Anda di halaman 1dari 6

PENDAHULUAN

Ayam Broiler merupakan salah satu jenis komodite peternakan yang menghasilkan
gizi dan memiliki nilai ekonomi yang cukup potensial,Beternak Ayam Broiler dapat
memiliki keuntungan yang tidak dapat pada ternak ayam lainnya waktu
pemeliharanya pendek, dan juga merupakan salah satu usaha yang berkembang
sangat cepat dan komplek. Untuk mengejar efisiensi agar dapat bersaing , sering
adanya perubahan pada menajemen dan lingkungan yang menyebabkan ayam
dilingkungi oleh stress yang tinggi. Atas dasar pemikiran tersebut maka
diperlukannya vitamin C pada ayam dalam kondisi lingkungan yang panas, adanya
stress dalam handling, pengangkutan dan lain-lainnya (Prawirokusumo, 1995).
Selain itu masyarakat juga menginginkan daging ayam yang rendah lemak, hal ini
dapat dilihat adanya lemak abdominal pada karkas ayam pedaging.

Menurut Salleh, 2002 buah mengkudu mengandung zat aktif xeronine yang
mampu menurunkan lemak dan kadar kolesterol. Kandungan utama dalam buah
mengkudu adalah sumber vitamin C (askorbat acid) yang berfungsi sebagai
antioksidan (penangkal radikal bebas). Oksidan termasuk golongan senyawa
oksigen reaktif yang berasal dari oksigen dan sebagian diantaranya berbentuk
radikal bebas. Berdasarkan pengaruh vitamin C terhadap integritas cell, maka
vitamin C perlu diberikan melalui air minum terutama ayam pedaging (broiler) yang
akan dipotong. Karkas yang dihasilkan tidak mudah mengalami penyusutan
sehingga kualitas karkas dapat dijaga (Prawirokusumo, 1995).

HUBUNGAN LINGKUNGAN DAN TERNAK

Iklim mempunyai pengaruh yang besar terhadap ternak,hal ini dapat


membantu atau menganggu kelangsungan hidup ddari ternak,iklim sendiri terdiri
meliputi :

-curah hujan

Memiliki arti penting dalam penyediaan air minum dan kelangsungan pengadaan
makanan ternak sepanjang tahun dan sebaiknya peternak mengetahui peta hujan
hal ini berguna untuk menentukan masa birahi pada ternaksehingga untuk tahap
selanjutnya peternak dapat melanjutkan usaha lebih terencan dan termananjemen
dengan baik

-temperatur
Ternak hanya dapat hidup pada interval suhu tertentu disebapkan adanya toleransi
panas,temperature yang panas atau terlalu dingi sangat mempengaruhi
produktififtas ternak ,ternak loka dapat bertahan dengan suhu yang
panas,sedangkan ternak yang berasal dari subtropics yang telah disilangkan
dengan ternak local dapat bertahan ditempat yang bersuhu sedang..

-Kelembapan udara

Dapat mempengaruhi kesehatan ternak ,kelembapan yang terlalau tinggi dapat


mengakibatkan penyakit pernafasan dan juga mempengaruhi pertumbuhan parasit
ataupun penyakit ,kelembapan ini berbanding terbalik dengan temperatur

-Radiasi martahari

Untuk daerah tropis yang mempunyai sinar matahari berlimpah,untuk unggas yang
memerlukan sinar matahari selama 14 jam sehari ,

-Kecepatan angin

Kecepatan udara yang normal sangat berpengaruh baik untuk kesegaran ternak
dan kecepatan angina dapat juga digunakan untuk kincir angin yang dapat
membantu kebutuhan manusia dalam sumber listrik juga pengadaan air untuk
daerah yang kurangnya air tanah ,kecepatan angina juga membantu ternak dalam
melepaskan panas temperatur tubuhnnya

Pada kondisi lingkungan ideal atau thermoneutral zone (TNZ), (Panas yang
diproduksi + Panas lingkungan) = Panas yang hilang. Byran (1999) memformulasi
SIT dengan rumus berikut : SIT = (Panas yang diproduksi + Panas
lingkungan)>Panas yang hilang (heat loss)

Selain itu respon ternak terhadap lingkungannya dipengaruhi oleh :

Umur, tipe breed, tingkat laktasi, bulu dan wool, derajat aklimasi, kondisi nutrisi,
ransum, frekwensi pemberian pakan, kondisi tubuh, tingkat insulasi,
perkandangan, praktek manajemen, tingkah laku (individual atau kelompok)

1.Pengaruh iklim terhadap ternak

Pengaruh iklim terhadap ternak ada 2 yaitu :

-pengaruh langsung iklim terhadap ternak

-pengaruh tidak langsung terhadap ternak

Pada dasarnya semua hewa atau ternak yang berdarah panas disebut
Hormoiotermis yaitu hewan atau ternak yang relatif berusaha mempertahankan
suhu tubuhnya pada kisaran yang cocok agar terjadi aktifitas biologis yang
optimum ,sedangkan untuk hewan atau ternak yang suhu tubuhnya tidak
dipengaruhi lingkungan disebut Polikolitermis
Kisaran temperatur pada mamalia adalah 37 - 39°C

1.pengaruh langsung dari iklim terhadap ternak mamalia :

-perilaku merumput

Lamanya waktu merumput saat siang hari sangat dipengaruhi oleh


iklim,bangsa,kualitas,tipe mamalia,dan pastur yang tersedia(padang rumput)

Contoh sapi bos taurus yang digembalakan pada derah tropsis yang lembap maka
masa merumput berjkurang apabila dibandingkan didaerah aslinya dan masa
merumputnya dilanjutkan pada malam hari

-pengunaan makanan dan pengambilan makanan

Yang dapat diperhatikan adalah makanan yang dimakan (feed intake) temperatur
yang tinggi dapat mempengaruhi makanan yang diambil semakin tinggi temperatur
maka semakin semakkin sedikit makan karena banyak minum,jika temperatur lebih
dari 40°maka ternak kan berhenti memamah biak

-air yang diminum (water intake )

Air sangat penting bagi ternak sebap air mempunyai pernan yang penting dalam
metabolisme ternak ,selain itu air juga membantu ternak melepaskan panas
tuibuhnya secara konduksi dan penguapan,keperluan air ini akan meningkat apabila
temperatur naik ,kelembapan udara juga mempengaruhi air yang diminum apabila
kelembapan naik maka akan menurunkan komsumsi air

-mempengaruhi efisiensi pengunaan makanan

Selain itu iklim yang panas dapat mengakibatkan ternak mengalami heat stress
sehinga ternak tidak banyak bergerak agar menjaga suhu tubuhnya tetap stabil

-hilangnya zat-zat makanan

Hilangnya zat makanan ini karena ternak berkeringat dan mengeluarkan air ludah
,tidak semua ternak dapat berkeringat,jenis unggas tidak dapat berkeringat karena
tidak mempunyyai kelenjar keringat,pada ternak mamalia apabila mereka
berkeringat maka merka akan kehilangan air dan mineral dari dalam tubuhnya

-pengaruh terhadap pertumbuhan

Temperatur yang sangat tinggi akan menurunkan nafsu makan dari ternak
akibat feed intake ternak pun akan menurun dan juga mempengaruhinya lamanya
merumput dan akhirnya juga mempengaruhi produktififtas dari ternak

-pengaruh iklim terhadap produksi susu


Pada daerah subtropis sapi perah dapat mengahsilkan susu 56 % daripada
daerah tropis dan iklim mempengaruhi kandungan susu,lemak ,bahan kering tanpa
lemak dan jumlah produksinya

-pengaruh iklim terhadap ,reproduksi

Faktor iklim sangat memepngruhi reproduksi seperti tempertur


lingkungan,kelembapan dan panjangnya hari,tingginya suhu lingkungan
menyebapkan kematian embrio dan feutus(embrio kerdil)

Sedangkan panjang hari mempengaruhi fertilitas seekotr ternak pada derah


yang mempunyai 4 musim,pada musim semi siang lebih lama daripada malam dan
saat itu merupkan fertilitas yang tinggi pada ternak Pada unggas tempertur
lingkungan yang tinggi dapat menurunkan produksi telur dan mempengaruhi
ketebalan kulit

-pengaruhi tingkah laku ternak

Masing-masing ternak mempunyai kondisi yang cocok masing-masing,namun


hal tersebut tidaklah berbeda jauh dalam masalh temperaturbila kondisi lingkungan
pada ternak tinggal maka akan mengakibatkan ternak mengalami stress yang
dapat dilihat dari tingkah laku ternak itu sendiri

Strees pada ternak dipengaruhi oleh oleh factor internal dan eksternal

Internal terdiri dari : penyakit ,vaksinasi ,penyapihan.

Eksternalterdiri dari :cuaca ,makanan dan lingkungan

Strees dapat mengakibatkan tindakan anomaly pada ternak (tindakan yang


abnormal yang diakibatkan tekanan pada ternak)

Beberapa anomaly pada ternak sapi ;suka menendang stree yang diakibatkan oleh
pengembala ,

mean bull(semacam kelakuan sapi jantan yang dipelihara dalam kandang dan tidak
dikawinkandan pica yaitu strees akibatt kekurangan makanan sehingga kandangya
sendiri dimakan

Ternak mempertahankan keseimbangan panas badannya melalui :

Vasomotor control yaitu pengaturan jumlah darah periper --daerah kulit-- dengan

vasodilatasi atau vasokonstriksi).Vasodilatasi stimulate pusat pilomotor unt.


menipiskan kulit :

-Disipitasi panas lebih baik melalui : a. konduksi, b. konveksi, dan c. radiasi.

-Panas tubuh juga berkurang melalui : a. paru-paru (evaporasi) dan b. kulit


(perspirasi)
-Bila temp ambient meningkat water lost melalui perspirasi (insensible)
meningkat, sebelum perkeringatan aktif dimuali

-Sirkulasi darah memindahkan panas tubuh ke periperèdisipitasi melalui


evaporasi keringat è mencegah overheating

2.pengaruh iklim secara tidak langsung

-kualitas dan kuantitas makanan yang tersedia

-adanya parasit ddan penyakit

-penyimpanan dan panangan hasil ternak

a.kualitas dan kuantitas makanan yang tersedia

seperti :makanan yang dimakan ,air yang diminum ,dan mempengruhi kandungan
gizi dari tanaman yang dimakan serta daya cerna yang rendah karena serat
kasarnya sangat tinggi akan mempengaruhi daya produsi menjadi rendah

b.parasit dan penyakit

panas dan kelembapan yang tinggi merupkan lingkungan yang baik bagi
jamur,parasit dan vektor-vektor penyakit lain(vektor penyakit itu adalah nyamuk
dan lalat)Pengaruh iklim secara tidak langsung terhadap parasit penyakit karena
pada daerah tropis seperti afrika yang curah hujannya hanya cukup untuk
tumbuhnya semak-semak

Dengan adanya semak-semak menyebapkan tingginu=ya populasi nyamuk,nyamuk


yang terkenal adalah nyamuk asetse yang dapat mengakibatkan penyakit tidur dan
dapat menyebapkan kematian yang mempengaruhi proses metabolisme ternak
tang terserang

c.Penyimpanan dan penangan hasil ternak

iklim tropis baik lembap /kering dapat merusak dengan epat hasil ternak dan oleh
sebap itu maka biaya processing dan penanganya bertambah

Aklimatasi merupakan proses yang ko,pleks dimana seekor hewan menyesuaikan


diri pada lingkungan dimana ternak tersebut hidup.
TUGAS KELOMPOK

PENGANTAR ILMU PETERNAKAN

KONTRIBUSI TERNAK TERHADAP MANUSIA

Kelompok 4

Rahmatulyulia

Robber rahim F.

Panji prianda P.

Khairian nofri

FAKULTAS PETERNAKAN

UNIVERSITAS ANDALAS

PADANG

2009