Anda di halaman 1dari 13

2.

1 Konsep Dasar Kontrasepsi


2.1.1

Pengertian Kontrasepsi
Kontrasepsi berasal dari kata kontra berarti mencegah atau melawan.
Sedangkan konsepsi adalah pertemuan antara sel sperma (sel pria) yang
mengakibatkan kehamilan.
Kontrasepsi

adalah

menghindari

atau

mencegah

terjadinya

kehamilan

sebagai pertemuan antara sel telur yang matang dengan sel sperma tersebut
(Depkes, 1999 :34) .
Sedangkan Akseptor merupakan orang yang sedang menggunakan suatu alat
kontrasepsi atau dengan kata lain pengguna KB.
2.1.2

Cara Kerja Kontrasepsi


Cara kerja dari kontrasepsi bermacam-macam tetapi pada umumnya :
1) Mengusahakan agar tidak terjadi ovulasi.
2) Melumpuhkan sperma.
3) Menghalangi pertemuan sel telur dan sperma.

2.1.3

Jenis Kontrasepsi
Pada umumnya cara atau metode kontrasepsi dapat di bagi menjadi:
1) Kontrasepsi Non Hormonal
(1)

Metode Amenohoe Laktasi (MAL)


Adalah kontrasepsi yang mengandalkan pemberian air susu ibu (ASI)

(2)

Metode keluarga berencana alamiah (KBA)


Adalah pasangan secara sukarela menghindari senggama pada masa subur
ibu.

(3)

Senggama Terputus
Adalah metode keluarga berencana tradisional, Dimana Pria mengeluarkan
alat

kelaminya

(penis)

dari

vagina

sebelum

pria tersebut

mencapai

ejakulasi.
(4)

Metode Barier
Metode barier terdiri dari beberapa macam,yaitu :
a) Kondom
Adalah suatu karet tipis, berwarna atau tidak

berwarna, dipakai

untuk menutupi zakar yang berdiri sebelum dimasukkan ke dalam vagina


sehingga mani

tertampung

didalamnya dan tidak

masuk

ke vagina,

Dengan demikian mencegah terjadinya pembuahan.


b) Diagfragma
Adalah kap berbentuk bulat cembung, terbuat dari lateks (karet)
yang diinsersikan kedalam vagina sebelum berhubungan seksual dan
menutup serviks.
c) Spermisida
Adalah bahan kimia (biasanya non aksinol -9) digunakan untuk
menonktifkan
menyebabkan

atau
sel

membunuh
sel

membran

sperma. Cara

kerjannya

terpecah, memperlambat pergerakan

sperma dan menurunkan kemampuan pembuahan sel telur.


(5)

Alat kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)

adalah

Adalah alat kontrasepsi yang


bentuknya

bermacam-macam

terbuat

dimasukkan ke dalam rahim yang


dari

plastik, plastik

yang

dililit

tembaga.
a) Cara kerja
Yaitu menghambat kemampuan sperma untuk masuk ke tubba fallopi
dan mempengaruhi fertilitasi sebelum ovum mencapai kavum uteri.
b) Indikasi
Indikasi pada metode keluarga berencana alat kontrasepsi dalam rahim
(AKDR),yaitu :
1) Usia reproduksi (25 49 tahun).
2) Menginginkan menggunakan kontrasepsi jangka panjang.
3) Menyusui yang menginginkan menggunakan kontrasepsi.
4) Setelah Abortus dan tidak terlihat adanya infeksi
5) Resiko rendah dan IMS (infeksi menular seksual)
6) Tidak menghendaki metode hormonal.

c) Kontra indikasi
Kontra indikasi dari metode keluarga berencana alat kontrasepsi dalam
rahim (AKDR),yaitu :
1) Sedang hamil atau kemungkinan hamil
2) Perdarahan pervaginam yang tidak diketahui (sampai dapat di
evaluasi).
3) Sedang menderita infeksi alat genital (Vaginitis servisitif).

4) Ukuran rongga rahim kurang dari 5 cm.


5) Kelainan uterus yang abnormal atau tumor jinak rahim yang dapat
mempengaruhi kavum uteri.
d) Efek samping
Efek samping dari metode keluarga berencana alat

kontrasepsi

dalam

rahim (AKDR),yaitu :
1) Terjadi perdarahan yang lebih banyak dan lebih lama pada masa
menstruasi.
2) Keluar

bercak-bercak

darah

(Spotting)

setelah

lama

hari

pemasangan.
3) Kram atau nyeri selama menstruasi.
4) Keputihan.

(6)

Kontrasepsi mantap.
a) Tubektomi
Adalah

prosedur

bedah

sukarela

untuk

menghentikan

fertilitas

(kesuburan) seseorang perempuan secara permanent.


b) Vasektomi
Adalah prosedur klinik untuk menhentikan kapasitas reproduksi pria
dengan

jalan

melakukan

okulasi

vasa

deferensia

sehingga

alur

transportasi sperma terhambat dan proses fertilisasi (penyatuan dengan


ovum) tidak terjadi.
2) Kontrasepsi hormonal.
(1)

Pil Kombinasi
Adalah Pil kontrasepsi mencakup pil kombinasi yang berisi hormon
estrogen dan progesterone.(Mochtar,1988 : 270)
Banyak wanita memilih metode hormonal sebagai kontrasepsi mereka
karena metode tersebut dapat diandalkan, dengan mudah mereka akan kembali
subur (reversibel).
Cara kerja Pil Kombinasi :
1) Menekan Ovulasi.
2) Mencegah implantasi.
3) Membuat lendir serviks tidak dapat ditembus oleh sperma.

Indikasi dari metode Keluarga Berencana jenis PIL yaitu:


1. Usia reproduksi
2. Telah memiliki anak ataupun yang belum memiliki anak
3. Gemuk atau kurus.
4. Menginginkan metode kontrasepsi dengan efektifitas tinggi.
5. Setelah melahirkan atau tidak menyusui.
6. Pasca keguguran.
7. Nyeri haid yang hebat.

8. Siklus haid tidak teratur.


Kontra Indikasi yaitu:
1. Hamil atau dicurigai hamil
2. Menyusui dengan ASI Ekslusif
3. Menderita penyakit hati yang akut.
4. Mempunyai riwayat penyakit jantung, Stroke
5. Tekanan darah lebih dari 180/110 mmHg.
Keuntungan dari metode keluarga berencana jenis pil kombinasi yaitu:
1. Tidak mengaggu hubungan seksual
2. Dapat digunakan

jangka

panjang

selama

perempuan

masih

ingin

menggunakanya untuk mencegah kehamilan.


3. Mudah dihentikan setiap saat
4. Kesuburan akan segera kembali setelah penggunaanya dihentikan.

Kerugianya dari metode keluarga berencana jenis pil kombinasi yaitu:


1. Mahal dan membosankan karena harus meminumnya setiap hari.
2. Mual terurama dalam penggunaan tiga bulan pertama.
3. Tidak mencegah dari IMS infeksi menular seksual terutama HIV/AIDS.
Efek samping dari metode keluarga berencana jenis pil kombinasi yaitu:
1. Amenorhoe
2. Mual, pusing, muntah
3. Perdarahan pervaginam atau spooting.
(2)

Suntikan Kombinasi.

Adalah 25 mg depo medroksi progesterone asetat dan 5 mg Estradiol


sipionat

yang

diberikan

injeksi

IM sebulan

sekali

(cyclofem),dan

50

noretidron enantal dan 5 mg estradol vateral yang diberikan injeksi IM


sebulan sekali.
Cara kerjanya adalah:
1. Menekan Ovulasi.
2. Membuat lendir serviks menjadi kental sehingga penetrasi sperma
terganggu.
3. Perubahan pada endometrium (atrofi) sehingga implantasi terganggu
4. Menghambat transportasi gamet oleh tuba.
Indikasi dari metode keluarga berencana kontrasepsi kombinasi jenis suntikan
kombinasi yaitu :
1. Telah memiliki anak, ataupun yang belum memeliki anak
2. Ingin mendapatkan kontrasepsi dengan efektifitas yang tinggi.
3. Menyusui pasca persalinan lebih dari 6 bln.
4. Sering lupa bila menggunakan pil kombinasi.
Kontra indikasi dari metode keluarga berencana kontrasepsi kombinasi jenis
suntikan kombinasi yaitu:
1. Hamil atau dicurigai hamil.
2. Menyusui dibawah 6 minggu pasca persalinan.
3. Perdarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya.
4. Riwayat penyakit jantung, stroke, atau dengan tekanan darah tinggi (lebih
dari 180/110 mmHg).

Keuntungan dari metode keluarga berencana kontrasepsi kombinasi jenis


suntikan kombinasi yaitu :
1. tidak berpengaruh pada hubungan suami istri.
2. tidak diperlukan pemeriksaan dalam.
3. dapat digunakan dalam jangka panjang.
4. efek samping kecil.
5. klien tidak perlu menyimpan obat suntik.

Kerugian

dari metode keluarga

berencana kontrasepsi

kombinasi

jenis

suntikan kombinasi yaitu:


1. Terjadi perubahan pada pola haid,seperti tidak teratur, perdarahan bercak
atau spooting ada perdarahan sela sampai 10hari.
2. Mual, sakit kepala, nyeri payudara ringan, dan keluhan ini akan hilang
setelah suntikan kedua dan ketiga.
3. Ketergantungan klien dengan pelayanan kesehatan.
4. Tidak

menjamin

perlindungan

terhadap

penularan

infeksi

menular

seksual, hepatitis B virus, HIV/AIDS


5. Kemungkinan keterlambatanya pemulihan kesuburan setelah penghentian
pemakaian.
Efek samping dari metode keluarga berencana kontrasepsi jenis suntikan
kombinasi yaitu:
1. Amenorhoe.

2. Mual, pusing, muntah.


3. Perdarahan, Spoting.
(3)

Kontrasepsi Suntikan Progesteron


Tersedia

dua

jenis

kontrasepsi

suntikan

yang

hanya

mengandung

progesterone, yaitu : depo medioksiprogesteron (DMPA) mengandung 150mg


DMPA, yang diberikan setiap 6 bulan dengan cara disuntik IM (didaerah
bokong).Cara kerjanya : 1) Mencegah ovulasi, 2) Mengentalkan lendir cerviks
sehingga menurunkan kemampuan penetrasi sperma.,3) Menjadikan selaput
lendir rahim tipis dan atrofi,
gemet

oleh

tuba.Indikasi

dari

4) Menghambat transportasi
metode

keluarga

berencana

kontrsepsi

progestin jenis kontrasepsi suntikan progestin yaitu: 1) Usia reproduksi, 2)


Nulipara dan telah memiliki anak,3) Menghendaki kontrasepsi jangka
panjang dan yang memiliki efektifitas tinggi,

4) Menyusui dan

membutuhkan kontrasepsi yang sesuai, 5) Tidak dapat memakai kontrasepsi


yang mengandung estrogen, dan 7) Sering lupa menggunakan pil kontrsepsi.
Kontra indikasi dari metode-metode keluarga berencana kontrasepsi progestin
jika kontrasepsi suntikan progestin yaitu: 1) Hamil atau dicurigai hamil, 2)
Pendarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya 3) tidak dapat
menerima terjadinya gangguan haid, terutama amenorhoe dan 4) Diabetes
mellitus disertai komplikasi.
Keuntungan dari metode keluarga berencana kontrasepsi progestin jenis
kontrasepsi suntikan progestin yaitu: 1.) Sangat efektif , 2.) Pencegahan
kehamilan jangka panjang, 3.) Tidak berpengaruh pada hubungan suami istri,

4.) Tidak mengandung estrogen sehingga tidak berdampak serius terhadap


penyakit jantung, dan gangguan pembekuan darah, 5.) Tidak memiliki
pengaruh terhadap ASI, dan 6.) Klien tidak perlu menyimpan obat suntik,
Kekuranganya yaitu :1.) Sering ditemukan gangguan haid, seperti: siklus haid
yang memendek atau memajang, pendarahan yang tidak terartur atau
pendarahan bercak (spooting), tidak haid sama sekali, klien sangat bergantung
pada tempat sarana Pelayanan kesehatan, tidak dapat dihentikan sewaktuwaktu sebelum suntikan berikut, perubahan berat badan merupakan efek
samping

tersering, tidak

menjamin

perlindungan

terhadap

penularan

IMS.HBV atau Infeksi Virus HIV dan terlambatnya kembali kesuburan


setelah penghentian pemakaian.
Efek

samping

kontrasepsi

dari

suntikan

keluarga
progestin

berencana
yaitu: 1.)

Kontrasepsi

Progestin

Amenorhoe (tidak

jenis
terjadi

pendarahan / spooting), 2.) Pendarahan bercak spooting dan 3.) Meningakatkan


atau menurunya berat badan.
(4)

Kontrasepsi PIL PROGESTIN (mini pil)


Jenis mini pil kemasan dengan isi 35 pil : 300 mg levenorgetrel atau
350 mg noretindron dan kemasan dengan isi 28 pil : 75 mg norgestrel. Cara
kerjanya yatu: 1.) Menekan sekresi Gonadotropin dan sintesis steroid seksdio
varium (tidak begitu kuat), 2.) Endometrium mengalami tranformasi lebih
awal sehingga implantasi lebih sulit, 3.) Mengentalkan lendir seviks sehingga
mengahambat penetrasi sperma, 4.) Mengubah mobilitas Tuba sehingga

menghambat penetrasi sperma dan 5.) Mengubah mobilitas tuba sehingga


transportasi sperma terganggu.
Indikasi dari metode keluarga berencana kontrasepsi

progestin jenis

kontrasepsi pil progestin (mini pil), yaitu : 1.) Usia reproduksi, 2.) Telah
memiliki anak atau yang belum memiliki anak, 3) Menginginkan seseuatu
metode kontrasepsi yang sangat efektif selama periode menyusui, 4)
Tidak boleh menggunakan estrogen atau lebih.
Kontra indikasi dari metode keluarga berencana kontrasepsi progestin
jenis kontrasepsi pil progestin (mini pil): 1.) Hamil atau dicurigai hamil,
2.)

Perdarahan

pervaginam

yang belum

jelas

penyebabnya, 3.)

Menggunakan obat tuberculosis dan obat untuk epilepsy, 4.) Sering lupa
menggunakan pil dan 5) Riwayat stroke, progestin menyebabkan spesmi
pembuluh darah.
Keuntungan dari metode keluarga berencana kontrasepsi progestin jenis
kontrasepsi pil progestin (mini pil),yaitu :1.) Sangat efektif bila digunakan
secara

benar 2.)

Tidak

menganggu

hubungan

seksual, 3.)

Tidak

mempengaruhi ASI, 4.) Kesuburan cepat kembali dan 5.) Dapat dihentikan
setiap saat. Sedangkan Kekuranganya yaitu : 1) Hampir 30 60 %
mengalami gangguan haid (Spooting dan amenorhoe), 2) Meningkatkan
atau menurunkan berat badan, 3.) Efektifitasnya menjadi rendah jika
digunakan dengan obat tuberculosis dan obat epilepsy dan 4.) Tidak
melindungi diri dari IMS.

Efek samping dari metode keluarga berencana kontrasepsi progestin jenis


kontrasepsi

pil

progestin (mini

pil), yaitu : 1.)

Amenorhoe

dan 2.)

perdarahan tidak teratur atau spooting.


(5)

Kontrasepsi Implant.
Adalah suatu, dua atau enam kapsul (seperti korek api) yang dimasukkan
kedalam kulit lengan atas secara perlahan melepaskan hormone progesterone
selama 3 sampai 5 tahun.
Cara kerjanya yaitu : 1) menghambat terjadinya ovulasi, 2) Menyebabkan
endometrium atau selaput

lendir tidak siap untuk nidasi atau menerima

pembuahan, 3.) Mempertebal lendir serviks atau rahim, dan 4.) Menipiskan
lendir endometrium atau selaput lendir. Indikasi dari metode keluarga
berencana kontrasepsi progestin jenis kontrasepsi Implant yaitu: 1.) usia
reproduksi ( 25 49 tahun), 2.) Menghentikan kontrasepsi yang memiliki
efektifitas tinggi dan menhendaki pencegahan kehamilan jangka panjang, 3.)
Menyusui dan membutuhkan kontrasepsi, 4.) Tidak menginginkan anak lagi,
tetapi menolak sterilisasi dan 5.) Tidak bole menggunakan kontrasepsi
hormonal yang mengandung estrogen.
Kontra Indikasi dari metode keluarga berencana kontrasepsi progestin jenis
kontrasepsi implant yaitu :
1.) Hamil atau dicurigai hamil, 2.) Perdarahan pada vagina yang tidak
diketagui sebabnya. 3.) Penyakit jantung, Varices, kencing manis, darah tinggi
dan kangker.

Keuntungan dari metode Keluarga berencana kontrasepsi Progestin jenis


kontrasepsi implant yaitu : 1.) Tidak menekan produksi ASI, 2.) Praktis,
efektif , 3.) Tidak harus mengigat ingat, 4.) Masa pakai jangka panjang (3-5
tahun),5.) Kesuburan cepat kembali setelah pengangkatan dan 6.) Dpat
digunakan oleh ibu yang tidak cocok dengan hormone estrogen sedakan
Kerugianya yaitu : 1.) Susuk KB atau implant Harus dipasang dan di angkat
oleh petugas kesehatan yang terlatih. 2.) dapat menyebabkan pola-pola haid
berubah,3.) Pemakai tidak dapat menghentikan pemakaian sendiri.
Efek samping dari metode keluarga berencana kontrasepsi jenis kontrasepsi
implant yaitu :1.) Gangguan siklius haid, 2.) Keluar bercak-bercak darah atau
pendarahan yang lebih banyak selama menstruasi, 3.) Hematoma atau
pembekakan atau nyeri, 4.) Pusing, Mual ( jarang terjadi), 5.) Perubahan berat
badan dan 6.) infeksi pada daerah insersi.