Anda di halaman 1dari 30

1.

Oven atau Autoklaf

Autoklaf adalah alat pemanas tertutup yang digunakan untuk


mensterilisasi suatu benda menggunakan uap bersuhu dan bertekanan tinggi (1210C, 15 lbs) selama
kurang lebih 15 menit.Penurunan tekanan pada autoklaf tidak dimaksudkan untuk membunuh
mikroorganisme, melainkan meningkatkan suhu dalam autoklaf. Suhu yang tinggi inilah yang akan
membunuh microorganisme. Autoklaf terutama ditujukan untuk membunuh endospora, yaitu sel resisten
yang diproduksi oleh bakteri, sel ini tahan terhadap pemanasan, kekeringan, dan antibiotik. Pada spesies
yang sama, endospora dapat bertahan pada kondisi lingkungan yang dapat membunuh sel vegetatif bakteri
tersebut. Endospora dapat dibunuh pada suhu 100 C, yang merupakan titik didih air pada tekanan
atmosfer normal. Pada suhu 121 C, endospora dapat dibunuh dalam waktu 4-5 menit, dimana sel vegetatif
bakteri dapat dibunuh hanya dalam waktu 6-30 detik pada suhu 65 C.
2. Analylical Balance

Merupakan Alat Ukur yang presisi dimana keakurasiannya dapat


mudah terbaca mulai dari 10 mikrogram sampai dengan 1 miligram. Jenis timbangan ini sangat cocok
digunakan pada laboratorium karena kapasitasnya rendah dan lebih spesifik dalam menampilkan data
sehingga penggunaan untuk aplikasinya dapat berjalan dengan baik dan sempurna. Analytical Balances
dapat diaplikasikan pada beberapa kebutuhan industri terutama pada industri farmasi, Selain perhitungan
yang sangat presisi keakurasian data sangat terjamin sehingga penggunaanya lebih sempurna.
3. Lemari Asam

Lemari asam gunanya untuk tempat mereaksikan senyawa yang


pekat atau yang berbahaya. lemari asam menyedot semua gas-gas yang terbentuk dari senyawa kimia
atau gas yang mudah menguap. jadi tempat pengaman dalam laboratorium dan biasanya banyak senyawa
pekat atau berbahaya.
4. Jarum Inokulum

Jarum inokulum berfungsi untuk memindahkan biakan untuk ditanam/ditumbuhkan ke


media baru. Jarum inokulum biasanya terbuat dari kawat nichrome atau platinum sehingga dapat berpijar
jika terkena panas. Bentuk ujung jarum dapat berbentuk lingkaran (loop) dan disebut ose atau inoculating
loop/transfer loop, dan yang berbentuk lurus disebut inoculating needle/Transfer needle. Inoculating
loopcocok untuk melakukan streak di permukaan agar, sedangkan inoculating needle cocok digunakan
untuk inokulasi secara tusukan pada agar tegak (stab inoculating). Jarum inokulum ini akan sangat
bermanfaat saat membelah agar untuk preprasi Heinrichs Slide Culture.

5.

Pinset

Pinset memiliki banyak fungsi diantaranya adalah untuk mengambil benda dengan menjepit misalnya saat
memindahkan cakram antibiotik.
6. pH Indikator Universal

berguna untuk mengukur/mengetahui pH suatu larutan.

Hal ini sangat penting

dalam pembuatan media karena pH pada media berpengaruh terhadap petumbuhan mikroba. Kertas pH
indikator dicelupkan sampai tidak ada perubahan warna kemudian strip warna dicocokkan dengan skala
warna acuan.
7. Pipet Filler / Rubber Bulb

Filler adalah alat untuk menyedot larutan yang dapat dipasang pada
pangkal pipet ukur. Karet sebagai bahan filler merupakan karet yang resisten bahan kimia. Filler memiliki 3
saluran yang masing-masing saluran memiliki katup. Katup yang bersimbol A (aspirate) berguna untuk
mengeluarkan udara dari gelembung. S (suction) merupakan katup yang jika ditekan maka cairan dari
ujung pipet akan tersedot ke atas. Kemudian katup E (exhaust) berfungsi untuk mengeluarkan cairan dari
pipet ukur.
8. Thermal Cycler
Juga dikenal sebagai thermocycler, Mesin PCR atau Amplifier DNA, adalah peralatan laboratorium
digunakan untuk memperkuat segmen DNA melalui reaksi berantai polimerase (PCR) proses. [1]
Perangkat ini memiliki blok termal dengan lubang di mana tabung memegang campuran reaksi PCR dapat
disisipkan. Pengendara sepeda kemudian mengangkat dan menurunkan suhu blok dalam diskrit,
diprogram langkah.
9. Perangkat

adalah teknik pemisahan komponen atau molekul bermuatan


berdasarkan perbedaan tingkat migrasinya dalam sebuah medan listrik . Medan listrik dialirkan pada suatu

medium yang mengandung sampel yang akan dipisahkan. Teknik ini dapat digunakan dengan
memanfaatkan muatan listrik yang ada pada makromolekul, misalnya DNA yang bermuatan negatif. Jika
molekul yang bermuatan negatif dilewatkan melalui suatu medium, kemudian dialiri arus listrik dari suatu
kutub ke kutub yang berlawanan muatannya maka molekul tersebut akan bergerak dari kutub negatif ke
kutub positif. Kecepatan gerak molekul tersebut tergantung pada nisbah muatan terhadap massanya serta
tergantung pula pada bentuk molekulnya. Pergerakan ini dapat dijelaskan dengan gaya Lorentz, yang
terkait dengan sifat-sifat dasar elektris bahan yang diamati dan kondisi elektris lingkungan:
Fe = qE
F adalah gaya Lorentz, q adalah muatan yang dibawa oleh objek, E adalah medan listrik.
Secara umum, digunakan untuk memisahkan, mengidentifikasi, dan memurnikan fragmen DNA.
kertas adalah jenis yang terdiri dari kertas sebagai fase diam dan partikel bermuatan yang terlarut sebagai
fase gerak, terutama ialah ion-ion kompleks. [4] Pemisahan ini terjadi akibat adanya gradasi konsentrasi
sepanjang sistem pemisahan. [4] Pergerakan partikel dalam kertas tergantung pada muatan atau valensi
zat terlarut, luas penampang, tegangan yang digunakan, konsentrasi elektrolit, kekuatan ion, pH, viskositas,
dan adsorpsivitas zat terlarut.
gel ialah yang menggunakan gel sebagai fase diam untuk memisahkan molekul-molekul. Awalnya
elektoforesis gel dilakukan dengan medium gel kanji (sebagai fase diam) untuk memisahkan biomolekul
yang lebih besar seperti protein-protein. Kemudian gel berkembang dengan menjadikan agarosa dan
poliakrilamida sebagai gel media.
10. Mikrotom

Mikrotom adalah mesin untuk mengiris spesimen biologi menjadi


bagian yang sangat tipis untuk pemeriksaan mikroskop. Beberapa mikrotom menggunakan pisau baja dan
digunakan untuk mempersiapkan sayatan jaringan hewan atau tumbuhan dalam histologi.
Beberapa penggunaan mikrotom:
Untuk mikroskop cahaya, material pertama-tama difiksasi dan dibekukan atau dibenamkan ke dalam
parafin. Bagian-bagian setebal 3 20 mm biasanya diiris dengan pisau baja.

Untuk mikroskop elektron, fiksasi diikuti dengan pembenaman dalam resin seperti Araldine(R), bagianbagian diiris dengan pisau gelas atau pisau intan ultramikrotom setebal 2 100 nm.
11. Sphynomanometer
Sphygmomanometer adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur tekanan darah yang bekerja
secara manual saat memompa maupun mengurangi tekanan pada manset, dengan sistem non-invasive.
Alat ini dalam penggunaannya digabung dengan manset pneumatik letaknya sedikit melingkar diatas
lengan. Bagian manset dapat dipompa dengan pompa tangan kecil dengan cara ditekan, di dalam sistem
ditunjukan oleh pengukur tekanan gauge atau dengan beberapa model lainnya seperti manometer air
raksa. Manset dipompa dengan tekanan yang lebih besar dari tekanan darah dalam pembuluh darah yang
berhubungan dengan tangan. Tekanan ini melemahkan arteri dan menghentikan aliran darah ke lengan.
Tekanan di dalam manset perlahan-lahan diturunkan dengan menggunakan katub buang aliran pada
pompa tangan, suatu angka akan diperoleh yakni saat tekanan manset dan tekanan tertinggi

(tekanan

pembuluh darah systilic) adalah sama. Pada tekanan

sedikit lebih rendah di bawah ukuran ini tekanan pembuluh darah tertinggi melebihi tekanan manset dan
darah dapat menyembur melalui bagian pembuluh darah tangan yang ditekan. Penyemburan darah ini
menghasilkan gerak putar dan arteri menimbulkan bunyi yang dikenal sebagai suara korotkoff bunyi ini
biasanya dideteksi dengan stetoskop yang ditempatkan diatas pembuluh darah tangan. Tekanan didalam
manset selanjutnya menurun, suara korotkoff masih berlanjut hingga tercapai suatu angka hal mana tidak
dihasilkan lagi gerak putar lanjutan yakni tidak adaa penyempitan dalam pembuluh darah.
12. Stetoskop
Alat ini digunakan untuk mengukur detah jantung, prinsipnya alat ini peka terhada suatu getaran

13. LAF
Area kerja terbuat dari AISI cermin-dipoles stainless steel 316L, dengan ketebalan 3 mm. Tidak ada
gangguan antara bagian atas kerja dan dinding lateral. Hal ini memastikan segel sempurna untuk cairan
dan memfasilitasi pembersihan dan operasi dekontaminasi.

Area kerja dilengkapi dengan akses ke kompartemen limbah,


dengan 4 soket listrik, lift pneumatik untuk kalibrator dosis, dan koneksi ke dalam ruangan generator.
Generator kompartemen
Kap ini dilengkapi dengan sistem untuk penyimpanan dan penggunaan generator Tc99m. Sebuah platform
dalam kompartemen terlindung dapat rumah hingga 2 generator tipe segi empat atau bundar: pelat
dukungan generator telah dipelajari untuk satu kursi tak jelas dari dua jenis generator tanpa modifikasi
apapun.
Limbah kompartemen
Limbah yang dihasilkan di dalam tenda selama kegiatan kerja dapat dikurung dalam kompartemen
terlindung disegel tersedia di bagian bawah kap mesin, di mana wadah polietilen ditempatkan.
Karya-top ini dilengkapi dengan lubang pada permukaan pekerjaan diberi topi (lubang + pasang).
Para lemari asam ini dilengkapi dengan perangkat mengangkat pneumatik untuk memungkinkan kalibrasi
jarum suntik dan botol, membatasi paparan dari tangan operator.
Dosis Calibrator kompartemen

Sel ini dilengkapi dengan kalibrator aktivitas modern: ionisasi ruang dan instrumen pengukuran terpisah
dari satu sama lain. Ruang ini disimpan dalam kompartemen terlindung terletak di bawah permukaan kerja.
Ruang ionisasi dilengkapi dengan flens tertutup.
14. Spektrofotometer
Spektrofotometer merupakan alat yang digunakan untuk mengukur absorbansi dengan cara melewatkan
cahaya dengan panjang gelombang tertentu pada suatu obyek kaca atau kuarsa yang disebut kuvet.
Sebagian dari cahaya tersebut akan diserap dan sisanya akan dilewatkan. Nilai absorbansi dari cahaya
yang dilewatkan akan sebanding dengan konsentrasi larutan di dalam kuvet.

Spektrofotometer dibagi menjadi dua jenis yaitu spektrofotometer single-beam dan spektrofotometer
double-beam. Perbedaan kedua jenis spektrofotometer tersebut hanya pada pemberian cahaya, dimana
pada single-beam, cahaya hanya melewati satu arah sehingga nilai yang diperoleh hanya nilai absorbansi
dari larutan yang dimasukan.Berbeda dengan single-beam, pada spektrofotometer double-beam, nilai
blanko dapat langsung diukur bersamaan dengan larutan yang diinginkan dalam satu kali proses yang
sama. Prinsipnya adalah dengan adanya chopper yang akan membagi sinar menjadi dua, dimana salah
satu melewati blanko (disebut juga reference beam) dan yang lainnya melewati larutan (disebut juga
sample beam). Dari kedua jenis spektrofotometer tersebut, spektrofotometer double-beam memiliki
keunggulan lebih dibanding single-beam, karena nilai absorbansi larutannya telah mengalami pengurangan
terhadap nilai absorbansi blanko. Selain itu, pada single-beam, ditemukan juga beberapa kelemahan
seperti perubahan intensitas cahaya akibat fluktuasi voltase.
15. Lux Meter

Lux (simbol: lx) adalah satuan SI untuk penerangan dan daya pancar
cahaya, mengukur flux cahaya per satuan luas. Hal ini digunakan dalam fotometri sebagai ukuran
intensitas, seperti yang dirasakan oleh mata manusia, cahaya yang hits atau melewati permukaan. Hal ini
analog dengan satuan watt radiometrik per meter persegi, tetapi dengan daya pada panjang gelombang

setiap tertimbang menurut fungsi luminositas, model standar persepsi kecerahan visual manusia. Dalam
bahasa Inggris, lux digunakan di kedua tunggal dan jamak.

16.

Termohigrometer

Alat ini digunakan untuk mengukur kelembaban suatu tempat, digunakan pada waktu melakukan riset
tentang lingkungan. Dengan alat ini dapat menunjukkan banyaknya organisme pada ekosistem. Karena
salah satu faktor eksteral dari suatu ekosistem adalah kelembaban.
17. Anemometer
Alat ini digunakan untuk mengukur kecepatan angin.

18. Alat-Alat Bedah


Manfaat: Untuk melakukan praktik pembedahan hewan
Cara menggunakan dan memindahkan:
Masukkan semua peralatan dalam kantong, tutup kantongnya dan bawa semua peralatan di dalam
kantong

Resiko: Dapat menimbulkan luka goresan atau tertusuk.


digunakan diletakan di tempat ini.
19. Mikroskop
Manfaat: Melihat benda-benda kecil
Cara menggunakan dan memindahkan:
Memindahkan mikroskop dengan memegang badan mikroskop dengan tangan kanan dan menyangga
dasarnya dengan tangan kiri.

Cara mencari fokus dimulai dengan menjauhkan lensa dari preparat bukan mendekatkan lensa ke
preparat

Macam-Macam Mikroskop:
a. Mikroskop Binokuler

Mikroskop Binokuler Biologi XSZ-107BN Pembesaran max 1600 x adalah


microscope biologis yang canggih dengan double eyepiece untuk melihat benda obyek renik hingga
pembesaran 1600X. Mikroskop jenis Binokular sangat cocok dengan Departemen Kesehatan,
Laboratorium Biologi dan Kimia, Departemen Pertanian dan Perkebunan, Rumah Sakit dan Klinik.
Mikroskop Binokuler dapat di hubungkan ke KAMERA DIGITAL untuk menpilkan hasil pengamatan secara
LIVE.
b. Mikroskop Sterio
Sebuah mikroskop binokular dengan pembesaran 20x. Berdiri pada alas yang kokoh terbuat dari logam cor.
Dilengkapi juga dengan penjepit objek dan tombol pengatur fokus. Mikroskop ini digunakan untuk melihat
objek 3 dimensi berukuran kecil. Set alat ini dilengkapi juga dengan penutup plastik anti debu, kotak
strifoam dan buku petunjuk pemakaian.
20. Alat-Alat Gelas
a. Mikropipet (Micropippete) dan Tip
Mikropipet adalah alat untuk memindahkan cairan yang bervolume cukup kecil, biasanya kurang dari 1000
l. Banyak pilihan kapasitas dalam mikropipet, misalnya mikropipet yang dapat diatur volume
pengambilannya (adjustable volume pipette) antara 1l sampai 20 l, atau mikropipet yang tidak bisa diatur
volumenya, hanya tersedia satu pilihan volume (fixed volume pipette) misalnya mikropipet 5 l. dalam
penggunaannya, mukropipet memerlukan tip.

Cara Penggunaan :
1. Sebelum digunakan Thumb Knob sebaiknya ditekan berkali-kali untuk memastikan lancarnya mikropipet.
2. Masukkan Tip bersih ke dalam Nozzle / ujung mikropipet.
3. Tekan Thumb Knob sampai hambatan pertama / first stop, jangan ditekan lebih ke dalam lagi.
4. Masukkan tip ke dalam cairan sedalam 3-4 mm.
5. Tahan pipet dalam posisi vertikal kemudian lepaskan tekanan dari Thumb Knob maka cairan akan
masuk ke tip.
6. Pindahkan ujung tip ke tempat penampung yang diinginkan.
7. Tekan Thumb Knob sampai hambatan kedua / second stop atau tekan semaksimal mungkin maka
semua cairan akan keluar dari ujung tip.
8. Jika ingin melepas tip putar Thumb Knob searah jarum jam dan ditekan maka tip akan terdorong keluar
dengan sendirinya, atau menggunakan alat tambahan yang berfungsi mendorong tip keluar.
b. Cawan Petri (Petri Dish)

Cawan petri berfungsi untuk membiakkan (kultivasi) mikroorganisme. Medium


dapat dituang ke cawan bagian bawah dan cawan bagian atas sebagai penutup. Cawan petri tersedia
dalam berbagai macam ukuran, diameter cawan yang biasa berdiameter 15 cm dapat menampung media
sebanyak 15-20 ml, sedangkan cawan berdiameter 9 cm kira-kira cukup diisi media sebanyak 10 ml.
c. Pipet Ukur (Measuring Pippete)

Pipet ukur merupakan alat untuk memindahkan larutan dengan volume


yang diketahui. Tersedia berbagai macam ukuran kapasitas pipet ukur, diantaranya pipet berukuran 1 ml, 5
ml dan 10 ml. Cara penggunaanya adalah cairan disedot dengan pipet ukur dengan bantuan filler sampai
dengan volume yang diingini. Volume yang dipindahkan dikeluarkan menikuti skala yang tersedia (dilihat
bahwa skala harus tepat sejajar dengan mensikus cekung cairan) dengan cara menyamakan
tekanan filler dengan udara sekitar.
d. Pipet tetes (Pasteur Pippete)

Fungsinya sama dengan pipet ukur, namun volume yang

dipindahkan tidak

diketahui. Salah satu penerapannya adalah dalam menambahkan HCl / NaOH saat mengatur pH media,
penambahan reagen ada uji biokimia, dll.
e. Tabung reaksi (Reaction Tube / Test Tube)

Di dalam mikrobiologi, tabung reaksi digunakan untuk uji-uji biokimiawi dan


menumbuhkan mikroba.Tabung reaksi dapat diisi media padat maupun cair. Tutup tabung reaksi dapat
berupa kapas, tutup metal, tutup plastik atau aluminium foil. Media padat yang dimasukkan ke tabung
reaksi dapat diatur menjadi 2 bentuk menurut fungsinya, yaitu media agar tegak (deep tube agar) dan agar
miring (slants agar). Untuk membuat agar miring, perlu diperhatikan tentang kemiringan media yaitu luas
permukaan yang kontak dengan udara tidak terlalu sempit atau tidak terlalu lebar dan hindari jarak media
yang terlalu dekat dengan mulut tabung karena memperbesar resiko kontaminasi. Untuk alas an efisiensi,
media yang ditambahkan berkisar 10-12 ml tiap tabung.
f. Labu Erlenmeyer (Erlenmeyer Flask)

Berfungsi untuk menampung larutan, bahan atau cairan yang. Labu Erlenmeyer dapat
digunakan untuk meracik dan menghomogenkan bahan-bahan komposisi media, menampung akuades,
kultivasi mikroba dalam kultur cair, dll. Terdapat beberapa pilihan berdasarkan volume cairan yang dapat
ditampungnya yaitu 25 ml, 50 ml, 100 ml, 250 ml, 300 ml, 500 ml, 1000 ml, dsb.
g. Gelas ukur (Graduated Cylinder)
Berguna untuk mengukur volume suatu cairan, seperti labu erlenmeyer, gelas ukur memiliki beberapa
pilihan berdasarkan skala volumenya. Pada saat mengukur volume larutan, sebaiknya volume tersebut
ditentukan berdasarkan meniskus cekung larutan.

h. Batang L (L Rod)

Batang L bermanfaat untuk menyebarkan cairan di permukaan agar supaya


bakteri yang tersuspensi dalam cairan tersebut tersebar merata. Alat ini juga disebut spreader.
i. Mortar dan Pestle

Mortar dan penumbuk (pastle) digunakan untuk menumbuk atau menghancurkan materi
cuplikan, misal daging, roti atau tanah sebelum diproses lebih lanjut.
j. Beaker Glass

Beaker glass merupakan alat yang memiliki banyak fungsi. Di dalam mikrobiologi, dapat
digunakan untuk preparasi media media, menampung akuades dll..
k. Pembakar Bunsen (Bunsen Burner)

Salah satu alat yang berfungsi untuk menciptakan kondisi yang steril adalah pembakar
bunsen. Untuk sterilisasi jarum ose atau yang lain, bagian api yang paling cocok untuk memijarkannya
adalah bagian api yang berwarna biru (paling panas). Perubahan bunsen dapat menggunakan bahan
bakar gas atau metanol.
l. Glass Beads
Glass Beads adalah manik-manik gelas kecil yang digunakan untuk meratakan suspensi biakan dengan
menyebarkan beberapa butir di atas permukaan agar dan digoyang merata. Glass beads digunakan pada
teknik spread plate yang fungsinya sama dengan batang L atau Spreader.
m. Tabung Durham
Tabung durham berbentuk mirip dengan tabung reaksi namun ukurannya lebih kecil dan berfungsi untuk
menampung/menjebak gas yang terbentuk akibat metabolisme pada bakteri yang diujikan. Penempatannya
terbalik dalam tabung reaksi dan harus terendam sempurna dalam media (jangan sampai ada sisa udara).

http://romieabrory.wordpress.com/2013/11/09/pengertian-dan-fungsi-alat-alatpraktikum-dalam-laboratorium-biologi/
http://kumpulan-alkes.blogspot.com/2013/04/tensimeter-yang-digunakanuntuk.html

Botol Reagen adalah peralatan penunjang yang mutlak dibutuhkan oleh semua laboratorium, karena setiap laboratorium akan selalu
terdapat reagent yang digunakan untuk analisis.

Gelas objek (Object glass) digunakan untuk menempakan objek yang akan dilihat/ dianalisa dengan menggunakan mikroskop.

Cawan petri (petri dish) sangat banyak digunakan pada laboratorium mikrobiologi sebagai tempat media pengembangbiakan bakteri.

Botol Reagen adalah peralatan penunjang yang mutlak dibutuhkan oleh semua laboratorium, karena setiap laboratorium akan selalu
terdapat reagent yang digunakan untuk analisis.

Beker gelas (Beaker glass) merupakan salah satu peralatan yang banyak dibutuhkan oleh laboratorium misalnya untuk pencampuran,
pemanasan bahan cair dan banyak fungsi lainnya.

Cuvet (Cuvette) digunakan sebagai tempat larutan sampel pada uji dengan menggunakan instrumen, pada umumnya instrumen yang
memakai cuvet adalah spektrofotometri UV Vis dan jenis spektrofotometer lainya.

Kertas penyaring (Filter papper) mempunyai berbagai ukuran, digunakan untuk memisahkan partikel
dalam

Detecto HBs Ag

larutan

sehingga

didapatkan

filtrat

yang

dibutuhkan.

Tissue Lensa adalah alat bantu yang digunakan membersihkan lensa, terbuat dari bahan yang lembut sehingga tidak menyebabkan
lensa

Tes kehamilan dapat digunakan untuk mengetahui kehamilan sejak kandungan berumur 3 minggu.

tergores.

Multipanel drug test dapat digunakan untuk mengetahui beberapa jenis narkoba dalam 1 sampel urine, sehingga dapat diketahui
dengan pasti seseorang tersebut menggunakan jenis narkoba apa.

Mortar digunakan untuk menghaluskan/ memecah bahan menjadi partikel yang lebih kecil.

Menopouse tes kit dapat digunakan untuk memgetahui apakah seseorang sudah mencapai tahap menopouse bagi perempuan.

Mikro pipet DRAGON untuk melengkapi kebutuhan laboratorium akan alat yang dapat digunakan untuk mengambil sejumlah kecil dari
sampel dalam ukuran mikron.

Berbagai jenis tes narkoba : multidrug panel tes MOP/AMP/MET/COC/THC, Methampetamine (MET), Amphetamin (AMP), Morphin
(MOP), Cocain (COC), Marijuana (THC).

Timer aplikasi banyak digunakan pada laboratorium sebagai penanda waktu apakah sebuah rekasi telah berjalan sempurna, serta juga
dapat digunakan sebagai penanda pada instrumen yang telah selesai dalam analisis.

Tes kehamilan merk SIKLUS adalah jenis tes kehamilan dengan bentuk card, sehingga air seni hanya perlu diteteskan dengan pipet
yang sudah disediakan, hasil dari tes ini lebih akurat dibandingkan dengan tes biasa yang berbentuk strip.

Berbagai jenis rapid tes adalah tes narkoba, HCGtes, HBs Ag tes dll.

Yellow tips digunakan dengan mikro pipet untuk memgambil sejumlah kecil larutan sampel, pada umumnya pada skala mikron.

Vaculab adalah tempat penyimpanan sampel darah, dengan jenis vaculab yang bermacam-macam hal ini tergantung dengan jenis
komponen darah yang akan dianalisa.

Tabung reaksi 12 mL adalah salah satu jenis tabung reaksi yang digunakan untuk
merekasikan

senyawa

kimia,

sehingga

mempermudah

dalam

melakukan

analisis

Tensimeter
04.38 Alat Kedokteran Umum, Peralatan Home Care 1 comment

Tensimeter adalah alat yang digunakan untuk mengukurtekanan darah. Dengan


mengetahui berapa tekanan darah kita, kita dapat menilai apakah tekanan
darah/ tensi darahkita normal atau tidak. Tensi darah normal manusia
dewasa adalah 100-130 mmHg untuk tekanan sistolik dan 60-90 mmHg untuk
tekanan diastolik.

Tekanan sistolik adalah tekanan darah pada saat terjadi kontraksi otot
jantung. Tekanan diastolik adalah tekanan darah saat jantung sedang relaksasi/
beristirahat. Seseorang dikatakan menderita tekanan darah tinggi jika tekanan
darah/ tensi darahnya diatas 140/90mmHg. Dan dikatakan menderita tekanan
darah rendah jika tekanan darah/ tensi darahnya di bawah 90/60mmHg.

Alat Tensimeter ada 3 macam :

Tensimeter air raksa

Merupakan tensimeter konvensional yang sebenarnya sudah jarang dipakai di


luar negeri, karena tensimeter ini masih menggunakan air raksa yang berbahaya
jika sampai alat pecah dan air raksa terkena kulit atau saluran pernafasan.
Tensimeter jenis ini memerlukan stetoskop untuk mendengar munculnya bunyi
suara
tekanan
sistolik
dan
diastolik
pada
jantung.

Tensimeter aneroid

Tensimeter ini lebih aman karena tidak lagi menggunakan air raksa tetapi
menggunakan putaran berangka sebagai penggantinya. Sama dengan
tensimeter air raksa, tensimeter aneroid masih menggunakan stetoskop.

Tensimeter digital

Merupakan tensimeter yang lebih modern dan akurat, langsung menunjukan


hasil dalam bentuk angka. Berbeda dengan tensimeter air raksa yang
memerlukan stetoskop untuk mendengarkan suara sebagai pertanda tekanan
sistolik dan siastolik, maka tensimeter digital menggunakan sensor sebagai alat
pendeteksinya sehingga baik dipakai untuk mereka yang memiliki gangguan
pendengaran.

Tips cara penggunaan tensimeter :

Duduklah dengan lengan telanjang, boleh menggunakan baju lengan


pendek atau lengan panjang yang digulung keatas. perhatikan gulungan
lengan baju, jangan terlalu ketat.
Letakkan lengan secara bebas diatas meja, dengan posisi lengan sama
tinggi dengan jantung.

Pasang manset di lengan kira-kira 2,5 cm dari siku.

Pastikan pemasangan manset tidak terlalu ketat. Beri jarak setinggi 2 jari
antara manset dan lengan.

Beri tekanan pada manset dengan memompa atau dengan memencet


tombol on off pada tensimeter digital jenis 2.

Hentikan pemompaan, maka tekanan pada manset akan berkurang dan


darah bisa mengalir lagi ke lengan bawah. Pada tensimeter yang
menggunakan stetoskop bunyi/ detak nadi yang pertama kali muncul
adalah tekanan sistolik dan bunyi/ detak nadi yang terakhir kali terdengar
adalah tekanan diastolik. Pada tensimeter digital, hasilnya akan keluar
secara otomatis pada layar.

30 menit sebelum melakukan pengukuran jangan melakukan aktifitas


yang terlalu berat, jangan merokok, jangan minum-minuman yang
berkafein seperti kopi, teh, coca-cola dan jangan konsumsi obat-obatan
yang mengandung kafein, seperti Panadol extra, Paramex.

Sebelum melakukan pengukuran duduklah dengan tenang selama 5


menit, jangan stress.

Selama melakukan pengukuran tekanan darah dengan tensimeter, jangan


berbicara.

Lakukan pengukuran 2-3 kali, dengan selang minimal 2 menit, dan hitung
rata-rata hasilnya.

Untuk penderita hipertensi, perlu dilakukan pemeriksaan tensi


darah setiap hari untuk mengetahui efek obat antihipertensi yang
diminum. Lakukanlah pengecekan pada waktu yang sama setiap harinya
untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.

http://kumpulan-alkes.blogspot.com/2013/04/tensimeter-yang-digunakanuntuk.html
http://jirzizaidan.wordpress.com/labware/