Anda di halaman 1dari 10

Infeksi Saprolegnia (saprolegniasi),

oleh :
Hary Krettiawan
gkrett@gmail.com

PENDAHULUAN

Jamur terdapat di semua jenis perairan air tawar terutama yang


mengandung banyak bahan organik. Jamur hidup sebagai saprofit pada jaringan
tubuh, merupakan penyakit sejati, karena jamur tidak dapat menyerang ikan-ikan
yang betul-betul sehat, melainkan menyerang ikan-ikan yang sudah luka atau
lemah. Jamur khususnya Saprolegnia dapat menyerang semua jenis ikan di segala
macam lingkungan. Tanda adanya jamur ini terlihat sebagai serabut putih seperti
kapas yang tumbuh pada bagian tubuh ikan yang luka. Ikan yang diperlakukan
kurang cermat waktu penangkapan dan pengangkutan sering menderita luka-luka
yang kemudian tumbuh jamur.
Infeksi Saprolegnia, atau disebut juga saprolegniasis, secara tradisional
dikenal sebagai "infeksi jamur"pada ikan, dan biasanya terlihat di air tawar.
Infeksi Saprolegnia (gambar 1) terlihat dengan mata telanjang sebagai bercak
putih pada kulit ikan, atau terlihat seperti "kapas" pada telur ikan. (Stueland
2009).

Gambar 1. Infeksi Saprolegnia pada ikan dan telur


(http://hmsc.oregonstate.edu/classes/MB492/saprokent/saprolegnia.htm (2 of
10)6/1/2005 10:15:21 AM)
Penyakit jamur terbesar kedua penyebab kematian pada akuakultur,
terutama di budidaya kerang dan spesies ikan. Salah satu patogen paling merusak
dan memiliki dampak ekonomi terbesar di sektor perikanan budidaya air tawar
adalah jamur Saprolegnia parasitica (Ramaiah, 2006). Ini adalah endemik untuk
semua habitat air tawar di dunia dan ikut bertanggung jawab atas penurunan
populasi alami salmon dan lain ikan air tawar. Jamur yang umum adalah S.
parasitica 'jamur air' (gambar 2) yang membentuk seperti kapas gumpalan
bercabang terdiri dari filamen (miselium; Vandenberg 2008)

Gambar. Saprolegnia sp

TAKSONOMI , DISTRIBUSI, DAN SIFAT DARI Saprolegnia


Klasifikasi taksonomi Saprolegnia sp :
Kingdom : Protoctista
Division : Oomycota
Phylum : Heterokonta
Class : Oomycotea
Order : Saprolegniales
Family : Saprolegniaceae
Genus : Saprolegnia
Species : Saproegnia sp
((http://hmsc.oregonstate.edu/classes/MB492/saprokent/saprolegnia.htm (2 of
10)6/1/2005 10:15:21 AM)

Saprolegnia sp merupakan jamur yang berfilamen, organisme tidak


bersekat koenositik) yang hidup pada habitat air tawar dan untuk mendapatkan
makanan mereka hidup secara saprofit atau parasit. Ciri lain yang dimiliki oleh
Saprolegnia adalah memiliki sporangium yang berdiameter 100 mikron, lebih
lebar dari hifanya. Miseliumnya berkembang di dalam substrat, sedangkan yang
terlihat di luar substrat berfungsi untuk perkembangbiakan. Jika kita amati jamur
ini dengan mikroskop, dibagian ujung miseliumnya akan tampak sporangium
yang menghasilkan zoospora. Jamur ini dapat tumbuh pada selang suhu 0-35 °C,
dengan selang pertumbuhan optimal 15-30 °C.

Saprolegnia mempunyai lingkar kehidupan yang kompleks (Gambar 3 a


dan b), yang meliputi kedua reproduksi seksual dan aseksual. Reproduksi seksual
melibatkan produksi dari antheridium dan oogonium gametangia, yang disatukan
untuk fertilisasi. Spora aseksual dari saprolegnia melepaskan motile, zoospora
utama. Zoospora utama hanya aktif dalam beberapa menit sebelum mereka encyst,
berkecambah dan melepaskan zoospora kedua. Zoospora kedua lebih motile
dalam periode waktu yang panjang dari pada zoospora utama dan dianggap
sebagai bentuk pelepasan utama dari saprolegnia. Pengulangan lingkar dari
encystment dan pelepasan, disebut “polyplanetism” , membiarkan zoospora kedua
untuk membuat beberapa usaha menempatkan substrat yang cocok. Zoospora
kedua menganggap infeksi spora dari Saprolegnia sp. Encystment (proses
pengkistaan) berikutnya, zoospora kedua melepaskan rambutnya untuk
penyerangan. Rambut tersebut juga digunakan untuk pengapungan, untuk
mengurangi rata-rata sedimentasi, dan untuk pengenalan rangsangan sekumpulan
fungal. Lebih dari spesies pathogenic dari Saprolegnia mempunyai rambut
bengkok yang panjang. Perbedaan spesies dari saprolegnia mampu untuk
berkecambah dibawah kondisi lingkungan dan tingkat gizi yang berbeda.

Gambar 3 a. Siklus hidup Saprolegnia sp. (Raven et al. 1999).


Mature Primary cysts Proliferation
Gambar 3 b. Saprolegnia zoosporangia

Saprolegniasis dalam industri akuakultur telah banyak ditemukan selama


dekade terakhir, dan dalam rangka untuk mengurangi kerugian ekonomi dan
mengurangi jumlah ikan yang menderita penyakit ini, ada kebutuhan kritis
pengetahuan baru dan pengobatan baru terhadap saprolegniasis.

Cara pencegahan yang biasa dilakukan adalah dengan cara penanganan


yang cermat, tidak menempatkan ikan dalam tempat yang sempit sehingga
menyebabkan berdesakan dan ikan menjadi terluka. Yang harus lebih mendapat
perhatian adalah tempat budidaya yang memiliki kandungan bahan organik tinggi
misalnya kolam yang dipupuk menggunakan pupuk organik saja.
Dari beberapa tulisan yang diperoleh menyebutkan beberapa cara pengobatan ikan
yang terkena jamur antara lain :
- Ikan direndam menggunakan Kalium Permanganat (PK), 1 gram per 100 liter
air selama 60-90 menit.
- Ikan direndam dalam larutan garam dapur dengan dosis 10 gram per liter
selama 10 menit.
- Ikan direndam menggunakan Malacyte Green
Serbuk Malacyte Green dilarutkan dalam air sebagai larutan baku (1 gram
dalam 450 ml air). Untuk merendam ikan 1-2 ml larutan baku itu diencerkan
dalam air 1 liter untuk merendam selama 1 jam.
Begitu pula dalam penetasan telur-telur ikan, sangat perlu dibiasakan
menggunakan Malacyte Green ini 1 gram per 200 liter air, selama 1 jam.
Pencegahan jamur pada telur ikan sangat perlu dilakukan apabila telur ikan
ditetaskan di dalam corong-corong penetas pada pembenihan ikan buatan.

PEMBAHASAN

Dari paparan ini sedikit banyak telah diketahui beberapa hal tentang
penyakit parasiter. Tetapi dapat dibuat juga sebuah gambaran bahwa untuk usaha
budidaya, pemeliharaan kondisi kualitas air harus dijaga untuk mencegah
timbulnya penyakit. Karena bagaimanapun modernnya ilmu pengobatan,
pencegahan adalah alternatif pilihan yang lebih baik.

Saprolegnia ditemukan secara alami dalam semua air tawar (Poppe 1999).
Beberapa spesies bersifat patogen, dan ada juga yang tidak (Espeland dan Petra E.
H 2004). Spesies Saprolegnia dapat menginfeksi telur ikan mati (Pottinger & Day
1999). Dari telur ini jamur dapat menyebar ke hidup telur melalui chemotaxi
positif (Bruno & Wood 1999) berarti bahwa beberapa sinyal kimia dari hidup
telur menyebabkan jamur untuk bergerak ke arah mereka (Lawrence 2000).

Penyakit jamur biasanya terjadi akibat adanya luka pada badan ikan.
Penyakit ini biasanya terjadi akibat adanya luka pada badan ikan. Penyebab
penyakit jamur adalah Saprolegnia sp. dan Achlya sp. Pada kondisi air yang jelek,
kemungkinan ikan terserang jamur lebih besar. Pencegahan penyakit jamur dapat
dilakukan dengan cara menjaga kualitas air agar kondisinya selalu ideal bagi
kehidupan ikan. Ikan yang terlanjur sakit harus segera diobati. Obat yang biasanya
di pakai adalah malachyt green oxalate sejumlah 2 –3 g/m air (1 liter) selama 30
menit. Caranya rendam ikan yang sakit dengan larutan tadi, dan di ulang sampai
tiga hari berturut- turut.

Ikan menjadi sensitif terhadap Saprolegnia ketika dihadapkan pada


kondisi stres (penanganan, tinggi suhu, konsentrasi oksigen rendah). Stres
meningkatkan tingkat kortikosteroid di plasma darah, yang menekan reaksi
inflamasi dan meningkatkan katabolisme protein, diatur oleh steroid. Saprolegnia
spp dapat menginfeksi lapisan dermal ikan dan telur, yang mengakibatkan
saprolegniosis. Saprolegniosis menciptakan gangguan fisiologis yang
signifikan(misalnya gangguan dari system osmoregulatory) selain juga sebagai
pintu gerbang untuk infeksi mikroba (Vandenberg 2008).
Jamur ini tumbuh menjadi saprofit pada jaringan tubuh yang mati atau
ikan yang kondisinya lemah. Gejala: ikan ditumbuhi sekumpulan benang halus
seperti kapas, pada daerah luka atau ikan yang sudah lemah, menyerang daerah
kepala tutup insang, sirip, dan tubuh lainnya. Penyerangan pada telur, maka telur
tersebut diliputi benang seperti kapas. Pengendalian: benih gelondongan dan ikan
dewasa direndam pada Malachyte Green Oxalate 2,5–3 ppm selama 30 menit dan
telur direndam Malachyte Green Oxalate 0,1–0,2 ppm selama 1 jam atau 5–10
ppm selama 15 menit. (Soetomo, M.H.A. 1987)

Saprolegnia merupakan jenis utama jamur air yang berhubungan dengan


infeksi jamur terhadap ikan dan telur yang berada dalam air tawar. Infeksi ikan
oleh saprolegnia disebut “saprolegniasis”. Pada umumnya, Saprolegnia sp akan
menyerang bagian tubuh ikan yang terluka, dan selanjutnya dapat pula menyebar
pada jaringan sehat lainnya. Serangan Saprolegnia biasanya berkaitan dengan
kondisi kualitas air yang buruk, seperti sirkulasi air rendah, kadar oksigen terlarut
rendah, atau kadar amonia tinggi, dan kadar bahan organik tinggi. Kehadiran
Saproglegnia sering pula disertai dengan kehadiran infeksi bakteri Columnaris,
atau parasit eksternal lainnya.

Pada ikan, Saprolegnia menyerang jaringan-jaringan epidermis (Gambar


4), pada umumnya bermula dari kepala atau sirip dan dapat menyebar ke seluruh
permukaan tubuh. Kehadiran Saprolegnia biasanya ditandai dengan munculnya
"benda" seperti kapas, berwarna putih, terkadang dengan kombinasi kelabu dan
coklat, pada kulit, sirip, insang, mata atau telur ikan. Jamur akan tumbuh
menempel pada jaringan otot dibawah kulit. Saprolegnia juga menginfeksi telur
yang hampir mati dengan adhesi dan penetrasi terhadap membran telur dan dapat
menyebarkan dari telur yang mati ke telur yang hidup. Pengendalian jamur pada
telur dapat dilakukan dengan membuang telur yang tidak dibuahi, atau telur dapat
direndam menggunakan methilene blue 1 ppm.
Jamur Saprolegnia

Gambar. Histologi Catfih yang terinfeksi jamur Saprolegnia pada hari ke-4.
(U. S. Food and Drug Administration Center for Veterinary Medicine)

Berdasarkan histopatologi, bagian utama dari infeksi adalah menyerang


kulit dan otot-otot. Infeksi dapat secara cepat menyebabkan kerusakan epidermis;
karena itu, penyebab langsung kematian mungkin berhubungan dengan gangguan
osmonegulation. Mereka percaya bahwa S. panasitica adalah patogen utama
dalam kasus ini karena tidak ditemukan adanya bukti dari serangan bakteri dan
protozoa sebelumnya. Pertumbuhan yang cepat dari jamur menyebabkan sulit
untuk melihat reaksi peradangan dalam otot-otot yang terkena infeksi.
Berdasarkan pada histologi, mereka tidak yakin apakah kerusakan jaringan
disebabkan oleh S. parasitica atau S. diclina (Hatai dan G. Hoshiai. 1992).

Menurut David Graham (Fish Diseases Unit, Disease Surveillance and


Investigation, Veterinary Sciences Division, Department of Agriculture and Rural
Development, Stoney Road, Stormont, Belfast BT4 3SD, Northern Ireland),
terdapat tanda-tanda klinis, diagnosis, penyebaran dan pewatan, seperti dijelaskan
di bawah ini :

Tanda-tanda klinis
Infeksi Jamur tampak seperti gumpalan kapas pada permukaan ikan atau
telur. Tumbuh dengan menghasilkan benang berserabut panjang yang disebut
hyphae. Hal ini umumnya dimulai pada kepala dan belakang ikan yang
berbentuk seperti tambalan melingkar yang menjadi lebih besar dan tersebar
di seluruh ikan. Laju infiksi tergantung pada suhu air dan kondisi ikan.
Infeksi bias sampai dengan 40 atau 50% dari permukaan tubuh ikan, insang,
dan mata. Degenerasi jaringan yang dihasilkan dari invasi jamur
mengganggu keseimbangan osmotik ikan. Ikan yang sakit menjadi semakin
malas dan kehilangan keseimbangan sesaat sebelum kematian. Mortalities
dapat berkisar 10-50%.

Diagnosis

Hal ini biasanya didasarkan pada penampilan gumpalan abu-abu / putih


katun-wol seperti pertumbuhan jamur pada ikan, meskipun seringkali
berwarna cokelat atau hitam karena bahan telarut yang menempel.
Pemeriksaan terhadap ikan segar dan ikan terinfeksi diperlukan untuk
membedakannya dari kondisi lain dengan penampilan yang serupa. Namun
Saprolegnia sering merupakan infeksi sekunder, emeriksaan histology
biasanya dilakukan untuk memeriksa infeksi yang mendasari atau infeksi
utamanya misalnya furunculosis.

Penyebaran

Jenis jamur Saprolegnia yang umum dijumpai di tawar,ternyata dijumpai


juga di air payau serta di tanah lembab. Mereka membutuhkan oksigen dan
sumber nutrisi untuk pertumbuhan, jadi proses inkubasi telur dan kolam ikan
menyediakan kondisi yang ideal untuk pertumbuhannya. Itu jamur
menghasilkan hyphae berserat panjang yang dapat tumbuh di dan di atas
ikan, telur dan bahan organik seperti pakan. Setelah infeksi, enzim jamur
merusak jaringan yang berdekatan yang memungkinkan jamur untuk
menyebar. spora dilepaskan dari ujung-ujung hyphae ke dalam air dan
memungkinkan menemukan situs lain untuk pertumbuhan koloni. Spora
dapat dibawa melalui air, angin, pada bulu burung dan kotoran. Spora dapat
dengan cepat menyebar ke seluruh kolam melalui saluran air, personil,
peralatan dan dalam pakan.
Perawatan

Ikan dikondisikan tidak diberi makan sebelum pengobatan. Hal Ini ditujukan
untuk mengurangi laju metabolisme ikan dan suplay bahan organik ke dalam
air dari makanan dan kotoran ikan. Karena bahan organik yang tinggi berarti
kebutuhan oksigen meningkat.

Oksigenasi yang memadai harus selalu diberikan dalam tangki perawatan.


Air obat-obatan tidak boleh digunakan bersama-sama. Formalin merupakan
pengobatan alternatif selain malachite green tetapi tidak efektif. Dosis harus
disesuaikan sesuai dengan pH air. Dosis rendah harus digunakan pada pH
rendah dan dosis yang lebih tinggi nilai pH lebih tinggi. Operator harus
menghindari kontak dengan kulit dan menghirup uap formaldehida.
Penipisan oksigen air berlangsung dengan cepat pada suhu tinggi dan tingkat
oksigen harus dipantau dengan menyediakan aerasi darurat. Formalin tidak
boleh dicampur dengan potassium permanganate.

Potassium permanganate
potassium permanganate beracun dalam air dengan pH yang tinggi karena
dapat memicu mangan dioksida masuk ke dalam insang. Potassium
permangante memiliki efek oksidasi yang berpotensi. Kalium permanganat
tidak boleh dicampur dengan formalin.

Copper sulphate
Copper sulphate dipergunakan hanya untuk spesialis karena sangat beracun
dan perlu diremoval. Copper sulphate tidak disarankan untuk digunakan.
Dosis Copper sulphate yang digunakan tergantung pada kesadahan air.

Methylene blue
Methylene blue adalah racun bagi beberapa jenis ikan dan tidak boleh
digunakan dalam tank dengan filter bakteri.
KESIMPULAN

Saprolegnia merupakan jenis utama jamur air yang menyebabkan infeksi


jamur terhadap ikan dan telur yang berada dalam air tawar. Infeksi ikan oleh
saprolegnia disebut “saprolegniasis”. Pada umumnya, Saprolegnia sp akan
menyerang bagian tubuh ikan yang terluka, dan selanjutnya dapat pula menyebar
pada jaringan sehat lainnya. Untuk itu penanganan yang cermat dengan tidak
menempatkan ikan dalam tempat yang sempit sehingga menyebabkan berdesakan
dan ikan menjadi terluka. Serta tempat budidaya yang memiliki kandungan bahan
organik tinggi misalnya kolam yang dipupuk menggunakan pupuk organik saja
perlu lebih diwaspadai.