Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN
Tumbuh-tumbuhan yang hidup di suatu tempat ada yang tumbuh secara alami
dan ada juga yang dibudidayakan oleh manusia. Flora ataua dunia tumbuhan di
berbagai tempat di dunia pasti berbeda-beda, hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor
antara lain sebagai berikut :

Iklim

Jenis tanah

Relief atau tinggi rendah permukaan bumi

Biotik (pengaruh makhluk hidup).


Adanya faktor-faktor tesebut, Indonesia memeliki keanekara- gaman jenis

tumbuh-tumbuhan. Iklim memiliki pengaruh yang sangat besar terutama suhu udara
dan curah hujan. Daerah yang curah hujannya tinggi memiliki hutan yang lebat dan
jenis tanaman lebih bervariasi, misalnya: di Pulau Sumatera dan Kalimantan
Sedangkan daerah yang curah hujannya relatif kurang tidak memiliki hutan
yang lebat seperti di Nusa Tenggara. Daerah ini banyak di tum- buhi semak belukar
dengan padang rumput yang luas.
Suhu udara juga mempengaruhi tanaman yang dapat hidup di suatu tempat.
Junghuhn telah membuat zonasi (pembatasan wilayah) tumbuh- tumbuhan di
Indonesia sebagai berikut :

Daerah panas (0 - 650 meter), tumbuhan yang cocok di daerah ini adalah

kelapa, padi, jagung, tebu, karet.


Daerah sedang ( 650 - 1500 meter), tumbuhan yang cocok di daerah ini

adalah kopi, tembakau, teh, sayuran.


Daerah sejuk ( 1500 - 2500 meter), tumbuhan yang cocok di daerah ini

adalah teh, sayuran, kina, pinus.


Daerah dingin (di atas 2500 meter) tidak ada tanaman budidaya.
Bioma merupakan sekelompok hewan dan tumbuhan yang tinggal di suatu

lokasi geografis tertentu. Bioma terbagi menjadi beberapa jenis diantaranya hutan
tropis, hutan gugur, hutan taiga, padang rumput, gurun, tundra, dan Padang Rumput .
Berikut ciri-ciri dari 7 bioma yang ada :
1. Hutan Tropis
Memiliki canopy
1

Dasar hutan gelap


Memiliki kelembapan yang tinggi(rata-rata kelembapan 80 %)
Curah hujannya 2000-2250 mm/tahun
Temperatur 25 %
Jenis pohon yang tumbuhdiantanya epifit, semak, perdu, herba (heterogen)
Karena pohon-pohon yang terdapat di hutan tropis rata-rata tinggi dan
permukaan tanahnya relatif sering tergenang oleh air, maka hewan yang banyak hidup
di daerah hutan basah ini adalah hewan-hewan pemanjat sejenis primata, seperti :
Gorila, monyetdan simpanse.
2. Hutan Taiga
Didominasi oleh pepohonan yang memiliki daun jarum (conifer), seperti pinus,
sprice, ander, dan coniper.
Memiliki temperature -120C hingga -100C
Memiliki curah hujan 400 hingga 750 mm
Musim dinginnya lebih panjang daripada musim panasnya
Hutan ini umumnya tertutup lumut kerak yang tebal.
3. Hutan Gugur
Daunnya hijau pada musim panas dan menggugurkan daunnya pada musim dingin
Memiliki 4 musim yaitu musim panas, gugur, dingin, dan semi.
Didominasi oleh pohon berdaun lebar
Curah hujan tidak merata sepanjang tahun antara 750-1000 mm/tahun
Memiliki jenis tumbuhan yang lebih sedikit dibandingkan dengan hutan tropis
Temperaturnya 220C-170C
4. Padang Rumput
Memiliki suhu yang bervariasi yaitu pada musim panas/kemarau 190C-300C dan
pad musim dingin 120C-200C
Curah hujannya 200-1000 mm/tahun
Porositas tanahnya rendah
5. Gurun
Memiliki kelembaban udara yang rendah
2

Tingkat evaporasinya tinggi


Temperatur disiang hari 450C sedangkan di malam hari 00C
Tanahnya tandus dan kering
Tumbuhannya sangat sedikit yaitu ada yang berdaun kecil dan ada yang tidak
berdaun
Jenis tumbuhan yang hidup di daerah Gurun contohnya :

Kurma
Kaktus

Hewan yang terdapat di daerah gurun antara lain :

Unta

6. Tundra
Temperaturnya -570C s/d 150C
Memiliki curah hujan 250 mm
Didominasi oleh Lumut kerak, lumut daun, dan spaqnum.
7. Padang Rumput
Bersuhu panas sepanjang tahun
Hujan terjadi secara musiman, dan menjadi faktor penting bagi terbentuknya Padang
Rumput
Padang Rumput berubah menjadi semak belukar apabila terbentuk mengarah ke
daerah yang intensitas hujannya makin rendah
Padang Rumput akan berubah menjadi hutan basah apabila mengarah ke daerah
yang intensitas hujannya makin tinggi.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
padang rumput adalah ekosistem ditandai dengan pohon-pohon yang cukup
kecil atau banyak spasi sehingga kanopi tidak menutup. Kanopi terbuka
memungkinkan cahaya yang cukup untuk mencapai tanah untuk mendukung terputus
lapisan herba terutama yang terdiri dari rumput. Beberapa klasifikasi sistem yang juga
menyatakan savana padang rumput yang tidak ada pohon.
Hal ini sering percaya bahwa Padang Rumput

banyak ruang, pohon

berserakan. Namun, dalam banyak Padang Rumput , kerapatan pohon yang lebih
tinggi dan jarak pohon lebih teratur daripada di hutan. Padang Rumput juga ditandai
dengan ketersediaan air musiman, dengan mayoritas curah hujan terbatas pada satu
musim. Padang Rumput yang berhubungan dengan beberapa jenis bioma. Padang
Rumput sering berada di antara zona transisi antara hutan dan padang pasir atau
padang rumput. Savanna mencakup 20% dari luas lahan bumi. Wilayah terbesar
adalah savana di Afrika.
Di Indonesia, Padang Rumput terdapat di Nusa Tenggara Timur dan Papua
bagian tenggara. Padang Rumput biasanya merupakan daerah peralihan antara hutan
dan padang rumput. Padang Rumput terjadi karena keadaan tanah, kebakaran yang
berulang, dan bukan disebabkan oleh keadaan iklim.
Meskipun istilah savana diyakini awalnya berasal dari Arawak kata
menggambarkan "tanah yang tanpa pohon tetapi dengan banyak rumput baik tinggi atau
pendek "(Valdes y Oviedo, 1535), pada akhir 1800-an itu digunakan yang berarti "tanah
dengan rumput dan pohon ". Sekarang mengacu pada tanah dengan rumput dan pohon
baik tersebar atau terbuka kanopi pohon.
Penjelajah Spanyol umumnya mengenal dengan istilah "Padang Rumput " disebut
padang rumput mereka menemukan sekitar Sungai Orinoco "Llanos", serta memanggil
Venezuela dan Kolombia padang rumput dengan istilah tertentu. " Cerrado " digunakan
pada Padang Rumput yang lebih tinggi di BrazilianCentral Plateau.
Banyak rumput dan komunitas campuran pepohonan, semak, dan rumput yang
digambarkan sebagai savana sebelum pertengahan abad ke-19, ketika konsep iklim
savana tropis menjadi tidak dapat dipungkiri. Sistem klasifikasi iklim Kppen sangat
dipengaruhi oleh pengaruh suhu dan curah hujan pada tingkat pertumbuhan pohon, dan
4

lebih-disederhanakan asumsi nya menghasilkan konsep klasifikasi savana tropis yang


mengakibatkan ia dianggap sebagai formasi iklim klimaks. Penggunaan umum arti
untuk mendeskripsikan vegetasi sekarang konflik dengan arti luas namun konsep yang
disederhanakan iklim. Perbedaan ini kadang-kadang menyebabkan area seperti Padang
Rumput yang luas utara dan selatan Kongo dan Sungai Amazon untuk dikecualikan dari
kategori peta savana.
Dua faktor umum untuk semua lingkungan savana adalah curah hujan variasi dari
tahun ke tahun, dan musim keringkebakaran hutan. Padang Rumput di seluruh dunia
juga didominasi oleh rumput tropis yang menggunakan jenis C4 dalam fotosintesis. Di
Amerika, misalnya di Belize, Amerika Tengah, vegetasi savana mirip dari Meksiko ke
Amerika Selatan dan ke Karibia. Pada Amerika Utara pohon di dekatnya adalah jenis
subtropis, mulai dari barat daya pinus Pinyon untuk tenggara Pine Longleaf dan utara ek
kastanye.
B. Ciri ciri Padang Rumput
Ciri-ciri Padang Rumput antara lain :
1. Bersuhu panas sepanjang tahun
2. Hujan terjadi secara musiman, dan menjadi faktor penting bagi terbentuknya
Padang Rumput
3. Padang Rumput berubah menjadi semak belukar apabila terbentuk mengarah ke
daerah yang intensitas hujannya makin rendah
4. Padang Rumput akan berubah menjadi hutan basah apabila mengarah ke daerah
yang intensitas hujannya makin tinggi.
C. Pembagian Padang Rumput
padang rumput dengan diselingi oleh pepohonan. Padang Rumput dibedakan
menjadi dua, yaitu:

Padang Rumput murni, yaitu Padang Rumput yang pepohonan penyusunnya


hanya terdiri dari satu jenis tumbuhan aja.

Padang Rumput campuran, yaitu Padang Rumput yang pepohonan penyusunnya


terdiri dari berbagai jenis tumbuhan.

D. Mahluk Hidup yang terdapat di Padang Rumput


5

Oleh karena porosita (wilayah terbuka) dan drainase (sistem perairan) yang
cenderung tidak teratur, maka tanaman yang tumbuh di wilayah padang rumput juga
terbatas. Tumbuhan yang masuk ke dalam ekosistem padang rumput ini didominasi
rerumputan yang pendek antara lain grama, buffalo grasees dan masih banyak lagi
lainnya. Meski demikian, padang rumput juga dihuni beberapa jenis tumbuhan, hanya
saja oleh karena keberadaan rumput yang paling dominan sehingga ia disebut Padang
Rumput.
Salah satu jenis tumbuhan unik yang ditemukan di wilayah padang rumput
adalah akasia. Ia merupakan genus semak-semak dan juga pohon. Akasia pertama kali
ditemukan di wilayah Afrika. Akasia dikenal dengan durinya. Tumbuhan akasia ini
dibagi lagi ke dalam beberapa varian yang jumlahnya mencapai 1.300 spesies dan
tersebar di seluruh dunia. Akasia banyak dijumpai tumbuh lebat di padang rumput. Ia
memiliki ciri khas daun yang berukuran kecil. Akasia ini sangat bermanfaat dan
bahkan pohonnya menjadi komoditas yang banyak dicari.
Jenis tumbuhan yang hidup di daerah Padang, seperti diantaranya rumputrumputan, dan jenis tumbuh-tumbuhan besar seperti jenis ekaliptus ( Eucalyptus
spp.).

Sementara itu, hewan atau fauna yang menghuni ekosistem padang rumput cukup
beragam. Biasanya mereka adalah hewan yang menjadikan rumput sebagai makanan
utama. Misalnya saja domba, zebra, kuda liar, gajah. jerapah, dan masih banyak lagi
lainnya. Oleh karena keberadaan hewan karnivora tersebut sehingga beberapa binatang
pemangsa daging juga hidup di tempat ini. Hewan karnivora tersebut adalah cheetah,
singa, anjing liar, serigala dan masih banyak lagi lainnya
Jenis hewan yang hidup di daerah Padang Rumput adalah herbivora dan karnivora
misalnya :
1. Herbivora

Kuda

Zebra

2. Karnivora
Macan Tutul
Singa
Anjing Hutan

E. Permasalahan
Pada Padang Rumput

umumnya

terjadi kebakaran hutan dan ekosistem yang


muncul sebagai akibat dari ulah manusia.
Sebagai contoh, penduduk asli Amerika menciptakan Padang Rumput Pra-Columbus
Amerika Utara secara berkala pembakaran di mana-tanaman tahan api adalah spesies
yang dominan. Pine Barrons di lokasi yang tersebar dari New Jersey ke pantai New
England adalah sisa-sisa dari Padang Rumput . Aborigin tampaknya telah bertanggung
jawab atas terjadinya kebakaran pada luas savana di daerah tropis Australia dan New
Guinea, dan kebakaran Padang Rumput di India adalah hasil dari ulah manusia.

Kebakaran ini biasanya terbatas pada lapisan herba dan melakukan kerusakan
jangka panjang untuk pohon dewasa. Namun, kebakaran tidak berfungsi baik membunuh
atau menekan bibit pohon, sehingga mencegah pembentukan kanopi pohon terus menerus
yang akan mencegah pertumbuhan rumput lebih lanjut. Sebelumnya tanah aborigin Eropa
menggunakan praktik penyelesaian, termasuk kebakaran, vegetasi dipengaruhi dan
mungkin telah dipelihara dan perubahan flora di savana. Hal ini telah diusulkan oleh
banyak penulis bahwa pembakaran asli menciptakan struktural lebih teratur pada savana
terbuka. Aborigin membakar tentu menciptakan mosaik habitat yang mungkin
peningkatan keanekaragaman hayati dan mengubah struktur hutan dan jangkauan
geografis dari berbagai spesies hutan. Hal ini telah diusulkan oleh banyak pengarang
bahwa dengan pemindahan atau perubahan rezim pembakaran Padang Rumput
tradisional banyak digantikan oleh semak hutan dan semak belukar dengan lapisan herba
sedikit.
Konsumsi rumputan oleh ternak di hutan-hutan savana telah menyebabkan
penurunan jumlah bahan bakar yang tersedia untuk pembakaran dan mengakibatkan
kebakaran dan pendingin yang lebih sedikit. Pengenalan padang rumput asing legum juga
menyebabkan penurunan dalam kebutuhan untuk membakar untuk menghasilkan tinggi
pertumbuhan kacang hijau karena mempertahankan tingkat gizi yang tinggi sepanjang
tahun, dan karena kebakaran dapat berdampak negatif terhadap populasi legum yang
menyebabkan keengganan untuk membakar.

BAB III
KESIMPULAN
1. Padang rumput adalah dataran tanpa pohon (kecuali yang berada di dekat
sungai atau danau) yang umumnya ditumbuhi rumput pendek.Padang rumput
menjadi istilah di kehutanan yang tidak asing meski terdapat berbagai macam
kata yang berkaitan dengan hutan. Padang rumput sendiri terletak di daerah
yang memiliki musim kering yang panjang dan musim penghujan yang
pendek. Padang Rumput banyak terdapat di Afrika yang menjadi habitat
hewan yang merumput (grazing animal). Padang Rumput terdapat pula di
Australia, Amerika Selatan, dan Asia Selatan.
Di Indonesia, Padang Rumput terdapat di Nusa Tenggara Timur dan Papua
bagian tenggara. Padang Rumput biasanya merupakan daerah peralihan antara
hutan dan padang rumput. Padang Rumput terjadi karena keadaan tanah,
kebakaran yang berulang, dan bukan disebabkan oleh keadaan iklim.
2. Ciri-ciri Padang Rumput antara lain :
Bersuhu panas sepanjang tahun
Hujan terjadi secara musiman, dan menjadi faktor penting bagi terbentuknya

Padang Rumput
Padang Rumput berubah menjadi semak belukar apabila terbentuk mengarah

ke daerah yang intensitas hujannya makin rendah


Padang Rumput akan berubah menjadi hutan basah apabila mengarah ke

daerah yang intensitas hujannya makin tinggi.


3. Padang Rumput dibedakan menjadi dua, yaitu:
Padang Rumput murni, yaitu Padang Rumput

yang pepohonan

penyusunnya hanya terdiri dari satu jenis tumbuhan aja.


Padang Rumput campuran, yaitu Padang Rumput yang pepohonan

penyusunnya terdiri dari berbagai jenis tumbuhan.


4. Beberapa jenis hewan yang hidup di daerah savana diantaranya kuda, zebra,
macan tutul, singa, anjing hutan, dll, sedangkan tumbuhan yang hidup disini
diantaranya rumput dan ekaliptus.

10

DAFTAR PUSTAKA
http://www.barrameda.com.ar/ecology/the-savanna.htm
http://en.wikipedia.org/wiki/Savanna
http://id.wikipedia.org/wiki/Padang Rumput
http://idkf.bogor.net/yuesbi/e-DU.KU/edukasi.net/Geografi/Unsur.Fisik/materi4.html
http://therockectstar.dagdigdug.com/2009/08/12/persebaran-flora-indonesia/
http://www.fiestyaputri.co.cc/2010/09/persebaran-flora-di-permukaan-bumi.html
http://andimanwno.wordpress.com/2009/01/22/bioma-Padang Rumput /

11