Anda di halaman 1dari 36

78

Lampiran 1 Kuesioner
Nama
:
Usia
:
Pendidikan
:

Jenis Kelamin :
Alamat
:
Pekerjaan
:

PENGETAHUAN TENTANG HIPERTENSI


1. Apakah anda tahu apakah yang dimaksud dengan penyakit tekanan
darah tinggi? Jelaskan!
2. Apa sajakah gejala hipertensi?
Sakit kepala
Pandangan kabur
Nokturia
Mual muntah
3. Apa sajakah faktor risiko hipertensi yang dapat dikontrol?
Kegemukan (obesitas)
Merokok
Konsumsi kopi
diet
konsumsi garam
alkohol
olahraga
4. Apa sajakah akibat yang dapat terjadi (komplikasi) karena hipertensi?
Stroke
Infark miokard
Gagal ginjal
KEPATUHAN MINUM OBAT
1. Obat anti hipertensi jenis apa yang anda gunakan ?
tunggal/kombinasi*
Diuretic (hydroclorotiazid)
Betabloker (metoprolol, propranolol, atenolol)
ACE-inhibitor (captopril)
Antagoniskalsium (nifedipin, diltiasem, verapamil)
2. Obat jenis rute apa yang anda gunakan ?
Oral
Suntik
Lainnya, . . .
3. Berapa kali anda minum obat anti hipertensi dalam sehari ? (sesuaikan
dengan dosis yang diberikan)
1 kali sehari
2 kali sehari
3 kali sehari
Tidak tentu
4. Kapan anda minum obat anti hipertensi ?
Pagi
Siang
Malam
Saat sakit saja

79

Saat ingat saja


Lainnya...
5. Apakah anda memiliki jadwal rutin untuk minum obat setiap harinya?
Tidak
Ya
6. Berapa tablet/dosis yang anda gunakan dalam sekali minum obat ?
1 tablet
2 tablet
3 tablet
Lainnya. . .
7. Apakah dosis yang anda minum sesuai dengan resep? Mengapa?
Ya, karena...
Tidak, karena..
8. Pernahkah anda lupa meminum obat ? Berapa kali anda lupa minum obat
dalam seminggu terakhir ?
9. Mengapa anda berhenti minum obat ?
Sudah merasa lebih baik
Saat obat habis
Ingin berhenti
Lainnya. . .
10. Siapa yang memutuskan untuk anda dapat berhenti meminum obat ?
Klien
Keluarga klien
Dokter yang menangani klien
Lainnya. . .
11. Apakah kesulitan yang terjadi dalam mengkonsumsi obat anti hipertensi ?
Sering lupa
Susah untuk meminum obat
Lainnya. . .
12. Dimanakah anda mendapatkan obat ?
Posyandu
Puskesmas
Dokter
Keluarga
Apotik
Lainnya. . .
13. Kapan anda kembali ke pusat pelayanan kesehatan untuk kontrol
hipertensi?
Saat obat habis
Saat gejala hipertensi mulai muncul saja
Lainnya....
14. Apabila obat habis apakah yang anda lakukan ?
Konsul kembali ke ahli medis
Membeli ke apotik
Tidak melakukan apa-apa / membiarkan saja

80

15. Adakah upaya lain yang anda lakukan selain dari obat yang anda
konsumsi ?
Pengobatan alternative, sebutkan. .
Berolahraga secara teratur
Melakukan diit, sebutkan. . .
Lainnya.

DIET
1. Apakah menurut anda terdapat pantangan makanan bagi penderita
hipertensi?
Ya
Tidak
Lainnya ...
2. Apakah anda mulai mengurangi makan makanan tersebut setelah
terdiagnosa hipertensi?
Ya
Jarang
Tidak pernah
3. Menurut anda makanan yang diperbolehkan bagi penderita hipertensi
adalah
Sayur segar
Buah segar
Ikan segar
4. Berapa jumlah garam yang anda gunakan saat memasak dalam sehari?
Kurang dari 1 sendok teh
Lebih dari 1 sendok teh
5. Apakah anda mulai mengkonsumsi buah dan sayur setelah terkena
hipertensi? Mengapa?
Ya, karena...
Tidak, karena...
6. Apakah bapak/ ibu tahu bahwa makanan instant (kecap, mie instant,
saus, sosis, cornet dsb) mengandung banyak garam?
Ya
Tidak
7. Berapa kali anda makan makanan di luar (misal di restoran atau rumah
makan, bakso, dll) dalam seminggu?
Tidak pernah
1-2 kali
3-4 kali
Lebih dari 4 kali
Lainnya..
8. Apakah anda mulai mengurangi kecap, mie instant, saus, sosis, cornet
dsb saat terkena hipertensi?
Ya
Tidak
OLAHRAGA
1. Menurut anda apakah olahraga penting untuk dilakukan oleh penderita
hipertensi ?
a. Tidakpenting
b. Sedikitpenting
c. Penting
d. Sangatpenting
2. Dapatkah olahraga menurunkan hipertensi ?
a. Sangat dapat
b. Dapat
c. Sedikit berpengaruh

3.

4.

5.

6.

7.

8.

d. Tidak berpengaruh
Menurut anda apakah jenis olahraga yang dilakukan dapat
mempengaruhi tekanan darah ?
a. Sedikit mempengaruhi
b. Mempengaruhi
c. Sangat mempengaruhi
d. Tidak berpengaruh
Jenis olahraga apakah yang biasa anda lakukan?
Jalan kaki
Bersepeda
Senam
Lainnya. . .
Seberapa sering anda melakukan olahraga dalam 1 minggu ?
a. Tidak pernah
b. Tidak tentu
c. 1-3 kali
d. 3-5 kali
e. >5 kali
Berapa lama durasi yang anda lakukan dalam satu kali olahraga ?
a. <5 menit
b. 5-10 menit
c. 10-20 menit
d. >20 menit
Menurut anda apakah durasi olahraga dapat mempengaruhi tekanan
darah ?
a. Tidak berpengaruh
b. Sedikit berpengaruh
c. Berpengaruh
d. Sangat berpengaruh
Apakah manfaat olahraga yang anda rasakan ?
Merasa segar
Tidak mudah sakit
Tidak berefek
Lainnya. .

GAYA HIDUP
A. Merokok
1. Apakah anda merokok?
2. Apakah anda pernah merokok dan berhenti semenjak menderita
hipertensi?
3. Berapa jumlah rokok yang dikonsumsi dalam sehari?
4. Apakah ada anggota keluarga serumah yang merokok?
5. Apa yang anda lakukan saat berdekatan dengan orang yang
sedang merokok?
Menghindari
Tetap berdekatan

6. Apakah yang anda ketahui tentang dampak merokok bagi


hipertensi? Sebutkan!
B. Kopi
1. Apakah anda mengkonsumsi kopi?
2. Berapa gelas yang dihabiskan dalam sehari?
3. Apakah anda mengurangi konsumsi kopi semenjak menderita
hipertensi?
4. Apakah anda mengetahui bahwa kopi dapat memperparah kondisi
hipertensi?

Lampiran 2 Lembar Pre Test dan Post Test


Nama
Usia
Pendidikan

:
:
:

Jenis Kelamin :
Alamat
:
Pekerjaan
:

Pengetahuan tentang konsep dasar hipertensi


1. Apakah yang dimaksud dengan tekanan darah tinggi
a. Tidak tahu
b. Tekanan darah di atas 140/90 mmHg
c. Tekanan darah di bawah 120/80 mmHg
2. Apa sajakah gejala tekanan darah tinggi?
Sakit kepala, tengkuk terasa berat
Sering lapar, sering haus
Linu-linu
3. Apa sajakah faktor risiko tekanan darah tinggi yang dapat dikontrol?
Mengurangi kopi dan garam
Banyak konsumsi garam
Banyak merokok
4. Apakah penyebab tekanan darah tinggi?
a. Tidak tahu
b. Suka makanan asin
c. Suka makanan manis
5. Apakah komplikasi dari tekanan darah tinggi bila tidak dikontrol?
a. Stroke
b. Sering BAB
c. Tidak tahu
Pengetahuan tentang prinsip 5 benar pengobatan
6. Dimanakah anda mendapatkan obat ?
Posyandu / Puskesmas / Dokter
Di warung
Membeli sendiri di apotek tanpa resep dokter
7. Apakah boleh minum obat milik orang lain?
a. Boleh
b. Tidak boleh
c. Tidak tahu
8. Apakah boleh minum obat tidak tepat waktu?
a. Tidak boleh
b. Boleh
c. Tidak tahu
9. Bagaimanakah minum obat yang benar?
a. Tidak tahu
b. Sesuai dosis yang diberikan
c. Sesuka hati
10. Apa yang bapak / ibu lakukan bila merasa sudah lebih baik?
a. Berhenti minum obat
b. Tetap minum obat
c. Mengurangi dosis obat

Pengetahuan tentang diet bagi hipertensi


11. Apakah makanan berikut ini yang mengandung garam tinggi?
a. Kecap
b. Nasi
c. Buah-buahan
12. Apakah makanan berikut yang dapat menurunkan tekanan darah?
a. Timun
b. Daging
c. Makanan bersantan
13. Apakah makanan berikut yang dapat meningkatkan tekanan darah?
a. Timun
b. Melon
c. Makanan bersantan
14. Menurut anda makanan yang diperbolehkan bagi penderita tekanan
darah tinggi adalah
Sayur segar, Buah segar, Ikan segar
Makanan asin, makanan kaleng
Mie instant, kecap
15. Berapa jumlah garam yang diperbolehkan untuk penderita tekanan darah
tinggi dalam sehari?
Kurang dari 1 sendok teh
Lebih dari 1 sendok teh
Tidak memakai garam
Pengetahuan tentang olahraga bagi hipertensi
16. Apakah olahraga dapat menurunkan tekanan darah?
a. Bisa
b. Tidak bisa
c. Tidak tahu
17. Apakah jenis olahraga yang boleh dilakukan untuk tekanan darah tinggi?
Jalan kaki, Senam
Angkat besi
Lari cepat
18. Apakah olahraga yang tidak boleh dilakukan untuk penderita tekanan
darah tinggi?
a. Senam
b. Jalan kaki
c. Lari cepat
19. Berapa kali olahraga yang baik untuk penderita tekanan darah tinggi
dalam seminggu?
a. 1 kali seminggu
b. 2 kali seminggu
c. 3-5 kali seminggu
20. Berapa lama durasi yang seharusnya anda lakukan dalam satu kali
olahraga ?
a. Kurang dari 5 menit
b. 10-20 menit
c. 30-60 menit

Pengetahuan tentang perubahan gaya hidup (kopi)


21. Berikut ini minuman apakah yang diperbolehkan bagi penderita tekanan
darah tinggi
a. Air putih
b. Kopi
c. teh
22. Berapakah jumlah kopi yang boleh diminum oleh penderita hipertensi?
a. Tidak boleh
b. 1 gelas per hari
c. 2 gelas per hari
23. Kapan boleh minum kopi?
a.Tidak boleh sama sekali
b.Tidak tahu
c. Saat ingin
24. Apakah jenis kopi yang boleh dikonsumsi oleh penderita tekanan darah
tinggi?
a.Kopi kemasan
b.Mengolah kopi sendiri
c. Tidak boleh semua
25. Apakah dampak kopi bagi tekanan darah?
a. Meningkatkan tekanan darah
b. Menurunkan tekanan darah
c. Tidak mempengaruhi tekanan darah

Lampiran 3 Data Lansia Binaan Kelompok

Nama
bu wagini
bu trisnawati
bu siti maryam
bu fatimah
pak tayib
bu sri
bu satuni
pak asik
bu sriani
bu simpon
bu muhati
bu musiatun
bu salimah
bu jumi
bu musiyah
hj mukti
bu mustilah
bu khotimah
bu siti m
bu boyani
bu misnah
bu boini
bu tawar
bu suwarni
bu misinem
bu asyuni
bu leginah

RT
7
8
2
8
5
5
3
3
3
4
5
5
8
8
9
5
10
8
10
2
5
5
3
3
5
4
7

Usia
55
50
60
97
80
60
54
64
79
61
70
64
70
69
65
65
49
65
58
52
75
65
60
68
60
52
56

Jenis Kelamin
P
P
P
P
L
P
P
L
P
P
P
P
P
P
P
L
P
P
P
P
P
P
P
P
P
P
P

Lampiran 4 Lembar Monitoring Gerakan Senam


NO

Nama
Responden

Tgl

TD
mmHg

Gerakan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25

coding

Lampiran 5 TABULASI
PENGETAHUAN TENTANG HIPERTENSI
No.
Responden
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
Keterangan:

P1

P2

P3

P4

0
0
0
0
0
0
1
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
1
1
1
1
1
1
1
0
1
1

0
2
1
1
1
2
2
1
1
2
2
1
1
1
1
2
2
2
2
1
2
3
1
2
2
1
2

3
0
0
0
0
0
2
3
3
3
1
3
1
4
3
3
1
1
3
2
3
4
4
2
1
4
0

0
0
0
0
0
0
0
1
1
1
1
1
0
1
1
1
1
1
0
0
0
1
0
1
0
2
2

P1
0 : Tidak tahu
1 : Tahu
P2
0 : tidak mampu menyebutkan gejala hipertensi
1 : mampu menyebutkan 1 gejala hipertensi
2 : mampu menyebutkan 2 gejala hipertensi
3 : mampu menyebutkan 3 gejala hipertensi
4 : mampu menyebutkan 4 gejala hipertensi
P3
0 : tidak mampu menyebutkan faktor risiko hipertensi yang dapat dikontrol
1 : mampu menyebutkan 1 faktor risiko hipertensi yang dapat dikontrol
2 : mampu menyebutkan 2 faktor risiko hipertensi yang dapat dikontrol
3 : mampu menyebutkan 3 faktor risiko hipertensi yang dapat dikontrol

4 : mampu menyebutkan lebih dari 3 faktor risiko hipertensi yang dapat


dikontrol
P4
0 : tidak mampu menyebutkan komplikasi hipertensi
1 : mampu menyebutkan 1 komplikasi hipertensi
2 : mampu menyebutkan 2 komplikasi hipertensi
3 : mampu menyebutkan lebih dari 2 komplikasi hipertensi

KEPATUHAN MINUM OBAT


No.
K1 K2 K3 K4 K5 K6 K7
Responden
1
1
1
1
1
2
1
2
2
1
1
4
4
1
1
2
3
1
1
4
4
1
1
2
4
1
1
4
4
1
1
2
5
1
1
2
2
2
1
2
6
1
1
4
4
1
4
1
7
1
1
3
3
2
1
2
8
0
0
0
0
0
0
0
9
2
1
3
3
2
1
1
10
0
0
0
0
0
0
0
11
1
1
3
3
2
1
2
12
0
0
0
0
0
0
0
13
0
0
0
0
0
0
0
14
1
1
4
4
1
1
1
15
0
0
0
0
0
0
0
16
1
1
3
3
2
1
2
17
0
0
0
0
0
0
0
18
0
0
0
0
0
0
0
19
0
0
0
0
0
0
0
20
0
0
0
0
0
0
0
21
0
0
0
0
0
0
0
22
1
1
3
3
1
3
2
23
0
0
0
0
0
0
0
24
0
0
0
0
0
0
0
25
0
0
0
0
0
0
0
26
1
1
1
1
2
1
2
27
1
1
4
4
1
1
2
Keterangan :
K1
0 : Tidak Minum obat anti hipertensi
1 : minum 1 macam obat
2 : minum 2 macam obat
3 : minum 3 macam obat
4 : minum 4 macam obat

K2
1 : oral
2 : suntik
3 : rute lainnya

K8 K9 K10 K11

K12 K13 K14 K15

2
2
2
2
2
2
2
0
2
0
2
0
0
2
0
2
0
0
0
0
0
2
0
0
0
2
2

1
1
1
1
1
1
1
0
1
0
1
0
0
1
0
1
0
0
0
0
0
1
0
0
0
1
1

1
2
2
2
1
2
2
0
2
0
2
0
0
2
0
2
0
0
0
0
0
2
0
0
0
1
2

1
2
2
2
2
2
2
0
2
0
2
0
0
2
0
2
0
0
0
0
0
2
0
0
0
1
2

2
1
1
1
2
1
1
0
1
0
1
0
0
2
0
2
0
0
0
0
0
1
0
0
0
2
1

3
3
3
3
3
3
2
0
3
0
2
0
0
2
0
2
0
0
0
0
0
2
0
0
0
3
3

3
3
3
3
3
3
1
0
3
0
3
0
0
3
0
3
0
0
0
0
0
1
0
0
0
3
3

1
1
1
1
4
4
4
0
1
0
2
0
0
1
0
2
0
0
0
0
0
1
0
0
0
1
1

K3
1 : 1 kali sehari
2 : 2 kali sehari
3 : 3 kali atau lebih dalam sehari
4 : tidak menentu
K4
1 : pagi / siang / malam saja
2 : pagi atau siang dan malam
3 : pagi, siang, dan malam
4 : tidak tentu
K5, K7, K8
1 : tidak
2 : iya
K6
1 : 1 tablet sekali minum
2 : 2 tablet sekali minum
3 : 3 tablet atau lebih sekali minum
4 : tidak tentu
K9
1 : obat habis
2 : sudah merasa sembuh atau ingin berhenti
K10
1 : dokter
2 : klien atau keluarga
K11
1 : lupa
2 : tidak ada
K12
1 : posyandu, puskesmas, dokter, rumah sakit
2 : membeli sendiri apotik
3 : keluarga
K13
1 : saat obat habis
2 : saat gejala muncul
3 : saat ada posyandu
K14
1 : kontrol atau konsultasi kembali
2 : membeli di apotik
3 : membiarkan saja
K15
1 : melakukan pengobatan alternative / diit / olahraga
2 : melakukan dua tindakan
3: melakukan ketiganya (pengobatan alternatif, diit,dan olahraga)
4 : tidak ada

DIET
No.
Responden
1
2
3
4

D1

D2

D3

D4

D5

D6

D7

D8

1
1
1
1

2
2
2
2

1
1
1
1

0
0
0
0

1
1
1
1

1
0
1
0

1
1
0
0

1
1
1
1

5
1
2
1
1
0
6
1
2
1
1
0
7
1
2
1
0
1
8
1
2
1
0
0
9
1
1
1
0
1
10
1
1
1
1
1
11
0
1
1
0
1
12
1
1
3
0
0
13
0
1
2
0
0
14
1
1
2
0
0
15
1
0
2
0
0
16
1
1
2
0
1
17
0
1
2
1
1
18
1
2
3
0
1
19
1
2
3
0
1
20
1
1
2
0
1
21
0
1
3
0
1
22
1
1
0
1
0
23
1
1
2
0
1
24
1
2
1
0
1
25
1
1
1
0
1
26
1
1
1
0
1
27
1
1
1
0
1
D1
0 : tidak
1: iya
D2
0 : tidak
1 : kadang-kadang
2 : iya
D3
0 : tidak mampu
1 : mampu menyebutkan 1
2 :mampu menyebutkan 2
3 : mampu menyebutkan 3 atau lebih
D4
0 : < 1 sendok teh
1 : > 1 sendok teh
D5
0 : tidak
1 : iya
D6
0 : tidak
1 : iya
D7
0 : tidak
1 : 1-2 kali seminggu
2 : 3-4 kali seminggu
3 : lebih dari 4 kali seminggu
D8
0 : tidak
1 : iya

1
0
1
0
0
0
0
1
1
1
1
0
0
1
1
1
0
1
0
0
1
1
1

0
0
2
0
3
0
1
0
1
0
1
0
0
0
0
0
0
1
0
1
0
2
0

1
1
0
1
0
0
1
0
0
1
0
0
0
0
0
0
0
1
0
1
0
1
1

OLAHRAGA
No.
O1 O2 O3
Responden
1
1
1
3
2
1
1
3
3
0
0
0
4
1
1
3
5
2
1
1
6
2
1
1
7
2
2
2
8
2
2
2
9
2
2
2
10
0
0
0
11
2
2
2
12
1
1
2
13
2
2
2
14
2
2
2
15
1
1
2
16
2
2
2
17
1
0
1
18
2
2
2
19
2
1
3
20
2
2
2
21
2
2
3
22
1
1
1
23
2
2
2
24
3
2
3
25
2
2
2
26
0
0
1
27
2
2
2
O1
0 : tidak penting
1 : sedikit penting
2 : penting
3 : sangat penting
O2
0 : tidak berpengaruh
1 : sedikit mempengaruhi
2 : mempengaruhi
3 : sangat mempengaruhi
O3
0 : tidak berpengaruh
1 : sedikit mempengaruhi
2 : mempengaruhi
3 : sangat mempengaruhi
O4
0 : tidak melakukan
1 : melakukan
O5
0 : tidak pernah
1 : tidak tentu

O4 O5 O6 O7 O8
1
1
0
1
1
1
1
1
1
0
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1

3
2
0
3
1
3
3
2
1
1
2
3
3
3
1
3
1
3
3
3
3
1
3
3
3
1
3

1
1
0
1
0
1
1
0
1
0
1
1
1
1
0
1
0
1
1
0
1
0
1
0
1
0
1

1
2
0
2
0
2
2
0
1
0
2
2
2
1
1
1
0
2
1
1
1
0
1
1
2
0
2

2
2
1
2
1
2
2
1
1
1
2
1
1
1
1
1
2
1
2
2
1
1
1
1
1
0
1

2 : 3-5 kali seminggu


3 : >5 kali seminggu
O6
0 : < 5 menit
1 : 5-20 menit
2 : > 20 menit
O7
0 : tidak berpengaruh
1 : sedikit mempengaruhi
2 : mempengaruhi
3 : sangat mempengaruhi
O8
0 : tidak tahu
1 : tidak ada efek
2 : segar, tidak sakit
GAYA HIDUP
No
responden

G1

G2

G3

G4

G5

G6

G7

G8

G9

G10

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

G1
0 : tidak
1 : iya
G2
0 : iya
1 : pernah
2 : tidak
G3
0 : > 6 batang / hari
1 : 1-6 batang / hari
2 : tidak pernah
G4
0 : tidak
1 : iya
G5
0 : tetap berdekatan
1 : menghindari
G6
0 : tidak tahu
1 : tahu
G7
0 : tidak
1 : iya
G8
0 : tidak
1 : 1-3 gelas per hari
2 : > 3 gelas per hari
G9
0 : tidak
1 : iya
G10
0 : tidak
1 : iya

Lampiran 6
Kebutuhan Olahraga
No.
responden
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
1-2 hari = Kurang
3-5 hari = Cukup

Olahraga /hari
2
3
3
1
3
1
1
0
5
1
1
1
0
1
2
2
3
1
0
1
2
0
0
3
2
4
3

Lampiran 7
Data Pre Test
Nama
Responden

Pengetahu
an

Obat

Diet

Olahrag
a

Gaya Hidup

bu wagini
bu trisnawati
bu siti maryam
bu fatimah
pak tayib
bu sri
bu satumi
pak asik
bu sriani
bu simpon
bu muhati
bu musiatun
bu salimah
bu jumi
bu musiyah
hj mukti
bu mustilah
bu khotimah
bu siti m
bu boyani
bu misnah
bu boini
bu tawar
bu suwarni
bu misinem
bu asyuni
bu leginah

80
40
20
20
40
60
60
80
80
60
20
60
40
20
60
20
40
60
40
20
60
20
60
40
40
60
20

20
40
0
40
60
20
40
60
60
20
20
40
20
20
20
20
40
60
20
20
20
40
40
20
40
40
40

40
20
20
40
20
20
20
40
20
20
60
40
60
60
20
40
60
40
60
60
20
40
80
60
80
80
60

20
40
20
40
40
40
40
20
40
20
40
20
20
40
20
20
20
20
40
20
40
20
20
40
60
20
40

40
60
60
60
40
20
40
20
60
40
40
20
20
40
40
60
60
60
40
40
40
40
60
60
40
40
40

Rata-rata

45.18

32.59

43.70

30.37

43.70

Lampiran 8 Data Post Test


Nama
Responden
bu wagini
bu trisnawati
bu siti maryam
bu fatimah
pak tayib
bu sri
bu satumi
pak asik
bu sriani
bu simpon
bu muhati
bu musiatun
bu salimah
bu jumi
bu musiyah
hj mukti
bu mustilah
bu khotimah
bu siti m
bu boyani
bu misnah
bu boini
bu tawar
bu suwarni
bu misinem
bu asyuni
bu leginah
Rata-Rata

Pengetahuan
Obat
Diet
Olahraga Gaya Hidup
100
60
60
80
80
80
60
80
80
100
60
60
80
60
60
80
80
60
80
60
60
60
80
60
80
60
100
80
80
80
60
80
60
60
80
60
60
80
80
60
80
100
80
80
60
60
60
80
60
60
80
60
80
80
80
80
100
100
80
80
60
80
60
80
60
80
80
60
80
60
80
80
60
80
60
100
60
80
80
80
60
60
80
80
60
80
80
60
80
80
80
80
60
80
60
80
80
100
80
80
80
80
60
80
80
60
80
80
60
60
80
60
60
60
80
80
80
60
80
80
80
80
100
80
100
60
80
80
80
80
80
80
60
80
80
74.07407407
74.81481 73.33333
75.55556
73.33333333

Lampiran 9
DOKUMENTASI KEGIATAN

Lampiran 10
SATUAN ACARA PENYULUHAN
HIPERTENSI

Oleh
Kelompok 9 Program A
Profesi 2015 Departement Gerontik

JURUSAN ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2015
SATUAN ACARA PENGAJARAN
Hipertensi

A. LATAR BELAKANG
Tekanan darah adalah kekuatan yang diperlukan agar darah dapat
mengalir di dalam pembuluh darah dan beredar mencapai semua
jaringan tubuh manusia. Tekanan darah dibedakan menjadi tekanan
sistolik dan tekanan diastolik. Tekanan darah sistolik adalah tekanan
darah pada waktu jantung menguncup (sistole) dan tekanan darah
diastolik adalah tekanan darah pada saat jantung mengendor kembali /
diastole (Gunawan, 2001).
Hipertensi atau penyakit tekanan darah tinggi sebenarnya adalah
suatu gangguan pada pembuluh darah yang mengakibatkan suplai
oksigen dan nutrisi yang di bawa oleh darah terhambat sampai di jaringan
tubuh yang membutuhkannya. Hipertensi sering disebut sebagai silent
killer, karena termasuk penyakit mematikan, tanpa disertai dengan gejalagejala terlebih dahulu sebagi peringatan. Jikapun muncul, gejala tersebut
sering kali di anggap sebagai gangguan biasa, sehingga penyakit
terlambat disadari (Vitahealth).
Oleh karena itu, diperlukan suatu penyuluhan pendidikan pada
keluarga dan pasien mengenai hipertensi dan edukasi pada pasien agar
dapat patuh pada pengobatan.

B. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan dan senam lansia
peserta mampu memahami mengenai Hipertensi.
2. Tujuan Khusus
Peserta memahami Pengertian Hipertensi
Peserta memahami Penyebab Hipertensi
Peserta memahami faktor risiko Hipertensi
Peserta memahami Tanda dan gejala Hipertensi
Peserta memahami pengobatan Hipertensi
Peserta memahami Komplikasi Hipertensi
Peserta dapat melaksanakan Senam lansia
C. RENCANA KEGIATAN
1. Metode
Konseling dan Senam Bersama
2. Media dan Alat Bantu
Leaflet, Poster Senam, Spiker, Laptop
3. Waktu dan Tempat
Pukul
: 07.30
WIB
Waktu / Tanggal : Sabtu, 24 Januari 2015
Tempat
: Balai RW 9 Kotalama Kec Kedung Kandang

4. Materi
Hipertensi oleh kelompok 9
5. Peserta
Lansia RW 9 Kotalama Kec Kedung Kandag
6. Kegiatan Belajar Mengajar
Tahap
Pendahuluan

Waktu

Kegiatan

Kegiatan

Metode

5 menit

Pemateri
Salam pembuka

Peserta Didik
Menjawab

Konseling

Media

salam
Menjelasakan
maksud

Mendengarkan
dan

tujuan
Senam

30 Menit

Lansia

Selam

keterangan
pemateri

Lansia Mengikuti

Bersama

gerakan

Senam
dan bersama

Spiker,
Laptop

Instruksi
Instruktur
Penyajian

25 menit

Menjelaskan

senam
Mendengarkan

mengenai

pemateri

Konseling

leaflet

pengertian,
penyebab, tanda
dan

gejala,

penatalaksanaan
hipertensi
Menjelaskan cara
pencegahan yang
dapat dilakukan
Penutup

10 menit

Melakukan tanya Menjawab


jawab

pertanyaan
dan

bertanya

pada pemateri
Membagikan
Leaflet

Diskusi

Membaca dan
memahami isi
leaflet

Leaflet

D. EVALUASI
1. Evaluasi struktur
Adanya koordinasi yang baik dari pihak kader posyandu, pejabat
RT dan RW setempat dan pemateri untuk menentukan tempat dan
waktu konseling.
Persiapan media penyuluhan (leaflet), persiapan senam lansia
musik pengiring senam, dan rangkaian gerakan senam.
2. Evaluasi proses
peserta aktif bertanya dan menjawab pertanyaan pemateri
peserta mendengarkan aktif
peserta hadir 90%
3. Evaluasi hasil
meningkatkan pengetahuan peserta dari 20% menjadi 70%
peserta mampu menyebutkan perubahan gaya hidup sehat
untuk hipertensi
E. LAMPIRAN
Lampiran 1
Lampiran 2
Lampiran 3
Lampiran 1
Materi Penyuluhan
1. Definisi Hipertensi
Hipertensi atau penyakit tekanan darah tinggi sebenarnya adalah
suatu gangguan pada pembuluh darah yang mengakibatkan suplai
oksigen dan nutrisi yang di bawa oleh darah terhambat sampai di
jaringan tubuh yang membutuhkannya. Hipertensi sering disebut
sebagai silent killer, karena termasuk penyakit mematikan, tanpa
disertai dengan gejala-gejala terlebih dahulu sebagi peringatan.
Jikapun muncul, gejala tersebut sering kali di anggap sebagai
gangguan biasa, sehingga penyakit terlambat disadari (Vitahealth).
Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik
dengan konsisten di atas 140/90 mmHg. Diagnosis hipertensi tidak
berdasarkan atas peningkatan tekanan darah yang hanya sekali.
Tekanan darah harus di ukur dalam posisi duduk dan berbaring
(Baradero, 2008).
2. Etiologi Hipertensi
a. Peningkatan tahanan perifer

Tahanan vaskular perifer berkaitan dengan besarnya lumen


pembuluh darah perifer. Makin sempit pembuluh darah, makin
tinggi tahanan terhadap aliran darah, makin besar dilatasinya
makin kurang tahanan terhadap pembuluh darah. Jadi, makin
menyem[it

pembuluh

darah

maka

tekanan

akan

semakin

meningkat. Dilatasi dan konstriksi pembuluh-pembuluh darah


dikendalikan oleh sistem saraf simpatis dan sistem renin
angiotensin.

Stimulasi

dari

keduanya

akan

menyebabkan

vasokonstriksi pada pembuluh darah (Baradero, 2008).


b. Peningkatan volume darah
Darah yang mengalir ditentukan oleh volume darah yang
dipompakan oleh ventrikel kiri setiap kontraksi dan kecepatan
denyut jantung (Baradero, 2008).
Peningkatan denyut jantung dapat terjadi akibat rangsangan
saraf simpatis atau hormonal yang abnormal pada nodus SA
(nodus sinoatrium). Nodus SA mengatur frekuensi konstraksi
irama, disebut pemacu jantung (Corwin, 2009).
Peningkatan volume plasma dapat menyebabkan peningkatan
volume sekuncup (jumlah darah yang dipompa keluar per
denyutan). Karena peningkatan volume plasma direfleksikan
dengan peningkatan volume diastolik akhir sehingga volume
sekuncup dan tekanan darah meningkat (Corwin, 2009).
3. Faktor Risiko Hipertensi
a. Penyakit parenkim ginjal (glomerulonefritis, gagal ginjal)
Seringkali menyebabkan hipertensi dependen renin atau
natrium,

perubahan

fisiologis

dipengaruhi

oleh

macamnya

penyakit dan beratnya insufisiensi ginjal (Baradero, 2008).


b. Penyakit renovaskular
Berkurangnya perfusi ginjal karena aterosklerosis atau fibrosis
yang membuat arteri renalis menyempit, menyebabkan tahanan
vaskular perifer meningkat (Baradero, 2008).
c. Sindrom cushing
Terjadi akibat aktivitas korteks adrenal yang berlebihan,
sehingga meningkatkan volume darah (Baradero, 2008).
d. Aldoteronisme primer
Aldosteron menyebabkan retensi natrium dan air yang
membuat volume darah meningkat (Baradero, 2008).
e. Fenokromositoma
Sekresi berlebihan katekolamin (norepinefrin
tahanan perifer meningkat (Baradero, 2008).

membuat

f.

Koarktasi aorta
Menyebabkan tekanan darah meningkat pada ekstremitas
atas

dan

berkurangnya

perfusi

pada

ekstremitas

bawah

(Baradero, 2008).
g. Trauma kepala atau tumor spinal
Meningkatnya tekanan intrakranial akan mengakibatkan perfusi
serebral berkurang, iskemia yang timbul akan merangsang pusat
vasomotor medula untuk meningkatkan tekanan darah (Baradero,
2008).
h. Konsumsi alkohol
Meningkatkan plasma katekolamin (Baradero, 2008).
i. Kadar garam tinggi
Natrium dapat menyebabkan retensi air yang menyebabkan
j.

volume darah meningkat (Baradero, 2008).


Stres emosi
Merangsang sistem saraf simpatis yang dapat menyebabkan

peningkatan tekanan perifer (Baradero, 2008).


k. Usia
Insiden hipertensi semakin meningkat dengan meningkatnya usia
l.

(Tambayong, 2000).
Jenis kelamin
Pada umumnya insiden pada pria lebih tinggi daripada wanita,
namun pada usia diatas 65 tahun insiden pada wanita lebih tinggi

(Tambayong, 2000).
m. Ras
Hipertensi pada klit hitam 2x lenih tinggi daripada kulit putih
(Tambayong, 2000).
n. Pola hidup
Penghasilan rendah, tingkat pendidikan rendah, dan
kehidupan atau pekerjaan yang penuh stres agaknya

berhubungan dengan insiden hipertensi yang lebih tinggi.


Obesitas, yang dikaitkan dengan peningkatan tekanan

intravaskular.
Merokok, nikotin

menyempit.
Kurang olahraga
Hiperkolesterolemia dan hiperglikemia adalah faktor utama

dapat

membuat

pembuluh

darah

untuk perkembangan aterosklerosis yang berhubungan


erat dengan hipertensi (Tambayong, 2000).
o. Diabetes melitus
Hipertensi sering terjadi pada penderita diabetes

dan

resistensi insulin ditemukan pada banyak pasien hipertensi yang

tidak memiliki disbetes klinis. Resistensi insulin berhubungan


dengan penurunan pelepasan endotelial oksida nitrat dan
vasodilator lain dan mempengaruhi fungsi ginjal. Resistensi insulin
dan kadar insuli yang tinggi meningkatkan aktivitas SNS
(sympathetic nervous system) dan RAA (Renin Angitensin
Aldosteron) yang dapat meningkatkan tahanan perifer (Brashers,
2007).
p. Riwayak keluarga (Departemen Kesehatan RI, 2009).
q. Produksi berlebihan dari hormon yang menahan natrium dan
r.

vasokonstriktor (Departemen Kesehatan RI, 2009).


Tidak cukupnya asupan kalsium dan kalium (Departemen

Kesehatan RI, 2009).


s. Meningkatnya
sekresi

renin

sehingga

mengakibatkan

meningkatnya produksi angiotensin II dan aldosteron (Departemen


t.

Kesehatan RI, 2009).


Defisiensi vasodilator seperti prostasiklin, nitrik oxida (NO), dan

peptide natriuretik (Departemen Kesehatan RI, 2009).


u. Perubahan dalam ekspresi sistem kallikrein-kinin

yang

mempengaruhi tonus vaskular dan penanganan garam oleh ginjal


(Departemen Kesehatan RI, 2009).
v. Abnormalitas tahanan pembuluh darah (Departemen Kesehatan
RI, 2009).
w. Meningkatnya aktivitas vaskular growth factor (Departemen
Kesehatan RI, 2009),
4. Manifestasi Klinis Hipertensi
a. Sakit kepala saat terjaga, kadang-kadang disertai mual dan
muntah akibat peningkatan tekanan darah intrakranial (Corwin,
2009).
b. Penglihatan kabur akibat kerusakan hipertensif pada retina
(Corwin, 2009).
c. Cara berjalan yang tidak mantap karena kerusakan susunan saraf
pusat (Corwin, 2009).
d. Nokturia yang disebabkan peningkatan aliran darah ginjal dan
filtrasi glomerolus (Corwin, 2009).
e. Edema dependen dan pembengkakan akibat peningkatan tekanan
kapiler (Corwin, 2009).
5. Penatalaksanaan Medis Hipertensi
Tujuan umum pengobatan hipertensi adalah penurunan
mortalitas dan morbiditas yang berhubungan dengan hipertensi.
Mortalitas dan morbiditas ini berhubungan dengan kerusakan organ

target. Mengurangi risiko merupakan tujuan utama terapi hipertensi


dan pilihan terapi obat dipengaruhi secara bermakna oleh bukti yang
menunjukkan pengurangan risiko (Departemen Kesehatan RI, 2006).
Target tekanan darah yang direkomendasikann dalam JNC VII
Kebanyakan pasien <140/90 mmHg
Pasien dengan diabetes <130/80 mmHg
Pasien dengan penyakit ginjal kronis <130/80 mmHg
A. Terapi Non Farmakologi
Modifikasi gaya hidup
Teknik-teknik mengurangi stres (Muttaqin, 2009).
Relaksasi
Merupakan intervensi wajib yang harus dilakukan pada

setiap terapi anti hipertensi (Muttaqin, 2009).


Penurunan berat badan
Mengurangi berta badan pada individu yang obesitas /
gemuk, dengan pola makan DASH (Dietary Approach to
Stop Hypertension) yang kaya akan kalsium dan kalium,
diet rendah natrium. Diet kaya buah dan sayuran dan
rendah lemak jenuh dapat menurunkan tekanan darah
pada individu dengan hipertensi. JNC VII menyarankan
pola makan DASH yaitu diet yang kaya dengan buah,
sayur, dan produk susu rendah lemak dengan kadar total
lemak

dan

lemak

jenuh

berkurang.

Natrium

yang

direkomendasikan <2,4 gram (100meq) / hari (Departemen

Kesehatan RI, 2006).


Pembatasan alkohol

dan

tembakau

(Departemen

Kesehatan RI, 2006).


Olahraga, latihan / aktivitas fisik
Aktivitas fisik dapat menurunkan tekanan darah. Olahraga
aerobik secara teratur paling tidak 30 menit / hari selama
beberapa hari per minggu ideal untuk beberapa pasien.
Studi menunjukkan jika olahraga aerobik seperti jogging,
berenang, jalan kaki, dan menggunakan sepeda, dapat
menurunkan tekanan darah (Departemen Kesehatan RI,

2006).
B. Terapi Farmakologi
Obat-obatan antihipertensi dapat diklasifikasikan menjadi 5
kategori, yaitu:
a. Diuretik

Hidroklorotiazid adalah diuretik yang paling sering


diresepkan untuk mengobati hipertensi ringan. Hidroklorotiazid
dapat diberikan sendiri pada klien dengan hipertensi ringan
atau klien yang baru. Banyak obat anti hipertensi dapat
menyebabkan retensi cairan, karena itu seringkali diuretik
diberi bersama anti hipertensi (Muttaqin, 2009).
b. Menekan simpatetik (Simpatolitik)
Penghambat
(adrenergik
bekerja

di

sentral

simpatolitik), penghambat adrenergik alfa, dan penghambat


neuron adrenergik diklasifikasikan sebagai penekan simpatetik
atau simpatolitik (Muttaqin, 2009).
Penghambat adrenergik beta juga dianggap sebagi
simpatolitik dan menghambat reseptor beta (Muttaqin, 2009).
c. Penghambat Adrenergik Alfa
Golongan obat ini memblok reseptor adrenergik alfa 1,
menyebabkan vasodilatasi dan penurunan tekanan darah.
Penghambat beta juga menurunkan lipoprotein berdensitas
sangat rendah (very low density lypoprotein VLDL) dan
lipoprotein berdensitas rendah (low density lypoprotein LDL)
yang bertanggungjawab dalam penimbunan lemak di arteri
(aterosklerosis) (Muttaqin, 2009).
d. Penghambat neuron Adrenergik (Simpatolitik yang bekerja di
perifer)
Penghambat neuron adrenergik merupakan obat anti
hipertensi yang kuat yang menghambat norepinefrin dari ujung
saraf simpatis, sehingga pelepasan norepinefrin menjadi
berkurang dan ini menyebabkan baik curah jantung maupaun
tahanan perifer menjadi menurun. Reserpin dan guanetidin
(dua obat yang paling kuat) dipekai untuk mengendalikan
hipertensi berat (Muttaqin, 2009).
Hipertensi ortostatik merupakan efek samping yang
sering terjadi, klien harus dinasehati untuk bangkit perlahanlahan dari posisi duduk. Obat-oabatan dalam kelompok ini
dapat menyebabkan retensi natrium dan air (Muttaqin, 2009).
e. Vasodilator Arteriol yang bekerja langsung (Calcium
Antagonist)
Vasodilator yang bekerja langsung adalah obat tahap
III yang bekerja dengan merelaksasikan otot-otot polos
pembuluh darah, terutama arteri, sehingga menyebabkan

vasodilatasi. Dengan terjadinya vasodilatasi, tekanan darah


akan turun dan natrium serta air tertahan, sehingga terjadi
edema perifer. Diuretik dapat diberikan bersama-sama dengan
vasodilator yang bekerja langsung untuk mengurangi edema.
Refleks

takikardia

disebabkan

oleh

vasodilatasi

dan

menurunnya tekanan darah (Muttaqin, 2009).


6. Komplikasi Hipertensi
a. Stroke
Akibat terjadi hemoragi tekanan tinggi di otak, atau akibat
embolus yang terlepas dari pembuluh selain otak yang terpajan
tekanan tinggi. Stroke dapat terjadi pada hipertensi kronis apabila
arteri

yang

memperdarahi

otak

mengalami

hipertrofi

dan

penebalan, sehingga aliran darah ke area otak yang diperdarahi


kurang. Arteri otak yang mengalami aterosklerosis dapat melemah
sehingga meningkatkan kemungkinan terbentuknya aneurisma
(Corwin, 2009).
b. Infark miokard
Dapat terjadi apabila arteri koroner yang aterosklerotik
tidak dapat menyuplai cukup oksigen ke miokardium atau apabila
terbentuk trombus yang menghambat aliran darah melewati
pembuluh darah. Pada hipertensi kronis dan hipertrofi ventrikel,
kebutuhan oksigen miokardium mungkin tidak dapat di penuhi dan
dapat tejadi iskemia jantung yang menyebabkan infark. Demikian
juga, hipertofi ventrikel dapat menyebabkan perubahan waktu
hantaran listrik melintasi ventrikel sehingga terjadi disritmia,
hipoksia jantung, dan peningkatan risiko pembentukan bekuan
(Corwin, 2009).
c. Gagal ginjal
Terjadi karena kerusakan progresif akibat tekanan tinggi
pada kapiler glomerulus ginjal. Dengan rusaknya glomerulus,
aliran darah ke unit fungsional ginjal, yaitu nefron akan terganggu
dan dapat berlanjut menjadi hipoksia dan kematian. Dengan
rusaknya mebran glomerulus, protein akan keluar melalui urine

sehingga

tekanan

osmotik

koloid

plasma

berkurang

dan

menyebabkan edema, yang sering dijumpai pada hipertensi kronis


(Corwin, 2009).
d. Ensefalopati (kerusakan otak)
Dapat terjadi, terutama pada hipertensi maligna (hipertensi
yang meningkat cepat dan berbahaya). Tekanan yang sangat
tinggi pada kelainan ini menyebabkan peningktan tekanan kapiler
dan mendorong cairan ke ruang interstisial di seluruh susunan
saraf pusat. Neuron-neuron disekitarnya kolaps dan terjadi koma
serta kematian (Corwin, 2009).
e. Kejang
Dapat terjad pada wanita pre eklamsia. Bayi yang lahir
mungkin memiliki berat lahir kecil pada masa kehamilan akibat
perfusi plasenta yang tidak adekuat, kemudian dapat mengalami
hipoksia dan asidosis jika ibu mengalami kejang selama atau
sebelum proses persalinan (Corwin, 2009).
f.

Rusaknya organ tubuh seperti jantung, mata, ginjal, otak, dan


pembuluh darah besar (Departemen kesehatan RI, 2006).

Lampiran 2
Lembar Evaluasi
1. Apakah Hipertensi itu? Apa yang menyebabkan?
2. Bagaimana gejalanya?
3. Apa yang dapat dilakukan untuk mencegah tekanan darah tinggi?
4. Apakah komplikasi yang dapat terjadi?
Jawaban Peserta

Lampiran 3
Rangkaian Gerakan Senam
Pemanasan

Senam Inti

Pendinginan

Daftar Pustaka
Gunawan, Lany. 2001. Hipertensi Tekanan Daarah Tinggi. Yogyakarta :
Kanisius
Vitahealth. Hipertensi. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama
Baradero, Mary. 2008. Klien Gangguan Kardiovaskular : Seri Asuhan
Keperawatan. Jakarta : EGC
Tambayong, Jan. 2000. Patofidiologi untuk Keperawatan. Jakarta : EGC
Corwin, Elizabeth J. Buku Saku Patofisiologi Edisi 3. Jakarta : EGC
Brasher, Valentina L. 2007. Aplikasi Klinis Patofisiologi Pemeriksaan dan
Manajemen edisi 2. Jakarta : EGC
Majid, Abdul. 2004. Krisis Hipertensi Aspek Klinis dan Pengobatan.
Bagian Fisiologi. Fakultas kedokteran Universitas Sumatera Utara.
Pharmaceutical care untuk Penyakit Hipertensi. Direktorat Bina Farmasi
Komunitas dan Klinik Ditjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan
Departemen Kesehatan RI, 2006.