaman (nyeri) berhubungan dengan kontraksi uterus dan

pembukaan jalan lahir.


d; Gangguan psikologis (cemas) berhubungan dengan koping yang tidak efektif

terhadap proses persalinan.

18

3; Rencana tindakan

Table 3.1.5
Asuhan Keperawatan Pada Ny. N Dengan Pre operatif Sectio Caesare Trans
Peritonial Profunda + Mow Dengan Indikasi Preeklamsia Berat
Rumah Sakit Umum Daerah Karawang
No Dx
1

Dx
Keperawatan
Resiko
tinggiSetelah

Rencana tindakan

Tujuan

Rasional
keperawatan
dilakukan1.1; Monitor TD tiapTekanan sistol diatas

terjadinya

tindakan keperawatan

kejang

selama 2x24 jam tidak

diatas 110 mmHg

berhubungan

terjadi kejang

atau

dengan

Kriteria hasil :

merupakan indikasi

penurunan

Kesadaran

fungsi

TD dalam batas normal


120

dan

diastole
lebih

dari PIH

1.2; Catat

(vasospasme danSuhu 36-37 C


tekanan darah). (sistol

160

compos

organmetis (GCS 15)

peningkatan

4 jam

tingkat

kesadaran klien Penurunan


kesadaran

140)

sebagai

indikasi

diastole (80-90)mmHg.

berkurangnya aliran

Nadi 70-80 x/menit.

darah ke otak

RR 16-20 x/menit.
1.3; Kaji

adanya

manifestasi sebelum

eklampsia
(hiperaktif, reflek
bradikardi,

tersebut

merupakan

tanda-tanda

patella

Gejala

terjadinya kejang

dalam,
RR

19

menurun,

nyeri

epigastrium dan
oliguria
1.4; Monitor

tanda

tanda dan gejala


persalinan

atau

adanya kontraksi

Kejang

akan

meningkatkan
kepekaan

uterus

yang

uterus

akan

memungkinkan
terjadinya persalinan
1.5; Kolaborasi

dengan
medis
pemberian
hipertensi

timAnti hipertensi untuk


dalammenurunkan tekanan
antidarah dan SM untuk
danmencegah terjadinya

SM

Resiko

tinggiSetelah dilakukan

terjadinya

fetaltindakan keperawatan

distress pada janinselama 3 x 24 jam


berhubungan

nyeri pasien berkurang

dengan perubahandengan kriteria hasil :


- Klien mengatakan
pada plasenta.
nyeri berkurang
- Klien tampak rileks
- Nadi 60-80x/ menit
- Skala nyeri 0-3

2.1; Kaji

kejang

factorUntuk

mencegas

resiko gangguanasfiksia janin


janin
2.2; Monitor

DJJ

sesuai indikasi
Peningkatan
sebagai

DJJ
indikasi

terjadinya hipoksia,
2.3; Kaji

adanya

pola

yang

premature
solusio plasenta

dan

20

mengkhawatirka
n

(kehilanganPola

yang

variabilitas,

menghawatirkan

akselerasi,

dapat

deselerasi

mengindikasikan
ketidakseimbangan
asam basa, hipoksia,
kompresi kepala dan

2.4; Kolaborasi

dengan

timtali pusat

medis

dalam
Penurunan
pemeriksaan

fungsi

mungkin
USG dan NST plasenta
diakibatkan karena
hipertensi

sehingga

timbil IUGR
USG dan NST untuk
mengetahui keadaan
3

Gangguan
nyaman

rasaSetelah dilakukan

a;

(nyeri)tindakan keperawatan

berhubungan

selama 3 x 24 jam

dengan kontraksinyeri pasien berkurang

b;

dandengan kriteria hasil :


- Klien mengatakan
pembukaan jalan
nyeri berkurang
lahir.
c;
- Klien tampak rileks
- Nadi 60-80x/ menit
- Skala nyeri 0-3

kaji nyeri,

janin
Membantu

perhatikan

menentukan

lokasi nyeri

intervensi

kaji TTV

Untuk mengetahui

uterus

keadaan umum

yang nyaman

Meningkatkan
relaksasi atau
memfokuskan

bagi klien

kembali perhatian

berikan posisi

dan dapat
meningkatkan

21

kemampuan koping
Untuk mengurangi
d;

ajarkan klien

rasa nyeri pasien

tehnik nafas
dalam dan

e;

relaksasi

Menurunkan

kolaborasi

memberikan

dalam

kenyamanan

nyeri,

pemberian
analgetik
Gangguan

Setelah dilakukan

psikologis

tindakan keperawatan

(cemas)

selama 3 x 24 jam

sesuai

berhubungan

kecemasan klien dapat

kecemasan

dengan

d.1; Kaji

tingkatUntuk

kecemasan

menentukan

tindakan selanjutnya
tingkat

kopingberkurang atau hilang

yang tidak efektifdengan kriteria hasil : d.2; Jelaskan


- Klien tampak rileks
mekanisme
terhadap proses
- Klien kooperatif
proses
persalinan.
terhadap tindakan
persalinan
keperawatan
- Nadi 60-80x/ menit
- Skala nyeri 0-3

Dapat

mengurangi

emosional ibu yang


maladaftif
Kecemasan
berkurang

dapat
dengan

koping yang efektif

d.3; Gali

dan

tingkatkan

Dapat meningkatkan

mekanisme

koping yang efektif

kooping

klien

yang efektif
Meningkatkan

22

d.4; Beri

sistem

supportmotivasi
pada

klien

4; Catatan tindakan keperawatan

Table 3.1.6
Asuhan Keperawatan Pada Ny. N Dengan Pre operatif Sectio Caesare Trans
Peritonial Profunda + Mow Dengan Indikasi Preeklamsia Berat
Rumah Sakit Umum Daerah Karawang
Hari/tgl

Waktu No Dx

Selasa
08.00
14 april 2015

1,2,3

Tindakan Keperawatan

Paraf

Mengkaji TTV
Respon :
TD 150/90
RR 25 x/menit
S 39,3

Riki

23

08.30

1,2,3

Memberikan Paracetamol IV
Respon :
S : 39,1
TD 150/90
RR 25 x/menit

09.00

Memonitor DJJ
Respon :
DJJ 160 x/mnt

10.00

123

Mengkaji tingkat kecemasan ( stuart

dan sundenn)
Respon :
Kecemasan sedang
DS : klien mengatakan cemas dengan
dan perasaan tidak nyaman
DO :
Klien tanpak banyak bertanya dan

10.50

2,4

4
11.00

1,2,3

bicara
Klien tanpak gelisah
Memberikan terapi obat
Cepriaxon 1gr 3x1 vial (bolus)
Asam mefenamat 1 ampl 3x1 (bolus)
Keterolax 1 ampl (bolus)
Vit c 2x1 ( bolus)
Respon : obat masuk
Memberikan posisi semifowler
Respon : Klien mengatakan lebih

11.50

nyaman.
Mengajarkan teknik relaksasi dan

12.00

1,2,3

distraksi
Respon : klien dapat mengikuti
Mengambil darah untuk pemeriksaan
Hemoglobin dan Leukosit

24

13.00

1,2,3

Respon :
Hemoglobin : 11,2 g/dL
Leukosit : 15,96 x10^3/^l
Mengkaji Suhu
Respon : S 38,2
Memberikan terapi obat
Cepriaxon 1gr 3x1 vial (bolus)
Asam mefenamat 1 ampl 3x1 (bolus)

25

5; Catatan Perkembangan

Table 3.1.7
Asuhan Keperawatan Pada Ny. N Dengan Pre operatif Sectio Caesare Trans
Peritonial Profunda + Mow Dengan Indikasi Preeklamsia Berat
Rumah Sakit Umum Daerah Karawang
Hari / tgl

No Dx

Selasa 14 april

2015

Perkembangan (SOAP)
S : Klien mengatakan pusing sesak nafas dan
mual.
O : suhu 39,3 C, GCS 14
A : masalah belum teratasi
P : Intervensi di lanjutkan sesuai rencana
tindakan 1,2,3,4

Selasa 14 april

S : klien mengatakan ada gerakan bayi


O : DJJ 160 x/mnit
TFU 37 cm
Usia kehamilan 40 minggu
A : masalah teratasi
P : hentikan intervensi

S : Klien mengatakan nyeri berat saat kontraksi


Klien mengatakan sudah tidak nyaman di RS
O : klien tanpak meringis
Skala nyeri 6 (0-10)
P : nyeri menetap
Q : nyeri seperti di iris-iris atau ngilu.
R : nyeri menyebar ke perut atas.
S : skala nyeri 6 (0-10)
T : nyeri muncul saat terjadi kontraksi uterus.
Usia kehamilan 40 minggu
Perkiraan TFU 37 cm.

2015

Selasa 14 april
2015

A : masalah teratasi sebagian


P : intervensi di lanjutkan 1,2,3
Selasa 14 april

S : klien mengatakan cemas atas kondisinya

Paraf

26

2015

O : klien sering bertanya tentang kondisinya


Tingkat kecemasan ( stuart dan suden)
Kecemasan sedang
klien mengatakan cemas dengan dan perasaan
tidak nyaman
Klien tanpak banyak bertanya dan bicara
Klien tampak gelisah
A : Masalah teratasi
P : hentikan intervensi

BAB III
TINJAUAN KASUS DAN PEMBAHASAN

B; TINJAUAN KASUS POST SC


1; Pengkajian
a; Identitas klien

Ny N, berusia 32 tahun, jenis kelamin perempuan, agama islam, suku sunda,


pendidikan terakhir SD, bahasa yang digunakan bahasa sunda, pekerjaan Ibu
Rumah

Tangga,

alamatmanggabesar

kecamatanKlariKabupatenKarawang,

II

diagnosa

Rt
medis

08/
post

Rw

04

sectio

trans

peritonial profunda hari 1 + pree eklamsi berat, tanggal masuk 7 April 2015
b; Identitas penanggung jawab

27

Nama

Tn

B,

40

tahun,

pendidikan

SD,

pekerjaan

wiraswasta,

alamatmanggabesar II Rt 08/ Rw 04 kecamatanKlariKabupatenKarawang.


c; Status Kesehatan
1; Keluhan Utama

Klien mengatakan pusing, klien mengatakan mual, klien mengatakan nyeri


perih seperti sayat silet dan di tusuk-tusuk di daerah luka operasinya
menyebar di semua bagian perut dengan skala nyeri 7 (0-10),, nyeri timbul
saat bergerak dan saat di tekan, klien tanpak meringis kesakitan upaya
mengurangi nyeri dengan tidak bergerak bergerak.

2; Riwayat Kesehatan Sekarang

P3A0, klien datang ke rumah sakit RSUD Karawang atas rujukan dari klinik
Klari, klien mengatakan sebelum di bawa ke klinik klien pusing, mual dan
sesak, tidak nafsu makan selama 2 hari, udem (+) kemudian klien di
tensimeter dengan hasil Tekanan darah sistol 170 diastol 100, sebelumnya
klien tidak memiliki riwayat darah tinggi ketika hamil anak ke 1 sampai ke
3. Usia kehamilan 43 minggu, Tidak ada masalah pada pengelihatan.
3; Riwayat kesehatan yang lalu

klien tidak memiliki penyakit hipertensi sebelumnya, klien tidak memiliki


penyakit menular sebelumnya, klien melahirkan secara normal anak pertama
sampai anak ke tiganya, klien mengatakan tidak pernah mengalami
kecelakaan, tidak pernah melakukan operasi, klien mengatakan tidak
memiliki riwayat alergi, klien tidak merokok dan tidak mengkonsumsi

28

alkohol, klien tidak meminum obat obatan secara rutin dan terus menerus
tidak ada riwayat astma.
4; Riwayat kesehatan keluarga

Klien mengatakan di keluarganya tidak ada yang menderita penyakit


jantung, astma, dan penyakit menular. klien mengatakan ayahnya
mempunyai penyakit hiper tensi, di keluarga tidak ada yang melahirkan
secara SC,

Tabel 3.2.1

Genogram Ny N

Keterangan :
Laki-laki

29

Perempuan
Meninggal
Tinggal satu rumah
Ny N

5; Riwayat Obstetric dan ginekologi


a; Riwayat Ginekologi

Riwayat menstruasi
Klien mengatakan pertama kali mens pada saat kelas 2 SMP sekitar
umur14 tahun, klien mengatakan mens teratur dengan siklus 1 bulan
sekali.

Riwayat kehamilan
Klien mengatakan 2 kali memeriksakan kehamilan selama 9 bulan,
Dan tidak ada masalah kesehatan, pada saat kehamilan 40 minggu
klien mulai merasakan pusing dan sesak nafas kemudian diikuti
denga bengkak ( udem) di bagian kaki bawah,

d; Riwayat keluarga berencana

Klien mengatakan menggunakan KB suntik per 3 bulan selama 6


bulan kemudian berganti ke KB pil, Klien mengatakan tidak mau
mempunyai anak lagi.

30

b; Riwayat Obstetric

Tabel 3.2.2
Asuhan Keperawatan Pada Ny. N Dengan Post Sectio Caesare Trans
PeritonialProfunda + Mow Dengan Indikasi PreeklamsiaBerat
Rumah Sakit Umum Daerah Karawang
Tipe

Tahun

2001

Normal

Paraji

2004

Normal

Bidan

2007

Normal

2015

SC

Persalinan

Penolong

Jenis

No

Kelamin

BB lahir

Keadaan Masalah
bayi

Kehamilan

2,9 Kg

Hidup

Tidak ada

3,2 Kg

Hidup

Tidak ada

Bidan

3,5 Kg

Hidup

Tidak ada

Dokter

4,1 Kg

Hidup

PEB

c; Riwayat Kehamilan Sekarang

Klien mengatakan hanya 2 kali memeriksa kehamilannya, pertama


untuk mengetahui hamil atau tidak dan yang kedua saat usia kandungan
5 bulan klien memeriksakan kehamilanya ke bidan terdekat, trimester
per tama dan ke dua tidak terjadi ganguuan kehamilan yang bermakna,

31

kemudian pada usia kandungan menganjak 9 bulan klien merasakan


pusing, mual dan sesak nafas kemudian bengkan ( udem) saat dikaji TD
170/100 dengan keluhan sesak lemas dan pusing disertai dengan udem
kemudian bidan merujuk klien ke RSUD Karawang.
d; Riwayat Persalinan Sekarang

Pada tanggal 8 April 2015 klien di bawa ke IGD RSUD Karawang


kemudian di pindah ke ruang rawat jalan cilamaya Baru, di rawat
selama 6 hari untuk mendiagnosa suspec CHF kemudian setelah
dilakukan Echo dan dinyatakan normal selanjutnya dipersiapkan untuk
operasi SC, pada tanggal 14 April 2015 jam 11.00 wib klien di bawa ke
ruang Ok operasi berjalan dengan lancar bayi lahir tanggal 14 april 2015
jam 12.00 wib dengan berat 4100 gram, panjang badan 42 cm, dengan
nilai APGAR SCORE 1 menit (6) dan 5 menit (8).

d; Pemeriksaan fisik
10; Keadaan umum

Klien tampak lemah , dengan kesadaran compos mentis, BB 75 Kg TB 165


cm
Tanda tanda vital
TD

= 160/100 mmhg

Nadi = 86x/ menit


Suhu = 37,30 C
RR

= 25x/ menit

11; Kepala

32

Warna rambut hitam, rambut tampak tidak rapi, rambut tidak rontok, tidak
ada benjolan
12; Mata

Konjungtiva an-anemis, posisi mata simetris, kelopak mata normal,


pergerakan bola mata mampu mengikuti 8 arah mata angin, reflek cahaya
(+),

penglihatan

baik,

tidak

ada

pandangan

berkunang/gangguan

pengelihatan.
13; Hidung

Bentuk simetris, tidak ada lendir, tidak ada polip, fungsi penciuman baik,
terbukti dengan bau kayu putih sama minyak wangi.
14; Mulut

Mukosa bibir lembab, tidakada caries, tidakterciumbaumulut.


15; Telinga

Tidak ada serumen, tidak ada benjolan, tidak ada masa, fungsi pendengaran
baik terbukti dengan pemeriksaan garputala
16; Leher

Tidak ada nyeri saat menelan, tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, tidak ada
pembesaran kelenjar getah bening
17; Dada
h; Jantung dan paru

Bunyi jantung S1 dan S2 reguler, irama nafas teratur, RR 24x/ menit,


suara nafas vesikuler, klien tidak menggunakan otot bantu nafas

33

i;

Payudara
Puting susu expertet, tidak ada benjolan dan massa, dan asi belum keluar
pada hari pertama dan ke dua

j;

Abdomen
Klien mengatakan nyeri pada daerah oprasinya, terdapat luka jahitan, luka
ditutup kasa tidak ada rembesan darah, kandung kemih terasa lembek,
terdapat nyeri tekan, bising usus 5x/menit, tinggi pundus uteri 1 jari di
bawah pusat

k; Genetalia

Tidak ada keluhan, tidakada edema tidak ada varises, pengeluaran lochea
200 cc, jenis lochea rubra, warna merah terang, konsistensi cair,
terciumbau amis, klien terpasang kateter
l;

Anus
Tidak ada keluhan, tidak terdapat hemoroid

m; Ekstermitas

Tangan kiri terpasang infuse RL 20 tetes/menit, pergerakan tangan kanan


dan kiri klien baik, tidak ada lesi di daerah tangan, terdapat5 edema pada
kaki, tidak ada varises, tanda homan tidak ada, reflek patella positif,
reflex bisep positif, gordon tidak ada benjolan, openhiem, chadok,
babinski negativ,

n; Kekuatan otot
5

34

18; Pola aktivitas sehari-hari


a; Pola nutrisi

Sebelum hamil : klien makan 3x/hari dengan komposisi nasi, lauk,


sayuran, tempe, tahu, semua jenis makanan suka,
tidak ada alergi dan tidak ada makanan pantangan,
nafsu makan baik, habis 1 porsi dan klien minum
1200 1500 cc/ hari air putih
Selama hamil : trimester 1 makan 3x/ hari, komposisi nasi, lauk,
sayuran, tempe, tahu, buah-buahanTrimester 2 makan
3x/ hari, komposisi makan nasi, lauk, tempe buahbuahan dan susuTrimester ke 3 makan 3x/hari
komposisi makan nasi, lauk, sayuran, buah-buahan,
dan nafsu makan mulai menurun.Klien minum
1400- 1600 cc air putih
Sekarang

: klien makan 3x/hari, dengan komposisi nasi, lauk,


sayuran dan buah-buahan klien makan habis 1/3 porsi,
karena klien tidak nafsu makan dan klien minum
1200- 1500 cc/hari

b; Pola eliminasi :

35

e; BAK

: klien mengatakan tidak ada masalah selama hamil,

sekarang klien terpasang kateter, 250 cc/6 jam dan urin berwarna
kuning
f;

BAB

: sebelum hamil klien mengatakan tidak ada masalah,

BAB lancar frekuensi 1x/ hari konsistensi padat dan sekarang klien
mengatakan belum BAB selama 2 hari

c; Pola istirahat tidur

Sebelum hamil klien tidur 8 jam sehari dari jam 21.00-05.00 wib,
tidak ada kebiasaan yang di lakukan sebelum tidur.
Sekarang klien tidur 8-10 jam, tidur siang 2 jam, klien tidak ada
masalah untuktidur

d; Pola aktivitas dan latihan

Sebelum hamil : klien sebagai IRT aktivitas sehari-harinya mengurus


keluarga seperti mencuci baju dan memasak
Sekarang

: klien masih tampak lemah, klien belum bisa miring


kanan dan kiri karena pasien masih ngerasa nyeri

e; Personal hygiene

Sebelum hamil

: klien mandi 3x/hari, memakai sabun, sikan gigi


dan sampo mengganti pakaian 2x/ hari

36

Sekarang

: klien mengatakan selama di rawat di rumah sakit


belum mandi klien hanya di lap sama keluarga
nya

e; Aspek spikososial dan spritual


1; Psikologis

Klienmerasasenangdanbersukurataskelahirananaknyadenganselamatklienten
angkarenatidakmengalamipenyakitjantung.
2; Sosial

Hubungan pasien dan keluarga baik, saat dilakukan pengakajian pasien


kooperatif, klien mengatakan hubungan dengan tetangganya baik tidak ada
masalah
3; Spritual

Pasien beragama islam dan menjalankan ibadah shalat lima waktu. Selama di
rumah sakit klien hanya berdoa untuk kesembuhannya dan anak nya

4; Hasil pemeriksaan penunjang

Tabel 3.2.3
Asuhan Keperawatan Pada Ny. N Dengan Post Sectio Caesare Trans
PeritonialProfunda + Mow Dengan Indikasi PreeklamsiaBerat
Rumah Sakit Umum Daerah Karawang

37

Tanggal

Parameter

Hasil

Satuan

NilaiRujukan Metode

11,9

g/dL

12,0-16,0

Flow
cytonetry

Eritrosit

3,83

x10^6/uL 3,60-5,80

Flow
cytonetry

Leukosit

10,20

x10^3/uL 3,80-10,60

Flow
cytonetry

Trombosit

319

x10^3/uL 150-440

Flow
cytonetry

Hematocrit

34,5

35-47

Flow
cytonetry

Masapendarahan BT

Menit

1-3

MasaPembekuan CT

Menit

5-11

HBs Ag Rapid

Non
reaktif

GDS

72

Ureum

09/04/2015 Hemoglobin

Non reaktif

Immunocro
matograf

mg/dL

<140

Hexolimase

11,9

mg/dL

15-50

UreasGLDH

Creatinin

0,53

mg/dL

0,50-0,90

Enzymatic
colestrol

Colestrol total

231

mg/dL

<200

CHOD-PAP
enzim test

SGOT

22,4

u/L

s/d 31

IFCC

SGPT

8,2

u/L

s/d 31

IFCC

09/04/2015 Bacteri

(-)

11/04/2015 Protein (Urine)

(+)

Mikroskopis
(-)

Diostick

38

14/04/2015 Hemoglobin
Leukosit

5; Riwayatpengobatan

11,2

g/dl

12,0- 16,0

Flow
cytonetry

12,96

x10^3/^l

3,80- 10,60

Flow
cytonetry

39

Tabel 3.2.4
Asuhan Keperawatan Pada Ny. N Dengan Post Sectio Caesare Trans
PeritonialProfunda + Mow Dengan Indikasi PreeklamsiaBerat
Rumah Sakit Umum Daerah Karawang

Tanggalawal

Nama obat

Dosis

Rute therapy

13/04/15

Nifedipine

3x10 mg

Oral

KSR

1x1 mg

Oral

MgSo4 20%

4 gram

IV

Dexametason

1x12mg

Oral

Vitamin c

2 x 1ampl

IV

Lasix

1x1 ampl

IV

RL

500 cc

IV

Vit C

2x1 amp

IV

Metro

3x1

IV

Nifedipine

3x10 mg

Oral

Cefriaxon

2x1 vial

IV

Nifedimin

4 x 10 mg

Oral

Keterolak

3 x 1ampl

IV

Nifedipine

3x10 mg

Oral

Metro

3x1

IV

Aminamin

3 x 1ampl

IV

Vitamin c

2 x 1ampl

IV

Methyl predinsolon

3x60 mg

IV

14/04/15

15/04/15

40

1; Analisa data

Tabel 3.2.4
Asuhan Keperawatan Pada Ny. N Dengan Post Sectio Caesare Trans
PeritonialProfunda + Mow Dengan Indikasi PreeklamsiaBerat
Rumah Sakit Umum Daerah Karawang

Tanggal

Data

Etiologi

15 april 2015 DS :
Adanya luka insisi
Klien mengatakan nyeri pada
post oprasi sectio
area jahitan operasinya.
caesarea
klienmengatakan
P : nyeri bertambah jika bergerak
dan berkurang jika istirahat
Q : nyeri seperti di iris-iris atau
ngilu
R : nyeri di area luka operasinya
tidak menyebar ke bagian lain
S : skala nyeri 7 (0-10)
T : nyeri muncul 2 menit

Masalah
Nyeri akut

DO :
- pasien tampak meringis
- pasien tampak tidak rileks
- TD: 160/100 mmhg
- N : 86x/menit
- RR : 25x/ menit
- S : 37,30 C
15 april 2015 DS :
Klien mengatakan ada luka

Prosedur invasif
post sectio
caesarea

Resiko infeksi

41

jahitan post sectio caesarea.


Klienmengatakangatal di
sekitarjahitan.
DO :
- Terdapat luka jahitan di perut
pasien
- Balutan luka terlihat kotor
- Leukosit 22,37 x10^3/^l
15 april 2015 Ds :
Imobilisasi fisik Intoleransi
- Klien mengatakan kalau
( kelemahan fisik ) aktivitas
miring sakit pada bagian luka dan kelahiran sesar
post operasi
- Klien terasa lemas
- 10 jam post operasi
Do :
- Post operasi 0-1
- Klien terlihat lemah
- TD : 140/90 mmhg
- N : 85x/ menit
- S : 36.00 c
- RR : 24
- Pasien terpasang kateter
15 april 2015 Ds :
Kurang akses ke
Pasien mengatkan tidak tahu
sumber
makanan apa saja yang harus di pembelajaran
makan setelah di rumah
Do :
Pasien tampak bertanya makanan
apa saja yang boleh di makan dan
tidak boleh di makan

Kurang
pengetahuan

42

2; Diagnosa keperawatan berdasarkan prioritas


e; Nyeri akut b.d adanya Adanya luka insisi post oprasi sectio caesarea
f;

Resiko infeksi b.d Prosedur invasif post sectio caesarea

g; Intoleransi aktivitas b.d kelemahan fisik


h; Kurang pengetahuan b.d kurang akses ke sumber pembelajaran

3; Rencana asuhan keperawatan

Tabel 3.2.5

43

Asuhan Keperawatan Pada Ny. N Dengan Post Sectio Caesare Trans


PeritonialProfunda + Mow Dengan Indikasi PreeklamsiaBerat
Rumah Sakit Umum Daerah Karawang

No dx

Dx

Tujuan

Rencana tindakan

keperawatan
1

Rasional

keperawatan

Nyeri akut b.d Setelah dilakukan 1.1 kaji sifat nyeri,

Membantu

adanya luka

tindakan

(lokasi, frekuensi,

menentukan

operasi

keperawatan

faktor pencetus, faktor intervensi

selama 3 x 24 jam yang meredakan)


nyeri pasien
teratasi dengan
kriteria hasil :
- Klien
mengatakan
nyeri hilang
- Klien tampak

1.2 kaji tanda- tanda


vital dan tingkat

Untuk mengetahui
keadaan umum

kesadaran pada
interval yang tepat dan
catat
1.3 berikan posisi yang

rileks
nyaman bagi klien
- Nadi 60-80x/
menit
- Skala nyeri 0-3
- Luka

Meningkatkan
relaksasi atau
memfokuskan
kembali perhatian
dan dapat
meningkatkan
kemampuan koping

1.4 ajarkan klien


tehnik nafas dalam dan

Untuk mengurangi
rasa nyeri pasien

relaksasi
Menurunkan nyeri,
1.5 kolaborasi dalam
pemberian analgetik

memberikan
kenyamanan

44

Resiko infeksi Setelah dilakukan 2.1 kaji tanda atau

Mendeteksi adanya

b.d dampak

tindakan

gejala infeksi lokal

infeksi sejak dini

dari adanya

keperawatan

atau sistemik

sehingga

luka oprasi

selama 3x24 jam (misalnya peningkatan penanganan infeksi


di harapkan resiko suhu, nadi, perubahan bisa segera di
infeksi tidak

drainase, bengkak

terjadi dengan

pada lokasi, urine

kriteria hasil :
pekat, malaise)
- Leukisit tetap
2.2 Kaji nilai
di pertahan kan
- TTV normal laboratorium ( darah
- Luka tetap
lengkap, kultur dan
bersih
urinalis)
- Tidak muncul
tanda- tanda

2.2 lakukan kolaborasi

infeksi seperti ( untuk pemberian


color, dolor,

antibiotik

rubor, tumor
dan

mulai.

Mengukur nilai
ambang infeksi

Mengurangi
terjadinya nyeri
pada luka post
operasi
Inkubasi kuman

2.3 pertahankan tehnik pada area luka

fungsiolensa) aseptik

dapat menyebabkan
infeksi
Infeksi dapat timbul

2.4 lakukan perawatan akibat kurang nya


luka pada hari ke 3

kebersihan luka

dengan tehnik aseptik


3

Intoleransi

Setelah dilakukan 3.1 kaji kemampuan

Membantu

aktivitas b.d

tindakan

kelemahan

keperawatan 3x24 ambulasi dan aktivitas intoleransi untuk

fisik

jam gangguan

ibu untuk melakukan menentukan tingkat


perawatan mandiri

menentukan tujuan

45

imobilisasi fisik

yang realistik

teratasi dengan
kriteria hasil :
Klien bisa
melakukan

Peningkatan lebih
3.2 kaji adanya
perubahan denyut nadi

adalah abnormal

setelah aktivitas

aktifitas tanpa di
bantu

dari 20-30x/menit

Memberikan
3.3 kaji persepsi ibu
tentang intoleransi

pemahaman dasar
mobilisasi

aktivitas yang di alami


3.4 ajarkan ambulasi

Untuk mengurangi

dini dan mobilisasi

dikubitus

secara bertahap
4

Kurang

Setelah dilakukan 4.1 kaji tingkat

Mengetahui sejauh

pengetahuan

tindakan

pengetahuan,

mana tingkat

b.d kurang

keperawatan

pendidikan, dan

pengetahuan pasien

akses ke

selama 1x 30

kesediaan ibu saat ini

sumber

menit masalah

untuk belajar

pembelajaran dapat teratasi


dengan kriteria
hasil :
Pasien dapat
menyebutkan
kembali tentang
nutrisi yang harus
di konsumsi di
rumah

Memberikan
informasi kepada

4.2 berikan pendidikan pasien


kesehatan tentang

Untuk mempercepat
nutrisi post sectio
pemulihan
4.3 jelaskan makanan
yang harus di
konsumsi dan
pantangan

46

4; Catatan tindakan keperawatan

Tabel 3.2.6
Asuhan Keperawatan Pada Ny. N Dengan Post Sectio Caesare Trans
PeritonialProfunda + Mow Dengan Indikasi PreeklamsiaBerat
Rumah Sakit Umum Daerah Karawang
No

Hari / tanggal Tindakan keperawatan

Rabu, 15 april - Mengukur TTV


Respon :
2015
TD : 160/100 mmhg
N : 85x/menit
RR : 24x/ menit
S : 360 C
- Mengajarkan dan mengintruksikan
relaksasi dengan nafas dalam
Respon : pasien melakukan nafas dalam
saat nyeri datang
- Memberikan antibiotik metrodinazol 500

mg
Respon : metrodinazol 500 mg masuk
- Memberikan lingkungan yang tenang
Respon : pasien tampak tenang dan tidur
2

Rabu, 15 april - Mengukur TTV


Respon : TD : 140/90 mmhg
2015
N : 85x/menit
RR : 24x/ menit

Paraf

47

S : 360 C
- Mengkaji tingkat kemampuan mobilisasi
Respon : pasien mau melakukan miring
kanan dan miring kiri
- Memberikan posisi yang nyaman untuk

pasien
Respon : pasien dalam posisi semi powler
3

Kamis, 16
april 2015

- Mengukur TTV

Respon: TD : 150/90 mmhg


N : 80x/menit
RR : 22x/ menit
S : 360 C
- Melakukan perawatan luka dengan
menggunakan tehnik aseptik dan NACL
Respon : luka bersih, kering dan di tutup
kembali/ di balut
- Mengkaji skala nyeri

Respon : skala nyeri 4 (0-10), saat bergerak


nyeri berkurang
4

Kamis, 16
april 2015

- Mengkaji TTV

Respon : Respon: TD : 130/90 mmhg


N : 80x/menit
RR : 22x/ menit
S : 360 C
- Mengkaji tingkat pengetahuan pasien
tentang nutrisi
Respon : pasien menyebutkan makanan apa
saja yang harus di makan
- Memberikan pendidikan kesehatan nutrisi
Respon : pasien mengetahui makanan yang
harus di konsumsi/ makanan pantangan

48

5; Catatan perkembangan

Tabel 3.2.7
Asuhan Keperawatan Pada Ny. N Dengan Post Sectio Caesare Trans
PeritonialProfunda + Mow Dengan Indikasi PreeklamsiaBerat
Rumah Sakit Umum Daerah Karawang

Hari/ tanggal

No Dx

Perkembangan (SOAP)

Rabu, 15 april 2015

S : pasien mengatakan nyeri


berkurang, skala nyeri 4
O : expresi wajah mulai rileks,
Tidak merintih kesakitan
TD : 130/90 mmhg
N : 80x/menit
RR : 22x/ menit
S : 360 C
A : masalah nyeri teratasi di
tandai dengan skala nyeri
berkurang 4 (0-10)
P : intervensi di lanjut

Rabu , 15 april 2015

S : pasien mengatakan tidak muncul


tanda tanda infeksi
O : luka terlihat kering dan bersih
A : masalah infeksi teratasi di tandai

paraf

49

dengan tidak muncul nya tandatanda infeksi


P : intervensi di lanjut
Kamis, 16b april 2015

S : pasien mengatakan badannya


masih terasa lemas
Pasien mengatakan sudah bisa
berjalan tapi masih di bantu
keluarga
O : pasien terlihat lemah & aktivitas
pasien di bantu keluarga
A : masalah teratasi sebagian
P : intervensi di lanjut

Kamis, 16 april 2015

S : pasien dan keluarga mengatakan


sudah mengerti diit nutrisi
O : keluarga dan pasien tampak
paham dan mengerti
A : masalah teratasi sebagian
P : intervensi di hentikan

50

C; Pembahasan

Pada pembahasan ini penulis membahas tentang kesenjangan antara tinjauan kasus
dan tinjauan teoritis, sesuai langkah dalam proses asuhan keperawatan pre dan post
secsio caesarea yaitu :
1; Pengkajian
a; Pre dan post operasi sectio caesarea

Secara teoritis data yang di peroleh dari pasien preeklamsi berat yaitu sakit
kepala di daerah frontalis, sakit uluhati dan nyeri epigastrium, gangguan visus
(pengelihatan kabur), skotoma, dan diplopia, mual muntah, tidak nafsu makan,
udem ektremitas, dan terdapat kenaikan berat badan 1 kg dalam satu minggu.
Hasil pengkajian yang ditemukan klien mengatakan sesak nafas ada nyeri ulu
hati sehingga pasien mual, klien mengatakan panas dinging, klien mengatakan
udem di kakinya telah hilang setelah dirawat selama 6 hari di RSUD Karawang,
klien mengatakan cemas atas kondisinya kemudian pengkajian yang di dapat
setelah operasi klien mengatakan pusing, mual sesak sudah mulai berkurang,
klien mengatakan nyeri di daerah luka operasinya, nyeri timbul saat daerah
nyeri di tekan dan saat digerakan, nyeri seperti ditusuk-tusuk dan menyebar di
semua bagian perut dengan skala nyeri 6 (0-10), nyeri timbul kurang lebih 1
menit, upaya untuk mengurangi nyeri dengan cara tidak bergerak, klien tanpak
meringis kesakitan
Data yang muncul pada pasien tetapi tidak ada di teori yaitu cemas, panas
dingin (hipertermi) dan sesak nafas
Sedangkan data yang ada di teori tetapi tidak muncul di kasus yaitu gangguan
visus ( pengelihatan kabur), skotoma, diplopia, muntah, udem ektremitas.

51

2; Perencanaan

Secara teori terdapat enam diagnosa pre operatif yaitu kelebihan volume cairan
intertisial yang berhubungan dengan penurunan tekanan osmotik, perubahan
permeabilitas pembuluh darah, penurunan curah antung yang berhubungan dengan
hipovolemia, resiko cedera pada janin yang berhubungan tidak adekuatnya perfusi
darah ke plasenta, intoleransi aktivitas yang berhubunngan dengan kelemahan
fisik, peningkatan tekanan darah ( hipertensi), resiko cedera pada ibu yang
mengalami hipoksia jaringan kejang tonik klonik, nyeri akut yang berhubungan
dengan peningkatan/kontraksi otot yang lebih lama, reaksi psikologis.
Diagnosa yang ada pada pasien tetapi tidak di temukan pada teori yaitu Gangguan
psikologis (cemas) berhubungan dengan koping yang tidak efektif terhadap proses
persalinan. Resiko infeksi berhubungan dengan adanya

Prosedur invasif post

sectio caesarea, dan diagnosa kurang pengetahuan berhubungan kurang akses ke


sumber pembelajaran di tegakan berdasarkan pengkajian tingkat pengetahuan,
pendidikan, intervensi di sesuaikan dengan rencana tindakan semua diagnosa
seperti pentingnya imobilisasi dan ambulasi secara bertahap, cuci tangan yang baik
dan benar untuk mencegah resiko infeksi.
Diagnosa yang tidak ditemukan pada pasien tetapi terdapat pada teori yaitu
kelebihan volume cairan intertisial yang berhubungan dengan penurunan tekanan
osmotik, perubahan permeabilitas pembuluh darah, diagnosa ini tidak muncul
karena sudah teratasi dimana udem ekstremitas sebagai tanda gejala kelebihan
volume cairan sudah tidak ada, penurunan curah antung yang berhubungan dengan
hipovolemia, diagnosa ini tidak muncul karena tidak ada tanda-tanda hipovolemia
seperti penurunan kesadaran, penurunan tekanan darah, dan capila repil masi di

52

bawah 3 detik, resiko cedera pada ibu yang berhubungan dengan edema/ hipoksia
jaringan kejang tonik klonik, diagnosa ini tidak muncul karena tidak di temukan
tanda tanda kejang edema ektremitas, dan sianosis.
3; Penatalaksanaan

Tindakan keperawatan yang diberikan mulai hari selasa tanggal 14 April 2015
sampai hari kamis 16 April 2015 untuk diagnosa resiko tinggi terjadinya kejang,
tidak ada hambatan dalam melakukan tindakan pasien kooperatif dan tidak terjadi
kejang. Resiko tinggi terjadinya fetal distress pada janin berhubungan dengan
tidak adekuatnya perfusi darah ke plasenta. Semua tindakan sudah sesai dengan
rencana tindakan, hambatan yang didapat penulis tidak dapat melakukan
pemeriksaan leopord dan di wakilkan oleh bidan yang sedang praktek, Gangguan
rasa nyaman (nyeri) berhubungan dengan kontraksi uterus dan pembukaan jalan
lahir. Saat melakukan tindakan tidak ada hambatan, semua rencana tindakan dapat
diberikan. Selanjutnya Gangguan psikologis (cemas) berhubungan dengan koping
yang tidak efektif terhadap proses persalinan tidak ada hambatan dalam melakukan
tindakan keperawatan pasien dapat menerima semua tindakan dengan baik dan
kooperatif,
Kemudia penatalaksaanaan setelah pasien dioperasi atau post op sectio caesarea
dengan diagnosa Nyeri akut berhubungan dengan adanya luka insisi post oprasi
sectio caesarea, semua tindakan dapat diberikan dengan baik respon pasien baik
nyeri berkurang dari skala6 menjadi 5 dari 1-10 tindakan kolaboratif pemberian
analgetik dapat diberikan sesuai intruksi. Resiko infeksi berhubungan dengan
Prosedur invasif post sectio caesarea saat melakukan tindakan secara mandiri dan
tindakan kolaboratif pemberian analgetik dapat di berikan dengan respon baik

53

dimana lekosit menurun dari 6,2 menjadi 5,6 x10^ 3/uL. Intoleransi aktivitas
berhubunagn dengan kelemahan fisik tidak ada hambatan dalam melakukan
tindakan klien dapat menikuti tindakan ambulasi dini dan mobilisasi bertahap
dengan baik. Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurang akses ke sumber
pembelajaran saat melakukan tindakan keperawatan pendidikan kesehatan tidak
ada hambatan dikarenakan pasien dan keluarga memiliki minat yang tinggi untuk
mengikuti pembelajaran.

4; Evaluasi

Asuhan keperawatan diberikan selama 4 hari kemudian di evaluasi untuk melihat


keberhasilan dan keefektifan asuhan yang telah diberikan perdiagnosa yang telah
di rumuskan sebelumnya.
Resiko tinggi terjadinya fetal distress pada janin berhubungan dengan tidak
adekuatnya perfusi darah ke plasenta. Karena pada hari kedua pasien dilakukan
operasi sectio caesarea dengan kondisi bayi yang sehat. Gangguan psikologis
(cemas) berhubungan dengan koping yang tidak efektif terhadap proses persalinan
telah teratasi karena pasien gelisah dan takut terjadi masalah saat persalinan dan
keadaan kondisi bayi saat lahir.
Sedangkan diagnosa yang teratasi sebagian yaitu Gangguan rasa nyaman (nyeri)
berhubungan dengan kontraksi uterus dan pembukaan jalan lahir. Dimana pasien
telah berkurang rasa nyeri saat kontraksi pembukaan jalan lahir setelah
dilakukannya tindakan operasi SC, dan selanjutnya masalah belum teratasi yaitu
Resiko tinggi terjadinya kejang berhubungan dengan penurunan fungsi organ

54

(vasospasme dan peningkatan tekanan darah). Karena pada pagi hari pukul 08.00
wib pasien mengalami menggil Hipertermi dengan suhu 39,0
Evaluasi dari diagnosa post op Sectio caesarea dengan

masalah teratasi

diantaranya Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurang akses ke sumber


pembelajaran teratasi karena pasien dapat menyebutkan semua pertanyaan dalam
kriteria evaluasi satuan acara pendidikan kesehatan yang diberikan. Intoleransi
aktivitas berhubungan dengan kelemahan fisik telah teratasi karena pasien sudah
dapat miring kanan miring kiri, duduk di tempat tidur dan mengerti tentang
pentingnya mobilisasi bagi penyembuhan luka post operasi sectio caesarea.
Kemudian masalah teratasi sebagian diantaranya Nyeri akut b.d adanya Adanya
luka insisi post oprasi sectio caesarea karena nyeri berkurang sejalan dengan
proses penyembuhan luka pada saat dikaji terakir kali klien masi mengatakan nyeri
walaupun telah berkurang.Resiko infeksi berhubungan dengan Prosedur invasif
post sectio caesarea walaupun telah terjadi penurunan leukosit tetapi resiko infeksi
masi bisa terjadi sewaktu waktu sesuai proses penyembuhan luka.

55

Anda mungkin juga menyukai